25 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3881

Masyarakat Labusel Jangan Terkotak-kotak karena Pilkada

SILATURAHIM: Ketua PB IKLAS Rivai Nasution (tengah) saat bersilaturahim dengan tokoh masyarakat Kampung Rakyat, Labusel, beberapa waktu lalu.istimewa/sumut pos.
SILATURAHIM: Ketua PB IKLAS Rivai Nasution (tengah) saat bersilaturahim dengan tokoh masyarakat Kampung Rakyat, Labusel, beberapa waktu lalu.istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kabupaten Labusel diminta untuk lebih dewasa dalam menyikapi proses demokrasi Pilkada Labusel 2020. Dinamika dan perbedaan pilihan politik dalam Pilkada, jangan sampai merusak silaturahim dan membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak.

SILATURAHIM: Ketua PB IKLAS Rivai Nasution (tengah) saat bersilaturahim dengan tokoh masyarakat Kampung Rakyat, Labusel, beberapa waktu lalu.istimewa/sumut pos.
SILATURAHIM: Ketua PB IKLAS Rivai Nasution (tengah) saat bersilaturahim dengan tokoh masyarakat Kampung Rakyat, Labusel, beberapa waktu lalu.istimewa/sumut pos.

“Kita melihat pola pendekatan yang dilakukan oknum-oknum pada masing-masing tim Paslon yang berkompetisi sudah tidak sehat dan cenderung provokatif. Hal tersebut dapat membuat masyarakat jadi terkotak-kotak,” kata Ketua Pengurus Besar Ikatan keluarga labuhanbatu Selatan (PB Iklas), Rivai Nasution kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (18/11).

Salah satu tokoh pemekaran Labuhanbatu ini meminta, masyarakat Labusel menyikapi pesta demokrasi lima tahunan ini sebagai rencana dalam melanjutkan pembangunan yang tertunda selama 10 tahun terakhir. Sehingga dalam prosesnya, kata Rivai, masyarakat harus lebih cerdas dalam menentukan pilihan. “Lihat rekam jejak masing-masing Paslon, pahami visi-misinya, dan ketahui program kerjanya. Roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik untuk empat tahun ke depan, ditentukan pada pilihan 9 Desember nanti,” katanya.

Rivai pun mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan politik uang. Sebab kata dia, hal tersebut akan berdampak buruk terhadap pembangunan dan rendahnya legitimasi bupati-wakil bupati terpilih nantinya.

“Mari kita memilih menggunakan hati nurani. Tinggalkan Paslon yang hanya menonjolkan janji-janji manis dan uang. Saya kira sudah banyak referensi dan dalil-dalil tentang buruknya politik uang. Jangan pilih Paslon yang berupaya membeli suara rakyat. Masyarakat harus benar-benar berdaulat dalam memilih pemimpin,” katanya.

Diakuinya, siapa pun yang terpilih kelak tidak akan serta-merta mengubah nasib pemilih. Namun, bupati-wakil bupati terpilih nantinya akan berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jika bupati-wakil bupati terpilih itu peduli terhadap pendidikan, maka masyarakat akan myaman menyekolahkan anak tanpa biaya mahal. Pemimpin peduli kesehatan, maka masyarakat tidak perlu risau saat sakit. Peduli terhadap investasi, maka peluang kerja untuk anak atau cucu semakin terbuka,” tandasnya. (adz/ram)

Syukuran Pasca UKW XXXI Tahun 2020, Wapress: Terima Kasih Kapolres dan Pemkab Batubara

BERSAMA: Kapolres Batu Bara, AKBP H Ikhwan Lubis, serta jajaran, pengurus PWI Batubara berfoto bersama anggota Wapress di depan Markas Besar Wapress, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara, Rabu (18/11).istimewa/sumut pos.
BERSAMA: Kapolres Batu Bara, AKBP H Ikhwan Lubis, serta jajaran, pengurus PWI Batubara berfoto bersama anggota Wapress di depan Markas Besar Wapress, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara, Rabu (18/11).istimewa/sumut pos.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Warung Apresiasi atau Wapress mengadakan acara syukuran pasca pelaksanaan Ujian Kompetisi Wartawan (UKW) XXXI di Markas Besar Wapress Batubara, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batubara, Rabu (18/11).

BERSAMA:  Kapolres Batu Bara, AKBP H Ikhwan Lubis, serta jajaran, pengurus PWI Batubara berfoto bersama anggota Wapress di depan Markas Besar Wapress, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara, Rabu (18/11).istimewa/sumut pos.
BERSAMA: Kapolres Batu Bara, AKBP H Ikhwan Lubis, serta jajaran, pengurus PWI Batubara berfoto bersama anggota Wapress di depan Markas Besar Wapress, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara, Rabu (18/11).istimewa/sumut pos.

Salah satu inisiator Wapress, Yusriadi S Pane mengatakan kegiatan ini hasil kesepakan bersama anggota Wapress yang terdiri dari wartawan cetak, online, dan televisi. Dan sudah terbentuk sejak tahun 2008 yang lalu.

Keberdaan Wapress sebagai untuk mengakomodir rekan media untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan mendengarkan, melihat, dan menulis sesuai dengan apa yang disampaikan oleh narasumber.

“Sebagai bentuk rasa syukur, kita adakan acara ini. Setelah dua hari berturut-turut para rekan media mengikuti UKW di rumah dinas bupati,” ujarnya.

Dirinya berharap usai UKW ini, para rekan media lebih memahami tugas dan fungsinya sebagai pemberi informasi kepada masyarakat. Dengan kenetralan akan memudahkan masyarakatkan untuk memahami apa yang ingin disampaikan.

“Dengan kata lain, UKW ini akan menjadikan kita lebih memahami fungsi kita sebagai pemberi informasi,” tutupnya.

Ketua PWI Kabupaten Batu Bara, Alpian mengutarakan, bahwa suksesnya UKW yang diselenggarakan PWI karena adanya dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, dirinya mewakili semua rekan media mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Batubara, AKBP. H. Ikhwan Lubis dan tentu saja bantuan dari Pemkab Batubara,” ungkapnya.

Kapolres Batu Bara, AKBP H Ikhwan Lubis, yang hadir bersama rekan memberikan apresiasi kepada Wapress yang telah menerapkan protokol kesehatan pada kegiatannya kali ini. Ini menunjukkan bahwa wartawan juga menerapkan kesehatan sebagai hal yang utama dalam menjalankan tugasnya.

“Saya apresiasi, karena sebelum acara ini dilaksanakan, teman wartawan terlebih dahulu memberitahukan dan melaporkan kepada pihak kepolisian, karena tertib pada peraturan,” ungkapnya.

Acara syukuran Wapress tersebut, turut dihadiri Kapaolres Batu Bara, AKBP H Ikawan Lubis, didampingi Kasat Intel AKP Ferry Kusnadi, beserta jajarannya, Ketua PWI Batu Bara, Alpian, dan juga dihadiri oleh anggota Wapress yang terdiri dari wartawan media cetak, online, dan elektronik. (mag-14/ram)

Bayar Klaim Nasabah di Medan, Generali Prioritaskan Kesehatan Nasabah

KLAIM: Devi Yanti Pardede (Generali Center Head – Medan) dan Ingan M Kristian Ginting (Senior Regional Agency Sales Head) melakukan serah terima bingkisan sehat kepada nasabah Generali, Derrick Wijaya yang berlangsung di Generali Centre, Medan, Rabu (18/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Generali melakukan serah terima bingkisan sehat kepada nasabah Generali, Derrick Wijaya yang berlangsung di Generali Centre, Medan, Rabu (18/11). Serah terima ini sebagai bukti komitmen Generali dalam pembayaran klaim.

Nasabah Derrick telah menerima manfaat polis berupa pertanggungan kesehatan atas biaya yang telah dibayarkan ke rumah sakit untuk pengobatan penyakit yang dideritanya sebesar lebih dari Rp100 juta.

“Saya tidak menyangka pada saat melakukan pemeriksaan medis di luar negeri, terdapat polip pada usus saya dan mengharuskan saya untuk menjalani operasi dan pengobatan. Biaya operasi dan pengobatan di Singapura sebesar lebih dari Rp100 juta pun

dilakukan dengan sangat mudah dan tanpa tunai. Hal ini sangat melegakan dan saya sangat berterima kasih pada agen saya, Bapak Siwan dan juga Generali atas manfaat polis yang sesuai janji. Kini saya sudah dapat beraktvitas dengan normal kembali,” kata Derrick .

Tercatat bergabung sebagai nasabah Generali Indonesia sejak tahun 2016, pembayaran klaim kesehatan Derrick tersebut merupakan manfaat dari produk asuransi tambahan Global Medical-PLAN yang mampu memberikan perlindungan perawatan kesehatan komprehensif hingga ke seluruh dunia.

Global Medical-PLAN dapat memberikan nilai perlindungan hingga mencapai Rp35 miliar per tahun.

Jutany Japit selaku Direktur dan Chief Operation Officer Generali Indonesia dalam siaran pers mengungkapkan, perusahaanya selalu mengutamakan nasabah dalam berbagai aspek, termasuk memenuhi janji kami dalam hal klaim. Generali berharap dengan adanya pengalaman nasabah ini, akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi, khususnya di tengah pandemi seperti sekarang ini risiko kesehatan masih cukup tinggi.

Dengan adanya proteksi, keluarga terlindungi dan nasabah bisa tetap fokus dalam menjalani pengobatan dan proses penyembuhan. Secara berkesinambungan, kami juga terus mendorong inovasi untuk

mendampingi dan memberikan kemudahan bagi nasabah. Untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam menjangkau tenaga pemasar Generali di

tengah kondisi physical distancing, Generali baru saja meluncurkan aplikasi iPropose yang memungkinkan calon nasabah untuk melakukan konsultasi online dengan financial planner, identifikasi kebutuhan proteksi, pengajuan polis secara online hingga melakukan pembayaran secara digital yang cepat dan aman.

Selain itu, untuk membantu nasabah menjaga kesehatan, Generali juga memiliki fitur telemedicine Dokter Leo. Di mana nasabah bisa melakukan konsultasi medis secara virtual, gratis tanpa biaya, dimana saja dan kapan saja dengan mudah hanya melalui. Fitur inovatif Dokter Leo terintegrasi dengan rangkaian fitur-fitur unggulan lainnya, seperti fitur pembayaran premi online dan fitur klaim online di dalam smart apps nasabah Generali Indonesia, Gen iClick®. Melalui Gen iClick®,

nasabah juga dapat mengakses informasi-informasi lainnya, seperti melihat informasi detil manfaat polis dan kinerja investasi, riwayat transaksi, melakukan perubahan polis seperti : alokasi dana investasi, mengatur parameter ARMS,dan rubah data korespodensi.

Selain itu, juga terdapat informasi lain seperti daftar rumah sakit rekanan, akses DNA Journal data nasabah yang berupa Nutrigenomic, rancangan olahraga dan ketahanan nasabah terhadap stress dan kualitas tidur, layanan keluar rumah sakit (discharge-button) Berdasarkan data keuangan yang belum diaudit, pada periode 1 Januari 2020 hingga 31 Oktober 2020, Generali telah membayarkan sebanyak lebih dari 147.000 klaim senilai lebih dari Rp526,7 miliar yang merupakan gabungan dari manfaat meninggal dunia, kesehatan dan penyakit kritis. Nilai klaim tersebut termasuk pembayaran 274 klaim terkait Covid-19 senilai Rp28,6 miliar. (rel/azw)

Dorong Pemuda Bantu Memutus Rantai Covid-19

BERSAMA: Alfiansyah Purba bersama narasumber dan peserta Temu Wicara Organisasi Kepemudaan Medan 2020. deking/sumutpos.
BERSAMA: Alfiansyah Purba bersama narasumber dan peserta Temu Wicara Organisasi Kepemudaan Medan 2020. deking/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan mendorong seluruh pemuda Kota Medan untuk ikut berperan membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pemuda harus menjadi agen perubahan prilaku masyarakat.

BERSAMA: Alfiansyah Purba bersama narasumber dan peserta Temu Wicara Organisasi Kepemudaan Medan 2020. deking/sumutpos.
BERSAMA: Alfiansyah Purba bersama narasumber dan peserta Temu Wicara Organisasi Kepemudaan Medan 2020. deking/sumutpos.

Hal itu dikatakan Plt Kadispora Medan yang diwakili Alfiansyah Purba SSos, Msi pada acara Temu Wicara Organisasi Kepemudaan Kota Medan di Aula Gedung Candika, Kamis (19/11). Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan.

“Pandemi Covid-19 terjadi di seluruh dunia. Untuk itu, kita mengajak mengajak seluruh pemuda kota Medan melalui wakil-wakil organisasi kepemudaan untuk ikut berperan membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus itu,” ujarnya.

Dijelaskan, peran generasi muda kian signifikan dalam mempercepat proses pembangunan. Untuk itu, pemuda dituntut mempersiapkan diri dan lingkungan sekitarnya. Pemuda juga harus mampu menunjukkan potensi keteladanannya. Pemuda harus menjadi agen-agen perubahan yang mampu melakukan kontrol sosial untuk mengantisipasi gerakan radikalisme, terorisme dan premanisme.

“Pemuda jangan mau dianggap lembek dan mudah diombang-ambingkan oleh arus. Generasi muda jangan jadi malas, kurang fokus, kurang gigih dan memiliki sifat mudah menyerah.,” paparnya

Dia berharap pemuda kota Medan menjadi generasi muda yang rapuh. Generasi muda harus berani mendorong ke arah perubahan, mampu mendobrak, berani mengambil resiko, mampu merebut peluang serta berani berinovasi dan bersaing secara sehat.

“Saya berharap di masa mendatang para pemuda akan memainkan peran sentral dalam dinamika kehidupan di kota Medan. Di pundak pemudalah tersandanf harapan dan mimpi menjadikan Medan sebagai rumah kita yang semakin nyaman dan aman,” paparnya.

Ketua Panitia Doni Fariq SE melaporkan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peranan pemuda dalam pengecatan penanggulangan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Diikuti 50 peserta dari organisasi kepemudaan, mahasiswa dan Pramuka di kota Medan. (dek/ila)

teks

BERSAMA: Alfiansyah Purba bersama narasumber dan peserta Temu Wicara Organisasi Kepemudaan Medan 2020. (ist)

Bioskop di Medan Bakal Dibuka

JAGA JARAK: Bangku di bioskop diberi tanda silang sebagai tanda jaga jarak antarpenonton. Pembukaan kembali bioskop di Kota Medan tengah dibahas Pemko Medan.
JAGA JARAK: Bangku di bioskop diberi tanda silang sebagai tanda jaga jarak antarpenonton. Pembukaan kembali bioskop di Kota Medan tengah dibahas Pemko Medan.

Bagi warga Kota Medan yang sudah rindu untuk menonton ke bioskop, tak perlu khawatir. Sebab, bisa jadi bioskop di Kota Medan bakal dibuka kembali dalam waktu dekat. Pembukaan bioskop ini pun tengah dibahas dalam rapat bersama.

JAGA JARAK: Bangku di bioskop diberi tanda silang sebagai tanda jaga jarak antarpenonton. Pembukaan kembali bioskop di Kota Medan tengah dibahas Pemko Medan.
JAGA JARAK: Bangku di bioskop diberi tanda silang sebagai tanda jaga jarak antarpenonton. Pembukaan kembali bioskop di Kota Medan tengah dibahas Pemko Medan.

Rapat itu digelar Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan dengan agenda Rapat Pembahasan Izin Pembukaan Kembali Usaha Pariwisata Pertunjukan Film Bioskop di Kota Medan di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No. 2, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (19/11).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM diwakili Asisten Administrasi Umum (Asmum) Setdako Medan Renward Parapat tersebut, dihadiri para pelaku usaha bioskop para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Lingkungan Pemko Medan. Tujuan digelarnya rapat tersebut untuk membahas perizinan dibukanya kembali bioskop di Kota Medan pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) saat ini.

Dalam arahannya Asmum mengatakan, masuknya Covid 19 ke Indonesia berdampak ke berbagai sektor, termasuk dari sektor ekonomi. Untuk mengatasi permasalahan tersebutn

Pemko Medan telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No 27 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kota Medan.

“Sebenarnya ada dampak baik dan dampak buruknya jika bioskop kembali dibuka, mengingat saat ini pandemi Covid 19 masih belum selesai.  Di samping itu, kita harus pandai menyeimbangkan antara kesehatan dan perekonomian masyarakat, bagaimana caranya agar kasus Covid 19 semakin menurun dan perekonomian masyarakat pun semakin membaik,” kata Asmum.

Lebih lanjut Asmum menjelaskan alasan bioskop sulit dibuka sejak adanya new normal atau yang biasa dikenal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Medan, karena banyak hal yang menjadi pertimbangan salah satunya ruangan bioskop yang tertutup mengakibatkan tidak adanya ventilasi udara.

Hal ini membuat penularan virus Corona di dalam bioskop sangat tinggi. “Jika surat perizinan dibukanya kembali bioskop sudah dikeluarkan, saya harap pihak bioskop bisa bekerja sama untuk mematuhi aturan-aturan yang sudah ada sehingga dapat membuat penonton merasa nyaman dan safety,” harap Asmum. 

Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengungkapkan, tidak adanya halangan untuk membuka setiap usaha di tengah pandemi Covid 19. Tetapi, pelaku usaha harus tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai yang tertera dalam Perwal Medan No 27 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kota Medan.

“Di dalam Perwal sudah tertera mengenai sistem pengelolaan bagi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Dengan begitu, aturan-aturan yang ada dalam Perwal harus dijadikan sebagai pedoman dalam membuka usahanya kembali pada masa pandemi Covid 19 ini,”  jelas Agus. 

Selanjutnya, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus mengajak seluruh tamu yang hadir dalam rapat tersebut untuk berdiskusi membahas keputusan perizinan dibukanya kembali bioskop di Kota Medan. “Sebab, hasil keputusan rapat ini nantinya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Agus.

Di akhir rapat tersebut, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Medan dr Mardohar Tambunan, memaparkan beberapa hal yang harus diperhatikan jika bioskop kembali dibuka. Semua aturan yang dibuat haruslah mematuhi protokol kesehatan dengan baik.

“Hal yang pertama yaitu pembelian tiket dan mengisi data secara online, menerapkan physical distancing, pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke dalam bioskop, menggunakan masker 3 lapis sesuai standar world health organization (WHO), memiliki batas umur bagi penonton yang berumur 12 tahun ke bawah dan 60 tahun ke atas tidak diizinkan masuk, menyediakan hand sanitizer, setiap pegawai harus menggunakan sarung tangan, pintu masuk dan pintu keluar dibedakan serta membuat ruangan isolasi sementara di luar bioskop,” papar Mardohar.(map/ila)

Terkait Status Tanah Lapangan Gajah Mada, Ahli Waris Minta Pemko Taati Putusan MA

KUASAI: Ahli waris tanah Lapangan Gajahmada Krakatau, kembali mengusai lahan di atas plank milik M Basri, Kamis (5/11).istimewa/sumu tpos.
KUASAI: Ahli waris tanah Lapangan Gajahmada Krakatau, kembali mengusai lahan di atas plank milik M Basri, Kamis (5/11).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ahli waris tanah Lapangan Bola Gajah Mada, Krakatau meminta Pemko Medan bersikap legowo serta mentaati putusan Mahkamah Agung (MA). Hal ini terkait adanya upaya klaim tak berdasar atas tanah seluar 7200 m2 tersebut.

KUASAI: Ahli waris tanah Lapangan Gajahmada Krakatau, kembali mengusai lahan di atas plank milik M Basri, Kamis (5/11).istimewa/sumu tpos.
DI LOKASI: Anak ahli waris Rahmat (4 kiri) saat berada di lokasi tanah Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau Medan, Kamis (19/11).

Hal itu diungkapkan Rahmat alias Melly, salah satu anak dari ahli waris kepada wartawan, Kamis (19/11). Pernyataan itu ia sampaikan menyikapi surat somasi yang mereka terima dari Pemko Medan tertanggal 18 November 2020.

“Surat somasi Pemko Medan datang tanggal 18 November, isinya memperingatkan kita supaya pagar ini harus dibongkar. Apa dasar mereka menyuruh membongkar? Kalau mau bongkar, setidaknya mereka punya dasar surat eskesusi dari pengadilan. Coba mereka tunjukkan kalau ada,” ujarnya, seraya menunjukkan salinan putusan perdata No: 2862 K/Pdt/1994 tertanggal 18 Juni 1996 di PN Medan.

Menurutnya, sebidang tanah seluas 7200 m2 di Jalan Krakatau Medan itu sudah berkekuatan hukum tetap sesuai putusan PK MA NO 417PK/PDT/1997. Sehingga, tidak ada lagi hak Pemko Medan untuk mengklaim tanah itu. “Kita sudah memperjuangkan tanah ini berdasarkan putusan PK, putusan yang hak. Besar harapan kita jangan lagi ada upaya pemko mengambil tindakan tanpa dasar,” tegasnya.

Ia menyebut, sejak Kamis pagi sejumlah personel Satpol PP sempat mendatangi lokasi tanah. Namun, ia dan sejumlah masyarakat tetap berjaga agar jangan sampai ada tindakan kesewenang-wenangan dari siapapun.

“Yang saya lihat (Pemko) mereka tidak bosan-bosannya mau mengklaim tanah yang berdasarkan putusan PK yang diakui oleh MA tetapi mereka ini mencoba mengklaim tanpa dasar. Artinya tidak ada hak kepemilikan,” paparnya.

Ia meminta, upaya Pemko Medan yang masih ingin menguasai tanah Lapangan Gajahmada cukup yang terakhir kali. “Mungkin ini yang terakhir kali la ya. Artinya kalau ini dibiarkan ada indikasi terjadi anarkis. Karena kita berada pada putusan yang benar. Artinya pemko ini sudah menggunakan cara arogansi dan kasar jadi kita takut nanti di situ menjadi anarkis,” pungkasnya.

Ia juga beraharap agar ke depan Pemko Medan, bisa berbesar jiwa. Sebab tanah Lapangan Bola Gajahmada, memang milik ahli waris.

“Memang hak ahli waris itu, jadi harus dikembalikanlah. Apalagi isi putusan inkrah itu menyebutkan, kembalikan tanah dalam keadaan kosong ke ahli waris,” pungkasnya.

Sementara, Rio Kili-kili selaku pendamping ahli waris mengatakan, siap bersama masyarakat untuk membela ahli waris dari upaya intimidasi dan tindakan kesewenang-wenangan. “Kami masyarakat pembela ahli waris siap untuk menegakkan keadilan dan kejujuran. Jadi saya mohon Pemko Medan adil, tegakkan kejujuran agar masyarakat ini benar-benar jujur kepada pemimpinnya,” tegasnya. (man/ila)

Foto: Anak ahli waris Rahmat (4 kiri) saat berada di lokasi tanah Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau Medan, Kamis (19/11).

Airlangga Hartanto Lantik Pengurus Baru Golkar Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartanto dijadwal hadir sekaligus melantik langsung kepengurusan DPD I Partai Golkar Sumatera Utara periode 2020-2025, di Hotel Adimulia Medan, Jumat (20/11) malam ini. 

 Acara ini sempat tertunda yang sejatinya akan digelar pada 13 November kemarin. Informasi yang berhasil didapat Sumut Pos, adapun salah seorang pengurus inti pada posisi sekretaris akan diplot atas nama Ilhamsyah.

Ilhamsyah termasuk salah satu kader senior di tubuh Partai Golkar Medan. Ia juga mantan anggota DPRD Medan dua periode. 

 Ihwal waktu pelaksanaan pelantikan ini diamini Ketua Golkar Sumut terpilih, Musa Rajekshah (Ijeck). “Tanggal 20 November Pukul 19.00 WIB di Hotel Adimulia. Langsung ketum (Airlangga Hartanto yang melantik),” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/11).

Meski demikian, Ijeck belum bersedia mengungkapkan nama-nama yang akan menduduki posisi strategis. Termasuk kabar yang beredar bahwa Ilhamsyah bakal diplotnya sebagai sekretaris. “Nanti aja tunggu pas dilantik ya,” tuturnya.

Kader Golkar Sumut yang juga bagian dari suksesi Ijeck menuju ketua Golkar Sumut dalam Musyawarah Daerah X lalu, Irham Buana, juga membenarkan ihwal jadwal pelantikan pada 20 November ini. 

“Ya, rencananya begitu. Insyaallah tidak ada halangan dan Pak Airlangga Hartanto yang akan langsung melantik,” katanya. 

 Tetapi ihwal komposisi struktur kepengurusan Golkar Sumut sampai 2025 mendatang, anggota DPRD Sumut tersebut enggan mengomentari. “Itu hak prerogatif Pak Ijeck, kita tunggu saja,” katanya. 

 Mantan ketua KPU Sumut itu tidak menampik, ia dan Dodi Taher dipercaya Ijeck untuk mengisi struktur Fraksi Golkar DPRD Sumut. “Ya, rencananya begitu. Saya dan Bang Dodi Taher sebagai ketua dan sekretaris di Fraksi Golkar. Ini masih pengusulan ke pemprov,” katanya usai rapat paripurna di gedung DPRD Sumut, baru-baru ini. 

 Sayang, hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, Ilhamsyah yang coba dikonfirmasi ihwal kabar dirinya akan diplot sebagai sekretaris Golkar Sumut, belum bersedia mengangkat sambungan telepon. Bahkan pesan WhatsApp yang dilayangkan padanya, hanya terlihat dibaca saja. (prn/ila) 

Sejak Masa Perpanjangan Dilakukan, Animo Masyarakat Tinggi Bayar PKB dan BBNKB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masa perpanjangan program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) oleh Pemprov Sumut yang sudah berjalan empat hari, tampak dimanfaatkan betul oleh masyarakat atau wajib pajak.

MENGANTRE: Warga mengantre mengurus pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), tampak mengantre di samsat Medan Selatan.

Amatan Sumut Pos, Kamis (19/11) siang, seperti di UPTD Samsat Medan Utara, Jalan Putri Hijau Medan masyarakat terlihat antusias dalam memanfaatkan program dimaksud. Bahkan sebagai antisipasi terjadi kerumunan massa, petugas mendisiplinkan protokol kesehatan di lokasi tersebut.

Mewajibkan pengunjung atau WP memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak minimal 1,5 meter. Tak hanya itu, lokasi pembayaran bagi para WP juga masih dilakukan di area luar kantor. Dengan mendirikan tenda dan disusun kursi secara berjarak. Dari titik itu, pengunjung tampak masih padat hingga pukul 14.30 WIB.

Kondisi serupa juga terjadi di UPTD Samsat Medan Selatan di Jalan Sisingamangaraja Medan. Bahkan sejak pagi, masyarakat sudah rela mengantre untuk membayar PKB maupun BBNKB-nya. Antrean terlihat pada pintu masuk kantor pelayanan tersebut, dan juga pada layanan mobil keliling yang terparkir di halaman depan.

Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan UPTD Samsat Medan Utara pada Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut, Yudhi Hamdani Nasution mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam membayar kewajiban PKB dan BBNKB tahun ini meski kondisi pandemi Covid-19 masih melanda Provinsi Sumut.

“Kita akui meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19, animo masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya membayar PKB ini masih cukup tinggi. Apalagi saat ini kita sedang melaksanakan pemutihan denda yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya,” katanya menjawab Sumut Pos.

Menurut dia, target yang ditetapkan kepada pihaknya dalam program ini hampir tercapai sehingga juga optimis bahwa di masa perpanjangan tersebut bakal mampu meraihnya. “Data terakhir sebelum kita perpanjang sudah terhimpun Rp170 miliar dari total target Rp200 miliar. Kami tentu optimis sampai program ini nanti berakhir, target yang ditetapkan mampu tercapai dan kalau bisa melebihi,” katanya.

Yudhi menambahkan, pendapatan Pemprov Sumut dari kedua sektor tersebut masih menjadi andalan guna menunjang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumut. Melalui pertimbangan matang, kata dia, Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah, memutuskan untuk kembali melaksanakan program pemutihan tersebut guna menyeimbangkan rasio pendapatan akibat terdampak pandemi.

“Namun yang terpenting adalah, melalui program ini dapat merangsang masyarakat atau wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya meski dalam kondisi pandemi. Artinya program ini juga bagian dari upaya pemprov beri stimulus membantu masyarakat,” pungkasnya.

Kepala Bidang PKB dan BBNKB pada BPPRD Sumut, Syaiful Bahri sebelumnya mengakui salah satu faktor kenapa program tersebut diperpanjang karena belum tercapainya target pendapatan dari sektor itu.

“Ya, aturan yang tertuang di Pergub 45 tahun 2020 tentang keringanan denda PKB dan BBNKB ini diperpanjang. Pendaftaran mulai 16 November dan pembayaran sampai tanggal 15 Desember 2020. Salah satunya karena itu (target pendapatan belum tercapai),” katanya.

Adapun pendapatan yang berhasil dihimpun pihaknya sampai Sabtu, 14 November kemarin melalui program pemutihan PKB dan BBNKB ini, masih terealisasi 85% atau Rp 170 miliar. Sedangkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menginginkan, target yang mesti dicapai dari sektor dimaksud yakni Rp200 miliar.

“Kita yakin dan optimis target penerimaan akan tercapai. Kita upayakan meningkatkan pelayanan melalui penambahan 11 bus Samsat Keliling yang mobile setiap hari Senin sampai Sabtu kemudian menambah jam pelayanan mulai pukul 09.00 s-d 16.00 WIB, serta melakukan sosialisasi secara masif melalui spanduk, brosur, media massa, dan ITE,” terangnya.

Di samping belum memenuhi target pendapatan, perpanjangan pemutihan denda ini juga karena masa berlakunya di tahap pertama yakni 15 Oktober-14 November 2020, dinilai terlalu sempit. Sebab dampak Covid-19 membuat wajib pajak berhati-hati dalam pergerakan karena harus menerapkan protokol kesehatan. Selain itu juga karena kesulitan ekonomi wajib pajak akibat terdampak Covid-19.

“Sehingga Pak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menilai perlu diperpanjang masa berlaku pemutihan denda pajak kendaraan ke tahap II hingga 15 Desember,” ujarnya. (prn/ila)

KPPU akan Berikan Penghargaan kepada Pemerintah dan Lembaga

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memberikan KPPU Award kepada berbagai Pemerintah Pusat seperti Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Provinsi. Award itu guna mengapresiasi dukungan dan upaya pemerintah mendorong nilai-nilai persaingan usaha menjadi bagian penting dari kebijakan ekonomi yang sejalan dengan prinsip persaingan usaha sehat sebagaimana UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU 5/1999).

Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ramli Simanjuntak mengatakan pemberian award sebagai upaya membangun pola kemitraan yang ideal berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UU 20/2008).

“Apresiasi tersebut akan diberikan sebagai bagian kegiatan diseminasi publik yang akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2020 di Jakarta,” kata Ramli dalam siaran persnya diterima Sumut Pos, Kamis (19/11)

Disebutkannya, KPPU Award akan diberikan terhadap Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Provinsi, yang dianggap memiliki kontribusi terbaik terhadap dua peran utama KPPU, yakni sebagai pengawas persaingan usaha dan pengawas pelaksanaan kemitraan.

Proses penilaian dilakukan sejak Juni 2020 secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan interaksi yang telah dilaksanakan KPPU dengan K/L dan Pemerintah Provinsi.

“Penilaian ditititkberatkan kepada upaya inisiatif K/L dan Pemerintah Provinsi dalam pelaksanaan prinsip persaingan dan kemitraan dalam kebijakan yang diambilnya,” kata Ramli.

Untuk Pemerintah Provinsi, terdapat tiga variabel utama yang dinilai, yakni pertama inisiatif Pemerintah Provinsi untuk mendorong persaingan usaha didaerahnya dengan melakukan koordinasi dan konsultasi ke KPPU, menginisiasi dan melakanakan kerja sama, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti diskusi/seminar atau forum lain terkait persaingan usaha dan kemitraan.

Kedua, kontribusi Pemerintah Provinsi baik langsung maupun tidak langsung untuk memfasilitasi berbagai agenda KPPU di wilayahnya. Sementara variabel ketiga terkait pelibatan KPPU secara langsung sebagai bagian dari tim dalam pelaksanaan pengawasan persaingan dan pengawasan kemitraan.

Sementara untuk K/L, penilaian ditekankan terhadap upaya pelibatan KPPU dalam setiap perumusan kebijakan agar selaras dengan UU 5/1999 dan UU 20/2008, respon terhadap saran pertimbangan yang telah disampaikan, serta interaksi positif lainnya.

Berdasarkan penilaian tersebut, KPPU telah menyusun berbagai nominasi penerima KPPU Award untuk kedua kategori sebagai berikut:
Untuk Pemerintah Daerah terdapat tujuh nominasi, yakni Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jambi, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Timur,  Provinsi Lampung, dan Provinsi Sumatera Utara.

Untuk Kementerian/Lembaga terdapat 10 (sepuluh) nominasi, yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS),  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Dari berbagai nominasi tersebut, KPPU akan melakukan penilaian lanjutan terkait untuk dipilih K/L dan Pemerintah Provinsi dengan kontribusi terbaik dalam implementasi persaingan usaha yang sehat serta pengawasan pelaksanaan kemitraan.

Penerima KPPU Award berdasarkan hasil penilaian menyeluruh tersebut akan diumumkan KPPU sebagai bagian kegiatan diseminasi publik yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2020 mendatang di Jakarta.(gus)

Hari Ketiga Bus BTS Beroperasi, Penumpang Tembus 2 Ribu

BEROPERASI: Bus Trans Metro Deli sejak tiga hari lalu sudah beroperasi di Kota Medan.
BEROPERASI: Bus Trans Metro Deli sejak tiga hari lalu sudah beroperasi di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PENUMPANG Bus Trans Metro Deli yang merupakan bus dengan sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum atau Buy The Service (BTS) di Kota Medan terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan, jumlah penumpang bus yang baru beroperasi sejak Senin (16/11) yang lalu itu sudah melonjak tajam, mencapai 2 ribu penumpang.

BEROPERASI: Bus Trans Metro Deli sejak tiga hari lalu sudah beroperasi di Kota Medan.
BEROPERASI: Bus Trans Metro Deli sejak tiga hari lalu sudah beroperasi di Kota Medan.

Kepala Bagian (Kabag) Operasional Bus Trans Metro Deli, Jimmy Petrus Tamba, mengatakan jika jumlah penumpang bus yang telah beroperasi di 3 koridor tersebut telah melonjak hingga lebih dari 6 kali lipat, bila dibandingkan dengan rata-rata jumlah penumpang di hari pertama dan hari kedua. Di hari ketiga, jumlah penumpang Bus BTS di Kota Medan lebih dari 2 ribu penumpang.

“Hari pertama beroperasi, Senin (16/11), total penumpang 419 orang. Hari kedua, Selasa (17/11), total penumpang 402 orang. Tapi di hari ketiga kemarin, Rabu (18/11), total penumpang melonjak tajam sampai 6 kali lipat lebih, total penumpang sebesar 2.602 orang,” ujar Jimmy kepada Sumut Pos, Kamis (19/11).

Sedangkan untuk hari Kamis kemarin, Jimmy mengatakan belum mendapatkan data secara penuh. Sebab, Bus Trans Metro Deli atau BTS di Kota Medan beroperasi dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. “Besok (hari ini,Red) akan kita update lagi. Yang pasti ini capaian yang baik, kita harapkan antusiasme masyarakat terus meningkat dengan Bus BTS ini,” ucapnya.

Jimmy pun kembali menuturkan, jika pihaknya terus menyosialisasikan bahwa saat ini hingga bulan Desember mendatang, keberadaan Bus BTS dapat dinikmati oleh warga Medan dengan tarif Rp0 atau gratis. Hanya saja, masyarakat tetap harus memiliki e-money saat ingin menikmati layanan transportasi modern tersebut.

“Masih ada yang tidak pakai e-money, tapi tetap kita layani sembari diberi edukasi bahwa kedepannya harus pakai e-money. Kami sangat berharap agar teman-teman media juga ikut menyosialisasikannya kepada masyarakat,” tuturnya.

Kata Jimmy, sebanyak 35 unit Bus BTS yang terus melintasi Kota Medan di 3 koridor itu, akan terus dibenahi dari berbagai aspek. Termasuk soal peningkatan layanan kepada masyarakat, salah satunya dengan penambahan unit maupun koridor di bulan Desember mendatang.

“Mohon doanya supaya bisa meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat. Bulan depan, mudah-mudahan kita tambah 2 koridor lagi denganmu tambahan unit Bus lainnya. Kita harapkan masyarakat akan terus memanfaatkan layanan Bus BTS ini ke depannya,” terangnya.

Soal bus yang masih bertarif gratis ini hingga bulan Desember mendatang, Jimmy tidak dapat memastikan apakah masih tetap gratis di awal tahun 2021.

“Inikan program pemerintah pusat. Tarif Rp0 itu juga pemerintah pusat yang menentukan. Jadi apakah nanti akan tetap Rp0 atau tidak, itu keputusannya ada pada pemerintah pusat. Kami sebagai operator hanya menjalankan,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi IV DPRD Medan, Rizki Nugraha SE meminta Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan untuk memperhatikan jalannya program Bus BTS di Kota Medan. Sebab walaupun merupakan program pemerintah pusat, tetapi Dinas Perhubungan punya tanggungjawab untuk melakukan fungsi kontrolnya.

“Misalnya keberadaan halte atau tempat perhentian yang belum terpenuhi secara standar. Lalu soal penambahan 2 koridor agar dapat dilakukan secepatnya dengan memenuhi standar dan lain-lain,” kata Rizki kepada Sumut Pos, Kamis (19/11).

Diterangkan Rizki, tak dapat dipungkiri jika keberadaan Bus BTS sedikit banyaknya akan menimbulkan ‘benturan’ dengan keberadaan angkutan konvensional seperti angkot yang telah terlebih dahulu hadir di Kota Medan. Tugas Pemko Medan adalah menjembatani kepentingan para sopir angkot agar tidak terlalu terdampak oleh keberadaan Bus BTS.

“Sebab Bus BTS ini hadir karena permintaan dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan ke pemerintah pusat. Pemko yakin bahwa Bus BTS sudah layak beroperasi di Kota Medan, itu artinya Pemko juga yakin kalau mereka bisa mengatasi benturan yang akan timbul karena keberadaan Bus BTS,” terangnya.

Pemerintah Kota Medan, lanjut Rizki, tidak bisa membiarkan kondisi benturan dengan para sopir angkot itu begitu saja. Sebab, para sopir angkot juga banyak yang merupakan warga Kota Medan yang harus difikirkan kesejahteraannya.

“Rencana angkot yang akan dijadikan sebagai feeder (pengumpan) harus dimatangkan, harus ada solusi dari kegelisahan para sopir angkot. Kita setuju Bus BTS beroperasi, masyarakat sudah layak mendapatkan alat transportasi yang murah, cepat dan nyaman. Tetapi, kita juga mau ada upaya dari pemerintah dalam mencari solusi yang terbaik untuk meminimalisir benturan-benturan yang timbul,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Bus BTS telah beroperasi di tiga koridor dari lima koridor yang direncanakan. Ketiga koridor tersebut yakni koridor Lapangan Merdeka – Amplas, Lapangan Merdeka – Tuntungan, serta Lapangan Merdeka – Tembung.

Saat ini total 39 Bus BTS tersebut telah berjalan di Kota Medan dengan total 35 unit Bus yang beroperasi dan 4 bus sebagai cadangan. Rinciannya, 10 unit diantaranya untuk koridor Lapangan Merdeka – Amplas dengan cadangan 1 unit, 16 unit untuk koridor Lapangan Merdeka -Tuntungan dengan cadangan 2 unit dan 9 unit sisanya untuk koridor Lapangan Merdeka-Tembung dengan cadangan 1 unit.

Bus BTS sendiri terdiri dari 2 ukuran, yakni bus dengan ukuran besar dengan kapasitas 40 hingga 50 orang dan bus dengan ukuran sedang dengan kapasitas 25 orang. Bus berukuran besar baru beroperasi di koridor Lapangan Merdeka – Amplas, sedangkan bus berukuran sedang beroperasi di dua koridor lainnya.

Untuk dua koridor lainnya, yakni Lapangan Merdeka – Pinangbaris dan Lapangan Merdeka – Belawan, direncanakan beroperasi pada bulan Desember mendatang.(map)