Home Blog Page 3653

Modus sebagai Teknisi Wifi, Perampok di Sunggal Ditembak Polisi

DIPAPARKAN: Perampok modus sebagai teknisi wifi dipaparkan Polsek Medan Sunggal, Jumat (26/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perampok dengan modus sebagai teknisi wifi ditembak personel Polsek Medan Sunggal. Tersangka ditembak karena berusaha melawan saat ditangkap petugas.

DIPAPARKAN: Perampok modus sebagai teknisi wifi dipaparkan Polsek Medan Sunggal, Jumat (26/3).

Pelaku perampokan, Mardiansyah (39) warga Jalan Besar Tanjung Selamat Gang Mekar Desa Tanjungselamat Sunggal. Perampok ini sebelumnya ditangkap ketika berada di warung kopi Simpang Pos Jalan Jamin Ginting, Jumat (26/3) malam.

Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak menjelaskan, pelaku melakukan perampokan di rumah Evi Agustian (28) Jalan Patriot, Medan Sunggal, Selasa (23/3). “Awalnya korban sedang berada di rumahnya bersama dua anaknya yang berusia 6 dan 4 tahun. Saat itu, pelaku datang ke rumah korban mengaku sebagai teknisi jaringan wifi dan berpura-pura menanyakan kerusakan wifi di rumah korban,” ujarnya.

Namun lanjut Budiman, korban menjawab bahwa jaringan wifi di rumahnya sudah pulih kembali. Akan tetapi, pelaku tak kehabisan akal sehingga berpura-pura hendak memfoto instalasi jaringan wifi yang berada di rumah korban dengan alasan untuk laporan ke kantornya.

Korban yang tidak curiga terhadap pelaku, lalu mempersilahkan untuk masuk ke dalam rumahnya. Di dalam rumah, pelaku menyuruh korban untuk mengecek password wifi di handphonenya. Karena ponsel android-nya berada di kamar, korban pun naik ke lantai dua untuk mengambilnya dan pelaku mengikuti dari belakang.

“Begitu korban masuk ke dalam kamar, pelaku langsung menutup pintu dan menguncinya. Pelaku langsung mengeluarkan senjata yang mirip senjata api dan langsung menodongkannya ke arah korban lalu mengancam akan membunuh korban,” jelasnya.

Korban yang ketakutan dan tak mau mati konyol, kemudian dompetnya yang diletakkan di dalam lemari. Selanjutnya, korban memberikan uang sebesar Rp1 juta kepada pelaku dengan harapan agar jangan dibunuh. Meski sudah mendapat uang tunai, namun pelaku tak merasa puas dan memaksa agar korban memberikan kartu ATM bank miliknya. “Setelah mendapatkan kartu ATM, pelaku memborgol tangan korban dan mengaitkannya di lemari. Kemudian, pelaku pergi dan melarikan ponsel milik korban,” kata Budiman.

Korban lalu berusaha melepaskan borgol di tangannya. Setelah berhasil, korban mendatangi kantor Polsek Medan Sunggal untuk melaporkan kejadian perampokan yang dialaminya. “Dari laporan korban, petugas kita turun ke lokasi melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi pelaku,” ucapnya.

Budiman menyebutkan, setelah tiga hari berlalu, pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku yang sedang duduk di sebuah warkop Jalan Jamin Ginting Simpang Pos. Tanpa buang waktu, personil datang ke lokasi dan meringkus pelaku dengan mudah.

“Namun saat hendak diboyong ke kantor, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha merampas senjata anggota. Karena itu, petugas terpaksa melumpuhkan pelaku menembak kakinya,” terangnya.

Dia menambahkan, selain pelaku, turut diamankan barang bukti 1 paket sabu-sabu, 1 unit handphone merk Samsung A715f milik korban, sepucuk softgun merk Glock 19 yang digunakan saat beraksi, 1 unit sepeda motor Vario BK 6912 AIF dan uang tunai Rp850 ribu. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman di atas 5 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ris/azw)

Simpan 15 Kg Sabu dan 60 Ribu Ekstasi: Dua Sejoli Tetap Divonis Penjara Seumur Hidup

SIDANG: Dua terdakwa penyimpan 15 kg sabu dan 60 ribu ekstasi, saat menjalani sidang vonis beberapa waktu lalu di PN Medan.agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi (PT) Medan menghukum seumur hidup Wahyudi Syahputra (23) dan Rika Nurainun (19). Dua sejoli ini tetap dihukum seumur hidup, karena terbukti bersalah menyimpan sabu seberat 15 kilogram (kg) dan 60 ribu butir ekstasi.

SIDANG: Dua terdakwa penyimpan 15 kg sabu dan 60 ribu ekstasi, saat menjalani sidang vonis beberapa waktu lalu di PN Medan.agusman/sumut pos.

“Mengadili, menerima permintaan banding dari penuntut umum. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 2279/Pid.Sus/2020/PN Mdn tanggal 21 Desember 2020 yang dimintakan banding,” ujar Majelis Hakim banding yang diketuai Karto Sirait, sebagaimana dikutip dari website PT Medan, Minggu (28/3).

Sebelumnya di Pengadilan Negeri (PN) Medan, kedua terdakwa ini lolos dari hukuman mati setelah hakim Merry Donna menghukum keduanya dengan pidana seumur hidup, Senin (21/12) lalu.

Kedua terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diketahui, pada 18 Maret 2020 petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan, mendapat informasi yang menyebutkan disalah satu rumah kontrakan yang ditempati M Ayub alias Bocil (meninggal) di Jalan Setia Budi Gang Rambutan, Medan Selayang, dijadikan gudang penyimpanan narkotika.

Saat melakukan penyelidikan, petugas melihat NA (sudah berkekuatan hukum tetap) berada di depan rumah. Petugas kemudian mendatanginya dan membawa masuk NA yang masih dibawah umur tersebut. Ketika berada didalam rumah, melihat terdakwa Wahyudi dan Rika berada di ruang tamu.

Petugas kemudian mengintrogasi ketiganya, menanyakan keberadaan Bocil. Ketiganya lantas mengaku jika buruan yang dicari petugas itu sedang tidur di kamar. Benar saja, petugas menjumpai Bocil sedang tertidur kemudian membangunkannya dan mengintrogasinya.

Saat melakukan pengeledahan ditemukan 3 tas ransel yang didalamnya terdapat 15 bungkus plastik teh hijau berisi sabu seberat 15 kg dan 6 plastik berisi 60.000 butir ekstasi warna biru dan hijau, dari dalam lemari kamar yang ditempati Bocil, NA dan kedua terdakwa.

Dari hasil intrograsi yang dilakukan, diakui keempatnya bahwa barang haram itu milik Paklek (DPO). Petugas kemudian mengamankan keempatnya ke Polrestabes Medan. Namun pada saat dilakukan pengembangan, Bocil tewas ditembak petugas karena melakukan perlawanan. (man/azw)

Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Villa Siombak

JENGUK: Polisi menjenguk bocah yang ditemukan tewas tenggelam di kolam renang saat berada di Rumah Sakit Wulan Windi, Jumat (26/3).fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua bocah ditemukan tewas tenggelam di kolam renang di villa kosong Jalan Situs Kotta Cinna, Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (26/3) sore.

JENGUK: Polisi menjenguk bocah yang ditemukan tewas tenggelam di kolam renang saat berada di Rumah Sakit Wulan Windi, Jumat (26/3).fachril/sumut pos.

Kedua bocah yang tewas adalah, Rafif Putra Kurniawan (5) dan M Rangga (4,5). Tewasnya kedua bocah menetap di Lingkungan 7, Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan telah disemayamlam ke rumah duka.

Informasi diperoleh menyebutkan, kedua korban bersama teman-temannya berenang di kolam berukuran 3X4 meter di belakang villa kosong tida jauh dari rumah mereka. Nahas, ternyata kedua bocah tersebut tenggelam setelah masuk ke dalam kolam yang diperkirakan kedalaman 1,5 meter.

Kondisi kedua bocah telah mengapung tak bernyawa diberitahukan temannya kepada warga sekitar. Warga mendengar itu langsung mengecek, ternyata tubuh kedua bocah telah kaku. Warga pun mencoba memberikan pertolongan dengan membawa kedua korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Wulan Windi.

Setelah tiba di rumah sakit, medis menyatakan kedua bocah tersebut telah tewas. Petugas Polsek Medan Labuhan menerima informasi melakukan olah TKP dan mengecek kondisi korban yang telah tewas.

“Villla ini sudah belasan tahun kosong. Selama ini kolam itu tidak ada airnya, mungkin karena hujan makanya ko lamnya berisi air. Kami pun tidak menyangka kalau anak – anak ini berenang di kolam itu,” kata Anto warga sekitar.

Pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung memasang police line atau garis polisi. Keluarga kedua bocah menerima informasi itu tampak tak kuasa menjerit histeris di rumah sakit. Keluarga menolak kedua korban agar tidak divisum dengan membuat pernyataan tidak keberatan kepada polisi. Kedua bocah tersebut langsung disemayankan ke rumah duka.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Dari hasil pengecekan, tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Kedua bocah itu tewas karena tenggelam di villa kosong dekat rumahnya.

“Dari keterangan saksi, korban sebelumnya berenang bersama teman-temannya. Pihak keluarga tidak keberatan untuk divisum dan telah membuat pernyataan tidak keberatan,” pungkasnya. (fac/azw)

Usai Balapan Liar, Pria Tewas Ditembak OTK, TKP di Depan SPBU Medan Labuhan

TEWAS: M Ridho Gufa tewas mengenaskan setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan KL Yos Sudarso, Minggu (28/3) dinihari.fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pria bernama M Ridho Gufa (37) tewas mengenaskan setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan KL Yos Sudarso, Km 13, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (28/3) pukul 02.00 WIB.

TEWAS: M Ridho Gufa tewas mengenaskan setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan KL Yos Sudarso, Minggu (28/3) dinihari.fachril/sumut pos.

Korban yang menetap di Jalan KL Yos Sudarso, Km 14,5, Kampung Keluarga Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan ini tewas dengan luka tembak di kepala belakang tembus kekening depan. Kasus tersebut telah ditangani Polres Pelabuhan Belawan.

Informasi diperoleh menyebutkan, sebelum peristiwa itu terjadi, korban bersama teman-temannya diduga mengikuti balap liar. Tanpa disadari terjadi suara tembakan letusan senjata api. Satu peluru tembakan mengenai kepala belakang korban hingga tembus ke kening depannya.

Dengan seketika, suasana di depan SPBU Medan Labuhan heboh. Korban terjatuh bersimbah darah. Kasus tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi.

Polisi langsung membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan. Dari hasil olah TKP polisi, ditemukan dua selongsong puluru. Sejumlag saksi dimintai keterangan dari lokasi penembakan tersebut.

“Tadi di sini ada balap liar. Tiba-tiba saja kami dengar ada suara letusan tembakan dua kali. Kami lihat korban sudah jatuh, kami tidak tahu dari mana tembakan itu,” kata seorang remaja saat polisi meminta keterangan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus tersebut. Saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

“Kita masih menyelidiki pelakunya, untuk jenis pelurunya nanti kita jelaskan. Kita sedang kejar pelakunya. Kalau sudah terungkap segera kita press rilis nanti,” katanya tak mau berkomentar banyak. (fac/azw)

Curi Peralatan Elektronik, Satu Dari Dua Pelaku Diringkus

AMANKAN: Satu pelaku IN diamankan Satreskrim Polres Tebingtinggi bersama barang bukti barang elektronik hasil pencurian.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satu pelaku dari dua orang pelaku pencurian IN alias IIP (32) warga Jalan Letda Sujono, Kelurahan Teluk Karang, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi berhasil diringkus Satreskrim Polres Tebingtinggi setelah melakukan pncurian dirumah korbannya, Sabtu (27/3). Sedangkan pelaku lainnya, M alias Pesek berhasil kabur dari kejaran petugas dan menjadi DPO.

AMANKAN: Satu pelaku IN diamankan Satreskrim Polres Tebingtinggi bersama barang bukti barang elektronik hasil pencurian.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP J Nainggolan didampingi Kasat Rskrim AKP Wirhan Arif membenarkan ditangkapnya satu pelaku setelah melakukan pencurian dirumah, Starifah Hanum (50) warga Jalan Bani Hasyim, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi.

“Pasal yang dipeesangkakan pencurian dengan pemberatan sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan pasal 363 ayat (1) ke 3e 4e dan 5e dari KUHPidana,” jelasnya.

Menurutnya, barang bukti yang berhasil diamankan, 1 unit Kulkas Merk Panasonic warna hijau., 1 unit Rice Cooker merk Miyako warna Hijau, 1 unit TV LCD merk Changong warna hitam, 1 buah ambal warna merah bunga bunga dan 1 buah linggis berukuran panjang yang digunakan pelaku untuk membongkar rumah korban.

“Kedua pelaku berjalan ke rumah korban dan setibanya disamping rumah korban, mereka melepaskan kaca nako jendela samping rumah dan setelah terlepas pelaku mencongkel jerjak jendela samping menggunakan sebuah linggis yang sebelumnya sudah dibawa oleh pelaku,” bilang AKP J Nainggolan sekilas menceritakan kronologis pencurian.

Kemudian setelah masuk kedalam rumah, kawanan pelaku mengambil berbagai barang barang elektronik seperti televisi, kulkas, Rice cooker dan ambal, barang hasil curian sebelumnya disembunyikan dan rencananya akan dijual ke penadah. (ian)

Ada Bom Bunuh Diri di Makassar, Moeldoko Sudah Ingatkan Bahaya Radikalisme di Indonesia

Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko sejak jauh hari telah mencium bahaya radikalisme dengan ideologi berbahayanya. Hal itu disampaikan Moeldoko saat menjawab pertanyaan mengapa ia rela memimpin Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Moeldoko.

Menurut Moeldoko, bahaya kelompok radikalisme dengan ideologi jahatnya telah mulai menyusup ke beberapa lini kehidupan masyarakat, termasuk partai politik. Menurut dia, masuknya ideologi jahat yang dibawa kelompok radikal ke dalam tubuh partai politik membuat arah demokrasi di Indonesia mengalami pergeseran.

“Saya orang yang didaulat untuk memimpin Partai Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Partai Demokrat,” kata Moeldoko membuka perbincangan, Minggu (28/3/2021). Menurutnya, perebutan tampuk kekuasaan pada tahun 2024 membuat terjadinya pertarungan politik yang begitu kental dapat dikenali. Tentu saja hal itu dapat menjadi ancaman bagi Indonesia Emas tahun 2045.

“Terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali. Ini menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045,” papar Moeldoko. Kecenderungan tarikan ideologis itu juga menurut Moeldoko terlihat di internal Partai Demokrat.

“Jadi ini bukan sekadar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa. Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan kepada peserta KLB,” ulas Moeldoko.

Salam hal ini, Moeldoko mengaku bertindak atas nama pribadi dan tak membebani presiden sebagai tempatnya bertangungjawab sebagai KSP. “Terhadap persoalan yang saya yakini benar dan itu atas otoritas pribadi yang saya miliki, maka saya tidak mau membebani presiden,” tegas Moeldoko.

Keyakinan Moeldoko mengenai masuknya kelompok radikal ke tubuh partai politik mulai terbukti. Salah satunya terjadi di tubuh Partai Demokrat yakni ketika eks Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman menawarkan untuk memberikan bantuan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai perwakilan kubu Cikeas di bawah komando Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Terhadap tindak-tanduk mereka pun Moeldoko tak mau kompromi. Tindakan tegas dan terukur harus diberikan. Jika dibiarkan, bukan tak mungkin mereka akan merusak tatanan berbangsa dan bernegara. Terbukti, hari ini kelompok radikal tersebut melalukan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral di Makassar Sulawesi Selatan.(*)

Pengurus PSMS Temui Wali Kota Medan

BERSAMA: Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama pengurus PSMS. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus PSMS yang dipilih melalui Rapat Anggota klub PSMS menemui Wali Kota Medan, Bobby Nasution di Balai Kota Medan, beberapa waktu lalu. Pertemuan itu membahas tentang masa depan PSMS.

“Dalam pertemuan itu, kita memperkenalkan kepengurusan PSMS yang dipilih melalui Rapat Tahunan tahun lalu. Selain itu, kita juga berbicara soal masa depan tim kebanggaan masyarakat Medan dan sekitarnya tersebut,” ujar Ketua Umum PSMS, Adi Saputra di Medan, Minggu (28/3).

Dalam melakukan audensi tersebut, rombongan PSMS dipimpin Ketua Umum Adi Saputra, didampingi Dewan Penasehat Ir Dolly Sinomba Siregar. Juga hadir dua legenda PSMS, H Sumardi dan Nirwanto. Kemudian pengurus seperti Sari Azhar Tanjung, Zulkifli dan Ravi Kumar.

Adi Saputra menambahkan, pihaknya juga meminta dukungan Bobby untuk mengembalikan kejayaan PSMS. Sebab, PSMS merupakan tim kebanggaan masyarakat Kota Medan.

“Kita meminta dukungan wali kota selaku pembina PSMS. Dan, wali kota menyambut baik kedatangan kita tersebut,” tambahnya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution berkata akan mendalami masalah PSMS. Sebab, selama ini dia kurang mengikuti perjalanan Ayam Kinantan.

“Pak Wali berjanji akan mendalami masalah PSMS. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi momentum kebangkitan tim kebanggaan kita ini,” pungkasnya. (dek)

BRI Terus Dorong Pertumbuhan Lima Sektor Kunci Untuk Percepatan PemulihanEkonomi Nasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan kredit yang diiringi dengan terjaganya kualitas pembiayaan diprediksi akan terjadi sepanjang 2021, selama pelaku industri perbankan bisa secara cepat dan tepat menyalurkan kebutuhan pendanaan bagi pelaku usaha. Akselerasi pertumbuhan kredit dilakukan dengan fokus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor usaha yang sehat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini ada lima sektor usaha yang berperan tinggi dalam mengerek pertumbuhan ekonomi. Kelimanya adalah sektor industri manufaktur, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi & makanan/minuman. Kelima sektor ini menyumbang 60,1 persen pertumbuhan ekonomi nasional, dan menyerap 75,4 persen tenaga kerja.

Kelima sektor usaha ini juga menjadi penyumbang terbesar permintaan kredit segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2020. Sebanyak 83 persen kredit UMKM berasal dari pelaku usaha di lima sektor tersebut.

Menurut Direktur Utama Bank BRI Sunarso, lima sektor usaha di atas patut mendapat prioritas untuk penyaluran kredit dan pemulihan ekonomi nasional. Dia menyebut perbaikan kondisi ekonomi nasional bisa dimulai dari terjaganya kualitas dan penyaluran pembiayaan bagi pelaku usaha di lima sektor itu.

“Menurut saya, sektor yang prioritas itu yang kira-kira akan men-generate pertumbuhan kredit dan juga menjaga kualitasnya. Tapi bagaimana (untuk sektor) yang masih tumbuh negatif, sebut saja (sektor) yang masih berkaitan dengan turis, hotel, dan lain-lain? Rasanya saya katakan, fokus saja disitu untuk menjaga kualitas (kredit),” ujar Sunarso dalam webinar Katadata Indonesia Data and Economic Conference 2021 yang mengambil tema “Indonesia’s Narrowing Path to Prosperity: Tough Economic Choices for Hard Times” pada Kamis (25/3).

Sunarso mengungkapkan, penyaluran kredit lembaga perbankan ke depannya harus fokus menyasar pelaku usaha di segmen prioritas, terutama bagi mereka yang masuk segmen UMKM. Alasannya, UMKM adalah segmen usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Apabila kondisi usaha UMKM terjaga, maka permintaan kredit dari pelaku usaha segmen ini akan meningkat. Peningkatan kredit otomatis berdampak pada membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terganggu pasca pandemi Covid-19 melanda.

BRI yakin perbaikan kondisi pelaku UMKM bisa berjalan maksimal sepanjang 2021, terlebih karena saat ini proses pemulihan tengah dilakukan pemerintah melalui berbagai kebijakan seperti vaksinasi, perpanjangan penyaluran stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan bansos tunai bagi masyarakat.

Beragam program ini terbukti berdampak positif terhadap optimisme pelaku UMKM. Berdasarkan data BRI Micro & SME Index, mayoritas pelaku UMKM yakin dapat bangkit mulai kuartal I tahun ini. Indeks tersebut juga memotret terjadinya perbaikan aktivitas bisnis UMKM dan sentimen bisnis pelaku usaha.

“Kesimpulannya, UMKM itu ternyata masih sangat optimis melihat pemulihan ekonomi ini, baik yang di-create dengan kebijakan pemerintah maupun internal situasi bisnis UMKM itu sendiri,” ujarnya. “Saya ingin sampaikan bahwa, secara keseluruhan perbankan kita itu sebenarnyarisk managemet-nya cukup kuat dan solid. Saya menegaskan kembali, bahwa dalam situasi seperti sekarang ini untung itu nomor dua. Nomor satu itu ya selamat,” tambah Sunarso.

Ke depannya, BRI berkomitmen terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penyaluran berbagai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan tujuan akhir meningkatkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Peningkatan dua hal ini akan berujung pada naiknya permintaan kredit, dan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional.(rel)

Jutaan Pengunjung Hadiri KPR BRI Virtual Expo 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pameran virtual KPR yang diselenggarakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. resmi berakhir. Sepanjang penyelenggaraan acara bertajuk KPR BRI Virtual Expo sejak 26 Januari 2021 lalu, ada jutaan pengunjung yang meramaikan pameran daring tersebut melalui laman kprbrivirtual.com.

Berdasarkan data yang telah dihimpun, ada lebih dari 3 juta pengunjung laman KPR BRI Virtual Expo 2021 selama 2 bulan acara berlangsung. Dari jutaan pengunjung itu, ada sebanyak 4.000 aplikasi pengajuan KPR yang disodorkan masyarakat.

Penyelenggaraan KPR BRI Expo secara virtual tahun ini cukup terbilang sukses menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencari dan memenuhi kebutuhan mereka akan hunian. Terbukti, ada 60 persen lebih pengunjung KPR BRI Virtual Expo yang masuk kategori milenial atau berusia kurang dari 35 tahun.

“Antusiasme tinggi para generasi muda menunjukkan besarnya kebutuhan dan minat mereka untuk memiliki hunian. Demi membantu masyarakat, maka BRI hadir dan menyelenggarakan KPR BRI Virtual Expo sebagai bukti dukungan perusahaan mengatasi masalah backlog perumahan di Indonesia,” ujar Corporate Secretary BRI Aestika OryzaGunarto.

Tahunini, KPR BRI Virtual Expo menampilkan lebih dari 200 perusahaan pengembang (developer) perumahan di seluruh Indonesia. Ratusan pengembang ini memiliki 300 proyek lebih di berbagai daerah. Selain menampilkan hunian-hunian yang cocok bagi generasi muda, BRI melalui acara ini juga menggelar webinar series bertema seputar properti, virtual talkshow, serta edukasi ihwal properti dan pentingnya generasi muda untuk memiliki hunian sedari dini.

KPR BRI Virtual Expo juga dimeriahkan dengan berbagai kuis berhadiah total ratusanjuta rupiah, dan menggunakan sistem digital dalam pengajuan kredit yang bernama BRISPOT. Melalui penggunaan BRISpot, calon nasabah KPR bisa mengajukank reditnya di mana saja dan kapanpun tanpa harus berkunjung kekantor kerja perusahaan.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan memberi pengalaman baru dalam membeli rumah, serta mengedukasi milenial tentang penting dan mudahnya memiliki properti di usia muda melalui KPR BRI. Kemudahan ini bisa didapat para generasi muda karena BRI memiliki banyak program KPR yang menarik dan mudah pengajuannya.
“BRI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kemajuan dunia properti melalui program dan event yang telah disiapkan untuk nasabah dan juga tentunya para developer rekanan BRI,” tutupAestika.(rel)

PLN UIW Sumut Gelar Sosialisasikan Stimulus Listrik TW2 2021

MEDAN, SUMTUTPOS.CO – PLN UIW Sumut menggelar konfrensi pers secara virtual mengenai mekanisme penyaluran stimulus listrik triwulan II 2021. Acara yang diikuti oleh 37 jurnalis tersebut terdiri dari pemaparan oleh Senior Manager Niaga PLN UIW Sumut Chairuddin dan sesi tanya jawab selama 1,5 jam.

VIRTUAL: PLN UIW Sumut saat menggelar jumpa pers tentang stimulus listrik TWK 2021, secara virtual.

Manager Komunikasi PLN UIW Sumut Jimmi Amanda Aritonang dalam pembukaan mengatakan, tujuan konfrensi pers tersebut menjelaskan mekanisme stimulus sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Senior Manager Niaga PLN IUW Sumut Chairuddin mengatakan, berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, stimulus periode April–Juni 2021, besarannya akan diberikan separuh dari periode sebelumnya, yaitu:

  1. Pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere, bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.
  2. Pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.
  3. Pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial. Bagi pelanggan pascabayar, lanjutnya, diskon diberikan dengan langsung memotong tagihan rekening listrik pelanggan.

Sementara untuk pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik.
“Untuk pelanggan prabayar 450 VA, stimulus akan langsung di dapat saat membeli token listrik,” ujar Chairuddin. PLN juga menekankan bagi pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri daya 450 VA pasca bayar karena ada perubahan besaran stimulus maka diskon langsung didapat saat melakukan pembayaran rekening listrik.

“Kami mengingatkan, khususnya kepada pelanggan 450 VA pasca bayar, mulai rekening bulan April 2021 harus kembali melakukan pembayaran. Namun tentunya dengan potongan dari stimulus sebesar 50 persen,” ucap Chairuddin. Khusus untuk pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, pemberian stimulus akan diberikan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri. Potongan sebesar 50 persen hanya diberikan untuk biaya beban/abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum.

“Untuk memberikan layanan kepada pelanggan terkait stimulus, PLN membuka saluran pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau AppStore,” pungkasnya. (ila)