32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 3472

Siapkan Kas Rp. 36,7 Triliun, BRI Tetap Layani Masyarakat Selama Libur Lebaran

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – BRI berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan yang optimal selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 2021. Hadir dalam acara press conference virtual yang diselenggarakan di Jakarta (03/05), Direktur Jaringan dan Layanan BRI Arga M. Nugraha dan SEVP Operation BRI Muhammad Syafri Rozi.

Arga menyatakan perseroan akan tetap beroperasi dengan memberikan layanan terbatas pada tanggal 12 dan 15 Mei 2021. “Layanan terbatas BRI akan hadir di 184 kantor, dimana masyarakat tetap dapat membuka rekening, penarikan dan penyetoran simpanan, setoran pinjaman, complain handling serta jual beli bank notes. Adapun daftar unit layanan terbatas ini dapat diakses di website resmi BRI (https://bri.co.id/layanan-terbatas). Selain itu, BRI juga tetap melayani penebusan setoran BBM/Non BBM Pertamina di 135 kantor serta Pelayanan Pick Up Service ASDP di 37 kantor. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BRI juga menyediakan layanan penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) di 20 Kantor Cabang BRI se-Jabodetabek yang telah mulai dilaksanakan pada tanggal 13 April lalu hingga menjelang libur pada tanggal 11 Mei,” jelas Arga.

Sebagai langkah antisipasi akan kebutuhan uang tunai di tengah masyarakat, BRI juga telah mempersiapkan kebutuhan kas dengan total Rp36,7 Triliun yang dialokasikan untuk mesin ATM, CRM, dan juga untuk layanan Unit Kerja Operasional (UKO).

“Uang kas yang disiapkan oleh BRI tahun ini meningkat sebesar 8% apabila dibandingkan dengan nominal realisasi tahun lalu, hal tersebut disebabkan karena mulai meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Jumlah ini juga telah mempertimbangkan adanya migrasi atau bergesernya pola transaksi nasabah BRI dari sebelumnya transaksi tunai menjadi transaksi digital atau non-tunai,” ungkap Arga.

BRI juga menghimbau nasabah untuk dapat bertransaksi secara cashless dan melakukan berbagai macam transaksi perbankan secara digital. Selain dapat menggunakan Internet Banking BRI, salah satu layanan digital banking BRI yang dapat digunakan adalah aplikasi BRImo. “Dengan menggunakan BRImo, masyarakat akan lebih mudah melakukan transaksi karena dapat dilakukan dari manapun dan kapan pun. Selain itu dengan mengurangi transaksi tunai dan beralih dengan menggunakan mobile banking maka dapat mengurangi penyebaran virus”, imbuh Arga.

Selain outlet konvensional, masyarakat memiliki alternatif lain untuk mendapatkan layanan keuangan BRI diantaranya melalui 16.558 mesin ATM, 5.707 mesin CRM, dan 454 ribu Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia.

Agen BRILink memberikan layanan transaksi perbankan seperti transfer, setor dan tarik tunai, pembayaran tagihan listrik, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA dan pinjaman, dan transaksi lainnya. Melalui kemudahan akses layanan perbankan, BRILink dapat menjangkau masyarakat lebih dekat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan
Covid-19. Saat ini, Agen BRILink telah melayani masyarakat di 54,6 ribu desa, atau lebih dari 70% jumlah desa di seluruh Indonesia.

Selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H, BRI tetap berkomitmen menjaga service level yang sama untuk layanan pelanggan melalui Contact BRI. “Kami menyediakannya melalui call center 14017 / 1500017 dan akun-akun media sosial kami, di mana agen-agen kami siap melayani nasabah 24 jam sehari,” tutup Arga.

PGN Raih Laba Rp 870 Miliar Pada Triwulan 1 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina Persero berkomitmen terus mengoptimalkan penyaluran gas bumi di masa pemulihan ekonomi nasional saat ini. Berangkat dari komitmen tersebut, kinerja penjualan gas bumi PGN mengalami peningkatan sejak bulan Januari s.d Maret 2021 (TW I) diatas target. 

Pada Triwulan I 2021, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 733,15 juta. Dari pendapatan tersebut, PGN mencatat Laba Operasi sebesar USD 95,90 juta dan EBITDA sebesar USD 191,24 juta. PGN berhasil meraih peningkatan laba distribusikan ke induk menjadi USD 61.5 juta atau Rp 870 miliar (kurs IDR/USD: Rp 14.147) pada Triwulan I 2021, meningkat dibandingkan periode yang sama pada Triwulan I 2020 sebesar USD 47.7 juta. 

Pencapaian rata-rata penjualan gas bumi PGN Group s.d Maret 2021 sebesar 916 BBTUD atau meningkat 7.86% diatas target Triwulan I 2021. Adapun rinciannya, penjualan gas di PGN sebesar 835 BBTUD dan PT Pertagas sebesar 81 BBTUD. Peningkatan didorong oleh pertumbuhan konsumsi gas bumi karena operasional pelanggan mulai rebound di sektor pembangkit listrik dan industri retail. Saat ini PGN telah melayani lebih dari 495.000 pelanggan di sektor rumah tangga, UMKM, industri, dan pembangkit listik.

Adapun posisi keuangan konsolidasian PGN per 31 Maret 2021, tetap menunjukkan posisi keuangan yang terjaga dengan total aset sebesar USD 7,52 miliar, total liabilitas USD 4,50 miliar, dan total ekuitas USD 3,02 miliar serta rasio lancar (perbandingan aset lancar dengan liabilitas jangka pendek) sebesar 1,8 kali. Hal ini menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya masih baik. 

Direktur Keuangan PGN, Arie Nobelta Kaban mengungkapkan bahwa di Triwulan I 2021, PGN masih menghadapi ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi Covid-19, namun PGN tetap dapat menjaga kinerja melalui upaya-upaya strategis yang diambil oleh Perseroan. 

Melihat prospek demand gas bumi yang masih menjanjikan ke depan, dimana sesuai studi diperkirakan akan ada peningkatan permintaan sampai sekitar 550 juta ton per tahun pada tahun 2030, PGN akan berupaya untuk meningkatkan ekspansi bisnis LNG termasuk LNG Retail. 

“PGN memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola bisnis gas nasional untuk memenuhi kebutuhan gas domestik. LNG akan berperan semakin besar untuk menjaga kehandalan pasokan gas untuk konsumen,” imbuh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Syahrial Mukhtar.

PGN akan membangun infrastruktur dan aset-aset yang dibutuhkan untuk mengelola LNG retail. Untuk pasar domestik, bisnis LNG akan memiliki kontribusi besar melalui proyek konversi BBM ke LNG untuk pembangkit listrik PLN dan wilayah-wilayah yang belum terjangkau pipa gas khususnya di wilayah timur Indonesia. Untuk pasar luar negeri, perusahaan juga tengah melakukan pendekatan dengan pemain LNG di negara-negara target yaitu Filipina, Myanmar, Vietnam dan Thailand. 

“Selain potensi bisnis LNG, PGN akan berperan aktif mendukung program RDMP Kilang salah satunya dengan membangun fasilitas Small Land-Based LNG Regasification Terminal di Cilacap yang diestimasikan dapat menghasilkan volume ramp up sampai dengan 111 MMSCFD,” papar Syahrial.

Dalam jangka menengah, PGN tengah membangun infrastruktur Pipa Gas Senipah-Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan. Pipa Senipah-Balikpapan diestimasikan dapat mendukung penyaluran gas yang efisiensi untuk kilang dengan volume ramp up sampai 194 MMSCFD. Kedua infrastruktur gas untuk Kilang tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2023.

“PGN juga berupaya melakukan efisiensi beban operasional di berbagai proses bisnis. Selain itu untuk menjaga likuiditas perusahaan manajemen mengambil kebijakan realisasi capital expenditure (CAPEX) dilakukan secara selektif/prioritisasi,” ujar Arie.

PGN grup ditahun 2021 ini juga akan menyelesaikan pembangunan Pipa Minyak Rokan sepanjang ± 367 KM dengan diameter 4-24 inchi di koridor Minas-Duri-Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai, Wilayah Kerja Rokan. Diharapkan proyek tersebut akan menjadi salah satu sumber pendapatan jangka panjang yang berpotensi menyalurkan minyak 200.000 – 265.000 BPOD dan tentunya merupakan komitmen dalam menjaga efisiensi penyaluran salah satu backbone migas nasional. 

Arie melanjutkan, PGN juga terus melakukan evaluasi terhadap pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang sedang direncanakan maupun sudah dibangun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap proyek mampu meraih skala ekonomi yang optimal dengan pembiayaan yang efisien.

“Gejolak perekonomian yang dipicu oleh pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal 2020 telah mengajarkan PGN untuk tetap fokus memperkuat fundamental bisnis. Namun, kami optimis mampu melewati berbagai tantangan ini dan menjadikan PGN semakin kuat di masa depan,” tutup Arie. (rel/ram)

Tak PHK Karyawan Saat Pandemi, Telkom Diganjar Penghargaan oleh Kemenaker

 

PENGHARGAAN: Direktur Human Capital Management Telkom, Afriwandi (paling kanan) usai menerima apresiasi dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk langkah Telkom yang tetap bertahan dan mampu melakukan berbagai penyesuaian, tidak melakukan PHK dan Zero Accident selama masa pandemi Covid-19 dalam acara khusus untuk memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional yang dilangsungkan di BBPLK Bekasi, Sabtu (1/5/2021).

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengapresiasi langkah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom yang tetap bertahan dan mampu melakukan berbagai penyesuaian di masa pandemi Covid-19. Antara lain tidak lakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), dan zero accident. 

Penghargaan ini diberikan secara khusus dalam rangka memeringati May Day atau Hari Buruh Internasional yang dilangsungkan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Sabtu (1/5). Hadir langsung Menaker RI, Ida Fauziyah dan seluruh pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenaker RI,

 Selain BUMN dan perusahaan, acara yang dilakukan secara hybrid (offline dan online) ini turut dihadiri para presiden Konferederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia. Turut hadir pula Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani, dan Direktur ILO (International Labour Organization) perwakilan Jakarta.

 Dalam sambutannya, Menaker Ida Fauziyah mengucapkan terimakasih atas peran serta pengusaha yang dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 masih tetap bertahan.

“Kita harus berbagi dan memikul beban dengan sesama. Kita juga harus yakin dan percaya dengan bersama-sama maka kitabisa melewati kondisi buruk ini,” ujarnya.

 Ia meyakini dengan kebersamaan, pemulihan juga akan lebih cepat. “Kita harus bergandengan tangan dan bangkit dari kondisi sulit ini,” tegasnya.

 Direktur Human Capital Management Telkom, Afriwandi yang menerima penghargaan secara langsung dari menaker RI, mengucapkan terimakasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan hubungan industrial yang lebih baik di lingkungan TelkomGroup. Telkom sendiri menjadi satu-satunya BUMN yang menerima penghargaan dari menaker RI pada acara May Day tersebut. 

“Pandemi global ini berdampak besar pada sisi kesehatan, sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan. Sama halnya dengan industri telekomunikasi yang terdampak, TelkomGroup pun juga merasakan dampaknya. Meskipun demikian, kami berkomitmen untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja,” katanya. 

 Bahkan sepanjang pandemi Covid-19, lanjutnya, Telkom tetap mampu tumbuh positif baik kinerja keuangan maupun kinerja operasional. “Hal ini tak lepas dari upaya fokus bisnis digital yang tengah kami akselerasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, termasuk dengan peran aktif perusahaan untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui dukungan konektivitas, platform, dan aplikasi digital,” tambah Afriwandi.

 Pada 2020, Telkom mampu mencatat kinerja yang baik dengan membukukan pertumbuhan yang positif dari sisi pendapatan, EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) serta laba bersih selama tahun lalu. Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp136,52 trilliun, tumbuh positif sebesar 0,7% dibanding 2019. EBITDA Perseroan pada 2020 tercatat Rp66,94 triliun dengan laba bersih sebesar Rp20,89 triliun, atau masing-masing tumbuh double digit sebesar 11,2% dan 11,5%.

 Sesuai dengan tema Hari Buruh Internasional tahun ini, pihaknya mengajak seluruh karyawan TelkomGroup untuk bersinergi dan bersama-sama bangkit dan berinovasi demi membangun Indonesia yang lebih baik.

“Pandemi telah mempercepat transformasi digital menjadi beberapa tahun lebih cepat dan ini menjadi ruang akselerasi bagi Telkom. Untuk itu TelkomGroup akan terus berupaya menghadirkan solusi digital terbaik untuk membantu masyarakat maupun dunia usaha dalam memulihkan perekonomian nasional sejalan dengan komitmen kami untuk menjadi penggerak digitalisasi Indonesia. Kami meyakini dengan digitalisasi, bersama-sama kita mampu menghadapi pandemi dan menjadikan Indonesia lebih baik,” pungkasnya. (rel/prn)

Telkomsel dan Kemenkop UKM Dorong Pemulihan UKM di Masa Pandemi melalui 99% Usahaku

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel berkomitmen untuk terus bergerak maju menghadirkan solusi digital terdepan yang dapat membantu perkembangan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM). Komitmen tersebut kini diwujudkan dalam bentuk kolaborasi bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) untuk mendukung program UKM Go Digital. Upaya kolaboratif ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (29/4).

Telkomsel bersama Kementerian Koperasi dan UKM berkolaborasi mendukung Program UKM Go Digital untuk membantu pelaku agar terus tumbuh dan berkembang setelah terdampak pandemi. Kolaborasi ini melibatkan platform 99% Usahaku dari Telkomsel yang memiliki lima fitur utama, yakni edukasi, solusi bisnis, pembiayaan, pemasok, dan pemasaran.

Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir mengatakan, “Saat ini, kita melihat realitas yang tak bisa dimungkiri bahwa pandemi COVID-19 memukul sektor UKM. Padahal, sektor UKM merupakan penggerak roda perekonomian yang berkontribusi besar terhadap PDB dan pembukaan lapangan pekerjaan. Maka dari itu, Telkomsel menyambut positif kolaborasi dengan Kemenkop UKM untuk meningkatkan kapasitas pelaku UKM agar bisa go digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kini perilaku dan gaya hidupnya menjadi serba digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong sektor UKM untuk mengadopsi teknologi digital dengan cepat agar dapat survive di tengah pandemi serta terus berkembang dan meningkatkan daya saing ke depan.”

Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Hanung Harimba Rachman mengatakan, “Melalui kerja sama ini, kami menatap optimis untuk memulai gebrakan-gebrakan baru agar para pelaku UKM dapat berlari cepat dan lincah menuju UKM Go Digital. Hal tersebut pun didukung dengan pembekalan ilmu yang relevan seperti digitalisasi kegiatan pemasaran dan peningkatan keterampilan teknis produksi. Harapannya, kerja sama ini juga dapat menjadi daya dongkrak dan batu pijakan dari pelaksanaan program-program Kemenkop UKM agar dapat berjalan lebih optimal.”

Upaya kolaboratif antara Telkomsel dengan Kemenkop UKM meliputi sejumlah inisiatif strategis yang ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas digital para pelaku UKM. Inisiatif tersebut meliputi pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia UKM, sinergi perluasan pasar nasional bagi produk UKM, serta pengembangan pengelolaan usaha dan sistem pembayaran digital. Selain itu, Telkomsel mendukung Kemenkop UKM dalam menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas 120 UMKM dari berbagai wilayah di Jawa Barat dengan memberikan lisensi aplikasi laporan keuangan digital.

Pada kolaborasi ini, Telkomsel melibatkan 99% Usahaku sebagai solusi digital yang dapat mengakselerasi pelaku usaha UKM untuk go digital. 99% Usahaku merupakan platform multifungsi yang akan sangat membantu para pelaku usaha UKM dalam memenuhi berbagai kebutuhan secara online. 99% Usahaku memiliki lima fitur andalan dalam menjalankan fungsinya itu.

Pertama adalah fitur Edukasi yang menghadirkan berbagai konten pelatihan digital, forum diskusi, hingga kisah inspiratif penuh pembelajaran dari sesama pelaku UKM. Kedua, fitur Solusi Bisnis yang dapat membantu para pelaku UKM dalam meningkatkan produktivitas bisnisnya. Melalui fitur tersebut, pelaku UKM akan diuntungkan dengan beberapa hal, di antaranya Paket Data Khusus UKM dengan harga terjangkau, dimudahkan dalam membuat laporan keuangan secara digital, hingga memperluas jangkauan pemasaran ke toko online.

Ketiga, fitur Pembiayaan yang berfungsi memberikan akses permodalan kepada para pelaku UKM yang ingin mengembangkan usahanya, khususnya di masa pandemi saat ini. Keempat, fitur Pemasok yang dapat membantu para pelaku UKM menemukan produk yang dibutuhkan oleh bisnisnya dan dapat terhubung dengan beragam supplier. Kelima, fitur Pemasaran atau Hyperlocal Marketing yang mampu menghubungkan pelaku UKM dengan calon konsumen di area sekitar daerahnya.

“Kolaborasi bersama Kemenkop dan UKM dalam mendukung Program UKM Go Digital ini sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk terus bergerak maju membangun ekosistem digital yang inklusif di Indonesia.Diharapkan, kolaborasi ini akan sangat membantu sektor UKM untuk dapat bertransformasi ke digital secara cepat sehingga dapat survive di tengah pandemi, bahkan berkembang di kemudian hari. Selain itu, Telkomsel sebagai connectivity enabler akan terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan lainnya untuk membantu pemulihan secara nasional. Karena dibutuhkan kolaborasi dari banyak pihak agar Indonesia bisa menang melawan pandemi ini,” ucap Dharma menutup.

Untuk mendapatkan info lebih banyak terkait solusi–solusi digital lainnya dari Telkomsel myBusiness, silahkan akses tsel.me/mybusiness.

SMK MULTI KARYA Berbagi di Bulan Ramadhan: Salurkan Paket Sembako Ke Masyarakat Sekitar Sekolah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di bulan Ramadhan yang penuh hikmah dan berkah ini, Yayasan Multi Gemilang Prestasi dan SMK Multi Karya berbagi kebahagiaan kepada masyarakat sekitar sekolah. Melalui kegiatan ini SMK Multi Karya membagikan 100 paket sembako gratis ke masyarakat di sekitar sekolah.

Pembina Yayasan Multi Gemilang Prestasi H. Marsimin didampingi  Kepala Sekolah SMK Multi Karya Lyly Rismaidy, S.Pd mengatakan, tujuan dari pembagian sembako yakni untuk membantu masyarakat khususnya bagi keluarga prasejahtera di sekitar sekolah agar dapat mengurangi beban dan turut berbahagia menyambut Lebaran seperti masyarakat pada umumnya. Apalagi saat ini kondisi masyarakat sedang mengalami pandemi Covid-19.

Bantuan paket sembako yang dibagikan antara lain bahan-bahan pokok kebutuhan rumah tangga seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Lokasi dan masyarakat  yang dipilih pun melalui beberapa proses dan tahapan penyaringan.

Lyly Rismaidy menambahkan, ada kriteria khusus hingga akhirnya dipilih masyarakat yang berhak menerima bantuan sembako. Sekolah bekerjasama dengan kepala lingkungan di sekitar sekolah untuk memperoleh data-data lengkap mengenai keadaan masyarakat yang sesuai dengan target SMK Multi Karya.

Disebutkannya, SMK Multi Karya secara konsisten telah menjalankan program Ramadhan Peduli ini setiap tahunnya. Sebagai bentuk kepedulian SMK Multi Karya kepada lingkungan sekitar sekolah. Dengan harapan, bantuan sembako ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan pokok yang layak bagi masyarakat selama bulan Ramadhan.

Saat ini selain berbagi sembako ke masyarakat, SMK Multi Karya juga sudah membuka pendaftaran siswa/I baru untuk tahun ajar 2021-2022. Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya sudah bisa melihat informasi ke aekolah atau melalui website atau media sosial SMK Multi Karya.

Ada 8 program keahlian yang menjadi unggulan di SMK Multi Karya diantaranya Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga. (rel)

KPK Ingatkan Pejabat Tolak Gratifikasi

JURU BICARA: Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati memberi keterangan kepada wartawan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan Penyelenggara Negara (PN) dan pegawai negeri untuk menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, khususnya terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

JURU BICARA: Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati memberi keterangan kepada wartawan.

KPK juga meminta penyelenggara negara dan pegawai negeri agar memberikan teladan yang baik bagi masyarakat dengan tidak melakukan permintaan, pemberian, dan penerimaan gratifikasi dengan memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 untuk melakukan perbuatan koruptif. “Sebab tindakan tersebut dapat menimbulkan konflik kepentingan, bertentangan dengan peraturan dan kode etik, serta memiliki risiko sanksi pidana,” kata Plt juru bicara KPK, Ipi Maryati dalam keterangannya, Minggu (2/5).

Ipi menyampaikan, demi mengingatkan hal itu, KPK menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 tahun 2021 tanggal 28 April 2021 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya.

Dalam SE tersebut, sambung Ipi, KPK kembali mengingatkan para penyelenggara negara dan pegawai negeri bahwa permintaan dana dan/atau hadiah sebagai tunjangan hari raya (THR) atau dengan sebutan lain oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara, baik secara individu maupun atas nama institusi merupakan perbuatan yang dilarang dan dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi.

“KPK juga mengimbau kepada pimpinan kementerian/lembaga/pemerintah daerah dan BUMN/BUMD agar melarang penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. Fasilitas dinas seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan terkait kedinasan,” tegas Ipi.

Ipi menyebut, pimpinan kementerian/lembaga/pemerintah daerah dan BUMN/BUMD juga diharapkan menerbitkan imbauan secara internal untuk pegawai di lingkungan kerjanya agar menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugasnya.

Di sisi lain, pimpinan asosiasi, perusahaan maupun masyarakat diharapkan juga melakukan langkah-langkah pencegahan dengan mengimbau anggotanya tidak memberikan gratifikasi. “Jika karena kondisi tertentu, pegawai negeri atau penyelenggara negara tidak dapat menolak gratifikasi, maka wajib melaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak gratifikasi diterima,” pungkas Ipi.

Informasi terkait mekanisme dan formulir pelaporan atas penerimaan gratifikasi dapat diakses melalui tautan https://gratifikasi.kpk.go.id atau menghubungi layanan informasi publik KPK pada nomor telepon 198. (jpc)

Presiden Ingatkan Masyarakat untuk Tidak Lengah, Jokowi: Covid Masih Ada, Situasi Belum Aman

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan Covid-19. Jokowi meminta masyarakat tidak lengah, meskipun kurva kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai melandai.

“Jangan dulu berpuas diri, jangan optimisme berlebihan. Jangan merasa situasi sudah terkendali, jangan merasa sudah aman. Belum,” kata Jokowi dalam video yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (2/5).

Menurut Jokowi, pandemi Covid di Indonesia masih nyata. “Oleh sebab itu, kita harus tetap benar-benar waspada. Tetap tidak boleh lengah. Tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid. Memang, kurva kasus Covid di Tanah Air sudah melandai sejak penerapan PPKM skala mikro dan dimulainya program vaksinasi,” ungkapnya.

Jokowi meminta masyarakat untuk tetap mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan. Pasalnya, kedisiplinan protokol kesehatan masih menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Memang, tren kesembuhan terus meningkat dan bahkan hari ini jumlah kasus aktif berada di 100 ribu orang. Kemudian ada penurunan kasus harian, tapi jangan dulu berpuas diri. Jangan optimisme berlebihan. Jangan merasa situasi sudah terkendali. Jangan merasa sudah aman. Belum. Upaya menekan kasus aktif ini harus terus dilakukan. Harus terus dilakukan. Dan sangat bergantung dengan kedisiplinan kita semua dalam menjalankan protokol kesehatan,” beber Jokowi.

Jokowi menjelaskan, protokol kesehatan harus tetap dijalankan oleh semua pihak. Termasuk juga mereka yang berada di zona merah hingga zona hijau.

“Iya, kita semua baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin. Baik yang berada di zona merah, zona oranye, zona kuning, dan zona hijau, harus tetap berdisiplin menjalankan prokes. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” imbuh Jokowi.

Selain itu, Presiden juga meminta kepala daerah untuk terus menyosialisasikan disiplin protokol kesehatan. Jokowi juga menginstruksikan Gubernur hingga Wali Kota melarang warganya mudik.

“Saya minta kepada Gubernur, Bupati, Walikota untuk terus mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dan juga bersinergi dengan Pemerintah Pusat dengan melarang mudik warganya pada Lebaran tahun ini,” kata Jokowi.

Jokowi menekankan lagi, di masa pandemi ini kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Untuk itu Jokowi tidak meremehkan Covid-19. “Taatilah protokol kesehatan, jangan lengah, jangan menganggap remeh dan tetap waspada. Bersama-sama Insyaallah kita mampu mengatasi ujian dan cobaan yang berat ini,” tandasnya. (dtc)

PAB Doakan Pendidikan Tatap Muka Segera Berjalan

Ketua Umum PAB Sumut, Drs H Ahmad Nasution MPd

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai lembaga pendidikan, Persatuan Amal Bakti (PAB) Sumut berharap dan mendukung sepenuhnya segera terwujudnya kembali pembelajaran tatap muka pada Juni mendatang.

Ketua Umum PAB Sumut, Drs H Ahmad Nasution MPd

“Upaya terakhir kita semua adalah berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT, agar harapan itu dapat dikabulkan, “kata Ketua Umum PAB Sumut, Drs H Ahmad Nasution MPd, di sela-sela acara berbuka puasa bersama seluruh pengurus pendidikan naungan PAB Sumut, baru-baru ini.

Apalagi kondisi belajar tatap muka, sejak pandemi Covid-19 telah terhenti hampir dua tahun. Dampaknya antara guru dan siswa hampir sudah tak saling mengenal lagi, seperti halnya siswa tingkat SD yang justru tidak pernah sekalipun bertatap muka langsung.

Terkait langkah untuk memulai kembali pendidikan tatap muka, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh jajaran kepala sekolah untuk menyiapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hingga saat ini pihaknya terus menjalankan proses vaksinasi bagi para guru. “Sudah 50 persen tenaga pendidik di lingkup PAB yang sudah divaksin Covid-19,” katanya didampingi Ketua BPH PAB, M Aswin.

Kendati rencana pendidikan tatap muka baru akan dimulai pada tahun ajaran baru, pihaknya tetap menunggu kebijakan legal formal dari pemerintah.

“Apakah nanti sistem belajar mengajarnya secara 50;50 dilaksanakan, kami akan tetap mematuhinya,” ucapnya.

Sementara pengurus PAB lainnya, Harmen Sarbaini, menilai pendidikan tatap muka adalah yang utama dalam membentuk karakter anak didik.

“Filosofinya secanggih apapun media pendidikan/pembelajaran yang hadir saat ini, tidak akan mampu mengalahkan peran guru. Karena teknologi tidak mengajarkan karakter. Ruhnya pendidikan itu sendiri adalah untuk memperbaiki karakter anak didik,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rangkaian acara berbuka puasa para pengurus dan pimpinan PAB ini, diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh dan ditutup dengan salat magrib berjemaah. (fac/azw)

Nadiem: Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar

SALAM: Mendikbudristek Nadiem Makarim memberikan salam saat rapat bersama anggota DPR RI di Jakrta beberapa waktu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tanggal 2 Mei bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021. Ini merupakan kali kedua Hardiknas diperingati bersama-sama dengan pandemi Covid-19.

SALAM: Mendikbudristek Nadiem Makarim memberikan salam saat rapat bersama anggota DPR RI di Jakrta beberapa waktu.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim pun mengatakan bahwa masa ini tidak mudah bagi seluruh masyarakat, khususnya para pendidik, pelajar serta orangtua. Akan tetapi, jangan jadikan ini sebagai penghambat inovasi anak bangsa.

“Pada hari lahir Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, sekaligus hari penting bagi pendidikan nasional ini, marilah kita kesampingkan sejenak segala kesulitan. Hari ini kita bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia,” terang dia dalam Upacara Bendera, Minggu (2/5).

Ia menuturkan bahwa lebih dari setahun ini telah banyak belajar dan memahami kesulitan para pelajar yang harus menghadapi berbagai tantangan belajar dari rumah. Salah satunya rasa rindu untuk belajar bersama.

Ia pun mengapresiasi para pendidik di tengah berbagai keterbatasan dan ketiadaan yang telah melakukan berbagai inovasi, eksplorasi dan menemukan jurus jitu untuk menciptakan pembelajaran yang baik bagi anak didiknya. “Saya juga mendengar keluh kesah dan kiprah orangtua di tengah berbagai kesibukan mampu memainkan berbagai peran, baik sebagai ayah, ibu, pendidik dan sahabat bagi putra-putrinya,” tambahnya.

Nadiem percaya bahwa tidak ada tantangan yang tidak bisa dihadapi bangsa Indonesia apabila seluruh pihak saling bergandeng tangan mengatasi permasalahan ini. “Di hari yang mulia ini dan di bulan yang penuh kemenangan ini, saya ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari bangkit dan pulih. Mari serentak bergerak, wujudkan Merdeka Belajar,” tandasnya. (jpnn/azw)

Laksanakan Campus Social Responsibility, Fakultas Hukum UISU Bantu 120 Keluarga Duafa

SERAHKAN : Wakil Dekan Bidang Akademik dan Dakwah Islamiyah Fakultas Hukum UISU, Dr Mustaman MAg saat menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai kepada masyarakat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Civitas Akademika Fakultas Hukum Unuiversitas Islam Sumatera Utara (UISU) memberikan santunan kepada 120 keluarga duafa yang berdomisili di lingkungan sekitar Kampus UISU di Ruang Rapat Fakultas Hukum UISU Jalan Sisingamangaraja, Teladan Barat-Medan, Jumat (30/4). Bantun yang diberikan merupakan Program Campus Social Responsibility (CSR) dari UISU untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 dan menyemarakkan bulan suci Ramadan.

SERAHKAN : Wakil Dekan Bidang Akademik dan Dakwah Islamiyah Fakultas Hukum UISU, Dr Mustaman MAg saat menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sudah berjalan sejak tahun 2017. Dan, tahun ini merupakan tahun kelima. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan dari seluruh pimpinan, dosen, pegawai, alumni dan mahasiswa mulai dari persiapan, pengumpulan donasi, pendataan penerima, sampai dengan penyaluran CSR.

Metode penyaluran CSR tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini santunan disalurkan dengan cara para penerima diundang ke kampus secara bertahap 8 orang setiap 10 menit untuk menjaga protokol kesehatan.

Hadir dalam kegiatan ini, dekan, wakil-wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi di lingkungan Fakultas Hukum UISU mewakili unsur pimpinan.

Dalam laporannya, Muhammad Taufik Nasution selaku ketua panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, Dia berharap di tahun-tahun mendatang kegiatan ini bisa terus terlaksana. Beliau juga menyampaikan, semoga masyarakat yang menerima santunan ini dapat terbantu.

Sementara Dekan Fakultas Hukum UISU, Dr Marzuki SH MHum menyampaikan bahwa Program CSR merupakan wujud dari Catur Dgarma UISU yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan, semoga dengan kegiatan ini Masyarakat dapat lebih merasakan manfaat kehadiran UISU sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang mencetak generasi masa depan bangsa di tengah-tengah masyarakat.

Terakhir beliau menyampaikan, agar ke depan kegiatan-kegiatan sejenis ini dapat terus digalakkan guna memupuk rasa kepedulian sosial masyarakat kampus terhadap lingkungan sekitar dengan kegiatan-kegiatan yang lebih variatif dan inovatif.

Rektor UISU, Dr Yanhar Jamaluddin MAP menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Fakultas Hukum UISU. Dia berharap di masa-masa yang akan datang lebih banyak lagi Keluarga Besar Fakultas Hukum UISU yang terlibat dan lebih banyak lagi masyarakat yang menerima manfaat dari kegiatan ini. Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU, Prof. drg. Ismet Danial Nasution, Sp. Pros (K) FICD, Ph.D. menyampaikan rasa bangganya terhadap Pimpinan dan Keluarga Besar Fakultas Hukum UISU karena dapat membuat dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan inovatif serta langsung menyelesaikan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi oleh masyarakat. Terakhir rektor berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat diikuti oleh fakultas-fakultas yang lain di lingkungan UISU. (rel/azw)