26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 3563

Rencana Belajar Tatap Muka, Kadinkes Sumut: Perlu Pemetaan Zonasi Risiko

CUCI TANGAN: Siswa mencuci tangan saat akan memasuki area sekolah dalam PTM di SMP Negeri Hindu 2 Sukawati, Gianyar, Bali, Selasa (23/3). Pemkab Gianyar membuka PTM bagi siswa SD dan SMP dengan menerapkan prokes, mengatur jumlah siswa, serta membagi waktu belajar menjadi dua sesi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana belajar tatap muka yang bakal dilakukan di sekolah, perlu kajian pemetaan zonasi resiko dari para pakar. Sebab, model pembelajaran tersebut saat pandemi Covid-19 tentu berisiko.

CUCI TANGAN: Siswa mencuci tangan saat akan memasuki area sekolah dalam PTM di SMP Negeri Hindu 2 Sukawati, Gianyar, Bali, Selasa (23/3). Pemkab Gianyar membuka PTM bagi siswa SD dan SMP dengan menerapkan prokes, mengatur jumlah siswa, serta membagi waktu belajar menjadi dua sesi.

“Harus ada kajian yang menyeluruh, karena ini kan berisiko. Kalau kajian itu mengatakan boleh, ya enggak ada masalah. Tapi kita serahkan itu kepada pakar-pakar kitan

Masyarakat juga harus mau ikut, jangan maunya saja, karena kalau dasarnya perasaan bukan fakta maka bisa kacau kita,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, dihubungi wartawan, Jumat (26/3).

Kata Alwi, kebijakan pelarangan belajar tatap muka sebenarnya bukan maunya gubernur Sumut. Melainkan berdasarkan analisis dan usulan dari pakar terkait, seperti pakar pendidikan, pakar kesehatan, pakar psikologi, dan lainnya. Karena itu, jika belajar tatap muka nantinya memang harus kembali dibuka, maka diusulkan ada baiknya agar pakar-pakar itu kembali dikumpulkan untuk membahas perkembangan lebih lanjut.

“Jangan karena kemauan masyarakat saja, karena itu enggak bisa kita jadikan pegangan. Masyarakat ini ‘kan pakainya perasaan, bukan fakta. Bisa saja karena sudah bingung melihat anaknya di rumah, beranggapan lebih bagus kalau sekolah tatap muka,” sebut dia.

Menurut Alwi, pertimbangan dari pakar sangat penting, karena keputusan yang diambil pasti akan lebih objektif. Karenanya, usulan Dinas Kesehatan Sumut lebih bergantung kepada perhitungan dari para pakar tersebut. “Jika dirasa aman (oleh para pakar), ya silakan saja,” ucapnya.

Meski begitu, dia berpendapat, seandainya pembelajaran tatap muka akhirnya dapat dibuka, tentu masih akan ada beberapa daerah yang belum bisa melaksanakannya. Misalnya, Kota Medan karena masih berstatus zona merah (risiko tinggi) Covid-19.

Ia melanjutkan, pemetaan zonasi risiko harus menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pelaksanaan sekolah tatap muka. Di sisi lain, bagi daerah zona hijau sekalipun tetap harus dikaji lebih jauh. Sebab belum tentu kantong-kantong di desanya juga sudah pasti hijau. “Jangankan anak kecil, orang dewasa saja belum tentu bisa kita atur menjalankan protokol kesehatan. Ini apalagi anak-anak, disuruh jaga jarak, malah akan bergelut dia atau lari-larian dengan teman-temannya,” tandas Alwi.

Sebelumnya, pengamat kesehatan dari USU, dr Delyuzar mengungkapkan, belajar tatap muka di sekolah sebaiknya dilakukan jika sekolah dapat memenuhi standar protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19 yang ditetapkan. “Ini harus kerja sama dengan Satgas Covid-19, bahkan kalau bisa setiap sekolah juga disiapkan Satgas yang mengatur standar yang benar,” kata Delyuzar.

Jika standar prokes tidak dapat dipenuhi, maka jangan dilakukan sekolah tatap muka. “Kalau itu tidak bisa dilakukan, jangan dilaksanakan karena berisiko tinggi. Walaupun ada tren angka kasus covid-19 menurun di banyak daerah namun kasusnya tetap ada,” sambung dia.

Delyuzar menuturkan, belajar tatap muka dapat diprioritaskan bagi daerah zona hijau. Namun, kalaupun harus dilakukan maka hal itu harus betul-betul dikuti dengan semua prokes yang ketat. “Misalnya, kapasitas ruangan, jumlah siswa kemudian kesiapan siswa harus diperhatikan,” ucap dia.

Ia menambahkan, di samping prokes yang ketat, perlu disiapkan testing dan tracing Covid-19. Jangan sampai ada murid atau guru yang terpapar saat berlangsungnya sekolah tatap muka itu. “Tidak harus ada perawat di sekolah, namun jika terjadi apa-apa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit (RS) dan puskesmas di sekitar sekolah harus siap,” pungkas Delyuzar.

Diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, pembelajaran tatap muka akan dibuka secara bertahap pada Juli 2021. “Secara bertahap diusahakan di semester ini sudah buka,” kata Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri, Kamis, 25 Februari 2021.

Namun, Jumeri tak menjelaskan tahap pembukaan sekolah tersebut. Ia mengatakan, PTM ini sekaligus menjadi kampanye protokol kesehatan di sekolah bagi guru maupun siswa. Menurutnya, Kemendikbud mewajibkan pihak sekolah menyiapkan standar operasional maupun fasilitas untuk menjaga kesehatan lingkungan. “Masa pembelajaran tatap muka digunakan untuk kampanye menjaga kesehatan bagi guru dan siswa, galakan penyuluhan kepada siswa agar meningkat kesadarannya akan protokol kesehatan,” ujar dia.

Ia pun meminta kepada pihak sekolah yang membuka proses pembelajaran tatap muka menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan terdekat. Termasuk komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid secara intensif. (ris)

Bantuan Desa Wisata, Ijeck: Tahun Ini Sifatnya Kompetisi

RAKOR: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, menghadiri Rakor Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Jumat (26/3). Diskominfo Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah daerah kabupaten/kota diminta agar memiliki ide kreatif dalam mengembangkan pariwisata di daerah masing-masing. Pemprov Sumut sendiri sudah membuat program untuk memberikan bantuan kepada Desa Wisata, sehingga dapat lebih berkembang.

RAKOR: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, menghadiri Rakor Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Jumat (26/3). Diskominfo Sumut.

“Kita sudah programkan itu (bantuan untuk desa wisata).

Mungkin tahun ini sifatnya kompetisi dulu dan sifatnya hadiah,” kata Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah atau akrab disapa Ijeck, usai Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (26/3).

Ijeck sekaligus menyambut baik komitmen Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) beserta Inspektorat meningkatkan pengawasan di sektor pembangunan strategis pariwisata di Sumut. Dengan adanya pengawasan, diharapkan target pembangunan tercapai dan rakyat sejahtera. Apalagi Sumut memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sumut juga memiliki destinasi wisata super prioritas yakni Danau Toba, yang juga menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Kami harap kehadiran BPKP bisa mengawasi kegiatan Pemprov Sumut dan memberi masukan atau solusi dari permasalahan yang ada. Sebab tujuan kita adalah untuk pembangunan yang menyejahterakan rakyat, “ ujarnya.

Menurut Wagub, pembangunan tidak akan berjalan baik apabila perencanaan tidak tepat sasaran. Efisiensi seluruh OPD juga diharapkan Wagub menjadi fokus BPKP.

Sekda: Ada Beberapa Program

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, R Sabrina, menyampaikan peningkatan nilai tambah sektor pariwisata masuk ke dalam fokus pembangunan provinsi Sumut tahun 2021. Untuk itu, ada beberapa program yang akan dilakukan Pemprov.

“Di antaranya peningkatan atau pembangunan jalan dan jembatan. Pembangunan prasarana fasilitas perhubungan, serta pemasaran wisata, pengembangan industri pariwisata, peningkatan pelayanan perizinan, dan peningkatan promosi dan kerja sama investasi,” kata Sabrina.

Sekretaris Utama BPKP, Ernadhi Sudarmanto, mengatakan pariwisata merupakan isu strategis dalam pengawasan. Sebab pariwisata digadang-gadang menjadi sektor yang mendukung pemulihan ekonomi nasional. Karena itu, hasil pengawasan BPKP diharapkan menjadi salah satu bahan bagi kepala daerah untuk menentukan arah kebijakan bagi sektor pariwisata di daerah.

“Dengan pengawasan ini harapannya target pariwisata tercapai, kemudian ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera,” ujar Ernadhi.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama antara BPKP dan Inspektorat se-Sumut pada pengawasan pembangunan strategis pariwisata Provinsi Sumut. Komitmen tersebut meliputi, memperkuat sinergitas antara perwakilan BPKP Provinsi Sumut dan Inspektorat daerah dalam mengawal pencapaian tujuan pembangunan startegis pariwisata Sumut.

Melakukan monitoring atas alokasi anggaran pariwisata pada APBD di masing-masing pemerintah daerah. Serta melakukan tinjauan atas keterkaitan program kegaitan pariwisata di daerah dengan pembangunan wisata termasuk wisata Geopark Kaldera Danau Toba. (rel)

Diduga Mendanai Pergerakan Teroris, Densus 88 Amankan Ratusan Kotak Amal

KOTAK AMAL: Densus 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah rumah di Desa Manunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Di lokasi, Densus 88 mengamankan ratusan kotak amal/infak yang diduga dipakai untuk membiayai pergerakan terorisme. Fachril/Sumut Pos.

SUMUTPOS.CO – Setelah sebelumnya mengamankan 31 kotak amal dari Tanjungbalai, Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri kembali mengamankan sekitar 500-an kotak amal atau infak, Jumat (26/3). Kali ini, kotak amal itu disembunyikan di sebuah gudang mebel bekas di Jalan Sunan Kali Jaga, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

KOTAK AMAL: Densus 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah rumah di Desa Manunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Di lokasi, Densus 88 mengamankan ratusan kotak amal/infak yang diduga dipakai untuk membiayai pergerakan terorisme. Fachril/Sumut Pos.

SEJUMLAH barang bukti kotak amal dengan ribuan ribuan brosur bertuliskan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Ibnul Jauzy itu, diduga sebagai fasilitas untuk mendanai pergerakan teroris di Sumatera Utara.

Petugas Densus 88 Mabes Polri dibantu Polda Sumut, langsung masuk ke dalam gudang berukuran sekitar 20×20 meter. Di dalam gudang mebel bekas berdinding seng itu, petugas sempat bertemu dengan pemiliknya.

“Selama ini, gudang saya ini dijaga oleh Agus. Dia (Agus) selama ini yang tinggal di sini (gudang). Kotak infak itu dia yang edarkan. Saya selama ini tidak tahu kalau kotak infak itu disalahgunakan,” kata pemilik gudang, Yusuf, saat berada di lokasi.

Dikatakan Yusuf, pasca-kejadian penangkapan teroris, Agus yang menjaga gudangnya telah menghilang. Ia tidak tahu keberadaan Agus. “Sekitar seminggu ini, si Agus sudah tidak nampak. Saya tidak tahu ke mana,” ungkapnya.

Petugas langsung menyisir di sela-sela mebel bekas di gudang tersebut. Sekitar 500-an kotak infak, ribuan brosur, pakaian, dan buku pesantren ditemukan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, yang berada di lokasi mengatakan, terungkapnya sekitar 500-an kotak amal ini merupakan hasil pengembangan dari tindakan yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri di Sumatera Utara.

“Kotak amal ini sama dengan yang diamankan di Tanjungbalai sekitar 31 kota amal. Hari ini ada sekitar 500-an kotak amal, baju, dan ribuan brosur serta buku. Kotak amal ini diduga untuk mendanai teroris,” pungkasnya.

Mengenai pemilik gudang dan yang menjalani kotak amal masih dilakukan pendalaman. “Yang jelas, apa hasilnya nanti akan kita sampaikan,” ungkap Hadi.

Hadi mengatakan Densus 88 juga masih mendalami ke mana saja kotak amal ini disebarkan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memverifikasi kebenaran lembaga amal yang tertera di kotak. “Terkait registrasi kotak amal kita akan berkoordinasi dengan departemen agama,” jelas Hadi.

Untuk lokasi di mana saja kotak amal disebar, masih didalami pihak kepolisian.

Ringkus Ratusan Terduga Teroris

Densus 88 Antiteror Polri terus bergerak meringkus para terduga teroris di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun ini. Hingga Maret ini, setidaknya sudah ada ratusan teroris yang berhasil dicokok di berbagai daerah di Indonesia.

Pada 6 Januari lalu, tim Densus 88 menangkap 20 terduga teroris kompleks di Villa Mutiara Biru 11, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanayya, Makassar. Mereka diketahui berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dari 20 terduga teroris, dua di antaranya sempat melakukan perlawanan sehingga dilakukan penembakan oleh anggota dan meninggal dunia. Keduanya yakni MR (44) dan SA (22).

Kedua terduga teroris ini diketahui menyatakan baiat atau sumpah setia kepada khilafah ISIS pada 2015 di pondok pesantren Arridho pimpinan ustaz Basri yang meninggal dunia di Lapas Nusakambangan terkait kasus teroris.

MR dan SA juga melakukan kajian khusus pendukung daulah di villa mutiara biru dan Yayasan Arridho. Lalu, di tahun 2016 juga akan berangkat ke Syuriah namun dibatalkan di bandara Soekarno Hatta.

Mereka juga diketahui terlibat pengiriman dana ke pelaku bunuh diri di gereja katedral Zolo, Philipina. Terakhir, pada Oktober 2020, MR dan SA juga rutin melakukan latihan menembak dan naik gunung.

Pada akhir Januari, Densus 88 kembali meringkus lima terduga teroris di wilayah Aceh. Kelimanya yakni RA (41), SA (30), UM alias AZ alias TA (35), SJ alias AF (40), serta MY (46). Dari lima orang itu, SJ alias AF diketahui merupakan pegawai yang berdinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur.

Lima terduga teroris ini diduga terlibat dalam jaringan Bom Polrestabes Medan dan terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka juga diduga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau.

Tak hanya itu, kelompok ini juga berencana untuk membuat bom yang akan dijadikan sebagai bahan aksi teror di wilayah Aceh. Kelima terduga teroris ini disebut juga memiliki rencana berangkat ke Afghanistan dan bergabung dengan kelompok ISIS.

Kemudian pada Februari, Densus 88 menangkap sejumlah terduga teroris di tiga daerah Kalimantan Barat yaitu di Kota Pontianak, Kubu Raya, dan Kota Singkawang.

Masih di bulan yang sama, 22 terduga teroris ditangkap Densus 88 di wilayah Jawa Timur. Mereka teridentifikasi sebagai kelompok Fahim dan diduga turut terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI).

Densus 88 terus bergerak dan menangkap total 22 orang terduga teroris di Jakarta, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah itu, sebanyak 18 orang terduga teroris diamankan dari Sumut.

Puluhan terduga teroris yang ditangkap ini diduga terafiliasi dengan jaringan Jemaah Islamiyah (JI). Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan operasi yang dilakukan Densus 88 di wilayah Jawa Timur.

Dari penangkapan itu, awalnya Densus mengamankan 31 kotak amal dari berbagai titik di Tanjungbalai, yang diduga untuk mendanai jaringan terorisme. Kemudian Jumat kemarin, Densus kembali mengamankan 500 kotak amal dari sebuah gudang mebel di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Terakhir, Densus 88 menangkap satu terduga teroris berinisial AM di Perumahan Islamic Village Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu (24/3) sekitar pukul 07.45 WIB.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan 18 terduga teroris di sejumlah daerah di Sumut, sesuai hasil dari pengembangan Tim Densus 88 di sejumlah daerah. Rinciannya, 2 ditangkap di Tanjung Balai dan 6 di Medan. Kemudian Minggu, 21 Maret 2021 kembali ditangkap 3 terduga teroris.

Selanjutnya pada Senin, 22 Maret 2021, Densus 88 kembali menangkap 7 terduga teroris. Total 18 terduga teroris ditangkap Densus 88 di Sumut. (fac)

Patuhi Hukum di Perusahaan, PLN MoU dengan Kejaksaan Agung

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PLN dan Kejaksaan Agung RepubIik Indonesia (RI) menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama bersama tentang koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Hal ini merupakan wujud prinsip itikad baik, kehati-hatian dan kepatuhan PLN terhadap seluruh regulasi yang berlaku dan mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG).

BERSAMA: Kiri ke kanan, M.Azhar (ManagerUPT Medan UIP3BS, Ikram (GM UIK SBU), Pandapotan Manurung (GM UIW Sumut), Ida Bagus Nyoman Wismantanu (Kajatisu) Octavianus Padudung (GM UIP Sumbagut), Prima Idwan Mariza (Asdatun Kejatisu).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini bersama Jaksa Agung Rebublik Indonesia, Burhanuddin, di Kantor Pusat PLN, Jumat (26/3).

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN Syofvi F. Roekman dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan TUN Feri Wibisono, Jaksa Agung Muda Intelijen Sunarta, Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Sugeng Rukmono dan Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI Tony Tribagus Spontana.

Jaksa Agung RI, Burhanuddin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama ini merupakan wujud hubungan baik guna menciptakan harmonisasi untuk pengabdian ke masyarakat dan bangsa yang merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami siap mendukung, PLN dapat fokus pada bisnis intinya dan apabila ada permasalahan terkait hukum kami yang akan mengatasi”, tutur Burhanuddin.

Adapun nota kesepahaman dan kerja sama yang ditandatangani meliputi pemberian pendampingan dan pendapat hukum, bantuan hukum baik litigasi dan non litigasi, serta tindakan hukum lainnya di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara; Pendampingan dan pengamanan proyek pembangunan strategis dan/atau percepatan investasi; Penelusuran dan pemulihan aset negara; Penempatan, pengembangan, dan peningkatan sumber daya manusia; Pertukaran data, informasi, keahlian, serta pemanfaatan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan penegakan hukum dan penguatan kelembagaan; Pemanfaatan produk dan/atau jasa PT PLN (Persero) untuk mendukung tugas dan fungsi Kejaksaan.

“PLN sangat memahami bahwa kehadiran dan keberadaan pihak Kejaksaan sangatlah berarti dan dibutuhkan karena senantiasa membantu dan mengingatkan PLN dalam setiap pengambilan putusan yang dipandang cukup strategis, kompleks, dan rentan akan permasalahan,” ucap Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Zulkifli menambahkan, kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara PLN dengan Kejaksaan Agung RI selama ini perlu untuk ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan upaya penyediaan tenaga listrik sebagai komponen pemulihan ekonomi dan pelaksanaan Program Transformasi PLN guna mencapai aspirasi perusahaan di tahun 2024, yaitu menjadi electricity champion di Asia Tenggara dan menjadi nomor satu pilihan pelanggan dalam solusi energi.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama serupa antara General Manager PLN dengan Kepala Kejaksaan Tinggi di masing-masing lokasi di seluruh Indonesia.

Di Sumatera Utara, penandatangan tersebut dilaksanakan di Balai Agung Astakona, Kantor PLN UIW Sumatera Utara. MoU tersebut ditandatangani oleh General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung, GM PLN UIK SBU Ikram, dan GM PLN UIP SBU Octavianus Padudung bersama Kajati Sumut Ida Bagus Nyoman Wiswantanu.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Ida Bagus Nyoman Wiswantanu menyampaikan komitmen untuk bersinergi dengan PLN dalam mendukung pembangunan nasional. “Sebagaimana arahan Jaksa Agung, biarlah PLN bekerja jika ada suatu masalah serahkan ke kami kejaksaan biar kami tangani,” ungkapnya.

GM PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung menyampaikan apresiasi atas peran kejaksaan dalam mendukung proses bisnis PLN. “ Saya sangat mengapresiasi peran aktif kejaksaan dalam mendukung PLN. Ke depan, saya berharap kerjasama ini dapat diperluas dengan penguatan penyelesaian masalah pengalihan asset-aset yang mungkin saat ini masih dipegang oleh pihak-pihak lain,” pungkas Pandapotan. (Ila)

Guru SMP di Karo Ajak Siswa Belajar IPS Metode Akrostik, I = Imigrasi

JUHAR, SUMUTPOS.CO – Mengusir kejenuhan dalam diri siswa selama belajar daring di masa pandemi Covid-19, guru IPS sekaligus wali kelas di SMP Negeri 2 Juhar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Elmi Yuniarti, berinisiatif mengajak siswa bermain sambil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Di awal semester genap tahun 2021 ini, saya guru pertama yang diminta mengajar siswa mulai kelas VII sampai kelas IX. Nah… agar suasana belajarnya menyenangkan, saya mengajak siswa dari semua kelas bermain akrostik dalam istilah-istilah IPS,” jelas Elmi Yuniarti kepada Sumut Pos, Jumat (25/3).

Apa itu akrostik?

Akrostik, jelas salahsatu fasilitator daerah komunikasi Kabupaten Karo Program Pintar Tanoto Foundation ini, berasal dari bahasa Yunani: Akrostichis. Artinya, sajak dengan huruf awal baris menyusun sebuah kata atau kalimat.

“Belajar dari definisi itu, saya tergerak menggunakan akrostik dalam mengajarkan IPS di kelas, dengan menggunakan unsur MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi),” ungkapnya.

Lewat WhatsApp Group, Elmy mengarahkan siswa menyusun istilah IPS menggunakan nama masing-masing siswa, sekaligus arti atau definisinya. “Susunlah nama lengkap kalian dengan cara memanjang dari atas ke bawah. Ambil huruf awal sebagai petunjuk untuk menyusun sebuah kalimat. Kemudian cari arti kalimat dari huruf awal nama tersebut. Kalimat yang disusun diambil dari buku paket IPS kelas IX,” katanya mengarahkan.

Misalkan nama siswa adalah ELMI, maka siswa diarahkan mencari istilah atau glosarium IPS diawali huruf E L M I. Contoh, E = Ekonomi adalah…, L = Lempeng Benua adalah…, M = Moneter adalah…, I = Imigrasi adalah….

Guru IPS sekaligus wali kelas di SMP Negeri 2 Juhar, Kabupaten Karo, Elmi Yuniarti, mengajak siswa bermain sambil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan metode akrostik.

Untuk itu, ia mengingatkan para siswa untuk mengingat dan membaca materi dalam pelajaran IPS yang sudah mereka pahami pada pelajaran sebelumnya.

Dengan metode akrostik, ia berharap siswa lebih paham berbagai istilah atau glosarium atau daftar alfabet –istilah dalam suatu ranah pengetahuan tertentu yang dilengkapi dengan definisi– untuk istilah IPS.

Perlu diingat, bahwa mengajar menggunakan konsep akrostik harus mengikuti materi yang sedang diajarkan, agar siswa tidak melebar ke istilah yang tidak masuk dalam ranah materi pelajaran.

Berikutnya tiap siswa melaporkan hasil latihannya kepada ke guru melalui WA pribadi. Pengumpulan hasil atau tugas secara individu boleh dilakukan dengan mengunggah ke akun Facebook siswa pribadi masing-masing, dengan mengtag nama guru IPS.

“Tujuannya, agar terjalin komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Karena orang tua siswa juga umumnya memilki akun facebook yang dipakai bersama anak-anak mereka,” jelasnya.

Dengan unsur MIKiR, siswa diberi kebebasan dalam mengekpresikan tugasnya.

Salahsatu contoh tugas yang dikerjakan anak didiknya.

Hasilnya sungguh di luar dugaan Elmy. Dengan menggunakan metode akrostik, ia menilai semangat belajar siswa bertambah, dan tingkat pemahamam siswa tentang IPS juga lebih tinggi. Terbukti dari daftar istilah IPS yang mereka pilih.

Siswa bernama GRACE NATALIANI misalnya, berhasil membuat akrostik dengan namanya: yakni GRACE: Globalisasi, Revolusi, Asimilasi, Cultural Animosity, Ekonomi. Dan NATALIANI: Nasionalisme, Akulturasi, Transmigrasi, ASEAN, Lembaga Sosial, Invasi, Agresi, Nasionalisasi, Importir.

Siswa bernama SERIN memilih kata: Separatisme, Etnosentrisme, Reformasi, Imigran, Norma.

“Siswa berlomba menyelesaikan tugasnya dan mengunggahnya ke media sosial. Sebagai guru, saya menilai tugas siswa dengan memberi komentar di kolom komentar, dan emoticon di media Facebook. Siswa lain juga diharapkan memberi komentar, dengan harapan terjadi komunikasi antar guru dan siswa, antara siswa dengan siswa lainnya, serta dengan orang tua siswa yang dapat mengikuti perkembangan anaknya dalam pelajaran,” urainya.

Belajar IPS dengan metode akrostik, menurut Elmy, hasilnya luar biasa. Siswa menjadi makin kreatif, dan mampu menjadikan media sosial sebagai wadah belajar. Bukan lagi sekadar wadah untuk mejeng dan update status curhat.

“Makna pembelajaran lewat praktik akrostik, selain mengajarkan ilmu pengetahuan, juga mengajarkan tentang bersosialisasi. Cukup menyenangkan,” tutupnya, seraya tersenyum lebar. (rel/mea)

Beli Kreatif Danau Toba Berdayakan UMKM Sumut Perluas Pasar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 telah membuat berbagai sektor industri mengalami keterpurukan. Industri pariwisata dan ekonomi kreatif mengalami kerugian besar selama pandemi covid- 19. Ribuan hotel dan pekerjanya menjadi korban. Pelaku ekonomi kreatif (UMKM) tidak leluasa untuk berkreasi.

Menjawab permasalahan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya memberdayakan pelaku ekonomi kreatif dengan program digitalisasi UMKM. Danau Toba, Sumatera Utara sebagai kawasan wisata superprioritas, harus didukung dengan industri kreatif yang modern dalam hal promosi dan pemasaran produk pelaku ekonomi kreatif.

Kampanye Beli Kreatif Danau Toba, salah satu contoh digitalisasi pelaku ekonomi kreatif dalam memasarkan produk dan memperluas pasar. Kegiatan Beli Kreatif Danau Toba sudah berlangsung sejak 20 Februari 2021 hingga Juni 2021 dan merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021.

Beli Kreatif Danau Toba diikuti 200 pelaku ekonomi kreatif, menghadirkan beragam produk kreatif seperti 121 kuliner, 29 produk fesyen dan 50 kriya. Selain itu digitalisasi pelaku ekonomi kreatif akan menambah wawasan pelaku kreatif dalam pemasaran produk mereka.

Para pelaku ekomnomi kreatif Beli Kreatif Danau Toba akan mendapatkan pelatihan, pendampingan secara offline dan online untuk peningkatan omset. Selain itu, penyerapan tenaga kerja hingga perluasan pasar menjadi target digitalisasi pelaku ekonomi kreatif Beli Kreatif Danau Toba. Untuk pemasarannya akan dibantu melalui marketplace dan e-commerce.

“Banyak benefit yang akan didapatkan dalam program Beli Kreatif Danau Toba Artisanal 200 peserta ini, tidak hanya soal pelatihan, melainkan akan difasilitasi untuk iklan di Facebook, Instagram dan membuka kesempatan ekspor yang bekerjasama dengan Dirjen Bea Cukai. Pembebasan pajak dapat dilakukan kalau ada program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dari pemerintah dalam pengurusan pajak.

Ditambah kita akan mendampingi juga, dengan berbagai macam fasilitas lainnya. Salah satunya ongkos kirim gratis, yang sedang kita formulasikan dengan PT. Pos Indonesia, kemudian tentunya yang paling penting dengan marketplace, antara lain; bagaimana hadir di marketplace (onboarding) untuk meningkatkan omset dari peserta,” jelas Yuana Rochma Astuti, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf.

Sebanyak 200 pelaku kreatif yang berpartisipasi dalam Beli Kreatif Danau Toba mewakili pelaku kreatif dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, yang sebelumnya telah diriset berdasarkan target pelaku ekraf dan buyers. Beli Kreatif Danau Toba juga ditujukan untuk promosi dan meningkatkan daya beli produk lokal.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang program Beli Kreatif Danau Toba, Informasi lengkap mengenai progress program dapat dilihat pada sosial media Instagram & Facebook Page @belikreatiflokal dan website www.belikreatifdanautoba.belikreatiflokal.id. (rel)

250 Mahasiswa Ikuti E-Coaching Jam Tambang Emas Martabe

Ruli Tanio, Direktur Engineering PT Agincourt Resources saat menyampaikan materi Latest Technological Advancement di industri pertambangan di acara ECJ 2021 virtual.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menyelenggarakan E-Coaching Jam (ECJ) 2021, dalam rangkaian International Conference on Geological Engineering and Geosciences (ICGoES) bertema Big City Challenges on Geohazard and Georesources Sabtu (20/3) lalu.

ECJ kali ini bekerjasama dengan Departemen Teknik Geologi – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), diselenggarakan secara virtual melalui Zoom dan Live Youtube. ECJ diikuti oleh sekitar 250 mahasiswa dari UGM dan beberapa Universitas lain di Indonesia.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyatakan meski masih di masa pandemi Covid-19, PT Agincourt Resources tetap berkomitmen untuk menggelar program ECJ di tahun 2021.

“Kali ini kami menghadirkan Ruli Tanio, Direktur Engineering PT Agincourt Resources yang akan memaparkan topik Latest Technological Advancement. Ruli mengupas teknologi terkini yang telah diaplikasikan di perusahaan tambang seperti di Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources,” kata Katarina, saat menyampaikan materinya Ruli Tanio didampingi moderator perwakilan dari Universitas Gajah Mada yakni Dr. Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, ST., M.Sc., IPU , Dosen dan Peneliti Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada.

Senior Manager Corporate Communications, Katarina Siburian Hardono saat memberikan sambutan dalam ECJ 2021 secara virtual yang digagas PT Agincourt Resources.

Katarina menyatakan, sebuah kehormatan bagi PT Agincourt Resources bisa berkolaborasi kembali dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam konferensi yang merupakan forum bagi para peneliti internasional, akademisi, praktisi, pembuat kebijakan dan komunitas terkait untuk berdiskusi, berbagi dan bertukar penelitian terbaru mereka, kasus terkini, review dan kemajuan terkait bidang teknik geologi dan geosains. 

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Agung Setianto sebagai  Kepala Departemen Teknik Geologi FT UGM dan tim atas kepercayaan pada Agincourt Resources untuk menggelar E-Coaching Jam, ini merupakan kali kedua kami berkolaborasi dengan UGM,” kata Katarina.

ECJ merupakan salah satu program tahunan PT Agincourt Resources, sebagai bentuk dukungan nyata perusahaan dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Indonesia. ECJ menjadi ajang komunikasi baik online maupun tatap muka antara para mahasiswa dengan banyak praktisi/ahli pertambangan dari Tambang Emas Martabe. 

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2014, ECJ telah berhasil menjembatani diskusi lebih dari 40 ahli pertambangan dengan 3.000 orang mahasiswa di seluruh Indonesia. Program ini juga telah berhasil mendapatkan penghargaan CSR Indonesia Awards 2019.

Sebagian para peserta saat mengikuti ECJ 2021 secara virtual yang digagas PT Agincourt Resources.

Melalui ECJ, para mahasiswa dari berbagai jurusan terkait pertambangan diharapkan bisa mendapatkan ilmu serta pemahaman baru mengenai industri pertambangan, sehingga nantinya lebih siap dalam menghadapi dunia kerja. “Tentu dengan digelarnya program ECJ ini kami berharap, ilmu dan pengalaman yang diberikan pembicara bisa menjadi bekal para mahasiswa dalam memasuki dunia kerja nanti, khususnya dunia kerja di Industri pertambangan,” kata Katarina.

Katarina menegaskan PT Agincourt Resources tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menggelar ECJ agar menjadi sarana untuk memfasilitasi peningkatan mutu akademis para mahasiswa sehingga lebih siap dalam memasuki dunia kerja di industri pertambangan. Katarina pun mengundang para mahasiswa yang ingin berdiskusi lebih lanjut untuk bergabung dalam komunitas ECJ Tambang Emas Martabe dan langsung mengirimkan surat elektronik ke Martabe.eCoachingJam@agincourtresources.com.

Agung Setianto, Kepala Departemen Teknik Geologi FT UGM menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT Agincourt Resources yang sering membantu dan memberikan dukungan kepada UGM khususnya dalam acara Geoweek tahunan ini. “Tentunya harapan kami kerjasama ini akan terus berlangsung ke depan dan semakin lebih baik lagi. Dan kami juga sangat berterima kasih kepada Bapak Ruli Tanio yang bersedia memberikan ilmu tambahan kepada mahasiswa dan juga kepada kami semua,” kata Agung. (rel/mea)

Massa Ricuh, Sidang Habib Rizieq Disarankan Kembali Virtual

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Persidangan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab disarankan kembali digelar secara virtual atau online. Sebab ketika sidang secara offline, massa pendukung Rizieq membuat kericuhan di luar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hari ini.

Polisi mengamankan sejumlah simpatisan Rizieq karena dinilai memprovokasi. Beberapa orang memaksa masuk gedung pengadilan hingga berujung perdebatan dengan polisi. Kerumunan pun tak bisa dihindari.

“Keputusan awal untuk mengadakan sidang secara online sudah pasti mempertimbangkan hal-hal seperti ini. Dan nyatanya kejadian,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

Sidang kasus Rizieq sempat digelar secara virtual untuk menghindari kerumunan di masa pandemi. Kubu Rizieq protes. Majelis hakim akhirnya mengabulkan keinginan Rizieq dan kuasa hukum agar sidang secara offline. Artinya, Rizieq hadir langsung di ruang pengadilan.

“Namun ternyata memang berakhir rusuh, sehingga saya rasa tidak ada lagi alasan untuk menggelar sidang secara offline,” tegas Sahroni.

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengaku menyayangkan keputusan hakim yang mengabulkan permintaan Rizieq untuk sidang secara offline. Menurut dia, ketika massa berkerumun, maka alat kontrolnya sudah tidak ada. FPI sudah dibubarkan pemerintah. Kemudian, garis komando mantan FPI sudah tumpul.

“Nah sekarang kalau sudah begini, kita minta pertanggungjawaban siapa, pada akhirnya kembali lagi polisi yang disalahkan karena dianggap mungkin tidak bisa mengendalikan massa dan sebagainya,” ungkapnya.

Islah mengaku sejak awal sudah curiga dengan permintaan sidang offline untuk mengerahkan kekuatan massa dan menekan keputusan hakim.

“Supaya hakim terintimidasi. Ini kan sudah terbukti ketika sidang Ahok. Mereka ingin mengulangi lagi pada sidang Rizieq Shihab kali ini. Seharusnya majelis hakim mempertimbangkan ulang itu,” katanya.

Dia mengingatkan bahwa keputusan hukum harusnya antisipatif terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. “Ini kan seharusnya sudah jadi pertimbangan hakim, toh wibawa negara dengan hukum negaranya seharusnya bisa ditegakkan,” ujarnya.

Islah meyakini pihak Rizieq akan berkilah jika dimintai pertanggungjawaban atas kericuhan di sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Terkait dengan diamankannya sejumlah orang simpatisan Rizieq Shihab dalam kericuhan itu, dia menilai pada akhirnya polisi juga yang jungkir balik. Simpatisan Rizieq yang berkerumun di sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur sudah tidak punya cantolan organisasi.

“Pihak pengacara yang menjadi penjamin kepada hakim waktu itu, waktu eksepsi permohonan sidang offline, seharusnya mereka lah yang bertanggungjawab. Kalau memang ingin didakwa secara hukum dengan pasal-pasal baru, saya kira dia lah yang harus diberi tindakan,” kata Islah.(bbs/adz)

Tanoto Foundation Dukung Transformasi Pembelajaran Jarak Jauh

MEDAN,SUMUT POS.CO-Tanoto Foundation (TF) terus berkomitmen menjadi katalis untuk perubahan, menciptakan model untuk replikasi, dan mendukung perubahan kebijakan untuk keberlanjutan. Hal ini menurut Provincial Coordinator Tanoto Foundation Sumatera Utara, Yusri Nasution, sejalan dengan keadaan yang terjadi saat ini pasca pandemi Covid-19.

“Komitmen ini kami wujudkan dengan mendukung transformasi pembelajaran jarak jauh pada berbagai tingkat pemangku kepentingan, memodelkan proses transformasi dari model konvensional ke model berbasis teknologi dan menyebarluaskan praktik-praktik baik sementara mengurangi kesenjangan sumber daya,” ujar Yusri saat media gathering Tanoto Foundation yang digelar virtual, Rabu (24/3).

Yusri menyebutkan bentuk dukungan Tanoto Foundation di masa pandemi Covid-19 untuk pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi adalah membuat modul dan panduan pembelajaran jarak jauh untuk siswa, guru, kepala sekolah, orang tua dan fasilitator.

“Ini untuk memodelkan penggunaan teknologi. Pelatihan pembelajaran jarak jauh juga kita lakukan lewat video conference hingga pendampingan jarak jauh melalui video call dan lainnya,” ujar Yusri.

Begitupun, imbuh Yusri, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan melakukan perbaikan terus menerus berbasis data dengan melakukan pemetaan pembelajaran jarak jauh.

“Tujuannya untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pembelajaraan jarak jauh di sekolah-sekolah mitra program PINTAR Tanoto Foundation. Memampukan PINTAR program tetap menjalankan fungsinya sebagai fasilitator/katalis perubahan sesuai dengan dinamika lapangan serta memberikan input kepada pemangku kepentingan terkait,” papar Yusri.

Yusri menambahkan, dalam melakukan aktifitas pembelajaran jarak jauh yang dipilih guru terbanyak memberikan tugas berupa soal kepada siswa (85%), meminta siswa belajar dengan menggunakan buku teks pelajaran (63%) dan meminta siswa belajar menggunakan berbagai sumber belajar digital (59%).

Masih kata Yusri, di tahun 2021, pihaknya sudah menyusun sejumlah agenda yang akan dijalankan di kabupaten/kota yang menjadi dampingan.

“Tentunya agenda kita tidak jauh-jauh dari penguatan fasilitator daerah dalam hal ini guru-guru, baik dari tingkat Sekolah Dasar hingga Menengah, termasuk juga kelompok belajar pasca pelatihan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Program Manager Medan Initiative Tanoto Foundation, Jeffrey Jeo menambahkan, di tahun ini pihaknya juga masih membuka kesempatan bagi 165 siswa dari 20 sekolah yang selama ini menjadi mitra Tanoto untuk mendapatkan beasiswa sekolah menengah.

“Sejauh ini baik jumlah penerima beasiswa maupun sekolah yang menjadi mitra masih belum bertambah. Walau demikian, tentunya ada keinginan dari kami agar bisa ditambah, mengingat masih banyak siswa dan sekolah yang membutuhkan bantuan,” ujar Jeffrey.

Dilanjutkannya, di tahun ini juga untuk pertama kalinya mereka akan menggelar gathering alumni Tanoto Youth Scholar.

“Total alumni penerima beasiswa hingga saat ini ada 550 orang. Ini rencananya akan kita kumpulkan pada bulan Juli mendatang. Jika memungkinkan kita lakukan secara tatap muka, jika tidak yah terpaksa masih harus secara virtual,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur External Affairs Tanoto Foundation, Ari Gudadi dalam sambutannya menjelaskan, dampak dari pandemi Covid-19 yang belum berakhir turut mempengaruhi dunia pendidikan dimana sekolah-sekolah harus melakukan kegiatan belajar dan mengajar jarak jauh.

“Dalam melakukan pembelajaran jarak jauh semuanya bertransformasi. Karenanya kita membutuhkan dukungan dan gerakan secara bersama-sama untuk menumbuhkan kesadaran baik itu pemangku kepentingan, para orangtua, kepala sekolah, lurah maupun kepala desa. Kiranya kita semua bisa bertahan dan bertrasformasi menghadapi tantangan pandemi Covid-19 ini,” kata Ari Gudadi.(*)

Memutus Mata Rantai Pandemi Covid-19, Wartawan dan Tokoh Labuhanbatu Divaksin

LABUHANBATU, SUMUT POS.CO – Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu fasilitasi penyuntikan vaksin Covid-19 ke puluhan wartawan berbagai media serta sejumlah tokoh publik di Labuhanbatu, Jumat (26/3).

Wartawan, tokoh pemuda dan masyarakat serta Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu foto bersama usai pelaksanaan vaksinasi. (fajar)

Kepala Dinas Kesehatan, Kamal Ilham di aula dinas setempat di kawasan jalan KH Dewantara, Rantauprapat menjelaskan, pihaknya terus melakukan vaksinasi terhadap berbagai kalangan, baik aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, Polri/TNI. Kini, mulai menyasar terhadap pekerja profesi seperti wartawan maupun tokoh-tokoh publik masyarakat.

Upaya itu dalam rangka memutus mata rantai sebaran Covid-19 hingga menekan jumlah warga terserang virus berbahaya itu. Namun begitu, pihaknya mengimbau agar semua kalangan tetap mengedepankan protokoler kesehatan.

Sejumlah wartawan Labuhanbatu yang turut dalam penyuntikan vaksinasi itu mengaku optimis dengan vaksin Sinovac. Konon pula, profesi wartawan yang kerap berhadapan dengan berbagai kalangan publik.

Maka, sudah sepantasnya wartawan maupun tokoh publik divaksin agar timbul kekuatan tubuh dalam menghempang sebaran virus.

“Wartawan sosok pekerja yang selalu berhadapan dengan tokoh dari berbagai kalangan ataupun daerah. Jadi, sebaiknya ikut vaksinasi,” ujar wartawan media online, Joko Gunawan diamini Bangun Hasibuan dan rekan lainnya.

Sementara, tokoh masyarakat ataupun tokoh pemuda DR HC Freddy Simangunsong MBA didampingi istrinya Hj Ellya Rosa Siregar SPd usai divaksin memberikan apresiasi kepada wartawan sekaitan keikutsertaan vaksinasi demi secara bersama-sama menekan kasus yang diakibatkan virus itu.

“Salut buat kawan-kawan wartawan yang mengikuti anjuran pemerintah. Karena, wartawan selaku bertemu dengan siapapun dan dari kalangan manapun. Kepada Kepala Dinas Kesehatan kita ucapkan terima kasih atas sambutan buat wartawan maupun para tokoh yang datang untuk divaksin,” papar Freddy Simangunsong. (fdh)