31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3705

Bupati Tapteng Ngotot Buka Sekolah, Gubsu: Soal HP, Bisa Dicarikan Solusi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ngototnya Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani, untuk membuka sekolah di daerahnya di tengah pandemi Covid-19, kembali mendapat respon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Khususnya terkait alasan Bakhtiar, bahwa tidak semua pelajar di Tapteng memiliki smartphone atau handphone Android, guna mendukung proses belajar mengajar secara daring (dalam jaringan).

Gubsu Edy Rahmayadi.

Menurut Gubsu Edy, persoalan smartphone bisa dicarikan solusinya secara bertahap. Ia pun mengingatkan Bakhtiar Sibarani supaya jangan mengorbankan nyawa anak-anak, hanya karena ngotot mau buka belajar tatap muka di sekolah di masa pandemi. “Itulah yang harus dicari solusinya. memudahkan caranya. Bukan korbankan anak didik. Misalnya (pengadaan) Wifi, akan kita lakukan. Tapi ya secara bertahap, tidak langsung bisa mendadak,” katanya menjawab wartawan, Jumat (5/2).

Dalam hal sekolah tatap muka, Edy menyebut harus memerhatikan kondisi para anak disik. Apalagi di usia mereka yang susah diatur. “Bermain apa segala macam, dia kena. Dia pulang, bapak kena, nenek kakek kena, semua kena. Kita nanti yang setengah mati,” tegas Edy seraya menyatakan sedari awal sudah melarang dibukanya belajar tatap muka.

Mantan Pangkostrad ini kembali menegaskan, yang menentukan dibukanya belajar tatap muka di sekolah secara riil, bukanlah gubernur. Tetapi para ahli anak, seperti dokter-dokter anak, dokter psikologi anak, maupun tokoh-tokoh yang berurusan dengan anak.

“Pada tanggal 1 Januari 2021, duduk di sini dan mereka satu pun belum mengijinkan anak anak masuk sekolah. Kalau ditanya tokoh-tokoh ekonomi, pasti ya maunya sekolah,” ungkapnya.

Dari sisi pembinaan, imbuh dia, belajar tatap muka di sekolah lebih baik daripada belajar jarak jauh. Namun ia juga mengingatkan bupati Tapteng bahwa hingga saat ini masih pandemi. “Persoalannya sekarang Covid-19, ini WHO, ini inpres, dan ini pergub, dan bahkan ada perda. Tolong ini semua dipahami,” ujarnya.

Sebelumnya soal rencana dibuka atau tidaknya belajar tatap muka di sekolah di wilayah Sumut, menurut Gubsu, akan dibahas lagi dalam rapat evaluasi pada Maret 2021 mendatang. Karena wewenang soal pendidikan ada di daerah.

Tetapi saat ini, belum ada satu pun sekolah yang buka di dunia ini. “Kemarin dibuka sebentar oleh Korea, habis itu udah ditutup balik. Dan Indonesia satu daerah pun belum ada yang buka sekolah,” tuturnya. Alasannya, pandemi Covid-19 yang sedang tinggi-tingginya saat ini di Indonesia, termasuk Sumut.

“Kita sekarang hari ini 126 ini (kasus positif). Di daerah kan nggak. Di daerah itu melakukan testing dan tracingnya kecil. Untuk itu kuta antisipasi untuk sekolah tatap muka,” pungkasnya. (prn)

Viral Video Oknum Perwira Polisi Dugem, Kapoldasu Copot Kasat Narkoba Siantar

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Viral video yang mempertontonkan seorang oknum perwira polisi sedang menikmati dunia gemerlap malam (dugem) sambil berjoget di tempat hiburan di masa pandemi Covid-19, kini dalam pemeriksaan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).

Kasat Narkoba Polres Siantar AKP AKP David Sinaga (DS) yang diduga sebagai perwira polisi yang berjoget itu telah diperiksa Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut. Kapolda Sumut , Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin lagsung mencopot perwira pertama tersebut. “Dugaan kuat memang dia (Kasat Narkoba Polres Siantar AKP DS),” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada sejumlah wartawan di Medan, Jumat (5/2).

Hadi mengatakan, informasi viralnya video Kasat Narkoba Polres Siantar itu sudah diketahui Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin. “Bila memang terbukti ada pelanggaran, AKP DS akan dicopot dari jabatannya. Kapolda perintah tindak tegas,” ungkapnya.

Diketahui, dalam video yang viral, tampak seorang pria diduga mirip Kasat Narkoba Polres Siantar AKP DS sedang berjoget di tempat hiburan malam. Video yang berdurasi 1 menit 15 detik itu diunggah lewat kanal Youtube DS dan juga akun facebook Rocky Siahaan. Dari unggahan tersebut, aksi joget Kasat Narkoba Polres Siantar AKP DS telah seribu kali tayang.

Dari video yang beredar, pria itu memiliki rambut dikuncir sedang asyik berjoget bahkan sampai mengangkat tangannya tepat di samping Disjockey (DJ).

Di pertengahan video yang beredar dengan diberi judul ‘Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar lagi tinggi’ itu memperlihatkan dirinya berjoget-joget sambil mengangkat kursi. Bahkan naik ke atas meja lalu turun menuju pintu keluar seraya berjalan sambil sempoyongan.

Di waktu berbeda, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin menegaskan sudah mencopot Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar AKP David Sinaga.

Hal itu lantaran terlihat menikmati alunan musik DJ di salah satu tempat hiburan malam hingga menjadi perbincangan hangat.

Menurutnya, adanya anggota Polri yang berada di dalam diskotek sudah mencoreng nama baik institusi, di mana seharusnya mengayomi masyarakat, dan malah berprilaku seperti itu.

“Hari ini AKP David Sinaga sudah kita copot jabatannya,” kata dia, melalui pesan singkat WhatsApp kepada wartawan, Jumat (5/2).

Terkait video ini, sebelumnya AKP David Sinaga yang dikonfirmasi wartawan, mengatakan, bahwa video itu merupakan ulah dari orang-orang yang memusuhinya dalam pemberantasan narkoba. “Nggak jelas, masih katanya katanyakan? Ini orang-orang (pengunggah) usil kepada saya, yang kecewa dalam pemberantasan narkoba yang kita lakukan,” ujar David.

Ia enggan mengomentari terlalu jauh siapa yang ada di video itu. Selain berharap dapat menemukan siapa yang mengunggahnya ke media sosial YouTube.

“Iya, mau kita cari siapa yang upload,” ujar David.

Sebelumnya, satuan Reserse Narkoba pimpinan David Sinaga sempat melakukan penggerebekan di Studio 21 Jalan Parapat, Minggu (10/1) dini hari lalu.

Belakangan disebut-sebut merupakan lokasi David di dalam video itu.

Saat itu dua orang ditangkap dari Karaoke Studio 21. Mereka adalah Edi (50) dan Riko (35) yang merupakan karyawan Studio 21 dengan barang bukti ekstasi sebanyak 50 butir. (mag-1/trb/azw)

Pengembangan Kasus Sabu 10 Kg di Tasikmalaya, BNN Tangkap Dua Kurir Narkoba di Medan

PERIKSA: BNN memeriksa kotak di kediaman tersangka kurir sabu-sabu di kos Medan Johor.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus dua tersangka kurir sabu-sabu di sebuah rumah kos Jalan Parang 3 Gang Sederhana Lingkungan VI Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, Rabu (3/2) kemarin. Penangkapan kedua tersangka itu hasil pengembangan BNN Pusat dari penangkapan di daerah Tasikmalaya dengan barang bukti sabu 10 kilogram (kg).

PERIKSA: BNN memeriksa kotak di kediaman tersangka kurir sabu-sabu di kos Medan Johor.

“Insisial kedua terduga kurir yang diamankan yakni, YRT (23 tahun), pekerjaan sebagai sopir Bus PT Pelangi dan 1 orang warga Tasikmalaya, identitas belum diketahui (bekerja sebagai sopir),” ujarnya Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari kepada wartawan di Medan, Kamis (4/2).

Dijelaskannya, penangkapan terhadap dua tersangka tersebut dilakukan oleh petugas BNN Pusat Jakarta, Ipda Bintoro Agung dan Ipda Yulamral, dibantu Tim Ditresnarkoba Polda Sumut.

“Penangkapan terhadap kedua orang tersebut, disaksikan oleh Kepala Lingkungan VI Obetda Purba, pengurus rumah kos Asmaria Sinulingga AL (istri siri YRT),” terang jenderal bintang dua ini.

Dia memaparkan, saat proses pengembangan, kedua petugas didampingi petugas Ditresnarkoba Polda Sumut, membawa warga Tasikmalaya tersebut untuk mencari YRT.

“Dari sejak pukul 06.00 WIB, pada Rabu, 3 Januari 2021, petugas telah mengintai keberadaan YRT di rumah kos-kosan Jalan Parang III Gang Sederhana, Lingkungan VI, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor,” jelasnya.

Lalu, lanjut Arman, sekira Pkl 17.10 WIB, petugas melakukan penangkapan YRT di sekitar lokasi fly over Amplas, selanjutnya menggiring yang bersangkutan ke rumah kos-kosan nya untuk mencari bukti-bukti lainnya.

“Berdasarkan keterangan istri siri YRT, bahwa yang bersangkutan paling cepat pulang dua minggu sekali dan paling lama 1 bulan sekali, dan ia tidak pernah mengetahui kalau suaminya menggunakan sabu-sabu selama berada di rumah,” terangnya.

Dalam pengakuan YRT kepada petugas, tambah Arman, bahwa dia ada terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 Kg.

“Selanjutnya untuk proses penyidikan kedua pelaku dibawa petugas langsung ke kantor BNN Pusat, di Jakarta,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Pemuda Ditemukan Tewas di Sungai Deli

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aldi, pemuda yang melompat ke Sungai Deli saat penggerebekan polisi di pinggir sungai di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, ditemukan tewas, Jumat (5/2) siang. Pemuda berusia 22 tahun tersebut ditemukan mengambang bersama tumpukan sampah di pinggir sungai itu kawasan Jalan Ahmad Yani 1 Dalam, Lingkungan 1, Kelurahan Kesawan, Medan Barat.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi mengatakan, mayat Aldi ditemukan warga Lingkungan 1, Kelurahan Kesawan, sekira pukul 10.30 WIB. Selanjutnya, warga memberitahu kepada kepala lingkungan setempat hingga diteruskan ke personel Polsek Medan Barat. “Ibu rumah tangga (bernama Feni) yang melihat mayat pria itu pertama kali, saat itu kebetulan sedang melintas di pinggir sungai. Setelah melihat mayat, kemudian memberitahu kepala lingkungan lalu menghubungi petugas kami dan selanjutnya datang ke lokasi,” kata Afdhal.

Katanya, personel yang tiba kemudian mengamankan lokasi. Tak berapa lama, datang petugas Basarnas Medan dan Direktorat Sabhara Polda Sumut lalu mengevakuasi mayat tersebut. “Hasil dari identifikasi tim di lapangan, mayat tersebut diketahui bernama Aldi Haris Fadila, pekerja bangunan yang tinggal di Jalan Brigjen Katamso, Gang Perwira, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun,” tukasnya.

Sementara, Humas Kantor Basarnas Medan, Sariman Sitorus menuturkan, mayat Aldi ditemukan di aliran sungai tersebut berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi awal.

“Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, sebelum diserahkan kepada pihak keluarganya. Dengan penemuan itu, operasi pencarian dihentikan pada hari ketiga,” tandasnya.

Diketahui, pada Rabu sekitar pukul 14.00 WIB, Aldi melompat ke Sungai Deli saat penggerebekan narkoba di pinggir Sungai Deli kawasan Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun. Polisi bersama warga telah melakukan pencarian sekitar 1 jam, namun tak juga ditemukan. Diduga korban hanyut karena tak pandai berenang, sehingga terbawa arus sungai yang deras. (ris/azw)

Bunuh Dua Anak Tiri, Divonis 15 Tahun Penjara

SIDANG: Rahmadsyah, pembunuh dua anak tiri menjalani sidang putusan secara virtual, Kamis (4/2).gusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis Hakim diketuai Denny Lumbantobing menghukum Rahmadsyah (29) dengan pidana selama 15 tahun penjara. Dia terbukti bersalah, atas kasus pembunuhan dua anak tirinya, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (4/2).

SIDANG: Rahmadsyah, pembunuh dua anak tiri menjalani sidang putusan secara virtual, Kamis (4/2).gusman/sumut pos.

Majelis hakim sependapat dengan penuntut umum, yang menilai perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 338 KUHPidana. “Mengadili, menjatuhkan terdakwa Rahmadsyah oleh karenanya dengan pidana penjara selama 15 tahun,” ujar Denny.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa sangat sadis menghilangkan nyawa kedua korban yang masih berusia anak, terdakwa tidak mencerminkan sikap sebagai layaknya suami dan ayah.

Selain itu, perbuatan terdakwa tidak manusiawi hingga menimbulkan penderitaan mendalam dan berkepanjangan bagi ibu korban. “Sedangkan hal meringankan tidak ditemukan,” katanya.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. Vonis hakim sama dengan tuntutan JPU Chandra Priono Naibaho, yang semula menuntut selama 15 tahun penjara.

Diketahui, pada 19 Juni 2020, Rahmadsyah bersama IF dan RA berada di dalam kamar di rumahnya di Jalan Brigjen Katamso Gang Usaha, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun.

Sementara itu di saat yang bersamaan istri Rahmadsyah, Fathul Zannah sedang tidak berada di rumah karena bekerja mencari nafkah. Saat menonton televisi, kedua korban meminta uang kepada terdakwa untuk membeli es krim. Namun permintaan itu tidak dituruti hingga berujung rengekan.

Mendengar perkataan kedua anak tirinya itu Rahmadsyah merasa kesal dan emosi. Terdakwa kemudian mencengkram tengkuk kedua korban dan menghantamkan kepala kedua korban ke tembok kamar sebanyak lima kali.

Melihat keduanya masih bergerak, terdakwa menginjak bagian perut dan dada IF sebanyak empat kali dan menginjak perut dan dada RA lima kali. Korban tidak bergerak lagi. Dia kemudian menyembunyikan mayat keduanya di samping Sekolah Global Prima Medan, tidak jauh dari rumahnya.

Beberapa saat setelah kejadian, Fathul Zannah yang baru pulang bekerja kemudian mencari kedua putranya. Fathul Zannah baru mengetahui peristiwa sadis menimpa anaknya setelah melihat pesan yang dikirim terdakwa melalui Facebook.

Setelah membaca pesan itu, Fathul spontan berteriak dan menjerit histeris. Warga kemudian membawa Fathul mencari mayat kedua korban di samping Sekolah Global Prima. Mereka menemukan mayat kedua korban di jalan sempit di samping sekolah. (man/azw)

Peran Penting Kelompok Masyarakat dalam Penanggulangan Covid-19

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Peran kelompok masyarakat dalam penanggulangan Covid-19 dinilai penting. Maka itu, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan pendekatan berbasis mikro mendapat sambutan positif.

“Sejak awal, saya sampaikan bahwa desa dan RT-RW punya peran penting dalam penanggulangan Covid-19,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Bahkan, kata dia, ketahanan pangan bisa dibangun di level desa atau RT-RW, dengan demikian warga bisa bertahan, setidaknya dalam konteks pangan. “Nah, kita harus menggerakkan perangkat RT-RW agar mereka mengedukasi warganya,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.

Menurut dia, perangkat RT-RW juga harus dibekali teknologi informasi serta manajemen data yang memadai, misalnya untuk melapor dan mengupdate data terkait Covid-19 di kawasan mereka. “Presiden sudah menyampaikan bahwa PPKM terbukti kurang efektif. Maka harus ada pendekatan dan strategi baru agar lebih efektif, serta berdampak langsung untuk menurunkan kurva penyebaran virus,” ujarnya.

Dia berpendapat, pelibatan jaringan bintara pembina desa (Babinsa) hingga TNI dan Polri itu bisa saja efektif, tapi harus dipertimbangkan secara matang. Jangan sampai, kata dia, pelibatan aparat itu menimbulkan masalah baru karena pendekatannya keamanan.

“Pendekatan paling baik yakni dengan pendekatan sosial, misalnya dengan menggandeng NU, Muhammadiyah, hingga pesantren serta ormas sosial yang punya komitmen kuat untuk keindonesiaan,” imbuhnya.

Menurut dia, kedua pendekatan itu punya kelebihan dan kekurangan, maka harus dipilih mana yang paling tepat. Dia menambahkan, bisa jadi di satu kawasan, pendekatan provinsi lebih baik daripada di provinsi lain. Sementara, di kawasan lain, pendekatan kota atau kabupaten lebih tepat. “Maka, harus disiapkan instrumen yang tepat untuk menganalisa itu, dan dengan indicator yang jelas, kebijakan bisa diterapkan secara maksimal,” katanya.

Selain itu, dia menilai kedua hal itu harus saling melengkapi, yakni kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat. “Nah, pemerintah harus konsisten dengan kebijakan, sementara kita terus mengajak dan mengedukasi warga agar mentaati protokol kesehatan seraya saling membantu agar kita bisa melewati pandemi ini,” pungkasnya. (bbs/adz)

Salurkan Pupuk Bersubsidi, Aceh Tamiang Bagikan 12.566 Kartu Tani

ACEH TAMIANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 12.566 orang petani aktif dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang memperoleh Kartu Tani untuk pupuk bersubsidi tahun 2021. Aceh Tamiang sendiri mendapat alokasi pupuk bersubsidi sebesar 4.731 ton.

Mentri Pertanian Syahrul Yasin Iimpo.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, kebijakan e-RDKK dan Kartu Tani guna memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Sehingga tidak diselewengkan dan mencegah duplikasi penerima pupuk. Selain itu, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini, para petani nantinya diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK.

“Kartu Tani berisi kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Tujuannya agar tepat sasaran,” jelas Mentan SYL, Jumat (5/2).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan, data e-RDKK juga menjadi referensi bagi pembagian kartu tani yang akan digunakan untuk pembayaran pupuk bersubsidi. Melalui program tersebut, petani membayar pupuk subsidi melalui bank, sesuai dengan kuota dan harga pupuk subsidi. 

“Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui RDKK,” jelas Sarwo Edhy.

Tidak hanya itu saja, nantinya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK. Kartu Tani tersebut berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. 

“Akan tetapi, kartu tani tidak bisa diuangkan dan hanya bisa dilakukan untuk penukaran pupuk saja,” tambahnya.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil dalam sambutannya pada kegiatan lauching Kartu Tani pupuk bersubsidi tahun 2021 di aula Sekdakab mengatakan, pemerintah daerah sangat apresiasi dan menyambut baik program ini. Terutama upaya meningkatkan pelayanan pemerintah terhadap petani untuk mengakses perbankkan yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan pinjaman guna pembiayaan pertanian.

“Kartu Tani merupakan bagian program Indonesia Maju yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” ujarnya.

Bupati Mursil mengatakan, penerbitan Kartu Tani adalah wujud nyata upaya pemerintah untuk membantu petani yang bermuara pada meningkatkan kesejahteraan petani. Kartu Tani merupakan media penyaluran subsidi sarana produksi pertanian (Saprodi), terutama pupuk bersubsidi.

“Penyalurannya dilakukan dengan menggunakan kartu multifungsi yang dikeluarkan perbankan dan berbasis tabungan (deposit) serta data penerima akan terekam dalam kartu tersebut,” jelasnya.

Dijelaskannya, Kartu Tani berfungsi sebagai tabungan dan dompet/e-wallet untuk belanja alokasi (kuota). Selain memberikan kemudahan, penggunaan Kartu Tani diharapkan menjadi jaminan keamanan bahwa subsidi akan tepat sasaran, distribusi pupuk akan lebih aman karena mengacu pada e-RDKK yang dibuat sesuai NIK, nama dan alamat pemegang kartu dimaksud.

“Kartu Tani diberikan kepada para petani, bukan berbentuk uang, melainkan bantuan langsung berupa kuota atau alokasi pupuk subsidi yang di dapat petani pemegang kartu,” terang Bupati Mursil.

Dirinya meminta kepada para Kepala Balai Penyuluhan Pertanian dan PPL agar memberikan pendampingan dan pengawalan optimal dalam kerja-kerja pembangunan pertanian, terutama pada penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK).

Tentunya hal ini bertujuan agar target di tahun depan pengguna
Kartu Tani dan alokasi subsidi yang diberikan bertambah sesuai dengan usulan RDKK tersebut.

“Begitu halnya juga bagi para ketua, pengurus dan anggota kelompok tani, kami minta supaya aktifkan kegiatan kelompok sesuai dengan peran dan fungsi kelompok tani yakni, kelas belajar, wahana kerjasama unit produksi pertanian,” pinta Bupati Mursil.

Dia mengharapkan, kelompok tani yang ada dapat berkembang, kuat dan mandiri serta segala kemudahan, fasilitas dan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dapat menjadi pemicu kuat dan mandirinya kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan ( Distanbunnak) Aceh Tamiang, Yunus menyampaikan, Kartu Tani adalah kartu yang dikeluarkan oleh Perbankan kepada petani untuk digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) di pengecer resmi.

Kartu tani merupakan sarana akses layanan perbankan yang terintegrasi (simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman), kata Yunus

Menurutnya, 12.566 penerima Kartu Tani adalah anggota kelompok tani aktif yang ada di Aceh Tamiang, mereka tergabung dan aktif dalam kelompok tani, terdaftar dalam e-RDKK (meliputi NIK, Nama, Alamat, Luasan lahan usahatani/kepemilikan ternak).

“Penyaluran Kartu Tani akan dilakukan secara bertahap, melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai unit kerja Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan yang berada di 11 kecamatan,” ungkap Yunus.

Lanjutnya, alokasi pupuk bersubsidi bidang pertanian Tahun Anggaran 2021 untuk Kabupaten Aceh Tamiang berjumlah 4.731 ton dengan rinciannya yaitu pupuk urea 2.305 ton, SP-36 600 ton, ZA 326 ton, NPK 1.000 ton, dan pupuk organik 500 ton.

“Penyaluran pupuk disesuaikan dengan jadwal tanam dan rencana kebutuhan yang telah disusun oleh kelompok tani bersama penyuluh pertanian serta sudah dimasukkan ke sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani secara elektronik (e-RDKK), ” pungkas Yunus.(*)

PGN CARE, Tingkatkan Kesadaran tentang Keamanan di Lingkungan Rumah

KESEHATAN: Kegiatan PGN CARE di Batam menerapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dan, menjaga jarak dan mencuci tangan.

BATAM, SUMUTPOS.CO- Dalam rangka memperingati Perayaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2021, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Sales Operation Region (SOR) I berpartisipasi dengan melaksanakan kegiatan yang dinamakan PGN CARE (Charity, Appreciation, Repsonsibility, Education). Kegiatan tersebut dilaksanakan di 2 Area, Medan dan Batam, (05/02/2021), dengan topik Safety at Home : Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Lingkungan Rumah.

PGN telah melayani 32.515 sambungan Rumah di wilayah Kota Medan dan 4.665 Sambungan Rumah di wilayah Kota Batam, sehingga pada pelaksanaan PGN CARE melibatkan pelanggan rumah tangga khususnya ibu-ibu rumah tangga. Keamanan di lingkungan rumah menjadi isu yang terus menjadi perhatian. PGN sebagai penyedia layanan gas bumi yang mengutamakan kehandalan dan keamanan, tergerak untuk membantu pelanggan maupun masyarakat sekitar wilayah operasi agar kesadaran akan potensi risiko dan bahaya di lingkungan rumah semakin meningkat.

Sosialisasi diberikan langsung oleh Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) PGN, di mana pada kesempatan ini HSSE menyampaikan agar pelanggan melakukan tindakan-tindakan keamanan seperti menyediakan APAR, menambah ventilasi pada dapur, mengatur jarak barang-barang mudah terbakar di dapur. Kegiatan ini dilakukan secara terbatas dan tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat kondisi Covid-19.

“Kegiatan PGN CARE diharapkan dapat meningkatkan penerapan keselamatan di lingkungan rumah tangga. Nantinya ibu-ibu yang hadir maupun peserta lainnya bisa menerapkan di rumah dan info tentang keamanan dibagikan dengan keluarga, sehingga satu sama lain dalam keluarga memiliki pemahaman yang sama mengenai keamanan di rumah,” ujar Group Head PGN Sales Operation Region 1 Sumatera, Afdal.

Lebih lanjut, Afdal menjelaskan bahwa kebakaran dapat berpotensi terjadi di lingkungan rumah tangga, di mana kaebakaran bisa terjadi dari berbagai sumber diantaranya listrik dan gas yang biasa dipakai di dapur. Maka dari itu, perlu dilakukan edukasi pemahaman kepada masyarakat terkait dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Dengan sosialiasi tentang keamanan ini, dapat meningkatkan penerapan keselamatan di lingkungan rumah tangga. Serta apabila terjadi kebakaran dapat dilakukan penanggulangan secara cepat dan aman,” imbuh Afdal.

Terkait keamanan gas bumi, PGN juga mengajak pelanggan maupun masyarakat untuk peduli terhadap kehandalan jaringan pipa gas di lingkungan sekitar. PGN juga siap berkoordinasi dan berjaga apabila terjadi insiden pada jaringan gas rumah tangga seperti kebocoran. Apabila terjadi kebocoran, tidak akan menimbulkan ledakan tetapi hanya akan memunculkan nyala api yang dapat ditangani dengan mudah.

Gas bumi juga diberi aroma agar mudah terdeteksi apabila terjadi kebocoran. Maka apabila tercium bau menyengat sebagai indikasi kebocoran pipa, dihimbau untuk melakukan tindakan dengan menutup keran gas. Selanjutnya, segera membuka jendela atau ventilasi agar gas segera keluar dan menguap di udara terbuka dengan cepat. Secara massa jenis, gas bumi lebih ringan daripada udara sehingga lebih mudah menguap.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan menggunakan gas bumi PGN, serta kepada kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan jaringan pipa gas. Apabila ada kekawatiran dalam pemakaian gas bumi atau terjadi insiden pada infrastruktur gas bumi, siapa saja dapat melapor ke Contact Center PGN di 1500645,” tutup Afdal. (rel/ram)

Aktivis Milenial Soroti Surat AHY ke Jokowi soal Kudeta Demokrat

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polemik antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Jenderal (Purn) Moeldoko terus bergulir. Aktivis Milenial Indonesia, Hengky Primana pun angkat bicara. Ia menyoroti perihal surat yang dilayangkan AHY kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hengky Primana menyayangkan sikap anak Presiden RI keenam itu yang tidak bisa membedakan urusan pribadi dan negara. Sebagaimana diketahui, AHY menuding ada beberapa pihak yang mencoba mendongkel posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Salah satunya tudingan diarahkan kepada Moeldoko yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

“Perseteruan antara Mas AHY dan Pak Moeldoko harusnya tidak dilibatkan sampai ke presiden. Jikapun Pak Moeldoko memang Ikut andil di sana, itu urusan pribadi beliau dan tidak bisa digabungkan dengan urusan antara presiden dan KSP,” ujar Hengky, Jumat (5/2/2021).

Dari hasil pengamatannya, Hengky menilai memang ada beberapa kader ataupun simpatisan yang ingin menggulingkan AHY. Mestinya, hal itu dijadikan bahan evaluasi oleh AHY atas kepemimpinannya di Partai Demokrat.

“Seharusnya Mas AHY selaku ketua umum lebih bijak menanggapi isu ini. Ini beritanya sudah heboh ke mana-mana. Berarti Mas AHY kurang bisa meredam sampai orang awam tahu urusan internal partai dan reaksi yang berlebihan tersebut malah memperlihatkan kelemahan dari Demokrat di bawah Mas AHY,” tambah Hengky.

Hengky mengimbau kepada seluruh kader partai di Tanah Air untuk tidak melibatkan urusan internal partai dengan urusan kenegaraan. “Saya mengimbau kepada para kader partai agar tetap bijak membedakan urusan internal partai dan kenegaraan,” tutup Hengky. (rel)

Bank bjb Raih Penghargaan Indonesia Good Corporate Governance Award 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bank bjb membuka lembaran awal tahun 2021 dengan raihan prestasi gemilang. Bank bjb dinobatkan sebagai peraih penghargaan 1st The Best Indonesia GCG Award VI 2021 Category BPD BUKU 3 Public Company dalam ajang bergengsi Indonesia Good Corporate Governance Award 2021.

Penghargaan diterima oleh Direktur Kepatuhan bank bjb Agus Mulyana yang diserahkan secara virtual via aplikasi ZOOM Cloud Meetings dalam momen penganugerahan yang diselenggarakan berbarengan dengan zoominar “Standardization of the implementation of sustainable GCG after the pandemic Covid-19” pada Jumat (5/2/2021).

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan penghargaan ini merupakan sebuah penanda awal yang baik yang akan menjadi bekal bagi bank bjb dalam mengarungi dunia usaha sepanjang tahun 2021. Penghargaan pada bidang GCG ini akan menjadi pelecut semangat bagi seluruh insan perseroan untuk terus mempertahankan kinerja terbaik sekaligus berinovasi demi mengakselerasi pertumbuhan bank bjb sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

“Penghargaan ini merupakan bekal penting yang akan digunakan perusahaan dalam mengarungi cakrawala dunia usaha industri keuangan nasional sepanjang tahun 2021. Kami percaya, penerapan prinsip GCG yang konsisten dan terjaga baik akan memberikan dampak kepada upaya untuk terus memperbaiki kualitas dan membentuk karakter perusahaan yang kuat dan adaptif untuk menghadapi tantangan yang diperlukan ada dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan usaha,” kata Widi.

Indonesia Good Corporate Governance Award merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Economic Review sejak 2015. Ajang ini merupakan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan yang dinilai telah menerapkan prinsip GCG secara konsisten dan sangat baik sehingga mampu menghantarkan perusahaan untuk terus bertumbuh dan berkembang.

Bank bjb sendiri telah membuktikan dirinya sebagai salah satu perbankan yang konsisten mengalami pertumbuhan meskipun industri keuangan nasional tengah berada dalam kecamuk badai pandemi COVID-19. Sepanjang tahun 2020, bank bjb sukses mempertahankan tren pertumbuhan usaha yang positif. Tren positif ini diikuti pula oleh keberhasilan bank bjb dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui penyaluran dan PEN yang melampaui target.

“Pencapaian positif yang diperoleh bank bjb sepanjang tahun 2020 tidak bisa dilepaskan dari peranan penerapan prinsip GCG secara konsisten. Penerapan prinsip tata kelola yang baik menjadi salah satu instrumen mitigasi risiko yang berfungsi sebagai jaring pengaman sehingga bank bjb dapat memiliki rasa aman dalam melakukan ekspansi di setiap lini usaha,” ujar Widi . (rel/sih)