JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah memastikan gaji aparatur sipil negara ( ASN) —termasuk pegawai negeri sipil (PNS)— tidak naik tahun depan. Meski demikian, pemerintah akan tetap menjaga belanja negara untuk menyokong perekonomian 2021.
Ilustrasi.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyatakan, meski tidak ada kenaikan gaji pokok atau pensiun pokok, tetapi tetap ada pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 yang berlaku juga bagi pensiunan. “Besarannya sama dengan tahun 2019, lebih besar manfaatnya dari implementasi di 2020. Sehingga kenaikan konsumsi dari belanja pegawai tetap naik di 2021 dibandingkan 2020,” kata Askolani, Selasa (3/11).
Secara umum, belanja kementerian/lembaga (K/L) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 dipatok sebesar Rp1.032 triliun. Angka tersebut tumbuh 23,4 persen dibandingkan pagu tahun ini senilai Rp836,4 triliun.
Adapun total belanja K/L tersebut dialokasikan untuk empat hal. Pertama, belanja pegawai untuk meningkatkan kesejahteraan ASN melalui pemberian gaji ke-13, namun tetap mengendalikan jumlah pegawai seiring perubahan pola kerja dan proses bisnis. Kedua, bantuan sosial melanjutkan program antara lain program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, peneriman bantuan iuran (BPI) jaminan kesehatan nasional (JKN), perluasan cakupan kartu Indonesia pintar (KIP) kuliah untuk mahasiswa baru. Selanjutnya, mendorong reformasi perlindungan sosial.
Sementara itu, pemerintah juga berkomitmen mendorong daya beli masyarakat melalui pogram pemulihan ekonomi nasioanl (PEN) 2021 melalui pos perlindungan sosial yang dianggarkan sebesar Rp 110,2 triliun. Jumlah ini lebih rendah sekitar 45,9 persen daripada anggaran dalam program PEN 2020 senilai Rp 203,9 triliun.
Anggaran perlindungan sosial tersebut digunakan untuk PKH bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), kartu sembako kepada 18,8 juta KPM, bansos tunai bagi 10 juta KPM, bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, dan kartu pra kerja. Askolani mengatakan, dengan program perlindungan sosial kepada masyarakat, maka diharapkan dapat meningkatkan daya beli pada saat pemulihan ekonomi tahun depan.
“Walaupun tidak setinggi di 2020, tapi tetap lebih tinggi dari 2019. Posisi 2020 berbeda dengan 2021 bentuk dan ukurannya,” ujarnya.
Selain itu, untuk mendorong konsumsi masyarakat, pemerintah juga berkomitmen untuk melanjutkan bansos produktif kepada sebesar Rp2,4 juta dengan target penerimaan manfaat sebanyak 15 juta usaha mikro. Lalu, program subsidi gaji, diberikan kepada karyawan sebesar Rp 600.000 per bulan dengan target dapat ditersalurkan kepada 12,4 juta pekerja yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan dan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan.
Pemerintah optimistis dengan berbagai kebijakan yang diberikan untuk menyokong permintaan masyakarat di tahun depan, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5 persen. (kps)
GUBSU: Gubsu Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa Omnibus Law sedang dibahas para pakar dan akademisi di Sumut, Selasa (3/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law masih berlangsung hingga kini. Sejumlah poin masukan ke pemerintah pusat dari hasil pembahasan di Sumut, akan disampaikan sebagai dasar pembuatan peraturan pemerintah atas UU Ciptaker tersebut.
GUBSU: Gubsu Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa Omnibus Law sedang dibahas para pakar dan akademisi di Sumut, Selasa (3/11).
“Kita kaji 11 klaster tersebut dengan para pakar dan akademisi di bidangnya masing-masing. Ini yang diuji para akademisi dan pakar-pakar kita,” kata Edy menjawab wartawan usai pelantikan tiga pejabat eselon II Pemprovsu, di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (3/11) sore.
Adapun hasil pembahasan dan kajian para tokoh-tokoh di bidangnya tersebut, menurut dia, akan segera dipaparkan ke publik. Sehingga menjadi satu keputusan atau masukan dari Provinsi Sumut, yang kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Kita usulkan nanti untuk peraturan pemerintahnya. Review-nya, kalau (pasal) ini tidak cocok… masukannya ini (dari Sumut). Nanti akan dipaparkanlah oleh tokoh-tokoh dan akademisi kita. Jika itu lebih baik, akan kita sarankan ke presiden,” katanya.
Pada kesempatan itu, Edy berharap agar Baharuddin Siagian yang baru dilantik menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan, ikut andil mengakomodir berbagai masukan dan pandangan dari para tokoh dan pakar soal omnibus law. Edy optimis, dengan pengalaman dan keluwesan bergaul seorang Baharuddin, mampu memberikan sumbangsih positif dalam menyikapi persoalan dimaksud.
Seperti diketahui, pembahasan UU Ciptaker di Sumut sebelumnya dijadwal mulai dilakukan Kamis (22/10) lalu. Terdapat 11 kelompok kerja (pokja) pembahasan RUU yang telah dibentuk Gubsu. Sebelas tim tersebut akan mengidentifikasi beberapa aspek yang diperlukan dalam UU Ciptaker. Yakni permasalahan menyangkut penyederhanaan perizinan; persyaratan investasi; ketenagakerjaan; kemudahan, pemberdayaan dan perlindungan UMKM dan perkoperasian; kemudahan berusaha; dukungan riset dan inovasi; administrasi pemerintahan; pengenaan sanksi; pengadaan lahan; investasi dan proyek strategis nasional; dan kawasan ekonomi.
“Kita sudah mendapatkan draf UU Omnibus Law Cipta Kerja dan kita bagikan untuk dipelajari oleh masing-masing pihak. Jadi kita bagi per klaster. Setelah itu minggu depan, kita akan mulai diskusi dari klaster 1 sampai 11,” ujar Gubsu usai memimpin rapat pembentukan tim pembahasan omnibus law, belum lama ini.
Diperkirakan kajian ini akan memakan waktu selama 11 hari, jika per hari dapat dituntaskan sebanyak 1 klaster. Dirinya berharap hasilnya menjadi masukan yang baik dari Sumut guna disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Karenanya berbagai lembaga terkait mulai dari akademisi, ormas, organisasi buruh dan lainnya diikutsertakan dalam kajian ini. (prn)
tersangka: Tersangka NN (kaus oranye berdiri) dan KMS (kursi roda) dihadirkan saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Selasa (3/11/2020) sore. Terungkap, NN menyuruh KMS dan rekan-rekannya menjemput 2 orang untuk menemuinya. Namun KMS malah menembak anggota Polsek Medan Barat karena mencoba menghalangi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku penembakan terhadap anggota Polsek Medan Barat, Aiptu Robin di sebuah bengkel di Medan pada Selasa (27/10) siang, ternyata seorang pecatan Brimob. Inisialnya KMS (45).
Tersangka NN (kaus oranye berdiri) dan KMS (kursi roda) dihadirkan saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Selasa (3/11/2020) sore. Terungkap, NN menyuruh KMS dan rekan-rekannya menjemput 2 orang untuk menemuinya. Namun KMS malah menembak anggota Polsek Medan Barat karena mencoba menghalangi.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, KMS diberhentikan secara tidak hormat dari Brimob karena melawan komandan kompi. “Pengakuannya seperti itu. Cuma lihat saja sendiri, layak tidak menjadi anggota Brimob? Pengakuannya, pecatan anggota Brimob. Tahun berapa itu,” ujar Riko saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Selasa (3/11) sore, sambil melihat ke arah KMS yang ada di sebelah kirinya
Saat itu, KMS menjawab dengan pelan: “tahun 1999”. Saat konferensi pers, KMS tampak terduduk kesakitan di kursi roda, karena kakinya ditembak.
Riko pun meneruskan, “21 tahun yang lalu. Entah benar atau enggak, kita sedang cek. Informasinya melawan komandan kompinya. Kemudian desersi (lalu) diberhentikan dengan tidak hormat,” lanjut Riko.
Dikatakan Riko, saat beraksi KMS berniat untuk menghabisi korban (Aiptu Robin) yang sudah terluka tembak. “(KMS) memang kita tembak karena berusaha merebut senjata anggota. Dan kita tidak mau risiko, karena yang bersangkutan ada niat menghabisi. Seperti yang saya sampaikan tadi, menghabisi anggota Polri yang sudah terluka tembak. Dikejar sama dia, dikepung dengan Ameng, Endang dan Hatta,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, korban Aiptu Robin ditembak oleh KMS di sebuah bengkel di Jalan Ringroad/Gagak Hitam pada Selasa (27/10) siang. Seorang saksi mata, Faisal mengaku mendengar 3 kali suara tembakan. Saat itu, di bengkel yang sepi itu terdapat beberapa orang dan 2 di antaranya terlibat pertengkaran.
Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menetapkan 2 orang tersangka, yakni NN, seorang perempuan dan KMS, warga Percut Sei Tuan.
Peristiwa itu sendiri, bermula dari NN menyuruh KMS untuk meneror dan mengambil KD dan IRV agar bertemu dengan NN pada 26 Oktober 2020.
Sehari kemudian, KMS beserta 5 orang lain (saat ini masih DPO) mendatangi bengkel milik KD di Jalan Ringroad/Gagak Hitam. KMS turun dari mobil lalu memecah kaca dan merusak peralatan bengkel.
Menurut Riko, motif tersangka NN menyuruh KMS dan rekan-rekannya adalah untuk meneror, terkait uang dan usaha bersama. “NN ini tersangka kasus penipuan dan sampai sekarang tidak kooperatif, makanya kita tahan,” kata Riko Sunarko.
Korban yang kebetulan berada di lokasi mengingatkan pelaku agar berhenti, namun tidak diindahkan. Korban sempat membuat tembakan ke bawah. Pelaku berpura-pura mengajak berbicara secara baik-baik. Setelah korban mendekat, pelaku memukul tangan korban dengan double stick sehingga senjata korban jatuh.
KMS kemudian merebut senjata korban lalu menembak sebanyak 2 kali. Salah satunya di bagian rusuk sebelah kiri dan mengenai paru-paru korban sehingga sampai saat ini masih dalam keadaan kritis.
“Tak sampai di situ, dibantu dengan 3 temannya, anggota kita sudah dalam kondisi tertembak, KMS ini punya niat untuk menghabisi anggota kita dengan menembak diarahkan ke kepala. Namun faktanya senjatanya gep atau pelurunya tidak meledak,” lanjutnya.
Saat sudah tertangkap dan diminta menunjukkan tempat tinggal rekan-rekannya pun, KMS berulah. Ia berusaha merebut senjata petugas sehingga harus ditembak.
Polisi masih mengejar pelaku lainnya. Dari 5 pelaku lainnya, 3 orang di antaranya sudah diketahui, yakni Ameng, Endang dan Hatta. Sedangkan 2 orang lainnya masih diselidiki.
“Kami ingatkan betul segera menyerahkan diri ke kami. Pasti kami kejar dan akan lakukan tindakan tegas,” katanya.
NN Membantah
Usai pemaparan, kepada wartawan NN membantah jika pernah meminta KMS untuk menemui KD di bengkelnya. “Saya tidak pernah meminta untuk menemui KD. Tidak pernah. Mereka itu semua anggota saya. Saya yang menggaji mereka semua. Mau KD, IRV, dan Robinson Silaban (korban penembakan) adalah abang saya. Abang angkat. Orang yang sangat dekat dengan saya,” katanya.
Ketika ditanya digaji atas pekerjaan apa, NN hanya menjawab bahwa dirinya seorang wiraswasta.
Mengenai penipuan seperti yang disampaikan Riko, NN juga menjawab dengan singkat. “Faktanya kan sudah diungkap. Semua murni politik. Kita buktikan saja fakta dan realitanya nanti dengan kebenaran menurut, itu yang saya inginkan,” katanya. (dewa/kps)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Gojek, super app terdepan di Asia Tenggara, kembali menggelar ajang tahunan penghargaan Mitra Juara Gojek 2020 (MJG 2020) untuk memberikan apresiasi kepada para mitra yang menginspirasi dan membawa kebaikan bagi diri mereka dan komunitas. Ini adalah tahun ke-3 ajang penghargaan ini diadakan.
Ajang MJG 2020 kali ini istimewa, karena apresiasi diberikan tidak hanya bagi mitra di Indonesia tetapi juga mitra wilayah operasional Gojek lainnya, yakni Thailand, Vietnam, dan Singapura. Hal ini sejalan dengan penyatuan brand Gojek di seluruh negara perusahaan beroperasi di empat negara di Asia Tenggara tersebut.
MJG 2020 ini juga merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Gojek ke-10, dan pada ajang kali ini terdapat 27 mitra yang mendapat penghargaan di 9 kategori yaitu: MJG Kategori Roda Dua, MJG Kategori Roda Empat, MJG Kategori Logistik, MJG Kategori GoFood, MJG Kategori GoPay, MJG Kategori Mapan, lalu MJG Thailand, MJG Singapura, MJG Vietnam. Akan ada satu kategori khusus yakni Mitra Juara Pilihan Gojekers yang akan mengundang masyarakat pengguna Gojek untuk memilih kisah paling inspiratif dari Juara I dari masing-masing kategori.
Co-Founder & Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, MJG 2020 adalah program penghargaan tahunan Gojek bagi para mitra inspiratif kami yang terus menunjukkan kekuatan, optimisme, kerja keras, serta ketekunan agar dapat tetap produktif terutama di masa-masa sulit ini.
“Membawa semangat #PastiAdaJalan, para mitra juara telah terus memberikan dampak positif di komunitas mereka. Melalui berbagai cara, mereka telah menginspirasi kami untuk terus berinovasi sehingga dapat maju bersama. Tahun ini, kami turut memperluas apresiasi MJG tidak hanya kepada mitra kami di Indonesia, tetapi juga Singapura, Thailand dan Vietnam. Hal ini mengukuhkan keberadaan kami sebagai satu brand Gojek di Asia Tenggara,” ujarnya.
MJG 2020 kali ini memiliki tiga pemenang untuk masing-masing kategori sehingga terdapat total 27 pemenang. Pemilihan pemenang dilakukan berdasarkan beberapa kriteria utama. Yang menarik, kriteria ini tidak hanya semata melihat dari performa para mitra, tetapi juga inisiatif mereka dalam membantu sesama diluar tugas atau pekerjaan sehari-hari mereka.
Total hadiah yang diberikan dari MJG 2020 kali ini mencapai lebih dari Rp 600 juta yang berbentuk uang tunai, voucher belanja dan sejumlah produk. MJG 2020 kali ini didukung oleh sejumlah mitra bisnis Gojek, antara lain BCA, BRI, Alfamart, dan AIA Financial.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Wishnutama Kusubandio mengatakan, keberhasilan Gojek saat ini tak lepas dari dukungan jutaan mitra di belakangnya, yang terus menunjukkan kekuatan, optimisme, kerja keras, dan ketekunan terutama di masa-masa sulit ini.
“Saya sangat mengapresiasi para mitra yang telah memberikan dampak positif dalam komunitas mereka dan menjadi penolong bagi jutaan orang selama pandemi, membantu agar semua orang dapat tetap produktif dan menjalani kehidupan terbaik mereka,” ungkapnya.
Co-CEO Gojek Andre Soelistyo menambahkan bahwa perayaan dan penghargaan bagi para mitra juara belumlah berakhir.
“Kami menghadirkan enam (6) Kisah Mitra Inspiratif dari Indonesia, yang merupakan Juara I dari masing-masing kategori. Masyarakat dapat memilih salah satu dari mereka untuk menjadi pemenang kategori khusus Mitra Juara Pilihan Gojekers yang akan diumumkan di acara perayaan utama Hari Jadi ke-10 Gojek dalam waktu dekat,” tambahnya.
Para Mitra dengan Kisah Paling Inspiratif ‘Mitra Juara Pilihan Gojekers’ tersebut adalah sebagai berikut:
* MJG Kategori Roda Dua : Eddy Jahja Asnam (Bandung)
Masyarakat dapat berpartisipasi memilih kisah paling inspiratif mitra Gojek dengan mengunjungi laman gojek.com/hari-jadi dan YouTube Gojek Indonesia (http://bit.ly/MJG2020), serta mengklik Like pada video profil mitra pilihan di laman YouTube tersebut mulai dari 26 Oktober. (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 dan sembuh di Sumatera Utara (Sumut) mulai beda tipis. Jumlah kasus yang bertambah hanya terpaut satu digit atau di bawah 10 orang dibanding angka sembuh. Meski demikian, masyarakat diminta tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan perilaku 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak dan hindari kerumunan.
SEKRETARIS Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyampaikan berdasarkan data terbaru Satgas Penanganan Covid-19 Sumut hingga Selasa (3/11) sore, tercatat sebanyak 78 kasus baru kembali diperoleh dari sejumlah kabupaten/kota. “Akumulasi kasus konfirmasi positif melalui hasil pemeriksaan swab PCR di Sumut saat ini naik menjadi 13.355 orang,” ungkapnya.
Penambahan kasus terbanyak didapatkan di Kota Medan sebanyak 28 orang. Disusul Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 12 kasus, Kabupaten Deliserdang 10 kasus, dan Kota Gunungsitoli 8 kasus.
Selanjutnya, sebanyak 3 kasus di Kabupaten Karo dan Batubara, 2 kasus di Kota Pematangsiantar, Kota Binjai, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Labuhanbatu. Lalu 1 kasus masing-masing Kota Tanjungbalai, Kabupaten Simalungun, Asahan, Nias, Nias Selatan, dan Serdang Bedagai.
Sedangkan angka kesembuhan, bertambah sebanyak 72 kasus. Sehingga totalnya menjadi 10.918 orang. “Angka tertinggi didapatkan di Kabupaten Simalungun dengan 16 orang. Lalu Samosir 15 orang, dan Medan sebanyak 14 orang,” jelasnya.
Selain itu, sambung Aris, penambahan penderita Covid-19 yang sembuh juga didapatkan sebanyak 4 orang di Kabupaten Deliserdang. Kemudian, masing-masing 3 orang di Kota Tebingtinggi, Sibolga dan Kabupaten Nias Selatan. Lalu, 2 kasus di Kabupaten Langkat, serta masing-masing 1 kasus di Kota Binjai dan Asahan.
Sementara terhadap kasus kematian, dalam sehari sebanyak empat orang pasien Covid-19 meninggal dunia. Keempatnya masing-masing 3 kasus di Kota Medan dan 1 kasus di Kabupaten Samosir. “Total penderita yang meninggal naik menjadi 546 orang,” terangnya.
Atas penambahan ketiga kasus ini, Aris menyebutkan, kasus aktif Covid-19 Sumut menjadi 1.891 orang. Jumlah ini naik dua poin dari hari sebelumnya yakni sebanyak 1.889 orang. “Begitu juga untuk kasus suspek naik 28 kasus menjadi 744 orang,” bebernya.
Dia menambahkan, pandemi Covid-19 di Sumut masih terus berlangsung. Oleh karena itu, masyarakat harus konsiten dan bersemangat untuk memutus rantai penularannya dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan perilaku 3M. Selain itu, tingkatkan imunitas tubuh dengan olahraga teratur, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi serta konsumsi vitamin.
“Masyarakat diharapkan menjadikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagai bagian dari kebutuhan hidup. Dengan menerapkan protokol kesehatan, berarti kita telah menjaga diri kita dan keluarga kita dari virus corona,” tandasnya.
Penularan di Medan Menurun
Meski penambahan kasus baru Covid-19 terbanyak di Kota Medan sebanyak 28 orang, namun angka itu dipastikan terus menurun sejak Oktober 2020 lalu. Bahkan bila mengacu pada data terakhir Satgas Covid-19 Kota Medan, saat ini angka pasien aktif Covid-19 di Kota Medan telah menembus angka kurang dari 1400 pasien.
“Data terakhir pada Senin (2/11) sore, suspek terakhir di Kota Medan ada 291 orang. Total yang telah terkonfirmasi positif sebanyak 6.877 orang. Sebanyak 5.148 orang telah dinyatakan sembuh. Dari total itu, 302 orang dinyatakan meninggal dunia. Artinya saat ini, jumlah pasien positif aktif atau pasien yang masih dirawat sudah di bawah 1.400 atau tinggal 1.383 orang,” ucap Juru bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes, kepada awak media di Posko Satgas Covid-19 Medan, Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (3/11).
Dikatakan Mardohar, barometer angka pasien Covid-19 bisa terus menurun karena jumlah angka kesembuhan tetap lebih banyak dibanding angka penularan setiap harinya. Bila dibandingkan dengan hari sebelumnya, yakni Minggu (1/11), angka kesembuhan mencapai 44 orang dalam satu hari, yaitu dari 5.148 orang menjadi 5.192 orang.
Sedangkan angka penularan, dalam satu hari bertambah sebanyak 25 orang, yaitu dari 6.852 menjadi 6.877. Dan angka kematian bertambah 2 orang, dari 300 menjadi 302.
“Angka kesembuhan tetap lebih banyak dari angka penularan. Ini tren positif. Mudah-mudahan terus bisa berlanjut seperti ini. Hal ini terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat yang sudah semakin baik,” ujarnya.
Meski demikian, Mardohar mengakui, masih cukup banyak pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Kota Medan. Pihaknya pun menegaskan akan terus melakukan pengawasan jalannya protokol kesehatan yang tertuang dalam Perwal No.27 tahun 2020 tentang penerapan Adapatasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19 di Kota Medan.
“Sanksi yang kita berikan masih seperti yang diatur oleh Perwal No.27/2020, yaitu mulai dari teguran lisan, tulisan, penahanan KTP, dan lain-lain,” katanya.
Mardohar juga menyinggung soal fokus Pemko Medan tentang klaster isolasi (cluster isolation) yang diatur dalam Perwal No.27/2020. Saat ini, setidaknya ada 4 kecamatan yang berada dalam kawasan penyebaran Covid-19 tertinggi, yakni Kecamatan Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Sunggal dan Medan Selayang.
“Fokus penanganan tetap pada kecamatan-kecamatan yang dimaksud. Razia-razia masker tetap kita lakukan, termasuk ke tempat-tempat usaha. Namun begitu, berbagai kecamatan lain juga tetap menjadi perhatian kita,” jelasnya.
Disinggung soal rencana pemerintah pusat yang ingin menjadikan sejumlah hotel berbintang sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 dengan kategori OTG (orang tanpa gejala) di sejumlah kota dengan tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi seperti di Kota Medan, Mardohar mengaku belum mendapatkan arahan soal hal itu.
“Sejauh ini soal hotel yang mau dijadikan tempat isolasi OTG, kita belum dapat arahan lanjut, baik dari pusat maupun provinsi,” tegasnya.
Mewakili Pemko Medan, Kepala Bidang (Kabid) Kesmas Dinas Kesehatan Kota Medan itu mengajak seluruh masyarakat Kota Medan agar tetap bersama-sama dalam meningkatkan disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan pada kehidupan sehari-hari.
“Kesadaran kita semua merupakan wujud kebersamaan dalam memutus penyebaran virus ini. Mari terus meningkatkan kedisiplinan kita dalam menjaga protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan, Afif Abdillah memberikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat yang mulai meningkat kesadarannya dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga jumlah pasien Covid aktif yang masih dirawat terus menurun dari hari ke hari.
“Ini hasil kedisiplinan dari kita semua, disiplin dalam mencuci tangan, menjaga jarak dan tentu memakai masker. Harapan kita, masyarakat bisa terus meningkat kesadarannya dalam menerapkan protokol kesehatan. Penurunan angka penularan ini sekaligus sebagai reward bagi masyarakat yang semakin disiplin,” ujar Afif.
Afif mengharapkan, ke depannya tren positif ini bisa terus terjadi, sehingga penyebaran Covid-19 di Kota Medan bisa berakhir sesegera mungkin. “Tugas Satgas adalah terus mengawasi dan menindak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. InsyaAllah kalau ini konsisten dilakukan, masyarakat, pelaku usaha dan semua pihak akan semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.
Waspadai Gelombang Kedua
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi tingkat kesembuhan Covid-19 di Indonesia berada di atas rata-rata dunia, yakni sebesar 82,84 persen. Namun dia meyakini bahwa angka tersebut bisa lagi ditingkatkan. Untuk itu, kepada semua pihak, khususnya masyarakat Jokowi meminta agar terus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kabar baik lainnya yang disampaikan Jokowi, bahwa persentase kasus aktif Covid-19 di Indonesia lebih rendah dibanding angka dunia. Angka rata-rata kasus aktif dunia mencapai 25,22 persen, sedangkan di Indonesia kasus aktif sebesar 13,78 persen.
“Ini yang terus harus ditekan sehingga angka 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi,” ujar Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna dari Istana Negara Jakarta, Senin, 2 November 2020.
Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat waspada akan potensi munculnya gelombang kedua Covid-19 di Tanah Air akibat melonjaknya kasus positif di negara Eropa.
“Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita,” tambanya. (ris/map)
BERSAMA: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin berfoto bersama Kapolres Humbahas yang baru AKBP Ronny Nicolas Sidabutar SH SIK MH dan Kapolres Humbahas yang lama AKBP Rudi Hartono, usai Sertijab, di Lobby Adhy Pradana Mapolda Sumut, Senin (2/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO- AKBP Ronny Nicolas Sidabutar SH SIK MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan resmi dilantik oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, sebagai Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (2/11).
Ronny menggantikan Kapolres Humbahas yang lama, yakni AKBP Rudi Hartono SIK MM yang menjabat sebagai Wadir Binmas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung di Lobby Adhy Pradana Mapolda Sumut yang dipimpin langsung oleh Kapoldasu. Turut hadir para Pejabat Utama Polda Sumut serta Kapolres/tabes jajaran Polda Sumut.
Martuani mengucapkan selamat dan sukses kepada AKBP Rudi Hartono atas jabatan barunya sebagai Wadir Binmas Polda Kalimantan Selatan. “Terima kasih kepada AKBP Rudi Hartono dan keluarga atas pengabdiannya di Polres Humbahas serta selamat atas promosi yang diterima. Semoga pengalaman bertugas di Sumut dapat menjadi bekal dan pedoman untuk melaksanakan tugas yang baik di tempat baru,” ujarnya.
Martuani juga mengucapkan selamat kepada Kapolres Humbahas yang baru AKBP Ronny, Martuani. Ia meminta agar Ronny segera menyesuaikan diri dan menjalin sinergitas serta soliditas dengan stake holder setempat dikarenakan tanggung jawab yang diemban sekarang semakin besar.
“Jabatan baru ini menjadi langkah awal pengabdian sebagai Bhayangkara dalam memimpin organisasi dan anak buah guna memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat”, katanya.
Dengan pengalaman pendidikan dan tugas, lanjutnya, dapat menjadi modal baik dalam memimpin Polres Humbahas untuk semakin promoter dan menjadi komandan yang hebat di satuan tugas.
Ia menambahkan, bahwa saat ini beberapa peristiwa terjadi, baik Nasional maupun Internasional yang tentunya berdampak terhadap stabilitas Indonesia khususnya wilayah Sumut.
Oleh karena itu, Martuani meminta seluruh personel mempersiapkan diri khususnya jajaran intelijen memonitor kelompok-kelompok yang ingin memprovokasi atau membangkitkan kemarahan publik yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas di Sumut
“Mari kita bekerja sama dengan berbagai tupoksi Polri yang ada agar mampu melaksanakan tindakan proaktif sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam menciptakan Harkamtibmas yang aman dan kondusif”, pungkasnya. (mag-1/ram)
BINJAI, SUMUTPOS.CO-Para pelaku usaha di Kota Binjai tampaknya dapat sedikit bernafas lega. Pasalnya, Pemko Binjai melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah memperpanjang pendaftaran bantuan yang akan disalurkan dari pemerintah pusat hingga akhir November 2020 mendatang.
Kadis Koperasi dan UMKM Kota Binjai, Eka Edi Sahputra mengatakan, pihaknya tidak tahu pasti tanggal akhir pendaftaran pendaftaran tersebut. “Yang jelas akhir bulan ini,” kata Eka, Selasa (3/11).
Kata dia, sudah ada 10 ribuan pelaku UMKM di Kota Binjai yang telah mendaftar untuk mendapat bantuan. Namun sayang, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Binjai belum memiliki data pasti pelaku usaha yang sudah menerima bantuan.
“Tapi yang kami tahu, ada sekitar 900-an pelaku UMKM Binjai sudah terima bantuan sebesar Rp2,4 juta itu,” kata Eka.
Untuk kuota penerima bantuan di Sumut, Eka mengakui jumlahnya mencapai 1,5 juta pelaku usaha mikro. “Kuota itu belum terpenuhi. Untuk tingkat Sumut saja, pelaku usaha mikro yang datanya sudah masuk sekitar 300 ribuan orang,” ujar dia.
Eka menambahkan, pelaku usaha mikro yang belum mendaftar segera mendaftarkan diri ke Dinas Koperasi dan UMKM dengan membawa persyaratan yang sudah ditentukan.
“Kalau ada masyarakat yang tidak pelaku usaha tetapi dapat bantuan, nanti ada verifikasi di pihak bank. Ada juga saya baca, jika penerima bantuan tidak benar memiliki usaha, maka uang yang diterima termasuk pinjaman bukan bantuan. Tapi hal ini belum ada kebijakan resmi dari pemerintah,” urai dia.
Untuk persyaratan, kata Eka, masih tetap sama seperti gelombang pertama. Adalah, fotokopi KK, KTP, dan buku tabungan bank penyalur, serta surat pernyataan usaha dari kelurahan.
“Kami dari dinas hanya menampung pendaftaran. Jadi siapa saja yang dapat dan tidak dapat bantuan, semuanya di tangan pusat,” kata dia.
Pelaku usaha yang sudah mendaftar di gelombang pertama dan belum mendapatkan bantuan, dapat mendaftar ulang di gelombang kedua. “Silahkan saja daftar lagi. Yang jelas kami hanya terima pendaftaran, penentu bantuan dari pusat,” pungkasnya. (ted)
PANEN:Karutan Kabanjahe, Sangapta Surbakti melakukan panen perdana sayur putih bersama warga binaan.
KARO, SUMUTPOS.CO-Kemauan para warga binaan Rutan Kelas II B Kabanjahe untuk belajar bercocok tanam, membuahkan hasil. Memanfaatkan lahan seadanya, sejumlah tahanan dibawah binaan Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Kabanjahe, Sangapta Surbakti akhirnya memasuki masa panen.
Dengan wajah sumringah, para warga binaan tampak semangat memanen sayur sawi putih yang sebelumnya mereka tanam menggunakan sistim hidroponik, Minggu (1/11) pagi.
Karutan Kelas II B Kabanjahe, Sangapta Surbakti mengatakan, para warga binaan memang sengaja diajari dan fasilitasi untuk mengolah lahan di halaman belakang Rutan.
“Karena lahannya tak seberapa luas, kita terpaksa melatih warga binaan bercocok tanam secara hidroponik,” kata Sangapta. Tanaman yang yang ditanam pun masih terbatas, seperti cabe, daun ubi dan sawi putih. Namun demikian, dengan sistim yang ada, para warga binaan ini sudah dapat memanen hasilnya.
“Setelah panen sawi putih ini, rencananya nanti menanam lagi. Kemungkinan nanti warga binaan ini akan menanam terong antaboga. Karena saya lihat para warga binaan ini sangat antusias untuk bertani. Dan mudah – mudahan nanti setelah bebasnya mereka bisa bertani. Kita doakan semoga sukses dan tidak perlu kembali lagi ke Rutan Kelas II B Kabanjahe ini,” ucap Sangapta Surbakti di sela-sela panen perdana sayur sawi putih bersama warga binaan.
Hasil dari penjualan sayur ini akan disetor ke kas negara. (deo/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memiliki stok beras sebanyak 10.300 ton. Jumlah besar diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, mendatang.
Pemimpin Bulog Sumut, Arwakhudin Widiarso mengatakan pihaknya akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Stok beras sebanyak 10.300 ton itu terdiri dari BCP (beras cadangan pemerintah) 8.901 ton dan beras komersial 1.400 ton,” sebut pria kerap disampa dengan Wiwid.
Wiwid menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan, pihak Bulog Sumut melakukan pembelian ke petani. Dengan itu, Ketersediaan beras akan semakin aman.
“Hingga Oktober 2020, pembelian beras petani Sumut sudah sebanyak 40 ribuan ton,” ungkap Wiwid.
Ia menjelaskan pihaknya akan melakukan pembelian beras petani dengan target sepanjang tahun 2020 yang 20.400 ton. Arwakhudin mengatakan Bulog terus berupaya meningkatkan stok agar kebutuhan beras Sumut terpenuhi khususnya untuk Natal dan tahun baru.
“Dengan ketersediaan beras yang memadai diharapkan harga beras stabil. Kemudian, pemerintah saat ini sedang berupaya mengendalikan inflasi di akhir tahun agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi di tengah masih ada pandemi,” tandasnya. (gus/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Bobby Nasution dan H. Aulia Rachman meminta Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) turut andil dalam meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada, 9 Desember 2020 nanti.
Harapan ini diungkap calon Wali Kota Medan nomor urut 2 pada giat AMPI Berkolaborasi di Gedung AMPI Sumut Jln Palang Merah No 66 Kelurahan Aur, Medan Maimun, Senin (2/11/2020).
Dalam sambutannya, Menantu Presiden Jokowi ini mengungkapkan suatu kewajiban di Medan ini memberantas korupsi, untuk menjadikan Medan benar-benar menjadi Kota metropolitan.
“Karenanya, warga harus menggunakan hak pilih. Harus balikkan partisipasi pemilih kota Medan, dari 25% menjadi minimal 75%. Kolaborasi dari AMPI untuk mewujudkan ini dibutuhkan,” ucapnya didampingi calon Wakil Wali Kota, Aulia Rachman.
Dalam sambutannya, dia juga sempat bertutur soal jacket AMPI yang dikenakannya. Di hadapan kader AMPI, dia menyebut memperoleh jacket tersebut setahun yang lalu, tepatnya pada 2019.
“Jacket ini saya peroleh ketika acara dukungan yang diberikan AMPI Sumut untuk Pak Jokowi pada Pilpres 2019 lalu. Ketika itu Pak Jokowi memenuhi undangan yang digelar AMPI Sumut di Lapangan Merdeka Medan. Jacket ini punya nilai historis sendiri makanya saya punya sudah bertuliskan nama saya,” kenang Bobby.
Senada, Aulia Rachman juga memohon dukungan pemuda AMPI. “Harapan saya kepada seluruh keluarga besar AMPI, mohon doa dan dukungan. Jadikan kami sebagai pemimpin Kota Medan yang menjadi salah satu pencipta sejarah perubahan Kota Medan,” tukasnya.
Sebelumnya, Plt Ketua AMPI Kota Medan, Amas Muda Siregar menjelaskan AMPI sekota Medan diperintahkan untuk siap memenangkan Bobby-Aulia dari AMPI Sumut. “Dan apapun ceritanya mesti dikerjakan. Apalagi kehadiran Bobby-Aulia menjadi semangat agar kami bekerja lebih keras,” tutur dia.
Ketua Tim Pemenangan Bobby-Aulia AMPI, M Rizki Nugraha menuturkan memenangkan Bobby-Aulia adalah harga mati, jadi bagi yang tidak mau silahkan keluar.
Dalam fakta integritas DPD AMPI Kota Medan yang dibacakan Rizki, diungkap kader AMPI siap memenangkan dan mengawal kemenangan Muhammad Bobby Afif Nasution sebagai Wali Kota Medan dan Aulia Rachman sebagai Wakil Wali Kota Medan tahun 2021-2024.
Kegiatan ini turut dihadiri Penasehat AMPI, Manahan Lubis, Ketua DPD AMPI Sumut David Luther Lubis, Sekretaris DPD AMPI Sumut Swandi Napitupulu, Sekretaris DPD AMPI Kota Medan Adolf Hekman Nainggolan, Bendahara AMPI Kota Medan, Putra Maghrifat, Korda Medan Robby dan seluruh Ketua Rayon AMPI Se-Kota Medan, Ketua Kartini AMPI, Ketua Satma dan Satgas AMPI Medan. (rel)