Home Blog Page 368

Institut Kesehatan Helvetia Gelar Capping Day

CAPPING DAY: Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi (depan, 3 kiri) bersama pembina Yayasan Helvetia, undangan dan peserta capping day Institut Kesehatan Helvetia. (ISTIMEWA)
CAPPING DAY: Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi (depan, 3 kiri) bersama pembina Yayasan Helvetia, undangan dan peserta capping day Institut Kesehatan Helvetia. (ISTIMEWA)

SUMUTPOS.CO – Institut Kesehatan Helvetia mengelar capping day di Gedung Selecta Medan, Selasa (25/2). Kegiatan dihadiri ketua dan anggota senat Institut Kesehatan Helvetia, Pembina Yayasan Helvetia Dr dr Razia Begum Suroyo MKes, Ketua ABP-PTSI Sumut sekaligus Ketua BPH Institut Kesehatan Helvetia Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM dan Rektor Institut Kesehatan Helvetia Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi.

Turut hadir kepala LLDikti Wilayah I, ketua Aptisi Sumut, pimpinan RSU di Medan, serta ketua program studi, dosen dan keluarga mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia.

Rektor Institut Kesehatan Helvetia Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi mengutarakan bahwa capping day merupakan pencapaian besar para mahasiswa keperawatan dan kebidanan yang telah menyelesaikan salah satu tahapan penting untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkompeten.

”Capping day ini merupakan simbol dari perjalanan panjang Anda, menuju dunia pelayanan kesehatan yang sesungguhnya. Saya ingin mengajak kita semua untuk sejenak merenung dan menyadari betapa pentingnya peran tenaga kesehatan dalam kehidupan masyarakat,” kata rektor.

Sebagai tenaga kesehatan, menurut rektor, tidak hanya berperan dalam memberikan pengobatan atau terapi medis. Tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan yang humanis. Pelayanan kesehatan yang humanis adalah pelayanan yang tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga psikologis, sosial dan spiritual pasien.

Tenaga kesehatan, khususnya para perawat dan bidan adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan. ”Anda adalah orang pertama yang bertemu dengan pasien saat mereka membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, peran anda sangat menentukan kualitas pelayanan yang diterima oleh pasien,” tegas Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi.

Perawat dan bidan harus lebih dari sekadar keterampilan teknis. ”Anda dituntut untuk memiliki sikap empati, kasih sayang dan pengertian yang mendalam terhadap pasien,” sebut rektor.

Pelayanan kesehatan humanis berarti mengutamakan martabat dan hak asasi manusia dalam setiap tindakan yang dilakukan. Hal ini tercermin dalam cara kita berinteraksi dengan pasien, mendengar keluhan, memberikan informasi dengan jelas dan penuh perhatian serta memberikan dukungan moral yang sangat diperlukan. Terutama dalam kondisi yang penuh ketidakpastian atau saat pasien menghadapi kesulitan,” pesan Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi.

Sebagai tenaga kesehatan, kata rektor, Anda harus selalu mengingat bahwa setiap pasien memiliki cerita hidup yang unik. Seringkali, mereka datang kepada kita dengan beban emosional yang berat.

Oleh karena itu, keahlian dalam memberikan perawatan fisik harus dibarengi dengan kemampuan untuk memberikan perawatan yang bersifat emosional dan psikologis.

Dalam hal ini, lanjut rektor, keterampilan komunikasi menjadi sangat penting. Anda harus mampu berbicara dengan lembut, penuh perhatian serta mendengar dengan penuh empati dan tanpa menghakimi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hubungan yang positif antara tenaga kesehatan dan pasien dapat mempercepat pemulihan dan meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan.

”Anda sebagai mahasiswa keperawatan dan kebidanan Institut Kesehatan Helvetia telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sangat berharga. Namun, ilmu pengetahuan dan keterampilan itu harus terus dikembangkan dan diterapkan dengan penuh dedikasi,” kata Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi.

Rektor yakin bahwa lulusan Institut Kesehatan Helvetia memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam dunia kesehatan.

”Semoga dapat menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya ahli dalam bidang keperawatan dan kebidanan, tetapi juga penuh dengan empati, kasih sayang, dan rasa hormat terhadap sesama,” kata rektor.(dmp/han)

Komitmen Agincourt Resources Membina UMKM (3): Tuai Apresiasi dan Penghargaan

Wakil Presiden Direktur PT Agincourt Resources (PTAR) Ruli Tanio (keempat dari kiri) berfoto bersama dengan manajemen PTAR dan juri usai menerima penghargaan ISDA di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Dok PTAR)
Wakil Presiden Direktur PT Agincourt Resources (PTAR) Ruli Tanio (keempat dari kiri) berfoto bersama dengan manajemen PTAR dan juri usai menerima penghargaan ISDA di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Dok PTAR)

SUMUTPOS.CO – Kepedulian dan keseriusan PT Agincourt Resources (PTAR) dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah sekitar tambang, tidak diragukan lagi. Atas kepedulian itu, pengelola Tambang Emas Martabe ini terus mendapat berbagai apresiasi dan penghargaan.

HINGGA saat ini Agincourt Resources sudah membina 167 pelaku UMKM di wilayah sekitar tambang. UMKM terdiri dari kuliner, Batik Tapanuli Selatan, bator craft, kelompok menjahit, handicraft, make-up artist (MUA), henna artist, fotografi, videografi hingga ecoprint.

UMKM tersebut telah berkembang secara pasti. Keberadaan mereka pun memberikan dampak signifikan bagi pelaku, masyarakat, dan pemerintah.

Bagi pelaku UMKM, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan ekonomi. Selain itu, pelaku UMKM tersebut telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya. Dan, bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan, UMKM itu ikut menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita sangat mengapresiasi Agincourt Resources yang selama ini telah berdedikasi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program UMKM Agincourt Resources telah membuka peluang kerja sehingga mengurangi angka pengangguran di Batangtoru,” puji Camat Batangtoru, Mara Tinggi Siregar.

Menurut data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara tahun 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Penduduk Umur 15 Tahun Kabupaten Tapanuli Selatan sekitar 3,41 persen. Angka ini menurun dari tahun 2023 sebesar 3,49 persen dan tahun 2022 sebesar 3,65 persen.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tapanuli Selatan Achmad Raja Nasution mengatakan, Pemkab Tapsel terus berupaya mengurangi jumlah pengangguran. Salah satu upaya mereka dengan merangsang pertumumkan UMKM.

“Jadi, kami sangat mengapresiasi upaya PTAR yang konsisten melakukan pembinaan kepada kelompok usaha binaan untuk menumbuhkan perekonomian lokal. Kami berharap ke depan, kelompok-kelompok usaha lokal baru bermunculan, sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan semakin besar dan luas,” ungkapnya.

Atas dedikasi dan komitmen dalam pembinaan UMKM tresebut, Agincourt Resources juga mendapat berbagai penghargaan. Untuk tahun 2024, mereka setidaknya memperoleh dua penghargaan bergengsi.

Salah satunya adalah memperoleh penghargaan bergengsi dalam ajang Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia Awards yang diselenggarakan di Politeknik International Bali (PIB) College, Oktober 2024 lalu.

Pada ajang itu, Agincourt Resources memperoleh empat penghargaan. Salah satu penghargaan yakni Kategori Cipta Karsa Mandiri: Peningkatan dan Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Perempuan Berbasis Kompetensi, Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera.

Penghargaan ini diberikan atas peran Agincourt Resources membina UMKM kelompok peremuan di wilayah sekitar tambang. Para perempuan tersebut turut membantu perekonomian keluarga dan sekitarnya.

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan yang telah diberikan. Ini adalah bukti nyata bahwa program-program CSR yang kami jalankan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Senior Manager Community Christine Pepah.

Tak Agincourt Resources juga menerima penghargaan tak kalah bergengsi pada Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2024 yang digelar November lalu. Tidak tanggung-tanggung, mereka memboyong penghargaan Gold atas program dukungan terhadap kelompok perempuan melalui pelatihan kuliner dan make-up artist (MUA).

Saat ini Agincourt Resources memang lebih banyak membina UMKM kulier dan MUA. Menurut data, Agincourt Resources saat ini membina 53 pelaku UMKM kuliner, paling banyak disusul MUA.

“Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari upaya berkelanjutan dan kontribusi kami pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional, dan pada pertumbuhan ekonomi serta pencapaian SGDs, antara lain pada tujuan 2 dan 13,” kata Wakil Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Ruli Tanio.

Agincourt Resources diperkirakan akan terus memperoleh apresiasi dan penghargaan di masa mendatang. Sebab, mereka akan tetap melakukan pembinaan UMKM di masa mendatang. (*/dek/bersambung)

Pembangunan Infrastruktur di Marelan Jadi Prioritas Saiful Bahri

RESES: Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, Saipul Bahri, SE, Reses II Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025 yang di laksanakannya di dua lokasi berbeda di Kecamatan Medan Marelan. ISTIMEWA/SUMUTPOS
RESES: Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, Saipul Bahri, SE, Reses II Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025 yang di laksanakannya di dua lokasi berbeda di Kecamatan Medan Marelan. ISTIMEWA/SUMUTPOS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Medan Marelan menjadi prioritas Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, Saipul Bahri, SE. Infrastruktur tersebut menyangkut jalan dan drainase.

Hal itu disampaikannya saat menjemput aspirasi masyarakat pada Reses II Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025 yang di laksanakannya di dua lokasi berbeda di Kecamatan Medan Marelan, Senin (24/2/2025) sore.

Kedua lokasi itu, masing-masing di Jalan Durung III, Garden Pesona Asri, Lingkungan 19, Kelurahan Terjun dan di Jalan Kapt. Rahmadbuddin, No. 21 Lingkungan 12, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Persoalan infrastruktur khususnya drainase, kata Saipul, menjadi skala prioritas untuk di selesaikan. “Masalah drainase ini menjadi prioritas bagi saya. Saya sudah cek, sudah masuk dalam Musrenbang untuk perbaikan drainase sepanjang 3.000 meter. Ini akan saya kawal dan perjuangkan agar terealisasi,” katanya.

Terkait banjir, kata Saipul, wilayah Andansari dalam 3 tahun belakangan ini selalu banjir. Hal itu di sebabkan selain tidak baiknya drainase yang ada, juga Sungai Bedera tidak mampu lagi menampung debit air yang masuk. “Kondisi Sungai Bedera saat ini lebih tebal sendimentasinya di bandingkan air. Makanya, Sungai Bedera perlu dinormalisasi,” katanya.

Selain itu, sebut Saipul, masalah fasilitas umum (Fasum) perumahan juga menjadi prioritas, sehingga nantinya pembangunan infrastruktur di area perumahan bisa di lakukan. “Ini menjadi catatan bagi. Saya akan perjuangkan agar pihak developer bisa menyerahkan Fasum itu ke Bagian Aset Pemkot Medan. Kalau sudah diserahkan dan menjadi aset, maka Pemkot Medan dapat melakukan pembangunan,” sebutnya.

Jadi, sebut legislator dari Dapil II meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan itu, semua aspirasi yang disampaikan menjadi masukan bagi anggota DPRD untuk di teruskan ke Pemkot Medan agar dapat di tindaklanjuti menjadi program pembangunan.

“Inilah gunanya Reses. Reses itu menyerap aspirasi masyarakat untuk dimasukkan menjadi program Pembangunan. Semua aspirasi ini akan kami sampaikan kepada Pemkot Medan dalam sidang paripurna nantinya,” kata anggota Komisi I itu.

Sementara Kepala UPT Medan Utara Dinas SDABMBK, Muhammad Kelana Putra, menyampaikan persoalan utama di Andansari karena wilayahnya berbatasan dengan Deliserdang. “Parit kebun itu masuk wilayah Deliserdang dan kondisinya cukup parah. Buangan parit kebun itu ke Sungai Bedera dan kondisi sungai sudah dangkal,” katanya.

Dari hasil kolaborasi, sebut Kelana, Pemkot Medan dan Deliserdang sepakat untuk melakukan normalisasi di wilayah masing-masing. “Normalisasi itu harus memakai ampibi besar. Tapi kita keterbatasan alat, karena hanya kita (Pemkot Medan, red) yang punya ampibi besar dan itupun cuma 1. Kalau melakukan normalisasi, paling cepat kerjanya 3 bulan. Tidak mungkin pula ampibi itu terus standby selama 3 bulan, karena wilayah lain juga butuh. Paling tidak, ada 3 ampibi standby di wilayah utara, karena memang wilayah utara ini paling membutuhkan,” ungkap Kelana.

Sebelumnya, warga mengeluhkan persoalan banjir, infrastruktur, BPJS, PKH dan Adminduk. Seperti disampaikan, Eko Saputro, warga Jalan Durung III, Lingkungan 19 meminta agar pemerintah dapat membantu membentengi daerah dari banjir.

Sunardi warga Lingkungan 17 meminta agar pembangunan drainase pendamping jalan utama Andansari di Lingkungan 17 dan 15 atau tepatnya hilir Sungai Bedera di lanjutkan. “Kalau ini di lanjutkan, bisa menanggulangi arus air ke Sungai Bedera. Kalau dikeruk, Sungai Bedera itu lebih banyak lumpur dari air,” katanya.

Sunardi juga menyarankan agar lahan di Lingkungan 19 bisa dibuat menjadi danau wisata. Ada sekitar 15 hektar lahan terbengkalai di Lingkungan 19. Itu bisa dibuat danau. Selain untuk menampung air, juga bisa untuk pengairan saat musim kemarau,” ujarnya.

Sementara, Sumarni, warga Gang Keluarga Mawar mengaku sudah 26 tahun berdomisili di wilayah itu, namun belum ada pembangunan infrastruktur baik jalan maupun drainase. “Di situ jalannya berlubang dan tidak ada drainase. Tolonglah Pak itu diperhatikan,” pintanya.
(map/han)

Cegah Kecurangan di Pasar Murah , DPRD Medan Segera Panggil Diskop UKM Perindag

Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo TR Parded.
Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo TR Parded.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo TR Pardede, menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan.

Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa semua stok bahan pangan tersedia. Kemudian, DPRD Kota Medan juga ingin memastikan bahwa harga-harga bahan pokok pada 151 titik Pasar Murah yang digelar Pemko Medan sudah sesuai dengan aturan dan tidak ada indikasi kecurangan.

“Seperti tahun lalu, terbukti ada ‘permainan’ di Pasar Murah dan berujung diperiksanya beberapa lurah oleh Inspektorat. Kita tidak ingin hal itu kembali terjadi di tahun ini, makanya akan kita jadwalkan untuk memanggil OPD terkait untuk memastikan semuanya,” ucap Salomo kepada Mistar, Selasa (25/2/2025).

Dikatakannya, ketidaksesuaian harga juga terjadi di Pasar Murah menjelang Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru). “Ada kita temukan harga di Pasar Murah berbeda dengan harga yang ada di list resmi Pemko Medan. Artinya, Pasar Murah kerap dijadikan ajang oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk meraup keuntungan. Ini tidak boleh dibiarkan, sebab Pemko Medan menggelar Pasar Murah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya memanggil OPD terkait, sambung Salomo, pihaknya juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa Pasar Murah untuk memastikan harga yang ada memang sesuai dengan harga yang ditetapkan secara resmi oleh Pemko Medan.

“Jika memang terbukti ada ASN yang ‘bermain’, kita minta segera diperiksa di Inspektorat. Kami di Komisi III akan aktif melakukan pengawasan, terutama pada kebijakan maupun program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bagi masyarakat juga kami imbau untuk mengadu kepada kami jika menemukan ada indikasi ‘permainan’ di Pasar Murah,” kata Bendahara DPC Gerindra Kota Medan ini.

Seperti diketahui, Pemko Medan menggelar Pasar Murah di 151 kelurahan yang tersebar di 21 kecamatan sejak 20 Februari sampai 19 Maret 2025. Pasar Murah merupakan agenda rutin Pemko Medan dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan yang berbanding lurus dengan naiknya beberapa harga bahan pokok di pasaran. (map/ila)

Warga Medan Deli Keluhkan Begal dan Minim LPJU

dr Faisal Arbie M Biomed
dr Faisal Arbie M Biomed

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, mengeluhkan maraknya aksi begal di kawasan Medan Deli. Warga merasa dihantui aksi kejahatan begal sehingga di malam hari tidak berani keluar rumah.

Melalui reses anggota DPRD Medan dr Faisal Arbie M Biomed (Fraksi Nasdem), warga berharap persoalan tersebut dapat disikapi serius oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan.

“Aksi begal dan tindak kejahatan lainnya marak di Kota Bangun. Tolong ini menjadi perhatian dan bagaimana solusinya,” ucap Rizal, salah satu peserta saat mengikuti Reses II masa persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 di yang digelar dr Faisal Arbie di Jalan Perunggu dalam lingkungan 5, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Minggu (23/2/2025) siang.

Disampaikan warga, aksi kejahatan terus merajalela, apalagi dengan kondisi lingkungan di Medan Deli gelap gulita. “LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) banyak yang padam karena rusak. Bahkan, masih banyak daerah yang belum terpasang LPJU,” ujar warga.

Keluhan lain juga disampaikan warga dan terungkap saat reses, seperti banyak drainase yang tidak berfungsi sehingga banjir selalu terjadi dimana mana, air meluber hingga masuk ke rumah warga. Begitu juga, bantuan PKH yang tidak merata. Banyak warga Lansia dan janda tidak pernah mendapat bantuan.

Menyikapi keluhan warga, Anggota DPRD Medan dr Faisal Arbie M Biomed, terkait maraknya aksi begal, mendesak Pemko Medan lebih serius kordinasi dengan pihsk Kepolisian. Selain itu, kordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemuda supaya ditingkatkan dan termasuk Pos Siskamling tiap lingkungan diaktifkan.

Sedangkan untuk meminimalisir tindak kejahatan tersebut, pemasangan LPJU perlu diperbanyak hingga suatu lingkumgan dipastikan terang benderang. “Lampu yang padam supaya diperbaiki dan lokasi yang belum mendapat penerangan supaya Lpju dipasang,” kata Faisal.

Sama halnya dengan bantuan yang belum tepat sasaran, Dinas Sosial Kota Medan supaya terus menindaklanjuti keluhan warga dan selalu melakukan evaluasi setiap tahunnya. “Warga prasejahtera dengan status janda dan Lansia kita harapkan menjadi prioritas mendapat bantuan,” pesan Arbie.

Di akhir kegiatan reses, Faisal Arbie mengaku akan menindaklanjuti seluruh aspirasi warga ke instansi terkait. Dipastikan melalui rapat paripurna, hasil reses akan diserahkan ke Pemko Medan guna ditindaklanjuti dengan skala prioritas. (map/ila)

Ricky Anthony Sumbang Seekor Lembu di Pesta Kerja Tahun Kuala Langkat

KERJA TAHUN: Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony saat hadir dalam pesta kerja di Kuala, Langkat.(Istimewa/Sumut Pos )
KERJA TAHUN: Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony saat hadir dalam pesta kerja di Kuala, Langkat.(Istimewa/Sumut Pos )

STABAT, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony menghadiri pesta budaya kerja tahun di Dusun Buluh Duri, Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Langkat, belum lama ini. Pada kesempatan itu, politisi Partai Nasdem tersebut juga menyumbang seekor lembu dan seratusan karung beras.

Acara itu dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni khas budaya karo. Seperti tarian tradisional yang dibawakan oleh generasi muda setempat serta hiburan dari artis-artis tanah Karo.

Meski acara sempat tertunda karena hujan deras, namun tetap berjalan dengan lancar.

“Acara ini sebagai salah satu wadah bagi saya untuk bersilaturahmi dengan warga Langkat terkhusus Kecamatan Kuala. Pada kesempatan ini saya juga mendengarkan usulan-usulan warga, tokoh masyarakat dan kepala daerah,” ujar Ricky dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (25/2/2025).

Ia juga berkesempatan bertemu dengan masyarakat yang memilihnya pada pemilihan legislatif Februari 2024 kemarin. Ricky mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilihnya.

Bagi dia, itu merupakan amanah yang harus dijaga dan diemban. “Sebagai bentuk kontribusi dukungan terselenggaranya acara kebudayaan ini, saya menyumbangkan satu ekor lembu dan 150 karung beras,” ujar Ricky.

Sementara, Wakil Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti juga hadir pada kesempatan tersebut. Dia mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan itu.

Ia menegaskan pentingnya menjaga dan mewariskan tradisi adat kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Tradisi ini adalah identitas masyarakat Karo yang harus terus dijaga. Pemerintah Kabupaten Langkat akan selalu mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan daerah,” ujar Tiorita.

Politisi Partai Golkar itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dalam mendukung program pembangunan di Langkat, tanpa terpengaruh oleh perbedaan suku, agama, maupun politik.

“Mari bersama membangun Langkat yang lebih maju dan sejahtera dengan tetap menjaga persatuan dan budaya yang kita miliki,” katanya. (ted/han)

Enam Jabatan Eselon II Pemko Medan Diisi Plt, BKPSDM : Menunggu Arahan Pak Wali

Kepala BKPSDM Kota Medan, Subhan Fajri
Kepala BKPSDM Kota Medan, Subhan Fajri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6 jabatan Eselon II di Pemko Medan masih kosong hingga saat ini dan hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Hal itu terjadi lantaran beberapa diantaranya ‘ikut’ Bobby Nasution menjabat di Pemprovsu. Sementara, sejumlah pejabat lainnya ada yang mengundurkan diri, pindah ke kementerian, dan pensiun.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri Harahap saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa jabatan yang kosong sudah di Plt kan sejak 24 Februari 2025.

“Karena semalam (Senin) ada pejabat Pemko Medan yang dilantik di Pemprovsu, secara otomatis beberapa jabatan kosong. Semalam juga sudah langsung kita tunjuk Plt nya,” ucap Subhan, Selasa (25/2/2025).

Dijelaskannya, adapun jabatan yang kosong saat ini adalah Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Inspektorat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Plt Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan, Plt Kepala Bapenda T Robby Chairi, Plt Inspektur Habibi Adhawiyah dan Plt Kadis DLH Suti Saidah Nasution. Sementara untuk Dinas Perhubungan (Dishub) kan sudah lama sejak bulan lalu, itu Plt Suriono, dan Plt Kepala BKAD, Evan Butong,” ujarnya.

Disinggung kapan dilakukan uji kompetensi (assessment) untuk jabatan yang kosong, Subhan mengaku bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Wali Kota Medan, Rico Waas yang saat ini masih mengikuti retret di Magelang.

“Untuk kapan waktu pastinya (assessment) tentu Pak Wali Kota yang tahu. Pada prinsipnya kita bekerja sesuai dengan arahan pimpinan. Makanya kita tunggu saja nanti Pak Wali pulang dari Magelang,” kata mantan Camat Medan Belawan ini.
(map)

Telkomsel Hadirkan EZnet Wireless: Internet Rumah Terjangkau, Stabil, dan Tanpa Ribet Untuk Pelanggan di Sumatera!

Telkomsel meluncurkan paket EZnet Wireless, paket internet rumah yang menawarkan akses internet cepat, stabil, dan terjangkau tanpa kabel. EZnet Wireless dirancang sebagai solusi internet rumah yang dapat memberikan pengalaman digital lebih baik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan di rumah. Dengan kecepatan hingga 10 Mbps dan kuota unlimited dengan batas pemakaian wajar hingga 120GB, pelanggan dapat menikmati akses internet yang stabil dan optimal tanpa khawatir kehabisan kuota.
Telkomsel meluncurkan paket EZnet Wireless, paket internet rumah yang menawarkan akses internet cepat, stabil, dan terjangkau tanpa kabel. EZnet Wireless dirancang sebagai solusi internet rumah yang dapat memberikan pengalaman digital lebih baik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan di rumah. Dengan kecepatan hingga 10 Mbps dan kuota unlimited dengan batas pemakaian wajar hingga 120GB, pelanggan dapat menikmati akses internet yang stabil dan optimal tanpa khawatir kehabisan kuota.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus berinovasi menghadirkan solusi layanan broadband dan digital untuk memenuhi kebutuhan konektivitas pelanggan. Kali ini, Telkomsel meluncurkan paket EZnet Wireless, paket internet rumah yang menawarkan akses internet cepat, stabil, dan terjangkau tanpa kabel. EZnet Wireless hadir sebagai bagian dari komitmen Telkomsel dalam mendukung pemerataan akses internet di berbagai wilayah Indonesia.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E Setyobudi, mengatakan “Kami memahami bahwa kebutuhan akan koneksi internet rumah semakin meningkat. Dengan hadirnya EZnet Wireless, kami ingin memastikan bahwa Masyarakat di wilayah operasional Sumatera Utara dan Aceh dapat menikmati layanan internet rumah dengan harga yang lebih terjangkau dan stabil. Ini adalah salah satu upaya Telkomsel dalam menghadirkan solusi digital yang lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia.”

EZnet Wireless dirancang sebagai solusi internet rumah yang dapat memberikan pengalaman digital lebih baik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan di rumah. Dengan kecepatan hingga 10 Mbps dan kuota unlimited dengan batas pemakaian wajar hingga 120GB, pelanggan dapat menikmati akses internet yang stabil dan optimal tanpa khawatir kehabisan kuota. Paket ini tersedia dengan harga mulai dari Rp 155.000 per bulan dengan skema pascabayar, yang memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam menikmati layanan internet rumah yang lebih terjangkau.

Telkomsel juga menyediakan opsi tambahan bagi pelanggan yang membutuhkan speed dan kuota lebih besar melalui paket Booster Add-On, yang tersedia mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 140.000 untuk pelanggan di Area Sumatera. Instalasi layanan ini pun sangat mudah dengan biaya pemasangan sebesar Rp 150.000, serta menggunakan teknologi wireless yang memungkinkan pelanggan menikmati layanan internet tanpa perlu repot dengan kabel dan instalasi yang rumit.

Telkomsel terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan digital yang inovatif dan berkualitas, sejalan dengan upaya meningkatkan pengalaman konektivitas pelanggan di seluruh negeri. Pelanggan yang ingin menikmati layanan EZnet Wireless dapat mengakses informasi lebih lanjut dapat mengunjungi GraPARI atau melalui situs resmi www.telkomsel.com/eznet-wireless.(rel)

Pastikan Kesiapsiagaan Jelang Ramadan, PLN UID Sumut Gelar Peralatan dan Personel

SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan, Donny Adriansyah saat memimpin gelar peralatan dan Personel di lapangan Astaka, Pancing. 24 Februari 2025,
SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan, Donny Adriansyah saat memimpin gelar peralatan dan Personel di lapangan Astaka, Pancing. 24 Februari 2025,

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut bulan suci Ramadan, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menggelar kegiatan pengecekan kesiapsiagaan peralatan dan personel, Senin (24/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh peralatan dan personel siap menghadapi pekerjaan dengan aman, cepat, dan andal.

Gelar Peralatan dan Personel dipimpin oleh Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sumatera Utara, Donny Adriansyah di Lapangan Astaka, Pancing, diikuti oleh 1.336 personel dari 26 perusahaan mitra terkontrak.

Dalam sambutannya, Donny Adriansyah menyampaikan pentingnya kegiatan ini untuk mengukur sejauh mana kesiapan tim dalam melaksanakan tugas dan memastikan seluruh pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai standar.

“Pengecekan peralatan kerja merupakan langkah penting untuk memastikan semua perangkat berfungsi optimal, agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman dan efisien,” ujarnya.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Agus Kuswardoyo menekankan pentingnya keselamatan kerja.

Ia mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan harus selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi instruksi kerja yang berlaku.

“Penggunaan alat pelindung diri (APD) adalah kewajiban yang tidak boleh dilupakan dan harus menjadi budaya yang diterapkan dalam setiap kegiatan operasional PLN,” tuturnya.

Agus Kuswardoyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kerja PLN yang terus mengutamakan pemenuhan Service Level Agreement (SLA) serta menjunjung tinggi budaya keselamatan.

“Kami berharap kegiatan Gelar Peralatan dan Personel ini semakin memperkuat sinergi antara PLN dan mitra kerja, serta mempersiapkan operasional dengan lebih baik dalam menghadapi tantangan dan memastikan pelayanan yang maksimal selama bulan Ramadan,” tuturnya.

Dengan kegiatan ini, PLN UID Sumut berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh tim dalam memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat selama Ramadan dan seterusnya, serta memperkuat komitmen dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan di masa depan. (ila)