BERSAMA: Komunitas Ecosmo Medan foto bersama anak-anak korban bencana banjir usai menyerahkan bantuan di Kelurahan Sukaraja,Medan Maimun. Minggu (6/12).istimewa/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musibah banjir yang melanda 10 kecamatan di Kota Medan pada Jumat (4/12) kemarin, memantik perhatian dan rasa kepedulian elemen masyarakat terhadap warga terdampak bencana Salah satu bentuk kepedulian tersebut datang dari Komunitas Ecosmo Medan, yang menunjukkan rasa kepedulian terhadap korban terdampak banjir di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (6/12).
BERSAMA: Komunitas Ecosmo Medan foto bersama anak-anak korban bencana banjir usai menyerahkan bantuan di Kelurahan Sukaraja,Medan Maimun. Minggu (6/12).istimewa/sumut pos.
Bantuan yang diberikan komunitas sepeda lipat tersebut berupa beras, gula, minyak, telur dan roti. Selain itu, ada juga tambahan bantuan kepada anak-anak berupa jajanan seperti milo dan tolak angin.
Ketua Ecosmo Medan, Rolly Sinaga mengatakan aksi sosial tersebut merupakan kali pertama yang pihaknya lakukan. “Ini bantuan pertama kali yang dilakukan oleh Ecosmo Medan. Bantuan ini kami arahkan ke Kelurahan Sukaraja karena teman kita kebetulan ada yang terkena dampak banjir di situ, jadinya sekalian kita arahkan bantuan ke sana,” ujarnya kepada Sumut Pos, Senin (7/12).
Pihaknya berharap kegiatan sosial seperti ini bisa terus dilakukan dan memberikan contoh kepada komunitas lainnya. Secara pribadi ia mengungkapkan, cukup terkejut dengan antusias para anggota Ecosmo Medan yang luar biasa dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Saya cukup terkejut dengan solidaritas dari teman-teman Ecosmo Medan, karena kita koordinasi hanya semalam tapi antusias kawan-kawan yang ngasih sumbangan luar biasa sehingga terealisasi,” katanya.
Anggota Komunitas Ecosmo Medan, Rozi menambahkan, terhadap warga terdampak banjir jangan larut dalam kesedihan dalam menyikapi bencana yang telah menimpa mereka. “Semoga warga Medan yang terdampak banjir tetap semangat dan menjalani hari-harinya dengan ceria,” ajak dia.
Di lokasi tersebut, Komunitas Ecosmo Medan tampak memberi penghiburan kepada anak-anak yang turut menjadi korban bencana banjir. Mereka mencoba meringankan beban hidup para anak di kelurahan tersebut, sehingga tidak larut dalam bencana yang mereka alami saat ini. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kawasan Medan Utara merupakan kawasan yang banyak terdapat industri dan pabrik. Namun, kenyataannya, banyak industri dan pabrik di kawasan itu tidak memiliki dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) maupun upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL)-nya.
Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai masih belum menunjukkan komitmen yang tegas dan kesungguhannya terhadap penyelesaian permasalahan pencemaran lingkungan di kawasan utara Kota Medan tersebut.
“Tiga dari empat Kecamatan di Kota Medan, yaitu Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan adalah sebagai kawasan industri dan pelabuhan, banyak terdapat bangunan gedung industri dan pabrik-pabrik berdiri di kawasan itu,” ungkap Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPRD Medan, Sudari ST, Senin (7/12).
Namun, kata Sudari, dalam pemberian izin mendirikan bangunan-bangunan dan izin usahanya, Pemko Medan tidak melaksanakan sesuai dengan aturan yang sebenarnya. Di mana, dalam pemberian izin mendirikan bangunan industri dan izin usaha, para pelaku usaha seharusnya terlebih dahulu melengkapi dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) maupun upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL)-nya.
Namun kenyataannya di lapangan, hal tersebut tidak mereka lakukan, tapi kemudian Pemerintah Kota Medan memberikan izin usaha dan mendirikan bangunan usaha mereka. “Sehingga, rumah industri, rumah sakit, hotel atau pabrik tidak terkontrol dan tidak terawasi limbah-limbah yang mereka hasilkan. Akibatnya tanah, air, udara dan lingkungan tercemar. Masyarakat di sekitar tersebut sangat dirugikan,” tegas Sudari.
Fraksi PAN, lanjut Sudari, mempunyai pandangan bahwa Pemko Medan wajib mengalokasikan anggaran yang memadai untuk membiayai kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta program pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.
Pihaknya juga meminta Pemko Medan membuat UPT laboratorium lingkungan yang terakreditas. Karena, Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, sudah selayaknya memiliki UPT laboratorium.
Hal tersebut, lanjut Sudari, berguna secara langsung untuk mengawasi dan menilai pencemaran yang dilakukan oleh pabrik-pabrik, rumah sakit, rumah industri, dan lainnya yang ada di Kota Medan. “Hal ini merupakan misi yang tertuang dalam RPJMD Kota Medan periode ke empat, yakni mewujudkan prasarana dan sarana kota yang modern, handal dan berwawasan lingkungan,” tegas Sudari.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Medan, HT Bahrumsyah menegaskan kepada Pemko Medan untuk meningkatkan pengawasannya terhadap izin-izin didirikannya bangunan yang nantinya beroperasi dan menyumbangkan dampak negatif pencemaran lingkungan.
“Kalau tidak ada AMDAL dan UKL nya, maka Pemko Medan harus tegas dalam untuk tidak memberikan izin mendirikan bangunan dan izin usahanya,” katanya.
Bahrum juga meminta agar Pemko Medan tidak melakukan pembiaran terhadap usaha-usaha yang sudah berjalan namun tidak sesuai prosedur yang ada. “Jadi selain ada langkah pencegahan, juga harus ada langkah penindakan,” pungkasnya. (map/ila)
SELAMATKAN:
Aparat TNI AL saat menyelamat-kan ABK yang tenggelam di Perairan Timur Laut Tanjung-langka, Minggu (6/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapal Perang TNI Angkatan Laut (KRI) dari jajaran Koarmada I, KRI Sembilang-850, berhasil menyelamatkan nakhoda dan anak buah kapal (ABK) KM Rizki Biliton yang tenggelam di Perairan Timur Laut Tanjunglangka, Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (6/12).
SELAMATKAN:
Aparat TNI AL saat menyelamat-kan ABK yang tenggelam di Perairan Timur Laut Tanjung-langka, Minggu (6/12).
KRI Sembilang-850 melaksanakan patroli mendapatkan kontak di Radio FM dari KM Rizki Biliton yang menginformasikan bahwa ruang mesin sudah kemasukan air sampai gear box, meminta pertolongan.
KM Rizki Biliton menginformasikan kembali lagi bahwa kamar mesin sudah penuh dengan air Mendengar itu, Komandan KRI Sembilang-850 Mayor Laut (P) Nanang Khunaifi memerintahkan ABK KRI untuk mencari posisi KM Rizki Biliton secara visual, akhirnya ditemukam kontak pada posisi 02 26 021 S – 106 34 474 T yang selanjutnya dilakukan manuver untuk menyelamatkan nelayan yang jatuh ke laut. “Kita menyelamatkan 5 ABK, sedangkan KM Rizki Biliton sendiri tidak bisa diselamatkan dan tenggelam,” Komandan KRI Sembilang-850.
Menanggapi kejadian tersebut, Panglima Komando Armada I Laksda TNI Abdul Rasyid K mengatakan, TNI AL senantiasa melakukan patroli rutin guna melaksanakan pengamanan di perairan yang menjadi wilayah kerja Koarmada I.
“Kita bersyukur, KRI Sembilang-850 menemukam korban yang tenggelam untuk diselamatkan. TNI AL secara terus menerus menekankan tentang keamanan di perairan khususnya di wilayah kerja Koarmada I mampu dengan sigap merespon panggilan darurat,” pungkas Pangkoarmada I.
Adapun nama-nama ABK KM Rizki Biliton GT 29 yakni, Mansur (30) sebagai Nakhoda, Rustam (49) sebagai KKM dan 3 Orang ABK yakni Yurisman (55), Rejo (56) dan Tasim (38).
Kelimanya dievakuasi ke Pelabuhan Pangkal Balam, Kepulauan Bangka Belitung untuk dilaksanakan pemeriksaan kesehatan pasca kejadian tersebut. (fac/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Setdaprov Sumut, Ir Arief Sudarto Trinugroho MT yang sempat mengemban tugas sebagai Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, kini menyerahkan jabatan sementara itu ke Plt Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution, di Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Senin (7/12). Sebelumnya, Akhyar cuti untuk kampanye di Pilkada 2020.
Penyerahan jabatan itu disaksikan Gubsu, Edy Rahmayadi diwakili Sekda Provinsi Sumut, Dr Ir Hj R Sabrina MSi Selain Arief, sejumlah pejabat Pemprovsu lainnya juga melakukan serah terima tugas kepada Bupati/Wali Kota berbagai kota/kabupaten di Sumut yang telah mengakhiri masa cuti kampanye Pilkada 2020.
Sementara itu, Arief dalam pengantar laporan pelaksanaan tugasnya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat Pemko Medan dan semua pihak atas segala dukungan dan bantuan yang diberikan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Pjs Wali Kota Medan.
Arief juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang telah mempercayakannya untuk memimpin sementara di Kota Medan. “Tentunya dalam melaksanakan tugas-tugas saya sebagai Pjs Wali Kota Medan masih sangat jauh dari sempurna dan harapan semua pihak. Namun sesungguhnya saya pun sudah melakukan semaksimal yang saya mampu. Oleh karenanya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak dan saya mohon ampun kepada Allah SWT,” ungkap Arief
Sementara itu, Sekda menyampaikan pidato tertulis Gubsu mengatakan, serah terima ini merupakan tindak lanjut dari ketentuan Permendagri Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 74 Tahun 2016 tentang Cuti di Luar Tanggungan Negara bagi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Dalam Permendagri tersebut, jelasnya, mengatur antara lain, bahwa Pjs Bupati dan Pjs Wali Kota melakukan serah terima pelaksanaan tugas saat berakhir masa tugasnya kepada Bupati/Wali Kota disaksikan oleh Gubernur atau Pejabat yang Ditunjuk. Sebagaimana diketahui, Pjs Bupati dan Pjs Wali Kota mengakhiri masa tugasnya pada 5 Desember, bertepatan dengan batas akhir cuti kampanye para bupati dan wali kota yang kembali mencalonkan diri sebagai kepala dan wakil kepala daerah pada Pilkada Serentak, Rabu (9/12).
Para Pjs Bupati/ Wali Kota, lanjutnya, melaksanakan tugasnya selama 72 hari atau sama dengan lamanya pelaksanaan cuti kampanye. Selama melaksanakan tugas dimaksud, Pjs Bupati/ Wali Kota ditugaskan antara lain untuk memimpin urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat dan yang paling penting adalah memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota defenitif dan menjaga netralitas ASN.
”Atas pelaksanaan tugas itu, Pemprovsu mengucapkan terima kasih atas kesungguhan para Pjs Bupati/Wali Kota dalam menjalankan tugasnya,” kata Sekda Provsu mengutip ucapan Gubsu.
Di kesempatan itu Gubsu juga menyampaikan beberapa imbauan kepada Bupati/Wali kota, antara lain agar menunda pencairan dana bantuan sosial dan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), pembagian sembako, dan kegiatan lainnya yang berpotensi digunakan untuk mempengaruhi pemilih sampai dengan 9 Desember nanti.
Di samping itu juga Gubsu mengingatkan, agar Bupati dan Wali Kota berkoordinasi dengan Forkopimda, KPU, Bawaslu untuk membersihkan alat peraga kampanye yang tidak sesuai aturan, menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Lalu, menjaga netralitas ASN, kepala desa/lurah beserta seluruh perangkatnya, membantu kelancaran distribusi logistik Pilkada sesuai ketentuan dan peraturan dan menjaga kondusivitas wilayah masing-masing.
“Kita berharap agar seluruh calon kepala dan wakil kepala daerah yang mengikuti pilkada dapat bersaing secara sehat, sportif, dan tanpa ada kampanye hitam,” pesannya mengakhiri sambutan seraya mengingatkan siapa pun yang akan terpilih merupakan amanat rakyat, sehingga harus dihormati. (map/ila)
DIABADIKAN:Panal Sitorus, Imam Bagus Sumantri, Popi Patilaya, Suryadi Achmad, Mahatir Muhammad, diabadikan bersama di sela-sela kegiatan.
usai kegiatan di Kantor Lurah PB II Kecamatan Medan Selayang, Kamis (12/11) lalu.istimewa/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kecamatan Medan Selayang Kota Medan diberi sosialisasi dan pemahaman tentang manfaat empon-empon sebagai obat tradisional yang berkhasiat menaikkan imun tubuh melawan berbagai infeksi virus.
DIABADIKAN:Panal Sitorus, Imam Bagus Sumantri, Popi Patilaya, Suryadi Achmad, Mahatir Muhammad, diabadikan bersama di sela-sela kegiatan.
usai kegiatan di Kantor Lurah PB II Kecamatan Medan Selayang, Kamis (12/11) lalu.istimewa/sumut pos
Sosialisasi tersebut diinisiasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Kali ini masyarakat di Kelurahan Padang Bulan (PB) II Kecamatan Medan Selayang yang dipilih untuk mengetahui manfaat dari empon-empon tersebut.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kami laksanakan pada Kamis, 12 November 2020 dari pukul 14.00-16.00 WIB. Penyuluhan yang dihadiri 20 orang masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar. Dalam pelaksanaan penyuluhan juga menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat yang juga Dosen Fakultas Farmasi USU, Panal Sitorus dan Imam Bagus Sumantri, Popi Patilaya, Suryadi Achmad, Mahatir Muhammad sebagai anggota tim, kepada Sumut Pos, Senin (7/12).
Panal Sitorus mengemukakan alasan melaksanakan pengabdian masyarakat terhadap masyarakat di kelurahan tersebut, dikarenakan pentingnya pengetahuan dan penggunaan obat tradisional untuk menjaga ketahanan tubuh di masa pandemi Covid-19 ini.
“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah pola hidup dan pola pikir masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap kondisi dan situasi sekarang. Salah satu cara masyarakat untuk menggunakan obat-obat kimia menyebabkan menggeser pemakaian obat tradisional karena kemudahan informasi yang membuat masyarakat dengan mudah untuk mendapatkan informasi tentang obat-obat tertentu,” ungkapnya.
Jenis tanaman empon-empon, lanjut dia, akhir-akhir ini banyak diperbincangkan karena khasiatnya. Di tengah rasa waspada akibat virus Corona, empon-empon tengah diteliti khasiatnya dalam mencegah virus mematikan tersebut pada manusia.
Tingginya kegiatan pengobatan swamedikasi di masyarakat, khususnya penyakit yang sedang mewabah, dinilai bertolak belakang dengan kurangnya pengetahuan/pengertian masyarakat tentang obat-obat apa yang digunakan dalam pengobatan sendiri.
“Kegiatan ini disambut baik oleh lurah Padang Bulan Selayang II Kecamatan Medan Selayang. Mereka sangat antusias dengan kegiatan yang dilaksanakan dan berharap upaya sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat tradisional yang dapat menjaga ketahanan tubuh di masa pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (prn/ila)
Tertibkan APK: Personel Dishub Kota Medan bersama Satpol PP saat menertibkan APK yang terpasang di salah satu becak bermotor.istimewa/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki masa tenang menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 pada tanggal 6 hingga 8 Desember, Pemko Medan bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan terus melakukan penertiban terhadap alat peraga kampanye (APK) di Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan Plaza Medan Fair, Senin (7/12).
Tertibkan APK: Personel Dishub Kota Medan bersama Satpol PP saat menertibkan APK yang terpasang di salah satu becak bermotor.istimewa/sumut pos.
Penertiban alat peraga kampanye yang difokuskan pada kendaraan bermotor ini, dipimpin Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat Adi Syahputra Harahap bersama Ketua Bawaslu Kota Medan Payung Harahap berjalan dengan tertib dan lancar. Penertiban alat peraga kampanye ini ini melibatkan unsur Satpol PP Kota Medan, Dinas Perhubungan Kota Medan dan Bawaslu Kota Medan.
Saat tiba di lokasi tim penertiban mulai bergerak untuk menertibkan seluruh alat peraga kampanye Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 1 dan 2 yang ada di Kota Medan hingga tidak ada satupun yang tersisa. Mulai dari angkutan umum hingga becak yang masih terdapat alat peraga kampanye seperti stiker dan spanduk yang masih melekat pada kendaraan tersebut langsung dilepas oleh tim penertiban.
Usai melakukan penertiban alat peraga kampanye, Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat Adi Syahputra Harahap mengatakan hari ini kembali dilakukannya penertiban APK Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor 1 dan nomor 2 pada kendaraan bermotor. Hal ini dilakukan sebab telah memasuki masa tenang yang dimulai pada tanggal 6 hingga 8 Desember ini.
“Seluruh peralatan dan personel yang kita turunkan untuk mendukung pembersihan alat peraga kampanye. Saya mengimbau kepada seluruh personil agar hati-hati dalam menjalankan tugas. Marilah bertindak dengan arif dan bijaksana sehingga kegiatan pembersihan yang dilakukan berjalan dengan baik,” jelas Rahmat.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Medan Payung Harahap mengatakan penertiban alat peraga kampanye ini merupakan hasil koordinasi antara Pemko Medan dengan Bawaslu Kota Medan maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan pada minggu lalu, bahwa menghadapi masa tenang ini agar melakukan penertiban alat peraga kampanye baik berupa spanduk maupun stiker dan sebagainya. Hal ini merupakan upaya dalam menghadapi minggu tenang dan juga bentuk komitmen Pemko Medan dalam melaksanakan tahapan Pilkada.
“Penertiban alat peraga kampanye ini sudah dilakukan mulai minggu kemarin pada pukul 23.30 WIB itu kita laksanakan penertiban secara simbolis di beberapa titik terutama billboard. Hari ini merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan kita dalam menertibkan alat peraga kampanye di kendaraan bermotor baik sepeda motor, mobil maupun becak sehingga penertiban ini bentuk upaya pemko bersama Bawaslu dan KPU dalam melakukan persiapan masa tenang menjelang pelaksanaan pilkada pada 9 desember ini,” jelasnya.(map/ila)
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, M Safii Nasution mengunjungi posko pengungsian banjir di Jalan Flamboyan, Medan.
Kantor Balai Desa, Tanjung Selamat, hari ini. Kemensos pastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi dan mencatat sebanyak 5 orang korban jiwa dan akan memberikan santunan sebesar 15 juta per jiwa.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Sosial tengah mendata dan menyiapkan santunan ahli waris bagi lima korban meninggal dunia akibat banjir besar di Kota Medan. Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Medan itu dipicu hujan deras pada Kamis (3/12) malam hingga Jumat (4/12) dini hari. Akibatnya 5 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 1 orang lainnya masih dalam upaya pencarian.
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, M Safii Nasution mengunjungi posko pengungsian banjir di Jalan Flamboyan, Medan.
Kantor Balai Desa, Tanjung Selamat, hari ini. Kemensos pastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi dan mencatat sebanyak 5 orang korban jiwa dan akan memberikan santunan sebesar 15 juta per jiwa.
Kementerian Sosial, yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), M. Safii Nasution, mengatakan, pihaknya akan segera menyalurkan bantuan ahli waris kepada kelima korban tersebut.
“Kami tadi sudah mendatangi 5 keluarga korban meninggal dari 6 yang sempat dinyatakan hilang, kita akan berikan santunan ahli waris sejumlah Rp15 juta,” ujar Safii saat mengunjungi posko pengungsian di Balai Desa Tanjung Selamet, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang,
Selain menyiapkan dana bantuan ahli waris, Kemensos juga menginventaris kebutuhan-kebutuhan pengungsi, mulai dari logistik, keperluan kebersihan, hingga tenda pengungsian Covid-19. “Kami memiliki tenda pengungsi Covid-19 ukuran 6×10 dilengkapi sekat tiap 2 meternya dan ventilasi, ini untuk menghindari droplet, nanti berapa jumlahnya tergantung kebutuhan,” ujar Safii.
Penambahan tenda pengungsian dipandang perlu, terutama bagi kelompok rentan, lansia dan anak-anak, lantaran Balai Desa Tanjung Selamat memiliki kapasitas terbatas untuk menampung sebanyak 323 jiwa.
Terbatasnya ruang yang ada, membuat pengungsi tidur di lantai dengan alas seadanya. Penambahan tenda itu dimaksudkan supaya para pengungsi terhindar dari penyakit ketika berada di pengungsian.
Kemensos juga mengerahkan 38 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengelola dapur umum lapangan yang terletak tidak jauh dari lokasi pengungsian untuk mensupply kebutuhan makan pengungsi selama masih ada warga yang mengungsi. “Selain mendirikan dapur umum lapangan, mereka (Tagana) juga bergotong royong bersama warga untuk membersihkan lumpur di rumah warga,” papar Safii.
Banjir di Kota Medan terjadi setelah Sungai Deli, Babura dan Denai meluap. Banjir setinggi 30-60 cm merendam ratusan rumah warga di bantaran sungai itu sejak Kamis malam. Setidaknya, ada empat kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Tuntungan. Berdasarkan data dari BPBD Kota Medan, dilaporkan sebanyak 1.983 unit rumah terendam dan 5.965 jiwa terpaksa mengungsi di beberapa titik.
Sementara di Kabupaten Karo, Kementerian Sosial juga menyerahkan Bantuan Hunian Tetap kepada 892 KK korban bencana erupsi gunung Sinabung relokasi tahap III senilai Rp2.676.000.000.
Selain itu, juga menyerahkan Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR), Isi Hunian Tetap dan Usaha ekonomi produktif (UEP) kepada 8 KK/unit rumah korban bencana kebakaran senilai Rp264.000.000 dan Bantuan Paket Sembako kepada korban erupsi gunung Sinabung relokasi tahap III dan Kebakaran Pasar Brastagi sebanyak 1.500 Paket senilai Rp300.000.000.
Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial, Sonny W Manalu kepada Bupati Karo, Terkelin Brahmana disaksikan oleh Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting dan Kasubdit Pemulihan dan Penguatan Sosial Pudak Bektiwidari, (7/12). (rel/tri)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banjir besar baru saja melanda kota Medan dan Tebing Tinggi dengan banyak korban yang terdampak. Sebagai wujud kepedulian kepada sesama, Grab, aplikasi serba bisa terdepan di Asia Tenggara mengajak para pelanggan dan mitra merchant GrabFood untuk bahu-membahu berdonasi kepada para korban banjir di dua wilayah ini Melalui program #YukBerbagi, para pelanggan dan mitra merchant dapat mewujudkan kepeduliannya dengan memberikan paket donasi makanan kepada korban bencana serta anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Jodhi Pratama, General Manager GrabFood Medan, Grab Indonesia menyampaikan, “Berbagi kebaikan merupakan hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban dan membawa kebahagiaan kepada sesama yang telah terdampak akan bencana yang baru saja terjadi. Oleh karena itu, Grab mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi dalam memberikan donasi paket makanan kepada para korban bencana yang membutuhkan melalui program #YukBerbagi. Walaupun sederhana, kami berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dalam melawan pandemi. Khususnya bagi warga Medan dan Tebing Tinggi yang terkena bencana, kami sangat berharap untuk tetap semangat dan berharap kondisi ini segera pulih.”
Pada kesempatan yang sama, TP PKK Sumatera Utara juga memberikan 100 paket bantuan sembako yang harapannya turut meringankan beban masyarakat yang terkena banjir.
Nyonya Nawal Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Sumatera Utara menyampaikan “Alhamdulillah, sebanyak 100 paket bantuan berupa minyak goreng, gula dan beras telah kami salurkan untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir di Kota Tebing Tinggi. Saya didampingi Wakil Ketua TP PKK Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah telah menyerahkan bantuan tersebut kepada Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Muhammad Dimyati di Rumah Dinas Walikota Tebing Tinggi. Semoga dengan bantuan ini, beban masyarakat yang terdampak banjir bisa berkurang, apalagi saat ini masa pandemi COVID-19. Kepada saudara-saudara kami para korban banjir, tetap semangat dan tabah, semoga bencana ini segera berakhir dan kondisi ini segera pulih.”.
Melalui #YukBerbagi, pelanggan cukup melakukan pemesanan GrabFood dengan kode promo YukBerbagi. Lewat setiap menu yang dipesan, pelanggan tidak hanya mendapatkan makanan dengan promo diskon 25%, namun juga telah membantu memberikan satu paket makanan untuk panti asuhan terpilih di kota Medan dan korban bencana yang membutuhkan yang disediakan oleh setiap mitra merchant yang bergabung dalam program ini.
Program ini berlangsung sejak 25 November hingga 6 Desember 2020.Hingga saat ini telah berhasil mengumpulkan hingga 3,000 paket makanan hasil donasi pelanggan GrabFood dari ratusan merchant GrabFood yang ikut bergabung. Selain disalurkan kepada korban bencana banjir di Medan dan Tebing Tinggi, nantinya paket makanan ini akan diberikan ke beberapa panti asuhan terpilih di kota Medan setelah periode program berakhir.
Penyerahan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak banjir di Kota Medan
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan dan kemurahan hati para pelanggan dan juga mitra merchant dalam program ini. Hanya kurang dari dua minggu, kami bisa bersama-sama membagikan sejumlah paket makanan yang tentunya dapat turut membantu para korban bencana dan nantinya juga dapat dinikmati oleh anak yatim dan piatu di panti asuhan terpilih. Tak sampai disini, semoga kedepannya kami dapat menghadirkan program serupa yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dan mempermudah pelanggan untuk berbagi kebaikan,” tutup Jodhi.(gus)
teks foto: Grab Bersama TP PKK Sumut Bagikan Paket Makanan Bagi Korban Banjir di Medan dan Tebing Tinggi.(ist)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) H Musa Rajeckshah (Ijeck) menghadiri peresmian Masjid Al Musanif II di Wong Solo Jalan Gajah Mada, Medan, baru-baru ini.
HADIR: Wagubsu, H Musa Rajeckshah (Ijeck) saat menghadiri peresmian Masjid Al Musanif II di Wong Solo Jalan Gajah Mada, Medan, baru-baru ini.
Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat Sumut, di antaranya Dr H Rahmat Shah, Owner Wong Solo H Puspo Wardoyo, Penasehat Spiritual Wong Solo Prof Dr Syahrin Harahap yang juga sebagai Rektor UINSU, Ketua MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah MA, Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Sumut Dr Sakhira Zandi, Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustad Muhammad Jazir ASP, Ketua BKM Adnan Hasibuan serta para pengurus Dewan Masjid Indonesia dan para tamu undangan lainnya.
Wagubsu Musa Rajeckshah yang juga Ketua Yayasan Masjid Musannif menyampaikan terima kasih kepada Owner Wong Solo H Puspo Wardoyo yang memberi tempat untuk pembangunan Masjid Musannif ke II. “Saya mewakili orang tua saya dalam peresmian masjid ini menyampaikan terima kasih kepada Pak Puspo yang sudah memberikan kesempatan untuk membangun masjid di lahan ini. Masjid tersebut adalah nazar dari pak H Anif mendirikan 100 masjid. Kebetulan, di Wong Solo ini adalah masjid yang kedua,” ungkap Ijeck.
Sementara, Pembina Spiritual Wong Solo, Prof Syahrin dalam tausiyahnya mengatakan, bahwa Allah SWT telah menjanjikan kepada setiap umat Islam yang membangun masjid di dunia, maka Allah akan bangun rumahnya di surga.
Hal ini juga tertuang dalam Surat At Taubah ayat 18 yang artinya, sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. “Mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk,” kata Prof Syahrin. Dia menilai, sangat tepat pembangunan Masjid Musannif II di Wong Solo sebagai tempat ibadah. Masjid tersebut diharapkan akan makmur dan menjadi tempat pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam di Sumatera Utara.
Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustad Muhammad Jazir menuturkan, diingatkan umat Islam agar membawa hartanya ke surga dengan cara mendirikan masjid. Setelah berdiri, masjid kemudian dimakmurkan, bukan saja sebagai tempat ibadah tetapi sebagai sarana penghasilan baru bagi umat Islam dengan mendirikan usaha.
“Masjid harus bisa menjadi sumber kesejahteraan umat, karena masjid tempat Allah memuliakan manusia. Maka, BKM tidak bisa hanya bergantung pada infaq, perlu ada usaha penyerta. Sebagaimana yang kami buat di Masjid Jogokariyan yang memiliki hotel sesuai syariah Islam, hasilnya untuk menyejahterakan karyawan masjid termasuk imam digaji perbulan dan diberikan mobil dinas. Oleh karena itu, saya berharap Masjid Musannif yang kedua inipun akan makmur, dimana orang datang ingin salat berjamaah dan menikmati aneka makanan kulineran yang tersedia,” jelasnya.
Sedangkan, Owner Wong Solo H Puspo Wardoyo menyebutkan, peresmian Masjid Al Musannif II ini dalam rangka memenuhi amal. Semoga pembangunan masjid berikutnya berlangsung lancar. “Akan kami jadikan masjid ini tempat ibadah, dakwah dan bisnis. Semua ini akan diatur oleh BKM yang diketuai Ustad Adnan Hasibuan,” katanya sembari menambahkan, masjid ini akan memakmurkan masyarakat seperti masjid di Solo maupun di Johor, yang sudah memakmurkan warga sekitarnya. (ris/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bulan ini, kondisi Kota Medan masih cukup rentan diterjang banjir susulan. Pasalnya hingga beberapa waktu ke depan, Kota Medan masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Cuaca Hujan
Kepada Sumut Pos, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring, mengatakan telah berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) dalam mengetahui prediksi hujan di Kota Medan.
“Setidaknya dalam beberapa hari ke depan Kota Medan dan sekitarnya memang masih akan terjadi hujan. Artinya potensi (banjir) tetap ada. Karena itu kita minta kepada masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai dan sekitarnya, untuk lebih waspada,” ucap Arjuna kepada Sumut Pos, Senin (7/12) usai mendampingi Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat menghadiri rapat evaluasi Optimalisasi Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Mebidangro dan Penanggulangan Banjir serta Dampak Banjir di Pendopo Rumah Dinas Gubsu.
Dikatakan Arjuna, saat ini sudah tidak ada lagi Kecamatan di Kota Medan yang masih terendam banjir. Hanya saja, masih ada 1 kecamatan dan 2 kelurahan lagi yang masih terdapat genangan air akibat banjir ang terjadi sejak Jumat, (4/12) dini hari.
“Itu di Kecamatan Medan Maimun, tepatnya di Kelurahan Sei Mati dan Kelurahan Aur. Di sana memang relatif rendah. Jadi saat di tempat lain sudah kering, di sana masih terjadi genangan. Tapi masyarakat nya sudah kembali ke rumah masing-masing dan sudah mulai beraktifitas kembali,” ujar Arjuna.
Pun begitu, Arjuna mengakui, jika hujan datang kembali, wilayah tersebut masih rawan terjadi banjir. Untuk itu ia meminta di kawasan tersebut dan masyarakat lainnya yang lokasi rumahnya cukup rendah dan tidak jauh dari bantaran sungai, untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada.
“Kita tetap mengaktifkan posko-posko di lokasi yang rentan banjir, salahsatunya di Kecamatan Medan Maimun tadi. Di Sunggal juga terus kita pantau. Saat ini itulah solusi yang bisa kita lakukan,” katanya.
Arjuna menyebutkan jika Pemko Medan telah menggerakkan OPD terkait untuk membantu penanggulangan dan pencegahan banjir di Kota Medan, salahsatunya dengan menormalisasi fungsi drainase di Kota Medan.
“Dari tadi pagi kan Dinas PU, Dinas Kebersihan dan Pertamanan dibantu Kecamatan terus menormalisasi drainase. Sampah-sampah yang ada di parit terus diangkat untuk mencegah penyumbatan saluran air,” sebutnya.
Sebelumnya, usai rapat yang dimaksud, Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi yang didampingi Arjuna Sembiring, Kadis Kesehatan Edwin Effendy serta Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan mengatakan, Pemko Medan telah siaga mengantisipasi banjir, menyusul terendamnya 10 kecamatan beberapa hari lalu sehingga berdampak terhadap 26.671 jiwa atau 8.608 KK.
Dikatakan Akhyar, seluruh pimpinan OPD terkait, termasuk seluruh camat, lurah dan kepala lingkungan diminta untuk siaga dan tidak meninggalkan wilayahnya mengantisipasi kemungkinan adanya banjir susulan.
Apalagi berdasarkan keterangan dari Kepala BPBD berdasarkan info dari BMKG, tiga hari ke depan cuaca masih ekstrim. “Apabila banjir susulan kembali terjadi, saya minta agar OPD terkait, camat, lurah dan kepling agar secepatnya memberikan bantuan kepada masyarakat. Baik evakuasi, pemberian makanan, obat-obatan, air bersih serta membantu membersihkan lumpur. Di samping itu juga segera mendirikan dapur umum dan posko kesehatan sehingga cepat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkannya,” tegas Akhyar.
Di samping itu, setiap kantor kecamatan harus mendirikan posko banjir agar cepat untuk memberikan bantuan begitu banjir terjadi di wilayahnya. Kemudian camat harus berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkannya.
“Kita ingin warga yang terkena musibah banjir mendapatkan layanan kesehatan karena kawasan yang diterpa banjir rentan dengan penyakit,” ungkapnya seraya minta kepada camat yang wilayahnya tidak terkena banjir agar menurunkan personil Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) untuk membantu membersihkan 10 kecamatan yang terkena banjir tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Medan, Hasyim SE meminta Pemko Medan, dalam hal ini Dinas PU serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan untuk bergerak cepat dalam membersihkan saluran air ataupun menormalisasi fungsi drainase yang ada di Kota Medan.
“Walaupun sebenarnya kita sudah sering meminta supaya drainase itu setiap hari dibersihkan, bukan malah dibersihkan setelah musim hujan begini. Tapi ya sudah lah, masih ada waktu untuk membersihkannya, kita minta mereka bergerak cepat. Kalau drainase lancar, walaupun banjir lagi, setidaknya proses surutnya akan jauh lebih cepat,” kata Hasyim kepada Sumut Pos, Senin (7/12).
Hasyim juga meminta kepada BPBD Kota Medan, untuk tidak hanya menyediakan makanan di posko-posko banjir, tetapi lebih dari itu, seperti selimut, tempat tidur, pakaian yang layak, susu anak dan sebagainya. Ia meminta agar ada tanggungjawab pemerintah di dalamnya.
“Lalu dengan kondisi rumah pasca terendam air, bagaimana kondisinya? Rusakkah atau tidak, harus ada tindakan pemerintah dalam membantunya. Dan yang tidak kalah penting adalah soal penanganan, kita mau mereka yang jadi korban banjir harus cepat diberikan bantuan apabila terjadi banjir susulan,” pungkasnya. (map)