MENDARAT DI MARS
Perseverance berangkat dari Cape Canaveral, Florida pada 30 Juli 2020. Butuh perjalanan 7 bulan hingga akhirnya mendarat di Kawah Jezero, Planet Mars pada 18 Februari 2021.
SUMUTPOS.CO – Perlombaan ke Planet Mars menjadi perhatian dunia ketika NASA berhasil mengirimkan robot rover Perseverance. Ini bukan robot sembarang robot.
MENDARAT DI MARS: Perseverance berangkat dari Cape Canaveral, Florida pada 30 Juli 2020. Butuh perjalanan 7 bulan hingga akhirnya mendarat di Kawah Jezero, Planet Mars pada 18 Februari 2021.
Dilansir dari situs resmi NASA, Minggu (21/3), Perseverance adalah robot mobil rover tercanggih milik badan antariksa Amerika saat ini. Tugasnya tidak main-main, mencari tanda kehidupan kuno dan mengumpulkan bebatuan untuk dibawa pulang ke Bumi.
Namanya dipilih dari hasil lomba yang diumumkan pada 5 Maret 2020. Nama ini usulan siswa kelas 7 bernama Alex Mather. Perseverance artinya adalah Kegigihan, nama yang cocok untuk misi sulit ke Planet Merah.
Perseverance berangkat dari Cape Canaveral, Florida pada 30 Juli 2020. Butuh perjalanan 7 bulan hingga akhirnya mendarat di Kawah Jezero, Planet Mars pada 18 Februari 2021. Sungguh sebuah peristiwa bersejarah.
Perseverance adalah penerus robot Curiosity dengan versi lebih canggih. Ukurannya adalah 3 x 2,7 x 2,2 meter. Beratnya 1.025 kg. Rodanya terbuat dari aluminium. Rover ini juga memiliki tangan robot untuk menjalankan tugasnya.
Perseverance dilengkapi sederet peralatan canggih sebagai berikut.
Mastcam-Z: Kamera canggih yang berfungsi sebagai matanya. Bukan cuma zoom in-zoom out, tapi bisa mendeteksi kondisi mineral.
SuperCam: Untuk pemotretan, analisa kimia dan mineral.
Planetary Instrument for X-Ray Lithochemistry (PIXL): Ini adalah alat sinar X untuk meneliti komposisi permukaan Mars.
Scanning Habitable Environments with Raman & Luminescence for Organics and Chemicals (SHERLOC): Ini adalah spektometer untuk pemetaan mineral.
Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE): Alat ini untuk eksperimen menciptakan oksigen dari karbon dioksida
Mars Environmental Dynamics Analyzer (MEDA): Ini adalah alat untuk mengukur suhu, angin, kelembaban radiasi dll.
Radar Imager for Mars’ Subsurface Experiment (RIMFAX): Perserverance juga punya radar menembus dasar tanah namanya RIMFAX
Helikopter Ingenuity: Robot rover ini punya drone helikopter bernama Ingenuity yang bertenaga surya. Drone ini akan terbang 31 hari setelah Perseverance mendarat di Mars.
Dengan sederet kecanggihan ini, dunia pun menunggu apalagi yang akan ditemukan robot rover penjelajah Perseverance di Planet Mars. (net)
PELAKU: Buyung Brutu alias Buyung Tato pelaku pembunuhan terhadap sopir Angkot, Gading Wijaya Manurung saat dipaparkan di Mapolsek Percut Seituan, Senin (22/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Percut Seituan bergerak cepat menangani kasus pembunuhan terhadap sopir Angkot, Gading Wijaya Manurung, warga Jalan Pertiwi Baru, Kelurahan Bantan Timur, Medan Tembung. Dalam hitungan jam, tersangka Buyung Brutu alias Buyung Tato (41), diamankan dari persembunyiannya di Kampung Pala, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Minggu (21/3) siang.
PELAKU: Buyung Brutu alias Buyung Tato pelaku pembunuhan terhadap sopir Angkot, Gading Wijaya Manurung saat dipaparkan di Mapolsek Percut Seituan, Senin (22/3).
“Pelakunya sudah kita tangkap dan ditahan,” kata Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan, Senin (22/3).
Dari pelaku, petugas menyita barang bukti pakaian yang dipakai saat melakukan aksinya dan sebilah pisau. Dikatakannya, korban Gading tewas dengan luka tikaman sebanyak 9 liang di bagian perut. Pelaku sempat melarikan diri, usai menghabisi nyawa korban.
Namun, tak sampai 1 × 24 jam, pelaku berhasil diamankan. “Pelaku telah ditetapkan tersangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tandas Jan Piter.
Diketahui, korban Gading Wijaya Manurung ditemukan tewas terkapar berlumuran darah, usai ditikam tersangka Buyung Tato, di Pangkalan Angkot, Jalan Garuda Raya Perumnas Mandala, Minggu (21/3) pagi. Gading tewas setelah mengalami 8 luka tikam, di antaranya 1 luka diketiak kiri, 5 luka di perut serta 2 luka tikam di dagu.
Perkelahian bermula ketika korban datang ke pangkalan Angkot Koperasi 40 di Jalan Garuda Raya. Saat itu, korban melihat pelaku dalam kondisi mabuk minuman sedang marah-marah kepada sopir di pangkalan. Korban lalu menegur pelaku. Namun pelaku tak terima, sehingga terlibat cekcok mulut dengannya hingga terjadi perkelahian.
Saat duel, pelaku mengeluarkan pisau yang disimpan dari balik pinggangnya, dan langsung menikam tubuh korban bertubi-tubi. Spontan, korban langsung terkapar bersimbah darah hingga meregang nyawa di lokasi. Sedangkan pelaku melarikan diri dengan membawa pisau.
Rekan-rekan korban di lokasi langsung berupaya menolong dan membawa ke RS Muhammadiyah, di Jalan Mandala By Pass. Akan tetapi, sesampai di rumah sakit ternyata korban dinyatakan sudah tak bernyawa lagi. (mag-1)
DESAK: Warga Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, yang menggelar aksi demo mendesak masuk untuk menemui teman mereka yang ditangkap polisi supaya dilepas.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS..
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi melakukan aksi unjukrasa ke Mapolres Dairi, Senin (22/3). Dalam aksi tersebut, warga mendesak pihak Kepolisian Resor (Polres) Dairi untuk melepaskan 4 orang warga setempat yang dijemput Polisi pada Minggu (21/3) malam.
DESAK: Warga Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, yang menggelar aksi demo mendesak masuk untuk menemui teman mereka yang ditangkap polisi supaya dilepas.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
Penjemputan 4 warga Jumala oleh Satreskrim Polres Dairi, terkait pengrusakan rumah milik keluarga, Jamapor Sagala yang dituding warga pelihara begu ganjang, Rabu (4/2) lalu. Para pendemo yang didominasi ibu-ibu itu, melakukan aksi duduk-duduk di depan Mapolres di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang.
Kedatangan ratusan warga langsung mendapat respon dan penjagaan personil Polres Dairi. Belasan personil antihuruhara disiapkan, dan tak berapa lama kemudian, sejumlah pria dari pendemo ditangkap petugas dan langsung dibawa ke dalam Mapolres.
Warga sempat memprotes petugas yang membawa rekan mereka, namun aksi itu tak digubris petugas. Diduga pria yang diamankan dari pendemo tersebut, sudah ditarget petugas karena terlibat pengrusakan rumah keluarga Jamapor.
Wakapolres Dairi, Kompol David Silalahi didampingi Kasat Intel AKP, Polin Damanik, Kasat Binmas AKP Yan Ujung serta KBO Reskrim Iptu Sumitro Manurung menerima 7 orang perwakilan warga di ruang PDDO Polres.
Pada kesempatan tersebut, Kompol David Silalahi menegaskan, warga Jumala yang diamankan Satreskrim karena sudah bertindak anarkis. Tindakan menghakimi sendiri adalah pelanggaran hukum, sedangkan warga yang diamankan penyidik, untuk dimintai keterangan atas kasus pengerusakan rumah.
“Kalian tidak bisa main hakim sendiri. Ke sini sudah melanggar hukum karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya melaksanakan aksi unjukrasa. Kalian juga telah melanggar protokol kesehatan (Prokes). Saat ini masa pandemi. Pemerintah termasuk Kepolisian bekerja keras untuk memutus penyebaran Covid-19, tetapi kalian membawa orang beramai dan berkerumun itu sudah melanggar protokol kesehatan,” tegasnya.
Kompol David Silalahi juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan warga tersebut bukan solusi. Karena saat ini masih dugaan, sehingga membutuhkan waktu untuk pemeriksaan.
“Kalian tidak bisa menghalang-halangi tugas kepolisian. Karena tugas kepolisian berdasarkan Undang-Undang,” tandas Kompol David Silalahi.
Sementara itu KBO Reskrim Iptu Sumitro Manurung menyebutkan, terkait kasus pengerusakan rumah Jamapor Sagala, Satreskrim Polres Dairi telah mengamankan 6 orang warga Jumala hingga Senin (22/3). Ke 6 warga itu berinisial RS, EN, TM, RM, TS serta LS.
“Mereka masih status terperiksa,” ungkap Iptu Sumitro.
Saat pertemuan, perwakilan warga tetap meminta supaya 4 warga Jumala yang dibawa Polisi dilepas. Menurut warga, pengrusakan rumah terjadi karena kerap mendengar suara-suara aneh dari dalam rumah Jamapor.
“Penggeledahan rumah disaksikan Kepala Dusun dan atas kesepatan semua warga Jumala dan sepakat membubuhkan tandatangan,” ujar warga yang tidak bersedia menyebutkan namanya. (rud)
Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution SH
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan di dorong untuk membentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik sendiri. Hal ini harus dilakukan, agar nantinya PDAM milik Pemko Medan dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal dalam menyediakan air bersih bagi setiap warga Kota Medan.
Pasalnya, keberadaan PDAM Tirtanadi dinilai sering kali merugikan para pelanggannya, khususnya masyarakat Kota Medan yang menjadi mayoritas pelanggan BUMD milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tersebut.
Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution SH, mengatakan selain tidak maksimal dalam memberikan pelayanan berupa ketersediaan air bersih yang selalu dapat dinikmati setiap saat, PDAM Tirtanadi juga kerap melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada pelanggannya.
“Pertama, masyarakat sering kali mengeluhkan air PDAM yang mati, kalaupun hidup hanya beberapa jam. Kedua, air yang keluar sering tidak memenuhi standar, beberapa kali air PDAM Tirtanadi yang sampai di kran-kran rumah pelanggan adalah air yang berwarna kecoklatan, kotor dan tidak layak pakai,” ucap Mulia kepada Sumut Pos, Selasa (23/3).
Tak cuma itu, kata Mulia, selain pelanggan di Kota Medan sering tidak mendapatkan air bersih secara maksimal, masyarakat juga harus merasakan kerugian-kerugian dalam bentuk yang lain.
“Misalnya saja yang terjadi baru-baru ini. Tirtanadi membuat kebijakan perubahan sistem penghitungan penggunaan air dari manual ke digital, alhasil terjadi lonjakan tarif, masyarakat pun menjerit dan berbondong-bondong melapor ke Ombudsman (Sumut),” ujarnya.
Dijelaskannya, berdasarkan PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, maka Pemko Medan sangat layak untuk mendirikan sendiri BUMD yang bergerak dibidang pengolahan dan penyediaan air minum, yakni PDAM. Saat itu, Pemko Medan dapat melakukan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan masyarakat Kota Medan.
Lalu setelah itu, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2020 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum, maka Pemko Medan sudah dapat memilih atau menetapkan tarif yang dipakai, apakah tarif batas atas atau tarif batas bawah dari tarif yang telah ditetapkan Gubernur.
“Hari ini Kota Medan tidak bisa menentukan tarif karena PDAM Tirtanadi dikelola oleh (Pemerintah) Provinsi, sehingga perlu pengkajian ulang terkait aturan. Apalagi memang sudah seharusnya PDAM Tirtanadi dikelola ke Kabupaten/Kota, karena dari seluruh Indonesia hanya di Sumut lah PDAM yang masih dikelola Provinsi,” jelasnya.
Oleh karena itu, Mulia juga turut mempertanyakan, apa yg menjadi dasar dari Pemerintah Provinsi untuk mempertahankan pengelolaan PDAM Tirtanadi.
“Padahal persoalan selalu timbul tanpa ada solusi, bahkan belakangan masyarakat harus merasakan besarnya tarif pembayaran,” tuturnya.
Mulia pun meyakini, Pemko Medan dibawah kepemimpinan Bobby Nasution dan Aulia Rachman, mampu mengatasi persoalan ini, termasuk membangun BUMD PDAM milik Pemko Medan sendiri.
“Kita yakin di bawah kepemimpinan mereka (Bobby-Aulia), solusi-solusi seperti ini dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan. Kita melihat mereka sudah mulai melakukan terobosan-terobosan, dan kita yakin jika mendirikan BUMD PDAM bukan lah hal yang mustahil buat mereka. Apalagi bila mengingat, ini demi kepentingan masyarakat Kota Medan,” pungkasnya. (map)
MOBIL: Head Of Corporate Affair Gojek Wilayah Sumbagut, Dian Lumbantoruan dan dr Aris Yudhariansyah dalam peluncuruan mobil pesan layanan masyarakat.istimewa/SUMUT POS.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi langkah Gojek dalam mendorong mitranya untuk mendapatkan vaksinasi melalui kopi darat (kopdar) yang di ikuti 120 orang mitra Gojek secara virtual, Senin (22/3) pagi.
MOBIL: Head Of Corporate Affair Gojek Wilayah Sumbagut, Dian Lumbantoruan dan dr Aris Yudhariansyah dalam peluncuruan mobil pesan layanan masyarakat.istimewa/SUMUT POS.
Hal ini sejalan dengan upaya Gojek, yang mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan program vaksinasi secara nasional.
“Gojek ini perusahaan positif yang sangat konsen, terkait penanganan Covid-19. Saya sudah lihat langsung bagaimana mereka bisa mengantisipasi secara berkala agar konsumen dan mitranya tidak terkena Covid,” ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, seusai menjadi narasumber kopdar.
Aris berharap di masa pandemi ini, banyak perusahaan-perusahaan yang lain bisa seperti Gojek. Karena menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari kelompok dan lapisan masyarakat.
PESAN: Mobil pesan layanan masyarakat menyampaikan pesan taat prokes di depan istana Maiumun, Jalan Brigjen Katamso.istimewa/SUMUT POS.
Iapun meyakinkan kepada para mitra Gojek, agar tidak takut di vaksinasi selain keamanan sudah terjamin dan sudah sudah di uji klinis.
“Saat ini kita sudah di tahap dua, yaitu fokus di petugas publik dan lansia (lanjut usia). Kalau untuk mitra (Gojek), nanti ditahap tiga bersama masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Dian Lumbantoruan selaku Head Of Corporate Affair Gojek Wilayah Sumbagut mengatakan, kopdar ini merupakan bentuk edukasi Gojek terhadap mitranya.
“Informasi yang kami berikan ini beragam, salah satu materi yang kami sampaikan adalah pentingnya menjaga protokol kesehatan. Kemudian yang hari ini kami sampaikan adalah sosialisasi vaksinasi bersama juru bicara satgas Covid-19 Sumut,” ujarnya.
Dia berharap dari pemaparan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 ini, dapat memberikan informasi yang lebih jelas terhadap mitra Gojek. Selain itu, pihaknya kedepan akan mendorong mitranya untuk mendapatkan vaksinasi pada saat dibuka kesempatan untuk para mitra ojol.
VAKSINASI:Jurubicara Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah memaparkan pentingnya vaksinasi dalam kopdar Gojek secara virtual.istimewa/SUMUT POS.
“Jadi dari para mitra kami yang berusia lansia, dibeberapa kota sudah mendapatkan vaksinasi. Tetapi kalau diluar usia lansia, seperti yang sudah dijelaskan akan mendapatkan ditahap berikutnya,” jelasnya.
Selain itu, kata Dian, Gojek juga menghadirkan #PesanDariRumah dengan meluncurkan mobil pesan layanan masyarakat. Mobil ini, akan mengingatkan masyarakat termasuk mitra Gojek agar menjalankan prokes secara ketat dengan berkeliling di 10 kecamatan.
“Dia sengaja operasi di jam-jam sibuk dari jam 10 sampai jam 5 sore, terus mengingatkan pentingnya protokol kesehatan,” pungkasnya. (man)
SIDANG VIRTUAL: Widhi Fachrursyah Nasution, terdakwa kasus ganja menjalani sidang dakwaan secara virtual, Senin (22/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Widhi Fachrursyah Nasution (23), warga Dusun IX, Desa Perkebunan Ajamu, Kabuapten Labuhanbatu, disidang virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (23/3). Terdakwa yang masih berstatus mahasiswa ini, didakwa karena nekat mengirim satu bal ganja lewat jasa ekspedisi.
SIDANG VIRTUAL: Widhi Fachrursyah Nasution, terdakwa kasus ganja menjalani sidang dakwaan secara virtual, Senin (22/3).
Namun aksinya gagal, setelah ia dilaporkan salah satu karyawan ekspedisi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova menjelaskan, kejadian itu bermula pada September 2020 lalu. “Sekira pukul 12.00, pada saat saksi Ferry Setiawan Ramadhan SH dan saksi Kelly Wahyudi bersama-sama dengan rekan lainnya sedang melaksanakan tugas penjagaan di Kantor Dit Res Narkoba Polda Sumut,” ujarnya di hadapan Hakim Ketua Abdul Azis.
Saat itu, seorang perempuan yang mengaku karyawan dari salah satu perusahaan jasa pengiriman barang melaporkan, telah menemukan paket barang yang akan dikirim berisikan narkotika jenis ganja dan barang tersebut ditemukan di kantor mereka di Komplek Mutiara Palace, Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Berdasarkan informasi tersebut, kemudian para saksi petugas Polisi langsung berangkat menuju ke kantor perusahaan jasa ekpedisi tersebut, dan bertemu dengan saksi Syahriana Husna. Saat itu Syahriana Husna menyerahkan paket kiriman barang yang di dalamnya berisikan narkotika jenis ganja seberat 700 gram.
Saksi kemudian menjelaskan tentang pemilik dari narkotika jenis ganja tersebut yaitu terdakwa Widhi Fachrursyah Nasution, dimana sebelumnya terdakwa telah datang ke kantor ekspedisi tersebut dengan membawa satu kotak yang ternyata berisikan narkotika jenis ganja.
“Ganja akan dikirimkan ke seseorang yang bernama Hondo Reska yang berada di Desa Sengkemang RW 003 RT 006 Kecamatan Koto Gasip Kabupaten Siak Provinsi Riau,” ungkap jaksa.
Atas laporan itu, Polisi melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa narkotika jenis ganja sebanyak satu bal seberat 700 gram di dalam kotak. Tidak lama berselang, petugas Polisi mencari keberadaan dari terdakwa Widhi Fachrursyah Nasution, lalu diperoleh informasi keberadaan terdakwa di sebuah rumah kos di Jalan Tangkul 2 Gang Pribadi Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung.
“Petugas menuju ke rumah kos tersebut dan sekira pukul 15.00, tiba di rumah kos terdakwa, saat itu terdakwa berada di dalam salah satu kamar kos dan selanjutnya para saksi mengetuk pintu kamar kos dan beberapa saat kemudian terdakwa Widhi Fachrursyah Nasution membuka pintu kamar, dan langsung dilakukan penangkapan terhadap terdakwa,” terang jaksa.
Setelah itu, petugas menjelaskan kepada terdakwa sebelumnya telah dilakukan penyitaan terhadap barang bukti ganja sebanyak satu bal seberat 700 gram. Mendengar penjelasan itu, terdakwa akhirnya mengakui bahwa barang haram itu adalah miliknya.
Tak hanya itu, lanjutnya, petugas juga melakukan penggeledahan di dalam kamar kos yang ditempati terdakwa dan ditemukan dari dalam lemari narkotika jenis ganja seberat 70 gram yang merupakan bagian dari narkotika jenis ganja yang sebelumnya ditemukan di kantor jasa ekspedisi.
“Perbuatan terdakwa sebagimana diatur dan diancam Pidana pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkasnya. (man)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga orang terduga penganiaya anggota OKP, Ageng Sinuraya, ditangkap personel Polsek Medan Kota. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ketiga terduga pelaku penganiaya dan pengeroyokan anggota OKP tersebut, ditangkap dari berbagai tempat.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Kota, Kompol Muhammad Rikki Ramadhan mengatakan, pihaknya masih melakukan serangkaian pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan terhadap ketiga pelaku. “Sabar. Masih dalam proses pemeriksaan dan belum rilis,” jawabnya singkat, Senin (22/3).
Hal senada juga dikatakan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Marvel Stefanus Arantes Ansanay. Dijelaskannya, ketiga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Medan Kota. “Belum bisa dirilis karena masih dalam proses pemeriksaan,” ucap Marvel melalui pesan singkat di WhatsApp.
Sebelumnya, dua OKP yakni AMPI dan PP terlibat bentrok di Jalan Bulan, Pasar Sambu, Medan, Minggu (21/3). Seorang anggota AMPI terkapar berlumuran darah setelah dikeroyok beberapa anggota PP. Aksi tersebut sempat terekam kamera dan viral di medsos. (mag-1)
OLAH TKP: Petugas Polres Binjai melakukan olah TKP pembantaian driver gojek yang dibunuh penumpangnya.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Polres Binjai dan Polsek Binjai Utara masih mendalami kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan nyawa Iwan Suranta Nainggolan (43), warga Jalan Mawar, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, driver ojek online melayang. Kapolsek Binjai Utara, AKP Teuku Fathir menyatakan, penyelidikan dilakukan bersama dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai.
OLAH TKP: Petugas Polres Binjai melakukan olah TKP pembantaian driver gojek yang dibunuh penumpangnya.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
“Kami juga melakukan Lidik. Sama-sama dengan Polres Binjai. Yang tangani laporannya Polres Binjai,” kata Fathir ketika dikonfirmasi, Senin (22/3).
Disoal, apakah orang terdekat terduga pelaku, Fathir enggan menduga hal tersebut. Begitu juga dengan soal dugaan motif dendam, Fathir belum dapat menyimpulkan. “Mohon doanya. Kalau sudah ketangkap, baru terungkap apa motifnya,” tukas dia.
Sebelumnya, korban ditemukan kritis bersimbah darah di Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Martini, Lingkungan I, Kelurahan Jatikarya, Binjai Utara, Jumat (19/3) malam pukul 23.30 WIB. Korban mengalami luka sayatan dari leher yang memanjang ke arah bahu kiri di punggung korban.
Diduga nyawa korban dihabisi oleh penumpangnya berjenis kelamin pria yang belum diketahui identitasnya. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham. Namun, korban keburu tutup usia dalam perjalanan. Barang bukti yang disita polisi, sepedamotor korban jenis metik dan sarung pisau yang diduga milik terduga pelaku. (ted)
DIPERIKSA: Tersangka menjalani pemeriksaan di Mapolsek Medan Kota, Senin (22/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wanita bertato yang belum diketahui namanya, tak bisa berkutik saat ditangkap personel Polsek Medan Kota dari kediamannya, Minggu (21/3). Sebab, wanita tersebut menghina dan mengucapkan kata-kata makian kepada personel kepolisian saat sedang menggelar razia protokol kesehatan (Prokes) di sejumlah tempat di wilayah hukum Polsek Medan Kota via media sosial (medsos).
DIPERIKSA: Tersangka menjalani pemeriksaan di Mapolsek Medan Kota, Senin (22/3).
Informasi yang diperoleh, Senin (22/3), aksi penghinaan terhadap polisi yang dilakukan wanita berkaca mata tersebut dilakukannya di medsos dan viral. Wanita yang mengenakan kaca mata itu memaki-maki personel kepolisian saat itu yang sedang menggelar razia Prokes di Jalan Multatuli, Medan, karena tidak terima dirazia Prokes.
Mengetahui hal tersebut, personel Polsek Medan Kota pun dengan cepat gerak melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Alhasil, wanita itu diamankan dari kediamannya.
Informasi soal ditangkapnya wanita ini dilihat melalui Instagram Humas Polrestabes Medan pada Sabtu (20/3). Di dalam video awalnya terlihat seorang wanita yang sedang berada di salah satu tempat makan.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengaku, wanita penghina polisi itu sudah diamankan. “Sudah diamankan di Polrestabes Medan,” jawabnya singkat, Senin (22/3).
Sementara itu, Kapolsek Medan Kota Kompol Muhammad Rikki Ramadhan juga mengakui, pihaknya sudah mengamankan wanita tersebut. “Sudah diamankan dan masih dalam pemeriksaan. Belum dirilis,” ungkapnya. (mag-1)
BERSAMA: Peserta Pengabdian Masyarakat Mahasiswa PGMI UIN Sumut diabadikan bersama para siswa di Desa Timbang Lawan, Dusun 8, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, dengan contoh materi ajar menggunakan komik edukasi, Minggu (14/3) lalu.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Teknik pembelajaran yang menarik minat siswa belajar di masa pandemi Covid-19, sedang berlangsung di Desa Timbang Lawan, Dusun 8, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat. Para guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Timbang Lawan, sedang bersemangat mengajar para siswanya memakai inovasi yang baru mereka pelajari: komik edukasi!
“Kata para guru MIS Timbang Lawan yang kami latih, komik edukasi adalah solusi yang mereka perlukan dalam mengajar. Kata mereka, para siswa jadi lebih tertarik untuk membaca, dan bahkan tidak sadar jika sebenarnya mereka sedang belajar,” ungkap Rora Rizky Wandini, dosen yang mengikuti Pengabdian Masyarakat (Pema) Mahasiswa PGMI UIN Sumut, kepada Sumut Pos, Senin (22/3).
Dalam kunjungan mereka ke Desa Timbang Lawan, Minggu (14/3) lalu, seorang guru di MIS Timbang Lawan yang menjadi peserta dalam Pelatihan Pembuatan Komik Edukasi menggunakan aplikasi Clip Studio Paint Pro dan Comic Pages Creator, Asnidar menyebutkan, ilmu yang diperoleh dari mahasiswa PGMI UIN Sumut di bawah bimbingan Rora, sangat membantu guru dalam menyiapkan bahan ajar untuk siswa.
“Mereka sangat antusias belajar, karena merasa materi pelatihannya cocok dengan kebutuhan mereka,” cetus Rora, seraya tersenyum.
Senada, Kepala Desa Timbang Lawan, Malik Nasution juga mengungkapkan hal senada. Kata mereka, teknik mengajar dengan komik edukasi sangat membantu guru dan siswa. Karena sedikit sekali siswa di desa mereka yang memiliki fasilitas elektronik berupa hape dan laptop untuk belajar daring selama pandemi Covid-19.
FOTO: Peserta PEMA mahasiswa PGMI UIN Sumut, mengapit dosen pembimbing mereka, Rora Rizky Wandini (tengah) di Desa Timbang Lawan, Dusun 8, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat.
Adaptasi dari Big Book
Apa itu komik edukasi?
Rora yang juga merupakan fasilitator dosen dari Tanoto Foundation, menjelaskan, komik edukasi yang mereka ajarkan merupakan adaptasi dari pembuatan big book yang direkomendasikan oleh Tanoto Foundation, untuk guru kelas awal.
“Langkah pembuatannya hampir sama. Yang membedakan adalah penggunaan gambar, plot cerita, dan ukuran kertas,” jelasnya mengawali.
Jika big book memiliki ciri menggunakan ukuran kertas berkisar 40 x 50 centimeter, dapat disajikan landscape atau portrait, dengan jumlah halaman antara 8-15, didominasi oleh gambar yang besar dan mendukung teks, dengan tulisan besar dan singkat, serta topik cerita yang dekat dan sesuai dengan kebutuhan siswa, maka komik edukasi menggunakan ukuran kertas yang lebih kecil, dan antara penggunaan gambar dengan teks sama persentasenya.
“Dengan melatih guru cara membuat komik edukasi, mereka berharap para guru tingkat sekolah dasar mampu menyajikan materi ajar agar lebih menarik, sehingga siswa makin termotivasi untuk membaca,” kata Rora.
Senada, 2 mahasiswa yang ikut menjadi tutor pelatihan membuat komik edukasi kepada guru, yakni Qhasasa dan Rizky Sari Siregar, mengatakan, saat awal mereka belajar membuat big book dan komik di perkuliahan, mereka juga rada bingung.
“Kata umi Rora Rizky Wandini (dosen, red), dulu guru mengajar dengan pulpen. Sekarang, ada media ajar yang bisa membuat guru tidak capek, yakni big book. Lantas kami diajari dulu cara membuat big book untuk anak kelas rendah. Big book itu ada yang dibuat dengan gambar tempel, dengan kain perca, dengan menggambar sendiri, dan dengan aneka bahan yang tersedia di lingkungan sekitar (daun, biji-bijian),” kata mereka.
Setelah mahasiswa mampu membuat big book, barulah mereka diajari membuat komik edukasi menggunakan aplikasi Clip Studio Paint Pro dan Comic Pages Creator.
“Kami diajari langkah-langkah pembuatannya, dikerjakan per kelompok, diajari proposi bentuk untuk karakter berbeda, dan seterusnya. Pertama-tama bingung, namun akhirnya berhasil. Ilmu itulah yang sekarang kami bagikan dalam kegiatan Pema ini,” beber mereka antusias.
Para tutor pelatihan itu merasa senang, karena materi mereka diterima sebagai ‘oleh-oleh’ untuk para siswa MIS Timbang Lawan.
“Para siswa senang belajar hal-hal baru. Pembelajaran dengan media komik ini sangat baik digunakan pada masa pandemi seperti sekarang,” ujar Rizky.
Usai pelatihan, para dosen, mahasiswa, guru, dan aparat desa diabadikan bersama, saat menyerahkan produk komik yang mereka buat kepada siswa MIS Timbang Lawan.
Kegiatan Pema Mahasiswa PGMI UINSU yang diketuai Amir Hamzah, didampingi dosen pembimbing lainnya, Andina Halim Syah Rambe, ikut dihadiri Kepala BKMusala Nurul Kasih Desa Timbang Lawan, Umar, dan masyakat desa.
“Pema berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Mahasiswa menggunakan masker dan hand sanitaizer,” pungkas Rora. (rel/mea)