JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Utang pemerintah tembus Rp 6.074,56 triliun hingga Desember 2020. Angka tersebut naik Rp 136,92 triliun dari posisi Rp 5.910,64 triliun di November. Dengan demikian, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 38,68%.
Ilustrasi
Meski begitu, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, posisi Indonesia masih relatif cukup hati-hati dengan rasio utang 38,68% tersebut.
“Kita perkirakan (utang) akan mendekati 40% dari PDB namun sekali lagi Indonesia masih relatif dalam posisi yang cukup hati-hati atau prudent,” kata Sri Mulyani, Selasa (16/2).
Pasalnya, rasio utang pemerintah di negara-negara lain terhadap PDB jauh lebih besar ketimbang Indonesia. Bahkan, ada beberapa negara yang rasio utang pemerintahnya melampaui PDB. Misalnya untuk negara maju yakni Amerika Serikat (AS) sekitar 103%, dan Prancis lebih 118%. Lalu, beberapa negara maju lainnya juga memiliki rasio utang yang cukup besar terhadap PDB seperti Jerman 72%, China hampir 66%, dan India mendekati 90%.
Lalu untuk negara-negara di ASEAN seperti Thailand 50%, Filipina 54,8%, Malaysia 66%, dan Singapura yang melampaui PDB yakni 131%.
Selain itu, menurutnya pemerintah mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan kebijakan, sehingga kontraksi ekonominya cukup moderat. Lalu, defisit APBN 2020 6,09% jauh lebih kecil dibandingkan negara lain yang di atas 10% seperti AS yang mendekati 15%, dan Prancis 10,8%.
“Ini artinya apa? Negara-negara ini hanya dalam satu tahun utang negaranya melonjak lebih dari 10%, sementara Indonesia tetap bisa terjaga di kisaran 6%,” jelas Sri Mulyani.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan dari konferensi pers APBN KiTa pada 18 Januari lalu, porsi utang pemerintah terdiri dari surat berharga negara (SBN) Rp 5.221,65 triliun dan pinjaman Rp 852,91 triliun.
Jika dilihat lebih rinci lagi, SBN dari domestik terdiri dari surat utang negara Rp 3.303,78 dan surat berharga syariah negara Rp 721,84 triliun. Lalu, ada valas di surat utang negara Rp 946,37 triliun dan surat berharga syariah negara Rp 249,66 triliun. Sementara, utang pemerintah dari pinjaman, rinciannya bilateral Rp 333,76, multilateral Rp 464,21 triliun, dan commercial banks Rp 42,97 triliun. (dtc/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental dan fisik selama pandemi adalah melalui rekreasi digital, yakni interaksi di media sosial, streaming film, dan bermain game online. Untuk mendukung lancarnya aktivitas tersebut, Telkomsel, berpartisipasi dalam kampanye ShopeePay Super Online Deals yang diinisiasi oleh ShopeePay, penyedia layanan pembayaran digital terunggul di Indonesia. Melalui promo, mulai dari tanggal 12-21 Februari 2021 pelanggan Telkomsel akan mendapatkan cashback hingga 80% untuk setiap transaksi pembelian paket telepon dan internet yang dilakukan di aplikasi MyTelkomsel, dengan menggunakan metode pembayaran ShopeePay.
Telkomsel berkolaborasi dengan ShopeePay turut serta dalam kampanye ShopeePay Super Online Deals. Melalui kolaborasi ini, pelanggan Telkomsel akan mendapat cashback hingga 80% untuk setiap transaksi pembelian paket telepon dan internet pada Aplikasi MyTelkomsel dengan menggunakan metode pembayaran ShopeePay, yang berlaku selama periode 12 – 21 Februari 2021.
Adanya promo khusus pembelian paket telepon dan internet tersebut merupakan salah satu upaya Telkomsel dan ShopeePay untuk mendukung program stay at home yang menyenangkan. Terlebih karena situasi pandemi yang belum usai, WHO menyarankan masyarakat untuk mengisi kesehariannya dengan rekreasi digital yang menyenangkan demi menjaga kesehatan mental dan fisik[1].
Awalludin Subarkat, General Manager Digital Product and Service Management Telkomsel menyatakan, “Aktivitas online masyarakat yang meningkat selama pandemi mendorong kami untuk terus menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan melalui berbagai digital touchpoint kami. Partisipasi kami dalam kampanye ShopeePay Super Online Deals menjadi sarana agar pengguna MyTelkomsel dapat memiliki layanan internet yang andal, akses yang mudah, paket yang terjangkau, serta kenyamanan saat rekreasi digital misalnya akses e-commerce, media sosial dan aplikasi pesan instan, browsing, streaming video, dan mobile gaming. Hal ini sesuai dengan komitmen Telkomsel untuk selalu memberikan produk dan layanan yang customer-centric, yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat di segala situasi dan kondisi.”
Kebutuhan masyarakat akan kenyamanan digital terlihat dari temuan Telkomsel mengenai peningkatan akses layanan digital pada saat Hari Natal dan Tahun Baru 2020 dibandingkan hari biasa. Sepanjang momen akhir tahun tersebut, akses e-commerce 26,55%, media sosial dan aplikasi pesan instan 17,58%, browsing 17,31%, streaming video 12,22%, serta mobile gaming 10,79%[2].
Cindy Candiawan, Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeePay menambahkan, “ShopeePay Super Online Deals kami hadirkan untuk memberikan kenyamanan transaksi online dari rumah melalui kolaborasi dengan berbagai merchant andalan masyarakat. Hadirnya kampanye ShopeePay Super Online Deals diharapkan dapat menyokong rekreasi digital masyarakat mulai dari telekomunikasi, hiburan, hingga akses pemenuhan kebutuhan lainnya.”
Melalui kerja sama ini, para pelanggan Telkomsel dapat memilih ShopeePay sebagai salah satu metode pembayarannya untuk pembelian pulsa dan paket data seperti OMG, Combo Sakti, Ketengan; Paket SMS, Paket Roaming, Paket Telepon, hingga Paket Entertainment.
Pelanggan cukup melakukan transaksi di aplikasi MyTelkomsel dengan langkah berikut:
Buka aplikasi MyTelkomsel dan pilih produk Telkomsel yang dibutuhkan
Pada halaman bayar, pilih ShopeePay sebagai metode pembayaran
Kemudian pengguna akan diarahkan ke laman pembayaran ShopeePay dan silakan konfirmasi pembayaran dengan memasukkan PIN/sidik jari/FACE ID
Pengguna akan mendapatkan konfirmasi transaksi yang sudah berhasil
Paket yang dibeli pun dapat digunakan dan pengguna akan mendapatkan cashback berupa Koin Shopee.
Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai Super Online Deals dari ShopeePay bersama Telkomsel melalui tautan https://www.telkomsel.com/promotion/SuperOnlineDeals. Unduh aplikasi MyTelkomsel secara gratis melalui App Store atau Google Play dan gunakan metode pembayaran digital ShopeePay.
LUNCUR: Brand Ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar (kiri), President Director PT MMKSI, Naoya Nakamura (tengah), dan Director Sales Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro saat peluncuran New Pajero Sport di Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), memperkenalkan Mitsubishi New Pajero Sport untuk pasar Indonesia, yang merupakan penyegaran dari model Pajero Sport sebelumnya. New Pajero Sport mengusung tagline “Live the Adventure” melalui kegiatan peluncuran virtual pada 16 Februari 2021.
LUNCUR: Brand Ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar (kiri), President Director PT MMKSI, Naoya Nakamura (tengah), dan Director Sales Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro saat peluncuran New Pajero Sport di Jakarta.
“Sejak diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia pada tahun 2009 Mitsubishi Pajero Sport telah mendapatkan perhatian, penerimaan positif serta pengakuan dari konsumen, media dan institusi nasional. Hal ini dibuktikan dengan total populasi Pajero Sport di Indonesia yang saat ini telah mencapai 164.773 unit.1 Dengan segala keunggulan yang dilengkapi pada New Pajero Sport, kami berharap model ini mendapatkan penerimaan yang lebih baik lagi, sekaligus dapat menjadi partner Anda dalam meraih pencapaian danmimpi serta melakukan petualangan untuk hidup yang lebih hidup. Live the adventure!” ungkap Naoya Nakamura President Director PT MMKSI.
Tagline “Live the Adventure” menggambarkan personifikasi pengguna yang telah mencapai kesuksesan namun tetap menjaga semangat hidup (passion) untuk terus berusaha meraih pencapaian dan mimpiyang lebih baik. Untuk itu New Pajero Sport merupakan partner yang tepat untuk menemani para pengendara meraih mimpi sekaligus menikmati gaya hidup petualangan tanpa batas.
Sebagai sebuah simbol kesuksesan New Pajero Sport hadir dengan beragam pengembangan dan penyempurnaan, menjadi sebuah SUV yanglebih tangguh, lebih mewah dan dilengkapi dengan fitur dan teknologi mutakhir, yang menjadikannya SUV istimewa, raja dari SUV.
New Pajero Sport hadir dengan penyegaran desain pada sisi eksterior dengan bahasa desain “Dynamic Shield” khas Mitsubishi Motors telah mendapatkan penyegaran dan memberikan tampilan depan yang tegas, percaya diri dan memberikan visibilitas baik. Sorotan pembaruan terdapat pada: New Dynamic Shield Grille design, Power Tail Gate(dengan Kick sensordanremote control2, Active Cornering Lamp2, Sunroof, New Front Combination Lamp. Selain itu sisi eksterior juga menawarkan desain berkelas dan berkualitas tinggi,dengan pembaruan pada: New Better Hood Visibility, New Alloy Wheels 18-Inch Two Tone, New Fin-type Antenna dan New Design of Rear Combination Lamp.
Sisi interior New Pajero Sport menawarkan kemewahan dan kenyamanan kabin dengan kualitas tinggi, dengan sorotan pembaruan pada: New Head Unit 8”denganSmartphone-Link Display Audio (SDA), New LCD Meter Cluster8” 2,Multi Around View Monitor, New Design Dual Zone Climate Control AC,New Auto Dimming Rear-view Mirror, New Hand Free Steering Switch, New Floor Console,danNew AC Power Outlet.
New Pajero Sport dibekali mesin disel 4N15 2.4L VGT-Intercooler,yang menghasilkan output maksimum: 181 PS pada 3.500 RPM, torsi 43,8 Kgm pada 2.500 RPM. Ditunjang oleh transmisi otomatis 8 kecepatan dengan sport sequential,Ground Clearance 218 mm, dan radius putar minimum 5,6 meter. Selain itu New Pajero Sport dilengkapi dengan fitur Adaptive Cruise Control, terbaik dikelasnya.Remote Control Connected with smartphone, Super Select 4WD-II,mode off-road, danPaddle Shifters.
New Pajero Sport dilengkapi fitur keselamatan yang unggul di kelasnya, dengan sorotan pada: Forward Collision Mitigation (FCM), Ultrasonic Miss-acceleration Mitigation System (UMS), Blind Spot Warning – Lane Change Assist (BSW-LCA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Electric Parking Brake (EPB), Brake Auto Hold (BAH). Tidak hanya itu fitur keamanan seperti 7 SRS Air Bags, Active Stability & Traction Control (ASTC), Anti-lock Braking System, Electronic Brake Distribution, Brake Assist, telah disematkan juga didukung oleh teknologi RISE (Reinforced Impact Safety Evolution)body, dan Rigid Lightweight body.
Untuk setiap pembelian model New Pajero Sport konsumen dapat memanfaatkan program penjualan menarik yang telah disediakan oleh MMKSI, seperti kemudahan dan keuntungan biaya perawatan dengan SMART Package Silver, gratis Kaca Film V-Kool, hadiah langsung bluetooth portable speaker: Bose Soundlink Mini II (khusus SPK tertanggal 16 Februari – 31 Maret 2021, pilihan program pembiayaan spesial dari Dipo Star Finance, dan garansi kendaraan 100.000 km / 3 tahun. (rel/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tanoto Foundation, lembaga filantropi keluarga Sukanto Tanoto, sepanjang tahun 2020 telah menyalurkan dana untuk berbagai program sosial di bidang pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan dengan nilai total Rp157 miliar. Jumlah tersebut naik jika dibandingkan dengan periode 2019 sebesar Rp155 miliar.
Salah satu kegiatan praktik dosen yang memberikan pembelajaran secara daring kepada mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru selama Pandemi Covid-19, yang merupakan salah satu program Tanoto Foundation yakni peningkatan kompetensi tenaga kependidikan.
Naiknya penyaluran dana tersebut berangkat dari keprihatinan Tanoto Foundation terhadap dampak pandemi Covid-19 yang menyentuh berbagai aspek sosial di masyarakat
Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai berbagai program yang berkelanjutan, yang meliputi: pengembangan dan pendidikan anak usia dini, termasuk di dalamnya pencegahan stunting; peningkatan kompetensi tenaga kependidikan (guru/calon guru, kepala sekolah, pengawas sekolah); pengembangan pemimpin masa depan (berfitur beasiswa); partisipasi dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 menjadi bagian penting dalam kegiatan di tahun 2020.
Direktur Komunikasi Tanoto Foundation, Haviez Gautama, menuturkan naiknya penyaluran dana filantropi tersebut merupakan wujud konsistensi komitmen jangka panjang Tanoto Foundation untuk tetap fokus pada program berkelanjutan dan membantu masyarakat yang tengah menghadapi banyak kesulitan akibat pandemi Covid-19.
“Kami bersyukur dan berbesar hati, atas arahan dan kemurahan hati keluarga Tanoto, untuk tetap melanjutkan program-program di bidang pendidikan, tentunya dengan berbagai penyesuaian dengan pandemi Covid-19 di lapangan, sehingga para penerima manfaat tetap bisa merasakan dampak dari program-program tersebut,” kata Haviez Gautama.
Terkait penanganan Covid-19, Tanoto Foundation bekerjasama dengan pemerintah (BNPB, Kemenristek, dan lainnya) untuk membantu memenuhi kebutuhan yang paling mendesak, misalnya pada tahap awal, bantuan difokuskan pada membantu para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan pandemi.
Pada tahap berikutnya membantu meningkatkan kapasistas testing di antaranya dengan menggandeng Temasek Foundation International dan GSI Lab. Total donasi untuk penanganan Covid-19 berupa 1,3 juta masker, 1 juta sarung tangan, 100.000 pakaian pelindung, 3.021 kacamata, 20.200 alat tes PCR dan 1 set mesin testing.
Sementara itu pada sektor pendidikan dasar, meneruskan program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) dengan menggandeng 588 sekolah mitra atau sekolah yang sepenuhnya didanai Tanoto Foundation, dan lebih dari 2.000 sekolah diseminasi atau sekolah yang pendanaannya dari pemerintah maupun swadaya. Sehingga jumlah sekolah yang bergabung dalam program ini mencapai hampir 3.000 sekolah.
Dalam program PINTAR, Tanoto melibatkan 5.000 guru mitra dan 10.000 guru diseminasi. Secara keseluruhan, ada sekitar 15.000 guru yang tergabung dalam program ini. Untuk calon guru, Tanoto Foundation juga bermitra dengan 13 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kompetensi calon guru.
Di jenjang perguruan tinggi, Tanoto Foundation memberikan beasiswa Pengembangan Pemimpin Masa Depan. Selama kurun waktu 2005-2020, Tanoto Foundation telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 7.500 mahasiswa di perguruan tinggi nasional di Indonesia.
Kolaborasi Pencegahan Stunting
Sebagai organisasi filantropi independen yang didirikan di Indonesia, Tanoto Foundation secara aktif mendukung upaya pemerintah dalam mencegah stunting melalui program Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Dalam hal ini, Tanoto Foundation memperkuat kemitraan dengan berbagai PAUD mitra, memberi pelatihan kepada 107 guru PAUD, serta memberikan bantuan kepada 824 anak-anak penerima manfaat.
Guna meningkatkan kualitas program penanganan stunting, Tanoto Foundation berkolaborasi dengan berbagai lembaga internasional, yang salah satunya dengan menggandeng Bill & Melinda Gates Foundation, Tanoto Foundation memberikan hibah US$ 2 juta kepada World Bank dalam Multi Donor Trust Fund (MDTF) for Indonesia Human Capital Acceleration (IHCA). Sebagian dananya akan digunakan untuk mendukung pelatihan 72.636 Kader Pembangunan Manusia yang direkrut oleh pemerintah.
Hibah US$ 200.000 juga diberikan kepada UNICEF Indonesia untuk menerjemahkan dan mengadaptasi instrument pengukuran Early Childhood Development Instrument (ECDI) dan Caregiver-Reported Early Development Index (CREDI) untuk Indonesia.
“Pencegahan stunting ini juga menjadi salah satu program unggulan Tanoto Foundation dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di Indonesia. Karena itu kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu menekan angka stunting di Indonesia,” tutup Haviez Gautama. (tri)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO, – Penerapan prinsip keuangan berkelanjutan semakin menjadi perhatian bagi institusi keuangan, khususnya perbankan. Praktek keuangan berkelanjutan merupakan salah satu dukungan industri jasa keuangan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia melalui penerapan strategi di aspek ESG atau lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola perusahaan (governance).
BRI tercatat sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam mendukung praktek keuangan berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan dengan posisi BRI sebagai first mover on sustainable finance di Indonesia dan telah memiliki rencana aksi keuangan berkelanjutan sebagai strategi implementasi sustainable finance di BRI. Komitmen ini dilanjutkan BRI dengan penerbitan sustainability bond di tahun 2019.
SEVP Treasury dan Global Services BRI Listiarini Dewajanti menjelaskan bahwa penawaran Sustainability Bond BRI berhasil menarik minat investor secara signifikan, ditunjukkan dari jumlah permintaan obligasi yang jauh lebih besar dibandingkan jumlah yang ditawarkan.
“Minat beli investor terhadap obligasi ini mencapai lebih dari US$4,1 miliar, dibandingkan dengan nilai total obligasi yang ditawarkan sebesar US$500 juta, tingkat oversubscription mencapai lebih dari 8 kali.” imbuhnya. Tingginya minat para investor juga tercermin dari spread yang baik dari sisi issuer, dengan yield 168 bps di atas US Treasury Bond dan 35 bps di atas global bond yang diterbitkan Pemerintah Indonesia. Ini menunjukkan kepercayaan investor pasar modal baik nasional maupun internasional terhadap kinerja keuangan BRI yang tumbuh sehat dan berkelanjutan.
Penerbitan obligasi dengan skema berwawasan lingkungan (green) dan sosial senilai US$ 500 Juta tersebut merupakan yang pertama dari perusahaan BUMN maupun dari lembaga keuangan di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Penerbitan sustainable bond tersebut telah memenuhi Standard Sustainability Bond ASEAN dan mendapatkan rating investment grade dari lembaga rating international (Fitch & Moodys). Saat penerbitannya, sustainability bond BRI juga tercatat menjadi penawaran sustainability bond terbesar di Asia Tenggara.
Sesuai dengan tujuan penerbitannya, seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan sustainability bond BRI telah digunakan untuk kegiatan yang berwawasan sosial dan lingkungan. Pada tahun pertama setelah penerbitan,dana telah teralokasikan secara penuh 100%. Dari total US$500 juta dana yang diperoleh, US$422 juta atau 84,4% digunakan untuk kegiatan berwawasan sosial, dan sisanya sebesar US$78 juta atau 15,6% digunakan untuk kegiatan berwawasan lingkungan.
Dana yang digunakan untuk kegiatan berwawasan sosial, melalui penyaluran Kupedes dan KUR BRI, telah berhasil menciptakan lapangan kerja lebih dari 245 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Selain itu, melalui penyaluran KPR bersubsidi, sustainability bond BRI telah memberikan akses kepada 1.200 orang untuk memiliki hunian yang layak.
Dana yang diperoleh dari penerbitan sustainability bond juga digunakan untuk membiayai proyek ramah lingkungan seperti green transportation untuk pembangunan proyek LRT. Melihat dampak yang cukup signifikan pada aspek sosial dan lingkungan, sustainability bond BRI menerima penghargaan berskala internasional sebagai “Best Sustainability Bond” di ajang Triple A Country Awards yang diselenggarakan The Asset, majalah ekonomi terkemuka di Asia.
“Penggunaan dana hasil sustainability bond BRI juga mampu mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain untuk menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work & economic growth), mengurangi kesenjangan (reduce inequalities), serta kota dan komunitas berkelanjutan (sustainable cities and communities),” pungkas Listiarini. (adv/int)
PERTEMUAN: Unsur Muspika Medan Belawan bersama Polres Pelabuhan Belawan saat melakukan pertemun di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Senin (15/2).
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pasca terjadinya tawuran, unsur Muspika Medan Belawan bersama Polres Pelabuhan Belawan melakukan pertemun di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Senin (15/2). Pada pertemuan itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Daya menyampaikan, terhadap peristiwa tawuran yang telah terjadi, ia menegaskan untuk tidak mencari siapa yang salah, namun pertemuan yang dilakukan untuk mencari solusi.
PERTEMUAN: Unsur Muspika Medan Belawan bersama Polres Pelabuhan Belawan saat melakukan pertemun di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Senin (15/2).
“Pertemuan ini untuk mencegah terjadinya tawauran. Untuk itu, mari kita akan bentuk posko pengamanan (PAM) pada jam malam dan tim patroli gabungan melibatkan muspika, TNI, Polisi dan Kepling,” pungkas Kapolres.
Solusi tersebut, kata Dayan, untuk menciptakan Kamtibmas, sebeb kalau polisi saja yang melalukan pengananan tidak akan bisa.
Oleh karenanya harus bersamaa-sama membuat posko di sejumlah lokasi rawan tawuran.”Kalau ada anak-anak kumpul akan kita bubarkan dan kalau ada yang bawa senjata tajam akan kita tangkap,” tegas Dayan.
Harapan orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan ini, dengan adanya bantuan dan dukungannya dari para tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama, dapat menciptakan Kamtibmas yang kondusif.
Sementara, Camat Belawan Ahmad SP mendukung dilakukan pertemuan bersama para tokoh-tokoh, guna mencari soluai agar aksi tawuran di Belawan tak terulang lagi.
Tokoh masyarakat Belawan, H Irfan Hamidi mengaku, miris terhadap tawuran yang terjadi, meski sudah berulang kali diadakan pertemuan, jangan membuat putus asa. Harapannya, polisi harus bertindak tegas kepada pelaku yang membawa bom molotov dan senjata tajam.
“Pertemuan ini diharapkan dapat mencari solusi agar tawuran tak terulang kembali. Tindakan tegas polisi kita harapkan agar pelaku yang membuat onar dapat dihukum,” katanya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kapolres Pelabuhan Belawan, Camat Belawan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yakni Anak Belawan Bersatu (ABB), Forum Anak Belawan Bersatu (FABB), Formabem, PKN, Pemuda Pancasila, tokoh ulama dan tokoh gereja. (fac/ila)
SANTUNAN: Ketua Kopanasbung Robin Ginting dan perwakilan YBM PLN UIP Kitsum Cabang Denai serahkan santunan kepada abang becak.ade zulfi/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komunitas Pemuda Nasi Bungkus (Kopanasbung) berkolaborasi dengan YBM PLN UIP Kitsum Cabang Denai, menyalurkan infaq/zakat kepada para abang becak di Warung Edukasi, Jalan Halat Medan, Jumat (12/2). Robin Ginting MPd selaku Ketua Kopanasbung menyatakan, penyaluran infaq, zakat, atau sedekah kepada masyarakat, rutin mereka lakukan setiap Jumat dan sudah menjadi program rutin.
SANTUNAN: Ketua Kopanasbung Robin Ginting dan perwakilan YBM PLN UIP Kitsum Cabang Denai serahkan santunan kepada abang becak.ade zulfi/sumutpos.
Setiap bulannya pada Jumat pekan pertama, mereka menyalurkan infaq atau sedekah kepada jamaah Salat Jumat.
Kemudian pekan ke-2, kepada para pengguna jalan, abang becak, sopir angkot dan lainnya. Pada pekan ke-3, kepada anak yatim dan duafa, serta pada pekan ke-4, mereka menyalurkan infak/sadakah kepada masyarakat desa binaan di Jalan Air Bersih Ujung (Komplek Regar).
“Hari Jumat merupakan hari yang paling utama di hari-hari yang lain. Di hari itulah Rasulullah SAW meminta umatnya untuk memperbanyak amalan, termasuk sedekah,” kata Robin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Sabtu (13/2).
Menurutnya, selama pandemi, penyaluran sedekah biasanya di antar ke rumah-rumah atau di jalan-jalan. “Baru kali pertama hari ini dilakukan kegiatan mengumpulkan masa dalam penyaluran sedekah/infaq dengan protokol kesehatan yang ketat tentunya,” ungkapnya.
Dampak pandemi Covid 19, kata Robin, begitu terasa di tengah tengah masyarakat terutama masalah ekonomi. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius bagi kru Kopanasbung. “Pucuk di cinta ulampun tiba, ternyata kegiatan Kopanasbung selama ini diperhatikan banyak masyarakat termasuk para donatur. Pak Koto selaku Ketua Amil Zakat YBM PLN UIP Kitsum juga punya program menyalurkan zakat kepada komunitas abang becak yang mengaji. Alhamdulillah Kopanasbung juga punya program di luar jadwal rutin yaitu Ngafe (Ngaji di Kafe) dengan kelompok abang becak NgoPI (Ngobrol Perkara Iman), akhirnya kita sepakat berkolaborasi,” ungkap Robin.
Dalam sambutannya, Pak Koto menyampaikan, mereka akan menyalurkan zakat karyawan PLN kepada abang becak senilai Rp10 juta dengan jumlah Rp400 ribu per abang becak. Hal itu disambut dengan senyuman para abang becak yang hadir sembari mengucap, Alhamdulillah. “Kita doakan karyawan PLN sehat sehat sehingga program ini bisa berkelanjutan,” imbuh mereka.
Kopanasbung juga berharap, kerjasama dengan YBM PLN UIP Kitsum bisa terus terjalin sehingga lebih luas lagi manfaatnya di rasakan oleh masyarakat. Sebelum penyerahan santunan, acara diisi dengan tausiah oleh Ustad Robin Ginting MPd yang juga ketua Kopanasbung dengan tema Syukur Nikmat dan Fadhilah Sedekah. Acara di tutup dengan foto bersama. (adz)
BERPOSE:
Prof Yusuf L Henuk berpose dalam suatu kegiatan. Guru besar USU ini mangkir dipanggil Ditreskrimsus Poldasu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf L Henuk dikabarkan dipanggil pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimsus Polda Sumut), terkait postingan di media sosial (medsos) yang diduga mengandung dugaan ujaran kebencian. Namun, Prof Yusuf L Henuk mangkir tidak memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut.
BERPOSE:
Prof Yusuf L Henuk berpose dalam suatu kegiatan. Guru besar USU ini mangkir dipanggil Ditreskrimsus Poldasu.
Hal itu dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos di Medan, Senin (15/2). “Seyogyanya hari ini (kemarin,Red), tapi yang bersangkutan berhalangan hadir karena ada tugasnya yang penting. Jadi besok beliau mungkin akan hadir,” ujar Nainggolan.
Dia menjelaskan ada dua pihak yang melaporkan Prof Yusuf L Henuk. Kemudian, Prof Yusuf Henuk juga telah melaporkan pihak yang berseberangan ke Polda Sumut. Total ada 4 kasus terkait Prof Yusuf yang sedang ditangani.
Dikatakannya, untuk Prof Yusuf L Henuk sudah ada dua laporan tentang dirinya sebagai terlapor yakni pertama tentang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang kedua tentang Natalius Pigai. Selanjutnya yang bersangkutan juga melaporkan pihak berseberangan timbal balik yakni sebanyak dua laporan polisi. Jadi kami tangani empat kasus yang berkaitan dengan Prof Yusuf. “Untuk sementara beliau dimintai keterangan sebagai saksi pelapor dan juga saksi terlapor,” terangnya.
Sebelumnya, Prof Yusuf L Henuk juga sudah dipanggil pada 10 Februari lalu. Hal ini terkait laporan kader DPC Partai Demokrat Kota Medan Subanto ST, yang malaporkan akun Facebook dan Twitter milik Dosen Pertanian USU tersebut.
Adapun nomor laporan itu, yakni STTLP/75/I/2021/Sumut/SPKT I, pada 13 Januari 2021 lalu. Kemudian, dilanjutkan surat dengan Nomor: K/28/1/2021/Ditreskrimsus, per tanggal 26 Januari 2020, perihal surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP).
Subanto berharap, jika memang terbukti Prof Yusuf L Henuk melanggar hukum agar Polda Sumut segera ditindak ke proses yang lebih lanjut. “Harapan kita itu, agar pemilik akun tersebut diberikan efek jera, supaya tak mengulanginya lagi,” harapnya. (mag-1/ila)
TERJUN PAYUNG:
Ratusan pasukan elit Paskhas TNI Angkatan Udara, saat terjun payung saat latihan rutin terjun payung yang dilaksanakan Wing III Paskhas dan Batalyon Komando 469 Paskhas, di Run Way Lanud Soewondo Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan pasukan elit Paskhas TNI Angkatan Udara atau yang lebih dikenal sebagai prajurit Baret Jingga sebagai ciri khasnya, terlihat turun dari langit Kota Medan dengan menggunakan parasut.
TERJUN PAYUNG:
Ratusan pasukan elit Paskhas TNI Angkatan Udara, saat terjun payung saat latihan rutin terjun payung yang dilaksanakan Wing III Paskhas dan Batalyon Komando 469 Paskhas, di Run Way Lanud Soewondo Medan.
Pada pagi hari itu ternyata sedang dilaksanakan latihan rutin terjun payung yang dilaksanakan oleh Wing III Paskhas dan Batalyon Komando 469 Paskhas yang berlangsung di Run Way Lanud Soewondo Medan sebagai titik pendaratannya, Sabtu (13/2).
Terjun payung penyegaran merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Korpaskhas di seluruh Indonesia dalam rangka memelihara serta meningkatkan kemampuan perorangan seluruh prajurit Korpaskhas. Sehingga, siap melaksanakan tugas operasi sesuai dengan kemampuan dan ciri khas Matra Udara.
Dengan menggunakan pesawat jenis Hercules C-130 A-1321 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Putut Satriya dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta, para prajurit tersebut terlihat melompat keluar dari pintu pesawat dengan ketinggian 1200 feet untuk peterjun statik, sedangkan bagi peterjun free fall dilaksanakan dengan ketinggian 8.000 feet. Adapun penerjunan kali ini dilaksanakan sebanyak 2 sorty.
Dalam keterangan persnya, Komandan Wing III Paskhas Kolonel Pas Deni Ramdani, SE menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan program dari Korpaskhas. Terjun penyegaran merupakan salah satu upaya untuk menjaga kemampuan prajurit Paskhas, khususnya dalam kemampuan terjun payung.
Sebab, prajurit Paskhas harus memiliki kualifikasi terjun payung dan Komando. Sehingga, apabila prajurit Paskhas belum memiliki kualifikasi tersebut belum dinyatakan sah menjadi prajurit Paskhas.
“Kami satuan jajaran Wing III Paskhas melaksanakan kegiatan secara estafet yang berawal dari Pontianak, Pekanbaru, Medan dan selanjutnya satuan jajaran yang ada di Banda Aceh dan Lhokseumawe, dan saat ini kita melibatkan dengan total personel sebanyak 250 dan dapat berjalan dengan lancar, aman dan selamat,”ucap Danwing.
Sementara itu, Pangkosek Hanudnas III Medan Kolonel Pnb Esron S.B Sinaga mengatakan, bahwa Wing III Paskhas melaksanakan penerjunan dalam rangka merefresing para prajurit Paskhas. Pelaksanaan kali ini menggunakan 1 pesawat C-130 Hercules dari Skadron 31 Lanud Halim Perdana Kusuma serta mendapat dukungan dari Lanud Soewondo. Dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar, aman dan selamat dilaksanakan sebanyak 2 sorty dengan jumlah personel sebanyak 250 orang.
“Selamat atas penyelenggaraan latihan dan semoga dapat meningkatkan profesionalisme prajurit Paskhas dalam rangka mendukung operasi udara apabila terjadi suatu tindakan emergency, Paskhas Medan siap melaksanakan operasi tersebut,” pungkas Pangkosek.(tri)
WAWANCARA: Tokoh masyarakat eks kusta Lao Simomo Hutasimalem, Toba Syamsul saat diwawancara, di sela-sela demo di Kantor Disos Sumut.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Dinas Sosial Sumatera Utara di Jalan Sampul Medan, Senin (15/2) pagi, dihebohkan dengan kedatangan puluhan eks penyandang kusta asal Lau Simomo, Hutasimalem, Laguboti, Kabupaten Toba.
WAWANCARA: Tokoh masyarakat eks kusta Lao Simomo Hutasimalem, Toba Syamsul saat diwawancara, di sela-sela demo di Kantor Disos Sumut.
Tidak hanya kepala keluarga, para istri dan anak eks penyandang kusta tampak ikut berunjukrasa. Mereka jauh-jauh datang dari Hutasimalem dengan menyewa bus.
Adapun maksud dan tujuan mereka ke kantor instansi itu, ingin menagih janji bantuan dari Dinsos Sumut melalui UPT Pelayanan Sosial Lau Simomo, Hutasimalem. Sehingga, menganggap pemerintah provinsi terkesan ingin lepas tangan akan nasib kehidupan merekan
Tokoh masyarakat eks penyandang kusta, Syamsul kepada wartawan di lokasi mengatakan, sebelumnya sudah dua kali mereka mendatangi dinas tersebut. Karena tak juga ada respon, mereka pun kembali berunjukrasa.
Diungkap dia, bahwa ada perjanjian dengan Dinsos sewaktu peralihan dari Dinas Kesehatan, pada 2014 silam. Namun hingga kini, mereka belum ada warga menerima bantuan apapun dari instansi Dinsos Sumut. “Tapi kenyataannya di lapangan kami dibinasakan,” katanya.
Menurutnya, selama ini warga sudah merasakan hidup susah, ditambah dampak pandemi Covid-19. Akan tetapi pemerintah dinilai warga eks penyandang kusta membiarkan begitu saja, sehingga mereka melakukan unjukrasa di depan kantor Dinas Sosial. “Hidup kami susah, nasib kami tidak jelas,” kata dia lagi.
Syamsul menambahkan, warga sekitar pun mengucilkan mereka di semua hal. Itu semua karena warga binaan terpuruk, tidak berdaya saing dan karena hidup mereka tak laik.
Warga eks penyandang kusta lain, Ustad Henri Hasibuan menceritakan, selain bantuan bahan pangan pertanian, Dinsos juga kerap terlambat dalam menyalurkan makanan dan minuman. “Warga cari belanja dulu, baru beras datang, udah gitu bantuan yang datang tak jelas,” bebernya.
Selain itu, kata dia, kesehatan warga binaan juga tak diperhatikan. Bahkan fasilitas BPJS juga tak didapatkan. “Intinya kami tak mendapat perhatian, ditelantarkan. Sehingga kami datang kemari meminta kejelasan. Ini tak adil, tak manusiawi,” katanya lagi.
Sayangnya selama aksi unjukrasa berlangsung, Kepala dan Sekretaris Dinas Sosial Sumut, Rajali dan Ardo Sitompul tak berada di tempat. Mendengar adanya pemberitahuan itu, pendemo akan menunggu sampai malam.
Kemudian, warga juga berencana geruduk Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, untuk mempertanyakan nasib mereka. Massa menilai lagi bahwa Kadinsos Sumut, Rajali tak mampu menyejahterakan mereka. “Kita sudah sampaikan tuntutan bapak ibu kepada kepala dinas,” kata Kasubbag Umum Dinsos Sumut, Nasrin saat menerima pengunjukrasa. (prn/ila)