Home Blog Page 4014

HUT ke-19 Sumut Pos, Wagubsu Doakan Sumut Pos Bertahan

ULTAH: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah foto bersama karyawan Sumut Pos usai menghadiri perayaan HUT ke-19 Sumut Pos di Graha Pena Medan, Kamis (1/10).
ULTAH: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah foto bersama karyawan Sumut Pos usai menghadiri perayaan HUT ke-19 Sumut Pos di Graha Pena Medan, Kamis (1/10).

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah menjadi tamu istimewa pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Sumut Pos di Gedung Graha Pena Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Kamis (1/10) siang. Perayaan ulang tahun kemarin, sekaligus menjadi refleksi perjalanan cukup panjang yang telah dilalui media cetak yang merupakan anak grup Jawa Pos ini.

ULTAH: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah foto bersama karyawan Sumut Pos usai menghadiri perayaan HUT ke-19 Sumut Pos di Graha Pena Medan, Kamis (1/10).
ULTAH: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah foto bersama karyawan Sumut Pos usai menghadiri perayaan HUT ke-19 Sumut Pos di Graha Pena Medan, Kamis (1/10).

Orang nomor dua di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ini membawa bolu tart spesial untuk Sumut Pos. Sekitar pukul 12.00 WIB, Ijeck dan rombongan tiba di Graha Pena Medan. Ia didampingi Kepala Biro Humas Pemprovsu Hendra Deramawan, Kabag Pelayanan Media dan Informasi Fahri, Kabag Humas Iwan Sutani Siregar dan Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis.

Kedatangan Ijeck disambut General Manager Sumut Pos, Pandapotan Siallagan, Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Dame Ambarita dan seluruh karyawan Sumut Pos.

Ijeck mengucapkan selamat ulang tahun ke-19 kepada Sumut Pos. “Semoga Sumut Pos semakin berkembang dan semua karyawannya sehat serta sejahtera,” katanya.

Bagi Ijeck, Sumut Pos sudah tidak asing lagi baginya. Seiring berjalannya waktu, tidak terasa baginya, Sumut Pos kini sudah menginjak 19 tahun. “Saya ingat pernah datang ke sini (Graha Pena) sewaktu menjabat sebagai Ketua IMI Sumut. Tak terasa begitu cepat waktu berlalu dan saya datang kembali ke sini, yang kebetulan kini diamanahkan menjadi Wakil Gubernur Sumatera Utara. Namun, terlepas dari itu, hubungan silaturahim dengan Sumut Pos tetap terjalin dan semakin erat,” tuturnya.

Diceritakannya, kedekatan dengan Sumut Pos yang selalu diingatnya dan berkesan. Setiap memasuki bulan puasa, beberapa tim redaksi Sumut Pos selalu datang menyempatkan waktu untuk berdiskusi santai pada saat makan sahur. Namun, karena tahun ini dilanda pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa dilaksanakan. “Saya paling ingat kalau pas puasa, Sumut Pos selalu datang ke rumah ‘mengganggu’ saya mau lihat saya sahurnya pakai apa. Dan, banyak hal lagi yang membuat kedekatan saya dengan Sumut Pos. Hubungan silaturahim yang terjalin semakin hari semakin dekat. Saya pun tak menyangka, ternyata masih ingat Sumut Pos mengundang saya di ulang tahunnya,” ungkap Ijeck.

Dikatakannya, dampak pandemi dirasakan semua sektor, termasuk membuat dunia usaha media menjadi terganggu secara bisnis. Karena itu, ia mendoakan agar Sumut Pos bisa bertahan dari persoalan ekonomi yang menimpa ratusan negara di dunia, dengan langkah inovasi dalam memberikan informasi kepada publik.

“Kita tahu kondisi Covid-19 membuat semua terganggu. Untuk itu, sebagai umat beragama, mari sama-sama kita berdoa semoga kondisi ini cepat berlalu. Selain itu, kita juga mendoakan semua media yang ada di Sumut bisa bertahan, termasuk Sumut Pos bisa menghadapi kondisi ini. Kemudian, dapat terus berkembang, semakin dipercaya, dan diminati masyarakat dalam menyampaikan informasi,” sebut Ijeck.

Dia berharap, Sumut Pos terus menyampaikan informasi aktual, terutama yang menyangkut pembangunan di Sumut. Di sisi lain, media juga berperan mengawasi kinerja pemerintah, sehingga kalau memang ada kritikan silakan saja. Tetapi yang membangun dan tetap pada koridornya.

“Bantu kami juga untuk memberikan berita yang menyejukkan kepada masyarakat. Apalagi, kebetulan tahun ini ada pelaksana Pilkada Serentak 9 Desember 2020 dan di Sumut terdapat 23 kabupaten/kota yang melaksanakannya,” ucapnya.

Ijeck juga berharap, Sumut Pos terus berinovasi dalam menyikapi perkembangan dunia teknologi dan informasi. “Kami percaya kepada Sumut Pos yang merupakan Grup Jawa Pos telah memikirkan itu, sehingga tetap bisa berkembang dan bersaing. Selamat dan sukses terus kepada Sumut Pos,” tukasnya.

Sementara, General Manager Sumut Pos, Pandapotan Siallagan, menyampaikan terima kasih kepada Wagubsu atas kehadirannya pada perayaan HUT Sumut Pos. “Kita sadari ada dinamika hubungan antara Sumut Pos dan Pemprov Sumut, memang ada pasang surut. Namun hubungan (silaturahim) itu tetap terjaga. Terlebih, ini karena kedekatan emosional yang terjalin sejak lama (dengan Bang Ijeck),” ujarnya.

Pandapotan menambahkan, harapannya di usia 19 tahun Sumut Pos ini semakin dewasa secara profesionalitas dan semakin dewasa secara finansial. “Kami masih mampu bertahan dalam kondisi pandemi dan perkembangan teknologi informasi. Untuk itu, kehadiran Wagubsu bisa memberi semangat dan motivasi kepada Sumut Pos untuk lebih maju dan berkembang. Selain itu, membawa semangat baru dan lebih menginspirasi dalam pemberitaan terutama yang berkaitan dengan pembangunan di Sumut,” imbuhnya. (ris)

Hadiri Perayaan HUT 19 Sumut Pos, Akhyar: Media Cetak Berat, tapi Saya Yakin Sumut Pos Mampu

HUT: Akhyar Nasution bersama karyawan Sumut Pos saat menghadiri HUT ke-19 Sumut Pos.
HUT: Akhyar Nasution bersama karyawan Sumut Pos saat menghadiri HUT ke-19 Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEJUMLAH tokoh penting di Sumatera Utara, terkhusus di Kota Medan, ikut merayakan HUT ke-19 Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena Jalan Sisingamangaraja No.134 Medan. Seorang di antaranya adalah sosok Akhyar Nasution. Plt Wali Kota Medan yang tengah menjalani cuti sejak tanggal 26 September hingga 5 Desember mendatang ini, hadir di kantor Sumut Pos sekitar pukul 14.30 WIB.

HUT: Akhyar Nasution bersama karyawan Sumut Pos saat menghadiri HUT ke-19 Sumut Pos.
HUT: Akhyar Nasution bersama karyawan Sumut Pos saat menghadiri HUT ke-19 Sumut Pos.

Mengenakan kemeja putih, Akhyar disambut hangat Pemimpin Umum Harian Sumut Pos, Pandapotan Siallagan, Pemimpin Redaksi, Dame Ambarita, serta para manager dan staf karyawan Sumut Pos. Pertemuan berlangsung santai di lantai 3 gedung Graha Pena Kota Medan.

“Saya ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-19 untuk Harian Sumut Pos. Semoga tetap menjadi media terpercaya yang selalu menyajikan berita-berita yang mengedukasi masyarakat, dan terus berpartisipasi dalam pembangunan Kota Medan,” ucap Akhyar.

Akhyar yang mengaku datang sebagai diri pribadi, bukan sebagai Plt Wali Kota karena sedang menjalani cuti, juga bukan sebagai Calon Wali Kota Medan ini, mengatakan saat ini media cetak memiliki tantangan yang sangat berat. Untuk bertahan saja berat, apalagi untuk berkembang dengan berbagai gempuran yang ada, khususnya dari teknologi digital.

“Ini tidak gampang. Inovasi dan kreativitas harus terus berkembang. Saya fikir bukan hanya media cetak, media televisi pun saat ini mendapatkan ancaman yang luar biasa karena perkembangan teknologi yang luar biasa,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, saat ini budaya malas membaca juga sedang dialami masyarakat saat ini, khususnya kaum muda. Padahal, membaca koran adalah salahsatu cara efektif untuk mendapatkan banyak informasi dan ilmu. Untuk itu saat ini, media cetak diminta untuk berinovasi dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

“Saya tahu ini tidak mudah. Realisasinya tidak mudah. Tapi saya tahu kalau Sumut Pos sebagai JPNN atau Jawa Pos grup mau lebih adaptif dan inovatif sehingga mampu menjawab tren dan tantangan ke depan. Saya yakin Sumut Pos mampu menjawab tantangan ini dengan baik. Untuk itu, sekali lagi, sebagai pembaca setia Sumut Pos dan atas nama pribadi, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-19. Semoga Sumut Pos semakin maju, semakin jaya, dan mampu menjawab tantangan ke depannya,” harap Akhyar.

Pemimpin Umum Harian Sumut Pos, Pandapotan Siallagan, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Akhyar Nasution ke kantor Harian Sumut Pos. “Terimakasih sudah datang untuk ikut merayakan HUT ke-19 Sumut Pos. Sebuah kehormatan bagi kami,” tutur pria yang kerap disapa Panda tersebut.

Panda mengakui, ada 2 hal yang sangat memukul media cetak saat ini. Pertama, tantangan digitalisasi. Kedua, pandemi Covid-19 yang melemahkan hampir seluruh lini perekonomian dan usaha, tak terkecuali usaha media cetak.

Meski demikian, dengan kerja keras selama ini Sumut Pos mampu bertahan selama 19 tahun. Dan diharapkan Sumut Pos tetap eksis dan berkembang untuk memberikan informasi kepada masyarakat hingga tahun-tahun berikutnya.

“Dengan 2 tantangan mendasar saat ini, kami harapkan kerjasama antara Sumut Pos dengan para stakeholder, khususnya pemerintah, tetap terjalin baik. Situasi pandemi saat ini kami akui sangat berat. Kami juga sangat berdampak karena Covid ini. Tapi semangat itu terus datang, salahsatunya seperti kedatangan bapak saat ini. Terimakasih Pak, semoga kita semua sukses,” ungkap Panda.

Panda juga turut mendoakan Akhyar, agar tetap sehat dan sukses dalam mewujudkan cita-citanya yang sedang diupayakan saat ini. “Mudah-mudahan apa yang bapak cita-citakan terwujud,” sebutnya.

Pertemuan hangat itu diselingi dengan bincang-bincang santai sekaligus diskusi yang bermanfaat dalam membangun Kota Medan kedepannya.

Pemimpin Redaksi, Dame Ambarita, menanyakan sejumlah hal kepada Akhyar, termasuk tentang strateginya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, khususnya di tengah pandemi Covid seperti saat ini.

“Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Apa kira-kira yang akan bapak lakukan untuk meningkatkan PAD Kota Medan di tengah pandemi?” tanya Dame.

Akhyar mengatakan, Pemerintah Kota Medan berencana melakukan banyak perubahan dalam meningkatkan PAD dari berbagai sektor. Termasuk dari pajak restoran, hotel, maupun pajak Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Pajak Bumi Bangunan.

“Soal PAD, pertama hotel dan restoran. Saat ini metodenya masih konvensional. Nanti kita akan pakai tapping box. Selama ini, di situlah sering terjadi kebocoran. Tapi nanti setelah menggunakan tapping box, semua pajak transaksi di hotel maupun restoran akan secara otomatis masuk pajaknya ke kas Kota Medan. Dam sejumlah strategi lain sudah kita siapkan dari pajak-pajak lainnya. Termasuk PBB, IMB, dan sebagainya,” jawabnya.

Soal PBB, menurut BPK dan KPK, PBB di Medan termasuk yang termurah dibanding kota-kota besar di Indonesia.

Akhyar juga menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan berbagai ahli yang berpengalaman di bidangnya untuk menangani banjir rob di Medan Utara, khususnya kawasan Belawan.

Pemko Medan, jelas Akhyar, sudah meminta kementerian PU untuk mengatasi itu. Sempat direspon oleh kementerian PU, tapi sampai saat ini statusnya masih review design. Tahun 2018, saat Presiden RI Jokowi datang ke Binjai, pihaknya juga sempat mengajukan penanganan banjir rob kepada Presiden Jokowi, tapi sampai saat ini statusnya masih review design.

“Kita tidak tahu apa sebabnya. Tapi kita tahu karena itu tidak mudah, karena kita yakin para ahli di bidang itu banyak di kementerian PU. Saya berpendapat, kita jangan menentang alam. Kenapa? Belajar dari alam, kita buat seperti Venezia. Kita angkat infrastruktur kita. Kita bangun perumahan yang lebih tinggi dibanding permukaan air laut. Sehingga masyarakat tidak akan kebanjiran. Sementara banjir rob bisa dibuat sebagai kawasan wisata,” jelasnya.

Akhyar juga sempat menjawab soal jalan rusak di Jalan Pancing I, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. “Tahun lalu sudah dibetulkan, tahun 2020 ini mau dilanjutkan. Tetapi karena Covid tertunda pembangunannya,” jawabnya.

Di Medan, kata Akhyar, tidak gampang mengatasi persoalan drainase. Faktualnya, permukaan tanah dengan parit di Medan Labuhan paling tinggi hanya 1 meter. Hal itu mengharuskan adanya konsep yang terintegrasi, tidak bisa hanya mengandalkan drainase saja. Mengatasi drainase di Medan Utara, tantangannya tidak bisa dengan teknologi yang konvensional, tetapi ada teknologi dan strategi khusus untuk menanganinya, Akhyar pun mengaku telah memiliki strategi tersebut.

“Untuk percepatan bangkitnya ekonomi dan pembangunan di Kota Medan, fokusnya adalah penanganan Covid itu sendiri. Karena saat ini siklus ekonomi terputus dibuatnya,” tukasnya.

Diskusi berjalan dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Sebelum meninggalkan gedung Graha Pena, Akhyar pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan seluruh karyawan Sumut Pos yang hadir dalam kesempatan itu. (map)

Dosmar Kalah Tajir dari Wakilnya, Kekayaan Para Calon Kepala Daerah di Pilkada 2020

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KPK telah mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para calon kepala daerah untuk Pilkada Serentak 2020. Berdasarkan data LHKPN yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dosmar Banjarnahor selaku calon Bupati Humbang Hasundutan petahana, kalah tajir dari wakilnya, Oloan Paniaran Nababan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Humbang Hasundutan (Humbahas), Binsar Pardamean Sihombing, mengaku sudah menerima tanda terima LHKPN para calon. “Tanda bukti laporan LHKPN sudah kami terima. Namun datanya, silakann

dikonfirmasi ke KPK, tidak ada di KPU,” kata Binsar saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (1/10).

Dilihat dari laman https://elhkpn.kpk.go.id/, harta kekayaan Calon Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan mencapai Rp 95.792.998.094 yang dilaporkannya pada 2 Juli 2020, sedangkan Dosmar Banjarnahor sebanyak Rp 11.147.274.346.

Kekayaan Oloan itu diantaranya aset tanah dan bangunan, mencapai Rp93.394.190.400. Terdiri dari 7 bidang tanah, 12 bidang tanah dan bangunan, yang masing-masing berada di Jakarta Timur dan Bogor menjadi milik Oloan atas hasil sendiri.

Selain itu, Oloan juga memiliki alat transportasi dan mesin Rp961.500.000, diantaranya tiga unit sepeda motor yakni tahun 2013 seharga Rp8,5 juta, sepeda motor tahun 2015 seharga Rp5,5 juta, dan sepeda motor tahun 2014 seharga Rp 4.500.000. Sedangkan mobil, Toyota Jeep tahun 2019 seharga Rp504 juta, Toyota Jeep tahun 2017 seharga Rp379 juta, dan Mitsubishi pick up tahun 2011 seharga Rp60 juta.

Kemudian, Oloan juga memiliki surat berharga senilai Rp500 juta, disamping itu memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp475 juta. Lalu kas atau setara kas senilai Rp467.307.694. Di samping itu, Oloan juga tercatat memiliki utang sebanyak Rp5 juta, sehingga total kekayaan Oloan senilai Rp95.792.998.094.

Sementara, Dosmar Banjarnahor, calon bupati petahana yang melaporkan kekayaannya pada 28 April 2020/-2019 mencapai Rp11.147.274.346. Adapun rinciannya yakni, tanah dan bangunan senilai Rp10.359.428.300. Terdiri dari, tanah dan bangunan seluas 120 m2 di Kota Tangerang Selatan senilai Rp1.158.000.000, tanah seluas 10.000 meter persegi di Kabupaten Humbahas senilai Rp180 juta, tanah seluas 918 meter persegi di Kabupaten Humhas senilai Rp367.200.000, tanah seluas 102 meter persegi di Kabupaten Humbang Hasundutan (warisan) senilai Rp1,62 miliar, tanah dan bangunan seluas 270 m2/258 m2 di Jakarta Timur senilai Rp2,7 miliar, tanah dan bangunan seluas 220 m2/114 m2 di Bandung Barat senilai Rp 984.228.300, tanah dan bangunan seluas 300 m2 /225 m2 di Tangerang senilai Rp 3.350.000.000 yang merupakan hasil pembelian sendiri.

Untuk alat dan transportasi mesin senilai Rp489.235.000, diantaranya, sepeda motor Honda tahun 2012 senilai Rp16 juta, mobil Toyota dump truck tahun 2012 senilai Rp178.235.000, mobil Toyota Innova tahun 2017 senilai Rp295.000.000 yang merupakan hasil pembelian sendiri.

Sementara, untuk harga bergerak lainnya dan dan surat berharga, Dosmar tidak memiliki. Untuk kas atau setara kas senilai Rp298.611.046, lalu Dosmar juga tercatat tidak memiliki hutang, sehingga total harta kekayaan Dosmar sebesar Rp11.147.274.346.

Namun, jumlah tersebut merupakan harta kekayaan yang dilaporkan pada 31 Desember 2019 lalu selaku Bupati Humbang Hasundutan.

###Wagner Damanik Terkaya di Pilkada Simalungun

Sementara di Pilkada Simalungun, Calon Bupati nomor urut 3, Wagner Damanik yang merupakan seorang purnawirawan jenderal bintang dua di Kepolisian, memiliki harta kekayaan terbanyak dibanding calon lainnya. Irjen Pol Purn Wagner Damanik memiliki harta senilai Rp23.851.923.409 per 27 Agustus 2020.

Calon Bupati Simalungun Nomor Urut 2, Muhajidin Nur Hasim menempati urutan kedua. Di mana ia melaporkan harta kekayaannya pada 5 September 2020, dengan nilai mencapai Rp16.550.000.000. Kemudian disusul calon Bupati Simalungun Nomor Urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga yang melaporkan harta kekayaannya pada 1 September 2020 dengan kekayaan mencapai Rp11.083.426.058. Sedangkan calon Bupati Simalungun Nomor urut 4, Anton Achmad Saragih yang merupakan abang dari Bupati Simalungun saat ini, JR Saragih, cuma memiliki harta senilai Rp8.603.200.825 saat melaporkannya pada 3 September 2020.

##Menantu Jokowi Terkaya di Medan

Untuk Pilkada Medan, berdasarkan LHKPN, calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution merupakan yang terkaya dengan total harta mencapai Rp54,8 miliar. Sementara rivalnya yang merupakan calon petahana dengan nomor urut 1, Akhyar Nasution memiliki harta Rp3,1 miliar. Kekayaan menantu Presiden Joko Widodo senilai Rp54,86 miliar ini terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp34,1 miliar, alat transportasi Rp1,2 miliar, harta bergerak lainnya Rp10,5 miliar dan surat berharga Rp8,9 miliar. Data LHKPN, Bobby Nasution tercatat tidak memiliki utang.

Sementara LHKPN KPK yang di-publish pada 2019, petahana  Akhyar Nasution memiliki total harta Rp3,1 miliar, terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp1,6 miliar, alat transportasi dan mesin Rp78 juta, harta bergerak Rp160 juta, kas dan setara kas Rp1,2 miliar. Akhyar sama dengan Bobby tak memiliki catatan utang.

Kemudian untuk wakil wali kota, paslon nomor urut 1 Salman Alfarizi memiliki harta kekayaan Rp2,2 miliar dan utang Rp148 juta. Sementara calon nomor urut 2 Aulia Rachman memiliki total harta kekayaan Rp4,5 miliar dan utang Rp1,9 miliar. (des/bbs)

dr Mahyono Meninggal karena Covid-19, Dokter Bedah Anak di Medan Tinggal 2 Orang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) kehilangan seorang pejuang kemanusiaan. Dokter spesialis bedah anak, dr Mahyono SpB SpBA meninggal dunia setelah terpapar virus Corona, Kamis (1/30) siang pukul 11.30 WIB.

Ketua IDI Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna SPTHT-KL menyebutkan, dr Mahyono yang juga mantan Ketua Umum PSMS Medan ini, mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan intensif di RSU Royal Priman

“Beliau meninggal di usia 64 tahun. Sempat dirawat 10 hari di RSU Royal Prima selama kurang lebih 10 hari,” ungkap Wijaya.

Ia menyebutkan, dr Mahyono kesehariannya berpraktik di RSIA Stella Maris Medan. Dengan meninggalnya Ketua Bakti Kesehatan Bermartabat Sumut itu, total sudah 14 dokter di Medan yang gugur terinfeksi Covid-19. “Selama ini, dokter SpBA yang aktif di Kota Medan ada 3 orang. Tapi dengan berpulangnya beliau, berarti hanya ada 2 orang saat ini,” sebut Wijaya.

Dia mengimbau kepada para dokter yang bertugas, agar tetap memakai APD (alat pelindung diri) yang standar. Dokter yang berusia lebih dari 50 tahun juga diimbaunya supaya mengatur waktu polinya tidak setiap hari, sehingga masih ada waktu untuk beristirahat dan berolahraga.

“Sejawat dengan penyakit penyerta diminta puasa dulu, jangan berpraktik selama bulan Oktober sampai Desember 2020 ini. Sedangkan bagi sejawat yang langsung menangani pasien Covid-19 diharapkan fokus saja. Hindari menangani pasien non-Covid-19. Harus ada sistem rotasi 2 minggu kerja dan 2 minggu istirahat,” ujar Wijaya.

Dia menambahkan, kepada pemerintah diminta melakukan pemetaan dan memisahkan segera rumah sakit yang khusus menangani Covid-19 dengan non-Covid-19. “Untuk masyarakat diharapkan jika tidak darurat agar hindari berkunjung ke rumah sakit sampai akhir tahun ini,” pungkasnya.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah mengakui, atas meninggalnya dr Mahyono telah membuat dokter spesialis bedah anak menjadi langka. Selain itu, Sumut juga telah kehilangan seorang pejuang kemanusiaan. “Dokter Mahyono ini, sudah banyak anak-anak tidak mampu yang dioperasinya secara gratis,” kata Aris.

Menurut Aris, calon dokter spesialis bedah anak di Medan memang jumlahnya banyak. Hanya saja, untuk menjadi spesialis bedah anak ini butuh waktu pendidikan yang sangat panjang hingga sekitar 12 tahun. “Spesialis ini investasinya lama. Untuk dokter umum bilang 6 tahun, spesialis bedah 5 tahun, ditambah bedah anak selama 2 tahun. Akan tetapi, sekarang memang bisa dari dokter umum langsung mengambil pendidikan ke bedah anak. Hanya saja harus melalui pendidikan bedah selama 2 tahun dan bedah anak 3 tahun,” terangnya.

Diutarakan Aris, untuk mengantisipasi hal yang sifatnya darurat, penanganan bedah anak bisa dilakukan oleh spesialis bedah umum. Karena bedah anak ini konsultasinya adalah bedah umum. (ris)

Berharap Untung Besar, Wiwik Jual Narkoba ke Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nvivek Ananda alias Wiwik (23) diadili dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (30/9). Terdakwa pengangguran ini, didakwa menjual 1.200 butir ekstasi kepada polisi dengan berharap mendapat untung besar.

Ilustrasi
Ilustrasi

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan, terdakwa awalnya pada 13 Februari 2020 sekira pukul 09.00 Wib, dihubungi oleh Guru Besar (belum tertangkap) untuk menyuruhnya menjemput ekstasi sebanyak 100 butir di Amplas.

Terdakwa lalu menjemput ekstasi tersebut di depan Naga Hall, Jalan SM Raja, Medan Amplas. Setelah itu terdakwa sesuai arahan Guru Besar memberikan nomor handphone dan jumlah ekstasi dan kode pemesanan untuk calon pembeli.

“Pada 15 Februari 2020, terdakwa menghubungi calon pembeli yakni Bismar Marpaung dan Pinondang Pangaribuan (polisi yang menyamar) yang sebelumnya telah memesan ekstasi kepada Guru Besar,” katanya di hadapan hakim ketua Riana Pohan.

Mereka sepakat bertemu di Jalan Abdullah Lubis Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru tepatnya di depan Toko Amanda Brownies. Lalu sekira pukul 21.00 Wib, terdakwa pergi menemui kedua saksi.

“Terdakwa kemudian menyerahkan satu bungkus kotak rokok merek Surya Gudang Garam yang di dalamnya terdapat satu bungkus plastik klip bening tembus pandang yang di dalamnya berisikan narkotika diduga jenis pil ekstasi berbentuk hati warna merah muda sebanyak 100,” ujar jaksa.

Terdakwa kemudian diamankan dan diinterogasi. Dari penuturan terdakwa, masih ada yang terdakwa simpan di rumahnya. Polisi lalu menggeledah rumah dan menemukan sebanyak 1100 butir ekstasi yang disimpan di dalam kotak.

“Peran terdakwa adalah sebagai orang suruhan Guru Besar dan menjadi perantara jual beli pil ekstasi untuk diserahkan kepada pembeli,” sebut jaksa.

Dari pengakuan terdakwa, bila berhasil menjual ekstasi tersebut maka akan memperoleh keuntungan Rp10-15 juta. Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (man/azw)

Sidang Penistaan Agama: YouTuber Medan Dituntut 7 Bulan Penjara

SIDANG: Rahmat Hidayat alias Aleh (layar monitor) menjalani sidang tuntutan, Kamis (1/10).M idris/sumut pos.
SIDANG: Rahmat Hidayat alias Aleh (layar monitor) menjalani sidang tuntutan, Kamis (1/10).M idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – YouTuber Aleh-aleh Khas Medan, Rahmat Hidayat alias Aleh (19) dituntut 7 bulan penjara. Warga Jalan Ileng Gang Nangka LK II Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan ini dinilai terbukti melakukan penistaan agama.

SIDANG: Rahmat Hidayat alias Aleh (layar monitor) menjalani sidang tuntutan, Kamis (1/10).M idris/sumut pos.
SIDANG: Rahmat Hidayat alias Aleh (layar monitor) menjalani sidang tuntutan, Kamis (1/10).M idris/sumut pos.

Dalam nota tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Yarma Sari, terdakwa melanggar Pasal 45 A ayat (2) Junto (jo) Pasal 28 ayat (2) Undang Undang (UU) No 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Rahmat Hidayat alias Aleh dengan pidana penjara selama 7 bulan,” ucap jaksa dihadapan majelis hakim yang diketuai Hendra Sutardodo, di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (1/10).

Menurut jaksa, hal yang memberatkan terdakwa Aleh, perbuatannya telah meresahkan umat Islam. “Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf kepada umat Islam,” katanya.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan, hingga pekan depan mendatang dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Mengutip surat dakwaan, pada 7 April 2020, terdakwa Rahmat Hidayat alias Aleh sedang berkumpul dengan teman-temannya yaitu Deni Fahrizal Lubis Als Deni, M Zulfan Arif Alias Arif, Boby Hermawan Alias Boby, Fahrezi Gilang Alias Gilang dan Yori Rizky als Rizky di rumah Fahrezi Gilang Aprilian di Jalan Kawat I Kelurahan Tanjungmulia Hilir Kecamatan Medan Deli.

Kemudian mereka membuat cover lagu dengan cara sambil bermain gitar dan menyanyikan lagu serta merekamnya dengan menggunakan Handphone.

Setelah terdakwa mengupload hasil rekaman video dengan cover (diiringi) lagu islami yang judul “aisyah” di akun instagram milik terdakwa, menyebabkan rekaman video tersebut tersebar di media sosial, sehingga banyak umat islam yang melihatnya menjadi marah, tersinggung dan merasa dilecehkan. (man/azw)

19 Tahun Sumut Pos: Jurus Kuda-kuda Tengah

19 TAHUN SUMUT POS
Karyawan Harian Sumut Pos foto bersama di depan Gedung Graha Pena Medan, Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas, Rabu (30/9), dengan ikut mengampanyekan 3 M protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kamis 1 Oktober 2020, Sumut Pos genap berusia 19 tahun.

SUMUTPOS.CO – Media cetak (dan elektronik) saat ini tengah berada di persimpangan jalan. Satu kaki di media lama, kaki lainnya di media baru. Media lama tetap dilakoni, sembari melebarkan sayap ke media di jaringan internet. Dalam dunia persilatan, jurus ini mungkin bisa disebut jurus kuda-kuda tengah. Jurus yang biasa digunakan untuk menahan serangan dari depan, agar tubuh tidak terpental ke belakang.

Mengapa kebanyakan media konvensional saat ini pilih jurus kuda-kuda tengah?

Jurus ini sebagai reaksi atas pergeseran perilaku konsumen memperoleh berita. Yakni, konsumen lama masih setia membaca edisi cetak. Sementara konsumen muda lebih memilih mengonsumsi berita lewat jaringan internet.

Siapa itu konsumen lama? Konon, mereka adalah generasi baby boomer. Berusia 55-73 tahun atau lahir pada pertengahan 1940-an hingga pertengahan 1960-an. Generasi yang sudah nyaman membaca koran di tangannya. Sambil ngopi pagi plus gorengan. Selain mereka, sebagian konsumen lama adalah generasi X (lahir tahun 1965 – 1979). Dan sebagian lagi generasi Y, yang lahir tahun 1980 – 1994. Generasi ini sempat menikmati nikmatnya baca berita di koran, sebelum diserbu online dan medsos.

Adapun konsumen baru mayoritas generasi Z (lahir tahun 1995 – sekarang). Saat masuk usia melek informasi, mereka sudah punya gadget di tangan. Info-info berhamburan cepat dan up to date. Karenanya, generasi ini jarang mau menoleh pada media konvensional. Selain generasi Z, sebagian generasi Y dan generasi X juga memilih informasi lewat jaringan internet.

Fenomena pelebaran sayap media ini, oleh Henry Jenkins (sarjana media Amerika) disebut dengan istilah konvergensi media. Yakni, menggabungkan beberapa mode komunikasi dalam satu jaringan. Tujuannya mudah ditebak: sebagai jurus bertahan atau memperluas bisnis.

Jurnalisme konvergensi pada prakteknya melibatkan kerjasama antara media cetak, media siar, dan media web (daring). Ketiganya dikombinasikan untuk menghasilkan berita terbaik/tercepat yang dimungkinkan, lewat berbagai sistem penyampaian.

Kombinasi media ini adalah bentuk fleksibililitas mengikuti kebutuhan netizen. Konten dimuat sekaligus di dua atau tiga platform media berbeda, untuk menjangkau konsumen berbeda pula. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui (eh… nyambung nggak sih, hehehe).

Sumut Pos juga menggunakan jurus ini. Di usianya yang sudah 19 tahun (1 Oktober 2001-1 Oktober 2020), selain terbit sebagai media cetak harian, Sumut Pos juga mengasuh media di jaringan internet. Seperti media online SUMUTPOS.CO, surat kabar digital (epaper.sumutpos), serta akun-akun medsos (Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, dst). Dengan cara ini, konsumen gaya lama masih dilayani, sembari merebut pembaca gaya baru yang butuh pengalaman, bentuk-bentuk, dan konten baru media.

Konvergensi media ini jelas berdampak pada jurnalis. Para jurnalis zaman now dituntut memiliki kemampuan multitasking. Mampu menulis cepat (untuk situs online), mendalam (untuk cetak), serta mengambil video sekaligus menjadi presenter (untuk situs online dan medsos). Singkatnya, JURNALIS dituntut SERBA BISA.

Karena seluruh perkembangan itu, jurnalis yang mungkin sudah lama berkiprah di zona nyaman tulis-menulis, mungkin awalnya rada gagap saat beradaptasi. Tapi show must go on. Nulis harus, merekam video berita juga mesti dituntut.

Mungkin ada yang bertanya? Mengapa jurnalis cetak dan online tidak dipisah saja? Biar jangan gagap-gagap amat.

Jawabnya: ada kok media yang memisahkan kru wartawan cetak, elektronik, dan online, meski satu grup. Tetapi banyak juga yang disuruh nyambi. Alasannya mudah diduga: efisiensi.

Wow, gajinya dobel dong?

Laa… ‘kan tadi alasannya efisiensi?

Lantas, apakah cara itu berhasil membuat industri media konvensional bertahan?

Waktu yang akan menjawab.

Intinya, hingga di usia yang sudah 19 tahun, Sumut Pos masih eksis menyapa pembaca. Baik lewat media cetak, media online, e-paper, maupun lewat akun-akun medsos. Tim Sumut Pos terus belajar, memperkaya wawasan, dan beradaptasi dengan guliran teknologi yang maju pesat.

Gagap? Terkadang…

Tapi judulnya: Pantang Menyerah!

Sebagai motivasi di tengah kabut adaptasi, mungkin bisa dikutip pernyataan Tim Google, yang menyebut telah belajar dari para partner mereka, bahwa peralihan media konvensional ke dunia digital tidak mungkin dilakukan semalam.

“Perlu kerja keras berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun untuk merekrut dan mengembangkan SDM yang berorientasi digital, mengadopsi pemikiran berbasis data, dan membangun kultur yang mengutamakan audiens,” kata Tim Google.

CEO Pioneer, Eric Johnston, di pihak lain menyatakan, dunia digital sangat tidak pasti di masa depan. “Karena itu, sebaiknya kembangkan jangkauan pembaca, daripada menetapkan diri dalam satu platform,” kata dia.

Menurut Eric, orang-orang masih membutuhkan koran sebagai sumber informasi. “Koran masih bisa mempertahankan dirinya sebagai bagian penting dari masyarakat, jika bisa melibatkan pembaca,” kata dia.

Maka, meski Sumut Pos tetap mempertimbangkan trend pembaca muda, namun secara umum karakter pembaca media konon masih sama. Yakni butuh berita cepat, mudah diperoleh, gambar dan warna bagus, trending, dan kalau memungkinkan: gratisan. Formula yang pas untuk memenuhi kebutuhan itu yang mesti diramu.

Lantas, bagaimana nasib media di tengah pandemi Covid-19?

Pandemi Covid-19 tak hanya bikin gagap industri media, seluruh dunia pun gagap. “Semua orang tidak tahu masa depan,” kata Jack Ma.

Berikhtiar, itu yang perlu dilakukan. Sambil tetap maskeran, cuci tangan, dan jaga jarak tentunya.

Adapun kata kunci untuk industri media: berita tak akan mati, sepanjang manusia masih jadi makhluk sosial. Yang menghilang dan berganti, boleh jadi adalah formatnya. Itupun, tidak berganti dalam semalam. (mea)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Hadiri Peresmian Grha O-Three

NASI TUMPENG: Hendrik Sitompul memberikan nasi tumpeng kepada Komandan Lantamal I Belawan Brigjend TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal).
NASI TUMPENG: Hendrik Sitompul memberikan nasi tumpeng kepada Komandan Lantamal I Belawan Brigjend TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono menghadiri peresmian dua gedung Grha O-Three, di Jalan Mapilondo Medan, beberapa hari lalu. KASAL yang diwakili Komandan Lantamal I Belawan Brigjend TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, mengapresiasi Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM selaku pemilik Grha O-Three atas keberhasilannya menjadi pengusaha sukses di bidang penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.

NASI TUMPENG: Hendrik Sitompul memberikan nasi tumpeng kepada Komandan Lantamal I Belawan Brigjend TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal).
NASI TUMPENG: Hendrik Sitompul memberikan nasi tumpeng kepada Komandan Lantamal I Belawan Brigjend TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal).

“Saya mewakili Kepala Staf Angkatan Laut mengucapkan, selamat dan sukses kepada Bapak Hendrik Sitompul. Semoga dengan diresmikannya Grha O-Three yang menjadi perkantoran PT Cahaya Andika Tamara Group dapat membawa kebaikan bagi perekonomian di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan,” ujar I Made Wahyu Santoso sembari mengucapkan selamat kepada Hendrik Sitompul yang saat itu juga sedang berulang tahun ke-54.

Hendrik Sitompul mengaku bangga atas kehadiran Dan Lantamal I Belawan Brigjend TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, yang mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Menurut Hendrik, dirinya dan Laksamana TNI Yudo Margono sudah lama berteman, yakni sejak sama-sama mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lemhanas angkatan ke-52 tahun 2014 lalu.

Selian itu, Hendrik juga menjelaskan, gedung perkantoran Grha O-Three di Jalan Mapilindo ini, merupakan kantor perwakilan tiga perusahaan miliknya yakni PT Cahaya Andika Tamara (CAT), PT Geo Dermaga Mandiri, PT Petrol Niaga dan PT Geosiar Citra Media. Selain itu, PT Geosiar Citra Media yang mengelola media online juga berkantor di sana. Sedangkan Grha O-Threee Bisnis Kost di Jalan Sei Tuntung Baru, dijadikan sebagai rumah kost bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di sebutkan mantan anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat ini, PT Cahaya Andika Tamara (CAT), PT Geo Dermaga Mandiri dan PT Petrol Niaga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi bahan bakar minyak (BBM) baik yang bersubsidi maupun untuk industri (nonsubsidi), minyak pelumas, LPG, dan aviasi (bahan bakar pesawat terbang). Saat ini, ketiga perusahaan tersebut memiliki wilayah kerja di DKI Jakarta (Jakarta Selatan dan Jakarta Timur), Jawa Tengah (Maos dan Pengapon), Jawa Timur (Malang, Madiun, Tuban dan Banyuwangi), Kalimantan (Balikpapan, Banjarmasin, Berau, Sampit dan Pontianak), Sumatera (Medan, Batam, Baturaja, Lubuklinggau, dan Lahat), bahkan Nusa Tenggara Timur (Lombok, Ende, Maumere, dan Waingapu).

“Nah, dengan dibukanya kantor perwakilan kami di sini, dalam waktu dekat kami akan melakukan investasi di Sumut. Akan ada investasi besar yang akan kami lakukan di Sumut. Apa itu? Kita tunggu saja tanggal mainnya,” kata Ketua GPEI Sumut dan Depalindo Sumut ini yang disambut tepuk tangan dari undangan yang hadir.

Peresmian Grha O-Three ini juga dihadiri Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap, dan Ketua DPRD Medan Hasyim SE. (adz)

Jenazah Wanita Dimandikan Petugas Pria, Dirut RS Djasemen Saragih Dikecam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus pemandian jenazah perempuan oleh petugas laki-laki di RSUD Djasemen Saragih, Pematangsiantar, dikecam keras oleh anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP, Partogi Sirait. Partogi meminta agar Ronal Saragih segera dicopot dari jabatan Direktur RSUD Djasemen Saragih.

“Kita mendapat info bahwa yang memandikan jenazah bukan mahrom almarhumah, maka pihak rumah sakit harus bertanggung jawab” kata Partogi dalam pertemuan dengan Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar di Kota Pematangsiantar, Rabu (30/9)

Untuk itu secara tegas dia meminta agar Ronal Saragih dicopot sebagai Direktur RS Djasemen Saragih. “Bagaimana bisa jenazah perempuan dimandikan oleh 4 pria? Dan saya dengar adanya isu jasad istri difoto oleh petugas RS. Di mana rasa kemanusiaan mereka, apa yang dirasakan oleh pihak keluarga, terutama lagi suami almarhumah, ini merupakan tindakan pelecehan, tidak bermoral dan tidak menyenangkan karena tidak sesuai dengan aturan agama, maka sudah layak jika Ronal Saragih dicopot,” tegas Partogi.

Selain itu Partogi juga meminta pihak keluarga untuk menempuh jalur hukum. “Saya judah sudah melakukan komunikasi dengan Kapolres Pematangsiantar dan bahwa beliau siap menjadi kan kasus ini perhatian yang prioritas” jelas Partogi.

Selanjutnya Partogi meminta Kapolres terus menyelidiki motif ini karena dirinya tidak ingin kejadian ini berdampak sosial yang tinggi. “Apalagi di masa pandemi,” tegas Partogi.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar menyampaikan bahwa pihaknya meminta waktu untuk mendalami kasus tersebut, Karena ini menyangkut nyawa dan Maslah aqidah. “Kita harus hati-hati dalam menangani perkara ini. Kami juga berharap pihak terkait agar sabar dan menunggu, karena ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pihak kepolisian untk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” tandas Boy Sutan.(adz)

Pemkab Dairi dan BRI Sidikalang Launching QRIS dan Web Pasar, Belanja di Pasar Bisa Via Online

TRANSAKSI: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu, Perwakilan BI Sumut Andi Wiyana serta Pinca BRI Sidikalang, Agung Prasetyo melakukan transaksi dengan QRIS di salah satu toko pedagang yang memiliki barcode QRIS di pusat Pasar Sidikalang, Rabu (30/9). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
TRANSAKSI: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu, Perwakilan BI Sumut Andi Wiyana serta Pinca BRI Sidikalang, Agung Prasetyo melakukan transaksi dengan QRIS di salah satu toko pedagang yang memiliki barcode QRIS di pusat Pasar Sidikalang, Rabu (30/9). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui PD Pasar dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Sidikalang melaksanakan launching penggunaan Quick Responce Code Indonesian Standart (QRIS) dan Web Pasar BRI, di Pusat Pasar Sidikalang, Rabu (30/9).

TRANSAKSI: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu, Perwakilan BI Sumut Andi Wiyana serta Pinca BRI Sidikalang, Agung Prasetyo melakukan transaksi dengan QRIS di salah satu toko pedagang yang memiliki barcode QRIS di pusat Pasar Sidikalang, Rabu (30/9). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
TRANSAKSI: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu, Perwakilan BI Sumut Andi Wiyana serta Pinca BRI Sidikalang, Agung Prasetyo melakukan transaksi dengan QRIS di salah satu toko pedagang yang memiliki barcode QRIS di pusat Pasar Sidikalang, Rabu (30/9). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur PD Pasar, Edward Hutabarat dalam sambutannya menyampaikan, launching QRIS dan Web Pasar BRI merupakan hasil kerja sama Pemkab Dairi, BI perwakilan Sumut tentang pengembangan ekonomi daerah dan keuangan yang didukung BRI cabang Sidikalang.

Dijelaskan Edward, sebelum launching, telah dilakukan sosialisasi khususnya kepada pedagang di Pasar Sidikalang. Dan saat ini sebanyak 60 pedagang telah menggunakan QRIS, begitu juga dengan PD Pasar dalam melakukan penagihan iuran layanan pasar (ILP).

Disebutkan Edward, para pedagang yang menggunakan QRIS adalah para pedagang kain, kelontong, aksesoris, alat-alat pertanian, pedagang buah, sayur mayur serta ikan.

Sementara itu, Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Sidikalang, Agung Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu yang selalu bersemangat dan tidak berhenti untuk merealisasikan Dairi Go Digital.

Sebagai bentuk dukungan program Dairi Go Digital, khususnya digitalisasi UMKM dan Smart City, BRI meluncurkan Web Pasar BRI. “Web Pasar BRI merupakan support BRI kepada pengelola dan pedagang pasar, berupa website yang berisikan informasi pedagang dan barang dagangannya,”ungkap Agung Prasetyo.

Dijelaskan Agung, Web Pasar dapat diakses secara luas oleh masyarakat, dengan tujuan menghubungkan pedagang dan pembeli agar dapat bertransaksi secara online (tanpa tatap muka). Hal ini juga untuk mendukung tatanan kebiasaan baru dan mengurangi resiko penularan Covid-19.

Agung mengatakan, sebanyak 13 pasar tradisional di wilayah Kabupaten Dairi sudah masuk dalam situs Web Pasar BRI.

“Namun untuk pilot projeknya, kita pilih Pasar Sidikalang. Saat ini sudah ada 150 pedagang yang masuk Web Pasar, dan 77 pedagang di antaranya di Pasar Sidikalang,”tandasnya.

Agung menambahkan, masyarakat dapat mengakses halaman Web Pasar BRI melalui www.pasar.id. Khusus untuk pedagang di dalam Pasar Sidikalang, BRI dan PD Pasar bekerjasama dengan Ojek Kita Sidikalang merupakan aplikasi ojek online kebanggaan masyarakat Dairi sebagai kurir Web Pasar BRI. “Jadi PD Pasar bisa sebagai drop poin untuk pengumpulan barang sebelum diangkut kurir ke tempat pembeli,”terang Agung.

Sementara itu, Andi Wiyana yang hadir mewakili Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut, sangat mengapresiasi progres dan ide baru yang dilakukan Bupati Eddy KA Berutu. “Ini terobosan baik, dan untuk Sumut ini yang pertama. Di Indonesia tidak banyak seperti ini. Dimana, pembeli dan penjual bisa bertransaksi digital,”kata Andi Wiyana.

Menurutnya, Kabupaten Dairi tidak ketinggalan dengan daerah lain dalam penggunaan digital. “Untuk kemajuan, memang harus menggunakan digital. BI siap mendukung / supprot terobosan ini, apalagi dimasa pandemi corona sekarang transaksi digital akan lebih baik menjaga kesehatan masyarakat,”tutur Andi.

Bupati Eddy KA Berutu menyampaikan terimakasih atas dukungan BI serta BRI yang telah mendukung visi misi Pemkab Dairi, khususnya pedagang yang sudah bersedia mengikuti program pemerintah penggunaan transaksi QRIS dan Web Pasar BRI. “Inovasi QRIS yang dilakukan BI sangat tepat dimasa pandemi ini, jadi kehadiran QRIS sangat membantu transaksi non tunai.

Kita akan terus mensosialisasikan QRIS dan Web Pasar BRI kepada masyarakat. Ini jauh lebih efektif, efisien aman dan cepat. Dengan QRIS juga, semua jadi sederhana dan transaksi lewat digital,”kata Eddy.

Usai melakukan launching, Bupati Eddy KA Berutu, Andi Wiyana serta Agung Prasetyo melakukan transaksi QRIS kepada pedagang di pusat Pasar Sidikalang. (rud)