26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3648

Puluhan Jurnalis di Sumut Disuntik Vaksin

VAKSIN: Seorang jurnalis yang bertugas di lingkup Pemprov Sumut, disuntik vaksin Covid-19 usai silaturahmi bersama Gubsu Edy di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (2/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program vaksinasi Covid-19 secara nasional kini menyasar ke insan pers di Sumatera Utara, terutama yang bertugas meliput kegiatan di lingkup Pemprov Sumut. Bertempat di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, puluhan jurnalis mengikuti vaksinasi Covid-19.

VAKSIN: Seorang jurnalis yang bertugas di lingkup Pemprov Sumut, disuntik vaksin Covid-19 usai silaturahmi bersama Gubsu Edy di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (2/3).

Menurut Koordinator Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut sekaligus Kepala Diskominfo Sumut, Irman Oemar, vaksinasi terhadap wartawan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumut. Terlebih pada tahap kedua vaksinasi ini, pekerja publik termasuk wartawan menjadi prioritas untuk diberikan vaksin.

“Di tahap kedua, Pemerintah Sumut memfokuskan bagi pejabat publik, orang-orang yang berinteraksi dengan orang banyak. Salah satunya kawan-kawan media. Oleh karena itu, hari ini diberi prioritas kepada media yang selama ini bersama Bapak Gubernur, meliput kegiatan beliau diberikan vaksinasi,” katanya menjawab wartawan di sela-sela kegiatan vaksinasi.

Irman berharap, pascavaskinasi imunitas para wartawan menjadi meningkat. Selain itu, media bisa menyampaikan kepada masyarakat efek dari penyuntikan vaksin Covid-19. “Harapannya kawan-kawan media bisa mempublikasikan kepada masyarakat yang masih ragu terhadap vaksin, bahwa vaksin itu aman dan halal,” ungkapnya.

Salah seorang wartawan, Amir Syarifuddin mengapresiasi Pemprov Sumut yang telah mau memprioritaskan wartawan sebagai penerima vaksin Covid-19. “Kami ucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumut, karena kami masuk skala prioritas dalam vaksinasi tahap kedua ini,” ucapnya usai disuntik vaksin.

Ia pun mengaku, usai beberapa menit mendapat suntikan vaksin tidak merasakan gejala apapun. Apalagi sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, tim medis terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi tubuh dan riwayat kesehatan. “Tidak ada merasakan apapun. Diperiksa juga kesehatan dan riwayat sebelum disuntik. Aman dan nyaman,” pungkasnya.

Silaturahmi

Sebelum kegiatan vaksinasi, Gubsu Edy Rahmayadi dan organisasi perangkat daerah Pemprov Sumut melaksanakan silaturahmi bersama insan pers. Pertemuan secara berkala ini bertujuan untuk menyerap sejauh mana program pembangunan Pemprov Sumut terlaksana atau belum terlaksana kepada masyarakat.

“Selama ini semuanya kita sampaikan kepada masyarakat bagaimana program pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Untuk itu perlu peran media agar ini semua tersampaikan dengan baik, masyarakat menerima informasi yang benar. Jangan terjebak dalam berita bohong (hoaks),” ujar Gubsu Edy Rahmayadi.

Ia menyampaikan komitmen sekaligus arahan kepada sejumlah pimpinan OPD yang hadir untuk bisa memberikan akses informasi kepada media. Mengingat apa yang telah dijalankan selama periode kepemimpinan dirinya bersama wakilnya, Musa Rajekshah, perlu mendapat tempat di masyarakat melalui peran media massa sebagai satu dari sekian banyak corong informasi publik. “Kita sampaikan (lagi) kepada para pimpinan OPD agar bisa terbuka kepada wartawan. Kalau ke saya, kan itu tidak susah. Anda-anda ini kan selalu wawancara saya,” ujarnya.

Sebelumnya, silaturahmi diawali jalan pagi bersama antara Gubsu Edy dengan sejumlah wartawan yang dimulai dari rumah dinas Gubsu ke beberapa titik jalan protokol di Kota Medan. Turut mendampingi Gubsu, Asisten Administrasi Umum M Fitriyus, Kepala Dinas Kesehatan Alwi Mujahit, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Armansyah Effendy Pohan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ardan Noor, dan Dirut PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi.

Vaksin Nakes Hampir Rampung

Pemko Medan melalui Satgas Penanganan Covid-19, memastikan jika proses vaksinasi di Kota Medan terus berjalan dan semakin masif. Bahkan proses vaksinasi untuk seluruh tenaga kesehatan (nakes) di Kota Medan, dinyatakan hampir rampung.

“Alhamdulillah kalau untuk nakes sudah hampir rampung, sudah semua. Hanya saja, ada yang belum divaksinasi untuk yang kedua kalinya. Karena vaksinasi ini kan harus dua kali, tak boleh sekali saja,” ucap jubir Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes kepada Sumut Pos, Selasa (2/3).

Dikatakan Mardohar, saat ini Pemko Medan tengah berfokus dalam melanjutkan proses vaksinasi kepada target utama lainnya, yakni masyarakat yang tergolong warga lanjut usia (lansia). “Ini sudah mulai berjalan vaksinasi untuk lansia. Mau tidak mau lansia harus jadi fokus utama setelah nakes. Sebab memang saat ini jumlah lansia yang terpapar cukup tinggi, sedangkan mereka masuk dalam kategori yang rentan untuk mengalami gejala yang lebih berat,” ujarnya.

Setelah itu, kata Mardohar, Pemko Medan akan melakukan vaksinasi kepada masyarakat dengan aktivitas pelayanan publik. “Sebab mereka yang setiap harinya melakukan pertemuan atau kontak langsung dengan masyarakat. Selain mereka rentan tertular, mereka juga rentan menularkan. Itu sebabnya, pelayanan publik harus masuk kategori utama, itu salah satu kunci memutuskan mata rantau pendemi,” katanya.

Selain itu, TNI/Polri bersama wartawan, juga akan masuk dalam prioritas vaksinasi kedepannya. Sebab, profesi-profesi tersebut juga melakukan aktivitas yang tinggi dalam melakukan kontak langsung dengan orang banyak. “Tapi tadi yang kita dengar dari rapat bersama, untuk di Kota Medan, wartawannya harus yang ber KTP Kota Medan. Tapi nanti teknisnya bagaimana akan ditentukan kembali,” terangnya.

Di sisi lain, Mardohar juga menerangkan kondisi penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Medan hingga saat ini. Ia menyebutkan, jika angka penularan setiap harinya di Kota Medan terbilang cukup tinggi, bahkan mencapai rata-rata 50 orang setiap harinya. “Rata-rata sampai 50 orang setiap harinya. Angka kesembuhan senenarnya juga cukup tinggi, tapi gak sedikit lebih rendah dari angka penularan. Sedangkan angka kematian memang masih tergolong rendah, rata-rata 2 sampai 3 orang per minggunya, itupun rata-rata yang berusia lanjut atau punya penyakit bawaan atau Komorbid,” jelasnya.

Hanya saja, jumlah ruang rawat inap atau isolasi di RS untuk pasien Covid-19 di Kota Medan masih cukup tersedia, walaupun relatif padat. Hal ini bisa terjadi karena banyaknya pasien Covid-19 di Kota Medan yang memilih untuk isolasi mandiri di rumah. “Kita minta yang isolasi mandiri agar benar-benar mengisolasi diri, bukan malah tetap melakukan kontak dengan orang lain, termasuk anggota keluarga,” jawabnya.

Mardohar juga menekankan, agar masyarakat Kota Medan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat, supaya proses pemutusan pandemi Covid-19 dapat segera terjadi. “Alhamdulillah, sudah banyak masyarakat yang sadar pentingnya vaksinasi, hampir jarang kita menemukan ada yang menolak untuk di vaksin. Akan tetapi, masih banyak juga masyarakat yang tidak menetapkan prokes secara disiplin, padahal ini sangat berperan besar dalam menuntaskan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution, menegaskan jika proses vaksinasi di Kota Medan terus berjalan. Bahkan, Pemko Medan tengah berusaha untuk menuntaskan tahapa demi tahapan Vaksinasi di Kota Medan. Terakhir, Bobby Nasution juga melakukan peninjauan proses vaksinasi di Kota Medan, yakni di Terminal Amplas, Terminal Pinangbaris, Pasar Titi Kuning dan Pasar Sei Sikambing Kota Medan.

Bobby berharap, melalui vaksinasi yang dilakukan saat ini, pihaknya berharap agar warga Kota Medan dapat memiliki kekebalan massal minimal 70 persen. Dengan demikian, aktivitas warga Kota Medan kedepannya dapat dilakukan dengan lebih tenang. Dengan hal itu, perekonomian di Kota Medan dapat kembali bangkit. (prn/map)

Corona B117 Sudah Masuk Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pada 2 Maret 2020 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Tanah Air. Tepat satu tahun pandemi Covid-19, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengumumkan kabar mengejutkan. Telah ditemukannya kasus mutasi virus SARS-COV-2 dari Inggris di Tanah Air.

DANTE menyampaikan, ada dua kasus mutasi Virus Corona yang berasal dari Inggris. Dua pasien itu merupakan kasus pertama mutasi baru Virus Corona B117 di Tanah Air yang baru diketahui pada Senin (1/3) kemarin. “Tepat satu tahun hari ini, kita menemukan mutasi B117, UK mutation, di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan dua kasus,” kata Dante, Selasa (2/3)n

Varian baru Virus Corona B117 ini diketahui lebih mudah menular hingga 70 persen dibanding varian awal yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok. Meskipun begitu, para ilmuwan yakin bahwa sistem kekebalan tubuh manusia bisa melawan varian baru Virus Corona asal Inggris tersebut.

Dante mengakui, kemunculan mutasi baru virus corona itu menjadi tantangan bagi penanganan Covid-19 di Tanah Air. Sebab, pandemi Covid-19 memang belum mereda. “Mudah-mudahan kolaborasi yang kita kerjakan dari masyarakat, Kementerian Kesehatan, dan Kemenristek itu akan membuat hal positif yang akan membuat kita keluar dari pandemi ini,” ujar Dante.

Dante juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam terhadap 36 ribu jiwa lebih yang meninggal akibat virus pernapasan itu dalam rentang waktu setahun ini. Dia menganalogikan bahwa menghadapi Covid-19 ibarat sedang menghadapi perang dunia ketiga. “Ini adalah pengalaman tragis sebagai konsekuensi dari apa yang terjadi di seluruh dunia yang tidak bisa kita bendung,” kata Dante.

“Saya selalu menganggap proses ini sama dengan proses perang dunia ketiga, perang dunia pertama kontak fisik, perang dunia kedua kontak fisik, perang dunia ketiga yang kita hadapi sekarang di seluruh dunia adalah kontak dengan musuhnya yang kasat mata,” katanya.

Dante menambahkan, proses yang kasat mata memberikan implikasi banyak hal. Dan berpengaruh tidak saja pada proses kesehatan tetapi berdampak pada faktor ekonomi. “Kontraksi ekonomi terjadi di mana-mana, banyak negara mengalami resesi. Ini juga terjadi pada skala mikro, dan di proses pendidikan, anak-anak kita tidak bisa bersekolah, mereka kehilangan momentum sosial, kehilangan momentum bermain, dan beberapa masyarakat akan terpengaruh karena kontraksi ekonomi ini berimbas pada perang dunia ketiga yang kita hadapi sekarang,” jelasnya.

Dante memahami masyarakat juga sudah mulai lelah, frustasi, karena proses isolasi yang harus dijalani selama satu tahun ini. Akan tetapi, lanjutnya, rasa jenuh dan berduka cita harus dijalani dengan kebersamaan.

“Kita tidak pernah tahu pandemi ini akan selesai atau mungkin tidak akan pernah selesai. Sehingga kita masuk pada tatanan baru, dunia baru, di mana kita harus hidup secara manusia dengan modal yang kita lakukan sekarang ini, tetap menggunakan masker, menjaga jarak, kita harus melakukan aktivitas sosial yang harus disesuaikan dan sebagainya,” tuturnya.

Dante menegaskan, pemerintah dan masyarakat bersama melakukan 3M dan 3T. Yakni testing, tracing, dan treatment. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran puskesmas sebagai sektor strategis di masyarakat yang paling dekat dengan masyarakat dengan tracer yang lebih banyak lagi dari sekarang. Akan menggunakan 80-100 ribu babinsa dan babinkamtibnas serta kader puskesmas untuk mencari kontak erat orang yang belum terdiagnosis. “PR ini harus mendapat dukungan dari semua pihak sehingga proses di hulu akan memberikan kontribusi yang sangat efektif untuk mengatisipasi pandemi,” katanya.

Selain itu, stigma negatif untuk pasien Covid-19 itu juga menjadi salah satu tantangan proses tracing. Orang yang dianggap Covid-19 kemudian merasa dikucilkan masyarakat. “Ini yang harus kita ubah, stigma ini PR kita bersama terutama di Kemenkes untuk melakukan kegiatan promotif di masyarakat agar lebih mengerti kebersamaan ini akan menuntun kita pada keluarnya kita dari masa pandemi,” jelasnya.

Lalu kemudian vaksinasi sebagai salah satu harapan. Baru 1,8 juta orang divaksinasi. Masih 180 juta lain yang akan divaksinasi. “Vaksinasi ini akan gagal kalau tracing dan testing tidak kuat, vaksinasi akan sukses kalau kita masuk flattening the curve, itu harus didorong dulu dengan testing dan tracing yang kuat di masyarakat, kalau itu berjalan ditambah dengan vaksinasi maka akan jadi endemi, kalau endemi terjadi maka terjadi eradikasi atau pemberantasan penyakit,” jelasnya.

IDI: Prokes Jangan Kendur

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengatakan, adanya temuan mutasi Sars-Cov2 yang masuk ke Indonesia, semakin menguatkan protokol kesehatan 3M penting dijalankan. “Karena dinamikanya luar biasa dan mutasinya di berapa tempat dan yang terbaru dari Inggris ini semakin menguatkan ke kita bahwa langkah 3M itu tidak boleh kendor,” ujar Daeng.

Ia mengatakan, meski vaksinasi terus berjalan namun pelayanan terhadap yang sakit harus dilakukan. Kemudian strategi testing, tracing, dan treatment juga dilakukan. “Tapi 3M ini tidak boleh kendor karena untuk mengurangi penapis atau membentengi dari mutasi mutasi yang berubah terus ya apalagi mutasi baru yang kita takutkan dari Inggris ini,” ungkapnya.

“Kalau 3M tidak kendor maka saya yakin pasti kita masih bisa menangkal Virus Corona,” sambung Daeng. 3M dimaksud adalah singkatan dari rajin Mencuci tangan. Memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19.

Presiden: Sudah Maksimal

Hingga kini, angka penularan Covid-19 tak pernah berhenti dan terus saja bertambah. Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan Covid-19 di dalam negeri melalui banyak kebijakan.

“Pemerintah terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19 melalui sejumlah kebijakan, antara lain berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dengan melibatkan perangkat pemerintahan hingga unsur terkecil di tingkat RT/RW,” ujar Jokowi melalui akun Instagram resminya, Selasa (2/3).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, saat ini Indonesia sedang melakukan vaksinasi Covid-19. Itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di dalam negeri. “Vaksinasi massal nasional telah kita mulai 13 Januari lalu dengan menyasar para tenaga kesehatan. Pada tahap kedua yang kini berlangsung, vaksinasi ditujukan untuk 16.9 juta pelayan dan pekerja publik, serta 21.5 juta penduduk lanjut usia,” katanya.

Tak lupa, Jokowi juga berpesan kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

“Pada saat yang sama, kita semua tetap harus disiplin melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkasnya.

24.795 Warga Sumut Terpapar Covid

Di Indonesia, Covid-19 telah menginfeksi sebanyak 1.347.026 orang, dengan 1.160.863 di antaranya sembuh  dan 3.618 lainnya meninggal dunia, hingga Selasa (2/3). Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, di Sumut kasus konfirmasi positif Covid-19 telah menginfeksi 24.795 orang. Dari jumlah tersebut, 21.422 orang di antaranya sembuh dan 841 lainnya meninggal dunia. “Kasus suspek juga masih saja terus ditemukan. Bahkan perhari ini, tercatat ada 702 orang dari 12 kabupaten/kota yang menunggu hasil swab,” ungkapnya.

Aris memaparkan, jumlah kasus konfirmasi sebanyak 24.795 orang tersebut setelah bertambah 129 kasus baru yang didapatkan dari 13 kabupaten/kota. “Kasus baru positif paling banyak dari Medan 66 orang, Asahan 12 orang, Simalungun 9 orang, Serdang Bedagai 8 orang dan Tanjung Balai 7 orang,” kata dia.

Ia melanjutkan, penambahan kasus baru juga masih didapatkan dengan angka kematian akibat Covid-19. Kali ini, sebanyak 3 kasus baru yang diperoleh dari Medan. “Akumulasi angka kematian saat ini 841 orang,” bebernya.

Namun demikian, sambung Aris, angka kesembuhan juga bertambah yaitu 108 kasus baru dari 7 kabupaten/kota. Terbanyak, dari Medan 89 orang, Serdang Bedagai 7 orang, Samosir 5 orang, dan Karo 4 orang. Dengan penambahan tersebut, akumulasinya kini menjadi 21.422 orang yang sembuh dari corona.

“Dengan demiikian, berdasarkan data kasus baru tersebut diketahui angka penderita Covid-19 aktif di Sumut sebanyak 2.532 orang. Angka ini sedikit meningkat dibanding hari sebelumnya, 2.514 orang. Dari jumlah 2.532 penderita Covid-19 aktif tersebut, 618 orang isolasi di rumah sakit dan 1.914 orang isolasi mandiri,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan Satgas Penanganan Covid-19 Pusat per 28 Februari 2021 yang disampaikan melalui covid19.go.id, di Sumut terdapat 22 daerah dengan zona kuning (resiko rendah. Kemudian sembilan daerah berzona oranye (risiko sedang) dan dua daerah berzona hijau (tidak ada kasus).

Untuk zona kuning, daerah tersebut adalah, Tapteng, Taput, Tapsel, Nias, Langkat, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Dairi, Toba Samosir, Madina, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Padang Sidimpuan, Humbahas, Samosir, Sergai, Paluta, Padang Lawas, Sibolga dan Tanjung Balai.

Sedangkan zona oranye, yaitu Karo, Deliserdang, Gunung Sitoli, Batubara, Labusel, Labura, Medan, Pematang Siantar dan Binjai. Lalu zona hijau adalah Nias Utara, Nias Barat.

Terkait vaksinasi Covid-19 dosis 1 terhadap tenaga kesehatan (nakes) 33 kabupaten/kota di Sumut, saat ini mencapai 90,3% atau 64.158 nakes. Sedangkan dosis 2 mencapai 54,6% atau 38.797 nakes.

Aris menyebutkan, dari 33 daerah yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 1, paling banyak nakes di Medan 20.103 orang. Selanjutnya, disusul Deli Serdang 4.813 orang, Langkat 3.065 orang, Pematangsiantar 2.514 orang, dan Simalungun 2.314 orang. Sementara paling sedikit ialah Pakpak Bharat 425 orang dan Nias Barat 502 orang. “Vaksinasi Covid-19 bagi nakes masih terus berjalan dan sudah 90% persen lebih. Mudah-mudahan dalam bulan ini selesai dosis dan juga dosis 2,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk 38.797 nakes yang sudah disuntik vaksin dosis 2, meliputi 32 kabupaten/kota. Sebab, Kabupaten Nias Barat belum ada melaporkan data vaksinasi nakes dosis 2. “Jumlah terbanyak nakes divaksin dosis 2 juga dari Medan 13.065 orang, Deli Serdang 3.951 nakes, Langkat 2.177 nakes, Simalungun 2.090 nakes, dan Pematangsiantar 2.078 nakes,” tandasnya. (jpg/bbs/ris)

Sinabung Semburkan Abu Vulkanik, 3 Kecamatan Gelap

ERUPSI: Gunung Sinabung kembali bererupsi dibarengi luncuran awan panas guguran, Selasa (2/3) pagi. Akibatnya, tiga kecamatan di Karo gelap tertutup abu vulkanik.

KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung kembali ‘mengamuk’, Selasa (2/3) pagi. Erupsi dibarengi dengan luncuran awan panas guguran (APG). Puluhan desa di tiga kecamatan, dihujani abu vulkanik dan sempat gelap karena tebalnya abu tak tertembus sinar matahari.

ERUPSI: Gunung Sinabung kembali bererupsi dibarengi luncuran awan panas guguran, Selasa (2/3) pagi. Akibatnya, tiga kecamatan di Karo gelap tertutup abu vulkanik.

Info yang dihimpun dari Pemantau Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung Badan Geologi, Desa Dokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, guguran awan panas terjadi karena kubah lava membeku dengan jarak luncuran hingga 4.500 meter ke arah tenggara dan terpantau tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter.

Guguran awan panas peristiwa terjadi sebanyak 3 kali masing-masing pada pukul 07.07 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter, kemudian pukul 07.11 WIB dengan jarak luncur 3.000 meter dan pada pukul 07.15 WIB dengan jarak luncuran 4.500 meter.

Sementara itu, sebanyak 17 desa di Kecamatan Tiganderket, 8 desa di Kecamatan Kutabuluh dan 15 desa di Kecamatan Tigabinaga terdampak abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

Guguran juga berdampak permukiman dan lahan pertanian.

Hingga kini, belum ada laporan terkait korban jiwa. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo masih terus melakukan patroli. Satgas Tanggap Darurat Bencana Gunung Sinabung juga telah melaksanakan apel kesiapan dilanjutkan patroli dan pembersihan wilayah yang terkena dampak abu.

Tim gabungan baik dari BPBD Kabupaten Karo, unsur TNI dan Polri, instansi dan lembaga terkait serta Satgas TD Bencana Gunung Sinabung telah mengimbau dan membagikan masker kepada masyarakat. Untuk mengurangi dampak risiko yang bisa ditimbulkan dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung, masyarakat diimbau keluar dari zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB). Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas di daerah zona merah dengan alasan keselamatan.

Kegiatan pembersihan abu vulkanik masih terus dilakukan oleh personel dari TNI, Polri, BPBD dan Damkar Kabupaten Karo sebanyak 100 personel di 3 Kecamatan terdampak. Sementara itu, Plt Kepala BPBD Karo, Natanail Paranginangin menjelaskan, potensi ancaman yang masih dapat terjadi dalam kaitan erupsi Gunung Sinabung meliputi awan panas guguran akibat kubah lava yang tidak stabil, potensi terjadinya erupsi kembali, terjadinya hujan abu di sekitar gunung Sinabung sesuai dengan arah dan kecepatan angin dan potensi terjadinya lahar tergantung curah hujan di sekitaran Gunung Sinabung.

Adapun data visual gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100-400 m di atas puncak kawah. Dan teramati guguran dengan jarak luncur 500-1500 m mengarah ke timur, tenggara, dan selatan.

Kegempaan juga terus terjadi dengan jumlah 19 amplitudo 10-110 mm, durasi 74-162 detik low frekuensi 280, Amplitudo 3-16 mm, durasi 8-26 detik. Dengan keterangan lain terjadi peningkatan jumlah gempa. Saat ini Gunung Sinabung berada diLevel III (Siaga). Masyarakat, pengunjung dan wisatawan dihimbau tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi.

Dilarang juga masuk zona merah dalam radius 3 km dari puncak Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Abu Vulkanik Tidak Mengarah ke Medan

Terpisah, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Nia Haerani ketika dikonfirmasi juga mengatakan, Gunung Sinabung kembali menyemburkan abu vulkanik sejauh 4.500 meter ke arah Timur Tenggara, dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 5.000 meter, Selasa (2/3) pagi. “Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, namun peningkatan aktivitas Gunung Sinabung tersebut dilaporkan sudah berhenti. Awan panas guguran terakhir terpantau sekitar pukul 08.36 WIB,” ujarnya.

Aktivitas guguran awan panas ini, jelasnya, sudah mulai muncul pada pukul 06.42 WIB. Hingga pukul 08.20 WIB, telah terjadi 13 kali kejadian awan panas guguran. “Jarak luncur awan panas guguran sejauh 2.000-5.000 meter ke arah Tenggara Timur dan kolom asap setinggi 4.000-5.000 meter,” jelasnya.

Sementara itu, BMKG memprediksi, arah angin bertiup dari utara hingga Timur Laut. Sehingga, semburan abu vulkanik Gunung Sinabung tidak mempengaruhi Kota Medan. “Untuk saat ini arah angin bertiup dari arah Utara hingga Timur Laut, sehingga potensi penyebaran abu vulkanik tidak mengarah ke Kota Medan,” ungkap Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Christin Afrin Matondang.

Sedangkan cuaca di Kota Medan untuk tiga hari ke depan, lanjut dia, umumnya cerah berawan dengan suhu maksimum berkisar antara 33-34 derajat celcius. “Meski demikian, potensi hujan ringan hingga sedang pada siang dan sore hari masih ada,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau, agar masyarakat di Kota Medan mempedulikan kesehatannya, sebab potensi suhu yang panas dapat mengakibatkan kulit kering, dehidrasi dan tubuh rentan terhadap penyakit. “Kita mengimbau agar masyarakat tetap lebih berhati-hati untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, mengingat potensi suhu yang masih panas, dan tetap perbanyak konsumsi air untuk menghindari dehidrasi,” tandasnya. (deo/mag-1)

GelarI nspiring Webinar, Telkomsel Dorong Pertumbuhan Digipreneur Mahasiswa dan Pelajar Sumatra

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali perkuat keseriusannya dalam membantu para mahasiswa dan pelajar untuk sukses berwirausaha melalui kegiatan Webinar yang bertema “Youth Entrepreneurship, Scale up Your Business Using Digital Platform”. Secara serius Telkomsel ingin para mahasiswa dan pelajar di wilayah Sumatra dapat memanfaatkan platform digital seperti seperti aplikasi dan media sosial dalam mendukung kesuksesan wirausaha mereka.

Executive Vice President West Area Telkomsel Gilang Prasetya mengatakan “Melalui kegitan ini Telkomsel mengajak para mahasiswa dan pelajar untuk mulai aktif membangun semangat wirausaha yang kreatif. Apalagi dengan perkembangan ekosistem digital yang sangat pesat, menjadikan kegiatan usaha menjadi lebih mudah dan setiap orang bisa melakukannya walaupun dari rumah. Telkomsel melihat kecanggihan teknologi digital menjadi peluang tersendiri untuk bisa menghasilkan sesuatu.

Dalam kegitatan ini Telkomsel menghadirkan pembicara influencer muda ternama sekaligus digital content creator Jerome Polin dan Jeihan. Telkomsel menggandeng dua figur muda yang sukses tersebut sebagai contoh untuk dapat menginspirasi para mahasiswa dan pelajar di Sumatra. Selain itu Telkomsel juga memberikan materi skill komunikasi yang langsung di isi oleh Vice President Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin.

Selanjutnya para peserta yang hadir juga akan tergabung menjadi bagian dari Telkomsel Youth Entrepreneur Squad(Tyes) dan mendapatkan serangkaian training atau kelas pelatihan. Materi pelatihan tersebut akan berfokus untuk meningkatkan kompetensi persiapan usaha atau entrepreneurship serta pemanfaatan digital platform agar dapat menghadapi persaingan global. Nantinya para peserta juga akan mendapatkan sertifikat serta berkesempatan memenangkan hadiah puluhan juta rupiah.

“Sebagai digital telco company, Telkomsel sangat concern terhadap perkembangan ekosistem digital yang ada di Indonesia, termasuk dalam membangun dan memberikan pelatihan digital entrepreneurship. Melalui kegiatan ini Telkomsel turut membuka kesempatan atau peluang bagi para mahasiswa dan pelajar agar terus mengembangkan kemampuan diri di bidang entrepreneur dan menjadi bagian dari masyarakat ekonomi digital yang aktif dan kreatif” UngkapGilang.

Cabut Dua Perpres yang Sudah Diteken

KANAL YOUTOBE: Presiden Jokowi menyatakan mencabut perpres minuman keras (miras). Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Baru saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengatur soal investasi di bidang industri minuman keras (miras). Namun belum seminggu berjalana, aturan itu langsung menuai polemik dan penolakan. Kepala negara pun langsung mencabut aturan itu.

KANAL YOUTOBE: Presiden Jokowi menyatakan mencabut perpres minuman keras (miras). Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3).

Diketahui, setidaknya kepala negara tersebut telah dua kali mencabut Peraturan Presiden yang ia terbitkan sebelumnya. Pencabutan Peraturan Presiden tersebut lantaran terjadinya polemik di masyarakat.

Berikut ini adalah catatan JawaPos.com (Grup Sumut Pos), saat Jokowi mencabut dua Peraturan Presiden selama menjabat menjadi kepala negara:

1. April 2015

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi menginstruksikan untuk mencabut Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 tentang Kenaikan Tunjangan Uang Muka Pembelian Mobil Pejabat Negara. Ada beberapa hal yang dipertimbangkan Jokowi dalam mencabut perpres itu.

“Karena konteks perekonomian di masyarakat yang harus dipertimbangka. Terutama tekanan ekonomi global yang mempengaruhi kita itu harus kami perhatikan. Perintah Presiden begitu,” kata Pratikno di Kompleks Parlemen, Senin, 6 April 2015.

Pada 20 Maret 2015 silam Presiden Jokowi menetapkan Perpres Nomor 39 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 68 Tahun 2010 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara pada Lembaga Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan. Perpres tersebut kemudian diundangkan Menteri Hukum dan HAM pada 23 Maret 2015.

Dalam Perpres terbaru ini disebutkan adanya penambahan fasilitas uang muka yang diberikan kepada pejabat negara, dari Rp 116,65 juta menjadi Rp 210,89 juta. Sedangkan pejabat negara yang dimaksud, yaitu anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Hakim Agung Mahkamah Agung, hakim Mahkamah Konstitusi, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, dan Anggota Komisi Yudisial.

Tunjangan akan diberikan kepada pejabat non-pimpinan per periode masa jabatan pada enam bulan setelah pejabat dilantik. Sedangkan pimpinan setingkat ketua atau wakil ketua berhak mendapatkan mobil dinas tanpa biaya tunjangan uang muka mobil.

2. Maret 2021

Presiden Jokowi resmi mencabut butir-butir lampiran pada Peraturan Presiden Nomor 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengatur soal investasi di bidang industri minuman keras.

“Bersama ini saya sampaikan saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Presiden Jokowi dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden yang dilihat di Jakarta, Selasa.

Perpres Nomor 10/2021 itu memang tidak mengatur khusus miras melainkan soal penanaman modal. Namun, disebutkan dalam beleid tersebut bahwa industri miras di daerah tertentu di Indonesia, yakni Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

Presiden Jokowi menyebut keputusan itu ia ambil setelah mendengar berbagai masukan. Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan juga ulama-ulama lainnya. (jpnn/ila)

“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya serta tokoh-tokoh agama lain serta juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah,” ungkap Jokowi. (jpnn/ila)

Cabut Perda Miras Setelah Mendengar Masukan Ulama, MUI Apresiasi Keputusan Jokowi

KANAL YOUTOBE: Presiden Jokowi menyatakan mencabut perpres minuman keras (miras). Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah terjadi polemik di masyarakat terkait perpres minuman keras (miras), presiden Jokowi akhirnya mencabut peraturan presiden tersebut. Perihal presiden Jokowi mencabut perpres miras tersebut disampaikan di kanal YouTube Sekretariat Presiden Selasa (2/3).

KANAL YOUTOBE: Presiden Jokowi menyatakan mencabut perpres minuman keras (miras). Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3).

“Bersama ini saya sampaikan saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” ujar Presiden Jokowi.

Sebelumnya Perpres tersebut terbit pada 2 Februari 2021 sebagai peraturan turunan UU Cipta Kerja. Meskipun Perpres itu memang tidak mengatur khusus miras melainkan soal penanaman modal.Namun, disebutkan dalam beleid tersebut bahwa industri miras di daerah tertentu di Indonesia, yakni Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

Presiden Jokowi menyebut keputusan itu ia ambil setelah mendengar berbagai masukan. “Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan ormas-ormas lainnya serta tokoh-tokoh agama lain serta juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah,” ungkap Presiden.

Lampiran III Perpres No. 10/2021 menyebutkan investasi miras hanya diperbolehkan di Provinsi Bali, NTT, Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.Tapi penamanan modal untuk industri di luar daerah-daerah tersebut dapat dilakukan bila ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarlan usulan gubernur.

Wakil Ketua Umum Majelis Umun Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dalam mencabut lampiran yang mengandung investasi industri minuman beralkohol (minol). Hal itu tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

“Saya benar-benar memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak Presiden Jokowi yang telah menyatakan hari ini, Selasa 2 Maret 2021 bahwa beliau telah memutuskan lampiran Perpres terkait pembukaan industri baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol telah beliau nyatakan dengan tegas dicabut,” dalam keterangannya, Selasa (2/3).

Hal ini, bagi dia menjadi salah satu bukti bahwa Jokowi memang serius dan bersungguh-sungguh dengan pernyataannya terkait mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah.”Dan hari ini hal itu tampak oleh kita secara bersama-sama telah beliau buktikan. Ini tentu saja merupakan satu hal yang menggembirakan dan patut kita puji,” ujar dia.

Sebab, tindakan yang dilakukan tersebut jelas mencerminkan sikap arif dan bijaksana, di mana pemerintah yang selama ini terkesan sering memaksakan pandangan dan sikapnya serta tidak mau mendengar suara rakyat. Hari ini telah beliau bantah dan terbantah.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, izin pembangunan industri minuman beralkohol sebenarnya telah ada sejak Indonesia belum merdeka. “Sebenarnya sejak tahun 1931 di negara kita sebelum merdeka memang sudah ada izin untuk pembangunan minuman alkohol ini,” ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/3).

Bahlil melanjutkan, perizinan investasi miras tersebut pun terus berlanjut hingga Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya, baik di pemerintahan orde lama, orde baru, hingga orde reformasi. Bahkan, telah ada sekitar 109 izin untuk minuman alkohol, berada pada 13 provinsi. (jpnn/ila)

Fadli Yasir Bantah Pernah Tolak Pencalonan Bobby

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua PP ISNU Fadli Yasir membantah pernah menolak pencalonan Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan. Hal itu disampaikan Ketua PP ISNU Muhammad Faisal, Sekretaris PW ISNU Sumatera Utara Imran Simanjuntak, dan Ketua PC ISNU Kota Medan Eriza Hudori, yang sebelumnya telah melakukan klarifikasi kepada Fadli, ketika dihubungi secara terpisah, Selasa (2/3/2021).

Fadli Yasir.

Faisal menjelaskan, berdasarkan keterangan Fadli, yang bersangkutan tidak pernah memberikan keterangan kepada wartawan menolak pencalonan Bobby, apalagi sampai menyebut pencalonan Bobby hanya akan memanfaatkan keluarga. Pemberitaan yang belakangan oleh pihak tertentu diasumsikan sebagai bentuk penolakan pencalonan Bobby berawal ketika Fadli mendatangi Kantor DPRD Kota Medan, jauh sebelum pendaftaran calon Wali Kota Medan.

Ketika itu, urai Faisal mengutip penjelasan Fadli, ada wartawan yang menanyakan tanggapan Fadli soal wacana pencalonan sejumlah figur sebagai calon Wali Kota Medan termasuk Bobby. Saat itu Fadli menjawab, siapa saja berhak menjadi calon Wali Kota Medan termasuk Bobby sepanjang memenuhi persyaratan.

Fadli tidak pernah mengatakan menolak pencalonan Bobby apalagi sampai menyebut pencalonan Bobby hanya akan menafaatkan keluarga. “Nah, pemberitaan tersebut belakangan dipertanyakan sejumlah pihak bahkan ada yang mengasumsikan bahwa Fadli pernah menolak pencalonan Bobby yang saat ini sudah dilantik menjadi Wali Kota Medan periode 2021-2024. Fadli secara tegas membantah hal itu,” jelas Faisal.

Sekretaris PW ISNU Sumut Imran Simanjuntak, dan Ketua PC ISNU Kota Medan Eriza Hudori yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, berdasarkan hasil klarifikasi yang mereka lakukan, Fadli secara tegas membantah pernah menolak pencalonan Bobby. Fadli sendiri ketika dikonfirmasi juga secara tegas membantah. Ia merasa tidak ada urusan dengan Pilkada Kota Medan yang saat ini telah menghasilkan pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan secara demokratis, karena Fadli saat ini sudah berdomisili di Jakarta. “Jadi saya tidak ada urusan dengan Pilkada Medan karena saat ini saya sudah domisili Jakarta,” tegas Fadli.

Dia menilai, ada upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya dalam persoalan ini. “Sebenarnya awalnya saya enggan menanggapi. Tapi karena sudah beberapa orang yang menghubungi, akhirnya saya buka suara, dan secara tegas membantah. Persoalan ini dimunculkan sebagai upacaya pembunuhan karakter saya,” pungkas Fadli. (rel/adz)

Modus Truk Mogok, Sopir Habisi Nyawa Pasutri

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut mengungkap kasus begal atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan nyawa korbannya melayang. Sulistiono alias Sulis (24) warga Dusun IX, Desa Seimencirim, Sunggal, Deliserdang yang mengeksekusi korban pasangan suami istri, Sugianto (59) dan Astuti (60).

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo (pakaian dinas) didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama (kemeja hitam) dan Kanit Pidum, Iptu Hotdiatur Purba (kemeja putih) mengintrogasi eksekutor saat gelar paparan.Teddy Akbari.

Tersangka merupakan sopir damtruk BK 8680 CQ melarikan diri ke Batubara usai menghabisi nyawa kedua korban. Sayang, pelarian tersangka kandas, Sabtu (27/2).

Bahkan saat dilakukan pengembangan, tersangka melawan. Tak ayal, peluru pun bersarang di betis kanan tersangka.

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo menjelaskan, tersangka mulanya hanya berniat melakukan tindak pidana pencurian lantaran tidak memiliki uang lagi untuk membeli solar sebagai bahan bakar truknya. “Dia (tersangka) menyiapkan truknya seolah-olah sedang rusak. Dua sepedamotor yang lewat tidak dipanggilnya, tapi sepedamotor ketiga yang dikemudikan oleh korban diberhentikan tersangka minta tolong. Mungkin karena sepedamotor korban Honda Vario BK 6812 AFS terlihat bagus,” ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama kepada wartawan, Selasa (2/3).

Baca juga: Polda Sumut Turun Buru Pembunuh Suami Istri di Perkebunan Tebu Kelurahan Tunggurono Binjai Timur

Korban dikenal selama ini baik, membantu tersangka yang hanya berpura-pura. Ketika korban Sugianto di belakang truk, tersangka memukul pundak dan kepala belakangnya sebanyak tiga kali.

Sugianto pun sempoyongan dan masuk ke parit perkebunan tebu, lokasi pasutri ditemukan tak bernyawa, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, kemarin (22/2). Melihat suami dianiaya, sang istri berteriak minta tolong sembari mendatangi tersangka untuk jangan melakukan penganiayaan lagi.

Baca juga: Pasutri Tewas Korban Begal: Semasa Hidup Tidak Ada Masalah

Namun, tersangka malah memukul dada Astuti sebanyak dua kali hingga korban jatuh pingsan. Sementara, tersangka masih melihat Sugianto bergerak dan coba menghindar dengan cara merangkrak.

Langsung saja, tersangka kembali menganiaya Sugianto dengan besi mengarah kepada lehernya sebanyak empat kali. Akibatnya, Sugianto menjadi tak berdaya dan tersangka kembali menganiayanya secara berulang.

Puas menghabisi nyawa Sugianto, tersangka menganiaya istri korban dengan memukulnya menggunakan besi ke arah wajah. Singkat cerita, tersangka menghabisi nyawa korban dan membiarkannya di parit, lokasi jasad pasutri yang ditemukan tak bernyawa.

Usai memastikan tak bernyawa, tersangka mengambil uang Rp200 ribu dan STNK sepedamotor yang dicurinya dari dompet Sugianto, yang disimpan di saku belakang celananya. Sepedamotor korban disembunyikan tersangka ke tempat penitipan daerah Km 19 Binjai.

Usai merapikan kondisi TKP, tersangka mengembalikan truk yang dibawanya ke Pondok Tanjung Keliling, Langkat. Dua hari berselang (24/2), tersangka mengambil sepedamotor yang dititipnya dengan membayar Rp10 ribu.

Polisi juga menangkap Andrian Martin Sihombing (36) warga Jalan Kawat III, Gang Padi, Kelurahan Tanjungmulia Hilir, Medan Deli karena menerima gadaian sepedamotor hasil curian senilai Rp2,1 juta. Juga meringkus Ikhsan Pandu (18) yang berperan sebagai perantara menghubungkan tersangka dengan penerima gadaian sepedamotor.

Uang hasil gadaian digunakan tersangka untuk membeli telepon genggam jenis android senilai Rp1,3 juta. “Tersangka awalnya niat melakukan pencurian. Namun berubah niat menjadi pembunuhan terhadap korban yang barangnya dicuri. Apabila tidak dibunuh, tersangka takut akan diketahui perbuatan pencurian yang dilakukannya,” kata mantan Kabag Ops Polrestabes Medan ini.

“Pengungkapan ini berdasarkan dari pemeriksaan yang dilakukan kepada sejumlah saksi di sekitar TKP. Ada beberapa saksi yang diperiksa, didapat dari mereka informasi bahwa mereka melihat tersangka di waktu kejadian,” sambung dia.

“Kedepannya, masyarakat agar lebih berhati-hati. Saya sudah sampaikan kepada Polsek untuk menggiatkan patroli pada jam rawan pagi hari,” beber dia.

Sementara, Kapolres sempat mengintrogasi eksekutor di hadapan wartawan. Kapolres menanyakan alasannya mengapa tersangka tega menghabisi nyawa pasutri yang sudah tak berdaya tersebut.

“Saya bingung harus bagaimana pak, sendiri saya. Lagipula saya dengan korban itu kenal sebelumnya,” tukas Tersangka Sulis.

Tersangka disangkakan polisi Pasal 340 Subsider 338 Subsider 365 ayat (3) dengan ancaman maksimal pidana mati atau 20 tahun kurungan penjara. (ted)

KNPD Energi Baru Bagi Demokrat Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan, Burhanuddin Sitepu mengajak kader-kader Komite Nasional Pemuda Demokrat (KNPD) bergandengan tangan menghimpun elemen masyarakat untuk bergabung membesarkan Partai Demokrat di Kota Medan. Dia berharap, kader-kader KNPD Kota Medan senantiasa bekerjasama dengan kader partai dalam memperjuangkan apa yang menjadi harapan rakyat.

“Saya menyambut baik kehadiran KNPD di bawah komando Suwandi Purba yang getol membesarkan Partai Demokrat di Kota Medan. Ini menjadi energi baru bagi saya dalam membesarkan Partai Demokrat, termasuk memenangkan Pemilu 2024 mendatang,” kata Burhanuddin Sitepu saat menerima silaturahim pengurus DPC KNPD Kota Medan di ruang rapat Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Senin (1/3).

Menurutnya, sesuai amanah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), seluruh sayap partai yang ada, termasuk KNPD, harus dimaksimalkan sebagai mitra dalam berjuang merebut hati rakyat. Karena diakuinya, Partai Demokrat tidak bisa bekerja sendiri dalam menyambut dan menampung antusias elemen masyarakat yang ingin membuat Indonesia lebih baik bersama Partai Demokrat. “Sakit yang dirasakan kader KNPD harus juga dirasakan oleh kader Partai Demokrat Kota Medan. Begitu juga, senangnya Partai Demokrat harus bisa dirasakan kader KNPD,” ucapnya.
Burhanuddin mengaku optimis, kejayaan Partai Demokrat di Kota Medan dapat diraih kembali. Hal ini berkaca dari semangat yang ditunjukkan kader-kader KNPD yang telah terbentuk hingga ke tingkat ranting bahkan anak ranting. “Bayangkan saja, dalam tempo satu bulan kepengurusan KNPD di Kota Medan sudah terbentuk hingga tingkat kelurahan, bahkan lingkungan. Ini suatu yang luar biasa,” tegas Burhanuddin.

Politisi yang sudah tiga periode duduk di DPRD Medan ini pun meminta KNPD Kota Medan untuk terus mendekati rakyat, terutama kalangan muda milenial serta mendorong kaum muda menggeluti UMKM. “Di masa ini UMKM adalah solusi untuk mengatasi berbagai dampak akibat pandemi Covid karena sangat banyak peluang usaha UMKM. Dorong anak-anak muda untuk memulai usaha kecil apa saja yang ada peluangnya asal halal,” tegasnya.

Ketua DPC KNPD Medan, Suwandi Purba menyatakan siap membesarkan Partai Demokrat di Kota Medan, temasuk mengantarkan AHY menjadi pemimpin bangsa ini. Suwandi pun menyampaikan kesiapan jajarannya menjalankan arahan dan program DPC Partai Demokrat Kota Medan serta memfokuskan kepada kalangan muda milenial serta pengembangan UMKM.

Dalam pertemuan itu, hadir anggota DPRD Medan Parlindungan Sipahutar yang juga Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan (Bendahara DPC), dan pengurus DPC Partai Demokrat Medna lainnya yakni Muhammad Hatta , Subanto, serta Denni Kurniawan. Sedangkan pengurus DPC KNPD yang hadir mencapai 25 orang di antaranya Zulhamri Amridaeng, Binsar Simarmata , S Mikhael Regar, Henri Na Pohan , Adol Saragih, Nurbaiti Silalahi, dan lainnya. Silaturahim yang berlangsung 2 jam dalam suasana penuh keakraban dan bertepatan dengan merayakan HUT ke-62 Burhanuddin Sitepu.(adz)

Bukti Jokowi Responsif terhadap Kritik dan Masukan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai membuktikan dirinya mendengarkan kritik dan masukan dengan mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 soal Bidang Usaha Penanaman Modal yang juga mengatur investasi industri minuman keras (Miras). Pasalnya, keberadaan Perpres tersebut mendapatkan banyak kritikan dari berbagai pihak.

“Jadi memang saya kira (pencabutan Perpres 10/2021) adalah bukti bahwa Pak Jokowi figur yang demokratis, karena Perpres itu walaupun baru satu hari sudah dicabut setelah mendengarkan aspirasi kritik dari masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Qodari menambahkan, lebih khusus lagi bahwa Presiden Jokowi sangat memperhatikan dan mendengarkan aspirasi dari organisasi dan tokoh-tokoh Islam. “Artinya tudingan bahwa Pak Jokowi ini anti Islam itu tidak benar, terbukti tidak benar dengan dicabutnya Perpres kali ini,” katanya.

Perpres 10/2021 bukan Perpres yang pertama dicabut Presiden Jokowi setelah mendapatkan masukan dan kritikan. Qodari mengingatkan bahwa Presiden Jokowi pernah membatalkan Perpres yang mengatur soal Daftar Negatif Investasi (DNI) soal UKM pada tahun 2018 lalu setelah mendapatkan kritikan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

“Untuk catatan bahwa sebetulnya Pak Jokowi juga pernah mencabut juga Perpres-perpres sebelumnya. Ada kebijakan yang juga pernah dicabut karena mendapatkan masukan dan kritikan dari HIPMI, sudah dibuat Kemenko perekonomian, lalu dicabut karena masukan dari Hipmi,” pungkasnya.

Langkah Presiden Jokowi yang segera mencabut Perpres terkait investasi industri Miras itu pun mendapatkan banyak apresiasi berbagai pihak. Salah satunya, Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan yang kebetulan juga adalah Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas.

“Saya benar-benar memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak Presiden Jokowi yang telah menyatakan hari ini Selasa 2 Maret 2021 bahwa beliau telah memutuskan lampiran Perpres terkait pembukaan industri baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol telah beliau nyatakan dengan tegas dicabut,” kata Anwar Abbas.

“Ini bagi saya menjadi salah satu bukti bahwa beliau memang serius dan bersungguh- sungguh dengan pernyataannya belum lama berselang dimana beliau mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan kritiknya kepada pemerintah dan beliau katanya siap untuk menerimanya. Dan hari ini hal itu tampak oleh kita secara bersama-sama telah beliau buktikan,” tambah Anwar Abbas.

Menurut Anwar, keputusan Presiden Jokowi itu merupakan satu hal yang menggembirakan dan patut kita puji. “Karena tindakan yang beliau lakukan tersebut jelas-jelas mencerminkan sikap arif dan bijaksana, dimana pemerintah yang selama ini terkesan sering memaksakan pandangan dan sikapnya serta tidak mau mendengar suara rakyat hari ini telah beliau bantah dan terbantah,” tutur Anwar.

Anwar pun mengaku secara pribadi menilai Presiden Jokowi selama ini terkesan sebagai seorang politikus. “Tapi dengan adanya peristiwa hari ini yang saya anggap sebagai sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia perpolitikan dan dalam kehidupan kebangsaan di tanah air, beliau tampak oleh saya dengan peristiwa ini sudah lebih menonjol sikap kenegarawanannya dimana beliau mau mendengarkan suara dari rakyatnya serta tampak lebih mengedepankan kebaikan dan kemashlahatan bersama yang lebih luas dan lebih berarti serta lebih bermakna bagi kehidupan kita bersama sebagai bangsa,” ujar Anwar.

Anwar pun berharap, sikap Presiden Jokowi hari ini tidak hanya terjadi dan terhenti dalam kasus ini, tapi ke depan diharapkan akan lebih banyak melakukan hal-hal serupa. “Ini penting kita garis bawahi karena dengan cara-cara dan sikap kepemimpinan yang seperti inilah persatuan dan kesatuan diantara warga bangsa akan bisa kita rajut, sehingga kalau persatuan dan kesatuan diantara kita sudah bisa terwujud dan sambung rasa diantara kita sudah bisa terbangun maka seberat apapun persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini insya Allah kita akan mampu menghadapi dan mengatasinya secara bersama-sama,” pungkasnya. (bbs/adz)