28 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 3567

Desain Istana di Ibu Kota Negara Baru: Ada Danau di Depan Beranda Istana

KONSEP: Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembangunan ibu kota negara baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, rencananya akan dimulai tahun ini. Mengawali proyek tersebut, pemerintah akan membangun istana kepresidenan yang baru.

KONSEP: Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR.

“Kita berharap tahun ini kita bisa meletakan batu pertama. Kita lakukan groundbreaking di ibu kota negara, dan itu ditandai dengan peletakan batu pertama untuk istana presiden sebagai titik nol dari ibu kota negara yang baru itu,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dalam tayangan Kompas TV, Kamis (18/3).

Suharso mengatakan, pembangunan ibu kota negara baru, khususnya infrastruktur inti, ditargetkan rampung dalam 3 tahun. Selain istana presiden, infrastruktur inti adalah kantor-kantor kementerian, perumahan yang terdiri dari rumah jabatan dan perumahan umum, serta pusat-pusat pelayanan publik seperti kesehatan hingga pendidikan.

“Mudah-mudahan tahun ini kita sudah bisa mulai (pembangunan ibu kota negara baru) dan 17 Agustus 2024 kita bisa berharap memperingati Indonesia merdeka pada tahun itu di ibu kota negara,” ujar Suharso.

Adapun desain dari ibu kota negara baru akan mengacu pada gagasan desain pemenang sayembara ibu kota negara yang telah diumumkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada akhir 2019 lalu. Sayembara tersebut dimenangkan oleh tim Urban+ yang mengusung konsep desain berjudul Nagara Rimba Nusa.

Bocoran desain ibu kota negara baru yang diusung Urban+ itu ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden sejak 24 Desember 2019. Dari tayangan video tersebut nampak bahwa konsep desain ibu kota negara baru mendekati tepi air. Nampak di depan beranda istana presiden terdapat danau. Sementara, pada sisi kanan istana ada kantor staf presiden, dan tidak jauh dari situ terdapat masjid.

Dalam konsep desain juga terlihat bahwa bangunan lembaga eksekutif atau istana kepresidenan diapit oleh bangunan lembaga yudikatif (mahkamah agung) dan legislatif (MPR/DPR/DPD). Terlihat pula adanya sejumlah infrastruktur seperti danau Pancasila, kebun botani, plaza Bhineka Tunggal Ika, kawasan diplomatik, hingga kawasan bisnis dan komersil.

Perwakilan Urban+, Sibarani Sofian mengatakan, timnya mengusung konsep Nagara Rimba Nusa karena terinspirasi dari hutan yang ada di Kalimantan, lokasi ibu kota negara baru. “Kami melihat negara sebagai perwakilan pemerintah dan juga rakyat ada di situ, rimba adalah karakter hutan yang memang ada di lokasi kita di Kalimantan, dan nusa adalah satu hal yang identitasnya selalu bisa kita miliki sebagai bangsa Indonesia karena kita tinggal di kepulauan,” kata Sibarani dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Desember 2019.

“Ini adalah sebuah upaya bagaimana kami mewujudkan keseimbangan antara pembangunan fisik, pembangunan manusia, sifat manusia, dan proses adaptasinya dengan alam,” tuturnya. (kps)

Cari Keberadaan Suami, Dua Istri Terduga Teroris Datangi Poldasu

BERSAMA: Dua istri terduga teroris di Sumut bersama kuasa hukumnya dari TPUA Sumut, di Mapolda Sumut, Medan Amplas, Kamis (25/3). dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua istri dari 18 terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Densus 88 AT Mabes Polri) di sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut), Kamis (25/3) kemarin mendatangi Polda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas.

BERSAMA: Dua istri terduga teroris di Sumut bersama kuasa hukumnya dari TPUA Sumut, di Mapolda Sumut, Medan Amplas, Kamis (25/3). dewi/sumut pos.

Didampingi pengacaranya dari Tim Pembela Ulama Aktivis Sumatera Utara (TPUA Sumut), kedua wanita itu berniat menanyakan keberadaan suami mereka setelah ditangkap.

“Kami ingin tahu, apakah benar ditangkap pihak kepolisian dan dibawa ke Polda Sumut atau dibawa ke mana? Bagi kami ini dianggap sebagai penculikan. Setelah ini kami akan mengambil langkah-langkah hukum yang lain, untuk membela hak-hak para istrin

terduga teroris ini,” kata anggota TPUA Sumut, Ade Lesmana SH, didampingi kedua rekannya M Adriansyah Hasibuan SH dan Adri Muhammad Ginting SH, saat menemani kedua istri terduga teroris tersebut, kepada wartawan.

Namun, jelas Ade, mereka tidak mendapatkan jawaban pasti dari Mapoldasu. Kata dia, pihak Polda Sumut ada yang menjawab dibawa ke Mabes Polri. Ada juga yang menjawab dibawa ke Ditreskrimum Polda Sumut. “Hingga kini belum ada pemberitahuan kepada pihak keluarga,” tandasnya.

Sementara itu, salahseorang istri terduga teroris berinisial NH (40), warga Komplek Graha Deli Permai Namorambe, Deliserdang, yang berprofesi sebagai guru mengatakan, suaminya berinisial ST dibawa pada Jumat (19/3) lalu usai salat subuh. Katanya, yang membawa dari pihak Polda Sumut.

“Saya hanya disuruh menunggu kabar. Namun hingga kini sudah 7 hari belum dapat kabar. Bagaimana keadaannya, posisinya di mana. Tentu saya khawatir karena saya tidak tahu,” ujar ibu dari tiga orang anak ini.

NH berharap, dirinya dapat segera bertemu dengan suaminya. Dia mengaku, selama ini suaminya bekerja dengan memberikan pengobatan refleksi kepada warga yang membutuhkan pertolongan di rumah orang tuanya. Selain itu, mereka juga berjualan di rumahnya.

Disinggung apa penyebab suaminya ditangkap, NH mengaku tidak tahu. Menurutnya, selama ini suaminya baik-baik saja dan tidak ada hal-hal yang mencurigakan. “Selama ini baik-baik aja, seperti suami-suami lainnya, mencari nafkah untuk keluarganya. Tidak ada yang mencurigakan,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan istri terduga teroris lainnya, TN (42), warga Jalan Karya, Karang Berombak, Medan Barat. Ibu rumah tangga inj mengungkapkan, suaminya berinisial IW bekerja di sebuah bengkel, dan ditangkap pada Minggu (21/3) usai saolat maghrib menjelang isya.

TN mengaku mendatangi Polda Sumut untuk mencari keberadaan suaminya. “Kami hanya ingin tahu keberadaan suami saya, dan bagaimana keadaannya,” ucap ibu dari empat orang anak ini.

Ia juga mengaku tidak tahu sebab suaminya ditangkap. “Selama ini tidak ada yang mencurigakan dari suami saya. Selama ini sehari-harinya dia hanya bekerja di bengkel,” ujarnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, menyebutkan, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan 18 terduga teroris di sejumlah daerah di Sumut. Rinciannya, 2 orang ditangkap di Tanjung Balai dan 6 di Medan. Kemudian Minggu, 21 Maret 2021 kembali ditangkap 3 terduga teroris.

Selanjutnya pada Senin, 22 Maret 2021, Densus 88 kembali menangkap 7 terduga teroris. Total 18 terduga teroris ditangkap Densus 88 di Sumut.

Total terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di tiga provinsi yakni di Jakarta, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ada 22 orang. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan puluhan orang yang ditangkap itu terafiliasi dengan Kelompok Jamaah Islamiyah. Mereka ditangkap dari pengembangan operasi penangkapan yang dilakukan Densus 88 di Jawa Timur beberapa waktu lalu. (mag-1)

Tiga Kurir 10 Kg Sabu Terancam Hukuman Mati

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga terdakwa masing-masing Muhammad Taufik alias Taufik (27), Zuriaman alias Man, (23) dan M Jafar alias Bang Pon (37) diadili secara virtual di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (24/3). Ketiganya terancam mendapatkan hukuman mati, karena nekat menjadi kurir sabu seberat 10 kilogram (kg).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Sori Muda Harahap menguraikan dalam dakwaannya, pada 11 Oktober 2020, petugas Direktorat Serse (Ditser) Narkoba Polda Sumut mendapat informasi bahwa ada tiga pria yang akan membawa dan menjadi perantara jual beli sabu dari Aceh menuju Sumut.

Tak lama, ketiga terdakwa tiba di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat dan petugas langsung menuju ke lokasi yang dimaksud. “Namun, petugas mendapat informasi lain bahwa ketiga terdakwa diketahui berbalik arah menuju Aceh,” ujarnya.

Sehingga petugas melakukan pengejaran terhadap ketiga terdakwa di Jalan lintas Medan-Banda Aceh Kampung Beusa Seberang Kecamatan Peurelak Barat Kabupaten Aceh Timur. Tak lama, petugas melihat ketiga terdakwa sedang mengendarai becak motor (betor) merk Honda Win tanpa plat.

Petugas langsung menghadang perjalanan betor itu dan melakukan penangkapan terhadap ketiga terdakwa.

“Saat digeledah di dalam bagasi betor, petugas menemukan satu karung goni plastik warna putih berisi 10 bungkus kemasan teh cina warna hijau merk CHINESE PIN WEI yang didalamnya terdapat sabu seberat 10.000 gram (10 kg),” jelasnya.

Kepada petugas, ketiga terdakwa mengakui sabu tersebut diperoleh dari seseorang tidak dikenal bernama Mustafa. Selain itu, ketiga terdakwa mengaku dikendalikan oleh Raja Salman alias Tuan (DPO) untuk menjadi perantara jual beli sabu. Rencananya, sabu itu akan dibawa dari Aceh menuju Sumut. (man/azw)

Apabila ketiga terdakwa berhasil menyerahkan sabu tersebut kepada penerima, maka mereka akan memperoleh upah sebesar Rp 10.000.000, dari Raja Salman. Ketiga terdakwa baru menerima biaya perjalanan sebesar Rp 2.000.000.

“Perbuatan ketiga terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Usai mendengarkan dakwaan, JPU menghadirkan saksi dari pihak kepolisian. (man/azw)

Pulang Merantau, Pria Pelaku Penganiayaan Berat Ditangkap Polres Dairi

PAPARKAN. Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo, Kasubbag Humas Polres Iptu Donny Saleh serta Kanit Reskrim Ipda Rukur Sidabutar memaparkan tersangka, Lambok Nadapdap warga Dusun Lau Kitik Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Polres Dairi melalui Polsek Tigalingga menangkap tersangka pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan korban, Wasington Tampubolon (32) warga Dusun Lau Kitik Desa Bukit Lau Kersik Kecamatan Gunung Sitember meninggal dunia. Tersangka ditangkap usai pulang merantau setelah enam tahun masuk daftar pencarian orang (DPO). Tersangka, Lambok Nadapdap (35) ditangkap di kediaman abangnya, Senin (22/3).

PAPARKAN. Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo, Kasubbag Humas Polres Iptu Donny Saleh serta Kanit Reskrim Ipda Rukur Sidabutar memaparkan tersangka, Lambok Nadapdap warga Dusun Lau Kitik Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting melalui Kapolsek Tigalingga AKP Sarbanua P Siringoringo didampingi Kanit Serse Ipda Rukur Sidabutar bersama Kasubbag Humas Polres Iptu Donny Saleh, Kamis (25/3) menerangkan, kronologis kejadian penganiayaan terjadi pada Jumat 3 April 2015 lalu. Di hari itu korban Wasington Tampubolon bersama rekannya Ojak Siburian datang mengendarai sepeda motor ke warung Mak Marsel di Dusun Lau Kitik Desa Bukit Lau Kersik.

Tersangka Lambok Nadapdap saat itu sudah lebih dulu berada di warung. Begitu tiba di warung, korban mengajak tersangka minum ke dusun lain. Ajakan korban ditolak tersangka, sembarai berkata, “Duluanlah kalian.”

Selanjutnya korban mengucapkan kata tidak senonoh terhadap tersangka. Mendengar jawaban korban, tersangka tersinggung. Dia balik bertanya, “Apa maksudmu?”

Mendengar itu, korban menantang tersangka dengan berkata, “Apa maumu, ayo kita main,” kata AKP SP Siringo menirukan perkataan korban. Lambok kemudian menerima tantangang tersangka.

Sementara rekan bersama korba, Ojak Siburian disuruh pulang oleh orangtuanya

Singkat cerita keduanya bertemu di pinggir jalan. Mereka bergumul. Tersangka memegang leher korban dan menghantamkan kepala korban ke aspal berulang kali hingga korban tidak bisa lagi melawan.

Warga melihat itu mencoba melerai dan membawa korban ke Puskesmas Tigalingga. Karena luka di bagian kepala korban serius, lalu dilarikan ke RSUD Sidikalang. Dari RSUD Sidikalang, korban kembali dirujuk ke rumah sakit di Medan dan meninggal dunia, pada 15 April 2015.

AKP SP Siringoringo mengatakan, sebelum tertangkap, tersangka selama ini berada di Palembang dan berprofesi sebagai sopir truk.

”Selama di sana tersangka telah menikah, padahal sebelum tersangka suda menikah di kampungnya. Atas perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun,” pungkas AKP AKP SP Siringoringo. (rud/azw)

2023 Beroperasi, PLTA Asahan 3 Hasilkan Energi 1.477 GWh

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara yang mengelola sektor ketenagalistrikan, mendapat tugas untuk meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan di tanah air dalam bauran bahan bakar pembangkit listrik. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 merupakan salah satu proyek energi baru dan terbarukan yang dikelola oleh PLN, berada di bawah pengawasan PLN UIP KITSUM. Pembangunan proyek PLTA Asahan 3 ini telah dimulai pada Maret 2019 dan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2023 mendatang.

 “Proyek PLTA Asahan 3 secara resmi dimulai pada 2019, setelah melalui tahapan yang cukup berliku dengan segala dinamikanya. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air yang memanfaatkan aliran sungai Asahan ini, nantinya akan memproduksi energi listrik sebesar 1.477 GWh setiap tahun,” ujar General Manager PLN UIP KITSUM Weddy B Sudirman yang memangku jabatan ini sejak periode September 2017 s/d Januari 2021. Saat ini Weddy B Sudirman dipromosikan menjabat sebagai EVP Konstruksi Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi pada Direktorat Mega Project PT PLN (Persero) Kantor Pusat.

Pembangunan proyek PLTA Asahan 3 yang membentang di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Asahan dan Toba ini, berkapasitas 174 MW yang memanfaatkan energi potesial Sungai Asahan ini, mengalir dari Danau Toba. Beroperasinya PLTA ini akan meningkatkan jumlah pelanggan baru sebanyak 167.000 dengan kategori 1.300 VA pelanggan. Di samping itu, beroperasinya PLTA ini maka akan meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan sebesar 3,3 % dan merupakan kontribusi nyata dalam pencapaian bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 mendatang.

 PLTA Asahan 3 mempunyai tipe Run off River, lanjutnya, di mana aliran air Sungai Asahan diarahkan ke intake dan dialirkan melalui saluran terbuka (headrace channel) sepanjang 1.2 Km menuju headpond dan selanjutnya air menuju saluran bawah tanah (tunnel) sepanjang 7,8 km menuju power house untuk memutar turbine. Kemudian air akan dialirkan menuju tail race sehingga air kembali ke sungai Asahan.

 “Untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Sumatera Utara, studi kelayakan proyek PLTA Asahan 3 ini dibuat pada tahun 2004. Hasil Studi Geologi di sepanjang Sungai Asahan tergolong baik dengan debit air sekitar 100 m3/s yang mengalir secara kontinu setiap tahun. Kondisi geologi yang bagus nantinya dapat mengurangi risiko-risiko kegagalan desain, terutama saat masa konstruksi. “Inilah satu anugerah yang patut disyukuri oleh masyarakat sekitar sungai Asahan,” ujar Weddy.

 Menurut Weddy, PLTA ini didedikasikan kepada Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sumut. Di tahun 2010 PLN telah membangun Gardu Induk Simangkuk, di mana evakuasi daya dari PLTA ini nantinya akan disalurkan ke GI Simangkuk melalui saluran udara tegangan tinggi 150 kV. Meningkatnya taraf perekonomian dan kualitas kehidupan masyarakat serta pengembangan transfer of knowledge dan teknologi, merupakan tujuan utama pembangunan Proyek PLTA Asahan 3.  “Disisi yang lain, Pembangkit Listrik Tenaga Air akan berkontribusi langsung terhadap keandalan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara serta meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan dalam tata kelola bauran energi nasional,” pungkas Weddy.

 Sementara itu, Project Manager Nippon Koei Koei sebagai Konsultan Proyek PLTA Asahan 3, Koji Baba mengatakan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan 3 ini didesain dengan type run off river yang memanfaatkan beda elevasi permukaan bendungan dengan turbin sebesar 193 meter yang akan memutar 2 buah turbin Francis dengan total kapasitas 174 MW.

 Camat Aek Songsongan, Aliyudin Marpaung sangat mensyukuri dengan adanya pembangunan proyek PLTA Asahan 3. Harapan dia tidak ada lagi istilah lampu mati, sehingga bisa melancarkan anak-anak sekolah belajar di rumah dan aktivitas ekonomi lainnya.

 Domu Sianipar, tokoh warga masyarakat Dusun 3 Tangga juga mengatakan hal yang sama. Setelah masuknya Proyek Asahan 3, membawa dampak positif bagi warga sekitar. Sebab, masyarakat  desa banyak dipekerjakan di Proyek PLTA Asahan 3. “Infrastruktur jalan juga sudah baik,” ujarnya.

 Dengan adanya proyek PLTA Asahan 3, selain menunjang keandalan penyediaan tenaga listrik, memiliki banyak manfaat, antara lain untuk mengurangi angka pengangguran di masyarakat sekitar dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, PLN serta seluruh insan kelistrikan akan bekerja keras menciptakan pembangkit yang handal serta ramah lingkungan untuk menerangi negeri, karena energi PLN untuk pelanggan. (rel/ila)

Hadir di Medan, IDexpress Siapkan Layanan Drive Thru

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jasa pengirimanan atau ekspedisi IDexpress kini hadir di Kota Medan. Untuk meningkatkan pelayanan selama pandemi Covid-19, Gerai IDexpress secara resmi dibuka di Jalan Gatot Subroto Nomor 311 A-B, Kelurahan Sei Sikambing D, Medan Petisah, Kamis (25/3).

Grand Opening Flagship IDexpress Medan ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng dan pemotongan pita. Dalam acara persemian tersebut turut dihadiri Ceo Group IDexpress , Charles Lim, dan General Manager IDexpress Sumatera Utara, Suryadi serta seluruh undangan.

Dalam kesempatannya, Ceo Group IDexpress, Charles Lim mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk memunculkan terobosan baru bagi perkembangan dunia ekspedisi di Indonesia. Dengan membuka terobosan inovasi guna terwujudnya peningkatan mutu dan kualitas pada proses pengiriman menggunakan layanan IDexpress.

“Saat ini, kita sedang dialami bencana nonalam pandemi Covid-19. Kita sudah menyiapkan layanan drive thru atau layanan tanpa harus datang ke gerai. Layanan ini untuk memudahkan layanan kepada konsumen, terobosan itu akan segera kita luncurkan di Kota Medan,” jelasnya.

IDexpress merupakan layanan ekspedisi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan melalui menu layanan dan sarana-prasarana penunjang lain. Diharapkan dapat dikenal di masa yang akan datang sebagai ekspedisi hasil prestasi anak bangsa di Asia Tenggara.

“Sejak awal hingga kini, kami sudah melakukan berbagai inovasi pada menu layanan. Kami berani memberikan garansi kalau menu layanan IDexpress sangat menguntungkan untuk pembeli dan penjual,” ungkap Charles Lim.

Saat ini, IDexpress melalui menu layanan, lanjut Charles Lim, telah berhasil diterima di masyarakat dan menjadi idola baru bagi para penjual dan pembeli yang gemar berbelanja secara online.Selain kualitas dilakukan peningkatan infrastruktur yang menjadi aspekbagi IDexpress untuk merealisasikan visi perusahaan menjadi layanan ekspedisi yang dapat diandalkan oleh masyarakat Indonesia.

“Selain menghadirkan layanan drive thru yang dapat diakses selama 24 jam dan didukung dengan menu layanan dengan tarif ekonomis, IDexpress juga menjamin kenyamanan dalam pengiriman paket secara drop off melalui gerai dengan standar premium,” pungkasnya.

Saat ini kebutuhan masyarakat akan layanan ekspedisi sudah semakin tinggi, seiring dengan perubahan gaya belanja secara online yang semakin masif. Volume pertumbuhan paket yang kami proses untuk area Medan dan sekitarnya juga mengalami peningkatan drastis setiap harinya.

IDexpress sebagai penyedia sarana yang nyaman bagi para penjual dan pembeli dengan pengantaran secara mandiri, IDexpress menyediakan gerai dengan fasilitas terbaik melalui gerai Flagship dan Super Flagship yang saat ini sudah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

“Saat ini, di Kota Medan sudah ada 54 gerai. Gerai yang kita resmikan ini untuk memberikan pelayan untuk kenyamanan servis layanan kepada masyarakat. Keunggulan layanan IDlite, tarif setengah harga untuk paket dengan berat 500gr atau 1/2 kg, IDexpress memberikan opsi lain dengan meluncurkan menu layanan baru yaitu IDkepo. Pada menu layanan IDkepo, pengiriman dengan berat mulai dari 4kg bisa mendapatkan gratis ongkir 3kg. Tarif ini berlaku ke seluruh wilayah Indonesia,” terangnya.

Selain itu, katanya, IDexpress siap untuk memperluas jaringan demi mewujudkan pelayanan secara menyeluruh dengan menghadirkan IDexpress di marketplace Shopee. “Kami juga mempersiapkan diri untuk bisa menjangkau lebih banyak pelanggan melalui paltform belanja online lainnya.” tambah Charles Lim.

Sementara, General Manager IDexpress Sumatera Utara , Suryadi sangat bangga telah dipercayakan untuk membuka gerai IDexpress di Medan. Ia akan berkomitmen memberikan pelayanan dan kepuasan bagi masyarakat pengguna jasa IDexpress di Kota Medan.

“Seluruh program yang ada, akan kita orientasikan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan adanya gerai yang telah diresmikan nantinya akan memudahkan dan meningkatkan layanan kepada masyarakat di masa pendemi Covid-19,” ungkap Suryadi. (fac)

Satlantas Polres Asahan ‘Sabet’ Dua Penghargaan di tingkat Polres Sejajaran Polda Sumut

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Tidak tanggung-tanggung, Kepolisian Resor (Polres) Asahan kembali menerima penghargaan dari Polda Sumut. Kali ini sekaligus meraih (Sabet) dua penghargaan yakni sebagai Juara I Perlombaan Film Literasi Road Safety dan Juara II Penginputan Laporan Laka Lantas menggunakan Aplikasi Integrated Road Safety Management System (IRSMS).

Hal ini disampaikan Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S. I. K. melalui Kasat Lantas Polres Asahan AKP Jodi Indrawan, S. I. K. dalam siaran persnya, Kamis (25/3/2021) di Kisaran.

Sebelumnya, Polres Asahan juga menerima penghargaan dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Dr. Seto Mulyadi (Seto Award) dan Ketua Polisi Selebriti Zandre Badak (POLIS Award) serta penghargaan dari Kemenpan RB Tjahjo Kumolo.

Penyerahan 2 piagam penghargaan tersebut dilakukan Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. RZ Panca Simanjuntak, M. Si. diterima Kapolres Asahan diwakili Kasat Lantas Polres Asahan, Jodi Indrawan dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Polda Sumut hari ini di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut.

Penghargaan kepada Polres Asahan sebagai juara I Perlombaan Film Literasi Road Safety dan Juara II Penginputan Laporan Laka Lantas menggunakan Aplikasi IRSMS diperoleh melalui Skema Penilaian Tim Independen dari Ditlantas Polda Sumut.

Film Literasi Road Safety yang dimenangkan Polres Asahan ini berjudul “Puak Labu” dengan berdurasi 10 menit yang memiliki konten edukasi tentang Tertib Berlalu Lintas dengan mengedepankan kearifan lokal budaya Asahan.

Sedangkan penghargaan Juara II Penginputan Laporan Laka Lantas menggunakan aplikasi IRSMS didapatkan melalui pencapaian peringkat II operator Unit Laka Lantas sejajaran Polda Sumut dalam menginput Laporan Laka Lantas dengan menggunakan Aplikasi IRSMS.

Didampingi Baur SIM Satlantas Polres Asahan Aiptu H. Nauli Suregar, Jodi mengatakan atas nama Kapolres Asahan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih sebagai perwakilan penerima penghargaan pada hari ini.

“Alhamdulillah Polres Asahan kembali meraih penghargaan, kali ini sebagai Juara I Perlombaan Film Literasi Road Safety dan Juara II Penginputan Laporan Laka Lantas menggunakan Aplikasi IRSMS di tingkat Polres Sejajaran Polda Sumut. Semoga dengan adanya penghargaan ini dapat meningkatkan semangat kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya Kabupaten Asahan di bidang lalu lintas,” pungkas Kasat Lantas Polres Asahan.

Acara tersebut juga dihadiri Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol. Valentino Alfa Tatareda, S.H., S.I.K. dan seluruh Kasatlantas sejajaran Polda Sumut.(mag-9)

Empat Pembunuh Ginting Ditangkap

TERSANGKA: Empat tersangka pembunuh Jimmi Ginting dipaparkan Polsek Pancurbatu, Kamis (25/3).

SUMUTPOS.CO – Sempat buron beberapa hari, pelaku pembunuh Jimmi Ginting (27) warga Desa Tanjungselamat Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang ditangkap Polsek Pancurbatu. Pelaku diringkus berjumlah empat orang dari tempat dan waktu berbeda.

TERSANGKA: Empat tersangka pembunuh Jimmi Ginting dipaparkan Polsek Pancurbatu, Kamis (25/3).

Keempat tersangkanya, Ardiles Purba alias Diles (32) warga Dusun II Desa Bingkawan Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang, Rahmat Tarigan alias Mbung (34) warga Desa Rampah Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Langkat. Kemudian, Edi Romanta Bangun alias Roman (22) warga Desa Bingkawan Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang, dan Cristoper Dwi Julian Barus (29) warga Dusun II Desa Bingkawan, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang.

Sebelumnya, korban meregang nyawa usai dikeroyok keempat pelaku, dan sempat dirawat di rumah sakit. Pengeroyokan terjadi di kedai tuak Desa Batumbelin, Kecamatan Sibolangit, Senin (8/3) tengah malam sekitar pukul 23.50 WIB.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Dedy Dharma menjelaskan, para pelaku dibekuk dari dua lokasi berbeda pada Jumat (12/3) dan pada Sabtu (13/3). Awalnya, ditangkap tersangka Rahmat Tarigan alias Mbung dan Cristoper Dwi Julian Barus. “Berdasarkan hasil penyelidikan, tim menerima informasi bahwa diduga pelaku pembunuhan terhadap korban sedang berada di rumah makan Tarban Jalan Jamin Ginting Desa Pertampilan, Pancurbatu. Personel mendatangi tempat tersebut lalu menangkap tersangka Rahmat Tarigan alias Mbung dan Cristoper Dwi Julian Barus pada Jumat,” ungkap Dedy, Kamis (25/3).

Setelah menangkap kedua tersangka, lanjut dia, dilakukan pengembangan dan menangkap kedua tersangka lagi. “Tersangka Ardiles Purba alias Diles dan Edi Romanta Bangun alias Roman ditangkap dari hasil pengembangan kasus. Saat diinterogasi, para pelaku mengakui perbuatannya menghabisi korban,” sambung Dedy.

Dijelaskan dia, aksi keempat pelaku bermula ketika tersangka Rahmat Tarigan dan Cristoper selisih paham dengan korban di warung tuak. Selanjutnya, Rahmat Tarigan dan Cristoper memanggil rekannya. Tak berapa lama, datang dua rekan tersangka dengan membawa senjata tajam dan kayu hingga.

“Para tersangka melakukan penyerangan dengan menggunakan pedang, tongkat bisbol, kayu berlilit karet ban dan benda mirip senapan. Korban lalu terkapar dan tak sadarkan diri,” terangnya.

Puas menghajar korban, para pelaku kabur meninggalkan lokasi. Sementara korban dibawa warga sekitar ke RSUP H Adam Malik. “Setelah sempat dirawat sekitar 3 hari, korban akhirnya meninggal dunia. Kemudian, keluarga korban membawa ke rumah duka dan memakamkannya,” pungkas Dedy. (ris/azw)

JD.ID Dorong UMKM Jual Produk di Platform JD.ID

Foto: Screenshoot
Virtual: Sandy Permadi (tengah), Leo Haryono (kiri atas), dan Danang Arradian (kiri bawah) saat menjadi narasumber pada media briefing JD.ID secara virtual dengan tema “Continue to Make Joy Happen”, Kamis (25/3).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Industri e-commerce berkembang sangat pesat, termasuk di Indonesia. Hal ini disebabkan banyaknya pilihan marketplace sejenis, peningkatan kesadaran akan e-commerce, tumbuhnya literasi digital di tengah masyarakat Indonesia, serta adanya dukungan pemerintah terhadap UMKM agar berbisnis secara digital dengan modal yang rendah.

Menyadari hal itu, JD.ID, salahsatu platform belanja populer di kalangan masyarakat Indonesia jelang ulang tahunnya yang ke-5 terus berusaha memaksimalkan pengalaman berbelanja para pelanggan, sehingga mereka dapat berbelanja dari rumah dengan nyaman dan bebas repot.

“Berkaca pada tahun 2020, di mana JD.ID berhasil meraih prestasi positif dan mengalami banyak peningkatan yang sangat signifikan dari berbagai aspek penjualan – terutama pada saat program kampanye 10.10, 11.11, dan 12.12, maka tahun ini JD.ID akan terus mengembangkan kapabilitasnya dan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, terpercaya, dan andal bagi seluruh pelanggan, agar aktivitas belanja menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman,” kata Leo Haryono, Chief Marketing Officer JD.ID, saat menjadi narasumber pada media briefing secara virtual dengan tema “Continue to Make Joy Happen”, Kamis (25/3).

Untuk lebih meningkatkan kepercayaan dan meningkatkan pengalaman berbelanja para pelanggan sepanjang tahun, JD.ID memiliki beragam penawaran unik, seperti kontrol kualitas logistik dari ujung ke ujung, model O2O (online to offline) inovatif untuk gerai online sekaligus offline, serta platform marketplace yang dikurasi.

Hal ini mengarah pada pengiriman yang aman dan kualitas produk yang lebih baik. Selain itu, JD.ID juga melakukan terobosan lainnya. Seperti menciptakan nilai tambah bagi pasar e-commerce Indonesia dengan mensinergikan pengalaman belanja online dan offline, serta mendorong digitalisasi UMKM untuk berkontribusi lebih bagi perekonomian bangsa.

JD.ID juga memastikan akan terus meningkatkan layanannya untuk memenuhi permintaan pelanggan yang semakin meningkat. “Dimensi digital semakin berkembang, kebutuhan akan pengalaman berbelanja yang aman dan nyaman semakin meningkat. Tak perlu diragukan lagi, JD.ID akan terus memberikan pengalaman belanja online yang terbaik bagi para pelanggan. Ulang tahun ke-5 menandai pencapaian kolektif, tantangan, dedikasi, dan upaya dari karyawan, mitra, dan para pelanggan kami agar JD.ID berkembang menjadi salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia. Hal tersebut akan selalu menjadi perjalanan yang bermanfaat dan Make Joy Happen” tutup Leo.

Sandy Permadi, Chief Financial Officer JD.ID, yang juga menjadi narasumber, dalam paparannya mengatakan pandemi telah menyebabkan perubahan perilaku dan kebiasaan baru di masyarakat serta memberikan pelajaran berharga bagi perusahaan, termasuk JD.ID. Digitalisasi terus berkembang dalam perilaku sehari-hari.

“Karena itu, kami terus berupaya untuk melakukan strategi dan inovasi dalam menghadapi tantangan yang akan terjadi di masa mendatang. Di sisi lain, kami aktif berpartisipasi dalam gerakan pemerintah membantu pertumbuhan UMKM di Indonesia. Ini menjadi momentum bagi brand lokal untuk ikut serta menawarkan produk mereka di platform JD.ID, dengan kualitas terbaiknya,” ujar Sandy.

JD.ID juga mencoba mendorong pasar regional untuk menyediakan lebih banyak akses ke pengguna; membangun lebih banyak kehadiran gerai offline agar lebih dekat dengan para pelanggan, serta menciptakan kenyamanan dan “ketenangan pikiran” bagi para pelanggan saat berbelanja.

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-5, JD.ID mengajak seluruh pelanggannya untuk bersama-sama menikmati berbagai promosi menarik, seperti Pasti Diskon 50%, Flash Sale Rp 5, Top Brand & Seller Setiap Hari, Cashback 5x, Gratis Ongkir dan Voucher Miliaran Rupiah. (rel/mea)

Bikin Konten Dalam Air Menggunakan Galaxy A72, Seru Banget!

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ragam konten di sosial media yang diunduh oleh Gen-Z dan Millennial selalu berkembang setiap harinya. Seiring dengan berjalannya New Normal, di tahun 2021, membuat konten merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kegiatan sehari-hari.

Akan tetapi, kapabilitas kamera smartphone yang tidak memiliki kapasitas water and dust resistance terkadang menghalangi kreativitas kita untuk meng-explore ragam konten dalam air yang out of the box. Samsung Galaxy A72, hadir dengan rating IP67 dan dilengkapi dengan Awesome Quad Camera (64MP OIS+12MP+5MP+8MP) yang memastikan kamu untuk mendapatkan hasil jepretan yang maksimal! Kamu dapat memiliki Samsung Galaxy A72 yang dijual dengan harga Rp 5.999.000 (8/128GB) dan Rp 6.399.000 (8/256GB).

“Fitur IP67 tidak hanya semata-mata memberikan ketenangan hati kepada pengguna, namun juga memberikan peluang-peluang baru bagi content creator untuk meng-explore ide-ide out of the box untuk membuat konten yang Awesome. Samsung Galaxy A72 hadir dengan Awesome Quad Camera 64MP yang dilengkapi dukungan dari fitur IP67, sehingga pengguna tidak perlu lagi merasa takut untuk mengambil gambar-gambar dengan cipratan-cipratan, atau berada di dalam air,” ucap Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Ragam konten bisa membahas dan diangkat dari berbagai hal di sekitar kita dan kamu tidak perlu kamera super mahal untuk menghasilkan konten yang Awesome. Dengan modal lima jutaan dan kreativitas, kamu bisa hasilin foto yang Awesome layaknya menggunakan kamera professional. Kamu punya Aquarium nganggur di rumah? Yuk simak tips dari Samsung Electronics Indonesia (SEIN) untuk bikin foto-foto under water

Foto ala Underwater City

Yuk hias dasar aquarium kamu menggunakan mainan Lego menjadi seperti sebuah kota yang ada di bawah laut. Atur tata letak bangunan yang menarik dan jangan lupa juga pilih Lego dengan warna yang menarik. Dengan kamera utama Galaxy A72 beresolusi 64MP (F1.8, 0.8µm) kamu bisa tangkap setiap detail warna yang dimiliki ‘kota’ bawah air bikinan kamu dan post di sosial media. Terlebih lagi, kamu juga bisa membuat foto dengan perspektif yang lebih luas dengan menggunakan lensa Ultra-Wide 12MP FF (F2.2, 1.12µm) yang bisa menangkap hingga seluas 123°.   

Foto Keindahan Ikan Hias

Buat kamu yang hobi koleksi ikan hias, percuma dong kalau hanya dilihat sendiri. Yuk posting di sosial media supaya temen-temen kamu juga bisa menikmati keindahan koleksi kamu! Kalo biasanya kita hanya memotret keindahan dari balik kaca Aquarium, dengan rating IP67 yang dibenamkan pada Galaxy A72, kamu bisa langsung memotret ikan hias kamu dari jarak dekat. Dengan lensa Macro 5MP (F2.4, 1.12µm), kamu bisa menangkap detail warna ikan hias kesayangan kamu dengan maksimal.

Kamu takut masukin smartphone kamu ke dalam air? sertifikasi IP67 yang diusung oleh Galaxy A72 memastikan perangkat tetap dalam keadaan aman meski terendam dalam air dengan kedalaman 1 meter dalam jangka waktu dibawah 30 menit. Melalui fitur IP67 pada Samsung Galaxy A72, pengguna tidak perlu merasa khawatir lagi ketika menggunakan perangkat Galaxy A72 di dalam air. Selain itu, Galaxy A72 juga sudah pintar untuk mendeteksi apabila masih ada sisa air pada port usb-C dan memberikan notifikasi kepada pengguna, sehingga pengguna tidak perlu khawatir terjadi korslet ketika sedang men-charge perangkat.

Samsung Galaxy A72 hadir dengan varian warna menarik yaitu Awesome Violet, Awesome Black, Awesome Blue, dan Awesome White. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.samsung.com/id. (*)