31 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3228

Pembunuh Pasutri Divonis 20 Tahun Penjara

Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Binjai menjatuhkan 20 tahun hukuman penjara terhadap Sulistiono alias Sulis (24) karena dinilai terbukti melakukan penganiayaan hingga kematian pasutri, Sugianto(59)dan Astuti(60).

Ilustrasi

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Yusmadi dan dihadiri JPU Benny Surbakti, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan menghabisi nyawa manusia sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum. Bahkan, majelis juga menyatakan terdakwa terbukti secara sah melarikan harta benda milik korban setelah menghabisi nyawanya.

“Sebagaimana dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa dijatuhi hukuman pidana 20 tahun penjara,” ujar Panitera Muda Pidana PN Binjai, Leo Tampubolon ketika dikonfirmasi, Rabu (11/8).

Terdakwa lolos dari pidana mati atau seumur hidup kurungan penjara. Padahal, terdakwa menghabisi dua nyawa sekaligus, yang tak lain pasangan suami istri, Sugianto (59) dan Astuti (60).

Keduanya ditemukan tak bernyawa dan dibuang ke perkebunan tebu daerah Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur. Sementara nyawa korban dihabisi tak jauh dari lokasi jasad ditemukan.

Ceritanya, kedua korban yang pulang dari Pajak Tavip melihat terdakwa minta tolong karena truknya rusak. Korban yang iba melihat terdakwa membantunya.

Sayang, niat membantu korban berujung pembunuhan. Terdakwa menghabisi nyawa korban, sekaligus melarikan sepeda motornya dan sukses menjualnya seharga Rp2,1 juta.

Polres Binjai yang mengungkap kasus ini menangkap tiga orang. Selain Sulis, ada Andrian Martion Sihombing (36) warga Jalan Kawat III, Gang Padi, Kelurahan Tanjungmulia Medan Deli dan Ikhsan Pandu (18).

Dalam dakwaan JPU, terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 Subsider 338 Subsider 365 KUHP. Pasalnya, terdakwa tega menghabisi nyawa korban karena ingin menguasai sepeda motornya jenis metik BK 6812 AFS.

Sedangkan Andrian dan Ikhsan didakwa Pasal 480. Andrian berperan sebagai menerima gadaian sepeda motor hasil curian, sementara Ikhsan perannya membantu menghubungkan tersangka dengan penerima gadaian.

Meski Sulis didakwa pasal berlapis, JPU juga menuntut terdakwa dengan pidana 20 tahun kurungan penjara. “Sidang digelar secara daring, terdakwa menjalani sidang dari Lapas Binjai,” tukas Panitera. (ted/han)

Modus Pesan Go-send Lewat Aplikasi, Penipu Ojol Diserahkan Massa ke Polisi

DIAMANKAN: Penipu driver Ojol saat diamankan di Polsek Medan Timur, Rabu (11/8). m idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku penipuan terhadap pengemudi ojek online (ojol) dengan modus mengirimkan barang lewat aplikasi ditangkap massa, di Jalan Perwira II, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur, Sabtu (7/8).

DIAMANKAN: Penipu driver Ojol saat diamankan di Polsek Medan Timur, Rabu (11/8). m idris/sumut pos.

Adapun pelaku yang diringkus adalah Indra Ade Pratama (24), warga Jalan Pasar Kelurahan, Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur. Sedangkan korbannya ada beberapa pengemudi ojol.

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin mengatakan, dalam melancarkan aksinya, pelaku memanfaatkan aplikasi Go Send untuk melakukan penipuan. Pelaku berpura-pura mengirim barang dengan menggunakan aplikasi. “Tersangka seolah-olah menjadi penjual barang secara online, kemudian mengirimkan barang kepada korbannya melalui aplikasi Go Send,” terang Arifin, Rabu (11/8).

Namun, lanjut Arifin, barang yang dikirim pelaku dikemas rapi. Akan tetapi, berisi air mineral, kain bekas dan sepatu bekas. “Pelaku meminta uang pembayaran barang yang dipesan kepada pengemudi ojol, karena nantinya diganti oleh penerima barang tersebut,” sambung Arifin.

Tanpa ada rasa curiga, pengemudi ojol yang menerima order dari pelaku lalu memberikan uang yang diminta. “Penerima barang ternyata fiktif, karena itu pengemudi Ojol yang menerima order dirugikan. “Pelaku beraksi bersama beberapa rekannya yang masih buron. Aksi pelaku sudah berkali-kali, dan terakhir kali korbannya Ojol mengalami kerugian Rp2.650.000,” beber Arifin.

Dia menyebutkan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut dan mengejar beberapa rekan tersangka yang terlibat. “Kasusnya masih dikembangkan, ada beberapa pelaku lain masih kita kejar,” tukasnya.

Sementara, pelaku Indra mengaku sudah empat kali melakukan penipuan tersebut. “Saya tidak sendiri, ada teman juga yang membantu perannya sebagai penerima barang,” akunya.

Menurut pelaku, setiap melakukan aksinya, meminta uang kepada para pengemudi ojek online bervariasi. “Saya bilang sama driver ojek online kalau barang ini onderdil mobil. Padahal, isinya air mineral, kain dan sepatu bekas. Jadi saya minta uang driver dulu nanti diganti yang menerima barang. Bahkan, dihadapan driver, saya telepon penerima barang itu yang merupakan teman saya sendiri. Nah, setelah driver-nya yakin dan memberikan uang, nomor handphone teman saya itu dinonaktifkan,” ungkapnya. (ris/han)

Panitera Sakit, Sidang Perkara Penganiayaan Anak Ditunda

KECEWA: orangtua korban, MR mengaku kecewa karena terdakwa sidang pelaku penganiayaan terhadap anaknya ditunda sampai dua kali Senin (10/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus penganiayaan anak dibawah umur dengan terdakwa Intan Sari Hasibuan, tak kunjung digelar. Alhasil, DA selaku orangtua korban MR (10), mengaku kecewa terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi Yanti Panggabean, yang menangani perkara tersebut.

KECEWA: orangtua korban, MR mengaku kecewa karena terdakwa sidang pelaku penganiayaan terhadap anaknya ditunda sampai dua kali Senin (10/8).

“Siapa yang nggak kecewa. Selasa (10/8), saya dipanggil JPU agar hadir ke Pengadilan Negeri Medan bersama anak saya (korban). Namun sidangnya kembali ditunda,” ujar DA kepada wartawan, Rabu (11/8).

DA mengatakan, penundaan sidang perdana ini sudah untuk yang kedua kalinya. “Ini sudah dua kali ditunda, pertama sidangnya yang seyogyanya digelar pada tanggal 21 Agustus 2021, ditunda karena COVID-19. Nah yang kedua, tanggal 10 Agustus 2021 kembali ditunda, saya seperti diombang-ambingkan oleh jaksa,” keluh DA didampingi sang istri.

Kekecewaan orangtua korban bertambah begitu mendengar pemberitahuan penundaan setelah beberapa jam menunggu. Mereka menilai JPU seperti tidak serius untuk membacakan dakwaan tersebut.

“Kita sudah lama menunggu hingga sore hari, malah dengan santainya JPU nya bilang ke saya sidangnya ditunda. Alasannya paniteranya sedang sakit. Kalau panitera sakit, kenapa JPU baru tau udah sore hari, seharusnya jaksanya sudah tau, jangan dibiarkan orang terus menunggu,” kesalnya.

Dirinya berharap agar JPU cepat memproses terdakwa dan secepatnya diadili. “Saya minta JPU secepatnya mengadili terdakwa, kalau bisa terdakwa ditahan, karena saya anak saya saat ini masih trauma akibat perbuatan terdakwa. Kita takut ini bakal terjadi lagi dikarenakan terdakwa sampai saat ini tidak ditahan dan masih berkeliaran bebas seperti biasanya,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Medan, Riachad Sihombing mengaku akan menginformasikan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi Yanti Panggabean. “Besok saya konfirmasi jaksanya ya, terima kasih atas informasinya,” kata Riachad Sihombing ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Rabu, 11 Agustus 2021.

Diketahui sebelumnya, perkara dugaan kekerasan yang dialami korban terjadi pada, Jumat (14/8/2020) lalu. Saat itu korban yang hendak melaksanakan sholat Isya ke masjid di dekat rumahnya tiba-tiba didatangi D (20) dan langsung memukul kepalanya.

DA menjelaskan, saat itu anaknya pun langsung ditarik secara kasar oleh terdakwa, sehingga menyebabkan tangan kirinya mendapatkan luka goresan. Lalu korban ditampar hingga berkali-kali.

Tak terima, orang tua korban melaporke Polrestabes Medan dengan tanda bukti laporan bernomor STTP/2019/VIII/Yan 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan. (man/han)

Bayi Baru Lahir Ditemukan Dekat Selokan

EVAKUASI: Petugas Polsek Bandar Pulau saat mengevakuasi bayi perempuan yang ditemukan dekat selokan perkebunan.darmawan/sumut pos.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Warga Dusun III, Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, dihebohkan temuan bayi perempuan di buang dekat selokan perkebunan.

EVAKUASI: Petugas Polsek Bandar Pulau saat mengevakuasi bayi perempuan yang ditemukan dekat selokan perkebunan.darmawan/sumut pos.

Saat ditemukan, tali pusar masih menempel utuh. Duperkirakan, bayi malang tersebut baru dilahirkan ibunya.

“Awalnya salah seorang warga yang melintas di sekitar lokasi mendengar tangis bayi, kemudian warga tersebut mencari ke arah suara bayi tersebut. Temuan itu dilanjutkan ke Kepala Desa dan ke Polsek Bandar Pulau,” ujar warga berinisial DS kepada Sumut Pos, Rabu (11/8).

Tak lama kemudian, sambung DS, petugas Polsek Bandar Pulau yang datang mengevakuasi bayi tersebut ke klinik perkebunan Pondok Aek Tarum untuk mendapatkan perawatan.

“Sadis ya bang, masa ada sih orangtua yang rela membuang darah dagingnya sendiri, apalagi baru dilarikan,”ujar Dolok, sembari menduga bayi tersebut hasil hubungan gelap orangtuanya.

Sementara Kepala Desa Aek Tarum, A. Yani Simangunsong, menduga bayi yang sengaja dibuang orangtuanya karena malu dari hasil hubungan gelap. “Kita serahkan saja kepada pihak kepolisian untuk mengungkap siapa orangtua tega itu,”ujar A. Yani.

Terpisah, Kapolsek Bandar Pulau AKP Ali Yunus Siregar mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap si ibu bayi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan kepada kami. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, dan kami juga memohon doanya agar pelaku dapat kita ringkus” ujar Kapolsek Bandar Pulau. (dat/han)

Indonesia Masih Kena Suspend untuk Umrah, KJRI Akan Temui Pemerintah Saudi

UMRAH: Para jamaah saat melaksanakan umrah, baru-baru ini. Arab Saudi telah membuka penyelenggaraan ibadah umrah untuk jamaah dari luar negeri. Namun sayangnya Indonesia masih masih terkena suspend sehingga belum diizinkan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah akan bertemu Wakil Menteri Haji Arab Saudi bidang Umrah untuk membahas penyelenggaraan ibadah umrah.

UMRAH: Para jamaah saat melaksanakan umrah, baru-baru ini. Arab Saudi telah membuka penyelenggaraan ibadah umrah untuk jamaah dari luar negeri. Namun sayangnya Indonesia masih masih terkena suspend sehingga belum diizinkan.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, Senin (9/8), Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, Arab Saudi telah membuka penyelenggaraan ibadah umrah untuk jamaah dari luar negara tersebut. Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah jamaah umrah asal Indonesia bisa datang beribadah atau tidak. “Kami baru akan diterima wakil Menteri Haji Bidang Umrah untuk membahas penyelenggaraan ibadah umrah besok, Selasa (10/8),” kata Endang.

Endang mengatakan, pihaknya akan menanyakan kepastian izin keberangkatan bagi jamaah umrah asal Indonesia beserta detail teknis lainnya. Kebijakan penyelenggaraan umrah itu sendiri, kata dia, berkaitan dengan kebijakan Arab Saudi dalam urusan penerbangan.

Sebab, negara yang masih terkena suspend penerbangan ke Arab Saudi, kata Endang, diperkirakan belum bisa memberangkatkan para jamaahnya untuk ibadah umrah. “Ini yang akan kami konfirmasi dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Haji. Apakah Indonesia masih terkena suspend atau bagaimana? Apakah jamaah umrah Indonesia bisa berangkat atau bagaimana?” kata dia.

Meski demikian, Endang memastikan bahwa penyelenggaraan umrah pada masa pandemi Covid-19 ini akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Diketahui sebelumnya, media pemerintah Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA) mengumumkan pembukaan kembali ibadah umrah pada Minggu (8/8).

SPA melaporkan, kementerian terkait secara bertahap mulai menerima pengajuan umrah dari berbagai negara di dunia mulai Senin (9/8/2021). Arab Saudi bakal memberikan izin bagi 60.000 jemaah umrah setiap bulannya asalkan sudah divaksinasi dengan dosis lengkap.

Jumlah itu secara bertahap akan ditingkatkan hingga menjadi 2 juta jemaah per bulan. Pemerintah Arab Saudi sebelumnya sudah mengumumkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebagaimana tercantum dalam edaran terkait kewajiban vaksin. Ini termasuk juga keharusan karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Saudi bagi 9 negara (India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon). (kps/ila)

Data Kependudukan Kini Terintegrasi dengan Data Vaksinasi

VAKSINASI: Seorang wanita saat divaksinasi di Jakarta, baru-baru ini. Ditjen Dikducapil Kemendagri menjalin kerja sama dengan Kemenkes, Kemenkominfo dan BPJS Kesehatan untuk mengintegrasikan data kependudukan sebagai upaya mempercepat program vaksinasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengintegrasikan data kependudukan sebagai upaya mempercepat program vaksinasi.

VAKSINASI: Seorang wanita saat divaksinasi di Jakarta, baru-baru ini. Ditjen Dikducapil Kemendagri menjalin kerja sama dengan Kemenkes, Kemenkominfo dan BPJS Kesehatan untuk mengintegrasikan data kependudukan sebagai upaya mempercepat program vaksinasi.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, program vaksinasi merupakan agenda besar, karena pelaksanaannya melibatkan jumlah peserta yang lebih banyak dibanding gelaran pemilu. “Ini adalah pekerjaan besar yang harus kita tuntaskan bersama. Kami dari Dukcapil ingin mendukung penuh dari program PeduliLindungi, Smart Checking, dan Pcare,” kata Zudan dalam keterangannya, Senin (9/8).

Zudan mengharapkan, dengan kerja sama ini semua tim teknis dapat segera bertemu untuk memproses akses termasuk mengoreksi data. Sehingga, bila ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang keliru atau terpakai oleh orang lain dapat segera dibenahi.

Zudan mengatakan, Dukcapil pada prinsipnya memberikan instrumen untuk memverifikasi data. Bila ada persetujuan dari pemilik data, maka data itu dapat dipindahkan ke sertifikat vaksin. Dengan begitu, untuk mengecek keabsahan data vaksin seseorang, NIK tak perlu diketik ulang. Sebab, bila NIK yang tercantum telah sesuai maka akan terbaca.

“Nah inilah proses yang kemudian dicocokkan dengan data center, data yang ada di data center sebagai verifikator, kemudian kalau cocok silakan dilanjutkan, kalau tidak cocok kembali ke tahap awal untuk melihat NIK yang dimasukkan,” ujar Zudan.

Dirinya juga meminta agar semua pihak dapat mendukung kebijakan perlindungan data pribadi. Supaya data tersebut dapat terus terjaga perlindungannya, kebutuhannya, termasuk pemanfaatannya.”Prinsip perlindungan rahasia data pribadi, yakni boleh dipindahkan sepanjang ada consent, atau persetujuan dari pemilik,” pungkasnya. (jgp/ila)

Rencana Tambah Lima Prodi, UINSU Penting untuk Pembangunan Kota Tebingtinggi

DUKUNG: Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Misno Adisyah Putra dukung penuh rencana UINSU membuka lima prodi di Kota Tebingtinggi pada tahun ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) berencana membuka lima program studi (prodi) di Kota Tebingtinggi. Rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari DPRD Sumut.

DUKUNG: Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Misno Adisyah Putra dukung penuh rencana UINSU membuka lima prodi di Kota Tebingtinggi pada tahun ini.

“Saya siap mendukung penuh pembukaan lima prodi kampus UINSU di Kota Tebingtinggi. Di tengah kondisi pandemi ini sangat diharapkan generasi milenial dan pelajar untuk dapat hadir memberikan solusi, kita harapkan mahasiswa dan alumni UINSU nantinya menjadi penggerak perbaikan melalui pendekatan agama dan keilmuannya,” kata Wakil Ketua DPRD Sumut, Misno Adisyah Putra melalui pernyataan tertulisnya kepada Sumut Pos, Senin (9/8).

Menurutnya, keberadaan universitas di kota lemang tersebut akan dapat meningkatkan kualitas pembangunan khususnya pada sektor sumber daya manusia, sektor pendidikan dan sektor ekonomi. Strategi ini, kata Misno, menjadi langkah penting untuk pembangunan Kota Tebingtinggi masa depan.

IAIN Sumut 1992 sekaligus penasehat Fraksi PKS DPRD Sumut ini, optimis bahwa keberadaan UINSU di Kota Tebingtinggi akan dapat memberikan energi positif. Kemudian yang terpenting, kata dia, kemudahan untuk dapat menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri sebentar lagi akan menjadi hal nyata bagi masyarakat, bukan hanya masyarakat dan pelajar di Kota Tebing Tinggi melainkan juga daerah lain seperti Kabupaten Serdang Bedagai, Batu Bara, Asahan, Simalungun, dan Kota Tanjung Balai serta kabupaten dan kota lain di Sumut.

Diketahui, UINSU adalah sekolah tinggi terbuka dan untuk umum, tidak hanya untuk Islam saja melainkan juga agama lain. UINSU berpandangan bahwa moderasi beragama terbuka dan dimanfaatkan untuk mencerdaskan seluruh bangsa tanpa ada perbedaan agama dengan fokus kegiatan di kampus adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ditargetkan pada 2021 ini, akan membuka penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama di Kampus UINSU Kota Tebingtinggi yang terletak di Jalan Gunung Lauser Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Sedikitnya akan dibuka lima prodi yakni; Ekonomi Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, dengan rincian sekitar 350 sampai 400 mahasiswa baru untuk masing-masing prodi. (prn/azw)

BRIN Bertekad Jadikan Kampus Indonesia Berkelas Dunia

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyatakan komitmennya untuk terus menjaga hubungan baik dengan universitas yang ada di Indonesia. Salah satunya dengan memfasilitasi kampus dalam hal riset dan inovasi.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko.

“BRIN itu enabler kampus menjadi world class university,” ungkap dia dalam Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Produktivitas dan Pengelolaan Riset dan Inovasi, Senin (9/8).

Adapun, keyakinan itu ada dari kesamaan proyek yang dikerjakan oleh BRIN dan pihak kampus. Dirinya mengatakan bahwa BRIN dan kampus sama-sama bergerak dalam bidang riset.

“Dari riset itu kita yakin BRIN menjadi mitra kampus. Agar kampus di Indonesia menuju world class university,” kata dia.

Menurutnya, untuk menjadi world class university, kampus harus memiliki kemampuan riset yang baik. Dengan itu, akan lahir inovasi-inovasi yang akan membuat Indonesia lebih maju dari sekarang.

“Ketika basisnya sama-sama riset, yang dimana di sisi lain BRIN juga membutuhkan perguruan tinggi di situ kita akan maju bersama,” tambahnya.

Handoko mengatakan, pihaknya akan menunggu lahirnya para peneliti-peneliti muda dari kampus. Sebab, sumber daya manusia untuk dunia penelitian bukan hanya ada di lembaga riset.

“Sumber daya itu bukan hanya di lembaga riset. Tapi juga di perguruan tinggi mulai dari periset, dosen peneliti dan mahasiswa pasca sarjaca. Itulah sebenarnya sumber daya manusia periset utama,” tandas dia. (kdc/azw)

Nadiem: Kampus Merdeka Bebaskan Mahasiswa dari Batasan Belajar

Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan programKampus Merdeka dengan tujuan untuk memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui berbagai program yang didukung kementerian.

Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, melalui program-program Kampus Merdeka Kemendikbudristek berupaya membebaskan mahasiswa Indonesia dari batasan-batasan untuk belajar.

“Sekarang sudah tidak ada batasan dalam hal akademik karena semua program Kampus Merdeka bernilai 20 SKS,” kata Nadiem pada Pelepasan Mahasiswa Awardee IISMA Tahun 2021 secara daring, Senin (9/8/2021).

Alumnus Harvard Business School ini menuturkan, Kemendikbudristek telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan bagi semua peserta Kampus Merdeka.

Mantan petinggi Gojek ini menilai, dengan keragaman program Kampus Merdeka yang ditawarkan Kemendikbudristek maka batasan-batasan dalam bidang ilmu dan peminatan bagi mahasiswa pun akan menghilang. “Oleh karena itu sekarang sudah waktunya adik-adik untuk memerdekakan diri dari hal-hal yang membatasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim melepas 970 mahasiswa dari 98 perguruan tinggi Indonesia untuk belajar selama 1 semester di 59 kampus kelas dunia di 28 negara.

Menurutnya, mahasiswa yang terpilih ini menjadi prestasi yang patut dibanggakan karena mereka sudah terpilih dari 2.551 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang sudah mendaftar program IISMA ini.

“Ini juga bukti bahwa meskipun kita sedang hidup di masa yang penuh keterbatasan, sesungguhnya kesempatan itu masih ada,” ucapnya.

Nadiem menyampaikan terima kasih kepada LPDP, Kementerian Luar Negeri dan juga para pimpinan perguruan tinggi dalam negeri dan negara tujuan yang telah mendukung para mahasiswa untuk mengikuti program Kampus Merdeka ini.

“Dengan ini saya melepas keberangkatan para penerima beasiswa II SMA secara resmi. Dimanapun kampus tujuan kalian mari terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar,” pungkasnya.

Pelaksan tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbudristek Ainun Naim juga menyatakan program Kampus Merdeka diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mengaktualisasikan potensi dalam diri mahasiswa itu sendiri. (sdc/azw)

Mahasiswa USU Jadi Duta Petani Milenial Kementan, Dilantik dan Dikukuh Presiden Jokowi

Muhammad Dava Warsyahdhana.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Muhammad Dava Warsyahdhana terpilih dan dilantik Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo (Jokowi) secara daring, sebagai Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian RI, Jum’at (6/8). Hal ini, menjadi kebanggaan bagi keluarga besar USU sendiri.

Muhammad Dava Warsyahdhana.

Dava merupakan mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian USU itu, angkatan 2017, dikukuhkan bersama Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) lainnya untuk menjadi motor penggerak petani-petani milenial di daerah. Mereka dilantik juga dihadiri langsung Menteri Pertanian RI Dr Syahrul Yasin Limpo SH MSiM.

Muhammad Dava mengungkapkan awal mula dirinya terpilih sebagai Duta Petani Milenial. Dari proses seleksi yang dilaluinya dalam pemilihan Duta Petani Milenial sangat ketat karena ada beberapa kriteria yang dinilai.

“Alhamdulillah, Dava sangat bersyukur bisa dikukuhkan menjadi bagian dari Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian RI. Pencapaian ini semua bukan karena upaya sendiri, akan tetapi atas ridho Allah SWT, doa kedua orang tua, keluarga, bapak/ibu dosen, serta teman-teman yang senantiasa mendukung serta memberikan motivasi,” sebut Dava, Senin (9/8).

Generasi milenial merupakan bonus demografi Indonesia yang terus diberdayakan oleh pemerintah, salah satunya dalam sektor pertanian. Duta Petani Milenial (DPM) berusia 17-39 tahun dan Duta Petani Andalan (DPA) berusia 39 tahun ke atas.

DPM/DPA ini dibentuk oleh Kementerian Pertanian dengan tujuan meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian. DPM dan DPA memiliki bidang usaha yang sangat bervariasi seperti budidaya hortikultura, budidaya tanaman pangan, budidaya ternak, pengolahan hasil pertanian/peternakan/perkebunan, jasa alat mesin pertanian hingga agroeduwisata.

Dava adalah sosok mahasiswa yang aktif dalam kegiatan pertanian dan merupakan founder startup yang dikenal dengan nama ‘Kita Pertanian’.

Kita Pertanian adalah startup yang menjadi wadah pembelajaran pertanian untuk mewujudkan sinergitas petani muda Indonesia dengan slogan “Tumbuhkan Asa, Kembangkan Jasa, Majukan Tani Negeri Kita”.

Ia menjelaskan pertanian bergerak melalui edukasi dan pendekatan dengan petani dan masyarakat.”Kita Pertanian membawa visi dan misi yang besar untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju, membangun strategi, menciptakan kolaborasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder. Kita Pertanian telah melaksanakan berbagai kegiatan bermanfaat, baik di bidang pertanian maupun sosial,” jelasnya.

Berawal dari keresahan terhadap dunia pertanian yang kerap kali tidak mendapat perhatian lebih, menjadi alasan Dava menekuni jurusan pertanian. Baginya, Indonesia tidak kalah penting posisinya di mata dunia dalam dunia pertanian. Selama menjadi mahasiswa pertanian, Dava telah aktif dalam setiap kegiatan nasional hingga internasional dan berhasil mendapat penghargaan di setiap kegiatan.

Beberapa kegiatan yang diikutinya telah menghasilkan berbagai prestasi. Di antaranya; Juara 1 Pekan Ilmiah Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) 2018 di IPB Bogor, Juara 2 Pekan Ilmiah Sriwijaya (PIS) 2018 di UNSRI Palembang, Juara 3 Business Plan Competition (BPC) 2019 di UNAND Padang.

Kemudian, Juara 1 Tanjungpura Medical Scientific Competition (TMSC) 2019 di UNTAN Pontianak, Silver Medal International Festival of Innovation On Green Technology (I-FINOG) 2019 di Universiti Pahang Malaysia, Gold Medal World Invention and Inovation Contest (WIC) 2019 di Seoul, First Grade Excellent World Invention and Inovation Contest (WIC) 2019 di Seoul, hingga Special Award From Asia Invention Creativity World Invention and Inovation Contest (WIC) 2019 di Seoul.

Ia juga sering diundang menjadi narasumber di forum pertanian nasional untuk berbagi cerita inspirasi dan pengalaman, baik melalui kegiatan webinar, radio, berita online dan media TV.

Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian RI menjadi salah satu gerakan yang sangat positif untuk mendorong semangat anak muda terjun dalam dunia pertanian, sehingga dapat mengawasi, mengupayakan dan mendorong para petani untuk menyampaikan aspirasi, baik itu ide ataupun keluhan, sehingga dapat membantu mensejahterakan petani.

Mengakhiri pembicaraan, Dava menitipkan pesan untuk semua masyarakat Indonesia, khususnya para generasi muda sebayanya.

“Indonesia tidak hanya ditentukan oleh batas peta, tetapi oleh gerak dan peran anak muda. Mari sama-sama kita tingkatkan literasi, karena sejatinya bangsa Indonesia bukan bangsa kelas teri. Mari kita aktif berorganisasi, berprestasi, berkolaborasi, berkontribusi tanpa basa-basi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat,” pungkasnya penuh semangat,” pungkasnya. (gus/azw)