Home Blog Page 3889

Diterjang Ombak, Nelayan Hilang di Pulau Mursala

PENCARIAN: Operasi Benteng SAR di Kapal KN Sarnakula saat hendak melakukan pencarian nelayan yang tenggelan di perairan Pulau Mursala.

TAPTENG, SUMUTPOS.CO-Basarnas Nias melalui Tim SAR melakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Tapanuli Tengah (Tapteng) yang hilang saat melaut di perairan Pulau Mursala, Dusun IV Hilibadalu, Desa Tapian Nauli, Kecamatan Tapian Nauli, Selasa (17/11) malam.

Korban diketahui seorang laki-laki bernama Penius Telaumbanua (40) warga Sitonggi Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapteng.

Kepala Kantor Basarnas Nias, M.Agus Wibisono, menjelaskan bahwa pihaknya  sudah memerintahkan Kasi Operasi Benteng Hilton untuk mengoperasikan Kapal KN SAR Nakula mencari korban, Penius Telaumbanua (40) warga Sitonggi Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapteng, dibantu SAR Gabungan TNI AL Lanal Sibolga, Baharkam Mabes Pol Airud dan personel Kodim 0211/TT.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Sibolga, Hari Susanto menambahkan, hilangnya korban diketahui dari Kepala Desa Tapian Nauli Erwin Sibagariang.

“Korban berangkat melaut bersama anaknya dengan menggunakan perahu jenis stempel menuju Pulau Mursala,” kata Hari.

Namun saat tiba di pancah kerambah apung, lanjut Hari, angin badai datang dan ikatan perahu terlepas. “Korban berusaha berenang untuk menjangkau perahunya, namun karena badai ombak besar, korban tidak terlihat lagi. Sedangkan anak korban selamat dan melaporkannya kepada kepling,” terang Hari.(mag-8/han)

Sidang Polisi Tangkap Polisi Kasus Sabu-sabu: Baru Tau, Dia Teman Seangkatan Saya Pak…

SIDANG VIRTUAL: Sidang kasus narkoba oknum polisi yang berlangsung virtual di PN Medan, Rabu (18/11).gusman/sumut pos.
SIDANG VIRTUAL: Sidang kasus narkoba oknum polisi yang berlangsung virtual di PN Medan, Rabu (18/11).gusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – David Batarius Simangunsong (35) oknum anggota Polsek Delitua disidang kasus sabu-sabu bersama Juni Hansen (33) warga sipil. Mirisnya, oknum polisi tersebut ditangkap oleh teman seangkatannya dalam sidang beragendakan keterangan saksi, Adil Sembiring.

SIDANG VIRTUAL: Sidang kasus narkoba oknum polisi yang berlangsung virtual di PN Medan, Rabu (18/11).gusman/sumut pos.
SIDANG VIRTUAL: Sidang kasus narkoba oknum polisi yang berlangsung virtual di PN Medan, Rabu (18/11).gusman/sumut pos.

Hal tersebut diungkapkan saksi Adil Sembiring yang merupakan Anggota Polsek Medan Baru dalam sidang di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/11).

“Kami mendapat informasi ada dua orang membawa sabu ke Jalan Denai, lalu kami ikuti sepeda motornya dan kami lakukan penyetopan. Waktu kami interogasi mereka ngaku belinya patungan,” ujarnya, di hadapan hakim ketua Immanuel Tarigan.

Ternyata lanjutnya, belakangan ia mengetahui bahwa yang ditangkapnya tersebut merupakan seorang polisi yang bertugas di Polsek Delitua yang juga satu angkatan dengan dirinya. Informasi tersebut pun katanya diperoleh dari teman-temannya.

“Setelah dibawa baru tau, dia satu angkatan saya pak, cuma enggak pernah saya jumpa, taunya setelah dibawa, itupun setelah saya bertanya kepada teman-teman, saya tak tega juga teman saya ditahan tapi mau gimana pak,” urainya.

Mendengar hal tersebut, hakim Immanuel mencecar David dengan sejumlah pertanyaan, apakah benar ia adalah aparat kepolisian.

“Kamu ini polisi aktif, apa polisi yang udah jarang masuk kerja ini? Gimana ini statusmu,” katanya.

Tanpa panjang lebar David pun membenarkan bahwa ia adalah seorang polisi. “Aktif pak, Polsek Delitua,” jawabnya.

Selanjutnya, hakim pun menjelaskan kepada David apa akibat dari perbuatannya tersebut, karena statusnya sebagai aparat penegak hukum dan terbukti memiliki narkotika.

“Kenapa makai sabu? Kesalahanmu berat itu kawan, karena sebagai anggota, melakukan tindakan tidak terpuji begini hukumannya pasti berat, sadar enggak itu?,” kata hakim.

Mendengar hal tersebut, David pun mengaku bersalah. Selanjutnya hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan.

Mengutip surat dakwaan JPU Ramboo Loly Sinurat, terdakwa Juni Hansen dan David Batarius Simangunsong pada 1 April 2020, ditangkap oleh petugas dari Polsek Medan Baru, berbekal informasi dari masyarakat tentang peredaran Narkotika di Jalan Denai Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Medan Denai.

Kemudian para saksi langsung melakukan penyelidikan, petugas melihat terdakwa Juni dan David sedang mengendarai satu unit sepeda motor. Selanjutnya, para saksi melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip berisi Narkotika jenis shabu yang ditemukan dari tangan kiri Juni Hansen.

Kemudian para saksi mengintrogasi dan keduanya mengakui sabu tersebut milik mereka berdua yang dibeli dari seorang bernama Abang (DPO) di Jalan Selam Perumnas Mandala, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai seharga Rp70 ribu.

Saat diinterogasi, keduanya mengaku membeli sabu secara patungan, dengan perincian terdakwa Juni Hansen sebesar Rp50 ribu dan David Rp20 ribu. (man/azw)

Harga Saham Perkebunan Terus Naik

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Seusai Pilpres di AS ditambah dengan temuan vaksin Covid-19, sejumlah harga saham perkebunan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Sebagai contoh perusahaan PT Eagle High Plantation (BWPT). Pada 4 November yang lalu, harga saham perusahan ini hanya Rp94 per lembar. Tapi, saat ini harganya menjadi Rp104 per lembar atau mengalami kenaikan sekitar 10,6% dalam kurun waktu 2 pekan belakangan.

Bahkan harga saham BWPT sempat meroket di kisaran Rp106 per lembar pada tanggal 13 November silam. Harga saham PT Perkebunan London Sumatera Indonesia (LSIP) juga mengalami kenaikan. LSIP naik dari posisi Rp955 per lembar saham pada tgl 4 November menjadi Rp1.095 per lembarnya pada saat ini. Harga saham LSIP naik 14% lebih dalam dua pekan terakhir.

Harga saham perkebunan lainnya yang mengalami kenaikan juga terjadi pada PT Sampoerna Agro (SGRO). Pada tanggal 4 November ini. Harganya berkisar Rp1.285 per lembar dan saat ini harga sahamnya sudah di Rp 1.560 per lembar saham.

Saham perkebunan lainnya seperti AALI juga mengalami kenaikan. Pada tanggal 4 silam harga saham AALI Rp10.550 per lembar saham. Saat ini dijual dikisaran Rp11 ribu per lembar saham.

“Kenaikan harga saham SGRO jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan rata-rata harga saham perkebunan lainnya,” kata Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Rabu (18/11).

Saham SGRO naik lebih dari 21% selama sepekan terakhir. Sementara AALI harga sahamnya naik 4% lebih dalam dua pekan terakhir.

Menurut Gunawan, kenaikan harga saham perkebunan tidak terlepas dari kinerja harga komoditas yang mengalami kenaikan belakangan ini. Di mana harga CPO mengalami kenaikan tajam dari posisinya dikisaran 2.700 ringgit per ton, menjadi 3.300 ringgit per tonnya saat ini.

“Membaiknya harga komoditas belakangan bukan hanya baik bagi petani kita. Tetapi di pasar saham, harga saham sektor perkebunan mengalami kenaikan yang tajam, ”terangnya.

Kedepan, tambah Gunawan, selama ekspektasi pemulihan ekonomi terus terjadi, ditambah vaksin Covid-19 siap, maka harga saham perkebunan akan bertahan mahal. (gus/ram)

PGN Raih 16 Penghargaan ESG Awards 2020


JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Dalam menjalankan seluruh bisnis pemanfaatan dan utilsiasi gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Sub Holding Gas dari PT Pertamina (Persero) senantiasa memperhatikan seluruh aspek 3P yaitu Profit (aspek ekonomi), People (aspek sosial), dan Planet (aspek lingkungan). Hal ini sesuai dengan semangat PGN agar energi baik gas bumi dapat disebarluaskan ke seluruh bidang, termasuk pengelolaan sosial dan environment.


Selanjutnya, atas keterbukaan perusahaan dalam pengungkapan environmental, social, dan governance (lingkungan, sosial, dan tata kelola), PGN mendapatkan apresiasi Environmental, Social, Governance (ESG) Awards 2020. Acara ini digelar atas kerjasama Bumi Global Karbon dan Majalah Investor – Berita Satu Media Holding, (17/11/2020). 
PGN berhasil meraih 16 Penghargaan ESG Terbaik 2020 pada kategori berikut.

1. Keterbukaan ESG BUMN Terbaik

2. Keterbukaan ESG BUMN Non Bank Terbaik

3. Keterbukaan ESG Emiten Terbaik

4. Keterbukaan ESG Emiten Sektor Infrastruktur Terbaik

5. Keterbukaan Environmental (E) Emiten Sektor Infrastruktur Terbaik

6. Keterbukaan Social (S) Emiten Sektor Infrastruktur Terbaik

7. Keterbukaan Governance (G) Emiten Sektor Infrastruktur Terbaik

8. Keterbukaan Environmental (E) Emiten Terbaik

9. Keterbukaan Social (S) Emiten Terbaik

10. Keterbukaan Governance (G) Emiten Terbaik

11. Keterbukaan Environmental (E) BUMN Terbaik

12. Keterbukaan Social (S) BUMN Terbaik

13. Keterbukaan Governance (G) BUMN Terbaik

14. Keterbukaan Environmental (E) BUMN Non Bank Terbaik

15. Keterbukaan Social (S) BUMN Non Bank Terbaik

16. Keterbukaan Governance (G) BUMN Non Bank Terbaik

“Puji syukur, PGN berhasil mendapatkan apresiasi pada setiap kategori yang ada, khususnya kategori BUMN sektor non perbankan. Dengan penghargaan ini, PGN termotivasi untuk terus memperhatikan aspek-aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan, seiring dengan tetap fokus menjalankan seluruh bisnis utama dalam penyaluran gas bumi,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.


Rachmat mengatakan, isu ESG sudah menjadi isu global dengan disetujuinya platform Sustainable Development Goals (SDGs) bahwa dalam setiap pemanfaatan sumber daya alam harus memberikan kebermanfaatan secara ekonomi, sosial, dan tetap memberikan kelestarian lingkungan sekitar. 


Deni Daruri selaku Founder PT Bumi Global Karbon menyatakan bahwa penerima penghargaan ajang penghargaan ini dilihat dari Laporan Keberlanjutan dan Annual Report 2019, kemudian dinilai berdasarkan sejumlah faktor berdasarkan capital market di dunia yang ditemukan 33 faktor yaitu 11 faktor environment, 11 faktor governance, dan 11 faktor social. Selanjutnya, 33 faktor tersebut juga dikombinasikan dengan peraturan SDGs di Indonesia seperti Perpres, P-OJK, maupun Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 tentang di NDC Indonesia.


“PGN sudah menerbitkan laporan keberlanjutan selama 11 tahun berturut-turut. Laporan Keberlanjutan memuat informasi non-finansial dari seluruh fungsi perusahaan seperti kinerja operasional yang telah dijalankan. Termasuk kegiatan-kegiatan PGN untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi PGN maupun di wilayah lainnya,” jelas Rachmat.


Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan bahwa ada tiga hal utama yang disampaikan PGN dalam Laporan Keberlanjutan. Pertama, bagaimana peran dan kontribusi PGN dalam mengembangkan perekonomian pemangku kepentingan. Kedua, mengenai kinerja dan upaya yang dilakukan PGN terkait kelestarian bumi. Ketiga, bagaimana PGN melaksanakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat maupun karyawan.


Prof. Roy Sembel selaku Guru Besar IPMI Internasional Busines School, mengungkapkan bahwa ESG penting dalam dunia bisnis yang arahnya untuk pencapaian SDGs.
“Di era SDGs, kecerdasan dalam bisnis dengan ESG Mindset yang benar dan perlu disosialisasikan agar semua orang semakin sadar dan bisa meng-empower masyarakat, termasuk customer. Dengan mengedepankan ESG, maka akan mampu bisa menghasilkan produk-produk yang baik untuk semua pihak. Tentunya, manajemen resource juga dilakukan secara tepat dengan tetap memperhatikan ESG mindset. Di dalamnya, juga perlu ada intrapreneurship ESG dan penggunaan teknologi yang tepat agar pengembangan ESG ke depan tidak salah arah,” jelas Prof. Roy Sembel.


Maka dari itu, untuk bisa merealisasikan bisnis berkelanjutan, implementasi ESG dalam lingkup bisnis Sub Holding Gas sangatlah penting.

“Terlebih bisnis utama PGN yaitu mengelola gas bumi sebagai bagian dari sumber daya alam Indonesia, jangan sampai terlambat dalam memberikan manfaat secara sosial maupun lingkungan,” imbuh Rachmat.


“Kami semakin menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian bumi dan berkewajiban untuk menjaga keharmonisan dengan masyarakat. Seoptimal mungkin, peran PGN sebagai Subholding Gas yang  menyalurkan energi baik  yang dijalankan dengan tata kelola  baik dan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tutup Rachmat. (rel/ram)

Kompetisi Masih Belum Jelas, Manajemen Ingin Pemain Paham Situasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PSMS Medan hingga saat ini sangat mengakomodir aspirasi yang disampaikan pelatih maupun para penggawa Ayam Kinantan, meski kompetisi belum jelas kapan akan bergulir.

Manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang mengaku, saat ini klub menjadi pihak yang sangat dirugikan akibat belum adanya kepastian kompetisi. Tapi dia mengatakan, pelatih dan pemain juga ikut terkena imbas.

Seperti diketahui, baik Liga 1 maupun Liga 2, belum dapat dipastikan kapan akan bergulir. Hal ini membuat sejumlah klub ada yang memilih membubarkan timnya. Namun PSMS tetap memilih bertahan.

PSMS sebelumnya bahkan rela menerapkan kebijakan gaji pemain 40 persen di masa penundaan kompetisi, sementara banyak klub lain hanya membayarkan 25 persen, sesuai regulasi PSSI. Karena itu, sebagai manajer klub yang memiliki target promosi ke Liga 1 musim berikutnya, Mulyadi berharap, para pemain tak kehilangan motivasi.

“Saya rasa PSMS sudah sangat mengakomodir harapan para pemain, termasuk pelatih, soal gaji. Tapi saat ini, menurut kami itu yang terbaik,” ungkap Mulyadi, Selasa (17/11).

Mulyadi juga mengatakan, hingga saat ini memang belum ada kepastian adanya izin dari Polri terkait penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Tanah Air, yang sudah di reschedule oleh PSSI dan PT LIB, yakni pada Februari 2021.

Sebagai klub peserta, PSMS pun hanya bisa dalam posisi menunggu kabar dan keputusan PSSI selaku federasi sepakbola di Indonesia.

“Kami masih menunggu kabar dari PSSI terkait kepastian kompetisi dan regulasi,” jelas Mulyadi lagi.

Lebih lanjut, Mulyadi mengakui, situasi kompetisi yang belum jelas saat ini, turut membuat klub tak mendapat penghasilan. Tak hanya itu, kondisi ini juga membuat sponsor banyak yang mulai mengerem dananya untuk tim.

Karena itu, Manajemen pun berharap, dengan situasi dan kondisi saat ini, para pemain juga ikut memahaminya. Pemain diminta bersabar sampai kembali dikumpulkan lagi menjalani pemusatan latihan (TC).

“Jadi ada saling pengertian antara manajemen dan pemain. Kami sudah mengakomodir harapan pemain, karena itu kami minta pemain juga harus melihat kondisi klub, yang tidak mendapatkan penghasilan dari kompetisi yang masih ditunda ini. Di masa pandemi ini, sponsor juga tidak mengucurkan dana, subsudi pun tersendat. Jadi kami harapkan kita semua sama-sama paham akan situasi ini,” pungkas Mulyadi. (tnc/saz)

GTPP Provsu Salurkan 5 Ton Benih Bawang di Asahan

DIABADIKAN: Kadis Pertanian Kabupaten Asahan, Oktoni Eryanto diabadikan bersama perwakilan lima Koptan Asahan yang menerima bantuan 5 ton benih bawang.
DIABADIKAN: Kadis Pertanian Kabupaten Asahan, Oktoni Eryanto diabadikan bersama perwakilan lima Koptan Asahan yang menerima bantuan 5 ton benih bawang.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumateta Utara menyalurkan sebanyak 5 ton benih bawang kepada lima kelompok Tani (Koptan) di Kabupaten Asahan yang berdampak pandemi Covid-19 pada Selasa (17/11).

DIABADIKAN: Kadis Pertanian Kabupaten Asahan, Oktoni Eryanto diabadikan bersama perwakilan lima Koptan Asahan yang menerima bantuan 5 ton benih bawang.
DIABADIKAN: Kadis Pertanian Kabupaten Asahan, Oktoni Eryanto diabadikan bersama perwakilan lima Koptan Asahan yang menerima bantuan 5 ton benih bawang.

Penyaluran bantuan benih bawang itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, di Aula Pertanian Kabupaten Asahan disaksikan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holikultura (TPH) Provinsi Sumatera Utara, Inspektorat Provinsi Sumatra Utara.

Kadis Pertanian Kabupaten Asahan, Oktoni Eryanto mengucapkan terima kasih kepada GTPP Covid-19 Sumut yang telah memberikan bantuan kepada koptan Asahan.

“Diharapkan bantuan ini dapat membantu meringankan beban yang dirasakan oleh kelompok tani kita saat ini,” ucap Oktoni.

Oktoni Eryanto juga berharap kepada 5 koptan yakni kelompok tani maju, Kecamatan Air Joman Desa Binjai Serbangan, kelompok tani jaya Kecamatan Air Joman Desa Binjai Serbangan, kelompok tani sri cendana Kecamatan Air Joman Desa Punggunlan, kelompok tani subur Kecamatan Air Joman Desa Punggulan dan kelompok tani tunas baru Kecamatan Buntu Pane Desa Karya Ambalutu yang masing-masing menerima 1.000 kg benih bawang merah dapat digunakan untuk peningkatan pemulihan ekonomi. “Jika bantuan ini dikelolah dengan baik, maka hasil yang diperoleh dapat meningkatkan ekonomi para kelompok tani. Maka itu gunakan sebaik mungkin,” ujar Oktoni.

GTPP Covid-19 Sumut yang disampaikan Tim Pendamping dari Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan bantuan yang diberikan merupakan bantuan stimulus ekonomi yang dananya berasal dari dana Penanggulangan Pencengahan Wabah Covid-19 Provsu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. (bbs/han)

Umar Zunaidi Ajak Warga Cintai Produk UMKM

BERIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memberikan bantuan kepada pelaku UMKM di Tebingtinggi, baru-baru ini.
BERIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memberikan bantuan kepada pelaku UMKM di Tebingtinggi, baru-baru ini.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengajak masyarakat Tebingtinggi untuk menggunakan produk usaha asal Kota Tebingtinggi.

BERIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memberikan bantuan kepada pelaku UMKM di Tebingtinggi, baru-baru ini.
BERIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memberikan bantuan kepada pelaku UMKM di Tebingtinggi, baru-baru ini.

Ajakan ini disampaikan Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan melalui Juru Bicara Dedi Parulian Siagian di Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (17/11).

Pemerintah Kota Tebingtinggi saat ini terus berupaya memulihkan situasi ekonomi dimasa Covid-19 yang berdampak kepada sejumlah usaha.

Diungkapkan Dedi Siagian, saat ini banyak pelaku UMKM di Tebingtinggi yang pendapatannya menurun akibat pandemi Covid-19.

Melalui inovasi, bantuan dan pembinaan usaha harus digalakkan untuk membangkitkan daya beli dimasyarakat, dan akan ada beberapa kebijakan inovasi yang akan kita lakukan dalam waktu dekat. Untuk itu, lanjut Dedi, UMKM membutuhkan dukungan dari warga masyarakat untuk mengutamakan produk produk UMKM Kota Tebingtinggi dalam belanja dan menggunakan hasil usaha Tebingtinggi.

“Dengan adanya dukungan dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan produk lokal, maka upaya pemulihan ekonomi di Tebingtinggi dapat terwujud. Disamping itu tentunya dengan inovasi dan kreativitas para pelaku UMKM diharap mampu meningkatkan produktivitas,”jelasnya.

Dedi Siagian juga melaporkan, saat ini Pemerintah Kota Tebingtinggi sedang membina pelaku UMKM dan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk menghidupkan UMKM Kota Tebingtinggi.

“Insya Allah, 19 November 2020 mendatang Pemko Tebingtinggi akan meluncurkan Pameran Virtual produk UMKM Kota Tebingtinggi dan Perkenalan aplikasi Mutrans,” kata Dedi.

Oleh karena itu, Pameran Virtual itu adalah untuk mempromosikan dengan kita bangga dengan produk kita, kita dukung pengusahanya, kita beli produknya. Jangan putus asa, tumbuhkan kreatifitas dan inovasi, mari sama sama bersinergi memulihkan ekonomi di kota kita. (ian/han)

Optimalisasi Penegakan Hukum, Puslitbang Polri Kunjungi Polres Sergai

KUNJUNGAN: Wakapolres Sergai Kompol Sofyan bersama pejabat utama, menerima kunjungan Tim Puslitbang Polri.
KUNJUNGAN: Wakapolres Sergai Kompol Sofyan bersama pejabat utama, menerima kunjungan Tim Puslitbang Polri.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) optimalisasi penegakan hukum, Tim Puslitbang Polri melakukan kunjungan di Mapolres Sergai, Selasa (17/11) pagi.

KUNJUNGAN: Wakapolres Sergai Kompol Sofyan bersama pejabat utama, menerima kunjungan Tim Puslitbang Polri.
KUNJUNGAN: Wakapolres Sergai Kompol Sofyan bersama pejabat utama, menerima kunjungan Tim Puslitbang Polri.

Rombongan tim Puslitbang Polri ini dipimpin Kombes Pol. Drs. Azis Saputra, dan disambut Waka Polres Sergai Kompol Sofyan, bersama para pejabat utama.

Dalam kesempatan itu, Waka Polres Sergai dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada tim Puslitbang Polri dalam rangka kegiatan FGD terkait optimalisasi penegakan hukum di Polres Sergai.

Wakapolres Kompol Sofyan mengatakan, dengan dilakukannya FGD ini terkait optimalisasi penegakan hukum akan membuat kinerja Polri semakin baik ke depannya terkhusus dalam proses penegakan hukum.

Sementara itu, Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol. Drs. Azis Saputra, mengatakan mereka dalam rangka melakukan FGD terkait pelaksanaan tugas rekan rekan Polri di lapangan.

Azis mengungkapkan, dari hasil FGD terhadap Polres Sergai dan Polres lainnya terkait optimalisasi penegakan hukum di lapangan untuk kemajuan Polri ke depan agar semakin professional, modren dan terpercaya.

Kegiatan FGD pun dilanjutkan melakukan wawancara terkait optimalisasi penegakan hukum kepada satuan serse, satuan lalu lintas, satuan reserse narkoba, para Kapolsek dan masyarakat. (bbs/han)

Polsek Tebingtinggi Jaring 25 Warga Pelanggar Prokes

PROKES: Jajaran Polsek Tebingtinggi bersama TNI melakukan razia Operasi Yustisi di Desa Sei Periok.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tetap digencarkan Polsek Tebingtinggi, dengan melakukan Operasi Yustisi di Jalan Umum Desa Sei Periok, Kecamatan Tebingtinggi. Hasilnya, sebanyak 25 orang warga terjaring melakukan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) penanganan Covid-19.

PROKES: Jajaran Polsek Tebingtinggi bersama TNI melakukan razia Operasi Yustisi di Desa Sei Periok.

Kapolsek Tebingtinggi, Iptu Doraria Simanjuntak mengatakan Operasi Yustisi ini dilaksanakan dalam penegakan disiplin Prokes, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Masyarakat pelanggar Prokes dikenai sanksi sosial,”ungkap Iptu Doraria, Selasa (17/11).

Operasi Yustisi yang dilaksanakan Polsek Tebingtinggi melibatkan pihak Kepolisian Polsek Tebingtinggi, Koramil 13 Tebingtinggi dan Satpol PP Kecamatan. Kebanyakan dari warga yang terjaring dikarenakan tidak menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.

“Kita harapkan warga masyarakat untuk terus mematuhi Prokes, ini dalam rangka memutar penyebaran pandemi Covid-19,” jelasnya.

Iptu Doraria mengimbau masyarakat agar tetap melaksanakan Prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir. (ian/han)

535 Kios dan 7 Rumah Ludes Terbakar di Berastagi

PADAMKAN: Warga dan pedagang saat berusaha memadamkan api yang berkobar melalap barang dagangan para pedagang di Pusat Pasar Tradisional Kota Berastagi, Selasa (17/11) dini hari.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Pajak Tingkat di kawasan Pusat Pasar, Kelurahan Tambak Lau Mulgap II, Kota Wisata Berastagi, Kabupaten Karo, ludes dilalap si jago merah, Selasa (17/11) sekitar pukul 01.30 WIB. Meski tak ada korban jiwa dan luka, peristiwa ini meluluhlantakkan sekitar 535 kios pedagang dan 7 unit rumah.

PADAMKAN: Warga dan pedagang saat berusaha memadamkan api yang berkobar melalap barang dagangan para pedagang di Pusat Pasar Tradisional Kota Berastagi, Selasa (17/11) dini hari.

Belum diketahui pasti asal muasal api. Namun dugaan sementara, kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek listrik (korsleting). Dini hari itu, api begitu cepat ber kobar, hingga menggemparkan warga sekitar yang masih terjaga. Teriakan kebakaran, sontak membangunkan warga yang terlelap.

Sebelum mobil pemadam tiba, warga dan pedagang sempat bahu-memebahu memadamkan api dengan peralatan air seadanya. Tak lama berselang, puluhan mobil pemadam milik Pemkab Karo pun tiba di lokasi. Namun pemadaman si jago merah sempat terkendala karena kecilnya akses masuk ke dalam. Bagian kiri dan kanan jalan jadi sempit akibat banyaknya pedagang kaki lima yang sudah memakan badan jalan.

SOLIDEO/SUMUT POS PENGHIBURAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana menyampaikan penghiburan kepada pedagang.

Alhasil, api tak terkendali karena banyaknya barang dagangan berbahan mudah terbakar. Api dengan cepat menghanguskan isi lapak dan kios pedagang di lantai satu dan dua. Karena api tak terkendali, warga dan petugas pemadam kebakaran hanya berusaha mencegah api merambat ke ke areal pemukiman. Apalagi di sekitar lokasi sangat padat penduduk dan hunian. Setelah berjibaku, kerja sama masyarakat dan petugas pun membuahkan hasil. Api akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB.

Pedagang yang mengetahui info kebakaran yang melanda Pajak Tingkat ataupun pasar tradisional yang sering juga dinamakan warga Berastagi dengan sebutan Los Pancur Batu dan Los Jahe-jahe itu, segera mendatangi lokasi. Banyak diantaranya yang histeris karena tidak mampu menyelamatkan barang jualannya.

Beru Sembiring salah seorang pedagang sontak histeris dan menangis, bahkan sempat pingsan. Beru Sembiring sangat terpukul, karena api tak hanya menghanguskan barang dagangannya, tapi surat berharga seperti sertifikat tanah dan ijazah anaknya ikut terbakar karena sengaja disimpan di kios.

Pantauan di lokasi, amukan si jago merah api hampir meludeskan semua barang pedagang di lantai satu dan dua yang berupa pakaian bekas, minyak goreng, gas elpiji, barang pecah belah, sayur mayur dan lainnya. Bahkan 7 unit rumah milik warga juga ikut terbakar di beberapa bagian.

Kapolsekta Berastagi Kompol L Marpaung, menyatakan peristiwa kebakaran Pajak Tingkat Berastagi masih dalam tahap penyelidikan. Hasil penyelidikan menurut saksi mata, api semula berasal dari sudut pajak. “Masih kita selidiki. Kerugian juga belum bisa kita pastikan , tapi kalau menurut saya kurang lebih 2 miliar sudah pasti ada. Jadi jumlah keseluruhan menurut data yang saya dapat, kebakaran ini menghanguskan 535 kios dan 7 rumah warga yang berada di belakang pajak tingkat,” paparnya.

Pemkab Karo segera Bangun TPS

Bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH memberikan dukungan moril dan solusi kepada para pedagang, pasca kebakaran pusat pasar tradisional berastagi yang terjadi dini hari. “Atas kejadian ini, kami Pemkab Maro bersama Forkopimda, sungguh terkejut atas bencana kebakaran yang dirasakan oleh para pedagang. Namun bukan berarti kita harus larut dalam kesedihan dan terus galau,mari kita berdoa agar semua peristiwa ini indah pada waktunya,” kata Terkelin saat memberikan penghiburan dan edukasi kepada para pedagang.

Turut hadir juga Wakapolres Tanah Karo Kompol Hasian, Kasdim 0205 /TK Mayor Inf D. Marpaung, anggota DPRD Karo Pujiati, Herti Delima br Purba dan Jun Arif Bangun, Kepala Bapeda Ir Nasib Sianturi, Kadis Koperindag Edison Karo-karo, Madi Perkim Paksa Tarigan dan Kadis PUPR Karo Edward Pontianus Sinulingga.

Meskipun begitu, Terkelin mengajak para pedagang agar tetap sabar dan tabah. Disamping itu, Pemkab Karo, DPRD Karo, TNI/Polri dan dinas OPD terkait, akan berusaha secepat mungkin mencari solusi agar secepatnya pedagang bisa berjualan kembali.

“Karena itu saya sudah intruksikan kepada Dinas Perdagangan segera membangun posko, guna menampung aspirasi dan keluhan maupun pendataan ulang apa saja yang harus dirembukkan ke depan. Hal ini perlu menunggu pemerintah membangun kembali pusat pasar yang terbakar,”ungkapnya.

Saat ini lanjut Terkekin, pihak Polres Tanah Karo juga telah memasang police line dalam rangka melakukan penyelidikan guna mengumpulkan fakta dan data untuk mencari tau penyebab kebakaran. “Untuk itu mari kita serahkan tugas ini kepada pihak yang berwenang,”pintanya.

Sementara itu, agar pedagang bisa berjualan kembali. Pemkab Karo akan segera membangun TPS (tempat penampungan sementara) di badan jalan dekat eks lokasi pajak yang terbakar. Opsi kedua, Pemkab Karo akan memberdayakan lokasi di gang merek Berastagi eks pajak lama.

Hal senada juga dikemukakan Anggota DPRD Karo Pujiati, Herti Delima br Purba dan Jun Arif. Wakil rakyat itu mengaku siap mendukung kebijakan yang diterobos oleh Pemda Karo dalam pembangunan tempat penampungan sementara di dekat lokasi kebakaran. Hal ini dianggap penting agar roda perekonomian pedagang yang jadi korban tetap berputar.

“Untuk itu kami DPRD Karo, telah sepakat mendukung eksekutif dalam pembangunan kios yang baru. Masalah anggaran kami siap membantu dan mendukung supaya cepat terbangun agar para pedagang kembali aktif berjualan,”kata Arif.

Menyahuti hal tersebut, perwakilan pedagang meminta agar Pemkab Karo segera menjalankan opsi pertama, yakni pembangunan TPS (tempat pembangunan sementara ) di lokasi eks kebakaran dengan pemanfaatan badan jalan.

“Kami para pedagang setuju, namun untuk opsi kedua di pajak lama, sementara ini kami belum sepakat. Hal ini masih perlu kami rembukkan,” tegas pedagang.

Sementara itu anggota DPRD Karo Herty Delima Br Purba mengatakan sangat sedih dan prihatin atas musibah yang datang menimpa masyarakat dan pedagang.

“Untuk itu kami anggota DPRD Karo akan bekerja secepat mungkin mencari solusi agar para pedagang dapat kembali beraktifitas. Karena saya juga adalah pedagang ,semoga pemerintah Karo cepat dapat memberikan solusi kepada pedagang dan masyarakat,” tandasnya. (deo/han)