Home Blog Page 3648

Pasca-Bom Bunuh Diri Makasar, Polri Petakan Wilayah Rawan Radikal

TANGKAP: Aparat kepolisian menangkap sejumlah terduga teroris di tanah air, pasca bom Makassar hari Minggu lalu. Polisi tengah memetakan wilayah rawan kelompok radikal di tanah air.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepolisian RI tengah memetakan wilayah yang rawan kelompok radikal. Hal itu dilakukan setelah insiden bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3). Pemetaan dilakukan sebagai langkah untuk mewaspadai deteksi setiap perkembangan dan gejala, yang terindikasi ke arah tindakan aksi teror.

TANGKAP: Aparat kepolisian menangkap sejumlah terduga teroris di tanah air, pasca bom Makassar hari Minggu lalu. Polisi tengah memetakan wilayah rawan kelompok radikal di tanah air.

“MEMETAKAN wilayah yang memiliki kerawanan kelompok atau pihak radikal yang pro kekerasan dan intoleransi,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 30 Maret 2021.

Polri pun memberdayakan jaringan intelijen di setiap wilayah dalam pemetaan ini.

Selain itu, Polri juga berkoordinasi secara intens guna melakukan pengamanan dan penjagaan secara terbuka-tertutup. “Dan mengimbau melalui media. Kemudian meningkatkan koordinasi dengan TNI serta pengamanan dalam (pamdal) di instansi-instansi terkait. “Dan melakukan imbauan melalui media,” ujar Ramadhan.

Ramadhan mengatakan, instruksi ini diterbitkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui surat telegram secara internal. Kapolri meminta jajarannya untuk meningkatkan keamanan setelah insiden bom bunuh diri di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Akibat peristiwa itu, dua pelaku bom bunuh diri tewas dan belasan orang luka-luka.

Setelah peristiwa tersebut, Polri pun menggiatkan operasi perburuan terduga teroris di seluruh Indonesia. Hasilnya, belasan orang pun diamankan dari berbagai lokasi di Indonesia termasuk dengan barang-barang bukti berupa bahan peledak.

Sedangkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap total tujuh tersangka terorisme hingga Selasa (30/3) siang. Mereka diduga berkaitan dengan pelaku bom bunuh diri Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan para tersangka yang ditangkap merupakan kerabat ataupun rekanan pelaku dalam satu kelompok yang bermarkas di Villa Mutiara, Makassar. Mereka tergabung langsung dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“7 orang dalam proses penyidikan, kemudian meninggal 2 orang. Jadi total semua sementara 9,” kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/3).

Empat tersangka pertama ditangkap pascaledakan itu terjadi pada Minggu (28/3) siang. Keempatnya, masing-masing berinisial AS, SAS, MR dan AA.

Ramadhan mengungkapkan empat orang tersebut turut mengetahui rencana pasangan suami istri berinisial L dan YSF yang akan meledakkan dirinya di depan gereja. Keseluruhannya pernah melakukan baiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi di wilayah Villa Mutiara.

Selain itu, terdapat juga Markas Front Pembela Islam (FPI) yang merupakan organisasi terlarang dijadikan sebagai tempat melakukan baiat itu.

“Tersangka R alias R ikut melakukan survei ke lokasi amaliyah bersama L dan YSF. Artinya, sudah direncanakan titik dilakukannya aksi amaliyah bunuh diri tersebut,” ucapnya lagi.

Kemudian, tersangka SAS disebutkan Ramadhan turut memberikan motivasi kepada para pelaku untuk melakukan jihad dan mati syahid. Setelah para tersangka diinterogasi, polisi melakukan pengembangan dan menangkap tiga tersangka lain yang merupakan perempuan berinisial M, MM dan MAN.

Tersangka MM, kata dia, berperan sebagai pihak yang turut memberi motivasi kepada pelaku agar melakukan jihad. Kemudian, tersangka kedua berinisial M yang merupakan kakak ipar dari tersangka lain yang telah ditangkap sebelumnya. Dia turut tergabung dalam kelompok Villa Mutiara di Makassar.

Terakhir adalah MAN seorang perempuan, yang memiliki peran sebagai pihak yang menyaksikan langsung pengantin bom bunuh diri berangkat ke lokasi kejadian menggunakan motor.

“Terkait dengan tersangka teroris yang telah diamankan di Makassar mereka merupakan kelompok atau terafiliasi langsung dengan jaringan JAD,” ucap dia.

Mereka, kata dia, tergabung dalam bagian kelompok teroris yang ditangkap pada 6 Januari 2021 di Makassar.

Bomber Makassar Hamil 4 Bulan

Sementara itu, perempuan pelaku bom bunuh diri di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, YSF atau Dewi, diketahui tengah hamil empat bulan saat melakukan aksinya, Minggu (28/3). Kabar tersebut diketahui melalui informasi yang diberikan mertua pelaku.

Wahidah (51), sang ibu mertua mengatakan bahwa info Dewi tengah hamil 4 bulan diketahui dari besannya atau ibu kandung Dewi. “Iya (Dewi bomber wanita di Makassar) hamil empat bulan (saat beraksi),” ujar mertua Dewi, Wahidah (51), Selasa (30/3).

Dia sendiri mulanya tak mengetahui kehamilan sang menantu. Dia mengaku baru mengetahui menantunya sedang hamil setelah berbincang dengan ibu kandung Dewi. “Informasinya itu dari mamanya si perempuan, memang dia (Dewi) sudah cerita ke ibunya (bahwa dirinya sedang hamil 4 bulan),” kata Wahidah.

Kepala BNPT, Boy Rafli Amar sempat menanggapi kabar soal YSF alias Dewif tengah hamil. Dia menyebut informasi itu akan diselidiki lebih lanjut. “Saya belum mengetahui (secara pasti), nanti dilihat dari hasil pemeriksaan forensik,” jelas Boy di Makassar.

Dewi bersama suaminya, berinisial L diketahui baru menikah sekitar 7 bulan lalu. Ibu kandung Dewi, EM, menyebut dia sudah jarang bertemu putrinya setelah menikah dengan L.

“(Menikah) 7 bulan lalu. (Kegiatan) jualan online, saya tahu dia jualan online dan suaminya yang antar makanan,” ujar ibu kandung Dewi, EM, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Senin (29/3).

Adapun L, pelaku bom bunuh diri di Makassar, menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sudah lama merencanakan aksi pengeboman ini. “Saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat kepada orangtuanya yang isinya mengatakan yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati syahid,” jelasnya, Senin (29/3).

Pascakejadian, di jagat media sosial beredar sebuah foto surat yang diduga ditulis oleh L. Surat ditulis di secarik kertas menggunakan pulpen. Surat itu berisikan permohonan maaf L kepada ibu dan adiknya. Selain itu, L berpesan kepada ibunya agar jangan meninggalkan salat.

Dia juga meminta ibunya supaya tidak meminjam uang di bank karena hal itu adalah riba. L memberikan uang tabungannya sejumlah Rp 2.350.000 untuk membayar utang ibunya di bank. Dalam surat itu, dia menyampaikan bahwa jalan yang ditempuhnya, adalah cara untuk menyelamatkan keluarga.

“Istiqamah ki semua di jalan ini nah ummy, pitto (adik) dan keluarga ku yang saya cintai karena Allah, semoga Allah kumpul ki di surga dan semua sodarahnya dan keluargannya Bapak ku,” sebut L.

Di bagian akhir surat, L menuliskan nama lengkapnya disertai tanda tangan.

Menag: Kembalikan Agama ke Fungsi Semula

Terpisah, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada para pemuka agama menyampaikan kepada umatnya masing-masing untuk mengembalikan agama pada fungsinya. Hal itu disampaikan Yaqut saat mengunjungi Katedral Makassar yang pekan lalu jadi sasaran bom bunuh diri.

“Saya berharap para pemuka agama menyampaikan kepada umatnya, kepada jemaat untuk mengembalikan agama kepada fungsinya semula,” ujar dia, Selasa (30/3).

Ia menjelaskan fungsi agama di antaranya mengajarkan kebaikan, kedamaian, dan kasih sayang. Tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan.

Kepada setiap pemuka agama yang hadir di Gereja Katedral Makassar itu, ia menyampaikan harapan agar ke depan selalu mengedukasi para jemaat, jamaah, dan umat lainnya agar menjalankan agama sesuai dengan ajarannya. “Karena tidak ada agama yang mengajarkan teror. Mudah-mudahan Indonesia ini menjadi makin tenang dan nyaman,” katanya.

Menurut dia, agama apa pun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan, sebab akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan merugikan banyak pihak.

Kekerasan itu, kata dia, hal yang rawan mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik.

Menag Yaqut juga mengajak semua pihak mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalan, seperti dengan dialog, diskusi, dan silaturahim.

Jika cara dialog dilakukan, ia optimistis akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. “Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan,” ujar dia.(kps/lp6/cnn/mag-01)

Aksi Mesum Disebar di Medos, Tersangka Cabul Siswi SMP Ditangkap Satreskrim Dairi

DITANGKAP: Plh Kasat Reskrim juga KBO Polres Dairi, Iptu Sumitro Manurung bersama Kasubbag Hunas Polres, Iptu Donny Saleh serta Kanit Resum Ipda Parlindungan Lumbantoruan menunjukkan tersangka cabul dan barangbukti saat konfrensi pers, Selasa (30/3).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim) Dairi menangkap KM (20), tersangka pelaku pencabulan terhadap siswi SMP, sebut saja namanya Bunga (14). Tersangka warga Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi itu ditangkap setelah orangtua korban melapor ke polisi.

DITANGKAP: Plh Kasat Reskrim juga KBO Polres Dairi, Iptu Sumitro Manurung bersama Kasubbag Hunas Polres, Iptu Donny Saleh serta Kanit Resum Ipda Parlindungan Lumbantoruan menunjukkan tersangka cabul dan barangbukti saat konfrensi pers, Selasa (30/3).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting melalui Pelaksana harian (Plh) Kasat Reskrim, Iptu Sumitro Manurung memaparkan, pengakuan tersangka kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu terjadi di Kecamatan Siempat Nempu Hulu di sebuah perladangan, Minggu (21/3).

“Kasus persetubuhan itu terungkap atas laporan kakak korban yang melihat video mesum adiknya bersama tersangka di media sosial (Medsos) akun facebook milik tersangka,” kata Iptu Sumitro didampingi Kanit Resum Ipda Parlindungan Lumbantoruan serta Kasubbag Humas Polres Iptu Donny Saleh dalam konfrensi pers, Selasa (30/3).

Selanjutnya, kakak korban memberitahu video adiknya itu kepada orangtuanya. Lalu, orangtua korban menjumpai pelaku dan menanyakan kenapa dia melakukan persetubuhan dengan anak gadisnya dan menyebarkanya ke medsos. Dan tersangkapun mengakuianya, selanjutnya tersangka ditangkap warga dan menyerahkanya kepada Polisi. Pengakuan tersangka, perbuatan cabul itu telah dia lakukan sebanyak 2 kali.

Iptu Sumitro mengatakan, kasus itu sudah penyidikan dan segera dilimpahkan ke kejaksaan. Tersangka dan sejumlah barangbukti telah diamankan di Mapolres Dairi. “Pasal dipersangkakan kepada pelaku Pasal 81 ayat 2 Junto Pasal 76d dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” pungkasnya. (rud/azw)

Penderita Epilepsi Tewas Gantung Diri

INTEROGASI: Polisi (kanan) menginterogasi keluarga korban gantung diri, Selasa (30/3).fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang penderita penyakit epilepsi, Ruslan Pasaribu (27) ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya Lorong Bersama Lingkungan II Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (30/3) sekira pukul 09.30 WIB.

INTEROGASI: Polisi (kanan) menginterogasi keluarga korban gantung diri, Selasa (30/3).fachril/sumut pos.

Informasi diperoleh menyebutkan, pagi itu korban berada di rumah sendirian. Keponakannya, Navis yang usai bermain-main pulang ke rumah. Tak disangka, remaja berusia 7 tahun itu melihat korban telah gantung diri di dapur rumah.

Kejadian itu langsung dilaporkan Navis kepada neneknya yang tak lain ibu kandung korban, Roida Hutahean. Wanita berusia 63 tahun ini terkejut langsung mengecek ke rumah. Setelah melihat korban tewas gantung diri, Roida menjerit histeris meminta tolong tetangga.

Jenazah korban yang tergantung dengan seutas tali nilon langsung diturunkan oleh warga sekitar. Petugas Polsek Belawan menerima informasi turun ke lokasi melakukan olah TKP. “Anak saya ini memang sudah sakit ayan (epilepsi). Dia (korban) selama ini memang sudah stres dan sering benturkan kepala ke dinding. Karena stres makanya dia bunuh diri,” ucap Roida Hutahean kepada polisi.

Pihak kepolisian mengecek kondisi jenazah korban tidak ada ditemukan tanda kekerasan, keluarga menolak divisum dan membuat pernyataan tidak keberatan kepada Polsek Belawan.

Kapolsek Belawan, Kompol DJ Naibaho mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus gantung diri tersebut. Dari hasil pengecekan di TKP tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, keluarga menolak untuk divisum dan tidak keberatan dengan membuat pernyataan.

“Kita sudah minta keterangan saksi dan mengamankan barang bukti tali nilon, serta sudah menerima surat pernyataan tidak keberatan dari keluarga korban,” pungkasnya. (fac/azw)

Personalized Learning Experience, Cara BRI Kembangkan Kompetensi Pekerjanya

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Corporate University (BRI Corpu) menjadi pembicara di Forum Corporate Learning Improvement Process (CLIP) Steering Commite Meeting yang diselenggarakan pada 25 Maret 2021 secara virtual.

CLIP merupakan akreditasi internasional dibentuk oleh European Foundation for Management Development (EFMD) yang bertujuan untuk menilai kualitas sebuah corporate university. Sebelumnya pada November 2020 yang lalu BRI Corpu berhasil menjadi perusahaan pertama di dunia yang mendapatkan akreditasi CLIP secara online.

Selain BRI, forum tersebut juga dihadiri anggota CLIP Steering Committee yang berasal berbagai perusahaan dan lembaga pendidikan lain seperti Sberbank, Santander, IMD, Faurecia, AIA Group, Bank Indonesia, dan Pertamina. Dalam forum tersebut BRI Corpu menyampaikan roadmap hingga 3 tahun kedepan. Di tahun 2021 BRI Corpu akan berfokus pada“Personalized Learning Experience” yaitu menyediakan konten pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan aspirasi karir setiap pekerja. Dengan Learning Management System (LMS) BRI smart, BRI Corpu menyediakan dashboard khusus yang menggambarkan kompetensi pekerja dan kebutuhan pendidikan masing-masing pekerja.

Di tahun berikutnya, BRI Corpu berencana untuk melakukan up-skilling dan re-skilling para pekerja dengan kompetensi digital yang dibutuhkan di masa depan. Hal ini dipicu oleh penelitian McKinsey, “Automation & The Future of Work” yang menyatakan sebanyak 23 juta pekerja anakan tergantikan oleh mesin di tahun 2030 dan di saat yang sama akan ada 46 juta pekerjaan baru yang muncul.

Lalu di tahun 2023, untuk memperbaiki pengalaman pembelajaran, program pembelajaran dan kinerja pembelajaran, BRI Corpu akan mengembangkan learning analytics yang dapat mengolah data dengan lebih baik sehingga mampu memprediksi kebutuhan pendidikan setiap pekerja dengan lebih akurat.(rel)

Motif Diduga Ingin Kuasai Harta, Suami Pembunuh Istri Ditembak

KORBAN: Jasad Jamila yang ditemukan di dalam bak mandi kediamannya.

SUMUTPOS.CO – Pelaku pembunuhan Jamilah alias Mila (45), pengusaha Toko Bunga Rampe yang ditemukan tewas di bak mandi rumahnya Jalan Pembangunan/Medan-Binjai Km 12 Sunggal ternyata suaminya sendiri, Saiful alias Ipul (40). Motif kasus pembunuhan tersebut diduga terkait harta.

KORBAN: Jasad Jamila yang ditemukan di dalam bak mandi kediamannya.

Informasi diperoleh Selasa (30/3), pelaku diringkus Polsek Medan Sunggal setelah sempat kabur ke Aceh, Minggu (28/3). Pelaku dihadiahi tiga butir peluru di kakinya karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Pelaku kemudian men jalani perawatan di RS Bhayangkara Medan. Dari pelaku, disita sejumlah barang bukti seperti sepeda motor berplat BK 6864 AGF beserta STNK Motor dan uang tunai.

Wakapolsek Medan Sunggal, AKP Suhardiman membenarkan pelaku sudah ditangkap. Meski begitu, dia belum bisa menjelaskan secara detail terkait motif kasus pembunuhan tersebut karena masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. “Iya benar sudah diamankan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan via seluler.

Tak jauh beda disampaikan Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak. Budiman belum mau memberikan pernyataan secara detail karena masih mengembangkan kasus tersebut. “Lagi proses lebih lanjut,” ujarnya singkat.

Sementara, anak korban, Na (13) mengungkapkan, pihak kepolisian telah memberitahukan keluarga bahwa pelaku telah ditangkap di Aceh. Ia berharap, pelaku yang tak lain bapak tirinya dihukum setimpal.

“Sudah ditangkap pelakunya di Aceh. Saya berharap apa yang dirasakan ibu saya, dia (pelaku) juga harus merasakannya,” ujarnya.

Anak korban menyebut, ia selama ini tinggal bersama sang nenek di kawasan Kampung Lalang. Sedangkan ibunya tinggal bersama pelaku. Diceritakannya, ia menemukan sang ibu telah tewas di dalam bak mandi pada Sabtu (27/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Na meyakini pelaku yang membunuh ibunya adalah ayah tirinya. Kecurigaan ini timbul lantaran sang ibu sebelumnya dikabarkan ingin pisah, tetapi pelaku tidak mau.

“Di rumah tersebut hanya ibu dan dia (pelaku) yang tinggal, tidak ada orang lain. Setelah ibu saya dibunuh, dia kabur bawa lari sepeda motor dan uang ibu saya,” pungkasnya. (ris/azw)

Belajar Matematika, Siswa Hitung Jarak & Waktu Tempuh di Angkot

BELAJAR: Murid Kelas VI SD Negeri 040460 Berastagi Sumatera Utara belajar Matematika secara praktik langsung, dengan emnghitung jarak dan waktu tempuh perjalanan mereka naik angkot dari Gedung SD hingga ke Gundaling Farm.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Pelajaran Matematika bagi sejumlah siswa terkadang menjadi momen menggelisahkan. Rumus-rumus berhitung yang terkesan rumit, membuat otak terasa buntu. Padahal banyak permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang harus diselesaikan dengan Matematika.

Nah, agar mata pelajaran Matematika menarik, dimengerti, dan bermakna bagi siswa, Serma Ulipa Simbolon, guru kelas VI SD Negeri 040460 Berastagi, Sumatera Utara, membuat grup belajar (group learning) secara tatap muka, di sela-sela kebijakan belajar daring selama pandemi Covid-19. Tentu dengan persetujuan orangtua siswa dan dengan penerapan protokol kesehatan.

“Secara umum, Matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang cukup sulit oleh siswa, karena harus berpikir lebih keras dibanding mata pelajaran lainnya. Hal ini terkadang membuat siswa tidak senang jika disajikan materi Matematika. Namun dengan belajar mengalami langsung, akan memudahkan siswa memahami materi pelajaran dari yang abstrak menjadi hal konkret,” kata Serma Ulipa mengawali penjelasan, kepada Sumut Pos, Selasa (30/3).

Menurutnya, proses belajar mengalami langsung dengan cara mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata anak, akan membuat siswa merasakan manfaatnya. “Jika memungkinkan, pembelajaran dimulai dari persoalan sehari-hari atau situasi nyata menjadi persoalan Matematika, sehingga dapat diselesaikan,” tutur salahsatu Fasilitator Daerah Komunikasi Karo Program Pintar Tanoto Foundation ini, dengan nada ringan.

Maka, pada pembelajaran Matematika dengan materi ajar menentukan jarak antar tempat dan mengukur waktu tempuhnya, Serma Ulipa mengajak anak-anak didiknya bepergian dari SD Negeri 040460 Berastagi menuju tempat pemerahan susu (Gudaling Farm) di Kota Berastagi. Ia memilih perjalanan menaiki kendaraan umum.

“Awalnya, saya jelasnya tujuan pembelajaran betapa perlunya mengetahui jarak yang ditempuh, agar kecepatan dan waktu bisa diatur sebelum bepergian. Sebelum berangkat, saya mengondisikan dua orang siswa duduk di samping Pak Sopir. Sedangkan siswa lain yang memiliki hape Android mengaktifkan penghitung waktu,” katanya menjelaskan metode belajar yang digunakannya.

Selama perjalanan di atas angkot, ia menstimulus para murid dengan sesi tanya jawab. “Bagaimana cara agar kita cepat tiba di tujuan?” tanyanya.

Salahseorang siswa bernama Rangga menjawab: “Mobilnya harus kencang, Bu!”

”Oke, berapa kilometer jarak SD 6 ke Gundaling Farm dan jam berapa kita sampai ke tujuan?” lanjutnya bertanya.

Serentak siswa menjawab: “Tidak tahu, Bu!”

Lantas, Serma Ulipa menjelaskan, untuk mengetahui jarak antara SD 6 ke Gundaling Farm, siswa perlu mengetahui kecepatan laju kendaraan dan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak yang dituju.

“Bagaimana cara mengetahuinya, Bu?” tanya seorang siswa penasaran.

“Nah… temanmu yang duduk di samping Pak Sopir, akan mengamati speedometer mobil selama dalam perjalanan. Temanmu yang mengaktifkan penghitung waktu, nanti akan menonaktifkan penghitung saat kita tiba di tujuan,” jelasnya.

BELAJAR: Serma Ulipa Simbolon, Guru Kelas VI SD Negeri 040460 Berastagi Sumatera Utara, membuat grup belajar (group learning) secara tatap muka di sela-sela kebijakan belajar daring selama pandemi Covid-19.

Setiba di Gundaling Farm, para siswa diminta menulis keterangan berapa laju kecepatan mobil dari speedometer angkot yang diamati, dan waktu tempuh yang tercatat sesuai penghitung waktu di hape Android.

Selanjutnya, Serma mengadakan tanya jawab agar siswa menemukan sendiri cara menentukan jarak yang ditempuh, dengan beberapa contoh soal cerita secara lisan. Siswa menanggapi pertanyaan guru dengan gagasan atau jawaban yang berbeda-beda.

Kemudian, Serma menyerahkan lembar kerja peserta didik untuk digunakan siswa menentukan jarak yang telah ditempuh dengan rumus Matematika.

“Siswa saya minta berdiskusi secara berpasangan, untuk menyelesaikan soal pada lembar kerja peserta didik,” ungkapnya.

Pada akhir pembelajaran melakukan refleksi, beberapa siswa memberi tanggapan akan pengalaman belajarnya.

Siswa bernama Nurmala penuh semangat mengaku senang belajar Matematika dengan cara seperti itu. “Sambil jalan-jalan bisa dapat pelajaran, dan saya jadi mudah mengerti,” katanya sembari tersenyum lebar.

Siswa bernama Hazael menambahkan: “Saya jadi tahu Bu, kalau naik kendaraan perlu diatur kecepatannya agar tidak terlambat ke tujuan.”

Senang metode belajarnya disambut penuh semangat oleh siswa, dan juga dipahami, serma Ulipa mengakhiri pembelajaran dengan memberi penguatan.

“Guru sebagai fasilitator akan memberi kenyamanan kepada siswa untuk mengalami proses belajarnya dengan mengalami dan mencoba, sehingga mampu menemukan konsep Matematika. Pembelajaran yang mengandung unsur MiKIR, salahsatunya Mengalami dari program Tanoto Foundation, membuat siswa menjadi kritis dan aktif, apabila pembelajaran dirancang dengan kreatif,” tutupnya manis. (rel/mea)

Smartfren Luncurkan Unlimited Pro Rp70.000

Perkuat Paket Internet Unlimited

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Melengkapi Paket Internet Smartfren Unlimited Lite Rp55.000 dan Smartfren Unlimited Maxi Rp80.000, Smartfren kembali meluncurkan Paket Unlimited Pro Rp70.000 di akhir Maret 2021.

Kartu perdana Unlimited Pro bisa diperoleh pelanggan di outlet-outlet terdekat, sedangkan untuk paket Unlimited Pro bisa dibeli melalui aplikasi MySmartfren mulai 30 Maret 2021. 

Hadirnya Smartfren Unlimited Pro, semakin mengukuhkan Smartfren sebagai market leader layanan internet “Paket Unlimited”.

Dengan demikian Kartu Perdana Smartfren Unlimited semakin relevan memenuhi segala kebutuhan internet pelanggan, mulai Kartu Perdana Unlimited Maxi Rp22.500 dengan FUP 1 GB/hari berlaku 7 hari, Kartu Perdana Unlimited Lite Rp55.000 dengan FUP 500 MB/hari berlaku 28 hari, Kartu Perdana Unlimited Maxi Rp80.000 dengan FUP 1 GB/hari berlaku 28 hari, dan terbaru Kartu Perdana Smartfren Unlimited Pro Rp70.000.

“Smartfren Unlimited Pro memiliki masa aktif 28 hari dan fair usage policy (FUP) sebesar 750 MB setiap hari. Dengan batas pemakaian wajar harian 750 MB/hari, pelanggan dapat menikmati akses ke semua aplikasi mulai dari aplikasi belajar online, media sosial, streaming dan banyak lagi. Tak hanya itu saja, Smartfren Unlimited bisa digunakan kapan saja dan dimana saja karena tidak ada batasan lokasi. Selain itu, pelanggan akan diberikan benefit tambahan yaitu Extra Unlimited Malam Full Speed yang bisa dinikmati mulai jam 01.00 – 05.00 WIB dan tentunya di jaringan Smartfren yang 100% 4G LTE,” jelas Jefry Bafubara, Regional Head Northern Sumatera Smartfren.

Jefry menambahkan, pengguna Unlimited Pro juga mendapatkan rejeki besar dengan mudah melalui program Rejeki WOW Treasure Hunt. Smartfren menyediakan total hadiah hingga miliaran rupiah untuk pelanggan peserta program ini. Hadiah yang disediakan mulai dari bonus pulsa, smartphone, laptop, motor, tabungan ratusan juta, hingga mobil.

Caranya mudah, pelanggan cukup install aplikasi MySmartfren yang sudah tersedia di iOS dan Android. Setelah itu pelanggan akan mendapat perahu yang dapat dipakai untuk berburu harta karun dan berpindah pulau. Setiap kali pelanggan melakukan isi ulang pulsa, membeli paket internet, atau membayar tagihan pascabayar, kapal tersebut akan bergerak dari satu pulau ke pulau lain. Setiap pulau tersebut memiliki peti harta berisi hadiah.

Ada beberapa pilihan paket internet Smartfren Unlimited terbaru, seperti Kartu Perdana Unlimited Maxi 7 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp22.5 ribu, Unlimited Lite 28 Hari, FUP 500 MB/hari, senilai Rp55 ribu, Unlimited Pro 28 Hari, FUP 750 MB/hari, senilai Rp70 ribu, dan Unlimited Maxi 28 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp80 ribu

Sedangkan untuk voucher data, ada beberapa pilihan seperti, Unlimited Maxi 7 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp20 ribu, Unlimited Maxi  14 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp40 ribu, Unlimited Lite 28 Hari, FUP 500 MB/hari, senilai Rp55 ribu, Unlimited Maxi 28 Hari, dan FUP 1 GB/hari, senilai Rp80 ribu.

Sedangkan paket unlimited di aplikasi MySmartfren, terdiri dari Unlimited Maxi 1 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp9 ribu, Unlimited Maxi 7 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp20 ribu, Unlimited Maxi  14 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp40 ribu, Unlimited Lite 28 Hari, FUP 500 MB/hari, senilai Rp55 ribu, Unlimited Lite 28 Hari, FUP 750 MB/hari, senilai Rp70 ribu, dan Unlimited Maxi 28 Hari, FUP 1 GB/hari, senilai Rp80 ribu, serta Unlimited Maxi 28 Hari, FUP 1,5 GB/hari, senilai Rp100 ribu. (rel/ram)

2 Pencuri Pintu Aluminium di Jalan S Parman Diciduk Polisi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pencuri pintu aluminium dari salah satu rumah di Jalan S Parman, Gang Pasir, Medan terciduk polisi.

Paparan: Personel Polsek Medan Baru sedang menunjukkan tersangka Pencuri pintu aluminium di rumah warga, di Jalan Syailendra Nomor 4 Medan saat dalam kondisi kosong, Selasa (23/3). Sumut Pos/ dewi

Keduanya diamankan petugas Polsek Medan Baru, setelah aksinya kepergok Satuan Pengamanan (Satpam) saat hendak membawa hasil curiannya.

Keduanya berinisial RA (50), warga Jalan Sunggal Kanan Medan dan SK (35), warga Jalan Kapten Patimura Gang Sauh Medan.

Pencurian itu dilakukan di rumah korban M Ridwan, Jalan Syailendra Nomor 4 Medan saat dalam kondisi kosong, Selasa (23/3), sekira pukul 06.00 WIB.

Hal itu dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Irwansyah Sitorus, Selasa (30/3/2021). Kepada wartawan dia mengatakan, dalam melancarkan aksinya, tersangka RA terlebih dahulu masuk ke dalam rumah dengan memanjat pagar.

Irwansyah menambahkan, RA kemudian melepas pintu yang terbuat dari aluminium, sementara SK menunggu di luar rumah sambil memantau situasi.

“Selesai melepas pintu, RA menemui SK memberitahukan kalau pintu sudah diletakkan di atas dekat kolam renang,” ujarnya.

Selanjutnya, terang Irwansyah lagi, SK masuk ke dalam dan memanjat pagar, lalu mengambil pintu aluminium yang sudah dilepas tersebut. Saat pelaku membawa hasil curiannya,Satpam yang berada di samping rumah korban menegur.

“Keduanya panik dan berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap petugas yang sedang melintas di sekitaran tempat kejadian perkara (TKP),” ungkapnya.

Tersangka dan barang bukti, lanjutnya, kemudian diboyong ke Polsek Medan Baru untuk proses lebih lanjut. “Keduanya dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman di atas 4 tahun penjara,” pungkasnya. (Mag-1)

Pemerintah dan Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Bersama, Berharap Pandemi Covid-19 Cepat Berlalu

DOA BERSAMA: Bupati Karo bersama Forkompinda dan tokoh lintas agama saat acara doa bersama yang digelar secara serentak secara virtual, Senin (29/3).

KARO, SUMUTPOS.CO – Doa bersama lintas agama digelar secara serentak hampir di seluruh daerah di Sumut, Senin (29/3). Doa bersama ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan bangsa dari berbagai ancaman, termasuk pandemi Covid-19 yang hingga kini masih berlangsung.

DOA BERSAMA: Bupati Karo bersama Forkompinda dan tokoh lintas agama saat acara doa bersama yang digelar secara serentak secara virtual, Senin (29/3).

Kegiatan doa bersama ini merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara Nomor : 450/2680 tanggal 25 Maret 2021 tentang imbauan untuk melaksanakan doa bersama secara serentak menghadapi wabah pandemi Covid-19 yang masih mewabah dan berdampak luas pada tatanan ekonomi dan sosial kemasyarakatan sehingga menimbulkan keprihatinan. Kegiatan doa bersama lintas agama ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah bersama masyarakat Sumatera Utara, guna menanggulangi penyebaran virus corona.

Di Kabupaten Karo, Bupati Terkelin Brahmana bersama unsur Forkopimda dan para tokoh agama mengikuti doa bersama secara online melalui aplikasi zoom meeting dari aula Kantor Bupatri Karo yang dilaksanakan Gubernur Sumatera Utara bersama tokoh agama Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu dan Konghucu, Senin (29/3). Turut hadir dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Ketua DPRD Karo Iriani, Kapolres Karo AKBP Yustianus Setyo, Sekda Karo Drs Kamperas Terkelin Purba, mewakili Kajari Karo, mewakili Dandim 0205/TK, dan para tokoh lintas agama. Acara ini juga digelar mengikuti protokol kesehatan yang ketat, mengukur suhu badan, menjaga jarak, memakai masker serta memakai hand sanitizer.

Kegiatan serupa juga digelar Pemko Binjai bersama tokoh lintas agama hingga unsur forkopimda di Aula Lantai II Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (29/3). Pelaksana Tugas Wali Kota Binjai, Amir Hamzah menyatakan, doa bersama lintas agama diharapkan agar penanganan Covid-19 semakin dimudahkan oleh Tuhan yang maha esa. Juga agar pandemi segera berlalu.

“Sebagai umat beragama, kita tidak boleh lupa kepada Tuhan yang maha kuasa untuk tetap berdoa dan memohon agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu,” ujar dia.

Dalam mengahadapi tantangan, ujian dan cobaan wabah Covid-19 yang terasa amat berat dan kompleks ini, Amir mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di kota Binjai agar harus tetap tegar. Tidak boleh menyerah.

Namun sebaliknya, justru harus semakin kompak, rukun dan bersatu dalam menghadapi permasalahan Covid-19 ini. “Pemerintah akan terus bekerja keras dan akan terus melakukan segala usaha serta upaya untuk mengatasi hingga meminimalisir penyebaran covid-19 di Kota Binjai,” tukasnya.

Di Kabupaten Asahan, doa bersama lintas agama ini diadakan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (29/3). Bupati Asahan Surya, dalam pidatonya mengatakan, ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini. “Pertama, kita dapat terus memupuk silaturahmi dan persatuan diantara kita. Kedua, dengan adanya peristiwa ini, rasa syukur kita kepada Allah SWT semakin bertambah,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Surya berharap agar wabah Covid-19 ini segera cepat berakhir. Dan ke depan tidak ada lagi wabah virus serupa ataupun penyakit-penyakit lainnya yang melanda kita. Kepada masyarakat, Surya kembali menghimbau untuk selalu menerapkan protokol Kesehatan, agar penyebaran Covid 19 dapat dihindari. (deo/ted/mag-9)

Kapolres Tinjau PPKM Mikro di Binjai Utara

TINJAU: Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo (tengah) meninjau pelaksanaan PPKM Mikro di Kelurahan Nangka, Binjai Utara.teddy akbari/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo meninjau pelaksanaan PPKM Mikro di Binjai Utara, Senin (29/3). Pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Binjai berlangsung sejak 23 Maret 2021 sampai 5 April 2021.

TINJAU: Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo (tengah) meninjau pelaksanaan PPKM Mikro di Kelurahan Nangka, Binjai Utara.teddy akbari/sumut pos.

Kapolres berharap, masyarakat harus mematuhi ketentuan PPKM Mikro. Tujuannya, agar penyebaran covid-19 di Kota Binjai dapat menurun. “Saya mengucapkan terima kasih kepada para lurah dan petugas Posko di Binjai Utara yang sudah melaksanakan kegiatan pemberlakuan 5M di masyarakat,” kata Kapolres didampingi Kapolsek Binjai Utara, AKP Teuku Fathir.

Posko PPKM Mikro juga dalam rangka percepatan penanganan covid-19. Tim gabungan yang dibentuk untuk mengisi posko terdiri dari tim deteksi, pencegahan, tracing dan penanganan covid-19. “Apabila di Kelurahan Nangka misalnya, tidak ada ditemukan masyarakat yang terpapar covid-19, berarti Tim PPKM Kelurahan Nangka sudah bekerja secara optimal,” sambung dia.

Kapolsek Binjai Utara, AKP Teuku Fathir menambahkan, pihaknya sudah membuat peta penyebaran covid-19, khususnya pada wilayah mereka. Ini dilakukan untuk memudahkan dalam pencegahan sekaligus pendataan.

Kata Fathir, tingkat penyebaran di Kota Binjai berangsur menurun. “Kepada personel, Pak Kapolres berpesan untuk jaga kesehatan dalam setiap bertugas,” tukasnya. (ted)