Home Blog Page 3348

Penyebaran Covid-19 Meningkat di Karo, Acara Pesta dan Ibadah Ditiadakan Sementara

RAPAT: Pemkab Karo dan jajaran menggelar rapat kordinasi terkait meningkatnya laju penyebaran Covid-19.solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Perkembangan kasus penyebaran positif Covid-19 di Kabupaten Karo, khususnya di Kecamatan Kabanjahe, Berastagi dan Tiga Panah, terus mengalami peningkatan. Terhitung 15 Juli mendatang, acara ibadah dan pesta untuk sementara ditiadakan.

RAPAT: Pemkab Karo dan jajaran menggelar rapat kordinasi terkait meningkatnya laju penyebaran Covid-19.solideo/sumut pos.

Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Drs. Kamperas Terkelin Purba, M.Si menggelar Rapat Koordinasi peningkatan penanganan pelaksanaan disiplin protokol kesehatan Covid-19. tersebut di Jambur Pemkab Karo pada, Jumat (25/6).

Rapat ini menanggapi Surat Edaran Menag Nomor. 13 Tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan keagamaan di Rumah Ibadah, maka mulai dari tanggal 15 Juli, dianjurkan untuk menutup Rumah Ibadah demi mencegah pengendalian dan pemutusan mata rantai penyebaran virus covid-19.

Selain itu, peningkatan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan akan diperketat di seluruh objek wisata dan pusat pasar yang ada di Kabupaten Karo dengan diawasi dinas terkait dan dibantu oleh Satgas Kecamatan dan Satgas Desa.

Bagi masyarakat yang akan melaksanakan acara/pesta adat yang menggunakan jambur, agar menyampaikan Surat Permohonan Pelaksanaan Acara Adat/Pesta (suka dan duka) kepada Ketua Satuan Tugas Percepatan Penangan Covid-19 di Kabupaten Karo dengan melampirkan Surat Pernyataan tanggungjawab mutlak pemilik/pengelola jambur dan pelaksana pesta sejak tanggal 21 Juni 2021. Pelaksanaan pesta dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan/rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo.

Untuk pelaksanaan acara adat, diimbau kepada seluruh masyarakat dan pengelola jambur khususnya di Kecamatan Kabanjahe, Kecamatan Berastagi dan Jambur Gerga di Kecamatan Tiga Panah untuk menghentikan seluruh pelaksanaan acara adat terhitung sejak 15 Juli 2021 sampai batas waktu yang disesuaikan dengan perkembangan covid di Kabupaten Karo. (deo/han)

Vaksinasi Tembus Rekor 1,3 Juta Sehari

BERBINCANG: Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin, Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan tenaga kesehatan.

PEMERINTAH telah berhasil mencapai target 1,31 juta vaksinasi per hari pada Sabtu (26/6), lebih awal dari target yang ditetapkan Presiden yaitu mulai di bulan Juli.

BERBINCANG: Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin, Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan tenaga kesehatan.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh operasi 1 juta vaksinasi yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia oleh TNI/Polri. ’’Secercah harapan berita baik, Indonesia berhasil melakukan 13 juta vaksinasi per harin

yang dicapai kemarin (Sabtu). Terima kasih untuk TNI/Polri, Pemerintah Daerah, BUMN dan pihak swasta yang turut membantu,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resmi Kemenkes, Minggu (27/6).

’’Vaksinasi menjadi salah satu upaya penting dalam mengurangi laju penyebaran virus sehingga mengurangi lonjakan kasus dan membawa kita keluar dari pandemi. Salah satu strategi

pemerintah adalah mengupayakan ketersediaan vaksin dan mempercepat program vaksinasi sehingga semakin banyak masyarakat terlindungi,’’ ujar Budi.

Per tanggal 26 Juni, vaksinasi dosis pertama telah dilakukan pada lebih dari 27 juta orang dan vaksinasi dosis kedua pada lebih dari 13 juta orang. Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan percepatan vaksinasi.

Selain membuka vaksinasi massal bekerja sama dengan semua elemen masyarakat, Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh pos pelayanan vaksinasi, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kemenkes, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes, di seluruh Indonesia untuk melakukan vaksinasi kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP. Pemerintah juga terus mengupayakan ketersediaan vaksin baik lewat skema multilateral maupun bilateral demi mencukupi stok yang ada saat ini dan menjaga laju vaksinasi tetap tinggi di angka satu juta dosis per hari.

’’Jadi, saya undang seluruh masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena hanya dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, kita dapat keluar dari pandemi,’’

Terakhir, ia berterimakasih kepada tenaga kesehatan, baik itu dokter, petugas laboratorium, perawat, supir ambulans, dan relawan, atas kerja keras dan dedikasi yang diberikan di situasi seperti saat ini. “Kami akan terus berupaya untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia,” tuturnya. (jpc)

Perancis vs Swiss: Pantang Remeh

SUMUTPOS.CO – Sukses menjuarai grup neraka, Grup F,  Prancis akan menghadapi tim kuda hitam Swiss di Stadion Arena National Bucharest, Rumania, pada babak 16 besar Euro 2020, Selasa (29/6) dini hari pukul 02.00 WIB. Sebagai kandidat kuat calon juara, Prancis dianggap di atas angin. Ini karena Swiss lolos ke fase gugur ini lewat jalur peringkat ketiga terbaik. Kontras dengan Prancis yang menjadi juara grup.

Selain komposisi pemain yang lebih baik, Les Bleus juga tidak terkalahkan di grup neraka yang dihuni juara bertahan Portugal, Jerman dan Hungaria. Perancis meraih 1 kemenangan dan 2 kali seri.

Prancis juga merupakan penghuni peringkat kedua FIFA saat ini, sedangkan Swiss ke-13. Jumlah kebobolan Swiss pun lebih tinggi dari pada jumlah memasukkan, yakni 4 gol dan 5 kebobolan.

Jika mengacu sejarah pertemuan, Prancis tak kalah dari Swiss dalam tujuh bentrok terakhir. Total dari 32 pertandingan, tim asuhan Didier Deschamps ini meraih 16 kemenangan, 10 kali imbang, dan 12 kali kalah. Jajaran lini depan Prancis pun mulai panas. Trisula Prancis: Antoine Griezmann, Karim Benzema, dan Kylian Mbappe, mulai moncer. Dari ketiganya hanya Mbappe yang belum mencatatkan namanya di papan skor.

Berdasarkan catatan Whoscored, Perancis membuat rata-rata 10 upaya mencetak gol dan 3 tepat sasaran. Meskipun minim peluang, hal itu cukup positif, karena kualitas lawan yang mereka hadapi.

Hal berbeda ditunjukkan Swiss. Rata-rata Granit Xhaka dan kolega membuat 13 peluang mencetak gol dengan 5 di antaranya tepat sasaran. Namun, saat menghadapi lawan yang lebih baik seperti Italia, mereka hanya membuat 1 shot on goal.

Kendati lebih diunggulkan, bek Perancis Presnel Kimpembe, menyebut timnya tidak boleh meremehkan Swiss. Pasalnya, La Nati kerap merepotkan Les Bleus, seperti yang mereka lakukan di EURO 2016. “Kami tidak melihat diri kami sebagai favorit. Kami akan menjalani pertandingan babak 16 besar melawan Swiss ini dengan sangat serius karena mereka tidak akan membuat segalanya mudah bagi kami,” kata Kimpembe.

Di lain pihak, penyerang Swiss Breel Embolo menyebut timnya akan bekerja keras untuk menang. Dengan kualitas skuat yang dimiliki Swiss saat ini, dia yakin La Nati mampu merepotkan Perancis, bahkan lolos ke babak berikutnya.

Permainan yang kolektif, disebut Embolo sebagai kunci untuk Swiss. Mereka harus bermain dengan performa terbaik supaya bisa mengimbangi Perancis. “Secara umum, saya merasa sangat baik tentang keseluruhan tim. Kami memiliki tim yang sangat bagus. Di babak grup kami bermain bagus karena kerja tim,” kata Embolo dikutip dari situs web resmi UEFA. (trt/cnn)

Target Vaksinasi Kota Medan Hampir Tuntas

BERBINCANG: Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin, Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan tenaga kesehatan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – POLRI dan TNI diberi amanah oleh Presiden untuk membantu program vaksinasi massal di Indonesia. Tentunya dibantu oleh pemerintah daerah, termasuk Pemko Medan yang terus berupaya mencapai target vaksinasi. Target TNI Polri adalah memvaksin satu juta orang per hari di seluruh provinsi di Indonesia.

BERBINCANG: Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayjen Hasanuddin, Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan tenaga kesehatan.

Kota Medan sendiri ikut berkontribusi dalam pelaksanaan vaksinasi massal sejak awal. Sampai hari ini ada empat titik pelaksanaan vaksinasi di Kota Medan yang terus buka dan gratis untuk masyarakat.

“Hari ini sebanyak 10 ribu warga Medan divaksin. Dan setiap hari vaksinasi di Kota Medan terus berjalan. Target vaksinasi kita hampir tunai,” kata Bobby mengikuti meeting virtual dengan Presiden Joko Widodo untuk suksesi vaksinasi massal di seluruh tanah air dari Pelabuhan Belawan, Sabtu (26/6)n

Menurut Bobby, di Kota Medan, selain terus menggalakkan vaksinasi, juga telah diterapkan PPKM Mikro. Lockdown lingkungan juga sempat dilaksanakan demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di ibukota Sumatera Utara ini. Presiden lantas meminta laporan dari setiap Polda termasuk Sumatera Utara.

Diijelaskan oleh Kapoldasu Irjen Pol Panca Simanjuntak didampingi Pangdam I/BB Mayjend Hassanuddin dan Wali Kota Medan Bobby Nasution, dosis vaksin sebanyak 112 ribu telah disuntikkan kepada masyarakat dari 121 ribu dosis yang didistribusikan ke Sumut. Bahkan Irjen Panca meminta tambahan dosis vaksin sebanyak 60 ribu lagi, mengingat animo masyarakat untuk menerima vaksin di Kota Medan dan Sumatera Utara cukup tinggi. Pada hari ini saja sebanyak 60 ribu dosis disuntikkan,” kata Panca.

“Kalau dilipat gandakan lagi dari yang sudah divaksin apakah Sumatera Utara sanggup?” tanya Presiden.

“Siap Pak Presiden sanggup! Masyarakat sangat antusias menanti vaksin. Kami harap tambahan dosis untuk disalurkan kepada masyarakat. Saat ini serantak di 146 titik kami laksanakan vaksinasi massal di seluruh Sumut,” lanjut Irjen Panca.

“Bagus ya, terimakasih,” timpal Presiden.

Di Sumut sendiri ada sekitar 450 tim yang bertugas menjadi vaksinator bekerjasama dengan TNI, Polri dan pemerintah daerah. Selepas melaporkan giat vaksinasi massal kepada Presiden, Kapolda, Pangdam dan Wali Kota Medan, meninjau proses vaksinasi masal yang digelar Polda Sumut dalam rangka HUT ke-75 Bhayangkara di Terminal Penumpang Bandar Deli Pelindo I.

Bobby mengapresiasi vaksinasi massal tersebut. “Kegiatan ini sejalan dengan program Pemko Medan untuk menciptakan herd immunity di Kota Medan melalui vaksinasi,” katanya.

71.428 Orang Ikuti Vaksinasi Massal

Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-75, sedikitnya 71.428 masyarakat Sumut telah mengikuti vaksinasi masal yang digelar Polda Sumut beserta jajarannya. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, jumlah tersebut jauh melampaui di atas target. Untuk itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjutak mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan program Serbuan Vaksinasi Nasional TNI/Polri.

“Hasil update terakhir, dari target 62.750 orang, Polda Sumut dan jajaran telah memvaksin sebanyak 71.428 orang. Jumlah ini bertambah 8.678 dari target sebelumnya,” kata Hadi kepada wartawan, Minggu (27/6).

Namun Hadi mengakui, di sejumlah lokasi program vaksinasi massal ini masih belum mencapai target yang ditetapkan. Daerah tersebut yakni Polres Sibolga, Polres Dairi, Polres Binjai, Polres Toba dan Polres Nias Selatan. “Diminta dan diperintahkan untuk Hari Senin 28 Juni 2021 segera melaksanakan vaksinasi kembali dengan target masing-masing 1.000 orang,” tegasnya.

Sebelumnya, Panca mengatakan program serbuan vaksinasi nasional TNI-Polri bekerja sama dengan pemerintah provinsi, Pemerintah Kota (Pemko) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di seluruh Sumut. Program tersebut dilaksanakan di 146 titik dan digelar di 28 Polres jajaran. “Total peserta yang mengikuti vaksinasi hari ini berdasarkan data masuk tadi malam (Sabtu, Red) sebanyak 66.790 orang. Antusias masyarakat tinggi sehingga kalau tidak didata maka terjadi penambahan penumpukan masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin,” ujarnya. (map/mag-1)

Sentra Vaksinasi Dibuka 2 Bulan, Mumpung Gratis, Jangan Disia-siakan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program vaksinasi terus digenjot pemerintah, sebagai ikhtiar dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 yang masih mewabah hingga kini. Masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, diminta untuk memanfaatkan program vaksinasi gratis yang digelar pemerintah.

BAGI masyarakat yang ingin divaksin, bisa datang ke Lanud Soewondo (eks Bandara Polonia Medan) dan Lapangan Benteng. Di sana telah dibuka sentra vaksinasi oleh Kementerian BUMN yang bekerja sama dengan Pemko Medan, sejak Sabtu (26/6) lalu.

“Saya harap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan layanan vaksinasi gratis dari pemerintah ini. Jangan disia-siakan,” kata Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah saat mendampingi Menteri BUMN.

Erick Thohir meninjau langsung Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Lanud Soewondo eks Bandara Polonia Medan, Sabtu (26/6). Hadir juga dalam kesempatan itu Danlanud Soewondo Pnb JH Ginting S, dan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman.

Pria yang karib disapa Ijeck ini menjelaskan, selain merupakan salah satu langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Corona, melalui vaksin juga memperkecil kemungkinan seseorang terinfeksi virus tersebut. “Namun bukan berarti masyarakat yang sudah divaksin tidak bisa terjangkit virus ini, namun efek yang ditimbulkan lebih ringan jika orang tersebut sudah divaksin sebab daya tahan tubuhnya meningkat dibandingkan yang tidak divaksin,” terangnya.

Diakuinya bahwa saat ini terjadi kesimpangsiuran informasi mengenai vaksinasi di masyarakat. Ia lantas berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar menyosialisasikan hal itu kepada lingkungannya masing-masing. Di Sumut sendiri, sekitar 900 ribu masyarakat sudah divaksin dari target 15 juta orang. “Ini salah satu contoh kepedulian pak menteri kepada masyarakat, saya mewakili masyarakat Sumut mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Bapak Menteri BUMN,” katanya.

Dikatakan Ijeck, vaksinasi masal ini akan dibuka selama dua bulan ke depan, dengan target 5.000 orang per hari. Hal itupun sangat dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penyebaran Covid 19 di Sumut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada kepala daerah yang ada di Sumut yang telah melakukan sosialisasi dan vaksinasi. Semoga masyarakat Sumut sehat dan perekonomian kita segera pulih dan kita bisa bangkit dari keterpurukan ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir mengatakan, Kementerian BUMN telah menyelenggarakan vaksinasi secara massal di 4 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Hasil yang diperoleh juga terbilang luar biasa, sebab masyarakatnya sangat antusias dalam mengikuti vaksinasi massal tersebut.

Saat ini, Kementrian BUMN pun bekerjasama dengan Pemko Medan dalam menggelar vaksinasi massal. Dan untuk Kota Medan, vaksinasi massal ini ditargetkan dapat memvaksin 5.000 orang dalam satu hari. “Kementerian BUMN telah menyuntik sebanyak 1,6 juta dosis di 4 kota tersebut. Saat ini penugasan vaksinasi massal Kementerian BUMN dialihkan ke Kota Medan. Mudahan-mudahan dengan target 5.000 vaksinasi per harinya dapat dicapai dan kalau 1 bulan bisa mencapai 150.000 vaksinasi. Apalagi, vaksinasi ini dapat diikuti oleh semua umur yang dapat divaksin,” ucap Erick.

Dikatakannya, sejak awal adanya pandemi Covid-19 di Indonesia, Kementerian BUMN terus berupaya agar tidak hanya menjadi lokomotif ekonomi, tetapi juga menjadi lokomotif dalam memberikan pelayanan kepada rakyat seperti halnya kegiatan vaksinasi yang selama ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

Hal itu pun terbukti menjadi salah satu solusi pemerintah dalam berperang melawan Covid 19. Selain itu, Kementerian BUMN juga telah mengadakan pelayanan atau penyediaan obat-obatan. “Kementerian BUMN juga mengadakan pelayanan obat-obatan, karena kita tahu tidak mungkin kita melawan Covid-19 tanpa adanya terapi. Memang obat Virus Corona ini belum ada, tetapi terapi yang diberikan kepada penderita Covid 19 harus ada dilakukan, apakah itu memberikan vitamin C, vitamin D, sampai terapi obat yang lainnya sudah kita cek dan InsyaAllah cukup,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Erick juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Medan yang bersedia divaksinasi dan menjadi bagian untuk bergotong-royong dalam melawan penyebaran Covid-19. Sebab kata Erick, pemerintah tidak mungkin berhasil jika masyarakatnya tidak mau bersama-sama melawan Covid 19.

“Saya juga mengingatkan kepada kita semua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, lalu diikuti dengan melakukan vaksinasi. Mudah-mudahan kalau ini berjalan baik, khususnya di Sumut, nanti kita akan mencari titik-titik lainnya agar kita bisa cepat kembali seperti sedia kala,” katanya.

Berdasarkan pantauan, vaksinasi massal yang digelar Kementerian BUMN bekerjasama dengan Pemko Medan ini mendapatkan antusias yang sangat tinggi dari masyarakat. Tujuan dilakukannya program vaksinasi massal ini, jelas Erick, adalah untuk menciptakan kekebalan massal sehingga mata rantai penularan Covid-19 dapat diputuskan. Sehingga, warga dapat melakukan aktivitas kembali dengan normal. Dengan demikian, pemulihan ekonomi dapat dilakukan secepatnya.

Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal, Menteri BUMN Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah (Pemprov Sumut dan Pemko Medan), TNI/Polri dan Danlanud Soewondo Medan yang telah mendukung dan ikut menyukseskan pelaksanaan sentra vaksinasi massal bersama BUMN.

Medan Penerima Vaksin Terbesar

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman mengatakan, Kota Medan menjadi salah satu penerima vaksin terbanyak di Indonesia. “Kota Medan termasuk Kota dengan total penerima vaksin terbanyak. Untuk itu, adanya program vaksinasi akan terus digalakkan sampai target 75 persen warga Medan sudah divaksin bisa tercapai,” ungkapnya.

Aulia juga menjelaskan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur rawat inap atau Bed Occupancy Ratio (BOR) pada sejumlah RS di Kota Medan telah menurun. Untuk itu, Aulia mewakili Pemko Medan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN. Sebab saat ini, Kota Medan menjadi salah satu kota penerima vaksin terbanyak se Indonesia.

“Saat ini tingkat BOR (Bed Occupancy Ratio) di Kota Medan telah menurun. Sekali lagi kami (Pemko Medan) mengucapkan terima kasih atas dilakukannya vaksinasi ini. Dengan dilakukannya vaksinasi massal ini, saya berharap perekonomian di Kota Medan dapat kembali pulih,” harapnya. (prn/map)

Gubsu, Wagubsu, dan Menteri BUMN Makan Malam Sambil Bahas KEK Sei Mangkei

MAKAN MALAM: Menteri BUMN Erick Thohir makan malam bersama Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah sembari membahas berbagai potensi di Sumut, di kediaman pribadi keluarga Wakil Ketua I TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, di Jalan Medan Area Selatan, Jumat (25/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir makan malam bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Ijeck), sekaligus membahas berbagai potensi wilayah di Sumut, di kediaman pribadi keluarga istri Wagubsu Musa Rajekshah, Sri Ayu Mihari di Jalan Medan Area Selatan, Jumat (25/6) malam.

MAKAN MALAM: Menteri BUMN Erick Thohir makan malam bersama Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah sembari membahas berbagai potensi di Sumut, di kediaman pribadi keluarga Wakil Ketua I TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, di Jalan Medan Area Selatan, Jumat (25/6).

Adapun salah satu topik yang dibahas mereka, yakni soal progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei (KEK-SM) di Kabupaten Simalungun, Sumut. “Sumut sejak zaman dahulu memang sudah terkenal akan sumber daya alamnya, untuk itu sekarang kita perlu melakukan hilirisasi, saya tadi juga melihat beberapa pabrik yang ada di KEK Sei Mangkei, yang bisa meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ujar Erick Thohir.

Disebut Erick, ia sudah meminta kepada BUMN yang mengelola KEK Sei Mangkei, agar dapat menjadikan tanah-tanah yang berada di sekitaran kawasan tersebut, bisa menjadi investasi yang murah bagi para pabrik yang ingin membangun pabriknya di sana, jangan malah dipersulit. “Laporan dari pihak Sei Mangkei, insyaa Allah, akan ada tambahan 60 hektare lahan untuk investasi baru, tetapi harus ada yang diperbaiki seperti layanan kereta api dan lainnya,” ungkap dia.

Mengenai Kebun Tanaman Obat Keluarga, Menurut Erick hal itu harus didukung. “Kebetulan kami melalui Indofarma sekarang sudah fokus untuk memastikan supply chain (rantai pasokan) untuk obat-obatan herbal, karena rumah sakit yang berada dibawah naungan BUMN, saya sudah minta untuk terbuka dengan obat-obat herbal, tidak hanya tergantung pada obat kimia,” ujarnya.

Gubsu Edy berharap dengan kehadiran Menteri BUMN di Sumut, terjalin kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian yang ada di Sumut. “Beliau adalah perwakilan dari pemerintah pusat yang sedang melihat Sumut. Pastinya dengan kunjungannya kali ini ke Sumut, bisa melihat langsung kesulitan yang ada, dan bisa meningkatkan perekonomian kita,” harapnya.

Sebelumnya, didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Bupati Sergai, Darma Wijaya, Erick Tohir bersama Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengunjungi Kebun Tanaman Obat Keluarga (Toga) milik PT Socfindo Indonesia yang terletak di Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Erick meminta kebun tersebut harus terus dikembangkan. “Kita bersinergi dalam supply chains-nya. Kalau ada seperti ini (kebun Toga) bisa kita upgrade secara industri herbal oleh Indofarma,” katanya sembari berharap kebun Toga dapat dikembangkan di daerah perkotaan dan rumah tangga.

Ia menyatakan dukungan agar bagaimana bibit kelapa sawit yang diproduksi PT Socfindo menjadi kelas dunia. Menurutnya ini penting sebagai salah satu branding untuk Indonesia sendiri. Wagub turut menyatakan dukungan agar Socfindo terus berkembang tidak hanya berfokus pada kelapa sawit. Kata dia, Pemprovsu siap menjalin kerjasama jika ada yang dapat disinergikan.

“Tentu bagi pemerintah provinsi sendiri kalau ada yang bisa kita buat kerjasama akan kita lakukan. Apalagi taman obat ini sangat luas dan menyimpan sejumlah tanaman langka yang punya khasiat baik untuk kesehatan,” tambahnya.

Komisaris PT Socfindo Indonesia Daneil Wawengkang menjelaskan, kebun Toga merupakan pekarangan rumah salah seorang manajer perusahaan tersebut. Di kebun itu terdapat 1.300 jenis tanaman herbal. “Ini juga akan dibuka untuk umum sebagai edukasi bagi masyarakat. Serta akan menyediakan bibit tanaman yang bisa dikembangkan masyarakat di halaman rumahnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sergai Darma Wijaya juga memperkenalkan kelapa pandan wangi khas Sergai. Kelapa yang memiliki rasa istimewa dan tekstur buah yang segar menjadi pilihan tamu undangan. “Ini kelapa pandan wangi namanya pak, baru ada di Sergai tepatnya di Kecamatan Pantai Cermin,” ungkapnya sembari mempersilakan Menteri Erick Thohir, Mendag M Lutfi dan Wagub Ijeck menikmati kelapa tersebut. (prn)

Granat Sumut Minta Kasus Sekda Nias Dilimpahkan ke Pengadilan

DIGIRING: Sekda Nias Utara Yafeti Nazara saat digiring ke Mapolrestabes Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Desakan agar kasus dugaan tindak pidana narkotika oleh mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Utara Yafeti Nazara Cs segera dilimpahkan ke pengadilan, kembali mencuat. Kali desakan datang dari Ketua DPD Gerakan Anti Narkotika (Granat) Provinsi Sumut Sastra, Sabtu (26/6).

DIGIRING: Sekda Nias Utara Yafeti Nazara saat digiring ke Mapolrestabes Medan, beberapa waktu lalu.

“Biar ada efek jera, kita minta aparat penegak hukum bertindak tegas sesuai UU dan peraturan lainnya. Diawali oleh penyidik dari Polrestabes Medan agar segera melimpahkan kasusnya ke kejaksaan terus ke pengadilan,” ujarnya.

Menurutnya, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib direhabilitasi merupakan amanah dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (Pasal 54 hingga 59).

Tim Asesmen Terpadu (TAT) sesuai peraturan bersama Mahkamah Agung (MA RI), Kemenkumham, Kemenkes, Kemensos, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNN Tahun 2014 tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika kepada Badan Rehabilitasi, semacam petunjuk pelaksanaan teknis (juknis).

“Mengutip pemberitaan media bahwa Pak Kajari Medan menegaskan tidak dilibatkan dalam TAT asesmen oknum Sekda dkk, menurut saya, tindakan rehab medisnya ke RS Jiwa Prof Ildrem Medan patut diduga cacat formil,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas PN Medan Immanuel Tarigan dalam pandangan hukumnya mengatakan, UU Narkotika juga mengakomodir yang namanya (rehab) medis, namun seharusnya berdasarkan putusan pengadilan.

Hal itu dituangkan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA RI) Nomor 4 Tahun 2010 tentang Menempatkan Pemakai Narkotika ke Dalam Panti Terapi dan Rehab. Pada poin 4 disebutkan, untuk menjatuhkan lamanya proses rehabilitasi, hakim harus dengan sungguh-sungguh mempertimbangkan kondisi/taraf kecanduan terdakwa, sehingga wajib diperlukan adanya keterangan ahli dan sebagai standar dalam proses terapi dan rehab medis.

Sebagai contoh kasus misalnya, imbuh Immanuel, 4 terdakwa personel Polda Aceh yang baru-baru ini di PN Medan dengan vonis rehabilitasi 2 bulan 15 hari.

Diketahui, oknum mantan Sekda Nias Utara terjaring razia bersama beberapa orang temannya saat dugem di room KTV Nomor 201 Karaoke Bosque Jalan H Adam Malik, Medan, Minggu (13/6) dini hari.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap identitas para pengunjung, ternyata orang-orang di dalam karaoke sebagian berstatus sebagai pejabat. Mereka adalah mantan Sekda Nias Utara Yafeti Nazara (57), warga Komplek Tasbi Blok QQ nomor 16, Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal.

Yuliman Azwir Zega (42), pejabat BUMD warga Jalan KL Yos Sudarso Kilometer 3,8 Saewae, Kecamatan Gunung Sitoli, Nias. Ronald Alexander Ginting (39), pegawai BUMD warga Jalan Rebab, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Ketiga pejabat itu ditemani 5 wanita dalam ruangan tersebut.

Tim penyidik menemukan 1 butir pil ekstasi dan 12 unit handphone (HP). Satres Narkoba Polrestabes Medan akhirnya menetapkan 2 tersangka dalam kasus penggerebekan di Karaoke Bosque. (man/azw)

Diduga Hilangkan Barang Bukti, 7 Personel Satresnarkoba Diperiksa Propam

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Bidpropam Polda Sumut) memeriksa tujuh personel Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Satresnarkoba Polrestabes) Medan. Hal itu karena 7 personel itu diduga menghilangkan barang bukti narkoba dan uang.

Ilustrasi
Ilustrasi

Hal itu dibenarkan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan. Namun dia mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait persoalan apa yang dilakukan oleh tim tersebut. “Memang ada personel Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan yang diperiksa oleh pihak Propam Polda Sumut. Kalau soal pelanggarannya saya tidak tahu. Kita tunggulah perkembangannya, karena masih proses,” kata Nainggolan saat dikonfirmasi wartawan di Medan, Sabtu (26/6).

Selain itu, lanjutnya, dalam proses pemeriksaan itu juga melibatkan satu tim penyelidikan dan penyidik, mulai dari tingkat kepala unit (Kanit). “Ada perwiranya. Satu timlah, sekitar 7 orang mereka,” jelasnya.

Sementara itu, dari informasi diperoleh sejumlah personel Satresnarkoba Polrestabes Medan yang diperiksa Bidpropam Polda Sumut itu, diduga melakukan penyelewengan atau penggelapan terhadap barang bukti Narkoba dan uang.

Akibatnya, tujuh oknum anggota Satresnarkoba Polrestabes Medan ini, langsung dimutasikan tertuang dalam Telegram Rahasia (TR), dengan Nomor: ST/38/VI/KEP./2021, Tertanggal 17 Juni 2021, yang ditandatangani Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji. Di dalam ST tersebut, sebanyak 11 orang yang dimutasi, namun 7 orang yang diketahui penyebabnya, dugaan menghilangkan barang bukti.

Adapun, inisial personel tersebut, yakni AKP PES Kanitdik 1 Satresnarkoba Polrestabes Medan dimutasi sebagai Kanit Barbuk Sattahti Polrestabes Medan TTK. Iptu TH Kasubbid 1 Unitdik 1 Satresnarkoba Polrestabes Medan sebagai Kasubbid 1 Unitdalmas Satshabara Polrestabes Medan TTK.

Kemudian, Ipda JP Kaur Mintu Satresnarkoba Polrestabes Medan dimutasi sebagai Kasubnit 1 Unitdik 5 Satreskrim Polrestabes Medan TTK. Aiptu DE Satresnarkoba Polrestabes Medan sebagai BA SatShabara Polrestabes Medan TTK.

Selanjutnya, Aipda MN Satresnarkoba Polrestabes Medan dimutasi sebagai BA Satshabara Polrestabes Medan. Bripka RS Satresnarkoba Polrestabes Medan sebagai BA Satshabara Polrestabes Medan TTK. Dan Briptu MK Satresnarkoba Polrestabes Medan sebagai BA Satshabara Polrestabes Medan TTK. (mag-1/azw)

DJ Cafe Armada Positif Sabu

DIAMANKAN: DJ di Cafe Armada saat diamankan petugas dalam razia di kafe-kafe Binjai , Sabtu (26/6) malam. Dalam pemeriksaan petugas DJ Cafe Armada itu positif menggunakan sabu.teddy/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai mengamankan Ranal (41) warga Jalan Wahidin, Gang Abadi, Km 19, Binjai Timur. Penangkapan terhadap pria yang bekerja sebagai DJ di Cafe Armada, daerah Binjai Selatan ini saat Polres bersama Badan Narkotika Nasional, Tentara Nasional Indonesia, Polisi Militer dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan penyisiran terhadap kafe-kafe meresahkan, Sabtu (26/6) malam.

DIAMANKAN: DJ di Cafe Armada saat diamankan petugas dalam razia di kafe-kafe Binjai , Sabtu (26/6) malam. Dalam pemeriksaan petugas DJ Cafe Armada itu positif menggunakan sabu.teddy/sumut pos.

Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting menjelaskan, Ranal ditangkap di Cafe Armada. “Yang bersangkutan positif narkotika jenis sabu,” kata Siswanto, Minggu ( (27/6).

Penyisiran yang dilakukan tim gabungan dalam rangka pembentukan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Binjai Selatan. Operasi tersebut dipimpin langsung Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Rian Permana.

Menurut Siswanto, pihaknya tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi-lokasi atau kafe-kafe lain yang dinilai meresahkan. Bahkan, kafe yang ditengarai dan rawan sebagai lokasi peredaran narkotika.

“Terhadap yang bersangkutan, Polres menyerahkannya ke BNNK Binjai untuk dilakukan asesmen. Kelurahan Pujidadi direncanakan akan menjadi Kampung Tangguh Anti Narkoba,” ujarnya.

“Tim gabungan melakukan penyisiran ke Kedai Tuak Kelapa, Cafe Armada dan simpang menuju Sky Garden. Pelaksanaan operasi berjalan aman dan terkendali,” tukasnya. (ted/azw)

Aniaya Pengemis, Satpam Diamankan

Diamankan: Seorang Satpam, Maurits L Tarihoran (47), diamankan Polsek Medan Kota karena menganiaya pengemis, di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang Satuan Pengamanan (Satpam) yang bertugas di lokasi Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, harus berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, Satpam bernama Maurits L Tarihoran (47), Warga Jalan Selamat, Gang Horas Nomor 8T, Kelurahan Sitirejo III, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan itu tega menganiaya seorang pengemis yang juga menyandang disabilitas.

Diamankan: Seorang Satpam, Maurits L Tarihoran (47), diamankan Polsek Medan Kota karena menganiaya pengemis, di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, kemarin.

Hal itu terungkap setelah video penganiayaannya viral di Media Sosial (Medsos), Sabtu (26/6). Dia pun langsung diamankan Tim Khusus Anti Bandit Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Tekab Reskrim Polsek) Medan Kota, Sabtu (26/6), sekira pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan viralnya video tersebut, Tekab Unit Reskrim Polsek Medan Kota langsung menuju lokasi melakukan penyelidikan atas kasus itu. Dari lokasi,

Kapolsek Medan Kota, Kompol M Rikki Ramadhan, saat dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan petugas Satpam sebagai pelaku penganiayaan terhadap seorang pengemis yang terjadi di Pasar Simpang Limun . “Benar, pelaku seorang petugas Security sudah kita amankan di Mapolsek Medan Kota. Saat ini dalam pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya. (mag-1/azw)