24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3804

Karen Nijsen Cium Mesra Gading Marten

SUMUTPOS.CO – Nama Karen Nijsen tiba-tiba saja menjadi perbincangan banyak orang. Hal tersebut dikarenakan Karen Nijsen yang mencium kening Gading Marten dengan mesra.

Hal tersebut terlihat dalam Instagram Stories milik Karen Nijsen. Tidak ada tulisan yang disematkan kala itu. Hanya gambar yang begitu jelas saat Karen Nijsen terlihat mencium kening Gading Marten.

Gading Marten pun tersenyum kala itu. Postingan ini langsung menyebar ke banyak akun media sosial. Dan membuat ricuh netizen yang mengetahui kemesraan tersebut.

Tak hanya lengket dengan Gading Marten, Karen tampaknya juga sangat akrab dengan anak-anak. Di foto yang lain, ia terlihat memeluk seorang anak kecil di pangkuannya. Melihat sisi lembut dari Karen, netizen pun langsung kompak memberikan dukungan.

“Yang ini lebih cantik, cocok,” tulis @bebyayu10.

“Buang Gisel malah dapat berlian mantap banget,” sahut yang lainnya.

“Papa gading berhak bahagia,” komen akun vie***.

“Seleranya bukan kaleng kaleng,” beber akun shet***.

“Gils cantiik banget ceweknyaa,” jelas akun het***.

“Omgggg kok aku ikut bahagiaa ya,” ungkap akun jer****.

Beberapa kali, unggahan Karen Nijsen ini pun diberikan emoticon hati oleh Gading Marten. Ungkapan kedekatan dengan Gading Marten dengan Karen Nijsen ini beberapa waktu lalu pernah disinggung beberapa teman Gading Marten, salah satunya adalah Uus.

Saat tengah bergurau, Gading Marten memperlihatkan tato miliknya. Ia pun menunjukkan salah satu tato miliknya yang disebut sebagai happines.

“Ini happines nih artinya,” ucap Gading Marten dengan menunjuk salah satu tatonya.

“Iya, iya, berarti happy lo ada di bahu doang ya?” canda Uus yang ada di sebelah Gading Marten. “Ya kan sekarang sudah ada yang nyender,” papar Gading Marten yang bikin semua orang bergembira.

“Nyender tatonya belum sembuh, ditepak ceweknya!” beber Uus seraya tertawa.

Setelah cerai dari Gisel, pesona Gading Marten memang tidak pernah habis. Dirinya selalu disangkut pautkan dengan beberapa nama perempuan.

Beberapa di antaranya adalah Luna Maya, Sophia Latjuba dan juga masih banyak perempuan cantik yang kerap disebut-sebut menjadi calon ibu sambung Gempita. Tapi Gading Marten mengatakan semua itu hanyalah teman. (dtc/kpl/ram)

Kurir 5 Kg Sabu Dituntut 20 Tahun Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Buha Reo Saragi menuntut terdakwa Ilham (30), selama 20 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini, dinilai terbukti menjadi kurir sabu seberat 5 kilogram (kg), dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (14/12).

Dalam nota tuntutannya, terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, agar menjatuhkan terdakwa Ilham selama 20 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara,” ucapnya di hadapan Hakim Ketua, Dahlia Panjaitan.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari penasihat hukum terdakwa.

Mengutip surat dakwaan JPU, pada 21 Mei 2020, lima petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan, mendapat informasi yang menyebutkan di Hotel Kenanga Jalan SM Raja seorang bernama Dodi Sitorus (DPO) memiliki Narkotika jenis sabu.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan pengintaian di Hotel Kenanga yang pada saat itu terdakwa Ilham bersama temannya bersama Dodi, menginap di kamar 111. Pada saat melakukan penggrebekan, petugas hanya mengamankan Ilham, sedangkan Dodi tidak berada di tempat.

Saat dilakukan pengeledahan di dalam kamar tersebut, ditemukan satu tas ransel warna hitam berisikan 5 bungkus plastik yang didalamnya terdapat sabu dengan berat 5 kg dari dalam lemari.

Saat dilakukan introgasi, terdakwa Ilham mengaku jika 5 kg sabu tersebut, merupakan milik Dodi Sitorus. Awalnya, terdakwa curiga Dodi membawa sabu tersebut, namun tidak berani untuk bertanya dikarenakan sering memberikan uang kepada terdakwa.

Dalam pengakuannya lagi, Dodi telah 2 tahun bekerja sebagai kurir dan menurut rencana sabu itu akan diantar ke Medan, namun tidak tahu kepada siapa akan diantar.

Selanjutnya, petugas membawa terdakwa berikut barang bukti ke Polrestabes Medan. (man/azw)

Sidang Komplotan Waria Pencuri Uang Teman Kencan: Rayu Korban di Kamar, Pelaku Lain Bongkar Jok Motor

KETERANGAN: Sidang komplotan waria pencuri uang teman kencan digelar di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Binjai, Senin (14/12).tedi/sumut pos.
KETERANGAN: Sidang komplotan waria pencuri uang teman kencan digelar di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Binjai, Senin (14/12).tedi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – BRAWI Atmaja Hutabarat (32), korban pencurian uang yang dilakukan komplotan waria Kota Binjai agak sungkan mengungkapkan tujuan datang ke kos para pelaku saat sidang di gelar di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Binjai, Senin (14/12). Dia menyatakan, hanya janjian ketemuan sama teman kencan ketika itu. “Ada janji sama teman kencan. Tapi begitu sampai, enggak sesuai,” kata Brawi kepada Ketua Majelis Hakim, Dedy.

KETERANGAN: Sidang komplotan waria pencuri uang teman kencan digelar di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Binjai, Senin (14/12).tedi/sumut pos.
KETERANGAN: Sidang komplotan waria pencuri uang teman kencan digelar di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Binjai, Senin (14/12).tedi/sumut pos.

Walau tidak sesuai, korban termakan rayuan Elsa yang merupakan waria, salah satu dari terdakwa. “Saya di dalam kamar, ada dua batang rokok juga habis waktu di kamar,” ujar dia.

Korban mengaku sudah ingin meninggalkan tempat tersebut. Namun, dia ditahan oleh Elsa. “Saya ditahan karena tidak bayar. Saya sudah kasih Rp100 ribu untuk uang kamar,” kata korban. Alhasil, korban merugi senilai Rp18 juta. “Uang itu hasil kutipan dari toko-toko kosmetik. Uang disimpan dalam jok kereta, mereka mengambilnya dengan cara dirusak,” beber korban yang sudah berstatus menikah ini.

Antara Elsa dan korban sebelumnya tidak pernah ketemu. Korban mengakui, baru kali ini ketemu dan berujung sial.

Selain korban, Surya yang merupakan sepupunya juga memberikan kesaksian. Tidak ada beda atas kesaksian Surya dengan korban.

Majelis hakim memberi kesempatan untuk memberi tanggapan atas keterangan korban. Terdakwa Anggun menepis kalau korban ditahan. “Tidak ada mau kencan. Cuma mau kenalan. Bukan saya yang maksa, teman saya yang maksa. Sisi (terdakwa) yang minta uang kamar,” sambung terdakwa Elsa.

Anggun menambahkan, mereka sering menerima tamu di kamar kos-kosan tersebut. Artinya, kos tersebut tidak hanya dijadikan tempat peristirahatan saja.

“Yang diminta (uang kamar) enggak dipatokan. Kadang Rp50 ribu atau Rp100 ribu,” beber Terdakwa Elsa.

Namun, majelis sempat heran maksud kata kencan. “Berhubungan seksual pak,” jawab Terdakwa Abel.

Para terdakwa bukan eksekutor atas lenyapnya uang korban. Menurut terdakwa, ada empat orang lagi yang belum ketangkap turut serta melakukan eksekusi uang korban. “Kami bukan ngambil, tapi diberi oleh empat orang yang lari,” tukasnya.

Majelis sedikit kesal melihat keterangan terdakwa berkelit. Karenanya, majelis menunda sidang untuk dilanjutkan pada Kamis (17/12) dengan agenda mendengarkan terdakwa.

Keenam terdakwa dimaksud masing-masing, Ahmad Sitepu alias Elsa (24) warga Desa Serbajadi, Sunggal; Hari Topan alias Sisi (23) warga Jalan T Imam Bonjol, Kelurahan Setia, Binjai Kota; Agung Winanda alias Cia (24) warga Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur; Hendra Atmaja alias Abel (29) warga Jalan Rahimin, Lingkungan VI, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur; Dandi Jalo Priyono alias Ayu (22) warga Dusun Rejosari, Desa Bekiun, Kuala, Langkat dan Toni Sembiring alias Anggun (26) warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur. Keenam terdakwa didakwa Pasal 363 ayat (1), (4) dan ke 5 KUHP. (ted/azw)

8 Tahanan Kabur, Kapolres Sergai dan Anggota Diperiksa Polda Sumut

DELSISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang diperiksa oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara Sumatera Utara (Polda Sumut), terkait kaburnya delapan tahanan dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Serdang Bedagai beberapa waktu lalu.

Selain AKBP Robin Simatupang, Bidang Propam Polda juga memeriksa tujuh anak personel Polres Sergai.

“Kemarin kita periksa terkait tahanan yang kabur,” kata Kepala Bidang (Kabid) Propam Polda Sumut, Kombes Pol Donal Simanjuntak saat ditemui wartawan di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Senin (14/12).

Donal mengatakan, saat ini tim masih mendalami pemeriksaan terhadap petugas piket Polres Sergai.

Nantinya, akan ada sanksi yang diberikan kepada Kapolres dan jajaran yang telah lalai dalam menjalankan tugas. Di mana, tahanan sampai kabur dengan menjebol sel. “Nanti akan ada sanksi yang diberikan setelah proses pemeriksaan ini selesai,” ucapnya.

Dari delapan orang yang berhasil melarikan diri baru empat orang saja yang berhasil ditangkap kembali, Minggu (6/12). Sedangkan empat orang lainnya masih berkeliaran. Termasuk otak pelaku perencana penjebolan sel.

Informasi yang dihimpun, empat orang yang sudah ditangkap kembali yakni Putra Agus Pratama alias Tama (20), Reza Pratama alias Reza (16), M. Arifin alias Rifin (33 thn) serta Misdarwansyah Lubis alias Iwan (28). Mereka ditangkap di tempat terpisah dan dalam waktu yang berbeda-beda. Mereka langsung berpencar ketika berhasil keluar dari area lingkungan Polres pada 22 November lalu.

Para tahanan yang kabur ini terlibat kasus narkoba dengan kasus yang berbeda-beda. Diduga para tahanan bisa kabur setelah menjebol plafon kamar mandi. (bbs/azw)

Gara-gara Kendaraan Saling Menyerempet, Todong Polisi dengan Softgun, Pelaku Ditangkap

TERSANGKA: Firman Junius Ginting (40) warga Jalan Glugur Rimbun, Desa Telagasari Sunggal Deliserdang diboyong ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Delitua setelah babak belur dihajar massa, Minggu (13/12).dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Firman Junius Ginting (40) warga Jalan Glugur Rimbun, Desa Telagasari Sunggal Deliserdang diboyong ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Delitua setelah babak belur dihajar massa. Firman diteriaki perampok usai mengancam anggota polisi dengan senjata softgun, Minggu (13/12) malam.

TERSANGKA: Firman Junius Ginting (40) warga Jalan Glugur Rimbun, Desa Telagasari Sunggal Deliserdang diboyong ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Delitua setelah babak belur dihajar massa, Minggu (13/12).dewi/sumut pos.

Kapolsek AKP Zulkifli Harahap melalui Kanit Reskrim Iptu Martua Manik, Senin (14/12), menyebutkan, pelaku diduga melakukan pengancaman dengan menggunakan softgun terhadap korban bernama Gamal Ginting (22), warga Jalan Jamin Ginting, Gang Bunga Pancur Siwah, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Pelaku sudah diamankan warga sebelumnya, lalu kita jemput dan kemudian diboyong ke komando bersama korban untuk menjalani proses sesuai UU yang berlaku,” katanya.

Dijelaskannya, kejadiannya di Jalan Jamin Ginting, kilometer 8 tepatnya di depan BNK Sumut Simpang Kwala, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. “Kebetulan korban adalah seorang anggota kepolisian,” jelasnya.

Kejadian itu, lanjut Manik, bermula dari diserempetnya sepeda motor korban oleh pelaku yang mengendarai mobil Feroza saat melintas dari Jalan Jamin Ginting depan Royal.

Karena korban seorang anggota kepolisian, tambahnya, lalu korban pun mengejar pelaku. Namun korban terkejut saat pelaku mengeluarkan senpi dan mengacungkannya.

“Sambil mengacungkan senpi softgun itu, pelaku menghardik korban ‘apa kau’. Korban kaget dan tak berani lebih jauh lagi terhadap pelaku yang kemudian pergi meninggalkan pelaku bersama seorang wanita yang berada di mobil pelaku tersebut,” paparnya.

Tetapi, korban tidak kehilangan akal dan melempar mobil pelaku menggunakan batu, sehingga membuat pelaku semakin emosi. Tersangka akhirnya turun dari mobil, lalu kembali mengejar korban menggunakan senpi tersebut.

“Sambil berlari korban berteriak ‘rampok’ hingga warga setempat melihat kejadian itu dan mengejar pelaku,” paparnya.

Selanjutnya, setelah warga mengamankan pelaku lalu menghubungi pihak kepolisian. Pelaku yang diamankan warga tersebut sempat babak belur dihajar massa dan dibawa ke RS Bhayangkara, Medan. (mag-1/azw)

Polsek Medan Kota Gelar Ops Antisipasi Begal dan Geng Motor

dewi/sumu tpos APEL: Polsek Medan Kota apel sebelum Ops Antisipasi Begal, Genk Motor, 3C, Sabtu (12/12).
dewi/sumu tpos APEL: Polsek Medan Kota apel sebelum Ops Antisipasi Begal, Genk Motor, 3C, Sabtu (12/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Kota menggelar Ops Antisipasi Begal, Genk Motor, 3C ( (Curas, Curat dan Curanmor), di pelataran Mapolsek Medan Kota, Sabtu (12/12) malam. Operasi tersebut digelar setiap Sabtu malam.

dewi/sumu tpos APEL: Polsek Medan Kota apel sebelum Ops Antisipasi Begal, Genk Motor, 3C, Sabtu (12/12).
dewi/sumu tpos APEL: Polsek Medan Kota apel sebelum Ops Antisipasi Begal, Genk Motor, 3C, Sabtu (12/12).

“Operasi ini bertujuan untuk meminimalisir kejahatan di wilayah hukum Polsek Medan Kota. Apalagi saat ini, kejahatan sudah mulai sangat meresahkan masyarakat, terutama di akhir pekan seperti ini,” ujar Wakapolsek Medan Kota, AKP AW Nasution kepada Sumut Pos, saat ditemui di Mapolsek Medan Kota.

AW Nasution mengatakan, sebelum melakukan kegiatan operasi, pihaknya terlebih dahulu melakukan Apel Antisipasi Begal, Genk Motor, 3C dan lainnya. “Hal ini sesuai perintah dari pimpinan, yakni Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan SIK, guna memberikan arahan kepada seluruh personel yang mengikuti operasi. Kita menurunkan sebanyak 25 personel, dalam operasi kali ini (Sabtu, red),” jelasnya.

Adapun, lanjut Mantan Kanit Lantas Polsek Medan Kota itu, Operasi Antisipasi Begal, Genk Motor, 3C dan lainnya ini berlangsung sejak Sabtu, (12/12) pukul 21.00 WIB hingga Minggu (13/12) sekira pukul 05.00 WIB. “Kegiatan dikuti oleh Kanit dan Panit Reskrim Polsek Medan Kota, Kanit dan Panit Intel polsek Medan Kota serta personel Reskrim dan Lantas Polsek Medan Kota,” paparnya.

Dikatakannya, Operasi tersebut akan memantau situasi di wilayah hukum (wilkum) Polsek Medan Kota seperti Jalan SM Raja, Katamso, MT Haryono, Cirebon, Semarang, Pandu serta wilayah lainnya yang masuk dalam Wilkum Polsek Medan Kota.

“Dengan adanya operasi ini, harapan Pimpinan Kami, situasi kota Medan khususnya di wilkum Polsek Medan Kota tetap aman dan Kondusif,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Gubsu Tonton Film Dokumenter Drama Sisingamangaraja XII, Itulah Hebatnya Orang Batak…

TOR-TOR: Gubsu, Edy Rahmayadi menari Tor-Tor sebelum menyaksikan pemutaran perdana film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII garapan Adventure Documentary Festival Academy (ADFA), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman 41 Medan, Sabtu (12/12) malam. prans/sumut pos.
TOR-TOR: Gubsu, Edy Rahmayadi menari Tor-Tor sebelum menyaksikan pemutaran perdana film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII garapan Adventure Documentary Festival Academy (ADFA), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman 41 Medan, Sabtu (12/12) malam. prans/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyaksikan pemutaran perdana film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII garapan Adventure Documentary Festival Academy (ADFA), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman 41 Medan, Sabtu (12/12) malam. Melalui film ini, diharapkan ada upaya menggali dan menghasilkan tayangan sejarah yang lebih dalam dan menarik.

TOR-TOR: Gubsu, Edy Rahmayadi menari Tor-Tor sebelum menyaksikan pemutaran perdana film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII garapan Adventure Documentary Festival Academy (ADFA), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman 41 Medan, Sabtu (12/12) malam. prans/sumut pos.
TOR-TOR: Gubsu, Edy Rahmayadi menari Tor-Tor sebelum menyaksikan pemutaran perdana film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII garapan Adventure Documentary Festival Academy (ADFA), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman 41 Medan, Sabtu (12/12) malam. prans/sumut pos.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPP Keluarga Pomparan Si Raja Oloan Brigjen TNI (Purn) Tarida H Sinambela, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Tokoh Masyarakat Datuk Syamsul Arifin, RE Nainggolan, Sanggam Bakara, serta para keturunan Sisingamangaraja XII dan tokoh adat lainnya.

“Sejarah ini (film) juga kan untuk memotivasi anak bangsa. Perjuangan para pahlawan ini kan meningkatkan nilai-nilai kebangsaan kita. Kalau ini (film Sisingamangaraja XII) dijadikan enak dan nyaman ditonton rakyat, nilai sejarah itu jadi tersaring, dapat diterima anak cucu kita,” ujar Gubernur didampingi Plt Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua, Kadis Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumut Halen Purba, Staf Ahli Binsar Situmorang dan Kabiro Umum Achmad Fadly.

Gubsu menceritakan sedikit sejarah kepahlawanan Sisingamangaraja XII yang selama ini menjadi bagian dari pelajaran sejarah di sekolah. Mulai dari komitmen, kerja keras, kesetiaan dan kerelaan berkorban demi mempertahankan tanah leluhur dari penjajahan Belanda, hingga wafat saat berperang melawan penjajah. Cerita tersebut kemudian menjadi catatan bagi Gubernur melihat kehebatan dan kegigihan orang Batak. “Itulah hebatnya orang Batak. Kalau sudah turun, kepalang tanggung, basah sekalian. Bahkan Batak ini punya lagu kebangsaan,” kata Edy, yang kemudian menyanyikan lagu O Tano Batak, dipandu pembawa acara Lamhot.

Edy pun mengakui bahwa nama besar suku Batak seperti menjadi simbol bagi Sumut, khususnya Kota Medan. Untuk itu, ia berharap sejarah pahlawan dari Sumut seperti Sisingamangaraja XII dan lainnya bisa dikenang dan dihargai oleh rakyat, contohnya dengan pembuatan film yang menarik dan lebih menyentuh. Sebab baginya, bangsa yang besar adalah yang menghargai sejarah. “Sampai-sampai kalau dibilang darimana asalnya, dari Medan, oh… orang Batak. Mari kita besarkan ini, menjadi kebanggaan bagi kita. Kita bangga menjadi Sumatera Utara, menjadi orang Batak,” kata Edy.

Tokoh Masyarakat, Brigjend TNI (Purn) Tarida H Sinambela dalam sambutannya mengatakan, Sisingamangaraja XII dikenal sebagai pemimpin besar, pemimpin masyarakat, pemuka agama serta raja yang juga bisa berperan sebagai tabib. Selama kurang lebih 29 tahun berjuang melawan penjajah bersama para pengikutnya yang rela berkorban, termasuk sejumlah tempat turut dibumihanguskan saat itu.

“Cukup banyak yang berkorban, keluarga di sekitar Bakara banyak dibumihanguskan. Pejuang yang lain juga seperti di Balige dan Laguboti. Kami mohon maaf tidak bisa menyebutkan semua nama-nama pejuang yang ikut berjuang,” kata Tarida.

Sisingamangaraja XII sendiri, lanjut Tarida, dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Soekarno pada tahun 1961. Dilanjutkan dengan pendirian tugu Sisingamangaraja XII di kawasan Teladan Medan.

“Sebagai penghormatan, kami membuat film dokumenter perjuangan Sisingamangaraja XII. Beliau gugur, namun hingga akhir hayatnya, beliau tidak mau menyerah,” kata Tarida, yang juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang telah memfasilitasi pemutaran film tersebut.

Selain itu, Tokoh Masyarakat Sumut Datok Syamsul Arifin mengapresiasi pemutaran film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII tersebut. Sebab pahlawan ini menurutnya tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi dunia, sebagaimana Sumut yang dikenal sebagai daerahnya orang Batak.

“Orang Batak ini seperti batang ubi, dimana diletakkan bisa hidup. Itulah kenapa Sumut ini dikenal sebagai orang Batak,” sebut Syamsul, yang juga mantan Gubernur Sumut ini.

Sedangkan terkait perhatian Gubernur terhadap sejarah dan juga pariwisata Danau Toba, Syamsul Arifin menyebutkan, kepemimpinan Edy Rahmayadi patut diapresiasi. Sebab memimpin Sumut harus penuh keseriusan dan keberanian. Karena itu, tidak akan mudah mencari sosok pemimpin pemerintahan seperti Edy.

“Mencari orang seperti Pak Edy ini sangat sulit. Karena beliau ini tidak ada takutnya. Saya kenal Pak Gub (Gubernur) ini waktu masih Letkol, dan memang begini orangnya. Tetapi pribadinya sangat baik. Maka saya atas nama tokoh masyarakat mengucapkan terima kasih telah menyiapkan tempat kepada abang saya ini (Tarida Sinambela),” pungkasnya.

Acara nonton film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII pun diisi dengan kegiatan kuis dengan menjawab pertanyaan seputar film yang dipandu pembawa acara, Lamhot. Ditutup dengan foto bersama dan saling bertukar cendera mata antara Gubernur dan Ketua DPP KP Si Raja Oloan. (prn/ila)

FOTO

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menghadiri pemutaran film dokumenter sejarah Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman 41 Medan, Sabtu (12/12/2020) malam. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut : Veri Ardian)

Korban Banjir Tanjung Selamat Ngambang di Sungai Belawan

istimewa/sumu tpos DITEMUKAN:Korban banjir Tanjung Selamat bernama Herman Asmen, ditemukan di Sungai Belawan.
istimewa/sumu tpos DITEMUKAN:Korban banjir Tanjung Selamat bernama Herman Asmen, ditemukan di Sungai Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Identitas mayat pria yang ditemukan mengambang di Sungai Belawan, tadi pagi, akhirnya terungkap. Setelah melalui rangkaian autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, jenazah tersebut dipastikan Herman Asmen, salah satu korban tewas banjir yang melanda kompleks perumahan De Flamboyan, Desa Tanjung Selamat.

istimewa/sumu tpos DITEMUKAN:Korban banjir Tanjung Selamat bernama Herman Asmen, ditemukan di Sungai Belawan.
DITEMUKAN:Korban banjir Tanjung Selamat bernama Herman Asmen, ditemukan di Sungai Belawan.istimewa/sumu tpos.

Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. “Berdasarkan hasil Otopsi RS Bhayangkara Medan maka dinyatakan jasad yang ditemukan di Sungai Belawan pagi tadi adalah Herman Asmen (laki-laki) usia 49 tahun, alamat Komplek De Flamboyan, Jalan Flamboyan Raya, “ ujar Humas SAR Medan, Sariman Sitorus, Sabtu (12/12).

Kata dia, Herman Asmen adalah korban banjir di Komplek D Flamboyan yang sempat hilang selama beberapa hari lalu. Seperti diberitakan, pagi tadi sekitar pukul 08.25 WIB, satu jasad berjenis kelamin pria ditemukan di Sungai Belawan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang. SAR Kota Medan langsung menerjukan 8 orang personel begitu mendapati informasi tersebut. Setibanya di lokasi tim langsung mengevakuasi korban ke darat dan membawahnya ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani optopsi, sekaligus untuk diperlihatkan kepada pihak keluarga korban banjir Tanjung Selamat. (mbc/ila)

USU Lakukan Pengabdian pada Masyarakat di Pajak Halat Medan

pajakmedan.com Solusi Belanja #dirumahaja

MEDAN, SUMUTPOS.CO – LEMBAGA Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) melakukan pengabdian pada masyarakat di Pasar Halat Medan. Kepada para pedagang di Pasar Halat, Ketua Tim Pengabdian pada Masyarakat USU Dr Ir Sri Fajar Ayu MM dengan anggota Meutia Nauly S Psi MPsi memperkenalkan desain aplikasi pajakmedan.com karya civitas akademika USU sebagai suatu solusi belanja #dirumahaja dalam situasi wabah Covid-19 di Kota Medan.

PENGABDIAN MASYARAKAT: Pedagang yang tergabung dalam pajakmedan.com bersama Dr Ir Sri Fajar Ayu MM (ketua pengabdian)
dan Meutia Nauly SPsi MPsi (anggota pengabdian).

Desain aplikasi ini sebagai solusi mengatasi dampak pandemi terhadap pedagang pasar tradisional. ”Survei awal dilakukan pada empat pasar tradisional di Simpanglimun, Sukaramai, Denai dan Halat. Pasar Halat secara rata-rata mendapati penurunan paling tinggi. Dari 10 pedagang yang diwawancarai, 90 persen telah menggunakan smartphone android. Sebanyak 90 persen yang diwawancarai setuju dan sepakat menerapkan platform yang ditawarkan,” kata Sri Fajar Ayu.

Ia mengutarakan bahwa untuk download aplikasi pajakmedan.com dapat dibuka dari aplikasi playstore. Aplikasi pajakmedan.com ini memiliki fitur mencari belanjaan, keranjang belanja, pembayaran, tracing belanjaan, profil, informasi, promo serta pendukung: space, login dan registrasi.

Tampilan home page menunjukkan bahwa pajakmedan.com sebagai solusi praktis dengan menampilkan produk unggulan dan paling laku. Disamping itu ditampilkan testimoni dan mengapa harus memilih belanja di pajakmedan.com, blog dan alamat kantor.

Sri Fajar Ayu menjelaskan bahwa pembuatan desain pajakmedan.com menggunakan dua platform yaitu berbasis kepada mobile dan website. Platform pertama menggunakan aplikasi mobile dengan menggunakan beberapa software android studio, adobe ilustrator dan figma.

Sedangkan platform kedua menggunakan aplikasi website dengan software visual studio kod. Bahasa pemograman pada aplikasi mobile adalah XML, Java. Bahasa pemograman untuk aplikasi website adalah PHP dengan framework Larafel 7. (dmp)

USU Laksanakan Pengabdian pada Masyarakat di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – LEMBAGA Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) melaksanakan pengabdian pada masyarakat di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Kelurahan Terjun ini pun oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat USU dijadikan sebagai model kelurahan siaga dalam menghadapi Covid-19. Permodelan dilakukan dengan memberdayakan masyarakat dalam forum siaga Covid-19.

KERJA SAMA: Dekan FKM USU Prof Dr Ida Yustina MSi dengan Camat Medan Marelan Muhammad Yunus.

Ketua Tim Pengabdian pada Masyarakat USU Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD mengutarakan bahwa di Kelurahan Terjun ini pihaknya antara lain melakukan kegiatan pendataan kesehatan warga, mencari faktor penyebab penularan Covid-19, potensi wilayah, musyawarah masyarakat, menyusun kegiatan dan pelaksanaan serta keberlangsungan kegiatan.

”Kita menyosialisasikan prilaku hidup sehat sebagai bentuk penguatan kapasitas anak dan keluarga dengan mencuci tangan pakai sabun, kelestarian lingkungan dan cara membuat sanitizer,” sebut Destanul Aulia kepada Sumut Pos di Medan, Sabtu (12/12).

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU Prof Dr Ida Yustina MSi dengan Camat Medan Marelan Muhammad Yunus.

Camat Medan Marelan Muhammad Yunus mengapresiasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di Kelurahan Terjun. ”Kegiatan ini sangat positif. Para peserta yang merupakan kader kelurahan diharapkan dapat menerapkan kembali pembelajaran yang diperoleh kepada masyarakat,” harap camat.

Kepala Puskesmas Marelan dr Tissa Hasibuan juga memberi apresiasi atas kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan USU. Dalam pencegahan Covid-19 pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan Koramil 10 ML agar tidak ada penolakan dari masyarakat. (dmp)