HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO-Seorang jaksa yang berdinas di Kejaksaan Negeri Kabupaten Humbang Hasundutan, berinisial JA (36), warga TanjungMorawa, Medan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, pada 28 Agustus 2020.
Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Humbang Hasundutan, Hotman Hutasoit mengatakan, JA sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Medan pada 14 Agustus 2020 dalam rangka menghadiri pesta. Dan pulang ke Dolok Sanggul pada 16 Agustus 2020.
“Pada 26 Agustus 2020, JA pergi ke RSUD Dolok Sanggul untuk dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif,” terang Hotman, Selasa (1/9).
Kemudian, pada 27 Agustus 2020, pihak RSUD Dolok Sanggul mengambil spesimen swab JA dan dikirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara. Selanjutnya, pada 28 Agustus, Dinas Kesehatan Humbang Hasundutan menerima hasil Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, JA terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala.
“Saat ini JA melakukan isolasi mandiri di Medan,”pungkasnya.
Sebelumnya juga, riwayat perjalanannya selain dari Medan, JA juga sempat menghadiri pemakaman ibunya di Desa Sibuluan Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan pada 27 Agustus 2020, dihari yang sama saat spesimen swab JA diambil.
Dikatakan Hotman, mendengar riwayat perjalanan yang menghadiri pemakaman ibunya, pihak satgas penanganan Covid 19 selanjutnya melakukan tracing terhadap kontak eratnya dengan JA kepada keluarga dan masyarakat, selain teman sekantornya. Sebanyak 100 orang lebih yang terdiri dari keluarga, masyarakat dan teman sekantornya menjalani rapid test dan sebanyak 7 orang reaktif.
Hotman menambahkan, sekaitan dengan itu, Rabu (2/9), pihak satgas penanganan Covid-19 selanjutkan akan melakukan tes swab kepada 6 orang. Sementara, 1 orang laginya melakukan tes swab mandiri. “Jadi swab ini akan kita kirim ke Dinas Kesehatan Tapanuli Utara, dan warga mana saja ini belum dapat terkonfirmasi kami,” pungkasnya.(des/han)
DAIRI,SUMUTPOS.CO-Kasus positif Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) di Kabupaten Dairi terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (31/8), akumulasi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 25 orang.
Ketua Pokja Humas Covid-19 Dairi, Rahmatsyah Munthe yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi menyebutkan, adanya peningkatan terkonfirmasi positif Covid-19 pada 3 hari terakhiri sebanyak 8 orang dengan inisial NSS (25) warga Desa Buluduri, Kecamatan Lae Parira; SP (21) warga Desa Parbuluan 2, Kecamatan Parbuluan. Kemudian DLP (25), MB (46), DM (27), ketiganya warga Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang; SS (69) Perumahan Lae Mbulan Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo dan DM (22) warga Desa Sitinjo Induk, Kecamatan Sitinjo serta RN (37) warga Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul.
“Dari 8 warga terkonfirmasi positif tersebut, sebanyak 5 orang bekerja di Medan, dan 3 orang menetap di Dairi,”ujar Rahmatsyah.
Dikatakan Rahmatsyah, hingga Senin (31/8), akumulasi penyebaran Covid-19 di Dairi, yakni positif 25 orang, suspek 4 orang, kontak erat 4 orang, meninggal dunia 4 orang, dan sembuh 13 orang. (rud/han)
TANDA TANGAN: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu didampingi Wabup, Jimmy AL Sihombing, Sekda Leonardus Sihotang dan pimpinan DPRD tanda tangani naskah kesepatan pengesahan Perda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019, Selasa (1/9). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO-Sebanyak tujuh fraksi DPRD Dairi menyetujui rancangan peraturan daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2019, untuk disahkan menjadi peraturan daerah (Perda).
Pengesahan Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019 digelar dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua, Halvensius Tondang dan Wan September Situmorang, Selasa (1/9).
Sidang paripurna penyampaian pandangan akhir fraksi tersebut dihadiri Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu, Wakil Bupati Jimmy Andrea Lukita Sihombing, Sekretaris Daerah (Sekda) Leonardus Sihotang serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam pemandangan akhir ketujuh fraksi, menyatakan menerima Ranperda untuk disahkan menjadi Perda dengan berbagai catatan. Dari fraksi Gerindra yang dibacakan Rade Simamora meminta bupati Dairi mengaudit dana desa melalui Inspektorat, dan memberikan sanksi kepada kepala desa yang tidak mampu mengelola dan mempertanggungjawabkan dana desa.
“Harus ada sanksi bagi kepala desa yang tidak bisa mempertanggungjawabkan dana desa dan alokasi dana desa,” ucapnya.
Rade juga meminta setiap OPD untuk memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Karena realisasi PAD 2019, sangat rendah.
Fraksi Gerindra, PDIP, Hanura, fraksi Pertaki dan Demokrat menyoroti terkait buruknya pelayanan RSU Sidikalang, dan sering ditemui obat- obatan kosong. Pelayanan kesehatan sering dikeluhkan masyarakat seperti ketersediaan obat, dokter spesialis jarang di rumah sakit, serta petugas yang tidak menjalankan tugasnya sesuai sumpah janji tenaga medis.
Manajemen RSU Sidikalang diminta mengaktifkan sistem informasi rumah sakit (SIRS), sehingga informasi dan pelayanan bisa ditingkatkan. “Manajemen harus serius peningkatan pelayanan,” kata Hadi Suarno Panjaitan dari fraksi Hanura.
Hal senada juga disampaikan, Jono Pasi dari fraksi Pertaki, masyarakat sangat mengeluhkan pelayanan rumah sakit pada pasien rawat inap maupun berobat jalan. Jono juga mengungkapkan bahwa dirinya juga mendapat informasi adanya obat yang sudah kadaluwarsa.
Jono menegaskan, tidak maksimalnya pelayanan rumah sakit Sidikalang akan berakibat fatal kepada pasien, ucapnya. Sementara itu, pandangan akhir fraksi Golkar dibacakan, Jones Gurning, meminta Bupati Eddy KA Berutu mengakomodir pokok pikiran anggota dewan.
Dan fraksi NasDem yang dibacakan, Nasib Marudur Sihombing, meminta Bupati menindaklanjuti pemekaran sejumlah desa, seperti Desa Huta Rakyat dan lainnya.
Menanggapi catatan ketujuh fraksi DPRD, Bupati Eddy KA Berutu menyampaikan apresiasi, dan akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan dalam mewujudkan Dairi unggul.(rud/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO–Pimpinan Anak Cabang Pemuda Karya Nasional (PAC PKN) Kecamatan Amplas, siap berkarya di tengah-tengah masyarakat.
Sesuai motto yang diemban “Berkarya Nyata Bukan Karya Kata”, organisasi kepemudaan ini bertekad hadir nyata di masyarakat, khususnya warga yang berdomisili di Kecamatan Amplas.
Hal itu dengan tegas disampaikan Ketua PAC PKN Amplas, Usaha Pardede kepada wartawan di kantornya di Kompleks ruko Terminal Amplas, Selasa (01/09/2020) siang.
“Kita sadar organisasi kepemudaan saat ini sudah banyak, bahkan sudah berusia belasan hingga puluhan tahun hadir di tengah-tengah masyarakat. Tapi kita selaku organisasi kepemudaan yang baru, tidak hadir hanya sekedar meramaikan. Kita hadir dengan warna berbeda. Sehingga motto kita pun akan berkarya di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya didampingi Usmey Sianturi, B.Sc selaku Penasehat, Maju Napitupulu (Wakil Ketua), Rio Manurung (Sekretaris) dan Bolas Sianipar selaku Bendahara.
Sesuai motto yang yang diemban, PAC Pemuda Karya Nasional Kecamatan Medan Amplas, Usaha Pardede mengaku telah melakukan audiensi ke pihak-pihak terkait.
Seperti pemerintahan setempat Kelurahan Timbang Deli, Polsek Patumbak, Koramil dan Kepala Terminal Amplas. Audiensi itu dilakukan selain memperkenalkan diri sebagai organisasi pemuda yang baru di Wilayah Kecamatan Amplas, juga memaparkan visi misi dan motto.
Dalam audiensi tersebut, Usaha Pardede tidak lupa menyampaikan salam kepemudaan dari Ketua DPC Kota Medan, Sutomo Tarigan yang tidak bisa ikut serta dalam kunjungan tersebut.
Walau baru seumuran jagung sejak resmi diberi mandat tepatnya 4 Agustus 2020, PAC PKN Amplas sudah berbuat. Adalah salah satunya melakukan terobosan dengan menjalin kerja sama kepada pihak perusahaan yangg berada di Kecamatan Medan Amplas.
Kerja sama yang dijalin dengan pelaku usaha di wilayah Amplas adalah dibidang pengrekrutan tenaga kerja. Target utama kerja sama itu untuk mengurangi pengangguran di masa pandemi Covid-19. Dengan terjalinnya kerja sama itu, diharapkan para pemuda yang bergabung di PKN Amplas bisa mengubah hidupnya, dari pengangguran menjadi produktif sebagai tenaga kerja.
“Jika perusahaan-perusahaan tersebut bersedia bekerjasama dalam bidang pengrekrutan tenaga kerja, maka ini dapat mengurangi tingkat pengangguran di Kecamatan Medan Amplas khususnya,” tandas Ketua PAC PKN Medan Amplas, Usaha Pardede.
Seperti diketahui organisasi kepemudaan PKN ini dibentuk dan dikomandoi nama-nama tenar di organisasi kepemudaan. Seperti ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mikail TP Purba, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Utara (DPD Sumut) Maruli Aner Siagian, serta Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kota Medan (DPC Medan) Sutomo Tarigan. (rel/han)
Tingkatkan Fleksibelitas Pembayaran Tagihan Gas Pelanggan
KERJA SAMA: Direktur Komersial PGN Faris Aziz bersama manajemen PT BRI usai penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta, Senin (31/8).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam Pembiayaan Tagihan Pemakaian Gas Pelanggan PGN. Kerja sama yang dilaksanakan sebagai bentuk upaya PGN dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sektor industri, (31/8/2020).
Direktur Komersial PGN Faris Aziz berharap, kerja sama antara PGN dan Bank BRI dapat memberikan benefit yang berkelanjutan bagi seluruh pihak. Dikarenakan melalui kerjasama ini, pelanggan PGN dapat memanfaatkan fleksibilitas dari fasilitas pembiayaan Bank BRI untuk pembayaran tagihan gas, baik menggunakan skema pra bayar, maupun pasca bayar.
“Fasilitas pembiayaan tagihan gas merupakan kerja sama PGN dengan Bank BRI dapat memudahkan pelanggan industri PGN untuk melakukan pembayaran tagihan pemakaian gas, serta memfasilitasi mereka apabila terjadi kendala pembayaran akibat perbedaan arus kas,” ujar Faris.
“Dampak COVID-19 cukup signifikan pada berbagai industri, tidak terkecuali indutri yang menjadi pelanggan PGN, sehingga perlambatan demand. Namun, berdasarkan informasi dari front liner kami, Pelanggan kami tetap berkomitmen untuk terus menggunakan gas bumi dengan volume yang akan kembali meningkat, sejalan dengan pulihnya perekonomian. Hal ini yang juga mendasari kami untuk terus meningkatkan layanan gas bumi, salah satunya melalui kerjasama ini,” jelas Faris.
Lebih lanjut, Faris menjelaskan, dengan situasi ekonomi yang sempat menurun akibat dari pandemi COVID-19, PGN dan BRI sepakat untuk memberikan situmulus untuk pelanggan gas sektor Industri dalam rangka pemulihan ekonomi. Dari kerjasama ini, diharapakan pelanggan PGN juga dapat melakukan restrukturisasi keuangan dan kembali bertumbuh setelah pandemi COVID-19 usai.
Faris menambahkan, seiring bertumbuhnya pelanggan industri, PGN berupaya untuk terus melakukan layanan terbaik yaitu dengan membangun infrastruktur serta melakukan penyaluran gas bumi.
Pada tahun 2018, PGN meluncurkan produk yang bernama Sinergi untuk keperluan energi pelanggan Industri dan Komersial. PGN terus mengupayakan peningkatan layanan pemanfaatan gas bumi yang terintegrasi dan handal.
PGN juga memberikan fleksibilitas pemakaian gas di atas nilai kontrak yang sewaktu-waktu diperlukan oleh pelanggan, melalui fasilitas Spot Gas dan fleksibiltas pengaturan pemakaian gas untuk beberapa lokasi industri pelanggan dalam satu grup perusahaan yang berada dalam satu jaringan operasional pipa PGN melalui fasilitas Multi Destinasi. Melalui produk dan layanan ini, PGN berkontribusi terhadap penguatan daya dukung untuk kemajuan dan pertumbuhan industri di dalam negeri, sehingga dapat berkontribusi bagi peningkatan perekonomian nasional.
“Sebagai subholding gas bumi, PGN berkomitmen untuk terus melakukan upaya peningkatan nilai tambah pemanfaatan gas bumi bagi pelanggan, melalui program produk dan layanan baik yang berasal dari inisiatif PGN maupun kerjasama dengan badan usaha lain,” tutup Faris. (rel/ram)
Upacara wisuda taruna-taruni Poltekbang Medan.(ist).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 129 perwira transportasi Diploma III mengikuti wisuda, yang digelar oleh Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan dan berlangsung di Lapangan Dirgantara Poltekbang Medan, Senin (31/9). Pelantikan taruna-taruni tersebut, dengan menerapkan protokol kesehatan.
Upacara wisuda taruna-taruni Poltekbang Medan.(ist).
Wisuda ini, diikuti dari taruna-taruni lulusan Program Diploma III Teknik Listrik Bandar Udara (TLB) angkatan XI dan XII. Kemudian, Program Diploma III Teknik Navigasi Udara (TNU) Angkatan XIII, XIV dan Angkatan XV dan Program Diploma III Pemanduan Lalu Lintas Udara (PLLU) Angkatan XVI.
Dalam pelantikan taruna-taruni yang siap mengabdi kepada negara dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM) Kementerian Perhubungan, r. Sugihardjo, M. Si. Sementara orang tua para taruna hanya bisa menyaksikan proses pelantikan melalui kanal youtube Poltekbang Medan.
Kepala BPSDM Perhubungan, Ir. Sugihardjo M. Si, dalam sambutannya, berpesan kepada taruna-turani yang dilantik untuk mampu menjadi generasi dengan pribadi yang berani, unggul, profesional dan berakhlak.
“Memiliki kompetensi yang luas dalam memahami permasalahan kerja di bidang transportasi udara khususnya bidang Pemanduan Lalu Lintas Udara, Teknik Listrik Bandara dan Teknik Telekomunikasi & Navigasi Udara. Memiliki sikap profesional dan mental yang tangguh dengan berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang Pancasilais, sehingga mampu berkontribusi bagi bangsa Indonesia yang maju,” jelas Sugihardjo.
Sugiharjo menjelaskan tantangan yang dihadapi saat ini lebih berat dibandingkan dengan 5 hingga10 tahun yang lalu. Karena pekerjaan di bidang transportasi ini banyak berkaitan dengan layanan masyarakat.
“Saat ini sudah memasuki era revolusi 4.0 menggantikan era industri 3.0. Untuk menghadapi era 4.0 ini kita harus memperkuat literasi lama dengan literasi baru yaitu data Literation, Technology Literation dan Human Literation,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Poltekbang Medan, M Andra Adityawarman, S.T. M.T dalam laporan pendidikannya menyebutkan ke 129 taruna-taruni telah menempuh masa pendidikan selama tiga tahun sejak 11 September 2017 hingga 1 Mei 2020.
Dengan menghasilkan tiga taruna taruni yang memiliki nilai terbaik. Ketiganya adalah Evaline Theresia Sihotang dari Prodi D.III Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara dengan IPK 3.53, kemudian Recka Rotua Siagian dari Prodi D.III Teknik Listrik Bandar Udara dengan IPK 3.52 dan terakhir Moga Alpindo Ginting dari Prodi D.III Pemanduan Lalu Lintas Udara dengan IPK 3.45.
Rasa haru datang ketika salah satu taruni menyanyikan lagu Anaku Narborju yang artinnya pesan dari orang tua kepada anaknya untuk menjadi anak yang baik dan saling tolong menolong.
Politeknik Penerbangan merupakan lembaga pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perhubungan yang menghasilkan lulusan-lulusan yang mumpuni yang akan bekerja di transposrtasi udara.(gus)
RESES: Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai NasDem, T Edriansyah Rendy SH melakukan reses di Kelurahan Besar,Medan Labuhan.
Edriansyah Rendy Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Kelurahan Besar
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai NasDem Dapil II, T Edriansyah Rendy SH mendapatkan sambutan hangat dan ucapan terimakasih dari ratusan warga lingkungan IX dan lingkungan sekitarnya di Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan saat menggelar Reses III Masa Sidang III Tahun 2020 di komplek perumahan PT Sarana Agro Nusantara, Minggu (30/8) sore.
Pasalnya warga mengatakan, baru kali ini ada seorang wakil rakyat dari DPRD Medan yang datang ke tengah-tengah masyarakat lingkungan IX dan sekitarnya untuk mendengar, menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di kawasan tersebut.
“Selama ini belum pernah ada satu pun anggota DPRD Medan yang berkunjung ke daerah kami ini untuk sekadar menyapa, mendengar, apalagi memperjuangkan aspirasi kami. Kami ucapkan Terimakasih atas kehadirannya,” ucap warga yang diwakilkan Kepala Lingkungan IX, Dharma SE saat menyampaikan kata sambutan dalam gelaran reses tersebut.
Menjawab hal itu, Edriansyah Rendy atau yang kerap disapa Rendy kembali mengucapkan rasa Terimakasihnya atas sambutan yang diberikan. Ia pun menegaskan, jika kehadirannya untuk menampung aspirasi rakyat memang menjadi sebuah kewajiban dari seorang wakil rakyat.
“InsyaAllah saya selalu siap mendengar aspirasi bapak/ibu, dan sekarang saatnya bapak/ibu untuk menyampaikan semua keluhan dan aspirasinya, saya sengaja membawa para stakeholder kesini untuk menampung semua aspirasi itu, untuk kita tindaklanjuti bersama,” ujar Rendy yang turut membawa Camat Medan Labuhan Rudy Asriandy S.STP, Lurah Kelurahan besar T Roby Chairi S.STP Msi, perwakilan Disdukcapil Kota Medan Juny Ardiansyah, Kepala Puskesmas Martubung dr Syamsul Fajar Nasution dan sejumlah kepling di Kelurahan Besar.
Dalam Reses yang diawali dengan pembacaan Doa oleh Ustad Dhani Fitriansyah tersebut, masyarakat pun menyampaikan sejumlah aspirasi.
Dalam kesempatan itu, salah seorang warga lingkungan IX, H Amiluddin Effendi, mempertanyakan tentang bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang tidak didapatkan seluruh masyarakat di lingkungan tersebut.
“Menurut saya, masih ada beberapa warga yang sebetulnya berhak mendapatkannya tapi malah tidak mendapatkan bantuan itu,” kata H Amiluddin.
Warga lainnya yang merupakan warga dari lingkungan XX, Irfan Nasution juga turut menyampaikan unek-uneknya. Ia mempertanyakan soal pengawasan masyarakat yang terjangkit Covid-19 di lingkungan mereka namun tidak dilakukan isolasi secara ketat dari pihak Puskesmas Martubung.
“Dilingkungan XVI sudah terjangkit Covid-19 satu orang, tapi tidak ada pengawasan dan isolasi yang jelas. Kami tetangga khawatir karena tidak ada batasan dan karantina yang jelas. Sampai saat ini juga tidak ada kejelasan statusnya apa, tidak pernah disampaikan kepada warga sekitar,” keluh Irfan.
Terakhir, Hendra Ginting selaku perwakilan warga Lingkungan IX juga turut menyampaikan keluhannya. Ia ingin, agar DPRD Medan mempertanyakan izin operasi dari depo-depo dan truk trailer dengan tonase tinggi yang beroperasi secara terus menerus di kawasan mereka.
“Kalau ada UU nya, mohon ditindak atau ditinjau, mereka yang buat jalan cepat rusak di daerah Martubung ini dan selalu membuat macet di Simpang Titipapan. Masyarakat selama ini terlalu resah dengan keberadaan depo-depo dan truk-truk yang beroperasi dan berparkiran di sepanjang jalan di Martubung.
Menjawab hal itu, Camat Medan Labuhan Rudy Asriandy mengatakan telah berencana membuat portal-portal di lingkungan masyarakat untuk pembatasan truk agar tidak masuk ke lingkungan masyarakat. Pihaknya juga mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait hal itu.
Sedangkan untuk bantuan Covid-19, Lurah Kelurahan Besar T Roby menyebutkan jika bantuan yang dimaksud memang memiliki kuota yang terbatas. Pun begitu, pihaknya akan berupaya untuk memaksimalkan bila ada bantuan-bantuan lainnya.
Terkhusus untuk pengawasan pasien Covid-19, Kepala Puskesmas Martubung dr Syamsul Fajar Nasution mengatakan jika setiap pasien yang memiliki keluhan gejala sedang sampai berat pasti tidak akan dibiarkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, melainkan harus diisolasi di RS. Ia pun menegaskan, bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan kepada setiap masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Mendengar semua itu, T Edrianyah Rendy pun berjanji akan meminta para stakeholder terkait untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dikeluhkan warga. Tak lupa ia mengingatkan agar setiap masyarakat tetap mengikuti prorokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Kota Medan.
“Aspirasi ini akan kita tindaklanjuti, tidak akan berhenti sampai disini. Tetap semangat, jaga kesehatan diri dan keluarga. Tetap pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” pungkas Rendy mengakhiri reses yang berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 tersebut. (map)
Testimoni pasien stroke sudaj 5 tahun, setelah penempelan produk One More Internasional bisa jalan 10langkah.
EKSPRESI Nuriani, 58 tahun, tampak bingung bercampur gembira.Pasalnya, setelah lima tahun stroke dan tidak bisa berjalan, kini Nuriani sudah bisa berjalan 10 langkah setelah ditempelkan produk One More Internasional.
Testimoni pasien stroke sudaj 5 tahun, setelah penempelan produk One More Internasional bisa jalan 10langkah.
Hal ini membuat seratusan orang yang hadir di acara yang digelar di Hotel Madani Medan, Jalan Sisingamangaraja, Minggu (30/8), terharu dan takjub.
“Alhamdulillah, saudara saya sudah bisa berjalan kembali,” ucap seorang kerabat Nuraini yang mendampinginya Begitu juga dengan Suparno, 56 tahun, yang selama ini mengeluhkan kakinya yang sering ngilu ketika melaksanakan ibadah salat.
Namun setelah ditempeli produk One More di beberapa titik akupunktur, Suparno mengaku sudah mulai tak merasakan ngilu lagi.
“Alhamdulillah sudah lumayan baik,” ujar Suparno.
Rusmaido, 47 tahun, yang datang jauh-jauh dari Dolok Masihul dengan keluhan punggung belakang ngilu, setelah 20 menit ditempelkan One More mulai merasakan lebih enak.
“Rasanya sekarang sudah lebih enak, lebih plong,” ujarnya.
Ns Candra Ahmadi SKep selaku Distributor One More Internasional Area Riau, dalam pemaparannya mengatakan produk One More Internasional bukan produk klenik, apalagi sulap.
One More adalah produk kesehatan dengan teknologi tinggi.
“Cara kerja produk ini TDDS (transdermal drugs delivery system) cukup ditempelkan di titik-titik tertentu, tidak perlu dimakan dan diminum, jadi minim efek samping,” ungkapnya.
Lebih lanjut Candra mengatakan, One More Internasional sudah ada sejak 2014 berpusat di Turki.
Produknya juga sudah memiliki sertifikat halal dan sudah tersebar luas di beberapa negara seperti Turki, Amerika, Belanda, Meksiko, Al jazair, Kosovo dan Indonesia.
Sedangkan H Zainudin Lc selaku Distributor One More Sumatera Utara dan Aceh mengatakan, jika masyarakat bergabung bersama One More akan mendapatkan manfaat yang banyak.
“Selain membantu orang kembali sehat, juga mendapatkan profit dari bonus belanja dan bonus mitra,” katanya.
Zainudin melanjutkan, ada beberapa produk unggulan dari One More Internasional seperti; Painless night glue, B12 plus, Omepia, Slim style, Melatonin dan Sornie.
Bagi masyarakat yang membutuhkan produk kesehatan One More Internasional dapat menghubungi nomor kontak 0812 6447 3028, 0812 6476 3110, dan 0812 6431 468.(adv)
KENALKAN: Manajemen PSMS memperkenalkan tiga pemain baru di Kebun Bunga, Senin (31/8)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Skuad PSMS Medan menghadapi Liga 2 musim 2020 telah lengkap. Hal itu terjadi setelah tiga pemain baru resmi bersegaram Ayam Kinantan. Ketiganya telah dikenalkan di Kebun Bunga, Senin (31/8).
TIGA pemain baru yang dikenalkan adalah kiper David Aryanto, Jadug Arya Aragani dan Hanis Saghara. Kedatangan ketiganya membuat PSMS telah memiliki 30 pemain, sesuai kuota maksimal yang diberikan PT LIB.
“Slot pemain kita sudah lengkap. Dengan demikian kita tinggal fokus menghadapi pertandingan. Setelah ini tidak ada lagi penambahan pemain,” ujar Manajer PSMS Mulyadi Simatupang.
Mulyadi menegaskan, tiga pemain anyar yang didatangkan bukan pelapis. Mereka didatangkan dari tim Liga 1. “Ketiganya merupakan pemain siap pakai, bukan pelapis. Kita mendatangkan mereka karena sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.
Pemain terakhir yang bergabung adalah Hanis Saghara. Mantan pemain Timnas U-19 ini didatangkan dari Bali United untuk menggantikan Fiwi Dwipan, yang mengundurkan diri karena tugas. Hanis datang dengan status pinjaman hingga Desember 2020.
Hanis Shagara usai menandatangani kontrak kerja sama mengaku ingin bergabung dengan PSMS untuk merasakan atmosfir baru bermain bersama tim yang pernah jaya pada era perserikatan itu.
“Karena sebelumnya klubnya bagus dan punya target ke liga 1. Saya perlu atmosfer baru dalam liga 2. Ini juga untuk menambah jam terbanng saya dan tentunya ingin membawa PSMS Insya Allah bisa ke Liga 1 juga” ucap Hanis.
Hal sama juga dikatakan Jadug Arya Argani. Mantan pemain Barito Putera ini mengaku bersedia bergabung ke PSMS karena serius lolos ke Liga 1 dengan mendatangkan pemain.
“Manajemen serius itu yang buat saya minat bergabung dan bisa membawa klub ini lolos Liga 1,” ungkapnya.
Sedangkan kiper David Aryanto mengaku tertarik ke PSMS setelah melihat Ferdinand Sinaga dan Paulo Sitanggang bergabung. Kedatangan dua pemain bintang tersebut membuat kiper dengan tinggi badan 188 cm itu, serius datang ke Medan.
“Karena PSMS tim yang besar pada liga. PSMS juga memiliki taget ke Liga 1 dengan mendatangkan pemain seperti Ferdinand dan Paulo Sitanggang,” sebutnya.
Sekretaris PSMS Julius Raja menambahkan, David Aryanto dan Jadug Arya Aragani didatangkan dengan status kontrak. Sedangkan Hanis Saghara dengan status pinjaman. (dek)
GENANGAN: Terlihat genangan air di Tribun VIP Stadion Teladan, karena atap bocor, Senin (31/8).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stadion Teladan akan menjadi tuan rumah Grup D lanjutan Liga 2 musim 2020. Untuk menjadi tuan rumah yang baik, stadion kebanggaan masyarakat Kota Medan ini harus dibenani, salah satunya adalah atap tribun VIP.
Ya, atap tribun VIP sudah bocor. Ini terlihat saat PSMS Medan melakoni latihan perdana di Teladan, Senin (31/8) sore. Akibat atap bocor, genangan air pun terjadi di tribun VIP.
“Ini harus diperbaiki, karena sangat menganggu. Apalagi ini merupakan tribun VIP yang akan diduduki para pejabat atau orang penting,” ujar Bambang Lubis, seorang penggemar PSMS yang ada di lokasi.
Bambang melihat Stadion Teladan memang belum diperbaiki. Padahal sebelumnya Plt Wali Kota Medan sudah berjanji akan membenahi stadion tersebut, sehingga pertandingan Liga 2 bisa berjalan lancer.
“Perbaikan harus dikebut, karena Liga 2 sudah dekat, tinggal sebulan setengah lagi. Takutnya perbaikan tidak akan bagus kalau waktunya terburu-buru,” sebutnya.
Sekretaris PSMS Julius Raja ketika dihubungi mengatakan sudah mengetahui soal atap tribun VIP yang bocor. Pihaknya sudah meninjau bersama Pemko Medan, beberapa waktu lalu.
“Sudah kita koordinasikan dengan Pemko Medan. Mereka berjanji akan segera memperbaiki kebocoran tersebut, termasuk fasilitas lainnya. Waktunya masih cukup untuk memperbaiki,” ucapnya singkat. (dek)