TINJAU: Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu meninjau lokasi bakal dibangunnya bronjong.
TAPSEL, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Desa Batugodang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mengapresiasi bakal dibangunnya bronjong untuk menahan tebing dan antisipasi banjir di kawasan tersebut.
TINJAU: Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu meninjau lokasi bakal dibangunnya bronjong.
Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu mengatakan, bronjong yang akan dibangun bernilai sekitar Rp400 juta (anggaran bencana alam) bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2020. “Bangunan bronjong pada bantaran Sungai Batugodang ini, untuk mengantisipasi atau menahan erosi, sekaligus melindungi bagian pondasi (landhope) jembatan bailey yang berada di dekatnya,” ungkap Syahrul, , Minggu (18/10).
Sementara itu, Kepala Desa Batugodang, Mahmuddin Sihombing mengatakan, daerah aliran Sungai Batugodang ini, termasuk rawan bencana, apalagi saat musim penghujan. Menurutnya, bila musim penghujan tiba, permukaan air sungai akan meluap hingga menggenangi perkampungan, serta fasilitas umum pemerintah lainnya.
“Mudah-mudahan dengan terbangunnya bronjong atas perhatian Pemkab (Bupati) Tapsel ini, potensi bencana longsor dan banjir bisa diminimalisir,” harapnya.
Kepala Kampung Tokopadang, Desa Batugodang, Sularto, Ketua BPD Batugodang, Lahmuddin, dan Tokoh Masyarakat Batugodang, Dahlan Harahap, juga tidak luput memberikan apresiasi atas tingginya perhatian Bupati Tapsel dalam kelanjutan pembagunan daerah, termasuk pemasangan bronjong tersebut. (ant/saz)
TEGAKKAN: Jajaran Polsek Sipipis, bersama TNI dan Satpol PP, tegakkan disiplin prokes.SOPIAN/SUMUT POS.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polsek Sipipis wilayah hukum Polres Tebingtinggi, melaksanakan razia penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) pada masa pandemi covid-19, tepatnya di tempat-tempat keramaian Desa Sipipis, Sabtu (17/10) malam.
TEGAKKAN: Jajaran Polsek Sipipis, bersama TNI dan Satpol PP, tegakkan disiplin prokes.SOPIAN/SUMUT POS.
Puluhan warga yang terjaring oleh petugas, langsung diterapkan sanksi, dan pendataan dengan ditandatangani warga, agar tidak mengulangi perbuatan tidak memakai masker saat keluar rumah.
Kapolsek Sipipis, AKP Syaipullah mengatakan, tujuan razia penegakan disiplin prokes ini untuk menyampaikan imbauan secara humanis kepada masyarakat , terkait Instruksi Presiden RI No 6 Tahun 2020, soal peningkatan disiplin dalam penegakan hukum prokes, dalam pencegahan dan pengendalian covid-19 dan Surat Maklumat Kapolri Nomor: MAK/3/IX/2020 tertanggal 21 September 2020, tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Pilkada 2020.
“Razia ini juga dalam menegakkan Peraturan Bupati Sergai Nomor 35 Tahun 2020, tentag penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19,” jelasnya.
Dengan adanya 3 peraturan ini, lanjutnya, pihaknya mengimbau dan meminta kepada masyarakat agar mendisiplinkan diri mengikuti prokes dengan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
“Ini juga dilakukan guna untuk memutus mata rantai penyebaran covid -19. Selama kegiatan patroli dan razia penegakan disiplin prokes, tidak ditemukan kejadian tindak pidana yang menonjol,” pungkas Syaipullah. (ian/saz)
SILATURAHIM: Calon Bupati Sergai H Soekirman, silaturahim dengan masyarakat Dusun Kampung Tengah, Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalifah, Jumat (16/10).SURYA/SUMUT POS.
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Ketua Relawan Setia Marliah Soekirman (SMS)-Trendy, Muhamad Amin Sembiring, mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Bandar Khalifah memilih pasangan Beriman-Trendi, pada 9 Desember 2020 mendatang.
SILATURAHIM: Calon Bupati Sergai H Soekirman, silaturahim dengan masyarakat Dusun Kampung Tengah, Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalifah, Jumat (16/10).SURYA/SUMUT POS.
Hal itu dikatakannya, saat menghadiri peresmian Kantor DPC Partai Nasdem Kecamatan Bandar Khalifah, yang dihadiri Calon Bupati Sergai H Soekirman, Sekretaris DPD Nasdem Ali Amran, dan pengurus DPC Partai Nasdem Kecamatan Bandar Khalifah, Jumat (16/10) lalu. Dalam kesempatan itu, Amin mengatakan, ada 7 alasannya, mengapa harus memilih pasangan Beriman-Trendi pada Pilkada Sergai 9 Desember mendatang.
Yang pertama, menurutnya, Soekirman berpengalaman, selama menjabat Wakil Bupati 2 priode, dan satu priode Bupati Sergai, sudah punya pengalaman memimpin birokrasi di pemerintahan.
“Yang kedua, selama menjabat Bupati, Bapak Soekirman menorehkan sejumlah prestasi. Di antaranya Sergai meraih WTP selama 3 tahun berturut dari Auditor BPK RI,” ungkap Amin.
Lebih lanjut Amin mengatakan, yang ketiga, selama memimpin birokrasi di Pemerintahan Soekirman, belum pernah tersandung hukum, baik itu dari kepolisian maupun kejaksaan. Yang keempat, Calon Bupati Soekirman ini, menurutnya orang yang merakyat. Dengan kesederhanaannya, Soekirman peduli terhadap rakyat kecil, dan tidak sombong berbaur sesama rakyat kecil.
“Kelima, Soekirman adalah sahabat semua suku yang ada di Sergai. Ini terbukti semua suku melekat pada dirinya. Yang keenam, selama menjadi Bupati Sergai, Soekirman tidak pernah apatis terhadap antar agama. Semua agama yang ada di Sergai, dirangkul dan diberi anggaran untuk setiap keagamaan,” beber Amin lagi.
Amin juga mengatakan, hal ini pula yang menjadi suatu kebanggaan bagi umat Islam di Kabupaten Sergai. Karena sejak Soekirman menjabat Bupati Sergai selama 3 tahun, sudah terbangun Masjid Agung Sergai di Jalinsum Sergai.
Dan terakhir, yang ketujuh, insfartuktur pembangunan menjadi prioritas Soekirman, seperti saluran irigasi, jalan, dan pendidikan. Saat ini, menurut Amin, panjang jalan di Kabupaten Sergai mencapai 1600 kilometer. Dari total tersebut, sudah 900 kilometer masuk kategori bagus (hotmix).
“Namun, masih ada sisa 700 kilomter lagi yang menjadi priotas pasangan Beriman-Trendi, apabila kembali terpilih menjadi Bupati Sergai pada 9 Desember mendatang,” jelas Amin.
Pada kesempatan itu, Calon Bupati Soekirman, menyempatkan diri menyapa masyarakat Dusun Kampung Tengah, Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalifah, untuk bersilaturahim dengan masyarakat sekitar.
Kehadiran Soekirman, pun disambut antusias masyarakat sekitar, dengan bersalaman dan bercengkerama. (sur/saz)
OPERASI YUSTISI: Polsek Padanghilir, Polres Tebingtinggi, bersama Koramil 13, dan Satpol PP Kota Tebingtinggi, saat melaksanakan operasi yustisi.SOPIAN/SUMUT POS.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tidak memandang siang ataupun malam, hari libur atau kerja, personel Polres Tebingtinggi, melalui Polsek Padanghilir, tetap melaksanakan operasi yustisi, dalam rangka penegakan Perwal Nomor 44 Tahun 2020, terkai penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Tebingtinggi, Minggu (18/10).
OPERASI YUSTISI: Polsek Padanghilir, Polres Tebingtinggi, bersama Koramil 13, dan Satpol PP Kota Tebingtinggi, saat melaksanakan operasi yustisi.SOPIAN/SUMUT POS.
Kapolsek Padanghilir, AKP P Manurung menjelaskan, operasi yustisi tetap dilaksanakan di wilayah Polres Tebingtinggi, baik itu hari kerja maupun libur. Menurutnya, justru pada hari libur banyak warga luar Kota Tebingtinggi, yang berkunjung.
“Dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19, kami tak pernah mengenal waktu, baik hari kerja dan libur, tetap dilaksanakan,” tegas P Manurung.
Adapun operasi yustisi ini, merupakan razia gabungan dari pihak Polres Tebingtinggi, Koramil 13 0204 DS, Satpol PP Kota Tebingtinggi, dan aparatur Kecamatan Padanghilir.
P Manurung juga mengatakan, operasi yustisi ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan menjalankan Pergub Nomor 34 Tahun 2020, dan Perwal Tebingtinggi Nomor 44 Tahun 2020 di wilayah hukum Polsek Padanghilir.
“Kami mengimbau dan menegur masyarakat yang berkumpul di warung kopi tanpa mengunakan masker. Selanjutnya dilakukan pembagian masker kepada masyarakat. Dan mengimbau secara humanis agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan, dengan selalu memakai masker bila keluar rumah, rajin mencuci tangan, dan menghindari keramaian atau berkumpul, agar terhindar dari penularan covid-19,” pungkasnya. (ian/saz)
SUMUTPOS.CO – Bagi Anda penggemar risol, bisa mencicipi Risol Ummu. Sudah sejak tahun 2000 lalu, Risol Ummu hadir memanjakan lidah penggemarnya. Owner Risol Ummu Khairur Rasyid mengatakan, sudah memulai usaha ini (Risol Ummu) sejak tahun 2000. Tetapi sempat berhenti pada 2008 karena sesuatu dan lain hal . ‘’Baru pada tahun 2013 kami memulai lagi membuka Risol Ummu,’’ jelas Khairur Rasyid belum lama ini.
Rasyid melanjutkan , awalnya mereka menyewa tempat di depan Super Swalayan Taman Setia Budi Indah 1, bermodalkan Rp 1.5 juta . ‘’Waktu itu bulan puasa. Pelanggan yang membeli waktu itu mayoritas ibu ibu yang memang tinggal di Taman Setia Budi 1. Pelanggan tampak senang dan menikmati Risol Ummu. Hari ini beli dan besok kembali lagi ,’’jelas Rasyid. Seiring perkembangan usaha, tahun 2018, Risol Ummu menyewa tempat yang cukup representatif untuk menjajakan Risol Ummu tepatnya di Jalan Setia Budi Nomor 3, Simpang Pasar 6, Tanjung Sari, Medan. Di tempat yang baru ini masyarakat dapat lebih mudah menemukan lokasi Risol Ummu. Produksi pun meningkat 1500 risol per harinya.
‘’Halal dan enak menjadi slogan kami, karena tak bisa dipungkiri pelanggan akan merasa aman dan nyaman jika risol yang kami sajikan halal, lalu rasa juga selalu kami jaga sejak lama, kami selalu memakai bahan bahan berkualitas untuk menjaga rasa lanjut Rasyid. Pelanggan juga dapat menemukan aneka kue basah selain risol; seperti lemper, kue sus, timpan dan kue lumpur. Harga yang mulai dari Rp2500. (rel)
BELUM RAMPUNG: Jalur Jalan Tol Tebingtinggi-Serbelawan masih dalam kondisi terputus-putus, dan diperkirakan belum rampung hingga akhir 2020 mendatang.SOPIAN/SUMUT POS.
SUMUTPOS.CO – Pembangunan Jalan Tol Tebingtinggi-Pematangsiantar yang sebelumnya ditargetkan rampung akhir 2020 mendatang, diperkirakan tak akan terealisasi. Dengan tersisa 2 bulan lebih dari jadwal penyelesaian, kondisi jalur masih banyak yang terputus-putus.
BELUM RAMPUNG: Jalur Jalan Tol Tebingtinggi-Serbelawan masih dalam kondisi terputus-putus, dan diperkirakan belum rampung hingga akhir 2020 mendatang.SOPIAN/SUMUT POS.
Amatan Sumut Pos di lapangan, Jumat (16/10) lalu, kondisi jalur jalan tol masih banyak terputus-putus, karena lokasi pembangunan banyak melintasi daerah perkebunan, seperti PTPN 3 Kebun Rambutan, dan PTPN 3 Kebun Pamela di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), yang kontur tanahnya mayoritas rawa-rawa. Namun untuk pembebasan lahan sudah mencapai 85 persen, sisanya masih terkendala karena tanah tersebut dimiliki warga.
Diketahui, pembangunan Jalan Tol Tebingtinggi-Serbelawan dikelola PT Waskita Karya, dan Serbelawan-Pematangsiantar dilaksanakan PT Hutama Karya.
Sementara PT Hutama Marga Waskita (Humawas), merupakan pemilik proyek Tol Tebingtinggi-Kualatanjung-Pematangsiantar-Parapat. Pimpro PT Humawas, Eka Haitami menjelaskan, pekerjaan jalan tol ruas Tebingtinggi-Serbelawan SAT 0+000 sampai dengan 30+300, seksi 3, di Lokasi PTPN 3 Kebun Rambutan, saat ini diketahui sedang pembangunan kontruksi jalan.
“Sebahagian sudah dilakukan cor, penimbunan dan pembangunan jembatan yang melintasi jalan-jalan umum masyarakat. Pembangunan masih terputus-putus, karena kontruksi tanah banyak rawa-rawa, serta kondisi cuaca yang tidak bagus, karena tingkat curah hujan di sini sangat tinggi, sehingga menambah panjang waktu pengerjaan,” ungkap Eka.
Eka juga menjelaskan, selain faktor kontur tanah yang berawa, serta kondisi curah hujan tinggi, permasalahan lain juga muncul. Seperti lahan garapan masyarakat di lokasi perkebunan milik PTPN 3 Kebun Pamela, yang belum bisa dibangun. Padahal pihaknya sudah melakukan penyelesaian pembayaran ganti-rugi. Tapi kondisi di lapangan, pihak perkebunan lepas tanggung jawab, masyarakat penggarap meminta ganti rugi kepada pihak jalan tol.
“Kami juga masih punya hati dalam penyelesaian masalah lahan tanah garapan ini. Masyarakat tetap meminta ganti rugi, padahal lahan garapan tersebut masuk dalam HGU perkebunan. Jadi saat ini, terkait ganti rugi, kami masih melakukan musyawarah dan pendekatan kepada masyarakat penggarap,” bebernya.
Sebelumnya, Direktur PT Humawas, Wikumukti, saat ground breaking pada 27 Juli 2019 lalu, mengatakan, pengerjaan pembangunan Jalan Tol Tebingtinggi-Pematangsiantar akan selesai pada 2020 akhir, dengan masa penyelesaian 18 bulan.
Jalan tol dengan total panjang 143,5 kilometer ini, meliputi Tol Tebingtinggi-Kualatanjung, Tol Kualatanjung-Indrapura. Kemudian tol seksi 3, dengan panjang 30,3 kilometer, Tebingtinggi-Serbalawan-Pematangsiantar, yang selanjutnya menuju destinasi Parapat, Danau Toba.
Seorang warga Kota Tebingtinggi, Zulfan (42) menuturkan, pembangunan jalan Tol Tebingtinggi-Pematangsiantar hendaknya dipercepat. Menurutnya, banyak warga sebagai pengguna jalan menginginkan pembangunan tersebut cepat selesai, agar bisa digunakan untuk perjalanan ke Kota Pematangsiantar, serta menuju destinasi wisata Danau Toba.
“Dengan adanya Tol Tebingtinggi-Pematangsiantar ini, tetntunya memudahkan masyarakat menuju ke Siantar dan Parapat. Waktu jarak tempuh menjadi lebih singkat, dan terbebas dari macet. Apalagi di akhir pekan, kondisi arus lalu lintas Tebingtinggi-Siantar dan Parapat biasanya selalu padat,” katanya.
Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Tol Tebingtinggi-Serbelawan Seksi 3, PT Waskita Karya, Agus, melalui WhatsApp, tak mau berkomentar. Menurutnya, yang berhak memberikan keterangan terkait pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Tebingtinggi-Serbelawan adalah PT Humawas.
“Kami tidak berhak memberikan keterangan tentang progres pembangunan itu,” balasnya singkat. (ian/saz)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Aksi sadis pelaku begal, ZFG (20), yang tega menghabisi nyawa ibu muda, Rani Anggraini (23), warga Desa Padangcermin, Kecamatan Selesai, masih menyisakan duka mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan.
Meski demikian, korban yang bekerja sebagai Sekretaris Peternakan milik Arianto Sitepu alias Aliong Sitepu ini, tercatat sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Karena itu, Kantor Cabang BPJamsostek Kota Binjai, pun mencairkan asuransinya. Adapun yang menerima santunan tersebut, merupakan ahli waris korban.
“Dalam program kepesertaannya, BPJamsostek mengcover para tenaga kerja dari kecelakaan kerja, hingga kematian. Mulai dari ketika hendak berangkat dan sepulang dari bekerja,” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Kota Binjai, T Haris Sabri Sinar, baru-baru ini.
Haris juga menjelaskan, korban begal yang mayatnya ditutupi pelepah kelapa sawit kering di perkebunan kelapa sawit Selesai ini, tercatat sebagai peserta BPJamsostek, dengan mengikuti 3 program BPJamsostek. Yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua.
Pemberi kerja atau pemilik tempat usaha, yang mendaftarkan korban sebagai peserta BPJamsostek sejak Mei 2020.
“Upah (korban) yang dilaporkan oleh pemberi kerja sesuai UMK, sebesar Rp2.615.000. Atas kepesertaannya, korban menerima manfaat program jaminan kematian, berupa santunan kematian senilai Rp125.520.000, santunan berkala Rp12 juta, dan biaya pemakaman Rp10 juta,” paparnya.
“Ditotal, uang tunai yang diserahkan sebesar Rp147.520.000,” imbuh Haris.
Selain santunan kematian, lanjut Haris, anak korban juga menerima beasiswa pendidikan. BPJamsostek akan menanggung biaya pendidikannya sampai tuntas meraih gelar sarjana.
“Kepada seluruh pelaku usaha atau pemberi kerja, mari daftarkan para tenaga kerjanya ke BPJamsostek. Ini penting, karena berhubungan dengan kesejahteraan pekerja yang telah dilindungi Undang-Undang,” jelasnya.
“Para pekerja yang tercatat sebagai peserta BPJamsotek, dapat terlindungi dan terjamin kesejahteraannya. Jika pemberi kerja tidak mendaftarkan, maka jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ada sanksi pidana yang akan menjeratnya,” pungkas Haris. (ted/saz)
SERAHKAN: Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, menyerahkan masker secara simbolis pada Bupati Karo.SOLIDEO/SUMUT POS.
KARO, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Baskami Ginting memberikan bantuan masker bagi masyarakat desa se-Kecamatan Namanteran.
SERAHKAN: Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, menyerahkan masker secara simbolis pada Bupati Karo.SOLIDEO/SUMUT POS.
Penyerahan masker tersebut dilaksanakan di Jambur Desa Sukandebi, Kecamatan Namanteran, Jumat (16/10) lalu.
Bupati Karo Terkelin Brahmana, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Sumut, yang berkesempatan hadir ke Desa Sukandebi, Kecamatan Namanteran ini, dalam rangka pemberian masker bagi masyarakat di desa se-Kecamatan Namanteran.
“Terima kasih atas kemurahan hati dan perhatian Bapak Ketua DPRD Sumut, terhadap masyarakat yang tinggal di desa ini, atas bantuan masker yang diberikan. Semoga bantuan masker tersebut dapat berguna bagi masyarakat dalam pencegahan covid-19 di Karo,” ungkap Terkelin.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengatakan, pemberian masker ini merupakan satu tanggung jawabnya kepada masyarakat Kabupaten Karo, dalam hal memutus rantai penyebaran covid-19.
“Saya datang ke Karo dengan membawa masker untuk dibagikan kepada masyarakat di 14 desa se-Kecamatan Namanteran ini, dengan harapan masyarakat Karo bebas dari covid-19,” katanya.
Acara ini dipandu oleh Sastrawan Ginting, seorang ASN yang bertugas di Kantor Camat Namanteran, yang tidak henti-hentinya mengingatkan para hadirin, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengingatkan waktu pertemuan maksimal hanya 2 jam.
Kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama, antara Ketua DPRD Sumut dengan masyarakat, untuk menampung aspirasi, guna pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Karo Nasib Sianturi, Camat Namanteran Dwikora Sitepu, Kapolsek Simpang Empat, Kabag Humas Protokol Setdakab Karo F Leonardo Surbakti, dan para kepala desa se-Kecamatan Namanteran. (deo/saz)
KUKUHKAN: Ketua DPD IPK Karo, Gembira Ginting, didampingi Sekretaris Bistok Situmorang, saat mengukuhkan PAC Kabanjahe.
SOLIDEO/SUMUT POS.
KARO, SUMUTPOS.CO – DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Karo, mengukuhkan Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Kabanjahe, Ranting IPK se-Kecamatan Kabanjahe, serta Ranting Khusus (Ransus) Jalan Irian, Lau Simomo, dan Terminal Tiga Baru, Sabtu (17/10) siang.
KUKUHKAN: Ketua DPD IPK Karo, Gembira Ginting, didampingi Sekretaris Bistok Situmorang, saat mengukuhkan PAC Kabanjahe.
SOLIDEO/SUMUT POS.
Pengukuhan ini berlangsung di Gang Riahna Pepayosa Ginting Munthe, Simpang Singa Kelurahan Lagu Cimba. Di awal acara, Sekretaris DPD IPK Kabupaten Karo, Bistok Situmorang mengatakan, pihaknya hanya mengundang 6 orang per-ranting mengingat masa pandemi covid-19. “Kami sengaja batasi undangan, demi tetap menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, untuk bersama-sama kita memutus mata rantai penyebaran covid-19,” ungkap Bistok.
Bistok juga mengatakan, saat ini kegiatan baru dalam tahap pengukuhan saja, secara simbolis. Setelah masa pandemi, baru dilakukan pelantikan. “Saat ini IPK sudah terbentuk sebanyak 242 ranting dari 16 kecamatan di Karo,” bebernya lagi.
Selanjutnya Bistok membacakan SK kepengurusan PAC Kecamatan Kabanjahe, dan mengukuhkan kepengurusannya yang diketuai Alben Ginting, Sekretaris Ian Fredy Ginting, dan Bendahara Maradona Ginting, dengan masa jabatan 2020-2025.
Usai Pengukuhan PAC IPK Kabanjahe, dilanjutkan dengan pengukuhan Ranting Khusus Terminal Tiga Baru, Jalan Irian dan Ransus Lausimomo.
Ketua DPD IPK Kabupaten Karo, Gembira Ginting menyampaikan, mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, acara ini terselenggara sesuai yang diharapkan bersama. “Kami IPK, merupakan wadah organisasi yang sudah cukup booming di Karo ini. Maka mari bersama menjaga keharmonisan di masyarakat. Kami sudah membuat satu komitmen, kami bukan organisasi premanisme, kami organisasi Karya Kekaryaan. Maka marilah kita berkarya,” ajaknya.
Dia juga mengajak PAC Kabanjahe bersinergi dengan pemerintahan kecamatan setempat. “Kami tak mau anarkis, kami hanya ingin bekerja. Di sini saya sampaikan, saat ini kita akan mengadakan pesta demokrasi pada 9 Desember mendatang, yakni pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karo. Untuk itu, mari sama-sama jaga stabilitas dan keseimbangan, agar pesta demokrasi terlaksana dengan baik. Kita harus ingat, IPK ikut bertarung pada pemilihan ini, karena penasehat DPD IPK Karo, Ibu Cory S br Sebayang, dan wakilnya, juga Wakil DPD IPK Karo, Theopilus Ginting, mencalonkan diri. Jadi wajib didukung sepenuhnya,” jelas Gembira.
Ketua PAC Kabanjahe, Alben Ginting, melalui Sekretaris Ian Fredy Ginting, didampingi Bendahara Maradona Ginting, mengucapkan terima kasih, kepada rekan yang sudah menyempatkan hadir di acara pengukuhan. “Kepada Ketua DPD IPK beserta jajaran, kami ucapkan terima kasih. Kami segenap pengurus PAC Kabanjahe siap mengibarkan panji-panji IPK sampai ke seluruh ranting di Kecamatan Kabanjahe,” katanya.
Turut hadir dalam acara pengukuhan, PAC IPK Simpang Empat, Berastagi, Tigapanah, Merdeka, Tigabinanga, Ransus Jalan Irian, Terminal Tiga Baru, Pajak Singa, Desa Lau Simomo, Penasehat DPD IPK Usdek Gurning, Wakil Ketua DPD IPK David Kristian Sitepu, yang juga Wakil Ketua DPRD Karo. Wakil Ketua DPD IPK sekaligus Sekertaris F SPTI-K SPSI Karo Andre Sitepu, Satgas INTI DPD IPK Erwin Mialla, Direktur LBH IPK Jesaya Pulungan, Adv LBH IPK Irwan Tarigan, Monang Pulungan, Satma DPD IPK, SL, dan Wakil Ketua F SPTI Karo Abel Ginting. (deo/saz)
BATAL: Warga Lingkungan 3, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, yang berencana melakukan aksi protes dan menolak pendirian pabrik plastik, terpaksa batal, karena terendus pihak kepolisian.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Rencana pembangunan pabrik plastik oleh PT Primadaya Plastisindo, mendapat protes dari warga Jalan Madura, Lingkungan 3, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai. Lahan seluas 2 hektare yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Lingkungan 1, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai itu, menjadi lokasi yang direncanakan untuk mendirikan pabrik tersebut.
BATAL: Warga Lingkungan 3, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, yang berencana melakukan aksi protes dan menolak pendirian pabrik plastik, terpaksa batal, karena terendus pihak kepolisian.
Seorang warga, Kajiman Sihotang menjelaskan, Kepela Lingkungan 3, MN, mendatanginya dan mengungkapkan rencana adanya pembangunan pabrik yang akan dilakukan oleh pihak swasta. Kepada pensiunan polisi ini, MN menjelaskan, akan mendirikan gudang, bukan pabrik pengolahan.
“Surat-surat yang ditunjukan kepada saya itu, untuk membangun gudang. Karena bangun gudang, saya tidak keberatan dan saya tandatangani,” ungkap Kajiman, didampingi warga lainnya, Hendra Utama, Minggu (18/10).
Namun belakangan, MN diketahui membohonginya. Kajiman menyatakan demikian, karena mendapat informasi dari warga lain, tanah kosong tersebut bukan didirikan gudang.
“Warga lain yang bilang kepada saya, mau bangun pabrik di situ. Itu diketahui karena ada 2 orang pria keturunan Tionghoa, dilihat oleh warga yang melaporkan kepada saya, sedang melakukan pengukuran,” bebernya.
Mendengar ini, Kajiman kaget. Sebab, MN melaporkan kepadanya, akan dibangun sebuah gudang.
Singkat cerita, warga Lingkungan 3 yang protes, melakukan aksi unjuk rasa, Sabtu (17/10) lalu. Namun, rencana unjuk rasa damai dari warga Lingkungan 3 gagal, lantaran terendus pihak kepolisian.
Menurutnya, warga sudah bersiap menyuarakan aspirasi keberatannya. Kajiman menjamin, aksi tidak akan anarkis.
“Karena bocor ke polisi dan saya ditelepon, aksi tidak jadi digelar di dekat rencana pembangunan pabrik tersebut. Jadi di halaman rumah saya saja aksinya,” bebernya.
Kajiman sudah kooperatif kepada MN. Setelah diketahui bukan mendirikan gudang, dia mendatangi kepala lingkungan tersebut. Namun menurutnya, MN tidak dapat memberikan penjelasan.
“Lalu saya sarankan untuk buat surat pembatalan dan menarik kembali dukungan pabrik tersebut. Kemudian MN minta konsepkan surat. Sudah saya kasih konsepnya, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” tegasnya lagi.
Sementara itu, Sumut Pos yang sudah mendapatkan nomor telepon selular MN, tidak dapat menghubungi, karena tidak aktif. Pesan singkat yang dilayangkan ke nomor telepon selular, pun belum diterima.
Camat Binjai Utara, Adri Rivanto pun diketahui sudah mengetahui kabar tersebut.
“Persoalan ini akan dilakukan mediasi. Rencananya mediasi di kantor, Rabu (21/10) nanti. Akan diundang warga, dan pihak pengusahanya,” pungkasnya. (ted/saz)