BARCELONA dan Juventus sudah memastikan lolos dari Grup G Liga Champions musim ini. Meski begitu, keduanya tetap akan ngotot saat kembali bertemu di Camp Nou, Rabu (9/12) dini hari WIB.
Kedua tim ini mengusung misi berbeda. Barcelona ingin bangkit dari keterpurukan di LaLiga, sekaligus mempertahankan puncak klasemen. Sedangkan Juventus mengusung misi balas dendam.
Ya, performa Barcelona di LaLiga berbeda dengan Liga Champions. Di kompetisi domestik, Blaugrana sangat buruk, sehingga tertahan di papan tengah klasemen. Pada laga terakhir, mereka kalah dari tim promosi Cadiz.
Pelatih Barcelona, Ronald Koeman menyebutkan bahwa kekalahan yang diderita anak asuhnya tersebut lebih disebabkan karena kurang konsentrasi saja. “Sangat sulit untuk menjelaskan gol yang membobol gawang kami. Saya pikir itu karena kurang konsentrasi. Kami kurang agresif (dalam bergerak) tanpa bola,” beber Ronald Koeman, pelatih Barca, dikutip Marca.
Di sisi lain, Juve mendapatkan angin segar usai memenangkan Derby della Mole melawan Torino melalui hasil 2-1. Artinya, situasi yang sangat berbeda dialami kedua tim jelang pertemuan di Liga Champions ini.
Juventus pun memiliki kesempatan untuk melakukan balas dendam. Pada pertemuan pertama di Turin, Juventus dipermalukan dengan dua gol tanpa balas.
Laga ini juga akan menjadi pertemuan dua mega bintang sepak bola saat ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Pada pertemuan pertama di Allianz Juventus, Cristiano Ronaldo tidak bermain lantaran menderita virus Covid-19. Alhasil ia tak bisa berhadapan dengan rivalnya, Lionel Messi.
Kini, untuk kali pertama di Liga Champions, Lionel Messi akan berduel melawan Cristiano Ronaldo. Terakhir kali, duel Messi dan Ronaldo tersaji pada semifinal Liga Champions 2010-2011. Saat itu Ronaldo masih perkuat Real Madrid. Dalam duel semifinal yang berlangsung dua leg tersebut, Messi berhasil membawa Barcelona lolos ke final Liga Champions. (bbs/dek)
TINJAU: Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, meninjau lokasi banjir di kawasan pemukiman Perumahan De Flamboyan Tanjung Selamat Kabupaten Deliserdang, Senin (7/12). Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut/Veri Ardian.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa solusi darurat dalam menangani banjir besar di wilayah Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang) , akan segera dikerjakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono. Mulai dari membangun groundsill hingga pemadatan tebing sungai. Penanganan darurat itu diperkirakan akan selesai dalam 3 pekan.
TINJAU: Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, meninjau lokasi banjir di kawasan pemukiman Perumahan De Flamboyan Tanjung Selamat Kabupaten Deliserdang, Senin (7/12). Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut/Veri Ardian.
“PERTAMA bikin groundsill (bangunan melintang sungai, bertujuan untuk mengurangi kecepatan arus dan meningkatkan laju pengendap di hilir), meninggikan dasar sungai supaya arus sungai tidak terlalu deras. (Jadi airnya) tidak menghantam kiri-kanan tebing,” kata Basuki Hadimuljono, saat meninjau kompleks perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (7/12). Kompleks ini paling parah diterjang banjir besar, Jumat dinihari lalu.
Didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Manam Noprayamin, Basuki menjelaskan, tebing sungai juga tidak dibuat terlalu proper. “Tidak terlalu kuat karena kelihatan tidak ada pemadatan. Nanti akan kita padatkan dengan geobag,” kata dian
Untuk itu, Basuki memerintahkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II untuk segera menurunkan alat berat dan memberikan tenggat waktu 3 minggu untuk memperbaiki jalur sungai dan lainnya.
Basuki menargetkan perbaikan selesai 3 minggu, karena kemungkinan banjir besar akan datang lagi. Mengingat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, saat ini musim hujan ada terjadi La Nina dan awan dari lautan Hindia yang membawa uap air lebih banyak.
Dijelaskannya, penanganan saat ini sifatnya adalah darurat. Pemasangan geobag yang padat dan lebih berat, tidak akan masalah jika dilewati air. Namun jika air yang melewati bercampur dengan tanah, itu dapat mengakibatkan banjir bandang. “(Ini) perbaikan darurat. Nanti setelah musim kering, nanti kita akan tangani secara menyeluruh,” katanya.
Pihaknya juga akan membangun tanggul darurat yang jebol di kawasan Medan Sunggal, untuk mengantisipasi air di aliran Sungai Belawan kembali memasuki Kompleks De Flamboyan.
Selain penanganan di De Flamboyan, pihaknya juga akan melakukan penanganan untuk banjir di Kampung Lalang, Langkat, dan Tebingtinggi. “Tebingtinggi itu sama. Tanggulnya jebol. Saya sudah dapat laporan dari kepala balai. Kita akan perbaiki,” katanya.
Siapkan Rusun Bagi Warga
Pada kesempatan itu, Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya akan membangunkan rumah susun (rusun) dan apartemen bagi masyarakat di bantaran sungai yang ingin pindah.
“Ini Sungai Deli, Percut, Belawan, ‘kan 3 sistem yang melalui Medan. Kita akan normalisasi, kita sudah punya desainnya,” ujarnya kepada wartawan.
Untuk itu, dia berharap agar warga mau pindah, sehingga rencana normalisasi sungai bisa berjalan maksimal. “Kami mohon bagi masyarakat yang tinggal di bantaran, kalau mau dipindahkan, kita bikinkan rumah susun, apartemen. Tapi jangan lagi tinggal di bantaran,” kata Basuki.
Ia menyebut, banjir yang melanda permukiman di antaranya karena masyarakat yang justru memilih tinggal di aliran sungai. Sehingga ketika masuk musim penghujan, rawan terkena banjir.
“Memang kita semua butuh lahan untuk pemukiman tapi hati-hati menentukan. Harus dihitung betul. Aspek keselamatan lebih penting dan harus menjadi perhatian bersama,” katanya
Disebutkannya, kadang-kadang banjir juga karena orangnya. “Masyarakatnya tinggal di palung sungai, bantaran. Padahal ‘kan bantaran ini seharusnya jadi tanggul,” ucapnya.
Ketika ditanya mengenai apakah penyempitan sungai di Sumut sudah parah, menurutnya hal tersebut juga terjadi di tempat lain. Di kota besar lainnya, juga terjadi hal yang sama. Dia mencontohkan di Kampung Melayu di Jakarta, yang terjadi penyempitan. “Memang kita butuh pemukiman. Makanya kita bikin rusun dan apartemen,” katanya.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku siap menindaklanjuti instruksi menteri PUPR soal pendirian rusun bagi masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran sungai.
Selain ketersediaan lokasi, juga butuh komitmen dari masyarakat pinggir DAS agar mau dipindahkan ke bangunan yang telah dipersiapkan Kementerian PUPR nanti. “Asal warga ini mau, beliau (Menteri Basuki) akan menyiapkan bangunannya. Kita siapkan tanahnya, supaya warga nanti pindah ke rumah susun. Tapi kita tanyakan dulu sama mereka, mau pindah atau tidak mereka ini? Jadi butuh pendekatan juga. Soal lahan akan kita carikan, apakah tetap di sini atau di mana,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, banjir di Sumut terjadi di beberapa titik, akibat meluapnya 5 sungai di Medan, seperti Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Belawan, Sungai Seikambing, dan Sungai Mencirim.
Banjir di De Flamboyan sendiri akibat meluapnya Sungai Pantai Bokek atau Sungai Tanjung Selamat yang mengalir ke Sungai Belawan. Banjir di perumahan De Flamboyan ini, memakan korban jiwa sebanyak 6 orang, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian akibat terseret arus air.
Sebanyak 343 orang warga yang tinggal di perumahan tersebut terpaksa mengungsi di posko pengungsian di Balai Desa Tanjung Selamat dan aula Arhanud yang tidak jauh dari lokasi banjir.
Pengalihan Sungai Bisa Dipidana
Terkait adanya dugaan pengalihan aliran Sungai Belawan yang diduga menjadi salahsatu penyebab banjir Kota Medan, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, sedang memastikannya bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II.
“Itu sedang saya cek apakah ada surat izinnya. Kalau tidak ada izinnya, kita serahkan ke BWS. Karena pengalihan sungai harus atas seizin BWS. Tidak bisa sembarangan begitu,” ucap Edy menjawab wartawan saat berkunjung ke Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Senin (7/12).
Langkah itu, menurut dia, setelah melihat langsung adanya aliran Sungai Belawan yang dimatikan oleh pengembang Kompleks De Flamboyan yang berada di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, untuk kepentingan pembangunan.
Gubsu menilai tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum, mengingat dampak dari pengalihan aliran sungai oleh pengembang menyebabkan banjir besar yang menimbulkan korban tewas.
“Pastilah, pasti. Kalau sudah mengganggu aliran air sungai dan tidak sesuai aturan main sungai, itu larinya ke sana (pidana),” kata mantan Pangkostrad itu.
Namun saat ini, Edy lebih fokus memikirkan penanganan para korban banjir di Kompleks De Flamboyan tersebut. “Sekarang, bagaimana tanggungjawabnya kepada masyarakat ini, itu dulu,” pungkasnya.
Hingga kemarin, ratusan warga masih mengungsi di dua lokasi posko pengungsian, yakni Balai Desa Tanjung Selamat dan di Aula Batalyon Arhanud.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, adapun hasil uji swab PCR milik 48 orang korban banjir Kompleks De Flamboyan yang saat ini berada di pengungsian, telah keluar. “Untuk uji swab ada 48 orang yang jalani uji swab di pengungsian. Seluruhnya negatif,” katanya.
Namun untuk ratusan pengungsi lainnya, Dinkes Sumut tidak bisa berbuat banyak, lantaran kebanyakan para pengungsi enggan dites swab. “Sisanya nggak mau. Padahal sudah kita fasilitasi secara gratis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Sumut, sesuai standar WHO, setiap harinya harus ada 2.100 orang yang menjalani uji swab. Termasuk mereka yang diketahui memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.
“Kalau setiap hari ada 2.100 orang yang jalani swab, maka akan semakin cepat mata rantai Covid-19 di Sumut ini terputus,” sebutnya.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Sei Mencirim, dr Juliani menyebutkan uji swab kepada para pengungsi dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Hal itu diakuinya atas permintaan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
“Tadi pagi pak gubernur datang dan menganjurkan agar semua korban banjir di swab,” katanya saat berada di posko pengungsi di Batalyon Arhanud, Sabtu (5/12).
Berdasarkan data, ada total 350 orang pengungsi yang berada di dua posko Balai Desa Tanjung Selamat dan Aula Asrama Arhanud.
“Apabila nantinya ada pengungsi yang dinyatakan positif Covid-19, maka akan langsung diisolasi. Mudah-mudahan nanti hasilnya baik,” ujarnya.
PUPR Akan Tangani Tanggul Jebol
Selain Kota Medan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, juga meninjau tanggul yang rusak akibat banjir di Sungai Padang, Kota Tebingtinggi, tepatnya di Jalan Ikhlas, Kelurahan, Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Senin (7/12).
Tiba di Tebingtinggi, Menteri PUPR langsung meninjau Bendungan Sei Padang (Bajayu) bersama Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan di Desa Paya Pasir Kabupaten Sergai.
Basuki mengatakan, Sungai Padang ini alirannya juga dari Siantar. “Saya akan tangani. Ada beberapa tadi, yakni tanggul, drainase-drainase kota yang mengalir ke sungai dan pintu-pintu klep. Pintu klep yang rusak akan diperbaiki. Fungsinya jika air kering, akan terbuka, dan jika debit air sungai tinggi, akan tertutup. Ini akan kita tangani,” ujar Basuki.
Terkait rencana normalisasi Sungai Padang, menurutnya akan dikerjakan belakangan. Saat ini yang dikejar adalah perbaikan tanggul dan pintu klep. Penanganan tanggul khusus di tikungan Sungai Padang akan dilakukan berbeda dari tanggul yang posisinya lurus di pinggiran Sungai Padang. “Kalau tanggulnya lurus, tidak akan termakan oleh arus. Tetapi kalau di tikungan luar, pasti tergerus air. Kalau tanggul dibuat sama, pasti nggak kuat,” jelas Basuki.
Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, berterimakasih kepada Menteri PUPR karena turun langsung meninjau tanggul jebol di Sungai Padang. “Semoga banjir bisa teratasi dengan baik,” harapnya. (prn/ian)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 siap pakai produksi Sinovac akhirnya tiba di Indonesia, pada Minggu (6/12) malam. Pengiriman vaksin dilakukan secara langsung dari Beijing China, ke Indonesia, menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan mengaku menyambut baik hal ini. Namun kapan vaksin itu mulai didistribusikan ke daerah, masih belum diketahui jadwalnya. “Surat edarannya belum ada. Ini yang masih kita tunggu,” kata Alwi, Senin (7/12).
Menurut Alwi, diperkirakan kuota vaksin yang mungkin akan diterima Sumut dari jumlah tersebut tidak akan banyak. Kalau 1,2 juta dosis vaksin dibagi ke-34 provinsi, kemungkinan Sumut hanya mendapatkan 5 persen. “Totalnya sekitar 60 ribu. Kalau dari 60 ribu itu dibagikan ke daerah, mungkin ya sekitar 2.000 yang bisa didistribusikan ke masing-masing kabupaten/kota,” jelas dia.
Namun demikian, Alwi tak mau berspekulasi dulu sebelum surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diterima. Apalagi jadwal vaksinasi Covid-19 sebelumnya juga sempat molor dari rencana awal pada bulan November. “Yang jelas kita sudah menyiapkan tenaga vaksinatornya. Dari 1.500 yang disiapkan, 1.200 di antaranya sudah selesai pelatihan,” tukasnya.
Update Covid-19
Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, terdapat penambahan 85 kasus baru konfirmasi Covid-19 di Sumut. Oleh karena itu akumulasinya saat ini naik menjadi 16.174 orang.
“Penambahan didapatkan dari laporan 11 kabupaten/kota. Terbanyak, berasal dari Medan dengan 48 orang, Labuhan Batu 10 orang, Binjai 8 orang dan Langkat 7 orang,” terangnya.
Terhadap angka kesembuhan, lanjut Aris, didapatkan penambahan 80 orang, sehingga akumulasinya menjadi 13.488 orang. Penambahan kasus sembuh ini didapatkan dari 19 kabupaten/kota dengan jumlah terbanyak dari Medan 24 orang dan Gunungsitoli 15 orang.
“Berikutnya untuk angka kematian, terjadi penambahan 3 orang, sehingga totalnya menjadi 632 orang. Dari 3 orang tersebut, 2 orang di antaranya dari Medan dan 1 orang dari Padangsidimpuan,” tandasnya.
POM Pastikan Vaksin Aman
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) Penny K Lukito mengatakan, aspek keamanan vaksin Sinovac asal Cina yang kini telah tiba di Indonesia sudah baik. Hal ini berdasarkan kunjungan tim BPOM untuk memantau produksi vaksin tersebut di China.
“Alhamdulillah kalau dari aspek mutu itu sudah memenuhi aspek cara produksi obat yang baik,” ujar Penny dari siaran video tentang keamanan vaksin Covid-19 yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/12).
“Itu alhamdulillah tidak ada efek samping yang critical. Jadi dari aspek keamanan sudah baik,” lanjutnya. Dia menuturkan, saat ini BPOM hanya tinggal menunggu hasil analisis efektivitas vaksin.
Analisis dilakukan dengan mengambil sampel darah dan melanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium. “Dilihat seberapa besar vaksin ini meningkatkan antibodi kita. Yang dikatakan bahwa vaksin itu efektif itu dari segi meningkafkan antibodi,” ungkap Penny.
“Lalu kemampuannya untuk mentralisasi virus yang masuk ke badan kita. Jadi meningkatkan antibodi kita dan memang cocok sehingga bisa menetralisasi jika ada virus yang masuk,” tambahnya.
Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, juga angkat bicara terkait kedatangan vaksin Corona Covid-19 dari Sinovac Biotech Ltd di Indonesia.
Menurut Terawan, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac itu akan diberikan untuk tenaga kesehatan. Hal tersebut mengingat para tenaga kesehatan rentan terpapar Covid-19.
“Nanti yang pertama akan mendapat sasaran adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Terawan dalam konferensi pers, Senin (7/12).
Selain itu, dia pun memastikan, vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan ke masyarakat telah lolos uji klinis sesuai standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sebelumnya, Terawan juga telah memastikan bahwa 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 tidak ada yang cacat saat tiba di Indonesia. (ris/lp6)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Martuani Sormin, mengimbau masyarakat yang mengikuti pesta demokrasi Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember besok, agar mencoblos dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) 3M.
Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin.
“Kita meminta agar masyarakat pesta demokrasi tetap mematuhi prokes,” kata Kapolda melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, kepada Sumut Pos di Medan, Senin (7/12).
Kapolda juga mengimbau masyarakat Sumut tetap menjaga situasi kondusif, serta mengutamakan kekeluargaan. “Jangan sampai ada yang adu jotos karena berbeda pilihan serta dukungan. Tidak ada gunanya seperti itu. Siapapun yang terpilih adalah putra terbaik Sumut,” ajaknya.
Ia meminta seluruh masyarakat Sumut yang sudah memiliki hak pilih, agar datang ke TPS memberikan hak pilihnya. “Hadirlah ke TPS pada 9 Desember. Dalam memilih, gunakan hati nurani,” ujarnya.
Khusus untuk personel Polda Sumut, hingga kemarin telah dikirim ke wilayah terjauh, yakni Nias Selatan dan Nias. Mereka dibekali segala persiapan serta telah diswab PCR. Sehingga dijamin berangkat dalam keadaan sehat.
Ops Mantap Praja yang dikirim ke kabupaten/ kota terjauh dan sedikit rawan, sebanyak 1.263 personel. “Ini yang kami kirim khusus ke Kabupaten Nias Selatan dan Nias. Sebab wilayah tersebut sedikit rawan. Saat ini Sumut adalah wilayah terbanyak yang melaksanakan Pilkada 2020,” ujar Irjen Pol Martuani Sormin, saat menyambut kedatangan Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH, dalam rangka Supervisi Ops Mantap Praja 2020 di Provinsi Sumut, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (7/12).
“Seperti perintah bapak Kapolri, kami laporkan seluruh anggota yg melaksanakan pengamanan sudah diswab, dan hasilnya negatif. Lalu kita kirimkan ke wilayah untuk melaksanakan pengamanan,” ungkapnya.
Terpisah, BKO Brimob Batalyon-B Polda Sumut juga mengirimkan personelnya sebanyak 58 orang ke Kabupaten Simalungun, untuk pengamanan Pilkada di wilayah tersebut. “BKO Brimob Batalyon-B Poldasu ini akan dibagi ke Polsek sejajaran Polres Simalungun,” kata Kabag Ops Polres Simalungun Kompol Surya SE SH MH.
Ia menjelaskan, penambahan kuat personel dari Brimob Batalyon-B Sat Brimob Polda Sumut yang melaksanakan penugasan BKO dipimpin oleh Wadanki 2 Yon-B Iptu Yusup.
Kembali ke Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, memperingatkan seluruh kesatuan Polri agar netral. “Tidak ada keberpihakan ke mana pun dalam Pilkada,” tegasnya.
Wajib Terapkan Prokes
Selain Kapolda Sumut, Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dan jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, juga menekankan kewajiban menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lokasi-lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat Pilkada, 9 Desember 2020.
“Sebanyak 23 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara akan melaksanakan Pilkada. Tanggal 9 Desember 2020 menjadi puncak Pilkada Serentak yang melibatkan seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih dan hal ini menimbulkan potensi penyebaran dan penularan virus Corona. Untuk itu, Satgas Covid-19 dan jajaran KPU Sumut menekankan agar protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. Ini agar kita terhindar dari penularan Covid-19,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan, Senin (7/12).
Whiko menjelaskan, saat ini perkembangan Covid-19 di Sumut menunjukkan tren yang baik. Hal itu berdasarkan pantauan data sebaran Covid-19 dalam 2 minggu terakhir. Rata-rata kasus Covid-19 positif dalam 14 hari terakhir didapatkan 84,6 kasus/hari.
Untuk itu, Whiko juga kembali mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari guna memutus rantai penularan Covid-19, minimal untuk diri sendiri dan keluarga di rumah. “Laksanakan protokol kesehatan sebagaimana dalam semboyan 3M; gunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air dan sabun,” ujarnya.
Bawaslu: 147 Pelanggaran
Terpisah, Bawaslu Sumatera Utara mencatat, sedikitnya terdapat 147 dugaan pelanggaran selama tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 di Sumut. Namun yang direkomendasi pihak aparat penegak hukum (APH), hanya lima pelanggaran. Kelimanya dianggap memenuhi unsur pelanggaran sesuai perundang-undangan yang berlaku.
“Ya, ada 147 temuan kawan-kawan Bawaslu daerah per November 2020, dan yang direkomendasikan oleh polisi hanya lima. Konsentrasinya di pencalonan, kemudian kampanye-kampanye pasangan calon,” kata Anggota Bawaslu Sumut, Marwan dalam Fokus Grup Diskusi (FGD) bersama jurnalis dan akademisi, di Kantor Bawaslu Sumut, Senin (7/12) sore.
Dugaan pelanggaran paslon untuk kategori kampanye tersebut, diakui dia, ada kesulitan dari pengawas untuk mendeteksi potensi kesalahannya. Sebab pada umumnya paslon melakukan blusukan-blusukan di malam hari.
“Tetapi umumnya di dua tahapan ini (pencalonan dan masa kampanye). Selain itu di masa tenang ini sebenarnya penyelenggara Pilkada dan peserta juga tak tenang. Mengingat bencana alam banjir dan sebagainya,” katanya.
Data dari Bawaslu Sumut, dugaan pelanggaran yang diteruskan atau direkomendasi ke pihak kepolisian tersebut antara lain terjadi di Kota Medan (dua pelanggaran), Nias (2), dan Simalungun (1). Semua temuan dimaksud terkait pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.
Selain itu terdapat pula dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam Pilkada serentak kali ini, yakni sebanyak 61 temuan. Sedangkan pelanggaran administrasi terdapat 44 temuan, dan pelanggaran etik sebanyak 39 temuan.
Di sisi lain, faktor cuaca saat ini salah satu potensi kerawanan yang harus diantisipasi pada pelaksanaan Pilkada 2020 di Sumut. “Kondisi cuaca kita sudah tau banyak memicu banjir dan longsor di beberapa wilayah di Sumut, ini menjadi salah satu kerawanan yang harus diantisipasi,” katanya.
Bawaslu Sumut sangat memerhatikan seluruh potensi kerawanan yang ada baik oleh faktor cuaca maupun karena faktor pandemi yang hingga saat ini masih terjadi. “Kita sama-sama mengetahui bahwa saat ini kita juga harus memastikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” sebutnya.
Atas kondisi ini, kerjasama dengan berbagai pihak termasuk media massa menurutnya terus mereka jalin. Dengan demikian, diharapkan informasi mengenai langkah-langkah maupun kebijakan yang dilakukan terkait penanggulangan kerawanan tersebut dapat dengan mudah diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat.
Akademisi USU, Hatta Ridho dalam FGD itu mengatakan pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 memunculkan berbagai kerawanan. “Ancaman keselamatan dan kesehatan ini sangat mempengaruhi masyarakat untuk datang ke TPS meskipun dalam riset ada yang menyebutkan bahwa 62 persen mereka tetap berkeinginan datang ke TPS. Namun, persentase kepatuhan mereka terhadap pelaksanaan protokol kesehatan juaga sangat rendah,” sebutnya.
Kemudian, penurunan kualitas tahapan Pilkada 2020 juga tidak dapat dibantah seiring pengurangan anggaran dengan alasan efisiensi akibat Covid-19. Menurut Akademisi dari UINSU, Zulkarnain Nasution salahsatu hal yang harus dipastikan adalah munculnya keinginan dari masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif.
“Peran media untuk memberikan edukasi politik, mengenai aturan-aturan yang ada menjadi hal yang dapat memicu munculnya pengawasan partisipatif ini. Karena itu, sinergitas penyelenggara pemilu dalam hal ini Bawaslu dengan media massa sudah sangat tepat,” pungkasnya. (mag-1/mea/prn)
BINA GUNA: Ketua STOK Bina Guna Medan dr Hj Liliana Puspa Sari SPd MKes (kanan) menerima bantuan peralatan latihan olahraga dari dr Sofyan Tan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – BANTUAN peralatan olahraga ini diserahkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dr Sofyan Tan kepada Ketua STOK Bina Guna yang juga Ketua FOPI Sumut dr Hj Liliana Puspa Sari SPd MKes di Medan, pekan lalu.
BINA GUNA: Ketua STOK Bina Guna Medan dr Hj Liliana Puspa Sari SPd MKes (kanan) menerima bantuan peralatan latihan olahraga dari dr Sofyan Tan.
Bantuan peralatan olahraga juga diserahkan Anggota DPR RI dr Sofyan Tan kepada kepada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Eka Prasetya. Sejumlah pengurus olahraga di Sumut juga menerima bantuan peralatan latihan olahraga tersebut. Antara lain Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Sumut, Muaythai Indonesia Sumut, Wushu Sumut, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI).
Bantuan atas penyerapan aspirasi Anggota Komisi X DPR RI asal Sumut dr Sofyan Tan ini juga diterima Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Sumut, Persatuan Bolabasket Indonesia (Perbasi) Medan serta pengurus Kickboxing dan Pusat Latihan Pencak Silat di Pusat Pendidikan dan Latihan (PPLP) Sumut.
Ketua STOK Bina Guna yang juga Ketua FOPI Sumut dr Hj Liliana Puspa Sari SPd MKes saat menerima bantuan di Sekretariat FOPI Sumut dan kampus STOK Bina Guna Jalan Alumunium Raya Nomor 77 Tanjung Mulia Hilir Medan berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Kemenpora RI dan DPR RI terhadap pembinaan olahraga di Sumut.
FOPI SUMUT: Ketua FOPI Sumut dr Hj Liliana Puspa Sari SPd MKes menerima bantuan peralatan latihan olahraga dari Anggota Komisi X DPR RI.
Bantuan peralatan olahraga ini, sebut dr Liliana Puspa Sari SPd MKes, bagi perguruan tinggi serta persatuan dan federasi olahraga akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan atlet dalam memacu peningkatan prestasi olahraga.
Ketua STOK Bina Guna dan Ketua FOPI Sumut juga menyampaikan apresiasi terhadap dr Sofyan Tan dan pemerintah yang memberi perhatian pada pendidikan dan olahraga di Sumut.
Apalagi Sumut bersama Aceh mendapat amanah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, sehingga prestasi olahraga di Sumut harus dapat berprestasi lebih baik. Untuk itu, lanjut Liliana, bantuan ini dapat meningkatkan semangat atlet dalam mempersiapkan diri lebih dini dan lebih baik.
Anggota Komisi X DPR RI pembinaan olahraga di Sumut tetap giat dalam berlatih. Ia berharap nanti prestasi olahraga Sumut akan semakin mengharumkan nama provinsi ini baik dilevel nasional maupun internasional.
Sofyan Tan yang juga Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan ini berharap bantuan peralatan latihan olahraga dapat membantu peningkatan prestasi atlet di Sumut.
Ia meminta STOK Bina Guna Medan, FOPI Sumut bersama perguruan tinggi serta persatuan dan olahraga di Sumut dapat berperan penting dalam memacu peningkatan prestasi olahraga di daerah ini. ”Pupuk semangat, jaga kondisi fisik, disiplin dan ikuti instruksi pelatih,” ucap Anggota DPR RI yang pernah meluncurkan buku biografi Dokter Penakluk Badai tersebut. (dmp)
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Setelah cuti kampanyenya usai, per 6 Desember 2020 Soekirman kembali aktif bertugas sebagai Bupati Serdang Bedagai. Pasalnya 6-8 Desember sudah memasuki hari tenang jelang pencoblosan 9 Desember 2020 dan tidak boleh menggelar sosialisasi dan kampanye lagi.
Namun, Soekirman yang juga merupakan Paslon Bupati Nomor Urut 2 malah mengumpulkan kepala SKPD, Camat, dan Kepala Desa se-Kabupaten Serdangbedagai, Senin (7/12/2020). Dalam pertemuan tersebut, Soekirman meminta bantuan para ASN yang berkumpul dan menyebut para ASN adalah kekuatan baginya.
Acara tersebut dibalut dengan nama kegiatan “Netralitas ASN saat Pemilu Kepala Daerah”. Namun pembicaranya hanya paslon dari nomor urut dua saja yakni Soekirman. Sedangkan paslon nomor satu yakni Darma Wijaya yang merupakan wakil bupati tidak hadir.
Pantauan wartawan, selama berada di lokasi para ASN masuk ke dalam aula Sultan Sergai secara bergantian. Masing-masing masuk secara beraturan sesuai urutan yang sudah ditetapkan.
Per satu kloter pertemuan dengan Soekirman diisi 30-50 pejabat ASN. Para ASN tersebut duduk pada kursi yang sudah disediakan dengan pola jarak yang sedikit berjauhan untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Setelah semua ASN masuk dan duduk di kursi masing-masing, Soekirman menyampaikan pidatonya. Ia menjelaskan betapa pentingnya netralitas para ASN di Pilkada mendatang.
“2015 lalu kita mendapat penghargaan terbaik di Sumatera Utara untuk pelaksanaan Pilkada. Jadi kalau sekarang ita tidak terbaik berati kita mundur. Bagaimana itu bisa jadi yang terbaik harus ada kesepakatan kita bersama,” katanya.
Soekirman menambahkan, di dalam misi Pilkada itu agar kualitas tidak lebih jelek dari yang pernah dilewati. Ia menegaskan mengingatkan semua ASN bahwa Pilkada adalah sebuah rentetan peristiwa yang telah memakan korban, darah dan nyawa mahasiswa serta pergerakan kelompok-kelompok pada tahun 1998.
“Saudara netral itu sudah menjadi sumbangan yang terbaik untuk tidak memperkeruh suasana pesta demokrasi. Saudara-saudara sekalian tentu pada praktiknya tidak gampang dipraktikkan. Karena di Serdang Bedagai ini unik. Yang maju itu bupati dan wakilnya ,” kata Soekirman dalam pidatonya.
Kemudian Soekirman melanjutkan pidatonya, seandainya yang maju di Pilkada di 2020 ialah Soekirman dan Darma Wijaya maka para kepala desa, lurah, camat akan tidur. Karena tidak perlu pikir-pikir macam-macam.
“Jadi kalau hari ini yang terjadi tidak seperti itu, ya sudah kita syukuri saja. Mungkin inilah ujian dari Tuhan kepada kita. Mudah-Mudahan kita lulus semuanya,” katanya.
Di akhir kata Soekirman mengimbau para ASN untuk membantu dirinya. Meskipun bantuan tersebut tidak dijabarkan secara terang-terangan oleh Soekirman.
“Pada hari ini memang sengaja saya panggil karena saudara adalah kekuatan saya. Saudara adalah tangan dan kaki, mata dan kuping saya. Saudara tempat kabupaten ini bisa menjadi Kabupaten yang unggul, yang inovatif dan berbudaya di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.(*)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Atas peran aktif membantu pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendapatkan penghargaan Iconomics CSR Awards 2020. Adapun kegiatan Coporate Social Responsibility (CSR) yang membawa PGN mendapatkan penghargaan ini yaitu inisiatif tanggap darurat Covid-19 dukungan kesehatan medis dan UMKM.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Iconomis atas apresiasi yang diberikan. Kami berharap, dari penghargaan ini dapat menambah semangat kami untuk terus berkontribusi kepada masyarakat dan lingkungan sekitar sebagai salah satu komitmen utama PGN dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, (7/12/2020).
Rachmat menjelaskan, bantuan CSR yang masih terus disalurkan oleh PGN Group difokuskan untuk meringankan beban masyarakat dan tenaga medis. Selain bantuan CSR, PGN Group berupaya melaksanakan pengelolaan sosial dan lingkungan sekitar melalui program binaan ekonomi UMKM agar dapat membantu masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi.
“Melalui program binaan, harapannya perekonomian daerah tetap berjalan di tengah pandemi. Minimal dari UMKM itu sendiri dan masyarakat sekitar. PGN Group memiliki mitra binaan diantaranya UMKM yang memproduksi masker kain di Solo dan Komunitas Tuli Gresik, Resto Apung Seba di Sidoarjo, dan masih banyak lagi,” ujar Rachmat.
Founder&CEO Iconomics, Bram S Putro, menjelaskan bahwa apresiasi pada program CSR Ini sangat penting dan diharapkan dapat mendorong inovasi-inovasi dalam program CSR. Dengan demikian, CSR yang dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan dapat mempercepat pemulihan ekonomi maupun sosial akibat dampak Covid-19.
Apresiasi Iconomics Award 2020 diberikan kepada berbagai perusahaan berdasarkan riset kualitatif yang melalui 3 tahapan. Pertama, identifikasi perusahaan-perusahaan yang memiliki kegiatan CSR sehatun terakhir. Kedua, media monitoring pemberitaan-pemberitaan mengenai kegiatan CSR perusahaan yang dimuat di media nasional sejak Januari 2020. Ketiga, analisa kegiatan CSR perusahaan berdasarkan pendekatan sukarela mengenai tanggung jawab sosial perusahaan.
“Sejak pandemic Covid-19 mulai massif melanda Indonesia, PGN Group juga mulai aktif dalam upaya pencegahan maupun penanganan. Mulai dari kampanye protokol kesehatan, bantuan sembako dan alat perlindungan diri untuk masyarakat, hingga bantuan APD untuk tenaga medis serta peralatan media di sejumlah rumah sakit. PGN juga menyalurkan gas bumi untuk mendukung kebutugan gas di dapur Wisma Atlet Kemayoran dialihfungsikan menjadi RS Darurat COVID-19,” ujar Rachmat.
Rachmat mengungkapkan bahwa PGN Group masih terus memetakan penyaluran bantuan dalam penanganan Covid-19 di berbagai wilayah. Sebagai bagian dari Holding Migas Pertamina, PGN ingin kehadiran bisnis PGN dapat memberikan kebermanfaatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar. “Di masa pandemi, PGN memiliki kapasitas lebih untuk dapat menyalurkan bantuan kepada masyarakay maupun tenaga medis, sehingga PGN akan terus pengoptimalkan privilege ini,” imbuh Rachmat.
Bantuan penanganan Covid-19 untuk masyarakat, tenaga medis, dan dukungan terhadap UMKM agar dapat bertahan dimasa pandemi ini, uga bagiaan dari upaya PGN bahwa dalam pengelolaan bisnisnya selalu memperhatikan tipple bottom line atau 3 P, People, Planet, Profit/Prosperity. Komitmen menjalan peran CSR dalam mengelola sosial dan lingkungan di sekitar operasi PGN juga sesuai dengan implementasi prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG). Dengan demikian, kehadiran energi baik gas bumi PGN diharapkan dapat memberikan manfaat secara sosial maupun ekonomi untuk masyarakat sekitar. (rel/ram)
Para narasumber dalam konferensi pers virtual Peluncuran GoPay Digital Donation Outlook 2020, Senin (7/12/2020).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selama pandemi Covid-19, pemberian donasi digital baik secara frekuensi maupun nominal, meningkat di seluruh jenjang usia di tanah air. Peningkatan frekuensi paling tinggi tercatat pada generasi Milenial. Sementara itu Gen X berdonasi dengan nominal paling tinggi dibanding generasi lainnya.
“Rata-rata nilai per donasi digital melonjak menjadi 72% selama pandemi. Temuan ini sejalan dengan data internal GoPay yang mencatat kenaikan transaksi donasi digital sebanyak dua kali lipat selama pandemi,” demikian hasil riset GoPay Digital Donation Outlook (DDO) 2020, riset terlengkap pertama mengenai situasi donasi digital di Indonesia, yang digelar GoPay bekerjasama dengan Kopernik, organisasi peneliti dan pengembangan masyarakat terkemuka di Indonesia.
Hasil riset itu disampaikan dalam konferensi pers virtual Peluncuran GoPay Digital Donation Outlook 2020, Senin (7/12/2020). Riset mengungkap secara detail ekosistem donasi digital di Indonesia. Mulai dari tren kebiasaan masyarakat berdonasi, tantangan utama yang dihadapi ekosistem filantropi dan rekomendasi untuk bersama mengembangkan filantropi di Indonesia.
Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata mengatakan, “Melalui riset ini kami mendalami berbagai aspek dalam donasi digital dan memuat sudut pandang semua pemangku kepentingan -mulai dari donatur, Kementerian Sosial, hingga influencer media sosial. Kami berharap riset ini dapat menjadi acuan berbagai pihak agar terus mempermudah masyarakat Indonesia membantu sesama.”
Dampak positif yang diciptakan lewat donasi digital GoPay mencatat transaksi donasi naik 2x selama pandemi, dengan total nilai donasi dari Maret – Oktober 2020 mencapai Rp 102 miliar.
Donasi digital dinilai memiliki potensi sangat besar karena memungkinkan masyarakat untuk berdonasi tanpa kontak dari manapun dan kapanpun. Pembayaran lewat e-money dapat mempercepat proses donasi, terutama pada situasi darurat. Manfaat ini pun menjadi sangat berarti di masa pandemi ini ketika semangat gotong royong dan saling membantu di tengah masyarakat meningkat namun pada saat bersamaan kontak langsung harus dihindari.
Teknologi juga memungkinkan donatur untuk berdonasi digital; dari mendapatkan informasi lewat media sosial, berdonasi di aplikasi dan situs daring, hingga pembayaran digital. Sebanyak 48% responden mengaku mendapatkan informasi mengenai donasi digital melalui media sosial. Informasi yang jelas meningkatkan transparansi proses donasi dan kredibilitas organisasi yang dituju sehingga donatur makin terdorong untuk berdonasi.
Manfaat teknologi diakui oleh berbagai organisasi non-profit yang menjadi responden riset. Lembaga Amil Zakat mengungkapkan bahwa Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS) melalui kanal digital bertumbuh signifikan hingga 2x per tahun.
Aplikasi dan platform donasi online menjadi medium yang paling banyak dipilih masyarakat berdasarkan dua alasan utama, yaitu kredibilitas platform dan kemudahan pembayaran.
Riset DDO menemukan, Gojek menjadi aplikasi digital yang paling sering digunakan oleh masyarakat (52,5%). Sementara itu, 71% memilih Kitabisa sebagai platform galang dana yang paling sering digunakan. Dalam empat tahun terakhir, jumlah inisiatif penggalangan dana oleh organisasi nonprofit meningkat secara kumulatif sebesar 13 kali lipat.
Pertumbuhan ekosistem donasi digital tidak terlepas dari perkembangan pesat metode pembayaran nontunai di Indonesia. Sebanyak 47% responden memilih berdonasi platform yang menerima transaksi digital. GoPay pun menjadi uang elektronik yang paling banyak digunakan untuk berdonasi (68%) karena dinilai paling aman, diterima secara luas di banyak organisasi dan yayasan, serta GoPay dipandang sebagai pionir dalam donasi digital.
Co-Founder dan CEO Kopernik, Toshi Nakamura mengungkapkan, “Riset ini mengungkapkan peluang yang lebih besar lagi ke depannya, terutama dengan semakin banyak masyarakat yang mau mencoba berdonasi digital. Namun penting bagi pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terkait donasi digital, terutama di luar kota besar. Dengan keunggulan dalam transparansi proses donasi dan informasi kredibilitas organisasi yang dituju, kami percaya bahwa kedepannya kita akan bersama-sama melihat pertumbuhan donasi digital yang lebih positif lagi.”
Kasubdit Direktorat Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Ganjar Basuki Santoso mengungkapkan, “Saat pandemi, donasi digital membuat masyarakat bisa tetap membantu sesama secara cepat, aman dan tanpa kontak. Kementerian Sosial sangat mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan ekosistem donasi digital, termasuk salah satunya melalui riset ini. Temuan yang dijabarkan dalam riset ini memperlihatkan kepada kita semua dampak positif donasi digital terhadap ekosistem donasi secara keseluruhan, serta potensi besarnya yang menunggu untuk dioptimalkan.” (rel/mea)
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Gelaran pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah khususnya di 23 Kabupaten Kota di Sumatera Utara kian dekat. Tinggal tiga hari lagi pesta demokrasi Pilkada serentak 9 Desember akan berlangsung.
Banyak permasalahan yang terjadi setiap kali Pilkada, Pileg atau pemilu berlangsung. Salah satunya soal Money Politik. Kebudayaan membeli suara atau Vote Buying atau yang lebih dikenal masyarakat ‘serangan fajar, menjadi hiasan setiap kali pagelaran pesta demokrasi berlangsung.
Ini tentunya menjadi masalah, karena pemimpin yang terpilih bukanlah hasil dari hati nurani masyarakat, namun karena ada sesuatu yang ditermia. Orang Medan sering menyebutkan “Ada Apanya, bukan Apa Adanya”.
Padahal berdasarkan penelitian, vote buying atau serangan fajar itu hanya efektif maksimal 40 persen dari yang diharapkan. Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara Fernanda Putra Adela mengatakan praktek membeli suara atau vote buying sudah mendarah daging bagi sebagian besar masyarakat. Ini sulit dihapuskan selagi calon kepala daerahnya masih melakukan praktek itu.
“Kita tidak bisa menutup mata tentang money politic itu,apalagi saat ini pandemi melanda, kesulitan ekonomi masyarakat menjadi senjata bagi seluruh kandidat dan ini harus dikawal baik itu oleh KPU atau masyarakat,”jelasnya belum lama ini kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).
Menurut Dosen USU ini, kandidat yang hanya membeli suara namun tidak menjual Visi Misi dan program kerjanya kepada masyarakat hanya akan mendapatkan kekecewaan yang besar. Kandidat akan melakukan timpa-timpaan jumlah uang dan ini akan dinikmati masyarakat, masyarakat yang akan diuntungkan dengan itu.
“Makanya kita dorong kandidat untuk membantu kerja KPU mensosialisasikan pilkada, tidak hanya sebatas pemilih potensial yang ditunutut memilih, tetapi semua lapisan masyarakat. Sebab vote buying tidak efektif dan hanya memberikan kekecewaan bagi kandidat,”harapnya.
Dirinya juga memperkirakan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada ini juga akan turun di Sumatera Utara. Sebab pemilih yang berusia di atas 50 tahun akan mempertimbangkan diri hadir ke TPS, khususnya di tengah pandemik COVID-19 ini.
“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas selama pilkada ini berlangsung, kita berharap pilkada ini sukses meski di tengah pandemi,”tandasnya.(rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua PKNU Sumut, Muhammad Ikhyar Velayati, mengimbau kepada umat Islam khususnya BKM/ Mtakmir masjid berani melawan oknum-oknum yang mencoba menggunakan masjid untuk kepentingan politik praktis.
Ikhyar Velayati Harahap
“Saya berharap mulai saat ini, semua umat Islam khususnya para takmir masjid berani melawan dan menolak oknum-oknum yang mencoba menggunakan masjid dan ibadah sebagai alat untuk kepentingan kelompoknya, khususnya menjelang pencoblosan tanggal 9 Desember nanti. Jangan sampai perbedaan pandangan politik membawa sumber permasalahan. Sejatinya pemilu adalah wujud dari semangat berdemokrasi, bukan menodai dan mempolitisi kesucian agama dan masjid,” tegasnya.
Pernyataan itu dilontarkan Ikhyar Velayati merespon beredarnya pengumuman dan ajakan kepada umat Islam Kota Medan di media sosial dari Pengurus Daerah Jaringan Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (PD JPRMI), untuk bersama mengadakan Subuh Akbar dalam rangka Pilkada Serentak, bertempat di masjid-masjid Kota Medan. Kegiatan akan dilaksanakan pada pukul 05.00 Wib. Panitia kegiatan siap untuk memfasilitasi spanduk dan lainnya. Dalam pengumuman tersebut juga disebutkan, ketua MUI Kota Medan, Prof. Dr. H.M. Hatta, MA turut serta mendukung acara tersebut.
Ikhyar mengingatkan semua pihak, bahwa menggunakan masjid dan mimbar keagamaan sebagai alat politik, justru merendahkan fungsi masjid itu sendiri.
“Masjid merupakan tempat ibadah untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat. Bukannya sebagai tempat politik praktis yang dapat mengoyak persatuan bangsa. Jadi jangan gunakan mimbar keagamaan apalagi ritual ibadah yang bersifat sakral, untuk kepentingan meraup suara dalam Pilkada Medan 2020. Menggunakan masjid dan mimbar keagamaan sebagai alat politik, justru dapat merendahkan fungsi masjid itu sendiri,” kata Ikhyar di Medan, Senin (7/12/2020).
Ikhyar menjelaskan lebih lanjut, politik praktis di masjid dapat menodai fungsi utama dari mesjid itu sendiri.
“Masjid sebagai rumah Allah merupakan tempat yang semestinya digunakan untuk merekatkan ukhuwah antar jamaah. Hadirnya politik praktis tentu akan menodai fungsi utama dari masjid,” pungkasnya.
Ikhyar juga meminta klarifikasi Ketua MUI Kota Medan, Prof. DR. H.M. Hatta MA, agar segera menjawab dan mengklarifikasi keterlibatannya dalam kegiatan tersebut, seperti tertera di pengumunan Pengurus Daerah Jaringan Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (PD JPRMI). Karena sejatinya peran MUI dalam Pilkada Serentak 2020, khususnya di Kota Medan, adalah membantu pemerintah dalam menjaga ketertiban, kenyamanan dan keamanan warga Kota Medan. “Misalnya menjaga masjid dan tempat ibadah bersih dari politik praktis dan kegiatan meraup suara dari oknum elit politik. Karena hal ini dapat memecah-belah persatuan bangsa serta dapat mengoyak ukhuwah Islamiyah warga Kota Medan,” ujar Ikhyar yang juga dikenal sebagai tokoh aktivis 98. (rel)