Home Blog Page 3268

Blusukan ke Kawasan Jalan STM, Bobby Naik Motor Bagikan Sembako

NAIK MOTOR: Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengendarai sepeda motor, dengan membonceng Kadis Sosial Kota Medan, Endar Lubis, saat belusukan ke Jalan STM Medan, Rabu 28/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah banyaknya menerima laporan dari masyarakat Kota Medan mengenai penyaluran sembako yang tidak tepat sasaran, seusai menerima bantuan sembako dari Wilmar Grup, Bobby langsung belusukan ke rumah warga sekitar untuk memastikan bahwa warga yang berada di Gang Rahmat, Jalan STM, sudah menerima bantuan PPKM Wali Kota Medan, Rabu (28/7) pagi.

NAIK MOTOR: Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengendarai sepeda motor, dengan membonceng Kadis Sosial Kota Medan, Endar Lubis, saat belusukan ke Jalan STM Medan, Rabu 28/7).

Bobby belusukan dengan mengendarai sepeda motor. Tiba di lokasi, Bobby langsung membagi-bagikan sembako ke rumah-rumah warga tersebut. Bobby bergerak ke permukiman warga untuk membagi-bagikan sembako dengan membonceng Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis. Awalnya, Bobby tampak menghadiri serahterima bantuan PPKM level IV di gudang Dinas Perdagangan Medan di Jalan STM. Bantuan berupa sembako tersebut berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) Wilmar Group.

Adapun bantuan itu terdiri dari 20 ton beras dan 10 ribu liter minyak goreng untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Level IV di Kota Medan.

Setelah menerima bantuan itu, Bobby pun bergegas menaiki sepeda motor bersama Endar Lubis. Keduanya berboncengan menuju daerah belakang gudang tersebut, tepatnya di Jalan STM, Gang Rahmat, Kelurahan Sitirejo II, Medan Amplas.

Bobby kemudian berhenti di salah satu rumah masyarakat dan menemui masyarakat tersebut. Bobby pun sempat berbincang sembari membagi-bagikan sembako. Tak cuma sembako, Bobby juga tampak memberikan bantuan uang kepada kepada anak-anak warga di kawasan itu. Bobby berharap, uang tersebut dapat meringankan beban pulsa mereka untuk tetap bisa menggelar proses belajar secara daring.

Sebelumnya, Bobby mengatakan, Pemko Medan sedang membagikan 51 ribu lebih paket sembako kepada masyarakat Kota Medan yang terdampak PPKM Level IV. Tak cuma itu, Pemko Medan bahkan menambahkan bantuan tersebut menjadi 123.556 paket sembako.

Untuk itu, Pemko Medan akan memfokuskan pembagian 123.556 paket sembako yang diambil dari APBD Kota Medan itu terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan pembagian bantuan sembako dari Pemko Medan.

“Kita selesaikan dulu pembagian bantuan sembako dari Pemko Medan, baru disalurkan bantuan dari stakeholder untuk masyarakat. Dari 51 ribu jumlah paket yang saat ini tengah dibagikan, Pemko Medan menambahkan jumlah paketnya menjadi 123.556 paket. Paket yang bersumber dari APBD Medan ini akan kami segera selesaikan pembagiannya,” ucap Bobby.

Selain itu, kata Bobby, juga ada 88 ribu bantuan sosial yang anggarannya bersumber dari APBN, yakni dari Kementerian Sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).”Selain itu, bantuan dari APBN sebanyak 88 ribu paket sembako juga akan kami salurkan kepada masyarakat. Mudahan-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak,” Kata Bobby.

Bobby berharap, bantuan tersebut bisa meringankan beban warga saat diterapkannya PPKM Level IV. “Inilah nanti yang bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Medan. Mudah-mudahan membantu memudahkan kebutuhan sehari-hari dalam beberapa waktu ke depan selama masa PPKM level IV,” harapnya.

Bobby juga berharap, agar PPKM level IV di Kota Medan tidak lagi diperpanjang oleh pemerintah pusat. “Mudah-mudahan bisa berakhir (PPKM Level IV), gak diperpanjang lagi di Medan,” harapnya. (map/ila)

Medan akan Kembali Punya Cagar Budaya

DISKUSI: Penasehat KMS M-SU Peduli Lapangan Merdeka Medan, Prof Usman Pelly, saat berdiskusi dengan anggota koalisi di kediamannya Jalan Pelajar Ujung Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumatera Utara (KMS M-SU) Peduli Lapangan Merdeka Medan, mengajak seluruh warga kota untuk bergembira menyambut ibukota Provinsi Sumut yang kembali punya situs cagar budaya (CB).

DISKUSI: Penasehat KMS M-SU Peduli Lapangan Merdeka Medan, Prof Usman Pelly, saat berdiskusi dengan anggota koalisi di kediamannya Jalan Pelajar Ujung Medan, beberapa waktu lalu.

“Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas perkenan-Nya, kita masyarakat Kota Medan akan memiliki kembali Cagar Budaya, Lapangan Merdeka akan segera menjadi Cagar Budaya,” kata Penasehat KMS M-SU Peduli Lapangan Merdeka Medan, Prof Usman Pelly melalui pernyataan tertulisnya kepada Sumut Pos, Rabu (28/7).

Selaku ketua Tim Tujuh Medan Menggugat ini, mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada warga Kota Medan, atas doa dan usaha bersama ini sehingga Pengadilan Negeri Medan telah mengabulkan tuntutan warga supaya Lapangan Merdeka sebagai CB.

“Atas nama seluruh pendukung yang tertera dalam buku Lapangan Merdeka Medan, bapak Dirjen Kebudayaan, bapak Gubernur Sumut, ketua DHN 45 cq Pangkostrad dan pejabat-pejabat lainnya, serta para cendekiawan, guru besar, seniman, pelukis dan para jurnalis yang telah turut serta mengutarakan pendapat dan perhatiannya serta mereka yang datang mengirimkan karangan bunga ke PN Medan untuk mendukung agar hakim memutuskan permohonan warga untuk penetapan Lapangan Merdeka menjadi cagar budaya,” urainya.

Seperti diketahui, lanjut Pelly, keputusan resmi PN Medan memerintahkan wali Kota Medan untuk menetapkan Lapangan Merdeka menjadi CB, artinya mengabulkan gugatan para penggugat untuk sebahagian menyatakan bahwa tindakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum (nrechmatigeoverheidstaad). Karena itu pihak tergugat diperintahkan untuk menerbitkan penetapan Lapangan Merdeka sebagai CB melalui peraturan wali Kota Medan yang menetapkan secara tegas tanah LMM sebagai CB.

“Maka berdasarkan putusan atas gugatan perkara No.756/Pdt.6G/2020/PN MDN tersebut, wali kota selaku tergugat secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum akibat tidak menetapkan LMM sebagai CB,” tuturnya.

Tak lupa, pihaknya turut ucapkan terimakasih kepada Tim Kuasa Hukum dari LBH Humaniora yang diketuai Dr Redyanto Sidi, di mana telah memimpin tim penggugat dan juga majelis hakim PN Medan yang telah memutus gugatan yang bersejarah ini.

“Akhirnya kita masyarakat Kota Medan yang tetap mencintai perdamaian agar tetap membantu wali Kota Medan untuk mengembalikan LMM menjadi CB seperti yang kita dambakan sejak semula. Kita ketahui bahwa pekerjaan tersebut bukan pekerjaan yang enteng dan gampang, dia memerlukan ketekunan, waktu dan visi yang jauh ke depan. Karena itulah kerjasama seluruh masyarakat Medan dan wali kota sangat-sangat kita perlukan. Akhir kata, semoga dengan rida Tuhan Yang Maha Esa, LMM sebagai CB dapat menjadi kenyataan,” pungkasnya. (prn/ila)

MTQ ke-54 Langkat akan Digelar Terbatas

SERAHKAN: Plh Bupati Asahan, Jhon Hardi menyerahkan piala pemenang MTQ.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Langkat akan melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-54 tahun 2021 secara terbatas dan sederhana di Kecamatan Stabat, pada 20-24 September 2021.

Ilustrasi.

“MTQ tahun ini akan dilaksanakan secara terbatas,” ungkap Kabag Kesra H. Syahrizal mewakili Sekdakab Langkat, dr. H. Indra Salahuddin, pada rapat persiapan MTQ ke-54 tingkat Kabupaten Langkat, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Selasa (27/7)

Hal ini, kata Syahrizal, dikarenakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Jadi tujuannya, agar tidak menjadi penyebab penyebaran Covid-19.

“Apapun cabang MTQ yang dilaksanakan serta dimanapun acara diadakan, panitia menyediakan alat kesehatan demi kenyamanan bersama untuk memutus mata rantai Covid-19,” tegasnya.

Sedang tempat pelaksanaan MTQ, lanjut Syahrizal, awalnya diagendakan di Kecamatan Pematang Jaya, namun dialihkan di Kecamatan Stabat sebab masih berlangsungnya pandemi.

“Lokasinya, di aula perkantoran Pemkab Langkat dan gedung sekolah yang berada di sekitaran komplek perkantoran Pemkab Langkat,” sebutnya.

Syarizal berharap nantinya pelaksanaan MTQ berjalan lancar meski diselenggarakan di tengah situasi pandemi. “Mari jaga aman, jaga iman dan jaga imun,”katanya.

Diketahui MTQ ke-54 ini mengambil tema mewujudkan insan yang qur’ani dan tangguh dimasa pandemi menuju Langkat maju, sejahtera dan religius.

Rencana penetapan lokasi kegiatan dia ntaranya :Dinas PU PR untuk cabang tilawah dewasa dan remaja. Dinas Perindag untuk tilawah anak dan tartil. Kemenag untuk cabang Syarhil Qur’an.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk cabang Hafiz 20 dan 30 juzz. Bappeda untuk cabang Tilawah 1 juzz. Kesbangpol untuk cabang Tilawah 5 juzz. Disdukcatpil untuk cabang hafiz 10 juzz, SMP N 5 Stabat untuk cabang khattil qur’an. (yas)

13.324 KK Masyarakat Binjai akan Dapat Bantuan Beras

BERIKAN: Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Binjai, Sutan Harahap saat memberikan bantuan beras 10 kg kepada masyarakat.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah bersama unsur forkopimda menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial kepada masyarakat di Kantor Pos, Jalan Sutomo, Binjai Utara, Rabu (28/7). Bantuan tersebut diberikan kepada mereka yang terdampak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

BERIKAN: Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Binjai, Sutan Harahap saat memberikan bantuan beras 10 kg kepada masyarakat.

Kepala Kantor Pos Binjai, Waznal Fuadi mengatakan, ada 13.324 keluarga penerima manfaat. Rinciannya, kategori program keluarga harapan sebanyak 5.687 keluarga dan kategori bantuan sosial tunai sebanyak 7.637 keluarga.

“Masing-masing penerima mendapat 10 kilogram beras dan sejumlah uang tunai,” kata dia.

Wali Kota Binjai menambahkan, penyaluran bantuan dari Kemensos sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2021. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak pandemi.

“Hari ini akan diserahkan secara simbolis bantuan sosial tunai dari kementerian sosial kepada masyarakat Kota Binjai,” ujar Wali Kota.

Dia menambahkan, bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu meringankan beban warga di saat pandemi. Dalam kondisi ekonomi yang belum pulih, maka bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan pokok serta mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

“Semoga bantuan ini dapat membantu dan mengikuti kebijakan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran covid-19,” tandasnya. (ted/han)

PAN Sumut Ajak PW Muhammadiyah Bersinergi Berdayakan Umat

DIABADIKAN: Ketua DPW PAN Sumut, Ahmad Fauzan Daulay dan pengurus diabadikan bersama PW Muhammadiyah dipimpin Prof Hasyimsyah Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPW PAN Sumut mengajak Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut, terus bersinergi dalam memberdayakan umat dengan cara sama-sama menyukseskan program keumatan yang digulirkan Muhammadiyah. Ajakan itu disampaikan Ketua DPW PAN Sumut Ahmad Fauzan Daulay SE, saat memimpin audiensi pengurus PAN ke Kantor PW Muhammadiyah Sumut di Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (28/7).

DIABADIKAN: Ketua DPW PAN Sumut, Ahmad Fauzan Daulay dan pengurus diabadikan bersama PW Muhammadiyah dipimpin Prof Hasyimsyah Nasution.

Kehadiran Ketua DPW PAN Sumut yang didampingi Sekretaris Hendra Cipta dan pengurus harian lainnya Ihsan Rambe, M Gandhi Faisal Siregar, Kuat Surbakti, Rudi Alfahri Rangkuti, Agus Salim Ujung, Ahmad Khairuddin, Mora Harahap, Suartono, Jahidin Daulay, diterima Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof Dr Hasyimsyah Nasution, Sekretaris Irwan Syahputra MA, dan jajaran pengurus lainnya.

Terkait pentingnya sinergi tersebut, Fauzan selaku pimpinan partai telah meminta semua anggota Fraksi PAN DPRD Sumut agar selalu peduli dan berbuat optimal untuk membantu menyukseskan program program Muhammadiyah. “DPW PAN Sumut juga akan terus mendorong para pimpinan partai di kabupaten/ kota di Sumut untuk menjalin kerja sama dan bersinergi dengan Muhammadiyah di daerah masing-masing,” ujarnya.

Lebih jauh Fauzan mengatakan, sejak kelahirannya, kader-kader PAN sudah tidak asing lagi dengan Muhammadiyah. Antara PAN dengan Muhammadiyah tidak mungkin bisa dipisahkan, karena secara historis kelahiran PAN dibidani oleh tokoh Muhammadiyah.

Terbukti, saat ini sekitar 50 persen pengurus DPW PAN Sumut merupakan kader Muhammadiyah. “Selain itu, banyak pimpinan PAN di daerah juga berasal dari keluarga besar Muhammadiyah,” ungkap Fauzan.

Sementara, Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Prof Hasyimsyah Nasution menyatakan, pihaknya merasa gembira sekaligus menyambut positif kunjungan pimpinan dan jajaran pengurus DPW PAN Sumut di bawah kepemimpinan Ahmad Fauzan Daulay.

Prof Hasyimsyah juga mengapresiasi ajakan DPW PAN Sumut untuk bersinergi dalam menyukseskan program Muhammadiyah. “Insya Allah kami akan segera mengundang anggota Fraksi PAN DPRD Sumut secara khusus untuk mendiskusikan hal-hal yang memungkinkan untuk disinergikan tersebut,” ujarnya.

Prof Hasyimsyah Nasution menambahkan dirinya secara pribadi juga sudah mengenal pimpinan DPW PAN Sumut dan sejak awal pembentukan PAN di Sumut, dirinya pernah diminta memimpin PAN, namun dirinya lebih memilih fokus di Muhammadiyah. “Jadi, secara emosional dan historis, Muhammadiyah dan saya pribadi juga memiliki kedekatan khusus dengan PAN,” kata Hasyimsyah seraya mengharapkan kedekatan PAN dengan Muhammadiyah tidak saja perlu dijaga, tapi harus ditingkatkan. (adz)

Pangkalan Brandan Diproyeksi Menjadi Kota Batik

BERSAMA: Wabup Langkat, Syah Afandin foto bersama Dirut PT Gemilang Nusa Kreasindo, Dhany Rose.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pangkalan Brandan direncanakan menjadi Kota Batik. Dengan begitu Kabupaten Langkat ke depannya akan memiliki Kampung Batik.

BERSAMA: Wabup Langkat, Syah Afandin foto bersama Dirut PT Gemilang Nusa Kreasindo, Dhany Rose.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

Rencana itu disampaikan Dirut PT Gemilang Nusa Kreasindo, Dhany Rose saat beraudiensi dengan Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Wabup Langkat, H.Syah Afandin, di Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (28/7)

Dhany mengatakan, pihaknya akan menggelar pelatihan pembuatan batik serta galeri batik di Pangkalan Brandan. Tepatnya, berlokasi di Jalan Arnan Desa Paya Kiri Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. “Kegiatan ini, rencananya akan diselenggarakan pada 13 Agustus 2021 mendatang,” sebutnya.

Pihaknya sebelum itu berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat Brandan dan sekitar, agar mau mengikuti pelatihan tersebut.

Tujuannya, guna memajukan SDM Kota Brandan khususnya kaum ibu, agar memiliki ketrampilan yang menunjang penghasilan keluarga.

“Semoga dengan pelatihan ini, Langkat ke depan memiliki Kampung Batik Khas Langkat,” ujarnya.

Atas rencana ini, Dhany berharap, mendapatkan dukungan dari Pemkab Langkat atas pencanangan menjadikan Pangkalan Brandan Kota Batik.

Sementara Wabup Langkat, H.Syah Afandin mengapresiasi pencanangan tersebut. Pemkab Langkat melalui Dinas terkait akan mendukung semaksimal mungkin, untuk kesuksesan Langkat memiliki Kampung Batik.

Terimakasih atas rencana ini, semoga Langkat semakin maju dan meningkat SDM nya. “Sembari menghimbau, agar masyarakat Langkat khususnya kaum ibu mengikuti pelatihan ini, agar Langkat banyak memiliki pengerajin batik yang bisa diandalkan.,”pungkasnya. (yas)

RSUD Djoelham Belum Musnahkan Obat Kedaluarsa

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Manejemen Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Kota Binjai belum memusnahkan obat kedaluarsa sejak tahun 2014 senilai Rp1 miliar lebih.

Hal tersebut terungkap dari Laporan Hasil Pemeriksaan tahun 2020 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sumatera Utara. BPK Sumut menilai, penatausahaan persediaan obat pada RSUD Djoelham belum tertib.

Dalam LHP BPK Sumut, RSUD Djoelham menganggarkan Rp10.100.105.061 pada 2019. Dari jumlah ini, RSUD Djoelham membelanjakan obat sebesar Rp7.517.461.103.

Hasil pemeriksaan pada gudang farmasi di rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai pada 5 Februari 2021, ditemukan 110 jenis obat kedaluarsa senilai Rp465 juta. Obat yang sudah habis masa waktunya ini juga belum dimusnahkan.

Sementara pada 2020, RSUD Djoelham menganggarkan Rp10.130.313.118. Dari jumlah ini, RSUD Djoelham membelanjakan obat sebesar Rp7.869.914.429.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK Sumut, terdapat 133 jenis obat yang kedaluarsa. Ironisnya, obat senilai Rp1.090.324.059 yang dinyatakan kedaluarsa sejak tahun 2014. Direktur RSUD Djoelham Binjai, dr David Tambun mengakui adanya obat kedaluarsa yang belum dimusnahkan. “Ya, memang ada temuan terkait dengan obat kedaluarsa ini,” ujar dia ketika dikonfirmasi, Rabu (28/7).

Atas temuan ini, orang nomor satu di RSUD Djoelham dinilai menabrak Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016. David bilang, obat kedaluarsa belum dimusnahkan karena harus melewati sejumlah proses terlebih dahulu.

Meski sejak 2014 obat kedaluarsa, kata dia, proses pemusnahannya membutuhkan anggaran. “Harus melewati proses yang ada terlebih dahulu. Apalagi, kita juga butuh dana untuk melakukan pemusnahan,” ujar dia.

Namun, David menepis kalau obat kedaluarsa disimpan bersamaan dengan obat siap edar. Dia menegaskan, obat kedaluarsa ini disimpan di tempat berbeda dan tidak digunakan.

“Kita pastikan tidak ada yang digunakan obat-obatan yang sudah kedaluwarsa itu,” jelas dia.

Pun demikian, David bilang, pihaknya menganggarkan untuk pengadaan obat-obatan tiap tahun. Namun entah bagaimana, masih ditemukan obat kedaluarsa yang belum dimusnahkan sejak tahun 2014.

“Iya, setiap tahun kita belanja obat. Karena sesuai dengan kebutuhan yang ada,” tandasnya. (ted/han)

Minta 2 Juta Dosis, Dikirim Cuma 14.500 Dosis

KAWAL: Personel Brimob Polda Sumut mengawal distribusi vaksin Covid-19 dari terminal kargo Bandara Kualanamu Internasional, Deliserdang, menuju gudang Dinkes Sumut, di Jalan HM Yamin Medan, Selasa (27/7) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam dua pekan terakhir, stok vaksin Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kian menipis. Karenanya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) menyurati Pemerintah Pusat agar segera mengirim vaksin ke Sumut.

KAWAL: Personel Brimob Polda Sumut mengawal distribusi vaksin Covid-19 dari terminal kargo Bandara Kualanamu Internasional, Deliserdang, menuju gudang Dinkes Sumut, di Jalan HM Yamin Medan, Selasa (27/7) sore.

Permintaan tersebut langsung ditangapi pemerintah pusat. Sayangnya, dari 2 juta dosis yang diminta Pemprov Sumut, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hanya mengirimkan 3 koli dengan isi 14.500 dosis.

Vaksin tersebut telah tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Selasa (27/7) sore. Dengan pengawalan ketat personel Brimob Polda Sumut bersenjara lengkap vaksin Astra Zeneca langsung dibawa menuju gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Sumut, Jalan Prof M Yamin Medan.

“Vaksin tiba di Terminal Kargo pada pukul 16.00 WIB. Vaksin dibawa dengan menggunakan pesawat Garuda GA-118 dan langsung bergerak menuju Gudang Farmasi Dinkes Pemprovsu dengan pengawalan ketat oleh personel Brimob,” kata Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Heriyono.

Dikatakannya, pengawalan tersebut dipimpin Wakasubden Jibom Detasemen Gegana Iptu Budi Setiawan dan dalam pengawalan vaksin, kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. “Vaksin tiba di Gudang Farmasi Dinkes Pemprov Sumut pada pukul 17.10 WIB, dan diterima Ibu Hotma Naibaho dan Bapak Reza selaku pembantu pengurus barang Gudang Farmasi Dinkes Pemprovsu,” ungkap Kompol Heriyono.

Vaksin ini, lanjutnya, akan di data oleh Dinkes dan selanjutnya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang akan menerima vaksinasi. “Nantinya akan dibagi sesuai dengan instruksi oleh Pemerintah pusat agar masyarakat mendapatkan vaksinasi sebagai antibodi pencegahan Covid-19,” pungkasnya.

Tepisah, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah ketika dikonfirmasi terkait stok vaksin corona di Sumut yang menipis, mengakui memang ada keterlambatan dalam distribusi vaksin tetapi tetap berlanjut terus. “Masalah vaksin bukan karena stok minim. Vaksin inikan datangnya bergulir terus, karena dari pemerintah pusat akan dibagi ke seluruh provinsi. Jadi, bukan stok yang minim, tetapi setiap masuk langsung didistribusikan. Kita memang tidak stok, kita habiskan sesuai dengan kebutuhan yang akan divaksin,” ungkapnya ketika diwawancarai saat menghadiri kegiatan vaksinasi Covid-19 di kawasan Medan Perjuangan, Rabu (28/7).

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk segera mendapat kiriman vaksin Covid-19 tambahan. Agar program vaksinasi tetap bisa berjalan. Edy mengaku, vaksin Covid-19 dari Kemenkes dalam proses pengiriman dari Jakarta. “Vaksin nanti dikirim dari Jakarta. Lagi proses pengiriman. Vaksin belum tahu saya jumlahnya. Rencana sebanyak banyaknya,” ucap Edy, Senin (26/7).

Saat itu Edy menyebut, realisasi vaksinasi di Sumut baru mencapai 13 persen. Sehingga Sumut masih membutuhkan banyak vaksin Covid-19, agar semua warga Sumut bisa tervaksinasi. Semakin banyak banyak masyarakat yang disuntikkan vaksin maka besar kemungkinan tercapai kekebalan imunitas kelompok (herd immunity). “Kita kan sekarang baru 13 persen. Berarti masih butuh banyak lagi,” kata Edy.

Masih 30 Persen

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini jumlah vaksin Covid-19 di Indonesia baru terpenuhi sebanyak 30 persen dari total yang dibutuhkan. Kebutuhan vaksin Covid-19 Indonesia itu sendiri adalah 426,5 juta dosis. “Yang baru kita terima dari produsen vaksin 150 juta dosis. Baru 30 persen dari kebutuhan kita,” kata Nadia, Rabu (28/7).

Nadia mengatakan, saat ini sebanyak 64 juta dosis vaksin sudah diberikan kepada masyarakat. Kemudian, terdapat 5 juta dosis vaksin yang sudah terdistribusi untuk disuntikkan. “Sementara sisanya masih dalam proses untuk menjadi vaksin jadi dan mengalami proses quality control sebelum didistribusikan,” ujar Nadia.

lanjut Nadia menjelaskan, sisa dosis vaksin yang dibeli akan dikirimkan secara bertahap hingga Desember 2021 nanti. Diharapkan pada waktu itu, total kebutuhan dosis vaksin bisa terpenuhi seluruhnya.

Adapun untuk vaksin-vaksin di daerah yang mengalami kekurangan, pihaknya sudah mulai mendistribusikannya. Pasalnya saat ini di beberapa daerah banyak masyarakat yang sudah disuntik dosis pertama, tetapi belum mendapat suntikan dosis kedua karena ketersediaan vaksin yang tidak ada. “Nanti segera kita sudah mulai distribusi untuk penyuntikan dosis kedua,” ucap Nadia. Sebelumnya, pemerintah menargetkan agar vaksinasi Covid-19 dapat rampung pada Agustus 2021. Baca juga: Kemenkes: Vaksin AstraZeneca 92 Persen Efektif Cegah Risiko Dirawat di RS Akibat Varian Delta Pemerintah juga menargetkan vaksinasi Covid-19 dilakukan kepada 181,5 juta penduduk atau 70 persen dari populasi penduduk Indonesia. Hal tersebut ditujukan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan komunitas dalam menghadapi pandemi Covid-19. (mag-1/bbs)

Varian Delta Plus Ditemukan di Jambi dan Mamuju, Lebih Cepat Menular dan Bergejala Berat

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menemukan jenis varian baru Virus Corona di Indonesia, yaitu varian Delta Plus. Varian yang memiliki nama lain B.1.617.2.1 atau AY.1 ini ditemukan di Jambi dan Mamuju, Sulawesi Barat. Varian ini merupakan mutasi turunan dari Virus Corona varian Delta yang masuk variant of concern WHO, karena sifatnya yang mudah menular dan menimbulkan gejala berat.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jambi, Nirwan Satria kaget saat mendapatkan kabar varian Delta Plus ditemukan di daerahnya. Berdasarkan informasi yang dia terima, varian ini memiliki kemampuan tingkat penularan yang lebih cepat.

“Jujur kami kaget bahwa varian Delta Plus itu munculnya di Jambi,” kata Nirwan dalam konpers mengenai update kondisi dokter oleh Tim Mitigasi IDI yang digelar secara virtual, Rabu (28/7).

Mulanya, menurut Nirwan, laju penularan kasus Covid-19 di Provinsi Jambi mengalami kenaikan signifikan. Pada 18 Juli lalu, kata Nirwan, tiba-tiba positif Covid-19 meningkat menjadi 442 kasus dalam satu hari.

Padahal, pada hari-hari sebelumnya rata-rata kasus harian di Jambi berada di bawah 100 kasus. “Biasanya rata-rata kami di bawah 100, itu pada 18 Juli tiba-tiba naik menjadi 442 orang kasus positifnya,” kata Nirwan.

Mulanya Nirwan merasa heran mendapati kasus Covid-19 di wilayahnya melonjak tajam. Beberapa waktu kemudian, ia mengetahui bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan genome sequence, ternyata ditemukan varian Delta Plus di wilayahnya. “Polanya inikan meningkat terus, dipikir apa masalahnya meningkat? Nah, dari Kemenkes biasanya ada genome sequence, diekstrak ternyata muncullah (Delta Plus),” ujarnya.

Nirwan mengatakan, temuan varian Delta Plus ini disampaikan salah satunya oleh Ketua Eijkman Profesor Amin Soebandrio. Hingga saat ini, Nirwan mengatakan pihaknya belum mengetahui jumlah pasien yang terpapar varian tersebut, di mana mereka dirawat, serta bagaimana kondisinya. “Jujur kami tidak punya data detail begitu, tapi kami infokan bahwa di Jambi sudah masuk varian Delta Plus, sama dengan di Mamuju,” jelas Nirwan.

Meski demikian, Nirwan menyebut saat ini jumlah kasus positif di wilayahnya menurun menjadi sekitar 200 kasus per hari. Virus corona varian delta plus adalah jenis teranyar dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Varian ini disebut-sebut sudah menyebar di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengungkapkan, ada tujuh pasien di RS Raden Mattaher yang telah terkomfirmasi virus corona varian delta. Dari jumlah itu, dua orang terjangkit varian AY.1 atau varian delta plus. “Kita akan lakukan pelacakan segera terhadap pasien yang terserang varian delta,” kata Johansyah melalui sambungan telepon, Rabu (28/7).

Ia mengatakan, informasi terkait Covid-19 varian delta ini sudah diterima Pemprov Jambi pada Selasa (27/7) kemarin. Kasus ini ditemukan saat RS Raden Mattaher mengirimkan 454 sampel ke Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pada akhir Juni lalu. Dari tujuh pasien yang positif varian delta ini, menurut Johansyah, dua orang terjangkit varian AY.1 atau delta plus dan lima orang terserang varian AY.3.

Sudah Sembuh

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, tiga pasien yang positif Covid-19 dari varian delta plus atau AY.1 sudah sembuh. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, tiga kasus Covid-19 akibat varian delta plus ini terdeteksi di dua provinsi, yaitu dua kasus di Jambi dan satu kasus di Sulawesi Barat. “Sehat, kan sampelnya diambil satu bulan lalu,” kata Nadia, Rabu (28/7).

Nadia mengatakan, tiga kasus tersebut ditemukan pada Bulan Juli ini, karena sampel yang diperiksa diambil pada Bulan Juni. Selain itu, ia mengatakan, kasus Covid-19 dari varian delta plus terjadi karena adanya transmisi lokal. “Ini karena transmisi lokal,” ujar dia.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan, varian delta plus ini masuk kategori variant of concern (VoC) sama seperti varian delta B.1.617.2. Bahkan, keduanya memiliki kecepatan penularan yang sama. “Ini masuk VoC ya. Tidak ada (perbedaan), hanya mutasi spike-nya saja, (kecepatan penularan) sama,” ucap Nadia.

Lantas, apa perbedaan varian Delta dengan Delta Plus?

Menurut Kepala Ilmuwan WHO Dr Soumya Swaminathan dalam Twitter resmi WHO, varian Delta pertama kali terdeteksi di India, dan tercipta akibat gabungan mutasi. Sehingga menyebabkan varian tersebut menjadi lebih menular dibandingkan virus aslinya.

Varian tersebut disebut dua kali lebih menular dari virus corona biasa. Artinya, apabila seseorang terpapar varian ini, mereka mungkin punya lebih banyak viral load atau muatan virus.

Menurut Soumnya, viral load atau muatan virus tersebut dapat lebih mudah menularkan ke orang lain. “Kemungkinan satu orang tidak hanya dapat menularkan virus ke dua orang, tetapi dapat menularkan virus ke empat, enam, atau bahkan delapan orang,” kata Soumya seperti yang dikutip dari Twitter, Rabu (28/7).

Sedangkan Delta Plus, menurut Soumnya lebih berbahaya dibandingkan varian Delta. Hal ini dikarenakan varian ini memiliki mutasi lain, yang juga terlihat pada varian Betta yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan dan Gamma dan pertama kali teridentifikasi di Brasil. Itulah sebabnya mengapa ada penyematan kata plus di belakang namanya.

“Disebut plus karena memiliki mutasi lain, yang juga terlihat pada varian Beta dan gamma, yang berpotensi juga berdampak pada pembunuhan antibodi virus. Jadi ada sedikit kekhawatiran bahwa strain ini mungkin menjadi lebih mematikan karena resisten terhadap vaksin dan obat,” kata Soumya.

Lalu, apa perbedaan gejala yang dirasakan penderita varian Delta dan Delta Plus? Adapun gejala yang dari Varian Delta yakni, Demam, Batuk, Kehilangan penciuman atau rasa, Sakit tenggorokan, Nyeri otot, Diare,dan Mual. Sedangkan gejala dari Varian Delta Plus yakni, Batuk, Diare, Demam, Sakit kepala, Ruam kulit, Perubahan warna jari tangan dan kaki, Nyeri dada, dan Sesak napas. Gejala lain yang teridentifikasi oleh para ahli dan dikaitkan dengan varian ini adalah, sakit perut, mual dan kehilangan nafsu makan.

Sementara itu, ahli virologi Louisiana State University, Jeremy Kamil menyatakan sejauh ini belum ada studi yang secara spesifik membahas corona varian delta plus.Begitu pula untuk efektivitas vaksin. Peneliti masih terus mengkaji efektivitas vaksin terhadap corona varian delta plus. Studi pada varian delta sebelumnya, vaksin terbukti bisa membantu meringankan kondisi Covid-19.

Dikutip dari Medical News Today, vaksin Pfizer dan AstraZeneca sangat efektif mencegah varian delta. Vaksin Pfizer memiliki efektivitas 96 persen dan AstraZeneca 92 persen setelah dosis kedua. Orang-orang yang belum divaksin juga lebih rentan terkena virus corona varian delta.(kps/cnn/cnbc/bbs)

Asrama Haji dan Wisma Atlet Disulap jadi RS Darurat

ASRAMA HAJI MEDAN: Salah satu gedung baru di Asrama Haji di Komplek Asrama Haji, Jalan AH Nasution Medan. Gubsu berencana memindahkan Asrama Haji Medan ke Kawasan Kualanamu, sedangkan Balai Kota dipindahkan ke Asrama Haji Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara, masih belum terkendali hingga saat ini. Bahkan Sumut masuk dalam 5 besar di luar Pulau Jawa dan Bali. Mengantisipasi keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate(BOR), Pemprov Sumut mempersiapkan 1.000 tempat tidur di Asrama Haji dan Wisma Atlet sebagai lokasi menampung pasien Covid-19.

Asrama Haji di Komplek Asrama Haji, Jalan AH Nasution Medan.

MENURUT Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) untuk penanganan pasien Covid-19 di Sumut saat ini mencapai 65 persen. Kemudian tingkat keterisian kamar ICU penanganan Covid sebesar 59 persen. Karena itu, Wakil Gubernur Musa Rajekshah mengatakan, Pemprov Sumut akan menyiapkan rumah sakit darurat untuk penanganan Covidn

“Sedang mempersiapkan rumah sakit darurat isolasi Covid terpusat untuk 1.000 tempat tidur tahap pertama,” kata Musa Rajekshah kepada wartawan usai Rapat Koordinasi PPKM Level 4 di Luar Jawa Bali secara virtual, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (28/7).

Wagubsu yang karib disapa Ijeck ini menargetkan, persiapan Asrama Haji dan Wisma Atlet di Jalan Wiliem Iskandar/Jalan Pancing Medan, rampung dalam dua pekan ini. “Target kita paling lama mudah-mudahan dua minggu ini sudah selesai. Asrama Haji dan Wisma Atlet,” kata Ijeck.

Menurutnya, persiapan ini sebagai langkah antisipasi saja. Penekanannya, seluruh lapisan masyarakat mesti disiplin dan taat dengan protokol kesehatan (prokes). “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus ada kesadaran masyarakat untuk menjaga prokes. Harus ada kesadaran masyarakat menjaga kesehatan imun dia juga, serta vaksin. Kita paham kondisi ini sulit, banyak masyarakat kita yang mencari nafkah untuk makan hari ini,” katanya.

Karenanya dalam rakor yang turut diikuti lima provinsi di luar Jawa dan Bali, lanjut Ijeck, pemerintah saat ini sedang menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. “Kami juga imbau kepada masyarakat berpenghasilan lebih, untuk membuat kegiatan sosial di lingkungannya masing-masing. Bagi pengusaha-pengusaha, organisasi-organisasi, bantulah masyarakat kita yang masih banyak kekurangan baik bantuan sembako, nasi bungkus gratis dan bentuk lainnya. Supaya juga pemerintah terbantu karena kami ada keterbatasan,” ajaknya.

Mengenai jaring pengaman sosial (JPS), Ijeck menyebut sesuai arahan pihak Kejagung bahwa seluruh kepala daerah jangan ragu untuk segera menyalurkannya.

“Selama tidak ada niat tertentu, Kejagung melalui Jamintel dalam rakor tadi bilang tak usah ragu-ragu bagi kepala daerah, salurkan saja selama tidak ada niat tertentu. Dan sekarang (sembako beras) itu sudah berjalan,” ujarnya.

Diakui Ijeck, mengenai penyaluran dana bansos ini memang menjadi penekanan pemerintah pusat. Lalu soal ketersediaan tempat tidur sebagai upaya persiapan lonjakan pasien Covid. Yakni untuk Sumut, sebutnya, tingkat BOR sudah mencapai 60 persen dan ruang ICU sudah 59 persen. “Lalu tindaklanjut dari PPKM di daerah kita, yakni Kota Medan (masih) level IV, 22 kabupaten/kota level III, dan sisanya di level II,” katanya.

Selain Sumut, ada Kaltim, Sumbar, NTT, dan Papua sebagai peserta rakor virtual, mengingat lima provinsi tersebut kini menjadi perhatian pemerintah pusat atas lonjakan kasus Corona yang terjadi belakangan ini, diluar Pulau Jawa dan Bali. “Namun inikan fluktuatif ya, setiap hari perkembangannya dinamis, selain lima provinsi tersebut ada juga sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia. Maka dari itu kita imbau agar masyarakat selalu disiplin prokes 5M,” sebutnya.

Adapun tindaklanjut PPKM ini, imbuh Ijeck, akan ada sejumlah bantuan dari Kemenko Perekonomian. Yakni program kartu sembako, subsidi internet, diskon listrik, kartu prakerja, bantuan beras, dan bantuan UMKM. “Kita berterimakasih kepada bapak presiden melalui Kemenko Perekonomian, Bapak Airlangga Hartanto, karena memang selama ini kita tau bagaimana sulitnya masyarakat selama PPKM ini,” katanya.

Melalui bantuan itu, menurutnya, menjadi satu solusi dan harapan masyarakat atas kehadiran pemerintah di masa sulit seperti ini. Kepada bupati dan wali kota di Sumut, Ijeck ingatkan sesuai instruksi Gubsu Edy Rahmayadi dua hari yang lalu, untuk segera menyalurkan bantuan melalui APBD-nya masing-masing.

“Data benar-benar supaya dalam pendataannya tidak salah sehingga tepat sasaran. Kita pastikan Insyaallah Sumut siap untuk pembagian itu dan kita serahkan (datanya) ke pusat untuk mendapat bantuan itu. Semua tergantung kita, berapa data yang masuk. Berbeda bantuan untuk (masyarakat terdampak) di level IV dengan level III. Memang yang paling besar untuk daerah yang level IV. Harapannya selain bantuan pusat, ada juga penyerapan dana bansos di kabupaten dan kota,” pungkasnya.

5 Daerah Masih Zona Merah

Hingga saat ini, lima daerah di Sumatera Utara (Sumut) belum mampu keluar dari zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19. Kelima kabupaten kota itu adalah Medan, Deliserdang, Karo, Dairi, dan Padangsidimpuan. Status zona merah lima wilayah tersebut, berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko. Data ini diperbaharui per 25 Juli.

Peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya. Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir. Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.

Dari zonasi itu juga, tercatat 23 kabupaten/kota di Sumut masuk dalam zona oranye (risiko sedang). Jumlah ini sedikit menurun dibanding dengan hasil zonasi pada minggu sebelumnya. Adapun 23 daerah zona oranye itu, Pakpak Bharat, Samosir, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Tapanuli Tengah, Toba, Sibolga, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas, Gunungsitoli, Tapanuli Selatan, Simalungun, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Binjai, Tapanuli Utara, Langkat, Asahan, dan Pematangsiantar.

Untuk zona kuning (risiko rendah) berjumlah 5 daerah, yaitu Nias Barat, Nias, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, dan Nias Selatan. Jumlah zona kuning ini meningkat 2 daerah dari minggu sebelumnya sebanyak 3 kabupaten. Sedangkan zona hijau (tidak ada kasus) di Sumut, jumlahnya tetap bertahan seperti minggu lalu yaitu nol.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenkes RI yang disampaikan BNPB, penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut masih terus mengalami kenaikan signifikan. Sumut tercatat memperoleh 1.588 kasus baru positif, pada Rabu (28/7). Dengan penambahan tersebut, membuat total kasus Covid-19 Sumut naik dari 54.499 menjadi 56.087 orang. Sumut juga menjadi provinsi terbanyak kedelapan dalam menyumbangkan 47.791 kasus baru nasional.

Untuk angka kesembuhan, Sumut bertambah 535 kasus baru, sehingga akumulasinya naik dari 38.784 menjadi 39.319 orang. Namun Sumut hanya menjadi daerah ke-14 terbanyak yang menyumbangkan 43.856 kasus sembuh di Indonesia. Lalu untuk kasus kematian, Sumut kembali menambah 23 kasus baru, sehingga membuat akumulasinya naik menjadi 1.427 orang sekaligus menjadi provinsi terbanyak ke-11 yang menyumbangkan 1.824 angka kematian di tanah air. Karena itu, melalui data tersebut maka saat ini kasus aktif Covid-19 Sumut juga kembali melonjak dari 14.311 menjadi 15.341 orang. (prn/ris)