Home Blog Page 3929

Upaya Mengantisipasi Gangguan Listrik, PLN UP3 Medan Lakukan Pemeliharaan Jaringan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN UP3 Medan kembali melakukan pemeliharaan jaring-an listrik, dimulai pada hari ini, Sabtu (7/11) hingga Kamis (12/11). Pemeliaharan jaringan listrik tersebut sebagai upaya mengantisipasi gangguan listrik.

“Pemeliharaan meliputi penggantian komponen listrik hingga rabas-rabas pohon. Ini upaya kita mengantisipasi gangguan listrik. Kami mohon maaf karena saat pemeliharaan berlangsung, kami terpaksa melakukan pemadaman listrik di wilayah yang tengah dilakukan pemeliharaan,” ujar Manager Bagian Jaringan UP3 Medan, Henko Zuhriyadi.

Adapun lokasi pemeliharaan sekaligus pemadaman yakni, pada hari ini, Sabtu (7/11) di Jl. Desa Bekukul, Jl. Namorambe Desa Jati Kesuma, Jl. Namorambe Desa Pamah. Kemudian pada Senin (9/11) di Jl. Kenanga Raya, Jl. Kenanga Sari, Jl. Setia Budi, Jl. Abdul Hakim, Jl. Pasar I Ring Road, Jl. Harmonika Baru Pasar II Pertamben, Jl. Pasar II Ring Road, Jalan Sunggal (sebagian), Jalan Balai Desa, Jalan Mangga, Jalan Bakul.

Lalu, Selasa (10/11) di Jl. P denai Sebagian, PTKI, Jl.Menteng Raya , Jl.Menteng II, Aspol Psr Merah., Jl. Karya Bakti,Jl.Gedong Arca,Jl. HM. Joni, Jl Pencak, Halat, Jl. Bulu Tangkis, Jl. Pon 3,Jl. Hoki, JL. Catur, JL. Pimpong, Jl. Tenis.

Selanjutnya, Rabu (11/11) di Jl. TB Simatupang, Jl. Wakaf, Jl. Swadaya, JL. PU, Jl. Gg. Kapur, Jl. Bunga Raya, Jl. Pantai Harapan, Jl. Lembah Berkah, Polsek Sunggal, Jl. Seroja.

Sedangkan Kamis (12/11) di Jl.B.Katamso,Jl.Ir.H.Juanda Hotel Delta, Jl. Alfalah, Jl. Brigjen Hamid, Sekolah Harapan Mandiri, Suzuya, Jl. Pasar Senen, Jl. Sakti Lubis sebagian, Jl. Avros, Jl. Pelangi, Maju Bersama, Perum Katamso Vista, Perum Katamso Isatana Prima serta di Jalan Bulan, Jalan Bintang, Jalan Sei Kera, Jalan Seram. (rel/ila)

Senin Ini Insentif Guru Honorer Cair

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Badan Peng-elola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, bersiap mencairkan insentif guru honorer yang ada di Kota Medan untuk semester pertama tahun 2020. Yakni bulan Januari hingga Juni 2020. Pencairan dilakukan paling lambat pada Senin ini (9/11).

Ilustrasi.

“Paling lama hari Senin sepertinya sudah bisa kami cairkan insentifnya,” ucap Kepala Bidang Anggaran BPKAD Kota Medan, Syahrial kepada Sumut Pos, Jumat (6/11).

Dikatakan Syahrial pada Kamis (5/11) sore yang lalu, pihaknya sudah mendapatkan surat permohonan untuk penerbitan surat perintah membayar (SPM) dari Dinas Pendidikan Kota Medan.

“Selain surat permohonan penerbitan SPM, kemarin sore kami juga sudah dapat surat verifikasi rekening Bank dari mereka. Makanya hari ini kami sedang kejar untuk menerbitkan SPM-nya sekaligus Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Karena besok sudah hari Sabtu, maka besar kemungkinan pencairannya baru bisa terealisasi di hari Senin (9/11) nanti,” katanya.

Dijelaskan Syahrial, total uang insentif yang akan mereka cairkan adalah lebih dari Rp17 miliar. Anggaran itu memang sudah tersedia dan siap untuk disalurkan kepada para guru honorer yang terdata di Kota Medan. “Total nya senilai Rp17.052.000.000. Sekitar Rp9 miliar untuk guru-guru di sekolah negeri tingkat SD dan SMP, dan sekitar Rp8 Miliar untuk guru-guru di sekolah swasta,” paparnya.

Terpisah, Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan Fahrul Lubis mengatakan, sampai saat ini pihaknya memang belum mendapatkan insentif yang terbilamg sangat membantu para guru honorer di Kota Medan. Padahal, rencana pencairannya seharusnya sudah terealisasi pada akhir September atau awal Oktober yang lalu.

“Sampai sekarang juga belum. Kami harapkan memang betul-betul lah hari Senin nanti sudah cair. Uang insentif itu sangat membantu sekali bagi para guru honorer ini. Karena kita semua tahu, gaji guru honorer ini sangat kecil,” kata Fahrul kepada Sumut Pos, Jumat (6/11).

Dijelaskan Fahrul, insentif untuk para guru honor tergantung dari klasiifikasi guru honor itu sendiri yang dibagi dari masa kerja masing-msing guru honor.

“Masa kerja 0 sampai 2 tahun, insentifnya Rp250.000 per bulan. Masa kerja 2 tahun sampai 4 tahun, insentifnya Rp600.000 per bulan. Masa kerja 4 tahun sampai 8 tahun, insentifnya Rp800.000 per bulan. Dan yang paling besar insentifnya yaitu untuk guru honor yang masa kerjanya di atas 8 tahun, yaitu Rp1 juta per bulan,” jelasnya.

Selain itu, Fahrul berharap agar Dinas Pendidikan Kota Medan terus membenahi sistem pendataan guru honorer yang ada pada pihaknya. Sebab, pendataan guru honorer di Kota Medan selalu menjadi alasan lambatnya proses pencairan insentif guru honorer dari tahun ke tahun.

“Misalnya tahun ini, sejak bulan Februari kami sudah serahkan data guru honorer di Kota Medan kepada Disdik. Harusnya saat itu juga langsung di verifikasi, jadi saat mau pencairan bisa lancar. Ini pencariannya malah di bulan November, alasannya malah karena data, kan gak betul juga. Kami harapkan betul, masalah pendataan ini bisa betul-betul dibenahi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Medan, Surianto SH atau akrab disapa Butong mendesak Pemko Medan untuk segera membayarkan insentif guru honorer di Kota Medan.

“Komisi II siap menjadi garda terdepan memperjuangkan para guru honor kita. Mereka juga terdampak pandemi Covid-19, kita mendesak Pemko Medan segera mencairkan insentif mereka yang memang sudah dianggarkan untuk tahun ini, agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhannya,” katanya.

Butong meminta, agar Pemko Medan dapat lebih memperhatikan nasib para guru honorer di Kota Medan untuk kedepannya. Sebab, pendidikan adalah modal terbesar dalam memajukan sebuah bangsa, termasuk sebuah kota.

“Maju tidaknya sebuah bangsa atau sebuah kota, itu bisa dilihat dari maju atau tidaknya pendidikan di daerah itu. Persoalannya, bagaimana mungkin Kota Medan bisa maju, kalau pendidikan di Kota Medan tidak mengalami kemajuan. Bagaimana pendidikan di Kota Medan bisa maju, kalau tenaga pendidiknya tidak sejahtera. Ini harus diperhatikan,” pungkasnya. (map/ila)

Bantuan Presiden untuk 345.373 UMKM di Sumut Rp828 M, Hanya 56.971 UMKM Lolos Verifikasi

UMKM: Salah satu pelaku usaha UMKM jenis furniture di Jalan Karangsari, Medan Polinia. Bantuan dari Presiden untuk UMKM di Sumut capai Rp828 miliar.itriadi wibowo/SUMUT POS.
UMKM: Salah satu pelaku usaha UMKM jenis furniture di Jalan Karangsari, Medan Polinia. Bantuan dari Presiden untuk UMKM di Sumut capai Rp828 miliar.itriadi wibowo/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi program Bantuan Presiden (Banpres) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) senilai R2,4 juta per penerima di Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai Rp828,90 miliar untuk 345.373 pelaku usaha. Sayangnya, dari jumlah pelaku usaha tersebut, hanya 56.971 pelaku usaha yang datanya lolos verifikasi data di Kementerian Koperasi.

UMKM: Salah satu pelaku usaha UMKM jenis furniture di Jalan Karangsari, Medan Polinia. Bantuan dari Presiden untuk UMKM di Sumut capai Rp828 miliar.itriadi wibowo/SUMUT POS.
UMKM: Salah satu pelaku usaha UMKM jenis furniture di Jalan Karangsari, Medan Polinia. Bantuan dari Presiden untuk UMKM di Sumut capai Rp828 miliar.itriadi wibowo/SUMUT POS.

“Banpres UMKM sebesar Rp828,90 miliar itu untuk 345.373 pelaku usaha. Data itu per posisi 29 September 2020,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, Jumat (6/11).

Berdasarkan data, kata Wiwikek, mayoritas Banpres UMKM disalurkan melalui Bank BNI dengan pangsa 77,2 persen dan sisanya melalui BRI. Ada pun berdasarkan lokasi kantor cabang bank penyalur, sebagian besar bantuan disalurkan untuk UMKM di wilayah Kota Medan atau sebesar 31,75 persen. Disusul Deliserdang 13,83 persen dan Tanjungbalai 6,98 persen. “Penyaluran Banpres UMKM masih terganjal data calon penerima yang tidak lengkap khususnya yang diajukan Dinas Koperasi dan UMKM,” katanya.

Wiwiek memberi contoh, dari 355.603 UMKM yang diajukan Dinas Koperasi Sumut, hanya 16 persen atau 56.971 pelaku usaha yang datanya lolos verifikasi data di Kementerian Koperasi.

“Tidak lolos verifikasi karena data pelaku usaha antara lain tidak dilengkapi NIK, jenis usaha dan termasuk alamat lengkap. Jika data yang diajukan perbankan lebih lengkap sehingga lolos verifikasi,” jelasnya.

BI berharap, Banpres UMKM bisa terus meningkat agar kinerja UMKM bisa bangkit lagi yang mendorong pergerakan ekonomi.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mentargetkan 15 juta pelaku usaha mikro bisa mendapatkan bantuan presiden produktif usaha mikro Rp2,4 juta. Hal ini disampaikan Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM RS Hanung Harimba Rachman belum lama ini. Sebelumnya Kementerian mencatat pencairan bantuan UMKM Rp2,4 juta telah menjangkau 9,16 juta pelaku usaha mikro terdampak COVID-19 dengan total anggaran Rp22 triliun di tahap I.

Hanung menuturkan, bantuan yang digagas Presiden Joko Widodo itu diprioritaskan untuk para pelaku usaha mikro yang selama ini belum dapat mengakses pembiayaan perbankan sehingga rentan usahanya berhenti karena terdampak pandemi.

Penerima bantuan UMKM Rp2,4 juta itu, kata dia, juga bakal kembali ditambah pada tahun ini. Dari tahap awal sebanyak 9,1 juta UMKM, naik menjadi 12 juta, dan terakhir diusulkan kembali menjadi 15 juta pelaku UMKM.”Kami melihat ada antusiasme yang lebih tinggi maka kami usulkan target penerima ditingkatkan menjadi 15 juta, mungkin bisa lebih,” kata dia. (gus/bbs/ila)

BMKG Prediksi La Nina hingga April 2021, Curah Hujan Potensi Picu Banjir

Cuaca Hujan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan memprediksi, pemantauan terhadap iklim global di Samudera Pasifik Ekuator hingga akhir September 2020, menunjukkan anomali iklim La Nina sedang berkembang.

Cuaca Hujan

“BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) memperkirakan, La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020. Diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari, dan berakhir di sekitar Maret-April 2021,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal MSi, melalui Prakirawan BBMKG, Endah Paramita, kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (6/11)n

Ia menjelaskan, indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir, dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5°C, yang menjadi ambang batas kategori La Nina.

“Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0.6°C pada bulan Agustus, dan -0.9°C pada Bulan September 2020,” ujarnya

Catatan historis menunjukkan, La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normalnya. Namun demikian dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia.

Pada Bulan Oktober-November, lanjutnya, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera. Selanjutnya pada bulan Desember-Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Pada bulan Oktober-Nopember 2020 ini, beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan, di antaranya: Pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, sebagian Sumatera Utara, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.

“Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina, berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor,” jelasnya.

Ia mengimbau, agar para pemangku kepentingan lebih optimal melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir. Misalnya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih.

“Masyarakat diimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG, dengan memanfaatkan kanal media sosial info BMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat,” pungkasnya.

Kapolri Antisipasi La Nina

Mengantisipasi meningkatnya curah hujan akibat fenomena La Nina, yang dapat menyebabkan terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah di Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menyiapkan sejumlah langkah. Kapolri menerbitkan Surat Telegram, yang ditandatangani atas nama Kapolri oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-2020, pada 5 November 2020.

Surat telegram mengenai antisipasi bencana alam dan Pilkada Serentak 2020 tersebut memberikan instruksi kepada seluruh Kapolda, agar mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, seperti koordinasi, simulasi, hingga sosialisasi.

Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, bulan Oktober-November 2020 merupakan awal musim hujan yang disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina. Diprediksi puncak musim penghujan akan berlangsung pada Januari-Februari 2021.

“Hal tersebut berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos di Medan, Jumat (6/11).

Dalam hal ini, lanjutnya, para Kapolda diperintahkan untuk, melakukan koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi dengan Pemda, TNI, BPBD, serta stakeholder lainnya untuk memetakan daerah rawan bencana serta menyiapkan Renpam, Renkon mengacu struktur penanggulangan bencana (disaster management), Rengar, posko-posko bencana, serta melaksanakan tactical floor game (TFG) terkait dengan penanggulangan bencana alam termasuk fasilitas penampungan korban bencana alam dan dapur umum.

Polri juga diminta melaksanakan simulasi penanganan bencana bersinergi dengan TNI, Pemda, BPBD, dan stakeholder lainnya. Dalam pelaksanaan ini dipimpin oleh gubernur untuk tingkat provinsi, walikota untuk tingkat kota, dan bupati untuk tingkat kabupaten.

Selain itu, papar Agus lagi, menyiapkan personel dan Sarpras guna antisipasi, evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban bencana alam, sebagai contoh melengkapi mobil patroli dengan peralatan untuk mengevakuasi korban banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Selanjutnya, melaksanakan sosialisasi dan bimbingan secara intensif dan masif kepada masyarakat terkait dengan potensi bencana alam, simulasi dalam menghadapi bencana, dan pertolongan pertama kepada setiap korban bencana alam agar masyarakat mampu melaksanakan evakuasi secara mandiri.

“Surat Telegram ini bersifat perintah untuk dilaksanakan,” tegasnya. (mag-1)

Tiap Jumat akan Demo Boikot Produk Prancis, Gubsu Minta Tak Anarkis

DEMO: Pendemo di Jakarta saat menyerukan boikot produk Prancis. Rencananya di Sumut aksi serupa akan dilakukan ormas Islam setiap hari Jumat.
DEMO: Pendemo di Jakarta saat menyerukan boikot produk Prancis. Rencananya di Sumut aksi serupa akan dilakukan ormas Islam setiap hari Jumat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) bakal menggelar demonstrasi memboikot produk Prancis di Medan, Sumatera Utara, mulai pekan depan. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menanggapi santai rencana unjukrasa tersebut. Ia mempersilakan siapapun menggelar demonstrasi asal tak anarkis.

DEMO: Pendemo di Jakarta saat menyerukan boikot produk Prancis. Rencananya di Sumut aksi serupa akan dilakukan ormas Islam setiap hari Jumat.
DEMO: Pendemo di Jakarta saat menyerukan boikot produk Prancis. Rencananya di Sumut aksi serupa akan dilakukan ormas Islam setiap hari Jumat.

“Silakan menunjukkan orasinya, agar orang lain mengerti mungkin dengan ajaran-ajaran orang itu. Tapi yang tidak boleh merusak (anarkis). Mau apa bentuknya, mungkin sampai ke tingkat mengusir diplomatik, silakan itu hak negara. Tapi yang penting sama saya.

saya menjaga ketertiban ini. Secara pribadi, ya kita emosional, emosi, karena dilecehkan. Itu tuntunan,” tegas Gubsu menjawab wartawan, Jumat (6/11).

Edy mengatakan dirinya juga marah ketika Nabi Muhammad SAW dihina. Menurutnya, Nabi Muhammad punya posisi sakral dalam agama Islam. Harusnya, tak ada orang yang menyinggung agama orang lain. Edy mengatakan hal itu sebagai bentuk dari toleransi.

“Kita sesama apapun, itulah toleran, tidak usah singgung-singgung agama orang,” tegasnya.

Sebelumnya, sekelompok warga yang menamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Pecinta Rasulullah (Ampera) Sumut bakal menggelar demo memprotes pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait Islam. Demo ini akan digelar tiap Jumat mulai pekan depan.

“Aksi sebenarnya adalah Jumat depan,” kata Koordinator Umum Ampera Sumut, Indra Suheri, di Masjid Al Jihad Medan, Jumat (30/10) lalu. (prn/ila)

RSUD Rantauprapat Terima 2 Ventilator dari Satgas Covid-19 Sumut

VENTILATOR: Kepala Gugus Tugas Provsu Mayor Laut dr Handoyo Harsono menyerahkan bantuan ventilator kepada Pjs Bupati Labuhanbatu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat menerima dua alat pernafasan (ventilator) dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara. Penyerahan dilakukan Kepala Gugus Tugas Provsu Mayor Laut dr Handoyo Harsono kepada Pjs Bupati Labuhanbatu Mhd Fitryus di Rantauprapat, Kamis (5/11).

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan Pemprovsu kepada RSUD Labuhanbatu, semoga ini bisa membantu tenaga medis Labuhanbatu memberikan pelayanan kesehatan Covid-19 yang lebih baik lagi untuk masyarakat labuhanbatu,” ucap Pjs Bupati Labuhanbatu.

Kepala Satgas Covid-19 Provsu, Mayor Laut Handoyo Harsono, mengatakan, cara paling ampuh untuk mengatasi virus ini adalah edukasi. Karena bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Dari itu selaku stakeholder kita harus beredukasi, edukasi mampu menurunkan jumlah kepaparan yang sangat signifikan, dan ketenangan yang diberikan kepada pasien itu juga sangat ampuh dijadikan obat, inilah cara psikologis,” ucap Handoyo.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Alwi Mujahid menyebutkan tidak cukup 3M untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Namun indikator keberhasilanya adalah perubahan perilaku yang menjadi pendorong utama memutus rantai penyebaran tersebut.

“Mencuci tangan, Menjaga jarak dan memakai masker akan lebih bermanfaat jika itu kita jadikan prilaku,” ucap Alwi.

Hadir di lokasi tersebut, Pjs Bupati Labuhanbatu, Kepala Satgas Provsu beserta rombongan, Kadis Kesehatan Provsu dan staf, para Asisten Pemerintaha, Kadiskes Labuhanbatu dan Dirut RSUD Rantauprapat. (fdh/ram)

Biden Kian Dekati Kemenangan, Kans Menipis, Trump Tuduh Pilpres Curang

PILPRES AS: Capres dari Partai Demokrat, Joe Biden, makin mendekati kemenangan. Rivalnya, calon petahana Donald Trump, menuduh Pilpres curang.
PILPRES AS: Capres dari Partai Demokrat, Joe Biden, makin mendekati kemenangan. Rivalnya, calon petahana Donald Trump, menuduh Pilpres curang.

WASHINGTON, SUMUTPOS.CO – Hasil pemilihan presiden Amerika tetap belum menentu pada Jumat (6/11). Penantang dari Partai Demokrat, Joe Biden, mendekati mayoritas Electoral College (suara perwakilan) dengan 264 suara elektoral versi AP (kurang 6 suara) atau 253 suara elektoral versi CNN (kurang 17 suara).

PILPRES AS: Capres dari Partai Demokrat, Joe Biden, makin mendekati kemenangan. Rivalnya, calon petahana Donald Trump, menuduh Pilpres curang.
PILPRES AS: Capres dari Partai Demokrat, Joe Biden, makin mendekati kemenangan. Rivalnya, calon petahana Donald Trump, menuduh Pilpres curang.

Trump mengekor dengan 214 suara versi AP dan 213 versi CNN. Dibutuhkan minimal 270 suara elektoral untuk mengklaim kursi kepresidenan AS untuk masa jabatan empat tahun.

Melihat hasil sementara pemilihan presiden Amerika Serikat memperlihatkan dirinya mendekati kekalahan, Presiden Donald Trump kembali mengutarakan kemurkaannya. “Mereka berusaha mencurangi pemilihan umum ini,” klaimnya untuk kesekian kali di Gedung Putih, Kamis (5/11).

Trump menghabiskan waktu setidaknya 17 menit di hadapan wartawan untuk mengeluhkan hasil pilpres yang dinilai tidak akurat. “Kalau anda menghitung suara yang legal, saya dengan mudah menang,” katanya.

“Mereka mencoba mencurangi pemilihan ini. Dan kita tidak bisa membiarkan ini terjadi,” tambah Trump.

Dugaan Trump mengacu pada surat suara yang dikirim dari pemilihan melalui surat. Pada beberapa negara bagian, pihaknya mengklaim surat suara yang dikirim tidak sampai, atau dipertanyakan integritasnya.

Pemungutan suara melalui surat yang dilakukan sebelum hari pemilihan dilakukan untuk meminalisir penyebaran virus di tengah pandemi Covid-19. Sebagian besar masyarakat AS melakukan pemungutan suara lebih dulu.

Suara yang diambil sebelum pemilihan dinilai lebih condong ke Biden dan Partai Demokrat. Belakangan, Trump meminta penghitungan suara dihentikan sementara Partai Republik mengajukan gugatan hukum atas tuduhan penyimpangan tabulasi surat suara. Namun permintaan ini ditolak hakim di Michigan dan Georgia.

Posisi Trump dan Biden hingga saat ini masih selisih cukup jauh. Menurut penghitungan Associated Press dan Fox News, Biden tinggal mencari 6 suara elektoral lagi untuk memenangkan pilpres dengan perolehan 264 suara elektoral. Sementara Trump 214.

Sedangkan menurut penghitungan CNN, Biden meraih 253 dan Trump 213.

Jika Biden dapat mempertahankan keunggulan di Arizona, dengan 11 suara elektoralnya, dan Nevada dengan enam, dia akan mencapai 270 mayoritas suara elektoral (versi CNN) dan akan menjadi presiden ke-46 Amerika pada pelantikannya bulan Januari, tanpa terpengaruh oleh siapa pun pemenang hasil pemilihan di negara bagian Georgia dan Pennsylvania.

Tetapi hasil penghitungan suara sangat ketat di keempat negara bagian. Di Georgia, dengan 16 suara elektoral yang dipertaruhkan, Trump unggul 15.000 suara sementara lebih dari 50.000 surat suara masih harus dihitung.

Di Pennsylvania, Trump memimpin dengan 116.000 suara, tetapi jumlah surat suara yang lebih besar masih harus dihitung. Dua puluh suara elektoral dipertaruhkan di negara bagian itu.

Biden sekarang memimpin dengan 12.000 suara di Nevada, yang memiliki enam suara elektoral, dan 68.000 di Arizona, yang memiliki 11 suara elektoral. Masih banyak lagi suara yang akan dihitung di kedua negara bagian itu.

Trump masih memiliki kesempatan menuju kemenangan jika dia bisa merebut kembali negara-negara bagian di mana Biden memimpin dan juga menang di Georgia dan Pennsylvania. Presiden Trump juga memimpin di dua negara bagian lain yang belum ditentukan hasilnya – Alaska dan North Carolina – Biden memimpin hasil pemilihan secara nasional dengan 71,8 juta lawan 68,1 juta.

Tetapi Electoral College-lah yang akan menentukan pemenang setelah kampanye yang kontroversial selama berbulan-bulan.

Hingga saat ini, penghitungan suara di Arizona, Georgia, Nevada, Pennsylvania, North Carolina, dan Alaska masih berlangsung. Meski unggul di Georgia, tapi penghitungan suara di negara bagian ini belum selesai dan angka masih bisa berubah.

Penghitungan di Georgia diharapkan selesai dalam hitungan jam dengan Clayton County yang terakhir dihitung. Total suara yang masuk 99 persen. Georgia menyumbang 16 suara elektoral dalam pilpres.

Seiring memanasnya perhelatan pilpres, pendukung Trump mengepung kantor-kantor penyelenggara pemilu di sejumlah negara bagian.

Jaksa Agung Michigan Dana Nessel juga mengaku staf di kantornya mendapat intimidasi dan ancaman dari masyarakat akan tudingan kecurangan dalam pilpres.

Biden Percaya Diri

Joe Biden optimis akan memenangkan pemilihan kali ini. Ia menghimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu kepastian hasil pemenang pilpres yang pasti.

“Kami yakin ketika penghitungan selesai, saya dan senator Harris akan dinyatakan sebagai pemenang,” katanya kepada wartawan di Wilmington, Delaware, Kamis (5/11) sore.

“Begitulah cara rakyat Amerika mengekspresikan keinginannya,” Biden menambahkan. “Itu adalah keinginan para pemilih, tak seorang pun – dan tidak ada hal-hal lainnya – yang menentukan pemilihan Presiden Amerika Serikat.”

Mantan wakil presiden itu juga menyatakan bahwa “demokrasi terkadang berantakan, sehingga diperlukan sedikit kesabaran.”

Joe Biden menyampaikan dirinya bersama pasangan wakil presiden, Senator Kamala Harris, terus “merasa sangat senang dengan perkembangan yang ada.”

“Kami yakin jika penghitungan selesai, saya dan Senator Harris akan menjadi pemenang,” Biden menegaskan lebih lanjut.

Semua mata kini tertuju pada Pennsylvania dan Georgia. Trump harus menang di kedua negara bagian itu untuk mengamankan jabatan presiden, sedangkan Biden dapat menang tanpa keunggulan di salah satu negara bagian itu jika ia mempertahankan keunggulan tipisnya di Arizona dan Nevada.

Dunia Ikut Tegang dan Tidak Sabar

Para pemimpin dunia pada umumnya menahan diri untuk tidak berkomentar pada hari Rabu (4/11) ini tentang hasil pemilihan presiden di Amerika. Mereka lebih memilih untuk menunggu hasil pasti.

Tetapi hasil pemungutan suara sejauh ini yang menunjukkan adanya polarisasi di Amerika dan diperebutkan secara ketat. Hal itu telah memicu kekhawatiran di luar negeri bahwa perpecahan tajam dan konflik internal di negara adidaya ini mungkin akan berlangsung lama setelah pemenang diumumkan.

Ada juga cemoohan dari Rusia, Afrika dan negara-negara lain bahwa pemilu di Amerika ini menunjukkan bahwa demokrasi Amerika tidak sempurna. Namun, banyak juga kalangan yang memperkirakan semua akan berakhir dan memperingatkan bahwa hasilnya mungkin tidak akan segera diketahui.

Demikian pula dengan reaksi berbagai pihak di luar negeri tentang belum diumumkannya hasil pemilihan presiden Amerika yang umumnya mengisyaratkan ketidaksabaran.

Begitu terbangun pada hari Rabu dan mengetahui berita bahwa pemenang pemilihan Amerika mungkin tidak akan diketahui berjam-jam, berhari-hari atau bahkan lebih lama, para pakar memberikan berbagai komentar dan ramalan terbaik mereka.

Dengan belum ditentukannya pemenang langsung antara Presiden Donald Trump dan penantangnya Joe Biden, tebak-menebak untuk mencoba mencari tahu siapa yang akhirnya memenangkan kursi di Gedung Putih, berubah cepat dan menjadi fenomena global. Para pemimpin pemerintahan bergegas untuk menerima kenyataan akan tertundanya hasil pemilihan dan warga biasa bertukar pandangan, harapan dan ketakutan melalui berbagai media sosial.

“Saya mendengar mungkin perlu beberapa lama sebelum semuanya beres,” kata Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso. “Saya tidak tahu bagaimana hal itu dapat memengaruhi kita,” tambahnya.

Rabu pagi, orang-orang di pusat kota London juga bereaksi terhadap hasil pemilu Amerika. Karena hasil pemilu masih belum jelas, sebagian pihak menyatakan keprihatinannya tentang kemungkinan terpilihnya kembali Trump.

“Secara pribadi sangat sedih. Saya ingin Biden menang. Tapi mari kita lihat apa yang terjadi pada akhirnya. Saya pikir ini akan terus berlanjut sepanjang minggu ini,” kata seorang warga London.

Di Paris, seorang warga Spanyol, Javier Saenz, tertegun ketika bangun pagi dan mengetahui pemenang pemilihan presiden Amerika belum diumumkan. “Saya pikir akan ada hasil yang jelas, dan saya telah membaca artikel yang berbeda, tidak ada yang tahu siapa yang akan menang. Saya sangat terkejut dengan itu.”

Pemerintah Prancis pada hari Rabu mengatakan telah membahas pemilihan Amerika dan akan bekerja sama dengan presiden mana pun yang terpilih.

Juru bicara pemerintah Prancis Gabriel Attal mengatakan pemilihan itu dibahas dalam rapat kabinet harian. “Kami telah mencatat bahwa penghitungan suara masih berlangsung. Prancis, tentu saja, akan bekerja sama dengan presiden terpilih.”

Sementara itu, juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada hari Rabu bahwa pemerintah negara itu memiliki “kepercayaan pada tradisi demokrasi dan lembaga hukum” Amerika.

Steffen Seibert menyampaikan pernyataan itu ketika ditanya oleh para wartawan dalam jumpa pers tentang hasil pemungutan suara yang tertunda antara Presiden Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden.

Pejabat pemerintah Jerman lainnya, Peter Beyer, yang menjabat sebagai Koordinator Kerjasama Trans-Atlantik mengatakan bahwa Jerman perlu bersabar dengan hasil pilpres Amerika yang tertunda.

Dia juga menyarankan agar Eropa memiliki tanggapan yang sama jika hasil pemilu berakhir dengan perselisihan berlarut-larut.

Di Moskow, warga Rusia juga bereaksi terhadap pemilihan Presiden Amerika yang belum diputuskan hasilnya.

Ivan Timofeev, seorang guru besar di Departemen Teori Politik di Moscow State Institute of International Relations, mengatakan bahwa “pergolakan adalah normal dalam demokrasi,” seperti halnya “pemilihan yang terpolarisasi.”

Dia menambahkan bahwa menurutnya Kremlin “siap untuk bekerja sama dengan presiden mana pun.”

“Saya kira bahwa Rusia tidak dapat memanfaatkan ketidakpastian dari penundaan hasil ini, dan saya tidak melihat manfaat apa pun bagi Rusia dari ketidakpastian ini. Saya harus mengatakan bahwa keadaan semacam ini adalah hal yang normal untuk demokrasi. Amerika Serikat adalah negara demokrasi tua dan memiliki institusi yang stabil. Perselisihan itu normal saja bagi demokrasi, dan juga normal bagi demokrasi untuk mengalami pemilihan yang terpolarisasi,” ujarnya. (cnn/voa/bbc)

Periksa 2.356 Spesimen Covid-19 per Hari, Sumut Lampaui Standart WHO

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemeriksaan jumlah spesimen Covid-19 di seluruh laboratorium yang ada di Sumatera Utara saat ini mencapai 2.356 spesimen per hari. Jumlah ini melebihi angka standarisasi yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), yakni 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu.

Ilustrasi.

“STANDARISASI WHO, targetnya sebesar 1.000 orang setiap 1 juta penduduk per pekan. Berarti kalau penduduk kita 14 juta lebih, setidaknya harus ada 2.100 spesimen yang harus kita periksa setiap hari. Per 30 Oktober 2020, rata-rata pemeriksaan laboratorium per hari di Sumatera Utara mencapai angka 2.356 per hari. Artinya kapasitas kita sudah melebihi itu (standar WHO),” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Arsyad Lubis, saat mengikuti konferensi video bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, Luhut Binsar Pandjaitan, dari Rumah Dinas Gubernur, Medan, Jumat (6/11) sore,

Arsyad yang mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19—, mengatakan saat ini di Sumut telah tersedia sebanyak 21 laboratorium yang siap menangani spesimen Covid-19. “Dari 21 laboratorium tersebut, ada 7 yang tidak berbayar (gratis),” sebut Arsyad, didampingi Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Irman Oemar, dan Liaison Officer (LO) BNPB Wilayah Sumut, Dahlan Harahap.

Selain itu, agar pemeriksaan bisa berjalan cepat, maka sumber daya manusia (SDM) harus terpenuhi. Untuk itu, pihaknya mengambil kebijakan menempatkan staf dari Dinas Kesehatan provinsi di laboratorium. Terutama menangani administrasi, agar spesimen yang keluar masuk bisa berjalan baik.

“Selanjutnya kita pikirkan, bagaimana bahan habis pakainya itu terpenuhi semuanya. Supaya kapasitas yang tadi itu bisa terpenuhi setiap hari. Jadi harus cukup,” sebutnya.

Kemudian, ada pemberian insentif kepada petugas yang bekerja di laboratorium. Sehingga semuanya semangat bekerja meskipun pada hari libur, agar tidak terjadi penumpukan spesimen.

“Ini tadi yang dibahas di pusat, bagaimana bentuknya. Kemudian nanti untuk menambah SDM itu, bisa juga kita ambil dari relawan-relawan. Kita arahkan ke mahasiswa tingkat akhir, nanti kita beri pelatihan,” kata Arsyad.

Menko Marves memberikan apresiasi kepada Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, terkait keberadaan laboratorium dan penanganan Covid-19 melalui uji Swab/PCR. Menurut Luhut, kondisi pemeriksaan PCR/Swab di Sumut sudah baik dan perlu dipertahankan. Yakni mengenai peralatannya dan laboratoriumnya.

Sumut Tak Lagi Zona Merah

Sementara itu, Sumatera Utara (Sumut) tidak lagi menjadi wilayah dengan risiko tinggi atau zona merah ancaman penyebaran Covid-19. Kini, Sumut telah masuk kawasan risiko sedang atau zona oranye penyebaran Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id yang dilihat Sumut Pos pada Jumat (6/11) sore, peta zonasi risiko di Sumut dari 33 kabupaten/kota, sebanyak 31 wilayah masuk kawasan risiko sedang. Sementara, 2 wilayah lagi merupakan risiko rendah yaitu Nias dan Asahan.

Peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Indikator-indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.

Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir. Berikutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, membenarkan saat ini zona merah sudah tidak ada lagi didapatkan di Sumut. “Peta zonasi risiko Covid-19 Sumut sudah menurun. Sekarang, sudah tidak ada lagi zona merah. Bahkan, berdasarkan hasil pemetaan risiko, kondisi sejak 25 Oktober 2020 secara umum, zonasi di Sumut berwarna oranye. Selain itu, didapatkan dua kabupaten dengan warna kuning (risiko rendah),” ungkap Aris.

Menurut dia, angka kematian akibat Covid-19 di Sumut, sesuai data yang didapatkan berada di atas rata-rata yakni 4%. Atau dari 13 ribuan kasus konfirmasi, jumlah kematiannya hanya berjumlah 500-an. “Rata-rata angka kematian dunia adalah 2% dan nasional 3%,” katanya.

Lanjut Aris, angka kematian umumnya juga didapatkan di atas usia produktif yang mempunyai komorbid (penyakit penyerta). “Memang kematian yang terjadi umumnya bukan murni karena Covid-19, walau Covid-19 dapat memperberat komorbidnya. Jadi, inilah yang perlu dipahami, bukan real karena Covid-19 tetapi diperberat (komorbid),” ujarnya.

Terkait update data kasus Covid-19 di Sumut, Aris membeberkan, hingga Jumat (6/11) sore masih terjadi penambahan kasus positif sebanyak 78 orang sehingga totalnya saat ini menjadi 13.589 orang. Selain itu, kasus suspek bertambah 47 orang dan jumlahnya menjadi 714 orang. Selanjutnya, meninggal dunia tambah 4 orang menjadi 560 orang. “Kendati demikian, penambahan juga diikuti dari kasus sembuh sebanyak 60 orang. Kini, jumlahnya 11.118 orang,” beber Aris.

Disebutkan dia, akumulasi kasus positif tertinggi, Kota Medan menduduki peringkat pertama dengan jumlah 6.989 orang. Posisi kedua Kabupaten Deli Serdang 1.646 orang. Peringkat ketiga Simalungun 435 orang, keempat Siantar 385 orang, dan kelima Binjai 290 orang.

“Untuk kasus sembuh, jumlah terbanyak juga Kota Medan 5.984. Disusul Deliserdang 1.334 orang, Simalungun 375 orang, Siantar 292 orang, dan Binjai 226 orang,” sambung Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini.

Tetap Disiplin 3M

Dengan demikian, Aris menambahkan, pandemi corona di Sumut belum berakhir. Oleh karena itu, harus membiasakan hidup berdampingan dengan virus corona dan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19 atau perilaku 3M. Yaitu, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak dan hindari kerumunan.

“Pencegahan menjadi paling penting untuk saat ini dengan membiasakan perilaku 3M. Selain itu, makan makanan bernutrisi tinggi seperti sayur dan buah, berolahraga teratur, tidur yang cukup serta tidak merokok atau mengonsumsi alkohol,” imbuhnya.

Senada, Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Irman Oemar, juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga disiplin protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari kontak fisik dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Sebab laboratorium yang ada adalah untuk memastikan kondisi seseorang sekaligus mengidentifikasi penyebaran Covid-19.

“Jadi upaya Satgas Penanganan Covid-19 memaksimalkan laboratorium berikut jumlah spesimennya perhari, juga didukung dengan sikap disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan. Dengan begitu, satu upaya identifikasi berjalan, upaya pencegahannya juga tetap dijaga melalui disiplin protokol kesehatan,” kata Irman, yang juga Kadis Kominfo Sumut. (prn/ris/mea)

Sah! Ijeck Pimpin Golkar Sumut Periode 2020-2025

PATAKA: Musa Rajekshah menerima pataka Golkar dari Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Lodewijk F. Paulus, usai terpilih aklamasi sebagai ketua Golkar Sumut periode 2020-2025, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/11).
PATAKA: Musa Rajekshah menerima pataka Golkar dari Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Lodewijk F. Paulus, usai terpilih aklamasi sebagai ketua Golkar Sumut periode 2020-2025, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – H Musa Rajekshah atau Ijeck resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya Sumatera Utara periode 2020-2025, menggantikan Ngogesa Sitepu. Penetapan Ijeck sebagai ketua sesuai hasil Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Golkar Sumut, yang dihelat di Kantor DPP Golkar, Jumat-Sabtu (6-7 November 2020).

PATAKA: Musa Rajekshah menerima pataka Golkar dari Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Lodewijk F. Paulus, usai terpilih aklamasi sebagai ketua Golkar Sumut periode 2020-2025, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/11).
PATAKA: Musa Rajekshah menerima pataka Golkar dari Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Lodewijk F. Paulus, usai terpilih aklamasi sebagai ketua Golkar Sumut periode 2020-2025, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/11).

Penunjukan Ijeck yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara tersebut dilakukan secara aklamasi oleh seluruh pemilik suara, yaitu pimpinan DPD Golkar kabupaten/kota se Sumatera Utara serta seluruh pengurus sayap partai dan Astakarya.

Hadir Wakil Ketua Umum Korbid DPP Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Jenderal, Lodewijk F. Paulus, Plt Ketua DPD Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Ketua Mahkamah Partai Adis Kadir, Anggota DPR RI Meutia Hafidz, Lamhot Sinaga dan para kader, simpatisan serta tamu undangan.

Pelaksanaan Musda berjalan lancar dan sukses, meski sempat memanas di awal pembukaan. Seluruh perwakilan Hastakarya Partai Golkar Sumatera Utara juga mendukung penunjukan Ijeck sebagai ketua DPD Golkar Sumut. Begitu juga seluruh pengurus DPD Golkar kabupaten/kota se Sumut.

Sebelumnya, Plt Ketua DPD Golkar Sumut dijabat oleh Ahmad Doly Kurnia Tanjung.

Pimpinan sidang Loedwijk F. Paulus mengatakan dalam Musda ini ada tiga materi yang telah disepakati untuk dibahas, yaitu laporan pertanggungjawaban pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2015-2020.

“Selanjutnya mendengarkan tanggapan laporan pertanggungjawaban oleh peserta Musda, dan yang ketiga menetapkan calon ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2020-2025,” jelasnya didampingi Sekretaris Amas Muda Siregar dan dewan pimpinan lainnya.

Adapun hasil Musda, sebut dia, keseluruhan materi sudah terlaksana sehingga ditetapkanlah Ijeck sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumatera Utara periode 2020-2025.

“Dengan resmi H Musa Rajekshah ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2020-2025,” terangnya.

Berterima Kasih

Usai terpilih, Ijeck dalam sambutannya berterima kasih kepada seluruh kader yang sudah mempercayakannya memimpin Golkar Sumatera Utara. Ia mengajak seluruh pihak untuk solid membesarkan partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Mari kita bersama-sama besarkan partai ini. Tanpa dukungan dari bapak/ibu pengurus partai dan kader hal itu mustahil dilakukan. Jaga terus kekompakan dan solid demi mewujudkan cita-cita partai,” ujarnya. Ijeck berharap Partai Golkar ke depan menjadi lebih besar dan mewarnai pembangunan di Sumut.

Sebelumnya hingga batas waktu pendaftaran ditutup, hanya Ijeck yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua Golkar Sumut. Panitia Pendaftaran Calon Ketua Golkar Sumut, Dodi Taher mengatakan hingga pukul 12.00 WIB hanya Ijeck yang mendaftar. “Pendaftaran sudah ditutup, hanya Pak Ijeck yang daftar,” ucapnya singkat.

Diketahui, pukul 11.00 WIB, Ijeck yang juga Wakil Gubernur Sumut, mendaftar sebagai calon ketua Golkar Sumut di kantor DPP Partai Golkar. Kehadiran Ijeck diterima Korbid Ekonomi DPD Golkar Sumut, Dodi Taher yang juga panitia pendaftaran Ketua DPD Golkar Sumut. “Berkas sudah kita terima dan nanti akan diverifikasi bersama DPP dan Dewan Pertimbangan partai,” kata Taher.

Ia menyatakan, secara visual berkas pendaftaran sudah lengkap dan sudah 33 kabupaten/kota menyatakan dukungan terhadap Ijeck

“Semua sudah mendukung, kalau sudah begini kemungkinan tidak ada lagi yang daftar ditambah lagi dari Astakarya semuanya sudah 37. Diyakini Bang Ijeck akan terpilih secara aklamasi,” imbuhnya.

Sudah Izin

Sementara Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengaku bahwa Ijeck sudah izin kepadanya untuk mengikuti kegiatan Musda X Golkar Sumut di Jakarta. Diakuinya pula kalau wakilnya tersebut, sudah ia izinkan untuk maju menjadi ketua Golkar Sumut hingga 2025 mendatang.

“Dia izin, dia ingin menjadi salah satu ketua (partai) di Provinsi Sumatera Utara. Sah-sah saja,” katanya menjawab wartawan, kemarin.

Edy mengatakan tak ada larangan bagi Ijeck untuk menjadi ketua partai. Menurutnya, yang dilarang ikut partai politik adalah anggota TNI, Polri, dan ASN.

“Dia masih muda dan bebas, tidak ada hukum yang dilanggarnya. Dia ingin menjadi berkarir di politik, sah, semua orang boleh kecuali TNI, Polri, ASN, itu tak boleh. Kalau dia ‘kan tidak, dia pejabat politik,” ucapnya.

Edy mengaku mendukung wakilnya tersebut untuk hal yang baik. “Tapi kalau tidak baik, pasti saya larang,” ungkapnya. (prn)

Pertumbuhan BRIsyariah Lampaui Industri Perbankan Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO- PT Bank BRIsyariah Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan di berbagai sisi pada kuartal-III 2020. BRIsyariah tumbuh berkualitas melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional.

Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 BRIsyariah melakukan sejumlah langkah agar pertumbuhan bisnis bank tetap sehat.

“Antara lain, optimalisasi layanan perbankan digital sebagai langkah adaptive operations, selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Selain itu, melakukan restrukturisasi sebagai pre-emptive strategies for sustainable financing portfolio, dan meningkatkan dana murah yang sehat serta mengatur dan menjaga posisi serta buffer likuiditas sebagai penerapan healthy liquidity management,” ujar Ngatari, Kamis (5/11).

Direktur Operasional BRIsyariah, Fahmi Subandi menyampaikan, bahwa BRIsyariah tumbuh di sisi asset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga. Pertumbuhan ini di atas rata-rata industri. Kinerja pembiayaan BRIsyariah pada September 2020 naik 57,9% secara year on year (yoy)menjadi Rp40,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp25,5 triliun.

“Di sisi aset, BRIsyariah juga membukukan pertumbuhan 51,4% (yoy), menjadi Rp56 triliun pada September 2020 dari Rp37 triliun pada September 2019. Dana Pihak Ketiga tumbuh 72,69% menjadi Rp48,7 triliun pada September 2020, dari Rp28,2 triliun di September 2019. Laba BRIsyariah pun turut menunjukkan pertumbuhan signifikan mencapai 237% menjadi Rp191 miliar pada September 2020, dari Rp56 miliar di September 2019,” sebut Fahmi.

Sementara, Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah, Fidri Arnaldy menjelaskan, pembiayaan segmen ritel menjadi pendukung utama pada pertumbuhan kinerja perusahaan. Pada September 2020 total pembiayaan yang disalurkan BRIsyariah mencapai Rp40,3 triliun, dan 76,6% dari portfolio pembiayaan perusahaan adalah pembiayaan ritel, yakni Rp30,9 triliun.

“Pembiayaan ritel konsumer dengan risiko rendah masih menjadi fokus BRIsyariah. Total pembiayaan ritel konsumer tetap dominan dalam penyaluran pembiayaan perusahaan dengan angka Rp12,2 triliun atau tumbuh 53,77% (yoy) pada September 2020. Sedangkan pertumbuhan pembiayaan yang paling tinggi terjadi di segmen ritel mikro di mana jumlah outstanding meningkat hingga 165% (yoy) menjadi Rp10,9 triliun pada September 2020,” papar Fidri.

Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah, Kokok Alun Akbar menuturkan, selain pembiayaan, Dana Pihak Ketiga BRIsyariah juga tumbuh. Dana Pihak Ketiga meningkat berkat pertumbuhan signifikan dari tabungan dan giro. “Keberhasilan BRIsyariah dalam meningkatkan DPK yang fokus pada peningkatan Dana Murah (CASA) mampu menurunkan tingkat biaya dana (CoF). Dengan berbagai digitalisasi layanan baik untuk melayani nasabah dana pihak ketiga maupun nasabah pembiayaan, BRIsyariah optimistis akan terus tumbuh di tahun 2020,” tukasnya. (ris/ram)