Home Blog Page 4013

Bentuk Kelompok Belajar, Siswa Semangat ‘Keroyok’ Video Sebaran Covid-19

Bu Guru Watini, mengajarkan IPS ‘Letak dan Luas Benua Asia dan Benua Lainnya’, kepada anak didik lewat tugas bikin video sebaran Covid-19 di setiap benua. Anak didiknya semangat menyelesaikan tugas kelompok tersebut.
Bu Guru Watini, mengajarkan IPS ‘Letak dan Luas Benua Asia dan Benua Lainnya’, kepada anak didik lewat tugas bikin video sebaran Covid-19 di setiap benua. Anak didiknya semangat menyelesaikan tugas kelompok tersebut.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kreativitas guru mengajar sistem daring (dalam jaringan) di tengah pandemi Covid-19, terus bermunculan. Salahsatunya seperti dilakukan Watini, guru mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Air Joman, Asahan, Sumatera Utara. Ia memilih membentuk kelompok belajar anak didiknya via aplikasi WhatsApp. Setiap kelompok diketuai para siswa juara, rangking 1 sampai 5. Setiap kelompok diminta ‘keroyokan’ mengerjakan tugas membuat video pelajaran dengan tema terkini.

“Awalnya, saya merasa sangat terbatas saat mengajar via online, seperti group Whatsapp, Google Classroom, Google Zoom, Google Meet, dan lain sebagainya. Interaksi guru dan murid jauh berkurang. Kualitas proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal. Ujungnya, prestasi belajar anak didik menurun,” kata Watini, salahsatu fasilitator daerah Program Pintar Tanoto Foundation, Jumat (2/10/2020).

Menyadari seluruh keterbatasan guru dan peserta didik dalam membahas setiap materi pelajaran, Watini memikirkan strategi untuk efektivitas belajar peserta didik.

“Peserta didik kan sering merasa terbebani dengan tugas/ LKPD yang diberikan guru setiap minggu. Alasannya, tidak punya HP-lah, tidak punya paket data lah, dan seterusnya. Sebagai guru IPS, saya kan ingin memberikan tugas secara menyenangkan, tidak memberatkan, tetapi bermakna. Karena saat ini sedang wabah virus corona, saya memberi tugas kepada siswa agar fokus pada issue virus corona, dikaitkan dengan materi pelajaran IPS  kelas IX,” jelasnya.

Watini yang telah dibekali pelatihan Pengembangan Budaya Baca Tanoto Foundation ini, memilih mengaitkan wabah corona pada  materi ajar ‘Letak dan Luas Benua Asia dan Benua Lainnya’.

Agar pelajarannya menarik dan diminati para siswa, Watini membentuk kelompok belajar pada setiap kelas melalui Grup WhatsApp.  Ia mendata siswa rangking 1 sampai 5 pada semester sebelumnya. Kemudian siswa yang mendapat rangking, diminta menjadi ketua kelompok.

“Setiap ketua kelompok bebas memilih teman satu kelasnya untuk dijadikan anggota kelompok sebanyak 5 sampai 6 orang,” tuturnya, seraya tersenyum.

Selanjutnya, setiap kelompok mendapat bagian masing-masing benua. Kelompok 1 Benua Asia. Kelompok 2 Benua Amerika, kelompok 3 Benua Eropa, kelompok 4 Benua Afrika , dan kelompok 5 Benua Australia.

“Tugas yang saya berikan kepada setiap kelompok adalah membuat peta persebaran virus Corona pada satu benua. Boleh dalam bentuk video, power point, maupun gambar pada sebidang kertas karton. Tugas mesti selesai dalam waktu 2 minggu,” jelasnya.

Bu Guru Watini, membentuk kelompok belajar saat memberikan tugas mapel IPS kepada anak-anak didiknya, lewat sistem belajar daring.

Setiap kelompok mengerjakan tugas di rumah masing-masing dengan cara membagi tugas ke masing-masing anggota. Ada siswa yang mencari data penyebaran Covid-19, ada yang mencari foto dan video negara-negara di setiap benua, cara kerja virus, dan seterusnya. Hasilnya dikirim ke ketua kelompok. Selanjutnya, ketua kelompok menyatukan hasil rekaman teman-temannya.

Hasilnya, dalam 2 hari sudah ada kelompok yang menyelesaikan dan mengirimkan tugas berupa video pembelajaran. Yakni Kelompok Belajar 1, yang memaparkan persebaran virus corona di Benua Asia. “Video tersebut menurut saya sangat apik, dan bisa saya jadikan media pembelajaran di kelas-kelas lain pada proses pembelajaran daring selanjutnya,” kata Watini penuh semangat.

Dari cara itu dirinya menemukan, ternyata selama ini peserta didik yang beralasan tidak memiliki HP android atau paket data untuk belajar daring, lebih bersemangat saat diberi tugas untuk membuat video. Tugasnya lebih cepat selesai dibandingkan saat disuruh mengerjakan LKPD luring.

Dengan mengerjakan tugas membuat video secara berkelompok, menurutnya, peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran, yaitu mendeskripsikan letak dan luas benua, mengenal negara-negara yang terdapat di masing-masing benua, menganalisis negara-negara yang terpapar virus corona di berbagai benua, menggambar peta benua, serta memaparkan solusi memutuskan rantai penyebaran virus corona.

“Ternyata, ada bakat terpendam yang selama ini belum tergali selama pembelajaran tatap muka dalam bidang IT.  Setelah dikonfirmasi, untuk menyelesaikan video pembelajaran tersebut, setiap kelompok hanya menghabiskan paket data kurang dari 2GB. Biaya yang habis tidak sampai Rp15 ribu,” cetusnya semringah.

Pada saat Watini menshare video hasil kelompok belajar anak didiknya di grup kelas IX yang lain, kelas lain tersebut ternyata makin termotivasi menyelesaikan tugas-tugasnya.

“Rekan-rekan guru sejawat juga mulai ikut mencontoh pemberian tugas ke siswa. Misalnya guru mata pelajaran PPKN, ikut memberi tugas kepada peserta didik untuk membuat video pembelajaran tentang ‘bagaimana sikap warga negara yang baik dalam menghadapi wabah virus corona yang sedang melanda Indonesia’,” katanya.

Ia berharap, strategi belajar lewat kelompok belajar, serta menugaskan murid membuat video tentang materi ajar yang sedang dipelajari, membuat peserta didik tetap semangat belajar di rumah. “Akhir kata, mari sama-sama berdoa agar wabah ini cepat berlalu,” tutupnya. (rel/mea)

Pertagas Lakukan Pengeboran Sumur Air

Sumber Sarana Air Bersih untuk Masyarakat Aceh Timur

SERAHKAN: Pegawai Pertagas saat menyerahkan secara simbolis perlengkapan kepada warga di tiga desa di Aceh TImur, Jumat (2/10/2020).

RANTAU PEUREULAK, SUMUTPOS.CO– PT Pertamina Gas selaku afiliasi subholding gas PT PGN Tbk melakukan pengeboran sumur air bersama kelompok masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi masalah tiga desa di sekitar area operasi Pertagas Operation North Sumatera Area (ONSA) yang selama ini mengalami kesulitan terhadap akses air bersih.

“Selama ini kami harus mengambil air dari sungai yang cukup jauh,” ujar Keuchik Gampong Kliet, Yusri, Jumat (10/2). 

Menurutnya, selain gampong atau desa di wilayahnya, dua desa terdekat lain yaitu Gampong Alue Geunteng dan Gampong Tampak juga mengalami kondisi yang sama. Untuk membuat sumur, dibutuhkan biaya yang tidak murah bagi desa.

“Alhamdulillah, Pertagas bersedia membantu membuatkan sumur air. Ke depan kami akan swadaya untuk pipanisainya ke warga,” jelasnya. 

Sementara itu, salah satu warga di Gampong Kliet Yusuf mengaku sangat bersyukur dengan bantuan dari Pertagas. Bantuan ini, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh dirinya, keluarga, dan warga sekitar. “Saya sudah hidupkan selama setengah jam, airnya bersih dan bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. 

Proses pencarian sumur di tiga desa ini tidaklah mudah. Selama satu bulan lalu, Pertagas bersama-sama dengan warga dari tiga desa mencari lokasi yang tepat untuk pengeboran. Beberapa kali diuji coba melakukan pengeboran, air tanah yang keluar berwarna keruh dan berpasir. Akhirnya masing-masing satu titik di setiap desa ditemukan di Dusun Tgk. Chusein Gampong Alue Geunteng, Mesjid Bai’tal Gampong Tampak, dan Dusun Tanjung Naleung Gampong Kliet. 

Manager Pertagas ONSA Agus Mukorobin mengatakan bahwa kegiatan CSR di Pertagas selalu diupayakan dapat menjawab kebutuhan dan masalah yang ada di masyarakat utamanya yang dekat dengan area operasi perusahaan. Di tiga desa ini, Pertagas menilai bahwa salah satu isu yang perlu diselesaikan adalah ketersediaan dan akses terhadap air bersih. “Ini masalah mendasar. Bahwa ternyata masih ada masyarakat kita yang mengambil air untuk konsumsi dari sungai yang juga dijadikan MCK untuk mereka,” ujarnya. 

Dia berharap, bantuan Pertagas di tiga desa yang ada di wilayah Aceh Timur ini ke depan juga akan mendorong masyarakat untuk dapat berkembang lebih baik. “Ketika akses air bersih didapat, mereka bisa hidup lebih sehat dan mampu berkarya lebih baik untuk memajukan kelompoknya,” harapnya. 

Selain itu, Pertagas juga bangga dengan keinginan ketiga kelompok masyarakat di desa ini yang tidak menggantungkan diri dari bantuan Pertagas sepenuhnya.

“Setelah sumur selesai, pipanisasi ke rumah warga akan dilakukan swadaya oleh mereka,” lanjutnya. Keberhasilan pengeboran sumur ini, sekaligus menjadi bentuk sinergi antara perusahaan dan semangat kelompok masyarakat untuk mewujudkan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. (rel/ram)

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional Harus dengan Pengawasan Ketat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 dibarengi dengan kemuculan klaster baru penularan, salah satunya pasar tradisional. Kondisi ini berlangsung terutama setelah beberapa daerah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satu penyebab lantaran pasar tidak ditata agar bisa menerapkan protokol kesehatan secara optimal.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) sekaligus Direktur Kampanye Gerakan Pakai Masker (GPM) Y. Joko Setiyanto membenarkan, pasar tradisional menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19 sebab infrastrukturnya tidak didesain adaptif terhadap pandemi virus.

“Setiap pasar pendekatannya (kampanye pakai masker) berbeda-beda. Bagaimanapun, pasar tetap harus hadir di tengah masyarakat tetapi perlu lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kalau pasar sampai tutup, rentetannya terlalu luas,” katanya dalam webinar Katadata Forum Virtual Series bertajuk Tetap Pakai Masker di Pasar Tradisional, Jumat (2/10/2020).

Berdasarkan survei BPS diketahui bahwa masih ada pasar tradisional yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara benar, terutama menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun. Sebanyak 17,32 persen responden mengaku, pasar tradisional/pedagang kaki lima yang dikunjunginya tidak menerapkan protokol kesehatan sama sekali.

Saat ini, ada lebih dari 13.000 pasar tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia dan menampung lebih dari 12 juta pedagang. Terkait penyebaran Covid-19 di pasar, Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia mencatat sebanyak 573 pedagang terinfeksi virus corona.

“Di dalam kondisi ini, kita butuh contoh dan ketagasan dari pemangku kewenangan seperti kepala daerah. Bagaimana untuk mendorong agar kampanye memakai masker dan menjaga jarak jadi gaya hidup,” tutur Joko Setiyanto.

Beberapa pasar yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 tertinggi adalah pasar Raya Padang di Sumatera Barat, Jakarta dan Palangkaraya. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta rutin melakukan pemeriksaan di pasar-pasar tradisional dan memantau kepatuhan protokol kesehatan kepada pedagang maupun pembeli di pasar tradisional.

Sementara itu, Peneliti Psikologi Sosial Fakultas Psikologi UI Dicky Pelupessy menjelaskan, terdapat sejumlah alasan yang melatarbelakangi pedagang pasar tak taat protokol kesehatan. Alasan utama lantaran, misalnya mengenakan masker, menimbulkan ketidaknyamanan bagi mereka.

“Misalnya, terutama pedagang yang kiosnya di basement, merasa sangat tidak nyaman bernapas jika mengenakan masker apalagi ditambah face shield. Mereka juga merasa tidak nyaman saat berkomunikasi dengan orang lain terutama pembeli,” tutur Dicky.

Oleh karena itu, kampanye protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 perlu dijadikan norma bersama. Dengan begini semua orang di pasar tradisional berkesadaran untuk adaptasi dengan kondisi yang ada, salah satunya dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Adapun, salah satu wilayah yang terbilang cakap dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 adalah Salatiga. Kusumo Aji selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga menuturkan, pihaknya memberlakukan aturan tegas berupa jaga jarak antarpedagang pasar. Pedagang pasar tradisional wajib mengenakan masker atau mereka dilarang berjualan, begitu pula dengan pembeli.

“Kami atur jarak pedagang 1,5 meter sampai 2 metar antarpedagang satu dengan yang lain. Kami mulai ini sejak April 2020, sembari mewajibkan mereka semua memakai masker dan cuci tangan. Ini terus kami gaungkan. Sejauh ini belum terdeteksi ada pedagang pasar yang terinfeksi,” kata Kusumo.(rel)

Gubernur: Lelang Segera Dibuka Lagi

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 9 pejabat eselon II yang dilantik Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, Selasa (29/9) lalu, ternyata sebagian diketahui tidak mendaftar sebagai peserta lelang jabatan tahun lalu. Praktis hanya M Ismael Parenus Sinaga yang tercatat sebagai peserta lelang jabatan.

Ilustrasi

Seperti diketahui, ada 7 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, belum terisi, yang dilelang tahun lalu. Adapun jabatan tersebut, yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, dan Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Muhammad Ildremn

Namun saat pelantikan tersebut, 3 jabatan di antaranya sudah terisi, yakni Direktur RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Dan dari 3 jabatan itu pula, hanya M Ismael Parenus Sinaga yang dilantik sesuai proses seleksi terbuka JPTP yang dia ikuti. Sementara dr Ria Telaumbanua tidak ikut lelang jabatan sebagai Direktur RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem. Begitu juga Irman Oemar, tak ikut seleksi untuk jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Berdasarkan data di humas.sumutprov.go.id, nama-nama pejabat yang lulus seleksi makalah untuk jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah Ahmad Rasyid Ritonga, M Ismael Parenus Sinaga, Raja Indra Saleh, dan Zulkifli.

Untuk jabatan Kepala Dinas Komunikas dan Informatika, yakni Anda Subrata, Arbiuddin Syahputra Hakim Harahap, Ernawati Lubis, Ikhsan, Josua Sinurat, Makrum Rambe, Siti Bayu Nasution, Sylvia Rosita Armayanti Lubis, Tomy Harahap, dan Yohannes Asarudy Halawa.

Sedangkan untuk jabatan Direktur RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem, peserta yang lulus seleksi makalah dan berhak ke tahap selanjutnya adalah Aris Yudhariansyah, Asni Hayessy, Dapot Parulian, Suci Hati, dan Wahid Khusyairi.

Lantas, bagaimana nasib jabatan lain yang belum terisi? Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengaku, segera membuka kembali seleksi terbuka JPTP.

“Segera dilakukan open bidding (lelang jabatan). Sedang diminta persetujuan KASN,” ungkap Edy, usai melantik para pejabat eselon II dan eselon III tersebut. (prn/saz)

Harga Pangan Mengalami Penurunan, Deflasi Sumut Tercatat 0,01 Persen pada Bulan September

Dinar Butar-butar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut) mengalami deflasi 0,01 persen, pada September 2020. Hal itu dipicu harga pangan yang mengalami penurunan.

Dinar Butar-butar

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Dinar Butar-butar menjelaskan, ada 3 kota di Sumut yang mengalami inflasi, yakni Sibolga sebesar 0,29 persen, Pematangsiantar 0,29 persen, dan Gunungsitoli 1,00 persen. Sementara itu, 2 kota lainnya mengalami deflasi, yakni Medan dengan 0,05 persen, dan Padangsidimpuan 0,12 persen.

“Dengan demikian, gabungan IHK dari 5 kota di Sumut pada September lalu, deflasi tercatat mencapai 0,01 persen,” ungkap Dinar, dalam keterangan pers yang disampaikan secara virtual, Kamis (1/10).

Dinar juga mengatakan, pada September lalu, Medan tercatat deflasi 0,05 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 102,76 pada Agustus, menjadi 102,71 pada September.

“Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan, yakni dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,03 persen. Dari kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen. Kelompok transportasi sebesar 0,30 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen,” bebernya.

Kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks, yakni kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan 0,19 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,09 persen.

“Dan 4 kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks. Yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, serta kelompok pendidikan,” imbuh Dinar.

Dinar menjelaskan, komoditas utama penyumbang deflasi selama September di Medan, antara lain angkutan udara, cabai rawit, telur ayam ras, parfum, jeruk, kentang, dan celana panjang jeans pria.

Perkembangan harga berbagai komoditas di Medan pada September secara umum, menurut Dinar, menunjukkan adanya penurunan. Berdasarkan hasil pantauan BPS, pada Oktober Medan deflasi 0,05 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 102,76 pada Agustus, menjadi 102,71 pada September.

Kemudian, tingkat inflasi tahun kalender September sebesar 0,35 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun September (2020 terhadap September 2019) inflasi 0,18 persen.

“Dari IHK 24 kota di Pulau Sumatera, 13 kota tercatat inflasi. Inflasi tertinggi di Gunungsitoli, sebesar 1,00 persen, dengan IHK sebesar 104,96. Dan terendah di Pekanbaru sebesar 0,01 persen, dengan IHK sebesar 103,44,” pungkas Dinar. (gus/saz)

Teks Foto

IST

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Dinar Butar-butar

Tak Perlu ke Kelok HP Lagi, Dengan Telkomsel Kini Pelajar Pasiah Laweh Bisa Belajar Daring dari Rumah

Telkomsel menghadirkan jaringan 4G LTE di Pasiah Laweh, Agam, Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen untuk #TerusBergerakMaju dalam memenuhi kebutuhan komunikasi seluruh masyarakat. Telkomsel menjadi satu-satunya operator seluler dengan layanan broadband di lokasi tersebut, dimana layanan ini sangat dibutuhkan untuk proses belajar daring selama masa pandemi. Kini, para pelajar bisa belajar daring dari rumah secara nyaman pakai Telkomsel.
Telkomsel menghadirkan jaringan 4G LTE di Pasiah Laweh, Agam, Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen untuk #TerusBergerakMaju dalam memenuhi kebutuhan komunikasi seluruh masyarakat. Telkomsel menjadi satu-satunya operator seluler dengan layanan broadband di lokasi tersebut, dimana layanan ini sangat dibutuhkan untuk proses belajar daring selama masa pandemi. Kini, para pelajar bisa belajar daring dari rumah secara nyaman pakai Telkomsel.

Pasiah Laweh, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali memenuhi kebutuhan para pelajar dengan menghadirkan layanan 4G LTE di Desa Pasiah Laweh Palupuh. Sebelumnya wilayah yang dikenal dengan istilah “kelok hp” menjadi populer dimasa pandemi karena dipadati pelajar yang mencari sinyal untuk Belajar Jarak Jauh.

Telkomsel menghadirkan jaringan 4G LTE di Pasiah Laweh, Agam, Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen untuk #TerusBergerakMaju dalam memenuhi kebutuhan komunikasi seluruh masyarakat. Telkomsel menjadi satu-satunya operator seluler dengan layanan broadband di lokasi tersebut, dimana layanan ini sangat dibutuhkan untuk proses belajar daring selama masa pandemi. Kini, para pelajar bisa belajar daring dari rumah secara nyaman pakai Telkomsel.
Telkomsel menghadirkan jaringan 4G LTE di Pasiah Laweh, Agam, Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen untuk #TerusBergerakMaju dalam memenuhi kebutuhan komunikasi seluruh masyarakat. Telkomsel menjadi satu-satunya operator seluler dengan layanan broadband di lokasi tersebut, dimana layanan ini sangat dibutuhkan untuk proses belajar daring selama masa pandemi. Kini, para pelajar bisa belajar daring dari rumah secara nyaman pakai Telkomsel.

Lokasi yang berada di pinggir jalan puncak bukit menghubungkan Kabupaten Agam dan Kabupaten Lima Puluh Kota, menjadi lokasi favorit pelajar pada jam sekolah sekitar pukul 8:00 – 11:00. Pada lokasi inilah para pelajar dapat mengakses internet dan mengikuti proses belajar daring. Kini setelah Telkomsel mendirikan COMBAT BTS Mobile, masyarakat terutama pelajar dapat belajar dari rumah saja.

Vice President Network Operation and Quality Management Area Sumatera Telkomsel Iswandi menyampaikan, Hadirnya sinyal Telkomsel diwilayah ini adalah berkat kerja sama dengan pemerintah kabupaten Agam, Wali Nagari, Wali Jorong seluruh pihak terkait. Ini merupakan komitmen Telkomsel yang selalu berusaha untuk memberikan kualitas layanan komunikasi terbaik bagi masyarakat terutama pelajar yang memang saat ini harus melakukan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Untuk itulah, kami menghadirkan layanan 4G LTE di Desa Pasiah Laweh Palupuh sehingga para pelajar dapat belajar daring dari rumah tanpa harus menempuh jarak yang begitu jauh untuk memperoleh sinyal.

Saat ini kebutuhan terhadap akses internet sangatlah meningkat, terutama bagi para pelajar yang menjalankan proses belajar daring selama masa pandemi. Telkomsel sebagai perusahaan digital telekomunikasi berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan komunikasi bagi generasi muda ini yang salah satunya diwujudkan melalui kehadiran layanan 4G LTE di Pasiah Laweh, Agam, Sumatera Barat.

Layanan 4G LTE yang dihadirkan oleh Telkomsel langsung disambut antusias oleh para pelajar yang kini dapat belajar daring dari rumah tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke puncak bukit lagi. Terbukti,

penggunaan paket data tercatat sebesar 200 GB setiap harinya sejak layanan 4G LTE resmi beroperasi di Desa Pasiah Laweh. 

“Kehadiran layanan 4G LTE ini menjadi wujud nyata kepedulian kami bagi para generasi muda dalam menuntut ilmu yang saat ini harus dilakukan secara daring, dimana sebelumnya kami juga telah menghadirkan layanan 4G LTE pertama di Tigo Lurah. Kedepannya kami akan terus berupaya maksimal untuk memberikan layanan dengan kualitas jaringan terbaik ke berbagai wilayah demi kenyamanan komunikasi masyarakat”, tutup Iswandi.

***

Jalan Bakti ABRI Rusak Parah dan Belum Diperbaiki

RUSAK PARAH: Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Bakti ABRI di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, yang rusak parah, Kamis (1/10). Hingga saat ini, Jalan Bakti ABRI tak kunjung diperbaiki.
RUSAK PARAH: Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Bakti ABRI di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, yang rusak parah, Kamis (1/10). Hingga saat ini, Jalan Bakti ABRI tak kunjung diperbaiki.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Walaupun telah lama rusak parah, Jalan Bakti ABRI di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, tak kunjung diperbaiki pihak terkait. Jalan Bakti ABRI merupakan satu jalan alternatif, yang banyak digunakan warga untuk keluar masuk kawasan Griya Martubung ke arah Belawan dan Marelan.

RUSAK PARAH: Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Bakti ABRI di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, yang rusak parah, Kamis (1/10). Hingga saat ini, Jalan Bakti ABRI tak kunjung diperbaiki.
RUSAK PARAH: Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Bakti ABRI di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, yang rusak parah, Kamis (1/10). Hingga saat ini, Jalan Bakti ABRI tak kunjung diperbaiki.

Seorang warga sekitar, Samsul mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan belakangann

ini kondisinya semakin parah, karena kerap tergenang air ketika hujan turun.

Selain terdapat banyak lubang, sebagian badan jalan sudah tidak beraspal, sehingga sangat menganggu kenyamanan warga yang melintas, baik pengendara berbagai kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.

“Jauh sebelum pandemi covid-19, jalan ini sudah rusak. Namun hingga saat ini tak kunjung diperbaiki,” ungkap Samsul kesal, Kamis (1/10).

Warga berharap, instansi terkait di Pemko Medan segera melakukan perbaikan atas kerusakan jalan tersebut.

“Kami ingin jalan ini segera diperbaiki, karena sudah lama sekali jalan ini mengalami kerusakan,” pungkas pria 42 tahun ini. (fac/saz)

Listrik Golongan Rendah, Tarif Turun Mulai 1 Oktober

PLN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sesuai dengan arahan Menteri ESDM terkait penurunan tarif adjustment untuk pelanggan golongan rendah, terhitung per hari ini hingga Desember, tarif listrik turun. Dengan hal ini maka harga per/KWh untuk tarif golongan rendah yang sebelumnya Rp1.467/kWh kini turun menjadi Rp1.444,70/kWh atau turun Rp 22,5/kWh. Penetapan ini berlaku untuk bulan oktober sampai desember 2020.

PLN: Teknisi PLN saat memeriksa instalasi listrik di salah satu rumah pelanggan listrik golongan tegangan rendah. (Ist) 

Keputusan ini diambil Pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat akibat terdampak covid-19. Dan sebagai wujud negara hadir untuk memberikan kemudahan  dan solusi bagi para pelanggan listrik. 

Executive Vice President Communication and CSR PLN, Agung Murdifi mengungkapkan, listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Seluruh aktivitas masyarakat ditopang oleh pasokan listrik.
“Dengan adanya penurunan ini, Pemerintah dan PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan golongan rendah agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,” jelas Agung. 

Dirinya menambahkan bahwa  penurunan tarif bagi Golongan rendah ini tidak menyertakan syarat apapun.
“Silakan nikmati penurunan tarif ini. Dan gunakan listrik PLN dengan nyaman dan tentu saja aman,” ujar Agung. 
 Adapun pelanggan yang juga mendapatkan penurunan tarif listrik: 

  1. R-1 TR 1300VA
  2. R-1 TR 2200 VA 
  3. R-2 TR 3500 VA -5500 VA 
  4. R-3 TR 6600 VA 
  5. B-2 TR 6600 VA – 200 kVA
  6. P-1 TR 6600 VA sd 200 kVA

7.P-3 /TR 

Sementara untuk  pelanggan Rumah Tangga daya 450 VA mendapatkan diskon 100% (digratiskan) dan pelanggan Rumah Tangga daya 900 VA bersubsidi mendapatkan diskon 50% yang sudah dimulai sejak April 2020.
Selain itu, keringanan juga diberikan bagi pelanggan Bisnis kecil daya 450 VA dan Industri kecil daya 450 VA dengan diskon 100%. (Rel/ila)

Pertemuan Pengurus DPD Golkar Kota Medan, Syaf Berharap Semua Bekerja Menangkan Bobby-Aulia

ARAHAN: Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan, HM Syaf Lubis, manyampaikan arahan pada pertemuan dengan para pengurus Partai Golkar Kota Medan periode 2020-2025 di Kantor DPD Partai Golkar Kota Medan, Rabu (30/9).istimewa/sumut pos.
ARAHAN: Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan, HM Syaf Lubis, manyampaikan arahan pada pertemuan dengan para pengurus Partai Golkar Kota Medan periode 2020-2025 di Kantor DPD Partai Golkar Kota Medan, Rabu (30/9).istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Medan, menggelar pertemuan dengan para pengurus Partai Golkar Kota Medan periode 2020-2025 di Kantor DPD Partai Golkar Kota Medan, Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (30/9) sore.

ARAHAN: Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan, HM Syaf Lubis, manyampaikan arahan pada pertemuan dengan para pengurus Partai Golkar Kota Medan periode 2020-2025 di Kantor DPD Partai Golkar Kota Medan, Rabu (30/9).istimewa/sumut pos.
ARAHAN: Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan, HM Syaf Lubis, manyampaikan arahan pada pertemuan dengan para pengurus Partai Golkar Kota Medan periode 2020-2025 di Kantor DPD Partai Golkar Kota Medan, Rabu (30/9).istimewa/sumut pos.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan, HM Syaf Lubis, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus periode 2020-2025, mulai dari tingkat Kota Medan, kecamatan, hingga kelurahan, dan seterusnya. Dia pun meminta para pengurus untuk bekerja keras dalam membesarkan partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Periode baru, kepengurusan baru, maka harus dengan semangat baru. Kita harus membesarkan Partai Golkar di Medan, sesuai instruksi Ketua Umum, Pak Airlangga Hartarto,” ungkap Syaf.

Syaf juga menjelaskan, membesarkan Partai Golkar di Kota Medan merupakan tanggung jawab penuh dari seluruh pengurus partai, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Kota. Pada Pemilu 2024 mendatang, Partai Golkar diminta mampu menaikkan jumlah perolehan kursi di DPRD Medan, dari jumlah kursi yang ada saat ini, yakni sebanyak 4 kursi.

“Pemilu 2024 nanti, Partai Golkar harus bisa mendapatkan jumlah kursi lebih banyak dari saat ini, yakni 4 kursi. Harus bisa kembali 7 kursi, seperti periode sebelumnya, atau bahkan lebih,” tegasnya.

Syaf juga menegaskan, saat ini fokus DPD Partai Golkar Kota Medan adalah untuk memenangkan pasangan Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman di Pilkada Kota Medan. Sebab hal itu merupakan perintah langsung dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

“Partai Golkar itu selalu tegak lurus dengan perintah DPP. Kalau DPP sudah memberikan perintah, kita semua harus langsung sepakat untuk bekerja melaksanakannya. Dan saat ini, kita semua harus bersatu dan bekerja dalam memenangkan Bobby-Aulia di Pilkada Medan,” imbaunya.

Senada dengan Syaf, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Kota Medan, Harmen Ginting mengatakan, tanggung jawab dalam memenangkan Bobby-Aulia adalah tugas seluruh pengurus Partai Golkar di Kota Medan.

“Setiap kita pasti punya kemampuan untuk memenangkan Bobby-Aulia di Pilkada Medan. Jika kita semua bersatu dan bekerja, yakinlah maka Bobby-Aulia pasti akan menang. Kita harus yakin, Bobby-Aulia bisa membawa Medan menjadi lebih maju,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, sejumlah anggota DPRD Medan Fraksi Partai Golkar, seperti M Afri Rizki Lubis, Modesta Marpaung, dan M Rizki Nugraha, serta sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Kota Medan. (map/saz)

Korban Banjir di Binjai, Makanan di Posko Tersedia 3 Kali Sehari

Ilustrasi.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Korban banjir akibat hujan deras di Kota Binjai pada Rabu (30/9) lalu, mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Binjai. Pemko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai mengajak sekaligus menyilakan masyarakat korban banjir di dua kecamatan, untuk mengambil makanan di posko yang disediakan. Makanan tersedia 3 kali sehari.

Ilustrasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani menjelaskan, pihaknya mendirikan 4 posko kesehatan sekaligus dapur umum. Puluhan personel dikerahkan untuk menyiapkan makanan siap saji yang akan dibagikan ke masyarakat. Tim dari Tagana dan relawan juga turut membantu.

“Kami sudah menyalurkan makanan siap jadi untuk para korban banjir. Jumlahnya 3.656 orang yang berada di dua kecamatan dan tujuh kelurahan. Tim kami yang masak secara mandiri di empat posko. Jadi warga tidak perlu repot-repot lagi masak. Mereka tinggal datang ke posko untuk mengambilnya,” kata Yani.

Pantauan wartawan di Posko Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan, terlihat tumpukan sayuran, beras, bumbu makanan, telur, ayam dan mi instan untuk diolah menjadi makanan.

“BPBD menyalurkan makanan kepada korban banjir sebanyak tiga kali dalam sehari. Rencananya, posko akan dibuka selama enam hari pascakejadian,” jelas dia.

Banjir akibat luapan air sungai yang terjadi karena hujan di pegunungan, menurut Yani, adalah kali dua banjir besar. Besar maksudnya, berdampak kepada ribuan warga.

Banjir pertama terjadi pada 2015 kemarin. Kedua, akhir September 2020. Karenanya, kondisi sungai di Kota Binjai akan dievaluasi. Salahsatu faktor yang mempengaruhi banjir, diduga kuat karena kedalaman sungai yang mulai dangkal. Untuk itu, Pemko Binjai akan melakukan pengerukan dasar sungai agar diameter kedalamannya lebih baik.

Dia juga mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran sungai. “Kami mengimbau masyarakat ikut bersama-sama menjaga kebersihan dan membudayakan bersih untuk kita. Nanti sungai juga akan diperbaiki kondisinya, agar aliran lebih baik,” katanya.

Seorang warga korban banjir, Evi, mengamini bahwa banjir kali ini adalah yang paling besar sejak tahun 2015. Namun dia bersyukur, banjir dapat surut dalam tempo setengah hari.

Warga mengucapkan terima kasih dengan adanya bantuan makanan dan jasa yang lancar dari BPBD Binjai. “Kami mendapat bantuan makanan untuk sekeluarga. Langsung dibagikan orang BPBD dari pagi sampai tiga kali sehari. Semalam pas kejadian, kami dibantu juga sama BPBD dan polisi bersih-bersih,” pungkasnya.

Situasi terkini di lapangan, air telah berangsur surut sejak Kamis pagi. Personel BPBD Kota Binjai masih terlihat kerja lembur memberikan pelayanan kepada masyarakat. (ted)