OPERASI: Jajaran personel Polsek Dolok Merawan, Resor Tebingtinggi, dan TNI, serta Satpol PP Kecamatan, melakukan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan, Senin (14/12).SOPIAN/SUMUT POS.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Polsek Dolok Merawan, Resor Tebingtinggi, bersama TNI dan Satpol PP Kecamatan, menggelar razia rutin, Senin (14/12) malam. Razia ini dimaksudkan untuk melakukan penertiban balap liar serta penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) pada masa pandemi Covid-19 di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.
OPERASI: Jajaran personel Polsek Dolok Merawan, Resor Tebingtinggi, dan TNI, serta Satpol PP Kecamatan, melakukan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan, Senin (14/12).SOPIAN/SUMUT POS.
Kapolsek Dolok Merawan, AKP Asmon Bufitra mengatakan, razia rutin ini dilakukan untuk memberikan rasa aman, tenang, dan kondusif kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan Tebingtinggi-Pematangsiantar.
“Sebelumnya kami menggelar operasi rutin penanganan balap liar, karena adanya laporan masyarakat. Tapi saat menggelar razia ini, kami belum mendapati adanya aksi balap liar. Ke depannya, razia balap liar akan terus kami lakukan,” ungkap Asmon.
Selain melaksanakan operasi rutin balap liar, personel gabungan ini, juga melakukan razia penegakan disiplin prokes. Menurut Asmon, masih banyak ditemukan masyarakat tidak mematuhi prokes, seperti tidak memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.
“Mereka yang tidak pakai masker, kami berikan sanksi sosial, seperti bagi laki-laki melakukan push-up, wanita diberi sanski sosial dengan mengutip sampah,” bebernya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat pelaku pengusaha, yang masih membuka usaha, agar tetap mematuhi prokes, seperti menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi sabun, dan selalu memakai masker.
“Kami harap tetap memakai makser, mencuci tangan menggunakan air mengalir, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan,” pungkas Asmin. (ian/saz)
RDP: Komisi 2 DPRD Batubara saat menggelar RDP terkait proyek pembangunan Jalan Produksi Perikanan di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Senin (14/12).MUKHLIS ACI/SUMUT POS.
BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Komisi 2 DPRD Batubara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait proyek pembangunan Jalan Produksi Perikanan di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Selasa (15/12). Hal ini dimaksudkan untuk meluruskan masalah yang sudah menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
RDP: Komisi 2 DPRD Batubara saat menggelar RDP terkait proyek pembangunan Jalan Produksi Perikanan di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Senin (14/12).MUKHLIS ACI/SUMUT POS.
Pada RDP tersebut, dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Batubara Ismar Khomri, yang turut dihadiri Dinas Perikanan Kabupaten Batubara, Dinas Kehutanan Sumut, kelompok masyarakat pecinta mangrove, Kepala Desa Perupuk, serta sejumlah masyarakat.
Menurut Ismar, RDP tersebut, penting dilakukan. Pasalnya, selama proses pembangunan jalan itu, banyak dinamika yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Mulai dari klaim kepemilikan lahan, status lokasi proyek yang berada di kawasan hutan, adanya dugaan masyarakat soal perusakan kawasan hutan, pemindahan lokasi proyek yang semula di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, serta lainnya.
“Diharapkan, dari RDP ini, kita bisa meluruskan masalahnya. Dengan adanya keterangan yang jelas, baik secara perencanaan, teknis pekerjaan, hingga pelaksanaan proyek pembangunan. Hal ini dimaksudkan, agar masyarakat dapat memahami proses pembangunan yang sedang berlangsung,” ungkap Ismar.
Kepala Bidang Pengendalian Usaha Perikanan dan Penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Batubara, Azmi, menyampaikan hal terkait pemindahan lokasi pelaksanaan proyek, yang semula di Desa Gambus Laut, ke Desa Perupuk. Menurutnya, lokasi awal berpotensi terdegradasi, terkait pengembangan wilayah industri Kualatanjung. Karena itu, pihaknya mencari lokasi pengganti.
“Ini kan kearifan lokal, jadi harus dicari alternatif tempat pengganti, agar budidaya kerang tetap ada di Batubara. Nah setelah kami lihat, rupanya sebagian besar bibit kerang yang dibudidayakan di Gambus Laut, ada di depan Pantai Sejarah. Jadi di lokasi itu yang pas, dan bibit banyak di sana,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Perupuk, Syarkawi mengaku kecewa. Sebab, pihak pelaksana proyek tidak ada berkoordinasi dengan pemerintah desa, khususnya terkait areal yang masuk ke dalam kawasan hutan.
“Kami tidak pernah dilibatkan atau koordinasi terkait proyek tersebut, khususnya areal yang masuk dalam kawasan hutan. Sampai saat ini, yang kami minta terkait kawasan hutan, belum ada diterima. Seperti saat ini, ada klaim sejumlah warga atas kepemilikan lahan di lokasi itu. Warga taunya bertanya ke pihak desa,” katanya.
UPT KPH Wilayah II, Tamuk Roy Martin mengaku, sebelum proyek dilaksanakan, pihaknya sudah membentuk tim dan sudah turun ke lapangan, guna melihat lokasi mana yang tepat dan dapat meminimalisir kerusakan hutan akibat pelaksanaan proyek.
“Kelompok tani dimungkinkan untuk berkerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun swasta. Terkait izin penebangan, kami dapat Dinas Kehutanan,” pungkasnya. (mag-14/saz)
GOTONG ROYONG: Jajaran TNI Koramil 13 0204 Deliserdang, saat bergotong-royong bersama masyarakat Kelurahan Bandar Sakti dan Bandar Utama Kota Tebingtinggi, Selasa (15/12).SOPIAN/SUMUT POS.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Koramil 13 0204 Deliserdang, bersama Kelurahan Bandar Utama dan Kelurahan Bandar Sakti, Kota Tebingtinggi, Selasa (15/12), menggelar gotong-royong dalam menormalisasi drainase, pasca banjir besar melanda Kota Lemang beberapa waktu lalu. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kembali terjadinya banjir, serta timbulnya berbagai penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD).
GOTONG ROYONG: Jajaran TNI Koramil 13 0204 Deliserdang, saat bergotong-royong bersama masyarakat Kelurahan Bandar Sakti dan Bandar Utama Kota Tebingtinggi, Selasa (15/12).SOPIAN/SUMUT POS.
Dandim 0204 Deliserdang, melalui Komandan Koramil 13 Tebingtinggi, Kapten Inf Budiono menjelaskan, pelaksanaan gotong-royong ini dilakukan karena pasca banjir besar, biasanya banyak penyakit yang bisa bermunculan. Seperti DBD, karena banyak drainase tertutup sampah, sehingga air sulit mengalir dengan normal.
“Selain untuk mencegah timbulnya penyakit, gotong-royong ini untuk mencegah kembali terjadinya banjir, yang disebabkan penyumbatan air, karena banyak tumpukan sampah dan rumput yang menutupi jalur drainase. Sehingga air sulit mengalir, yang akhirnya menimbulkan genangan,” ungkap Budiono.
Menurut Budiono, kegiatan bersama masyarakat Kelurahan Bandar Utama dan Bandar Sakti ini, sasarannya yakni menormalisasi drainase sepanjang 500 meter di sekitar Pasar Bandar Sakti menuju Sungai Padang.
“Karena selama ini, apabila terjadi hujan yang cukup deras, di kawasan Bandar Utama dan Bandar Sakti sering dilanda banjir. Penyebabnya, banyak tumpukan tanah dan sampah yang tertimbun di dalam drainase,” jelasnya lagi.
Dia juga mengimbau masyarakat, agar selalu menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan.
“Bila perlu dibakar, agar tidak menimbulkankan bibit penyakit,” harap Budiono.
Pada kesempatan itu, Budiono juga memberikan bantuan beras sebanyak 50 karung kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir baru-baru ini, untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban. (ian/saz)
TERIMA: Bupati Batubara Zahir, saat menerima Piagam Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkum HAM RI di Kanwil Kemenkum HAM Sumut, Senin (14/12).
BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pemkab Batubara melalui Bupati Zahir, menerima Penghargaan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM RI Senin (14/12) lalu.
TERIMA: Bupati Batubara Zahir, saat menerima Piagam Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkum HAM RI di Kanwil Kemenkum HAM Sumut, Senin (14/12).
Penyerahan penghargaan ini sekaligus merayakan peringatan Hari HAM se-Dunia ke-72, 2020, di Aula Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sumut, Jalan Putri Hijau Nomor 4 Medan.
Hari HAM se-Dunia diperingati pada 10 Desember setiap tahunnya. International Humanist and Ethical Union (IHEU) pun menyatakan, pada tanggal tersebut jadi hari resmi perayaan kaum Humanisme. Atas penghargaan tersebut, Zahir pun mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih dan syukur Alhamdulillah, Batubara kembali meraih nilai tinggi dalam penilaian yang dilakukan Kemenkum HAM Sumut. Ini menjadi bukti dedikasi dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan masyarakat,” ungkap Zahir.
Peringatan Hari HAM se-Dunia ke-72, 2020 ini, mengusung tema ‘Recover Better-Stand Up for Human Rights’.
Dalam sambutannya, Menkum HAM RI, Yasonna H Laoly mengatakan, meski dalam situasi pandemi Covid-19, seluruh pemangku kepentingan di bidang pemajuan HAM, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, Komnas HAM, dan seluruh masyarakat, dapat bekerja sama.
“Tentunya dalam meningkatkan penghormatan, pemenuhan, pelindungan, penegakan, dan pemajuan HAM di bumi Indonesia tercinta ini,” tuturnya.
“Ini semua adalah komitmen bersama untuk penegakan HAM,” imbuh Yasonna.
Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan, dengan meningkatkan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM, maka Indonesia telah menjadi bangsa yang lebih beradab, tangguh, dan maju.
Diketahui, pada 2020, penyerahan penghargaan kepada kabupaten kota yang berjumlah 439 se-Indonesia, khusus Sumatera Utara (Sumut) yang menerima ada 16 kabupaten kota. Adapun ke-16 kabupaten kota itu, yakni Kabupaten Asahan, Batubara, Pakpak Bharat, Samosir, Deliserdang, Tapanuli Selatan, Karo, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Langkat, Padanglawas, Padanglawas Utara, Kota Binjai, Pematangsiantar, Sibolga, dan Tebingtinggi. (mag-14/saz)
BERSAMA: Anggota DPD RI Bedikenita Putri br Sitepu, diabadikan bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Pendeta Marsada Sinukaban, Selasa (15/12).
SOLIDEO/SUMUT POS.
KARO, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI Dapil Sumut Badikenita Putri br Sitepu bersama tokoh agama, Pendeta Masada Sinukaban, melakukan pertemuan dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, Selasa (15/12) siang. Pertemuan ini membahas sejumlah program di pengujung 2020.
BERSAMA: Anggota DPD RI Bedikenita Putri br Sitepu, diabadikan bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Pendeta Marsada Sinukaban, Selasa (15/12).
SOLIDEO/SUMUT POS.
Dalam kesempatan itu, Badikenita merencanakan 2 program di Kabupaten Karo. Yakni Program Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan penambahan anggaran PDAM Tirta Malem Kabupaten Karo. Pelaksanaan program ini akan terealisasi pada 2021 mendatang.
Menurut Badikenita, Program Wasbang ini ditujukan bagi kaum milenial. Tujuannya agar pemuda dan masyarakat Kabupaten Karo mengerti cara pandang terhadap diri dan lingkungannya. Tidak terbawa arus dalam praktik-praktik ilegal yang bertentangan dengan hukum.
Kegiatan ini, lanjutnya, telah dikoordinasikan dengan Kodim 0205/TK.
“Februari dan Maret 2021 akan dilaksanakan. Sedangkan untuk anggaran, saya pribadi yang siapkan. Untuk pembina dan pelatih, Kodim Tanah Karo yang menyiapkan. Target jumlah peserta 100 orang,” tutur Badikenita.
Sedangkan untuk program kedua, PDAM Tirta Malem Kabupaten Karo, akan dibantu oleh World Bank.
“Ini akan saya fasilitasi juga, menurut World Bank, Januari 2021 akan dikucurkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk revitalisasi. Ini dilakukan jika Pemkab Karo sepakat dengan syarat dan ketentuannya,” jelas Badikenita.
Badikenita juga mengingatkan, Pemkab Karo harus mengetahui UU Cipta Kerja yang sudah diundangkan. Akan ada Perda yang bakal dihapus, satu di antaranya mengenai perizinan.
“Ke depan perizinan akan diambil alih oleh pemerintan pusat, bukan wewenang pemerintah daerah lagi,” katanya.
Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengaku, sangat mendukung semua program yang disampaikan oleh Badikenita.
“Pemkab Karo siap berkolaborasi dan mendukung penuh agar Wasbang dan bantuan dari World Bank, dapat terealisasi. Pemkab Karo juga mengapresiasi kepedulian Badikenita untuk membangun Karo lebih baik lagi,” ujarnya.
Pada kesempatan sama, Pendeta Masada Sinukaban, juga berkomitmen mendukung penuh Wasbang yang dipromotori oleh Badikenita. Kegiatan ini diyakini dapat menjauhkan generasi milenial dari penyakit-penyakit masyarakat. (deo/saz)
TERIMA: Bupati Langkat diwakili Plt Asisten I Pemerintahan Basrah Pardomuan Siregar, saat menerima Piagam Penghargaan Kabuapten Peduli HAM di Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sumut, di Kota Medan, Senin (14/12).
ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Selama 3 tahun berturut, Kabupaten Langkat menerima penghargaan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM). Kini Kabupaten Langkat kembali menerima penghargaan tersebut, untuk yang keempat kalinya.
TERIMA: Bupati Langkat diwakili Plt Asisten I Pemerintahan Basrah Pardomuan Siregar, saat menerima Piagam Penghargaan Kabuapten Peduli HAM di Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sumut, di Kota Medan, Senin (14/12).
ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
Penghargaan ini diterima Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, diwakili Plt Asisten I Pemerintahan Basrah Pardomuan Siregar, didampingi Kabag Hukum Setdakab Langkat Alimat Tarigan.
Piagan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut, Sutrisno, pada acara peringatan Hari HAM se-Dunia ke-72, 2020, dan penyerahan penghargaan Kabupaten Kota Peduli HAM secara virtual di Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut, di Kota Medan, Senin (14/12) lalu.
Kegiatan yang diperingati setiap 10 Desember sejak 1948 silam ini, digelar Menkumham RI Yasonna Laoly dari Jakarta, secara virtual. Diikuti Presiden RI Joko Widodo, Menlu RI Retno Marsudi, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, serta seluruh cabang dan wilayah Kemenkumham, serta pemerintahan provinsi dan kabupaten kota se-Indonesia.
Jokowi pada kesempatan tersebut, mengatakan, HAM menjadi pilar penting bagi kemajuan bangsa. Untuk itu Presiden menugaskan Menkumham untuk selalu menyelesaikan kasus HAM, dan hasilnya diterima masyarakat, baik di daerah, nasional, maupun internasional.
“Terima kasih atas aktifnya pemerintah daerah dalam kesadaran menegakkan HAM di daerahnya,” ungkap Jokowi.
Menkumham Yasonna Laoly, mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia, yang telah mengikuti acara peringatan Hari HAM se-Dunia. Dia juga menjelaskan, Pemerintah Indonesia sangat khusus untuk mengatasi HAM, sampai pihak internasional mengakui HAM Indonesia, sehingga mendapat kesempatan kembali di PBB sebagai bagian dari Bidang HAM.
Bukti kebaikan HAM di Indonesia, juga terlihat saat pandemi Covid-19. Satu contohnya, di akhir tahun ini di beberapa daerah, baik provinsi dan kabupaten kota, masyarakat melaksanakan haknya memilih kepala daerah dengan berjalan baik dan aman.
Menlu Retno Marsudi, dalam sambutannya, menjelaskan, Indonesia kembali terpilih menjadi angota PBB dalam Bidang HAM. Beberapa hal yang diupayakan Indonesia untuk memperjuangkan, yakni Indonesia dan Australia mengusulkan peningkatan perhatian kepada perempuan dengan mendobrak PBB, yang disetujui 31 angota PBB. Indonesia di masa pandemi juga menggebrak PBB untuk memberikan HAM bagi pelaut.
“Bahkan pada 2021, Indonesia juga akan mengajukan pengakuan untuk penyandang disabilitas, agar mendapat kan hak-hak asasinya,” bebernya.
Sementara Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut, menyerahkan piagam penghargaan daerah Peduli HAM kepada 16 kabupaten kota di Sumut. Terdiri dari 12 kabupaten, masing-masing Langkat, Asahan, Batubara, Deliserdang, Karo, Labuhanbatu Utara, Padanglawas, Padanglawas Utara, Papak Bharat, Samosir, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Serta 4 kota, yakni Binjai, Pematangsiantar, Sibolga, dan Tebingtinggi. (yas/saz)
RELOKASI: Gereja HKBP Sikem Resort Parongil di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, dikabarkan akan direlokasi, akibat pembangunan lokasi penampungan limbah PT DPM.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sikem, Resort Parongil, di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, dikabarkan akan direlokasi. Hal ini akibat adanya pembangunan tempat pembuangan limbah milik PT Dairi Prima Mineral (DPM).
RELOKASI: Gereja HKBP Sikem Resort Parongil di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, dikabarkan akan direlokasi, akibat pembangunan lokasi penampungan limbah PT DPM.
Informasi rencana relokasi Gereja HKBP Sikem ini, dibenarkan seorang jemaat gereja, Marihot Manurung (33), Selasa (15/12). Marihot yang juga Kepala Dusun 4, Desa Longkotan, menjelaskan, ada pembicaraan di kalangan jemaat terkait pemindahan gereja, karena adanya pembangunan bendungan untuk penampungan limbah PT DPM.
Dia mengatakan, secara resmi belum ada pemberitahuan dari pimpinan Gereja HKBP Sikem, ataupun pembahasan antara jemaat atau pengurus Gereja HKBP Sikem, dengan PT DPM.
Namun diakui, informasi pemindahan gereja itu sudah santer terdengar dan diperbincangkan di kalangan jemaaat.
Lebih lanjut Marihot mengatakan, pada dasarnya jemaat yang berjumlah 47 kepala keluarga (KK) tidak keberatan gereja dipindah. Asalkan tempat relokasinya, harus lebih nyaman dari pencemaran limbah.
“Aman, tempatnya strategis, dan tidak jauh dari jangkauan jemaat,” harap Marihot.
Sebelumnya, menurut Marihot, 6 pengurus Gereja HKBP Sikem mundur dari jabatan. Alasan mereka mundur pada November 2020 lalu, masih belum diketahui. Karena itu, urusan
peribadatan diambilalih oleh Sintua Resort HKBP Parongil.
Sementara itu, seorang pengurus Gereja Sintua HKBP Sikem, Perry Sinaga, yang dikonfirmasi lewat telepon selular, membenarkan dia dan rekan sesama pengurus gereja yang berjumlah 6
orang, memilih mundur. Menurutnya, alasan mereka mundur karena adanya gejolak terkait pemindahan gereja.
“Untuk menghindari hal tidak baik serta menjaga kekondusifan di antara jemaat, kami mundur. Pada hakikatnya, sebagian besar jemaat bersedia gereja dipindahkan, tapi tempat gantinya
harus strategis dan mudah dijangkau jemaat, serta tidak berada di lokasi hutan lindung,” pungkasnya. (rud/saz)
DISEGEL: Satpol PP Kabupaten Dairi menyegel bangunan mes milik PT DPM di Dusun Huta Ginjang, Desa Polling Anak-Anak, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, karena tidak memiliki IMB.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Mes PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Dusun Huta Ginjang, Desa Polling Anak-Anak, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, terus berlanjut meski tak punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
DISEGEL: Satpol PP Kabupaten Dairi menyegel bangunan mes milik PT DPM di Dusun Huta Ginjang, Desa Polling Anak-Anak, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, karena tidak memiliki IMB.
Koordinator Pekerja PT Sanwa Prefab Tecnology (SPT), yang merupakan aplikator PT DPM, Firman mengatakan, pihaknya terus bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan mes milik perusahaan tambang timah hitam tersebut.
Dia mengaku, tidak tahu menahu soal pembangunan mes belum memiliki IMB.
“Sebagai aplikator PT DPM, sesuai kontrak kerja dan perintah pimpinan, kami tetap bekerja,” ungkap Firman saat ditemui wartawan di lokasi pembangunan mes, Selasa (15/12).
Firman juga menyebutkan, perusahaannya akan menyelesaikan pembangunan 25 unit mes serta kantin, untuk karyawan warga negara Indonesia, dan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.
“Sekarang sudah selesai kami kerjakan sebanyak 20 unit. Kami tetap bekerja, sampai sekarang tidak ada surat atau pemberitahuan dari pimpinan, untuk penghentian pekerjaan,” jelasnya lagi.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dairi, Eddy Banurea mengatakan, sudah melakukan penyegelan dan pemberhentian pekerjaan mes PT DPM.
“Tadi sudah kami segel siang tadi (kemarin, red). Dan sudah kami hentikan pengerjaannya. Supaya karyawan tidak bisa bekerja sebelum IMB diurus,” pungkasnya. (rud/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Tanjung Morawa membubarkan kegiatan perlombaan Hias Nusantara Make Up Competition, Selasa (15/12). Alasan membubarkan kegiatan itu karena melanggar protokol kesehatan dengan adanya seratusan orang baik peserta maupun pengunjung yang berkerumun pada kegiatan yang diselenggarakan di Dusun III Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa.
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin mengatakan, pembubaran kegiatan itu atas laporan anggota yang bertugas berpatroli memantau situasi di masa pandemi saat ini.”Sewaktu anggota berpatroli, didapati ada kegiatan perlombaan hias yang dimaksud peserta dan pengunjung cukup banyak sehingga menyebabkan kerumunan,” ujar Sawangin.
Selanjutnya, kata Sawangin, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan panitia. Kemudian ditanya soal perizinan menggelar kegiatan mengundang massa, ternyata tidak ada izin.”Selain panitia tidak mengantongi izin penyelenggaraan kegiatan, Polsek Tanjung Morawa juga memang tidak menerbitkan atas penyelenggaraan kegiatan tersebut,” paparnya.
Setelah itu, kata Sawangin, pihaknya kemudian membubarkan kegiatan hias mengingat ada pelanggaran protokol kesehatan. “Kami membubarkan kegiatan hias itu karena banyak pelanggaran. Ini juga untuk mengantisipasi klaster penyebaran virus Corona baru dari kegiatannya,” pungkasnya. (mbo/ila)
SUASANA: Suasana di meja resepsionis Grand City Hall Hotel Medan Jalan Raden Saleh, tampak menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Senin (14/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), masyarakat Kota Medan dan Sumatera Utara pada umumnya, diajak untuk mulai bergairah liburan. Minimal liburan dekat rumah atau LDR. Selama LDR pula, masyarakat mesti mempertimbangkan lokasi tujuan yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
SUASANA: Suasana di meja resepsionis Grand City Hall Hotel Medan Jalan Raden Saleh, tampak menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Senin (14/12).
Untuk lokasi LDR paling memungkinkan terutama bersama keluarga, staycation dan hotel-hotel dapat menjadi pilihan tepat. Di Kota Medan sendiri, saat ini sudah banyak hotel yang kembali membuka operasional dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Bahkan ada salah satu hotel yakni; Grand City Hall Medan di Jalan Raden Saleh, tetap eksis beroperasi sebelum atau sesudah masa AKB diberlakukan pemerintah. Hotel yang sebelumnya bernama Grand Aston City Hall Medan tersebut kini lebih baik dalam melayani para tamu terutama agar disiplin menegakkan protokol kesehatan.
Sumut Pos pada Senin sore (14/12), berkesempatan melihat langsung prokes yang ditetapkan pada hotel yang terletak di jantung ibukota Provinsi Sumut tersebut. Mulai dari pintu masuk, penyemprotan hand sanitizer; cek suhu badan oleh petugas bagi setiap tamu; hingga wajib mengenakan masker.
Petugas resepsionis yang melayani tamu ketika hendak check in pun, memakai alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Di depan meja resepsionis, ada dibuat tanda untuk jaga jarak. Hand sanitizer di meja resepsionis pun tampak tersusun rapi. Sembari check in, tamu diminta menandatangani Health Declaration Form. Yakni ketentuan bahwa di hotel tersebut sangat ketat dalam menerapkan prokes Covid-19.
Selanjutnya setelah urusan check in selesai, tamu diminta mencuci tangan menggunakan hand sanitizer. Pengaturan jaga jarak juga terlihat pada lift di hotel itu. Maksimal yang boleh masuk hanya lima orang. Bahkan setiap pintu masuk lift, hand sanitizer tampak tersedia. Housekeeping hotel pun demikian. Senantiasa kenakan APD lengkap untuk melayani setiap tamu.
Menurut Lisa Ngadio, Director of Sales & Marketing Grand City Hall Hotel & Serviced Residence Medan, pihaknya sejak sebelum penerapan AKB berlaku, sudah melaksanakan prokes Covid-19 secara ketat. Bahkan diakuinya, operasional hotel tetap berjalan saat virus Corona masih ganas-ganasnya.
“Apalagi kami punya beberapa karyawan yang tidak bisa pulang ke negaranya karena pandemi. Alhasil dari pertimbangan tersebut kami putuskan operasional tetap jalan walaupun kondisinya sangat sulit,” ujarnya didampingi Sandra Darmosumarto selaku PIC&PR tiket.com di hotel tersebut.
Dampak pandemi, Grand City Hall Medan merumahkan hampir 60 persen karyawannya. Bahkan di jajaran direksi, ungkap Lisa, mereka harus rela dipotong gajinya guna menutupi biaya operasional hotel setiap hari. “Walau begitu kami tidak sempat tutup meski yang lainnya memutuskan berhenti operasional. Terlebih saat di Mei, Juni, dan Juli lalu. Itu periode yang sangat sulit bagi kami,” tuturnya.
Mengenai prokes, ia mengamini pihaknya sudah menerapkan anjuran dari pemerintah. Bahkan oleh Pemko Medan, pihaknya merupakan salah satu hotel yang telah diberi rekomendasi untuk beroperasi di tengah pandemi Covid-19. “Form isian yang kami berikan, adalah bentuk bahwa kami telah melakukan protokol kesehatan. Karenanya setiap tamu juga wajib menegakkan disiplin protokol kesehatan tersebut,” katanya.
Selain menyediakan kelengkapan 3M yang antara lain untuk mencuci tangan dan jaga jarak, pihaknya juga konsisten dalam meminimalisir dampak kerumuman massa. Antara lain adanya pembatasan tamu dalam setiap acara. Jika sebelumnya dari total ruangan sedikitnya 50% saja yang boleh masuk, kini lebih dikurangi lagi sampai 35%. Begitupun pihaknya tetap mengikuti anjuran dari pemerintah.
“Bahkan untuk di kolam renang saja, kami membatasi tidak boleh lebih dari 12 yang boleh masuk. Inilah salah satu bentuk bahwa kami serius dalam menerapkan prokes. Di sisi lain memang luar biasa memang dampak Covid-19 ini, dan bukan hanya kami di bidang hotel yang kena tetapi seluruh sektor juga demikian. Namun menurut kami sejak November hingga Desember ini, mulai kembali ada gairah kami bekerja. Seiring kondisi yang mulai membaik ini, tamu pun mulai berdatangan untuk menetap di hotel kami,” pungkasnya.
Sandra Darmosumarto mengatakan, sebagai perusahaan pionir Online Travel Agency (OTA) di Indonesia, tiket.com
terus menjadi yang terdepan dalam menghadirkan inovasi program dan layanan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pelanggannya saat berlibur pada masa AKB.
“Tiket.com berkomitmen penuh untuk bahu membahu dalam memulihkan industri pariwisata Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan
sesuai anjuran pemerintah. Sebagai bentuk inovasi dan dukungan kepada pemerintah dan industri pariwisata Indonesia, tiket.com
menghadirkan kampanye Liburan Dekat Rumah dan jajaran fitur yang relevan dalam mengakomodir pelanggan dalam berpergian dan berwisata di masa pandemi agar pelanggan dapat berlibur dengan
rasa aman dan nyaman, salah satunya adalah tiketCLEAN,” katanya.
Program LDR ini merupakan salah satu upaya dan dukungan dari tiket.com untuk memulihkan pariwisata domestik terdampak pandemi Covid-19. tiket.com mengajak masyarakat untuk lebih bangga menjadi turis di dalam negeri, khususnya di wilayah Sumut.
“Sumut memiliki daya tarik wisata kuliner dan kultur historis yang bernilai tinggi. Dengan komitmen tinggi khususnya dari pemerintah daerah, serta dukungan industri pariwisata untuk mendatangkan wisatawan domestik pun semakin gencar dengan terus disiplin dalam mempraktekkan protokol kesehatan ketat. So, tunggu apalagi, ayo LDR dan jangan takut Covid-19,” seru Sandra. (*)