32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3227

Nakes Sergai Disuntik Vaksin Moderna

VAKSIN: Tenaga Kesehatan (Nakes) Dinas Kesehatan Sergai mendapat suntikan vaksin Moderna. Suntikan vaksin ini merupakan vaksinasi tahap tiga untuk tenaga kesehatan.SOPIAN/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan Serdangbedagai melaksanakan vaksinasi tahap tiga terhadap tenaga kesehatan (Nakes) dengan vaksin Moderna di Aula Sultan Komplek Kantor Bupati Sergai, Selasa (10/8).

VAKSIN: Tenaga Kesehatan (Nakes) Dinas Kesehatan Sergai mendapat suntikan vaksin Moderna. Suntikan vaksin ini merupakan vaksinasi tahap tiga untuk tenaga kesehatan.SOPIAN/SUMUT POS.

Bupati Sergai Darma Wijaya menyebutkan, Pemkab melalui Dinas Kesehatan menerima 1.540 dosis vaksin moderna yang diperuntukkan bagi Nakes. “Pentingnya vaksinasi dosis ketiga ini untuk ketahanan tubuh para Nakes, terutama tenaga medis di Kabupaten Sergai Tanah Bertuah Negeri Beradat, karena merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19,” kata Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati, Aldin Umar Yusri Tambunan.

Dengan meningkatnya kasus terpapar Covid-19, tenaga kesehatan sebagai garda terdepan diperlukan mendapat vaksin ini. Dan diminta nakes tetap semangat, dan jangan pernah letih.

“Untuk ke depannya, vaksin dosis ketiga dengan Moderna ini akan disebarluaskan ke seluruh tenaga medis yang berada di Kabupaten Sergai. Setelah divaksin tahap pertama dan kedua jenis sinovac, kita berharap semua tenaga kesehatan di Sergai mendapat vaksin dosis ketiga. Setelah semua nakes terpenuhi, barulah diberikan untuk masyarakat,”terangnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan dr Bulan Simanungkalit menjelaskan, nantinya vaksin Moderna juga akan disebar kepada Nakes di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Desa maupun Rumah Sakit pemerintah dan swasta di Sergai. “Setelah tenaga kesehatan semua sudah selesai, selanjutnya sesuai wacana pemerintah akan diberikan kepada masyarakat,”pungkasnya. (ian/han)

Pertanyaan Anak Sulung Pacu Semangat untuk Sekolah Perwira

Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Djoko Lelono.

AKP Djoko Lelono, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Binjai

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ada kenangan manis di balik rencana sekolah perwira oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Binjai, AKP Djoko Lelono. Pria mudah senyum ini, berbagi kisah terpendamnya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Djoko Lelono.

Ketika berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu, Djoko ditanya oleh anak pertamanya. Si sulung bertanya mengenai pangkat di pundak sang ayah.

“Saya dikaruniani 4 anak, semuanya perempuan. Anak pertama nanya. Yah, yah, pangkat ayah apa?” ungkap Djoko, menirukan pertanyaan si sulung.

“Kenapa rupanya nak? Saya tanya balik,” imbuhnya.

Mulanya hanya si sulung dengan Djoko saat itu. Tak lama kemudian, datang 3 anak perempuan lainnya. Dia pun awalnya tak ingin melanjutkan karir pendidikan di kepolisian. Djoko mengaku, sudah nyaman bekerja sebagai bawahan untuk melayani masyarakat.

“Anak saya bertanya pangkat saya awalnya. Rupanya dia ditanya temannya, apa pangkat saya? Karena anak saya masih kecil, belum tahu pangkat-pangkatan, saya gambarkan pangkat di kertas, dan dikasih lihat ke dia. Kemudian dia menunjuk satu tanda, dan benar, ayah temannya seorang perwira, dan saya masih bintara,” jelasnya sembari tersenyum.

Singkat cerita, Djoko menjelaskan, kalau mau sampai ke jenjang perwira, harus melewati sejumlah tahapan. Oleh si sulung, kembali bertanya kepada ayahnya, kenapa tidak sekolah lagi untuk melanjutkan karir menjadi perwira di Korps Tri Brata? Djoko yang merasa sudah nyaman dengan pangkat sebelumnya, tidak ingin meninggalkan keluarga ketika mengemban amanah lain.

“Terus anak saya bilang, bapak sekolah kenapa? Saya bilang, kalau saya sekolah, nantinya bapak tinggalkan keluarga, kalian bagaimana?” tanyanya.

Si bungsu pun kemudian memberi keyakinan kepada ayah, untuk tidak perlu khawatir meninggalkan keluarga. Ditambah lagi, si anak juga lambat laun akan tumbuh dewasa, hingga menjadi pribadi yang mandiri.

Mendengar hal itu, Djoko kemudian meminta kepada 4 anaknya untuk berunding soal karir yang akan dipilih Djoko.

“Terus saya minta anak saya berunding, anak saya masih kecil semua, yang paling besar SMP,” bebernya.

Hasilnya, keempat buah hati Djoko akhirnya memacu semangatnya, untuk melanjutkan sekolah dan pergi sementara meninggalkan keluarga. Dia pun terlihat terharu dan merasa bangga kepada anak-anaknya. Doa mereka yang membawa Djoko lulus sekolah perwira, hingga menjadi satu pejabat utama di Polres Binjai.

“Mereka setuju agar saya sekolah. Dan itulah yang memotivasi saya untuk menjenjang karir di kepolisian,” pungkasnya. (ted/saz)

Ketua PKK Langkat Tinjau Posyandu Mawar 2

SAKSIKAN: Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Tiorita, saat menyaksikan penimbangan bayi.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Tiorita, melakukan tinjauan pelaksanaan Posyandu Mawar 2 di Aula Kantor Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (10/8) lalu.

SAKSIKAN: Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Tiorita, saat menyaksikan penimbangan bayi.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

Tiorita di sela kunjungannya, mengingatkan, agar kaum ibu ekstra menjaga kesehatan diri dan keluarga di masa pandemi Covid-19 saat ini. Terutama bagi ibu hamil, harus terus menjaga asupan nutrisi, baik untuk diri dan janinnya. Semoga dengan begitu, dapat menekan angka stunting di Kecamatan Secanggang.

Tiorita juga mengajak kaum ibu untuk saling bahu membahu dalam keikutsertaan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Mari sosialisasikan dan terus terapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan,” imabu Tiorita.

Tiorita dalam kesempatan itu, meninjau penimbangan bayi, pemberian makanan tambahan kepada balita, dan memberikan secara simbolis vitamin A dan obat cacing kepada balita, serta pemberian secara simbolis vitamin dan makanan tambahan bagi ibu hamil.

Turut hadir pada kegiatan itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Juliana, Camat Secanggang Persadanta Sembiring, Ketua TP PKK Kecamatan Secanggang, Forkopimca Secanggang, Kepala Desa Tanjung Ibus, dan Ketua TP PKK Desa Tanjung Ibus. (yas/saz)

Terima Kunker DPRD Sumut, Pemkab Langkat Terus Tekan Kasus Covid-19

BERSAMA: Wakil Bupati Langkat H Syah Affandin diabadikan bersama para Anggota DPRD Sumut di Ruang Kerja Wakil Bupati Langkat, Kantor Bupati Langkat, Stabat, baru-baru ini.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat menerima kunjungan kerja (kunker) Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) di Ruang Kerja Wakil Bupati Langkat, Kantor Bupati Langkat, Stabat, baru-baru ini. Adapun kedatangan anggota legislatif ini, untuk membahas penanggulangan Covid-19 oleh Pemkab Langkat.

BERSAMA: Wakil Bupati Langkat H Syah Affandin diabadikan bersama para Anggota DPRD Sumut di Ruang Kerja Wakil Bupati Langkat, Kantor Bupati Langkat, Stabat, baru-baru ini.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

Kunker Anggota DPRD Sumut tersebut diterima Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, melalui Wakil Bupati Langkat H Syah Affandin, yang didampingi Kepala Pelaksana Harian (Kalakhkar) BPBD H Irwan Syahri, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Juliana, Kepala Dinas Pariwisata Nur Elly Heriani Rambe, dan Kepala Bappeda Rina Wahyuni Marpaung.

Adapun para legislator yang hadir, yakni dari Komisi D, Fraksi PKS, H Hanafi, didampingi pengurus DPD PKS Kabupaten Langkat, Harianto.

Di depan anggota dewan, Affandin menyampaikan, dalam Kabupaten Langkat berada pada Level 2 terkonfirmasi Covid-19, atau masuk zona kuning. Saat ini, Pemkab Langkat bersama TNI/Polri dan pihak terkait, terus melakukan penekanan angka terkonfirmasi Covid-19. Misalnya, dengan melakukan imbauan, penerapan protokol kesehatan (prokes) di tengah masyarakat, menutup objek wisata, pelarangan acara/hajatan, serta lainnya.

Selain itu, lanjut Affandin, Pemkab Langkat telah menyalurkan bantuan sosial berupa sembako untuk warga yang diisolasi. Sembako terdiri dari 15 kilogram beras, 2 papan telur, dan satu kotak mie instan.

“Semoga, mereka melaksanakan isolasi mandiri (isoman) dengan baik. Bansos yang disalurkan bersumber dari APBD Langkat,” ungkap Affandin.

Affandin pun menjelaskan, di rumah sakit ada 52 kasus terkonfirmasi positif, dan isoman ada 132 kasus. Sementara, persebaran zonasi kasus terkonfirmasi positif, zona hijau ada satu kecamatan, 14 kelurahan, 232 lingkungan, 185 desa, dan 1.767 dusun.

“Zona kuning ada 21 kecamatan, 23 kelurahan, 48 lingkungan, 54 desa, dan 75 dusun. Zona oranye ada di Kecamatan Kuala, Desa Raja Tengah, dan 2 dusun lainnya. Sedangkan zona merah, tidak ada di Langkat,” bebernya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, total penerima hingga 7 Agustus lalu, ada sebanyak 113.660 orang. Jumlah yang sudah divaksin sebanyak 97.530 dosis. Sedangkan sisa vaksinnya ada sebanyak 16.130 dosis, yang akan didistribusikan ke Puskesmas se-Kabupaten Langkat.

“Sisa vaksin masih kurang dari jumlah target, sebanyak 67.515 dosis, untuk dosis pertama dan kedua,” kata Affandin lagi.

Atas kekurangan itu, lanjut Affandin, Pemkab Langkat telah memohon kepada Dinkes Sumut mempersiapkan kebutuhan vaksin untuk Kabupaten Langkat.

Lebih lanjut Affandin mengatakan, Pemkab Langkat telah menyerahkan bantuan Covid-19, berupa bantuan beras PPKM 2021 untuk 103.816 penerima, dengan jumlah beras 1.038.160 kilogram (1.038,16 ton), yang bersumber dari APBN. Dari jumlah 103.816 penerima, diberikan kepada masyarakat dalam 2 jenis bantuan. Yakni bantuan beras PPKM Program Keluarga Harapan (PKH), berjumlah 36.674 penerima. Serta bantuan beras PPKM Bantuan Sosial Tunai (BST), sebanyak 67.142 penerima.

“Bantuan ini disalurkan di 23 kecamatan yang ada di Langkat. Satu kepala keluarga masing-masing menerima 2 karung atau 10 kilogram beras,” pungkas Affandin. (yas/saz)

Gubernur Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam di MUI Sumut, Edy: Covid-19 di Siantar dan Langkat Harus Dipantau

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 hampir 2 tahun melanda Sumatera Utara (Sumut). Meski begitu, semangat dalam meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak boleh kendor sedikit pun. Harapannya satu, agar Covid-19 segera dilenyapkan oleh Tuhan.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan poin ini ketika menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1443 Hijriah di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Selasa (10/8) lalu.

Hadir Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak, beserta jajaran, perwakilan Kanwil Depag Sumut Awaluddin, perwakilan PW NU Sumut, dan ormas Islam di Sumut lainnya.

“Dengan meningkatkan ketakwaan, pastinya kita juga harus mengetahui tentang virus. Hal itu sudah dicontohkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Kita waspadai dan kita hindari dengan kemampuan kita. Bukan berarti kita menghilangkan ibadah-ibadah kita. Di tahun baru (Islam) ini, mari kita semangat meningkatkan ketakwaan kita. Kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa Taala,” imabu Edy.

Edy turut mengajak umat Islam, terkhusus di Sumut, untuk memaknai Tahun Baru Hijriah, agar senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Taala, dan senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

“Tahun Baru Islam dimaknai sebentuk perubahan positif yang harus diambil oleh umat Islam, khususnya di tengah kondisi bangsa yang diterpa pandemi Covid-19,” tuturnya.

Kepada para tokoh agama, Edy berharap, senantiasa menggaungkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 kepada masyarakat, sebagai bentuk ikhtiar mengantisipasi penularan virus mematikan tersebut.

“Dalam beberapa hadits sangat jelas digambarkan soal wabah ini. Saya rasa bapak-bapak, tuan guru, dan ulama saya ini, lebih paham dari saya. Saya tidak ingin kehilangan lagi guru-guru saya,” katanya.

Tugaskan Pangdam dan Kapolda

Pada hari yang sama, Edy sebelumnya telah menugaskan Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanudin, untuk memantau langsung dan mempelajari situasi di Kota Pematangsiantar. Sementara Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, diminta melihat kondisi terkini di Kabupaten Langkat.

Langkah ini menindaklanjuti peningkatan level penanganan Covid-19 di 2 daerah tersebut. Adapun Kota Pematangsiantar, kini sama seperti Kota Medan, masuk kategori Level 4. Sedangkan Kabupaten Langkat, naik tingkat dari sebelumnya Level 2, menjadi Level 3.

“Saat ini dipastikan dan akan ada berangkat wakil ketua satgas, Bapak Pangdam ke Siantar, untuk memelajari ini,” ujar Edy, menjawab wartawan usai meresmikan Asrama Haji Medan sebagai Rumah Sakit Isolasi Terpusat Covid-19.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di luar Jawa-Bali selama 2 pekan, atau mulai 10-23 Agustus 2021. Menurut Edy, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Pematangsiantar tak terlepas dari status kota itu sebagai ibukota. Sebagai ibukota, Pematangsiantar jadi tujuan kedatangan banyak orang, sehingga kasusnya meningkat di sana.

Kehadiran Pangdam di Pematangsiantar, sebutnya, diperlukan dalam rangka menentukan langkah-langkah tepat penanganan Covid-19 di sana. Tugas yang sama juga diberikan kepada Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra.

“Untuk Pak Kapolda, ke Langkat. Ini perlu dipelajari, karena daerah itu perbatasan Aceh. Rumah sakit-rumah sakit (di Langkat) itu dipenuhi orang semua. Tapi untuk pastinya, Bapak Kapolda berangkat ke Langkat,” kata Edy lagi.

Adapun Kajati Sumut, lanjut Edy, akan memimpin pasukan cadangan. Apabila ada daerah yang eskalasinya meningkat, Kajati akan ditugaskan untuk terjun ke daerah tersebut. Secara keseluruhan, Edy menegaskan, status Sumut yang berada di peringkat 5 kasus Covid-19 luar Jawa-Bali, harus benar-benar disikapi. Masyarakat diminta tetap menerapkan prokes secara disiplin dan ketat. Dia pun menekankan, untuk saat ini pesta pernikahan yang berpotensi membuat kerumunan dilarang untuk dilaksanakan di seluruh Sumut.

“Pesta-pesta pernikahan, sementara hasil sepakat kami, tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Yang dilarang adalah pesta pernikahan berpotensi menyebabkan kerumunan. Sementara proses akad nikah, atau pemberkatan di rumah ibadah, tetap dibolehkan.

“Batas yang hadir adalah 25 orang. Kalau itu dilanggar, saya minta maaf petugas akan membubarkan,” ujar Edy.

Larangan menggelar pesta diberlakukan di 33 kabupaten/kota Sumut, tanpa memandang level PPKM daerah tersebut.

“Tak ada lagi pesta-pesta, terkhusus 33 kabupaten dan kota tidak ada cerita level tentang pesta. Karena sebenarnya level ini tak bisa ditentukan dari daerah ke daerah. Karena posisinya Medan, seluruh 33 kabupaten/kota itu ada di Medan, sehingga di sinilah dibilang level 4. Untuk itu, semua harus mentaati dengan kondisi yang sama, terkhusus mobilitas masyarakat harus benar-benar. Kalau ini tak sama-sama, tenaga kesehatan tak mampu nanti,” pungkas Edy. (prn/saz)

Terjaring Operasi Yustisi Akibat Langgar Prokes, Siap-siap Nginap di Isoter Asrama Haji

RESMIKAN: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Forkompinda Sumut resmikan tempat Isolasi Terpusat Covid-19 di Asrama Haji Medan, Selasa (10/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gedung Asrama Haji Medan di Jalan Abdul Haris Nasution Medan, resmi dioperasikan sebagai lokasi isolasi terpusat (Isoter) bagi masyarakat Sumatera Utara yang terpapar Covid-19, Selasa (10/8). Tak hanya itu, bagi masyarakat yang terjaring operasi yustisi protokol kesehatan, siap-siap diboyong petugas ke Isoter Asrama Haji untuk menjalani testing berupa swab PCR.

RESMIKAN: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Forkompinda Sumut resmikan tempat Isolasi Terpusat Covid-19 di Asrama Haji Medan, Selasa (10/8).

“Kita bawa ke mari mereka untuk melakukan swab PCR, di sini mereka akan menunggu hasil tesnya keluar. Kalau negatif boleh pulang, kalau positif akan ditentukan satgas ke mana harus dirawat,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjawab wartawan usai meresmikan Isoter Asrama Haji Medan.

Penegakan prokes di Sumut, diakui Edy, akan dilakukan lebih tegas untuk mencegah penyebaran Covid-19. Masyarakat yang melanggar prokes langsung dilakukan tes swab antigen oleh petugas, bila hasilnya reaktif akan dibawa ke tempat isoter Asrama Haji Medan. Di situ masyarakat pelanggar prokes akan melakukan tes swab PCR untuk memastikan kondisinya. Selanjutnya, Tim Satgas Penanganan Covid-19 akan menentukan di mana pasien tersebut harus menjalani perawatan.

Ada tiga blok di Isoter Asrama Haji Medan, yakni blok pertama untuk pasien yang dipindahkan dari RS rujukan Sumut, blok kedua hasil tracing, dan blok ketiga hasil temuan operasi yustisi.

Dengan dibukanya Asrama Haji Medan sebagai tempat isoter, maka total di Kota Medan kini ada lima lokasi untuk isoter yaitu Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), eks gedung Hotel Soechi, Kodam I/BB (khusus personel TNI), dan Polda (khusus personel Polda), total ada 812 ruangan.

Khusus Isoter Asrama Haji Medan, saat ini berkapasitas 400 tempat tidur. Yakni bakal merawat orang-orang yang terpapar dengan kondisi ringan dan sedang, dari rujukan rumah sakit. “Masyarakat yang isolasi di Asrama Haji Medan akan mendapatkan perawatan gratis dari Pemprov Sumut termasuk makanan dan obat-obatan. Kita berikan gratis, tetapi tentu di sini ada aturannya, tidak boleh seenaknya, pakaian yang rapi,” tegas Gubsu.

Ia menyebut, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sumut terus melakukan operasi yustisi prokes di seputaran Medan-Binjai-Deliserdang atau Kawasan Mebidang. Tidak sedikit masyarakat yang terjaring termasuk tempat usaha yang melanggar ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Edy senantiasa mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi prokes dan menaati ketentuan PPKM.

Sementara itu, PPKM Level 4 masih berlaku dan masih dilakukan penyekatan antarkabupaten/kota dan antarprovinsi. Pelaku perjalanan wajib menunjukkan dokumen seperti hasil swab PCR dan juga surat vaksin. Pelanggar ketentuan PPKM akan ditindak dan bila terjaring operasi yustisi akan diisolasi ke Asrama Haji Medan. “Masih berlaku penyekatan, tetapi antarkabupaten/kota dan provinsi. Bila melakukan perjalanan siapkan dokumen swab dan surat vaksinnya, bila tidak harap putar balik atau kita akan memberikan tindakan,” kata Kapolda Sumut, Panca Putra Simanjuntak, di lokasi yang sama.

Peresmian RS Isolasi Terpadu di Asrama Haji Medan ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan Gubsu Edy didampingi Forkompinda Sumut dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Kesempatan itu, Gubsu turut memberikan pengarahan kepada seluruh tenaga medis, baik dokter maupun perawat yang akan bertugas.

Sementara, Kepala UPT Asrama Haji Medan, H Ramlan Sudarto mengatakan, dengan dijadikannya Asrama Haji sebagai tempat rujukan isolasi, seluruh pegawai dan karyawan tetap bekerja seperti biasa. Hanya saja, kata Ramlan, pihaknya tetap memberlakukan bekerja 25 persen. “Jadi untuk mengurangi mobilitas yang tinggi di Asrama Haji. Karna kegiatan, baik itu kebersihan lingkungan, kebersihan ruangan-ruangan isolasi mandiri, itu kita serahkan seluruhnya kepada Satgas Covid,” jelasnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi penularan terhadap pegawai, Asrama Haji telah disekat sesuai zona keamanan. Dimana kata Ramlan, untuk zona merah digunakan khusus untuk Satgas Covid dan pasien. Sementara zona hijau untuk karyawan Asrama Haji. “Namun untuk kegiatan di luar isolasi ini tidak ada sama sekali. Seperti resepsi ataupun yang sejenisnya,” katanya.

Ramlan mengakui, sesuai perjanjian kerjasama dengan Pemprov Sumut, Asrama Haji digunakan sebagai tempat isolasi selama satu tahun. “Namun menjelang operasional haji tahun 2022, tiga bulan sebelum operasional haji, gedung ini harus sudah diserahkan atau dikembalikan kepada kementerian agama khususnya kepada UPT Asrama Haji Medan. Karena kita perlu persiapan-persiapan untuk operasional haji,” terangnya.

Dengan dijadikannya Asrama Haji sebagai tempat isolasi, Ramlan berharap masyarakat Sumut khususnya Medan yang terpapar Covid-19, bisa pulih dan angka yang tadinya tinggi perlahan-lahan bisa turun.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan unsur Forkopimda Sumut, meninjau gedung Madinah Al Munawwarah Asrama Haji Medan yang dijadikan lokasi Isoter penanggulangan Covid-19 Provinsi Sumut. Selain itu, Bobby juga tampak melihat-lihat ruangan di dalam gedung dan menyaksikan dari jauh pasien yang diantar dengan ambulance ke lokasi Isoter Asrama Haji. Selain itu, Isoter Asrama Haji ini juga diperuntukkan bagi pasien yang masih dalam masa penyembuhan dari rumah sakit.

Tak cuma itu, Isoter Asrama Haji juga diperuntukkan bagi warga yang melanggar Prokes setelah dites swab dan menunjukkan hasil positif. Dengan adanya Isoter Asrama Haji ini, maka lokasi Isoter di Kota Medan yang juga diperuntukkan untuk pasien gejala ringan dan tanpa gejala menjadi bertambah. Sebab sebelumnya, Pemko Medan juga telah menyediakan 2 lokasi Isoter di Kota Medan, yakni Gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi.

RSUP Adam Malik Tambah Ruang Isolasi

Rumah Sakit Umum Pusat Haji (RSUPH) Adam Malik melakukan penambahan terhadap ruang isolasi Covid-19 di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ruang isolasi ini juga telah diresmikan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) RSUPH Adam Malik dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) pada, Selasa (10/8).

Dirut RSUPH Adam Malik dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) Zainal mengatakan, penambahan ruang isolasi Covid-19 dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang masih tinggi di Kota Medan dan sekitarnya. Dengan penambahan ini, maka ruang isolasi Covid-19 di IGD rumah sakit vertikal Kemenkes RI ini berjumlah 19 unit tempat tidur. “Ini dilakukan karena ada penambahan case (kasus positif Covid-19) yang semakin tinggi. Mudah-mudahan dengan penambahan ruang isolasi, kinerja IGD juga bisa semakin baik,” ungkapnya.

Zainal menyebutkan, ruang tambahan isolasi Covid-19 tersebut memiliki kapasitas 15 tempat tidur. Sebelumnya, sudah dilengkapi 4 tempat tidur.

Sementara Kepala IGD RSUPH Adam Malik dr Kamal Basri Siregar SpB (K) Onk berharap, penambahan ruang isolasi Covid-19 dapat membantu dalam memberikan pelayanan maksimal kepada semua pasien. Ruang isolasi IGD ini, berfungsi sebagai ruang isolasi sementara bagi pasien Covid-19 yang masuk melalui IGD, sebelum dipindahkan ke ruang perawatan isolasi sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. “Mudah-mudahan dengan penambahan ruang isolasi ini, kapasitas dan kemampuan IGD semakin baik,” tandasnya. (prn/man/map/ris)

Messi Pilih No 30 di PSG

BERPOSE: Lionel Messi berpose dengan kostum PSG bernomor 30 usai resmi bergabung dengan klub Prancis tersebut.

PARIS, SUMUTPOS.CO – Lionel Messi resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) dengan status bebas transfer setelah hengkang dari Barcelona. Bersama klub Prancis tersebut, dia dipastikan tidak mengenakan nomor ikonisnya yaitu 10, melainkan nomor punggung 30.

BERPOSE: Lionel Messi berpose dengan kostum PSG bernomor 30 usai resmi bergabung dengan klub Prancis tersebut.

Proses transfer Lionel Messi ke PSG diresmikan pada Selasa (10/8) atau Rabu (11/8) dini hari sekira pukul 02.50 WIB. Setelah tes medis dan mengunjungi markas klub di Parc des Princes, Messi menjalani sesi pemotretan pertama di lapangan dengan seragam PSG.

Melalui sejumlah foto dan video yang bocor duluan di media sosial, Messi tampak berpose dengan kostum nomor 30. Pemilihan nomor punggung ini dinilai unik, karena Lionel Messi tidak menggunakan nomor punggung 10, yang biasa dipakainya di Barcelona maupun Timnas Argentina.

Dilansir dari L’Equipe, Lionel Messi kabarnya menghormati Neymar sebagai pemilik nomor punggung 10 saat ini di PSG, sehingga dia memilih nomor punggung 30. Sebenarnya, pemilihan nomor 30 dari Lionel Messi berbenturan dengan dua hal.

Pertama, nomor 30 harus dipakai secara ekslusif untuk pemain berposisi sebagai penjaga gawang. Dikutip dari Italy24news, Federasi sepak Bola Prancis (FFF) telah mengatur nomor punggung untuk pemain dari setiap tim. Dalam pasal 576 dalam BAB, “Nomor punggung dan Nama” berbunyi: “Pemain yang bisa bermain di tim utama diberi nomor setiap tahun. Setiap tim harus membuat daftar yang berisi 30 nama pemain dan diperbaru setiap ada gerakan dari klub. Jika klub mengontrak lebih dari 30 pemain, komisi kompetisi bisa memberikan pengecualian. Nomor kustom (fantasy) contohnya: 45, 82 atau 99 dilarang. Nomor 1, 16 dan 30 ekslusif untuk penjaga gawang. Jika sudah dipakai semua, baru bisa memakai nomor 40.”

Masalah lainnya di PSG, nomor punggung 30 telah dimiliki kiper cadangan bernama Alexandre Letellier yang didatangkan sejak musim 2020-2021 dan belum pernah menjalani debut di tim senior PSG. Namun PSG tak punya masalah dengan dua halangan tersebut.

Mereka tetap memberikan nomor 30 kepada Lionel Messi. L’Equipe mengabarkan, jika Ligue 1 akhirnya menerima permintaan PSG untuk memberikan pengecualian untuk nomor 30 yang biasanya dipakai kiper, kini dipakai pemain outfield seperti Lionel Messi.

Pun juga dengan nomor milik Alexandre Letellier, sang kiper berusia 30 tahun terpasa kehilangan nomor punggungnya demi Lionel Messi. Letellier belum mendapat nomor punggung baru usai nomor 30 diserahkan kepada Messi.

Messi sendiri memilih nomor 30 karena nomor itulah yang dia pakai saat melakoni debut di tim utama Barcelona (2004-2005). Hal ini sesuai dengan pernyataannya ketika berpisah dengan Blaugrana, bahwa ia menunjuk momen debut sebagai momen terbaik. “Momen terbaik saya adalah ketika menjalani debut untuk Barcelona. Saya tak akan melupakan momen itu,” kata Messi.

Messi mengaku langsung didekati Paris Saint-Germain (PSG) beberapa setelah dirinya dan Barcelona resmi tak menjalin kerja sama lagi. Tekad PSG yang sangat ambisius untuk mendapatkan tanda tangannya itu pun menjadi salah satu alasan Messi tertarik bergabung.

Keseriusan PSG yang ingin menampung dirinya membuat Messi akhirnya tertarik. Diakui Messi, sebenarnya pada saat itu ia benar-benar dalam masa yang terpuruk karena gagal menjalin kerja sama lagi dengan Barcelona.

Tekad yang diperlihatkan PSG pada akhirnya membuat Messi tak terlalu lama larut dalam kesedihannya itu. Dengan cepat Messi pun membalas ketertarikan PSG itu dan kini mereka telah resmi bekerja sama. Messi lantas dikontrak selama dua musim di PSG dengan opsi perpanjangan hingga 2024.

“Meninggalkan Barcelona adalah hal yang sangat berat. Namun, saya juga senang karena berhasil bergabung dengan PSG, tim yang sangat ambisius dengan (kualitas) tim papan atas” ucap Messi.

“Mereka begitu cepat dan serius dalam negosiasi, segera setelah pernyataan Barcelona pada Kamis lalu,” tambahnya.

Keputusan PSG yang langsung mendekati Messi, nyatanya membuahkan hasil manis. Kini PSG pun semakin sempurna dengan hadirnya peraih enam trofi Ballon d’Or tersebut. Messi pun resmi menjadi pemain kelima yang didatangkan PSG pada musim panas 2021. Sebelumnya PSG sudah mendatangkan Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos, Achraf Hakimi, dan Georginio Wijnaldum. (bbs)

Masalah Eks HGU di Sumut Segera Tuntas

KUNJUNGAN: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menerima kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Selasa (10/8). Diskominfo Sumut for Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil mengklaim, masalah lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) di Sumatera Utara (Sumut) yang telah berlangsung lama, akan tuntas dalam waktu dekat. Sofyan tak sungkan memuji kepemimpinan Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut, dalam hal penuntasan persoalan tersebut.

KUNJUNGAN: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menerima kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Selasa (10/8). Diskominfo Sumut for Sumut Pos.

“Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Pak Gubernur yang sangat membantu pekerjaan BPN. Alhamdulillah, kita menuntaskan masalah tanah eks PTPN yang sudah 20 tahun, baru kali ini saya merasa sudah menemukan solusi yang tuntas. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama akan tuntas,” kata Sofyan menjawab wartawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan orang nomor satu di Pemprov Sumut itu, di Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (10/8).

Diakui Sofyan, dibutuhkan dukungan seluruh pihak dalam menuntaskan secara keseluruhan masalah tanah di Sumut, yang cukup rumit tersebut. Sehingga sertifikat tanah dapat segera dibagikan kepada masyarakat. “Sertifikat itu diperlukan masyarakat, karena dengan itu masyarakat bisa dapat akses ke perbankan,” katanya.

Dalam kunjungan kerja menteri ATR/BPN tersebut, keduanya membahas beberapa hal salah satunya penyelesaian tanah di Sumut. Belum diketahui lebih detil, apakah keduanya juga ada membahas polemik tanah di Jalan Eka Surya Dalam, perbatasan Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang. Bahwa di lahan tersebut akan didirikan rumah tahfiz quran, namun diduga terhalang penembokan yang telah dilakukan seorang pengembang bernama Makmur Wijaya.

Masalah tersebut diketahui sudah sampai ke telinga Sofyan Djalil maupun Gubsu Edy. Karena yang mendorong pendirian rumah tahfiz quran tersebut yakni, Almarhum Ustadz Tengku Zulkarnain, yang notebene sahabat Gubernur Edy Rahmayadi.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Edy mendukung penuh penyelesaian permasalahan tanah di Sumut. Menurut dia dengan selesainya permasalahan tanah di Sumut, pembangunan akan terus berjalan lancar. “Dengan selesainya ini (persoalan tanah), pembangunan akan berjalan khususnya infrastruktur, perumahan rakyat, perkebunan rakyat, ini akan jadi pendapatan daerah yang semakin meningkat,” ujarnya.

Turut hadir Kakanwil BPN Sumut, Dadang Suhendi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M Fitriyus, Asisten Administrasi Umum Hasmirizal Lubis, Kepala Dinas Kominfo Sumut, Irman Oemar, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Basarin Yunus Tanjung. (prn)

Kasus Covid Tinggi, 5 Kecamatan Disekat

SEKAT: Petugas kepolisian bersama unsur Kecamatan Medan Johor melakukan penyekatan di Jalan Karya Wisata dekat Komplek J-City, Rabu (11/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PEMKO Medan melakukan penyekatan di 5 kecamatan yang masuk zona merah atau dengan tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi, mulai Rabu (11/8). Penyekatan akan berlangsung selama seminggu ke depan hingga 18 Agustus 2021. Adapun 5 kecamatan tersebut yakni Kecamatan Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Helvetia, dan Medan Selayang.

SEKAT: Petugas kepolisian bersama unsur Kecamatan Medan Johor melakukan penyekatan di Jalan Karya Wisata dekat Komplek J-City, Rabu (11/8).

Pantauan Sumut Pos, salah satu jalan yang disekat adalah Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Medan Johor. Petugas Satgas Covid-19 memasang pembatas jalan di simpang Jalan Karya Wisata-Jalan AH Nasution, hingga simpang Jalan Karya Kasih, tak jauh dari Komplek J-City.

Camat Medan Johor, Zul Fachri Ahmadi mengatakan, penyekatan dilakukan karena wilayah Medan Johor menjadi salah satu penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Kota Medan. Karena itu, diharapkan masyarakat bisa mengerti dan memahami bahwa tujuan penyekatan untuk menekan angka penularan Covid-19. “Kecamatan Medan Johor urutan kedua. Dari hasil rapat bersama, dibuat penyekatan dengan bekerjasama kepolisian, Satpol PP, TNI, dan Dinas Perhubungan,” kata Zul Fakhri saat ditemui di lokasi penyekatan, Rabu (11/8).

Menurut dia, dipilihnya Jalan Karya Wisata untuk disekat karena terdapat pusat keramaian. “Kita juga telah melaksanakan PPKM setiap malam, tapi masyarakat tetap juga berkumpul dan nongkrong,” ujarnya.

Zul menyebutkan, saat ini angka kasus konfirmasi positif Covid-19 di Medan Johor mencapai 80 hingga 100 kasus baru perhari. Kasus penambahan ini belum pernah di bawah 40 kasus. Karenanya, Medan Johor menjadi zona merah di Kota Medan.

Selain itu, kata Zulfachri hingga kemarin, jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri di Medan Johor sebanyak 222 orang. Sedangkan jumlah warga yang meninggal akibat terpapar Covid-19, jumlahnya juga cukup tinggi. Ia menyebutkan, dalam sehari, ada satu hingga dua orang yang meninggal dunia di kecamatan tersebut. “Makanya saat ini perlu perhatian dan kesadaran masyarakat bahwa Covid-19 itu memang ada. Kurangi aktivitas di luar, patuhilah protokol kesehatan supaya cepat berakhir pelaksanaan penyekatan ini,” sebutnya.

Lebih lanjut Zul menyampaikan, selain penyekatan, pihaknya juga telah melakukan isolasi lingkungan. Ada dua lingkungan yang diisolasi di wilayahnya, yaitu Lingkungan 13 Kelurahan Pangkalan Masyhur dan Lingkungan 6 Kelurahan Kwala Bekala. “Minggu lalu kita juga telah lakukan isolasi di dua lingkungan, dan minggu ini dua lingkungan lagi,” bebernya.

Zul mengungkapkan, isolasi lingkungan dan penyekatan yang dilakukan di Jalan Karya Wisata Medan Johor akan diberlakukan hingga 18 Agustus mendatang. Nantinya, pos penyekatan akan dijaga aparat gabungan secara bergantian dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB dan dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.

Terkait adanya keberatan dari masyarakat mengenai penyekatan yang dilakukan, Zul menyatakan, itu hal yang wajar. Maka dari itu, diharapkan masyarakat mengerti kenapa dilaksanakan penyekatan tersebut. “Penyekatan ini bertujuan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Inilah upaya kita, mudah-mudahan masyarakat sadar dan paham bahwa yang kita lakukan ini bukan menzalimi masyarakat, tapi untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Medan Johor,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, penyekatan di wilayah Medan Johor mulai dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Penyekatan ini sempat membuat kemacetan dan masyarakat kecewa karena harus mencari jalan alternatif lain yang cukup jauh. Bahkan, para pengemudi ojek online (ojol) juga kecewa lantaran tidak bisa lewat. Namun, setelah sekitar 20 menit kemudian, para ojol dibolehkan lewat tetapi melintas sisi pinggir pembatas jalan. “Kalau dibatasi begini, kami para ojol jelas keberatan karena sulit melayani order. Kalau cari jalan lain, cukup jauh dan bisa-bisa dibatalkan order kami,” kata Indra, salah satu pengemudi ojol yang ditemui di lokasi.

Keberatan juga disampaikan wanita yang mengendarai mobil Toyota Rush warna putih. Wanita yang mengenakan hijab itu turun dari mobilnya dan langsung marah-marah kepada petugas berjaga di lokasi penyekatan. “Kok tiba-tiba ditutup jalan, ada apa ini? Saya warga sini (Medan Johor), bagaimana saya mau pulang. Tolong dibuka pak,” ucapnya dengan nada tinggi.

Mendengar itu, petugas memberi penjelasan kepada wanita tersebut terkait penyekatan jalan yang dilakukan. Petugas kemudian menyarankan agar memilih jalan alternatif. Namun, wanita itu tetap tidak terima dengan penjelasan yang disampaikan petugas. Karena kecewa dan kesal, wanita ini akhirnya memilih meninggalkan petugas dan masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan lokasi.

Lingkungan Zona Merah Bertambah

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring mengatakan, dalam satu pekan terakhir, terjadi penambahan sembilan lingkungan yang menjalani isolasi lingkungan. Bila sebelumnya ada 14 lingkungan di Kota Medan yang melakukan isolasi, kini bertambah menjadi 23 lingkungan. “Dari data yang ada, saat ini ada 23 lingkungan yang diisolasi dan saat ini sudah ditangani dengan serius oleh Kecamatan dan Kelurahan masing-masing dibantu aparat setempat,” papar Arjuna, Rabu (11/8).

Ke-23 lingkungan itu tersebar di 9 kecamatan di Kota Medan, yakni Medan Helvetia meliputi Lingkungan 6, 7, dan 9 Kelurahan Helvetia Timur; Lingkungan 2, 8, 17, dan 22, Kelurahan Helvetia Tengah: dan lingkungan 3 Kelurahan Cinta Damai.

Di Kecamatan Medan Tuntungan meliputi Lingkungan 11 Kelurahan Simpang Selayang dan Lingkungan 23 Kelurahan Mangga. Untuk Kecamatan Medan Polonia meliputi lingkungan 6, Kelurahan Suka Damai. Untuk Kecamatan Medan Tembung, isolasi lingkungan dilakukan di Lingkungan 7, Kelurahan Bantan Timur. Kecamatan Medan Johor, di Lingkungan 13 Kelurahan Pangkalan Mansyur, dan Lingkungan 6 Kelurahan Kwala Bekala.

Kecamatan Medan Area, isolasi lingkungan dilakukan di Lingkungan 5 dan Lingkungan 7 Kelurahan Pandau Hulu II. Di Kecamatan Medan Timur, Lingkungan 11 Kelurahan Gang Buntu, dan Lingkungan 6 Kelurahan Pulo Brayan Darat II. Sedangkan di Kecamatan Medan Denai, isolasi lingkungan dilakukan di Lingkungan 17. Dan di Kecamatan Medan Labuhan, isolasi dilakukan pada Lingkungan 13.

Menurut Arjuna, selama isolasi lingkungan dilakukan, seluruh warga yang menjalani isolasi mandiri di ruamahnya masing-masing telah ditangani dengan baik oleh pihak kecamatan, kelurahan dan lingkungan. Kemudian, sejak 15 Juli hingga 9 Agustus, sebanyak 34 orang masyarakat yang masuk dalam wilayah hukum Polrestabes Medan telah menjalani sidang tindak pidana ringan di Posko PPKM Kota Medan akibat melanggar protokol kesehatan, sedangkan 18 warga lainnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Terakhir, lanjut Arjuna, untuk total surat peringatan yang sudah dikeluarkan bagi pelaku usaha yang juga kedapatan melanggar prokes selama PPKM Darurat sampai Level 4, hingga saat ini Pemko Medan telah mengeluarkan 836 surat. (map/ris)

Covid-19 Tambah 1.472 Kasus, Meninggal 37 Orang, Zona Merah Jadi 8 Daerah

WAWANCARA: Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution diwawancarai wartawan di sela peresmian Isolasi Terpusat (Isoter) Asrama Haji Medan, Selasa (10/8) lalu. Bobby berjanji akan membawa Kota Medan keluar dari zona merah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Zona merah (risiko tinggi) penyebaran kasus Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) terus meningkat. Sebelumnya, hanya 5 kabupaten/kota yang masuk zona merah yaitu Kota Medan, Binjai, Deliserdang, Pematangsiantar, dan Dairi. Kini jumlahnya bertambah menjadi 8 daerah, setelah tiga daerah lainnya ditetapkan zona merah, yaitu Tapanuli Tengah, Karo, dan Asahan.

WAWANCARA: Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution diwawancarai wartawan di sela peresmian Isolasi Terpusat (Isoter) Asrama Haji Medan, Selasa (10/8) lalu. Bobby berjanji akan membawa Kota Medan keluar dari zona merah.

Zona merah tersebut berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia, yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 8 Agustus 2021. Berdasarkan zonasi itu juga, tercatat 21 kabupaten/kota di Sumut masuk dalam zona oranye (risiko sedang).

Adapun 21 daerah zona oranye itu, Pakpak Bharat, Samosir, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Nias, Toba, Padanglawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batubara, Padang Lawas, Gunungsitoli, Simalungun, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, dan Langkat. Sedangkan zona kuning (risiko rendah), jumlahnya masih tetap 4 daerah, yakni Nias Barat, Tapanuli Selatan, Nias Utara, dan Nias Selatan.

Sementara itu, berdasarkan update data kasus Covid-19 milik Kemenkes RI yang disampaikan BNPB Rabu (11/8), Sumut kembali memperoleh penambahan 1.472 kasus baru positif, sehingga akumulasinya naik dari 74.637 menjadi 76.109 orang. Dengan jumlah itu, Sumut juga tercatat menjadi Provinsi penyumbang terbanyak ketujuh dari 30.625 kasus baru nasional.

Untuk kasus sembuh, Sumut mencatatkan penambahan 683 orang, sehingga totalnya naik 47.004 menjadi 47.687 orang. Melalui jumlah itu, Sumut menjadi daerah ke-14 terbanyak yang menyumbangkan 39.931 kasus sembuh di Indonesia.

Kemudian, untuk kasus kematian, Sumut melakukan penambahan 37 orang, sehingga totalnya naik dari 1.737 menjadi 1.774 orang. Dari jumlah ini, Sumut tercatat menjadi daerah kesembilan terbanyak yang menyumbangkan total 1.579 kasus kematian di tanah air. Karena itu, saat ini kasus aktif Covid-19 Sumut mengalami lonjakan menjadi 26.648 dibandingkan dua hari sebelumnya yang masih di angka 25.065.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berharap, angka kasus Covid-19 di Sumut bisa turun. Untuk itu, diimbau kepada masyarakat mematuhi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Patuhi protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Selalu gunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Selain itu, kalau tidak ada kegiatan yang penting maka masyarakat tidak keluar rumah,” ujar Edy diwawancarai usai meresmikan tempat Isolasi Terpusat Asrama Haji Medan, Selasa (10/8).

Edy menyebutkan, semua kegiatan yang membuat kerumunan tidak diperkenankan, salah satunya acara pesta pernikahan. “Hasil kesepakatan kami (Forkopimda) tidak ada pesta pernikahan, tapi kalau akad nikah boleh. Namun, itu pun dibatasi orang yang hadir maksimal 25 orang,” ucapnya.

Dia menegaskan, apabila dilanggar atau masyarakat tetap menggelar pesta pernikahan, maka dengan terpaksa petugas Satgas Covid-19 Sumut akan membubarkan acara tersebut. “Tidak ada pesta-pesta pernikahan, terkhusus bagi 33 kabupaten/kota di Sumut. Tidak ada cerita level (PPKM) tentang pesta, karena level ini sebetulnya tidak bisa ditentukan dari daerah ke daerah lantaran semua daerah menyumbang kasus Covid-19. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mematuhi ini,” pungkasnya.

Bobby Janji

Wali Kota Medan Bobby Nasution berjanji akan membawa Kota Medan keluar dari zona merah secepatnya dan terlepas dari PPKM level 4. Untuk itu, Bobby mengaku telah melakukan berbagai upaya dan akan terus memaksimalkan berbagai kebijakan yang ada untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Beberapa diantaranya, menyediakan dan memaksimalkan fungsi Isolasi Terpusat (Isoter), vaksinasi, mengurangi mobilitas, dan menguatkan 3T (Tracing, Testing, dan Treatment).

Dikatakan Bobby, hal ini tentunya juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk kota-kota yang masih berstatus PPKM level 4. “Isolasi terpusat dan vaksinasi juga merupakan arahan Presiden Jokowi. Dan saat ini, Pemko Medan terus berupaya melakukannya sampai dengan ruang lingkup yang lebih kecil,” kata Bobby saat menghadiri peresmian Isoter Asrama Haji Medan, Selasa (10/8).

Diterangkan Bobby, saat ini Pemko Medan terus menggenjot vaksinasi hingga lingkup yang terkecil, yakni tingkat lingkungan. Artinya, setiap kepala lingkungan (Kepling) nantinya harus dapat memetakan rumah warga yang sudah divaksinasi maupun yang belum divaksinasi. “Kepling wajib memetakan rumah- rumah warga, yang hijau sudah divaksin dan yang merah belum divaksin. Sehingga nantinya akan kelihatan warga yang belum divaksin. Selain itu, vaksinasi massal juga akan kita kurangi,” terangnya.

Bobby juga mengungkapkan, saat ini angka kasus terpapar Covid-19 di Kota Medan mulai menurun. Namun begitu, masyarakat diminta agar tetap disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan. “Alhamdulillah hari ini (Selasa), kasus Covid-19 dibawah 400. Mudah-mudahan ini akan terus menurun, kita doakan bersama,” ungkapnya.

Dijelaskan Bobby, Pemko Medan akan memfokuskan tracing di 5 kecamatan dengan angka penyebaran Covid-19 tertinggi di Kota Medan. Selain itu, terkait dengan penyekatan, Pemko juga akan melihat sektor ekonomi di 5 wilayah tersebut. Jika nantinya setelah dilakukan operasi dan yustisi para pelaku usaha masih melanggar, maka akan dilakukan penyekatan jalan di wilayah tersebut. “Kalau nanti para pelaku usaha masih melanggar, maka wilayah itu akan disekat,” tegasnya.

Rencana Penggunaan Kapal Pelni Dimatangkan

Pemko Medan menggelar rapat koordinasi guna mematangkan rencana penambahan lokasi isolasi terpusat dengan menggunakan kapal PT Pelni, Rabu (11/8), di Ruang Rapat II kantor Wali Kota Medan. Dalam rapat yang dipimpin Plt Asisten Pemerintahan Setdako Medan, M Sofyan, dihadiri Asisten Umum Renward Paparat, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Belawan, Capt Jhonny Runggu Silahi, perwakilan Pelni, dan segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan itu, terungkap kapal yang akan digunakan sebagai tempat isolasi terpusat itu saat ini telah bersandar di Tanjung Priok.

Dalam rapat itu, perwakilan PT Pelni menyampaikan, kapal yang akan digunakan bernama Bukit Raya. Kapal yang dibangun 1994 itu didisain untuk kapal penumpang. Panjang kapal 99,80 meter, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 970.

Disebutkannya juga, sebelum bergerak ke Belawan, Kapal Bukit Raya tersebut harus disterilkan dulu. Untuk pembersihan ini memakan waktu dua hari. Sedangkan perjalanan dari Tanjung Priok ke Belawan diperkirakan memakan waktu dua sampai tiga hari.

Dalam rapat itu juga dibahas tentang Perjanjian Kerja Sama antara Pemko Medan dengan beberapa pihak, termasuk dengan Kemenhub dan PT Pelni untuk merealisasi isolasi terpusat ini. Disepakati pula dalam rapat itu, kapal Bukit Raya akan bergerak ke Belawan setelah Perjanjian Kerja Sama yang mengatur secara rinci tentang operasional isolasi terpusat ini ditandatangani para pihak. (ris/map)