27 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3844

Polsek Patumbak Tangkap Pengedar Uang Palsu

TERSANGKA UPAL:Bobi (tengah), tersangka pengedar upal dipaparkan Polsek Patumbak, Selasa (1/12).dewi/sumut pos.
TERSANGKA UPAL:Bobi (tengah), tersangka pengedar upal dipaparkan Polsek Patumbak, Selasa (1/12).dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Patumbak mengungkap peredaran uang palsu (upal) di Kota Medan. Hal itu terungkap saat temu pers di Mapolsek Patumbak, Selasa (1/12).

TERSANGKA UPAL:Bobi (tengah), tersangka pengedar upal dipaparkan Polsek Patumbak, Selasa (1/12).dewi/sumut pos.
TERSANGKA UPAL:Bobi (tengah), tersangka pengedar upal dipaparkan Polsek Patumbak, Selasa (1/12).dewi/sumut pos.

Kapolsek Medan Patumbak, Kompol Arfin Fachreza SIK didampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba SH kepada sejumlah wartawan mengatakan, peredaran upal itu terungkap saat pelaku berinisial BH alias Bobi (34), warga Jalan Delitua, Gang Sei Deli, Kelurahan Sukamakmur Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang akan membelanjakan uang tersebut di Jalan Garu VI, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (25/11) lalu.

Pelaku, lanjutnya, ingin membeli handphone merek Vivo tipe Y17 kepada seorang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya melalui aplikasi OLX seharga Rp1.750.000.

“Kemudian pelaku menawarnya menjadi Rp1.700.000. Mereka berdua lalu sepakat bertemu di Jalan Garu VI Gang Merbuk Medan Amplas. Setelah menerima uang dari tersangka, korban merasa curiga dan memanggil temannya untuk memeriksa uang tersebut,” ujar Arfin.

Ketika diintrogasi, tambahnya, ternyata uang itu palsu. Korban dan teman-temannya kemudian mengamankan tersangka berikut 19 lembar uang palsu pecahan seratus ribu. Petugas yang mendapat laporan kemudian mengamankan tersangka ke Polsek Patumbak.

“Keesokan harinya kami langsung melakukan pengembangan ke rumah tersangka dan kembali berhasil mengamankan 17 lembar uang palsu pecahan seratus ribu,” ungkapnya.

Arfin menjelaskan, selain 36 lembar uang palsu pecahan seratus ribu, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti lainnya, berupa satu unit mesin printer merk Canon type MG2570 S, satu buah penggaris besi, satu buah pisau cutter, lima buah suntik printer dengan isi tinta berbagai warna, satu rim kertas ukuran A4, lima botol kecil tinta berbagai warna dan satu buah cartridge Canon. (mag-1/azw)

“Tersangka kita jerat Pasal 26 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo Oasal 36 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011, Tentang mata uang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp50.000.000.000,” tegasnya.

Lanjut Arfin, ketika diinterogasi pelaku yang mengaku bekerja sebagai buruh tower tersebut mengungkapkan, bahwa dirinya masih tahap belajar membuat uang palsu dari konten YouTube.

Pelaku juga mengaku, melakukan pemalsuan uang sebagai alat transaksi untuk mendongkrak perekonomian dirinya. “Saya belajar dari YouTube. Saya ingin menggunakan uang palsu itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” aku Bobi. (mag-1/azw)

Serapan APBD Humbahas TA 2020 Hanya 65,01 Persen

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO- Penyerapan anggaran Kabupaten Humbang Hasundutan tahun anggaran 2020, hingga per 26 November 2020 terealisasi baru mencapai 65,01 persen atau Rp544.137.537.352,00 dari total belanja Rp836.991.085.911,24.

Sementara, dari belanja transfer baru 76,79 persen atau Rp134.539.718.524,00 dari total Rp175.203.643.593,00.

Padahal, batas akhir penyerapan anggaran keuangan daerah tersisa satu bulan lagi.

Kepala Bidang Akuntansi dan Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Batara Siregar mengatakan, bahwa serapan anggaran tahun 2020 hingga memasuki bulan ke sebelas mencapai 65,01 persen.

Menurutnya, angka itu sudah lumayan dalam penyerapannya dikarenakan situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi.

“Angka ini sudah lumayan penyerapanya,” katanya, Senin (30/11) melalui sambungan telepon.

Dijelaskannya, serapan anggaran itu terbagi dari tiga jenis penggunaan. Diantaranya, belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga.

Pada belanja operasi , anggaran yang dialokasikan sebesar Rp670.742.655.055,02. Dari jumlah tersebut, katanya, penyerapan hingga di bulan kesebelas ini Rp457.692.515.048,00 atau 68,24 persen.

“Belanja operasi itu terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja hibah, belanja bansos,” tambahnya.

Sedangkan, untuk belanja modal dari anggaran yang dialokasikan sebesar Rp118.405.522.448,22 yang terdiri belanja tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, belanja jalan, irigasi dan jaringan serta belanja aset tetap lainnya. Penyerapannya itu tadi, baru terealisasi Rp71.328.171.404,00 atau 60,24 persen.

“Sementara, untuk belanja tak terduga dialokasikan sebesar Rp47.842.908.408,00, baru terealisasi Rp15.116.850.900,00 atau 31,60 persen,” kata Batara.

Ditambahkanya, sementara untuk belanja transfer yang kini dipisahkan dari belanja operasi, baru 76,79 persen atau Rp134.539.718.524,00 dari total yang dialokasikan Rp175.203.643.593,00.

Belanja ini, lanjut dia, terbagi dua jenis penggunaan, yakni transfer bantuan keuangan desa dan transfer bantuan keuangan lainnya.

Disinggung, apa alasan serapan itu masih 65,01 persen, Batara lagi-lagi mengaku akibat presentase dari pekerjaan fisik yang belum selesai. Dan, teringat pandemik Covid-19 sehingga kegiatan yang telah dianggarkan menjadi tidak terealisasi.

“Banyak kegiatan, ada kegiatan mengumpulkan masyarakat tidak bisa, setelah direcofusing ada yang tidak terealisasi seperti perjalanan dinas,” katanya. (des/ram)

Rampas Mobil Debitur, Debt Collector Dituntut 3 Tahun Penjara

SIDANG TUNTUTAN: Bosman R Naibaho (VC), terdakwa perampasan mobil menjalani sidang tuntutan, Selasa (1/12).agusman/sumut pos.
SIDANG TUNTUTAN: Bosman R Naibaho (VC), terdakwa perampasan mobil menjalani sidang tuntutan, Selasa (1/12).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umun (JPU) Maria Tarigan menuntut Bosman R Naibaho 3 tahun penjara. Terdakwa warga Jalan Kapten Sumarsono ini, dinilai terbukti melakukan perampasan mobil milik Dista Ricky Hasudungan Tanjung selaku debitur perusahaan pembiayaan.

SIDANG TUNTUTAN: Bosman R Naibaho (VC), terdakwa perampasan mobil menjalani sidang tuntutan, Selasa (1/12).agusman/sumut pos.
SIDANG TUNTUTAN: Bosman R Naibaho (VC), terdakwa perampasan mobil menjalani sidang tuntutan, Selasa (1/12).agusman/sumut pos.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, untuk menjatuh hukuman kepada terdakwa Bosman R Naoibaho selama 3 tahun penjara,” ucapnya dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Selasa (1/12).

JPU menilai terdakwa Bosman R Naibaho terbukti melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHPidana Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana tentang perampasan secara bersama-sama.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Usai persidangan, korban Dista Tanjung menyatakan kekecewaannya. Pelaku perampasan mobil miliknya melibatkan enam orang debt collector ini, namun hanya satu orang yang diadili sebagai terdakwa.

“Saya korban dari perampasan mobil, mereka merampas semua barang-barang di dalam mobil itu meminta keadilan yang seadil-adilnya. Sudah lebih dari tiga tahun prosesnya, pelaku perampasan dengan alasan penarikan mobil itu ada enam orang namun hanya satu yang menjadi terdakwa,” keluhnya.

Selain menuntut keadilan melalui penyampaian surat, korban juga meminta pertanggung jawaban terhadap PT CIMB Niaga dan PT Olivia yang memerintahkan perampasan mobil miliknya yang sejatinya telah dilunasi tersebut. “Saya minta perlindungan hukum dan keadilan hukum seadil-adilnya, saya juga meminta pertanggungjawaban PT CIMB Niaga Auto Finance dan PT Olivia sebagai pihak leasing atas perintah penarikan mobil yang sebenarnya sudah saya lunasi,” tegasnya.

Mengutip dakwaan JPU, bahwa terdakwa dijanjikan upah sebesar Rp100 ribu bila berhasil merebut mobil dari tangan debitur yang diduga menunggak kredit tersebut. Dimana terdakwa Bosman mengambil paksa mobil milik debitur Dista Ricky Hasudungan Tanjung, pada 7 September 2017 di Jalan Gatot Subroto simpang Ayahanda Medan. (man/azw)

Curanmor di Halaman Masjid, Pelaku Diamuk Massa

DIAMANKAN: TNI mengamankan pelaku curanmor yang diamuk massa di Martubung, Selasa (1/12).fachril/sumut pos.
DIAMANKAN: TNI mengamankan pelaku curanmor yang diamuk massa di Martubung, Selasa (1/12).fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pria tanpa identitas babak belur diamuk warga karena diduga hendak mencuri sepeda motor di Halaman Masjid Jami’ Martubung Jalan KL Yos Sudarso Km 13,6 Simpang Martubung Lingkungan VII Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Senin (30/11). Pria tanpa identitas tersebut selanjutnya diamankan ke Polsek Medan Labuhan.

DIAMANKAN: TNI mengamankan pelaku curanmor  yang diamuk massa di Martubung, Selasa (1/12).fachril/sumut pos.
DIAMANKAN: TNI mengamankan pelaku curanmor yang diamuk massa di Martubung, Selasa (1/12).fachril/sumut pos.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, awalnya pelaku datang ke Masjid Jami’ Martubung dan hendak melaksanakan Salat Zuhur.

Saat waktu Salat Zuhur tiba, pria tersebut masuk ke dalam masjid dan bergabung dengan jamaah lainnya.

Pada rakaat pertama berlangsung, pelaku beranjak dari barisan salat (saf) langsung ke luar masjid. Saat itulah, pelaku menggunakan kunci palsu hendak membawa kabur sepedamotor milik jamaah masjid.

Sialnya, aksi pelaku diketahui oleh seorang jamaah yang kebetulan terlambat hendak masuk ke masjid.

Karena diduga hendak mencuri sepeda motor, pelaku langsung kabur sehingga diteriaki maling. Tak pelak lagi, pelaku ditangkap warga dan dipukuli hingga babak belur dan tak sadarkan diri.

Seorang warga menyebutkan, pelaku diduga hendak mencuri sepeda motor namun dipergoki warga.

“Karena aksi curanmornya dipergoki, pelaku langsung kabur namun diteriaki rampok hingga akhirnya ditangkap dan diamuk warga,” ujar warga sekitar, Syaiful.

Seorang anggota TNI yang melihat aksi main hakim tersebut berusaha mengamankan pelaku namun sia-sia karena warga terus memukulinya hingga berdarah.

Petugas Polsek Medan Labuhan yang mengetahui aksi main hakim sendiri itu segera mengamankan pelaku dari amuk massa.(fac/azw)

Telkomsel Raih Predikat Terbaik Cloudera Data Impact Awards 2020

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Telkomsel terpilih menjadi pemenang pada 2020 Cloudera Data Impact Awards, ajang penghargaan internasional yang mengapresiasi upaya 1.400 perusahaan di seluruh dunia dalam menciptakan inovasi berbasis data. Panel juri menobatkan Telkomsel sebagai yang terbaik untuk kategori Industry Transformation. Pengumuman pemenang dilakukan dalam acara penganugerahan yang diselenggarakan secara virtual pada 19 November 2020.

Direktur IT Telkomsel Bharat Alva mengatakan, pihaknya bersyukur bisa mendapat penghargaan di 2020 Cloudera Data Impact Awards.

“Penghargaan tersebut memberikan semangat lebih bagi Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu mentransformasi industri telekomunikasi di Indonesia, mulai dari penyediaan layanan digital yang lebih luas hingga memaksimalkan peran teknologi yang memberikan efisiensi lebih di dalam operasional perusahaan,” ujarnya.

Cloudera Data Impact Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Cloudera, penyedia software asal Amerika Serikat yang menyediakan platform untuk data engineering, data warehousing, data analytics, dan machine learning. Dari ribuan perusahaan terpilih 29 finalis perusahaan dari berbagai negara yang terbagi ke dalam tujuh kategori. Penentuan pemenang di setiap kategori dilakukan berdasarkan penilaian oleh panel berisi 37 juri yang berasal dari 451 firma riset global dan media teknologi internasional.

Di 2020 Cloudera Data Impact Awards, Telkomsel mendapat penghargaan pada kategori Industry Transformation. Kategori ini diperuntukkan bagi perusahaan yang mampu menggerakkan bisnisnya ke level yang lebih tinggi dan menciptakan perubahan nyata di dalam industri melalui teknologi terkini, kemampuan digital baru, serta automasi proses operasional. Dalam hal ini, Telkomsel dinilai mampu menjalankan transformasi digital secara menyeluruh melalui platform digital terintegrasi. Dengan begitu, Telkomsel dapat mengambil keputusan berbasis data untuk mengembangkan pengalaman digital pelanggan dan mengidentifikasi model bisnis baru yang berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Telkomsel telah menjalankan transformasi digital secara menyeluruh dan berkelanjutan, baik dari segi internal maupun eksternal perusahaan. Secara internal, transformasi digital menyentuh seluruh aspek dalam perusahaan, mulai dari sumber daya manusia, kultur kerja, hingga organisasi. Hal tersebut dijalankan dengan pembekalan hingga 30 kapabilitas digital bagi insan Telkomsel, implementasi tujuh kultur digital yang menjadi bagian besar dari budaya perusahaan (open mind, creativity, experimental, agility, networking, innovation, dan anticipatory), serta digitalisasi operasional melalui aplikasi terintegrasi untuk menuntaskan pekerjaan administratif secara digital.

Transformasi secara internal mampu membuat Telkomsel bertransformasi secara eksternal melalui penyediaan solusi digital yang inovatif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan. Beberapa solusi tersebut adalah by.U (layanan prabayar digital pertama di Indonesia yang lahir berkat implementasi corporate startup) dan Telkomsel Orbit (solusi internet rumah serba digital berbasis 4G LTE yang dirancang oleh tim khusus). Secara keseluruhan, layanan digital Telkomsel terus berkembang dan menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari Digital Lifestyle, Mobile Financial Services, Digital Advertising, Digital Mobile Banking, hingga Internet of Things (IoT).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Cloudera atas apresiasi yang diberikan Telkomsel. Ke depan, Telkomsel akan terus bergerak maju mengakselerasikan transformasi digital perusahaan secara internal dan eksternal. Dengan begitu, kami bisa terus menginspirasi industri telekomunikasi di Indonesia untuk semakin beralih ke bisnis digital demi memberikan manfaat lebih bagi masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dari waktu ke waktu,” pungkas Alva. (rel/ram)

Akbar Tanjung: Keluarga Besar HMI Jangan Ragu Pilih Bobby

Tokoh bangsa yang juga sesepuh HMI, Akbar Tanjung, foto bersama Bobby Nasution, usai seminar bertemakan tujuan HMI dalam gerakan perubahan kota dan mewujudkan kemaslahatan umat, di Garuda Plaza Hotel Jalan SM Raja Medan pada Selasa (1/12/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Tokoh bangsa yang juga sesepuh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Akbar Tanjung, datang ke Medan didampingi Bobby Nasution dalam seminar bertemakan tujuan HMI dalam gerakan perubahan kota dan mewujudkan kemaslahatan umat.

Pertemuan di Garuda Plaza Hotel Jalan SM Raja Medan pada Selasa (1/12/2020) itu, diikuti banyak alumni HMI dan sejumlah undangan. Menurut Juru bicara tim Bobby Nasution dan Aulia Rachman, Sugiat Santoso, jejaring HMI merasa terpanggil untuk ikut mengawal Pilkada Medan yang diarahkan menggunakan politik identitas. Padahal politik identitas itu tidak sehat untuk demokrasi.

“Inilah yang coba kami sampaikan kepada Bang Akbar, beginilah kondisi Pilkada Medan. Padahal politik identitas yang dibawa pihak tak bertanggungjawab tidak relevan saat ini. Sebab Bobby Nasution adalah muslim yang dari keluarga Islam yang taat dan dekat dengan banyak ulama dan umat,” katanya.

Menjawab kondisi jelang Pilkada Medan, Akbar Tanjung bilang Bobby Nasution adalah sosok yang lahir dari keluarga Islam yang dekat dengan umat dan berbuat untuk umat. Terlebih Almarhum Erwin Nasution ayah Bobby Nasution, adalah alumni HMI.

“Artinya Bobby Nasution keluarga besar HMI. Kita punya hak memilih dan tak ada keraguan lagi untuk mendukung Bobby.
Konsep visi misi Bobby Nasution menuju ‘Medan Berkah’ sejalan dengan HMI dan KAHMI. Sebagai warga Indonesia dari HMI dan KAHMI, tak bisa dipisahkan keislaman dan nasionalisme. Majukan kota yang berkah bagi semua orang. Kondusif orientasi pada kemajuan. Bobby Nasution layak didukung,” papar dia.

Mantan menteri di dua periode kepresidenan itu mengaku telah membaca visi misi Bobby Nasution-Aulia Rachman. “Dan semua demi kemajuan masyarakat. Bobby ini calon pemimpin yang terbuka kepada semua pihak. Dari pandangan saya calon bernama Bobby Nasution adalah yang terbaik dari calon lain di Kota Medan. Saya harapkan keluarga besar HMI, KAHMI jangan ada keraguan lagi untuk mendukung Bobby Nasution,” kata mantan ketua MPR dan ketua DPR itu.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar ini juga memerintahkan agar seluruh kader bergerak untuk memenangkan Bobby Nasution. “Jangan ada keraguan lagi untuk memberikan dukungan. Kepada Golkar juga saya harap efektifkan saksi saat Pilkada Medan nanti,” tegasnya.

Bobby pada kesempatan itu menjelaskan bahwa untuk mencapai keberkahan di Kota Medan, pihaknya menyiapkan sejumlah program keumatan. Bahkan sudah ada yang berjalan yakni mendukung pembangunan banyak rumah Tahfiz Quran bagi anak-anak di Medan. Maka itu ia berharap Pilkada Medan jangan menciptakan perpecahan. “Kampanye tiga bulan jangan memperkeruh keadaan. Jangan memecah belah masyarakat. Kita mau bangun Medan bukan merusak,” katanya.

Menurutnya untuk membangun Medan tujuan utamanya adalah keberkahan. Arah perubahan harus diutamakan dengan keberkahan, bukan dari tujuannya. “Tujuan cari aman itu tak baik, yang harus kita cari adalah keberkahan,” kata menantu Presiden Jokowi itu.

Sedikit berkisah, bahwa dahulu sejak kecil Bobby Nasution senantiasa dicekoki pemahaman agama oleh kedua orang tuanya. “Almarhum ayah saya bilang kami semua anak-anaknya harus dapatkan pendidikan agama saat kecil. Dan beliau perintahkan kepada kami agar cucu-cucunya juga dapatkan pendidikan agama sejak kecil,” kenangnya.

Maka kelak di Medan, Bobby Nasution akan membuat peraturan bahwa seluruh anak-anak SD yang muslim bisa membaca Alquran sebelum naik ke tingkatan sekolah menengah pertama. Begitupun perbaikan ekonomi umat akan diusahakan dimulai dari masjid. Pun sebagai contoh, Bobby Nasution akan fokus pembangunan Islamic Center.

Tuan Guru Batak Ahmad Sabban Rajagukguk yang juga alumni HMI memberikan tausiah pada kesempatan itu. Katanya, keislaman dan Indonesia tak bisa dipisahkan.

“Cintai agama, cintailah negeri. Islam mau dipisahkan, itu tak boleh. Muslim sejati nasionalis sejati, HMI hadir untuk integrasikan hal itu. Kebanggaan kita ber- HMI, berperan dalam manajemen dan analisis untuk pandangan intelektual dengan spritualitas,” katanya.

Kaitannya dengan pemilu Medan peran HMI sangat besar. Sabban bilang sebagai ulama telah menerima Bobby Nasution.

“Lewat renungan mendalam, lewat istikharah. Saya tidak suka bila ada fitnah yang membawa politik membelah umat. Ulama Medan, tokoh agama asli Medan banyak yang mendukung Bobby. Utamakan politik keteladanan tidak mencaci-maki tidak membelah umat, tidak adu domba. Pesan penting dengan kehadiran Akbar Tanjung sebagai kekuatan bagi kita,” katanya. (rel)

Jadikan Mahasiswa sebagai Pengusaha

Rakerda dan Diklatda HIPMI PT Sumut

CENDERAMATA: Ketua HIPMI PT Sumut, Ryalsyah Putra saat memberikan cenderamata kepada Wakil Ketua Umum BPD Hipmi, M Bobby Afif Nasution pada acara pembukaan Rakerda dan Diklatda HIPMI PT Sumut di Medan, Selasa (1/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Daerah dan Pendidikan dan Latihan Daerah (Rakerda dan Diklatda) yang diikuti oleh 28 orang anggota dan pengurus yang merupakan perwakilan dari 13 kampus di Medan Club, Selasa (1/12).

Ketua HIPMI PT Sumut, Ryalsyah Putra mengatakan kegiatan Rakerda dan Diklatda ini merupakan program wajib dari setiap organisasi. Dimana, semua kegiatan akan diketahui melalui Rakerda.

“Sedangkan untuk meningkatkan pengetahuan anggota, diadakan Diklatda yang bertujuan meningkatkan dan menambah semangat para anggota yang tergabung dalam Hipmi Sumut,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat ini Hipmi PT Sumut memiliki 70 pengurus yang tersebar di 13 universitas. Disetiap kampus memiliki anggota lebih dari 50 anggota. Dengan kata lain, anggota dan pengurus Hipmi PT Sumut mencapai lebih dari 700 an orang.

“Dari seluruh anggota, hanya 30 persen yang belum memiliki usaha. Dan ini yang mau kita tingkatkan, agar para anggota yang sudah memiliki usaha menarik teman sesama anggota untuk mengurus usahanya. Seperti kata pepatah, berteman dengan tukang parfum maka kita akan kecipratan wanginya,” ungkapnya.

Ryal menjelaskan, untuk menjadi anggota Hipmi PT Sumut tidak diwajibkan harus memiliki usaha atau menjadi pengusaha. Sebaliknya, siapapun bisa ikut bergabung dengan tujuan untuk sama-sama belajar menjadi pengusaha yang baik.

“Kalau di Hipmi, yang harus menjadi anggota wajib pengusaha. Nah, di sini tidak,” lanjutnya.

Dalam Diklatda ini, tema yang paling diangkat adalah akses permodalan dan pemasaran bagi seorang pengusaha. Karena, kedua hal ini adalah kendala utama yang sering dihadapi para pengusaha, terutama pemula.

Bukan hanya itu, narasumber untuk materi yang diberikan juga merupakan orang-orang yang bekompeten dalam bidangnya.

“Ada beberapa materi yang kita berikan, seperti materi kehipmian oleh M Olko Olila Siba, ada success stry olah Sarah Agnestika, ada materi digital marketing oleh Indra Kesuma, dan materi keuangan dan perbankan oleh Syafrizal Helmi Situmorang,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum BPD Hipmi, M Bobby Afif Nasution mengatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi cara paling mudah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan para mahasiswa. Sehingga para mahasiswa tidak perlu berpikir untuk menjadi pekerja sebaliknya membuka lapangan kerja.

“Dengan cara ini, target pemerintah menciptakan 4 persen UMKM dari seluruh total penduduk Indonesia dapat tercapai. Karena, yang muda juga mulai menjadi pengusaha,” tutupnya. (ram)

PGN Bantu Perluas Usaha Nayla Craft

Jalankan Program CSR Sesuai Prinsip ESG

PRODUK: Berbagai produk hasil karya Nayla Craft yang menjadi mitra binaan PGN.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan aktivitas bisnisnya juga berupaya untuk mengelola kegiatan bisnisnya dengan memperhatikan tripple bottom line yang selama ini di kenal dengan 3 P, People, Planet, Profit/Prosperity. Salah satunya PGN melaksanakannya dengan menjalin kemitraan dengan UMKM di Yogyakarta. Hal ini dilaksanakan sebagai komitmen menjalankan fungsi Corporate Social Responsibility dalam mengelola sosial dan lingkungan masyarakat di sekitar operasi PGN, sesuai dengan penerapan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG).

Dengan semangat tersebut, maka PGN berupaya untuk memberdayakan UMKM yang dapat berperan dalam pemerataan perekonomian rakyat kecil dan berpotensi memajukan perekonomian daerah.

Salah satu UMKM binaan PGN adalah Nayla Craft,  produsen tas rajut di Kulon Progo, Yogyakarta, yang menyediakan berbagai macam jenis kerajinan rajut dengan berbagai macam model. Produsen kerajinan rajut yang berada di Karang RT 05 RW 03, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo ini juga memproduksi sepatu rajut, dompet, gantungan kunci, bros, topi dan bantal rajut. 

Showroom Nayla Craft terletak di Kulon Progo cukup luas bagi 25 pekerja dan produk-produknya yang dapat dikirim ke seluruh wilayah di Indonesia.

Pada tahun 2012, Nayla Craft pertama kali dipertemukan dengan PGN. Pada saat itu, Nayla Craft mengalami banyak kendala usaha, di mana banyak hal yang dibutuhkan Nayla Craft dalam mengembangkan usahanya seperti permodalan dan media promosi usaha. 

Maka dari itu, PGN memberikan bantuan pinjaman kemitraan, pelatihan marketing dan media promosi sehingga Nayla Craft mampu dikenal oleh banyak khalayak sampai saat ini. Dengan semakin berkembangnya usaha, inovasi produk-produk lain juga sudah banyak yang dimunculkan dan laku untuk dijual. PGN juga mengikutsertakan Nayla Craft di berbagai pameran dalam negeri maupun luar negeri, sehingga pangsa pasar Nayla Craft menjadi lebih luas.

Saat ini Nayla Craft telah menggandeng puluhan pengrajin tas rajut di Kulon Progo. Usaha ini pun dapat ikut memajukan ekonomi Kulon Progo, di mana Kulonprogo merupakan salah satu kabupaten yang secara ekonomi tertinggal dari kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Surti, selaku pemilik Nayla Crasft, juga telah melakukan kegiatan pelatihan mengenai usaha pembuatan tas rajut hingga keluar pulau Jawa. Pemahaman Ibu Surti mengenai kerajinan rajut tidak dimanfaatkan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi ia turut membagikannya kepada orang lain agar dapat bermanfaat untuk banyak orang.

“Ibu Surti adalah contoh nyata dari semangat Energizing You. Dengan suksesnya usaha rajut ini, selain dapat menjadi ladang ekonomi masyarakat sekitar namun juga turut membantu dalam pembangunan ekonomi warga Kulon Progo. Tentunya, ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kapabilitas dalam mengelola sosial dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, sektor UMKM yang kami bantu bisa lebih beragam lagi. Kami termotivasi untuk membantu UMKM dapat meningkatkan perekoniman masyarakat, minimal dari UMKM itu sendiri dan warga sekitar,” papar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.

Rachmat menambahkan, PGN berkomitmen untuk memperluas kesempatan kerja melalui bantuan pemberdayaan usaha kecil atau desa binaan, sehingga masyarakat dapat mandiri secara ekonomi dan berdaya saing. 

“Belum lama ini, PGN juga mendapatkan penghargaan ESG Awards yang diadakan Bumi Blobal Karbon dan Majalah Investor. Pastinya menjadi pemacu semangat kami untuk terus memperhatikan aspek-aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Penerapan ESG dapat menjadi investasi yang berkelanjutan, di mana pemanfaatan energi baik gas bumi juga harus memberikan kebermanfaatan secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar, serta ramah untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Rachmat. (rel/ram)

Petani Menjerit, Harga Pupuk Mahal Tanpa Subsidi

KELUH: Warga Desa Pematang Terang berkeluh kesah kepada Calon Bupati H Darma Wijaya. (ist)

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Petani Desa Pematang Terang kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati SerdangBedagai H Darma Wijaya dan Adlin Tambunan (DAMBAAN) mengeluhkan pengeluaran atau modal dalam membesarkan usaha semakin besar karena tidak ada pupuk subsidi.

Rosmita Br. Simamora salah satu warga Dusun III Sukaramai Desa Pematang Terang mengatakan sebagian besar masyarakat bermata pencarian bertani, masyarakat resah akan mahalnya harga pupuk. “Masyarakat banyak yang resah, racun mahal, pupuk mahal harga jual padi setelah panen murah. kami minta harga pupuk itu jangan dinaikkan,” terangnya saat tim DAMBAAN melakukan kunjungan ke desanya, belum lama ini.

Terlebih saat ini, lanjutnya harga komoditi pertanian berupa perangsang buah padi mampu mencapai Rp 200ribu untuk penggunaan 15 liter air. “Harga perangsang buah ada yang Rp200 ribuan, harga racun hama ada yg Rp100ribu bahkan ada yang Rp80ribu itu tergantung kualitasnya,” kata Rosmita.

Sementara itu, akses jalan yang rusak, mempengaruhi harga langsir padi mahal ke jalan utama Desa Pematang Terang.

Rosmita menjelaskan inginkan perubahan jalan mulus dari persawahan menuju Kecamatan Tanjung Beringin. “Melansir padi dari sawah ke jalan utama ini ada Rp20.000 pergoni, ada yang sampai Rp30.000 pergoni jadi cemana lah kami petani ini untungnya,” tegas Rosmita.

Ia berharap ada perubahan setelah pemimpin di SerdangBedagai juga berganti. Ia mengaku berharap ke Darma Wijaya dan Adlin Tambunan untuk solusi permasalahan ini. “Harapan kami, ada perubahan nantinya setelah Bupati baru terpilih,” katanya. (rel)

Darma Wijaya : Biarlah Dibenci Pejabat, yang Penting Dicintai Rakyat

PENJELASAN: Darma Wijaya memberi penjelasan kepada warga. (ist)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Calon Bupati nomor urut 1 Darma Wijaya menegaskan bahwa dirinya bersama Adlin Umar Yusri Tambunan bakal fokus memperbaiki jalan, jembatan dan irigasi serta menghapuskan anggaran jalan-jalan bagi seluruh pejabat pemerintahan.

Hal itu selalu diungkapkannya saat bersilaturrahmi dengan masyarakat Serdangbedagai. Wiwik, sapaan akrab Darma Wijaya mengatakan jika dirinya terpilih sebagai Bupati 2021-2024, anggaran untuk infrastruktur jalan bakal dihapuskan dan dialihkan untuk pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten yang masih banyak rusak.

“Kita bakal tingkatkan anggaran pembangunan jalan menjadi 16 persen mulai tahun depan. Jika anggaran infrastruktur naik, InshaaAllah dalam 5 tahun ke depan tidak ada lagi jalan yang rusak di Serdangbedagai,”jelasnya.

Dirinya juga sudah siap dibenci oleh pejabat baik di Pemerintahan, DPRD atau lainnya karena menghapuskan anggaran jalan-jalan tersebut.

“Jika jalannya bagus, semua akan menikmati. Baik pejabat apalagi masyarakat. Saya sudah siap dikecam, yang penting masyarakat saya sejahtera dan makmur,” ungkapnya.

Salah satunya jalan di Desa Belidaan. Meskipun kini jalan tersebut jalan provinsi, namun dirinya yakin tahun depan pemerintah provinsi akan memperbaikinya.

“Tidak hanya bapak ibu yang merasakannya, rumah saya di Dolok, mau gak mau saya juga melewati jalan ini, dan kita akan dorong pemerintah provinsi untuk memperbaikinya,” ucapnya sambil menunjukkan kondisi jalan penghubung Sei Rampah dan Dolok Masihul.

“Begitu juga tumpukan sampah yang ada, 3 bulan menjabat Bupati saya pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah disitu. Kita akan relokasi TPA ketempat lain,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada 3 hal itu saja, jalan, jembatan dan irigasi. Peningkatan SDM, layanan birokrasi pemerintah, layanan kesehatan, pendidikan serta kesejahteraan rakyat juga menjadi bagian dari program kerja pasangan Dambaan ini.

“Itu semua sudah tersusun di Visi Misi kami, Pemerintah bukannya dilayani, melainkan melayani masyarakat. Kita bakal ubah maindset itu,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Serdang Bedagai Rasdiaman Damanik menambahkan pihaknya bakal berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memperbaiki jalan belidaan ini.

“Kita bakal prioritaskan jalan ini bagus. Begitu juga jalan-jalan lain baik itu jalan Desa, kabupaten atau jalan provinsi dan jalan Nasional,” kata anggota dewan yang sudah 3 periode duduk di kursi DPRD Serdangbedagai ini. (rel)