25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3599

Antisipasi Curanmor, Polsek Sipispis Gelar Patroli Rutin

Ilustrasi

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polsek Sipispis Resor Tebingtinggi bersama Koramil 15 melaksanakan patroli rutin di wilayah hukumnya, Senin(15/3) malam.

Ilustrasi

Kapolsek Sipispis, AKP Saepullah, mengatakan kegiatan patroli rutin dan sosialiasi penyebaran Covid-19 dilaksanakan setiap harinya.

Polri hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk memberikan rasa aman dalam melaksanakan aktivitas, terutama perlindungan dari kasus kasus pencurian kendaraan bermotor dan aksi premanisme.

“Kepada masyarakat juga diharapkan agar lebih reprensif, artinya, masyarakat harus lebih bijak dalam menghadapi permasalahan kondisi khamtibmas di wilayahnya, apabila melihat adanya tindakan premanisme dan kasus lainnya, agar segera melaporkan kepada pihak petugas atau aparat desa terdekat,” jelasnya.

Sedangkan terkait masalah penyebaran Covid-19, Kapolsek Sipispis AKP Saepullah mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuri tangan menggunakan air, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi warga.

“Selain menjaga kekondusifan di tengah-tengah masyarakat, patroli rutin ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahaya pandemi Covid-19 guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas AKP Saepullah.(ian/han)

Zikir dan Doa Bersama Peringatan Hari Jadi ke-75 Asahan, Bupati Ajak Jamaah Introspeksi Diri

SAMBUTAN: Bupati Asahan, H Surya BSc memberikan sambutan pada zikir dan doa bersama peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Asahan tahun 2021 di Masjid Agung H. Ahmad Bakrie, KiKisaran.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Asahan tahun 2021 dilaksanakan secara sederhana. Salah satunya dengan menggelar zikir dan doa bersama di Masjid Agung H Ahmad Bakrie Kisaran, Selasa (16/3).

SAMBUTAN: Bupati Asahan, H Surya BSc memberikan sambutan pada zikir dan doa bersama peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Asahan tahun 2021 di Masjid Agung H. Ahmad Bakrie, KiKisaran.

Di kesempatan ini, Bupati Asahan H Surya, BSc yang hadir mengatakan, zikir dan doa bersama yang dilaksanakan merupakan salah satu aplikasi dari visi dan misi Kabupaten Asahan, yaitu mewujudkan Asahan Sejehtera yang Religius dan Berkarakter.

Kegiatan ini, lanjut H.Surya, kita diingatkan sekaligus diajak kembali untuk muhasabah (Introspeksi diri) hingga sejauh mana kualitas amal ibadah selama ini dan sebesar apa upaya dalam memperbaiki dan meningkatkannya.

”Mari sama-sama kita mengajak diri dan keluarga untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi,”kata Surya.

Sementara itu, Al-Ustadz H. Ahmad Bin Yasir dalam tausiahnya mengajak seluruh jamaah untuk dapat memperbaiki diri dari tahun-tahun sebelumnya.

Ahmad Bin Yaser juga mengajak jamaah untuk menebarkan kebaikan kepada seluruh umat manusia, karena Islam agama yang mengajarkan kebaikan dan kedamaian untuk seluruh umat manusia. “Manfaatkan waktu yang diberikan Allah SWT kepada kita dengan sebaik-sebaiknya”, tutupnya. (mag-9/han)

Aksinya Direkam & Viral, Pelaku Pungli Sopir Truk Ditangkap

DIAMANKAN: Pelaku pungli (tangan digari) saat diamankan petugas Polres Belawan.FACRIL/SUMUT POS.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelaku yang kerap melakukan pemungutan liar (pungli) terhadap sopir truk di pintu tol Belawan, akhirnya ditangkap Polres Pelabuhan Belawan, Senin (15/3).

DIAMANKAN: Pelaku pungli (tangan digari) saat diamankan petugas Polres Belawan.FACRIL/SUMUT POS.

Pelaku yang sempat viral di media sosial (medsos) berinsial SS (48). Warga Belawan ini ditangkap oleh Unit I Reskrim Polres Pelabuhan Belawan di sekitar lokasinya mangkal Jalan Pelabuhan Raya, Belawan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, AKP I Kadek Hery Cahyadi mengatakan, selama ini pelaku telah meresahkan sopir truk yang melintas di pintu tol Belawan. Sebab pelaku kerap melakukan pungli dengan mengancam senjata tajam, memaksa sopir truk untuk menyerahkan uang kepadanya.

“Pelaku ini sudah sering melakukan pungli. Aksinya kemudian direkam direkam sopir yang dipunglinya. Rekaman itu viral di media sosial. Setelah kita selidiki, akhirnya pelaku kita tangkap di sekitar lokasi tempatnya beraksi,” jelas Kadek.

Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp207.000 dan senjata tajam berupa pisau dan gunting. Alat tersebut dijadikan pelaku untuk melakukan pungli.

“Dari hasil pemeriksaan, uang yang diamankan itu adalah hasil pungli. Selama ini, setiap pelaku beraksi tidak segan-segan melukai korban yang akan dipunglinya,” ungkap Kadek. (fac)

Bupati Sergai Sampaikan LKPJ Tahun 2020

SAMPAIKAN: Bupati Sergai, Darma Wijaya menyampaikan nota pengantar LKPJ Tahun 2020.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai (Sergai), Darma Wijaya menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2020 di ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (15/03).

SAMPAIKAN: Bupati Sergai, Darma Wijaya menyampaikan nota pengantar LKPJ Tahun 2020.

Darma Wijaya menyampaikan, LKPJ disusun sesuai dengan aturan yang termakhtub dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. “LKPJ ini adalah catatan yang berisi capaian kinerja pemerintah daerah secara lengkap terhadap kebijakan pembangunan daerah yang sudah dijalankan dalam merealisasikan visi misi Kabupaten Sergai yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016 sampai 2021,” papar Darma Wijaya.

Menurut Darma, visinya menjadikan Kabupaten Sergai sebagai kabupaten yang unggul, inovatif dan berkelanjutan. Dalam LKPJ tertuanglah seluruh misi yang dijalankan oleh Bupati Sergai periode 2016 sampai 2021.

Sedangkan untuk misi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penanaman nilai agama. Kemudian meningkatkan investasi dan daya saing, lalu mewujudkan masyarakat yang berjiwa wirausaha, memantapkan sarana dan prasarana di berbagai sektor serta mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.

“LKPJ Bupati Sergai tahun 2020 juga memuat target dan realisasi APBD Kabupaten Sergai tahun 2020 dengan realisasi sebesar Rp 1,496 triliun. APBD ini digunakan seutuhnya untuk kepentingan masyarakat Sergai di mana hasil di bidang pendidikan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai mencapai 98,65 persen dan persentase ketersedian obat dan vaksin di Dinas Kesehatan Sergai mencapai 100 persen,” paparnya.

Terkait pertambahan jumlah penduduk Sergai pertahun 2020 yaitu sebanyak 664.550 jiwa atau bertambah 4.661 orang dibanding tahun 2019. Jika pada tahun sebelumnya, Pemkab Sergai tidak menerima dana tugas pembantuan baik dari pemerintah pusat dan provinsi serta tidak memberikan dana tugas pembantuan ke pemerintah di bawahnya. (ian/han)

Wali Kota Tebingtinggi Sosialisasi Aplikasi Sirup, OPD Diminta Lelang Pengadaan yang Transparan

BUKA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan membuka sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan membuka sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) di Lantai IV Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (16/3).

BUKA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan membuka sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan.

Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, sosialisasi perlu diadakan sebelum suatu kegiatan, sebelum peraturan diberlakukan hukumnya wajib disosialisaikan lebih dahulu.

“Maka hari ini mengadakan sosialisasi ini sebelum bagaimana rencana umum kegiatan, itu harus dilakukan agar tidak ditafsirkan berbeda-beda. Apa yang kita kerjakan bisa dipertanggujawabkan dari awal sampai akhir,”tegas Umar Zunaidi.

Dijelaskan Umar Zunaidi, pemerintah mulai memberlakukan sistem dari hulu sampai hilir, sehingga apa tercantumkan merupakan pembahasan APBD untuk program tahun 2021 sudah disusun tahun 2020.

“Kewajiban bagi pengguna anggaran memberi informasi bagi penyedia jasa tentang apa yang ada di kantor masing masing melalui sistem pelelangan,” bilangnya.

Ditambahkan Umar, sebelum lelang agar diinformasikan dahulu. Proses lelang yang bagaimana, ada yang langsung terbuka, bebas, dan ada yang pengadaannya langsung karena pemerintah ingin melakukan sebuah sistem transparansi di lapangan.

“Sekarang online, semua orang bisa buka, semua orang bisa lihat tentang informasi. Semua transparansi dengan sistem informasi yang ada dan itu disampaikan ke LKPP. Tak hanya itu, penyerapan dana disampaikan ke LKPP supaya Pemerintah Pusat tahu bagaimana cara menyerap dana di daerah, secara teori, penyerapan anggaran per triwulan,” tegas Umar.

Sebelum ditampilkan Sirup itu dibaca. Benarkah Sirup yang mau kita tampilkan, ada kegiatan, maka teliti. Misal anggaran tiba-tiba dipotong DPPKAD, uang tdak seperti itu lagi, maka harus valid dari pada apa yang akan ditampilkan itu maka basis kita RKA yang benar benar sudah valid dan tidak ada perubahan perubahan.

Dipaparkan Umar, agar seluruh OPD tetap semangat dan tak perlu takut apabila dikerjakan dengan benar dan sesuai prosedur.

Sebelumnya, Kabag Pengadaan Barang dan Jas Tora Daeng Masaro, mengatakan dasar pelaksanaan sosialisasi dari Surat Edaran LKPP No. 19 tahun 2019 tentang percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Kementerian, Lembaga dan Pemerintahan Daerah dan Perpres No. 12 tahun 2021 terhadap perubahan pertama atas Keppres No. 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Tujuan sosialisasi adalah meningkatkan kinerja aparatur dalam hal pelaporan sistem informasi pencapaian pengadaan dan terciptanya Sirup secara tepat waktu. Peserta sosialisasi Sirup berjumlah 40 orang terdiri dari Kasubbag Perencanaan Keuangan dari seluruh SKPD, dengan narasumber Abdul Rahman Lubis dari Serdgai bersama Tigor D Simarmata,” jelas Tora Daeng Masaro. (ian/han)

April-Mei, Pemkab Asahan Lakukan Pendataan Keluarga

SOSIALISASI: Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs. John Hardi Nasution, M. Si membuka secara resmi sosialisasi pendataan keluarga tahun 2021, di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa(16/3).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Terhitung 1 April hingga 31 Mei mendatang, Pemerintah Kabupaten Asahan akan melakukan pendataan keluarga terhadap seluruh masyarakat di Asahan.

SOSIALISASI: Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs. John Hardi Nasution, M. Si membuka secara resmi sosialisasi pendataan keluarga tahun 2021, di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa(16/3).

Hal ini disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs. John Hardi Nasution, M. Si membuka secara resmi sosialisasi pendataan keluarga tahun 2021, di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa(16/3).

Pj Sekdakab Asahan, John Hardi Nasution mengatakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, bahwa Pemerintah Daerah wajib mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data dan informasi mengenai pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana (Bangga Kencana).

Dijelaskan Sekdakab Asahan, pendataan keluarga tahun 2021 dilaksanakan secara serentak pada tanggal 1 April- 31 Mei 2021 di seluruh wilayah Indonesia. Dan pendataannya dilakukan oleh kader pendata yang terlatih di wilayah Asahan, untuk menghasilkan data berkualitas melalui proses pengumpulan, pengelolaan, penyajian, penyimpanan serta pemanfaatan data basis keluarga.

Untuk itu, sambung Jhon Hardi Nasution, diinstruksikan kepada Camat, Kepala Desa/Lurah, Kepala Dusun/Kepala Lingkungan se-Kabupaten Asahan untuk mendukung pelaksanaan pendataan keluarga di Asahan, sesuai aturan hingga menghasilkan data yang akurat, valid, relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil pendataan keluarga tahun 2021 nantinya, sambung Sekdakab Asahan, dapat dijadikan dasar perencanaan kebijakan dan pelaksanaan operasional program Bangga Kencana dan program pembangunan lainnya dalam rangka mewujudkan visi misi Asahan, yaitu masyarakat Asahan yang Sejahtera, Religius dan Berkarakter.

Pada kegiatan ini, SKM Kepala Seksi Pengendaliam Penduduk dan Informasi Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Asahan, Eriyanti Siregar melaporkan bahwa dasar kegiatan ini mengacu pada surat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara Nomor : 376/LP.302/J.5/2021 tentang sosialisasi pendataan keluarga 2021.

Mengakhiri laporannnya, peserta sosialisasi diikuti 80 orang peserta yang terdiri dari Dinas P2KBP3A Asahan, Disdukcapil Kabupaten Asahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Camat se-Kabupaten Asahan atau yang mewakili Sekcam/Kasi Pem, Perangkat Desa, Manajer Pengelolaan Data (Setiap Kecamatan), Manajer Data, Supervisor dan Kader. (mag-9/han)

KNPI Sumut Usulkan Danau Toba Jadi Tuan Rumah Kongres Bersama

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD KNPI mengajukan diri sebagai tuan rumah pelaksanan kongres bersama DPP KNPI. Dengan merencanakan lokasi kongres di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Yang dinilai memiliki potensi pariwisata berstandar internasional.

“Saya selaku Ketua DPD KNPI Sumatera Utara sangat mendukung islah yang dilakukan oleh seluruh pengurus DPP KNPI di Jakarta. Karena akibat perpecahan di tubuh KNPI selama ini membuat pemuda tidak mampu menjalankan perannya secara maksimal, terutama mendukung peran-peran pembangunan pemuda di daerah yang sebenarnya banyak sekali yang bisa dilakukan,” ‎sebut Ketua DPD KNPI Sumut, El Adrianshah dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3).

Pria kerab disapa dengan El itu, ‎mengatakan pengusulan Danau Toba jadi tuan rumah sebagai bentuk dukungan terhadap bersatunya dualisme pengurusan menjadi satu kepengurusan yang kompak dan mampu bekerja sama.

“Kami akan berkomunikasi dengan DPP untuk mengusulkan Sumatera Utara menjadi lokasi pelaksanaan kongres bersama DPP KNPI,” ‎ungkap El.

El mengatakan melalui Kongres bersama ini, KNPI berkontribusi untuk membangkitkan dan mengembangkan pariwisata Danau Toba, yang terpuruk terkena imbas COVID-19.‎ Ia menyebutkan bahwa Sumut selama ini menjadi role model wujud toleransi di Indonesia dan memiliki organisasi kepemudaan terbanyak di Indonesia. 

“Kita akan kenalkan keindahan Danau Toba kepada seluruh peserta kongres. Dengan tiga alasan itu mudah-mudahan DPP KNPI setuju atas usulan ini,” tutur El.

El menjelaskan perpecahan sebelum ini, juga membuat pemerintah daerah gamang dalam bersikap. Sebab perpecahan telah menimbulkan konflik kepentingan yang pada akhirnya peran pemuda melalui wadah KNPI semakin terpinggirkan. 

“Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh elemen pemuda untuk mendukung islah melalui pelaksanaan kongres bersama DPP KNPI,” jelas El.‎

Ketika ditanya mengenai tanggapan pengurus DPD KNPI Sumut dalam menyikapi islah, El menyatakan bahwa seluruh pengurus DPD KNPI Sumut solid dan satu suara mendukung islah tersebut.”Seluruh pengurus DPD KNPI Sumut satu suara mendukung islah,” kata El.

Bila disetuju sebagai tuan rumah, El akan segera berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan Satgas COVID-19. Agar pelaksanaan kongres bersama ini, bisa dilaksanakan dengan ketat penerapan protokol kesehatan.

“Jika jadi di Sumut maka kongres akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi seluruh peserta. DPD KNPI Sumut juga telah menerapkan prokes Covid-19 dalam setiap kegiatan sejak new normal diberlakukan. Jadi kami akan pastikan semua proses kongres akan menerapkan prokes,” pungkas El.(gus)

Gubernur Edy Rahmayadi Ajak Kapolda Panca Putra Ukir Sejarah dan Berbuat Terbaik untuk Sumut

BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan lainnya, foto bersama. di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (16/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut yang baru, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak untuk mengukir sejarah dan berbuat yang terbaik bagi Sumut. Karena untuk membangun Sumut butuh keterlibatan semua pihak yang terkait, termasuk Polda Sumut.

BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan lainnya, foto bersama. di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (16/3).

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi pada acara Pengantar Tugas Kapolda Sumut, dari Irjen Pol Martuani Sormin Siregar kepada Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (16/3).

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut IBN Wiswantanu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah bersama Wakil Ketua I TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, dan Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto.

“Kita mulai dari pertemuan ini Pak Kapolda Panca, kita ukir sejarah dengan berbuat yang terbaik untuk Sumut, sehingga nanti ketika pisah sambut setelah selesai tugas di Sumut, banyak prestasi yang bisa ditinggalkan,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, alih tugas merupakan hal yang biasa, dan pasti terjadi dalam kehidupan organisasi di mana pun. Mutasi jabatan juga dimaksudkan sebagai penyegaran, dengan harapan menumbuhkan suasana baru. “Untuk itu jangan perpisahan yang disesali, tapi perpisahan itu yang harus kita evaluasi, apa saja yang sudah kita lakukan selama ini,” ungkap Edy Rahmayadi, yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis.

Edy juga mengucapkan terima kasih dan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Irjen Pol Martuani Sormin Siregar yang kini menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Edy pun memuji berbagai capaian yang sudah diraih Martuani Sormin saat menjadi Kapolda Sumut.

Bagi Edy, Sormin menunjukan sikap responsif dan kepedulian selama proses pengendalian Covid-19. Lewat jasanya juga Pilkada Sumut di 23 kabupaten/kota bisa berjalan dengan lancar. “Selamat bertugas Adinda saya Sormin, baik dalam tugas dan keseharian saya begitu dekat dengan beliau, saya terkadang sering memanggil beliau dengan nama saja, padahal beliau adalah Kapolda, tapi begitulah orang Sumut kalau sudah akrab,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Panca Putra Simanjuntak mengaku siap membantu dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk menjalankan program pembangunan daerah. Ia juga mendukung program Pemerintah Pusat yang menjadikan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata super prioritas yang sudah dicanangkan guna mewujudkan Sumut Bermartabat.

“Terima kasih atas sambutan dan penghargaanya yang telah mengantar tugas saya sebagai Kapolda Sumut. Acara ini sebagai bentuk penghormatan kepada saya dan keluarga. Ini merupakan penghargaan dimana saya disambut dengan semangat yang sangat besar,” ujarnya.

Panca mengaku, pandemi Covid-19 dan program vaksinasi nasional menjadi tantangan baginya. Untuk itu, pihaknya bersama seluruh jajaran Polda Sumut akan terus bekerja memberikan yang terbaik dengan segenap kekuatan yang ada.

Panca juga mengatakan, ia telah memiliki sejumlah program kerja dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumut. “Yang pertama saya berharap dukungan seluruh masyarakat Sumatera Utara dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda Sumut yang baru,” katanya.

Dalam menciptakan situasi kamtibmas tetap kondusif, Polda Sumut akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang telah berjalan dengan baik. Sehingga program pembangunan nasional di Sumut bisa berjalan lancar tanpa adanya gangguan.

Panca juga memprioritaskan penanganan masalah pandemi Covid-19. Menurutnya, penanganan Covid-19 di Sumut sudah berjalan dengan baik. Tetapi masih ada juga daerah yang masih menjadi zona merah.

“Polda Sumut tetap berupaya dalam mencegah terjadinya penyebaran klaster baru Covid-19 dengan menyukseskan program vaksinasi nasional,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Koorsahli Polri Martuani Sormin Siregar mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini, dan memohon maaf jika kekurangan atas apa yang sudah dikerjakan. “Banyak hal yang sudah ditorehkan, namun masih belum sempurna, kita sebagai manusia tentunya banyak kekurangan. Aaaf sebesar-besarnya bila ada yang kurang berkenan, dan saya ucapkan terima kasih atas kerja sama selama ini. Waktu boleh berlalu tapi silahturahmi di antara kita jangan berlalu,” ujar Sormin.

(prn/mag-1/ila)

Teks Foto:

HADIRI: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis menghadiri acara Pengantar Tugas Kapolda Sumut, dari Irjen Pol Martuani Sormin Siregar kepada Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (16/3).

Insentif Nakes Pirngadi Belum Dicairkan Penuh

DEMO: Petugas kesehatan RSUD Pirngadi Medan saat menggelar demo menuntut insentif yang hanya tertunda selama 9 bulan.istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Insentif jasa penanganan Covid-19 tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Pirngadi Medan akhirnya dicairkan juga, setelah mengadu ke Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Ombudsman Sumut). Namun, insentif yang dicairkan dengan besaran per bulan Rp7,5 juta per nakes belum dicairkan penuh.

DEMO: Petugas kesehatan RSUD Pirngadi Medan saat menggelar demo menuntut insentif.

Sebabnya, dana insentif yang bersumber dari anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tersebut baru diterima Pemko Medan sekitar Rp15 miliar lebih untuk periode Mei hingga September 2020. Sedangkan Oktober sampai sekarang belum ditransfer.

Nakes RSUD dr Pirngadi Medan, Boala Zendrato menyatakan, insentif yang dicairkan baru beberapa bulan. Insentif tersebut ditransfer ke rekening masing-masing nakes pada Senin (15/3). “Sudah ditransfer insentif itu ke rekening kemarin (Senin, Red), tapi baru 5 bulan untuk bulan Mei sampai September,” ujar Boala saat dihubungi, Selasa (16/3).

Boala mengaku, dana insentif selama 5 bulan kerja tersebut ditransfer tidak sekaligus alias bertahap. Namun, waktunya tetap dalam satu hari. “Awalnya ditransfer Rp7,5 juta pas saya cek paginya. Lalu, saya cek lagi siangnya ternyata sudah Rp30 juta direkening. Setelah itu, sorenya dicek kembali dan bertambah lagi Rp7,5 juta,” ujarnya.

Kata Boala, sewaktu mengecek rekeningnya yang kedua kali dengan jumlah saldo sekitar Rp30 juta, langsung buru-buru menarik uang tersebut. Dia khawatir ditarik kembali uang insentif itu karena pernah terjadi sebelumnya. “Seingat saya pada bulan Mei lalu 2020 pernah ditransfer insentif 1 bulan Rp7,5 juta saat dicek pada pagi hari. Tapi, sorenya tiba-tiba ditarik lagi. Makanya, kejadian ditarik lagi, saya langsung ambil aja Rp30 juta itu,” ungkap Boala.

Dia juga mengaku, berdasarkan informasi dari kawan-kawan nakes ada yang menerima insentif baru 4 bulan. “Kabar dari kawan-kawan, insentif yang ditransfer belum merata. Masih ada nakes yang belum menerima periode bulan September,” akunya.

Lebih lanjut dia mengatakan, para nakes berharap insentif yang belum dicairkan dapat segera ditransfer ke rekening. Sebab, masih ada beberapa bulan lagi yang belum diterima. “Harapan kami dicairkan secara penuh sampai bulan Februari 2021. Artinya, masih ada insentif kami yang belum dicairkan dari bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021,” ujar Boala.

Diketahui, sebelumnya Wali Kota Medan Bobby Nasution memohon maaf kepada para nakes atas keterlambatan dana intensif dari bulan Mei hingga September 2020 yang belum dibayarkan. Namun demikian, Bobby mengaku bukan sekadar menyampaikan permohonan maaf saja tanpa melakukan upaya. Katanya, dia menerbitkan peraturan wali (perwal) Kota Medan demi mencairkan insentif para nakes RSUD dr Pirngadi Medan.

“Tidak lebih dari seminggu setelah saya dilantik sebagai wali Kota Medan tanggal 26 Februari 2021, saya meneken perwal tentang penjabaran anggaran untuk insentif nakes sehingga bisa dibayarkan dan bahkan tidak ada pemotongan pajak,” ujar Bobby yang didampingi Kepala Dinkes Medan Edwin Effendi dan sejumlah pejabat Pemko Medan lainnya saat di Kantor Ombudsman Sumut, Senin (15/3).

Bobby juga mengaku, insentif jasa Covid-19 nakes yang bertugas merawat pasien di rumah sakit milik Pemko Medan ini akan dibayarkan dari Mei sampai September 2020. Termasuk, juga nakes Puskesmas. Namun diakui dia, memang seperti yang disampaikan oleh Ombudsman Sumut ada maladministrasi di Dinas Kesehatan Kota Medan. Karena, sempat dilakukan transfer ke rekening nakes tetapi kemudian ditarik kembali karena ada kekeliruan.

“Pendataan ini masih selalu saja tidak sinkron, bagaimana nakes yang seharusnya menerima insentif dengan nomor rekening yang terdaftar di Bank Sumut. Ada 28 nakes yang namanya berbeda tapi nomor rekeningnya sama. Makanya, seluruh nakes di Pirngadi yang sudah dibayarkan insentifnya pada pagi hari tanggal 12 Mei 2020, terpaksa ditarik lagi pada sore atau malam hari agar tidak terjadi kekisruhan,” beber Bobby.

Lantaran terjadi kekeliruan, dia meminta untuk dilakukan pendataan diulang sehingga sampai saat ini lagi diproses pembayarannya. “Mudah-mudahan hari ini (kemarin, red) pembayatan insentif untuk bulan Mei sampai September bisa dituntaskan,” kata Bobby.

Ia menegaskan, sudah disampaikan kepada kepala Dinas Kesehatan Kota Medan bahwa sementara ini tidak bisa meminta lagi anggaran dari pemerintah pusat (Kemenkes) sebelum dana yang dikirim disalurkan kepada para nakes. “Saya sudah sampaikan ke kadis, kalau sekarang kita minta lagi sementara yang sebelumnya belum dibayarkan kita malu. Jadi kita selesaikan dulu, dibayarkan dulu, baru kita bisa minta lagi. Jangan minta lagi tapi yang kemarin saja belum disalurkan, itu tidak pas,” ketusnya.

Bobby optimis setelah persoalan ini selesai nantinya pembayaran insentif para nakes berjalan lancar, setelah memiliki sistem yang baik. Sejauh ini, sistem tersebut sedang dalam proses tahap uji coba yang terkoneksi dengan Kemenkes. Dengan begitu, ke depannya tidak terjadi lagi persoalan tersebut dan berjanji tidak ada lagi penundaan pembayaran insentif nakes.

“Saya sudah minta kepada Kadis Kesehatan Kota Medan harus berkolaborasi dengan RSUD dr Pirngadi Medan, apabila dalam pendataan ada kesulitan dengan aplikasi yang sudah ada dari Kemenkes. Kita di daerah masing-masing dibolehkan untuk membuat aplikasi yang tentunya terkoneksi dan terlapor dari kementerian dan, saya minta sudah selesai aplikasinya,” pungkas dia. (ris/ila)

Bulan Ini Terapkan Parkir non Tunai, Wali Kota Launching Pembayaran Uji KIR Nontunai

LAUNCHING: Wali Kota Medan Bobby Nasution menekan sirine tanda dilaunchingnya pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor atau KIR dengan metode nontunai di UPT PKB Amplas Kota Medan, Selasa (16/3). istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution secara langsung melaunching pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor atau KIR dengan metode nontunai di UPT PKB Amplas Kota Medan, Selasa (16/3).

LAUNCHING: Wali Kota Medan Bobby Nasution menekan sirine tanda dilaunchingnya pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor atau KIR dengan metode nontunai di UPT PKB Amplas Kota Medan, Selasa (16/3). istimewa/sumut pos.

Launching tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Medan didampingi Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo, Dirut Bank Sumut Muhammad Budi Utomo, Kepala OJK Regional V Sumbagut, Yusuf Anshori, dan Unsur Forkopimda Kota Medan.

Dengan demikian, saat ini masyarakat dapat melakukan pembayaran Uji KIR kapanpun dan dimanapun. Sebab, Pembayaran nontunai dapat dilakukan melalui e-Money Bank Sumut melalui QRIS dan Qren.

Dalam kata sambutannya, Bobby Nasution mengharapkan, melalui pembayaran nontunai yang berkolaborasi dengan Bank Sumut ini, Pemko Medan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Uji KIR kendaraan.

Bobby mengatakan, Pemko Medan selalu membuka diri dalam berkolaborasi dengan semua pihak dan stakeholder untuk dapat meningkatkan PAD Kota Medan, salah satunya dengan mengurangi pembayaran tunai dalam setiap transaksi pembayaran. Hal ini pun menjadi salah satu target Pemko Medan.

“Mengingat pembayaran tunai sangat erat kaitannya dengan kecenderungan tidak transparan yang dilakukan beberapa oknum. Bila itu bisa diatasi, maka kita yakin PAD kita bisa meningkat,” tegas Bobby Nasution.

Menurut Bobby, saat ini sistem pembayaran tunai pelan-pelan dapat ditinggalkan. Apalagi saat ini dunia telah memasuki era 4.0 yang membuat Pemko Medan harus siap menyambut era tersebut, salah satunya dengan pembayaran nontunai. Selai itu, hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Medan.

Bobby juga memberikan apresiasi kepada Dishub Kota Medan dan Bank Sumut yang telah berkolaborasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem pembayaran nontunai untuk retribusi Uji KIR kendaraan bermotor baik di UPT PKB Amplas maupun UPT PKB Pinangbaris.

“Saya apresiasi kepada Dinas Perhubungan Kota Medan dan Bank Sumut yang sudah mau berkolaborasi mewujudkan pembayaran nontunai. Kita tahu selama ini dengan pembayaran tunai rentan banyak indikasi permainan. Maka pola itu perlahan lahan akan kita tinggalkan. Ke depan tidak hanya di KIR, tetapi di semua aspek yang saat ini masih menggunakan pembayaran tunai, bisa kita ganti menjadi nontunai,” katanya.

Dijelaskan Bobby, Pemko Medan juga akan menargetkan pembayaran parkir dengan sistem pembayaran nontunai. Untuk itu, Pemko Medan juga meminta bantuan dan dukungan dari Bank Sumut untuk merealisasikan pembayaran parkir nontunai tersebut.

“Sebab parkir salah satu penyumbang PAD terbesar di Kota Medan. Artinya, pembayaran maupun retribusi yang harusnya masuk ke kas daerah dapat dioptimalisasi agar PAD meningkat, sehingga Pembangunan Kota Medan juga meningkat,” jelasnya.

Dengan berkolaborasi, kata Bobby, tentunya akan memiliki kekuatan yang besar dalam mewujudkannya. Sehingga, setiap rencana seharusnya bisa berjalan dan terealisasi dengan cepat. Setelah pembayaran Uji KIR melalui nontunai, Pemko Medan pun menargetkan pembayaran parkir secara nontunai dalam 2 minggu ke depan.

Sebagai langkah pertama, sistem parkir nontunai akan dilakukan di kawasan Kesawan. “Setelah pembayaran Uji KIR melalui nontunai, dua pekan ke depan kita targetkan pembayaran parkir melalui nontunai. Lokasi pertama yang menjadi percontohan di kawasan Kesawan yang akan menjadi Lokasi The Kitchen of Asia. Jika berhasil, maka PAD Kota Medan akan meningkat,” terangnya.

Menurut Bobby, saat ini Pemko Medan tengah menjadikan kawasan Kesawan sebagai destinasi wisata unggulan, khususnya sentra UMKM di bidang kuliner. Selain itu, Pemko Medan juga melakukan pembenahan Kesawan sebagai salah satu upaya percepatan ekonomi di masa Pandemi Covid-19.

“Kami memohon dukungan semua pihak untuk mewujudkannya, dengan semangat kolaborasi kami optimistis akan terwujud. Terima kasih untuk Bank Sumut yang telah memfasilitasi Pemko Medan untuk pembayaran non tunai,” kata Bobby.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar S.SiT MT, menjelaskan jika sistem pembayaran nontunai ini sebagai dukungan dari visi misi Wali Kota Medan, yaitu Medan Berkah yang dapat diimplementasikan dengan pemerintahan yang bersih dengan memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat tanpa ada lagi pembayaran nontunai.

Menurut Iswar, sistem pembayaran nontunai untuk Uji KIR ini terwujud karena adanya kolaborasi dengan Bank Sumut. Untuk tahap pertama, pembayaran akan menggunakan QRIS yang merupakan pembayaran nontunai berbasis barcode. Nantinya di tahap kedua, akan dilakukan perluasan channel. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan melalui transaksi transfer Bank.

“Tahap pertama, pembayaran retribusi Uji KIR secara nontunai dengan QR code, melalui QRIS. Nantinya setiap nasabah ataupun customer, bisa melakukan pembayaran melalui QR apa saja. Contohnya bisa dengan OVO, Link Aja, Go-Pay, Danaku, dan sebagainya yang sifatnya melalui QR, itu bisa dilakukan. Jadi tidak ada lagi peredaran uang tunai. Dan yang terpenting, retribusi ini akan langsung masuk ke kas Pemko Medan,” tutur Iswar.

Iswar juga menjelaskan, pembayaran Uji KIR nontunai ini tidak hanya berlaku di UPT PKB Amplas, tetapi juga berlaku di UPT PKB Pinang Baris. Dalam mempermudah masyarakat, Dishub Medan dan Bank Sumut akan menempatkan petugas di masing-masing UPT PKB sebagai pemandu.

Usai launching, kepada wartawan, Kadishub Medan Iswar, mengatakan terkait dengan target Wali Kota Medan dal merealisasikan pembayaran parkir melalui nontunai, saat ini Pemko Medan tengah mempersiapkannya. Salah satunya, Pemko Medan tengah mempersiapkan Perwal sebagai payung hukum yang mengaturnya.

“Untuk mengedukasi masyarakat, kita akan melaunching dulu sebagai lokasi percontohan pembayaran parkir nontunai, yaitu di Kawasan Kesawan. Nantinya, peralatan dan tenaga PHL Dishub akan disiapkan sebagai Jukir,” jawabnya.

Dalam sambutannya dalam Launching tersebut, Direktur Utama PT Bank Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Budi Utomo mengatakan, pihaknya siap mendukung sistem pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor (KIR) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan yang sudah mulai diterapkan.

Dikatakan Budi, untuk tahap pertama, Bank Sumut telah memfasilitasi pembayaran Retribusi Uji KIR secara Non Tunai dengan QR code, melalui QRIS yang merupakan program Bank Indonesia. Nantinya setiap nasabah ataupun customer, bisa melakukan pembayaran melalui QR apa saja.

Sementara itu, Ketua Organda Angkutan Khusus Pelabuhan Belawan, Herry Salim mengungkapkan apresiasinya karena pembayaran ini dapat mempermudah angkutan dalam membayar UJI KIR. Sebab selain lebih mudah, melalui sistem ini perusahaan angkutan juga dapat mengontrol pembayarannya. “Ini tentu mempermudah kami ya. Yang selama ini harus per pribadi kita uji KIR nya, sekarang sudah bisa kita lakukan pendataan dari perusahaan agar pembayaran nya bisa bersamaan,” ungkapnya.

Heri berharap, ke depan pembayaran nontunai bisa dikembangkan dengan sistem yang lebih fleksibel, sehingga bisa dibayar melalui aplikasi. “Harapannya semoga ke depannya untuk pembayaran dengan cara yang lebih luas lagi ya. Jadi para sopir angkutan bisa lebih gampang bayarnya tanpa harus antri,” harapnya.

Pantauan Sumut Pos, usai kegiatan launching, Bobby Nasution sempat melihat-lihat sistem pembayaran Uji KIR secara nontunai yang mulai dilakukan di UPT PKB Amplas. Didampingi Kadishub Medan Iswar Lubis, Dirut Bank Sumut Budi Utomo dan sejumlah pihak lainnya, Bobby tampak serius dalam memperhatikan sistem pembayaran Uji KIR secara Non Tunai tersebut. (map/ila)