32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3845

Darma Wijaya : Biarlah Dibenci Pejabat, yang Penting Dicintai Rakyat

PENJELASAN: Darma Wijaya memberi penjelasan kepada warga. (ist)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Calon Bupati nomor urut 1 Darma Wijaya menegaskan bahwa dirinya bersama Adlin Umar Yusri Tambunan bakal fokus memperbaiki jalan, jembatan dan irigasi serta menghapuskan anggaran jalan-jalan bagi seluruh pejabat pemerintahan.

Hal itu selalu diungkapkannya saat bersilaturrahmi dengan masyarakat Serdangbedagai. Wiwik, sapaan akrab Darma Wijaya mengatakan jika dirinya terpilih sebagai Bupati 2021-2024, anggaran untuk infrastruktur jalan bakal dihapuskan dan dialihkan untuk pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten yang masih banyak rusak.

“Kita bakal tingkatkan anggaran pembangunan jalan menjadi 16 persen mulai tahun depan. Jika anggaran infrastruktur naik, InshaaAllah dalam 5 tahun ke depan tidak ada lagi jalan yang rusak di Serdangbedagai,”jelasnya.

Dirinya juga sudah siap dibenci oleh pejabat baik di Pemerintahan, DPRD atau lainnya karena menghapuskan anggaran jalan-jalan tersebut.

“Jika jalannya bagus, semua akan menikmati. Baik pejabat apalagi masyarakat. Saya sudah siap dikecam, yang penting masyarakat saya sejahtera dan makmur,” ungkapnya.

Salah satunya jalan di Desa Belidaan. Meskipun kini jalan tersebut jalan provinsi, namun dirinya yakin tahun depan pemerintah provinsi akan memperbaikinya.

“Tidak hanya bapak ibu yang merasakannya, rumah saya di Dolok, mau gak mau saya juga melewati jalan ini, dan kita akan dorong pemerintah provinsi untuk memperbaikinya,” ucapnya sambil menunjukkan kondisi jalan penghubung Sei Rampah dan Dolok Masihul.

“Begitu juga tumpukan sampah yang ada, 3 bulan menjabat Bupati saya pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah disitu. Kita akan relokasi TPA ketempat lain,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada 3 hal itu saja, jalan, jembatan dan irigasi. Peningkatan SDM, layanan birokrasi pemerintah, layanan kesehatan, pendidikan serta kesejahteraan rakyat juga menjadi bagian dari program kerja pasangan Dambaan ini.

“Itu semua sudah tersusun di Visi Misi kami, Pemerintah bukannya dilayani, melainkan melayani masyarakat. Kita bakal ubah maindset itu,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Serdang Bedagai Rasdiaman Damanik menambahkan pihaknya bakal berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memperbaiki jalan belidaan ini.

“Kita bakal prioritaskan jalan ini bagus. Begitu juga jalan-jalan lain baik itu jalan Desa, kabupaten atau jalan provinsi dan jalan Nasional,” kata anggota dewan yang sudah 3 periode duduk di kursi DPRD Serdangbedagai ini. (rel)

Pedagang Sukaramai Yakin Cuma Bobby Nasution Bisa Bawa Perubahan

Foto: Istimewa
MENANGIS: Seorang pedagang Pasar Sukaramai, Reni, menangis saat mencurahkan hati kepada calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution kala blusukan ke pasar tersebut ditemani tokoh nasional, Deddy Mizwar, Selasa (1/12/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bobby Nasution masih ditemani aktor senior nasional Deddy Mizwar blusukan di Kota Medan. Kali ini mereka berdua blusukan di Pasar Sukaramai Jalan AR Hakim Medan, Selasa (1/12/2020).

Seperti diketahui, masalah Pasar Tradisional Sukaramai tak kunjung beres diselesaikan wali Kota Medan terdahulu. Gedung dibangun, namun pedagang ogah berjualan di dalam. Bagaimana tidak ogah, sebab pembeli pun tak mau belanja di dalam gedung. Apa pasal?

Ternyata pemerintah kota gagal memanajemen pedagang agar seluruhnya mau jualan di dalam gedung yang telah disediakan. Malah ramai pedagang berjualan di luar gedung dan di badan jalan umum.

Melihat fenomena itulah Bobby Nasution melihat langsung permasalahan yang terjadi. Bobby tampak blusukan melihat dagangan dan bertanya pada pedagang pun pembeli.

Salah satu permasalahan adalah perjanjian saat gedung dibangun, bahwa tidak boleh ada pasar lain didekat Pasar Sukaramai tidak terwujud. “Dulu kita buat perjanjian dengan Pemko Medan agar tidak ada pasar-pasar lain radius dekat, namun tidak bisa diwujudkan. Pembeli pecah, akhirnya kita pedagang di dalam gedung susah,” kata Kamal Tanjung mewakili pedagang.

Ketika blusukan di dalam pasar, Bobby Nasution mendengarkan dengan seksama keluhan seluruh pedagang. Bahkan ada pedagang sayur mayur, Reni, terlihat sambil menitikkan air mata curhat kepada menantu Presiden Jokowi itu.

“Ini pembangunan gedung kami yang bayar, mana ada uang pemko ini. Kami cicil ini tiap bulan, bahkan saya sampai gadai rumah saya untuk DP (uang muka) lapak ini, Pak Bobby. Tolonglah kami, pembeli sepi tak mau masuk mereka belanja di luar. Bagaimana ini pengurusnya tolonglah nasib kami, pak,” kata Reni.

Kamal Tanjung lantas menimpali, memang benar bahwa pedagang mencicil lapak yang ada di dalam gedung.

“Nominalnya beda-beda tergantung ukuran. Masa cicilannya juga beda ada yang lima tahun. Rata-rata Rp1,5 juta/bulan, bahkan ada yang Rp3 juta. Jadi Pemko Medan itu menurut kami tak ada kontribusi. Manajemen pun kurang baik. Kita butuh kepemimpinan yang kuat yang bisa urus pasar ini. Pasti ada setoran liar yang kita tidak tahu masuk ke siapa. Itu harus dihentikan di masa Bobby kelak,” kata Kamal.

Anehnya, pascadibangun pada 2014 lalu, sampai kini gedung Pasar Sukaramai tidak diresmikan. Melihat fakta di lapangan, Bobby Nasution bilang masalah gedung tak lepas dari hal teknis. “Di dalam kurang ramai, banyak lapak kosong. Di lantai dua dan tiga malah kosong sama sekali. Secara teknis memang bangunan ini tidak memudahkan pengunjung,” kata alumnus S2 IPB Bogor itu.

Solusinya, ditegaskan calo wali kota nomor urut 2 itu, akan dibangun sebuah ekosistem pasar yang sebenarnya di Sukaramai. “Kita mau suruh pedagang masuk ke dalam, ya harus kita pastikan dulu kenyamanannya, keamanan, jaminan agar pedagang mau dan akhirnya pembeli juga mau masuk ke dalam,” kata dia.

Deddy Mizwar pada kesempatan itu melihat langsung antusiasme masyarakat. “Kita lihat sendiri bagaimana animo masyarakat bertemu Bobby Nasution, artinya mereka menaruh harapan besar pada sosok pembawa harapan pada Bobby,” kata mantan wakil gubernur Jawa Barat tersebut. (rel)

Wujud Kepedulian, Darma Wijaya Tinjau Korban Angin Puting Beliung Sei Bamban

BANTUAN: Darma Wijaya memberi bantuan kepada warga dusun XV Kampung Jati, yang di terjang bencana angin puting. (ist)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian, Calon Bupati Serdangbedagai, Darma Wijaya mendatangi warga dusun XV Kampung Jati, yang di terjang bencana angin puting beliung, Sabtu lalu. Dia bersama sejumlah elemen masyarakat terdorong untuk memberikan bantuan.

Tergabung dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, tim pemenangan Dambaan, serta tokoh agama, Darma Wijaya mendatangi Kampung Jati Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai membawa bantuan.

Bahkan, rombongan yang di gawangi dari Ketua DPC partai Gerindra Kabupaten Serdang Bedagai juga sebagai sekretaris tim pemenangan pasangan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan (Dambaan) calon Bupati dan wakil Bupati periode 2021-2024, memberi beragam bantuan seperti beras, minyak goreng dan mie instan.

Berdasarkan data yang di himpun dilapangan, 81 rumah mengalami rusak berat akibat terdampak angin kencang puting beliung. Darma Wijaya mengunjungi langsung para korban.

Dalam kata sambutannya, Darma Wijaya mengatakan musibah angin puting beliung terjadi karna bencana alam yang tak terduga duga.

“Ambil hikmahnya dari musibah ini, Ini adalah gotong royong dari Pemuda Pancasila, tim pemenangan Dambaan, tokoh agama yang di komandoin dari ketua Gerindra pak budi. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Jangan dilihat dari nilainya tapi lihat dari bapak ibu bagian dari kami,” ucapnya.

Sementara itu, Sarah salah satu korban angin puting beliung warga Dusun XV menceritakan, terjangan angin puting beliung telah meratakan bangunan rumahnya dan merusak sejumlah barang perabotan di rumah nya.

“Awalnya mendung, awak kira mau hujan biasa aja awak tutup pintu rumah rupanya angin, kok lama lama angin nya makin kencang tumbang semua pohon pohon depan rumah. Mau keluar rumah pintu gak bisa dibuka,” paparnya.

Angin puting beliung, menurut dia, berhembus cukup lama sekira pukul 16.00 WIB sore. Saat itu, Sarah hanya bertiga dirumah dengan bayi dan adik kandungnya. Tak bisa berbuat banyak ketika angin mulai merobohkan dinding dan atap rumahnya, Sarah hanya bisa melindungi anak, adik kandung, dan dirinya.

“Saya sama adik saya lari ke dapur untuk menyelamatkan diri saat angin kencang, karna dapur yang saat itu tidak rusak parah,” tandasnya dengan mata berkaca-kaca trauma. (rel)

Banjir Melanda, Ganti Bupati Sergai Jadi Solusi

DATANGI: Darma Wijaya datangi warga korban banjir di Desa Pala Kecamatan Sei Rampah. (ist)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Calom Bupati Serdangbedagai, Darma Wijaya kunjungi Desa Pala Kecamatan Sei Rampah yang terdampak banjir, Kamis (26/11). Saat ke lokasi, selain meninjau rumah yang terdampak banjir tahunan, dia juga memastikan bahwa kondisi pengungsian layak, serta kebutuhan logistik para warga terdampak terpenuhi dengan baik.

Persoalan banjir terjadi disejumlah Dusun Desa Pala kecamatan Sei Rampah merupakan karena faktor alam akibat tingginya intensitas hujan dan kapasitas daya tampung sungai Sei Rampah.

Menyusuri genangan air sebetis, Darma Wijaya mengatakan masyarakat terdampak banjir butuh solusi penanganan bukan saja membutuhkan bantuan makanan, obat obatan.
“Kalau kita di beri amanah, kita akan beri solusi bukan bagaimana kita memberi bantuan beras, mie instan, sayuran.Tapi bagaimana tidak banjir lagi. Karna banyak anak sungai yang tak tertata tidak dibenahi akhirnya ketika hujan gunung semua nya numpuk kemari dan akhirnya terjadi banjir,” jelasnya.

Selain itu, calon Bupati Serdang Bedagai nomor urut 1 itu menyampaikan sejak dirinya menjabat sebagai wakil Bupati Serdang Bedagai, tahun 2017 lalu sungai besar Sei Rampah pernah dilakukan penggalian dengan tenaga swadaya gotong royong masyarakat.

“Saya pernah perbaiki selama jadi wakil bupati. Solusi nya kita korek semua sungai besar itu dengan swadaya gotong royong masyarakat tapi tidak maksimal yang di harapkan. Jadi kalau Insyaallah saya jadi Bupati, ini pasti akan kita pertegas. Bahwa kewenangan pusat harus teratasi. Supaya tidak ada hal hal yang tidak diinginkan terjadi lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Sanusi (66) warga Dusun III Desa Pala menyampaikan hujan selalu menghantam di setiap akhir tahun pada bulan September hingga Desember.

“Ada solusi yang kami usulkan untuk mengatasi banjir, sungai sungai yag tidak berfungsi akan di optimalkan kembali sehingga kalau mereka di fungsikan mudah mudahan sungai yang datang kiriman tidak langsung jatuh kerumah warga sehingga debut air pun tersalur di sungai,” pintanya.

Hujan yang terjadi malam hari di Sergai pada Selasa malam membuat sejumlah kawasan banjir di Kabupaten Sergai. Satu kawasan yang banjir ialah di jalan negara km 58, Dusun XII, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah.

Mirisnya ada beberapa rumah yang banjir yang berjarak 100 meter dari kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan kantor Dinas Pendudukan Catatan Sipil (Disdukcapil). Rumah tersebut mengalami kebanjiran sebetis orang dewasa.

Salah seorang warga yang mengalami kebanjiran ialah Ahmad Zulfan. Ia tinggal di daerah itu sejak tahun 1963 silam. Ahmad Zulfan mengatakan kejadian banjir tersebut sudah merupakan tragedi tahunan. Menurutnya banjir tersebut terjadi hampir setiap tahun.

Ia bercerita ada beberapa tahun yang lalu mereka tidak merasakan banjir. Kala itu sungainya baru siap dikeruk dan dilebarkan sehingga rumah mereka tidak kebanjiran.
“ Akhir-akhir ini sering curah hujan tinggi. Kami hujan ini pengaruhnya karena di Dolok Masihul. Karena air dari dataran tinggi turun ke dataran rendah,” ujarnya.

Ahmad menuruturkan sungai Rampah yang berada di belakang rumahnya itu sudah dangkal. Mulai dari Sungai Rejo hingga sungai ke Bedagai itu sudah terlalu dangkal. Faktor lain yang membuat sungai dangkal ialah karena banya sampah. Selain itu Daerah Aliran Sungai (DAS) juga sudah dipakai untuk penanaman sawit.

“Tahun ini untuk kejadian yang besar sudah terjadi dua kali. Yang kemarin gak setinggi ini lalu balek airnya. Nah ini udah yang kedua kalinya. Ini lebih besar dari yang kemarin. Karena kemarin gak sampe kek gini dia,” kata Ahmad menjelaskan kondisi di sekitar rumahnya.

Ahmad Zulfan berharap kepada pemerintah sempat agar sungai-sungai yang berada di kawasan Sei Rampah dikorek kembali. Karena sebelumnya ketika sungai itu dikorek dengan swadaya masyarakat cukup ampuh mengurangi banjir. (rel)

Akhyar: Kerja Tahunan Merdang Merdem Masuk Agenda HUT Kota Medan

BERSAMA: Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution bersama seniman Karo. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Elyas Sembiring, seniman Medan yang menetap di Tembung, Selasa 1 Desember 2020, sengaja menemui calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution saat berlangsung temu ramah dengan seniman di Warung Kopi Bersama, Jalan Melati Raya Simpang Pemda, Medan Selayang.

Elyas sengaja hadir di acara itu untuk menyampaikan usulannya tentang pengembangan budaya Karo di Kota Medan. “Saya melihat Pak Akhyar ini sangat dekat dengan budaya Karo, maka itu saya meminta dia memperhatikan budaya Karo,” kata Elyas.

Kedekatan Akhyar dengan budaya Karo itu tampak dari acara debat pertama kandidat Wali Kota Medan, di mana Akhyar tampil menggunakan uis gara, selendang segitiga bermotif tenun Karo yang dibalut di punggung.

“Ketika Pak Akhyar menggunakan uis gara itu, orang Karo pasti sangat bangga,” kata Elyas.

Elyas mengaku, berdasarkan sejarah yang dipahaminya, pendiri Kota Medan adalah orang karo, yaitu Guru Patimpus. Namun masyarakat Kota Medan, menurutnya, banyak yang kurang paham sejarah itu. Budaya Karo juga kurang popular di kota ini. Budaya Karo hanya terkenal di masyarakat etnis Karo.

Maka itu, Elyas berharap tradisi dan budaya Karo itu setidaknya bisa dipopulerkan di Kota Medan melalui kegiatan budaya yang dikomandoi oleh Pemerintah Kota Medan.

Salah satunya, kata Elyas, adalah tradisi Merdang Merdem. Dulunya budaya Merdang Merdem ini merupakan perayaan tahunan sebagai ungkapan kegembiraan setelah panen padi. Di era modern ini, budaya itu kerap ditampilkan di acara rakyat yang dimeriahkan dengan gendang guro-guro aron, semacam acara tari tradisional Karo yang melibatkan pasangan muda-mudi.

“Masyarakat Karo berharap budaya Merdang Merdem ini bisa lebih banyak diselenggrakan di Medan,” kata Elyas.

Menanggapi usulan Elyas itu, Akhyar Nasution langsung memberi sambutan positif. “Saya tentu akan memberi perhatian bagi budaya lokal di Medan ini, termasuk Karo. Apalagi saya sudah ditabalkan marga Tarigan,” kata Akhyar.

Adapun budaya Merdang Merdem, menurut Akhyar, sudah menjadi agenda tahunan Pemko Medan. Bahkan, ia pernah menghadiri acara Kerja Tahun Merdang Merdem Kota Medan yang digelar di halaman Medan Club tahun lalu.

“Saya hadir waktu itu di mana budaya Merdang Merdem termasuk yang ditonjolkan pada acara itu. Pada peringatan Hari Jadi ke-429 Kota Medan, budaya Merdang Merdem juga ditampilkan,” ungkap Akhyar.

Ke depan, Akhyar punya mimpi, jika terpilih pada Pilkada 9 Dersember 2020, ia akan mengedepankan budaya local sebagai wajah kota Medan sehingga lebih menarik minat para wisatawan. Dengan menonjolkan budaya local, keberadaan seniman juga akan lebih diberdayakan.

“Keberadaan seniman Kota Medan ini pasti akan saya support. Dalam membangun Medan, kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga membangun budaya, sebab itulah budaya kita tidak boleh hilang. Sehebat apapun kita, kalau sudah duduk di jambur, itu yang punya kuasa penatua adat. Itu yang harus kita jaga. Saya tidak main main, karena saya cenderung membangun dengan pendekatan budaya,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Akhyar berharap, pertemuan dengan para seniman Kota Medan dapat memperkokoh dan meneguhkan kebersamaan. “Jabatan nanti hanya 3,5 tahun. Makanya saya akan menyusun program prioritas, di mana kegiatan budaya akan masuk di dalamnya,” ujar Akhyar. (*)

Penghargaan untuk Ricky Yacobi, PSMS Bakal Gelar Laga Amal

LAGA AMAL: Gubsu Edy Rahmayadi bersama manajemen PSMS saat laga amal untuk Parlin Siagian.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada Bulan November 2020, PSMS Medan harus kehilangan dua legendanya sekaligus. Tidak hanya ditinggalkan Parlin, PSMS juga berduka ditinggalkan Ricky Yacobi, pada 22 November 2020. Sebagai bentuk penghormatan buat almarhum Ricky Yacobi, manajemen PSMS juga bakal menggelar laga amal sekaligus eksibisi.

LAGA AMAL: Gubsu Edy Rahmayadi bersama manajemen PSMS saat laga amal untuk Parlin Siagian.

“Untuk almarhum Ricky Yacobi pasti juga bakal kita buat (laga amal). Dia mantan pemain PSMS Medan yang juga besar di PSMS ,” kata Manajer PSMS Mulyadi Simatupang kepada wartawan, kemarin.

Mulyadi menjelaskan, Manajemen PSMS masih akan menentukan tanggal pertandingan untuk mengenang Ricky Yacob tersebut. Namun yang pasti, laga amal tersebut juga akan digelar sama seperti biasa dilakukan untuk menghormati para mantan PSMS lainnya. “Sebagai legenda, sangat wajar beliau (Ricky) mendapat penghormatan dari para pemain, mantan dan segenap pelaku sepakbola nasional khususnya PSMS Medan ,” kata Mulyadi.

Ricky adalah legenda asli Medan yang mengharumkan Timnas Indonesia lewat emas SEA Games 1987. Ricky mengawali karirnya dari PSMS Junior dan mempersembahkan Piala Soeratin serta memperkuat PSMS senior.

Mantan striker Timnas Indonesia era 1985-1990 ini mengawali kariernya dari PSMS Junior. Prestasi mentereng pertama ditorehkan Ricky Yacob saat masih berstatus pemain Junior.

Kala berseragam PSMS Junior, ia bersama Eddy Harto, Langkat Sembiring, Juanda (kapten tim), Kiper Benny Van Breukelen, Musimin, Sutrisno, Taufik Azhari, Azhari Rangkuti, Rapeno, Bambang Usmanto dan lainnya sukses mengantarkan tim muda Ayam Kinantan merengkuh Juara Soeratin Cup 1980.

Di partai final Ricky Yacobi Cs membantai Persiter Ternate 3-0.

Berkat penampilan memukau dan prestasi di Piala Suratin Cup 1980 itu, Ricky Yacob bersama sejumlah rekannya antara lain Juanda, Supardi, serta Bambang Usmanto lalu ditarik ke PSMS senior oleh pelatih saat itu Yuswardi. Mereka diplot memperkuat PSMS di babak 6 Besar Divisi Utama Perserikatan PSSI 1980 mendampingi senior-seniornya seperti Taufik Lubis, Suparjo, Suwarno, Parlin Siagian, Nobon dan lainnya.

Meski lebih banyak bermain sebagai pemain pengganti, talenta Ricky terlihat menonjol dalam babak 6 Besar itu. Sayangnya PSMS gagal melangkah ke partai puncak yang digelar di Senayan Jakarta, karena kalah bersaing dengan Persiraja dan Persipura kala itu. PSMS hanya mampu menduduki peringkat empat besar kala itu.

Setelah aksinya memperkuat PSMS junior di Suratin Cup, memperkuat PSMS di 6 Besar Divisi Utama PSSI 1980 dan Kejuaraan Sepakbola Junior ASEAN 1980, Ricky Yacob dilirik klub lain. Ia bersama Edy Harto direkrut oleh klub milik Sigit Harjojudanto, putra mantan Presiden RI Soeharto yaitu Arseto yang waktu bermarkas di Jakarta dan kemudian hijrah ke Solo.

“Ricky kerap dijuluki Paul Mariner Indonesia dan merupakan penyerang yang mengandalkan kecepatan dalam bermain. Dia lengkap, jago kaki kanan bisa, kaki kiri bisa, jago gocek bola bahkan sundulan kepalanya juga berbahaya. Sebagai striker ciri khas dia juga akhirnya selalu mengenakan kostum bernomor punggung 9,” kata pengamat sepakola Indra Efendi Rangkuti.

Tak hanya piala Soeratin 1980, di masa jayanya Ricky Yacobi juga masih memiliki prestasi fenomenal lainnya. Antara lain adalah membawa timnas sepakbola Indonesia mampu menembus semifinal pada Asian Games 1986. Gol salto Ricky Yacob saat melawan Uni Emirat Arab di babak perempat final didapuk sebagai gol terbaik di ajang multi event olahraga antar negara-negara se Benua Asia kala itu.

Di masa jayanya, yang paling prestisius adalah mengantarkan tim nasional Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 1987 di Malaysia. Emas itu juga menjadi yang pertama kalinya mampu diboyong Timnas Garuda usai mengalahkan Malaysia 1-0 di laga final. “Yang membanggakan saat itu timnas disebut PSMS plus. Karena dari 11 peman intinya ada 7 anak Medan. Kaptennya Ricky Yacob,” kata Rangkuti. (bbs/adz)

Jelang Natal dan Tahun 2021: Harga Bahan Pokok Naik Rp10 Ribu per Kg

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harga cabai rawit dan cabai merah belakangan ini mengalami kenaikan cukup lumayan. Cabai rawit misalnya, harganya sudah mencapai Rp35 ribu per kilogram, begitu juga cabai merah yang mencapai Rp40 ribu per kg.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional Kota Medan dan sekitarnya, sepekan sebelumnya harga cabai rawit masih dijual di kisaran Rp25 ribuan per Kg.

Harga cabai merah melonjak dalam rentang Rp43 ribu hingga Rp47 ribu per Kg padahal sebelumnya harga cabai dijual dalam rentang harga Rp37 hingga Rp40 ribu per Kg nya.

Ketua Tim Pemantau Harga di Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kenaikan harga cabai masih sangat dipengaruhi oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di sejumlah daerah penghasil cabai di Sumut.

“Sementara untuk harga bawang merah, belakangan juga mengalami penurunan yang sangat tajam. Bawang merah dijual dikisaran Rp25 hingga Rp30 ribu setelah dua pekan sebelumnya sempat menyentuh Rp35 ribuan per Kg,” sebut Gunawan dalam keterangan tertulis, Senin (30/11).

Sedangkan, Kinerja harga daging ayam dalam sepekan terakhir mulai berangsur turun setelah sempat menyentuh Rp36 ribu per Kg. Saat ini harga daging ayam dijual dikisaran Rp32 hingga Rp33 ribu per Kg nya.

“Jadi dari sejumlah rentetan harga yang terjadi belakangan ini, khususnya dalam satu bulan terakhir, harga kebutuhan pokok masyarakat rata-rata masih stabil. Dan saya melihat Sumut berpeluang untuk mencetak deflasi dalam rentang 0 hingga 0,01%,” tutur Gunawan.

Meski demikian, tambahnya, selama bulan Desember nanti, harga sejumlah kebutuhan pokok berpeluang untuk mengalami kenaikan.

Curah hujan yang tinggi ditambah dengan belanja masyarakat yang mengalami peningkatan bertetapatan dengan liburan panjang keagamaan dan tahun baru maka pemerintah harus mewaspadai kemungkinan tren harga kebutuhan pangan yang semakin memburuk.

“Ada banyak komoditas yang berpeluang mengalami kenaikan harga baik komoditas yang tahan lama ataupun komoditas lain seperti bumbu-bumbuan. Dan pasrah dengan keadaan jelas tidak akan menawarkan solusi apapun bagi masyarakat. Resesi di tengah pandemi memang seharusnya diikuti dengan harga barang yang terkendali,” pungkasnya.(gus/ram)

Maksimalkan Kerja Pascapanen, Polmed Serahkan Mesin Perontok Padi di Deliserdang

MESIN : Tim pengabdian Polmed memberikan mesin perontok padi sebagai upaya memaksimalkan produktivitas petani pasca panen di Dusun IV Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, baru-baru ini.
MESIN : Tim pengabdian Polmed memberikan mesin perontok padi sebagai upaya memaksimalkan produktivitas petani pasca panen di Dusun IV Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, baru-baru ini.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Mesin perontok padi menjadi salah satu sarana dalam upaya memaksimalkan produktivitas petani, khususnya pascapanen di Dusun IV Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang. Sebab petani di desa itu belum memiliki sarana pertanian tersebut.

MESIN : Tim pengabdian Polmed memberikan mesin perontok padi sebagai upaya memaksimalkan produktivitas petani pasca panen di Dusun IV Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, baru-baru ini.
MESIN : Tim pengabdian Polmed memberikan mesin perontok padi sebagai upaya memaksimalkan produktivitas petani pasca panen di Dusun IV Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, baru-baru ini.

Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed), Ir Abdul Razak MT mengungkapkan, keterbatasan akan sarana dalam kegiatan pertanian tanaman padi, khususnya pada pengolahan pascapanen mengakibatkan petani dalam mengolah produk hasil panennya menjadi tidak produktif.

“Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan terhadap petani di daerah tersebut beberapa waktu lalu, petani mengalami masalah kurangnya mekanisasi pertanian dalam penanganan pascapanen. Selama ini, untuk merontokkan padi pada saat panen mereka masih mengandalkan mesin perontok padi sewaan,” ungkap Abdul Razak didampingi anggota tim pengabdian, Ir Gidion Sembiring MT dan M Arif Fadhillah Lubis SHI MSI, Senin (30/11).

Menurutnya, alat perontok padi sangat berperan besar terhadap proses hasil panen. Dengan begitu, hasilnya menjadi lebih efisien dan berkualitas.

“Oleh karena itu, dalam rangka pengabdian kepada masyarakat maka diberikan mesin perontok padi kepada petani di sana yang diterima oleh Pak Suparmen,” ujar Abdul Razak.

M Arif Fadhillah Lubis menambahkan, dengan memiliki mesin perontok padi maka diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani dalam pengolahan padi pascapanen. Selain itu, juga mengurangi biaya produksi karena tidak lagi menyewa.

“Tim pengabdian sudah memberikan mesin perontok padi kepada petani tersebut. Akan tetapi, mesin belum dapat diujicobakan langsung karena masa panen sudah berlalu pada Oktober,” tuturnya.

Namun demikian, lanjut dia, mesin tersebut tetap bermanfaat karena dalam beberapa bulan lagi akan tiba waktu panen. “Masa panen terdekat masih dua bulan lagi. Untuk itu, diharapkan pula dapat meringankan pekerjaan petani dan mempercepat waktu penanganan panen,” imbuhnya. (ris/ram)

Polsek Bandar Khalifah Awasi Penyaluran BST Tahap IX

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap IX bulan Desember di Kecamatan Bandar Khalifah mendapat pengawasan dari pihak Polsek Bandar Khalifah Resor Tebingtinggi di Aula Kantor Camat Bandar Khalifah, Senin (30/11).

Kapolsek Bandar Khalifah, AKP S Panjaitan mengatakan penyaluran BST sebesar Rp300.000 per Kepala Keluarga (KK) disalurkan dengan mematuhi protokol kesehatan, para warga yang mengambil BST harus memakai masker dan rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan orang.

Dijelaskannya, pengambilan BST dipusatkan di Kantor Camat Bandar Khalifah untuk memudahkan orang datang dan lokasi tempat cukup memadai luasnya supaya tidak ada kerumunan orang. “Kami berikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga tentang pandemi Covid-19, mereka harus mematuhinya,” bilangnya.

Data penyaluranan untuk wilayah Kecamatan Bandar Khalifah meliputi Desa Juhar sebanyak 96 Kepala Keluarga (KK), Desa Bandar Tengah sebanyak 274 KK, Desa Gelam Sei Serimah sebanyak 145 KK, Desa Kayu Besar sebanyak 85 KK dan Desa Pekan Bandar Khalifah sebanyak 141 KK. (ian/han)

Kemenkumham Sumut Terima 59.394 Tahanan Selama Pandemi Covid-19

KETERANGAN: Kadivpas Pujo Harinto, memberi keterangan terkait tahanan baru yang diterima dimasa pandemi, Senin (29/11).
KETERANGAN: Kadivpas Pujo Harinto, memberi keterangan terkait tahanan baru yang diterima dimasa pandemi, Senin (29/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumut, telah menerima sebanyak 59.394 tahanan baru dimasa pandemi Covid-19.

KETERANGAN: Kadivpas Pujo Harinto, memberi keterangan terkait tahanan baru yang diterima dimasa pandemi, Senin (29/11).
KETERANGAN: Kadivpas Pujo Harinto, memberi keterangan terkait tahanan baru yang diterima dimasa pandemi, Senin (29/11).

Jumlah tersebut berdasarkan data dari 39 UPT lapas dan rutan di Sumut dari April hingga November 2020. Rinciannya pada April sebanyak 9.427, Mei 8.109, Juni 7.161, Juli 6.580.

Kemudian pada Agustus 7.025, September 6.962, Oktober 6.943 dan November 7.187 tahanan. Total tersebut, tidak termasuk semua yang sudah inkrach (A3), namun ada yang A1, A2, A4 dan A5.

“Jadi sudah ribuan. Karena itu, sebenarnya kita tidak ada kendala terkait penerimaan tahanan baru di lapas dan rutan di Sumut selama masa pandemi Covid-19,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas), Pujo Harinto, Senin (30/11).

Penerimaan tahanan baru, sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Sehingga, bila ada tahanan yang reaktif saat dilakukan rapid test, maka akan dikembalikan lagi.

“Ini kan untuk kewaspadaan kita, bisa jadi mereka membawa virus ke dalam. Walaupun sebelumnya mereka sudah diperiksa, di lapas rutan kita kita ulang lagi agar lebih yakin,” ujarnya.

Ia memastikan, pihaknya tidak akan menolak tahanan baik dari kepolisian maupun kejaksaan sepanjang mengikuti prosedur yang ditetapkan.

Terlebih lagi pada 20 Mei lalu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sudah mengeluarkan surat terkait penerimaan tahanan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Menurutnya, dikeluarkannya surat tersebut memperhatikan permintaan pihak kepolisian untuk memindahkan tahanan ke lapas/rutan dikarenakan terbatasnya ruang tahanan dan banyaknya tahanan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. “Dalam surat itu dijelaskan, bahwa kepala Lapas/Rutan/LPKA dapat menerima tahanan yang telah putus dan berkekuatan hukum tetap yang sudah dieksekusi oleh jaksa,” ungkapnya. Tahanan yang diteima harus sudah dilakukan rapid tes dengan hasil non reaktif oleh jaksa dan hasilnya dilampirkan. “Kemudian melakukan skrining suhu tubuh dan pemeriksaan kesehatan awal dan berkala. Termasuk memberikan masker kain yang wajib dipakai,” ujarnya.(man/han)