30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 4054

Dukung Penciutan Kawasan Hutan, Pemkab Dairi Dituding Tidak Serius

TANDA TANGAN: Ketua Kelompok Tani Marhaen, Pangihutan Sijabat disaksikan Wabup Dairi, Jimmy AL Sihombing serta Kejari, Syahrul Juaksha Subuki menandatangani kesepakatan pembentukan tim kerja pengusulan penciutan kawasan hutan ke Kemenhut di Balai Budaya Sidikalang, Rabu (9/9).
TANDA TANGAN: Ketua Kelompok Tani Marhaen, Pangihutan Sijabat disaksikan Wabup Dairi, Jimmy AL Sihombing serta Kejari, Syahrul Juaksha Subuki menandatangani kesepakatan pembentukan tim kerja pengusulan penciutan kawasan hutan ke Kemenhut di Balai Budaya Sidikalang, Rabu (9/9).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kelompok Tani Marhaen yang berada di Desa Parbuluan VI kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi. Mereka menuding Pemkab Dairi tidak serius memberikan dukungan terhadap permintaan masyarakat untuk penciutan kawasan hutan meliputi sejumlah Desa di Kecamatan Parbuluan dan Sumbul.

TANDA TANGAN: Ketua Kelompok Tani Marhaen, Pangihutan Sijabat disaksikan Wabup Dairi, Jimmy AL Sihombing serta Kejari, Syahrul Juaksha Subuki menandatangani kesepakatan pembentukan tim kerja pengusulan penciutan kawasan hutan ke Kemenhut di Balai Budaya Sidikalang, Rabu (9/9).
TANDA TANGAN: Ketua Kelompok Tani Marhaen, Pangihutan Sijabat disaksikan Wabup Dairi, Jimmy AL Sihombing serta Kejari, Syahrul Juaksha Subuki menandatangani kesepakatan pembentukan tim kerja pengusulan penciutan kawasan hutan ke Kemenhut di Balai Budaya Sidikalang, Rabu (9/9).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Marhaen, Pangihutan Sijabat bersama Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia (PBHI) Sumatera Utara, Zulkifli Lumbangaol kepada wartawan usai menghadiri undangan Pemkab Dairi di Balai Budaya Sidikalang, Rabu (9/9).

Pangihutan menegaskan, pertemuan diinisiasi Pemkab Dairi terkait tuntutan warga untuk penciutan kawasan hutan di Desa Parbuluan VI, pasca pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan memberikan ijin ke PT Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti).

“Seperti disiarkan sebelumnya, masyarakat dari 4 Desa di 2 Kecamatan Sumbul serta Parbuluan termasuk Desa Parbuluan VI belum lama ini melakukan aksi unjukrasa ke Kantor Bupati, mendesak Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengusulkan penciutan kawasan hutan di Desa Parbuluan VI sebagai bukti keberpihakan pemerintah kepada petani,” ujarnya.

Dijelaskannya, sebagian Desa Parbuluan VI masuk kawasan hutan negara dan merupakan konsesi PT Gruti yang diberikan Kementerian Kehutanan. Sementara, sebagian dari konsesi tersebut sudah pemukiman serta lahan pertanian warga setempat.

“Sesuai tuntutan kami sebelumnya serta janji Pemkab Dairi, kami menagih janji mereka (Pemkab Dairi) menyepakati dan menyetujui usulan penciutan kawasan hutan kepada Kemenhut. Tetapi, pertemuannya justru diundang untuk sosialisasi dan pembentukan tim kerja. Artinya, Pemkab Dairi kami tuding tidak serius mendukung masyarakat Desa Parbuluan VI memperjuangkan penciutan kawasan hutan tersebut,” ucapnya.

Hal sama disampaikan Ketua PBHI, Zulkipli Lumbangaol, Pemkab Dairi dinilai masih kurang serius menanggapi permintaan warga. Seharusnya, saat ini sudah bertindak memberikan dukungan mengusulkan ke Kementerian Kehutanan.

Tuntutan warga, Pemkab Dairi mendukung wilayah Desa yang masih masuk kawasan hutan supaya diciutkan atau dibebaskan dari kawasan hutan negara. PBHI menyayangkan Pemkab Dairi tidak menghadirkan instansi terkait dalam pertemuan yang dimaksud.

Zulkifli mengatakan, masyarakat Desa Parbuluan VI ataupun PBHI mengakui, seluas 3.000 hektare wilayah yang saat ini sudah jadi pemukiman, areal pertanian, lokasi rumah ibadah dan sekolah pemerintah adalah masuk kawasan hutan.

Sementara itu dalam pertemuan, Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki minta Pemkab Dairi membantu kepentingan masyarakat. Kejari mengusulkan pembentukan tim kerja untuk penyelesaianya. Begitu juga oknum diduga melakukan jual beli kawasan hutan, supaya diproses hukum.

Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing menyampaikan akan terus menindaklanjuti usulan warga. Jimmy menyebut, Pemkab Dairi serius membantu warga. Dalam rapat itu disepakati pembentukan tim kerja untuk menyelesaikan permintaan warga Desa Parbuluan VI terkait penciutan kawasan hutan kepada Menteri Kehutanan.

Pertemuan dihadiri perwakilan masyarakat Parbuluan VI, PBHI, Camat Parbuluan, Kades Parbuluan VI, Wakapolres Kompol David Silalahi, mewakili Dandim, BPN serta Sekda, Leonardus Sihotang.(rud/ram)

Muswil PAN Sumut Bakal Digelar secara Virtual, Yahdil Abdi: Dibawa Rileks Saja, Jangan Tegang

DIABADIKAN: Ketua DPP PAN Yahdil Abdi Harahap diabadikan bersama Ketua DPW PAN Yahdi Khoir Harahap dan sejumlah pengurus DPW lainnya.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
DIABADIKAN: Ketua DPP PAN Yahdil Abdi Harahap diabadikan bersama Ketua DPW PAN Yahdi Khoir Harahap dan sejumlah pengurus DPW lainnya.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PAN Sumut kemungkinan besar akan digelar secara virtual, akhir September 2020 ini. Dengan begitu, pelaksanaan Muswil hampir dapat dipastikan tidak akan berlangsung panas dan diharapkan menjadi sebuah kompetisi yang berkualitas. 

DIABADIKAN: Ketua DPP PAN Yahdil Abdi Harahap diabadikan bersama Ketua DPW PAN Yahdi Khoir Harahap dan sejumlah pengurus DPW lainnya.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
DIABADIKAN: Ketua DPP PAN Yahdil Abdi Harahap diabadikan bersama Ketua DPW PAN Yahdi Khoir Harahap dan sejumlah pengurus DPW lainnya.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

Ketua DPP PAN (PANWIL Sumut), Yahdil Abdi Harahap, mengemukakan hal itu dalam silaturahmi dan makan siang bersama jajaran pengurus DPW PAN Sumut dan sejumlah pimpinan DPD PAN kabupaten/ kota di Kantor DPW PAN Sumut, Selasa (8/9).

Yahdil meyakini, pelaksanaan Muswil PAN Sumut akan menetapkan empat formatur, dan salah satunya akan ditetapkan menjadi ketua DPW PAN Sumut, dan yang lainnya menjadi sekretaris dan mengisi jabatan-jabatan lain, semisal ketua POK atau ketua Bappilu. ”Begitupun, tidak tertutup kemungkinan bisa pula menjadi formatur tunggal, jika terdapat kompromi-kompromi politik yang dibangun di antara para calon formatur yang ada bersama jajaran pengurus DPW PAN Sumut,” kata mantan anggota DPR-RI periode 2009-2014 ini. 

Terkait dengan akan segera dilaksanakannya Muswil PAN Sumut itu, menyusul telah selesainya Muswil di Sumbar dan Aceh, dia meminta nama-nama yang telah mendaftar sebagai calon formatur, supaya segera dikirim ke DPP. “Nama-nama calon formatur Muswil PAN Sumut yang sudah mendaftar (16 orang), selanjutnya akan dibahas di DPP,” sebutnya. 

Yahdil menekankan, siapa pun yang akan terpilih nanti menjadi Ketua DPW PAN Sumut, itu merupakan pilihan terbaik yang harus kita terima dan dukung bersama. “Sosok yang dipilih nanti, tentunya figur yang diharapkan memiliki chemistry dan bisa membangun komunikasi yang baik dengan ketua umum DPP PAN Zulkifli Hasan,” katanya. 

Karena itu, dia meminta calon-calon formatur yang sudah mendaftar bisa segera bersilaturahmi dan berdiskusi dengan ketua umum DPP PAN Zulfikli Hasan, sehingga ketua umum bisa mendalami track record dan kualitas SDM sosok yang hendak menduduki jabatan ketua DPW PAN Sumut tersebut. 

Lebih jauh dia meminta agar suasana Muswil ini dibawa rileks saja, jangan dibawa ke dalam suasana tegang. Soalnya, yang menjadi ketua DPW itu nanti hanya satu orang. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kebesaran hati kita untuk menerima dan menghormati siapa pun nanti yang bakal terpilih menjadi ketua DPW. 

Sebab, tambah Yahdil, masih banyak jabatan-jabatan lain di DPW PAN Sumut yang juga sangat penting dan strategis, jika bisa diperankan secara maksimal. Misalnya masih ada jabatan penting sebagai Ketua POK, Ketua Bappilu, Ketua Fraksi, dan lainnya. 

Jadi politisi itu harus fleksibel dan tidak mengenal istilah harga mati. Sebab, politik itu adalah soal waktu. Bisa jadi saat ini belum waktunya seseorang menjadi ketua DPW PAN Sumut. “Banyak politisi yang tidak menduduki jabatan sentral, tetapi memiliki magnet politik yang tinggi, karena dia memiliki daya kritis yang tinggi serta didukung oleh kualitas SDM yang mumpuni,” kata Yahdil Abdi Harahap.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Sumut Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA mengatakan, jajaran DPW PAN Sumut sudah siap melaksanakan Muswil, dan tinggal menunggu kepastian tanggal pelaksanaan dari DPP. “Insya Allah hingga saat ini jajaran DPW PAN Sumut tetap solid dan kondusif,” tegasnya.

Acara yang dipandu Sekretaris DPW PAN Sumut H Hendra Cipta SE ini dihadiri pengurus harian DPW, Bendahara Osaka Hendra Ginting, dan pengurus lainnya Hj Zuraida Ghina, Luthfi Fauzi, Abdiyanto, Ahmad Khairuddin, Agus Salim Ujung, Bertha Nellya, Dini Hikmayani Nasution, Suartono serta Ketua DPD PAN Medan Bahrumsyah, Binjai Rudi Alfahri Rangkuti, PAN Langkat Antoni Ginting, Deli Serdang Imran Obos, PAN Asahan Syaddad Nasution, dan lainnya. (adz) 

Hadapi Masa Pandemi Covid-19, Pengusaha Kuliner di Langkat Jajaki Bisnis Online

Riyan memperkenalkan kuliner yang dijajakan secara online.
Riyan memperkenalkan kuliner yang dijajakan secara online.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Masa pandemi Covid-19, membuat sebagian besar masyarakat dan pengusaha terdampak secara ekonomi. Namun kondisi itu tak membuat Riyan, menyerah begitu saja. Pengusaha muda asal Kabupaten Langkat inipun mulai menjajal peluang usaha kuliner secara online agar tetap bisa bertahan.

Riyan memperkenalkan kuliner yang dijajakan secara online.
Riyan memperkenalkan kuliner yang dijajakan secara online.

Dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram dan website, Riyan pun menjual makanan beku.

“Untuk mencari tambahan, bisnis online ini yang paling pas saya rasa untuk menghadapi situasi menuju new normal,:ujar Riyan saat ditemui Sumut Pos di Stabat, Rabu (9/9).

Dikatakan Riyan, makanan beku yang ditawarkannya kepada masyarakat seperti Dinsum Medan, Pancake Durian, Durian Kupas, Daging Durian, Kebab, Donat Kentang dari Mommy Donuts, Ice Crime dan lainnya. “Harga disesuaikan dengan kualitas makanan yang kita jual,”tandasnya seraya mengajak masyarakat untuk melihat langsung kuliner yang dijajakannya dengan mengunjungi

akun FB/IG @lapak.55 atau mengakses website www.lapak55.com, atau langsung menghubungi saya lewat telpon/WA 085296484539.

Untuk mengembangkan jangkauan pasar bisnisnya, Riyan pun mengajak siapa saja untuk bergabung menjadi dropship, reseller dan cabang dari lapak.55.

“Ayo gabung, dimasa pandemi covid 19 ini, bisnis online makanan beku lagi naik daun dan diminati. Jadi jangan dilewatkan, karena bisa membantu untuk menambah pundi – pundi rezeki,”ajaknya

Bahkan Riyan juga siap untuk bekerjasama di semua wilayah baik itu restoran, hotel, cafe dan rumah makan.

Riyan pun meyakinkan, bahwa kuliner yang dijajakannya sudah berstandar hiegenis serta bersertifikat halal dari MUI dan memiliki PIRT Dinkes.

“Insya Allah, Dimsum Medan dan menu lainnya, semuanya halalan thoybah,”katanya.

Untuk informasi selanjutnya, Riyan pun mengajak calon rekan bisnis untuk datang langsung ke Jalan Beo Sei Sikambing B no. 54, Kecamatan Medan Sunggal, atau di Jalan Besar Delitua Gangg Gedek No.14B Delitua. Dan di rumah makan Mandailing Holat Baung, Jalan Proklamasi, Stabat, (yas)

Prapid SP3 Dikabulkan Hakim, Jaksa Tunggu SPDP Baru Kasus RW

Ryan Wijaya, Anggota DPRD Binjai.
Ryan Wijaya, Anggota DPRD Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pasca dikabulkannya permohonan prapid SP3 kasus yang menyeret oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Binjai, Ryan Wijaya oleh majelis hakim, Kejari Binjai masih menunggu pemberkasan baru dari penyidik Polres Binjai.

Ryan Wijaya, Anggota DPRD Binjai.
Ryan Wijaya, Anggota DPRD Binjai.

“Sudah tahu putusannya. Hanya saja, SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan, red) belum dikirim lagi. Kami menunggu SPDP barulah atau pemberkasan selanjutnya,”ujar Kepala Seksi Tindakpidana Umum (Kasipidum) Kejari Binjai, Zulham Pardamean Pane, Rabu (9/9) siang.

Zulham pun membenarkan, adanya penyidik Unit Ekonomi Polres Binjai mengirimkan SPDP dengan tersangka Ryan Wijaya, sebelum permohonan SP3 masuk ke Pengadilan Negeri.

“Sudah dibalikin (SPDP) karena sudah lewat masa waktu. Sebulan enggak dikirim berkas, makanya dibalikin. Ya, Ryan Wijaya (tersangkanya),” sambung dia.

Menanggapi putusan hakim yang mengabulkan prapid SP3 kasus RW, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki Pratama, merespon dengan diplomatis. “salinan putusannya belum keluar,”katanya.

Diberitakan sebelumnya, perkara ini akan segera disidangkan. Sebab, penyidik sudah mengirimkan SPDP kepada Kejari Binjai dengan ditetapkannya RW sebagai tersangka. Bahkan, Kejari Binjai sudah menunjuk Jaksa Penuntut Umum Benny Surbakti untuk meneliti berkas perkara tersebut.

Namun belakangan, SPDP dengan Nomor K/51/II/2020/Reskrim ini ditarik kembali oleh penyidik. Diketahui, RW dilaporkan LS ke Polres Binjai atas dugaan memalsukan surat tentang kepartaian.

Sebelum di partai sekarang, RW pernah diamanahkan sebagai pengurus dengan struktural Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kota Binjai. Ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 188-SK/DPP/NasDem/IV/2016.

Selebaran surat yang ditulis pada 25 Mei 2019 dengan kepala surat bertuliskan DPD Partai NasDem Kota Binjai beserta lambang parpol ini ditandatangani Ketua dr Edy Putra dan Wakil Sekretaris Zubri Maktur Harahap serta berstempel menuliskan, RW belum pernah menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi dari partai besutan Surya Paloh tersebut. Belakangan RW menunjukkan SK Nomor 118-S?K/DPP-Nasdem/IV/2018 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Johnny G Plate dengan keterangan, bahwa yang bersangkutan menjadi pengurus NasDem Medan. Dasar ini LS mencurigai RW hingga melapor ke Polres Binjai atas dugaan pemalsuan surat. (ted)

Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Wisatawan, Disparbud Langkat Gandeng PTPN II

AUDIENSI: Kadis Pariwisata dan Budaya Langkat, Hj Nur Elly saat memaparkan rencana kerja sama pengembangan destinasi wisata Langkat dalam audiensi ke jajaran direksi PTPN II Tanjungmorawa. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
AUDIENSI: Kadis Pariwisata dan Budaya Langkat, Hj Nur Elly saat memaparkan rencana kerja sama pengembangan destinasi wisata Langkat dalam audiensi ke jajaran direksi PTPN II Tanjungmorawa. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Untuk memaksimalkan pengembangan sektor pariwisata di Negeri Bertuah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Langkat melakukan kerja sama dengan berbagai instansi dalam menunjang sarana dan prasarana destinasi pariwisata.

AUDIENSI: Kadis Pariwisata dan Budaya Langkat, Hj Nur Elly saat memaparkan rencana kerja sama pengembangan destinasi wisata Langkat dalam audiensi ke jajaran direksi PTPN II Tanjungmorawa. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
AUDIENSI: Kadis Pariwisata dan Budaya Langkat, Hj Nur Elly saat memaparkan rencana kerja sama pengembangan destinasi wisata Langkat dalam audiensi ke jajaran direksi PTPN II Tanjungmorawa. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

Salah satunya dengan melakukan koordinasi ke direksi PTPN II Tanjungmorawa. “Kedatangan kami ke PTPN II untuk membicarakan kerja sama dalam pengembangan sektor pariwisata di Langkat,” ujar Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Langkat, Hj. Nur Elly Heriani Rambe, Selasa(8/9).

Dalam audiensi tersebut, Elly menyampaikan kerja sama dalam pinjam pakai lahan milik PTPN II guna pengembangan destinasi pariwisata.

“Fasilitas di lokasi wisata perlu diperbaiki dan dibangun, jadi kami memerlukan tambahan lahan dalam pengembangannya,”pungkasnya.

Salah satu fasilitas yang akan dibangun yang ada di Bukit Lawang dan Tangkahan. Sedangkan pengembangan sarana dan prasarananya di antaranya gapura, toilet umum, tempat ibadah, kios UMKM, areal parkir serta pos retribusi. “Fasilitas tersebut direncanakan dibangun di atas lahan milik PTPN II,”kata Elly.

Menanggapi ajakan kerja sama tersebut, Direktur Keuangan PTPN II, Syahriadi Siregar didampingi Sekretaris Perusahaan, Kennedy Sibarani, menyatakan siap mendukung penuh program Pemkab Langkat dalam pengembangan destinasi wisata.

“Kami siap dan bersedia mendukung bahkan terlibat langsung dalam program Pemkab Langkat ini, apalagi program pengembangan destinasi wisata berdampak baik pada masyarakat sekitar perkebunan dalam meningkatkan ekonomi kerakyatannya,”kata Syahriadi. (yas/han)

Warga Protes Penutupan Jalan Riau oleh PT KAI

TUTUP: Akses Jalan Riau, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan ditutup oleh PT KAI Divre Medan, Rabu (9/9).
TUTUP: Akses Jalan Riau, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan ditutup oleh PT KAI Divre Medan, Rabu (9/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat protes penutupan akses Jalan Riau, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan yang dilakukan PT KAI Divre Medan. Akibat penutupan akses jalan umum tersebut, lalu lintas kendaraan masyarakat tetutup.

TUTUP: Akses Jalan Riau, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan  ditutup oleh PT KAI Divre Medan, Rabu (9/9).
TUTUP: Akses Jalan Riau, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan ditutup oleh PT KAI Divre Medan, Rabu (9/9).

Pantauan di lapangan, penutupan akses jalan yang sudah menjadi fasilitas umum sejak puluhan tahun dilakukan PT KAI dengan cara memasang palang rel kereta api dengan dilas. Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil sikap atas tindakan perusahaan BUMN tersebutn

“Jalan itu sudah ada di zaman Belawan. Sekarang PT KAI telah menutupnya, masyarakat tidak bisa lagi melintas dari jalan itu. Kami harus memutar untuk menuju ke rumah. Padahal jalan itu adalah jalan umum yang sudah ada namanya, kenapa PT KAI semena – mena,” kata warga sekitar, Simon Barus, Rabu (9/9).

Dengan penutupan akses jalan itu, ia khawatir telah menutup ruang gerak mobil pemadam kebakaran. Tindakan yang dilakukan PT KAI telah meyalahi, warga sekitar akan segera melakukan tindakan protes dengan melakukan orasi ke Pemko Medan.”Bila pemagaran jalan umum menggunakan besi rel kereta api itu tidak dibuka juga, kami akan melakukan aksi dan akan membongkarnya secara paksa,” tegas Simon Barus.

Menyikapi itu, Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengatakan, pemagaran itu dilakukan sifatnya sementara, karena masih adanya pengorekan sisi kiri rel kereta api. “Itu hanya semetara, jadi kita tunggu saja,” katanya singkat.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah mengaku kecewa dengan tindakan PT KAI yang semena – mena. Sebab, jalan itu adalah fasilitas umum yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota Medan. “Intinya PT KAI tidak boleh menutup jalan tersebut, itu fasilitas umum,” tegas Bahrum.

Seharusnya, kata wakil rakyat dari Medan Utara ini, Camat Medan Belawan sampaikan ke Pemko Medan agar segera diselesaikan ke PT KAI, karena jalan itu adalah milik umum.

“Jadi, PT KAI itu tidak boleh sesuka hati, karena itu sudah dibangun jalan dengan menggunakan APBD, sudah jelas itu fasilitas umum. Kita minta PT KAI untuk segera membuka kembali akses jalan tersebut,” tegas Bahrum.

Selain itu, Bahrum menyesalkan tindakan penggusuran yang dilakukan PT KAI di masa Pandemik Covid-19, artinya mengundang keramaian yang telah melanggar protokol kesehatan.

“Salah besar PT KAI, bukan sekarang waktunya melakukan penertiban. Di saat masyarakat lagi ditimpa musibah Covid-19, kesusahan mencari makan, malah mereka gusur. Harusnya PT KAI bukan menindas pedagang kecil, tapi harus menyalurkan bantuan CSR kepada mereka yang digusur,” pungkas Bahrum.

Ketua DPD PAN Kota Medan ini menegaskan, penertiban yang dilakukan PT KAI tidak sesuai aturan, sebab bangunan yang sudah berdiri di pinggiran rel di sekitar lokasi itu juga tidak ditertibkan. Artinya, bangunan itu berdiri tanpa izin dan telah melanggar aturan.

“Jadi, kita minta kepada Pemko Medan agar menertibkan bangunan liar yang berdiri tanpa izin itu. Perlu juga diusut berdirinya bangunan itu, apakah yang dikerjakan pihak ketiga penghasilannya masuh ke khas negara. Kita minta agar PT KAI agar tidak semena – mena,” pungkasnya. (fac/ila)

Cuaca Ekstrem di Medan hingga Jumat

MENDUNG: Awan terlihat bandung di lihat dari salah satu ruas jalan di Kota Medan, tepatnya di Kesawan.
MENDUNG: Awan terlihat bandung di lihat dari salah satu ruas jalan di Kota Medan, tepatnya di Kesawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memperkirakan, Sumatera Utara (Sumut), khususnya di Medan akan mengalami cuaca ekstrem, yakni hujan lebat disertai kilat/ petir, pada Rabu-Jumat, 9-11 September 2020.

MENDUNG: Awan terlihat bandung di lihat dari salah satu ruas jalan di Kota Medan, tepatnya di Kesawan.
MENDUNG: Awan terlihat bandung di lihat dari salah satu ruas jalan di Kota Medan, tepatnya di Kesawan.

Hal itu dikatakan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Endah Paramita kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (9/9).

Dikatakannya, penyebab cuaca ekstrem yang berdampak hujan lebat dan gelombang tinggi melanda hampir seluruh wilayah Sumut ini. Sebab, daerah pertemuan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang pada Samudera Hindia barat Sumatera Barat, dari perairan timur Sulawesi Tenggara hingga Selat Makassar bagian tengah, dan juga Papua bagian tengah. “Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan pada sepanjang daerah konvergensi tersebut,” katanya.

Sesuai prediksi, di pagi hari kondisi cuaca berawan hingga hujan sedang yang terjadi pada seluruh wilayah Langkat, Deliserdang, Medan, Binjai, Simalungun, Karo, Humbanghasundutan (Humbahas), Samosir, Pematangsiantar, Asahan, Serdangbedagai (Sergai), Tebingtinggi, Batubara, Tanjungbalai, Pakpakbharat, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura), dan Toba.

Kemudian, lanjutnya, pada siang hari hingga malam hari, kondisi cuaca masih berpotensi hujan ringan hingga lebat. BMKG memperkirakan suhu udara pada siang hari juga tidak gerah. Sedangkan pada sore hingga malam hari, hujan sedang juga melanda seluruh wilayah Sumut. “Suhu udara maksimum 31 derajat celcius, kecepatan angin maksimum 20 km/jam,” ujarnya.

Endah menjelaskan, BMKG juga memperkiraan gelombang sangat tinggi mencapai 6 meter yang terjadi pada Perairan Samudera Hindia Barat, yakni di Perairan Barat Aceh, Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Nias (Sangat Tinggi 4-6 meter).

Selanjutnya, Perairan Utara Sabang, Perairan Meulaboh-Sinabang, Perairan Nias-Sibolga (Tinggi 2,5–4,0 meter), Selat Malaka bagian Utara, Perairan Sabang-Banda Aceh (Sedang 1,25-2,5 meter), Perairan Lhokseumawe, Perairan Selat Malaka bagian Tengah (Rendah 0,5-1,25 meter).

Endah mengimbau, dengan kondisi cuaca ini, agar masyarakat dapat mewaspadai timbulnya dampak, seperti genangan air di perkotaan. Sedangkan, di wilayah pegunungan, masyarakat harus mewaspadai longsor.

“Waspada hujan lebat untuk sebagian wilayah pantai, lereng timur dan barat serta sebagian pegunungan di Sumut. Hujan lebat, di pegunungan akan rentan dengan bencana longsor,” imbaunya. (map/ila)

Ribuan Rumah Terendam Banjir Di Medan Utara

BANJIR: Pengendara melintas di genangan air di Medan Utara akibat banjir. Hujan deras kemarin merendam ribuan rumah di Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan, Rabu (9/9).fachril/sumut pos.
BANJIR: Pengendara melintas di genangan air di Medan Utara akibat banjir. Hujan deras kemarin merendam ribuan rumah di Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan, Rabu (9/9).fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tingginya intensitas hujan mengakibatkan ribuan rumah di Medan bagian Utara meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan, terendam banjir, Rabu (9/9).

BANJIR: Pengendara melintas di genangan air di Medan Utara akibat banjir. Hujan deras kemarin merendam ribuan rumah di Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan, Rabu (9/9).fachril/sumut pos.
BANJIR: Pengendara melintas di genangan air di Medan Utara akibat banjir. Hujan deras kemarin merendam ribuan rumah di Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan, Rabu (9/9).fachril/sumut pos.

Dampak genangan air setinggi lutut orang dewasa yang melanda seluruh kawasan pemukiman warga, menyebabkan aktivitas masyarakat yang mencari nafkah dengan berdagang terganggu dan perabotan rumah tangga terendam banjir serta arus lalu lintas macet.

Kondisi banjir tampak parah di sejumlah pemukiman warga di Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Deli. Hal ini disebabkan buruknya drainase dan semrawutnya penataan bangunan serta gudang yang menutup aliran air.

Tokoh Masyarakat Medan Utara, Awalludin mengatakan, permasalahan banjir sudah menjadi ancaman bagi masyarakat khususnya di Medan Utara. Sebab, penataan dalam mengantisipasi dampak banjir masih diabaikan oleh Pemerintah Kota Medan.

Untuk itu, perlu diberikan solusi agar resapan air yang sudah banyak terutup segera dibuka seperti drainase. Selain itu, perlu dibangun sebuah kanal sebagai penampungan air yang tujuannya untuk mengantisipasi tingginya curah hujan yang turun.

“Kita tahu, sudah banyak pembangunan dan resapan air tertutup yang mengakibatkan tingginya volume air yang tidak sebanding dengan daya tampung untuk drainase. Kepada Pemko Medan sudah memikirkan jangka panjang dibangun kanalisasi,” kata pria akrab disapa Awel ini.

Dijelaskan Awel, pembangunan kanal perlu dipikirkan dari sekarang, dengan meminta pendapat dari tenaga ahli. Mengenai anggaran yang mungkin besar, perlu dilakukan kordinasi dengan perusahaan besar yang ada di Medan Utara.

“Perusahaan besar yang ada di Medan Utara ini jangan hanya menyerap keuntungan tanpa memikirkan dampak lingkungan di masyarakat seperti banjir. Jadi, kita minta pemerintah sudah bisa memanfaatkan dana CSR dari perusahaan yang ada, agar kanal yang dibangun mampu menyelamatkan masyarakat dari ancaman banjir,” tegas Awel.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Kota Medan, HT Bahrumsyah mengaku, persoalan banjir di Medan Utara adalah komitmen penegakan aturan. Artinya, Pemko Medan dalam hal ini tidak tegas dalam menertibkan bangunan rumah toko (Ruko) yang mendirikan usahanya seperti canopy sampai ke atas drainase dan ke sisi jalan.

“Hampir seluruh bangunan usaha yang ada di kecamatan di Medan Utara menyalahi aturan. Padahal izin Ruko itu hanya bangunan induk, coba lihat di sepanjang Jalan Marelan Raya dan di Titipapan kotak – kotak kulkas mereka sampai ke pinggir jalan. Jadi bangunan yang melebihi ke depan jalan harus dibongkar dan ditertibkan,” tegas wakil rakyat akrab disapa Bahrum.

Ketua DPD PAN Kota Medan menjelaskan, sebenarnya saluran drainase sudah ada. Hanya saja, tidak dimaksimalkan yang disebabkan tertutup bangunan. Hal ini disebabkan pemerintah kecamatan membiarkan bangunan tersebut, harusnya segera ditertibkan dengan berkoordinasi dengan dinas terkait dan Satpol PP.

“Ini harus dibenahi lebih dulu dalam penegakan Perda Kota Medan. Selain itu, drainase yang sudah ada harus terbuka agar mudah dikontrol dan normalisasinya harus maksimal, jangan sisa korekan dibiarkan begitu di jalanan, sehingga hujan turun sisa korekan itu masuk lagi ke drainase. Jadi, ini yang sebenarnya persoalan banjir yang terjadi,” ungkap Bahrum. (fac)

Besok Ujian SKB CPNS Bagi CPNS Pemko Medan

UJIAN: Sekdaprovsu, R Sabrina, membuka pelaksanaan ujian SKD bagi pelamar CPNS lingkungan Pemprovsu, Februari 2020 lalu.
UJIAN: Sekdaprovsu, R Sabrina, membuka pelaksanaan ujian SKD bagi pelamar CPNS lingkungan Pemprovsu, Februari 2020 lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menjadwalkan, besok Jumat (11/9) dan Sabtu (12/9) mendatang sebagai jadwal ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi para peserta penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 Pemko Medan.

UJIAN: Sekdaprovsu, R Sabrina, membuka pelaksanaan ujian SKD bagi pelamar CPNS lingkungan Pemprovsu, Februari 2020 lalu.
ilustrasi.

“Jumat dan Sabtu ujian SKB di Kantor regional IV BKN Medan, di Jalan Pinangbaris Medan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Rabu (9/9).

Dikatakan Muslim, sebanyak 409 peserta akan mengikuti pelaksanaan SKB tersebut dalam dua hari. “Kalau satu hari tidak bisa, maka dibuat dua hari agar semuanya bisa terakomodir. Jumlahnya pun akan dibagi dua, satu hari akan dibagi beberapa gelombang,” katanya.

Hal itu harus dilakukan, mengingat pelaksanaan ujian yang harus tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, terutama soal menjaga jarak (Social Distancing).

“Persiapan pelaksanaan ujian sudah diserahkan sepenuhnya kepada BKN regional, semua persiapann

sudah rampung, tinggal pelaksanaan saja. Pelaksanaan kita pastikan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 seperti mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris BKDPSDM Kota Medan, Baginda Siregar menyebutkan jika pihaknya telah mengumumkan melalui Website http://bkd.pemkomedan.go.id. “Proses ujian kita serahkan sepenuhnya kepada BKN, nanti hasil ujiannya juga akan diumumkan langsung oleh BKN. Untuk informasi lebih lanjut, semua sudah kita siapkan di Website,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemko Medan telah membuka 193 formasi untuk para pelamar CPNS di jajaran Pemko Medan sejak akhir tahun 2019. Pemko Medan menggelar pelaksanaan SKD CPNS pada 17 Februari 2020 lalu.

Dari proses SKD yang telah digelar di SMP Negeri 1 Medan di Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang itu, sebanyak 1.139 dari 2.386 peserta dinyatakan lulus.

Usai menggelar SKD, bila mengacu kepada jadwal yang diberikan tim panitia seleksi (timpansel) nasional, seyogiyanya pelaksanaan SKB digelar pada rentang waktu antara tanggal 25 Maret hingga 10 April lalu.

Namun karena pandemi Covid-19, Timpanselnas menunda pelaksanaan SKB, termasuk untuk pelaksanaan SKB CPNS Pemko Medan formasi 2019 untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan BKN, pelaksanaan ujian SKB CASN Formasi Tahun 2019 akan digelar pada 1 September-12 Oktober 2020. Jadwal itu tertuang dalam Surat Kepala BKN Nomor K 26-30/V 116-4/99 perihal Jadwal Pelaksanaan Seleksi Penerimaan CPNS Formasi Tahun 2019 tertanggal 27 Juli 2020 yang ditujukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. Untuk CPNS Pemko Medan sendiri, pelaksanaan ujian SKB yang merupakan lanjutan dari ujian SKD akan dilakukan pada hari Jumat (11/9) besok dan Sabtu (12/9). (map/ila)

Akhirnya Gedung DPRD Medan Lockdown

Kantor DPRD Kota Medan.
LOCKDOWN: Kantor DPRD Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan akhirnya menghentikan sementara segala aktivitas di gedung dewan, mulai Rabu (9/9). Tidak terlihat lagi seorang pun anggota dewan beraktivitas di gedung tersebut. Gedung DPRD Medan tampak sepi.

LOCKDOWN: Kantor DPRD Kota Medan.
LOCKDOWN: Kantor DPRD Kota Medan.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD Medan, Hj Alida menjelaskan, pihaknya telah meminta pengosongan jadwal kegiatan di gedung dewan sejak Senin (7/9) siang, usai Dinas Kesehatan mengumumkan 12 pegawai di sekretariat dewan terinfeksi Covid-19. “Senin sudah kita berikan suratnya, tetapi kemarin (Selasa) masih ada yang RDP karena belum terima suratn

dari pimpinan dan jadwal RDP sudah terlanjur diagendakan. Alhamdulillah mulai hari ini sampai tanggal 21 (September) nanti, kegiatan di gedung ini memang sudah ditiadakan,” kata wanita yang kerap disapa Uni ini kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Rabu (9/9) siang.

Namun begitu, kata Uni, untuk kegiatan Paripurna akan tetap dilakukan. “Tapi itupun sangat dibatasi jumlah yang datang, sisanya hanya mengikuti lewat video conference saja,” katanya.

Saat ini, jelas Uni, ke-12 pegawai DPRD Medan yang terdiri dari ASN, pegawai honorer, hingga security tersebut tidak lagi masuk kantor. Mereka menjalan isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Rata-rata tak ada gejala, sehat-sehat semua. Setahu saya, semua masih menjalani isolasi mendiri di rumah masing-masing,” jelasnya.

Sementara pegawai lain, kata Uni, tetap bekerja dari rumah. Sedangkan dirinya selaku Plt Sekwan, para Kabag dan Kasubbag serta beberapa pegawai lainnya yang dinilai punya peran vital di gedung dewan tersebut tetap ngantor. Alida juga mengaku sudah menyurati Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan untuk segera melakukan penyemprotan disinfektan di gedung tersebut.

Terpisah, pimpinan DPRD Medan Rajuddin Sagala menyebutkan, kosongnya kegiatan para wakil rakyat di gedung dewan murni karena adanya 12 kasus positif Covid-19. “Mulai hari ini (kemarin) memang sudah dikosongkan kegiatan. Bukan karena anggota dewannya perjalanan dinas ke luar, tapi faktor utamanya karena memang adanya temuan positif Covid itu. Kemarin sudah disampaikan ketua (DPRD) kepada kami para pimpinan yang lain dan anggota DPRD,” jelas Rajuddin.

Sedangkan untuk kegiatan Paripurna, kata Rajuddin, hanya boleh dihadiri para pimpinan dan ketua-ketua fraksi. “Sisanya secara virtual saja, menggunakan aplikasi zoom,” jelasnya.

Rajuddin juga mengatakan, para pegawai DPRD Medan yang positif Covid-19 telah menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “Karena mereka semuanya OTG (orang tanpa gejala), maka cukup menjalani isolasi mandiri di rumah, kalau nanti timbul gejala barulah dirawat di RS. Tapi saat ini mereka tidak boleh masuk kantor, sampai nanti hasil swabnya negatif,” jelasnya.

Rajuddin juga mengatakan, jika kantor DPRD Medan telah dilakukan penyemprotan disinfektan pada Selasa (8/9) sore. “Saya lihat sendiri saat kemarin keluar kantor (DPRD Medan) sore-sore, mereka sudah lakukan penyemprotan. Kita harapkan kegiatan penyemprotan ini tidak dilakukan sekali saja, tapi dapat dilakukan secara rutin dan berulang-ulang. Kita minta juga kepada Dinas Kesehatan Kota Medan untuk melakukan pemantauan yang serius kepada 12 pegawai kita yang terjangkit Covid itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 12 orang staf DPRD Kota Medan terpapar Covid 19 dari hasil pemeriksaan swab yang dilaksanakan sekretariat DPRD medan mulai dari tanggal 28 Agustus hingga tanggal 1 September 2020 yang total diikuti sebanyak 90 orang. 12 orang tersebut bukanlah kasus Covid-19 pertama di DPRD Medan. Sebab sebelumnya diketahui, ada dua ASN DPRD Kota Medan yang terpapar Covid-19, yakni Kassubag Persidangan dan Risalah Sekretariat DPRD Medan Lili Caronalina Batubara yang sempat terpapar positif covid 19 dan dirawat di RS Royal Prima Medan. Namun saat ini, kondisi Lili Carolina sudah dalam kondisi sehat atau sembuh. Di sisi lain, Kasubag Perlengkapan DPRD Medan Ermina Linda Siregar yang turut terpapar Covid-19 justru sudah meninggal dunia pada 14 Agustus 2020 yang lalu. (map)