TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Mobil Panther Gride BK 1242 YF milik Yu Tjoe Tong alias Rianto, (65) warga Jalan Imam Bonjol Kekurahan Satria Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi terbakar saat diparkir didalam garasi rumahnya, dugaan kebakaran karena mobil konsleting, Sabtu (13/3).
CEK: Petugas kepolisian Polsek Padang Hilir Kota Tebingtinggi melakukan cek tempat kejadian kebakaran mobil.
Dalam kejadiaan kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta. Kasus kejadiaan ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Padang Hilir Kota Tebingtinggi.
Salah seorang saksi mata, Nurmala Sari (31) warga Desa Padang Bujur Kecamatan Sipirok yang kebetulan menginap disamping rumah korban mengatakan dirinya pagi itu keluar rumah dan melihat mobil digarasi sudah mengeluarkan asap hitam.
“Saya panggil pemilik mobil saat mobilnya kebakar, kemudian korban bersama warga mencoba memadamkan api dan kemudian api bisa dipadamkan,” jelas Nurmala.
Sedangkan Kapolsek Padang Hilir Resor Tebingtinggi, AKP P Manurung membenarkan kejadiaan kebakaran satu unit mobil Panther Gride, dikatakannya, dugaan kebakaran akibat konlseting arus listrik dalam mobil.
“Kini kasus kebakaran ini sudah ditangani pihak kepolisain. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti,” jelasnya . (ian)
SIDAK: Bupati Labuhanbatu Utara melaksanakan sidak dan test urine ASN dan TKS. fajar/sumut pos.
LABURA, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus melaksanakan tes urine kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman di sela-sela inspeksi mendadak (Sidak), Jumat (12/3).
SIDAK: Bupati Labuhanbatu Utara melaksanakan sidak dan test urine ASN dan TKS. fajar/sumut pos.
Berdasarkan hasil temuan dari pengecekan absensi di Dinas PU Labura, terdapat 2 TKS yang akan kena putus kontrak. Sebanyak 2 orang ASN kena sanksi disiplin. Di antaranya Hermansyah Putra, Hendra Hardiansyah Siregar. Seluruh Pegawai Dinas PU bersih dari narkoba.
Sedangkan di Dinas Perkim Labura, ditemui 3 TKS yang positif narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilaksanakan secara dadakan. Untuk putus kontrak terdapat 2 orang TKS, dan 4 orang ASN mendapat surat peringatan.
Adapun 4 orang ASN Perkim yang mendapat surat peringatan adalah Mhd. Edi Syahputra, Komi Karomi Sembiring, Esmianto Sembiring, Fajar Arafat.
Selain dari pengecekan absen dan test urine, Bupati juga memeriksa KTP ASN dan TKS. Berdasarkan imbauan sebelumnya, untuk pindah menjadi penduduk Labura, Bupati juga meminta untuk merubah menjadi KTP Labuhanbatu Utara. “Kalau sudah bekerja di Labura, kalian sudah harus menjadi penduduk Labura,” ujar Bupati.
Masih terdapat beberapa KTP ASN dan TKS yang belum berdomisili di Labura. Dan kepada ASN dan TKS diminta untuk merubah KTP, dan bila tidak mau akan dipersilahkan pindah tugas dari Kabupaten Labura. (fdh)
BAGIKAN: Danramil 13 Kota Tebingtinggi, Kapten Budiono bersama personel lainnya membagikan masker gratis.Sopian/sumut pos.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Selain melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19, Koramil 13 Tebingtinggi 0204 Deliserdang juga melakukan membagi-bagikan maskes gratis kepada masyarakat, Jumat (12/3).
BAGIKAN: Danramil 13 Kota Tebingtinggi, Kapten Budiono bersama personel lainnya membagikan masker gratis.Sopian/sumut pos.
Pembagian masker gratis ini dipimpin langsung oleh Danramil 13 Tebingtinggi, Kapten Inf. Budiono bersama personel di Jalan KF Tandean Kota Tebingtinggi, umumnya mereka mendapatkan masker gratis adalah pengemudi becak bermotor, pengendara sepeda motor dan masyarakat yang melintas tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kegiatan operasi yustisi ini juga dibarengi dengan pembagian masker kepada warga yang melintas di Jalan KF Tandean Kelurahan Bandar Utama, begitu juga masker gratis diberikan kepada pedagang di Pasar Sakti, Pasar Inpres dan Pasar Gambir Kota Tebingtinggi,” jelasnya.
Menurut Kapten Infantri Budiono, kegiatan operasi yustisi membagikan masker kepada masyarakat dan memberikan himbauan perihal penegakan protokol Covid-19 sesuai dengan Perwa Tebingtinggi Nomor: 44 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus corona Covid-19.
“Kepada warga juga diimbau untuk terus mematuhi 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menghidari mobilitas warga,” jelasnya. (ian)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembiayaan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ultra mikro tidak lagi cukup hanya dilakukan oleh lembaga perbankan. Kolaborasi berbagai lembaga keuangan harus dilakukan untuk memperluas akses pelaku UMKM dan ultra mikro mendapat pembiayaan sehat.
Pendapat tersebut dikemukakan Rofikoh Rokhim dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar di FEB Universitas Indonesia, Sabtu (13/3). Dalam pidato yang berjudul Perbankan dan Keuangan Sosial: Aspek Berkelanjutan untuk Kesejahteraan, Rofikoh menyoroti pentingnya penerapan nilai keberlanjutan (sustainability) dilakukan oleh lembaga keuangan khususnya bank.
Salah satu cara penerapan nilai berkelanjutan oleh lembaga keuangan bisa melalui penyaluran pembiayaan untuk UMKM. Pemberian kredit bagi pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil, otomatis akan berdampak pada naiknya tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
Hingga 2019 lalu, tingkat inklusi keuangan masyarakat di Indonesia baru mencapai 76,19 persen. Angka ini dirasa masih kurang, dan perlu ditingkatkan dengan salah satunya melalui jalur pembiayaan secara luas kepada pelaku UMKM dan ultra mikro.
“Angka ini menunjukkan bahwa belum semua penduduk Indonesia dapat menikmati akses jasa keuangan, dan sebagian di antaranya bisa jadi merupakan pelaku UMKM. Padahal salah satu penentu keberlangsungan suatu usaha adalah kemampuannya memperoleh akses permodalan yang terjangkau. Data menunjukkan, bahwa UMKM mendapatkan pembiayaan dari perbankan sebesar Rp1.091 triliun pada bulan Desember 2020, yaitu masih sekitar 25 persen dari total kredit yang disalurkan oleh perbankan,” tutur Rofikoh.
Dia menyebut ada empat penyebab sulitnya UMKM mendapat akses pembiayaan formal selama ini. Pertama, adanya information opacity (kekurangan informasi) karena UMKM biasanya tidak masuk audit lembaga perbankan, minim menggunakan teknologi, dan asetnya tidak dijamin.
Kedua, ada information asymmetry yang berujung pada terjadinya credit rationing dari bank. Rasionalisasi kredit menyebabkan banyak pelaku UMKM yang dibebankan biaya pembiayaan tinggi oleh bank, untuk mengantisipasi potensi default dari debitur.
Ketiga, adanya kondisi granularity atau karakter pembiayaan UMKM yang selama ini banyak tapi tersebar kecil-kecil. Keempat, meningkatnya monitoring cost perbankan untuk mengawasi pembiayaan granular, sehingga mengurangi efisiensi lembaga keuangan.
“Hal ini menuntut transformasi antar lembaga-lembaga yang ada dalam industri keuangan di Indonesia, untuk lebih meningkatkan kolaborasi demi penguatan jejaring perbankan kepada sektor UMKM. Penyaluran kredit kepada UMKM ini tidak cukup hanya dilakukan oleh sektor perbankan, melainkan juga berbagai lembaga, di antaranya Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan produk ultra mikro (UMi) Mekaar secara berkelompok kepada lebih dari 8 juta wanita dari keluarga pra-sejahtera. Pegadaian juga penyaluran pembiayaan UMi kepada sekitar 219 ribu nasabah. Bahana Artha Ventura juga sekitar 270 ribu nasabag UMi,” tuturnya.
Selain UMi, sejak 2007 ada kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) yang ditujukan bagi UMKM. Penelitian menunjukkan KUR membantu UMKM, karena kemudahan persyaratan.
KUR banyak digunakan untuk perluasan usaha serta peningkatan kegiatan sektor produktif. Bahkan para penerima KUR ini menyatakan telah menerapkan konsep creating shared value dengan memperhatikan aspek sosial dan aspek lingkungan dalam menjalankan bisnis. Nasabah KUR meyakini penyaluran pembiayaan ini menciptakan nilai bersama secara mutual antara Bank dan juga debitur.
Tidak heran jika di masa pendemi, para account officer rela menambah 20% jam kerja untuk tetap menyalurkan KUR demi terus menjaga kelangsungan bisnis dari sisi penawaran dan permintaan agar perekonomian terus bergerak. Sungguh pengabdian nyata.
Rofikoh berkata bahwa keberadaan akses permodalan yang luas dan dukungan dari banyak lembaga membuat UMKM makin berkesempatan meningkatkan skala usahanya. Peningkatan skala usaha UMKM akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Dia menyebut kolaborasi dari berbagai lembaga keuangan saat ini menjadi penting untuk menciptakan semangat sharing economy. Kerjasama juga akan berdampak besar pada peningkatan inklusivitas, produktivitas, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Skala bisnis UMKM yang tumbuh juga akan membuat semakin banyaknya pendanaan bisa diraih lembaga keuangan. Kemudian, akan ada semakin banyak pelaku UMKM dan ultra mikro yang bertransaksi melalui perbankan/lembaga keuangan, sehingga meningkatkan traffic aktivitas lembaga keuangan. Pada akhirnya, bank juga bisa meraih keuntungan dengan penyaluran pembiayaan yang meningkat kepada UMKM-UMKM naik kelas nanti.
“Hal ini sejalan dengan pengertian mengenai social banking atau social finance bahwa industri keuangan selayaknya mengembalikan penggunaan uang kepada kehidupan nyata atau ekonomi riil. Misi sosial ini mampu diperluas dengan adanya penyaluran dana dari perbankan melalui lembaga keuangan mikro,” ujarnya.
“Dengan menggabungkan kontribusi dari berbagai pemangku kepentingan, maka diharapkan lembaga keuangan dapat semakin memperkuat tujuan untuk menyeimbangkan peran secara sosial dan pencapaian profit. Hal ini merupakan salah satu cara untuk memperkuat peran sektor keuangan dalam membantu masyarakat dalam mencapai tujuannya dan menjadi sistem pendukung di dalam masyarakat,” tutup Rofikoh.(rel)
PENANDATANGANAN: Pelaksanaan penandatangan OPD dan Camat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terhadap Kinerja tahun 2021
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan penandatangan OPD dan Camat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terhadap Kinerja tahun 2021 digelar Pemerintah Kabupaten Asahan, Rabu(10/3 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan.
PENANDATANGANAN: Pelaksanaan penandatangan OPD dan Camat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terhadap Kinerja tahun 2021
Dalam sambutannya, Bupati Asahan, H. Surya BSc, mengatakan penandatanganan perjanjian kerja merupakan salah satu bagian terpenting dalam siklus penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
“Perjanjian Kinerja merupakan Dokumen yang berisikan penugasan dari saya, selaku pemberi Amanah untuk melaksanakan Program/Kegiatan yang disertai dengan Indikator Kinerja sebagaimana yang telah ditentukan,” ucap Bupati.
“Terdapat sejumlah tujuan yang ingin dicapai dalam perjanjian Kinerja tersebut, antara lain sebagai wujud nyata Komitmen Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Camat untuk meningkatkan kinerja masing-masing,” tambahnya.
Selanjutnya dimaksudkan untuk menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja. Ketiga, sebagai dasar nilai keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Perangkat daerah, sekaligus sebagai penghargaan atau sanksi kepada perangkat daerah.
Bupati Asahan juga mengatakan, tujuan pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kinerja dimaksudkan untuk dapat menjadi dasar penilaian untuk melakukan monitoring, pengendalian serta evaluasi, supervisi atas pengembangan dan kemajuan kinerja dari para kepala perangkat daerah.
Menurut Bupati tujuan akhir yang ingin dicapai yakni, sebagai dasar dalam penempatan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
Ia juga menambahkan, Perjanjian Kinerja akan menjadi dasar Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati tahun 2021 yang akan datang sesuai amanat Permendagri No. 18 tahun 2020 tentang Peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah No.13 tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. “Beberapa point diatas harus dapat diimplementasikan secara optimal oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah, tentunya harus diawali dengan perjanjian kinerja yang baik,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, agar tujuan perjanjian penandatanganan Kinerja tersebut dapat tercapai, terdapat beberapa point penting yang harus segera dilaksanakan, seperti dengan segera menyusun perjanjian kinerja untuk esselon 3, 4 dan non esselon. “Memperbaiki pola pemanfaatan anggaran kinerja positif agar menghasilkan berbagai prestasi yang dapat meningkat level Pemkab Asahan, “ ucap Bupati. (mag-9/han)
PELATIHAN: Wali kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan membuka pelatihan tukang berbasis sanitasi aman di kawasan perumahan Tebingtinggi.Sopian/sumut pos.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan membuka pelatihan tukang berbasis sanitasi aman di kawasan perumahan Tebingtinggi tepatnya di Perumahan Griya Aira Permai, Jalan Gunung Bhakti LKMD II, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Jumat (12/3).
PELATIHAN: Wali kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan membuka pelatihan tukang berbasis sanitasi aman di kawasan perumahan Tebingtinggi.Sopian/sumut pos.
Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terimakasih kepada I Wash Plus dan Real Estate Indonesia (REI) yang telah mengadakan pelatihan tukang berbasis sanitasi aman di kawasan perumahan Tebingtinggi.
“Kami mengingatkan kepada kita pembangunan rumah yang sehat. Memang harus dilakukan. Rumah sehat mengandung beberapa falsafah rumah itu memang untuk dihuni. Rumah yang sehat jumlah luas bukaan dari kaca minimal 40 persen. Supaya pencerahan udara masuk, bangunan juga menentukan minimal 3,5 meter supaya tidak panas, termasuk sanitasi,” bilangnya.
Menurutnya, sanitasi tidak beres, akan mencemari air hingga menyebabkan kesehatan keluarga terancam. Pemerintah Kota Tebingtinggi telah membangun Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) dan telah memiliki mobil tinja sebanyak 3 unit, hanya saja nanti setelah disedot akan dibuang kemana,” bilang Umar.
Dijelaskannya, dalam satu permukiman bisa sanitasi komunal dengan biaya mahal, sampai 47 juta karena harus ada sambungan dari masing masing pipa. Mulai dari hulu sampai hilir kita, harus melakukan sebaik baiknya untuk hidup sehat aman dan nyaman perlu kerja keras bersama kita.
“Yang kita bangun ini untuk masyarakat. Ada jiwa dan manusia disitu dan tentunya kita perlu menciptakan permukiman yang sehat dan sebaik baiknya. Tolong dalam membangun. Saluran air sampai kepada badan air yang terakhir, sungai danau atau kolam besar yang bisa menjadi tempat pembuangan dari pada saluran kita. Kalau membangun, saluran air kita kerjakan dulu,” papar Umar.
Sementara itu, perwakilan dari Real Estate Indonesia (REI) Ashari Akbar, menyampaikan bahwa perumahan sehat dan bersahabat dengan lingkungan, menjadi idaman konsumen, yang mana kegiatan ini dilaksanakan oleh Usaid I Wash Plus dengan dinas terkait Pemko Tebingtinggi dan para developer sejak tanggal 8 sampai 10 Maret 2021.
Dijelaskan Ashar, dalam rangka mendukung Nawa Cita Presiden Republik Indonesia dengan program kota sehat 2021, mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dari tidak kedap ke kedap.
“Kita bersama paham untuk merubah yang ada di masyarakat itu cukup sulit. Kami berharap yakin pemko tebingtinggi melalui dinas terkait cukup serius dalam mewujudkannya. Kami siap terus menerus bersinergi bersama dengan Pemko Tebing Tinggi serta Usaid I Wash Plus agar kota Tebingtinggi menjadi kota sehat, sehingga masyarakatnya kelak bahagia,” bilang Ashari akbar.
Sebelumnya Laporan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Kebersihan (Perkimsih) Muhammad Hasbi Asidhiqqi, mengatakan dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Peraturan Walikota Tebingtinggi Nomor 51 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaran Perumahan dan Permukiman di Kota Tebingtinggi yang tertuang dalam pasal 16 ayat 1, bahwa saluran pembuangan air limbah rumah harus menggunakan sistem kedap kemudian Surat Edaran Walikota Tebingtinggi Nomor 600/3779/DPPUPR.
“Maksud dan tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk mendorong semua pengembang di Kota Tebingtinggi untuk menyediakan perumahan yang ramah lingkungan dan sanitasi aman dengan dilatih para tukang yang mahir dalam pengerjaan pembuatan sanitasi kedap ini, dapat mensosialisasikan sekaligus mengedukasi bagi tukang lain dan perumahan yang dibangun pengembang kedepannya berstandar sanitasi kedap,” terang Hasbie. (ian)
RAKER: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin foto bersama BNKK Langkat pada kegiatan raker pemberdayaan masrayarakat anti narkoba. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Langkat, menggelar Rapat Kerja (Raker) program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di Pemkab Langkat, Rabu (10/3).
RAKER: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin foto bersama BNKK Langkat pada kegiatan raker pemberdayaan masrayarakat anti narkoba. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .
Rapat kerja yang diprakarsai BNNK Langkat ini juga dihadiri Sekdakab Langkat, dr.H. Indra Salahuddin dan para camat se-Langkat. Kepala BNNK Langkat, AKBP DR. H.Ahmad Zaini, mengatakan raker yang digelar merupakan salah satu program pemerintah, untuk menjadikan wilayah kecamatan menjadi kawasan BERSINAR( Bersih Narkoba). “Peserta rapat kerja diikuti 23 Camat atau yang mewakili se Kabupaten Langkat,”ungkapnya.
Ia menegaskan, program pemberdayaan masyarakat anti narkoba sangat diperlukan dan harus segera dijalankan. Karena saat ini, pecandu narkoba terbanyak di Indonesia dari Sumatera Utara. “Kita semua harus serius memberantas peredaran narkoba di masing-masing wilayah,”ajaknya.
BNNK Langkat menargetkan Kabupaten Langkat juga menjadi BERSINAR pada peringatan HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) 2021 nanti,”tambahnya.
Sementara itu Sekdakab Langkat menginstruksikan, agar para Camat membentuk relawan anti Narkoba di desa maupun kelurahan, untuk bersama-sama memberantas peredaran narkoba, dan nantinya para generasi muda tidak terjerumus dalam penyalagunaan Narkoba. “Upaya ini menuju Kecamatan yang BERSINAR,” sebutnya.
Indra Salahuddin menyakini, jika Kecamatan sudah BERSINAR, maka Langkat juga akan menjadi Kabupaten BERSINAR.
“Pemkab Langkat serius dan komitmen, memberantas narkoba. Bupati juga menyiapkan lokasi rehabilitasi diareal rumah pribadinya, bagi korban pecandu narkoba,” ungkapnya. (yas/han)
KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua Usaha Kecil Menengah (UKM) Sumut, Dewi Budiati Teruna J Said, ST menyerahkan SK.15A/D/V2021 kepada pengurus UKM terpilih Kabupaten Karo, Jumat (5/3) siang.
Penyerahan SK ini berlangsung di Jalan Sembada V, No 21/23 Padang Bulan Medan. Pengurus yang mendapat mandat masing-masing, Erwin Sembiring Milala sebagai Ketua, Andez Sinulingga SE (Sekretaris ) dam Alvi Anbri SE sebagai Bendahara.
Ketua UKM Komwil Sumut, Dewi B Teruna J Said ST, mengatakan sesuai moto UKM yang sering dilontarkan Ketua UKM Indonesia Irwan Wijaya S yaitu, memberi solusi pemberdayaan UKM dan mencarikan solusi permasalahan yang dihadapi seperti masalah pembiyayan, pemasaran serta memfasilitasi dan memberikan solusi pada UKM supaya dapat di terapkan di Karo.
Seperti agro wisata, hasil pertanian, dan home industri. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini, diharapkan Dewan UKM Kabupaten Karo bisa mendongkrak dan meningkatkan ekonomi di Indonesia, khususnya di wilayah Karo.
Sementara Ketua UKM Kabupaten Karo Erwin S Milala menyampaikan, pihaknya akan menjalankan UKM di Karo sesuai aturan. Kita akan menjalin sinergi dengan para pengusaha -pengusaha kecil menengah dan Pemerintah Kabupaten Karo.
“Melalui UKM kita akan kembangkan Agro Wisata Karo, sektor pertanian Karo dan home industri khususnya usaha – usaha lokal di Karo. Kita akan sesuaikan dengan apa yang ada di Karo,”katanya.(deo)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kecamatan Binjai Selatan meraih Juara I pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-52 Tingkat Kota Binjai yang digelar di Gedung Olahraga Binjai (GOR), Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai, mulai tanggal 8-11 Maret 2021. Disusul juara II dan III diraih Kecamatan Binjai Timur dan Binjai Barat.
Plt Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang sekaligus menutup secara resmi MTQ, Kamis (11/3) malam.
Dia mengucapkan puji syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ. Amir mengajak masyarakat dapat menjadikan MTQ untuk mendekatkan diri dan mencintai Alquran serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Saya menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas partisipasi, kontribusi, dukungan serta kerjasama yang terbangun dengan baik,” ungkapnya.
Kepada peserta yang meraih juara, Amir mengingatkan agar terus berlatih demi dapat bersaing dengan peserta tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Kepada peserta yang belum meraih juara, jangan berkecil hati.
Tetap giat belajar dan berusaha lebih baik lagi kedepannya. “Dengan memohon Ridho Allah SWT seraya mengucapkan Alhamdulillah, MTQ ke-52 tingkat Kota Binjai Tahun 2021 saya nyatakan resmi ditutup. Selamat kepada para pemenang dan bersiaplah untuk maju di tingkat provinsi,” kata Amir Hamzah.
Sementara, Ketua DPRD Kota Binjai, H Noor Sri Alam Syah Putra mengatakan, suksesnya MTQ kali ini merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak. Khususnya panitia yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik, profesional dan sistematis.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Amir Hamzah, MTQ tahun selanjutnya akan lebih sukses lagi. Saya juga berharap kepada semua lapisan masyarakat, kita patuhi dan tetap mendukung program pemerintah dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran covid-19, agar pandemi segera berakhir,” ujarnya.
Camat Binjai Selatan, Fatimah Hanim merasa senang dan bangga atas keberhasilan wilayah yang dipimpinnya meraih juara I.
Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengharumkan nama kecamatan Binjai Selatan. “Setelah 5 kali berturut-turut meraih piala bergilir tapi tahun kemarin direbut oleh Binjai Utara. Semoga tetap kami pertahankan juara ini untuk tahun-tahun selanjutnya,” tukasnya.(ted)
SERAHKAN:
Plt Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah piala juara I MTQ Tingkat Kota kepada Camat Binjai Selatan.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kecamatan Binjai Selatan meraih Juara I pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-52 Tingkat Kota Binjai yang digelar di Gedung Olahraga Binjai (GOR), Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai, mulai tanggal 8-11 Maret 2021. Disusul juara II dan III diraih Kecamatan Binjai Timur dan Binjai Barat.
SERAHKAN:
Plt Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah piala juara I MTQ Tingkat Kota kepada Camat Binjai Selatan.
Plt Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang sekaligus menutup secara resmi MTQ, Kamis (11/3) malam.
Dia mengucapkan puji syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ. Amir mengajak masyarakat dapat menjadikan MTQ untuk mendekatkan diri dan mencintai Alquran serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Saya menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas partisipasi, kontribusi, dukungan serta kerjasama yang terbangun dengan baik,” ungkapnya.
Kepada peserta yang meraih juara, Amir mengingatkan agar terus berlatih demi dapat bersaing dengan peserta tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Kepada peserta yang belum meraih juara, jangan berkecil hati.
Tetap giat belajar dan berusaha lebih baik lagi kedepannya. “Dengan memohon Ridho Allah SWT seraya mengucapkan Alhamdulillah, MTQ ke-52 tingkat Kota Binjai Tahun 2021 saya nyatakan resmi ditutup. Selamat kepada para pemenang dan bersiaplah untuk maju di tingkat provinsi,” kata Amir Hamzah.
Sementara, Ketua DPRD Kota Binjai, H Noor Sri Alam Syah Putra mengatakan, suksesnya MTQ kali ini merupakan hasil kerja keras dari berbagai pihak. Khususnya panitia yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik, profesional dan sistematis.
“Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Amir Hamzah, MTQ tahun selanjutnya akan lebih sukses lagi. Saya juga berharap kepada semua lapisan masyarakat, kita patuhi dan tetap mendukung program pemerintah dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran covid-19, agar pandemi segera berakhir,” ujarnya.
Camat Binjai Selatan, Fatimah Hanim merasa senang dan bangga atas keberhasilan wilayah yang dipimpinnya meraih juara I.
Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengharumkan nama kecamatan Binjai Selatan. “Setelah 5 kali berturut-turut meraih piala bergilir tapi tahun kemarin direbut oleh Binjai Utara. Semoga tetap kami pertahankan juara ini untuk tahun-tahun selanjutnya,” tukasnya.(ted)