ARAHAN: Bupati Asahan H Surya menyampaikan arahan saat memimpin Upacara HKN.Elyas/SUMUT POS.
KISARAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H Surya, memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Halaman Kantor Bupati Asahan, Rabu (17/3).
ARAHAN: Bupati Asahan H Surya menyampaikan arahan saat memimpin Upacara HKN.Elyas/SUMUT POS.
Pada upacara yang juga diikuti Wakil Bupati Asahan, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, OPD, camat se-Kabupaten Asahan, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Asahan ini, Surya menyampaikan, ASN harus mampu mengisi kemerdekaan dengan sebaik mungkin, karena kemerdekaan yang dinikmati saat ini, merupakan pengorbanan dari para pendahulu. Para pendahulu merebut kemerdekaan ini dengan mengorbankan nyawa, darah, harta, keluarga dan tenaga.
Selain itu, Surya juga mengatakan, sebagai ASN yang diberikan amanah oleh pemerintah dan masyarakat, tentu harus menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan Panca Prasetya KORPRI, yang selalu dibacakan setiap Upacara HKN.
Surya menjelaskan, pada Maret ini diperingati Hari Jadi ke-75 Kabupaten Asahan, karena itu dia mengimbau untuk bersama-sama membangun Kabupaten Asahan menjadi lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.
Di akhir upacara, Surya bersama Wakil Bupati Asahan dan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, memberikan plakat kepada Camat Sei Kepayang Timur Nijaruddin, yang akan memasuki masa pensiun. Selain itu, memberikan penali kasih kepada 11 PNS yang pensiun dan memberikan bantuan duka cita kepada 10 ahli waris anggota KORPI yang meninggal dunia. (mag-9/saz)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai, tak mengetahui siapa-siapa saja pejabat atau ASN yang eksodus ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Berdasarkan informasi yang dirangkum, ada 2 pejabat diketahui eksodus ke Pemprov Sumut, pasca Pemilihan Kepala Daerah 2020 lalu.
Ilustrasi.
Adapun mereka, yakni Sekretaris Daerah Kota Binjai Mahfullah Daulay, yang mutasi ke Pemprov Sumut, dan sudah dilantik sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Serta Tengku Amri, yang kini sudah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumut, sebelumnya di Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai.
Kepala Bidang Kepegawaian dan Mutasi BKD Kota Binjai, Hendra Januar mengaku, tak tahu soal eksodus ASN.
“Abang (wartawan) yang buat beritanya, kami tidak tahu. Malah pertanyaan kita sama,” ungkap Hendra, Rabu (17/3).
Menurut Hendra, BKD Kota Binjai belum sempat menanyakan soal eksodus tersebut ke Pemprov Sumut. Alasannya, pihaknya tengah banyak kegiatan di Kota Binjai.
“Kami belum sempat ke provinsi. Kami baca juga (berita Sumut Pos), makanya kami mau nanya ke provinsi. Secara administrasi, kami tidak ada pegang suratnya. Makanya kami mau menanyakan ke provinsi,” tuturnya.
Begitupun, dia menilai, mutasi pegawai dapat dilakukan. Sah-sah saja pejabat Pemko Binjai pindah ke Pemprov Sumut.
“Kalau mendapat izin dari kepala daerah di sini (Binjai), dan di sana (Pemprov), ya sah-sah saja. Sudah ada kesepakatan dari keduanya,” kata Hendra lagi.
Begitu juga jika jabatan yang diemban di Pemprov Sumut mengalami penurunan. Bagi Hendra, hal tersebut merupakan pilihan dan seleksi yang dilalui oleh pejabat bersangkutan.
“Selagi tidak melanggar PP 11 tentang Manajemen ASN, sah-sah saja. Itu secara norma administrasi,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto meminta Inspektorat Sumut mengusut oknum di BKD Setdaprov Sumut yang diduga membantu melempangkan ‘eksodus’ sejumlah ASN Pemko Binjai ke Pemprov Sumut. Hal ini guna menjaga keseimbangan antara jumlah ASN dan beban kerja di lingkungan kerja Pemprov Sumut.
“Nah, kami meminta kepada Inspektorat Sumut untuk mengusut dengan jelas dan terang benderang. Kenapa mereka minta pindah? Berarti ada indikasi yang patut dicurigai. Sehingga bisa memberikan efek jera, jika ada oknum BKD Sumut yang memuluskan perpindahan tersebut,” tegasnya.
Permintaan ini, diakui Susanto, telah disampaikan langsung pihaknya saat mengundang Inspektur Sumut, Lasro Marbun, dalam rapat dengar pendapat baru-baru ini.
“Sebenarnya saya sudah mendeteksi dan mewanti-wanti hal ini dari jauh-jauh hari. Saya sudah peringatkan Sekda, BKD, dan juga Inspektorat. Kami menduga selain Pak Mahfullah, ada beberapa ASN atau pejabat Pemko Binjai ramai-ramai pindah ke provinsi,” pungkasnya. (ted/saz)
SUMUTPOS.CO – AC Milan akan menjamu Manchester United di San Siro pada leg kedua babak 16 besar Liga Europa 2020/21, Jumat (19/3) Ini adalah duel penentuan bagi kedua ‘Devil’, siapa yang berhak lolos ke perempat final.
Pada leg pertama di Old Trafford, Manchester United dan Milan bermain imbang 1-1. Red Devils lebih dulu unggul lewat gol Amad Diallo menit 50, dan Il Diavolo (The Devil) -julukan lain AC Milan- membalas secara dramatis melalui gol Simon Kjaer menit 90+2.
Runner-up sementara Premier League Inggris dan runner-up sementara Serie A Italia ini sama-sama masih berpeluang lolos ke babak berikutnya. Semua akan ditentukan di San Siro nanti.
AC Milan tercatat sukses menyingkirkan MU sebanyak 4 kali dalam 5 musim berbeda di kompetisi benua biru sebelumnya. Artinya, I Rossoneri cukup dominan saat meladeni wakil Premier League tersebut.
Apalagi, Milan diuntungkan faktor kandang, tapi performa Manchester United sedikit lebih meyakinkan. Akhir pekan kemarin, pasukan Stefano Pioli kalah 0-1 menjamu Napoli, sedangkan Manchester United menang tipis atas West Ham berkat gol bunuh diri pemain lawan.
Namun, skuad Milan lebih komplet dibandingkan leg pertama. Hakan Calhanoglu, Theo Hernandez, Ante Rebic telah kembali dari cedera. Selain itu, sang bomber veteran Zlatan Ibrahimovic juga telah kembali berlatih dan siap tampil melawan mantan klubnya meski mungkin dari bangku cadangan.
Dari kubu Manchester United, kiper utama David De Gea sudah bisa dimainkan, tapi sang manajer Ole Gunnar Solskjaer kemungkinan bakal kembali memasang Dean Henderson sejak menit awal. Hanya saja, dua pemain yang berpengalaman main di Italia, Paul Pogba dan Edinson Cavani, kondisinya masih meragukan.
Manchester United tak terkalahkan dalam 12 laga tandang terakhirnya di semua ajang. Ini harus dijadikan salah satu catatan oleh Milan. Ada kemungkinan Milan atau Manchester United tak mampu meraih kemenangan dan memastikan kelolosan di waktu normal, dan leg penentuan ini berlanjut hingga extra time, bahkan adu penalti. Siapakah yang akan berjaya di San Siro nanti? (*)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalu Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah telah mengirimkan sejumlah nama pejabat eselon II ke Kementerian Dalam Negeri untuk menjadi penjabat (Pj) bupati.
“Jadi sudah kita kirimkan ke Mendagri untuk jabatan Pj bupati di tiga daerah. Samosir, Labuhanbatu dan Labusel,” kata Kepala Bagian Otonomi Daerah pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprovsu, Ahmad Rasyid Ritonga, Rabu (17/3).
Seperti diketahui, saat ini ada tiga daerah yakni Kabupaten Samosir, Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang masa jabatan kepala daerahnya telah habis sejak 17 Februari 2021.
Namun, lantaran hasil Pilkada 2020 lalu masih bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), maka pemerintahan di daerah-daerah tersebut kini hanya dipimpin seorang pelaksana harian (Plh) bupati yang merupakan sekretaris daerah. Pengiriman nama-nama pejabat eselon II Pemprov Sumut itu dilakukan melalui sistem online maupun dalam bentuk dokumen resmin
Saat ini, diakui Rasyid, pihaknya pun masih menunggu turunnya SK dari Kemendagri agar selanjutnya bisa melakukan pelantikan terhadap pejabat-pejabat yang namanya diajukan untuk menjadi Pj bupati. “Kami kirim secara fisik dan online. Kita tunggu dari Kemendagri. Bila turun SK, sudah bisa dilakukan pelantikan,” ucapnya.
Sebelumnya Rasyid mengatakan, alasan Pemprov Sumut mengajukan nama pejabat eselon II ke Kemendagri untuk menjabat Pj bupati, lantaran posisi Plh bupati yang ada saat ini tidak memiliki kekuatan ketika mengambil kebijakan di dalam suatu sistem pemerintahan. Sehingga, Pemprov Sumut berinisiatif mengusulkan Pj bupati bagi tiga daerah tersebut demi keberlangsungan jalananya roda pemerintahan.
“Jabatan Plh kan nggak bisa mengambil kebijakan strategis. Sementara ada hal-hal penting yang akan disahkan seperti APBD, LKPJ, dan perubahan-perubahan lainnya yang harus dilakukan seorang Pj bupati,” jelasnya. (prn)
TINJAU: Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pelayanan GeNose C19 di Stasiun Bandung, Jawa Barat.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mudik lebaran akan berlangsung sekitar dua bulan lagi. Masih seperti tahun lalu, Ramadan dan lebaran tahun ini akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Namun tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak akan melarang mudik lebaran. Namun, ada syarat mudik Lebaran 2021 yang perlu diperhatikan.
TINJAU: Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pelayanan GeNose C19 di Stasiun Bandung, Jawa Barat.
Kemenhub segera mengkoordinasikan langkah antisipasi Mudik Lebaran Tahun 2021 dengan Satgas Covid-19. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka mencegah dan memutus penyebaran covid-19 yang masih melanda Indonesia.
Menteri Pergubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya tidak dapat membuat keputusan terkait pelarangan atau perizinan mudik tahun ini, sebab harus dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait. “Kemenhub tidak bisa melarang atau mengizinkan mudik, karena harus dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait dan Satgas Covid 19, yang nanti akan memberikan arahannya,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (17/3).
Menhub mengatakan, dalam rangka mengantisipasi adanya lonjakan penumpang pada masa mudik lebaran tahun ini, akan menerapkan protokol kesehatan dan tracing secara ketat kepada masyarakat yang bepergian. Menhub menjelaskan, tengah mengkonsultasikan dengan pihak-pihak terkait untuk memperketat syarat perjalanan, yaitu dengan mempersingkat masa berlaku alat skrining (penyaringan) covid 19 seperti GeNose, Rapid Test, atau PCR Test.
Penerapan protokol kesehatan lainnya yang juga akan diperketat seperti memakai masker, melaksanakan jaga jarak, melakukan disinfektasi prasarana/sarana, pemberlakuan pembatasan penumpang dan pengaturan jadwal layanan.
Budi mengungkapkan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan media nasional untuk melakukan survey nasional tentang potensi pemudik pada masa Lebaran Tahun 2021 yang akan menjadi rekomendasi pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, dalam rangka persiapan menjelang masa mudik lebaran tahun 2021, meminta Kemenhub untuk melakukan sejumlah langkah yaitu mengantisipasi lonjakan penumpang dan konsistensi pengawasan protokol kesehatan, melakukan pengawasan kelaikan sarana dan prasarana transportasi berupa inspeksi terhadap personil, ramp check sarana transportasi, ketersediaan peralatan keselamatan, dan SOP pelayanan dan keselamatan.
Serta, meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait mengenai penyediaan fasilitas alat tes covid-19 yang terjangkau dan akurat dan mendorong penggunaan GeNose di setiap simpul transportasi.
Tak Berdampak Besar ke Sektor Ekonomi
Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai, izin kegiatan mudik lebaran tahun ini bisa membuat perjuangan melawan pandemi Covid-19 selama 12 bulan menjadi sia-sia. Belum lagi, tren kasus baru Covid-19 selalu meningkat usai liburan panjang.
Tengok saja, kasus positif harian tembus rekor beberapa kali pada Januari 2021 lalu, bertepatan setelah libur panjang Hari Raya Natal dan tahun baru. Misalnya, per Sabtu (16/1), kasus positif virus corona bertambah 14.224 orang dalam sehari.
Melihat hal itu, ia menilai sebaiknya pemerintah mengambil langkah ketat dalam mudik lebaran tahun ini. Terlebih, pelaksanaan vaksinasi covid-19 belum maksimal. Per 16 Maret 2021, data pemerintah mencatat total vaksinasi tahap I baru mencapai 4,46 juta orang, sedangkan vaksin tahap II sebanyak 1,71 juta orang. Angka itu masih jauh dari target pemerintah untuk mencapai kekebalan komunal (herd imunity) yakni vaksinasi kepada 181 juta orang.
“Kalau kita melarang itu lebih baik, sebab ketat masih ada yang lolos artinya banyak yang lolos, apalagi dibiarkan semakin tidak terkontrol. Jadi, sia-sia upaya pemerintah daerah dan tenaga kesehatan kalau tahu-tahu kasus melonjak,” ujarnya.
Belum lagi, ia mengatakan potensi kenaikan kasus Covid-19 usai mudik tidak sebanding dengan manfaat ekonomi dari kegiatan mudik. Tauhid memprediksi perputaran uang selama kegiatan mudik lebaran tahun ini tidak signifikan. “Secara ekonomi tidak berdampak terlalu besar,” katanya.
Meski tidak menyebutkan angkanya, Tauhid meramal angka perputaran uang selama lebaran tahun ini lebih rendah dari kondisi normal. Namun, angkanya sedikit lebih tinggi dari tahun lalu.
Catatan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, penarikan uang tunai selama lebaran 2019 lalu lebih dari Rp160 triliun. Sementara itu, pada lebaran tahun lalu uang tunai siap edar yang disiapkan bank sentral turun menjadi Rp157,96 triliun. Setidaknya, ada tiga hal yang melandasi prediksi penurunan perputaran uang dibandingkan kondisi lebaran normal. Pertama, daya beli masyarakat masih relatif rendah.
Kondisi ini tercermin dari tingkat inflasi pada Februari 2021 yang hanya sebesar 0,1 persen secara bulanan (mtm). Inflasi ini lebih rendah dibandingkan Januari 2021 sebesar 0,26 persen. Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 1,38 persen (yoy). “Inflasi rendah berarti daya beli masyarakat masih tergerus,” katanya.
Kedua, ancaman covid-19 masih ada lantaran tingkat penularan belum turun drastis. Di sisi lain, pemberian vaksin belum maksimal menjangkau semua lapisan masyarakat. Kondisi tersebut berpengaruh pada pengeluaran konsumsi masyarakat selama Lebaran. Ia memperkirakan masyarakat masih cenderung menahan konsumsi selama Lebaran lantaran covid-19 belum reda.
“Dengan situasi covid-19 pasti yang dibelanjakan tidak terlalu banyak. Fenomena Desember seperti itu, jadi libur berapa hari tapi ekonomi meningkat tidak setajam yang dibayangkan, hotel dan restoran tidak terlalu ramai,” ujarnya.
Ketiga, ia memprediksi sudah banyak masyarakat pulang ke kampung halaman lebih awal lantaran kehilangan pekerjaan di kota. Masyarakat yang pulang kampung lebih awal itu diprediksi merupakan pekerja informal yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi covid-19. Kondisi ini tentunya mengurangi peredaran uang maupun konsumsi saat Lebaran 2021 ini.
“Jadi, banyak yang sudah pulang saat awal covid-19 karena di kota sudah kehilangan pekerjaan,” katanya. (jpc/cnn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proses vaksinasi terhadap para tenaga pendidik di Kota Medan sudah mulai berjalan. Rabu (17/3) kemarin, proses vaksinasi untuk guru tingkat TK, SD, dan SMP yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, telah memasuki hari ketiga.
VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19-Ilustrasi.
Kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan SPd MM mengatakan, hingga kemarin, tercatat sudah ada 500 guru di Kota Medan yang divaksin. Namun untuk tahap pertama, guru yang divaksinasi adalah para kepala sekolah (Kasek).
“Kalau yang sudah divaksin, ada sekitar 500 oranglah. Itu Kasek-kasek dan petugas sekolah. Guru-guru lainnya segera menyusul,” ucap Adlan kepada Sumut Pos, Rabu (17/3).
Berdasarkan data yang ada dan yang telah diserahkan pihaknya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, kata Adlan, ada lebih dari 19.000 guru di Kota Medan, baik ASN maupun honorer. Adlan menyebutkan, untuk tahap awal, jumlah guru yang divaksinasi hanya lebih kurang 3 persen dari total guru SD-SMP yang ada di Kota Medan Untuk tahap selanjutnya, penyuntikan vaksin bagi guru akan dilakukan dalam waktu dekat.
Dijelaskan Adlan, dalam pelaksanaan vaksinasi bagi para guru, pihaknya akan melakukan vaksinasi per kecamatan. Hal ini, untuk memudahkan koordinasi dan pendataan guru. “Untuk vaksinasi para guru, nanti kita koordinasi dengan kecamatan. Karena rencananya kita mengadakannya per kecamatan. Jadi dari sekolah-sekolah di lingkup Kecamatan. Tapi nanti teknisnya ya Dinkes lah yang lebih tahu, kita serahkan ke mereka,” katanya.
Sedangkan vaksinasi bagi siswa sendiri, Adlan mengaku jika siswa berada di bawah 18 tahun belum masuk kategori penerima vaksin. “Siswa kan tidak semua masuk ke dalam kategori penerima. Apalagi yang berada di lingkup Pemerintah Kota Medan kan SD dan SMP, di bawah 18 tahun, jadi belum bisa menerima vaksin,” katanya.
Terkait target 20 sampai 40 persen guru di Kota Medan dapat divaksin sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka yang direncanakan di bulan Juli, Adlan mengatakan pihaknya masih mengusahakan pelaksanaan vaksinasi untuk guru agar bisa dilakukan secepatnya. “Tapi kan kita lihat juga ketersediaan vaksin nya. Kalau mencukupi, ya lanjut terus. Makanya saya bilang itu semua teknismya ada di Dinkes,” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, mengatakan jika proses vaksinasi untuk para guru memang harus dilakukan secepatnya. Tapi bukan semata-mata untuk mengejar agar proses belajar tatap muka di sekolah bisa dibuka kembali, melainkan agar penyebaran pandemi ini bisa benar-benar di putus.
“Untuk membuka kembali sistem belajar tatap muka di sekolah itu kan butuh kajian lagi. Sebab yang ada di sekolah kan bukan cuma yang mengajar (guru), tapi juga yang belajar (siswa) sedangkan siswa kan rata-rata tidak di vaksin, apalagi SD dan SMP,” jelas Bahrum.
Bahrum meminta, agar Dinas Pendidikan dapat mengembangkan sistem belajar daring sebelum sistem belajar tatap muka di sekolah di mulai. “Saya fikir ini dulu yang harus dibenahi. Kita memahami ada banyak hal yang tidak dapat dilakukan dengan sistem belajar daring. Dalam artian sistem belajar tatap muka lebih efektif, tapi kita juga melihat ada yang masih bisa dimaksimalkan dalam sistem belajar daring ini,” pungkasnya.
Gubsu Tunggu Regulasi Vaksinasi Mandiri
Terpisah, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengaku menyambut baik rencana pemberian layanan vaksin mandiri dilaksanakan di Sumut. Namun begitu, saat ini Edy mengaku masih menunggu regulasinya, agar rencana itu dapat dijalankan dengan baik.
“Saya menyambut baik rencana pemberian layanan vaksin mandiri di sini. Dan kita menunggu regulasinya dari pemerintah bisa segera berjalan, agar Covid ini segera kita putus rantai penularannya,” ungkapnya saat menghadiri Lounching Rapid Antigen, Antibodi, PCR swab and public vaccine Covid-19 di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (17/3).
Sementara itu, Edy yang juga selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut menegaskan, jika dirinya tidak setuju dengan layanan pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNoSe C19. Apalagi, bila pemeriksaan itu sampai dilakukan di dalam bandara baik kedatangan dari luar maupun bandara keberangkatan atau juga di pelabuhan .
“Karena ini akan menimbulkan klaster baru di dalam terminal keberangkatan dan kedatangan tersebut. Kalau boleh secara nasional diizinkan, itu hanya boleh dilakukan di rumah sakit yang mempunyai fasilitas pemeriksaan isolasi yang memenuhi standar,” sebut dia.
Begitu juga, terkait rapid test palsu atau abal-abal, Edy mengaku dirinya sudah berulang kali menyatakan tidak akan menolerir klinik atau rumah sakit yang mengeluarkannya. Selain itu, termasuk penumpang juga dapat diberikan sanksi hukum. “Lakukanlah pemeriksaan di rumah sakit dan klinik yang terdaftar di Dinas Kesehatan Provinsi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Di samping itu, juga harus teregister di e-Hac kementrian kesehatan RI,” tuturnya.
Sedangkan soal vaksinasi di Sumut, Edy menyebutkan, saat ini prosesnya terus berjalan. Terkait stok, di bulan Juni sampai Desember akan dilaksanakan 1 juta vaksinasi, dengan prioritas saat ini terhadap enam Kabupaten/Kota. “Kita lakukan prioritas di enam Kabupaten/Kota. Karena disitu terbesar terpapar Covid-19 di Sumut,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Konsultan Satgas penanganan Covid-19, dr Muhammad Fauzi Nasution SpBKV MSurg menuturkan, pemeriksaan GeNoSe C19 itu memang dinilai bisa menimbulkan klaster baru. Bahkan, asosiasi penerbangan dunia juga tidak merekomendasikannya. “Karena pemeriksaan dengan tiup GeNoSe itu tidak sesuai dengan standard protokol kesehatan,” ujarnya. (map/ris)
DRIVE TRU: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meninjau fasilitas Drive Thru Rapid Antigen, Antibodi, PCR Swab and Public Vaccine Covid-19 di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka Medan, Rabu (17/3) siang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah warga Kota Medan terpapar varian baru Virus Corona B117 bertambah 5 orang. Dengan begitu, sudah ada enam orang warga Medan terpapar varian Corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris itu. Dari lima kasus baru tersebut, dua orang di antaranya sudah dinyatakan negatif.
DRIVE TRU: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meninjau fasilitas Drive Thru Rapid Antigen, Antibodi, PCR Swab and Public Vaccine Covid-19 di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka Medan, Rabu (17/3) siang.
Konsultan Satgas penanganan Covid-19, dr Muhammad Fauzi Nasution SpBKV MSurg mengungkapkan, sebelumnya ada satu orang warga Medan yang terpapar virus B117 pada 28 Januari 2021 lalu, dan kini pasien sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan lima orang lagi.
juga terpapar di Medan usai melakukan pemeriksaan rapid antigen. Kelimanya merupakan orang tanpa gejala (OTG). Kini, dua orang di antaranya sudah dinyatakan negatif.
“Lima orang diketahui terpapar virus mutasi B117 usai melakukan pemeriksaan di Posko Rapid Antigen, Antibody, PCR Swab and Public Vaccine Covid-19 Lapangan Merdeka Medan sekitar 5 hari lalu. Hasil pertama negatif, pemeriksaan kedua kami kirimkan sampelnya ke luar Sumut dan hasilnya terpapar virus B117. Mereka isolasi di rumah masing-masing, status mereka OTG. Dari lima itu, dua orang sudah negatif dan tiga lagi belum negatif,” beber Fauzi.
Meski pasien isolasi secara mandiri, sambung Fauzi, tetap disiapkan layanan dokter dan perawat. “Kita juga menyiapkan pelayanan isolasi mandiri antara lain dokter dan perawat untuk keadaan yang tak memungkinkan. Seperti, keadaan pasien mengalami pneumia, sesak dan lainnya, maka harus dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya.
Diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Corona B117 kemungkinan memang bisa lebih parah menimbulkan penyakit. Ahli penyakit infeksi dari WHO, Maria Van Kerkhove, menjelaskan, studi terkait varian Corona B117 masih terus berjalan. Sejauh ini yang sudah diketahui adalah varian memiliki kemampuan menular yang lebih tinggi dan vaksin masih bisa melawannya.
“Dalam hal keparahan penyakit, ada beberapa penelitian di Inggris yang menunjukkan bahwa B117 lebih parah,” kata Maria seperti dikutip dari situs resmi WHO, Rabu (17/3).
Studi yang dipublikasi di jurnal The BMJ melaporkan, tingkat kematian pasien yang terinfeksi B117 bisa 64 persen lebih tinggi bila dibandingkan dengan pasien yang terinfeksi varian umum sebelumnya. Hal ini diketahui setelah peneliti membandingkan data dari 54.906 pasien COVID-19 berusia 30 tahun ke atas.
Hal serupa juga sempat disebut oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). “Pada Januari 2021 para ahli di Inggris Raya melaporkan varian ini berkaitan dengan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan varian lain. Tapi, perlu studi lanjutan untuk benar-benar membuktikannya,” tulis CDC di situs resminya.
Di Indonesia, varian Corona B117 ini sudah masuk sejak awal 2021 lalu. Menurut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, awalnya varian baru ini terdeteksi pada warga Indonesia yang baru kembali dari luar negeri, tapi belakangan ada juga kasus penularan lokal.
“Adanya varian baru yang sebenarnya sudah masuk di awal tahun, 2 yang pertama dari Saudi Arabia untuk varian B117 dari UK dan 6 sampel kemudian juga diketahui, dua di antaranya juga dari Saudi Arabia dan sudah ada juga yang berasal dari transmisi lokal,” ungkap Menkes Budi.
Herd Immunity Sebelum Virus B117 Meluas
Terpisah, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio mengingatkan, kekebalan kelompok sangat tergantung pada beberapa faktor. Di antaranya adalah jumlah pasien yang telah disuntik dan efikasi vaksin Covid-19, termasuk terkait lamanya kekebalan tubuh setelah disuntik vaksin.
“Saat ini kita menghadapi tantangan baru dengan adanya mutasi-mutasi itu, sehingga harus berlomba (kecepatan vaksinasi versus mutasi virus),” kata Amin Soebandrio, dalam diskusi Alinea Forum “Peta Jalan Menuju Herd Immunity”, di Jakarta, Rabu (17/3)
Saat ini dirinya meyakini, varian baru virus B117 yang sudah ditemukan di Indonesia masih merupakan populasi kecil. Dengan kondisi ini diharapkan Indonesia dapat segera mencapai herd immunity sebelum varian baru B117 meluas penularannya. “Tetapi bukan tidak mungkin akan bertambah banyak. Jadi kita berlomba untuk bisa memutuskan rantai penularan saat ini. Kita harus sesegera mungkin mencapai herd immunity,” ucapnya.
Anggota Komisi IX DPR, Adang Sudrajat menegaskan, ada banyak hal yang harus diperbaiki untuk mewujudkan herd immunity. Di antaranya, mengupayakan perluasan vaksinasi kepada masyarakat. Selain itu, dia mengusulkan agar pemerintah memprioritaskan golongan usia produktif mendapatkan untuk vaksinasi. Apalagi mereka yang berusia produktif sangat mobile. “Dengan menjadi prioritas, diharapkan bisa mengurangi penularan Covid-19,” kata Adang Sudrajat.
Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, saat ini pemerintah memang telah melakukan berbagai cara untuk mempercepat herd immunity. Salah satunya dengan bekerja sama dengan pihak swasta dan BUMN dalam melaksanakan vaksinasi massal.
Kementerian Kesehatan juga menyadari, upaya mempercepat vaksinasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin Covid-19, tetapi juga vaksinator. Karena itu, pemerintah terus menambah jumlah tenaga vaksinator, bekerja sama dengan asosiasi klinik swasta hingga fasilitas pelayanan kesehatan milik kementerian dan lembaga.
Positivity Rate 11 Persen
Sementara, dalam sehari kasus Covid-19 bertambah 6.825 orang pada Rabu (17/3). Kini, total sudah 1.437.283 orang terinfeksi Covid-19 di Indonesia. Angka positivity rate orang yang diperiksa semakin menurun meski begitu masih lebih tinggi dari ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 5 persen.
Ada 75.980 spesimen dan 58.752 orang dites dalam sehari. Sebanyak 31.339 orang diperiksa dengan antigen, sisanya dengan PCR. Angka ini menjadi penentu angka positivity rate. Angka positivity harian yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100 yakni 11 persen. Sedangkan kasus aktif turun 2.347 orang.
Sebaran positif harian tertinggi terjadi di Jawa Barat 1.347 kasus. Lalu disusul oleh DKI Jakarta 1.330 kasus. Banten 861 kasus. Dan Jawa Tengah 647 kasus. Jawa Timur 321 kasus.
Pasien sembuh harian bertambah 9.010 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di Jawa Barat sebanyak 4.150 orang. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 1.266.673 orang.
Kasus kematian harian bertambah 162 jiwa. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Barat sebanyak 36 jiwa. Total kini sudah 38.915 orang meninggal dunia akibat Covid-19.
Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 5 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus. (ris/bbs)
BARANG BUKTI: Dua tersangka dan barang bukti dadu kopyok yang diamankan Polsekta Medan Baru, Senin (15/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Reskrim Polrestabes Medan menggerebek lapak judi dadu kopyok di Warung Perdinan Jalan Piano, Kelurahan Titirantai Medan Baru, Senin (15/3) lalu sekira pukul 18.00 WIB. Dalam penggerebekan tersebut, dua pemain beserta sejumlah barang bukti diamankan.
BARANG BUKTI: Dua tersangka dan barang bukti dadu kopyok yang diamankan Polsekta Medan Baru, Senin (15/3).
Penggerebekan itu sempat viral di media sosial lantaran polisi sempat dihadang sejumlah preman. Namun, polisi terus melanjutkan penggerebekan hingga kemudian memboyong 2 pemain judi.
Informasi diperoleh, penggerebekan lokasi judi tersebut awalnya dilakukan oleh anggota kepolisian berinisial NA. Selanjutnya, NA bersama kawannya langsung menuju ke lokasi dan menemukan beberapa orang yang tidak dikenal diduga sedang bermain judi dadu.
Dua orang berhasil diamankan dan kemudian dibawa ke Mapolrestabes Medan. Namun, saat hendak dibawa ternyata dihadang sejumlah preman. Beruntung, tak berapa lama personel Satreskrim Polrestabes Medan datang ke lokasi dan memboyong kedua orang itu beserta barang bukti.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah H Tobing menyebutkan, dua orang yang diamankan yaitu Tangkas Tambunan (29) warga Jalan Piano dan Frans Sembiring (22) warga Jalan Harmonika.
Diakui Martuasah, saat aksi penggerebekan, pihak kepolisian sempat dihadang oleh oknum diduga dari organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Saat ini, sedang diselidiki lebih lanjut. “Ada oknum OKP yang diduga melindungi, dan kami sedang cek,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/3).
Kata Martuasah, terkait barang bukti yang diamankan adalah sebuah terpal nomor dadu, satu set mangkok dadu, dan uang Rp985.000. “Saat ini kedua tersangka sudah ditahan. Untuk kasusnya masih terus didalami lebih lanjut,” pungkasnya. (ris/azw)
DIAPIT: Dua tersangka pencuri sepeda motor di Alfamart, Imam dan Supriadi diapait petugas Polsek Hamparanperak, Rabu (17/3).fachri/sumut pos.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua dari tiga pelaku yang terekam kamera pengawas CCTV mencuri sepeda motor di Alfamart Hamparanperak akhirnya ditangkap. Kedua pelaku ditangkap saat menjambret di Dusun 20 Harjo Sari, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Selasa (16/3) sore.
DIAPIT: Dua tersangka pencuri sepeda motor di Alfamart, Imam dan Supriadi diapait petugas Polsek Hamparanperak, Rabu (17/3).fachri/sumut pos.
Keduanya adalah, Imam Mustajab (30) warga Gang Amal, Desa Klambir Lima Kampung, Kecamatan Hamparanperak dan Supriadi (42) warga Gang Sepakat, Desa Klambir Lima Kampung, Kecamatan Hamparanperak. Dari tangan mereka diamankan Hp dan sepeda motor Honda Scoopy hasil curian.
Informasi diperoleh menyebutkan, kedua pelaku menggunakan sepeda motor hasil curian berniat merampok. Bandit jalanan ini melakukan aksinya di Dusun 20 Harjo Sari, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparanperak.
Mereka menjambret ponsel milik seorang wanita di pinggir jalan. Perbuatan keduanya diteriaki maling oleh warga sekitar. Petugas Unit Reskrim Polsek Hamparanperak saat melakukan mengejar keduanya, akhirnya pelaku berhasil ditangkap
Petugas mencurigai keduanya merupakan pelaku mencuri sepeda motor di Alfamart Jalan Perintis, Kacamatan Hamparanperak beberapa hari lalu. Polisi langsung mengecek rekaman CCTV tersebut. Ternyata, benar mereka berdua pelaku tersebut.
“Ya, keduanya ini memang pelaku yang mencuri sepeda motor karyawan Alfamart yang terekam CCTV. Kini keduanya sudah kita amankan dengan barang bukti sepeda motor dan Hp,” jelas Kapolsek Hamparanperak, Kompol Edward Simamora, Rabu (17/3).
Dijelaskan Edward Simamora, dari rekaman CCTV. Ada tiga pelaku yang mencuri sepeda motor tersebut, dua pelaku yang diamankan di antaranya pelaku. Untuk satu pelaku lagi masih dalam pengejaran.
“Kita masih melakukan pengembangan terhadap satu pelaku lagi. Jadi, kedua pelaku yang kita amankan ini ada dua laporan kasus jambret dan pencurian sepeda motor dengan LP/38/III/ 2021 dan LP/39/III/2021,” ungkapnya.
Para pelaku, lanjut Kapolsek Hamparanperak ini, dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman penjara minimal 5 tahun penjara. “Kasusnya sudah kita proses, berkasnya akan segera kita limpahkan ke pengadilan,” sebut Edward Simamora mengakhiri. (fac/azw)
KORBAN: Dua korban saat mendatangi Polsek Belawan, Rabu (17/3). fachril/sumut pos.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tersangka berinsia Su (48), pembacok tiga warga yang menetap di Ujungtanjung 1 Lingkungan, Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan, ditangkap Unit Reskrim Polsek Belawan, Rabu (17/3).
KORBAN: Dua korban saat mendatangi Polsek Belawan, Rabu (17/3). fachril/sumut pos.
Sementara, tiga pelaku lainnya masih buron. “Ya sudah kita tangkap. Ini masih kita lakukan pemeriksaan. Untuk lebih jelas, nanti saya kabari, karena kami masih mengembangkan pelaku lainnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Belawan, Iptu AR Riza melalui telelpon genggam.
Pantauan di Polsek Belawan, korban pembacokan Zailani (41) bersama adiknya, Iwan Setiawan (36) tampak hadir untuk dimintai keterangan oleh penyidik. “Malam itu dia (pelaku) datang langsung membacok. Masalahnya karena masalah anak berkelahi,” kata Zailani tampak bingung saat akan masuk ke ruang penyidik.
Kasus pembacokan itu diduga karena persoalan keributan anak mereka yang terjadi beberapa hari lalu. Para pelaku mendatangi rumah korban dengan kesal langsung membacok korban dengan parang yang telah dibawanya.
Akibat kejadian itu, para korban, Zailani (41) bersama adiknya, Iwan Setiawan (36), serta temanya, Zihan Hakiki (26) mengalami luka bacok di kepala. Kasus itu kini masih ditangani Polsek Belawan. (fac/azw)