28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3218

PTN Buka Tiga Jalur Seleksi, PTS Menjerit

net MEMBELUDAK: Seleksi masuk PTN selalu diikuti peserta dengan jumlah banyak.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Langkah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan membuka tiga jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru, ternyata berdampak bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS). PTS mengalami kesulitan untuk mendatangkan mahasiswa baru.

MEMBELUDAK: Seleksi masuk PTN selalu diikuti peserta dengan jumlah banyak.

Kondisi ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) M Budi Djatmiko dalam diskusi Seleksi Ujian Mandiri PTN buat Gaduh Penerimaan Mahasiswa Baru PTS di Jakarta, kemarin.

Budi mengatakan, operasional PTN selama ini sudah ditanggung negara. Karena itu, PTN tidak perlu mencari uang lagi dengan menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya. Bahkan, PTN sampai menggelar seleksi mandiri untuk menerima mahasiswa baru.

“PTN tidak seharusnya mati-matian menerima mahasiswa baru sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, PTN seharusnya lebih fokus mengejar status sebagai perguruan tinggi kelas dunia,” tegasnya.

Ditambahkan, PTN juga harus kreatif membuka program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Sehingga bisa menjalankan fungsinya untuk menyelesaikan problem bangsa Indonesia.

Budi mengungkapkan, Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan akan membatasi kuota mahasiswa baru di PTN. Dengan begitu, PTN tidak berorientasi mengejar kuantitas mahasiswa, tetapi lebih ke kualitas pembelajarannya. Sayangnya, sampai sekarang keinginan itu belum terlaksana.

Dia mengatakan, negara tidak perlu repot-repot menyediakan anggaran besar untuk membantu PTS. Dengan membatasi penerimaan mahasiswa baru di PTN saja, Budi menyebut PTS sudah sangat bersyukur. Sebab, jumlah mahasiswa baru di PTS bisa bertambah banyak. Kemudian, operasional PTS bisa hidup dengan sehat serta kualitas pembelajarannya semakin baik.

“Di lapangan memang banyak PTS yang memiliki mahasiswa sangat banyak. PTS seperti ini umumnya dalam kondisi sehat. Tetapi, mayoritas PTS memiliki jumlah mahasiswa sedikit. Kondisi kampus-kampus swasta yang memiliki mahasiswa kurang dari seribu orang sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Sedangkan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam menyatakan, setiap PTN tentu memiliki kapasitas masing-masing. Sehingga PTN tidak bisa menerima mahasiswa baru terlalu banyak sampai melebihi kapasitasnya. Namun, dia mengakui saat ini terjadi tren penurunan jumlah mahasiswa baru. “Data 2020, terjadi tren penurunan mahasiswa baru. Baik itu di PTN maupun PTS,” ujarnya.

Untuk tahun ini, datanya belum final. Guru besar UGM Jogjakarta itu mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah mahasiswa baru. Menurut Nizam, mahasiswa baru di PTS mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada periode 2017 sampai 2019. Kemudian menurun pada 2020.

Nizam mengakui PTN di Indonesia memiliki kapasitas yang besar. Namun, lanjut dia, pekerjaan rumah saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas PTS maupun PTN di Indonesia. (bbs/dek)

Gubsu Kukuhkan Paskibraka ke-76 Tingkat Sumut

BERI SEMANGAT: Gubsu Edy Rahmayadi memberi semangat usai mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumut Tahun 2021 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (13/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) ke-76 tingkat Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (13/8). Sebanyak 66 anggota Paskibraka yang dikukuhkan tersebut berasal dari 33 kabupaten/kota se-Sumut.

BERI SEMANGAT: Gubsu Edy Rahmayadi memberi semangat usai mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumut Tahun 2021 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (13/8).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyemangati Paskibraka agar tetap menjaga gelora kemerdekaannya di masa pandemi. “Meski dalam kondisi yang terbatas seperti ini, semangat dan gelora kemerdekaan harus tetap terjaga, maka jalankan tugas mengibarkan bandera merah putih dengan semangat itu, “ kata Gubernur Edy Rahmayadi kepada para Paskibraka.

Setiap persoalan bangsa, kata Gubernur, bisa diselesaikan jika setiap orang bergandengan tangan. Jika ingin pandemi berakhir segera, semangat persatuan merupakan hal nomor satu.”Sama dengan tekad para anak bangsa di masa lalu yang ingin menyatakan Indonesia merdeka, kemudian mereka bersatu, maka sekarang kita selesaikan persoalan bangsa ini, bersatulah kita, kita bisa jika bersama,” ujarnya.

Gubernur juga berpesan, generasi muda adalah generasi penerus yang bertugas mengisi kemerdekaan. Maka, rasa cinta terhadap negara harus terus dijaga, jangan sampai rusak. “Pastikan kalian semua jadi tameng atau tirai bangsa yang kita cintai, jaga rasa cinta kasih dan sayang terhadap bangsa, semua yang kita lakukan ini demi bangsa,” pesan Edy Rahmayadi.

Salah satu anggota Paskibraka yang berasal dari Humbang Hasundutan Gita Pretty Gebyola Nababan mengatakan, selama masa pelatihan, merasa rasa korsa melekat pada dirinya. Ia akan sedih apabila ada anggota lain gagal bertugas sebelum mengibarkan bendera.

Karena itu, Gita berharap, semua teman Paskibrakanya dapat tampil seluruhnya. “Selama disini semakin dalam rasa korsanya, ada rasa khawatir karena pandemi ini, jadi dari keinginan kita, semuanya dapat bertugas semuanya, hingga tugas akhir yaitu saat menurunkan bendera, setelah ini, semoga pertemanan kami tetap terjaga,” kata Gita.

Sementara itu, Paskibraka asal Delserdang Jhoni Ivantri Haloho juga mengungkapkan kekhawatirannya pada pandemi. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Ia mengatakan selama pelatihan timnya selalu menjaga protokol kesehatan.”Kami selalu menjaga protokol kesehatan, setiap latihan kami diawasi oleh tim medis dan pelatih, kami selalu diingatkan selalu menjaga protokol kesehatan,” ujar Jhoni.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat M Fitriyus, dan perwakilan Forkopimda Sumut. (prn/ila)

Pemko Medan akan Lanjutkan Pemberian Bansos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menuntaskan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Level IV kepada masyarakat Kota Medan yang terdampak. Sebanyak lebih dari 132 ribu paket bansos tersebut telah tersalurkan ke 21 Kecamatan dan 151 Kelurahan pada Minggu (8/8) yang lalu.

Pendataan masyarakat yang berhak menerima paket bansos tersebut dilakukan dalam dua fase, yakni 51.801 Kepala Keluarga (KK) untuk fase pertama dan lebih dari 72 ribu KK untuk fase kedua atau fase tambahan. “Alhamdulillah paket bansos PPKM Pemko Medan sudah tuntas kita salurkan, total ada lebih dari 123 ribu paket yang sudah kita salurkan, selesai disalurkan sekitar hari Minggu (8/8) kemarin,” ucap Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis kepada Sumut Pos, Jumat (13/8).

Dikatakan Endar, Bansos yang disalurkan kepada masyarakat Kota Medan yang mengalami total lost incomsme tersebut diambil dari APBD Kota Medan sebesar Rp33 miliar. Setiap paket bansosnya, terdiri dari 20kg beras, 2kg gula pasir, dan 1 liter minyak goreng. Pihaknya masih menunggu instruksi dari Wali Kota Medan terkait rencana pembagian bansos selanjutnya.”Ada rencana memang mau dibagi lagi bansos yang serupa, tapi yang mau dibagi nanti bersumber dari donasi yang diterima Pemko Medan, bukan dari APBD. Kita tunggu instruksi Pak Wali dulu,” ujarnya.

Bila memang Pemko Medan jadi menyalurkan bansos yang bersumber dari donasi, lanjut Endar, maka Pemko Medan melalui pihak kecamatan dan kelurahan akan segera melakukan pendataan. Untuk syaratnya, kemungkinan tidak akan berbeda dari bansos fase pertama maupun kedua, yakni bukan masyarakat penerima bansos tetap dari Kementerian Sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bentuk bantuan lainnya dari Kemensos.”Tapi begitu pun, kita tunggu saja instruksi dari Pak Wali bagaimana soal teknisnya nanti,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution memastikan, setelah Pemko Medan menyelesaikan pendistribusian 123 ribu lebih paket bansos, baik fase pertama maupun fase kedua, Dinas Sosial akan segera menyalurkan bantuan sosial yang diterima Pemko Medan dari para donatur kepada masyarakat Kota Medan yang terdampak.

“Saat ini Pemko Medan banyak sekali menerima donasi dari pelaku usaha, BUMN, dan lainnya. Jadi, kalau penyaluran distribusi bansos fase kedua sudah selesai, berikutnya bansos dari donasi akan disalurkan,” tegas Bobby.

Bobby juga mengatakan, saat ini Pemko Medan sedang mengatur teknis agar paket bansos yang disalurkan dari donasi dapat sesuai atau sama dengan paket bansos yang disalurkan dari APBD Kota Medan, yakni setiap paketnya terdiri dari 20 kilogram beras, 2 kilogram gula, dan 1 liter minyak goreng.

“Karena jumlah kilogramnya (bantuan) berbeda. Misalnya beras, yang dibagikan itu kan 20 kilogram per paket, sedangkan beras yang diterima dari donasi ada yang 10 kilogram, 15 kilogram, dan lainnya, jadi kalau tidak disamakan 20 kilogram, masyarakat akan protes, karena jumlah bantuannya tidak merata,” pungkasnya. (map/ila)

Gerakan Donor Plasma Konvalesen PSP Berderma, Digelar 2 Pekan, Disambut Antusias Masyarakat

FOTO BERSAMA:Pemuda Siaga Pandemi Bersama Donor Plasma Garda Pemuda NasDem Sumut, foto bersama di sela-sela acara gerakan donor plasma konvalesen yang bekerjasama dengan PMI Kota Medan.prans Hasibuan/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerakan donor plasma konvalesen yang diinisiasi Pemuda Siaga Pandemi Bersama Donor Plasma (PSP Berderma), disambut antusias tinggi masyarakat. Kegiatan ini sudah berlangsung selama dua pekan belakangan.

FOTO BERSAMA:Pemuda Siaga Pandemi Bersama Donor Plasma Garda Pemuda NasDem Sumut, foto bersama di sela-sela acara gerakan donor plasma konvalesen yang bekerjasama dengan PMI Kota Medan.prans Hasibuan/sumut pos.

“Alhamdulillah, kegiatan PSP Bersama Donor Plasma Garda Pemuda NasDem Sumatera Utara mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Setiap hari ada saja masyarakat yang mendonorkan darahnya, baik donor biasa maupun donor plasma,” kata Koordinator Wilayah PSP Berderma Garda Pemuda NasDem Sumut, dr Indri Mahrani kepada wartawan, Kamis (12/8).

Menurut dia, apa yang dilakukan Garda Pemuda NasDem Sumut adalah salah satu solusi untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien Covid-19.

“Donor plasma konvalesen adalah salah satu metode imunisasi pasif yang dilakukan dengan memberikan plasma orang yang telah sembuh dari Covid-19 kepada pasien Covid-19 yang sedang dirawat, sebagai terapi tambahan,” terangnya didampingi Sekretaris Korwil PSP Berderma, Affandi.

Mengingat menjadi salah satu alternatif paling baik bagi peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19, maka selain donor plasma, Garda Pemuda NasDem juga melakukan sosialisasi soal donor plasma konvalesen ini.

“Kita juga melakukan sosialisasi melalui brosur pada masyarakat akan pentingnya donor plasma konvalesen. Sehingga semakin banyak masyarakat atau pasien sembuh Covid-19 yang tergerak untuk mendonorkan plasmanya,” imbuh dr Indri.

Ketua Garda Pemuda NasDem Sumut, Defri Noval Pasaribu didampingi pengurus diantaranya Robby Hartono, Syapala, Sulafmi, Juliono, Erick Siburian, Ridho Febrianda, Boy Jasmir, Elviana, dan Mitha Triana mengatakan bahwa kegiatan PSP Berderma ini bekerjasama dengan PMI Kota Medan. “Kegiatan PSP Berderma mendapat dukungan penuh dari PMI Kota Medan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sukses,” katanya.

Kegiatan ini juga dijadikan ajang untuk sosialisasi pentingnya donor plasma kepada masyarakat. Sehingga dengan banyaknya pendonor plasma konvalesen dapat meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19.”Sasaran kita adalah mengajak pasien yang telah sembuh Covid-19 untuk donor plasma. Namun dalam pelaksanaannya kita juga menerima masyarakat yang akan melakukan donor (darah) biasa,” katanya.

Kegiatan PSP Berderma ini akan digelar sampai 18 Agustus, dan merupakan bentuk kepedulian Garda Pemuda NasDem atas kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun. (prn/ila)

Lempar Kepala Polisi Pakai Batu, Guru TK Diadili

SIDANG: Saksi koban Bripda Alex Sandre Harianja (kiri) saat memberikan keterangan di PN Medan, Jumat (12/8).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nekat lempar kepala polisi yang tengah bertugas pakai batu, guru TK Ahmad Mahadi Harahap kini diadili secara virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (12/8). Dalam sidang itu, menghadirkan Bripda Alex Sandre Harianja yang merupakan korban pelemparan batu yang dilakukan Ahmad.

SIDANG: Saksi koban Bripda Alex Sandre Harianja (kiri) saat memberikan keterangan di PN Medan, Jumat (12/8). Agusman/sumut pos.

“Kita melakukan penangkapan yang diduga transaksi narkoba di Jalan Menteng VII, Tapi saat dilakukan penangkapan orang itu meronta-meronta. Sehingga masyarakat berkumpul, ada yang keberatan lalu melakukan pelemparan batu ke kami,” katanya udai dicecar Majelis Hakim yang diketuai Saidin Bagariang.

Ia membeberkan warga yang melihat penggerebekan saat itu sekitar 30 orang, dan beberapa diantaranya ikut melempari petugas polisi dengan batu, termasuk Terdakwa Ahmad. Akibatnya, kepala korban robek dan mengalami pendarahan. “Ada sekitar 30 warga yang melihat (penangkapan), lalu kami dilempari, terdakwa ini ikut melepar juga. Saat kita amankan, lalu diintrogasi dia mengakui ikut melempar,” katanya.

Lantas Hakim Ketua pun menanyakan ke terdakwa Ahmad apakah mengenal orang-orang yang ditangkap polisi tersebut, Ahmad langsung membantah.

“Gak kenal saya pak sama mereka,” ucapnya.

Lantas dalam sidang tersebut, Ahmad juga meminta maaf kepada Bripda Alex. Ia mengaku hilaf melaiukan pelemparan. “Saya minta maaf ya pak, saya tau saya salah tidak ada niat melukai,” ucapnya. Selanjutnya, Majelis hakim menunda sidnag pekan depan dengan agenda tuntutan.

Mengutip surat dakwaan, perkara ini bermula pada Jumat 23 April 2021 sekira pukul 17.00 WIB, saat saksi Bripka Rinto Aruan, Brigadir Roni OF Barus dan saksi korban Bripda Alex Sandre Harianja yang merupakan petugas Polisi Polsek Medan Kota melaksanakan tugas di lapangan.

Kemudian mereka pun melakukan penggerebekan dan menangkap seorang lelaki yang dicurigai telah bertransaksi narkotika di Jalan Menteng VII Kelurahan Medan Tenggara Kota Medan.

Namun, saat ditangkap lelaki tersebut meronta-ronta yang mengundang perhatian warga sekirat. Tak lama beberapa warga mulai melakukan pelemparan batu kearah Petugas Polisi.

Kemudian terdakwa yang keluar dari Gang Ikhlas melintas di Gang Pinang berhenti, lalu menanyakan kepada masyarakat yang ada di lokasi tersebut apa yang terjadi. Kemudian terdakwa mengetahui bahwa di lokasi tersebut sedang dilakukan penggerebekan.

Namun, terdakwa malah ikut melakukan pelemparan kearah para Petugas Polisi yang sedang bertugas. Pelemparan batu tersebut pun mengenai kepala korban Bripda Alex Sandre, yang dilihat oleh petugas Polisi yang lain. Petugas langsung mengamankan terdakwa dan dibawa ke kantor Polsek Medan Kota.

Perbuatan terdakwa kata Jaksa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana, atau Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana, atau Pasal 212 KUHPidana. (man/ila)

Sertijabkan Kapolres Taput dan Palas, Kapoldasu Perintahkan Tangani Pandemi Covid-19

TANDA TANGAN: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menandatangani berita acara Sertijab usai melakukan sertijab secara zoom meeting, Jumat (13/8). dewi/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres Tapanuliutara (Taput) dan Kapolres Padanglawas (Palas) melalui zoom meeting, di lantai 2 Mapolda Sumut, Jumat (13/8). Dalam kegiatan Sertijab ini, pejabat yang akan Sertijab melakukan penandatanganan berita acara Sertijab dan pakta integritas serta pengambilan sumpah jabatan.

TANDA TANGAN: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menandatangani berita acara Sertijab usai melakukan sertijab secara zoom meeting, Jumat (13/8). dewi/sumutpos.

Dalam arahannya, Panca mengatakan, Polda Sumut melaksanakan Sertijab Kapolres Taput dan Kapolres Palas melalui zoom meeting dikarenakan saat ini situasi pandemi Covid-19, khususnya di wilayah Sumut. “Setelah pelaksanaan Sertijab berlangsung para Kapolres dapat menyesuaikan kinerjanya untuk menangani pandemi dimana Taput dan Palas saat ini mengalami peningkatan dari sebelumnya,” tegas Kapoldasu.

Kapoldasu meminta, agar Kapolres Taput dan Kapolres Palas yang baru harus melaksanakan dan menerapkan pola hidup yang baru dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 saat ini, karena tugas Polri semakin berat, yaitu untuk membantu dan menjaga masyarakat dari pandemi Covid-19 yang terus meningkat.”Rekan-rekan harus fokus dalam menekan penyebaran Covid-19 yang ada di wilayahnya masing-masing dan segera menyesuaikan terhadap situasi Kamtibmas yang ada di wilayahnya,” tegasnya.

Panca juga menekankan untuk anggota yang terpapar pandemi Covid-19 agar para Kapolres yang baru harus lebih memperhatikan dan menjadi kasus atensi kepada anggotanya.

Turut hadir, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Armia Fahmi dan PJU Polda Sumut serta para Kapolres lama dan baru. (mag-1/ila)

Realisasi Anggaran Daerah Lampaui Nasional, Jokowi Puji Pemprovsu

DISKOMINFO SUMUT for SUMUT POS KETERANGAN: GubsuEdy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah memberikan keterangan kepada wartawan. di AulaTengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumatera Utara kembali mendapat pujian dari pemerintah pusat. Ini dikarenakan persentasenya melampaui persentase nasional sebesar 40,29 persen.

DISKOMINFO SUMUT for SUMUT POS, KETERANGAN: GubsuEdy Rahmayadi didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah memberikan keterangan kepada wartawan. di AulaTengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, baru-baru ini.

Presiden Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan hal itu kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Surat Mendagri bernomor 903/4304/SJ tertanggal 12 Agustus 2021.

“Bersama ini disampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas pencapaian realisasi belanja daerah dengan persentase sebesar 49,30 persen dari total belanja daerah serta melampaui angka persentase realisasi belanja daerah provinsi secara nasional sebesar 40,29 persen,” ujar Tito dalam surat tersebut.

Apresiasi ini, kata dia, merupakan penghargaan yang diberikan kepada Pemprovsu yang telah mendukung kebijakan pemerintah terkait percepatan realisasi belanja daerah dalam APBD Tahun Anggaran 2021, sebagaimana dimaksud dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/3687/SJ tanggal 28 Juni 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan APBD TA 2021 Untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi.

“Selanjutnya, Pemprovsu diharapkan tetap konsisten dan berkesinambungan dalam mempertahankan laju capaian realisasi pendapatan dan belanja daerah dalam APBD untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujar Mendagri.

Gubsu Edy Rahmayadi menyampaikan terimakasih atas apresiasi yang diberikan Mendagri atas capaian realisasi APBD Sumut 2021. Menurutnya, sejak awal tahun, Pemprovsu terus berupaya mendorong percepatan realisasi APBD. Antara lain dengan melakukan percepatan proses pengadaan barang/jasa dan penyerapan anggaran.

Selain untuk mempercepat pembangunan daerah, menurut Edy, realisasi anggaran daerah juga diharapkan menjadi stimulus bangkitnya perekonomian daerah di tengah pandemi Covid-19.

Disampaikan juga, selain untuk pembangunan daerah, sebagian anggaran daerah juga digunakan untuk penanganan Covid-19. Antara lain untuk penyediaan fasilitas perawatan pasien Covid-19 hingga bantuan sosial untuk masyarakat.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto juga menyampaikan apresiasi atas capaian Pemprovsu tersebut. “Kita mengapresiasi atas capaian serapan anggaran Pemprovsu pada triwulan ke-2 ini yang mencapai 49,03%, di tengah-tengah pandemi dan hantaman the second wave virus Covid-19,” ujarnya.

Hendro berharap, dengan capaian tersebut bisa berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di Sumut. “Dan sebagaimana target prioritas pembangun dari pak gubernur dan wakil gubernur, kiranya bisa memenuhi capaian prioritas pembangunan Sumut,” katanya.

Kadiskominfo Sumut, Irman Oemar bersama Kepala BPKAD Setdaprovsu, Ismael Parenus Sinaga menyampaikan, bahwa apresiasi ini merupakan hasil dari upaya kerja Pemprovsu di bawah kepemimpinan Gubsu dan Wagubsu, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah yang selalu mengingatkan OPD untuk dapat mengoptimalkan dana APBN/APBD untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumut. (prn/ila)

Diterjang Angin Puting Beliung, Lima Rumah di Patumbak Rusak

Rumah Rusak: Salah satu rumah yang rusak akibat bencana angin puting beliung, di Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Kemarin sore. Sumut Pos/ ist

PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Hujan deras dan angin puting beliung menerjang pemukiman warga di Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Kamis (12/8), pukul 17.00 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Rumah Rusak: Salah satu rumah yang rusak akibat bencana angin puting beliung, di Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Kemarin sore. Sumut Pos/ ist

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti, saat dikonfirmasi Jumat (13/8) mengatakan, fenomena alam ini melanda di dua desa, yakni Desa Patumbak I ,dan Desa Lantasan Baru di Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang.

“Sebanyak lima Kepala Keluarga (KK) terdampak. Sedangkan sebanyak 5 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat puting beliung. Akibat dampak angin puting beliung di sertai hujan deras yang mengakibatkan rata-rata atap rumah yang terbuat dari seng terbang dan rusak. Dari lima rumah warga yang rusak, tingkat kerusakan berbeda-beda,” jelasnya.

Pasca kejadian itu, hari ini (Jumat, rRed), Polsek Patumbak bersama anggota dan unsur Desa Patumbak I dan Desa Lantasan Barun menuju ke lokasi terdampak untuk melakukan upaya penanganan darurat, seperti pendataan dan memberikan bantuan sembako.

Adapun, personel pelaksana mendampingi Neneng, yakni Kanit Provos Alwan, Bhabinkantibmas Aiptu M Silitonga, Bhabinkantibmas Briptu Masto dan Kadus Desa Patumbak I dan Kadus Desa Lantasan Baru.”Merespon kejadian tersebut, saya selaku Plt Polsek Patumbak telah menuju ke lokasi terdampak untuk melakukan upaya penanganan darurat, seperti pendataan dan memberikan bantuan berupa sembako bersama aparat setempat,” katanya.

Neneng menambahkan, pendataan termasuk menginvetarisasi jumlah dan tingkat kerusakan infrasturktur yang terdampak angin puting beliung, sembari menyalurkan bantuan berupa, telur 1 papan, beras 1goni seberat 5kg, gula pasir 1kg dan minyak makan 1kg.

Sementara, jumlah penerima sembako ada lima KK, di Desa Patumbak I dan Desa Lantasan Batu, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, masing masing di antaranya Puspita Wati (39) warga Dusun II Desa Patumbak I, Asmal Azis Nasution (72) warga Dusun II Desa Patumbak I dan Dwijo Gumarsono (61) warga Dusun IDesa Patumbak I.”Aparat dan masyarakat setempat bergotong royong untuk melakukan perbaikan dan membersihkan puing-puing material yang menghalangi,” ujarnya.

Neneng berharap, masyarakat tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem di daerah setempat, karena fenomena angin puting beliung dapat terjadi saat pergantian musim.”Diimbau agar warga terus memantau perkembangan cuaca dan siap siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem di daerah masing-masing,” imbaunya. (mag-1/ila)

TWI Dijadikan Tempat Karantina dan Isoter Covid-19

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, menjadikan Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo sebagai tempat karantina dan isolasi terpadu (Isoter)Covid-19). Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sekaligus Bupati Dairi Eddy Kelleng Ate Berutu, meresmikannya tempat itu, Kamis (12/8).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe, mengatakan, Eddy KA Berutu menyampaikan, perkembangan Covid-19 sudah ditetapkan WHO sebagai pandemi global.

Eddy mengatakan, pandemi ini telah mengakibatkan penurunan pendapatan warga. Kita harus melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya. Jadi bila memungkinkan kebutuhan warga yang diisolasi juga bisa kita andalkan dari warga sekitar, seperti suplai makanan, untuk membantu menambah penghasilan mereka.

“Salah satu langkah adalah adanya layanan karantina dan isolasi terpusat ini. Kita berdoa layanan ini bisa ampuh untuk menekan penyebaran Covid-19 di Dairi,” ujar Eddy.

Eddy mengapresiasi warga Sitinjo, wilayahnya kita gunakan sebagai pusat karantina. Mari bersama-sama kita pastikan fasilitas ini berjalan dengan baik dengan harapan warga kita bisa segera sembuh.

Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada para tenaga kesehatan (Nakes) atas dedikasi yang diberikan untuk menanganai warga terinfeksi corona. Dan memastikan, tempat isolasi terpusat sudah dilengkapi Nakes seperti dokter, perawat, hingga layanan oksigen, obat-obatan, dan akomodasi pasien selama isolasi dan karantina sudah disediakan secara gratis, tandasnya.

Mewakili Forkopimda, Dandim 0206 Letkol Arm Adietya Y Nurtono menyambut baik pembukaan pusat isolasi dan karantina dimaksud, dengan harapan penanganan pandemi di Dairi akan lebih maksimal.

Sementara itu lanjut Rahmatsyah, Kepala Dinas Kesehatan Dairi, dr Ruspal Simarmata menyampaikan, pusat karantina dan isolasi terpadu Covid-19 di TWI didukung Nakes sebanyak 14 orang, terdiri dari 2 orang dokter dan 12 orang perawat. Ruspal menyebutkan, kapasitas pusat isolasi sebanyak 6 kamar 12 bed dan ruang karantina 6 kamar dengan 16 bed.(rud/han)

Pesta Narkoba di Tempat Karaoke, 5 Anggota DPRD Labura Ditetapkan Jadi Tersangka

SIARAN PERS: Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka kelima anggota DPRD Labura yang diamankan pesta narkoba di tempat hiburan malam.

LABURA, SUMUTPOS.CO – Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, akhirnya kelima Anggota DPRD Labuhan Batu Utara (Labura) dan 12 orang lainnya yang diamankan pesta narkoba di Karaoke Antariksa, Jalan Sei Gambus, Kelurahan Sendang Sari, Kabupaten Asahan pada Sabtu(7/8) lalu, ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Asahan.

SIARAN PERS: Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka kelima anggota DPRD Labura yang diamankan pesta narkoba di tempat hiburan malam.

“Kelima Anggota DPRD tersebut berinisial GK dari Partai PAN, MAB Sinaga dari Partai PPP, JSS dari Partai Hanura, KP dari Partai Golkar dan FG dari Partai Hanura,” ucap Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK, MH dalam siaran pers di Halaman Mapolres Asahan, Jumat (13/8)

Dijelaskan Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, sebelumnya mereka telah merencanakan bertemu di Kisaran. “Menurut pemeriksaan yang dilakukan, di antara mereka pelaku inisiatornya adalah anggota dewan berinisial MAB. MAB yang punya ide agar berkumpul di Kota Kisaran untuk Happy-Happy. Berikut bahasa yang tertuang didalam berita acara pemeriksaan,”terangnya.

Salah satu inisiator yakni Anggota DPRD, ia sudah beberapa kali pesan kepenjual termasuk memesan kamar melalui telepon,”tambah Kapolres.

Kapolres Asahan mengatakan, 14 tersangka yang diamankan pesta narkoba, lima di antaranya anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) dan diancam hukuman penjara 4 tahun. Sedangkan pemasok ekstasi kepada wakil rakyat beserta teman-temannya tersebut berinisial R (25), warga Kabupaten Asahan diancam hukuman minimal 5 tahun.

“Penerapan pasal yang kita buat telah berdasarkan assesment terpadu yang bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Asahan, BNN Provinsi serta BNN Kabupaten Asahan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan setelah dilakukan proses pemeriksaan, ada 3 orang dibebaskan karena tidak memenuhi alat bukti. Sebelumnya dilakukan penangkapan di Karaoke Antariksa Kota Kisaran Kabupaten Asahan berjumlah 17 orang, 14 orang menjadi tersangka dan 3 orang dibebaskan. (dat/han)