Home Blog Page 368

Terduga Pelaku Aniaya Anak Yatim Diduga Berasal dari Keluarga Besar Polri, Pangkatnya Kombes

Nenek korban saat diwawancarai.(Istimewa/Sumut Pos)
Nenek korban saat diwawancarai.(Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Kasus penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang dialami seorang anak yatim berinisial AA (15) mengendap di Polres Langkat hampir 2 tahun. Hal itu diduga penyebabnya karena terduga pelaku berasal dari keluarga besar Polri dengan pangkat komisaris besar atau kombes.

Korban berdomisili di Kecamatan Babalan, Langkat. Terduga pelaku yang tega menganiaya korban berusia anak itu diduga berjumlah 4 orang.

Bahkan salah satu terduga pelaku berinisial AM, diduga baru saja jebol atau lulus menjadi anggota Korps Bhayangkara, beberapa waktu lalu. Nenek korban, Gusliana (61) menjelaskan, cucunya dianiaya secara beramai-ramai oleh terduga pelaku yang berusia dewasa.

“Cucu saya dipukuli ramai-ramai sekeluarga. Pelaku yang memukuli namanya Ayu, Eman, Amar, dan Ilis. Si ilis mukuli cucu saya di kantor polisi,” ujar Gusliana, Jumat (31/1/2025).

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula saat korban AA diejek oleh Z anak salah satu pelaku penganiayaan berinisial IL.

“Kejadiannya tahun 2023 lalu, di mana cucu saya diejeki oleh Zidan (Anak Ilis) saat hendak Salat Jumat. Jadi mereka bekelahi, dipukul cucu saya lah si Zidan ini,” kata dia.

“Habis itu cucu saya dibawa ke rumah andongnya (nenek) Zidan,” sambungnya.

Di rumah nenek Z, korban dianiaya secara bergantian oleh terduga pelaku. Ia menegaskan, peristiwa tindak pidana itu sudah dilaporkan ke Polres Langkat.

Sayang, laporan itu diduga sengaja diendapkan. Alhasil, korban melaporkan kejadian itu ke Polda Sumut.

“Sampai sekarang tidak ada satu pun pelaku yang ditangkap oleh pihak kepolisian. Malah salah satu pelaku bernama Amar lulus menjadi polisi. Tapi waktu dia mukuli cucu saya belum jadi polisi,” kata Gusliana.

“Sebenarnya mereka ini keluarga polisi, abang Ilis (ibunya Zidan) berpangkat Kombes yang bertugas di Sulawesi,” sambungnya.

Bukannya mendapat keadilan, AA cucu Gusliana malah ditahan di sel tahanan dewasa Polres Langkat. “Cucu saya yang dipukuli malah sempat ditahan satu malam di dalam sel tahanan dewasa Polres Langkat. Pada waktu itu pun saya diminta jaminan surat tanah agar cucu saya ini bebas. Cucu kami ini ditahan alasannya karena mukul si Zidan yang mulanya saling ejek mengejek,” ujar Gusliana.

Saat penganiayaan itu, AA masih berusia 13 tahun, mengenyam bangku sekolah menengah pertama kelas VII. “Soal surat tanah yang menjadi jaminan sudah dipulangkan ke kami. Harapan saya itu, minta keadilan untuk cucu saya, agar para pelaku yang memukuli cucu saya ditangkap,” ujar Gusliana.

Wanita berusia 61 ini juga memohon kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk turun tangan agar mendapatkan keadilan. “Sudah hampir dua tahun, pelaku belum ditangkap, sudah capek kami. Saya melihat cucu saya sewaktu kejadian, kasihan kali,” katanya.

“Sampai pucat wajah cucu saya, sewaktu polisi datang. Dan sewaktu ditahan di sel tahanan, saya juga tidak sanggup melihatnya. Kepalanya bengkak, di leher ada luka, dan perutnya waktu itu sakit karena ditendang pelaku bernama Amar,” sambungnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Dedi Mirza menyebut, perkara itu ditangani Polda Sumut. “Polda yang nangani,” ujar Dedi singkat.

Ia pun menyebut, jika laporan terhadap perkara tersebut, sudah tidak ada kaitannya dengan Polres Langkat. (ted)

Bawaslu Dairi Rakor Evaluasi Kehumasan Tata Kelola Informasi Pilkada Serentak 2024

GELAR RAKOR: Bawaslu Kabupaten Dairi gelar rakor terkait evaluasi kehumasan dalam tata kelola informasi pada Pilkada serentak 2024 di hotel Debang Resort Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, 22-24 Januari 2025 lalu.(istimewa).
GELAR RAKOR: Bawaslu Kabupaten Dairi gelar rakor terkait evaluasi kehumasan dalam tata kelola informasi pada Pilkada serentak 2024 di hotel Debang Resort Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, 22-24 Januari 2025 lalu.(istimewa).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dairi, menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait evaluasi kehumasan dalam tata kelola informasi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.

Kegiatan dimaksud telah berlangsung di Hotel Debang Resort Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, 22-24 Januari 2025 lalu. Kata Ketua Bawaslu Kabupaten Dairi, Idrus Maha, Jumat (31/1/2025).

Idrus menjelaskan, kegiatan evaluasi kehumasan dalam tata kelola informasi pada Pilkada serentak 2024 ini mengingatkan pentingnya mengevaluasi menyeluruh, mengukur efektivitas kehumasan, sebutnya.

Selanjutnya, mendorong inovasi kehumasan, memperkuat kapasitas kehumasan, menyusun rekomendasi strategis, meningkatkan koordinasi dan Sinergi.

Dan output berupa dokumen laporan kehumasan data statistik kehumasan dan menyampaikan bahwa laporan ini adalah alat ukur untuk mengevaluasi efektivitas kerja humas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan dimaksud, Bawaslu Dairi menghadirkan 4 orang sebagai narasumber, tenaga ahli dari Dinas Pariwisata Pematangsiantar dan Social Media Management, Bay Hikmah Saragih.

Kemudian, Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Iswan Togi Raja Togatorop, tim seleksi anggota Bawaslu tahun 2023, M Rizal Lubis serta Syahrial Effendi dari SKPI, kata Idrus.

“Kegiatan diikuti ketua dan anggota Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) serta 2 orang staf dari 15 Kecamatan dengan jumlah peserta sebanyak 75 orang”, ujar Idrus.(rud/han)

Lahan 5 Hektare Milik Pemkab DS Terbengkalai, Jadi Kolam dan Tanaman Padi

TERGENANG AIR: Kondisi lahan seluas ±5 hektare digenangi air dan tanaman padi, yang saat ini terbengkalai. (FADLY/SUMUT POS)
TERGENANG AIR: Kondisi lahan seluas ±5 hektare digenangi air dan tanaman padi, yang saat ini terbengkalai. (FADLY/SUMUT POS)

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pembelian Lahan ±5 hectare yang dibeli Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Pemkab Deli Serdang pada tahun 2016, yang diperuntukan untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbengkalai. Pasalnya, saat ini lahan tersebut digenangi air yang berbentuk kolam dan tanaman padi.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos, pada tahun 2016 lalu, pembelian lahan seluas ±5 hektare oleh Dinas Cipta karya dan Pertambangan Kabupaten Deliserdang di Desa Klambir Kecamatan Pantai Labu Kabupetan Deliserdang tersebut diperuntukan untuk TPA Wilayah II dengan surat keterangan Kecamatan Pantai Labu, Reg 000165 ,Nomor 529xxxx/2016 tanggal 13 Maret 2016 dari saudara Mindo RH Siahaan kepada Ir. Abdul Haris ( Dinas Cipta Karya dan Pertambangan ) dan sampul surat bertuliskan TPA Wilayah II.

Menurut salah seorang warga PS sekitar, mengatakan sepengetahuan dan pengamatannya selama ini di lahan yang dibeli tidak ada aktifitas terkait TPA, melainkan adanya kolam dan ada juga sebagian lahan dipergunakan untuk menanam padi.

“Dari awal dibeli belum ada kegiatan TPA dilahan ini bang, yang ada kerokan tanah berbentuk kolam, lalu ada juga warga yang menanam padi di lahan tersebut,”ungkapnya saat berada di lahan yang dibeli dinas tersebut, Rabu (29/1/2025).

Menurutnya, dengan menelantarkan aset negara yang pembeliannya menggunakan uang Negara patut dicurigai. Sebab, adanya dugaan oknum dinas tersebut pada waktu itu yang mengambil keuntungan,untuk pengelolaan tanaman padi dan tanah yg di korek sehingga menjadi kolam,siapa yang kasih ijin,patut dipertanyakan.

Dikesempatan berbeda, Sekretaris Dinas Perkimtah Deliserdang Murdiono yang juga mengetahui pembelian lahan tahun 2016 tersebut, membenarkan bahwa lahan tersebut awalnya diperuntukkan untuk TPA, sekarang berfungsi untuk tempat cadangan apabila adanya bencana alam, dan nantinya akan dibuat perumahan di lahan tersebut dengan cara ditimbun terlebih dahulu.

“Awalnya lahan itu untuk TPA, sekarang jadi tempat cadangan untuk antisipasi bencana alam, dan dapat dijadikan perumahan,”kata Murdiono saat ditemui di ruang kerjanya.(fad/han)

Presiden Prabowo dan Membasmi Korupsi

Oleh: Marzuki Manurung, M.Sos. (Dosen UIN Sumatera Utara)

Korupsi telah menjadi salah satu masalah utama yang menghambat kemajuan bangsa Indonesia. Masalah ini bukan hanya sekadar tindakan pelanggaran hukum, tetapi juga merupakan akar dari berbagai ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik. Dalam konteks ini, langkah Presiden Prabowo untuk memberantas korupsi dan membawa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa besar dunia harus mendapat dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia.

Indonesia telah lama bergulat dengan persoalan korupsi yang sudah mengakar dalam berbagai aspek kehidupan. Data dari berbagai lembaga antikorupsi menunjukkan bahwa praktik ini tidak hanya terjadi di tingkat pemerintahan pusat, tetapi juga merambah hingga ke level pemerintahan daerah. Akibatnya, sumber daya yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat malah hilang di tengah jalan.

Efek korupsi tidak hanya melumpuhkan ekonomi, tetapi juga melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Ketika rakyat kehilangan kepercayaan, maka stabilitas sosial dan politik pun terancam. Oleh karena itu, korupsi bukan hanya soal kriminalitas, tetapi juga ancaman serius terhadap masa depan bangsa.

Sejak awal masa kepemimpinannya, Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmen serius untuk memberantas korupsi. Beliau mengusung visi besar untuk membawa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa maju. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa terlebih dahulu membersihkan korupsi yang telah menjadi “penyakit kronis” bangsa.

Dalam beberapa bulan pertama kepemimpinannya, Presiden Prabowo telah mengambil langkah-langkah strategis, seperti memperkuat institusi penegak hukum, mempercepat proses reformasi birokrasi, dan memastikan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara. Langkah ini menunjukkan keseriusan beliau dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang bersih, transparan, dan berdaya saing tinggi.

Namun, perjuangan ini bukan tanpa tantangan. Presiden Prabowo harus menghadapi berbagai pihak yang terganggu kepentingannya. Tidak sedikit ancaman yang datang dari individu atau kelompok yang merasa posisinya terancam oleh langkah-langkah pembersihan ini. Situasi ini menunjukkan bahwa perjuangan melawan korupsi bukanlah hal yang mudah, apalagi seperti membalikkan telapak tangan.

Dalam sejarah bangsa-bangsa yang berhasil memberantas korupsi, dukungan rakyat adalah faktor utama. Tanpa keterlibatan aktif dari masyarakat, upaya pemerintah untuk memberantas korupsi akan sia-sia. Rakyat harus bersatu dalam mendukung langkah Presiden Prabowo, tidak hanya dengan memberikan kepercayaan, tetapi juga melalui tindakan nyata.

Pertama, masyarakat harus mendukung transparansi dan akuntabilitas dengan mengawasi penggunaan anggaran di tingkat lokal. Kedua, budaya antikorupsi harus ditanamkan sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Ketiga, rakyat harus berani melaporkan praktik korupsi yang mereka temui di sekitar mereka.

Selain itu, rakyat harus memahami bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga memberikan dampak langsung pada kesejahteraan mereka. Dengan anggaran yang dikelola secara bersih dan transparan, pembangunan dapat berjalan lebih efektif, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Sebagai seorang pemimpin yang serius berpihak kepada kepentingan rakyat, Presiden Prabowo memerlukan keteguhan dalam menghadapi tantangan yang ada. Para pelaku korupsi tentu tidak akan tinggal diam ketika kepentingan mereka terganggu. Mereka akan mencoba berbagai cara untuk melemahkan upaya pemberantasan korupsi, baik melalui tekanan politik, serangan media, maupun intimidasi langsung.

Namun, sejarah telah membuktikan bahwa seorang pemimpin yang berani dan teguh dapat membawa perubahan besar bagi bangsanya. Dengan dukungan penuh dari rakyat, Presiden Prabowo dapat memperkuat posisi pemerintah dalam melawan korupsi dan membangun Indonesia yang lebih baik.

Upaya Presiden Prabowo untuk membasmi korupsi memberikan harapan baru bagi masa depan bangsa. Jika langkah ini berhasil, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara yang lebih bersih dan transparan, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

Sebagai rakyat, kita memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung perjuangan ini. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus mengakhiri siklus ketergantungan pada pemimpin yang hanya mengecewakan, dan mulai memberikan kepercayaan kepada sosok yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan dengan kesadaran kolektif. Dukungan penuh rakyat kepada Presiden Prabowo adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Dengan bersatu, kita dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan dan membawa bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia.

Perjuangan Presiden Prabowo untuk memberantas korupsi adalah langkah besar yang memerlukan dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia. Tantangan yang dihadapi bukanlah hal kecil, tetapi dengan tekad yang kuat dan solidaritas rakyat, bangsa Indonesia dapat mengatasi segala rintangan.

Saatnya kita bersama-sama mendukung pemimpin yang berani mengambil langkah nyata demi kemajuan bangsa. Masa depan Indonesia ada di tangan kita semua, dan langkah pertama untuk mencapainya adalah dengan mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi. Mari kita wujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi dan sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia. (*)

Satu Unit Rumah di Kalang Baru Sidikalang Ludes Terbakar

TERBAKAR: Rumah milik Robinson Situmorang di Jalan Lestari, Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Dairi, ludes terbakar, Jumat (31/1/2025).istimewa.
TERBAKAR: Rumah milik Robinson Situmorang di Jalan Lestari, Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Dairi, ludes terbakar, Jumat (31/1/2025).istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satu unit rumah di Jalan Lestari, Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, luds terbakar, Jumat (31/1/2025) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Penyebab dan jumlah kerugian masih diselidiki pihak berwajib.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemdam Kebakaran (Ka.UPT-Damkar) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Amudi Situmeang, Jumat (31/1/2025) menginformasikan, hunian yang terbakar milik salah satu warga bernama Robinson Situmorang.

Kemudian, kata Amudi, kebakaran juga berdampak terhadap rumah para tetangganya, Ranto Nababan/br Kudadiri serta rumah milik, Efendi Tanjung/br Sitanggang.

Untuk padamkan api, sebanyak 2 unit mobil Damkar dari Pos Siaga Sidikalang serta 1 unit dari Pos Siaga Sumbul, dikerahkan kelokasi kejadian, ungkap Amudi. (rud/han)

TNI dan Ormas Sepakati Penyelesaian Konflik di Pancurbatu, Kapendam 1/BB: Tidak ada Penjarahan

TEMU PERS: Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Doddy Yudha saat temu pers, di Makodam 1/BB, Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (30/1). Sumut Pos/Dokumen Pribadi
TEMU PERS: Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Doddy Yudha saat temu pers, di Makodam 1/BB, Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (30/1). Sumut Pos/Dokumen Pribadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesalahpahaman yang sempat memicu ketegangan antara anggota Resimen Arhanud 2/SSM dan sekelompok pemuda di Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, pada Rabu (29/1), akhirnya menemukan titik terang setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah secara damai.

Insiden bermula saat Praka DS melintas dan berpapasan dengan tiga pemuda bermotor trail berknalpot brong yang menggeber-geber kendaraan di sampingnya. Merasa terganggu, ia mengikuti mereka hingga ke warung yang diduga menjadi tempat berkumpul Ormas. Saat DS menegur, terjadi cekcok hingga sekitar sepuluh orang mengeroyoknya.

Ia mengalami luka akibat pukulan kayu di wajah dan punggung, lalu melarikan diri ke kebun sawit dan meminta bantuan lewat grup WhatsApp rekan-rekannya.

Tak lama setelah kejadian, personel Menarhanud 2/SSM tiba di lokasi, namun para pelaku sudah melarikan diri. Dalam upaya pencarian, ditemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi, termasuk narkoba, alat hisap sabu, sisa sabu dalam plastik, serta timbangan elektrik. Insiden ini juga mengakibatkan kerusakan pada satu unit mobil dan tiga sepeda motor yang diduga terkait dengan aktivitas di tempat tersebut.

Kodam I/Bukit Barisan langsung menggelar apel luar biasa guna mencegah aksi lanjutan. Oknum TNI yang terlibat dalam pengrusakan akan diproses hukum, dan seluruh kerugian materi akan diganti. Mediasi dengan pimpinan ormas dan warga setempat telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Doddy Yudha menegaskan, bahwa TNI tetap berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan meminta maaf atas insiden yang terjadi. Kodam I/BB akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap oknum yang melanggar hukum, serta memastikan penyelesaian masalah ini secara adil,” ujar Kolonel Doddy dalam temu pers, di Makodam 1/BB, Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (30/1).

Kolonel Doddy juga menegaskan, bahwa dalam kejadian tersebut tidak ada anggota yang melakukan penjarahan.

“Kami memastikan seluruh tindakan personel di lapangan tetap dalam koridor hukum. Tidak ada penjarahan dalam insiden ini, dan kami akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menjaga keamanan serta menegakkan hukum,” tambahnya.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi, sambungnya, termasuk narkoba dan alat hisap sabu yang akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum. “Saat ini, lokasi kejadian tetap dalam pengawasan pihak berwenang, dan Kodam I/BB terus berkoordinasi dengan kepala desa, kepolisian, serta tokoh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif,” tandasnya. (dwi)

Buya Prof Dr KH Amiruddin MS MA MBA PhD Hadiri Market Day di TK Daarul Azhariyun

MARKET DAY: Buya Prof Dr KH Amiruddin MS MA MBA PhD menghadiri market day di TK Daarul Azhariyun.(ISTIMEWA)
MARKET DAY: Buya Prof Dr KH Amiruddin MS MA MBA PhD menghadiri market day di TK Daarul Azhariyun.(ISTIMEWA)

SUMUTPOS.CO – Santri Taman Kanak-kanak (TK) Plus Daarul Azhariyun di Pondok Pesantren Baitul Mustaghrifin Al-Amir menggelar kegiatan market day, Kamis (30/1). Sekolah ini berada di Jalan Mahoni Pasar II Timur, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percutseituan.

Market day dihadiri The Founder Yayasan Mustaghrifin Al-Amir, Buya Prof Dr KH Amiruddin MS MA MBA PhD. Selain TK plus, yayasan juga mengelola SD Plus Daarul Azhariyun, Boarding School SMP Plus Daarul Azhariyun dan Madrasah Aliyah Daarul Azhariyun Pondok Pesantren Tasawuf dan Tahfizhul Quran Baitul Mustaghrifin Al-Amir.

Mendidik dengan Qolbu. Inilah pendidikan yang dikembangkan Yayasan Pendidikan dan Dakwah Baitul Mustaghrifin Al-Amir. Yayasan Pendidikan dan Dakwah Baitul Mustaghrifin Al-Amir memiliki fasilitas yang baik.

Diantaranya masjid terapung, pendopo, studio BMAA TV/popcast, asrama dan ruang kelas full AC, laboratorium komputer, laboratorium IPA, aula, perpustakaan, lapangan olahraga dan kantin.

Tokoh nasional Tun DR H Rahmat Shah dalam testimoninya mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Baitul Mustaghrifin Al-Amir terbukti mampu mencetak insan Qurani dan berakhlakul karimah yang mardhotillah.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof Dr H Muzakkir MA mengucapkan rasa syukur. ”Alhamdulillah. Pondok Pesantren Baitul Mustaghrifin Al-Amir memberikan pengalaman sekolah yang luar biasa dengan kurikulum berbasis tasawuf dan Tahfizhul Quran,” katanya.

Dr H Dedi Iskandar Batubara MSP juga berucap alhamdulillah karena yayasan yang dipimpin Buya Prof Dr KH Amiruddin MS MA MBA PhD dapat menciptakan warga sekolah yang Qurani, cerdas, inovatif, disiplin tinggi dan memiliki akhlak yang baik.

Sedangkan Prof Dr KH Said Agil Husin Al-Munawar MA yang merupakan penguji sidang munaqasyah 30 juz santri Pondok Pesantren Baitul Mustaghrifin Al-Amir juga menyampaikan syukur. ”Alhamdulillah, ini bentuk keberhasilan dalam mencetak generasi hafidz dan hafidzah,” katanya. (dmp)