MENGALIR DERAS: Muhammad Rifai, pelanggan PDAM Tirtanadi menunjukkan air yang mengalir deras dari kerannya.
teras rumahnya, Sabtu (2/1).ISTIMEWA/sumu tpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut tahun baru 2021, PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara kembali memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya. Di antaranya dengan menambah debit air, sehingga air dapat mengalir deras ke pelanggan.
MENGALIR DERAS: Muhammad Rifai, pelanggan PDAM Tirtanadi menunjukkan air yang mengalir deras dari kerannya.
teras rumahnya, Sabtu (2/1).ISTIMEWA/sumu tpos.
Adanya penambahan debit air ini, disambut gembira oleh para pelanggan PDAM Tirtanadi. “Ini merupakan kado Tahun Baru 2021 bagi kami. Bagaimana tidak, selama ini air di rumah kami kecil. Sekarang sudah deras dan mengalirnya hampir 24 jam,” kata Muhammad Rifai, pelanggan PDAM Tirtanadi Cabang Tuasan, di Jalan Benteng Hulu Medan, Sabtu (2/1).
Rifai yang didatangi petugas PDAM Tirtanadi ke rumahnya menyambut hangat dan langsung membuka keran air yang berada di pekarangan rumahnya untuk menunjukkan bahwa kondisi air yang keluar dari keran tersebut sangat deras dan jernih.
“Alhamdulillah sekarang air PDAM di rumah kami sudah sangat deras. Ini buktinya, begitu dibuka kerannya, air langsung mengalir dengan sangat deras,” ujar Rifai.
Begitu juga dengan Muhammad Nasir dan Surosa, warga Jalan Pasar XII, pelanggan PDAM Tirtanadi Cabang Amplas. Kepada petugas PDAM Tirtanadi yang memeriksa kondisi air di rumahnya, mereka langsung menyampaikan terimakasih karena saat ini air PDAM di rumah mereka sudah sangat jernih dan mengalir deras. “Kami sangat berterima kasih kepada Tirtanadi, karena sekarang air di rumah kami sangat deras dan jernih,” kata Surosa, Minggu (3/1).
Begitu juga yang dialami Tarimin, pelanggan di Jalan Kol Bejo/Jalan Bundar No 13 Pulau Brayan. Dia juga mengaku sangat gembira, karena air di rumahnya mengalir deras dan jernih ketika keran di wastafelnya dibuka.
Menyikapi hal ini, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi ketika dihubungi melalui ponselnya mengaku, pihaknya akan terus berbenah untuk terjaminnya ketersediaan air bersih di Kota Medan dan di beberapa kabupaten/kota di Sumut. Disebutnya, saat ini pelanggan yang mendapat tambahan debit air yaitu di Cabang Tuasan, Cabang HM Yamin, Cabang Amplas, Cabang Medan Denai, dan Cabang Cemara. “Jadi saat ini ada tambahan debit air sekitar 400 liter/detik. Di mana sebelumnya hanya 500 liter/detik, kini menjadi 900 liter/detik,” ungkap Kabir Bedi.
Disebutnya, PDAM Tirtanadi akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya, dan untuk program kerja yang akan datang, Tirtanadi akan membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) guna menambah debit air di seluruh cabang. Untuk itu, Kabir Bedi mohon doa dan dukungan dari semua lapisan masyarakat agar program tersebut dapat terlaksana dengan baik. (adz)
TANDA TANGAN: Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham, saat melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian automatisasi jaringan distribusi PLN dari Kota Binjai menuju ZDT di GH Jalan Sutomo, Tugu Binjai, 28 Desember 2020.
TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Demi menyempurnakan Program Zero Down Time (ZDT) atau kawasan tanpa padam di Kota Binjai, PT PLN Unit Induk Wilayah akan membangun Gardu Hubung (GH) di Kelurahan Bandarsenembah, Binjai Barat.
TANDA TANGAN: Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham, saat melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian automatisasi jaringan distribusi PLN dari Kota Binjai menuju ZDT di GH Jalan Sutomo, Tugu Binjai, 28 Desember 2020.
TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Hal ini disampaikan General Manajer PT PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra, pada kesempatan meresmikan automatisasi jaringan distribusi Kota Binjai menuju ZDT di GH Jalan Sutomo, Tugu Binjai, 28 Desember 2020 lalu. Dia bersama Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham, menandatangani prasasti menandai peresmian.
Dalam kesempatan itu, Irwansyah menjelaskan, PLN melengkapi keypoint dengan Remote Terminal Unit (RTU). Dengan otomatisasi ini, proses pengoperasian, pengalihan (manuver), dan pemulihan jaringan listrik dapat dilakukan melalui dispatcher Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Sumut, melalui sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).
“Untuk merealisasikan Program Kawasan Tanpa Padam atau ZDT di Binjai, mulai dari Tugu Binjai sampai Jalan Sudirman-Ahmad Yani-Imam Bonjol sampai Lapangan Merdeka, suplai listrik ke GH Binjai yang sebelumnya hanya berasal dari Gardu Induk (GI) Binjai, saat ini ditambah dari GI Payageli,” ungkap Irwansyah.
“Untuk menyempurnakan ZDT Binjai, dibutuhkan pembangunan GH di sekitar Bandarsenembah, Binjai Barat serta pembangunan penyulang ekspres baik dari GI Binjai maupun GI Payageli,” imbuhnya.
Sementara itu, Idaham menyambut baik dan mengapresiasi diresmikannya automatisasi jaringan distribusi ini. Menurut dia, keberadaan jaringan distribusi sangat penting, karena berfungsi untuk menyalurkan energi listrik dari pusat listrik hingga sampai ke rumah-rumah dan konsumen kecil lainnya.
“Saya atas nama Pemko Binjai menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini, yang merupakan kegiatan dari PT PLN Binjai dalam rangka menuju Binjai sebagai kawasan tanpa padam,” jelasnya.
Pemko Binjai mendukung apa yang dilakukan PT PLN demi kesejahteraan masyarakat di Kota Binjai. Karenanya, perlu peningkatan kemampuan petugas pelaksana, baik keterampilan teknis maupun manajemen dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki, sehingga pelaksanaan automatisasi jaringan distribusi dapat terlaksana dengan baik.
“Selaku BUMN, jaringan distribusi ini merupakan satu komponen primer yang perlu mendapat perhatian, karena berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dari gardu induk ke transformator distribusi,” pungkas Idaham. (ted/saz)
BANTUAN: Putra Bupati Langkat Dewa Perangin-angin, saat menyerahkan bantuan Haul ke-97 Tuan Guru Babussalam Syekh Abdul Wahab Rokan, yang diterima Tuan Guru Besilam.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, secara pribadi memberikan bantuan untuk pelaksanaan peringatan Haul ke-97 Tuan Guru Babussalam Syekh Abdul Wahab Rokan.
BANTUAN: Putra Bupati Langkat Dewa Perangin-angin, saat menyerahkan bantuan Haul ke-97 Tuan Guru Babussalam Syekh Abdul Wahab Rokan, yang diterima Tuan Guru Besilam.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp20 juta dan beras sebanyak 1 ton itu, merupakan bantuan dari putra Bupati Langkat, Dewa Perangin-angin, yang diterima langsung Tuan Guru Babussalam Syekh Zikmal Fuad.
Penyerahan bantuan tersebut didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Langkat H Syahmadi, Kabag Kesra H Syahrizal, Camat Padang Tualang HRamlan, beserta unsur Forkopimcam di Perkampungan Persulukan Tariqat Naqsabandi Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, 31 Desember 2020 lalu.
Dewa di hadapan Tuan Guru, berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu pelaksanaan Haul pada 2021, yang dilaksanakan secara internal oleh jamaah suluk.
“Bantuan ini merupakan kepedulian dari keluarga besar Terbit Rencana Perangin-angin, kepada para ulama yang ada di Negeri Bertuah. Semoga bantuannya bermanfaat, baik untuk panitia maupun jamah persulukan,” ungkap Dewa.
Sementara Syekh Zikmal Fuad, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Bupati Langkat, atas perhatiannya.
Dia juga menjelaskan, Haul yang akan dilaksanakan pada 5 januari 2021, digelar secara sederhana dan hanya terbatas oleh internal jamaah persulukan. Hal ini dikarenakan masih dalam situasi pandemi, serta untuk menghindari klaster baru penyebaran Covid-19.
“Semoga keluarga Bupati, selalu mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Taala, atas asbab bantuan ini,” tutur Zikmal, yang diaminkan seluruh peserta yang hadir.
Turut hadir Kepala Desa Babussalam dan seluruh Kepanitian Haul ke-97 2021. (yas/saz)
SERAHKAN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Sumut, saat menyerahkan bantuan.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Warga Kabupaten Langkat yang sebelumnya terdampak banjir, mendapatkan bantuan sosial (bansos) berupa 1.000 paket sembako, 10.000 lembar masker, dan ratusan paket lainnya, berasal dari Pemprov Sumut.
SERAHKAN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Sumut, saat menyerahkan bantuan.
Bansos langsung diserahkan Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut NawaL Edy Rahmyadi, kepada warga Kabupaten Langkat yang berada di Kecamatan Besitang, Sei Lepan, Tanjung Pura, dan Wampu, 30 Desember 2020 lalu.
Penyerahan selain didampingi sejumlah pejabat Pemprov Sumut, Edy juga didampingi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, diwakili Wakil Bupati H Syah Afandin, serta sejumlah pejabat Pemkab Langkat.
Dalam kesempatan itu, Edy berharap, bansos yang diberikan bermanfaat, serta dapat meringankan beban warga Kabupaten Langkat, yang merupakan korban banjir.
“Semoga dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Edy.
Adapun 1.000 paket bansos yang berasal dari anggaran BPBD Sumut tersebut, masing-masing terdiri dari 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir. Selain itu, Edy juga memberikan 400 lembar handuk, 100 lembar selimut, 400 helai sarung, 100 paket perlengkapan bayi, 10.000 lembar masker, 500 botol handsanitizer, serta 400 paket makanan anak.
Edy bersama rombongan, menyalurkan bansos kepada warga Kecamatan Besitang, bertempat di Halaman MDA Datuk Johan Pahlawan Desa Lama, Kecamatan Besitang. Bansos yang disalurkan, yakni 200 paket sembako, 2.500 masker, 143 handsanitizer, 100 helai sarung, dan 100 paket makanan anak.
Penyaluran kedua, diberikan kepada warga Kecamatan Sei Lepan di Aula Kantor Lurah Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan. Adapun bansos yang disalurkan, 100 paket sembako, 2.500 masker, 143 botol handsanitizer, 100 helai sarung, dan 100 paket makanan anak.
Penyaluran ketiga, kepada warga Kecamatan Tanjung Pura di Halaman Masjid Azizi Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura. Yakni 600 paket sembako, 2.500 masker, 100 botol handsanitizer, 100 helai sarung, 100 paket makanan anak, 100 lembar selimut, serta perlengkapan bayi sebanyak 100 paket.
Penyaluran terakhir, diberikan kepada warga Kecamatan Wampu, di Halaman Masjid AR-Rahman Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu. Paket sembako yang disalurkan, yakni 100 paket sembako, 2.500 masker, 143 botol handsanitizer, 100 helai sarung, serta 100 paket makanan anak.
Selain bantuan tersebut, secara pribadi Ketua TP PKK Sumut juga memberikan santunan tali asih kepada anak yatim dan penyandang cacat sebanyak 20 orang. (yas/saz)
KARO, SUMUTPOS.CO – Awal 2021, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali erupsi. Erupsi terjadi pada Minggu (3/1) pagi, sekira pukul 09.34 WIB. Berdasarkan pantuan dari Pos Pengamatan Gunung Sinabung Badan Geologi dan PVMBG, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.
Kepala Pos Pantau Gunung Sinabung, Armen Putra mengatakan, Gunung Sinabung berada pada status tingkat III atau siaga. Erupsi ini dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak, 3.460 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi 2 menit 23 detik. Amplitudo guguran awan panas Gunung Sinabung, tercatat 55 milimeter dan berdurasi 142 detik.
“Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan, diimbau tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Warga juga harus menjauh dan tidak berada di radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung,” ungkap Armen.
Armen juga meminta seluruh masyarakat yang berada di dekat Gunung Sinabung, untuk memakai masker bila keluar rumah. Hal itu untuk mengurangi risiko dampak kesehatan dari abu vulkanik dari Gunung Sinabung.
Saat ini aktivitas Gunung Sinabung masih sangat tinggi dan masih sering terjadi gempa yang mengakibatkan awan panas guguran. Aktivitas ini menyebabkan kubah lava semakin besar. Hal ini menyebabkan aktivitas Gunung Sinabung terus berubah sewaktu-waktu atau fluktuatif, ditambah lagi tekanan magma dari dalam perut gunung.
“Selagi kubah lava masih ada, jadi potensi guguran dan awan panas masih tinggi. Untuk tekanan dan jarak luncur masih terus fluktuatif tergantung dari dorongan,” beber Armen.
Untuk itu, Armen mengimbau, agar masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Tanah Karo, untuk tidak mendekati seputaran gunung, khususnya zona merah yang sudah ditetapkan. Karena ancaman awan panas guguran dan erupsi Gunung Sinabung masih cukup tinggi.
Kubah lava di puncak Gunung Sinabung juga sudah cukup besar, hingga berpotensi terjadinya awan panas guguran yang mengarah ke sektor tenggara timur dan selatan, serta bisa juga ke arah lain. Dan masyarakat serta wisatawan juga diimbau untuk menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi gangguan pernafasan dan penglihatan akibat dampak dari abu vulkanik.
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan juga tidak boleh beraktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara. (deo/saz)
WAJIB MENANG: Mohamed Salah dkk wajib menang saat dijamu Southampton,
Selasa (5/1)
dini hari WIB,
untuk dapat bertahan
di puncak klasemen.
POSISI Liverpool di puncak klasemen Liga Inggris 2020/2021 mulai terusik. Saat ini, The Reds ditempel ketat oleh Manchester United dengan perolehan poin sama, 33. Karenanya, anak asuh Jurgen Klopp tak boleh anggap remeh dan wajib menang saat dijamu Southampton pada pekan ke-17 di St Mary’s Stadium, Selasa (5/1) dini hari WIB.
WAJIB MENANG: Mohamed Salah dkk wajib menang saat dijamu Southampton,
Selasa (5/1)
dini hari WIB,
untuk dapat bertahan
di puncak klasemen.
Bek Liverpool, Andy Robertson ingin timnya menjauh dari MU. Untuk itu, dia bertekad memenangkan duel kontra Southampton nanti. Terlebih, mereka mampu memenangkan enam pertemuan terakhir dengan Southampton. “Sudah jelas kami berada di puncak klasemen. Tentu saja kami ingin keunggulan beberapa poin lebih besar ketimbang sekarang,” kata Robertson di laman resmi klub, Minggu (3/1).
“Beberapa pertandingan terakhir cukup membuat frustrasi. Tetapi, kami setidaknya memasuki tahun baru sebagai pemimpin klasemen. Semoga kami bisa meraih kemenangan dan memantapkan posisi di puncak,” ujarnya.
Sementara itu, Southampton bakal kembali didampingi pelatihnya Ralph Hasenhuttl pada pertandingan kali ini. Maklum, sebelumnya dia sempat positif Covid-19 dan harus absen. Keadaan itu memperburuk kondisi The Saints yang gagal menang di empat laga terakhir.
Kiper Southampton Alex McCarthy yakin, kehadiran Hasenhuttl di laga kontra Liverpool bakal memperbaiki kondisi mental tim. “Ya, kehadirannya tentu sangat dirindukan. Dia memiliki peran yang besar di ruang ganti dan di sekitar tim. Suasana sangat berbeda tanpanya. Kami harus menjaga konsentrasi selama 90 menit,” tutur McCarthy.
Di sisi lain, Southampton ternyata memiliki rekor bagus ketika menghadapi juara bertahan Liga Inggris. Tercatat sejak edisi 1993, Southampton sudah mengoleksi sedikitnya 10 kemenangan atas para juara bertahan Liga Inggris. Mulai dari Manchester United, Blackburn Rovers, Arsenal, Chelsea, Manchester City hingga Leicester City adalah tim-tim yang yang dikalahkan Southampton.
Liverpool yang kini berstatus sebagai juara bertahan Liga Inggris, tentu harus berhati-hati. Melihat Southampton yang dalam sejarahnya punya kemampuan untuk menghancurkan para juara bertahan.
Sejarah sebagai tim pembunuh juara bertahan bisa dipakai oleh pelatih Ralph Hasenhuttl dalam membakar semangat para pemain Southampton. Jika para pemain sudah bersemangat, maka para pemain Liverpool lah yang nanti akan berada dalam bahaya.
Di samping status Southampton yang punya sejarah bagus melawan juara bertahan, mereka pun juga sepertinya bakal dibantu dengan rekor buruk Liverpool. Utamanya dalam awal tahun, di mana Liverpool biasanya akan tampil buruk.
Liverpool tercatat hanya mampu menang sekali saja di laga tandang pada awal tahun dalam 8 kesempatan terakhir. Sisanya Liverpool imbang 4 kali dan kalah sebanyak 3 kali di laga tandang awal tahun. Satu-satunya kemenangan di laga tandang awal tahun didapatkan Liverpool saat mengalahkan Burnley pada 2018 lalu.
Bertandang ke markas Southampton di awal tahun akan menjadi yang kesembilan bagi Liverpool. Jadi dengan kata lain, Liverpool ini suka kesulitan Ketika harus bermain di tandang awal tahun dalam 8 kesempatan terakhir. Bukan tidak mungkin situasi sama bakal terulang lagi mengingat peforma Liverpool juga sudah mulai loyo sejak akhir tahun lalu. (bbs/adz)
Saat ini Indonesia sudah memiliki 3 juta dosis vaksin dari Sinovac, Tiongkok, yang sudah tiba akhir tahun 2020 lalu. Kini tahapan selanjutnya hanya tinggal menunggu izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Kementerian Kesehatan memastikan, Indonesia membutuhkan waktu 15 bulan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19, mulai Januari 2021 hingga Maret 2022.
“Tiga juta dosis vaksin yang tiba saat ini masih menunggu izin dari BPOM. Jika izin sudah keluar, laksanakan vaksinasi bertahap,” kata Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tramidzi dalam konferensi pers virtual, Minggu (3/1).
“Nah untuk vaksinasi, total kita butuhkan waktu 15 bulan dihitung mulai Januari hingga Maret 2022,” kata Nadia.
Waktu 15 bulan itu dilakukan untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19 di 34 provinsi dengan total target populasi mencapai 181,5 juta orang. Artinya, jumlah itu mengejar Herd Immunity atau kekebalan kawanan sebesar 70 persen.
Lalu pelaksanaan vaksinasi 15 bulan berlangsung 2 periode. Yakni Januari-April 2021 untuk tenaga kesehatan dan pekerja pelayanan publik. Lalu periode kedua, selama 11 bulan dari April 2021- Maret 2022 akan menjangkau seluruh masyarakat sisa dari periode pertama.
“Sebelum dan saat proses vaksinasi harus tetap jalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun dengan disiplin. Sebab perjalanan kita masih cukup panjang. Lalu tekankan 3T (testing, tracing, treatment),” katanya.
Nadia juga mengungkapkan, saat ini pemerintah sudah memiliki 30.000 vaksinator. Mereka, kata dia, sudah siap melaksanakan vaksinasi tersebut. “Saat ini kita sudah memiliki 30.000 vaksinator yang siap memberikan vaksin kepada seluruh sasaran,” ujarnya.
Nadia mengatakan, pihaknya optimistis bisa melaksanakan vaksinasi sesuai target, hingga Maret 2022. Selain sumber daya manusia (SDM), kata dia, sarana dan prasarana lainnya juga sudah disipkan untuk menyuntikkan vaksin kepada 181,5 juta masyarakat yang menjadi sasaran.
Dari segi penyediaan vaksin, selain 3 juta vaksin Sinovac yang sudah datang, masing-masing 50 juta dosis vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Novavax juga sudah siap dibeli. Termasuk vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku yang juga akan segera datang ke Tanah Air. “Insya Allah kita bisa memenuhi vaksin sesuai kebutuhan dan pelaksanaannya seperti yang sudah direncanakan, kami akan lakukan secara bertahap,” kata dia.
Sementara dari segi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) pun sudah dinilai cukup untuk pelaksanaan vaksinasi. Nadia mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 13.000 puskesmas dengan hampir 2.500 rumah sakit yang didukung 49 kantor kesehatan pelabuhan. Seluruhnya, kata dia, akan menjadi fasyankes yang memberikan pelayanan vaksinasi kepada seluruh sasaran vaksin. “Jadi kami cukup yakin untuk bisa menyelesaikan vaksinasi ini dan didukung dengan SDM dan sarana prasarana yang saat ini sudah siap,” tandasnya.
Vaksin Sinovac Halal
Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19, Prof Dr dr Kusnandi Rusmil mengatakan, vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biontech, Tiongkok, halal. Vaksin tersebut salah satunya berbahan dasar virus corona yang sudah mati.
Menurut Kusnandi, Unpad kebetulan dipercayakan oleh Biofarma dan Sinovac untuk melakukan penelitian terhadap uji klinis vaksin tersebut. Sebelum melakukan uji coba, dia mengaku, sudah mempertanyakan lebih dulu terkait halal dan haram. Kandungan dari vaksin itu apa saja, adakah yang menyebabkan ketidakhalalan?
“Saya sudah ketemu dari orang-orang Sinovac yang datang ke Bandung, dan disampaikan bahan-bahan vaksin semuanya halal. Tidak ada kandungan bahan yang tidak halal. Bahkan, kemudian dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) berangkat ke China untuk melihat prosesnya, apakah memang benar halal atau tidak,” ungkap Prof Kusnandi dalam tayangan youtube bersama Prof Delfitri Munir, baru-baru ini.
Dikatakan Kusnandi, uji klinis vaksin corona tersebut memasuki fase III atau tahap akhir. Apabila fase ini sudah selesai, maka vaksin tersebut sudah bisa dipergunakan dan juga sudah bisa diperjualbelikan. “Uji klinis tahap akhir ini bukan hanya dilakukan di Indonesia saja (Bandung), tetapi juga dilakukan di negara lain yaitu China (Wuhan), Brazil, India, Uni Emirat Arab, dan Turki. Meski sama-sama melakukan uji klinis, tetapi beberapa negara tersebut duluan selesai pada Desember lalu karena lebih dulu. Sementara di Indonesia, kemungkinan pada April mendatang (dimulai pada Agustus 2020),” ujarnya.
Kusnandi mengaku, sejauh ini hambatan yang dihadapi tidak ada. Hal ini karena keluhan dari peneliti masih sangat minim, misalnya tidak ada yang pingsan atau segala macam. Artinya, kalau mengalami gejala demam lalu mengonsumsi paracetamol (obat panas) dan kemudian sembuh. Selain itu, ada bengkak-bengkak pada tubuh tetapi dikompres dan besoknya sudah hilang. “Tidak ada keluhan tentang keamanan dari uji klinis vaksin fase ketiga tersebut,” katanya.
Ia juga menyampaikan, bukan hanya segi keamanan saja yang menjadi pertimbangan, tetapi juga imunogenisitas atau respons imun dari tubuh yang dilihat dari kadar antigen di dalam sel darah. Kemudian, efikasi (kemampuan vaksin tapi dalam konteks penelitian) yang dilihat dari yang diberi suntikan dibandingkan dengan yang dapat plasebo, berapa yang dapat Covid-19? “Jadi, semua yang 1.620 relawan disuntik dan nantinya dievaluasi berapa yang dapat covid dan berapa yang tidak,” paparnya.
Kusnandi menyatakan, bahan vaksin itu sendiri diimpor dari China dan telah diuji pada fase I serta fase II. Makanya, pada fase III ini yang diteliti yaitu efikasi, karena pada fase I dan II telah diteliti keamanan dari vaksin tersebut. Oleh karena itu, pada fase ketiga ini, jumlah subyeknya harus banyak atau tinggi. “Bukan hanya 1.620 subyek saja di Indonesia tetapi di negera lain juga,” ucap dia.
Disebutkannya, bahan dari vaksin tersebut adalah virus corona yang dimatikan atau virus mati. Virus yang mati tersebut tidak akan menyebabkan penyakit Covid-19 di tubuh manusia. Melainkan, diharapkan membuat kekebalan tubuh pada manusia akan tetapi dalam kondisi normal atau sehat. “Pada tubuh normal, diharapkan setelah disuntikan vaksin maka akan timbul antibodi. Begitu juga dalam kondisi tidak normal (sehat), tetapi persentasenya kecil,” sebut Kusnandi.
Terkait pada Januari ini dikabarkan vaksin tersebut sudah bisa digunakan untuk emergency, Kusnandi membenarkannya. Kata dia, karena pada WHO ada yang disebut emergency use authorization. Menurut WHO, jika dalam keadaan pandemi dan sedang outbreak, maka itu bisa digunakan apa yang disebut emergency use authorization. Artinya, kalau uji klinis belum selesai tetapi data-data sebagian sudah bisa digunakan. Jadi, apabila minimal sudah diikuti selama dua bulan setelah suntikan vaksin terakhir.
“Yang utamanya keamanannya dan kadar zat anti di dalam darah manusia. Biasanya, diefikasinya pada emergency use authorization itu akan dikaitkan dengan zat anti di dalam darah. Jadi, bukan efikasi secara menyeluruh tetapi dikaitkan dengan kadar zat antinya tadi,” terangnya.
Diutarakan Kusnandi, virus corona ini terbilang ganas karena bisa dibayangkan hampir 77 juta orang di dunia terinfeksi dan terdampak virus tersebut dalam waktu 10 bulan saja. Terlebih, korban yang meninggal jumlahnya sudah lebih dari 6 juta orang. “Makanya, kita fokus meneliti obat dan vaksinnya,” cetus dia.
Ia menambahkan, informasinya sementara waktu Biofarma akan memproduksi vaksin corona setiap bulannya 10 juta dosis. Namun demikian, tentunya akan di-upgrade dalam jumlah lebih banyak lagi. “Walau demikian, nanti kita mungkin mendatangkan vaksin dari luar. Karena kita ada vaksin mandiri dan vaksin yang disubsidi dari pemerintah,” pungkasnya. (ris)
IKON PARIWISATA: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno di Danau Toba, Rabu (30/12). Sandiaga ingin menjadikan Danau Toba sebagai ikon pariwisata baru di tanah air.
TOBA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang baru dilantik, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Danau Toba pada 30-31 Desember 2020. Mengunjungi berbagai spot wisata di kawasan Danau Toba, Sandiaga mengatakan ingin menjadikan Danau Toba sebagai ikon pariwisata baru di tanah air.
IKON PARIWISATA: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno di Danau Toba, Rabu (30/12). Sandiaga ingin menjadikan Danau Toba sebagai ikon pariwisata baru di tanah air.
Namun karena turis asing masih dilarang masuk ke Indonesia di tengah pandemi Covid-19, ia memilih fokus ke wisatawan domestik.
Awal tiba di Bandara Silangit Internasional Airport, Sandiaga langsung bertolak mengunjungi bukit Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Di sana, Sandiaga terlihat takjub melihat keindahan alam danau terbesar di Asia Tenggara itu, dipandang dari ketinggian Bukit Huta Ginjang.
“Huta Ginjang merupakan site pertama yang saya kunjungi, dan ini merupakan suatu anugrah. Di tengah pandemi Covid-19, kita akan membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif sesuai dengan visi Presiden untuk menyiapkan superprioritas pariwisata. Kita akan all out dan gerak cepat. Kkita akan siapkan secara detail langkah-langkah ke depan, agar Danau Toba ini menjadi ikon wisata baru,” kata Sandiaga Uno kepada wartawan.
Menurutnya, membangun pariwisata di Danau Toba menjadi pariwisata superprioritas membutuhkan kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kita tidak bisa bekerja sendirian. Kita mesti merangkul kabupaten dan provinsi. Karena pilar kita membangun ke depan adalah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” ungkap Sandiaga.
Ia mengatakan, Danau Toba memiliki potensi wisata alam luar biasa serta kearifan lokal dan budaya, yang mampu mendorong pariwisata danau terbesar di Asia Tenggara lebih baik ke depannya. “Wisata Huta Ginjang berbasis keindahan alam dan budaya. Bapak presiden meminta untuk menyiapkan misalnya ulos, warna busana, dan sport tourism,” katanya.
Nikmati Danau Toba dari Atas Kano
Dari Bukit Huta Ginjang, rombongan Menparekraf melanjutkan perjalanan ke Pantai Lumban Bulbul di Kabupaten Toba. Setelah menyapa warga sekitar dan wisatawan yang sedang berlibur, Sandiaga naik kano untuk menjajal Danau Toba. Ia mendayung Kano bersama Bupati Toba, Darwin Sitorus.
“Horas… horas. Apa kabar?” sapa Sandiaga kepada warga dan turis berada di bibir pantai Lumban Bulbul di Danau Toba.
Sandiaga mengatakan, konsep pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba mestinya berbasis keindahan alam, sport tourism, dan budaya. Ketiganya dinilai dapat menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik. “Tadi saya coba naik kano sama Pak Bupati. Airnya sangat tenang. Alamnya sangat bersahabat,” sebut Sandiaga.
Setelah mencoba kano, dirinya terpikir untuk membuat wisata open water swimming di Danau Toba. Tentu dengan fasilitas standar internasional. “Saya terpikir juga lomba dragon boat. Yang berbasis olahraga air ini, saya akan merangkul banyak pihak,” tutur Sandiaga.
Untuk itu, ia meminta masyarakat sekitar Danau Toba untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat. “Selama setahun ke depan ini, apa yang bisa kita lakukan adalah pilot project dan trial. Sehingga nanti ketika dibuka, kita sudah siap menjadi ikon baru di pariwisata Indonesia,” ujarnya.
Selanjutnya, Sandiaga meneruskan perjalanan ke The Caldera Toba Nomadic Escape di Desa Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba. Ia ditemani Bupati Toba, Darwin Sitorus dan Bupati Simalungun JR Saragih beserta pejabat tinggi di Kemenparekraf.
Sekitar 60 menit meninjau keindahan pesona alam Danau Toba, Sandiaga melanjutkan perjalanan menuju pembangunan Kementerian PUPR di Pantai Bebas, Parapat, Kabupaten Simalungun. Kemudian melakukan pertemuan dengan komunitas budaya, kuliner, pengrajin, kopi dan musik.
“Waktu saya kecil, liburan termewah itu adalah Parapat di Danau Toba ini. Setelah 40 tahun lagi, balek ke sini lihat Parapat,” sebut Sandiaga di hadapan puluhan komunitas asal Kabupaten Simalungun.
Sandiaga juga mengaku sangat mengenal kuliner suku Batak khas Danau Toba. Seperti ombus-ombus, kacang Sihobuk, dan kopi Lintong. “Itu luar biasa. Ombus-ombus dengan kopi Lintong khas Danau Toba,” pujinya.
Karena itu, ia meminta agar kuliner khas Danau Toba itu dikembangkan dengan baik, agar memilikI daya saing dan menjadi kuliner favorit bagi wisatawan. “Ombus-ombus dan kopi Lintong rasanya maknyus. Sebaiknya dikemas modern sesuai keinginan market saat ini agar berdaya saing. Jadi saya mendorong dari sisi ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.
Wisata Berbasis Data dan Digital
Sandiaga mengatakan, pengembangan pariwisata di Danau Toba khususnya dan nasional umumnya, harus didorong dengan data dan pemasaran keseluruhan produk-produk wisata melalui platform digital yang ada. Karena saat ini adalah era digital.
Untuk infrastruktur, ia mengaku sudah berkordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pembangunan pelabuhan, jalan, dan fasilitas lainnya di Danau Toba. Termasuk dengan Kementerian BUMN untuk membangun jaringan internet. Selanjutnya berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
“Kita harus berkolaborasi karena pariwisata itu lintas sektor. Bukan hanya infrastruktur dan perhubungan. Tapi juga kesehatan dan pihak provider untuk jaringan. Perlu menerapkan digital foodfrend, karena ini zaman now. Semuanya berbasis data dan kebijakan kolaboratif,” tutur Sandiaga.
Tidak lupa, Sandiaga mengajak masyarakat Indonesia untuk berkunjung dan berwisata ke Danau Toba. Karena, di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah Indonesia menjadikan wisatawan domestik market utama pariwisata di negara ini. Tentu dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
“Terakhir saya ingin mengajak para wisatawan-wisatawan domistik datang ke Danau Toba. Bangga buatan Indonesia, bangga berwisata di Indonesia dan hastage di Indonesia saja. Sehingga 2021 kita bisa bangkit dan kita bisa pulihkan kehidupan berbangsa kita. Destinasi (Danau Toba) kita paten,” ungkap Sandiaga sambil angkat kedua jempolnya.
Fokus ke Wisatawan Domestik
Terkait Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 yang menyebutkan Warga Negara Asing (WNA) Dilarang Masuk ke Indonesia, yang tentu akan berdampak pada kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke tanah air, Sandiaga mengajak warga Indonesia untuk berwisata di dalam negeri. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga dunia pariwisata tanah air dapat terbantu.
“Fokus ke wisatawan domestik untuk sementara. Kita kedepankan, protokol yang ketat dan disiplin,” ungkapnya.
Sandiaga mengatakan, menghargai dan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia pascatemuan virus SARS-CoV-2 varian B117 yang bisa menular lebih cepat di sejumlah negara. “Kita hormati, hargai, dan patuhi keputusan pemerintah untuk sementara menutup kunjungan wisman,” kata Sandi.
Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk membangkitkan pariwisata di Indonesia. “Kita bangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah-tengah pandemi, sesuai dengan visi presiden untuk menyiapkan super prioritas ini. Jadi kita akan all out,” tandas Sandiaga. (gus)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama libur tahun baru 2021 mulai 30 Desember sampai 3 Januari, penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut masih stabil. Penambahan angka positif tidak lebih dari angka 90 dan juga hanya selisih satu digit dari angka kesembuhan.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, selama 5 hari libur pergantian tahun tersebut, 89 positif dan 84 sembuh (30 Desember), 83 positif dan 82 sembuh (31 Desember), 84 positif dan 89 sembuh (1 Januari), 86 positif dan 82 sembuh (2 Januari), 89 positif dan 84 sembuh (3 Januari). Apabila dijumlahkan, maka perbandingannya 431 positif dengan 421 sembuh.
“Penambahan kasus positif Covid-19 selama masa libur tahun baru tetap stabil. Kasusnya bertambah tidak lebih dari 90 orang setiap harinya, dan bahkan terpaut tipis dengan penambahan angka kesembuhan,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Minggu (3/1).
Dikatakan Aris, hingga kini jumlah sementara angka positif Covid-19 Sumut mencapai 18.408 orang. Jumlah tersebut setelah bertambah 89 kasus baru. “Medan bertambah 41 orang, Deliserdang 12 orang, 6 orang dari Tebingtinggi, masing-masing 5 orang dari Toba dan Batubara, 3 orang dari Pematang Siantar, Simalungun dan Padang Lawas Utara, masing-masing 2 orang dari Samosir dan Serdang Bedagai. Kemudian, masing-masing 1 orang dari Karo, Tapanuli Tengah, Dairi, Humbang Hasundutan, Padang Lawas, Nias Utara dan luar Sumut,” paparnya.
Untuk angka kesembuhan, sambung Aris, akumulasinya kini menjadi 15.665 orang. Akumulasi tersebut setelah terdapat penambahan 84 orang yang sembuh. “Penambahan terbanyak dari Asahan 14 orang, Deli Serdang dan Labuhan Batu Utara 11 orang. Kemudian, Medan 9 orang, Serdang Bedagai 8 orang, Langkat 7 orang, Toba 6 orang, Labuhan Batu 4 orang. Lalu, masing-masing 3 orang dari Pematang Siantar, Karo dan Samosir, serta masing-masing 1 orang dari Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Padang Sidempuan, Batu Bara dan luar Sumut,” beber dia.
Terkait angka kematian, Aris menyebutkan, masih di angka akumulasi 683 orang. Selama libur tahun baru hanya bertambah 8 orang yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona. “Dari data-data tersebut, diketahui penderita Covid-19 di Sumut saat ini ada 2.060 orang,” ucapnya.
Medan Zona Merah
Kota Medan kembali dinyatakan masuk ke dalam zona merah terhadap penyebaran Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 pusat melalui website covid19.go.id menyampaikan, berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah yang dilakukan pertanggal 27 Desember 2020 ibu kota Provinsi Sumut ini menjadi wilayah yang beresiko tinggi terhadap penularan virus corona.
Selanjutnya untuk zona hijau, masih terdapat tiga daerah yakni Nias, Nias Selatan dan Nias Barat. Kemudian untuk zona kuning, terjadi perubahan dari dua menjadi empat daerah, yakni Tapanuli Selatan, Nias Utara, Padang Lawas dan Padang Sidimpuan.
Aris menyampaikan, untuk Kota Medan saat ini jumlah kasus aktif atau penderita Covid-19 nya ada sebanyak 831 orang. Angka ini didapatkan dari akumulasi kasus konfirmasi sebanyak 8.900 orang, sembuh 7.743 orang dan meninggal 326 orang.
Terhadap Kabupaten Nias, jelas Aris, dari akumulasi konfirmasi sebanyak 36 orang, 35 orang diantaranya sudah sembuh dan tidak ada yang meninggal. Kabupaten Nias Selatan dari 82 orang akumulasi kasus konfirmasi 81 orang diantaranya sembuh dan tidak ada yang meninggal. “Untuk Nias Barat dari 16 akumulasi kasus konfirmasi, semuanya sudah dinyatakan sembuh,” jelasnya.
Kemudian, Nias Utara yang sebelumnya sempat zona hijau kini turun menjadi kuning, akumulasi kasus konfirmasinya tercatat sebanyak 12 orang dengan sembilan diantaranya sembuh dan tidak ada yang meninggal. Lalu Tapanuli Selatan dari akumulasi 111 orang 107 diantaranya sembuh dan dua meninggal. Berikutnya Padang Lawas dari akumulasi 51 kasus konfirmasi 42 orang diantaranya sembuh dan tiga meninggal. Terakhir, dari Padang Sidimpuan dari 191 kasus konfirmasi 179 orang sembuh dan sembilan meninggal.
Berastagi dan Parapat jadi Atensi
Dua destinasi pariwisata favorit di Sumatera Utara yakni Berastagi dan Parapat, menjadi prioritas Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara memantau kepatuhan masyarakat dan disiplin protokol kesehatan jelang Tahun Baru 2021 kemarin.
Berastagi dan Parapat dipilih karena di tahun-tahun sebelumnya, dua objek wisata ini menjadi titik kumpul masyarakat dalam merayakan tahun baru. Adapun hasilnya, petugas masih menemukan beberapa masyarakat yang belum patuh akan protokol kesehatan terutama anak muda.
“Ya, masih ada yang tidak patuh, jadi kita berikan sanksi fisik dan nonfisik kemudian kita berikan masker. Ini sebagai pengingat kalau Covid-19 masih ada diantara kita. Dan menjelang tahun baru, kedisiplinan protokol kesehatan wajib diperketat,” kata Wakil Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Sumut, Kol Inf Azhar Mulyadi.
Ketidakpatuhan akan disiplin prokes tersebut ditemukan tim satgas kala melakukan operasi yustisi di Berastagi, tepatnya di sekitar Tugu Perjuangan dan Bukit Kubu, Kabupaten Karo. Kegiatan tersebut digelar bersama dengan Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, dan Kapolres Karo AKBP Yustinus Setyo.
Selain itu, tim juga melakukan pemantauan disiplin prokes di Parapat. Tim menemukan daerah ini sudah mulai dipadati pendatang dari luar kota dan masih banyak yang melanggar prokes. Satgas berkoordinasi dengan pemerintah dan Forkopimda setempat untuk menegakkan prokes menjelang akhir tahun kemarin.
“Di Parapat juga masih banyak yang melanggar dan daerah ini sudah mulai ramai, baik orang yang hanya melintas dan juga ingin menghabiskan akhir tahun di sini. Kami sangat mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Ini untuk kebaikan kita bersama,” tambah Azhar.
Sebelumnya, Bupati Karo Terkelin Brahmana memberikan dukungan penuh kepada Satgas Covid-19 Sumut untuk menegakkan prokes di daerahnya. Dia menilai masih banyak wisatawan yang masuk ke Sumut mengabaikan protokol kesehatan.
“Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tanah Karo. Tentu kita dukung, karena masih sangat banyak wisatawan yang datang ke Karo terutama Berastagi mengabaikan protokol kesehatan walau sudah kita peringatkan saat akan masuk Tanah Karo. Kami sangat berterimakasih tim dari provinsi turun langsung ke daerah kami,” kata Terkelin. (ris/prn)
DIHUKUM: Dua warga dihukum push-up karena kedapatan tidak mengenakan masker di kawasan Berastagi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puncak arus balik libur tahun baru diperkirakan terjadi Minggu (3/1), sore hingga malam. Meski terjadi peningkatan mobilitas kendaraan, namun jumlahnya masih di bawah tahun lalu. Dan umumnya, kendaraan yang melintas merupakan mobil pribadi. Sementara angkutan umum terpantau masih normal.
DIHUKUM: Dua warga dihukum push-up karena kedapatan tidak mengenakan masker di kawasan Berastagi.
Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Abdul Haris Lubis melalui Kabid Lalu Lintas, Darwin Purba mengatakan meski terpantau padat namun puncak arus balik tahun baru ini tidak ada kejadian luar biasa seperti banjir, longsor, dan kecelakaan lalulintas menonjol.
Pihaknya bersama aparat kepolisian telah memberlakukan sistem buka tutup khusus di ruas jalan Medan-Berastagi. Sehingga bila masyarakat yang datang dari Medan hendak menuju Berastagi, diimbau untuk mengambil jalur alternatif, yakni melalui Kota Binjai.
“Mengantisipasi kemacetan di Medan-Berastagi dengan sistem buka tutup, akan diterapkan one way dari Berastagi menuju Medan pada Hari Minggu mulai pukul 16.30 WIB. Harapan kita bersama tidak ada kejadian-kejadian luar biasa pada momen arus balik tahun baru kali ini,” katanya.
Pada hari sebelumnya, diakuinya mulai terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan lintas Sumatera (jalinsum) yang hendak menuju Kota Medan. Umumnya kendaraan yang melintas pada Sabtu kemarin merupakan mobil pribadi. Sementara untuk angkutan umum terpantau masih normal. “Dari pantauan di lapangan, peningkatan arus lalin didominasi mobil pribadi, untuk angkutan umum masih normal. Di beberapa titik ada kemacetan, dikarenakan peningkatan arus,” ungkap Darwin.
Adapun beberapa titik jalan yang mengalami kepadatan hingga kemacetan terjadi di kawasan jalan lintas Pematangsiantar-Tebingtinggi dan Siborongborong-Tarutung. Begitu juga untuk ruas jalan Medan-Berastagi. “Terpantau macet di Kota Tebingtinggi, ruas Tebing-Siantar padat, ruas Siborongborong-Tarutung macet. Medan-Berastagi padat. Di jalan lintas Balige-Siborongborong (Sipittu-pittu) diberlakukan sistem buka tutup, karena ada sisi jalan longsor,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan memeriksa kelaiakan kendaraan masing-masing demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami selalu mengimbau agar tetap tertib berlalulintas, demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.
Terpisah, Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Wibowo juga mengatakan, jajaran Ditlantas Polda Sumut melakukan Contra Flow atau rekayasa arus lalu lintas di Jalur Medan-Berastagi-Medan, sebagai langkah antisipasi kemacetan arus balik pasca libur Tahun Baru 2021. “Rekayasa lalu lintas ini, diberlakukan pada 3 Januari 2021 di jalur Brastagi-Medan atau sebaliknya,” ujarnya.
Ia menerangkan, rekayasa lalu lintas dimulai dari simpang Amoy sampai Pancurbatu. “Ini sifatnya hanya sementara. Bukan selamanya. Jadi ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi pada 3 Januari ini, saat arus balik liburan dari Berastagi,” terangnya.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas dilakukan tergantung situasi arus lalu lintas yang ada di kawasan jalur Brastagi-Medan atau sebaliknya. Bahkan, pada Minggu sore, pihaknya juga memberlakukan ‘one way’ atau satu jalur dari Berastagi menuju Medan, pada pukul 16.30-17.30 WIB. “Bagi pengendara yang ingin menuju ke Berastagi, silakan ambil jalur alternatif lain,” ucapnya.
Perlu diingat, tambahnya, kegiatan ini dilakukan serta merta untuk mengantisipasi kemacetan saat para wisatawan pulang liburan akhir tahun. “Jadi rekayasa ini dilakukan bukan untuk penetapan perubahan arus lalu lintas,” tegasnya.
Wibowo mengimbau kepada para pengendara, agar mengutamakan keselamatan ketimbang kecepatan. “Apabila letih saat berkendara, silahkan istirahat di tempat yang benar-benar aman, seperti di SPBU atau di pos PAM yang sudah ada,” pungkasnya.
Lalu Lintas di Medan Lengang
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar mengatakan, Arus lalu lintas juga terpantau aman dan lancar selama momen libur Tahun Baru 2021. Bahkan berdasarkan pantauan mereka, arus lalu lintas di Kota Medan terbilang cukup lengang. “Cukup banyak warga Medan yang mematuhi imbauan untuk tidak berkerumun dan memadati sejumlah lokasi di Kota Medan. Sebagian ada juga yang melakukan perjalanan ke luar kota, seperti Berastagi dan kawasan wisata lainnya. Alhasil, jalanan di Kota Medan cukup lengang,” ujarnya.
Iswar juga mengatakan, pihaknya bersama Satlantas Polrestabes Medan memang sudah memiliki skenario mengalihkan arus lalu lintas bila terjadi kepadatan arus. Seperti halnya Dishub Medan dan pihak kepolisian yang menutup sejumlah ruas jalan saat malam pergantian tahun baru. “Tapi Alhamdulillah, bersama pihak kepolisian, TNI, Satpol PP dan lainnya kita berhasil mengamankan pergantian malam tahun baru dan moment libur tahun baru kali ini dari kerumunan dan pelanggaran prokes lainnya. Arus lalu lintas juga terpantau aman dan lancar,” tuturnya.
Terpisah, Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rakhmat Harahap mengatakan, seluruh rangkaian pengamanan malam tahun baru di Kota Medan berjalan dengan baik dan lancar. “Khususnya di Lapangan Merdeka, itu kita dibantu dari pihak kepolisian dan TNI. Pengalaman arus lalu lintasnya juga dibantu Dishub. Semua lancar, tidak ada perayaan malam tahun baru seperti yang kita harapkan, tidak ada kerumunan di sana,” terangnya.
Rakhmat menjelaskan, pada malam tahun baru tersebut, terdapat sejumlah masyarakat yang ingin memasuki kawasan Lapangan Merdeka sekalipun akses jalan menuju ke sana telah ditutup. Sedangkan untuk momen libur tahun baru, Satpol PP Kota Medan melakukan pengawasan di sejumlah tempat yang dinilai berpotensi dalam penyebaran virus.
“Seperti ke Mall-mall, pool-pool bus, banyak sekali yang kita kunjungi. Bukan cuma di malam tahun baru, sampai hari ini (kemarin) pun kita masih melakukan pengawasan dan penindakan bila terjadi pelanggaran,” tegasnya.
Terkait tempat-tempat usaha yang sempat dibatasi jam operasionalnya pada saat Natal hingga jelang tahun baru, Rakhmat membenarkan jika aturan itu hanya berlaku hingga 31 Desember 2020. Artinya saat ini, aturan pembatasan jam operasional bagi tempat-tempat usaha yang menjadi stakeholder Dinas Pariwisata Kota Medan itu tidak lagi berlaku. “Tapi walaupun pun begitu, pengawasan penerapan protokol kesehatan tetap kita awasi,” tutupnya. (prn/mag-1/map)