26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3879

Kisah Sembuh Penyintas Covid-19 Anggota Klub Sepeda: Olahraga & Jaga Pikiran Positif

BERSEPEDA: Dedy Armaya, rajin berolahraga sepeda. Sempat positif Covid-19, Dedi pilih bangkit dan memperbanyak olahraga sepeda dan akhirnya sembuh.
BERSEPEDA: Dedy Armaya, rajin berolahraga sepeda. Sempat positif Covid-19, Dedi pilih bangkit dan memperbanyak olahraga sepeda dan akhirnya sembuh.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang anggota klub sepeda yang kembali negatif setelah sempat dinyatakan positif terpapar Covid-19, berbagi kisah tentang dirinya terpapar virus dan apa yang dilakukannya agar kembali negatif dalam tempo dua minggu.

BERSEPEDA: Dedy Armaya, rajin berolahraga sepeda. Sempat positif Covid-19, Dedi pilih bangkit dan memperbanyak olahraga sepeda dan akhirnya sembuh.
BERSEPEDA: Dedy Armaya, rajin berolahraga sepeda. Sempat positif Covid-19, Dedi pilih bangkit dan memperbanyak olahraga sepeda dan akhirnya sembuh.

Dedy Armaya, dengan tegas meminta agar setiap orang yang dinyatakan positif Covid-19, tidak stres dan bersikap seolah divonis matin.

“Kenapa saya katakan begitu? Karena berdasar pengalaman saya pribadi. Saat itu, dokter yang hendak memberitahu saya positif Covid-19, tidak memberi motivasi agar saya tetap bersemangat. Malah ia terkesan meminta saya agar bersiap dengan dengan segala kemungkinan. Saya sempat berdebar. Tapi langsung berusaha tenang agar mental tidak drop. Saya jawab saat itu: dokter bukan Tuhan,” katanya mengawali kisah kepada Sumut Pos, kemarin.

Menolak stres karena positif Covid-19, Dedi pilih bangkit dan memperbanyak olahraga. “Setelah divonis dokter, saya justru makin rajin bersepeda bareng teman-teman. Tentu dengan tetap mengenakan masker dan menjaga jarak. Keringat membuat badan saya lebih fit dan sehat,” cetusnya.

Ia menduga, dirinya terpapar virus dari teman sesama anggota klub pesepeda di Medan. Saat itu, temannya melapor tidak bisa mencium aroma makanan. Takut Covid, temannya segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

“Dia telepon saya, sedih dan khawatir terpapar Covid. Saya bilang, coba praktikkan nasehat nenek saya. Makan setengah sendok teh garam dapur. Itu resep nenek saya jika merasakan gejala sakit. Setelah beberapa saat, lanjutkan dengan minum kopi,” sarannya.

Percaya, temannya mempraktikkan. Hasilnya, indra penciumannya kembali. Ia bisa mencium aroma kopi sekalipun hasil swab ternyata memang dirinya positif Covid-19.

Tiga hari setelah temannya menelepon, giliran Dedi yang kehilangan indra penciuman. Aroma kayu putih dan parfum tidak dapat diciumnya.

Tak mau panik, ia juga langsung mencoba resep garam neneknya. Tak berapa lama, ia kembali bisa mencium. Tidak ada gejala lain selain kehilangan penciuman. Ia pun tenang.

Beberapa waktu kemudian, perusahaan tempatnya bekerja menggelar swab test rutin kepada seluruh karyawan. Dedi dinyatakan positif Covid-19.

“Memang tiga hari sebelum swab test, saya begadang terus karena ada pekerjaan. Tidur jam 2 dan bangun jam 6 pagi. Kondisi tubuh kurang fit karena tidur hanya 4 jam selama tiga hari berturut-turut. Jadi saya duga, imun tubuh kurang kuat sehingga hasil testnya positif,” aku pria berusia 40 tahun ini.

Tak mau mentalnya drop dengan perkataan dokter, Dedi memperbanyak olahraga sepeda sekaligus kena sinar matahari selama proses penyembuhan. Keringat mengucur deras setiap kali dirinya berolaharga. Ia merasa sehat.

“Intinya tetap ceria, berpikiran positif sambil terus berolahraga. Pikiran tenang dan tetap positif dapat memperkuat imun tubuh. Saya ikut swab test dua minggu kemudian. Hasilnya negatif. Keluarga juga negatif… alhamdulillah,” katanya sembari tersenyum lebar.

Saudaranya juga ada yang pernah positif Covid-19. Dilawan dengan minum larutan oralit setiap hari. Idenya diperoleh dari sebuah status di Instagram. Ternyata sembuh.

“Kesimpulan saya, ikhtiar sambil tetap berpikiran positif, peluang sembuh dari Covid-19 itu besar, selama tidak ada penyakit penyerta. Pesan saya, orang yang positif Covid-19 butuh dukungan psikologis. Jadi jangan dijauhi. Dan pesna kepada yang terpapar Covid-19, aktiflah bergerak. Jangan berdiam diri,” cetus ayah 3 anak ini mengakhiri.

Tak lupa, ia meminta semua orang agar tetap memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. (mea)

Pegadaian Laporkan 400 Akun IG

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat serta wujud implementasi perlindungan konsumen, Pegadaian telah melakukan proses hukum kepada pemilik akun palsu yang mengatasnamakan Pegadaian yang digunakan untuk melakukan tindak penipuan.

Informasinya, PT Pegadaian (Persero) telah melaporkan lebih dari 400 akun Instagram yang mengatasnamakan Pegadaian dan diduga melakukan tindakan penipuan. 

“Akun-akun Instagram tersebut menggunakan kata Pegadaian, Pegadaian Syariah dan The Gade, sehingga seolah-olah merupakan akun milik PT Pegadaian (Persero). Untuk menyakinkan calon korban, mereka mengambil foto karyawan dan memanipuiasi data KTP, NPWP, bahkan kartu pengenal karyawan (ID Card). Lebih dari itu mereka membuat rekening bank virtual dengan nama Pegadaian,” jelas Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Edwin S Inkiriwang kepada awak media, Kamis, (19/11).

Menurut Edwin, pelaku penipuan dengan akun medsos menawarkan barang berharga, seperti emas baik batangan maupun perhiasan dengan harga murah jauh di bawah harga pasar. Selain itu, juga barang berharga Iain, seperti laptop, handphone, bahkan sepeda dengan merk ternama.

Kemudian calon korban diminta mentransfer uang, tetapi kemudian barang yang dipesan tidak dikirimkan. Bahkan setelah transfer diterima pelaku, selanjutnya ia menutup akun media sosiainya bahkan nomor rekening yang dipakai untuk menipu.

Edwin menegaskan, dalam kebijakan perusahaan PT Pegadaian (Persero) tidak pernah melakukan penjualan ataupun lelang secara online barang-barang berharga tersebut. 

Edwin mengimbau, agar nasabah atau masyarakat pengguna medsos lebih teliti dan tidak mempercayai ada tawaran lelang barang-barang mengatasnamakan Pegadaian. “Jangan sampai tertipu dengan barang murah dalam lelang online mengatasnamakan Pegadaian,” ungkap Edwin. 

Edwin menyampaikan, secara prosedur perusahaan, lelang barang jaminan nasabah yang dilakukan oleh Pegadaian secara terbuka di setiap cabang atau outlet. Sehingga, nasabah dapat memperoleh dengan baik harga maupun barang yang diinginkannya. (ram)

Atletico vs Barcelona, Jaga Rekor

BIG match Atletico Madrid vs Barcelona digelar dalam lanjutan jadwal La Liga 2020/2021 jornada 10, pekan ini. Duel di Stadion Wanda Metropolitano markas Atletico Madrid, dapat disaksikan melalui live streaming beIN Sports, Minggu (22/11) dini hari pukul 03.00 WIB.

Atletico Madrid menjadi satu-satunya tim yang belum menelan kekalahan di Liga Spanyol 2020/2021. Dari total 7 kali penampilan, pasukan Diego Simeone menang 5 kali dan 2 laga sisa berakhir imbang.

Berbekal catatan impresif pada awal musim, Los Colchoneros bisa percaya diri saat menjamu Barcelona. Tuan rumah punya peluang memperpanjang rekor di kandang sendiri, Stadion Wanda Metropolitano. Namun Atletico tetap tak boleh menyepelekan Barca. Di bawah kendali Ronald Koeman, Barca memang hanya mampu menuai 1 kali menang, 2 imbang, dan 2 kali kalah, dalam 5 penampilan terakhir di La Liga.

Runner-up musim lalu itu pun kini masih berjuang di peringkat 8 dengan 11 poin, terpaut 6 angka dari Atletico di peringkat 3. Meski demikian, secara head to head, Atletico belakangan kesulitan mengalahkan Barcelona.

Bahkan, Barcelona selaku tim tamu, mengantongi rekor yang terbilang memukau jelang laga tersebut. Melansir Football Espana, Blaugrana -julukan Barcelona- tak terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir kontra Atletico Madrid di pentas Liga Spanyol.

Rekor itu dimulai sejak musim 2010-2011, ketika Barcelona masih ditukangi Pep Guardiola. Adapun kekalahan terakhir Barcelona dari Atletico Madrid dalam ajang Liga Spanyol terjadi pada musim 2009-2010. Berstatus sebagai tim tamu, Barcelona ketika itu menyerah dengan skor 2-1.

Rekor memukau milik Barcelona menjadi ancaman bagi Atletico Madrid yang tengah bersaing di papan atas klasemen Liga Spanyol. Saat ini, Atletico Madrid menempati peringkat ketiga klasemen dengan koleksi 17 poin dari tujuh laga.

Klub berjuluk Los Rojiblancos itu tertinggal tiga poin dari Real Sociedad selaku pemuncak klasemen sementara. Dengan demikian, mereka berpeluang menyamai raihan poin Real Sociedad.

Skuad asuhan Diego Simeone perlu mengalahkan Barcelona untuk menuntaskan misi tersebut. Namun, bagi Atletico Madrid, mengalahkan Barcelona tentu bukan perkara mudah, karena Barcelona saat ini memiliki motivasi lebih untuk mendongkrak posisi mereka di papan klasemen Liga Spanyol.

Kiper Atletico, Jan Oblak menyebut, kunci untuk mengalahkan Barcelona adalah bertahan dengan baik. Oblak pun memperingatkan rekan-rekannya, kalau lini belakang akan jadi kunci untuk meredam Barcelona. Kendati demikian, bukan berarti lini serang diabaikan.

“Kami harus main dengan intensitas maksimal. Kunci melawan Barcelona adalah bertahan dengan baik dan kemudian lebih baik lagi dalam menyerang,” ujar Oblak seperti dilansir Marca.

“Ini adalah pertandingan yang selalu Anda impikan. Saya senang ada di lapangan dan memainkan pertandingan seperti ini melawan Barcelona. Mereka adalah tim hebat dengan pemain-pemain luar biasa, tapi saya kira kami siap untuk tantangan ini, kami hanya harus fokus ke tugas kami. Saya harap itu akan mendatangkan hasil yang kami inginkan,” kata Oblak.

Menghadapi Barcelona, Atletico kehilangan salah satu senjatanya di lini depan. Luis Suarez harus absen karena belum sembuh dari Covid-19. Sejauh ini, striker asal Uruguay itu sudah mencetak lima gol dalam enam kali penampilan di LaLiga. (bbs/adz)

Jalan Nasional Tigalingga-Kutabuluh Dairi Amblas

TINJAU: Camat Tanah Pinem, Sion Sembiring (kiri) meninjau jalan amblas di lintasan jalan nasional menghubungkan Tigalingga-Kutabuluh tepatnya di Kutambaru Desa Harapan, Kecamatan Tanah Pinem Dairi. Jalan amblas akibat curah hujan tinggi.

DAIRI, SUMUTPOC.CO- Akibat curah hujan tinggi, jalan nasional yang menghubungkan Tigalingga – Kutabuluh tepatnya di Kutambaru Desa Harapan Kecamatan Tanah Pinem kabupaten Dairi, amblas pada Kamis (19/11).

Camat Tanah Pinem, Sion Sembiring mengatakan, jalan amblas diakibatkan luapan air, karena selama satu minggu terakhir daerah ini diguyur hujan lebat. Dampaknya, gorong- gorong tidak mampu mengalirkan air seperti biasa. Aliran air jadi besar dikibatkan curah hujan tinggi. 

“Gorong-gorong mungkin tidak mampu mengalirkan air, sehingga badan jalan amblas akibat tergerus,” ucapnya.

Untuk antisipasi pertama, warga setempat sudah membuat pertanda di lokasi, sehingga pengguna jalan dapat berhati-hati saat melintas. Menginggat, lubang pada jalan termasuk besar.

“Lubang pada jalan lumayan besar, diharapkan pengguna jalan lebih hati- hati saat melintas,” tambahnya.

Sion sudah meminta kepada kepala desa, agar segera dilaporkan kondisi saat ini, agar dapat disampaikan kepada pimpinan.

Salah seorang warga sekitar kepada wartawan, Nelly Lingga menyampaikan, hujan deras mengguyur daerah itu dengan waktu yang lumayan lama.

“Aliran air yang biasanya kecil, menjadi besar dan meluap hingga badan jalan dan menyebabkan amblas. Kita hanya kuatir pada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati,” tuturnya. (rud/ram) 

Malam Ini, Debat Pilkada Medan Sesi 2, Warjio: Diharapkan Lebih ‘Panas’

DEBAT: Kedua paslon Pilkada Medan, Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia saat mengikuti debat putaran pertama lalu.
DEBAT: Kedua paslon Pilkada Medan, Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia saat mengikuti debat putaran pertama lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Medan kembali akan melakukan debat di Hotel Grand Mercure Medan hari ini, Sabtu (21/11) malam pukul 19.00 WIB. Ada tiga materi yang akan diperdebatkan, yakni meningkatkan pelayanan masyarakat, menjawab persoalan daerah, dan strategi penanganan Covid-19.

DEBAT: Kedua paslon Pilkada Medan, Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia saat mengikuti debat putaran pertama lalu.
DEBAT: Kedua paslon Pilkada Medan, Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia saat mengikuti debat putaran pertama lalu.

Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik mengatakan tak berbeda dengan debat sesi pertama, pelaksanaan debat akan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. “Yang boleh hadir di lokasi debat sama seperti sesi pertama, yaitu kedua paslon dan masing-masing 2 orang LO. Lalu panelis, moderator, pihak KPU Medan dan Bawaslu Medan. Sisanya bisa melihat jalannya debat lewat siaran TV, sebab akan disiarkan secara langsung melalui siaran TVRI,” ujarnya saat ditemui Sumut Pos di kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan Medan, Jumat (20/11).

Dia juga menyebutkan, pada debat malam ini juga masih tetap menggunakan para panelis yang sama. Namun yang berbeda hanya materi yang akan dibahas. “Materi debat ada 3, yaitu meningkatkan pelayanan masyarakat, menjawab persoalan daerah dan strategi penanganan Covid-19. Untuk strategi penanganan Covid-19 memang akan tetap menjadi materi wajib dalam setiap debat publik, termasuk dalam debat sesi ketiga di tanggal 5 Desember nanti,” jelasnya.

Dia berharap, seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan dapat menyaksikan jalannya debat lewat siaran TVRI. Harapannya, debat dapat membantu masyarakat pemilih dalam menentukan pemimpin yang terbaik bagi Kota Medan hingga tahun 2024 mendatang.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Warjio berharap, debat nanti malam tidak berlangsung monoton. “Kalau kita menonton debat sesi pertama lalu, kesannya cukup monoton dan agak membosankan. Tidak ada yang ‘panas’ dalam debat itu. Padahal harapannya, debat dapat berjalan lebih ‘panas’ dengan menjelaskan visi misinya sebagai kelebihan dari kelemahan lawan debatnya. Itulah inti dari sebuah debat publik, jadi bukan bicara yang normatif saja,” katanya.

Selain itu, kata Warjio, seharusnya kedua paslon dapat lebih menonjolkan selling point (nilai jual) dari kelebihan yang dimiliki masing-masing paslon. Sebab, baik incumbent maupun penantang sama-sama punya kelebihan yang bisa ditonjolkan. “Untuk incumbent, pengalaman adalah hal yang tak terbantahkan. Sedangkan untuk penantang, menawarkan harapan baru yang lebih baik adalah titik yang menarik. Disitu selling point-nya. Nah, itu lah yang harus ditonjolkan oleh keduanya, di kemas semenarik mungkin dengan contoh-contoh yang lebih konkrit. Biak demikian, kemungkinan besar debat akan jauh lebih menarik,” katanya.

Tak cuma itu, berbagai persoalan yang ada di masyarakat seperti masih belum memuaskannya pelayanan publik yang bersifat dasar seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kepengurusan dokumen kependudukan yang dinilai masih merepotkan karena sistem birokrasi yang panjang dan berbelit-belit, harus bisa dituntaskan oleh paslon dalam debat publik.

Apa langkah konkrit yang akan dilakukan supaya masyarakat tidak merasakan pelayanan yang kurang memuaskan itu, kedua paslon harus bisa menjabarkan secara lugas. “Lalu soal infrastruktur di Kota Medan yang masih cukup buruk, solusinya juga harus dipaparkan. Ide-ide itu harus dikeluarkan saat debat, dan mereka harus bisa meyakinkan bahwa ide-ide yang tertuang dalam visi misinya adalah yang paling baik dan realistis untuk dilakukan dibanding visi misi paslon lainnya. Panasnya debat akan lebih terasa bila itu dilakukan,” pungkasnya.

Menghadapi debat kedua nanti malam, Akhyar Nasution mengaku akan menyampaikan data-data yang telah dikerjakan untuk Kota Medan. Seperti beberapa penghargaan dari pemerintah tentang pengendalian inflasi daerah, penghargaan pembinaan usaha kecil mikro dan menengah. “Kemudian pelayanan-pelayanan publik yang terus mengalami perbaikan dan kemajuan dan kecepatan penyelesaiannya, baik perizinan, administrasi kependudukan, ini semuanya sudah kami kerjakan dengan baik,” ungkap Akhyar.

Tak hanya itu, Akhyar juga memaparkan persoalan infrastruktur yang juga sudah banyak dikerjakan. “Data-datanya ada semua. Masih ada yang tertinggal, iya. Itu yang akan kami terus dan lanjutkan. Kemudian rencana-rencana kedepannya sebagaimana dalam visi misi kami akan kami jelaskan kembali di debat kedua nanti,” katanya.

Sementara, Juru Bicara Tim Pemenangan Bobby-Aulia Sugiat Santoso mengatakan, pasangan Bobby-Aulia tidak memiliki persiapan khusus. Pasalnya, Bobby-Aulia sejak awal sudah menguasai problematika pembangunan di Kota Medan. “Mereka juga sudah sejak awal dengan pakar-pakar dengan tokoh-tokoh sudah kerap berdiskusi tentang bagaimana solusi dari permasalahan pembangunan itu,” katanya.

Ia pun mengatakan, setiap hari bahan diskusi tim mereka adalah kajian-kajian strategi terkait pembangunan. Kajian-kajian itu juga menjadi bahan kampanye Bobby-Aulia ketika bertemu dengan warga. “Jadi debat besok (hari ini) ya tinggal memindahkan narasi yang selama ini telah dibangun Bobby-Aulia bersama warga,” tandasnya. (map/bbs)

Tren Penyebaran Covid-19 di Sumut Stabil, Positif Tambah 79 Orang, Sembuh 71 Orang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tren penambahan angka kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut masih stabil. Hingga Jumat (20/11) sore, penambahan positif virus corona masih di bawah angka 100.

“Angka positif Covid-19 bertambah 79 orang. Dengan penambahan tersebut saat ini akumulasinya menjadi 14.755 orang,” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah.

Lanjut Aris, penambahan terbanyak diperoleh dari Medan 26 orang dan Deliserdang 18 orang. “Kemudian, Langkat (8 orang), Sergai (8 orang), Simalungun (4 orang), Binjai (2 orang), Pakpak Bharat (2 orang), Labura (2 orang), Labusel (2 orang), Tebing Tinggi (1 orang), Karo (1 orang), Asahan (1 orang), Toba (1 orang), Humbahas (1 orang), luar Sumut (1 orang), dan info domisili belum jelas (1 orang),” sambung dia.

Aris menyebutkan, untuk angka kesembuhan Covid-19, bertambah 71 orang. Kini, akumulasinya menjadi 12.142 orang. “Angka kesembuhan disumbang paling banyak dari Gunungsitoli 49 orang. Kemudian, disusul Batubara (11 orang), Sergai (4 orang), Medan (3 orang), Binjai (2 orang), Deli Serdang (1 orang), dan Asahan (1 orang),” sebutnya.

Ia mengatakan, penambahan juga terjadi dengan angka kematian disebabkan Virus Corona. Namun, penambahan kasus baru kematian ini hanya 1 orang yang berasal dari Medan. Sedangkan kasus suspek tetap alias tidak bertambah, jumlah sementara ini 624 orang. “Untuk jumlah spesimen yang dilakukan uji swab 176.786 sampel,” paparnya.

Lebih lanjut Aris menyampaikan, kembali diingatkan kepada masyarakat Sumut untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal ini tak lain untuk memutus rantai penularan virus corona karena pandemi di Sumut belum berakhir.

“Perilaku 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak dan hindari kerumunan, harus menjadi bagian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Selain itu, olahraga secara teratur, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan konsumsi vitamin juga tetap konsisten dilakukan,” imbuhnya.

Jangan Menutup Diri Jika Terpapar Covid-19

Pemko Medan melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan, tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk tetap displin menjalankan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, menjaga jarak (social distancing) dan memakai masker. Tak cuma itu, Satgas juga menyarankan agar masyarakat tetap rutin menyemprotkan disinfektan di dalam ruangan, karena hal ini dianggap sebagai cara ampuh untuk penanganan Covid-19.

“Pakai masker jika beraktivitas di luar rumah, cuci tangan pakai sabun atau handsanitizer dengan air mengalir dan menjaga jarak serta menghindari keramaian atau kerumunan massa. Lalu kita imbau juga untuk rutin menyemprotkan disinfektan,” kata Kadis Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K), Albon Sidauruk yang juga penyintas Covid-19 dalam jumpa pers di Posko Satgas Covid-19, Jalan Rotan Proyek Pasar Petisah, Medan Petisah, Jumat (20/11).

Menurut Albon, penyemprotan disinfektan akan lebih ampuh jika dilakukan di dalam ruangan, baik di dalam rumah terkhusus kamar tidur yang dilengkapi dengan alat pendingin ruangan (AC) maupun ruangan perkantoran yang memiliki AC hidup lebih dari  12 jam. “Jadi, ada persepsi yang salah di masyarakat. Penyemprotan disinfektan tidak efektif jika dilakukan di luar ruangan, semisal di luar rumah, di jalan-jalan umum dan tempat terbuka lainnya. Hal ini dikarenakan panas matahari secara tidak langsung akan mematikan virus tersebut,” sebutnya.

Dikatakannya, dari hasil penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan pakar medis, virus ini hanya bisa bertahan hidup di udara dingin dengan suhu 20 derjat Celcius, sementara di luar ruangan semisal di luar rumah dengan suhu matahari mencapai 30-an derjat Celcius, virus sulit untuk bertahan. “Jadi virus itu tidak bisa bertahan hidup pada suhu yang panas. Oleh karena itu masyarakat lebih dianjurkan untuk berolahraga di ruang terbuka (outdoor) atau berjemur di panas matahari pagi,” ungkapnya.

Hal ini juga yang menjadi alasan Dinas P2K tidak lagi melakukan penyemprotan disinfektan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran ke pemukiman penduduk di Kota Medan. Mantan Camat Medan Baru ini juga mengimbau masyarakat untuk tidak menutup diri jika terpapar Covid-19. “Jangan takut datang ke Puskesmas untuk berobat, apabila terindikasi terpapar Covid-19,” ujarnya.

Dia pun menceritakan pengalamannya saat terpapar Covid-19, Menurutnya, dia mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal dari Puskesmas. Demikian pula dengan anggota keluarga lainnya, serta tetangganya yang juga mendapatkan pantauan penuh dari Puskesmas saat melakukan isolasi mandiri.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak menutup-nutupi, apalagi menutup diri atau menyembunyikan apabila diri atau keluarga kita terpapar Covid-19. Segeralah berobat ke Puskesmas. Saat ini pelayanan Puskesmas sudah lebih maksimal dan ketersediaan obat di Pusat Kesehatan Masyarakat tersebut sudah dijamin Pemko Medan,” pungkasnya. (ris/map)

Sumut Siap Laksanakan Vaksinasi Covid-19, BBPOM: Instalasi Farmasi Sudah Siap

VAKSIN: Relawan dan tenaga kesehatan melakukan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat.
VAKSIN: Relawan dan tenaga kesehatan melakukan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Secara umum, kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) telah siap melaksanakan program vaksinasi Covid-19 karena umumnya sudah memiliki instalasi farmasi yang kuat dengan alat-alat pendukungnya. Dengan begitu, ketika vaksin sudah siap, maka pendistribusiannya diharapkan tidak sampai terlambat.

VAKSIN: Relawan dan tenaga kesehatan melakukan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat.
VAKSIN: Relawan dan tenaga kesehatan melakukan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat.

Kepala BBPOM di Medan, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM di daerah, pihaknya berperan dalam melakukan pemantauan kesiapan proses vaksinasi tersebut. Salah satunya, adalah melakukan pemantauan terhadap seluruh instalasi farmasi (gudang farmasi) yang tersedia di Sumut.

Pemantauan kesiapan ini dilakukan dalam setiap koordinasi dan pertemuan yang telah dilaksanakan bersama petinggi di kabupaten/kota. Secara lebih teknis lagi, pihaknya juga melakukan pemantauan langsung ke instalasi farmasi tersebut. “Dengan begitu, nantinya diharapkan ketika vaksin sudah siap maka kita sudah memiliki peta dan jangan sampai pendistribusiannya terlambat. Tapi, saya kira di Sumut tidak ada masalah karena jejaringnya sudah kuat,” kata Bagus kepada wartawan, Jumat (20/11).

Kendati demikian, Bagus mengakui yang perlu diantisipasi adalah ketika distribusi vaksin dilakukan ada dalam volume yang besar. Untuk itu, agar over kapasitas tidak sampai terjadi maka perlu dilakukan pemantauan yang lebih intensif lagi. ”Misalnya, ada satu daerah yang kesulitan melakukan penyimpanan vaksin. Makanya, ini yang akan kita komunikasikan,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut Bagus, secara umum, kabupaten/kota di Sumut rata-rata memang telah menyatakan kesiapannya karena sudah memiliki instalasi farmasi dengan alat-alat pendukungnya. Hal ini diketahui setelah melakukan audiensi atau pertemuan dengan beberapa pimpinan daerah di Sumut. “Apalagi, selama ini kan sudah ada mekanismenya. Sebab, vaksin tidak hanya dilakukan pada saat pandemi ini saja,” sebut dia.

Bagus juga mengaku, pihaknya telah bertanya ke Dinas Kesehatan Sumut terkait kesiapan vaksinasi Covid-19 tersebut. Masalah volume instalasi farmasi memang menjadi hal perlu mendapatkan perhatian. ”Meski kita memang belum tahu bagaimana tahapan distribusinya nanti. Tapi, yang namanya vaksin harus segera disuntikan,” ucapnya.

Dia menambahkan, kata kunci dari pemberian obat ataupun makanan tidak hanya bermutu dan berkhasiat saja. Melainkan, juga harus aman. Untuk itu, sejalan dengan penyimpanan, kesiapan tenaga kesehatan juga harus sejalan. ”Begitupun, kami juga akan terus memberikan informasi kepada masyarakat melalui komunikasi informasi edukasi, terutama terkait perkembangan vaksin yang terjadi secara dinamis,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, rencana vaksinasi Covid-19 yang dijadwalkan pada November ini kemungkinan besar tertunda, termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini lantaran vaksin yang akan digunakan harus terdaftar dan disetujui oleh Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah mengaku, sejauh ini pihaknya belum dapat mengomentari penundaan vaksinasi Covid-19 tersebut. Sebab, pada dasarnya Sumut masih menunggu surat pemberitahuan lanjutan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “Surat dari kemenkes kan belum ada, jadi kita masih menunggu surat lanjutannya itu,” ujar Aris yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Kamis (19/11).

Aris menyebutkan, meski belum mendapat surat lanjutan dari Kemenkes terkait program vaksinasi Covid-19, langkah-langkah persiapan telah dilakukan di Sumut. Salah satu persiapannya adalah melatih vaksinator untuk pelaksanaannya. “Sejauh ini belum ada hambatan berarti, semua berjalan lancar,” ucap dia.

Disebutkan Aris, pemberian vaksin sebetulnya bukan untuk mengatasi pandemi yang terjadi. Melainkan, menciptakan imunitas atau kekebalan tubuh. “Sama halnya dengan vaksin yang diberikan pada polio atau BCG. Dengan pemberian vaksin, bukan berarti virusnya hilang. Virus (corona) bakal tetap ada, cuma masyarakatnya sudah kebal,” sebutnya.

Menurut dia, dengan pemberian vaksin, diyakini dapat menghentikan era pandemi. Setelah vaksinasi nantinya, kasus-kasus baru Covid-19 yang ditemukan, hanya dalam tingkatan KLB, wabah atau epidemi saja. “Pandemi itu kan wabah yang sudah melewati batas negara. Jadi kita berharap pandemi ini usai setelah vaksinasi massal nanti dilakukan,” tandas Aris.

Diketahui, imunisasi Covid-19 nantinya akan diberikan kepada kelompok rentan, mulai usia 18-59 tahun terutama terdiri dari para tenaga kesehatan (nakes), asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Sedangkan pada kelompok prioritas lainnya, sambung Aris, yang ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan kebijakan operasional imunisasi Covid-19, diberikan kepada petugas pelayanan publik, yakni petugas yang berhadapan langsung dengan masyarkat, seperti TNI-Polri, petugas bandara, petugas stasiun kereta api, petugas pelabuhan, pemadam kebakaran, petugas PLN dan PAM yang bertugas di lapangan.

Selanjutnya, untuk kelompok risiko tinggi lainnya, yaitu kelompok pekerja yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontrobusi pada sektor perekonomian dan pendidikan, serta penduduk yang tinggal di tempat berisiko seperti kawasan padat penduduk. Lalu, para kontak erat Covid-19, yaitu orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi. Berikutnya, administrator pemerintahan dalam bidang pelayanan publik.

Untuk estimasi sasaran imunisasi Covid-19 di Sumut berjumlah 8.232.718 jiwa. Jumlah ini terdiri dari tenaga kesehatan dan petugas pendukung lainnya yang bekerja di Fasyankes, yakni sipil 31.634 orang, TNI 582 orang, dan Polri 448 orang. Selanjutnya, petugas pelayanan publik terdiri dari Satpol PP 7.335 orang, TNI 19.631 orang, Polri 19.598 orang, dan lainnya 775.704 orang. Beirkutnya, anggota BPJS PBI 4.951.731 orang, serta masyarkat dan pelaku ekonomi lainnya sebanyak 2.426.054 orang. (ris)

Januari 2021, Sekolah Tatap Muka Dimulai

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah melalui penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri menetapkan, pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan pada Januari 2021. Informasi itu disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

“Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan. Kebijakan ini berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021, jadinya Bulan Januari 2021,” kata Nadiem dalam telekonferensi pers Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19, Jumat (20/11)n

Nadiem juga mengatakan, hal ini dikarenakan banyaknya permintaan dari pemangku kepentingan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dalam pembukaan sekolah ini, pemerintah daerah (pemda) yang diberikan kewenangan secara penuh terkait mana satuan pendidikan yang boleh dibuka dan yang tidak.

“Karena itu, bagi sekolah yang siap melakukan tatap muka, kalau ingin mempertemukan harus segera meningkatkan kesiapannya untuk melaksanakan ini dari sekarang sampai akhir tahun. Kami memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, Kanwil kantor Kemenag diberikan kewenangan untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Menurut Nadiem, pembukaan ini bisa saja dilakukan secara serentak di tiap daerah, atau mungkin secara bertahap tergantung kepala daerah, memberikan izin atau tidak. Jika tidak, maka akan tetap dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring ataupun luring.

Di SKB kali ini, sekolah perlu mempersiapkan ceklis atau daftar periksa yang diminta, antara lain ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi dan kebersihan, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki thermogun, lalu memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang berpotensi menimbulkan penularan serta mendapatkan persetujuan orangtua atau wali.

“Tergantung kepada kesiapan masing-masing daerah sesuai evaluasi kepala daerahnya mengenai mana (sekolah) yang siap, mana yang tidak dan tentunya kesiapan sekolah masing-masing dalam menentukan dalam memenuhi semua checklist untuk melakukan tatap muka dan juga melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ucap dia.

Nadiem menjelaskan, terdapat 3 pihak yang menentukan, apakah sekolah itu boleh dibuka atau tidak. Pertama adalah pemda atau kanwil kantor Kemenag, kedua adalah kepala sekolah dan ketiga itu orangtua. “Kalau tiga pihak ini tidak mengijinkan sekolah itu bukan sekolah itu tidak diperkenankan untuk dibuka, tapi kalau tiga pihak itu setuju, berarti sekolah itu mulai boleh melaksanakan tatap muka,” tambahnya.

Atas hal ini, dia mengharapkan agar kebijakan ini dapat meminimalisir adanya los generation atau kesenjangan pendidikan. Di mana hal ini juga memberikan hak untuk mendapatkan pendidikan bagi warga negara.

Nadiem juga membeberkan dampak negatif PJJ. Salah satunya adalah ancaman putus sekolah. “Kita telah mengevaluasi hasil dari pada pembelajaran jarak jauh ini bahwa dampak negatif yang terjadi pada anak itu sesuatu hal yang nyata. Kalau terus-menerus dilaksanakan bisa menjadi suatu risiko yang permanen dan risiko pertama adalah ancaman putus sekolah,” terangnya.

Kata dia, banyak sekali anak-anak yang harus bekerja atau didorong oleh orangtuanya untuk bekerja. Tentunya ini berhubungan dengan situasi ekonomi keluarga yang tidak memadai. Begitu juga dengan persepsi orangtua yang menganggap, sekolah tidak lagi berperan penting dalam peningkatan kompetensi anak karena hanya melalui PJJ. Maka dari itu, banyak orangtua yang memberhentikan anaknya sekolah dulu. “Banyak anak dikeluarkan dari sekolah dan risikonya akan meningkat semakin lama,” tambahnya.

Kedua, adalah berbagai resiko tumbuh kembang peserta didik. Kesenjangan pendidikan akan semakin meningkat karena perbedaan akses ataupun status sosial keluarga. “Banyak sekali anak-anak sekarang tidak sekolah dan tentunya risiko-risiko bahwa ada satu generasi di Indonesia, anak-anak kita yang kesenjangan pembelajarannya dan harus mengejarnya, itu mungkin sebagian akan ketinggalan dan tidak bisa mengejar kembali pada saat kembali sekolah,” jelas Nadiem.

Lalu, alasan terakhir pembukaan sekolah adalah tekanan psikososial dan kekerasan dalam keluarga. Minimnya interaksi dengan guru, teman dan lingkungan luar ditambah tekanan akibat sulitnya PJJ dapat menyebabkan stres pada anak. “Tentunya peningkatan insiden kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga juga meningkat dan ini menjadi salah satu pertimbangan kita yang terpenting,” tegasnya.

Dia pun menegaskan bahwa pembukaan kembali sekolah dalam menerapkan pembelajaran tatap muka, bukan berarti kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan seperti sebelum waktu pandemi. “Pembelajaran tatap muka bukan kembali ke sekolah seperti normal, ini sangat di luar yang normal,’’ tegasnya lagi.

Sebab saat melakukan kembali pembelajaran tatap muka, peserta didik di dalam kelas perlu untuk menjaga jarak minimal 1,5 meter. Begitu juga dengan kapasitas yang dibatasi hanya 50 persen dari peserta didik. Jadi, mau tidak mau semua sekolah harus melakukan rotasi atau shifting dalam pembelajaran tatap muka. Hal ini demi menghindari interaksi fisik yang ada di lingkungan sekolah.

’’Jumlah maksimal peserta didik di PAUD hanya 5 anak biasanya kan 15. Jumlah peserta didik ini pendidikan dasar menengah 18 anak maksimal yang biasanya 36 dan SLB 5 dari standar 8 peserta didik. Jadi sistem bergiliran atau shifting,’’ imbuhnya.

Untuk itu, karena masih banyaknya salah persepsi dari warga pendidikan, Nadiem berharap pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di wilayahnya. ’’Mohon juga dibantu disosialisasikan di masing-masing daerah bahwa kalaupun sekolah itu sudah memenuhi semua kriteria dan ceklis untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan yang tepat harus masih dilaksanakan ya,’’ urainya. 

Mengenai hal ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyampaikan, pihaknya akan turut mendukung pelaksanaan serta edukasi protokol kesehatan di dalam lingkungan sekolah.

“Kemenkes sepenuhnya akan mendukung kebijakan ini, kami berkomitmen meningkatkan peran puskesmas, melakukan pengawasan dan pembinaan dalam penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ia meminta kepada semua warga pendidikan menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan disiplin tinggi. Seiring dengan peningkatan pengendalian Covid-19. “Agar kia sehat dan selamat dalam melewati pandemi Covid-19 ini. Di samping terus meningkatkan keseiapan fasilitas kesehatan dan pencegahan serta pengendalian Covid-19,” ujarnya.

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda pun memberikan dukungan. Menurutnya, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) dikhawatirkan akan semakin menimbulkan kesenjangan peserta didik. Bahkan sampai menyebabkan loss learning seperti yang disampaikan Bank Dunia dan Unicef beberapa waktu lalu.

Lebih parah lagi jika peserta didik kemudian harus putus sekolah karena tidak mempunyai biaya atau terpaksa harus membantu orang tua mereka.

“Kami menerima laporan bahwa jumlah pekerja anak selama pandemi ini juga meningkat, karena mereka terpaksa harus membantu orang tua yang kesulitan ekonomi,” katanya.

Pembukaan sekolah dengan pola tatap muka, kata Huda akan mengembalikan ekosistem pembelajaran bagi para peserta didik. Hampir satu tahun ini, sebagian peserta didik tidak merasakan hawa dan nuansa sekolah tatap muka. “Kondisi ini membuat mereka seolah terlepas dari rutinas dan kedisplinan pembelajaran. Pembukaan kembali sekolah tatap muka akan membuat mereka kembali pada rutinitas dan mindset untuk kembali belajar,” ucap dia.

Kendati demikian, Huda menegaskan jika pemerintah harus memastikan syarat-syarat pembukaan sekolah tatap muka terpenuhi. Di antaranya ketersediaan bilik disinfektan, sabun dan westafel untuk cuci tangan, hingga pola pembelajaran yang fleksibel.

“Penyelenggara sekolah juga harus memastikan jika physical distancing benar-benar diterapkan dengan mengatur letak duduk siswa dalam kelas. Waktu belajar juga harus fleksibel, misalnya siswa cukup datang sekolah 2-3 seminggu dengan lama belajar 3-4 jam saja,” pungkas dia.

P2G Ingatkan Pemda

Dimulainya kembali pembelajaran tatap muka tanpa melihat status zonasi daerah pada Januari 2021, menimbulkan ketidaksetujuan beberapa pihak. Seperti yang disampaikan Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim. Menurutnya, pembelajaran tatap muka bisa menimbulkan risiko. Khususnya jika melihat segi kesiapan sekolah.

“Mereka itu belum siap untuk membuka kembali sekolah dengan memenuhi ceklis yang sangat ketat sekali, inikan menjadi persoalan karena pokok-pokok pangkalnya adalah infrastruktur protokol kesehatan,” jelas dia kepada JawaPos.com (grup Sumut Pos), Jumat (20/11).

Hal lainnya yang menjadi perhatian adalah sikap dari pemerintah daerah (pemda) untuk membuka sekolah. Berdalih mengatakan, karena anak bosan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan menjadi bumerang di masa pandemi seperti sekarang ini. “Seandainya pemda memaksakan diri untuk dibuka (sekolah, Red), harus tetap ada perizinan sekolah dari orang tua, kalau tidak ada izin jangan coba-coba memaksakan, karena hak anak adalah untuk mendapatkan kesehatan, kehidupan, keselamatan, pendidikan,” tutur dia.

Dia pun memahami bahwa keputusan ini begitu dilema. Sebab jika sekolah ditutup akan ada loss generation. Sedangkan jika dibuka, kesiapan sekolah yang dikhawatirkan membuat klaster baru.

“Kami memahami dilematisnya untuk sekolah itu dibuka, pilihannya sekolah tidak dibuka alias PJJ diperpanjang tapi kita akan mengalami learning loss dan itu juga udah di wanti2 oleh Bank dan Unicef. Kalau sekolah dibuka, kalaupun dengan protokol kesehatan, kami itu meragukan kesiapan sekolah itu untuk dibuka,” tutupnya. (jpc)

Sah, Kepengurusan Golkar Sumut 2020-2025 Dikukuhkan, Ijeck Ajak Kader Kompak

DILANTIK: Musa Rajekshah menerima pataka saat dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.
DILANTIK: Musa Rajekshah menerima pataka saat dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aziz Syamsuddin melantik kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sumatera Utara periode 2020-2025, di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.

DILANTIK: Musa Rajekshah menerima pataka saat dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.
DILANTIK: Musa Rajekshah menerima pataka saat dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam.

Membacakan surat keputusan DPP Partai Golkar untuk kepengurusan Golkar Sumut lima tahun mendatang, Sekjend Lodewijk F Paulus menyebutkan, Ilhamsyah dan Iwan Habib Nasution, sebagai sekretaris dan bendahara di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah (Ijeck)n

Ijeck dalam sambutannya kembali menyampaikan, bahwa keinginan menjadi ketua Golkar Sumut bukan semata-mata untuk ambisi pribadi dan kelompok. Melainkan menuju tujuan hakiki untuk menyejahterakan rakyat Sumut. 

“Bahwa kami menjadi pengurus karena ingin membesarkan Partai Golkar di Sumatera Utara, dan juga tentunya untuk menyejahterahkan masyarakat Sumut,” katanya. 

Dirinya juga kembali menekankan, dalam perhelatan Pilkada serentak 2020, seluruh kader Golkar wajib mendukung dan memenangkan pasangan calon yang diusung Golkar. 

“Kita juga harus kompak dan bersama-sama berjuang untuk memenangkan Partai Golkar karena memang Partai Golkar tanpa saling menjelekkan paslon lain. Sebab kita menginginkan ke depan Partai Golkar kita harapkan bisa memimpin legislatif di Provinsi Sumut,” katanya. 

 Turut hadir Gubernur Sumut Edy Rahmayadi,  Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Golkar yang juga Menpora, Zainudin Amali, Ketua Komisi I DPR Meutia Hafidz, para ketua Golkar se Sumut serta kader dan sayap Partai Golkar. (prn) 

Tidak Terbukti untuk Ditahan, Polsek Patumbak Lepas Tersangka Narkoba

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Philip A Purba.dewi/sumut pos.
Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Philip A Purba.dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza melalui Kanit Reskrim, Iptu Philip A Purba dengan tegas membantah tuduhan terkait dugaan tangkap lepas (Talas) kasus narkoba yang dilakukan seorang laki-laki remaja berinisial IL, warga Jalan Ambai Kelurahan Medan Perjuangan.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Philip A Purba.dewi/sumut pos.
Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Philip A Purba.dewi/sumut pos.

Tudingan itu, dimuat di media online. Di dalam pemberitaan tersebut, Polsek Patumbak telah menangkap IL, dengan sangkaan diduga kepemilikan narkotika jenis sabu pada Kamis (5/11), dan kembali dibebaskan dengan tebusan Rp30 juta.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Philip A Purba, bahwa hal itu keliru. Dikatakan Philip, jika pihaknya memang benar ada menangani kasus narkoba tersebut. Namun usai dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari yang bersangkutan (IL) tidak dipenuhi unsur bukti untuk dilanjutkan penyidikan.

“Jadi awalnya kita mendapat informasi adanya pria yang membawa narkoba. Selanjutnya kita tidak lanjuti dengan anggota turun ke lokasi mengamankan IL.

Namun setelah kita periksa, kita tidak menemukan barang bukti sehingga IL kita pulangkan pada keluarganya,” tegas Philip kepada sejumlah wartawan di Medan, Kamis (19/11) malam.

Dijelaskan Philip, jika semua proses pemulangan IL juga sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada dan pihak keluarga juga tidak ada memberikan imbalan apa pun pada Polsek Patumbak terkait pemulangan IL ke keluarga.

“Silahkan tanya pada keluarga IL jika memang ada memberikan imbalan pada kita. Tentunya dalam melakukan tugas maupun penanganan perkara kami selalu menjalankan SOP dengan baik. Kami juga berharap hubungan baik sesama rekan media dapat berjalan,” pungkas mantan Kanit Reskrim Medan Baru ini. (mag-1/azw)