31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 3772

Semester Genap Dimulai Hari Ini, Medan Lanjutkan Sistem Belajar Daring

BELAJAR DARI RUMAH: Abel A, seorang siswi sekolah dasar, sedang belajar daring dari rumah di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Juli mendatang. Pembelajaran tatap muka hanya dibolehkan di daerah zona hijau.
BELAJAR DARI RUMAH: Abel A, seorang siswi sekolah dasar, sedang belajar daring dari rumah di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Juli mendatang. Pembelajaran tatap muka hanya dibolehkan di daerah zona hijau.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Awal semester genap Tahun Ajaran 2020/2021 dimulai hari ini, Senin (4/1). Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan memastikan belum akan menggunakan kembali sistem belajar tatap muka di sekolah. Alasannya, penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 yang berlangsung di Kota Medan.

BELAJAR DARI RUMAH: Abel A, seorang siswi sekolah dasar, sedang belajar daring dari rumah di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Juli mendatang. Pembelajaran tatap muka hanya dibolehkan di daerah zona hijau.
BELAJAR DARI RUMAH: Abel A, seorang siswi sekolah dasar, sedang belajar daring dari rumah di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Juli mendatang. Pembelajaran tatap muka hanya dibolehkan di daerah zona hijau.

Berdasarkan laporan hasil rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung tahun 2021 yang dikirimkan Kadis Pendidikan Sumut kepada Gubernur Sumut, disebutkan bahwa seluruh ahli di bidang kesehatan tidak mendukungn

pembelajaran tatap muka di bulan Januari 2021. Pasalnya, tingkat penularan Covid-19 masih tinggi, termasuk di kalangan anak-anak.

“Jadi kita putuskan untuk melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (BM) dengan sistem daring (dalam jaringan),” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Adlan SPd MM, kepada Sumut Pos, Minggu (3/1).

Dikatakan Adlan, belum dapat diketahui kapan sistem belajar tatap muka dapat dibuka kembali di sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan. “Untuk siswa SMA sederajat yang potensi penerapan prokesnya sudah lebih baik saja, belum diizinkan oleh Provinsi. Apalagi untuk siswa tingkat SMP ke bawah yang menjadi ranah kita (Disdik Kota Medan). Tentulah Dinas Pendidikan Kota Medan juga belum bisa mengizinkan anak-anak kita yang lebih kecil untuk belajar tatap muka di sekolah,” katanya.

Karena itu, kata Adlan, pihaknya akan terus mengevaluasi sistem belajar daring yang sudah berlangsung selama semester ganjil TA 2020/2021 yang lalu, agar dapat diperbaiki di semester genap ini.

“Evaluasi terus kami lakukan. Apa-apa yang perlu diperbaiki tentu akan kita perbaiki, untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita ditengah pandemi ini,” tuturnya.

Pihaknya mengakui, proses pembelajaran tatap muka sudah tentu lebih efektif dibanding belajar sistem daring. Namun keselamatan siswa dari pandemi Covid-19 menjadi prioritas utama. “Jadi kalau dibilang siswa tidak belajar, ya nggak betul juga. Mereka tetap belajar, tapi dengan sistem yang berbeda. Nah sistem (daring) ini yang akan terus kita evaluasi, supaya bisa lebih efektif,” sebutnya.

Adlan juga mengutarakan, kemungkinan besar bantuan kepada para siswa selama sistem belajar daring seperti di tahun 2020 lalu, akan terus digulirkan pada tahun ini. Terkhusus, untuk bantuan paket kuota internet kepada siswa, agar tetap dapat mengikuti pelajaran selama sistem daring berlaku.

Komisi II Mendukung

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Medan, Surianto mengatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah untuk tidak memberlakukan sistem belajar tatap muka di sekolah, dalam situasi pandemi Covid-19.

“Sistem belajar tatap muka memang tidak direkomendasikan pemerintah pusat saat ini, khususnya untuk wilayah-wilayah yang masih dalam zona merah seperti Kota Medan. Kami tentu setuju dengan hal itu, karena ini demi menyelamatkan generasi bangsa,” kata pria yang kerap disapa Butong tersebut.

Namun politisi Partai Gerindra itu juga meminta Dinas Pendidikan tidak berdiam diri. “Disdik harus bisa mencipkan metode-metode belajar daring yang lebih ‘segar’ bagi siswa. Selain akan lebih efektif, hal itu juga akan mencegah terjadinya kejenuhan bagi siswa,” katanya.

Butong juga meminta Disdik Kota Medan untuk memfasilitasi seluruh siswa sekolah di Kota Medan, khususnya untuk SMP ke bawah, agar kembali mendapatkan bantuan selama belajar sistem daring. “Khususnya untuk dana BOS. Kementerian Pendidikan sendiri sudah mengizinkan agar sebagian dananya dapat dipakai untuk bantuan para siswa. Kita minta Kadisdik mengawasi seluruh Kepala Sekolah di Kota Medan dalam penggunaan dana BOS, agar dapat membantu meringankan biaya belajar daring para siswa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kemendikbud menegaskan bahwa penyelenggaraan pembelajaran semester genap yang dimulai pada Januari 2021, tetap mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri. Keempat menteri itu yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Aturan yang diumumkan tanggal 20 November 2020 tersebut memuat panduan lengkap pembelajaran tatap muka (PTM) semester genap tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 mulai dari tahapan perizinan, prosedur yang harus dipenuhi, hingga prasyarat dan protokol kesehatan yang wajib dijalankan. (map)

Pimpinan Teroris Bom Polrestabes Medan Divonis 6 Tahun Penjara

SERPIHAN BOM: Lokasi peledakan bom di Polrestabes Medan oleh kelompok JAD, beberapa waktu lalu.
SERPIHAN BOM: Lokasi peledakan bom di Polrestabes Medan oleh kelompok JAD, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimpinan teroris bom Porestabes Medan, Salman Alfarizih (42) dihukum 6 tahun penjara. Salman terbukti sebagai Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Belawan yang mendoktrin anak buahnya melakukan bom bunuh diri hingga menimbulkan kematian sejumlah orang.

SERPIHAN BOM: Lokasi peledakan bom di Polrestabes Medan oleh kelompok JAD, beberapa waktu lalu.
SERPIHAN BOM: Lokasi peledakan bom di Polrestabes Medan oleh kelompok JAD, beberapa waktu lalu.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) yang dikutip wartawan, Minggu (3/1/). Kasus bermula saat Rabbial Muslim Nasution melakukan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada 13 November 2019 pagi. Akibat bom bunuh diri itu, sejumlah orang meninggal dunia.

Pelaku bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution. Anggota teroris, Khaerudin, tewas karena melawan petugas saat ditangkap. Anggota teroris, Ananda Putra, tewas karena melawan petugas saat ditangkap. Kasi Propam Polrestabes Medan, Abdul Mutolib. Pekerja harian lepas di Mapolrestabes Medan, Richard Purba. Anggota Polri Mako Polresta Medan, Sarponi. Anggota Polresta Medan, Deni Hamdani. Anggota Propam Polrestabes Medan, Jully Chandra. PNS Balai Pemasyarakatan, Ihsan Muliadi Siregar.

Melihat berita pengeboman yang dilakukan anak buahnya, Salman langsung melakukan rapat kilat dengan jejaring teroris lainnya. Hasilnya, Salman yang merupakan pimpinan Jamaah Anshor Daullah (JAD) Belawan-Sicanang-Amparan Perak, memutuskan anak buahnya untuk berpencar dan melarikan diri.

Polisi tidak tinggal diam. Densus 88 secepat kilat mengejar dan menangkap Salman pada 26 November 2019 pukul 14.30 WIB. Saat ditangkap, Salman sedang bersembunyi di sebuah rumah di Desa Brandang, Tanjung Gunteng, Ranto Peureulak, Aceh Timur. Salman kemudian diproses secara hukum dan diadili di PN Jaktim.

“Menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Terorisme melanggar Pasal 15 Jo Pasal 7 UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang dalam Dakwaan Kesatu. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa tersebut diatas oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun,” kata ketua majelis yang diketuai Sutikna dengan anggota Lingga Setiawan dan Nunsuhaini.

Vonis itu diketok pada 16 Desember 2020. Majelis menyatakan Salman sebagai amir yang dipercaya oleh seluruh Jamah Anshor Daullah (JAD) daerah Sicanang, Belawan dan Amparan Perak untuk Salman pimpin. Oleh karena itu untuk mempertangungjawabkan baiat Salman yang sekaligus sebagai pemimpin, otomatis Salman harus bertanggungjawab untuk membuat organisasi yang menegakkan syariat Islam di seluruh dunia. (bbs/dtc/azw)

PN Binjai Vonis Mati Satu Terdakwa Narkoba pada Tahun 2020

MENANGIS: Dua terdakwa, di antaranya, Isnardi alias Andi menangis usai divonis mati oleh PN Binjai, beberapa waktu lalu.
MENANGIS: Dua terdakwa, di antaranya, Isnardi alias Andi menangis usai divonis mati oleh PN Binjai, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1-B Binjai mencatat, perkara narkotika yang paling banyak disidangkan di meja hijau sepanjang 2020. Bahkan, seorang terdakwa narkotika atas nama Isnardi alias Andi warga Dusun Pasar Lebar, Desa Securai Utama, Babalan, Langkat divonis majelis hakim PN Binjai dengan pidana mati.

MENANGIS: Dua terdakwa, di antaranya, Isnardi alias Andi menangis usai divonis mati oleh PN Binjai, beberapa waktu lalu.
MENANGIS: Dua terdakwa, di antaranya, Isnardi alias Andi menangis usai divonis mati oleh PN Binjai, beberapa waktu lalu.

“Perkara atas nama terdakwa Isnardi alias Ali saat ini masih menunggu putusan Kasasi. Yang bersangkutan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung,” kata Humas PN Binjai, David Simare-mare, Minggu (3/1).

Terdakwa Isnardi alias Andi sudah berusia 74 tahun. Pria yang sudah lanjut usia ini menjadi kurir narkotika jenis sabu seberat 70 kilogram (kg).

Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut yang mengamankannya bersama Ali (53) dari mobil pikap Daihatsu Grandmax BK 8025 PK di Jalan Megawati, Binjai Timur. Sementara, PN Binjai mencatat, ada 578 perkara yang ditangani sepanjang 2020.

Dari jumlah ini, PN Binjai sudah menjatuhi vonis terhadap 565 perkara per 23 Desember 2020. “Setelah narkoba, perkara yang disidang di PN Binjai ada pencurian, penganiayaan dan penipuan penggelapan,” urai David.

Panitera Muda Pidana, Leo Tampubolon menambahkan, PN Binjai juga ada menjatuhi vonis seumur hidup kepada terdakwa narkotika. “Ada dua orang terdakwa narkotika yang divonis seumur hidup pada tahun 2020,” ujar dia.

Kedua terdakwa dimaksud, Domi Agus Triantoro warga Jalan Sei Wampu, Lingkungan 7, Kelurahan Tanahseribu, Binjai Selatan dan Selamet Riadi warga Pasar 4 Desa Kwalamencirim, Seibingai, Langkat. Jaksa Penuntut Umum keduanya Linda Sembiring. “Untuk perkara kedua terdakwa ini sudah inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap,” pungkasnya. (ted/azw)

Dua Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditangkap

TERSANGKA: Dua Tersangka Curat yang berhasil ditangkap Polsek Medan Kota, Selasa (29/12). dewi/sumut pos.
TERSANGKA: Dua Tersangka Curat yang berhasil ditangkap Polsek Medan Kota, Selasa (29/12). dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pelaku pencurian dan pemberatan (curat) spesialisasi rumah kosong diringkus Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Kota. Dua tersangka ditangkap usai beraksi di kawasan Jalan Santun, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota pada Jumat (25/12) lalu sekitar pukul 15.10 WIB.

TERSANGKA: Dua Tersangka Curat yang berhasil ditangkap Polsek Medan Kota, Selasa (29/12). dewi/sumut pos.
TERSANGKA: Dua Tersangka Curat yang berhasil ditangkap Polsek Medan Kota, Selasa (29/12). dewi/sumut pos.

Kedua pelaku pencurian khusus rumah kosong ini masing-masing berinisial MF (43) tahun, warga Gang Tanjung Kelurahan Sudirejo I Kecamatan Medan Kota dan BR (36) tahun, warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria, Kecamatan Medan Maimun.

Hal itu dikatakan Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu Ainul Yaqin SIK MH, kepada sejumlah wartawan di Medan, Selasa (29/12).

Ia mengatakan, penangkapan kedua tersangka berdasarkan, Laporan Polisi Nomor: LP/688/K/XII/2020/SPKT/Sek Medan Kota, Tanggal 25 Desember 2020.

“Korban bernama Fajar P Saragih (48) tahun, warga Jalan Santun, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, atas laporan korban pemilik rumah tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara (TKP). “Di sini pihak kita mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku lagi berada di Jalan Santun, Gang Tanjung di rumahnya sendiri,” ungkapnya.

Atas Informasi tersebut, lanjutnya, tim beserta korban mendatangi rumah tersangka dan pada Saat di TKP, tim melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan ditemukan barang milik korban berupa lemari dan baju.

“Tanpa ada kecurigaan kedua pelaku pun pulang ke rumahnya, disinilah para pelaku diringkus tim kita. Kedua tersangka ini tidak berkutik sama sekali ketika diinterogasi petugas. Kedua tersangka mengakui semua perbuatannya,” papar Yaqin.

Kemudian, sebutnya, dua tersangka berikut barang buktinya, berupa lemari dan baju diboyong ke Mako Polsek Medan Kota guna menjalani proses hukum lebih lanjut. “Untuk menunggu proses hukum lebih lanjut, kedua tersangka kita jebloskan ke dalam Sel tahanan Polsek Medan Kota,” bebernya. Kemudian, terangnya lagi, dalam kasus tersebut, tim melakukan pengembangan. “Ada pelaku lain, yakni berinisial AN Alias BT dan BY. Kedua pelaku ini masih dalam pengejaran,” pungkasnya (mag-1/azw)

Pensiunan TNI Tewas Ditikam di Kafe

OTOPSI: Jenazah korban penikaman saat diotupsi di Rumah Sakit TNI AL.
OTOPSI: Jenazah korban penikaman saat diotupsi di Rumah Sakit TNI AL.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pensiunan TNI, P Napitupulu (62) tewas bersimbah darah dengan kondisi tubuh luka tikaman di sebuah kafe di Jalan Sumatera, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (3/1) pukul 00.30 WIB. Tewasnya pria yang menetap di Jalan Jaring Udang I, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan ini telah ditangani Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Pelabuhan Belawan.

OTOPSI: Jenazah korban penikaman saat diotupsi di Rumah Sakit TNI AL.
OTOPSI: Jenazah korban penikaman saat diotupsi di Rumah Sakit TNI AL.

Informasi diperoleh menyebutkan, malam itu korban dengan temannya Arifin bersama dua wanita mengunjungi kafe milik Rusli. Setibanya di kafe tersebut, mereka menenggak minuman keras dibarengi alunan musik.

Menjelang dini hari, teman korban, Arifin keluar dari kafe. Saat korban sendiri terjadi keributan dengan pengunjung kafe lainnya. Keributan diduga karena cewek. Membuat pelaku kesal langsung menikam korban hingga tewas.

Peristiwa itu mengejutkan teman korban yang sekembali ke kafe, melihat korban bersimbah darah langsung dilarikan ke RS TNI AL. Akhirnya korban tewas di rumah sakit.

Petugas Polsek Belawan dan Polres Pelabuhan Belawan datang melalukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban yang tewas dievakuasi ke RSU Bhayangkara untuk dilakukan visum.

“Malam itu, saya sempat keluar sebentar. Tiba-tiba saya dengar teman saya sudah ditikam, makanya saya bawa langsung ke rumah sakit,” kata Arifin sebagai saksi kepada polisi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi dikonfirmasi mengatakan, korban yang tewas merupakan pensiunan TNI. Pihaknya kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kasusnya sedang kita lidik, pelakunya masih kita kejar,” katanya.

OLAH TKP: Polisi saat melakukan olah TKP penikaman kafe di Belawan.
OLAH TKP: Polisi saat melakukan olah TKP penikaman kafe di Belawan.

Berselang beberapa jam tewasnya P Napitupulu (60). Petugas Sat Reskrim Polres Pelabuhan menangkap satu pelaku penikam pensiunan TNI tersebut. Pelaku diketahui berinsial DN telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan.

Berdasarkan informasi yang diterima, kasus penikaman itu dipicu masalah cewek. Diduga, satu dari tiga pelaku telah diamankan masih dimintai keterangan untuk mengembangkan terhadap kedua pelaku lainnya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi ditanya tentang satu pelaku telah diamamkan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk pelaku lainnya. “Ya, tapi masih kita dalami dulu untuk pelaku lainnya,” katanya.

Disinggung pelaku berjumlah tiga orang. Kadek belum bisa memastikan, menurut saksi yang ada, pelaku berjumlah 3 orang. “Belum bisa kita pastikan, yang jelas mengarah ke tiga orang,” jawabnya melalui via telepon. (fac/azw)

Kapolres Humbahas Himbau Masyarakat Patuhi Maklumat Kapolri

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas) AKBP Ronny Nicolas Sidabutar menghimbau masyarakat untuk mematuhi maklumat Kapolri Jendral Pol Idam Azis bernomor : Mak/1/I/2021 tertanggal 1 Januari 2020, tentang kepatuhan terhadap larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut, serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam ( FPI).

Kapolres melalui Paur Subbag Humas Bripka Boy Sandi Lapian dalam siaran persnya, Sabtu (2/1) mengatakan maklumat Kapolri diatas merujuk pada maklumat Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme: Nomor: 220-4780 Tahun 2020, Nomor: M.HH-14.HH.05.05 Tahun 2020, Nomor: 690 Tahun 2020, Nomor: 264 Tahun 2020, Nomor: KB/3/XII/2020, dan Nomor: 320 Tahun 2020 tentang larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut, serta penghentian kegiatan FPI.

Disebutkan, guna memberikan perlindungan dan menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat pasca dikeluarkan keputusan bersama tentang larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan FPI.

Masyarakat diminta tidak terlibat baik secaa langsung maupun tidak langsung dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan serta menggunakan simbol dan atribut FPI.

Jika ada ditemukan, segera melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila menemukan kegiatan, simbol, dan atribut FPI serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Kemudian, mengedepankan Satpol PP dengan didukung sepenuhnya oleh TNI/Polri unutk melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang terpasang spanduk/banner atribut, pamflet, dan hal lainnya terkait FPI dan masyarakat tidak mengakses, mengunggah dan menyebarluarkan konten terkait FPI baik melalui website ataupun media sosial.

Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat itu, kata Boy maka akan dilakukan penindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sebutnya.

Pasa kesempatan itu lagi, tambah Boy, dalam waktu dekat Polres Humbahas dan Polsek jajaran akan mensosialisasikan serta penegakan hukum berkaitan dengan maklumat Kapolri tersebut.des

Ket foto:
Maklumat Kapolri

Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Jelang Malam Tahun Baru, Dishub Medan Kerahkan 1.000 Personil

APEL: Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar S.SiT MT saat memimpin apel.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mempersiapkan kelancaran arus lalu lintas di setiap ruas jalan di Kota Medan jelang malam pergantian tahun baru pada Kamis, 31 Desember 2020 malam hingga Jumat, 1 Januari 2021 dini hari.

Dishub Kota Medan melakukan persiapan yang dimaksud dengan melakukan apel kesiapan untuk pengamanan malam tahun baru pada Kamis (31/12) sore di Lapangan Merdeka Medan.

Tak tanggung-tanggung, demi menjaga kelancaran dan keamanan arus lali lintas di Kota Medan jelang malam tahun baru 2021, Dishub Medan menurunkan 1000 personilnya.

“Baru saja kita selesai melaksanakan apel kesiapan anggota untuk pengamanan malam tahun baru. Walaupun ada imbauan terhadap masyarakat untuk tetap di rumah pada malam tahun baru ini, namun kita tetap menurunkan 1000 personil pada malam ini,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar S.SiT MT kepada Sumut Pos, Kamis (31/12) usai memimpin apel.

Adapun 1000 personil yang dimaksud, kata Iswar, terdiri dari para pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai harian lepas (PHL) yang ada di jajaran Dishub Medan. Baik personil yang biasa bertugas di lapangan maupun yang bertugas di kantor.

“Personil kita turunkan untuk antisipasi dan kelancaran lalu lintas, karena pandemi apel kita lakukan berjenjang terhadap pejabat struktural dan wilayah serta korlap. Selanjutnya, danwil dan korlap apel di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ditegaskan Iswar, bersama pihak kepolisian dari jajaran Satlantas Polrestabes Medan, Dishub Medan tidak hanya akan melakukan pengamanan arus lalu lintas di Kota Medan sebagai antisipasi lonjakan arus di malam tahun baru, Dishub Medan bersama pihak kepolisian dari jajaran Satlantas Polrestabes Medan juga akan tetap melakukan pengamanan pada Tahun Baru 2021 hingga beberapa hari kedepan.

“Untuk itu, kita kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan turun ke jalan dan berkumpul atau berkerumun. Tetap di rumah adalah pilihan terbaik, berkumpul bersama keluarga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan,” pungkasnya. (map)

Generasi Muda Kecamatan Garoga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Milik Provinsi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ruas Jalan Pangaribuan-Garoga atau tepat pada titik di Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara masih dalam kondisi rusak parah. Kewenangan jalan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut, diketahui sudah puluhan tahun dengan kondisi memprihatinkan.

GOTONG ROYONG: Anggota FPGMKG bergotong royong memperbaiki jalan rusak ruas Pangaribuan-Garoga di Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Rabu (30/12/2020). IST

Melihat kondisi itu, kalangan pelajar, mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Forum Persatuan Generasi Muda Kecamatan Garoga (FPGMKG) Medan, bergotong royong memperbaiki jalan rusak berat tersebut, Rabu (30/12/2020).

Mereka dengan didukung Grup Facebook Luat Garoga Nauli (LUGANA), Forum Muda-mudi Kecamatan Garoga (FMMKG) se-Jabodetabek dan perantau asal Kecamatan Garoga, menutup sejumlah lubang yang dalam pada badan jalan dengan material batu.

Air yang selama ini menggenangi jalan, juga dikeringkan dan ditimbun dengan material batu. Kemudian batu juga ditimbun di beberapa titik badan jalan, di mana kondisinya saat ini bahkan hanya menyisakan tanah liat sehingga menimbulkan licin dan sangat menyulitkan pengguna jalan.

Ketua FPGMKG, Arthur Simanjuntak, mengatakan pihaknya merasa terpanggil untuk gotong royong memperbaiki jalan itu.

“Karena memang kondisinya rusak parah, tidak laik lagi sebenarnya dilintasi, tapi tak ada alternatif lain, hanya ini jalur yang dilintasi dari dan keluar Garoga,” kata Arthur melalui pernyataan tertulis kepada wartawan, Kamis (31/12).

Dengan gotong royong perbaikan jalan itu, Arthur berharap sedikit banyaknya dapat membantu kesulitan para pengguna jalan dalam aktivitas ekonomi, apalagi saat ini volume lalulintas sangat padat karena musim mudik Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Dan terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak, khususnya orangtua kami perantau asal Kecamatan Garoga yang berkenan membantu pembiayaan pengadaaan material batu,” ujarnya.

Pembina FPGMKG Medan, Benny Pasaribu menambahkan, gotong royong itu menunjukkan sangat mendesaknya perbaikan ruas Jalan Pangaribuan-Garoga, khususnya dari Desa Aek Tangga ke arah ibukota Kecamatan Garoga sepanjang belasan kilometer.

Memang dari perbatasan Kecamatan Pangaribuan, sambung Benny, yakni mulai dari Desa Sibaganding, Desa Padang Siandomang, sebagian di Desa Aek Tangga, kondisi jalan sudah mulus.

Namun di pertengahan Desa Aek Tangga yakni di Balimbing, kondisinya rusak parah. Kerusakan juga terjadi di badan jalan di Pargawahan persis di atas Sungai Aek Tanjung. Ia mengatakan kerusakan jalan itu sudah terbiarkan puluhan tahun.

“Kami desak agar Bapak Gubernur Edy Rahmayadi melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut segera memperbaiki jalan rusak tersebut. Ini sudah lama kali rusak parah, puluhan tahun bahkan dan sangat meresahkan kita semua,” timpal Theo Pasaribu, salah satu perantau Kecamatan Garoga di Labuhan Batu yang tengah melintas saat gotong royong. (rel/prn)

Selama Libur Natal, Lonjakan Terkonfirmasi Positif Covid-19 Naik

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Pemko Tebingtinggi kembali meningkatkan pengawasan dan himbauan terkait terjadinya lonjakan kasus beberapa hari ini. Pemantauan terhadap warga pelaku perjalanan dilakukan disetiap kelurahan yang ada.

PAPARAN : Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia memberikan keterangan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemko Tebingtinggi dr H Nanang Fitra Aulia didampingi Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Rabu (30/12) membenarkan adanya lonjakan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Nanang Aulia Fitra yang juga Kadis Kesehatan melaporkan, untuk kondisi Kota Tebingtinggi saat ini pertanggal 29 Desember 2020, kasus terkonfirmasi positif berjumlah 17 orang dan dinyatakan sembuh 172 orang. “Pada saat ini memang terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Terjadinya peningkatan kasus ini kita lihat, trendnya terjadi saat libur panjang menjelang Natal dan tahun baru. Kepada pendatang yang datang ke Kota Tebingtinggi kami berharap untuk segera melaporkan dirinya ke kelurahan masing-masing untuk bisa kita pantau dengan membawa Surat Bebas Covid-19 dari daerahnya.

“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. Pada saat ini kita mengalami peningkatan kasus, ini terjadi pada klaster keluarga dan pelaku perjalanan,” harap Nanang Fitra.

Sedangkan Kadis Kominfo Tebingtinggi, Dedi Parulian Siagian yang juga Jubir Pemko mengajak seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi yang Ada keluarganya pulang kampung dari luar kota selama beberapa hari untuk merayakan natal dan tahun baru diharapkan memberikan laporan kepada pihak keluarahan.

“Keluarganya harus melaporkan kepada pihak kelurahan setempat, mulai melapor kepada pihak Kepling dan aparat kelurahan, jika pendatang tersebut sudah memiliki surat bebas Covid-19, hanya dicatat mereka datang dari mana, jika tidak memiliki surat bebas Covid-19, maka harus dilakukan rapid test,” pinta Dedi.

Sedangkan kepada Lurah, diharapkan selama libur Natal dan Tahun baru untuk tidak meninggalkan Kota Tebingtinggi karena alasan mau liburan, para Lurah harus menugaskan Kepling sebagai lapisan paling bawah untuk mendata dan mencari informasi bagi warga pendatang ke Kota Tebingtinggi.

“Semuanya harus terdata sesuai kartu identitas diri, karena catatan ini nantinya memudahkan kita until mengetahui orang tersebut datang dari wilayah mana, apakah zona hijau atau zona hitam penyebaran pandemi Vivid-19,” tutup Dedi. (ian)

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Masih Stabil

SIDAK: Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis saat memimpin sidak bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan, di Pasar Modern Lotte Mart, Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa Senin (28/12).HUMAS PEMKO MEDAN.
SIDAK: Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis saat memimpin sidak bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan, di Pasar Modern Lotte Mart, Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa Senin (28/12).HUMAS PEMKO MEDAN.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harga bahan kebutuhan pokok pascanatal dan menjelang Tahun Baru 2021 masih tergolong stabil karena kenaikan harganya tidak lebih dari 25 persen. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan di Pasar Tradisional Sei Sikambing dan Pasar Modern Lotte Mart Jalan Gatot Subroto Medan, kemarin.

SIDAK: Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis saat memimpin sidak bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan, di Pasar Modern Lotte Mart, Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa Senin (28/12).HUMAS PEMKO MEDAN.
SIDAK: Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis saat memimpin sidak bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan, di Pasar Modern Lotte Mart, Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa Senin (28/12).HUMAS PEMKO MEDAN.

Beberapa bahan pokok yang menjadi fokus saat tim melakukan sidak di antaranya beras premium Rp11.000/kg masih stabil tidak mengalami kenaikan, telur Rp1.600/butir juga tidak mengalami kenaikan, sedangkan cabe merah memangn

mengalami kenaikan yakni Rp50.000/kg -Rp66.000/kg dari harga sebelumnya sekitar Rp30.000/kg – Rp45.000/kg saat menjelang Hari Natal lalu. Kemudian, harga bawang merah dan bawang putih masih di seputaran Rp30.000/kg.

Tidak semua bahan pokok yang mengalami kenaikan, Tin Satgas Ketahanan Pangan juga menjumpai beberapa produk yang mengalami penurunan harga pascanatal, di antaranya, ayam potong Rp33.000/kg yang sebelumnya mencapai Rp40.000/kg. Kemudian daging sapi segar yang sebelumnya mencapai harga Rp 145.000/kg kini Rp 125.000 – Rp 135.000 per kilogram.

Selain mengecek kestabilan harga, Tim juga mengecek ketersediaan bahan pokok hingga menjelang Tahun Baru 2021. Dari hasil pemantauan tim, ketersediaan bahan pokok masih mencukupi bahkan ada yang melebihi permintaan pasar, salah satunya beras. Menurut laporan pedagang beras kepada Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, permintaan beras menurun karena banyak masyarakat yang menerima bantuan sosial bagi yang terdampak Covid 19, sehingga permintaan beras ini menurun dan harga relatif lebih stabil dibanding bahan pokok lainnya.

Selain melakukan sidak di pasar Sei Sikambing, Tim Satgas Ketahanan Pangan juga melakukan sidak di pasar modern, kali ini yang dikunjungi adalah Lotte Mart yang terletak di Jalan Gatot Subroto. Dalam sidak tersebut di samping mengecek harga dan ketersediaan stok bahan pokok, Tim juga mengecek keamanan produk-produk yang dijual, salah satunya pengecekan tanggal kadaluarsa produk, pengecekan kemasan yang tidak layak dan mengecek izin Edar dan Izin Produksi Rumah Tangga (PIRT) .

Menurut, Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan Emilia Lubis, pada peninjauan kali ini, tim tidak menemukan produk kedaluarsa serta kemasan yang tidak layak. “Kami juga mengecek Izin Edar dan Izin PIRT nya juga semua lengkap. Karena pada sidak sebelumnya kita menemukan beberapa produk yang sudah melebihi tanggal kadaluarsa serta tidak layak konsumsi, tim semakin teliti dalam melihat serta mengecek produk-produk yang ada disini. Jangan sampai kecolongan untuk memberikan keamanan konsumsi bagi masyarakat,” ungkap Emilia.

Didampingi Petugas dari Unit Ekonomi Reskrim Polrestabes Medan, Dzikri Sinurat serta Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan PD Pasar ini, Emilia mengatakan, sejumlah kebutuhan bahan pangan diprediksi akan mengalami lonjakan seperti hal nya moment tahun baru pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan jika ketersediaan atau suplai bahan pangan menjelang tahun baru 2021 telah tercukupi dan aman.

Tak cuma itu, bahkan semua stok bahan pangan yang ada di Kota Medan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Medan hingga 3 bulan ke depan. “Semua stok (bahan pangan di Medan) cukup sampai dua atau tiga bulan ke depan,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia kepada Sumut Pos, Selasa (29/12).

Bahkan, kata Emilia, permintaan akan beras di pasar sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia yang biasanya juga mengalami lonjakan menjelang akhir tahun, tidak terjadi pada moment akhir tahun atau menjelang tahun baru 2021 kali ini.  Hal itu terjadi karena saat ini banyak stok beras yang telah beredar di tengah-tengah masyarakat, khususnya karena banyaknya masyarakat yang mendapatkan beras dari bantuan sosial (bansos).

Kebutuhan Daging Meningkat

Terpisah, kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun menjelaskan jika permintaan akan daging dan ikan memang di prediksi akan melonjak menjelang moment libur tahun baru 2021.

“Biasanya permintaan akan daging dan ikan memang meningkat. Tapi memang pandemi ini bisa membuat lonjakan permintaan tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya,” kata Ikhsar kepada Sumut Pos, Selasa (29/12).

Dijelaskan Ikhsar, khususnya untuk daging memang akan mengalami lonjakan permintaan yang cukup banyak, bila dibandingkan dengan permintaan akan kebutuhan ikan. “Biasanya begitu, khususnya daging ayam dan daging babi, itu biasanya permintaannya cukup tinggi dari sejak Natal sampai Tahun Baru,” jelasnya.

Sedangkan untuk permintaan akan ikan, walaupun kenaikan permintaannya tak setinggi daging, tapi tetap mengalami kenaikan permintaan, tidak terkecuali bagi ikan laut maupun ikan air tawar.

“Tapi kita dapat pastikan, bahwa ketersediaan daging dan ikan di Kota Medan tercukupi menjelang tahun baru ini. Hanya saja, memang ada kenaikan (harga) sedikit,” pungkasnya. (map/ila)