BERSAMA: Kabid KSPK BKKBN Provsu, Dra Lucy Destriati foto bersama siswa yang menjadi peserta sosialisasi genre di Labuhanbatu.
Jadikan Generasi Emas dan Unggul
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO-Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut menggelar sosialisasi generasi berencana (Genre) kepada puluhan pelajar di Kabupaten Labuhanbatu, di SMA Negeri 1 Sei Suka, Jalan Beringin Tanjung Gading, Sei Suka, Batubara. Hadir di kegiatan ini Duta Genre Provinsi Sumut binaan BKKBN Provsu.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sei Suka menyampaikan, para pelajar dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bersungguh-sungguh, agar menambah wawasan dan pengalaman yang lebih baik.
“Belajar itu, bukan hanya di dalam ruangan kelas, tetapi juga di kegiatan-kegiatan seperti ini. Generasi berencana atau Genre, ini juga satu materi pembelajaran yang seyogyanya bisa diketahui oleh para pelajar,” ujarnya.
Dalam sambutannya Kabid KSPK BKKBN Provsu, Dra Lucy Destriati, menyebutkan, sebagai pelajar yang merupakan masa peralihan dari anak-anak ke remaja, inilah saatnya untuk bisa memahami program genre.
“BKKBN Provsu memiliki program Genre yang tujuannya adalah untuk membekali para generasi muda, untuk menjadi generasi emas dan generasi unggul, ke depannya generasi muda di Indonesia akan siap bersaing secara kualitas dengan generasi muda di seluruh dunia,” ucapnya
Akan tetapi, untuk kegiatan sosialisasi rencana usia menikah, untuk perempuan berusia 21 tahun dan laki-laki berusia 25 tahun, itu terus kami lakukan ke masyarakat dan kalangan pelajar di Palas,” katanya.
Harapannya, dengan program Genre yang dilakukan pihak BKKBN Provsu ini, para pelajar dan generasi muda di daerah Provinsi Sumut pada sepuluh tahun ke depan lebih baik dan maju lagi.(rel/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keluarga Besar Mitra Lanud Soewondo bersama DPP SOLITD(Solidaritas Indonesia Tionghoa Demokrasi) dan Total Charity, berkolaborasi melaksanakan bantuan kemanusiaan makanan sehat dan halal seharga Rp1.000. Aksi sosial sekaligus beramal ini dilaksanakan pada Minggu (14/3/2021) siang tadi di wilayah Medan Timur, tepatnya di Jalan Gaharu dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.
Sebelum pembagian, warga yang mengantri diwajibkan memakai masker dan menyemprotkan hand sanitizer yang telah disiapkan panitia. Pembagian yang direncanakan dimulai pukul 11.30 WIB, terpaksa dipercepat karena warga sudah banyak mengantri untuk membeli nasi seharga Rp1.000 dari 250 paket nasi yang disediakan.
Tak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar setengah jam sebanyak 250 paket nasi sudah ludes terjual. “Kami Solidaritas Indonesia Tionghoa Demokrasi (SOLITD) bersama Mitra Lanud dan Total Charity, mengadakan bantuan kemanusiaan dengan kondisi pandemi Covid 19 dan krisis ekonomi, kami memberikan bantuan kemanusiaan berupa makanan dengan harga 1000 rupiah dan uang itu nanti akan kami sumbangkan untuk ke rumah rumah ibadah,” ujar Ketua Umum DPP SOLITD, Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu SH MSi di sela sela pembagian paket nasi.
Menurut dia, kegiatan ini akan dilakukan di seluruh Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. “Harapan kami dapat meningkatkan kepedulian dan empati dari masyarakat yang mampu untuk dapat membantu dengan kondisi saat ini. Harapn kita, pandemi Covid 19 di Indonesia, Sumatera Utara, Kota Medan, cepatlah berlalu, sehingga ekonomi stabil kembali,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Mitra Lanud, Ferdinan Ghodang SE SH MH menimpali, aksi kemanusiaan ini akan dilakukan secara berkesinambungan dengan menyasar kantong kantong warga yang kurang mampu. Ini adalah wujud kolaborasi Mitra Lanud bersama DPP SOLITD dan Total Charity di tengah tengah wabah pandemi Covid 19.
“Kemungkinan untuk minggu depan akan kita laksanakan di wilayah Medan Utara. Ini juga berkat dukungan dari Komandan Lanud Soewondo Kolonel PNB JH Ginting. Kebetulan beliau belum bisa ikut bergabung dengan kita hari ini. Tapi pastinya, beliau sangat munsupport dan mengapresiasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Total Charity Medan, Tingliang penjualan nasi kotak seharga Rp1.000 per paket ini menyasar masyarakat kurang mampu. “Ke depan tetap kita lanjutkan, bukan hanya pandemi ini saja dan kita coba semampu kita untuk membantu meringankan beban masyarakat,” tuturnya.
Tingliang juga berharap, aksi kemanusiaan yang mereka lakukan ini dapat menggerakkan warga lainnya untuk ikut andil dalam berbuat kebaikan. “Harapan kita bisa sedikit meringankan masyarakat dan dijadikan motivasi lah buat teman-teman yang lain untuk mengadakan kegiatan seperti ini,” tandasnya.
Pada aksi kemanusiaan ini, hadir juga Penasehat DPP DR. Soeherman Gatot SH MBA dan Wong Kim Po, DR. Soeherman Gatot SH MBA dan Wong Kim Po, Bendum DPP SOLITD Angel, Korwil DPP Ferri SE, Wakil Ketua Mitra Lanud Thamrin, Ketua Panitia Tjuihok, Ketua SOLITD Sumut Riana, Ketua SOLITD Medan Agus Salim bersama jajaran pengurus lainnya.(adz)
MAGELANG, SUMUTPOS.CO– Kabar gembira datang dari Desa Wisata Karangrejo yang terletak di Magelang Jawa Tengah. Berkat penerapan wisata yang patuh pada standar protokol kesehatan saat pandemi Covid-19 dan ditargetkan menjadi Desa Wisata Mandiri, Desa Wisata Karangrejo mendapatkan sertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Sertifikasi diberikan pada Selasa, (2/3)
Sertifikasi ini menjadi salah satu komitmen baru Kemenparekraf untuk mewujudkan pariwisata yang lestari dan sejahtera. Selain itu, juga sebagai bentuk terlaksananya wisata yang berkualitas ditengah kondisi Covid-19 dengan menerapkan 4K yakni Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.
“Pada kawasan Desa Wisata Karangrejo, PGN berkontribusi melalui penyaluran dana hibah sekitar Rp 4 Milyar untuk pembangunan dan pembinaan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Desa Karangrejo. Balkondes dibangun untuk menguatkan layanan dan meningkatkan kunjungan wisatawan dengan penyediaan layanan kamar homestay,” ungkap Sekretaris Perusahaan PT PGN Tbk, Rachmat Hutama.
Homestay Karangrejo memiliki 20 kamar yang terdiri atas empat homestay family, dua homestay couple, dan empat room single. Masing-masing homestay family memiliki tiga kamar, sedangkan setiap homestay couple memiliki dua kamar.
Bangunan homestay mengusung konsep gabungan tradional dan modern, namun bernuansa pedesaan yang didominasi oleh bagunan kayu, pemandangan bukit dan hamparan hijau. Masing-masing kamar pun memiliki fasilitas yang setara dengan hotel berbintang.
Panggung kesenian juga disediakan dengan desain terbuka dan berlatar belakang sawah serta perbukitan. Panggung ini menghadap pendopo utama yang menjadi fasilitas pendukung untuk pertemuan, jamuan makan, dan bersantai.
Pembangunan pariwisata berkelanjutan dipercaya akan menjadi tren yang dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan, sesuai dengan moto baru Kemenparekraf yaitu Quality and Sustainable Tourism.
Pengelolaan Desa Wisata Karangrejo yang sangat baik berhasil menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Dalam kunjungan kerjanya ke Homestay Desa Wisata Karangrejo, Sandiaga melontarkan pujian.
“Saya sangat berbahagia bahwa Desa Wisata Karangrejo yang sudah kita sertifikasi memiliki Homestay terbaik yang pernah saya lihat dengan standar kelas dunia. Kedua, produk. Saya berterima kasih produk-produk ekonomi yang saya kunjungi sendiri sudah mulai mengadopsi teknologi yang melek digital,” Menparekraf, Sandiaga Uno pada Jumat, (12/3).
Desa Wisata Karangrejo memiliki beberapa destinasi wisata populer seperti wisata sunrise Punthuk Setumbu, Gereja Ayam, Bukit Parede, Bukit Rhema, dan Kebun Buah Karangrejo.
Salain itu, beberapa paket wisata yang bisa dipilih mulai dari wisata edukasi membatik, belajar gamelan, keliling desa menggunakan andong, safari desa dengan mobil VW, keliling desa menggunakan sepeda ontel lengkap dengan pakaian khas pedesaan, belajar masakan tradisional, dan outbond.
“Kalau kesenian, ada beberapa seperti kobro siswo, brondut, jathilan, topeng ireng, dan karawitan. Kami menerima sertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan,” ujar Ketua Desa Wisata Karangrejo, Nuryazid.
Di Desa Wisata Karangrejo juga terdapat beragam kerajinan yang menarik seperti lukisan dari kain perca, kerajinan anyaman bambu, dan bermacam lainnya.
Masyatakat Desa Karangrejo diajak berperan aktif untuk mengelola Balkondes, sehingga Balkondes dapat memberikan manfaat yang besar. Mengingat seluruh keuntungan dari kegiatan wisata di Desa Karangrejo akan masuk ke kelurahan setempat.
“Sebagai bagian dari keluarga besar Holding Migas, kehadiran PGN diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat setempat secara berkelanjutan sesuai dengan semangat energizing community,” tutup Rachmat. (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum dapat memastikan tentang kelanjutan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Medan pada Tahun 2021 ini. Pasalnya sampai saat ini, Pemko Medan melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan belum mendapatkan informasi terkait dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UMKM RI.
T Edriansyah Rendy.
“Untuk BLT UMKM, kita belum tahu apakah lanjut atau tidak. Gak bisa kita pastikan, kita belum ada dapat informasi atau instruksi dari pusat,” ucap Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Zakaria kepada Sumut Pos, Jumat (12/3).
Sebab, kata Zakaria, program BLT senilai Rp2,4 juta bagi para pelaku UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 yang lalu bukan lah program pemerintah daerah ataupun Pemko Medan, melainkan program langsung dari Kementerian Koperasi dan UMKM. Oleh karena itu, pihakjya belum dapat membuka pendaftaran bagi para pelaku UMKM di Kota Medan untuk mendapat bantuan program BLT tersebut.
“Karena itu program pusat, maka yang menentukan bukan Pemko Medan, tapi pusat. Jadi sebelum ada instruksi dari pusat, tentu kita tidak bisa membuka pendaftaran bagi yang berminat untuk mendapatkannya. Kalau sudah ada instruksi, baru kita umumkan dan kita terima pendaftarannya,” ujarnya.
Zakaria juga mengaku belum mengetahui, apakah bila program BLT UMKM tersebut kembali dilanjutkan pada tahun ini, akan tetap senilai Rp2,4 juta atau tidak. “Kalau pun ada lagi, kita juga belum tahu apakah nominalnya tetap Rp2,4juta atau tidak,” katanya.
Hanya saja, berdasarkan informasi yang diketahuinya, besar kemungkinan para penerima BLT UMKM di tahun 2020, tidak lagi bisa menerimanya di tahun 2021 ini. Mengingat tahun lalu, ada begitu banyak para pelaku UMKM yang sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan tersebut, namun tidak mendapatkannya karema keterbatasan kuota.
“Tahun lalu kan ada 2 gelombang pembagiannya. Gelombang pertama sekitar 8 ribuan, gelombang kedua sekitar 42 ribuan, jadi total 50 ribuan yang dapat, dari total itu masih sangat banyak yang belum dapat. Jadi kalaupun ada lagi (program BLT UMKM), tentu yang sudah dapat tidak bisa dapat lagi,” jawabnya.
Selain itu, kata Zakaria, untuk mereka yang belum mendapatkan BLT UMKM di tahun lalu, bila program tersebut kembali ada di tahun ini, maka para pelaku UMKM wajib mendaftarkan diri kembali.
“Wajib daftar lagi, bukan berarti yang sudah daftar tahun lalu dan belum dapat lalu tidak perlu daftar lagi di tahun ini. Sebab bisa saja tahun lalu usahanya masih ada, tapi tahun ini tidak ada lagi. Itu pun kalau programnya ada lagi ya. Makanya kita tunggu saja dulu infonya dari pusat, kalau ada nanti akan kita infokan lagi,” pungkasnya.
Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Medan, T Edriansyah Rendy SH meminta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan untuk semakin giat dalam melakukan pembinaan-pembinaan kepada para pelaku UMKM di Kota Medan.
“Kalau soal BLT, ya sudah, kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. Kalau ada, ya Dinas Koperasi harus segera mengumumkannya. Tapi kalaupun tidak, Dinas Koperasi masih punya tugas penting lainnya, khususnya melakukan pembinaan dan menyiapkan ‘wadah’ kepada para pelaku UMKM di Kota Medan,” kata Rendy kepada Sumut Pos, Jumat (12/3).
Dikatakan politisi muda Partai NasDem itu, saat ini ada banyak sekali para pelaku UMKM yang kesulitan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Selain itu, dampak pandemi Covid-19 juga memukul daya beli masyarakat dalam membeli produk-produk yang dijual pada pelaku UMKM tersebut.
Sebab kata Rendy, masalah yang paling sering muncul saat ini bukan cuma masalah modal, tapi juga masalah pemasaran. Bahkan, pemasaran merupakan inti dari persoalan para pelaku UMKM di Kota Medan saat ini.
“Kita harapkan Dinas Koperasi bisa membantu para pelaku UMKM dengan menyiapkan pasar bagi mereka agar produk yang mereka buat dan mereka jual bisa laku terjual. Alhasil, apa yang mereka kerjakan tidak sia-sia. Pelatihan memang penting, tambahan modal juga sangat penting. Tetapi pemasaran sangat menentukan, apakah usaha tersebut bisa lanjut atau tidak,” jelasnya.
Rendy meminta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan sebagai counterpartnya di Komisi III untuk lebih memperhatikan dan fokus kepada pola pemasaran bagi produk-produk UMKM di Kota Medan. Mengingat lagi, program pengembangan UMKM menjadi salah satu target Pemko Medan di bawah kepemimpinan Bobby Nasution. (map/ila)
SERTIJAB:
Mantan Kapoldasu Irjen Pol Martuani dan Kapoldasu yang baru, Irjen Pol Panca, saling memberi hormat pada kegiatan sertijab.
SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melaksanakan upacara penyerahan Pataka Satya Bakti Jaya di Lapangan KS Tubun Mapoldasu, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (12/3). Upacara penyerahan Pataka Satya Bakti Jaya itu dilaksanakan dari Kapolda Sumut yang lama, Irjen Pol Martuani Sormin kepada Kapolda Sumut baru Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.
SERTIJAB:
Mantan Kapoldasu Irjen Pol Martuani dan Kapoldasu yang baru, Irjen Pol Panca, saling memberi hormat pada kegiatan sertijab.
Turut hadir dalam penyerahan Pataka Satya Bakti Jaya seluruh PJU Polda Sumut dan para Kapolres/tabes dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
Usai menerima pataka, Irjen Pol Panca Putra mengatakan, serah terima pataka bagian dari pelaksanaan serah terima jabatan Kapolda Sumut. “Sebagai orang baru saya memohon dukungan dari seluruh personel untuk dapat menjalankan tugas pengabdian di Polda Sumut,” katanya saat memberikan sambutan.
Panca mengungkapkan, pengabdian yang diberikan dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas di Sumatera Utara tetap kondusif serta mewujudkan program Kapolri yang menjadikan Polri Presisi. “Saya harapkan kepada seluruh rekan-rekan dapat menjalankan tugas dan hadir di tengah-tengah masyarakat mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas di Sumut,” ujar Panca.
Mantan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) itu menegaskan, dalam menghadapi Covid-19 kepada seluruh personel untuk tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan tetap mengutamakan prokes secara ketat. “Program penanganan Covid-19 yang telah berjalan dengan baik untuk terus dilaksanakan. Sehingga penyebaran Covid-19 di Sumut bisa diatasi,” tegasnya.
Sementara itu, Irjen Pol Martuani Sormin selaku Kapolda Sumut yang lama mengatakan, mutasi merupakan program rutin Polri dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan bersifat biasa.”Sudah banyak yang saya kerjakan selama menjabat sebagai Kapolda Sumut. Dan hari ini tongkat estafet saya serahkan kepada Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak sebagai Kapolda Sumut yang baru maka berakhirlah tugas saya di Sumut,” ujarnya.
Martuani tak lupa menyampaikan permohonan maafnya, apabila selama bertugas di Polda Sumut adanya kesalahan. “Saya juga memohon maaf apabila selama bertugas di Polda Sumut adanya kesalahan. Semoga dengan kepemimpinan Kapolda Sumut yang baru mampu menyelesaikan seluruh tugas yang belum dituntaskan,” pungkasnya. (mag-1/ila)
KOMPAK: Mahasiswa asal Papua di Medan, berjanji kompak menjaga Kamtibmas di Sumut. dewi/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) beserta jajarannya telah melaksanakan langkah-langkah penggalangan dan monitoring terhadap mahasiswa Papua di Kota Medan.
KOMPAK: Mahasiswa asal Papua di Medan, berjanji kompak menjaga Kamtibmas di Sumut. dewi/sumut pos.
Tujuan penggalangan tersebut, yakni untuk mengantisipasi pergerakan mahasiswa Papua di Sumut terkait penanganan aksi unjuk rasa (Unras) di Malang.
“Polda Sumut telah melaksanakan pertemuan bersama tokoh mahasiswa Papua Ince Weya selaku Koordinator Mahasiswa IMP Unimed dan Penasehat Mahasiswa Papua di Sumut bersama Ketua IMP Sumut Yohana Tabuni, dalam rangka antisipasi berkembangnya potensi gangguan kamtibmas,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada sejumlah wartawan di Medan, Jumat (12/3).
Dijelaskannya, Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) Sumut sampai saat ini masih belum menerima surat ajakan dukungan moral dari mahasiswa Papua se-Indonesia untuk bersama-sama melakukan aksi turun ke jalan menuntut kasus yang terjadi di Polresta Malang. “Dari hasil pertemuan dangan rekan-rekan mahasiswa Papua dan anggota IMP (Ikatan Mahasiswa Papua) Sumut sepakat untuk selalu menjaga kekondusifan wilayah Sumut, khususnya Kota Medan,” jelasnya.
Polda Sumut juga telah memberikan imbauan agar seluruh mahasiswa Papua di Sumut tetap menahan diri dan tidak melakukan unjuk rasa dalam menyikapi suatu isu. “Selalu komunikasi dan koordinasi dengan Polri bila ada sesuatu halbyang dinilai bisa menimbulkan polemik,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Aliansi Mahasiswa Papua melaporkan Kapolresta Malang Kombes (Pol) Leonardus Simamarta ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Leonardus dilaporkan atas dugaan ujaran rasialisme saat pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa Papua pada 8 Maret 2021.
Ujaran rasialisme itu diucapkan Leonardus saat mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Solidaritas Papua Bersama Rakyat (Gempur) di Malang, Jawa Timur pada 8 Maret 2021. Saat itu, massa menggelar aksi tentang hak perempuan dan penolakan terhadap otonomi khusus (Otsus) Papua yang akan diperpanjang. Namun, unjuk rasa itu kemudian diwarnai aksi dorong antara mahasiswa dan plisi.
Ketika itulah, Kapolres Leonardus diduga mengucapkan pernyataan yang belakangan dianggap merupakan ujaran rasialisme. Menurut Michael, Leonardus meneriakan kalimat perintah kepada anak buahnya yang dianggap mengandung rasialisme. Ucapan Leonardus dinilai memukul perasaan masyarakat Papua. (mag-1/ila)
BERKAS:
Lurah
Timbang Deli James RE Simanjuntak (kanan), menyerahkan berkas kepada warga dengan menggunakan kereta delivery Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Kelurahan Timbang Deli Medan Amplas, kini semakin dipermudah untuk pelayanan pengurusan dokumen kependudukan. Saat ini, pihak kelurahan tersebut memberikan pelayanan jemput dan antar berkas dokumen.
BERKAS:
Lurah
Timbang Deli James RE Simanjuntak (kanan), menyerahkan berkas kepada warga dengan menggunakan kereta delivery Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.
Pelayanan jemput dan antar berkas dokumen kependudukan itu, dilaunching Camat Medan Amplas Drs Edi Mulia Matondang, M.AP di Halaman Kantor Kecamatan Medan Amplas Jalan Garu III, Selasa (9/3).
Edi Mulia mengatakan, launching kereta delivery yang digagas Kelurahan Timbang Deli ini untuk memudahkan masyarakat, khusus masyarakat yang ada di wilayah Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.
“Di masa wabah pandemi virus Corona ini, kita memberikan pelayanan penjemputan berkas langsung ke warga. Sehingga, warga tidak perlu pergi lagi ke kantor Kelurahan dan Kecamatan Medan Amplas dalamn
mengurus administrasi kependudukan, seperti pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) serta Akta Lahir anak dan surat keterangan lainnya. “Dengan adanya Kereta Delivery ini membuat warga lebih mudah dalam berurusan. Sehingga warga juga bisa terhindar dari virus Corona, “ bilang Edi.
Edi mengatakan, ke depannya pihak Kecamatan Medan Amplas akan membuat kereta delivery di setiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Amplas. “Ada 7 Kelurahan di Kecamatan Medan Amplas. Dalam waktu dekat ini akan ada kereta Delivery,” kata Edi.
Edi berpesan kepada pihak kelurahan di wilayah kerjanya untuk dapat terus memberikan pelayanan administrasi yang baik dan mudah terhadap masyarakat di masa pandemi virus Corona ini “Saya yakin pihak Kelurahan lainnya bisa memberikan pelayanan yang lebih mudah dan dekat langsung kepada masyarakat,” bilangnya.
Lurah Timbang Deli James R.E. Simanjuntak, S.STP mengatakan, kereta delivery ini merupakan ide dan wacana dari Camat Medan Amplas. Tujuannya, untuk memudahkan masyarakat Kecamatan Medan Amplas, khususnya Kelurahan Timbang Deli dalam urusan pelayanan administrasi di masa pandemi virus Covid-19. “Ini bentuk pelayanan terdekat kepada masyarakat untuk menjemput bola,” kata James.
Menurut James, sejauh ini kereta delivery sudah mengantarkan berkas pengurusan langsung ke rumah masyarakat di Kelurahan Timbang Deli seperti memberikan E-KTP,KK, surat keterangan lainnya kepada masyarakat. “Kereta delivery ini juga melayani pada malam hari,”bilangnya.
Warga Kelurahan Timbang Deli cukup berkoordinasi kepada pihak Kepala Lingkungan. Kemudian, Kepala Lingkungan setempat akan berkoordinasi kepada pihak petugas delivery dalam menjemput dan mengantar berkas warga.”Pelayanan ini tidak dipungut biaya sepeserpun,” pungkas James. (rel)
KUKUHKAN:
Ketua Harian KNRP Azhar Suhaimi Lc MA, foto bersama pengurus KNRP Sumut periode 2021-2024 di Sekretariat KNRP Sumut Jalan M Nawi Harahap No 90 A, Sabtu(6/3) lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mengoptimalkan peran Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Ketua Harian KNRP Azhar Suhaimi Lc MA mengukuhkan kepengurusan KNRP Sumut periode 2021-2024 di Sekretariat KNRP Sumut Jalan M Nawi Harahap No 90 A, Sabtu(6/3) lalu.
KUKUHKAN:
Ketua Harian KNRP Azhar Suhaimi Lc MA, foto bersama pengurus KNRP Sumut periode 2021-2024 di Sekretariat KNRP Sumut Jalan M Nawi Harahap No 90 A, Sabtu(6/3) lalu.
Sesuai Surat Keputusan No 034/Int/SK/KNRP-Pusat/II/2021 tentang pengangkatan pengurus KNRP Sumut, H Umar Mukhtar Siregar Lc MA sebagai Koordinator KNRP Sumut, Al Ikhlas SE Divisi Program dan Haris Sucipto MSi Divisi Operasional terhitung tanggal 19 Februari 2021. Pengukuhan pengurus baru langsung dihadiri Sekretaris Jendral KNRP Suhartono TB Lc MA, Duta Sosialisasi Palestina H Sarwedi Hasibuan Lc MA dan pengurus wilayah KNRP Sumut serta relawan penggiat ke-Palestina-an.
Wajah baru kepengurusan KNRP Sumut diharapkan mampu mengoptimalkan kerja-kerja serta peran KNRP terhadap rakyat Palestina dalam mengajak, menghimpun, juga mengedukasi masyarakat Sumatera Utara untuk terus berjuang demi tercapainya kemerdekaan Palestina.
H Umar Mukhtar Siregar Lc MA mengatakan, amanah adalah sebuah ujian yang harus disabari dalam menjalankannya dan senantiasa selalu mengharap ridho Allah Swt agar mampu mempertanggungjawabkan amanah ini kelak. “Semoga pengurus wilayah KNRP Sumatera Utara maupun daerah serta relawan penggiat ke-Palestina-an dapat bersinergi untuk terus bergerak memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” pungkas Umar. (rel/adz)
KARO, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Drs. Kamperas Terkelin Purba, M.Si didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Kabanjahe dr. Arjuna Wijaya, S.Pp melaksanakan kegiatan donor darah di Rumah Sakit Umum Kabanjahe.
Kegiatan donor darah ini merupakan program rutin yang dilaksankan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Drs. Kamperas Terkelin Purba, M.Si bersama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo khusunya ASN yang bertugas di Sekretariat Daerah Kabupaten Karo.
Drs. Kamperas Terkelin Purba, M.Si menyampaikan walaupun saat ini masih di dalam suasana pandemi Covid-19 beliau mengajak kepada semua kalangan baik itu dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Karo, maupun Masyarakat Kabupaten Karo untuk berpartisipasi dan bergabung dalam kegiatan rutin donor darah.
“Kegiatan donor darah ini juga selain untuk kebugaran tubuh kita, juga dapat menlancarkan sirkulasi peradaran darah di dalam tubuh sehingga sel-sel darah yang lama dapat digantikan dengan sel-sel darah yang baru. Selain itu, setetes darah yang kita donorkan bisa membantu masyarakat ketika membutuhkan darah ketika ditimpa musibah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga, Kamperas turut memerintahkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Karo Frans Leonardo Surbakti, S.STP agar mengajak dan menghimbau kepada rekan-rekan jurnalis, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo agar dapat mengikuti kegiatan donor darah untuk menjaga kesehatan dan membantu sesama. (deo)
SOSIALISASI: Anggota Komisi IX DPR RI, DR Saleh Partaonan Daulay, MAg, MHum, MA.
LABURA, SUMUTPOS.CO – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut bekerja sama dengan Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi Pembangunan Keluarga di Desa Londut, Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara, baru-baru ini. Hadir di kegiatan ini Anggota Komisi IX, DR. Saleh Partaonan Daulay, MAg, MHum, MA.
SOSIALISASI: Anggota Komisi IX DPR RI, DR Saleh Partaonan Daulay, MAg, MHum, MA.
Kabid KSPK BKKBN Provsu, Dra Lucy Destriati menyampaikan, para generasi muda dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bersungguh-sungguh, agar menambah wawasan dan pengalaman yang lebih baik.
“Belajar itu, bukan hanya di dalam ruangan kelas, tetapi juga di kegiatan-kegiatan seperti ini. Generasi berencana atau Genre, ini juga satu materi pembelajaran yang seyogyanya bisa diketahui oleh para generasi muda,” ujarnya.
“Akan tetapi, untuk kegiatan sosialisasi rencana usia menikah, untuk perempuan berusia 21 tahun dan laki-laki berusia 25 tahun, itu terus kami lakukan ke masyarakat dan kalangan generasi muda,” katanya.
“BKKBN Provsu memiliki program Genre yang tujuannya adalah untuk membekali para generasi muda, untuk menjadi generasi emas dan generasi unggul, ke depannya generasi muda di Indonesia akan siap bersaing secara kualitas dengan generasi muda di seluruh dunia,” ucapnya.
Harapannya, dengan program Genre yang dilakukan pihak BKKBN Provsu ini, para pelajar dan generasi muda di daerah Provinsi Sumut pada sepuluh tahun ke depan lebih baik dan maju lagi. Saleh Partaonan Daulay mengajak para generasi muda di daerah ini untuk mempersiapkan dirinya menjadi genre, siap menuju generasi emas, berkualitas tanpa batas di era milenial.(rel/han)