27 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 3473

Simpan Narkoba di Mess Pemko Tanjungbalai, Dua Kurir Sabu 8 Kg Divonis 18 Tahun Penjara

SIDANG: Dua terdakwa kurir sabu menjalani sidang tuntutan secara virtual di PN Medan, Rabu (7/4).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Syahid menghukum Jimmy Sitorus Pane (51) dan Chairuddin Panjaitan (31) masing-masing selama 18 tahun penjara. Kedua warga Tanjungbalai ini, terbukti bersalah menyimpan sabu seberat 8 kilogram (kg) di Mess Pemko Tanjungbalai, Medan, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (7/4).

SIDANG: Dua terdakwa kurir sabu menjalani sidang tuntutan secara virtual di PN Medan, Rabu (7/4).agusman/sumut pos.

Majelis hakim sependapat dengan penuntut umum, dimana kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mengadili, menjatuhkan kedua terdakwa oleh karenanya masing-masing dengan pidana penjara selama 18 tahun denda Rp1 miliar subsider 4 bulan penjara,” ujarnya.

Menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan.

Atas putusan ini, jaksa penuntut umum Chandra Naibaho dan penasihat hukum terdakwa kompak menyatakan pikir-pikir. Vonis ini sama dengan tuntutan JPU, yang semula me nuntut kedua terdakwa selama 18 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Mengutip surat dakwaan, pada 25 September 2020 lalu, saat terdakwa I Jimmy disuruh oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal mengambil 2 kaleng roti besar, yang di dalamnya terdapat 10 bungkus plastik teh cina yang masing-masing bungkus berisi 1 kg narkotika jenis sabu. Sehingga berat seluruh sabu yakni 10 kg, yang diletakkan di Jalan Mesjid Tanjungbalai.

Kemudian terdakwa I pergi bersama dengan terdakwa II Chairuddin Panjaitan mengambil kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat sabu, yang seluruhnya seberat 10 kg tersebut, lalu terdakwa pergi membawa 2 buah kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 10 bungkus plastik teh cina yang berisikan narkotika jenis sabu, yang seluruhnya seberat 10 kg tersebut ke Kota Medan.

Kemudian pada 26 September 2020, kedua terdakwa menginap di kamar yang ada di Mess Pemko Tanjungbalai, Jalan Karya Jaya Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan, tepatnya di Kamar No 205.

Kedua terdakwa pun menyimpan sabu 10 kg itu, di dalam lemari kamar. Selanjutnya sekira pukul 19.00 WIB, keduanya pergi mengantarkan 2 kg sabu, kepada seseorang yang disebut Ijal (DPO) ke Jalan SM Raja.

Sekira pukul 20.00 WIB, terdakwa I dan terdakwa II kembali mengantarkan 3 kg ke Jalan SM Raja. Pada saat terdakwa I meletakkan narkotika jenis sabu seberat 3 kg di aspal jalan, tiba-tiba datang petugas kepolisian Polrestabes Medan langsung melakukan penangkapan. Selanjutnya, petugas kepolisian Polrestabes Medan juga menemukan serta menyita 2 kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik teh cina berisikan narkotika jenis sabu seberat 5 kg di penginapan para terdakwa.

Kemudian para terdakwa, mengakui telah membawa 10 kg sabu ke Kota Medan namun 2 kg telah berhasil mereka antar kepada Ijal, dan mendapat upah sebesar Rp40 juta apabila berhasil mengantarkan sabu tersebut.

Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti 8 bungkus plastik teh cina yang berisikan narkotika jenis sabu yang seluruhnya seberat 8 kilogram, dibawa ke Polrestabes Medan guna pengusutan lebih lanjut. (man/azw)

Terlibat Narkoba, Pegawai Rutan Sidikalang Ditangkap

DIAPIT: Polres Dairi mengapit tersangka FS sipir Rutqn Kelas IIB Sidikalang serta memaparkan baran bukti sabu-sabu, Rabu (7/4).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Seorang oknum pegawai (Sipir) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang berinisial FS ditangkap Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Dairi karena terlibat narkoba. FS ditangkap dari rumah Dinas kompleks Rutan di Jalan Rimo Bunga, Desa Sitinjo 2, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Kamis (1/4).

DIAPIT: Polres Dairi mengapit tersangka FS sipir Rutqn Kelas IIB Sidikalang serta memaparkan baran bukti sabu-sabu, Rabu (7/4).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Donny Saleh, Rabu (7/4) menjelaskan, penindakan terhadap tersangka FS atas informasi dari masyarakat bahwa tersangka memiliki narkotika golongan I jenis Sabu-sabu.

Saat penggerebekan lanjut Donny, petugas berhasil mengamankan barang bukti 2 buah plastik klip transparan diduga berisi narkotika jenis sabu seberat 17,50 gram, 1 buah plastik klip transpadan berisi narkotika jenis sabu seberat 1,32 gram, 19 buah kaca pirex, 1 buah kotak rokok merek union serta alat hisap. Kini tersangka dan barangbukti diamankan di Mapolres Dairi.

Terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Sidikalang, Japaham Sinaga dikonfirmasi, Rabu (7/4) mengakui FS merupakan sipir di Rutan Kelas IIB Sidikalang. Japaham menyebut, FS sudah lama dicurigai pengguna narkoba hanya saja sekarang dia tertangkap.

Japaham mengatakan, FS pindahan dari Rutan Dolok Sanggul. Dia dipindahkan kesini, karena terlibat narkoba. FS sudah ketergantungan berat narkoba. Dan dia harus makan obat halusinasi.

Japaham menyebut, telah meminta Satnarkoba Polres Dairi melakukan penggeledahan terhadap 14 kamar di blok Rutan tersebut sebagai langkah membersihkan penggunaan narkoba di Rutan itu. Dalam penggeledahan tersebut, Polisi menemukan barang bukti telepon seluler sebanyak 9 buah. (rud/azw)

BNPB Dan Kabupaten Humbahas Optimis Membangun Kekuatan Wilayah Perbatasan Di Masa Pandemi Covid-19.

SAMBAS, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 dapat dianggap sebagai blessing in disguise atau berkat yang tersamar. Dalam situasi lock down dengan negara tetangga khususnya Malaysia, pandemi Covid-19 dianggap memberikan kesempatan Indonesia untuk melaksanakan konsolidasi internal dalam menyiapkan kekuatan untuk bersaing dengan Malaysia pada saat pandemi Covid-19 berakhir.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang juga Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, Robert Simbolon, dalam Rapat Koordinasi dan Konfirmasi Rencana Aksi Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Percepatan Pembanguan Ekonomi Pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw, di Hotel Pantura Jaya, Kabupaten Sambas, Rabu (7/4).

BNPP dan Pemerintah Kabupaten Sambas sangat optimis dengan 21 program pembangunan di wilayah Perbatasan Aruk dapat terselesaikan dalam waktu dua tahun walaupun dalam suasana pandemi Covid-19.

“Kami optimis pembangunan dapat selesai tepat waktu. Jadi sejak Inpres ini ditetapkan oleh Bapak Presiden pada 11/4/2021, kami secara maraton mengadakan pertemuan-pertemuan bersama kementerian terkait dan sepakat program tersebut menjadi prioritas karena ini merupakan momentum,” ujar Robert.

Robert juga menyampaikan sejak Inpres 1/2021 ini diterbitkan, Bapak Mendagri selaku Kepala BNPP sejak awal langsung meminta semua Kementerian yang mendapat penugasan agar dapat memanfaatkan momentum refocussing.

“Di triwulan pertama kemarin APBN dan APBD dilakukan refocussing dengan mengikuti irama yang kita bangun untuk menjadikan kegiatan di Inpres 1/2021 ini sebagai prioritas. Ada beberapa yang belum sempat direncanakan, dimasukkan. Ada yang belum sempat dianggarkan, diakomodasi,” ungkapnya

Inpres 1/2021 ini dimaksudkan untuk mempercepat terciptanya pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan negara khsususnya di Aruk. Masyarakat kawasan perbatasan diharapkan menjadi subjek utama dari aktivitas ekononomi tersebut agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Masyarakat perbatasan Aruk memiliki kesempatan bersaing dengan masyarakat Malaysia karena memiliki peluang pasar yang bisa dijual ke Malaysia karena itulah target diterbitkannya Inpres 1/2021 ini.

“Sebelum Inpres 1/2021 dikeluarkan, Presiden sudah menugasi BNPP untuk melakukan semacam market intelligent. Kita mendapatkan data ternyata banyak sekali peluang-peluang pasar yang bisa kita manfaatkan di negara sebelah. Kesempatan dan peluang itu yang ingin kita manfaatkan,” pungkasnya.

Target pasar yang ingin dimanfaatkan bukan hanya untuk menjual produk mentah, tetapi pemerintah menargetkan untuk mengolahnya terlebih dahulu agar memiliki nilai tambah. Dengan adanya sektor pengolahan produk mentah ini maka lapangan pekerjaan juga tercipta untuk masyarakat perbatasan Aruk.

“Selama ini masyarakat kita mengirim atau menjual hasil pertanian sebelum diolah. Kita ingin hasil produk pertanian diolah dulu untuk memberikan nilai tambah. Jadi sebagai contoh nanti Kementerian Perindustrian akan membangun industri pengolahan hasil pertanian di Aruk, sehingga nilai tambahnya ada di masyarakat,” tambahnya.

Robert memastikan di penghujung pelaksanaan Inpres 1/2021 ini infrastruktur pendukung berupa soft infrastructure juga sudah selesai. Pekerjaan rumah yang nantinya harus dikerjakan lebih lanjut adalah terminal barang internasional sebagai simpul utama eksportasi nasional yang sudah bisa berfungsi dengan baik.(rel)

Polsek Medan Baru Vaksinasi 45 Lansia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Baru melaksanakan kegiatan Vaksinasi Drive Thru lanjut usia (Lansia) sebanyak 45 orang, di eks Bandara Polonia, Medan, Rabu, (7/4).

Berikan Sembako: Personel Polsek Medan Baru memberikan bantuan sembako kepada salah seorang warga, usai di vaksin, di eks Bandara Polonia, Medan, Rabu, (7/4). Sumut Pos/ ist

Kegiatan tersebut, dipimpin Wakapolsek Medan Baru, AKP Ully Lubis dan didampingi Kanit Binmas Polsek Medan Baru, Iptu HR Suprianto, serta Personel Bhabinkamtibmas se Kecamatan Medan Polonia.

Hadir dalam kegiatan ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Gubernur Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Rikko Sunarko, serta Waka Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuaji.

Sebelum berlangsungnya kegiatan vaksinasi, sebanyak 45 orang Lansia terdiri dari warga Kelurahan Sari Rejo, Kelurahan Polonia, Kelurahan Angrung dan juga warga Kelurahan Madras Hulu, yang datang ke eks Bandara Polonia dengan menaiki odong-odong, sepeda motor, dan juga Mobil. Yang mana sebelum ke semua warga yang baru tiba tersebut terlebih dahulu diberikan makan siang nasi kotak yang telah disiapkan oleh jajaran Polsek Medan Baru.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Medan Baru Kompol Aris Wibowo, melalui Waka Polsek AKP Ully Lubis mengatakan, bahwa Panglima TNI menyampaikan kegiatan vaksinasi drive thru ini dapat menjadi role model yang bisa dicontohkan di daerah lainnya di seluruh Indonesia, selain di Sumut.

“Harapan kita dalam kegiatan vaksinasi ini, bertujuan agar dapat menekan penyebaran virus covid-19, serta diimbau kepada masyarakat, meskipun telah mendapat vaksinasi, tetap harus menjalankan protokol kesehatan (Prokes) sesuai anjuran pemerintah, termasuk menggunakan masker supaya terhindar dari virus Covid-19,” ujar Ully kepada sejumlah wartawan usai berlangsungnya kegiatan vaksinasi tersebut.

Pada kesempatan itu juga, Panglima TNI beserta rombongan meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 serta berbincang-bincang dengan para Lansia yang akan menerima vaksinasi.

Usai meninjau dan menyaksikan langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di eks Bandara Polonia, Panglima TNI beserta rombongan pun bergegas meninggalkan lokasi. Sebelum meninggalkan kegiatan tersebut Polda Sumut juga menyempatkan memberikan bantuan sembako kepada 45 orang para lansia  yang telah di vaksinasi. (Mag-1)

Cegah Aksi Teror, Pemerintah Perlu Perkuat Resistensi Masyarakat terhadap Radikalisme

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aksi lone wolf (seseorang melakukan tindakan terorisme sendirian dan di luar struktur komando apapun), dikhawatirkan menjadi tren teror ke depan. Jika yang diperkuat hanya sektor hilir atau penindakan aparat penegak hukum, maka aksi teror dipastikan tidak akan berhenti.

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi mengatakan, untuk mencegah terulangnya aksi teror, pemerintah ataupun stakeholders terkait perlu memperkuat sektor hulu, yaitu memperbesar resistensi masyarakat harus terhadap radikalisme, khususnya dari keluarga. Masyarakat harus menyadari agama mengajarkan kemanusiaan dan kedamaian.
“Keluarga sangat penting (perannya) di sini, karena anak mencontoh orang tuanya. Ini beberapa konsep yang sudah dilakukan di beberapa negara. Terutama di Thailand Selatan dan Srilanka. Ketika ada konflik etnis atau agama (akhirnya bisa diatasi dengan) penolakan radikalisme karena sudah jadi kultur dan membudaya,” tutur Islah dalam Alinea Forum bertajuk “Memperkuat Kontra Radikalisme,” Rabu (7/4).

Dia mengakui kalau penguatan resistensi terhadap radikalisme yang terkultur dalam masyarakat Indonesia tak bisa dicapai secara instan. Membutuhkan waktu lama, langkah komprehensif, dan masif. Ia mengingatkan, radikalisme tidak hanya terjadi pada agama tertentu, tetapi lintas agama dan lintas ideologi.

“Agama Islam, Kristen, hingga kapitalisme dan komunisme kalau berbasis intoleransi, tentu akan mencetak radikalisme ataupun ekstremis,” ujar Islah.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai setuju dengan gagasan itu. Dia mengajak masyarakat untuk bersatu melawan gerakan radikalisme yang menyusup melalui gerakan ormas dan politik. Salah satu caranya dengan menutup ruang ormas yang terafiliasi gerakan radikal.

“Jangan beri kesempatan mereka muncul, karena ini yang kemudian menyebar. Sehingga orang semakin tebal kebenciannya kepada pemerintah. Bahkan sampai mau bunuh diri,” katanya.

Dia juga mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan para ulama guna meluruskan paham radikalisme tersebut. Selain itu, dia meminta negara untuk bersikap lebih tegas. Jika tidak, maka akan sulit menumpas terorisme di Indonesia.

“Kita tidak boleh takut. Tidak boleh terintimidasi. Kita muslim tentu tidak ingin agama dilabeli seperti ini. Jadi kita harus jadikan ini musuh bersama. Mari bersatu melawan ini,” tandas Mbai.

Sementara mantan narapidana terorisme Mukhtar Khairi mengaku fenomena anak-anak muda banyak terpapar radikalisme karena mereka tidak memiliki pemahaman agama secara menyeluruh. Biasanya anak-anak muda ini belajar agama hanya melalui internet (sosial media). “Fenomena saat ini banyak anak muda yang kaget agama,” tutur Mukhtar.

Dampak negatifnya, kaum milenial bisa dengan cepat memahami materi mengenai terorisme yang tersebar di media sosial. Bahkan bisa mengembangkan media sosial dalam menyebarkan paham radikal, sekaligus menyebarluaskan sejumlah ajaran pembuatan bom hingga penyerangan.

Oleh sebab itu, kata Mukhtar, pemerintah diminta lebih serius dalam menumpas radikalisme ideologi. Apalagi radikalisme ideologi lebih berbahaya dibandingkan radikalisme fisik. Salah satunya bersinergi dengan para ulama untuk meluruskan paham-paham yang keliru.(bbs/adz)

ALODOKTER‎ Gandeng Pemerintah Segera Mengadakan Pelatihan Vaksinator

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mendukung program Pemerintah Indonesia melakukan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh warga di Tanah Air ini. ‎Platform kesehatan digital no.1 di Indonesia, ALODOKTER berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengadakan pelatihan vaksinator massal. 

Konfrensi pers pelaksanaan pelatihan vaksinator.

Pelatihan ini menargetkan lebih dari 10.000 tenaga kesehatan untuk berpartisipasi dan mendapatkan sertifikasi vaksinator Covid-19. Pelatihan akbar ini digelar guna membantu percepatan program vaksinasi pemerintah yang menargetkan lebih dari 180 juta orang Indonesia telah divaksin pada kuartal pertama 2022.

“ALODOKTER melalui ALOMEDIKA merasa bangga dilibatkan dalam program kolaborasi pelatihan vaksinator akbar ini,” sebut Presiden Direktur & Co-Founder ALODOKTER, Suci Arumsari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/4).‎

Pemerintah telah melakukan secara gencar langkah-langkah pemutusan rantai penularan COVID-19 secara cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis. Respon masyarakat Indonesia terhadap program vaksinasi pemerintah serta pelaksanaannya cenderung positif dan antusias. 

Namun harus diakui jumlah dan sebaran vaksinator juga menjadi kunci kecepatan vaksinasi. Beberapa daerah telah mengalami kendala terbatasnya kecepatan penyuntikan vaksin per hari diakibatkan kurangnya jumlah vaksinator. 

Rasio vaksinator dan populasi harus dapat diseimbangkan sehingga target vaksin harian bisa tercapai. Inilah sebabnya dibutuhkan segera program-program yang dapat mencetak lebih banyak vaksinator.

“Kami percaya pemanfaatan teknologi digital secara optimal dapat memberi peluang yang lebih besar bagi percepatan vaksinasi di Indonesia,” jelas Suci.

Suci mengungkapkan ‎pelatihan vaksinator ini, sesuai dengan misi ALOMEDIKA untuk membantu pelaku industri kesehatan di era health-tech meningkatkan mutu pelayanan medis. Saat ini ALOMEDIKA adalah komunitas dokter terbesar di Indonesia dengan lebih dari 40.000 dokter begabung didalamnya. 

“Komunitas ini berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan para dokter dengan menyediakan berbagai fitur seperti, SKP Points, informasi, panduan, forum, serta kesempatan bekerja. ALODOKTER selalu memberi yang terbaik dari apa yang kami miliki untuk dapat wujudkan Indonesia bebas COVID-19.” tandas Suci.

Program Pelatihan Vaksinator ini akan dilaksanakan dalam 3 gelombang dimana gelombang pertama telah dimulai awal minggu ini. Sertifikat akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan memenuhi persyaratan yaitu telah mengikuti minimal 95% dari keseluruhan jumlah jam pembelajaran, serta memenuhi nilai minimal 70 dari hasil evaluasi dari pelatihan

Untuk informasi lebih jauh tentang ALODOKTER dan ALOMEDIKA dapat mengunjungi situs alodokter.com dan alomedika.com, serta akun instagram @alodokter_id dan @alomedika.(gus)

Teks foto: Konfrensi pers pelaksanaan pelatihan vaksinator.(ist) 

Nasabah Korban Skimming di Cianjur Apresiasi Proses Investigasi dan Respon Cepat BRI

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya memerangi kejahatan skimming dengan mengembangkan sistem dan berbagai fitur keamanan, selain itu juga BRI terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak berwajib untuk menangkap sindikat kejahatan perbankan yang merugikan perbankan nasional, dimana tindak kejahatan skimming ini tidak hanya nasabah yang menjadi korban, namun juga pihak bank.

Selain itu, BRI juga melakukan respon dan investigasi cepat terhadap pengaduan nasabah yang menjadi korban kejahatan perbankan, salah satunya adalah skimming. Tanggapan cepat BRI atas kejadian skimming yang menimpa sejumlah nasabah sesuai dengan komitmen perusahaan untuk terus memberi pelayanan prima dan mengutamakan kepuasan masyarakat. Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan BRI menjamin keamanan simpanan seluruh nasabah. Perusahaan juga akan bertanggung jawab atas seluruh kerugian nasabah yang terbukti menjadi korban kejahatan skimming.

“Terhadap seluruh aduan yang masuk, BRI melakukan proses investigasi terlebih dahulu sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). Namun demikian, sebagian nasabah yang sudah selesai proses investigasi langsung diganti dananya. BRI menjamin simpanan nasabah tetap aman, dan masyarakat tak perlu panik serta khawatir uangnya hilang. Apabila terbukti merupakan korban tindak kejahatan skimming, BRI bertanggungjawab untuk segera menyelesaikan hal tersebut,” ujar Aestika.

Setelah melalui proses investigasi dan terbukti bahwa memang kehilangan dana nasabah disebabkan karena tindak kejahatan skimming, BRI segera mengganti kerugian yang dialami nasabah. Seperti yang telah dilakukan kepada sejumlah nasabah yang menjadi korban tindak kejahatan perbankan berupa skimming di Kabupaten Cianjur. Penggantian kerugian ini dilakukan BRI lebih cepat dari tenggat waktu maksimal sesuai ketentuan, yakni 20 hari kerja pasca laporan nasabah diterima.

Respon cepat BRI atas peristiwa yang menimpa nasabahnya mendapat apresiasi dari para korban skimming. Pujian disampaikan salah satunya oleh Budaemi, nasabah BRI Kantor Cabang Cianjur. Budaemi memuji respon BRI karena cekatan mengganti kerugiannya hanya berselang sehari pasca laporan dugaan skimming dibuat.

“Kemarin Senin (5/4) saya mengajukan pengaduan ke BRI karena kehilangan uang pada Jumat (2/4) sebanyak Rp 10 juta. Sore ini uang yang hilang sudah kembali sebanyak Rp 10 juta. Saya selaku nasabah mengucapkan terima kasih kepada pihak BRI yang menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa kepada nasabahnya,” ujar Budaemi.

Pada kesempatan terpisah, Dadang selaku nasabah BRI juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada perusahaan. Dia bersyukur karena simpanannya sebanyak Rp 10 juta yang sempat raib karena skimming kini telah kembali.

“Terima kasih kepada Bank BRI yang sudah menanggapi dan merespon dengan ramah laporan kami, kehilangan uang Rp 10 juta, dan alhamdulillah hari ini saya sudah cek di ATM uang itu sudah kembali sepenuhnya. Kepada nasabah BRI jangan kapok,” tutur Dadang.

Agar tidak menjadi korban kejahatan perbankan, BRI mengimbau agar nasabah lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan, tipsnya amannya yakni dengan rutin melakukan penggantian PIN kartu ATM, dan juga menjaga kerahasiaan data nasabah seperti nomor kartu, nomor CVV kartu debit/kredit, hingga nomor OTP (One Time Password) transaksi,  serta data perbankan lainnya kepada pihak manapun, termasuk yang mengatasnamakan BRI. BRI juga mengajak nasabah untuk mengaktifkan fitur SMS notifikasi guna mengetahui perubahan saldo nasabah atau mutasi rekening.

12 Prajurit Kodim 0205/TK Naik Pangkat

PIMPIN: Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto saat memimpin kenaikan pangkat .

KARO, SUMUTPOS.CO – Komandan Kodim (Dandim) 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto memimpin acara korp raport kenaikan pangkat Bintara dan Tamtama Prajurit Kodim 0205/TK. Acara korp raport tersebut dilaksanakan di Lapangan Makodim Jalan Jamin Ginting tepatnya di Desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo , Selasa (6/4).

PIMPIN: Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto saat memimpin kenaikan pangkat .

Sebanyak 12 orang prajurit dari Pelda ke Peltu 5 orang, Serka ke Serma 4 orang, Serda ke Sertu 2 orang, Kopda ke Koptu 1 orang, Serma ke Pelda 1 orang (Har) dan Kopka ke Serda 1 orang (Har).

Dandim 0205/TK dalam amanatnya, menyampaikan selamat kepada personel yang naik pangkat, karena kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi kerja yang dilakukan oleh setiap prajurit dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada satuan, Bangsa dan Negara.

Meski kegiatan tersebut berlangsung secara sederhana, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena dihadapkan dengan situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 sehingga peserta acara dibatasi dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid 19.

“Secara pribadi dan atas nama komando, saya mengucapkan selamat kepada yang telah naik pangkat. Diharapkan dengan bertambahnya pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat lama akan meningkatkan motivasi kerja yang lebih baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit,” tegas Dandim.

Lanjutnya, ia menekankan pula bagi anggota yang belum waktunya diusulkan naik pangkat agar tidak membuat pelanggaran yang merugikan dirinya sendiri dan keluarganya. Serta mengharapkan prajurit selalu menjaga diri agar tidak melakukan pelanggaran yang dapat menghambat kenaikan pangkat.

“Pangkat adalah suatu penilaian yang dilaksanakan oleh satuan terhadap prajuritnya. Dan Perlu di ketahui, bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak atau hadiah, akan tetapi suatu prestasi yang dilakukan oleh prajurit itu sendiri sehingga bisa tepat waktu untuk naik pangkat. Sekali lagi saya mewakili seluruhnya dan menyampaikan juga ucapan selamat,” ujarnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Para Perwira Seksi Kodim 0205/TK , Para Danramil Jajaran serta Prajurit dan PNS TNI AD Kodim 0205/TK. (deo)

TP PKK Asahan Gelar Rakor Teknis, Bupati: Diharap Berkontribusi Bagi Masyarakat

SERAHKAN: Ketua TP PKK Asahan menyerahkan cenderamata kepada para Ketua PKK Kecamatan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan, TP. PKK Asahan menggelar Rapat Koordinasi Teknis di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Selasa (6/4).

SERAHKAN: Ketua TP PKK Asahan menyerahkan cenderamata kepada para Ketua PKK Kecamatan.

Bupati Asahan diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Asahan, M. Azmy Ismail, AP, Msi, mengatakan, rapat koordinasi teknis merupakan forum yang sangat strategis untuk melakukan evaluasi dan identifikasi masalah, sehingga keberadaan TP PKK di tengah-tengah masyarakat jelas manfaatnya. Selain itu, mampu berkontribusi bagi masyarakat dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi sumber daya yang ada, serta cinta dan bangga menggunakan produk lokal di Kabupaten Asahan.

Azmy Ismail berharap rapat koordinasi teknis ini, TP PKK dapat mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk memantapkan dan menyempurnakan kebijakan pengelolaan gerakan PKK, serta mampu berkreasi dan inovatif. “Kepada segenap jajaran TP PKK Kecamatan, diharapkan mampu memberikan bimbingan, motivasi kepada masyarakat,”imbuhnya.

Dikesempatan ini, Azmy Ismail juga mengimbau dalam menyambut bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, untuk dapat menjalankan ibadah puasa dengan iman dan taqwa, serta tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker saat beraktifitas di luar rumah, menghindari kerumunan dan menjaga jarak.

“Mari kita membangun kedewasaan dan toleransi, saling menghargai dan menghormati antar umat beragama, menjaga dan memelihara stabilitas keamanan, ketenteraman dan ketertiban, sehingga Kabupaten Asahan yang kita cintai ini tetap aman dan kondusif dalam lindungan Allah SWT,”pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan, Drs. H. Witoyo, MM memberikan materi belajar menjadi wirausaha berprestasi. Sedangkan Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Ratna Sari Dewi, SH memberikan materi peran TP PKK dalam percepatan penanganan kemiskinan melalui program sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Rapat koordinasi teknis ini juga dihadiri para OPD, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Ny. Yusnila Indriati Taufik beserta pengurus, Ketua TP PKK Kecamatan. (mag-9)

Upaya Tingkatkan Pelayanan Investasi Wali Kota Tebingtinggi Kunjungi BKPM RI

KUNJUNGI: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama OPD mengunjungi BKPM RI.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi yang dipimpin Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan melakukan kunjung ke Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI), di Jakarta, Senin (5/4). Kunjungan tersebut dalam rangka rapat koordinasi penilaian kinerja pelayanan terpadu satu pintu dan percepatan pelaksanaan berusaha.

KUNJUNGI: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama OPD mengunjungi BKPM RI.

Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai dengan standar pelayanan dan terwujudnya kepuasan masyarakat serta menampung aspirasi daerah dengan berbagai kendala yang dihadapi investor, dan merumuskan serta mencari solusi yang kongkrit yang dapat diimplementasikan.

Riyatno selaku Deputi kerja sama BKPM RI, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terima kasih kepada pihak BKPM RI yang sudah menyambut kedatangan Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan beserta rombongan dan menyampaikan harapan harapannya.

“Kami berharap yang pertama, kerja sama dan perhatian kepada kami di daerah dan tidak ada pertikaian nantinya antara PMA dan PMDN. Kedua, kami berharap bisa difasilitasi lagi agar para pengusaha kita, PMDN maupun PMA bisa mendapat fasilitas pelabuhan yang cukup mudah, murah dan cepat dan tentunya ini menjadi cita cita kita semua,” bilangnya.

Umar juga berharap, agar BKPM RI dapat mengunjungi Kota Tebingtinggi dan berinteraksi serta mendengar langsung pendapat dari para pengusaha.

“Jika ada waktu, kami harap bisa datang mengunjungi Kota Tebingtinggi,”pinta Umar.

Sedangkan DR Riyatno Deputi kerjasama BKPM RI, menyampaikan bahwa usulan dan aspirasi Pemko Tebingtinggi akan segera ditindaklanjuti.

Riyatno berharap melalui rakor ini dapat meningkatkan pelayanan, pengawalan, penyelesaian hambatan, penyederhanaan, dan pengembangan sistem online dalam rangka percepatan penyelesaian perizinan berusaha di Kota Tebingtinggi.

Turut hadir dalam rakor tersebut Kepala DPM-PTSP Kota Tebingtinggi Surya Darma, Kadis Dukcapil Muhammad Fachry, Kepala Bappeda Erwin Suheri Damanik, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Kepala Satpol PP Manahan Guntur Harahap, Direktur RSUD Kumpulan Pane, Dr Yohnly Boelian Dachban. (ian)