Home Blog Page 3930

Pertumbuhan BRIsyariah Lampaui Industri Perbankan Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO- PT Bank BRIsyariah Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan di berbagai sisi pada kuartal-III 2020. BRIsyariah tumbuh berkualitas melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional.

Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 BRIsyariah melakukan sejumlah langkah agar pertumbuhan bisnis bank tetap sehat.

“Antara lain, optimalisasi layanan perbankan digital sebagai langkah adaptive operations, selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Selain itu, melakukan restrukturisasi sebagai pre-emptive strategies for sustainable financing portfolio, dan meningkatkan dana murah yang sehat serta mengatur dan menjaga posisi serta buffer likuiditas sebagai penerapan healthy liquidity management,” ujar Ngatari, Kamis (5/11).

Direktur Operasional BRIsyariah, Fahmi Subandi menyampaikan, bahwa BRIsyariah tumbuh di sisi asset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga. Pertumbuhan ini di atas rata-rata industri. Kinerja pembiayaan BRIsyariah pada September 2020 naik 57,9% secara year on year (yoy)menjadi Rp40,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp25,5 triliun.

“Di sisi aset, BRIsyariah juga membukukan pertumbuhan 51,4% (yoy), menjadi Rp56 triliun pada September 2020 dari Rp37 triliun pada September 2019. Dana Pihak Ketiga tumbuh 72,69% menjadi Rp48,7 triliun pada September 2020, dari Rp28,2 triliun di September 2019. Laba BRIsyariah pun turut menunjukkan pertumbuhan signifikan mencapai 237% menjadi Rp191 miliar pada September 2020, dari Rp56 miliar di September 2019,” sebut Fahmi.

Sementara, Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah, Fidri Arnaldy menjelaskan, pembiayaan segmen ritel menjadi pendukung utama pada pertumbuhan kinerja perusahaan. Pada September 2020 total pembiayaan yang disalurkan BRIsyariah mencapai Rp40,3 triliun, dan 76,6% dari portfolio pembiayaan perusahaan adalah pembiayaan ritel, yakni Rp30,9 triliun.

“Pembiayaan ritel konsumer dengan risiko rendah masih menjadi fokus BRIsyariah. Total pembiayaan ritel konsumer tetap dominan dalam penyaluran pembiayaan perusahaan dengan angka Rp12,2 triliun atau tumbuh 53,77% (yoy) pada September 2020. Sedangkan pertumbuhan pembiayaan yang paling tinggi terjadi di segmen ritel mikro di mana jumlah outstanding meningkat hingga 165% (yoy) menjadi Rp10,9 triliun pada September 2020,” papar Fidri.

Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah, Kokok Alun Akbar menuturkan, selain pembiayaan, Dana Pihak Ketiga BRIsyariah juga tumbuh. Dana Pihak Ketiga meningkat berkat pertumbuhan signifikan dari tabungan dan giro. “Keberhasilan BRIsyariah dalam meningkatkan DPK yang fokus pada peningkatan Dana Murah (CASA) mampu menurunkan tingkat biaya dana (CoF). Dengan berbagai digitalisasi layanan baik untuk melayani nasabah dana pihak ketiga maupun nasabah pembiayaan, BRIsyariah optimistis akan terus tumbuh di tahun 2020,” tukasnya. (ris/ram)

PTAN Perusahaan Pertama Sosialisasi Covid-19 di Ajibata

Foto bersama saat sosialisasi COVID-19 di Desa Pardomoan dan Desa Pardamean, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Jumat (30/1).

AJIBATA, SUMUTPOS.CO – PT Aqua Farm Nusantara (PT AFN) telah melakukan sosialisasi COVID-19, dan menjadi perusahaan pertama yang melakukannya kepada masyarakat di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.

 “Kami sangat mengapresiasi upaya PT Aqua Farm Nusantara dalam melakukan sosialiasi pencegahan penyebaran COVID-19 di Kecamatan Ajibata. Ini baru pertama kalinya perusahaan di sekitar Kecamatan Ajibata melakukan sosialisasi Covid-19 bersinergi dengan Puskesmas,” kata Kepala Puskesmas Ajibata, dr. Palmina Sihombing, saat memberikan materi sosialisasi di Desa Pardomoan dan Desa Pardamean, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Jumat (30/1).

Kegiatan sosialisasi Covid-19 yang dilakukan oleh PT Aqua Farm Nusantara juga diapresisasi oleh Kepala Desa Pardomuan Tambatua Sirait dan Kepala Desa Pardamean Irma Sirait. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas pelaksanaan sosialisasi Covid-19 di desa kami,” kata Irma Sirait, Kepala Desa Pardamean.

Acara Sosialisasi Covid-19 di Desa Pardomoan dan Desa Pardamean, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba merupakan bagian dari Program Keberlanjutan KAMI PEDULI PT Aqua Farm Nusantara.

“Acara ini kami laksanakan bekerjasama dengan Pusekesmas Kec. Ajibata dan pemerintah desa dan diikuti oleh 80 peserta,” kata Dian Octavia, Corporate & Community Affairs Senior Manager PT Aqua Farm Nusantara.

Peserta sosialisasi adalah kepala puskesmas, kepala desa, perwakilan Kecamatan Ajibata, unsur pemerintahan desa, BPD, Kader kesehatan, Posyandu, kader balita, kader pemuda, para kepala dusun, dan warga desa.

Sosialisasi dengan tema Covid-19 Bahaya dan Pencegahannya disampaikan secara interaktif dengan menyanyikan lagu. Acara juga diisi dengan edukasi cara cuci tangan yang benar dan pembagian selebaran serta masker.

“Kesehatan dan keselamatan karyawan serta masyarakat sekitar perusahaan merupakan prioritas kami. Kami bekerjasama dengan pemerintah daerah melakukan sosialisasi Covid-19 kepada masyarakat di sekitar operasi perusahaan kami di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Toba,” kata Dian.

Sebelumnya, sebagai bagian program KAMI PEDULI Masyarakat untuk COVID-19, PT AN telah membagikan masker wajah, sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan portable dan peralatan kesehatan serta materi edukadi kesehatan bagi masyarakat dan puskesmas untuk membantu mengurangi risiko penyebaran virus korona.  (rel)

RRI Sukses Gelar Parade Bintang Radio 2020

Ajang Pencarian Bakat di Daerah

PIALA: Para pemenang lomba saat menerima piala penghargaan dari RRI Sibolga.

SIBOLGA,SUMUTPOS.CO- RRI Sibolga Sukses Gelar Seni Budaya dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Sibolga sukses melaksanakan Pagelaran Seni dan Budaya sekaligus Parade Bintang Radio Tahun 2020.

Acara yang digelar tanggal 4 hingga 5 November ini, memperlombakan puluhan peserta penyanyi Dangdut dan Trio Pop Tapanuli. Serta menampilkan sejumlah tarian kesenian daerah Pesisir, Batak, Pantun Pesisir, dan juga penampilan anak bercerita.

Dalam kata sambutan Kepala RRI Sibolga, Edy Purwadi Silitonga di acara grand final mengatakan, kegiatan tersebut bagian dari agenda tahunan RRI secara nasional.

Selain juga rutin menggelar Pekan Tilawatil Quran (PTQ), pemilihan Bintang Radio dan sejumlah ajang pencarian bakat lainnya di bidang seni.

“RRI memberi kesempatan kepada generasi muda di daerah, yang memiliki bakat di bidang seni tari atau tarik suara agar bisa tampil menunjukkan kemampuannya,” tegas Edi.

“Hanya saja memang, belakangan beberapa kegiatan rutin RRI ditunda pelaksanaannya karena pandemi Covid-19. Kita doakan semoga bangsa Indonesia bisa segera keluar dari persoalan wabah ini,” ucapnya.

Pada ajang Parade Bintang RRI tahun ini, dewan juri menetapkan Sugiono dan Radha Sahara Sihombing sebagai juara satu (1) pria dan wanita untuk kategori lagu Dangdut.

Sementara kategori Trio Pop Tapanuli dimemangkan Deta Voice, yang berhasil mengungguli empat finalis pesaingnya. (mag-8/ram)

Unknown Story: Sisi Lain Petugas Jaringan Transmisi

PARITOHAN, SUMUTPOS.CO – Jaringan transmisi 275 kV PT Inalum (Persero) terdiri dari 271 menara dengan lintasan sepanjang 120 kilometer yang melewati empat kabupaten, yaitu Kabupaten Toba, Asahan, Simalungun, dan Batu Bara.

Unknown Story: Sisi Lain Petugas Jaringan Transmisi
Paritohan- Jaringan transmisi 275 kV PT Inalum (Persero) terdiri dari 271 menara dengan lintasan sepanjang 120 kilometer yang melewati empat kabupaten, yaitu Kabupaten Toba, Asahan, Simalungun, dan Batu Bara.
“Kesetrum enggak ya, aman enggak ya ini stiknya,” ujar seorang lelaki yang sedang mengukur isolator dalam kondisi konduktor bertegangan.
Namanya Dany. Ia telah bekerja di PT Inalum (Persero) selama delapan tahun. Ia ditemani oleh Nijar, yang juga bekerja di Inalum sejak tahun 2013. Keduanya berada di seksi Power Civil & Transmission Line yang bertugas untuk menjaga keamanan dan keandalan suplai listrik dari dua PLTA legendaris di Sungai Asahan, yaitu Sigura dan Tangga ke seluruh sudut pabrik peleburan aluminium dan fasilitas pendukung lainnya di Kuala Tanjung.
Pekerjaan pemeliharaan jalur transmisi bukanlah pekerjaan yang mudah. Keberlangsungan suplai listrik untuk produksi aluminium satu-satunya di Indonesia ada di tangan mereka. Banyak tantangan yang tentunya harus dihadapi dengan berani karena yang dihadapi tidak hanya benda mati dengan tegangan listrik tinggi, tetapi juga masyarakat dengan kultur dan karakteristik sosial budaya yang berbeda-beda.
Salah satu sosok yang paling ditakuti oleh suatu korporasi yang bergerak di bidang usaha peleburan adalah blackout, baik disebabkan oleh masalah teknikal atau non-teknikal. Jika terputusnya aliran listrik disebabkan kendala di jalur transmisi, maka disinilah tim jalur transmisi mempertaruhkan nama dan reputasinya.
“Jaringan transmisi Inalum terbentang melintasi hutan, ladang, ngarai, perkebunan, sungai, persawahan, dan pemukiman masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menata tanaman-tanaman keras yang tumbuh di lahan masyarakat yang berpotensi membahayakan jaringan transmisi,” terang Dany.
Proses penataan tanamam keras di sepanjang jalur transmisi dan pengamanan menara merupakan jalan terjal dan sisi lain bagi tim untuk diselesaikan secara bersama melalui berbagai komunikasi yang persuasif dan pendekatan budaya, humanis serta interpersonal skill yang mumpuni, walaupun itu harus dilakukan secara bertahap, dengan waktu yang panjang dan berulang-ulang.
“Karena bagaimanapun perusahaan hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar,” demikian jelas Dany.
Kehidupan masyarakat yang heterogen dan multikulutural harus dapat disikapi dengan berbagai upaya dan usaha untuk tetap dapat menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholders. Pendekatan dan sosialisasi dampak dan bahaya bagi masyarakat di bawah jaringan transmisi terus dilakukan agar dapat saling menjaga dan mempererat hubungan yang lebih baik, demikian ungkap Lambas Sianipar, Tim Humas Inalum.
“Merasa capek dan lelah, ya sering. Namanya juga tugas, yang tidak hanya berhubungan dengan teknikal tapi juga berhubungan dengan masyarakat dengan berbagai karakter. Karena memang tugas kita, bagaimanapun keadaannya harus kita ikuti. Dimana pun kita bekerja, harus memiliki sense of belonging, rasa kepemilikan yang tinggi serta memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan,” ujar Nijar semangat.
Beda ceritanya dengan pekerjaan mereka yang berkaitan dengan pemeliharaan dan pengamanan kondisi fisik jaringan transmisi. Saat ini, sistem patroli atau inspeksi menara walaupun sudah direncanakan akan menggunakan drone demi keselamatan petugas transmisi.
Namun memanjat tiang transmisi untuk memeriksa komponen-komponen transmisinya hingga ketinggian 68 meter pun masih mereka lakukan walau terkadang bayang-bayang risiko melintas di pikiran mereka guna memastikan jalur transmisi dalam kondisi prima.
Mereka bisa kapan saja jatuh dan tersengat listrik. Semua bahaya yang ada bisa terjadi kapan pun walaupun sudah memakai pelindung dan keamanan diri yang super lengkap. Meskipun begitu, tidak ada kata menyerah dalam kamus mereka. Apa pun pekerjaannya harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Bisa karena biasa. Begitu pun mereka, memanjat tiang transmisi sudah menjadi hal yang lumrah dan sangat menyenangkan.
“Waktu awal-awal ya pasti takutlah, grogi juga,” kata Nijar sambil tertawa.
“Karena sudah terbiasa, jadi ya biasa saja. Di atas itu enak loh, dingin. Ya walaupun bayangan kengerian itu tetap ada ya” sambung Dany.
Mereka juga melakukan patroli ke setiap menara transmisi sebanyak sekali dalam seminggu. Melakukan patroli menjadi sebuah kenangan tersendiri bagi mereka. Terlebih lagi saat patroli jaringan ke daerah menara nomor T.93 sampai dekat pabrik peleburan yaitu menara nomor T.271 yang terletak sejauh 120 kilometer dari menara pertama di Pintu Pohan, Kabupaten Toba.
Patroli ini juga mewajibkan mereka untuk meninggalkan kantor dalam jangka waktu tertentu dan melihat langsung kondisi menara dan kabel jaringan sembari bersilaturahmi dengan masyarakat.
Kendaraan khusus dengan berpenggerak roda ganda sangat dibutuhkan ketika perjalanan meninjau langsung seluruh jaringan transmisi, walau terkadang harus menginap di rumah penduduk dan meninggalkan keluarga demi sebuah asa untuk menjaga suplai listrik bagi keberlangsungan perusahaan. (rel)

“Kesetrum enggak ya, aman enggak ya ini stiknya,” ujar seorang lelaki yang sedang mengukur isolator dalam kondisi konduktor bertegangan.

Namanya Dany. Ia telah bekerja di PT Inalum (Persero) selama delapan tahun. Ia ditemani oleh Nijar, yang juga bekerja di Inalum sejak tahun 2013. Keduanya berada di seksi Power Civil & Transmission Line yang bertugas untuk menjaga keamanan dan keandalan suplai listrik dari dua PLTA legendaris di Sungai Asahan, yaitu Sigura dan Tangga ke seluruh sudut pabrik peleburan aluminium dan fasilitas pendukung lainnya di Kuala Tanjung.

Pekerjaan pemeliharaan jalur transmisi bukanlah pekerjaan yang mudah. Keberlangsungan suplai listrik untuk produksi aluminium satu-satunya di Indonesia ada di tangan mereka. Banyak tantangan yang tentunya harus dihadapi dengan berani karena yang dihadapi tidak hanya benda mati dengan tegangan listrik tinggi, tetapi juga masyarakat dengan kultur dan karakteristik sosial budaya yang berbeda-beda.

Salah satu sosok yang paling ditakuti oleh suatu korporasi yang bergerak di bidang usaha peleburan adalah blackout, baik disebabkan oleh masalah teknikal atau non-teknikal. Jika terputusnya aliran listrik disebabkan kendala di jalur transmisi, maka disinilah tim jalur transmisi mempertaruhkan nama dan reputasinya.

“Jaringan transmisi Inalum terbentang melintasi hutan, ladang, ngarai, perkebunan, sungai, persawahan, dan pemukiman masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menata tanaman-tanaman keras yang tumbuh di lahan masyarakat yang berpotensi membahayakan jaringan transmisi,” terang Dany.

Proses penataan tanamam keras di sepanjang jalur transmisi dan pengamanan menara merupakan jalan terjal dan sisi lain bagi tim untuk diselesaikan secara bersama melalui berbagai komunikasi yang persuasif dan pendekatan budaya, humanis serta interpersonal skill yang mumpuni, walaupun itu harus dilakukan secara bertahap, dengan waktu yang panjang dan berulang-ulang.

“Karena bagaimanapun perusahaan hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar,” demikian jelas Dany.

Kehidupan masyarakat yang heterogen dan multikulutural harus dapat disikapi dengan berbagai upaya dan usaha untuk tetap dapat menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholders. Pendekatan dan sosialisasi dampak dan bahaya bagi masyarakat di bawah jaringan transmisi terus dilakukan agar dapat saling menjaga dan mempererat hubungan yang lebih baik, demikian ungkap Lambas Sianipar, Tim Humas Inalum.

“Merasa capek dan lelah, ya sering. Namanya juga tugas, yang tidak hanya berhubungan dengan teknikal tapi juga berhubungan dengan masyarakat dengan berbagai karakter. Karena memang tugas kita, bagaimanapun keadaannya harus kita ikuti. Dimana pun kita bekerja, harus memiliki sense of belonging, rasa kepemilikan yang tinggi serta memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan,” ujar Nijar semangat.

Beda ceritanya dengan pekerjaan mereka yang berkaitan dengan pemeliharaan dan pengamanan kondisi fisik jaringan transmisi. Saat ini, sistem patroli atau inspeksi menara walaupun sudah direncanakan akan menggunakan drone demi keselamatan petugas transmisi.

Namun memanjat tiang transmisi untuk memeriksa komponen-komponen transmisinya hingga ketinggian 68 meter pun masih mereka lakukan walau terkadang bayang-bayang risiko melintas di pikiran mereka guna memastikan jalur transmisi dalam kondisi prima.

Mereka bisa kapan saja jatuh dan tersengat listrik. Semua bahaya yang ada bisa terjadi kapan pun walaupun sudah memakai pelindung dan keamanan diri yang super lengkap. Meskipun begitu, tidak ada kata menyerah dalam kamus mereka. Apa pun pekerjaannya harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Bisa karena biasa. Begitu pun mereka, memanjat tiang transmisi sudah menjadi hal yang lumrah dan sangat menyenangkan.

“Waktu awal-awal ya pasti takutlah, grogi juga,” kata Nijar sambil tertawa.

“Karena sudah terbiasa, jadi ya biasa saja. Di atas itu enak loh, dingin. Ya walaupun bayangan kengerian itu tetap ada ya” sambung Dany.

Mereka juga melakukan patroli ke setiap menara transmisi sebanyak sekali dalam seminggu. Melakukan patroli menjadi sebuah kenangan tersendiri bagi mereka. Terlebih lagi saat patroli jaringan ke daerah menara nomor T.93 sampai dekat pabrik peleburan yaitu menara nomor T.271 yang terletak sejauh 120 kilometer dari menara pertama di Pintu Pohan, Kabupaten Toba.

Patroli ini juga mewajibkan mereka untuk meninggalkan kantor dalam jangka waktu tertentu dan melihat langsung kondisi menara dan kabel jaringan sembari bersilaturahmi dengan masyarakat.

Kendaraan khusus dengan berpenggerak roda ganda sangat dibutuhkan ketika perjalanan meninjau langsung seluruh jaringan transmisi, walau terkadang harus menginap di rumah penduduk dan meninggalkan keluarga demi sebuah asa untuk menjaga suplai listrik bagi keberlangsungan perusahaan. (rel)

GoSend #SenangnyaInstan Hadirkan Beragam Promo untuk Belanja Akhir Tahun

ANTAR: Mitra driver Gosend mengantarkan makanan kepada pelanggan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- GoSend, layanan logistik aman dan terpercaya di ekosistem Gojek, kembali menghadirkan berbagai promo pengiriman barang lewat PromoSenang yang merupakan bagian dari kampanye GoSend #SenangnyaInstan. Sejalan dengan promo belanja online akhir tahun yang akan dilakukan oleh para e-commerce tanah air, PromoSenang yang berlangsung selama periode 9 November – 13 Desember 2020 ini menawarkan promo pengiriman barang melalui seluruh layanan GoSend yakni instant, sameday, intercity hingga webportal.

Promo ini dapat digunakan masyarakat untuk berbelanja online lebih hemat dan pelaku usaha UMKM hingga berskala besar untuk mengirim barang kepada pelanggan dengan lebih cepat, murah, serta aman. 

Head of Logistics Gojek Junaidi mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah menjadikan tren belanja online dan kebutuhan pengiriman barang semakin meningkat. Tercatat di masa pandemi Covid-19, jumlah transaksi online shop meningkat 400 %. Selama masa tersebut, GoSend senantiasa mengoptimalkan layanan pengantaran barang secara cepat dan aman, khususnya yang berbelanja secara online.

“Kami bersyukur atas kepercayaan para pengguna yang senantiasa mengiringi perjalanan kami selama sepuluh tahun,” ungkapnya.

Di dalam periode kampanye GoSend #SenangnyaInstan beragam PromoSenang yang dapat dimanfaatkan pengguna, yaitu:

Aplikasi Gojek :

Voucher diskon 60% untuk pengiriman menggunakan GoSend Instant

Promo bundle voucher diskon 70% untuk GoSend Instant dapat dinikmati dengan harga mulai dari Rp12.900. Potongan harga langsung senilai Rp5.000 untuk Layanan GoSend Intercity Jadetabek, Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Situs e-commerce :

Voucher potongan ongkir GoSend Sameday dan Instant sebesar Rp10.000 di semua toko makanan dan minuman Official Sellers and Power Merchant Tokopedia dengan minimum transaksi Rp30.000.

Voucher potongan ongkir GoSend Sameday dan Instant sebesar Rp10.000 di aplikasi ShopBack yang dapat digunakan di Tokopedia, Bukalapak dan Jakmall selama bulan November hingga Desember 2020.

Harga ongkir lebih hemat untuk GoSend Sameday dan Instant langsung tanpa voucher khusus pembelanjaan online di Tokopedia, Bukalapak dan Jakmall.

Potongan ongkir Rp5.000 untuk setiap order GoSend dari seluruh Mall AEON melalui RAISA (Layanan pesan barang melalui Whatsapp dari AEON Store).

Potongan ongkir Rp10.000 untuk setiap order GoSend dari MAP Group (SOGO, Sephora, Marks & Spencer, Seibu, dan MAP group lainnya) melalui Whatsapp MAP

Tak hanya memanjakan pengguna, PromoSenang juga dapat dimanfaatkan para social seller, UMKM, dan perusahaan berskala besar untuk mengirimkan barang dengan cepat dan harga lebih kompetitif lewat, Aplikasi Selly yaitu diskon langsung sebesar 50% untuk seluruh layanan GoSend yang dipesan melalui aplikasi Selly. Bisa juga melalui GoSend Webportal, yaitu  voucher diskon sebesar 50% untuk layanan GoSend yang dipesan melalui situs portal.gosend.id.

“Proses pengiriman lewat GoSend telah mengikuti  protokol Jaga Kebersihan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K) yang dihadirkan Gojek sejak awal pandemi. Belanja dan berjualan online menjadi semakin mudah dan menyenangkan,” tambah Junaidi.

Selain menghadirkan PromoSenang, GoSend secara konsisten menghadirkan beragam inovasi. Baru-baru ini, GoSend berinovasi pada dua layanannya. Pertama, GoSend Intercity yang memudahkan pengiriman barang dari dan ke Jadetabek, Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Semarang dengan pengiriman next day. Kedua, GoSend Webportal yang memudahkan pengguna seperti social sellers mengirim barang dengan jumlah banyak sekaligus ke beberapa alamat tujuan tanpa perlu khawatir dengan selisih harga (surge price).

“Kami di GoSend ingin membuka lebih banyak lagi peluang bagi social sellers dan pelaku usaha UMKM di Indonesia untuk dapat berbisnis dengan lebih mudah dengan meminimalkan tantangan logistik pada saat mengirim barang ke pelanggan,” tutup Junaidi. (rel/ram)

Senior 50-54 Tahun Paling Disiplin Terapkan 3M

1212618588
Cuci tangan-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penerapan tiga protokol kesehatan dengan perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) guna mencegah penularan COVID-19, ternyata golongan agak senior usia 50-54 tahun paling disiplin.

Dari 2.000 responden yang disurvei Nielsen dan UNICEF pada Agustus 2020 lalu, hanya 31.5 persen yang telah menerapkan perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) guna mencegah penularan COVID-19. Artinya, baru sepertiga dari responden survei yang menerapkan protokol kesehatan secara lengkap.

“Kalau kita bicara status sosial ekonomi, hasil survei mengatakan justru lower 1 dan 2 paling banyak yang melakukan tiga perilaku sekaligus (3M). Dari sisi usia, yang muda-muda kurang disiplin. Yang agak senior 50-54 tahun paling disiplin, ada perbedaan di rentang usia,” kata konsultan UNICEF, Risang Rimbatmaja, dalam diskusi virtual “Keterlibatan Masyarakat dalam Respon Pandemi COVID-19”, Rabu (4/11/2020).

Hasil survei terhadap 2.000 orang dilaksanakan di enam kota besar yakni Jakarta, Makassar, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Medan.

Dari ketiga perilaku 3M, menjaga jarak menjadi perilaku yang paling minim diterapkan. Hanya 46,8 persen responden yang menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak agar terhindar dari paparan COVID-19.

Sementara, mencuci tangan menjadi perilaku yang paling banyak dilakukan responden yakni 71,2 persen. Kemudian diikuti dengan memakai masker, 70,8 persen. Hasil survei ini menunjukkan bahwa masyarakat masih melakukan protokol kesehatan 3M secara parsial dengan mencuci tangan dan memakai masker paling banyak dilakukan.

“Ada aspek norma sosial dan mispersepsi yang melatarbelakangi rendahnya implementasi protokol ini. Misalnya orang lain yang mendekat, bukan saya. Semua juga tidak jaga jarak kenapa saya harus jaga jarak. Nomor duanya adalah mispersepsi, saya sehat, tidak ada virus, ngapain kita jaga jarak. Konsep Orang Tanpa Gejala (OTG) itu belum betul-betul masuk di benak orang,” tuturnya.

Terkait hal ini, UNICEF Communications Development Specialist Rizky Ika Syafitri menjelaskan konsep OTG perlu lebih ditekankan dalam komunikasi dengan masyarakat. Menurut Rizky, tidak mudah mengubah perilaku masyarkaat saat pandemi. Disiplin dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi kunci untuk keluar dari krisis kesehatan ini.

“Kami (UNICEF) mencoba menggali data agar kami bisa merumuskan strategi komunikasi yang tepat untuk mencapai perubahan perilaku. Kita harus paham audience, pengetahun (mereka) cara pencegahan, cara penularan gimana, sikapnya terhadap perilaku itu,” tambahnya.  (mea)

Kemenag Minta Ormas dan Kyai Aktif Kendalikan Covid-19 di Ponpes

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama mengaharapkan peran yang makin aktif dari organisasi masyarakat keagamaan dan para pengajar seperti kyai dan ustad atau utazah untuk memimpin pengendalian covid-19 di pondok pesantren. Kepala subdit Pendidikan Pesantren Dit Pendidikan dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Basnang Said, dalam Webinar berjudul Bagaimana Menerapkan 3M di Pondok Pesantren, 6 November 2019, mengatakan sebagian besar pondok pesantren terafiliasi dengan ormas keagamaan.

“Kami tidak bisa masif, tanpa didukung oleh ormas-ormas Islam yang memang memiliki pondok-pondok pesantren di situ, secara struktural maupun secara ideologi, misalnya data jumlah pesantren kita yang terbaru 29.500, sebanyak 23 ribu lebih berafiliasi ke Nadlatul Ulama,” jelasnya. Sekitar enam ribuan pondok pesantren lain juga terafiliasi dengan dengan ormas Islam yang berbeda. Dengan demikian katanya, peran Ormas Islam sangat strategis untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Selanjutnya, para pengajar harus menjadi teladan dalam menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. “Begitu kyai mengatakan A, semua santri akan mengikuti, karena itu kami dari kementerian agama, dalam setiap pertemuan secara daring kami memohon para pengajar agar menerapkan protokol kesehatan,” lanjutanya. Termasuk di antaranya untuk sementara meniadakan jabat tangan antara santri dengan kyai atau pengajar, yang menjadi tradisi dalam pesantren.
 
Hingga 20 Oktober 2020, ada 39 pondok  pesantren di 11 provinsi, yang  santri dan pengajarnya terkena covid-19. “Dengan jumlah santri yang kena 2326 orang , kemudian 16 uztad dan ustazah, serta satu sopir, lebih 90 persennya adalag OTG,” katanya.  

Kementerian Agama sebelumnya telah melayangkan surat edaran berisi berbagai panduan kesehatan terkait aman COVID-19. Surat edaran merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian dalam Negeri, tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi.

Mitigasi Risiko Sangat Penting.
 
Direktur Kampanye Gerakan Pakai Maskersekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik SoegijapranataDr Sugeng Ibrahim, mengatakan pesantren harus melakukan mitigasi untuk menghindari risiko tinggi akibat covid-19.“Pertama, mitigasi risikonya, kelompok umur di atas 59 tahun yang tidak terlepas dengan hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru menahun, serta kegemukan, jadi pondok penting sekali pondok mengisolasi para nyai dan kyai yang usianya di ats 59 dan punya penyakit hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan obesitas,” kata Sugeng.  

Mitigasi kedua, kata Sugeng, Ponpes harus melarang anak-anak  atau santri yang memiliki penyakit asma, TBC, pnumomia, dan alergi masuk ke dalam pondok. Sebab, meski usia muda anak-anak dengan penyakit tersebut juga memiliki risiko tinggi akibat penyebaran covid-19.

Sugeng sependapat dalam upaya tersebut perlu peran besar ormas Islam. “Ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, komponen masyarakat, lembaga sosial, ormas besar seperti Muhamadyah, NU harus aktif dan sabar, selain mitigasi risiko upaya untuk mengubah budaya ini butuh kesabaran,” lanjutnya. Begitu juga tentang peran kyai dalam memberi contoh.

Sementara itu, Mazidatul Faizah Satgas Covid Yayasan Pesantr  Mambaul Maarif Denanyar Jombang  mengatakan sejumlah langkah telah dilakukan untuk mencegah penyebabaran  covid-19 di pesantren yang memiliki 3 ribu santri mondok tersebut. “Memang benar, untuk kyai dan nyai yang usianya di atas 59 tahun kami mohon tidak ke mana-mana dulu, istirahat di rumah, dan tidak banyak interaksi dengan santri, dan kalau pengajian atau jadi imam tidak salaman, dan ini diterapkan,” jelasnya.

Selain itu, untuk para santri, sebelum kembali ke pondok, diwajibkan cek kesehatan dan membawa perbekalan seperti masker, vitamin, dan hand sanitizer.  “Orangtua tidak boleh turun dan masuk ke pesantren, cukup santrinya saja, lalu barang bawaan disemprot disinfektan, anaknya harus ikut skrining,” katanya. Pesantren juga menutup akse keluar masuk bagi tamu dan melarang orangtua menjenguk. “Kalau ada wali santri yang nekad dan bersentuhan dengan anaknya, kita pulangkan. Ikut pulang saja,” tambahnya.

Edukasi tentang bahaya dan pencegahan penyebaran covid-19 dilakukan setiap pekan, sedangkan pengawasan perotokol kesehatan dilakukan secara ketat oleh satgas ponpes, pengurus, dan pengasuh.(rel)

Pendaftaran Ditutup, Ijeck Kandidat Tunggal Ketua DPD Golkar Sumut

GOLKAR: Musa Rajekshah saat mendaftar ke DPP Golkar. (ist)

JAKARTA, SUMUTPOS, CO – Hingga batas waktu pendaftaran ditutup, hanya Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Musa Rajekshah yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut.

Panitia Pendaftaran Calon Ketua DPD Golkar Sumut Dodi Taher mengatakan hingga pukul 12.00 WIB hanya Musa Rajekshah atau Ijeck yang mendaftar.

“Pendaftaran sudah ditutup, hanya Pak Ijeck yang daftar,”Ucapnya singkat, Jumat (6/11/2020).

Ini tentunya menjadikan Musa Rajekshah menjadi kandidat tunggal yang akan terpilih secara aklamasi pada Musda X DPD Golkar Sumatera Utara.

Diketahui, pukul 11.00 WIB Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mendaftar sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumut di DPP Partai Golkar jalan Anggrek Neli Nomor 11, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Kehadiran Ijeck diterima Korbid Ekonomi DPD Golkar Sumut Dodi Taher yang juga panitia pendaftaran Ketua DPD Golkar Sumut. “Berkas sudah kita terima dan nanti akan diverifikasi bersama DPP dan dewan pertimbangan partai,”jelasnya.

Secara visual berkas pendaftaran sudah lengkap dan sudah 33 kabupaten kota menyatakan dukungannya terhadap Musa Rajekshah.

“Semua sudah mendukung, kalo sudah begini kemungkinan tidak ada lagi yang daftar ditambah lagi dari astakarya semuanya sudah 37. Diyakini bang Ijeck akan terpilih secara aklamasi,” ungkapnya.

Sementara itu, kandidat calon Ketua DPD Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengatakan sesuai dengan mekanisme pendaftaran, seluruh berkas yang dibutuhkan sudah dibawa dan diserahkan kepada panitia.

“Sesuai dengan mekanisme pendafataran hari ini, kita hadir membawa seluruh persyaratan yang diminta,” ungkapnya. (*)

Dodi Taher : Mustahil Ada Kandidat Lain Setelah Ijeck

MENDAFTAR: Musa Rajekshah saat mendaftar ke DPP Golkar. (ist)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Korbid Ekonomi DPD Partai Golkar yang juga panitia pendaftaran Ketua DPD Golkar Sumut, Dodi Taher mengatakan dukungan terhadap calon Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekshah mencapai 37 dukungan, angka ini tentunya sudah menyatakan secara pasti Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah terpilih secara aklamasi.

“Rasanya sudah tak mungkin ada lagi kandidat lain karna semua dukungan penuh sudah diperoleh Ijeck,”Ungkapnya usai menerima pendaftaran Musa Rajekshah sebagai kandidat Ketua DPD Golkar Sumut di DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Nomor 11, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (6/11).

Dodi Taher menjelaskan sesuai dengan AD/ART syarat menjadi calon ketua DPD hanya butuh 30 persen atau sekitar 12 dukungan.

“Namun pak Ijeck mendaftar dengan membawa dukungan dari 33 DPD Golkar tingkat II dan dukungan Astakarya dengan total 37 dukungan. Ini sudah melebih syarat pendaftaran,” ungkapnya.

Pendaftaran calon Ketua DPD Golkar Sumut akan dibuka hingga pukul 12.00 WIB siang ini, dan kita masih menunggu jika ada kandidat yang ingin mendaftar.

“Sampai sekarang (Red pukul 11.00 WIB) baru Musa Rajekshah yang mendaftar dan rasanya melihat besarnya dukungan terhadap Ijeck, tak akan ada lagi kandidat yang mempu memenuhi persyaratan 30 persen atau 12 dukungan,” tandasnya.

Sebelumnya, Musa Rajekshah meyakini dirinya akan terpilih secara aklamasi melihat dukungan yang diberikan DPD Golkar tingkat II kepadanya. Dan iapun yakin membawa Golkar Sumut menjadi lebih besar dan mewarnai pembangunan di Sumatera Utara.

“Kehadiran Golkar harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat dan saya yakin Inshaa Allah akan terpilih secara aklamasi melihat dukungan dan antusias dari pengurus DPD tingkat I dan II serta sayap partai golkar,” tandasnya usai mendaftar di DPP Golkar. (*)

Wuling Almaz, Dilengkapi Fitur Wuling Indonesian Command

Wuling Almaz.
Wuling Almaz.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wuling Motors (Wuling) telah memperkenalkan produk SUV Andalannya, Almaz, pada tahun 2019 lalu. Lini produk yang mengusung tagline ‘Drive Unlimited Way’ ini dilengkapi dengan Wuling Indonesian Command (WIND). WIND sendiri merupakan inovasi perintah suara yang canggih dan berbahasa Indonesia.

Wuling Almaz.
Wuling Almaz.

Media Relations Wuling Motors, Brian Gomgom menjelaskan, nama Almaz berasal dari Bahasa Arab yang memiliki definisi ‘berlian’. Berlian sendiri mengandung filosofi ‘stylish, tough, and precious’. Kemudian, tagline dari produk SUV Wuling ini adalah ‘Drive Unlimited Way’ yang menonjolkan konsep Smart & Technology SUV dan mempunyai beragama keunggulan mulai dari Smart Ecosystem dengan WIND, mesin turbo yang bertenaga, CVT yang smooth dan responsif.

“Wuling Almaz mengaplikasikan inovasi perintah suara interaktif yang dioperasikan menggunakan Bahasa Indonesia sehari-hari, yakni WIND. Teknologi ini memungkinkan pengguna menyalakan, mematikan, atau mengoperasikan beragam fitur kendaraan, mulai dari pendingin udara, jendela, panoramic sunroof, akses fitur hiburan seperti musik atau radio, melakukan panggilan telepon, menjalankan aplikasi misalnya Wuling Link ataupun TPMS, hingga informasi waktu dan tanggal,” ungkap Brian di Medan, Rabu (4/11).

Terkait perihal spesifikasi, lanjut Brian, Almaz diperkuat dengan mesin 1.500cc turbocharged yang memproduksi tenaga maksimal 140 HP. Selain itu, torsi 250 Nm yang disalurkan melalui transmisi CVT dengan pilihan mode berkendara eco, sport dan 8-speed manual simulation yang responsif. Selain itu, Almaz juga hadir dengan opsi transmisi manual 6-percepatan.

Beralih ke sisi fitur, Medium SUV Wuling ini diakomodasi dengan panoramic sunroof, start-stop button, keyless remote, keyless entry, hingga sound system keluaran Infinity by Harman. Peranti keselamatan yang lengkap pun turut dihadirkan untuk melindungi pengguna ketika berkendara meliputi kamera 360o, 6 sensor parkir, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), Hill Hold Control (HHC), Auto Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), Emergency Stop Signal (ESS), sistem pengereman ABS, EBD, BA, hingga front and side airbag.

Lebih lanjut Brian menjelaskan, Almaz mengusung rancang desain eksterior beraura stunning dan sporty pada bagian depan dan masih menjadi daya tariknya melalui Integrated Future Eyes LED dan lampu utama proyektor LED yang ditanamkan di area bawah. Tak hanya itu, di sisi samping diterapkan gaya dynamic parallel dan floating roof yang menjadikan tampilannya semakin modern. Untuk pilihan warna Almaz, Wuling ada 6 pilihan yaitu Aurora Silver, Starry Black, Pristine White, Dazzling Silver, Carnelian Red dan Burgundy Red.

Smart Technology SUV ini diproduksi di pabrik Wuling yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik ini mengaplikasikan ‘Global Manufacturing System’ (GMS).

” Wuling didukung dengan lima jaringan diler di kota Medan dan sekitarnya, yakni Wuling Arista Medan Ring Road, Wuling Arista Medan SM Raja, Wuling Arista Medan Cemara, Wuling Arista Pematang Siantar, dan Wuling Arista Rantau Prapat. Untuk harga OTR Almaz di Medan dan sekitarnya, mulai Rp276.800.000 hingga Rp351.800.000,” imbuhnya. (ris/ram)