31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 4

Waspada Cuaca Ekstrem, DPRD Dorong Mitigasi Dini Karhutla

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Muniruddin Ritonga
Anggota Komisi B DPRD Sumut, Muniruddin Ritonga

Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu kekhawatiran berbagai pihak. Kondisi suhu tinggi yang disertai minimnya curah hujan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar.

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga, menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak boleh menunggu hingga kebakaran benar-benar terjadi untuk bertindak. Ia meminta langkah mitigasi segera diperkuat sebagai bentuk antisipasi dini.

Menurutnya, karakteristik cuaca yang kering membuat vegetasi mudah terbakar, sehingga potensi munculnya titik api semakin tinggi. Jika tidak diwaspadai sejak awal, kondisi ini bisa berkembang menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan.

“Langkah pencegahan harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita bergerak setelah kebakaran meluas,” ujarnya saat memberikan keterangan, Minggu (29/3/2026).

Muniruddin menilai, pendekatan preventif jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan upaya pemadaman saat api sudah menyebar luas. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari aparat keamanan hingga masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Ia juga menguraikan sejumlah langkah konkret yang dapat segera dilakukan untuk menekan potensi karhutla. Salah satunya adalah pelaksanaan patroli terpadu secara rutin di wilayah rawan, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam sistem deteksi dini dinilai sangat penting. Penggunaan data hotspot berbasis satelit dan aplikasi pemantauan dapat membantu mengidentifikasi potensi kebakaran sejak tahap awal, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Upaya fisik di lapangan juga tak kalah penting. Muniruddin menyarankan pembuatan sekat bakar atau jalur pembatas di area rawan guna mencegah api merambat ke wilayah yang lebih luas. Untuk kawasan gambut, langkah pembasahan atau rewetting perlu dilakukan secara berkala agar kondisi tanah tetap lembap dan tidak mudah terbakar.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi pencegahan. Sosialisasi terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar harus terus digencarkan, disertai penegakan hukum yang tegas bagi pelanggar.

Tak hanya itu, ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman di tingkat desa juga perlu diperhatikan. Penyediaan embung air, pompa, serta peralatan pemadam sederhana dinilai dapat mempercepat respons awal ketika muncul titik api.

Muniruddin mengingatkan, keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Ia mengajak warga untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta mengganggu aktivitas ekonomi,” pungkasnya.(san/ila)

Afif Abdillah Gelar Halalbihalal

Afif Abdillah.
Afif Abdillah.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk bersama-sama membangun Kota Medan. Hal itu disampaikan Afif Abdillah saat menggelar Halal Bihalal di kediamannya di Jalan Perak, Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area, Minggu (29/3/2026).

“Di bulan kemenangan ini, saya mengajak semua masyarakat Kota Medan untuk bersama-sama membangun Kota Medan. Dengan bersama-sama, pembangunan Kota Medan akan berjalan dengan lebih baik dan lebih cepat,” ucap Afif Abdillah dalam kegiatan yang dihadiri Wali Kota Medan, Rico Waas dan sejumlah tokoh penting lainnya di Kota Medan.

Dikatakan Afif Abdillah, Hari Raya Idul Fitri 1447H harus menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam membangun Kota Medan.

“Momen Idul Fitri ini harus mampu memperkuat silaturahmi kita semua. Dengan silaturahmi yang kuat, berbagai persoalan dapat diatasi dengan bersama-sama,” ujar Ketua DPD Partai NasDem Kota Medan itu.

Afif menuturkan, semua pihak harus bersama-sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam mewujudkan Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan. “Kota Medan ini milik kita bersama, dari kita, untuk kita, oleh kita. Sebab Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan,” pungkas Anggota Komisi II DPRD Kota Medan itu. (map/ila)

DPRD Medan Dukung Pelatihan Digital UMKM

Anggota DPRD Medan, Faisal Arbie.
Anggota DPRD Medan, Faisal Arbie.

Komisi III DPRD Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui pelatihan digitalisasi.

Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Faisal Arbie, menilai pelatihan strategi digital yang digagas melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) merupakan langkah tepat di tengah perkembangan zaman yang serba digital.

“Dunia terus bergerak ke arah digitalisasi, termasuk dalam pemasaran produk UMKM. Kita sangat mendukung pelatihan ini agar pelaku usaha mampu mengembangkan bisnisnya,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi, mulai dari kualitas produk hingga tampilan kemasan (packaging) agar lebih menarik di pasar online.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program tersebut. Evaluasi berkala dinilai perlu dilakukan agar manfaat pelatihan benar-benar dirasakan secara maksimal oleh para pelaku usaha.

“Ke depan, sosialisasi harus menjangkau hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar tidak ada kesenjangan informasi,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Diskop UKM Perindag Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar, menjelaskan bahwa pelatihan digitalisasi telah dilaksanakan pada 27 Maret 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memasarkan produk secara online di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber profesional, termasuk trainer dari Lazada serta fotografer profesional yang memberikan materi terkait strategi pemasaran digital dan teknik visual produk.

Peserta tidak hanya diajarkan strategi berjualan online, tetapi juga dibekali kemampuan membuat konten visual yang menarik untuk memperkuat identitas brand di platform digital.

“Harapannya, UMKM di Kota Medan bisa bangkit kembali dan naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Hendra.

Dengan dukungan legislatif dan program pelatihan yang berkelanjutan, Pemko Medan optimistis pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan era digital sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah. (map/ila)

Penerapan Kebijakan WFH, RS Pemerintah Tunggu Arahan Pusat

Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom
Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom

Rencana pemerintah pusat menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu mulai menuai respons dari berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan. Sejumlah rumah sakit pemerintah di Kota Medan menyatakan masih menunggu arahan resmi sebelum mengambil langkah.

Manajer Hukum dan Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, MIKom, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima instruksi dari Kementerian Kesehatan terkait penerapan kebijakan tersebut.

“Kami belum mendapatkan arahan atau instruksi resmi. Jadi saat ini belum ada hal yang dapat kami informasikan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sebagai fasilitas layanan publik, rumah sakit tetap akan memprioritaskan pelayanan pasien di atas kebijakan fleksibilitas kerja.

Hal senada disampaikan Direktur RSU Haji Medan, dr Yulinda Elvi Nasution. Ia menyebut pihaknya juga belum menerima surat edaran maupun petunjuk teknis terkait penerapan WFH.

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut. Jika nanti ada kebijakan resmi, tentu akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Yulinda memastikan, apapun bentuk kebijakan yang akan diterapkan, pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu. Rumah sakit akan menyesuaikan langkah agar tetap optimal dalam melayani pasien.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, dr Mardohar Tambunan, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, hingga kini belum ada arahan resmi dari pemerintah pusat.

“Kita masih menunggu kebijakan dari pimpinan. Namun sebagai rumah sakit, tentu harus mempertimbangkan pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah tengah merancang kebijakan WFH satu hari dalam sepekan sebagai upaya menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada energi.

Meski demikian, sektor kesehatan dinilai memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sektor lainnya. Dengan layanan yang bersifat langsung dan krusial, penerapan WFH di rumah sakit diperkirakan akan memerlukan skema khusus agar tidak mengganggu pelayanan publik.

Untuk itu, pihak rumah sakit memilih bersikap hati-hati sambil menunggu regulasi resmi, sembari memastikan komitmen utama tetap terjaga, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (ila)

Bupati Ikut Pelepasan Jenazah Camat Kutabuluh

PROSESI: Bupati Karo menghadiri prosesi pemakaman Camat Kutabuluh.
PROSESI: Bupati Karo menghadiri prosesi pemakaman Camat Kutabuluh.

KARO-Suasana khidmat menyelimuti Jambur Sempakata, Kabanjahe, saat keluarga besar Pemerintah Kabupaten Karo memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Camat Kuta Buluh Josua Sebayang, SE, Sabtu (28/3).

Bupati Karo  Antonius Ginting hadir langsung mengikuti prosesi adat sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik daerah yang dikenal berdedikasi tinggi.

Dalam sambutannya, Bupati Karo menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam bagi jajaran pemerintahan maupun masyarakat Kabupaten Karo. “Kami sangat berduka atas kepergian saudara kami, Josua Sebayang, SE. Beliau adalah sosok yang pekerja keras dan memiliki loyalitas tinggi dalam melayani masyarakat di Kecamatan Kutabuluh. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karo, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian dan dedikasi yang telah almarhum berikan selama ini,” ujar Bupati Karo.

Setelah prosesi adat selesai, acara dilanjutkan dengan upacara pelepasan jenazah secara kedinasan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM. Upacara berlangsung dengan lancar dan penuh haru, diikuti oleh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Karo.

Momen emosional terlihat saat peti jenazah almarhum diangkat bersama-sama oleh seluruh Camat se-Kabupaten Karo. Aksi ini dilakukan sebagai simbol solidaritas dan persaudaraan yang kuat antar-rekan sejawat yang selama ini berjuang bersama dalam membangun wilayah Kabupaten Karo.

Selain Bupati dan Sekda, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Golkar, Frans Dante Ginting,  sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhum. Kehadiran para pelayat yang memadati Jambur Sempakata menunjukkan sosok almarhum Josua Sebayang adalah pribadi yang dihormati dan dicintai semasa hidupnya. (deo/ila)

Korban Terdampak Bencana, DPRD Sumut Desak Relokasi Cepat ke Hunian Layak

Manaek Hutasoit
Manaek Hutasoit

MEDAN – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Golkar, Manaek Hutasoit, mendesak pemerintah untuk segera mempercepat relokasi warga terdampak bencana ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap). Desakan ini muncul setelah ditemukan banyak korban masih tinggal di tenda pengungsian, meski bencana terjadi sekitar empat bulan lalu.

Manaek menilai lambannya proses verifikasi dan pendataan menjadi hambatan utama pemindahan warga. “Kita mendorong pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar lebih cepat tanggap dalam proses verifikasi data korban. Ini penting supaya masyarakat bisa segera dipindahkan ke hunian yang lebih layak,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menekankan kondisi bertahan lama di tenda pengungsian berdampak serius pada kesehatan, keamanan, dan aktivitas ekonomi warga. Legislator asal Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga ini juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh korban bencana tidak lagi tinggal di pengungsian. “Kebijakan Presiden harus jadi acuan agar masyarakat bisa kembali hidup normal dan nyaman,” tegas Manaek.

Ia mendorong percepatan pembangunan hunian sementara sebagai solusi jangka pendek, sambil memastikan kesiapan huntap sebagai solusi jangka panjang.

Saat ini, warga terdampak di beberapa wilayah, termasuk Tapanuli Tengah, masih mengungsi di tenda darurat maupun rumah kerabat, menunggu kepastian hunian. Manaek menegaskan DPRD Sumut akan terus mengawal proses penanganan pascabencana agar tepat sasaran, cepat, dan berpihak pada masyarakat.

“Kita berharap seluruh pihak menunjukkan komitmen agar korban bencana segera mendapatkan tempat tinggal layak dan bisa kembali menjalani kehidupan normal,” pungkasnya. (san/ila)

Pemerintah Kabupaten Nisel Peringati Hari Jadi ke-22, ‎Sokhiatulo: Momen Bersejarah bagi Masyarakat

PELEPASAN: Bupati dan Wakil Bupati Nisel bersama Forkada dan Ketua Bamuspernis saat melaksanakan pelepasan burung merpati, Senin (28/7). (ERIUSMAN/SUMUT POS)
PELEPASAN: Bupati dan Wakil Bupati Nisel bersama Forkada dan Ketua Bamuspernis saat melaksanakan pelepasan burung merpati, Senin (28/7). (ERIUSMAN/SUMUT POS)

‎NISEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan (Nisel) melaksanakan acara peringati hari jadi ke-2 Kabupaten Nisel 2025 di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam. Senin (28/7). Pada acara tersebut diselingi berbagai tarian tiap kecamatan serta pelepasan 22 ekor burung merpati oleh Forkompinda sebagai tanda hari jadi Kabupaten Nisel.

‎Bupati Nisel, Sokhiatulo Laia dan Wakil Bupati Nisel Ir Yusuf Nache ST MM bersama-sama menyampaikan sambutan secara bergantian dalam rangka memperingati hari jadi Nisel.

‎Sokhiatulo Laia dalam sambutannya, menyampaikan bahwa perayaan hari jadi Kabupaten Nisel di Tahun 2025 merupakan momentum bersejarah bagi kehidupan seluruh masyarakat Kabupaten Nisel

‎ Sebagaimana diketahui, pemekaran Kabupaten Nisel merupakan wujud hasil peran para orangtua terdahulu sesuai dengan sejarah singkat Kabupaten Nisel disampaikan oleh Ketua Umum Bamuspernis.

‎”Betapa susahnya perjuangan yang dilaksanakan oleh pejuang Kabupaten Nisel pada masa itu. Kita sebagai warga dan bangsa yang baik kita patut berterimakasih kepada pejuang-pejuang pemekaran Kabupaten Nisel yang bersatu padu dalam wadah Bamuspernis,” ucap Sokhiatulo Laia.

‎Sementara, Wakil Bupati Nisel Ir Yusuf Nache ST MM mengucapkan terima kasih kepada forum kepala daerah (Forkada) se- Kepulauan Nias, forum komunika pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Nisel dan seluruh undangan yang telah hadir untuk merayakan hari ulang tahun Kabupaten Nisel.

‎”Melalui momentum berbahagia ini kami mengajak kita semua ‘Talabu Ta’ehaogo Mbanuada, Nias Selatan Rumah Kita’ agar terwujud masyarakat Nisel yang Adil Makmur, Berdaya Saing, Inovatif, Berkelanjutan dan Lestari Berkeadaban dalam berbagai aspek kehidupan sosial,” harap Yusuf Nache.

‎Lebih lanjut, Yusuf Nache mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah bersusah payah untuk mempersiapkan acara yang cukup sederhana ini.
“Semoga semangat juang ini tetap kita pertahankan, baik dalam tugas sehari – hari terlebih-lebih dalam pelayanan masyarakat (publik),” tuturnya.

‎”Sekali lagi kami menyampaikan, kami mengajak seluruh masyarakat Nias Selatan agar tidak melupakan sejarah perjuangan Kabupaten Nisel, seraya bersujud dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kiranya segala cita-cita dan harapan kita diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.

‎Pada acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nias Barat, mantan Wakil Bupati Nisel, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Nisel, Forkopimda Kabupaten Nias Selatan, Ketua Umum/Pengurus Dan Segenap Anggota BPP Bamuspernis, Sekda Nisel, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Nisel, Ketua Dharma Wanita Persatuan & Seluruh Organisasi Wanita se Kabupaten Nisel, Pimpinan Lembaga dan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan Bank dan Perguruan Tinggi di Nisel, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat/agama/adat, tokoh wanita, insan pers, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan/Kepemudaan dan Masyarakat Nisel. (eri/azw)

Diduga Tercemar Limbah, Air Sungai Belumai Menghitam dan Bau

DIDUGA TERCEMAR: Air Sungai Belumai di Desa Dalusepuluh B diduga tercemar limbah karena berwarna hitam dan berbau.
DIDUGA TERCEMAR: Air Sungai Belumai di Desa Dalusepuluh B diduga tercemar limbah karena berwarna hitam dan berbau.

LUBUKPAKAM – Diduga tercemar limbah berasal dari industri air Sungai Belumai berubah berwarna menjadi hitam, di Desa Dalusepuluh- B Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu (29/3).

Selain berwarna hitam, air tersebut menebarkan aroma tidak sedap, sehingga setiap warga yang melintas dapat mencium aroma tak sedap. Alhasil warga enggan menggunakan sungai tersebut sebagai keperluan sehari-hari.

Atas peristiwa tersebut warga mendesak pihak terkait agar menindak perusahaan atau pelaku industri yang diduga pelaku mencemari air Sungai Belumai, terutama yang berada di Desa Dalusepuluh hingga ke hilir sungai.

Bila diperhatikan kondisi air sungai dibagian hulu sungai tepatnya di Desa Dagangkelambir ke atas tidak tercemar karena kondisi airnya normal. Dugaan kuat pencemaran air pada bagian hilir sungai, karena berbau dan menghitam.

“Biasanya memang kalau pagi hari air sungai menghitam, diduga ada pabrik membuang limbah pada malam hari. Pada siang hari air sungai warnanya kembali normal. Keadaan ini sudah terjadi sejak berapa pekan terakhir,” beber Sugianto warga titi Gantung Desa Dalusepuluh B.

Sugianto menyebutkan, kejadian air sungai Belumai di Desa Dalusepuluh menghitam telah merusak lingkungan dan dikhawatirkan meracuni warga.

Pemerintah atau pihak terkait seharusnya bertindak tegas sebelum hal ini menjadi wabah yang menimbulkan efek negatif bagi masyarakat.

“Dinas Lingkungan Hidup jangan tertutup mata melihat kondisi air sungai yang hitam. Persoalan ini sebenarnya sudah  pernah dipersoalkan namun tidak ada pemeriksaan  serta upaya tindakan tegas dari istansi terkait,” pungkas Sugianto. (btr/azw)