31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 5

Abaikan Data Resmi Penerima Bansos Lingkungan 2 Tanjungmarulak Hilir, Kepling di Tebingtinggi Diduga Tahan Hak Warga

TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, saat meninjau penyaluran Bantuan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kantor Kelurahan Tanjungmarulak Hilir, Jumat (27/3). Azan Purba/SumutPos.
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, saat meninjau penyaluran Bantuan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kantor Kelurahan Tanjungmarulak Hilir, Jumat (27/3). Azan Purba/SumutPos.

TEBINGTINGGI – Kinerja Kepala Lingkungan (Kepling) 2 di Kelurahan Tanjungmarulak Hilir, Kecamatan Rambutan, menuai sorotan tajam dari masyarakat, Sabtu (28/3).

Oknum kepala lingkungan tersebut diduga tidak menjalankan tugas secara profesional, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan tersebut seharusnya diberikan kepada warga yang telah terdata dan dinyatakan layak menerima sesuai data dari bulog. Namun di lapangan, ditemukan sejumlah warga yang berhak justru tidak menerima bantuan, sehingga memicu kekecewaan di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 1 kepala keluarga (KK) yang bantuan sosialnya diduga ditahan. Salah satu warga, Heri Bima Utami Purba, mengaku kecewa karena dirinya yang telah terdata sebagai penerima bantuan tidak mendapatkan undangan pengambilan.

“Saya ini terdata sebagai penerima bantuan, tapi tidak diberikan undangan. Masalah pribadi saya dengan istri malah dibawa-bawa,” ujarnya.

Heri menjelaskan bahwa dirinya memang sedang berpisah dengan istrinya, namun belum bercerai. Ia juga menegaskan bahwa anaknya tetap berada dalam pengasuhannya bersama kedua orangtuanya.

“Kami memang pisah, tapi belum cerai. Anak saya saya rawat bersama orangtua saya. Tidak seharusnya itu jadi alasan bantuan saya tidak diberikan,” katanya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Kepala Lingkungan, Idawati Damanik, saat dikonfirmasi menyampaikan alasan penundaan pemberian bantuan tersebut. Ia menilai Heri menelantarkan istrinya. “Dia menelantarkan istrinya, jadi undangan tidak saya berikan. Suruh saja istrinya datang kemari,” ujarnya.

Selain itu, Idawati juga mengakui adanya hubungan pribadi yang kurang baik dengan keluarga Heri sejak lama, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala lingkungan.

Dari informasi yang dihimpun di lingkungan setempat, hubungan antara kedua pihak memang sudah tidak harmonis. Namun demikian, sikap tersebut dinilai tidak seharusnya memengaruhi pelaksanaan tugas sebagai aparatur pelayanan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Camat Rambutan, Hersan Koto, menegaskan bahwa penyaluran bantuan telah dilakukan sesuai prosedur. Bantuan dari Bulog disalurkan ke kelurahan berdasarkan data resmi, kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui kepala lingkungan.

“Kami menyalurkan bantuan sesuai data dari Bulog. Selanjutnya diserahkan ke kelurahan dan dibagikan kepada masyarakat melalui kepala lingkungan,” ujarnya.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya dugaan bahwa kepala lingkungan tidak menyampaikan surat undangan kepada warga yang berhak, meskipun nama mereka tercantum dalam data resmi berdasarkan kategori desil.

Informasi lain menyebutkan, kepala lingkungan tersebut baru pertama kali menjabat. Dalam tugas perdananya, ia diduga belum mampu bersikap profesional karena persoalan pribadi turut memengaruhi kinerja, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak objektif.

Sementara itu, Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, menegaskan bahwa bantuan sosial harus tepat sasaran dan sesuai data yang telah ditetapkan.

“Bantuan ini wajib tepat sasaran, sudah didata DTSEN. Kita pastikan bantuan yang diberikan berkualitas baik dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi bagi seluruh aparatur lingkungan agar mengedepankan profesionalitas, transparansi, dan keadilan dalam menjalankan tugas. Bantuan sosial merupakan hak masyarakat yang telah terdata, bukan untuk kepentingan pribadi atau ajang pilih kasih.(mag-3/azw)

Berbagai Rekomendasi Pilihan Nike Official Store Online

Sepatu wanita Nike (ist)
Sepatu wanita Nike (ist)

Dengan adanya berbagai aplikasi yang mendukung untuk mendapatkan barang dengan mudah dan cepat, transaksi jual beli online kini dimudahkan

Salah satunya produk Nike official store yang sudah tersedia secara online yang menyediakan barang-barang ori dengan kualitas terbaik yang bisa jadi pilihan.

Toko online di Indonesia sudah tersedia dalam berbagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Jumlah pengunjung di setiap marketplace cenderung mengalami kenaikan karena maraknya pilihan belanja online yang banyak digunakan.

Toko Nike Official Store Online

  1. Blibli 

Blibli menyediakan Nike official store online yang bisa didapatkan dengan mudah melalui aplikasi yang telah disediakan. Marketplace Blibli merupakan milik dari perusahaan Djarum Group sebagai salah satu marketplace terpopuler di Indonesia dengan jumlah pengunjungnya yang terus mengalami kenaikan setiap bulan. 

Kategori produk yang seringkali dicari di marketplace ini yaitu produk fashion, elektronik hingga bahan makanan. Sehingga untuk menemukan produk Nike tentunya sudah tidak sulit lagi karena Blibli sudah menyediakan official store yang bisa dikunjungi oleh semua orang.

  1. Shopee 

Shopee menjadi salah satu e-commerce yang asalnya dari Asia Tenggara dan pertama kalinya berdiri di Singapura dan sudah meluaskan jangkauan bisnisnya ke negara lain seperti Indonesia Thailand, Taiwan, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Shopee juga memiliki urutan kedua dengan pengunjung terbanyak di Indonesia.

Termasuk untuk mendapatkan produk Nike tentunya bisa didapatkan di Shopee karena sudah tersedia official store. Anda tidak perlu meragukan kualitas yang ditawarkan oleh Shopee dalam menyediakan produk Nike.

  1. Lazada 

Lazada adalah perusahaan besutan dari Alibaba Group yang sudah berdiri dari tahun 2012 dan saat ini menjadi salah satu marketplace yang cukup populer di Indonesia. Lazada adalah marketplace yang juga menyediakan jasa menjadi mitra dengan modalnya mulai dari 500 ribu saja.

Aplikasi Lazada ini juga tersedia official store untuk pembelian Nike dengan harga yang jauh lebih murah karena tersedia berbagai promo yang bisa digunakan. Saat ini untuk mendapatkan produk sepatu Nike sudah tidak sulit lagi karena Lazada menyediakan berbagai seri yang dibutuhkan oleh para pembeli. 

  1. Tokopedia 

Tokopedia adalah salah satu marketplace atau e-commerce di Indonesia yang menyediakan lapak penjual serta ekspedisi yang sangat mumpuni hingga yang paling populer diminati oleh para penggemar. Tokopedia inilah yang dijadikan sebagai marketplace urutan nomor 1 terbanyak pengunjungnya di Indonesia.

Marketplace ini telah menyediakan berbagai fitur untuk merchant yang bisa berjualan di aplikasi seperti adanya fitur promosi, broadcast chat, statistik toko hingga keuangan yang nantinya penjual bisa meminjam modal untuk pengembangan bisnis di Tokopedia. Adanya berbagai fitur itulah yang memberikan kemudahan bagi seller untuk memulai berjualan. 

  1. Bukalapak 

Bukalapak termasuk official store Nike online yang sangat direkomendasikan dengan berbagai tipe yang ada di aplikasi belanja online ini. Bukalapak adalah marketplace Indonesia yang sudah berdiri dari tahun 2010 dengan ditujukan pada para pelaku UMKM yang ingin membuka lapak secara online. 

Seiring berjalannya waktu Bukalapak dikenal oleh banyak orang hingga memiliki pengunjung terbanyak di Indonesia urutan ketiga. Sehingga tidak heran lagi apabila Bukalapak juga menyediakan official store untuk produk Nike yang bisa didapatkan dengan mudah oleh para pembeli. 

Itulah beberapa Nike official store online yang menyediakan produk berkualitas dan harga lebih terjangkau. Setiap marketplace menawarkan harga yang berbeda-beda karena tergantung dari promo dan voucher yang digunakan.(rel/sih)

Terjebak Sindikat Scam Kamboja, Pemuda Deliserdang Berhasil Pulang Berkat Kawalan Senator Penrad Siagian

Keluarga dan pengurus GBKP Sibolangit saat menyambut kepulangan Dandi Sitanggang. (Foto: Istimewa)
Keluarga dan pengurus GBKP Sibolangit saat menyambut kepulangan Dandi Sitanggang. (Foto: Istimewa)

DELISERDANG, SunutPos.co– Penantian panjang keluarga Dandi Sitanggang (26), berakhir haru. Pemuda asal Desa Bandar Baru, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, yang sempat hilang kontak dan terdampar di Kamboja selama hampir dua tahun, akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di Tanah Air pada Rabu (25/3/2026).

Kepulangan Dandi merupakan hasil kolaborasi intensif antara pihak Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dengan Anggota DPD RI asal Sumatra Utara, Pdt. Penrad Siagian.

Kisah pilu ini bermula pada Mei 2024. Dandi nekat berangkat ke Kamboja tanpa pamit setelah tergiur tawaran pekerjaan di Facebook. Bukannya mendapat gaji besar, ia justru dipaksa bekerja di perusahaan penipuan daring (online scam).

“Setelah lima bulan, saya dikeluarkan karena target tidak tercapai. Pilihannya cuma dua: dijual ke perusahaan lain atau pulang. Saya pilih pulang,” ujar Dandi setibanya di kampung halaman.

Namun, jalan pulang tidak mudah. Dandi sempat terkatung-katung di bandara karena tidak memiliki biaya. Ia sempat bertahan hidup dengan bekerja serabutan di rumah makan untuk menyambung nyawa, sembari menghadapi masalah dokumen karena masuk secara ilegal dan overstay lebih dari 2,5 tahun.

Proses pemulangan Dandi sempat menemui jalan buntu karena denda administrasi yang mencapai ratusan juta rupiah. Titik terang muncul saat pengurus GBKP Bandar Baru berkomunikasi dengan Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian pada akhir 2025.

Senator asal Sumut tersebut bergerak cepat memfasilitasi birokrasi dan proses kepulangan jemaatnya itu. Ayah Dandi, Saut Sitanggang, tak kuasa menahan tangis saat menyambut putranya. “Terima kasih Bapak Penrad Siagian. Bantuan bapak sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga bapak selalu diberkati,” ucapnya lirih.

Menanggapi keberhasilan ini, Pdt. Penrad Siagian menegaskan, aksi tersebut adalah bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat. Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat.

“Ini pelajaran bagi kita semua. Saya minta anak muda lebih waspada terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas keabsahannya. Jangan mudah tergiur janji manis di media sosial,” tegas Penrad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Senada, Ketua Klasis GBKP Sibolangit, Pdt Lia Br Sembiring, mengapresiasi langkah nyata sang Senator. Baginya, kepulangan Dandi adalah bukti nyata bahwa kepedulian dan kerja sama lintas pihak mampu menyelesaikan masalah yang terlihat mustahil.

Kini, Dandi telah berkumpul kembali bersama keluarga, menutup lembaran kelam di negeri orang dengan sebuah kesaksian tentang perjuangan dan kepedulian. (adz)

Dua Pengedar Ekstasi Divonis 8 Tahun Penjara

SIDANG: Dua terdakwa kasus kepemilikan ekstasi, saat menjalani sidang di PN Medan. (Ist)
SIDANG: Dua terdakwa kasus kepemilikan ekstasi, saat menjalani sidang di PN Medan. (Ist)

Pengadilan Negeri Medan, menghukum terdakwa Iswahyudi (38) dan Ahmad Ramadhan (25), masing-masing 8 tahun penjara. Kedua warga Medan Marelan dan Medan Sunggal itu, terbukti bersalah atas peredaran 50 butir ekstasi.

Hakim ketua Frans Effendi Manurung, menyakini perbuatan para terdakwa telah memenuhi unsur sebagaimana Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 8 tahun,” ujarnya sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Jumat (27/3/2026).

Selain itu, terdakwa dihukum membayar denda sebesar Rp1 miliar. Dengan ketentuan apabila dalam waktu satu bulan pidana denda tidak dibayar, maka pendapatan atau harta kekayaan terdakwa disita dan dilelang jaksa. “Apabila tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 190 hari,” katanya.

Namun atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, mengajukan langkah hukum banding yang di ikuti kontra memori banding kedua terdakwa ke Pengadilan Tinggi Medan.

Diketahui, peristiwa bermula pada 30 Juli 2025. Saat itu terdakwa Iswahyudi berada di rumahnya ketika dihubungi terdakwa Ahmad Ramadhan yang menyampaikan adanya pesanan ekstasi sebanyak 50 butir.

Iswahyudi kemudian menghubungi seorang pria bernama Kumar (dalam penyidikan) untuk memesan ekstasi tersebut. Kumar menawarkan harga Rp140 ribu per butir, sehingga total transaksi mencapai Rp7 juta. Harga tersebut disetujui, meski uang yang tersedia baru Rp6,7 juta.

Selanjutnya, terdakwa Ahmad Ramadhan meminta Iswahyudi datang ke kosnya di Apel Kost, Jalan Sei Batu Gingging Pasar X, Padang Bulan Selayang, Medan. Dilokasi tersebut, Iswahyudi bertemu Ahmad Ramadhan dan seorang pria bernama Ozi yang disebut sebagai pembeli.

Ozi kemudian menyerahkan uang tunai sebesar Rp5,8 juta kepada Iswahyudi. Uang tersebut selanjutnya ditransfer ke rekening yang diberikan Kumar melalui layanan BRILink di Jalan Setia Budi, Kota Medan.

Sekitar pukul 17.45 WIB, seorang pria tak dikenal yang mengaku suruhan Kumar datang ke kos tersebut dan menyerahkan 50 butir ekstasi yang dibungkus plastik hitam kepada Iswahyudi. Barang haram itu kemudian diserahkan kepada Ozi.

Namun saat para terdakwa meminta uang keuntungan sebesar Rp500 ribu, tiba-tiba 4 petugas Polrestabes Medan, datang ke lokasi dan melakukan penangkapan. Ozi melarikan diri, sementara Iswahyudi dan Ahmad Ramadhan diamankan.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 50 butir ekstasi, uang tunai Rp500 ribu yang diduga hasil kejahatan, serta beberapa unit telepon genggam yang digunakan sebagai alat komunikasi dalam transaksi narkotika tersebut.

Para terdakwa beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut. (man/ila)

Deliserdang Kirim Kontingen Pesparawi Nasional ke Manokwari

AUDIENSI: Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan menerima audiensi pengurus dan kontingen Pesparawi Kabupaten Deliserdang di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (27/3).
AUDIENSI: Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan menerima audiensi pengurus dan kontingen Pesparawi Kabupaten Deliserdang di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (27/3).

LUBUKPAKAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang optimistis mampu mempertahankan prestasi pada ajang Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) tingkat nasional, seiring dengan penguatan pembinaan yang terus dilakukan sejak tingkat daerah.

Optimisme tersebut disampaikan Bupati Deliserdang, dr Asri Ludin Tambunan, saat menerima audiensi pengurus dan kontingen Pesparawi Kabupaten Deliserdang di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (27/3/2026), dalam rangka persiapan menghadapi Pesparawi ke-XIV tingkat nasional di Manokwari, Papua Barat, pada 23–28 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa capaian prestasi nasional yang telah diraih sebelumnya menjadi modal kuat untuk terus ditingkatkan melalui sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di tingkat daerah.

“Kalau sudah menjadi prestasi nasional, ini harus diteruskan. Pesparawi daerah harus dijadikan agenda rutin, pola pembinaan diperbaiki dan diperkuat mulai dari tingkat daerah,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi pembinaan yang didukung dengan perencanaan dan penganggaran yang berkelanjutan, sehingga prestasi yang telah menjadi tradisi dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Jika ini sudah menjadi tradisi dan menghasilkan prestasi, maka harus terus ditingkatkan. Pembinaan harus berkelanjutan dan masuk dalam perencanaan tahunan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Pesparawi nasional bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, penguatan nilai spiritual, serta pengembangan seni dan budaya keagamaan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia mendorong agar kegiatan keagamaan serupa juga dapat dikembangkan pada pemeluk agama lain sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai budaya dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Deliserdang.

“Saya berharap kontingen dapat memberikan penampilan terbaik dan mempertahankan prestasi yang telah diraih,” pungkasnya.

Diketahui, kontingen Pesparawi Deliserdang mencatatkan prestasi nasional, khususnya pada kategori paduan suara wanita (PSW) yang turut mengantarkan Sumatera Utara menjadi juara umum pada ajang nasional di Yogyakarta tahun 2022. Tahun ini Deli Serdang dipercaya mengikuti dua kategori yakni PSW dan Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC). Kedua kategori ini sebelumnya telah memenangkan Pesparawi tingkat Provinsi yang digelar pada tahun 2024 silam.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Deliserdang, Janji Hadameon Sinambela, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan penguatan persiapan guna mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian di tingkat nasional.

“Kami dari LPPD Deliserdang terus berupaya membawa nama baik kabupaten, dan hal itu telah dibuktikan pada ajang nasional ke-XIII. Terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Tahun ini, kami menargetkan peningkatan capaian dengan mengikuti dua kategori di tingkat nasional,” terangnya.(btr/azw)

Lansia Tewas di Kamar Mandi Rumah

OLAH TKP: Tim Inafis Polres Tebingtinggi ketika melakukan pengamanan Olah TKP di lokasi Gang Becek, Lingkungan III Kelurahan Pasar Baru, Kamis (26/3).(Azan Purba/ Sumut pos)
OLAH TKP: Tim Inafis Polres Tebingtinggi ketika melakukan pengamanan Olah TKP di lokasi Gang Becek, Lingkungan III Kelurahan Pasar Baru, Kamis (26/3).(Azan Purba/ Sumut pos)

TEBINGTINGGI-Warga Kota Tebingtinggi digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya, Kamis malam (26/3). Korban tewas diduga akibat penyakit yang dieritanya.

Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga Lingkungan III Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Tebingtinggi kota, Gang Hidayah 02 atau yang biasa di kenal Gang Becek.

Menurut kepala lingkungan (kepling) setempat dan jiran tetangga mengatakan korban diketahui bernama Abdul Somad (71), yang sehari-hari tinggal seorang diri di rumahnya.

Saat berada di lokasi, warga sekitar membenarkan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Kecurigaan muncul karena Abdul Somad, yang biasanya beraktivitas seperti biasa, tidak terlihat selama dua hari terakhir.

“Kami merasa heran, biasanya Pak Somad terlihat beraktivitas, tapi sudah dua hari ini tidak pernah terlihat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga kemudian berupaya memanggil korban, namun tidak mendapat respons. Karena khawatir, mereka akhirnya berinisiatif membuka pintu rumah yang terkuci dari dalam dan sepakat mendobrak pintu rumah untuk memastikan kondisi korban.

Warga dibuat terkejut saat memasuki rumah dan mencium aroma tidak sedap. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar mandi yang terkunci dari dalam.
Korban ditemukan tanpa busana dalam posisi telentang, dengan kondisi tubuh yang telah membengkak dan mulai membusuk.

Peristiwa tersebut langsung ditangani pihak Polsek Padanghulu AKP Rudi Asman, bersama Piket Pawas Iptu Thomson Simanjuntak. Mereka langsung ke lokasi kejadian bersama personel untuk melakukan penanganan awal.
Petugas kemudian melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) serta menggelar olah TKP bersama Tim Inafis Polres Tebingtinggi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit seperti asam urat, sakit pinggang, dan katarak. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat terjatuh di kamar mandi. Saat ini, Polres Tebingtinggi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian korban. (mag-3/azw)