25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3579

Vaksin AstraZeneca Segera Didistribusikan

VAKSIN: Seorang petugas medis menunjukkan vaksin AstraZeneca yang akan digunakan untuk kekebalan tubuh dari Covid-19.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Vaksin Covid-19 AstraZeneca dipastikan segera didistribusikan ke berbagai wilayah yang tersebar di Indonesia. Hal tersebut dikemukakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat meninjau vaksinasi massal di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (22/3).

VAKSIN: Seorang petugas medis menunjukkan vaksin AstraZeneca yang akan digunakan untuk kekebalan tubuh dari Covid-19.

Pernyataan ini dikeluarkan Jokowi pasca Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut vaksin tersebut haram, namun tetap boleh digunakan. “Saya sudah perintahkan kepada menteri kesehatan untuk segera mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke Jawa Timur dan provinsi lain,” kata Jokowi.

Sebagai informasi, Indonesia sendiri telah menerima sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca gratis yang berasal dari kerja sama multilateral dengan Gavi. Vaksin itu tiba di Indonesia pada 8 Maret 2021.

Khusus di Jawa Timur, Jokowi mengaku telah berbincang dengan para ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta para tokoh agama setempat terkait vaksin AstraZeneca. Mereka sepakat, akan menggunakan vaksin tersebut.

“Tadi pagi saya sudah bertemu dengan MUI Jawa Timur, sudah bertemu juga dengan para kiai di Provinsi Jawa Timur, mengenai vaksin AstraZeneca. Beliau menyampaikan Jawa Timur siap diberi vaksin AstraZeneca,” kata Jokowi.

Ketua MUI Jawa Timur Hasan Mutawakkil Alallah menjelaskan pendapat dan respon dari para kiai serta para pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur sudah baik. Vaksin tersebut, kata dia, halal dan tayyib.

“Vaksin AstraZeneca ini hukumnya halalan dan tayyiban dan memang seharusnya untuk dimanfaatkan program vaksinasi pemerintah,” katanya.

1,1 Juta untuk Dosis Pertama

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca akan digunakan pada penyuntikan dosis pertama. Hal tersebut menyesuaikan masa kedaluwarsa vaksin asal Inggris tersebut.

“Iya 1,1 juta dosis itu akan digunakan untuk penyuntikan dosis pertama,” ujar Nadia, Senin (22/3).

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, baru mengetahui bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca akan kedaluwarsa pada akhir Mei 2021. Merujuk pada hal itu, lanjut Nadia, Kemenkes telah mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke tujuh provinsi agar bisa segera digunakan dalam vaksinasi. “Sudah didistribusikan ke tujuh provinsi dengan perhitungan sasarannya,” ungkap Nadia.

Dengan demikian, penyuntikan dosis kedua nantinya akan menggunakan vaksin AstraZeneca yang didatangkan pada April 2021.

Pernyataan Nadia ini sekaligus mengoreksi pernyataan Budi Gunadi Sadikin. Budi menyebut ada 3 juta dosis vaksin AstraZeneca yang akan datang pada Senin, 22 Maret 2021. “Hari ini tidak ada kedatangan,” tutur Nadia.

Adapun rentang waktu atau interval penyuntikan vaksin AstraZeneca yakni selama 8-12 minggu. Dengan kata lain, vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca memiliki jarak waktu penyuntikan dua bulan.

Rentang waktu untuk AstraZeneca ini berbeda dengan vaksin Sinovac. Menurut Nadia, vaksinasi Covid-19 menggunakan Sinovac memiliki rentang waktu lebih pendek, yakni selama 14 – 28 hari.

Gubsu Edy: Saya Tidak Mengkaji

Terpisah, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, tidak mengkaji soal vaksin AstraZeneca yang diduga mengandung enzim babi.

“Saya tak mengkaji itu karena saya saat ini masih menggunakan vaksin Sinovac,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Senin (22/3).

Edy mengaku, tidak mengetahui tentang hal ihwal vaksin AstraZeneca. “Saya tidak tau,” katanya.

Begitupun, sambung dia, berdasarkan pernyataan para ahli yang dipercaya oleh negara atau pemerintah atas inovasi vaksin Covid-19 sejauh ini, masih tertuju pada merk vaksin Sinovac. “Saat ini ahli-ahli yang kita bisa pastikan dan percayai adalah, menggunakan vaksin Sinovac,” katanya.

Produsen AstraZeneca sebelumnya membantah dan melakukan klarifikasi atas pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengungkapkan, tahapan produksi vaksin menggunakan enzim babi. AstraZeneca menegaskan, vaksin tersebut tidak mengandung babi.

“Tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya. Kami menghargai pernyataan yang disampaikan Majelis Ulama Indonesia,” tegas pernyataan resmi AstraZeneca, Sabtu (20/3).

Pihak produsen menegaskan, vaksinnya merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan seperti yang telah dikonfirmasikan Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris. Menurut perusahaan itu, semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.

“Vaksin ini telah disetujui di lebih dari 70 negara di seluruh dunia termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia telah telah menyatakan sikap bahwa vaksin ini diperbolehkan untuk digunakan oleh para muslim,” tegas AstraZeneca.

Perusahaan mengklaim, vaksin Covid-19 AstraZeneca aman dan efektif dalam mencegah Covid-19. Uji klinis menemukan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca 100 persen dapat melindungi dari penyakit yang parah, rawat inap dan kematian, lebih dari 22 hari setelah dosis pertama diberikan.

Penelitian vaksinasi yang telah dilakukan berdasarkan model penelitian dunia nyata (real-world) menemukan bahwa satu dosis vaksin diklaim mengurangi risiko rawat inap hingga 94 persen di semua kelompok umur. Termasuk bagi mereka yang berusia 80 tahun ke atas. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa vaksin dapat mengurangi tingkat penularan penyakit hingga dua pertiga.

“Semua vaksin, termasuk Vaksin COVID-19 AstraZeneca, merupakan bagian penting dalam menanggulangi pandemi Covid-19 agar dapat memulihkan keadaan di Indonesia agar dapat memulihkan perekonomian Indonesia secepatnya,” tegas pernyataan itu. (prn/bbs)

Peserta Lulus SNMPTN Diumumkan, USU Peringkat 5 Peminat Terbanyak

PERINGKAT5: Gedung Biro Rektor USU. Tahun ini, USU masuk peringkat 5 peminat terbanyak SNMPTN di Indonesia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon mahasiswa baru yang lulus melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun akademik 2021/2022, resmi diumumkan. Sebanyak 3.631 calon mahasiswa baru lulus masuk dua PTN di Sumut, yakni Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed).

PERINGKAT5: Gedung Biro Rektor USU. Tahun ini, USU masuk peringkat 5 peminat terbanyak SNMPTN di Indonesia.

Data diperoleh Sumut Pos, dari 3.631 peserta yang lulus, USU menerima 2.131 calon mahasiswa, sedangkan Unimed menerima 1.500 calon mahasiswa. Adapun USU menempati peringkat ke-5 di Indonesia untuk PTN dengan jumlah peminat terbanyak, dengan total sebanyak 33.966 peserta pada SNMPTN tahun ini.

USU juga sekaligus memposisikan diri sebagai PTN di peringkat ke-9 yang menerima calon mahasiswa terbanyak dari jalur SNMPTN 2021/2022, untuk seluruh program studi (prodi).

Pengumuman mahasiswa baru yang lulus SNMPTN di USU dapat dilihat dengan mengakses https://pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id.

Sementara mahasiswa baru yang lulus SNMPTN di Unimed dapat melihat dengan mengakses https://pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id danwww.unimed.ac.id.

Rektor USU, Dr Muryanto Amin, SSos, MSi, mengucapkan selamat kepada peserta SNMPTN yang lulus di kampus negeri tersebut. Menurutnya, banyak peminat yang ingin kuliah di kampus yang terletak di Jalan Dr. Mansyur Kota Medan itu, menjadikannya salahsatu kampus favorit bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Sumut ini.

“Peningkatan peminat dari jalur SNMPTN mengindikasikan bahwa keinginan untuk memperoleh pendidikan di jenjang perguruan tinggi masih cukup tinggi. Mereka memaksimalkan peluang dari jalur yang memberikan kemungkinan untuk mengeluarkan dana kuliah yang tidak terlalu besar. Ini merupakan kebanggaan bagi USU, di mana USU masih sangat dipercaya sebagai institusi pendidikan yang memberikan layanan akademik terbaik,” sebut Muryanto, Senin (22/3).

Muryanto menjelaskan, peserta yang mengikuti SNMPTN di USU terus meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun 2020 lalu, jumlah siswa yang mendaftar tercatat 489.601. Sementara pada tahun 2021, terdapat 595.093 siswa pendaftar SNMPTN.

“Kepada mahasiswa baru yang lulus SNMPTN saya ucapkan selamat, dan selamat bergabung menjadi keluarga besar Universitas Sumatera Utara,” pungkas Muryanto.

Kepala Kantor Humas, Protokoler dan Promosi USU, Amalia Meutia, M Psi, menjelaskan bahwa para siswa yang tidak lulus SNMPTN 2021, masih memiliki kesempatan unntuk masuk USU dengan menempuh jalur SBMPTN.

“Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan SBMPTN 2021 akan dilaksanakan pada tanggal 15 Maret hingga 1 April 2021. UTBK akan digelar pada tanggal 12-18 April 2021 untuk Gelombang I, dan tanggal 26 April sampai 2 Mei 2021 untuk Gelombang II. Pengumuman SBMPTN akan disampaikan pada tanggal 14 Juni 2021,” jelas Amalia.

Unimed: Bersaing Ketat

Terpisah, Rektor Unimed, Dr. Syamsul Gultom, mengatakan terjadi persaingan ketat pada pelaksanaan SNMPTN di Kampus Unimed bagi peserta. Di mana yang mendaftar mencapai 25.780 peserta, sedangkan yang dinyatakan lulus hanya 1.500 peserta.

“Saya ucapkan selamat kepada peserta SNMPTN yang lulus di Unimed, dan saya ucapkan selamat kepada orang tua dan wali mahasiswa baru,” kata Syamsul.

Syamsul menjelaskan, bagi siswa yang belum diterima melalui jalur SNMPTN 2021, masih memiliki kesempatan untuk bersaing kembali di jalur UTBK-SBMPTN dan Seleksi Mandiri tahun akademik 2021/2022.

“Percayalah, jika saudara nyakin, tetap berusaha, dan serius dalam belajar, mudah-mudahan bisa lulus di antara dua jalur tersebut. Sedangkan bagi yang telah dinyatakan lulus, segeralah persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk daftar ulang,” tandasnya. (gus)

PPKM Mikro Diperpanjang & Diperluas, Gubsu: Biasanya 140-160 Kasus, Kini 50-an

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mulai 23 Maret hingga 5 April mendatang, masih dipertimbangkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Meski belum memutuskan.

Edy mengatakan pelaksanaan PPKM Mikro berhasil menekan angka penyebaran Covid-19 di Sumut. Khususnya di daerah-daerah yang memiliki kasus tinggi seperti Medan, Binjai, Pematangsiantar, Deliserdang, Langkat, dan Simalungun.

“Sebelumnya, kita biasa sampai 140-160 kasus per hari. Minggu lalu turun jadi 90-80 kasus. Sekarang ini sudah 50-an kasus per hari. Berarti turun hingga 50 persen. Mudah-mudahan tidak bertambah,” katanya menjawab wartawan, Senin (22/3).

Karennaya mantan Pangkostrad itu mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab Covid-19 merupakan makhluk yang sulit dilihat oleh mata telanjang. “Jangan karena kasusnya sudah turun, terus kita merasa virus ini sudah selesai. Virus tetap menyebar. Kelemahannya kalau manusia menganggap enteng, karena di situlah kita terkena,” katanya.

PPKM Mikro di Sumut terutama di enam kabupaten dan kota, sudah berjalan sebanyak 3 gelombang. Gelombang pertama pada 1-14 Februari 2021, gelombang kedua 15-28 Februari, dan gelombang ketiga 9-22 Maret.

Meski pemerintah pusat memperpanjang pelaksanaan PPKM Mikro mulai 23 Maret hingga 5 April 2021, Edy mengaku belum menjamin semakin menekan angka penyebaran kasus covid-19 di Sumut. Kunci keberhasilan menghentikan kasus Covid-19 selain vaksinasi, menurut dia, yakni adalah kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan. “Kita lihat situasi. Kalau bisa kita perpanjang (PPKM Mikro), kita perpanjang,” ucapnya.

Sebelumnya Kadis Kominfo Sumut, Irman Oemar menyebutkan, pelaksanaan PPKM Mikro di wilayah yang memiliki kasus tinggi Covid-19, merupakan tindaklanjut dari hasil rapat dengan Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian pada 4 Maret 2021 lalu.

“Penerapan PPKM Mikro tersebut tertuang dalan Surat Gubernur Sumut Nomor 360/1879/2021, tertanggal 4 Maret 2021,” kata Irman, Sabtu (6/3).

Adapun prinsip PPKM Mikro adalah pembatasannya dibuat berskala. Kemudian dengan berjalannya waktu, penanganannya semakin berskala kecil dan semakin tersasar.

PPKM Mikro juga mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian hingga ke tingkat RT. Perbedaan lain yang terlihat adalah pelonggaran aktivitas perkantoran dalam PPKM berbasis mikro.

Pada PPKM sebelumnya, Kemendagri menetapkan bekerja di kantor atau work from office (WFO) hanya diperkenankan 25 persen dari kapasitas penuh perkantoran. Sedangkan pada PPKM Mikro, aturan tersebut diperlonggar hingga 50 persen dari kapasitas kantor, dan WFH bisa dikurangi menjadi 50 persen.

Untuk kegiatan sekolah tetap dilakukan secara online. Lalu wilayah desa atau kelurahan wajib mendirikan posko yang terdiri dari beberapa unsur masyarakat.

PPKM Mikro Diperluas

Sementara itu, selain memperpanjang PPKM Mikro hingga 5 April, Pemerintah juga menambah lima daerah baru yang menjadi cakupan wilayah PPKM Mikro yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya PPKM Mikro hanya dilakukan di sepuluh provinsi yakni, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur. Dengan penambahan itu, maka PPKM Mikro tahap IV dilaksanakan di 15 provinsi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan penambahan lima provinsi tersebut diputuskan berdasarkan analisis parameter Covid-19. Mulai dari persentase kasus aktif, persentase kesembuhan, persentase kematian, tingkat Bed Occupancy Ratio atau BOR.

Terkait peraturan ada perubahan dalam kegiatan belajar mengajar dan kegiatan seni budaya. Untuk kegiatan seni budaya diizinkan untuk dibuka dengan kapasitas maksimal 25% dengan penerapan protokol kesehatan.

“Belajar mengajar dapat dilakukan secara tatap muka, untuk perguruan tinggi/akademi yang dibuka bertahap dengan proyek percontohan berbasis peraturan daerah/peraturan kepala daerah dengan protokol kesehatan,” jelas Airlangga dalam keterangan resmi dikutip Senin (22/3).

Airlangga juga mengatakan perkembangan tren kasus Covid – 19 secara nasional mulai membaik. Per 18 Maret tingkat kasus aktif di Indonesia 9,12%, lebih baik dari rata-rata dunia di 17,23%.

Tingkat kesembuhan 88,16% lebih baik dibanding global 89,56%. Tingkat kematian 2,71%, sedikit lebih tinggi dari rata-rata global 2,21%.

Ketersediaan tempat tidur isolasi dan intensive care unit atau BOR rumah sakit rujuan per 17 Maret juga menurun. Di seluruh rumah sakit rujukan provinsi yang menerapkan PPKM Mikro, memiliki tingkat okupansi rata-rata 70%. (prn/cnbc)

Perserverance: Robot Penjelajah Mars

MENDARAT DI MARS Perseverance berangkat dari Cape Canaveral, Florida pada 30 Juli 2020. Butuh perjalanan 7 bulan hingga akhirnya mendarat di Kawah Jezero, Planet Mars pada 18 Februari 2021.

SUMUTPOS.CO – Perlombaan ke Planet Mars menjadi perhatian dunia ketika NASA berhasil mengirimkan robot rover Perseverance. Ini bukan robot sembarang robot.

MENDARAT DI MARS: Perseverance berangkat dari Cape Canaveral, Florida pada 30 Juli 2020. Butuh perjalanan 7 bulan hingga akhirnya mendarat di Kawah Jezero, Planet Mars pada 18 Februari 2021.

Dilansir dari situs resmi NASA, Minggu (21/3), Perseverance adalah robot mobil rover tercanggih milik badan antariksa Amerika saat ini. Tugasnya tidak main-main, mencari tanda kehidupan kuno dan mengumpulkan bebatuan untuk dibawa pulang ke Bumi.

Namanya dipilih dari hasil lomba yang diumumkan pada 5 Maret 2020. Nama ini usulan siswa kelas 7 bernama Alex Mather. Perseverance artinya adalah Kegigihan, nama yang cocok untuk misi sulit ke Planet Merah.

Perseverance berangkat dari Cape Canaveral, Florida pada 30 Juli 2020. Butuh perjalanan 7 bulan hingga akhirnya mendarat di Kawah Jezero, Planet Mars pada 18 Februari 2021. Sungguh sebuah peristiwa bersejarah.

Perseverance adalah penerus robot Curiosity dengan versi lebih canggih. Ukurannya adalah 3 x 2,7 x 2,2 meter. Beratnya 1.025 kg. Rodanya terbuat dari aluminium. Rover ini juga memiliki tangan robot untuk menjalankan tugasnya.

Perseverance dilengkapi sederet peralatan canggih sebagai berikut.

Mastcam-Z: Kamera canggih yang berfungsi sebagai matanya. Bukan cuma zoom in-zoom out, tapi bisa mendeteksi kondisi mineral.

SuperCam: Untuk pemotretan, analisa kimia dan mineral.

Planetary Instrument for X-Ray Lithochemistry (PIXL): Ini adalah alat sinar X untuk meneliti komposisi permukaan Mars.

Scanning Habitable Environments with Raman & Luminescence for Organics and Chemicals (SHERLOC): Ini adalah spektometer untuk pemetaan mineral.

Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE): Alat ini untuk eksperimen menciptakan oksigen dari karbon dioksida

Mars Environmental Dynamics Analyzer (MEDA): Ini adalah alat untuk mengukur suhu, angin, kelembaban radiasi dll.

Radar Imager for Mars’ Subsurface Experiment (RIMFAX): Perserverance juga punya radar menembus dasar tanah namanya RIMFAX

Helikopter Ingenuity: Robot rover ini punya drone helikopter bernama Ingenuity yang bertenaga surya. Drone ini akan terbang 31 hari setelah Perseverance mendarat di Mars.

Dengan sederet kecanggihan ini, dunia pun menunggu apalagi yang akan ditemukan robot rover penjelajah Perseverance di Planet Mars. (net)

Pembunuh Sopir Angkot Ditangkap di Sei Rampah

PELAKU: Buyung Brutu alias Buyung Tato pelaku pembunuhan terhadap sopir Angkot, Gading Wijaya Manurung saat dipaparkan di Mapolsek Percut Seituan, Senin (22/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Percut Seituan bergerak cepat menangani kasus pembunuhan terhadap sopir Angkot, Gading Wijaya Manurung, warga Jalan Pertiwi Baru, Kelurahan Bantan Timur, Medan Tembung. Dalam hitungan jam, tersangka Buyung Brutu alias Buyung Tato (41), diamankan dari persembunyiannya di Kampung Pala, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Minggu (21/3) siang.

PELAKU: Buyung Brutu alias Buyung Tato pelaku pembunuhan terhadap sopir Angkot, Gading Wijaya Manurung saat dipaparkan di Mapolsek Percut Seituan, Senin (22/3).

“Pelakunya sudah kita tangkap dan ditahan,” kata Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan, Senin (22/3).

Dari pelaku, petugas menyita barang bukti pakaian yang dipakai saat melakukan aksinya dan sebilah pisau. Dikatakannya, korban Gading tewas dengan luka tikaman sebanyak 9 liang di bagian perut. Pelaku sempat melarikan diri, usai menghabisi nyawa korban.

Namun, tak sampai 1 × 24 jam, pelaku berhasil diamankan. “Pelaku telah ditetapkan tersangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tandas Jan Piter.

Diketahui, korban Gading Wijaya Manurung ditemukan tewas terkapar berlumuran darah, usai ditikam tersangka Buyung Tato, di Pangkalan Angkot, Jalan Garuda Raya Perumnas Mandala, Minggu (21/3) pagi. Gading tewas setelah mengalami 8 luka tikam, di antaranya 1 luka diketiak kiri, 5 luka di perut serta 2 luka tikam di dagu.

Perkelahian bermula ketika korban datang ke pangkalan Angkot Koperasi 40 di Jalan Garuda Raya. Saat itu, korban melihat pelaku dalam kondisi mabuk minuman sedang marah-marah kepada sopir di pangkalan. Korban lalu menegur pelaku. Namun pelaku tak terima, sehingga terlibat cekcok mulut dengannya hingga terjadi perkelahian.

Saat duel, pelaku mengeluarkan pisau yang disimpan dari balik pinggangnya, dan langsung menikam tubuh korban bertubi-tubi. Spontan, korban langsung terkapar bersimbah darah hingga meregang nyawa di lokasi. Sedangkan pelaku melarikan diri dengan membawa pisau.

Rekan-rekan korban di lokasi langsung berupaya menolong dan membawa ke RS Muhammadiyah, di Jalan Mandala By Pass. Akan tetapi, sesampai di rumah sakit ternyata korban dinyatakan sudah tak bernyawa lagi. (mag-1)

Isu Begu Ganjang di Dairi, 4 Orang Warga Dijemput Polisi

DESAK: Warga Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, yang menggelar aksi demo mendesak masuk untuk menemui teman mereka yang ditangkap polisi supaya dilepas.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS..

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi melakukan aksi unjukrasa ke Mapolres Dairi, Senin (22/3). Dalam aksi tersebut, warga mendesak pihak Kepolisian Resor (Polres) Dairi untuk melepaskan 4 orang warga setempat yang dijemput Polisi pada Minggu (21/3) malam.

DESAK: Warga Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, yang menggelar aksi demo mendesak masuk untuk menemui teman mereka yang ditangkap polisi supaya dilepas.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Penjemputan 4 warga Jumala oleh Satreskrim Polres Dairi, terkait pengrusakan rumah milik keluarga, Jamapor Sagala yang dituding warga pelihara begu ganjang, Rabu (4/2) lalu. Para pendemo yang didominasi ibu-ibu itu, melakukan aksi duduk-duduk di depan Mapolres di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang.

Kedatangan ratusan warga langsung mendapat respon dan penjagaan personil Polres Dairi. Belasan personil antihuruhara disiapkan, dan tak berapa lama kemudian, sejumlah pria dari pendemo ditangkap petugas dan langsung dibawa ke dalam Mapolres.

Warga sempat memprotes petugas yang membawa rekan mereka, namun aksi itu tak digubris petugas. Diduga pria yang diamankan dari pendemo tersebut, sudah ditarget petugas karena terlibat pengrusakan rumah keluarga Jamapor.

Wakapolres Dairi, Kompol David Silalahi didampingi Kasat Intel AKP, Polin Damanik, Kasat Binmas AKP Yan Ujung serta KBO Reskrim Iptu Sumitro Manurung menerima 7 orang perwakilan warga di ruang PDDO Polres.

Pada kesempatan tersebut, Kompol David Silalahi menegaskan, warga Jumala yang diamankan Satreskrim karena sudah bertindak anarkis. Tindakan menghakimi sendiri adalah pelanggaran hukum, sedangkan warga yang diamankan penyidik, untuk dimintai keterangan atas kasus pengerusakan rumah.

“Kalian tidak bisa main hakim sendiri. Ke sini sudah melanggar hukum karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya melaksanakan aksi unjukrasa. Kalian juga telah melanggar protokol kesehatan (Prokes). Saat ini masa pandemi. Pemerintah termasuk Kepolisian bekerja keras untuk memutus penyebaran Covid-19, tetapi kalian membawa orang beramai dan berkerumun itu sudah melanggar protokol kesehatan,” tegasnya.

Kompol David Silalahi juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan warga tersebut bukan solusi. Karena saat ini masih dugaan, sehingga membutuhkan waktu untuk pemeriksaan.

“Kalian tidak bisa menghalang-halangi tugas kepolisian. Karena tugas kepolisian berdasarkan Undang-Undang,” tandas Kompol David Silalahi.

Sementara itu KBO Reskrim Iptu Sumitro Manurung menyebutkan, terkait kasus pengerusakan rumah Jamapor Sagala, Satreskrim Polres Dairi telah mengamankan 6 orang warga Jumala hingga Senin (22/3). Ke 6 warga itu berinisial RS, EN, TM, RM, TS serta LS.

“Mereka masih status terperiksa,” ungkap Iptu Sumitro.

Saat pertemuan, perwakilan warga tetap meminta supaya 4 warga Jumala yang dibawa Polisi dilepas. Menurut warga, pengrusakan rumah terjadi karena kerap mendengar suara-suara aneh dari dalam rumah Jamapor.

“Penggeledahan rumah disaksikan Kepala Dusun dan atas kesepatan semua warga Jumala dan sepakat membubuhkan tandatangan,” ujar warga yang tidak bersedia menyebutkan namanya. (rud)

DPRD Medan Dorong Pemko Dirikan PDAM Sendiri

Anggota DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution SH

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan di dorong untuk membentuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik sendiri. Hal ini harus dilakukan, agar nantinya PDAM milik Pemko Medan dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal dalam menyediakan air bersih bagi setiap warga Kota Medan.

Pasalnya, keberadaan PDAM Tirtanadi dinilai sering kali merugikan para pelanggannya, khususnya masyarakat Kota Medan yang menjadi mayoritas pelanggan BUMD milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Mulia Syahputra Nasution SH, mengatakan selain tidak maksimal dalam memberikan pelayanan berupa ketersediaan air bersih yang selalu dapat dinikmati setiap saat, PDAM Tirtanadi juga kerap melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada pelanggannya.

“Pertama, masyarakat sering kali mengeluhkan air PDAM yang mati, kalaupun hidup hanya beberapa jam. Kedua, air yang keluar sering tidak memenuhi standar, beberapa kali air PDAM Tirtanadi yang sampai di kran-kran rumah pelanggan adalah air yang berwarna kecoklatan, kotor dan tidak layak pakai,” ucap Mulia kepada Sumut Pos, Selasa (23/3).

Tak cuma itu, kata Mulia, selain pelanggan di Kota Medan sering tidak mendapatkan air bersih secara maksimal, masyarakat juga harus merasakan kerugian-kerugian dalam bentuk yang lain.

“Misalnya saja yang terjadi baru-baru ini. Tirtanadi membuat kebijakan perubahan sistem penghitungan penggunaan air dari manual ke digital, alhasil terjadi lonjakan tarif, masyarakat pun menjerit dan berbondong-bondong melapor ke Ombudsman (Sumut),” ujarnya.

Dijelaskannya, berdasarkan PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, maka Pemko Medan sangat layak untuk mendirikan sendiri BUMD yang bergerak dibidang pengolahan dan penyediaan air minum, yakni PDAM. Saat itu, Pemko Medan dapat melakukan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan masyarakat Kota Medan.

Lalu setelah itu, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2020 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum, maka Pemko Medan sudah dapat memilih atau menetapkan tarif yang dipakai, apakah tarif batas atas atau tarif batas bawah dari tarif yang telah ditetapkan Gubernur.

“Hari ini Kota Medan tidak bisa menentukan tarif karena PDAM Tirtanadi dikelola oleh (Pemerintah) Provinsi, sehingga perlu pengkajian ulang terkait aturan. Apalagi memang sudah seharusnya PDAM Tirtanadi dikelola ke Kabupaten/Kota, karena dari seluruh Indonesia hanya di Sumut lah PDAM yang masih dikelola Provinsi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Mulia juga turut mempertanyakan, apa yg menjadi dasar dari Pemerintah Provinsi untuk mempertahankan pengelolaan PDAM Tirtanadi.

“Padahal persoalan selalu timbul tanpa ada solusi, bahkan belakangan masyarakat harus merasakan besarnya tarif pembayaran,” tuturnya.

Mulia pun meyakini, Pemko Medan dibawah kepemimpinan Bobby Nasution dan Aulia Rachman, mampu mengatasi persoalan ini, termasuk membangun BUMD PDAM milik Pemko Medan sendiri.

“Kita yakin di bawah kepemimpinan mereka (Bobby-Aulia), solusi-solusi seperti ini dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan. Kita melihat mereka sudah mulai melakukan terobosan-terobosan, dan kita yakin jika mendirikan BUMD PDAM bukan lah hal yang mustahil buat mereka. Apalagi bila mengingat, ini demi kepentingan masyarakat Kota Medan,” pungkasnya. (map)

Sosialisasi Taat Prokes dan Vaksinasi, Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Apresiasi Gojek

MOBIL: Head Of Corporate Affair Gojek Wilayah Sumbagut, Dian Lumbantoruan dan dr Aris Yudhariansyah dalam peluncuruan mobil pesan layanan masyarakat.istimewa/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi langkah Gojek dalam mendorong mitranya untuk mendapatkan vaksinasi melalui kopi darat (kopdar) yang di ikuti 120 orang mitra Gojek secara virtual, Senin (22/3) pagi.

MOBIL: Head Of Corporate Affair Gojek Wilayah Sumbagut, Dian Lumbantoruan dan dr Aris Yudhariansyah dalam peluncuruan mobil pesan layanan masyarakat.istimewa/SUMUT POS.

Hal ini sejalan dengan upaya Gojek, yang mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan program vaksinasi secara nasional.

“Gojek ini perusahaan positif yang sangat konsen, terkait penanganan Covid-19. Saya sudah lihat langsung bagaimana mereka bisa mengantisipasi secara berkala agar konsumen dan mitranya tidak terkena Covid,” ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, seusai menjadi narasumber kopdar.

Aris berharap di masa pandemi ini, banyak perusahaan-perusahaan yang lain bisa seperti Gojek. Karena menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari kelompok dan lapisan masyarakat.

PESAN: Mobil pesan layanan masyarakat menyampaikan pesan taat prokes di depan istana Maiumun, Jalan Brigjen Katamso.istimewa/SUMUT POS.

Iapun meyakinkan kepada para mitra Gojek, agar tidak takut di vaksinasi selain keamanan sudah terjamin dan sudah sudah di uji klinis.

“Saat ini kita sudah di tahap dua, yaitu fokus di petugas publik dan lansia (lanjut usia). Kalau untuk mitra (Gojek), nanti ditahap tiga bersama masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Dian Lumbantoruan selaku Head Of Corporate Affair Gojek Wilayah Sumbagut mengatakan, kopdar ini merupakan bentuk edukasi Gojek terhadap mitranya.

“Informasi yang kami berikan ini beragam, salah satu materi yang kami sampaikan adalah pentingnya menjaga protokol kesehatan. Kemudian yang hari ini kami sampaikan adalah sosialisasi vaksinasi bersama juru bicara satgas Covid-19 Sumut,” ujarnya.

Dia berharap dari pemaparan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 ini, dapat memberikan informasi yang lebih jelas terhadap mitra Gojek. Selain itu, pihaknya kedepan akan mendorong mitranya untuk mendapatkan vaksinasi pada saat dibuka kesempatan untuk para mitra ojol.

VAKSINASI:Jurubicara Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah memaparkan pentingnya vaksinasi dalam kopdar Gojek secara virtual.istimewa/SUMUT POS.

“Jadi dari para mitra kami yang berusia lansia, dibeberapa kota sudah mendapatkan vaksinasi. Tetapi kalau diluar usia lansia, seperti yang sudah dijelaskan akan mendapatkan ditahap berikutnya,” jelasnya.

Selain itu, kata Dian, Gojek juga menghadirkan #PesanDariRumah dengan meluncurkan mobil pesan layanan masyarakat. Mobil ini, akan mengingatkan masyarakat termasuk mitra Gojek agar menjalankan prokes secara ketat dengan berkeliling di 10 kecamatan.

“Dia sengaja operasi di jam-jam sibuk dari jam 10 sampai jam 5 sore, terus mengingatkan pentingnya protokol kesehatan,” pungkasnya. (man)

Kirim Satu Bal Ganja ke Riau via Jasa Ekspedisi, Mahasiswa Asal Labuhanbatu Disidang

SIDANG VIRTUAL: Widhi Fachrursyah Nasution, terdakwa kasus ganja menjalani sidang dakwaan secara virtual, Senin (22/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Widhi Fachrursyah Nasution (23), warga Dusun IX, Desa Perkebunan Ajamu, Kabuapten Labuhanbatu, disidang virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (23/3). Terdakwa yang masih berstatus mahasiswa ini, didakwa karena nekat mengirim satu bal ganja lewat jasa ekspedisi.

SIDANG VIRTUAL: Widhi Fachrursyah Nasution, terdakwa kasus ganja menjalani sidang dakwaan secara virtual, Senin (22/3).

Namun aksinya gagal, setelah ia dilaporkan salah satu karyawan ekspedisi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova menjelaskan, kejadian itu bermula pada September 2020 lalu. “Sekira pukul 12.00, pada saat saksi Ferry Setiawan Ramadhan SH dan saksi Kelly Wahyudi bersama-sama dengan rekan lainnya sedang melaksanakan tugas penjagaan di Kantor Dit Res Narkoba Polda Sumut,” ujarnya di hadapan Hakim Ketua Abdul Azis.

Saat itu, seorang perempuan yang mengaku karyawan dari salah satu perusahaan jasa pengiriman barang melaporkan, telah menemukan paket barang yang akan dikirim berisikan narkotika jenis ganja dan barang tersebut ditemukan di kantor mereka di Komplek Mutiara Palace, Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Berdasarkan informasi tersebut, kemudian para saksi petugas Polisi langsung berangkat menuju ke kantor perusahaan jasa ekpedisi tersebut, dan bertemu dengan saksi Syahriana Husna. Saat itu Syahriana Husna menyerahkan paket kiriman barang yang di dalamnya berisikan narkotika jenis ganja seberat 700 gram.

Saksi kemudian menjelaskan tentang pemilik dari narkotika jenis ganja tersebut yaitu terdakwa Widhi Fachrursyah Nasution, dimana sebelumnya terdakwa telah datang ke kantor ekspedisi tersebut dengan membawa satu kotak yang ternyata berisikan narkotika jenis ganja.

“Ganja akan dikirimkan ke seseorang yang bernama Hondo Reska yang berada di Desa Sengkemang RW 003 RT 006 Kecamatan Koto Gasip Kabupaten Siak Provinsi Riau,” ungkap jaksa.

Atas laporan itu, Polisi melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa narkotika jenis ganja sebanyak satu bal seberat 700 gram di dalam kotak. Tidak lama berselang, petugas Polisi mencari keberadaan dari terdakwa Widhi Fachrursyah Nasution, lalu diperoleh informasi keberadaan terdakwa di sebuah rumah kos di Jalan Tangkul 2 Gang Pribadi Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung.

“Petugas menuju ke rumah kos tersebut dan sekira pukul 15.00, tiba di rumah kos terdakwa, saat itu terdakwa berada di dalam salah satu kamar kos dan selanjutnya para saksi mengetuk pintu kamar kos dan beberapa saat kemudian terdakwa Widhi Fachrursyah Nasution membuka pintu kamar, dan langsung dilakukan penangkapan terhadap terdakwa,” terang jaksa.

Setelah itu, petugas menjelaskan kepada terdakwa sebelumnya telah dilakukan penyitaan terhadap barang bukti ganja sebanyak satu bal seberat 700 gram. Mendengar penjelasan itu, terdakwa akhirnya mengakui bahwa barang haram itu adalah miliknya.

Tak hanya itu, lanjutnya, petugas juga melakukan penggeledahan di dalam kamar kos yang ditempati terdakwa dan ditemukan dari dalam lemari narkotika jenis ganja seberat 70 gram yang merupakan bagian dari narkotika jenis ganja yang sebelumnya ditemukan di kantor jasa ekspedisi.

“Perbuatan terdakwa sebagimana diatur dan diancam Pidana pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkasnya. (man)

3 Pemuda Terduga Pengeroyokan di Sambu Diamankan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga orang terduga penganiaya anggota OKP, Ageng Sinuraya, ditangkap personel Polsek Medan Kota. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ketiga terduga pelaku penganiaya dan pengeroyokan anggota OKP tersebut, ditangkap dari berbagai tempat.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Kota, Kompol Muhammad Rikki Ramadhan mengatakan, pihaknya masih melakukan serangkaian pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan terhadap ketiga pelaku. “Sabar. Masih dalam proses pemeriksaan dan belum rilis,” jawabnya singkat, Senin (22/3).

Baca juga: Oknum OKP Dikeroyok OKP Lain di Jalan Bulan, Diduga Rebutan Lahan Parkir

Hal senada juga dikatakan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Marvel Stefanus Arantes Ansanay. Dijelaskannya, ketiga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Medan Kota. “Belum bisa dirilis karena masih dalam proses pemeriksaan,” ucap Marvel melalui pesan singkat di WhatsApp.

Sebelumnya, dua OKP yakni AMPI dan PP terlibat bentrok di Jalan Bulan, Pasar Sambu, Medan, Minggu (21/3). Seorang anggota AMPI terkapar berlumuran darah setelah dikeroyok beberapa anggota PP. Aksi tersebut sempat terekam kamera dan viral di medsos. (mag-1)