26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3601

Bulan Ini Terapkan Parkir non Tunai, Wali Kota Launching Pembayaran Uji KIR Nontunai

LAUNCHING: Wali Kota Medan Bobby Nasution menekan sirine tanda dilaunchingnya pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor atau KIR dengan metode nontunai di UPT PKB Amplas Kota Medan, Selasa (16/3). istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution secara langsung melaunching pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor atau KIR dengan metode nontunai di UPT PKB Amplas Kota Medan, Selasa (16/3).

LAUNCHING: Wali Kota Medan Bobby Nasution menekan sirine tanda dilaunchingnya pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor atau KIR dengan metode nontunai di UPT PKB Amplas Kota Medan, Selasa (16/3). istimewa/sumut pos.

Launching tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Medan didampingi Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo, Dirut Bank Sumut Muhammad Budi Utomo, Kepala OJK Regional V Sumbagut, Yusuf Anshori, dan Unsur Forkopimda Kota Medan.

Dengan demikian, saat ini masyarakat dapat melakukan pembayaran Uji KIR kapanpun dan dimanapun. Sebab, Pembayaran nontunai dapat dilakukan melalui e-Money Bank Sumut melalui QRIS dan Qren.

Dalam kata sambutannya, Bobby Nasution mengharapkan, melalui pembayaran nontunai yang berkolaborasi dengan Bank Sumut ini, Pemko Medan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Uji KIR kendaraan.

Bobby mengatakan, Pemko Medan selalu membuka diri dalam berkolaborasi dengan semua pihak dan stakeholder untuk dapat meningkatkan PAD Kota Medan, salah satunya dengan mengurangi pembayaran tunai dalam setiap transaksi pembayaran. Hal ini pun menjadi salah satu target Pemko Medan.

“Mengingat pembayaran tunai sangat erat kaitannya dengan kecenderungan tidak transparan yang dilakukan beberapa oknum. Bila itu bisa diatasi, maka kita yakin PAD kita bisa meningkat,” tegas Bobby Nasution.

Menurut Bobby, saat ini sistem pembayaran tunai pelan-pelan dapat ditinggalkan. Apalagi saat ini dunia telah memasuki era 4.0 yang membuat Pemko Medan harus siap menyambut era tersebut, salah satunya dengan pembayaran nontunai. Selai itu, hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Medan.

Bobby juga memberikan apresiasi kepada Dishub Kota Medan dan Bank Sumut yang telah berkolaborasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem pembayaran nontunai untuk retribusi Uji KIR kendaraan bermotor baik di UPT PKB Amplas maupun UPT PKB Pinangbaris.

“Saya apresiasi kepada Dinas Perhubungan Kota Medan dan Bank Sumut yang sudah mau berkolaborasi mewujudkan pembayaran nontunai. Kita tahu selama ini dengan pembayaran tunai rentan banyak indikasi permainan. Maka pola itu perlahan lahan akan kita tinggalkan. Ke depan tidak hanya di KIR, tetapi di semua aspek yang saat ini masih menggunakan pembayaran tunai, bisa kita ganti menjadi nontunai,” katanya.

Dijelaskan Bobby, Pemko Medan juga akan menargetkan pembayaran parkir dengan sistem pembayaran nontunai. Untuk itu, Pemko Medan juga meminta bantuan dan dukungan dari Bank Sumut untuk merealisasikan pembayaran parkir nontunai tersebut.

“Sebab parkir salah satu penyumbang PAD terbesar di Kota Medan. Artinya, pembayaran maupun retribusi yang harusnya masuk ke kas daerah dapat dioptimalisasi agar PAD meningkat, sehingga Pembangunan Kota Medan juga meningkat,” jelasnya.

Dengan berkolaborasi, kata Bobby, tentunya akan memiliki kekuatan yang besar dalam mewujudkannya. Sehingga, setiap rencana seharusnya bisa berjalan dan terealisasi dengan cepat. Setelah pembayaran Uji KIR melalui nontunai, Pemko Medan pun menargetkan pembayaran parkir secara nontunai dalam 2 minggu ke depan.

Sebagai langkah pertama, sistem parkir nontunai akan dilakukan di kawasan Kesawan. “Setelah pembayaran Uji KIR melalui nontunai, dua pekan ke depan kita targetkan pembayaran parkir melalui nontunai. Lokasi pertama yang menjadi percontohan di kawasan Kesawan yang akan menjadi Lokasi The Kitchen of Asia. Jika berhasil, maka PAD Kota Medan akan meningkat,” terangnya.

Menurut Bobby, saat ini Pemko Medan tengah menjadikan kawasan Kesawan sebagai destinasi wisata unggulan, khususnya sentra UMKM di bidang kuliner. Selain itu, Pemko Medan juga melakukan pembenahan Kesawan sebagai salah satu upaya percepatan ekonomi di masa Pandemi Covid-19.

“Kami memohon dukungan semua pihak untuk mewujudkannya, dengan semangat kolaborasi kami optimistis akan terwujud. Terima kasih untuk Bank Sumut yang telah memfasilitasi Pemko Medan untuk pembayaran non tunai,” kata Bobby.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar S.SiT MT, menjelaskan jika sistem pembayaran nontunai ini sebagai dukungan dari visi misi Wali Kota Medan, yaitu Medan Berkah yang dapat diimplementasikan dengan pemerintahan yang bersih dengan memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat tanpa ada lagi pembayaran nontunai.

Menurut Iswar, sistem pembayaran nontunai untuk Uji KIR ini terwujud karena adanya kolaborasi dengan Bank Sumut. Untuk tahap pertama, pembayaran akan menggunakan QRIS yang merupakan pembayaran nontunai berbasis barcode. Nantinya di tahap kedua, akan dilakukan perluasan channel. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan melalui transaksi transfer Bank.

“Tahap pertama, pembayaran retribusi Uji KIR secara nontunai dengan QR code, melalui QRIS. Nantinya setiap nasabah ataupun customer, bisa melakukan pembayaran melalui QR apa saja. Contohnya bisa dengan OVO, Link Aja, Go-Pay, Danaku, dan sebagainya yang sifatnya melalui QR, itu bisa dilakukan. Jadi tidak ada lagi peredaran uang tunai. Dan yang terpenting, retribusi ini akan langsung masuk ke kas Pemko Medan,” tutur Iswar.

Iswar juga menjelaskan, pembayaran Uji KIR nontunai ini tidak hanya berlaku di UPT PKB Amplas, tetapi juga berlaku di UPT PKB Pinang Baris. Dalam mempermudah masyarakat, Dishub Medan dan Bank Sumut akan menempatkan petugas di masing-masing UPT PKB sebagai pemandu.

Usai launching, kepada wartawan, Kadishub Medan Iswar, mengatakan terkait dengan target Wali Kota Medan dal merealisasikan pembayaran parkir melalui nontunai, saat ini Pemko Medan tengah mempersiapkannya. Salah satunya, Pemko Medan tengah mempersiapkan Perwal sebagai payung hukum yang mengaturnya.

“Untuk mengedukasi masyarakat, kita akan melaunching dulu sebagai lokasi percontohan pembayaran parkir nontunai, yaitu di Kawasan Kesawan. Nantinya, peralatan dan tenaga PHL Dishub akan disiapkan sebagai Jukir,” jawabnya.

Dalam sambutannya dalam Launching tersebut, Direktur Utama PT Bank Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Budi Utomo mengatakan, pihaknya siap mendukung sistem pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor (KIR) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan yang sudah mulai diterapkan.

Dikatakan Budi, untuk tahap pertama, Bank Sumut telah memfasilitasi pembayaran Retribusi Uji KIR secara Non Tunai dengan QR code, melalui QRIS yang merupakan program Bank Indonesia. Nantinya setiap nasabah ataupun customer, bisa melakukan pembayaran melalui QR apa saja.

Sementara itu, Ketua Organda Angkutan Khusus Pelabuhan Belawan, Herry Salim mengungkapkan apresiasinya karena pembayaran ini dapat mempermudah angkutan dalam membayar UJI KIR. Sebab selain lebih mudah, melalui sistem ini perusahaan angkutan juga dapat mengontrol pembayarannya. “Ini tentu mempermudah kami ya. Yang selama ini harus per pribadi kita uji KIR nya, sekarang sudah bisa kita lakukan pendataan dari perusahaan agar pembayaran nya bisa bersamaan,” ungkapnya.

Heri berharap, ke depan pembayaran nontunai bisa dikembangkan dengan sistem yang lebih fleksibel, sehingga bisa dibayar melalui aplikasi. “Harapannya semoga ke depannya untuk pembayaran dengan cara yang lebih luas lagi ya. Jadi para sopir angkutan bisa lebih gampang bayarnya tanpa harus antri,” harapnya.

Pantauan Sumut Pos, usai kegiatan launching, Bobby Nasution sempat melihat-lihat sistem pembayaran Uji KIR secara nontunai yang mulai dilakukan di UPT PKB Amplas. Didampingi Kadishub Medan Iswar Lubis, Dirut Bank Sumut Budi Utomo dan sejumlah pihak lainnya, Bobby tampak serius dalam memperhatikan sistem pembayaran Uji KIR secara Non Tunai tersebut. (map/ila)

Guru Besar USU Dukung Kebijakan Dirut Tirtanadi Terapkan Pembacaan Meter Air secara Digital

BERSAMA: Ketua Kompatir Prof Hasnudi (kiri) didampingi Sekretaris Kompatir Harist Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Hasnudi sangat mendukung kebijakan yang dibuat Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi, Kabir Bedi tentang pembacaan meter pelanggan Tirtanadi menggunakan digital (android).

BERSAMA: Ketua Kompatir Prof Hasnudi (kiri) didampingi Sekretaris Kompatir Harist Lubis.

“Pembacaan meter secara manual yang selama ini dilakukan Tirtanadi sangat rawan penyimpangan dan lemah dalam pembuktiannya, dengan diubah secara digital maka pemakaian air pelanggan Tirtanadi menjadi akurat sehingga pelanggan tidak dirugikan,” kata Prof Hasnudi yang juga Ketua Komunitas Pelanggan Air Tirtanadi (Kompatir) didampingi Sekretaris Harist Lubis, kepada wartawan, Senin (15/3).

Lebih jauh dikatakannya, saat ini PDAM Tirtanadi tengah melakukan pembacaan meter secara android ini merupakan terobosan yang sangat bagus sehingga pemakaian air pelanggan pada setiap bulannya akan menjadi lebih tepat, walaupun menurut Hasnudi pembacaan meter secara android ini sudah lama dilakukan PDAM lain di Indonesia. “Pembacaan meter secara android ini sudah lama dilaksanakan PDAM lain di Indonesia ini, dan Tirtanadi pada beberapa tahun yang lalu sudah melakukan uji coba untuk pembacaan meter dengan android, sekarang dilaksanakan secara menyeluruh pencatatan meter secara android makanya saya dukung ini,” ujar Prof Hasnudi.

Ditambahkannya kepada masyarakat pelanggan Tirtanadi tidak perlu kuatir akan pemakaian air pada bulan Maret dan April terjadi lonjakan, manajemen Tirtanadi akan mereduksi pemakaian pelanggan dengan datang ke Kantor Cabang setempat dengan mengajukan permohonan pengurangan tagihan.

Menurutnya kebijakan ini bertujuan agar pemakaian air pelanggan menjadi akurat dan pelanggan tidak dirugikan, dan Hasnudi menyatakan sangat merespon baik kebijakan manajemen Tirtanadi yang peduli terhadap pelanggannya dengan menanggung kerugian yaitu melakukan pengurangan rekening air masyarakat. (adz)

Jihan Anak Yatim Piatu Korban Luka Bakar Butuh Donatur untuk Operasi

BUTUH BANTUAN: Jihan terbaring lemah di tempat tidur, pasca luka bakar di tubuhnya. Saat ini Jihan membutuhkan bantuan dana untuk biaya operasi luka bakar di tubuhnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jihan Talita, anak yatim piatu yang masih berusia tujuh tahun saat ini membutuhkan bantuan untuk operasinya. Jihan merupakan salah satu korban ledakan gas yang menyebabkan kebakaran rumah kontrakan mereka di Jalan Pasar III Tembung, Pecut Seituan, Deli Serdang pada 18 Januari 2020.

BUTUH BANTUAN: Jihan terbaring lemah di tempat tidur, pasca luka bakar di tubuhnya. Saat ini Jihan membutuhkan bantuan dana untuk biaya operasi luka bakar di tubuhnya.

Saat ini, Jihan tinggal bersama pamannya. Dia butuh penanganan lebih serius untuk meluruskan kaki kirinya yang lengket dengan paha, dampak dari musibah yang dialaminya. Kondisi Jihan ini mendapat perhatian dari elemen masyarakat Kota Medan. Adapun elemen masyarakat itu mengatasnamakan Solidaritas Gerakan Masyarakat Peduli Jihan Talitan

“Adik Jihan terus dirawat hingga kini. Di mana pasca tahun lalu mengalami luka bakar dalam kejadian gas meledak di rumah mereka. Selain ibunya, tante Jihan juga meninggal dunia dalam kejadian tersebut,” kata Koordinator Aksi Solidaritas Gerakan Masyarakat Peduli Jihan Talita, Mulyadi kepada Sumut Pos, Senin (15/3).

Tak sampai di situ, selang sekitar tiga bulan pasca kejadian tersebut, ayah Jihan meninggal dunia karena sakit. Kata Mulyadi, Jihan sudah 15 kali operasi memakai BPJS Kesehatan perusahaan almarhuma ibunya.

“Tetapi limit daripada BPJS Kesehatan ibunya telah habis senilai Rp100 juta. Dan sudah diberhentikan. Kaki Jihan dalam posisi lengket saat ini, maka dari itu mau dioperasi lagi. Tidak bisa lurus kaki sebelah kiri ke paha. Artinya posisi kakinya itu menekuk. Supaya lurus mau dioperasilah kakinya,” katanya.

Atas kesulitan yang dialami Jihan inilah, pihaknya merasa terpanggil untuk mengakomodir bantuan dana dari donatur dan masyarakat luas. Aksi turun ke jalan pun telah mereka lakoni. Lalu membatu menyebarluaskan informasi tentang kondisi Jihan melalui media sosial dan media massa.

“Dengan harapan akan ada donatur yang terpanggil membantu adik Jihan. Sebab sekarang ini pun tengah diupayakan bisa masuk BPJS umum uwaknya. Tetapi untuk BPJS umum kita tau mesti menunggu lagi. Maka dari itu, melalui pemberitaan dari media pula kami harap ada donatur yang bersedia membantu operasi adik Jihan,” pungkasnya anggota Komunitas Solidaritas Grab Matic Medan tersebut.

Adapun bantuan dana untuk membantu meringankan biaya operasi Jihan Talita, dapat dikirimkan melalui nomor rekening 8115238589 (BCA) atas nama Edi Suheri. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Mulyadi di nomor ponsel 081269910525, dan Didit Iswanto di nomor 085324057575. (prn/ila)

Terbukti Lakukan Ilegal Fishing, 6 Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan di Laut Belawan

DIBAKAR: Enam kapal asing dibakar Kejari Belawan, sebelum ditenggelam-kan di perairan Lampu I, Belawan, Selasa (16/3). Kapal-kapal itu sebagai barang bukti kehajatan pencurian ikan di perairan Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6 kapal ikan asing merupakan hasil barang bukti pencurian ikan di perairan Indonesia, dimusnahkan Kejakasaan Negeri (Kejari) Belawan di perairan Lampu I, Belawan, Selasa (16/3).

DIBAKAR: Enam kapal asing dibakar Kejari Belawan, sebelum ditenggelam-kan di perairan Lampu I, Belawan, Selasa (16/3). Kapal-kapal itu sebagai barang bukti kehajatan pencurian ikan di perairan Belawan.

Kapal yang dimusnahkan adalah, KM SLFA 5070 GT 17,63, KM PKFA 7435 GT 49,61, KM PKFA GT 42,18, KM PKFB 1845 GT 64,68, KM SLFA 5177 GT 64,81 dan SLFA 5227 GT 62,32 merupakan hasil ketetapan hukum untuk dimusnahkan.

Pemusnahan 6 kapal hasil tindakan kejahatan ilegal fishing dilakukan dengan cara dibakar dan ditenggelamkan disaksikan PSDKP, Polres Pelabuhan Belawan, Ditpolair Polda Sumut dan Lantamal I.

Kepala Kejari Belawan Ikeu Bachtiar mengatakan, pemusnahan 6 kapal ikan asing sudah berkekuatan hukum di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Pihaknya menjalankan surat putusan untuk memusnahkan kapal ikan asing tersebut dengan cara dibakar dan ditenggelamkan.

“Hari ini (kemarin,Red), keenam kapal kita musnahkan. Kasus ini telah mendakwa 6 orang di pengadilan,” katanya.

Sementara, Hakim Ad Hoc Perikanan Hendi Santoso mengatakan, eksekusi pemusnahan kapal ikan asing tersebut adalah proses penegakan hukum dengan mendakwa 6 orang nahkoda. “Para terdakwa sebanyak 6 orang telah kita dakwa di pengadilan. Mereka (terdakwa) terbukti mencuri ikan di perairan Indoensia,” kata Hendi.

Barang bukti kapal ikan asing itu merupakan hasil penindakan dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang ditangkap di perairan Selat Malaka Zona Eksklusid Indonesia.

“Pemusnahan ini merupakan hasil kita jalankan sebagai bukti penidakan terhadap ilegal fishing,” kata Hendi. (fac/ila)

FKDT Terima Dana Hibah Rp1,2 Miliar

Ilustrasi

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Wujudkan Langkat religius, Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Langkat mengucurkan dana hibah sebesar Rp1,2 miliar kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) cabang Kabupaten Langkat.

“Kami terus berupaya mewujudkan Langkat Religius,” ungkap Kabag Kesra Langkat, H. Syahrizal didampingi Kadis Kominfo Langkat, H. Syahmadi, di ruang kerjanya, Selasa (16/3)

Salah satu programnya, kata Syarizal, dengan menyalurkan dana hibah setiap tahunnya, kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) cabang Kabupaten Langkat yang berkantor di Kemenag Langkat, Jalan Diponegoro No. 1 Stabat.

Menurut Syahrizal, perhatian itu diberikan kepada organisasi guru Madrasah Diniyah, karena salah satu komponen yang membina dan membentuk karakter generasi bangsa yang religius. “Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang mengajarkan ilmu agama, sesuai tuntunan alquran dan hadist,” sebutnya.

Sebab itulah, sambung Syahrial, Pemkab Langkat perlu memberikan perhatian kepada para guru agama. Dan diharapkan semakin memaksimalkan tugasnya dalam mendidik putra putri Langkat.

“Tidak ada anggaran yang fiktif, dan semua pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara transparan, dan telah melalui pemeriksaan BPK RI disetiap tahunnya,”jelasnya seraya menambahkan bantuan hibah dan bansos telah disalurkan Kesra sesuai prosedur dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara, Ketua FKDT Langkat, Misriadi, mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemkab Langkat. Ia juga menjelaskan, pihaknya menerima Bansos TA 2020 sebesar Rp1.289.250.000 untuk 1.719 guru agaman se-Langkat.

“Bansos telah diberikan, satu guru menerima Rp750.000. Disalurkan melalui transfer ke rekening masing–masing guru,” ungkapnya.

Misriadi, yang juga Kepala MDTA Ar Rahman Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu. “Kantor dan keberadaan kami jelas. Saya sangat menyesalkan kalau ada pihak yang mengatakan keberadaan FKDT Langkat fiktif,” cetusnya.

Hal ini juga ditegaskan Kakan Kemenag Langkat, H.Zulpan Effendi. Forum ini memiliki kepengurusan secara berjenjang dari Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota. “Ia benar, FKDT ada di Kemenag. Itu salah yang bilang fiktif,”katadanya. (yas/han)

Jembatan Gantung Limau Sundai Segera Direnovasi

ilustrasi jembatan

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menerima audiensi dari Prima Grup Medan di ruang rapat, Selasa (16/3). Amir turut didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Irwansyah Nasution.

ilustrasi jembatan

A Tiong selaku perwakilan dari Prima Grup, menyampaikan tujuan kedatangannya bahwa Prima Grup Medan akan melakukan perbaikan atau renovasi terhadap Jembatan Gantung yang berada di Kelurahan Limau Sundai, Binjai Barat.

“Kami kemarin ingin menyampaikan, Prima Grup ada keinginan akan merenovasi jembatan gantung yang ada di Kelurahan Limau Sundai,” ujar A Tiong.

Dia menambahkan, program renovasi jembatan gantung telah diniatkan setahun lalu. Nantinya jembatan gantung ini akan direnovasi secara total tanpa mengubah bentuk dan ukurannya.

Menanggapi hal ini, Amir mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas niat dari Prima Grup untuk merenovasi jembatan gantung. Ini dilakukan demi kelancaran warga di sekitar Kecamatan Binjai Barat yang menggunakan jembatan gantung tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih atas niatan baik ini. Tolong untuk Dinas PU Binjai agar mengawasi pembangunan jembatan gantung yang akan dikerjakan oleh Prima Group ini,” ujar mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Binjai ini.

Kepada Prima Grup, Amir mengingatkan agar tetap memastikan kekuatan tali atau kawat seling yang nantinya menopang jembatan gantung tersebut. “Sebab, renovasi ini bukan hanya soal bentuknya yang baru tapi kekuatan dan keamanan harus jadi point utamanya,” pungkasnya. (ted/han)

Dinkes Langkat Latih 7 Nakes Pengoperasian PCR

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Langkat mengirim 7 tenaga kesehatan (Nakes), untuk mengikuti pelatihan pengoperasian perangkat Polymerase Chain Reaction (PCR) di mobil Toyota Hi-Ace Nopol BK 7111 P milik Dinkes Langkat.

“Ada 7 Nakes yang kami utus untuk mengikuti pelatihan pengoperasian PCR. Mereka terdiri dari satu dokter dan enam analisis,”ungkap Plt. Kadis Kesehatan Langkat, dr. Juliana, di ruang kerjanya, Selasa (16/3)

Bimbingan pelatihan ini, kata dr. Juliana, dilakukan oleh tim ahli dari PT Indo Global Medica. Pelatihannya dilakukan selama satu bulan yang mempelajari materi dasar pengoperasian alat berteknologi tinggi, pengoperasian, serta uji fungsi alat ekstraksi, extrasi spesimen, dan tanya jawab. “Saat ini mereka sedang mengikuti pelatihan secara intens di laboratorium Farmasi Dinkes Langkat, lokasi diletakkan mobil dan alat PCR,” katanya.

dr. Juliana menerangkan, PCR diadakan untuk pemeriksaan swab, guna mengetahui kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Langkat.

“Untuk sementara pemeriksaan masih dilakukan di Kantor Dinkes. Ke depannya akan dilakukan pemeriksaan di seluruh Puskesmas di Langkat, yang terdapat pasien terkonfirmasi Covid 19,”terangnya, sembari mengatakan sebelumnya terdapat kerusakan PCR dan telah diganti oleh pihak PT Giri dengan yang baru.

“PCR yang rusak sudah ditukar dengan yang lebih baik, tanpa biaya tambahan. Pengadaan PCR sebelumnya didatangkan pada Desember 2020, dan rusaknya pada Januari 2021,”jelasnya. (yas/han)

PKK Langkat Harus Bantu Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

TALI ASIH: Ketua TP PKK Langkat, Tiorita Terbit Rencana PA memberikan tali asih kepada anak yatim dan kaum duafa.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ketua PKK Langkat, Tiorita Terbit Rencana PA menginstruksikan, agar pengurus dan anggota PKK Langkat ikut membantu pemerintah dalam mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19, guna menguatkan imunitas tubuh, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan pada rapat bulanan PKK di Kantor Bupati Langkat, Selasa (16/3).

TALI ASIH: Ketua TP PKK Langkat, Tiorita Terbit Rencana PA memberikan tali asih kepada anak yatim dan kaum duafa.

Tiorita juga mengingatkan para Ketua PKK Kecamatan untuk serius melakukan pembinaan di Desa/Kelurahan Percontohan.

Sementara Camat Stabat, Nuriadi selalu tuan rumah, mengucapkan terimakasih atas bimbingan Ketua PKK Langkat. Ia menyakini, pertumuan dan bimbingan ini, menguatkan kordinasi dan silaturahmi ditubuh PKK Langkat.

Pada kesempatan itu, Ketua PKK Langkat memberi kuis kepada para anggota dengan sejumlah hadiah. Tak luput juga memberikan tali asih kepada 10 orang anak yatim dan kaum duafa. (yas/han)

Peletakan Batu Pertama di Yayasan Wakaf Al-Kaffah, Plt Wali Kota Binjai: Diharap Dapat Membina Generasi Rabbani

PELETAKKAN BATU PERTAMA: Plt Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah meletakkan batu pertama pembangunan gedung kelas SMA di Yayasan Wakaf Al-Kaffah.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah didampingi Plt TP PKK, Hj Nurhayati Amir melakukan peletakan batu pertama gedung kelas SMA Putri, laboratorium, musola, kantor hingga lapangan indoor Yayasan Wakaf Al-Kaffah, Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Rambungbarat, Binjai Selatan, Selasa (16/3).

PELETAKKAN BATU PERTAMA: Plt Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah meletakkan batu pertama pembangunan gedung kelas SMA di Yayasan Wakaf Al-Kaffah.

“Hari ini adalah hari yang baik dimana dengan niat kita bersama dalam mendukung dan ikut berkontribusi pembangunan gedung ini,” ujar Amir.

Menurut dia, peletakkan batu pertama ini memiliki nilai historis karena merupakan salah satu bentuk tekad, komitmen dan sebagai wujud partisipasi dan kepedulian yang tinggi dari masyarakat serra pemerintah terhadap masalah pendidikan, khususnya pendidikan agama di Kota Binjai ini.

“Saya sangat bangga dan bahagia dengan pembangunan yang dilaksanakan, karena kita berharap nantinya dapat membina generasi Rabbani yang berakhlakul karimah sebagai pondasi utama pembangunan bangsa, dengan begitu akan memberikan pengaruh secara langsung kepada setiap individu yang mencakup keseluruhan perilaku dan aktifitas kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan adanya gedung kelas SMA putri, laboratorium, musola, kantor dan lapangan indoor yang baru ini nantinya dapat melengkapi fasilitas yang ada. Sementara, Pendiri dan Pembina Yayasan Wakaf Al-Kaffah Kota Binjai, Ustadz H Zulkarnain Asir mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Pemko Binjai .

“Saya mewakili Yayasan Wakaf Al-Kaffah Kota Binjai mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungannya dan mendukung acara ini, walaupun dengan syarat tetap mematuhi protokoler kesehatan”, ungkapnya. (ted/han)

April, Harga Sewa Medan Mal Selesai Dihitung, Masa Sewa Sementara Diperpanjang Hingga Juli 2021

Medan Mal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kerja sama pengelolaan Medan Mal antara Pemko Medan dengan pihak ketiga melalui sistem build operate transfer (BOT) atau bangun serah guna, telah berakhir sejak 12 November 2020 lalu. Saat ini, Pemko Medan tengah fokus melakukan penilaian harga sewan gedung mal yang terletak di Jalan MT Haryono tersebut, agar tetap menghasilkan PAD.

Medan Mal

Saat ini, Pemko Medan tengah berkoodinasi dan meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumut melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan untuk segera menuntaskan proses penghitungan harga sewa gedung mal tersebut. “Kemarin Pak Wali sudah langsung melakukan pertemuan dengan DJKN dan KPKNL. Hasilnya disepakati, KPKNL akan menurunkan timnya untuk melakukan penghitungan harga sewa Medan Mal. Tapi mereka butuh SK, jadi saat ini sedang dibuatkan dulu SK-nya, supaya timnya bisa langsung bekerja,” kata Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, Sumiadi kepada Sumut Pos, Selasa (16/3).

Dikatakan Sumiadi, KPKNL memang sempat menghitung nilai sewa Medan Mal dan Hotel Soechi yang telah habis masa sewanya di tahun 2020. Akan tetapi, proses itu belum terealisasi sampai saat ini. Untuk itu, saat ini Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta untuk segera dilakukan penghitungan appraisal nilai sewa aset Pemko Medan.

Namun kali ini, Bobby meminta agar KPKNL fokus kepada 1 asetnya dulu, yakni Medan Mal. Sedangkan untuk Hotel Soechi yang juga sudah habis masa BOT-nya sejak 30 Juli 2020 yang lalu, penghitungannya akan dilakukan setelah nilai harga sewa yang dihitung KPKNL untuk Medan Mall selesai.

Berdasarkan perbincangan yang ada di antara Pemko Medan dan KPKNL, untuk Medan Mal, KPKNL akan melakukan penghitungan nilai sewa sekitar 1 bulan dari keluarnya SK Tim penilai. “Tim yang ini jumlahnya nanti 6 orang, makanya dibuatkan SK yang baru. Targetnya 1 bulan selesai. Jadi kalau nanti misalnya SK-nya selesai katakanlah tanggal 22 Maret, maka sekitar 22 April nilai harga sewa Medan Mal sudah selesai dihitung KPKNL,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan status Medan Mal saat ini? Sumiadi mengatakan, Medan Mal masih disewakan sementara kepada pihak pengelola yang lama, yakni PT Brahma Debang Kencana. Dijelaskannya, sejak November lalu atau sejak masa BOT habis, Medan Mal disewakan sementara selama 4 bulan, yakni mulai November 2020 hingga Maret 2021. Namun, sewa sementara tersebut diperpanjang kembali selama 4 bulan hingga Juli 2021. Hal itu dilakukan agar Medan Mal tetap beroperasi dan menghasilkan PAD bagi Kota Medan selama Pemko Medan belum mendapatkan penyewa tetap Medan Mal.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution menerima audiensi Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumut dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan di ruang khusus Wali Kota, Senin (15/3). Dalam pertemuan itu, Kakanwil DJKN Sumut, Tedy Syandriadi menyatakan, pihaknya siap membantu Pemko Medan untuk menilai dan melelang barang milik Pemko Medan tersebut. Penilaian ini dilakukan, untuk mengetahui berapa nilai sewa dan selanjutnya dibuka kesempatan dan penawaran bagi pihak-pihak yang ingin menyewa.

Wali Kota Medan pun sangat menghargai komitmen Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumut dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Medan ini. Apalagi selain kedua aset itu, Pemko Medan masih memiliki aset lainnya yang perlu dinilai.

Kakanwil DJKN Sumut, Tedy Syandriadi, menyampaikan segera menindaklanjuti hal ini. Dia meminta kepada Pemko Medan agar mengirimkan data berkaitan dengan objek berikut data pembanding lainnya. “Yang kita butuhkan bukan hanya data objek, tetapi juga data pembanding, sehingga penilaian kita pas,” katanya.

Disamping itu, lanjutnya, secara teknis mereka membutuhkan SK Tim Penilai. Sedangkan SK yang dimaksud harus dikeluarkan oleh Pemko Medan. Setelah SK terbit, maka tim penilai akan langsung bekerja. (map)