DILANTIK: Musa Rajekshah menerima pataka saat dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.
DILANTIK: Musa Rajekshah menerima pataka saat dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.
RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatra Utara, Musa Rajekshah menekankan pemenangan paslon yang didukung Partai Golkar dalam Pilkada 9 Desember 2020.
“Saya minta seluruh kader berjuang sekuat tenaga memenangkan pasangan calon yang didukung Partai Golkar pada Pilkada. Ini amanah ketua umum, Pak Airlangga Hartarto,” kata pria yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara itu, saat berkunjung ke Labuhanbatu dalam acara konsolidasi Partai Golkar Sumatra Utara, Jumat (4/12).
Sementara Ketua DPD Golkar Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe yang juga merupakan calon yang diusung Partai Golkar, mengatakan bahwa pihaknya yakin akan memenangkan Pilkada 2020 ini.
“Dalam pemilu legislatif Partai Golkar Labuhanbatu merupakan pemenang dengan 10 kursi di Legislatif, ini merupakan modal awal yang bagus untuk menenangkan Pilkada ini,” katanya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPD II Golkar Labuhanbatu Utara, Ali Tambunan, Ketua Golkar Labuhanbatu Selatan, Khairul Harahap, pengurus ormas Partai Golkar se Labuhanbatu raya dan ratusan kader Partai Golkar se Labuhanbatu raya. (fdh)
Muhammad Bobby Afif Nasution berkeliling memantau kondisi infrastruktur yang terdampak banjir di Kota Medan, Jumat (4/12/2020).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution membatalkan seluruh agendanya demi memantau banjir yang melanda Medan, Jumat (4/12/2020). Tak hanya satu tempat, Bobby berkeliling Medan memantau kondisi infrastruktur yang terdampak banjir.
Menantu Presiden Jokowi ini tanpa sungkan turun ke kawasan banjir. Berbekal sendal dan melipat trainingnya hingga ke betis, pasangan calon nomor urut 2 itu menjejakkan kaki ke dalam banjir. Bahkan di kawasan Kampung Lalang, Bobby menumpangi pick up warga, dan gelantungan memantau kondisi banjir hingga ke Jalan Pendidikan, Medan Sunggal, dekat dapur umum yang didirikan oleh relawan.
Warga yang didominasi emak-emak tampak berkolaborasi memasak nasi dan lauk untuk makan siang warga di sana. “Kami masak nasi, pakai ikan asin dan mie, untuk makan warga terdampak,” ucap warga.
Bobby memantau dapur umum yang disediakan Relawan Pasti Bobby untuk warga Cinta Damai yang banjir.
Usai melihat dapur umum, Bobby menyarankan kepada relawan untuk menambah dapur umum. “Tambah lagi dapur umumnya ya di daerah sana, biar lebih banyak (yang mendapatkan),” ucapnya.
Selanjutnya memantau banjir di kawasan Kampung Lalang bersama tim menuju Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia. Di sana ia memantau dapur umum yang disediakan Relawan Pasti Bobby untuk warga Cinta Damai yang banjir. Pantauan berlanjut hingga Tanjung Gusta dan Kelambir V, Medan Helvetia. Jalan-jalan banjir disusuri Bobby sambil menyapa warga. Suami Kahiyang Ayu ini pun melihat kondisi drainase yang tersumbat, sehingga air membanjiri jembatan.
Keluhan-keluhan disampaikan warga kepadanya. Mereka berharap bantuan Bobby Nasution. “Tolong bantu kami pak, banjir, makan pun belum kami,” tutur warga.
Seorang pedagang Pasar Kampung Lalang, Sembiring mengungkapkan baru kali ini banjir sampai ke jalan raya. “Sejak dagang di sini, baru dua kali banjir. Tahun 2001 lalu, sama sekarang. Ini banjirnya paling parah. Makanya, mudah-mudahan nanti pemimpin kita bisa tanggap. Untuk Bobby, perhatikanlah masalah banjir ini,” pinta dia. (rel)
SUMUTPOS.CO – Satgas penanganan Covid-19 mengklaim, 11 provinsi sudah mencapai target testing Covid-19 sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia WHO yaitu 1:1.000 penduduk per minggu. Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Budi Santoso mengungkapkan, sisanya sudah melakukan testing sekitar 80-90 persen dari standar WHO. Namun, Budi tidak menjelaskan secara rinci provinsi mana saja yang sudah mencapai target WHO untuk pengetesan kasus Covid-19.
Menurut Budi, ada sejumlah kendala yang dihadapi untuk bisa melakukan testing sesuai standar WHO. Antara lain, wilayah Indonesia yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke serta pemetaan daerah yang satu dengan lain yang berbeda. Contohnya, fasilitas Kesehatan yang ada di Jakarta berbeda dengan daerah terpencil.
“Jadi, sangat sulit untuk bisa memenuhi standar WHO yaitu melakukan testing 1:1.000 penduduk per minggu atau 267 ribu testing per minggu. Karena, karakter Indonesia berbeda dengan negara lain yang bentuknya di peta dunia sudah hampir sama dengan peta dunia sendiri,” kata Budi dalam perbincangan IG Live Katadata Indonesia dengan tema Lawan Penyebaran Covid-19 dengan 3T, Jumat (4/12).
Budi menambahkan, Satgas akan terus berupaya meningkatkan testing kasus Covid-19. Karena, salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah melalui 3T yaitu testing, tracing dan treatment. “Jadi, kami tidak harus menunggu momen tertentu untuk meningkatkan testing, seperti setelah pilkada. Kami terus berupaya untuk terus meningkatkan jumlah pengetesan setiap harinya. Namun, tidak semua daerah mempunyai laboratorium yang sesuai dengan standar sehingga rekomendasinya adalah melakukan tes di daerah terdekat,” jelasnya.
Budi menambahkan, setelah testing maka tahap berikutnya adalah melakukan tracing atau pelacakan. Seharusnya, 80 persen dari kontak erat terakhir dengan pasien positif harus dilakukan tes. Namun, untuk mencapai angka tersebut bukan hal yang mudah. “Masih ada stigma di masyarakat, pasien yang positif tidak mau menyebutkan orang-orang yang melakukan kontak erat dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir. Begitu juga dengan orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif tidak mau melapor,” ujarnya.
Ini yang menjadi masalah utama dalam melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Setelah dilakukan tracing maka langkah berikutnya adalah treatment atau perawatan. Budi menjelaskan, pasien yang dinyatakan positif bisa melakukan isolasi mandiri apabila tidak ada gejala. Namun, apabila mengalami gejala seperti demam, batuk dan lain-lain bisa langsung dirawatdi rumah sakit.
“Keterlambatan membawa pasien positif ke rumag sakit akan membahayakan jiwa pasien. Ini karena masih adanya stigma di masyarakat yang tidak mau melapor Ketika ada yang positif. Ada juga faktor lain yaitu masih belum teredukasinya masyarakat terkait penanganan kasus positif Covid-19,” tambahnya.
Kementerian Kesehatan melaporkan kasus baru Covid-19 per Jumat (4/12) mencapai 5.803. Dengan begitu, total orang terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 563.680. Mayoritas penambahan kasus baru berasal dari Pulau Jawa. Seperti DKI Jakarta dengan 1.092 dan Jawa Barat sebanyak 992.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan penularan virus corona yang tinggi bakal terus menyebabkan jumlah kasus melonjak. Sedangkan tingkat penularan virus yang rendah, tidak akan menghasilkan peningkatan kasus meskipun jumlah tes diperbanyak.
Oleh karena itu, dia meminta masyarakat bersama-sama menekan penularan virus corona. Caranya dengan mematuhi protokol 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “Bukan hanya tracing dan testing, tetapi perubahan perilaku 3M yang menjadi kunci,” kata Wiku.(rel)
MEDAN, SUMUTPOS – Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Zeira Salim Ritonga mengungkapkan, sedikitnya ada Rp15 triliun dana hibah untuk petani sawit melalui program PSR (Perkebunan Sawit Rakyat) saat ini mengendap di Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Menurutnya, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Koperasi Petani Sawit mesti merebutnya, guna meningkatkan pendapatan mereka.
“Dana hibah yang diambil dari hasil kutipan CPO (Crude Palm Oil) dan dikelola oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) ini diperuntukan untuk meningkatkan produktivitas petani sawit se Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/11), seusai menemui Dirjen Perkebunan Kementan RI, Kasdi Subsgyono di Jakarta.
Dari penjelasan Dirjen Perkebunan, terang Zeira, petani sawit akan mendapatkan dana hibah sebesar Rp30 juta/hektare dan setiap petani maksimal memeroleh bantuan lahan empat hektare, setelah lolos verifikasi dari Kementan RI.
“Jadi program PSR ini khusus untuk petani yang memiliki perkebunan kelapa sawit sudah 25 tahun berproduksi dan ingin melakukan replanting atau penanaman baru (peremajaan),” tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan hibah, sambung dia, segera mengusulkan melalui Gapoktan, kelompok tani maupun koperasi petani sawit ke Kementan Dirjen Perkebunan RI, untuk selanjutnya diserahkan kepada Dinas Pertanian kabupaten/kota di Sumut.
Zeira menyampaikan rasa kecewanya terhadap rendahnya serapan anggaran program PSR untuk Sumut yang hanya sebesar Rp250 miliar, dibandingkan dengan provinsi lain. “Minimnya serapan itu, karena kurangnya sosialisasi dari pemkab/pemko maupun Pemprov Sumut kepada masyarakat petani sawit, terkait program PSR dimaksud,” kata sekretaris Fraksi Nusantara DPRD Sumut itu.
Ia lantas menduga, rendahnya serapan atas program dimaksud disebabkan masih bertele-telenya birokrasi dalam pengusulan PSR yang dilakukan oleh oknum-oknum pemerintah daerah, sehingga terkesan masih adanya mafia anggaran dalam penyalurannya.
Pengawasan Lemah
Pengamat anggaran Elfenda Ananda mengatakan, permasalahan yang disampaikan Zeira Salim Ritonga tak semestinya terungkap jika pengawasan DPRD Sumut kuat dilakukan pada sektor dimaksud bersama DPRD kabupaten dan kota di Sumut.
“Terkait rendahnya serapan anggaran untuk program PSR ini untuk Sumut harusnya jadi perhatian lintas tingkatan di DPRD masing-masing dapil agar tidak ada semacam diskriminasi wilayah. Ini juga menunjukkan tugas pengawasan dari legislatif khususnya dapil Sumut rendah. Jangan sampai DPR RI dapil Sumut, DPRD provinsi dan kabupaten/kota seolah-olah buang badan dan tidak mau berempati terhadap permasalahan tersebut. Harus ada evaluasi dalam hal pengawasan kenapa hal ini bisa terjadi. Apakah birokrasi yang menghambat atau ada sistem yang masih menjadi persoalan,” katanya menanggapi persoalan dimaksud.
Ia juga menyebut, persoalan ini takkan mengemuka andai tercipta transparansi dari program tersebut. “Harusnya tidak terjadi apabila ada transparansi. Tentu saja ini merugikan masyarakat khususnya petani kelapa sawit yang harusnya bisa produktif memanfaatkan bantuan tersebut. Dikarenakan tidak mendapat informasi tersebut akhirnya dana tersebut nganggur dan ekonomi tidak bergerak,” katanya.
Terlebih dalam situasi pandemi, ujar mantan sekretaris eksekutif FITRA Sumut ini, seharusnya daya tahan petani harus dikuatkan dengan memberikan berbagai stimulus termasuk bantuan dana hibah. Selain itu hendaknya segala persoalan distribusi dan pemasaran juga dibantu agar para petani dapat tetap bertahan dalam situasi pandemi.
“Kan lumayan jumlahnya per hektare Rp30 juta. Bukankah hal tersebut dapat memperkuat perekonomian rakyat.
DPRD yang mewakili rakyat harusnya bekerja untuk membela kepentingan rakyat, kalau sudah tau permasalahan segera susun agenda kerja untuk mendorong terwujudnya realisasi program tersebut. Jangan sampai rakyat yang kurang akses informasi dan keterbatasan kemampuan lobi harus dirugikan haknya. Persoalan ini harus ditangani secara serius oleh DPRD agar hak rakyat dapat diperoleh,” katanya.
Apalagi kata dia terhadap petani yang berhak sesuai dengan ketentuan yang kelapa sawitnya sudah usia 25 tahun berproduksi, dan ingin melakukan replanting atau penanaman baru (peremajaan) tentunya sangat membutuhkan pembiayaan. Saat ini, jangankan untuk penanaman baru, untuk bertahan hidup saja sudah cukup baik.
“Maka program pemerintah sudah tepat, jangan sampai tertunda program tersebut. Di sisi lain tentunya harus ada audit di Kementan RI terhadap tertundanya program ini, untuk memastikan bahwa parkirnya angggaran program ini bukan ada faktor disengaja agar ada keuntungan pihak tertentu. Ini untuk membersihkan praktik ketidak terbukaan anggaran yang seringkali merugikan rakyat,” pungkasnya. (prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pertumbuhan ekonomi Sumut pada kuartal empat diprediksi akan tumbuh positif. Tapi, realisasi pertumbuhan ekonomi Sumut di kuartal ketiga lebih buruk dari ekspektasi sebelumnya.
Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menjelaskan, di kuartal keempat ini, memberikan rasa kuatir yang besar terkait kemungkinan pertumbuhan ekonomi Sumut.
“Dimana Sumut masih terlihat kesulitan untuk tumbuh di atas 0%. Terlebih motor penggerak ekonomi Sumut dibandingkan dengan wilayah lain terbilang lebih sedikit,” jelas Gunawan.
Gunawan mengatakan bahwa sejauh ini, pertumbuhan ekonomi nasional yang terpuruk cukup dalam memang tidak membuat ekonomi Sumut terpuruk dengan angka yang sama.
“Hanya saja, di kuartal ketiga Sumut tidak mengalami pembalikan arah yang signifikan. Padahal Sumut tidak memberlakukan PSBB secara ketat dibandingkan dengan wilayah lainnya. Saya menilai motor penggerak ekonomi Sumut di kuartal ketiga cenderung stagnan. Meskipun harga komoditas CPO di masa Covid-19 ini justru mengalami kenaikan yang tajam,” tutur Gunawan.
Dengan itu, Gunawan menyampaikan peluang Sumut untuk tumbuh positif di kuartal keempat memang bisa saja tercipta. Optimis peluang baik akan ditunjuki pertumbuhan ekonomi di kuartal empat ini.
“Tetapi saya tetap menggaris bawahi bahwa Sumut bisa saja tetap negatif pertumbuhan ekonominya di kuartal keempat ini. Saya melihat Sumut memang berpeluang membaik dalam rentang 0.3% hingga minus 0.6%. tetapi lagi-lagi saya garis bawahi, hitungan ini akan berubah nantinya di bulan Desember,” terangnya.
Sementara itu, di kuartal keempat Gunawan juga memprediksi untuk ekonomi nasional juga masih berpeluang tumbuh negatif. Meskipun perkiraan tersebut bisa saja berubah nantinya. Hal ini mengingat masih terlalu dini ekonomi nasional disimpulkan akan membaik.
Selanjutnya, dikatakan Gunawan adanya belanja pemerintah yang memang pada dasarnya akan menguat di kuartal terakhir setiap tahun. Ini yang akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kedepan.
“Terakhir ada peningkatan belanja masyarakat yang besar menjelang perayaan keagamaan di Desember 2020 dan Tahun Baru 2021. Jadi memang ada sejumlah motor penggerak ekonomi untuk tumbuh di atas 0% atau positif nantinya,” ungkapnya.
Disisi lainnya, Gunawan berpendapat belanja pemerintah juga masih banyak yang dihabiskan untuk bantuan sosial. Perlambatan pada perekonomian dunia membuat aktivitas ekonomi nasional masih akan terus melambat.
“Ini yang akan menjadi ganjalan terhadap sikap optimis kalau ekonomi di kuartal keempat akan positif. Belum lagi kalau penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di tanah air justru memicu terjadinya PSBB ketat. Ini bisa mengubah ekspektasi kita kedepan. Jadi sejauh ini saya melihat kalau ekonomi nasional masih akan tumbuh negatif di bawah 1%. Meskipun bisa saja direvisi di Desember nantinya,” tandas Gunawan. (gus/ram)
Calon Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi bersama Calon Wakil Wali Kota Medan Ustadz Salman Alfarisi bersilaturahmi dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu di Rumah Makan Garuda, Jalan Kapten Patimura, Medan, Jumat, 4 Desember 2020.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPP Partai Keadilan Sosial (PKS) akan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada untuk memenangkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution – Salman Alfarisi dalam Pilkada serentak 2020.
Calon Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi bersama Calon Wakil Wali Kota Medan Ustadz Salman Alfarisi bersilaturahmi dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu di Rumah Makan Garuda, Jalan Kapten Patimura, Medan, Jumat, 4 Desember 2020.
“Pilkada di Medan bagi PKS adalah sebuah pertaruhan. Oleh karena itu, PKS Insya Allah akan all out dan kita akan turunkan struktur, baik dari DPP, wilayah, kota. Kemudian kita juga menurunkan kader-kader dari simpatisan agar bergerak. Alhamdulillah ini semakin menggembirakan, dari hasilnya Insya Allah kita optimis untuk memenangkan pilkada di Kota Medan,” tegas Presiden PKS, Ahmad Syaikhu kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan paslon AMAN dan sejumlah pengurus DPP PKS, Jumat (4/12/2020) sore di Medan.
Mengenai aksi ‘bagi bagi’ di Pilkada Medan, Presiden PKS ini juga sudah menginstruksikan kepada kader-kader dan struktur PKS untuk mengawal agar tak terciderainya demokrasi di Indonesia khususnya di Kota Medan.
“Tadi malam, kebetulan saya mengumpulkan kader, saya instruksikan, satu pekan ini tugas utama melakukan pengawalan, jangan sampai kemudian ada money politik yang akan menciderai demokrasi. Mudah mudahan sejak malam ini, kader dan simpatisan PKS terus berupaya agar demokrasi kita tidak terciderai,” jelasnya.
Untuk itu, Ahmad Syaikhu mengajak seluruh warga Kota Medan untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi 9 Desember 2020 dan jangan golput.
“Ingat! Tanggal 9 Desember 2020 mari kita bersama sama berbondong bondong masuk ke TPS dan jangan lupa memilih pasangan terbaik untuk Kota Medan, yaitu pasangan AMAN (Akhyar – Salman) nomor 1. Silakan coblos, mudah mudahan Medan akan lebih berjaya lagi. Allahu Akbar… Mardeka,” tutupnya.
Pada pertemuan itu, terihat juga anggota Komisi IX DPR RI Ansory Siregar, Ketua DPW PKS Sumut Dr. H. Haryanto, LC, MA, Ketua DPP PKS Wilda Sumbagut H Hendry Munief dan sejumlah pengurus lainnya. (*)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Merasa terpanggil dan ingin ciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kota Medan yang terdampak banjir, kelompok Pemuda Cinta Indonesia Beridiologi Religius dan Universal (Peci Biru) serahkan 500 paket bantuan.
Kegiatan yang disponsori Raja Sayur itu berlangsung di kawasan Kelurahan Sungai Mati, Medan Maimun dan berlangsung pada tiga titik lokasi yakni Gang Al Falah, Gang Alfajar dan Gang Merdeka.
“Sebagai bentuk kepedulian dan merasa terpanggil melihat kondisi korban banjir di Sungai Mati ini, maka komunitas yang tergabung dalam kelompok Peci Biru coba meringankan beban sesama saudara kita di Kota Medan ini dengan memberikan 500 paket minuman sehat dan Ubi Cilembu khas Raja Sayur kepada warga yang terkena dampak banjir,” ungkap Ketua DPP Peci Biru, Risdianto di sela pembagian bantuan, Jumat (4/12/2020).
Risidanto berharap bentuk bantuan yang mereka berikan menjadi cadangan makanan kepada para korban banjir yang saat ini sangat membutuhkan bantuan dari pada donatur.
“Dengan kondisi rumah yang terendam air, yang mereka butuhkan saat ini adalah makanan dan pakaian. Semoga dengan kegiatan kita membagikan paket makanan bisa memotivasi yang lain untuk turut membantu dan meringankan beban sesama,” harap Risdianto.
Masih menurut Risdianto, sesuai namanya Peci Biru yang beridiologi religius dan universal, maka kegiatan sosial menjadi skala prioritas mereka.
“Untuk itu saya kembali menekankan kepada seluruh anggota dan simpatisan Peci Biru untuk terus berbuat demi kemajuan dan kepentingan orang banyak. Sesuai cita-cita dan harapan kita juga menjadikan Kota Medan yang aman dan nyaman warganya,” tutupnya. (*)
SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat adat di Serdang Bedagai rapatkan barisan dukung Darma Wijaya bersama Adlin Tambunan (DAMBAAN) untuk maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Serdang Bedagai periode 2021-2025.
Daniel Sembiring ketua Merga Silima Serdang Bedagai mengatakan siap memenangkan DAMBAAN, karna pengalaman yang sudah sudah etnis Karo belum pernah mendapatkan perhatian Pemerintahan Kabupaten. Merga Silima merupakan lima induk merga/marga dalam suku Karo yaitu Karo-karo, Ginting, Tarigan, Sembiring dan Perangin-angin.
“Kita sungguh sungguh memang mau mendukung karna pengalaman selama ini perhatian untuk etnis khususnya suku Karo belum pernah diperhatikan,” ujar Daniel, Jumat (4/11/2020).
Sementara itu dengan menggunakan pakaian adat Simalungun gotong dan suri-suri, Darwin Sigalingging selaku penasehat Partuha Maujana Simalungun (PMS) di Serdang Bedagai menambahkan, mengharapkan pemimpin kedepannya yang mampu memberikan perubahan perhatian untuk masyarakat adat.
“Kami dari PMS mendukung sepenuhnya Darma Wijaya dan Adlin Tambunan dengan harapan ada perubahan dan pembaruan di Serdang Bedagai. Kita lihat 15 tahun belakangan ini sepertinya jalan ditempat,” ujar Darwin.
Kekhawatiran Daniel hilangnya adat Karo di Kabupaten Serdang Bedagai, membuatnya optimis perubahan dan pembaharuan mendukung pemimpin yang baru di Pilkada 9 Desembember mendatang.
“Budaya adat Karo ini perlu dikembangkan. Supaya tidak hilang adat ini di Kabupaten Serdang Bedagai, kadang kadang marganya dia tidak tau asalnya darimana datang karna dia lahir disini lalu orangtuanya tidak pernah membawanya ke kampung halaman,” jelas Daniel.
Daniel juga mendesak pasangan calon nomor urut 1 H. Darma Wijaya dan Adlin Tambunan agar memperhatikan masyarakat adat yang tidak hanya etnis Karo.
“Kita dukung DAMBAAN supaya harapan kita memperhatikan semua etnis untuk kemajuan etnis itu sendiri supaya etnis budaya berkembang di Kabupaten Serdang Bedagai ini agar kita belajar adat istiadat” lanjutnya.
Ia menjelaskan sejatinya masyarakat adat istiadat harus memang dilestarikan tidak dilupakan begitu saja.
“Jadi kalau ada pertemuan yang ada di protokoli oleh PEMDA (Pemerintahan Daerah) bisa kita belajar disitu untuk adat. Supaya tidak hilang adat ini di Kabupaten Serdang Bedagai,” terangnya.(*)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Walikota Medan nomor urut 1, Ir H Akhyar Nasution M Si meminta seluruh tim pemenangan, relawan, simpatisan dan juga masyarakat untuk mengawasi politik uang yang terjadi dalam Pilkada Medan.
“Saya tidak tahu siapa yang melakukan itu, tapi udah pasti bukan Akhyar – Salman. Ini perlu diawasi, ini yang mencederai dan tidak akan pernah baik kota ini, tidak akan pernah baik negeri ini, kalau semua proses politik diawali dengan money politik,” tegas Akhyar usai penyerahan SK saksi luar yang berlangsung di Jalan Sembada, Gang Bunga Mawar, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (4/12/2020).
Dia menyebutkan, saat ini sedang gencar-gencarnya upaya pendistribusian logistik, yang tidak diketahui asal muasalnya. “Saya pun tidak tahu siapa, tapi pendengaran saya, penglihatan saya, ini sedang terjadi, baik melalui aparatur resmi maupun tidak resmi dengan segala macam cara. Tolong semuanya kita mengawasi, kalau ada kita videokan, kita rekam, ini menjadi bukti jika ada persengketaan Pilkada nantinya,” pesan Akhyar lagi.
Pada kesempatan itu, Akhyar juga menjelaskan, walaupun tidak dapat undangan C6 atau undangan pemilihan, warga yang sudah berusia di atas 17 tahun diharapkan turut hadir ke TPS terdekat untuk menggunakan hak pilihnya.
“Jika ada nama kita di DPT, tunjukkan saja KTP. Boleh jam berapa saja memilih. Tapi jika tidak, tetap datang juga ke TPS tapi pencoblosannya jam 12 sampai jam 1. Tolong dipahami ini,” jelas Akhyar.
Berdasarkan informasi yang beredar, dia menyampaikan, ada trik-trik di mana potensi pemilih Akhyar – Salman, undangan C6 nya dimain-mainkan, sehingga orang malas untuk datang ke TPS.
“Inilah kerja tugas saksi luar, bukan hanya mengamati, mengawasi pada saat hari H-nya, tapi lihat siapa-siapa yang belum datang, ini yang harus dijemput, diingatkan. Jadi saksi luar itu yang sangat penting tugasnya mengontrol, mengawasi segala macam. Jadi potensi-potensi permainan itu dimulai dari situ,” bebernya.
Oleh karena itu, Akhyar meminta kepada semuanya agar jangan takut dengan segala macam intimidasi maupun tantangan. “Kita hidup di negara berdasarkan hukum. Kita ini negara hukum, bukan negara kekuasaan,” tukasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu. Dia menerangkan, waktu kampanye Pilkada Medan tinggal 2 X 24 jam. “Itu menentukan hasil kita, yang sudah kita bekerja selama 4 bulan ini. Manfaatkanlah 2 hari ini dengan sebaik baiknya,” pesannya.
“Seperti apa yang disampaikan oleh Pak Akhyar, Walikota kita, kita harus bisa menang telak. Tolong ini digarisbawahi. Dalam 2 kali 24 jam ini kita masih bisa bekerja,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Brigade 08 Kota Medan, Johan Arvindo menyatakan kesiapannya untuk mengawasi pilkada Medan ini.
“Terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Kami sangat bangga dipercayakan oleh beliau. Terima kasih atas kepercayaannya dan oleh sebab itu saya selaku komandan Brigade 08 Kota Medan meminta kepada seluruh jajaran dan simpatisan semua agar tetap mengawal seperti yang diinstruksikan tadi oleh Pak Walikota kita. Bahwasannya kemungkinan besar banyak kecurangan. Oleh sebab itu, saya selaku komandan tidak berbangga diri dan seharusnya saya khawatir. Kenapa? Tugas ini berat. Kalau sempat nanti di luar kami tidak bisa mengamankan, kemana harga diri kami dan kami kerahkan 10 ribu untuk dijadikan saksi luar, kami kerahkan seluruh anggota keluarga dan tetangga-tetangga kami,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Johan bersama seluruh jajaran Brigade 08 Kota Medan menyatakan siap untuk menjalankan amanah yang telah diberikan. (*)
MEDAN, SUMUTPOS.CO — Menutup rangkaian kampanye jelang hari pencoblosan, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman akan menggelar doa bersama relawan di 21 kecamatan se Kota Medan, Sabtu (5/12/2020).
Hal ini dijelaskan Juru Bicara Tim Pemenangan, Ikrimah Hamidy dalam kegiatan gathering dengan media di Posko Pemenangan Bobby-Aulia, Jalan Cut Mutia Medan, Jumat (4/12/2020).
“Rencananya sehabis debat terbuka paslon akan melakukan doa bersama yang dilaksanakan relawan di 21 kecamatan. Tapi karena keterbatasan waktu, paslon akan menghadiri kegiatan tersebut di posko relawan di Jalan Putri Hijau Medan,” katanya didampingi Indra Gunawan, Ketua Media Centre Tim Pemenangan Bobby-Aulia.
Ikrimah juga menjelaskan, di hari terakhir kampanye, Bobby Nasution-Aulia Rachman akan sedikit lebih bersantai dalam berkampanye. “Akan lebih santai besok. Berdasarkan rencana hanya ada dua kegiatan sebelum debat. Pada kesempatan tersebut, Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajekshah yang sudah mengambil cuti akan mendampingi paslon,” ungkapnya.
Selain itu, mantan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 ini mengucapkan maaf kepada para awak media lantaran Bobby-Aulia yang dijadwal hadir di kegiatan ini, mesti meninjau beberapa titik lokasi banjir di Kota Medan.
“Rencananya datang, tapi karena kondisi alam, Bang Bobby dan Bang Aulia mengambil keputusan untuk mengunjungi korban banjir di Kota Medan. Sekali lagi kami mohon maaf,” ujarnya.
Indra Gunawan mengucapkan terimakasih kepada awak media yang selama hampir setahun terakhir ini banyak membantu dan memberi masukan terkait pemberitaan pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman saat bersosialisasi dan menemui para konstituennya baik sebelum masa kampanye dan saat tahapan kampanye yang waktunya ditetapkan KPU Kota Medan.
“Kita berharap jalinan komunikasi ini bisa terus berjalan meskipun gelaran Pilkada sudah berakhir. Karena diketahui, Bang Bobby juga mendapat pesan untuk terus menjaga silaturahmi dan komunikasi dengan media jika nantinya terpilih menjadi wali Kota Medan,” ujarnya. (rel)