31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3211

Islam yang Menjadikan Pribadi Merdeka

SUMUTPOS.CO – Pimpinan Majelis Talim dan Zikir Baitul Muhibin Habib Abdurrahman Asad AlHabsyi Islam adalah agama yang menjadikan hambanya pribadi yang merdeka. Surah Al-Baqarah ayat 256 membahas mengenai kemerdekaan.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”

Artinya Islam ketika didakwahkan tidak berbasis paksaan, melainkan dengan akhlak karimah (akhlak mulia). Berakhlak mulia dalam jabatan agama Islam telah dilakukan Rasulullah SAW dan untuk itu kita sebagai umat patut mencontohnya.

Habib Abdurrahman menegaskan, merdeka bukan berarti bebas tanpa batas. Kemerdekaan sesungguhnya manakala seseorang terbebas dari noda yang merusak akidah, syari’ah dan akhlak.

“Orang yang bebas tanpa batas tanpa memperdulikan ketiganya menurut Islam bukanlah merdeka, justru mereka sudah terjajah oleh nafsu dan tipu daya syaitan,” katanya.

Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan yang diraih oleh bangsa ini adalah Atas Rahmat Allah dan dorongan keinginan luhur (ikhlas) para pejuangnya. Maka marilah saudaraku kita isi kemerdekaan negeri kita tercinta ini yang ke-76 dengan nilai relegius yakni “Mensyukuri Rahmat Ilahi dan Ikhlas dalam beramal dan berkarya”.

InsyaaAllah negeri kita akan menuju Berkah,  Aman,  Damai dan Sentosa.

“Duhai Tuhanku,  Jadikanlah negeri ini Aman Sentosa”_ (QS. Ibrahim: 35)

Sementara itu Buya Hamka dalam menafsirkan Albaqarah ayat 256 yang artinya. “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”

Bahwa sesungguhnya ayat ini suatu tantangan kepada manusia, karena Islamadalah benar. Orang tidak akan dipaksa memeluknya, tetapiorang hanya diajak buat berfikir.

“Asal dia berfikir sihat, dia pastiakan sampai kepada Islam. Tetapi kalau ada paksaan, mestilah timbul perkosaan fikiran, dan mestilah timbultaqlid,” tulis Buya Hamka dalam tafsirnya Al-Azhar.

Buya Hamka menegaskan, manusia sebagai orang seorang akan datang dan akan pergi, akan lahir dan akan mati. Tetapi pikiran manusia akan berjalan terus. Penilaian manusia atas agama akan dilanjutkan dan kebebasan berpikir dalam memilih keyakinanadalah meniadi tujuan dari manusia yang telah maju.

“Ayat ini adalah dasar teguh dari Islam,” katanya.

Musuh-musuh Islam membuat berbagai fitnah yang dikatakan ilmioh sifatnya bahwa Islam dimajukan dengan pedang. Islam dituduh memaksa orang memeluk agamanya. “pengetahuan”seperti ini pun kadang-kadang dipaksakan supaya diterima orang, terutama di masa-masa negeri-negeri Islam dalam penjajahan. orang dipaksa menerima teori itu dan orang tidak diberi kesempatan membanding.

“Ayat inilah, (al-Baqarah 256) yaitu Islam menjelaskan bahwa dalam hal agama tidak boleh ada paksaan,” katanya. (rol/ram)

Melalui Jaringan Thailand-Aceh Timur, Gembong Narkoba Terbesar di Asia Tenggara Selundupkan Sabu


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Upaya penyelundupan sabu-sabu dengan total barang bukti sebanyak 324,3 kg dalam kemasan teh hijau digagalkan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).
 Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengungkapkan, penyelundupan tersebut dilakukan jaringan Thailand-Aceh Timur dan jaringan Aceh. “BNN RI berhasil menjalankan Raid Planning Execution (RPE) narkotika yang berada di dua tempat berbeda,” kata Petrus Reinhard Golose dalam konferensi pers di Gedung Utama BNN RI, Jakarta Timur, Kamis.
 Dia mengatakan, penangkapan yang dilakukan BNN terjadi pada 12 dan 13 Agustus 2021. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penindakan, sebanyak 324,3 kg sabu-sabu tersebut diduga berasal dari Golden Triangle. Yakni, wilayah penghasil opium dan sabu-sabu terbesar di Asia Tenggara yang digerakkan sejumlah gembong narkotika bersama kelompok bersenjata di daerah pedalaman dan pegunungan di perbatasan Myanmar, Thailand, dan Laos. “Pada hari Kamis, 12 Agustus 2021, BNN RI berhasil menangkap satu orang tersangka Jaringan Thailand ke Aceh Timur yang berinisial Sy,” ucap Petrus Reinhard.
 Kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan intelijen yang dilakukan BNN kepada Sy. Sy diketahui berlayar dari perairan Thailand menuju Aceh Timur dengan menggunakan speedboat pada Kamis (12/8). Setibanya di Aceh Timur, Sy dibekuk petugas BNN di sebuah bengkel kapal yang berada di Desa Kampung Jalang Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh.“ Ditangkap dengan barang bukti seberat 218,8 kg,” tutur Petrus Reinhard.

 Selanjutnya, pada kasus kedua, BNN yang bekerja sama dengan Bea dan Cukai berhasil menangkap lima orang tersangka Jaringan Aceh pada tanggal 13 Agustus 2021, yang berinisial B alias Y, T alias CM, ES alias E, AN alias WY, dan Ay alias R. Melalui penangkapan ini, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 218,8 kg.  

  “Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” ucapnya.

 Petrus Reinhard menyatakan bahwa kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary) sehingga perang melawan narkotika, atau yang biasa diserukan dengan slogan war on drugs, menjadi perhatian khusus BNN dan didukung jajaran Kedeputian Brantas dan BNNP di seluruh Indonesia. “(Keberhasilan, red) ini merupakan bentuk kerja sama BNN sebagai leading sector dan didukung dengan semua kementerian dan lembaga terkait, terutama rekan Bea Cukai,” ucap Petrus Reinhard. (jpnn/ila)


Syaratnya Pelajar Harus sudah Divaksin Covid-19, Jokowi Perbolehkan PTM

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan kepada para perserta didik untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, PTM bisa dilakukan apabila para pelajar sudah divaksin Covid-19.

“Jadi kalau semuanya, untuk semuanya, untuk semua pelajar di seluruh Tanah Air, kalau sudah divaksin silakan dilakukan langsung belajar tatap muka,” kata Jokowi lewat video conference, saat menyapa peserta program vaksinasi massal Covid-19 untuk pelajar yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sumatera Utara, di Gedung SMA Negeri 1 Medan, Kamis (19/8).

Menurut Jokowi, pelajar bisa melakukan pembelajaran tatap muka lantaran sudah adanya Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), atau yang disebut dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. “Karena SKB-nya empat menteri sudah ada,” katanya.

Namun demikian jika PTM sudah digelar, Presiden Jokowi berpesan kepada para pelajar untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencehagan Covid-19. “Kita semua berharap anak-anak belajar tatap muka. Tetapi juga kita semuanya harus hati-hati jangan sampai nanti kalau pas dibuka belajar tatap muka ada yang terpapar Covid. Ini yang harus kita hindari,” ungkapnya.

Jokowi mengatakan, disiplin pelajar dalam menerapkan protokol kesehatan sangatlah penting. Mengingat saat ini virus korona selalu bermutasi. Sehingga hal ini diharapkan Jokowi bisa diterapkan oleh semua pelajar. “Oleh sebab itu saya titip agar yang namanya pakai masker ini harus meskipun sudah divaksin, tetap, karena yang namanya Covid, virus corona ini selalu bermutasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, dua pelajar perwakilan SMA Negeri 1 Medan menyampaikan harapannya agar pembelajaran tatap muka bisa segera dibuka. “Karena, tidak semua mata pelajaran bisa dilaksanakan secara online,” kata Dani, seorang pelajar.

Sementara, Kepala BIN Daerah Sumut, Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana, didampingi Kepala SMAN 1 Medan, Sabar SPd MSi, melaporkan kepada Presiden Jokowi, jumlah sasaran vaksinasi sebanyak 5.000 orang untuk dosis pertama. Rinciannya, 1.500 untuk pelajar SMA dan sisanya 3.500 untuk masyarakat lewat vaksinasi door to door (dari rumah ke rumah) di Kecamatan Medan Helvetia dan Medan Tuntungan. “Jadi ada door to door-nya juga ya,” tanya Jokowi, seraya menyampaikan terima kasih kepada BIN Daerah Sumut atas pelaksanaan vaksinasi massal tersebut.

Lebih lanjut Asep Jauhari mengatakan, vaksinasi yang digelar kemarin, merupakan lanjutan dari vaksinasi yang telah mereka lakukan beberapa waktu yang lalu kepada 3.000 pelajar dan masyarakat di Medan. “Harapan kita dengan adanya vaksin ini, pelajar juga divaksin, akan timbul kekebalan komunal. Dengan kekebalan tersebut, harapannya para siswa untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan,” kata Asep.

Ia mengatakan harapannya minimal 70 persen pelajar di Sumut sudah harus divaksin hingga akhir tahun 2021. Karena itu Asep berharap semua pihak ambil bagian dalam program vaksinasi pelajar di Sumut. Dari amatan wartawan, vaksinasi di Gedung SMAN 1 Medan itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Para siswa dipanggil bergantian, cek kesehatan lalu disuntikkan vaksin.

Sedangkan Kepala SMA Negeri 1 Medan, Sabar, mengharapkan lewat vaksinasi itu terbentuk kekebalan tubuh para siswa sehingga bisa digelar belajar tatap muka. “Ini yang kami harapkan guru-guru, orangtua dan para siswa. Karena belajar daring ini tidak maksimal,” ujar Sabar. (bbs/jpc)

Harga PCR di Atas Rp525, Lapor Polisi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto meminta masyarakat melaporkan penyedia jasa tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR), jika mematok harga melebihi batas harga yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yakni kisaran Rp495 ribu hingga Rp525 ribu.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk menginformasikan, bila ada penyedia jasa PCR menetapkan tarif di atas yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata Komjen Agus saat dihubungi wartawan di Medan, Kamis (19/8).

Dikatakannya, pengawasan implementasi kebijakan tersebut akan dilakukan oleh jajaran kepolisian yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia sudah memerintahkan jajarannya mulai dari Mabes Polri hingga daerah. “Kami dan jajaran adalah tangan-tangan negara untuk melakukan pengamanan dan pengawasan dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Jenderal bintang tiga itu meminta penyedia jasa tes swab PCR dapat mematuhi dan melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut. “Tentunya, kesadaran ekosistem kesehatan khusus PCR segera adaptasi dengan mematuhi dan melaksanakan keputusan tarif tertinggi oleh pemerintah,” pungkasnya.

Harga Perlengkapan PCR juga Harus Turun

Menyikapi penurunan harga tes PCR, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Sumut mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat tersebut. Meski begitu, organisasi perkumpulan rumah sakit ini meminta agar harga peralatan atau perlengkapan pendukung untuk swab PCR juga diturunkan.

Ketua Persi Sumut Azwan Hakmi menuturkan, kebijakan penurunan harga swab PCR sangat membantu masyarakat. “Sangat bagus dan membantu karena masyarakat enggak perlu merogoh kocek yang dalam,” ujar Azwan dihubungi wartawan, Kamis (19/8).

Namun demikian, kata Azwan, dia meminta kepada pemerintah pusat agar jangan hanya menurunkan harga swab test PCR saja. Melainkan, juga menurunkan harga alat-alat atau perlengkapan swab PCR. “Harga pembelian perlengkapan PCR juga harus diturunkan lah, harus berimbang sehingga rumah sakit bisa membeli barang-barangnya. Seperti stick PCR, alat pelindung diri dan lainnya,” sebut dia.

Awan mengaku, pihak rumah sakit akan terkendala apabila harga alat pendukung swab PCR tidak diturunkan. “Kalau tidak diturunkan ini pasti jadi kendala,” ucapnya.

Dia menambahkan, pemerintah juga harus bisa lebih ketat mengontrol harga untuk test swab PCR, pasca surat edaran tentang batas harga tertinggi PCR dikeluarkan. “Pemerintah harus bisa mengontrol harga tersebut,” tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga tes PCR diturunkan. Jokowi juga meminta agar hasil tes PCR keluar dalam waktu 1×24 jam. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lantas mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) pada 16 Agustus 2021 yang ditandatangani Direktur Jenderal Layanan Kesehatan, Abdul Kadir. Dalam surat edaran tersebut disebutkan, batas tarif pemeriksaan RT-PCR untuk Jawa dan Bali sebesar Rp495.000, sedangkan untuk daerah di luar Jawa dan Bali sebesar Rp525.000.

Penurunan harga tersebut terjadi setelah banyak pihak mengkritik harga tes PCR di Indonesia lebih mahal dibanding negara lain, seperti India. Harga tes PCR yang ditetapkan pemerintah sebelumnya mencapai Rp900 ribu. (mag-1/ris)

Personel Ditnarkoba Poldasu Ditembak Mati Keponakan, Pelaku Minta Tolong Tetangga Buang Mayat

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara, Aiptu Josmer Samsuardi Manurung (44), tewas diduga ditembak keponakannya, Yones Siondihon Naibaho (22). Penembakan itu terjadi di ladang milik Josmer di Desa Bangun Sari, Kacamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, Sumatra Utara, Rabu (18/8) malam.

Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Sawangin Manurung yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. “Benar. Korban diduga ditembak keponakannya,” ujar Sawangin, dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Kamis (19/8).

Saat ini, kata Sawangin, pelaku sudah diserahkan ke Polres Deliserdang dan kasus ini ditangani Polres. Adapun barang bukti yang diamankan, ungkap Sawangin, yakni 1 pucuk senjata api No.HZ233987,Cal 9×19, 8 butir amunisi tajam cal 9 mm, 1 buah magajen senpi, 11 buah kunci, 1 buah tas sandang. “Pelaku sedang dalam pemeriksaan intensif,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menyebutkan, penembakan yang dilakukan tersangka Yones Siodihon Naibaho, warga Jalan Pelikan Raya, Kecamatan Medan Denai itu dilatarbelakangi sakit hati. “Pelaku selama ini diminta untuk menjaga ternak bebek korban. Pelaku diingatkan oleh korban, ternak bebeknya sebanyak kurang lebih 100 ekor banyak yang mati. Tetapi pelaku justru tidak terima ditegur dan diingatkan oleh korban,” jelas Hadi.

Pelaku yang sakit hati dan dendam, lantas menembak korban. “Pelaku sudah diamankan tanpa perlawanan. Kronologis dan motifnya masih didalami,” pungkasnya.

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa sadis itu terjadi di perladangan, Gang Rotan, Jalan Sultan Serdang, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Rabu (18/8) malam. Diduga, sering terjadi kesalahpahaman antara Yones dengan Aiptu Josmer, sehingga menimbulkan sakit hati. Kejadian bermula saat Aiptu Josmer membersihkan senjata api miliknya dalam posisi berdiri, membelakangi Yones. Secara tiba-tiba, Yones datang dan merampas senjata api milik Aiptu Josmer. Tanpa basa-basi, Yones langsung menembakkan senjata api ke arah Aiptu Josmer dan mengenai bagian kening hingga meninggal dunia.

Mengetahui Aiptu Josmer meninggal dunia, Yones berusaha menghilangkan jejak. Dia berusaha menyeret mayat Aiptu Josmer untuk dibuang, namun tidak sanggup. Akhirnya dia pun meminta tolong kepada tetangga sekitar lokasi kejadian untuk membuang jasad korban.

“Aku sempat mendengar sekali letusan senjata api. Tak berapa lama, ia datang ke rumah. Di situ, dia mengaku telah menembak mati korban. Kemudian meminta tolong untuk membuang mayatnya, aku menolak,” ungkap Supriadi (36), warga sekitar lokasi kejadian, Kamis (19/8).

Supriadi mengaku, pelaku saat mendatangi rumahnya dan meminta tolong untuk membuang mayat korban sambil membawa pistol. “Aku melihat pelaku membawa senjata api, makanya aku takut. Lalu langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Tetapi, tetap saja ia meminta tolong dan mengetuk-ngetuk jendela,” akunya.

Ketika ditanya keseharian Yones Siondihon Naibaho, Supriadi mengatakan pelaku bekerja mengurus peternakan bebek milik korban. “Bapak polisi itu punya ternak bebek, pelaku yang mengurusnya. Yones ini jarang sekali berbicara, hanya sesekali saja datang ke rumah. Kalau korban, orangnya baik dan ramah,” urai Supriadi.

Disinggung apa yang melatarbelakangi pelaku menembak mati korban, Supriadi menjawab tidak mengetahui hal tersebut. “Saya tidak tahu karena apa. Tapi dengar-dengar pelaku sering dimarahi oleh korban. Tadi, Yones sempat bilang jika ia menyesal telah menembak mati pamannya,” pungkasnya.

Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itupun langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Setelah menerima informasi, personel Polresta Deli Serdang langsung menuju ke lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti.  Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Sedangkan tersangka diamankan berikut senjata api milik korban ke Polres Deliserdang.

Personel Ditnarkoba Poldasu Ditembak Mati Keponakan

Pelaku Minta Tolong Tetangga Buang Mayat

DELISERDANG- Personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara, Aiptu Josmer Samsuardi Manurung (44), tewas diduga ditembak keponakannya, Yones Siondihon Naibaho (22). Penembakan itu terjadi di ladang milik Josmer di Desa Bangun Sari, Kacamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, Sumatra Utara, Rabu (18/8) malam.

Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Sawangin Manurung yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. “Benar. Korban diduga ditembak keponakannya,” ujar Sawangin, dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Kamis (19/8).

Saat ini, kata Sawangin, pelaku sudah diserahkan ke Polres Deliserdang dan kasus ini ditangani Polres. Adapun barang bukti yang diamankan, ungkap Sawangin, yakni 1 pucuk senjata api No.HZ233987,Cal 9×19, 8 butir amunisi tajam cal 9 mm, 1 buah magajen senpi, 11 buah kunci, 1 buah tas sandang. “Pelaku sedang dalam pemeriksaan intensif,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menyebutkan, penembakan yang dilakukan tersangka Yones Siodihon Naibaho, warga Jalan Pelikan Raya, Kecamatan Medan Denai itu dilatarbelakangi sakit hati. “Pelaku selama ini diminta untuk menjaga ternak bebek korban. Pelaku diingatkan oleh korban, ternak bebeknya sebanyak kurang lebih 100 ekor banyak yang mati. Tetapi pelaku justru tidak terima ditegur dan diingatkan oleh korban,” jelas Hadi.

Pelaku yang sakit hati dan dendam, lantas menembak korban. “Pelaku sudah diamankan tanpa perlawanan. Kronologis dan motifnya masih didalami,” pungkasnya.

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa sadis itu terjadi di perladangan, Gang Rotan, Jalan Sultan Serdang, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Rabu (18/8) malam. Diduga, sering terjadi kesalahpahaman antara Yones dengan Aiptu Josmer, sehingga menimbulkan sakit hati. Kejadian bermula saat Aiptu Josmer membersihkan senjata api miliknya dalam posisi berdiri, membelakangi Yones. Secara tiba-tiba, Yones datang dan merampas senjata api milik Aiptu Josmer. Tanpa basa-basi, Yones langsung menembakkan senjata api ke arah Aiptu Josmer dan mengenai bagian kening hingga meninggal dunia.

Mengetahui Aiptu Josmer meninggal dunia, Yones berusaha menghilangkan jejak. Dia berusaha menyeret mayat Aiptu Josmer untuk dibuang, namun tidak sanggup. Akhirnya dia pun meminta tolong kepada tetangga sekitar lokasi kejadian untuk membuang jasad korban.

“Aku sempat mendengar sekali letusan senjata api. Tak berapa lama, ia datang ke rumah. Di situ, dia mengaku telah menembak mati korban. Kemudian meminta tolong untuk membuang mayatnya, aku menolak,” ungkap Supriadi (36), warga sekitar lokasi kejadian, Kamis (19/8).

Supriadi mengaku, pelaku saat mendatangi rumahnya dan meminta tolong untuk membuang mayat korban sambil membawa pistol. “Aku melihat pelaku membawa senjata api, makanya aku takut. Lalu langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Tetapi, tetap saja ia meminta tolong dan mengetuk-ngetuk jendela,” akunya.

Ketika ditanya keseharian Yones Siondihon Naibaho, Supriadi mengatakan pelaku bekerja mengurus peternakan bebek milik korban. “Bapak polisi itu punya ternak bebek, pelaku yang mengurusnya. Yones ini jarang sekali berbicara, hanya sesekali saja datang ke rumah. Kalau korban, orangnya baik dan ramah,” urai Supriadi.

Disinggung apa yang melatarbelakangi pelaku menembak mati korban, Supriadi menjawab tidak mengetahui hal tersebut. “Saya tidak tahu karena apa. Tapi dengar-dengar pelaku sering dimarahi oleh korban. Tadi, Yones sempat bilang jika ia menyesal telah menembak mati pamannya,” pungkasnya.

Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itupun langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Setelah menerima informasi, personel Polresta Deli Serdang langsung menuju ke lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti.  Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Sedangkan tersangka diamankan berikut senjata api milik korban ke Polres Deliserdang. (mag-1/bbs)

Hari Ini, Isoter Terapung KM Bukit Raya Beroperasi, 100 Pasien Ditangani 4 Dokter

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai hari ini, Jumat (20/8), Kapal Motor (KM) Bukit Raya resmi dioperasikan sebagai tempat Isolasi Terpusat (Isoter) bagi pasien Covid-19 bergejala ringan dan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, Isoter KM Bukit Raya ini akan mampu menampung 465 pasien, di mana setiap 100 pasien akan dirawat oleh 4 dokter dan 8 perawat.

Pemko Medan tak butuh waktu lama untuk merehab dan menyediakan fasilitas kesehatan di KM Bukit Raya sehingga dapat dijadikan sebagai tempat Isoter bagi pasien Covid-19 bergejala ringan dan OTG. Terhitung tiga hari sejak tiba di Pelabuhan Belawan, Senin (16/8), persiapan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan sudah hampir rampung.

“Mudah-mudahan besok malam (malam ini) sudah bisa beroperasi. Ini lagi kami kejar semua di sini, baik dari Forkopimda dari Polres Belawan dari Angkatan Laut dari AD (Angkatan Darat), Pelni, semua bekerjasama agar besok (hari ini) sudah bisa mulai digunakan,” kata Bobby Nasution saat meninjau KM Bukit Raya di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan Medan, Kamis (19/8). Turut mendampingi Bobby di antaranya Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan, Wakil Wali Kota Aulia Rachman, dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, Capt Jhonny Runggu Silalahi.

Bobby mengatakan, dalam keadaan normal, KM Bukit Raya ini dapat menampung 900 lebih penumpang. Namun, dalam operasional sebagai isoter, kapal ini hanya bisa menampung 485 pasien Covid-19. Pembatasan ini, lanjut Bobby Nasution, dilakukan agar penanganan di isoter ini juga memenuhi ketentuan dari protokol kesehatan. “Kapasitas penumpang 900 lebih itu, tidurnya rapat dan tidak ada jarak. Karena ini diperuntukkan untuk penanganan Covid, yang bisa kita tampung di dalam itu hanya sekitar 485. Karena jarak tempat tidurnya sudah diatur,” jelas Bobby.

Menantu Presiden Joko Widodo ini pun menjelaskan, adapun syarat agar warga Medan yang terkonfirmasi Covid-19 dapat isolasi di KM Bukit Raya, tidak berbeda bahkan sama persis dengan lokasi isoter lainnya yang telah disiapkan Pemko Medan. “Untuk kriteria itu sudah jelas, OTG dan gejala ringan,” terangnya.

Sedangkan untuk biaya, Bobby juga menegaskan, tidak ada biaya apapun yang dikenakan kepada warga yang menjalani isolasi di KM Bukit Raya. “Kalau untuk pembiayaan Rp0 alias gratis,” tegasnya.

Dijelaskan Bobby, warga yang wajib isolasi adalah pasien OTG sampai gejala ringan, khususnya yang satu rumah dengan masyarakat rentan seperti ibu hamil dan lansia. “Ini sudah kita minta untuk dipindahkan ke isoter, sudah jadi tanggungjawab pak Kapolres, pak Kapolres sudah menyanggupi,” jelasnya.

Bobby mengatakan, untuk beroperasinya KM Bukit Raya sebagai lokasi Isoter, Pemko Medan sudah menyiapkan sebanyak 50 tenaga kesehatan yang akan dimaksimalkan dari Dinas Kesehatan Kota Medan. “Tenaga kesehatan ini sudah kita siapkan, ada sekitar 50 tenaga kesehatan. Itu setiap 100 pasien ditangani 4 dokter dan 8 perawat, itu untuk teknisnya. Ini murni dari Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Rumah Sakit Pirngadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan MKes membenarkan kalau tenaga kesehatan yang bertugas di KM Bukit Raya merupakan tenaga kesehatan dari RSUD dr Pirngadi. “Petunjuk pusat itu (tempat isoter KM Bukit Raya) ada di bawah BNPB, berarti dia turunannya ke BPBD. Artinya untuk mengisi nakesnya itu, sebagai pemangku kita itu RS Pirngadi. Yang kita tahu Pirngadi itu satu korps dengan Dinas Kesehatan,” ucap Mardohar.

Dikatakan Mardohar, saat ini pihaknya masih mengkaji kebutuhan fasilitas kesehatan lainnya sebelum KM Bukit Raya dioperasikan sebagai lokasi isoter. “Akan kita lanjutkan bagaimana prosesnya. Sampai sekarang kita masih menggodoknya, apa kebutuhan dari kapal itu, kita akan lengkapi,” katanya.

Diterangkan Mardohar, saat ini jumlah kasus Covid-19 masih fluktuatif. Untuk itu, dibutuhkan penambahan lokasi isoter. “Isoter kita alhamdulillah sudah bertambah, tapi semakin bertambah peminatnya juga bertambah. Jadi kita menyiapkan satu isoter, itu kapal dari Pelni, dan ini sudah dipersiapkan, nanti kita lihat perkembangannya,” ujarnya.

Mardohar juga mengatakan, saat ini pada lima kecamatan dengan tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi di Kota Medan, telah menunjukkan tren penurunan kasus. Adapun 5 kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Selayang, dan Medan Sunggal.

“Mudah-mudahan (Isoter) ini tidak terpakai, karena kita berharap kasus menurun. Paling tidak saat ini di beberapa titik episentrum, itu ada tren penurunan. Salah satu faktornya itu, para teman-teman di lapangan seperti di kecamatan sudah berbuat, mereka sudah mendata dengan baik,” pungkasnya.

Lebih Cepat Sembuh

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, OM Sodikin mengatakan, KM Bukit Raya sangat sesuai untuk dijadikan sebagai fasilitas isolasi pasien Covid-19. “Keunggulannya saya pernah baca, bahwa di pantai itu ada udaranya mengandung garam, di mana ada partikel klorin di dalamnya. Nah, kalau kadar garam itu terserap oleh kulit dan juga dihirup oleh hidung, bisa bagus untuk imunitas tubuh,” kata Sodikin.

Sebagai contoh, kata Sodikin, untuk mencuci hidung (secara medis), biasanya digunakan air infus yang mengandung garam atau NaCl. “Kan biasanya juga dalam medis itu mencuci hidung menggunakan cairan garam yang dianggap mampu membersihkan virus dan bakteri,” ungkapnya.

Sodikin juga mengatakan, selain di Medan, PT Pelni sudah menyediakan lima kapal motor lainnya yang digunakan sebagai lokasi isolasi di lima daerah yang berbeda, yakni di Bangka Belitung, Jayapura, Sorong, Lampung, dan Makassar.

Sebagai contoh, terang Sodikin, di Makassar, KM Bukit Raya sudah dioperasikan sebagai fasilitas isolasi. Faktanya, sejumlah pasien yang diisolasi di sana hanya membutuhkan empat hari untuk sembuh. “Contohnya di Makassar, dari 84 pasien yang dirawat, 43 pasien sudah sembuh dalam empat hari, jadi 50 persennya,” kata dia.

Sodikin menuturkan, berdasarkan perjanjian awal PT Pelni dengan Pemerintah Kota Medan, KM Bukit Raya akan disandarkan di Pelabuhan Belawan selama satu bulan. “Untuk awal ini kesepakatan kita satu bulan, apakah ada penambahan (waktu), nantinya itu tergantung Pemerintah,” pungkasnya. (map)

Ilmu dan Teknologi Ibarat Pisau Bermata Dua

MADINA, SUMUTPOS.CO—Orang tua atau parenting memiliki peran krusial dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet untuk anak. Sebab antara ilmu dan teknologi, disebut ibarat pisau bermata dua. Yakni punya dampak positif dan negatif.

WEBINAR: Webinar Literasi Digital diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Kabupaten Mandailing Natal pada 29 Juli 2021. (IST)

“ilmu dan teknologi ibarat pisau bermata dua, yaitu dapat digunakan untuk kebaikan maupun kejahatan,” kata Prof. Agus Suradika, Anggota Persatuan Guru Republik Indonesia dan Guru Besar FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, saat menjadi narasumber pada Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada 29 Juli 2021.

Berbicara di sesi Keamanan Digital, Agus memberikan materi bertema “Peran Orang Tua Dalam Memberikan Ajaran Tentang Keamanan Internet untuk Anak”.

Ia menjelaskan dampak baik dan buruk internet bagi anak adalah dapat mempermudah informasi, memudahkan komunikasi, serta memudahkan transaksi bisnis. Adapun sisi negatifnya adalah, bahaya pornografi persebaran informasi palsu, serta menampilkan kekejaman.

“Dampak lain yang harus diwaspadai oleh orang tua adalah dapat merenggangkan hubungan sosial dengan anak, anak cenderung mengisolasi diri, dan anak menjadi pribadi pemarah. Cara mencegah hal-hal tersebut dengan cara mengedukasi pentingnya privasi, menerapkan batasan bermain internet, dan menjelaskan cyber bullying,” pungkasnya.

Widya Rastika, Managing Director Lowell dan Riley Strategic Communication Consulting, pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Informasi Digital, Identitas Digital dan Jejak Digital Dalam Media Sosial”.

Dikatakannya, medsos menjadi landasan dari platform berita digital, tetap up to date dengan berita peristiwa saat ini adalah hal paling menjadi alasan mengapa orang menggunakan platform sosial, konsumen digital menggunakan medsos untuk tujuan hiburan dalam skala yang besar dari sebelum wabah pandemi Corona melanda dunia.

“Identitas digital adalah peta dinamis berdasarkan informasi yang tersedia di internet tentang seseorang atau merek jejak digital serta persepsi yang dihasilkan informasi ini di pihak ketiga. Jejak digital bersifat permanen. Maka dari itu pantaulah selalu personal branding dan tidak lupa untuk tambahkan nilai untuk membedakan,” katanya.

Irwan Safii di sesi Budaya Digital, memberikan materi bertema “Mengenal Lebih Jauh Tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi”. Dosen dan guru SMK negeri ini menyebutkan, di zaman serba online semuanya serba mudah dan cepat, tetapi masyarakat harus waspada dengan data-data pribadi yang diisi dalam medsos dan memiliki risiko besar terhadap hal negatif seperti pencurian data pribadi.

“Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, berhak atas rasa aman dan perlindungan, ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat merupakan hak asasi manusia,” katanya.

Adapun informasi atau dokumen elektronik yang melanggar peraturan perundang-undangan, kata dia seperti perjudian, pemerasan, pornografi, kekerasan, berita bohong, provokasi SARA. Cara melindungi data pribadi antara lain hindari menyimpan username dan password akun-akun penting secara otomatis, tidak sembarangan klik tautan atau lampiran iklan pop-up, tidak membagikan informasi pribadi kepada siapa pun, tidak unggah, membagikan atau mengunggah data pribadi ke media sosial, dan verifikasi dan cek dengan teliti situs web.

Agung Pratama di sesi Etika Digital menambahkan, hal yang harus dilakukan dalam berinternet antara lain konten atau komen sesuai dengan kebenaran, konten yang diunggah bisa berguna buat khalayak, informasi yang diunggah dapat dipertanggungjawabkan.

“Ikuti akun yang bermanfaat, serta lakukan detoks pada medsos. Hal yang tidak boleh dilakukan, meliputi berpura-pura menjadi orang lain, ujar dan kata kasar, merendahkan orang lain, terlalu cepat menelan informasi, dan membagikan hal pribadi secara berlebihan,” kata penerima Anugerah Guru Inspiratif dengan mengangkat tema “Bijak Sebelum Unggah di Media Sosial” tersebut.

Agung membahas bijak artinya selalu menggunakan akal budinya, sedangkan medsos adalah media daring yang digunakan untuk berpartisipasi berinteraksi, berbagi dan cipta.

“Menerima internet bukanlah zona yang terbatas melainkan zona yang begitu luas. Proteksi adalah perlindungan, proteksi pada perangkat merupakan upaya yang dilakukan untuk mengamankan kinerja, proses, dan fungsi computer, agar dapat berjalan sesuai semestinya. Jikalau pada saat suatu proses berjalan, dan terjadi keadaan prosesor terhenti,” tutupnya.

Webinar diakhiri Amanda Julia, selaku millenial BUMN dan influencer berfollowers 23,3 ribu, yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, program ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)

Berkantor di Medan Helvetia hingga Kasus Baru Menurun, Bobby Bantu Camat Tangani Covid Lebih Masif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 21 kecamatan di Kota Medan, Kecamatan Medan Helvetia menjadi penyumbang terbanyak kasus positif Covid-19. Karenanya, untuk mengoptimalkan penanganan kasus Covid-19 di sana, Wali Kota Medan Bobby Nasution akan berkantor di kantor Camat Medan Helvetia hingga kasus Covid-19 di sana menurun.

Bobby mulai berkantor di kantor Camat Medan Helvetia, Jalan Beringin X, terhitung mulai Rabu (18/8) kemarin. Hari pertama berkantor di sana, Bobby langsung menggelar rapat dengan Camat Medan Helvetia, Andi Siregar dan seluruh unsur pejabat Kecamatan Medan Helvetia. Rapat tersebut membahas mengenai perkembangan penanganan kasus Covid-19 di Medan Helvetia.

“Saya akan ngantor di sini sampai ada penurunan kasus Covid-19 di Medan Helvetia, (setelah itu) baru saya ke luar dari kantor Camat Medan Helvetia ini,” kata Bobby.

Menurut Bobby, Medan Helvetia masuk ke dalam lima kecamatan penyumbang kasus harian Covid-19 tertinggi di Kota Medan. Selain Medan Helvetia, juga ada Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Selayang, dan Medan Sunggal. Namun Bobby memilih berkantor di Medan Helvetia, karena berdasarkan data pada Selasa (17/8), Medan Helvetia menempati kasus penularan Covid-19 tertinggi di Kota Medan.

“Pertumbuhan kasusnya per kemarin 17 Agustus 2021 itu, Medan Helvetia tertinggi di seluruh kecamatan yang ada di Kota Medan. Dari 473 kasus yang bertambah, 44 kasusnya itu ada di Medan Helvetia,” ungkapnya.

Dikatakan Bobby, dirinya ingin membantu camat dan lurah setempat agar penanganan kasus Covid-19 dapat lebih masif. “Jadi ini saya sampaikan di sini, saya membantu Pak Camat, membantu Pak Lurah, Pak Kepling untuk benar-benar menerapkan empat hal ini bisa benar-benar masif sehingga kasus Covid-19 di Helvetia ini bisa menurun,” katanya.

Adapun empat hal tersebut yakni pembatasan mobilitas, tracing dan testing, isoter, serta percepatan vaksinasi. “Yang disampaikan sebenarnya sama saja dengan kemarin, yakni memastikan empat hal untuk fokus penanganan Covid-19. Yang saya lakukan di sini, langsung mengecek apa sih kendala dari empat hal tersebut. Ini kita lagi sharing apa kendala-kendalanya,” sebutnya.

Selain itu, Bobby juga mengatakan, masing-masing kecamatan memiliki strategi tersendiri dalam penanganan Covid-19. Artinya, perbedaan kecamatan berpotensi pula dalam perbedaan strategi penanganan. “Dari masing-masing kecamatan inikan punya tantangannya masing-masing di setiap wilayah di Kota Medan. Dari 21 kecamatan punya karakter masyarakat yang berbeda-beda juga, tentunya penerapannya sama namun cara menerapkan dan mendekati masyarakatnya yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Bobby berharap, ke depannya penanganan kasus Covid-19 yang dilakukan dapat menurunkan angka kasus di seluruh wilayah Kota Medan. Ia menyebutkan, kendala yang ada bukan untuk mencoreng ataupun mengkoreksi dan menjadikan penilaian buruk bagi para Camat atau Lurah, melainkan untuk dibahas secara bersama agar menemukan solusi yang terbaik. “Apapun keluhannya, kita harus temukan solusinya biar selesai masalah Covid-19 di Kota Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah mengaku sangat optimis dengan langkah yang diambil Wali Kota Medan Bobby Nasution yang berkantor pada Kecamatan yang tercatat sebagai Kecamatan dengan tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi di Kota Medan. “Untuk langkah awal, saya yakin ini akan berhasil untuk menurunkan angka Covid-19 di Kecamatan. Sebab dengan turunnya langsung Wali Kota ke Kecamatan, maka Pemko akan lebih paham apa-apa saja yang menjadi masalah dan apa yang menjadi solusinya,” kata Afif kepada Sumut Pos, Rabu (18/8).

Afif mengatakan, nantinya Pemko Medan juga akan lebih mengerti karakter masyarakat di setiap kecamatan, sebab beda kecamatan tentu akan berbeda pula pola karakter masyarakat nya. “Nantinya solusi-solusi yang diterapkan di setiap kecamatan, kita harapkan bisa menjadi solusi dalam skala yang lebih besar,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan itu juga mengatakan, bahwa apa yang saat ini dilakukan Bobby Nasution dengan berkantor di Kecamatan, juga merupakan harapan pihaknya di Komisi II DPRD Medan. “Inilah yang disebut dengan menjemput aspirasi dari bawah, melihat permasalahan dan menyelesaikan permasalahan dari hulu. Kalau dari hulu nya sudah ditangani, maka otomatis yang di hilir nya juga bisa lebih terkendali,” tegasnya.

Selain itu, Afif juga berharap agar Pemko Medan dapat menambah tampat Isolasi Terpusat (Isoter) di Kota Medan. Dikatakan Afif, Kota Medan layak memiliki 7 tempat Isoter yang diletakkan di sejumlah Kecamatan dan tidak saling berdekatan antara satu tempat Isoter dengan Isoter yang lain. “Saat ini di Medan ada 4 tempat Isoter, mulai dari Gedung P4TK, Eks Hotel Soechi, dan KM Bukit Raya yang disiapkan Pemko Medan, serta Asrama Haji yang disiapkan Pemprov Sumut. Tapi dari 4 itu, baru 3 yang sudah beroperasi karena KM Bukit Raya sedang dipersiapkan untuk beroperasi,” tuturnya.

Afif berharap, Pemko Medan dapat terus berkoordinasi dengan Pemprov Sumut, Kementerian dan pihak-pihak terkait dalam menyediakan tempat Isoter bagi warga Kota Medan. Harapannya, Kota Medan dapat menambah 3 lokasi Isoter lainnya agar dapat memiliki 7 lokasi Isoter yang dapat dipergunakan 21 Kecamatan yang ada di Kota Medan. “Jadi harapan kita setiap 3 kecamatan, itu bisa punya 1 lokasi Isoter agar tidak menumpuk dan penuh. Lokasinya diharapkan bisa berdekatan dengan kecamatan-kecamatan lainnya yang dimaksud. Kita tahu tidak mudah menyiapkan lokasi Isoter ini, tapi dengan berkolaborasi kita yakin ini bisa diatasi,” pungkasnya. (map)

HOTS Championship Season 5, Mirae Asset Sekuritas Perkenalkan Semut League

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia kembali menggelar kompetisi trading saham online bertajuk HOTS Championship Season 5. Total hadiah di dalam kompetisi transaksi saham terbesar di Tanah Air itu mencapai Rp 1 miliar.

Fajrin Hermansyah selaku Head of Wealth Management Division Mirae Asset Sekuritas, mengatakan nasabah sudah dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti HOTS Championship Season 5 mulai awal pekan ini, 9 Agustus 2021 dan akan terbuka hingga menjelang kompetisi berakhir yaitu pada 22 September. Kompetisi sendiri akan berlangsung pada 23 Agustus-24 September 2021.

”Kompetisi HOTS Championship Season 5 diharapkan dapat meningkatkan minat lebih banyak lagi nasabah Mirae Asset Sekuritas dan investor di bursa saham untuk lebih aktif bertransaksi, mengingat jumlah peserta dalam empat season sebelumnya sangat besar,” ucap Head of Wealth Management Mirae Asset Sekuritas yang akrab disapa Fajrin itu di dalam rilis, (9/8/2021).

Di dalam HOTS Championship Season 5, Mirae Asset Sekuritas menargetkan nasabah yang ikut serta dapat lebih banyak lagi dengan didukung platform promosi yang lebih luas, kerja sama dengan media dan sponsor, serta keikutsertaan pemenang-pemenang season sebelumnya sebagai key opinion leaders (KOL).

Ada tiga mentor yang siap memberi saran-saran transaksi dan trading bagi nasabah dan peserta HOTS Championship 5 yaitu Bekti Sutikna, Om Ben, dan Hibban Mubarak.

Pada season ini, nasabah Mirae Asset berkesempatan memperoleh hadiah setiap pekan dan hadiah final, di akhir kompetisi. Di setiap pekan, hadiah akan diberikan kepada tingkat keuntungan transaksi (profit return rate) untuk setiap liga, undian berhadiah bersyarat (giveaway), dan kuis Instagram (Instagram Quiz). Hadiah bagi profit return rate terbesar juga akan diberikan untuk Hadiah Final, bersama dengan peserta dengan nilai transaksi terbesar.

Di dalam HOTS Championship Season 5, kategori return rate keuntungan investasi terbagi menjadi tiga liga (league). Ketiganya yaitu Premier League (aset di atas Rp 200 juta), Champs League (aset Rp10 juta-Rp200 juta), dan kategori terbaru yaitu Semut League (aset di bawah Rp 10 juta).

Hadiah Final untuk profit return rate kategori Semut League adalah Rp 25 juta, Rp 15 juta, dan Rp 10 juta untuk pemenang pertama, kedua, dan ketiga. Kemudian untuk pemenang Champs League adalah Rp 50 juta, 40 juta, dan Rp 20 juta. Lalu untuk pemenang Premier League adalah Rp 80 juta, Rp 50 juta, dan Rp 30 juta.

Selain Hadiah Final profit return rate, untuk tiga peserta dengan nilai transaksi terbesar selama periode kompetisi juga akan memenangkan hadiah sebesar Rp 200 juta, Rp 100 juta, dan Rp 60 juta.

 “Seluruh nasabah yang sudah memenuhi syarat HOTS Championship Season 5 dapat turut serta dalam kompetisi tersebut,” ujar Fajrin. Cek syarat dan ketentuan pada link https://hotstock.id/hcs5rule. Secara umum, syaratnya adalah nasabah aktif Mirae Asset Sekuritas, bertransaksi menggunakan aplikasi HOTS Mirae Asset Sekuritas, serta melakukan registrasi.

Registrasi dapat dilakukan nasbaah melalui aplikasi HOTS PC, Neo HOTS Mobile, atau di website https://hotstock.id/hcs5register.

Fajrin menekankan dua tujuan utama HOTS Championship sejak awal digagas. Pertama, memberikan kesempatan kepada investor ritel menguji keterampilan investasi dan trading di tengah gejolak pasar. Kedua, menularkan ilmu yang sudah dimiliki nasabah yang trading-nya sukses kepada nasabah lain dengan cara berbagi strategi ketika menjadi juara setiap pekannya. 

Peserta HOTS Championship dengan kinerja yang baik setiap harinya bisa menjadi penuntun bagi investor ritel lainnya. Selama gelaran kompetisi tersebut, semua peserta dengan peringkat tinggi berbagi strategi transaksi saham harian mereka dan portofolio mereka setelah pasar saham ditutup.

Sepanjang 7 bulan pertama 2021, Mirae Asset Sekuritas masih kokoh di peringkat pertama perusahaan efek dengan nilai transaksi saham nasabah terbesar di Bursa Efek Indonesia sekaligus mendominasi bursa saham domestik. Mirae Asset Sekuritas mencatatkan nilai transaksi Rp 415,9 triliun dengan pangsa pasar 11,2% dari total transaksi bursa Rp 3.713 triliun. nilainya berselisih Rp 146,336 triliun dari sekuritas yang berada di posisi kedua. (rel)

HUT RI, Polda Sumut & Poltekpar Gandeng Gojek Gelar Vaksinasi Ribuan Mitra Driver

Polda Sumut menggelar vaksinasi kepada ribuan mitra driver Gojek dan masyarakat umum di Gedung Poltekpar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mulai tanggal 18, 20, dan 22 Agustus 2021.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-76, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) hari ini melakukan vaksinasi kepada ribuan mitra driver Gojek dan masyarakat umum di kota Medan. Bertempat di Gedung Politeknik Negeri Pariwisata (Poltekpar), Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Acara ini digelar selama tiga hari, pada tanggal 18, 20, dan 22 Agustus 2021 mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 sore setiap harinya.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang hadir secara daring menyatakan, kegiatan ini adalah kolaborasi yang sangat diapresiasi dari Polda Sumut, Gojek,dan Poltekpar Medan.

“Ini adalah bentuk dari 3G, Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama) dan Gaspol (Garap Semua Potensi). Per 17 Agustus 2021, saya laporkan bahwa masyarakat Sumatera Utara yang sudah divaksinasi dosis pertama mencapai 38% dan dosis kedua mencapai 14%. Ini harus kita tingkatkan, karena Sumatera Utara adalah satu dari 5 destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba, maka harus terus kita genjot. Sementara di lingkup parekraf sudah 160 ribu masyarakat yang tervaksinasi, dan minggu ini diharapkan bisa mencapai 193 ribu. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang membantu dengan tugas mulia mereka,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa, tenaga kesehatan juga bisa berperan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pasca vaksinasi.

“Semua orang saat ini antusias untuk mendapat vaksinasi. Namun saya lihat banyak sekali orang yang setelah vaksinasi merasa mereka sudah selesai urusan COVID-19. Sudah tidak perlu menjaga jarak dan memakai masker. Untuk itu tenaga-tenaga kesehatan saat ini tolong berikan edukasi kepada orang-orang yang akan divaksin. Prioritas pertama, adalah protokol kesehatan. Kedua, divaksinasi. Jika terkena virus maka dia sudah kuat imunnya. Setelah vaksinasi, harus tetap menjaga protokol kesehatan. Saya berterima kasih dengan adanya kegiatan yang dipelopori oleh Polda Sumatera Utara dengan Gojek dan Poltekpar Medan ini. Silakan, semua dimana-mana harus vaksinasi. Sehat selalu untuk Sumatera Utara dan sehat selalu untuk Indonesia ,” Edy menekankan dalam pidato pembukaannya.

Program ini secara umum menyasar 6.000 orang divaksinasi, baik dari mitra Gojek, masyarakat umum, maupun karyawan Poltekpar. Ratusan tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda Sumatera Utara berperan sebagai vaksinator dalam acara ini.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, menyatakan,“Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-76, Polda Sumut memberikan sumbangsihnya untuk menghentikan pandemi COVID-19 di kota Medan melalui program vaksinasi bagi masyarakat di kota ini. Seperti kita tahu, Medan sebagai salah satu pusat perekonomian terbesar di Sumatera, menjadi tumpuan bagi banyak sektor usaha, termasuk UMKM. Melalui program vaksinasi ini, kami berharap perekonomian di Medan bisa selekasnya pulih, termasuk juga pelaku usaha UMKM. Mitra-mitra Gojek sebagai salah satu elemen dalam mendorong perputaran usaha di kota Medan, tentu saja juga menjadi perhatian kami, karena mereka adalah salah satu garda depan dan berperan penting dalam perputaran roda ekonomi di kota Medan,” ungkap Panca di sela-sela acara.

Bagi warga masyarakat dan mitra Gojek yang akan mengikuti program vaksinasi ini, bisa melakukan pendaftaran  melalui link yang diberikan:

a.            Link untuk mitra Gojek: https://bit.ly/gojekmedanvaksinpoltekpar

b.            Link untuk masyarakat umum: https://bit.ly/vaksinumumpoltekpar

c.             Link untuk Karyawan Poltekpar: https://bit.ly/vaksinasipoltekpar

Pendaftaran bisa dilakukan dengan mengisi formulir yang ada di dalam link tersebut, dan segala persyaratan yang diperlukan untuk melakukan vaksinasi. Setelah melakukan pendaftaran, para pendaftar akan mendapat undangan resmi untuk melakukan vaksinasi melalui Whatsapp.

Para mitra driver Gojek memamerkan tanda bukti vaksinasi Covid-19 yang mereka terima usai divaksin.

Proses pemberian vaksinasi ini dilakukan dengan tetap menjaga jarak yang aman sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Bagi mitra driver Gojek yang divaksin harus mengambil nomor antrian di meja atau tenda kedatangan dan menunggu giliran untuk dipanggil. Setiap peserta vaksinasi akan dipanggil dalam grup untuk setiap giliran vaksinasi.

Sebelum divaksin, semua peserta harus menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan tenaga medis, untuk memastikan kesiapan fisik menerima vaksinasi. Jika memenuhi syarat maka akan lanjut divaksinasi dan setelah itu peserta vaksinasi harus menunggu kurang lebih 30 menit untuk memastikan tidak adanya KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.

Sementara Head of Public Policy and Government Relations Gojek Sumatera, Muhammad Ruslan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Polda Sumut dan Poltekpar Medan dengan terselenggaranya program vaksinasi ini.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Polda Sumatera Utara yang memberikan kepercayaan kepada Gojek untuk berkolaborasi dalam upaya pengentasan pandemi COVID-19 di kota Medan. Terutama di momen Hari Kemerdekaan RI ke-76 ini, yang menjadi momentum #BangkitBersama, kami berharap dengan pemberian vaksin ini, mitra driver Gojek bisa memberikan pelayanan lebih optimal kepada para pelanggan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan terbaik. Sehingga pelanggan mendapatkan nilai lebih atau value for money dalam setiap layanan yang kami berikan, karena mitra driver yang menjadi ujung tombak layanan Gojek sudah semakin banyak yang menerima vaksin dari pemerintah,”pungkas Ruslan.

Dukungan terhadap kegiatan vaksinasi di Medan ini merupakan bagian dari semangat gerakan #BangkitBersama, yang diinisiasi oleh GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia yang menggabungkan layanan on-demand, e-commerce, serta layanan keuangan dan pembayaran melalui merek Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. #BangkitBersama merupakan sebuah gerakan yang yang menggabungkan solusi mobilitas, e-commerce, dan layanan keuangan di dalam ekosistem GoTo untuk membantu masyarakat, termasuk UMKM dan Pekerja Sektor Informal, untuk dapat bangkit kembali seusai pandemi COVID-19, sekaligus membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. (rel)