31 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 4072

Siswa & Guru Dapat Kuota Gratis

TERIMA: Plt Kadisdik Sumut Lasro Marbun menerima bantuan kuota internet dari provider yang akan didistribusikan kepada siswa di Sumut, Selasa (1/9).
TERIMA: Plt Kadisdik Sumut Lasro Marbun menerima bantuan kuota internet dari provider yang akan didistribusikan kepada siswa di Sumut, Selasa (1/9).

Kabar gembira bagi para siswa, mahasiswa, guru dan dosen. Pasalnya, seluruh siswa dan guru pada semua satuan pendidikan Indonesia di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Utara, mendapatkan bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mendukung lancarnya proses belajar-mengajar selama masa pandemi Covid-19.

TERIMA: Plt Kadisdik Sumut Lasro Marbun menerima bantuan kuota internet dari provider yang akan didistribusikan kepada siswa di Sumut, Selasa (1/9).
TERIMA: Plt Kadisdik Sumut Lasro Marbun menerima bantuan kuota internet dari provider yang akan didistribusikan kepada siswa di Sumut, Selasa (1/9).

Besar bantuan kuota internet yang diberikan: 35 GB/bulan untuk siswa dan Bantuan tersebut mulai bisa dinikmati siswa dan guru mulai bulan ini hingga Desember 2020 atau selama 4 bulan, tanpa harus membayarkan biaya kuota internet alias gratis. Namun kuota tersebut hanya untuk kegiatan proses belajar-mengajar saja. “Betul, kita sudah disurati dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perihal bantuan kuota internet ini,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Lasro Marbun, menjawab wartawan di Medan, Selasa (1/9).

Kapan persisnya bantuan itu bisa dinikmati? Lasro Marbun mengatakan, masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kemendikbud. Namun mengacu pada surat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud itu, kata Lasro, bantuan itu segera direalisasikan setelah selesai didata nomor handphone siswa pada 1 September. “Yang pasti mulai September ini,” sebutnya.

Sebab, kata Lasro lagi, Dinas Pendidikan Sumut dan Kabupaten/Kota, telah meneruskan Surat Dirjen Kemendikbud tertanggal 27 Agustus 2020 itu ke masing-masing sekolah agar mendata nomor handphone aktif masing-masing siswa melalui aplikasi Dapodik (data pokok pendidikan).

“Dan kemarin sesuai kewenangan provinsi, sudah meneruskan surat Ditjen itu ke cabang dinas pendidikan dan kepala SMA/SMK dan sederajat untuk melengkapi nomor siswa. Dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota juga melakukan itu ke PAUD/TK/SD/SMP dan sederajat,” katanya.

Di Sumut, mengacu pada Surat Ditjen Kemendikbud itu, semua siswa dan guru baik berstatus negeri dan swasta di semua satuan pendidikan, pasti mendapatkan bantuan itu selagi nomornya telah didaftarkan pihak sekolah. “Dan dari koordinasi kita dengan kepala SMA dan SMK di Sumut, kita kan ada koordinasi di grup WhtasApp gitu, tidak ada masalah dalam pendataan. Dan mudah-mudahan memang tak ada masalah gitu, iya kalaupun si siswa tak ada handphonenya ya bisalah pinjam punya orangtua,” kata Lasro.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, sebut Lasro, mengapresiasi bantuan kuota internet tersebut. “Juga Pak Gubernur Edy berpesan, agar uang yang selama ini membeli paket internet, agar dialihkan ke kebutuhan penting lainnya ataupun ditabung,” tandas Lasro.

10 Ribu Kuota dari Provider

Di sisi lain, Disdik Sumut juga menerima bantuan kuota sebanyak 10 ribu dari provider untuk diberikan kepada siswa agar memudahkan pembelajaran dari rumah. Pada tahap awal, bantuan ini akan dibagikan kepada 50 pelajar asal Medan, Binjai, Deliserdang, dan Langkat. “Pada hari ini kita menerima bantuan dari provider untuk diberikan kepada siswa agar memudahkan pembelajaran dari rumah,” kata Lasro.

Dikatakannya, bantuan ini diberikan kepada siswa kategori ekonomi tidak mampu. Nantinya setelah kerjasama ini terjalin dengan baik, Dinas Pendidikan akan meminta kepada seluruh sekolah di Sumut untuk mendata ulang pelajarnya yang benar-benar tidak mampu agar mendapatkan bantuan. Ia berharap, seluruh kepala sekolah dapat melakukan pendataan dengan secara detil. “Nantinya kami akan koreksi dulu siapa penerima bantuan ini,” ujarnya.

Diakui Marbun, saat ini pihaknya sedang melakukan pendekatan kepada provider penyedia jasa layanan internet lainnya, untuk membantu memberikan kuota gratis tersebut. Kuota ini, terang dia, secara detil akan diberikan kepada pelajar yang bersekolah dengan kategori SMA/SMK sederajat dan swasta yang ada di Sumut. Ke depan, imbuhnya lagi perusahaan provider akan memberikan bantuan 10 ribu kuota internet kepada sekolah melalui Dinas Pendidikan. “Rencananya akan ditambah lagi 10 ribu (kuota), tapi kita mengajukan dulu kepada mereka,” ujarnya.

Khusus di Sumut, sebut Marbun, ada sekitar 1.600 SMA negeri dan swasta yang akan diberikan bantuan. Kemudian untuk SMK negeri dan swasta ada sekitar 1.000 sekolah. Sedangkan untuk kuota yang diberikan kepada siswa-siswi tidak mampu bisa itu dapat dipergunakan selama empat bulan, sedangkan kepada murid dengan perekonomian cukup, hanya mendapatkan jatah dua bulan. “Nantinya selama empat bulan mereka bisa menggunakan bantuan kuota gratis ini,” pungkasnya.

Pendaftaran Diperpanjang

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperpanjang tenggat pendaftaran nomor ponsel siswa, mahasiwa, guru, dan dosen yang akan menerima bantuan kuota internet gratis, demi mendukung Pembelajaran Jarak jauh ( PJJ). Tenggat pendaftaran nomor ponsel yang semula 31 Agustus, kini diundur menjadi 11 September 2020.

Namun seiring dengan waktu pendaftaran yang diundur, sejumlah pertanyaan tentang program kuota internet gratis Kemendikbud untuk mendukung PJJ ini masih belum terjawab. Belum diketahui, apakah bantuan ini bakal berupa kuota data yang langsung akan ditambahkan ke nomor ponsel, atau berupa pulsa dengan nominal tertentu, untuk membeli kuota data.

Belum diketahui, apakah kuota data gratis tersebut akan dibatasi untuk aplikasi atau situs tertentu, atau siswa malah dibebaskan boleh memakai kuota data gratis tersebut untuk mengakses apa saja. Belum diketahui juga, apakah aplikasi-aplikasi yang bakal bisa diakses oleh kuota gratis nanti akan berbeda di masing-masing operator seluler, atau akan diseragamkan.

Hal-hal seperti inilah yang saat ini masih dibahas oleh Kemendikbud, yang nantinya akan dituangkan dalam petunjuk teknis (juknis). “Mohon menunggu ketika juknisnya (petunjuk teknis) final ya,” jawab Evy Mulyani, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud melalui pesan singkat.

Sebelumnya, Evy menjelaskan, subsidi internet akan diberikan selama empat bulan, terhitung mulai September hingga Desember 2020. “Siswa akan mendapat 35 GB per bulan, guru akan mendapat 42 GB per bulan, mahasiswa dan dosen 50 GB per bulan,” kata Evy.

Beda Dengan Paket Belajar Online Operator Seluler

Sebelumnya, beberapa operator seluler Indonesia telah meluncurkan paket kuota belajar dengan harga miring. Namun kuota tersebut berbeda dengan program kuota gratis Kemendikbud ini, pengguna tetap harus membeli secara mandiri. Operator seluler yang meluncurkan paket kuota belajar antara lain Telkomsel dengan paket 10 GB seharga Rp10, XL dan Axis dengan paket Xtra Conference dan Xtra Edukasi XL, serta Axis Boostr Edukasi dan Boostr Conference.

Pelajar pengguna Hutchison Tri Indonesia (3) juga bisa menikmati kuota belajar daring 1 GB per hari di paket AlwaysOn selama 30 hari. Begitu pula dengan Indosat Ooredoo yang baru saja merilis IMClass, menawarkan paket 30 GB seharga Rp1.

Sebagai informasi, rencana subsidi kuota ini muncul setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan pemerintah akan memberikan subsidi kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Nadiem mengatakan akan mengakselerasi rencana ini agar cair secepat mungkin. Dana yang digelontorkan untuk subsidi internet ini sebesar Rp7,2 triliun. “Saya tidak akan berhenti di sini. Alhamdulillah janji saya pulsa tercapai. Tim Kemendikbud saya apresiasi, terutama Ibu Menkeu. Eselon 1 Kemenkeu yang telah bekerja keras mengamankan anggaran ini dari dana cadangan kita,” ucap Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Untuk mendapatkan kuota gratis, peserta didik harus mendaftarkan nomor ponsel ke sekolah. Sekolah kemudian akan segera mengidentifikasi nomor telepon siswa dan guru, kemudian segera dimasukan ke data pokok pendidikan (dapodik).

Utamakan Guru Honorer

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyampaikan kepada pemerintah untuk tidak memberikan kuota gratis kepada guru yang menerima tunjangan kinerja daerah. Pasalnya, guru tersebut sudah dirasa mampu. Sepaham dengan itu, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan, pemerintah harus memberikan kuota gratis tersebut kepada yang butuh saja. Khususnya guru honorer.

“Yang perlu subsidi kuota itu yang membutuhkan, kalau modelnya PNS udah dapet tunjangan segala macem, ngga perlu. Yang perlu itu guru honorer yang dia tidak dapat subsidi manapun, itu penting mendapatkan prioritas,” jelasnya.

Dia juga meminta agar pengawasan dan penyaluran bantuan dari Kemendikbud berlangsung dengan lancar. Untuk itu, perlu ada koordinasi yang intens bersama pemerintah daerah, dinas pendidikan daerah dan pihak sekolah.

“Kalau ngga itu kan pemborosan anggaran, menghamburkan uang rakyat karena itu kan uang rakyat juga, jadi kalau tidak dikelola secara transparan dan akuntabel, ya pasti jatuhnya pemborosan,” imbuhnya.(prn/kps/jpc)

Razia Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Pakai Masker

RAZIA MASKER:Satgas Pengendalian Pendisplinan Protokol Kesehatan Mebidang kembali melakukan razia masker, di Jalan Gatot Subroto Kota Binjai, Selasa (1/9).

BINJAI, SUMUTPOS.CO–Razia Satgas Pengendalian Pendisplinan Protokol Kesehatan Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) kembali melakukan razia masker, Selasa (1/9). Bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Binjai, Satgas melakukan razia masker di Jalan Gatot Subroto Kota Binjai.

Ini kedua kalinya razia masker bekerjasama dengan Satgas Pengendalian Pendisplinan Protkol Kesehatan Mebidang dilakukan di Kota Binjai. Pada razia pertama, ada 91 masyarakat yang terjaring razia masker, 26 KTP yang ditahan dan 65 orang dikenai sanksi lisan. Di razia kedua, Selasa (1/9), dari total 74 orang terjaring razia masker, 30 KTP di sita dan 44 orang ditindak karena tidak membawa KTP.

“Kalau kita lihat ada peningkatan kesadaran masyarakat mengenakan masker. Bila pada razia pertama kita lakukan di Jalan Sutan Hasanuddin, sekarang kita lakukan di Jalan Gatot Subroto, jalan yang jauh lebih ramai dari lokasi razia sebelumnya, tetapi yang terjaring oleh kita lebih sedikit,” kata Kepala Satpol PP Kota Binjai Otto Harianto, usai razia.

Otto menambahkan, GTPP Covid-19 Sumut dan Binjai akan terus melakukan kegiatan sosialisasi dan penegakan protokol kesehatan kepada masyarakat. “Setiap hari kita di sini melakukan sosialisasi. Kalau razia kita lakukan setiap hari Selasa dan Kamis, kalau waktu dan tempatnya tentu tidak kita sebarkan,” kata Otto.

Wakil Ketua Satgas Pengendalian Pendisplinan Protokol Kesehatan Mebidang Azhar Mulyadi meminta Pemda konsisten melakukan monitoring, sosialisasi dan pendisiplinan protokol kesehatan. Dengan konsistennya ketiga kegiatan tersebut, dia percaya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan semakin tinggi.

Salah satu masyarakat yang terjaring razia kali ini Sutini asal Kabupaten Langkat, mengaku belum mengetahui adanya razia masker. Namun, dia mengakui tidak mengenakan masker bisa membantu penyebaran Covid-19 ke lingkungannya.

“Saya kan dari luar daerah, tidak tahu ada razia-razia seperti ini, jadi tidak membawa masker. Tapi setelah kena razia saya dan keluarga akan terus ingat keluar rumah harus pakai masker. Kalau tidak pakai masker, kena Covid -19, di kota bisa di bawa ke kampung, itu bahaya,” kata Sutini.

Usai melakukan razia masker di Binjai, Satgas Pengendalian Pendisplinan Protokol Kesehatan Mebidang melakukan kegiatan sosialisasi di Pasar Bakti, Kecamatan Medan Area Kota Medan.(prn/han)

Telkomsel Pastikan Pelanggan di Sumatera Utara Nyaman Belajar Jarak Jauh Dengan Jaringan Broadband Berkualitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus berupaya memastikan kualitas akses jaringan broadband, terutama dalam mendukung program belajar jarak jauh yang ditetapkan pemerintah akan semakin nyaman digunakan. Selain memiliki jaringan 4G terluas dan berkualitas, Telkomsel terus melakukan sejumlah aktivitas peningkatan quality of service (QoS) jaringan. Hal ini merupakan prioritas utama yang dilakukan Telkomsel demi melayani pelanggan lebih baik lagi.

GM Network Operation and Quality Management Telkomsel Sumbagut ,Ridwan Simanullang menyampaikan bahwa Telkomsel Regional Sumbagut  telah melakukan penambahan kapasitas jaringan dibeberapa wilayah di Sumatera Utara agar proses belajar mengajar jarak jauh bisa dilakukan dengan nyaman tanpa kendala berarti.

“Sebagai Digital Telco Company dengan kualitas jaringan terluas dan tercepat, kami senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas jaringan. Untuk Wilayah di Sumatera Utara, kami telah meningkatkan kapasitas jaringan sebesar 52%, terutama di wilayah residensial. Selain itu, kami juga terus memperluas jangkauan jaringan. Hingga saat ini, jaringan Telkomsel telah menjangkau 96% populasi masyarakat  di Sumatera Utara”, ungkap Ridwan.

Sementara itu, Musa Rajekshah – Wakil Gubernur Sumatera Utara menyampaikan bahwa pemerintah akan membantu memenuhi kebutuhan kuota bagi pelajar dan tenaga pendidik. Namun kebutuhan kuota bukanlah satu-satunya permasalahan. Ada satu tantangan yang harus dihadapi yaitu kualitas jaringan yang mumpuni untuk proses belajar jarak jauh.

“Selain kuota, jangkauan dan kualitas jaringan menjadi prioritas utama kenyamanan masyarakat terutama guru dan pelajar. Telkomsel sebagai operator dengan jangkauan jaringan terluas tentunya akan mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Kami yakin Telkomsel akan terus meningkatkan kualitas jaringannya agar proses belajar jarak jauh ini semakin nyaman digunakan masyarakat, khususnya saat belajar daring ”, ungkap Musa  Wakil Gubernur Sumut.

Telkomsel telah menyiagakan tim yang secara khusus menangani quality monitoring dan quality improvement agar selalu dapat memastikan hadirnya solusi layanan yang prima guna menjaga kenyamanan aktivitas digital. Tim ini akan terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika RI, agar standar kualitas layanan serta aspek teknis lainnya dapat terpenuhi dalam menghadirkan layanan jaringan prima untuk masyarakat, terlebih di masa pandemi ini.

“Kami akan terus memastikan terpenuhinya kenyamanan pengalaman akses broadband yang prima bagi masyarakat dalam melakukan proses pembelajaran jarak jauh di Wilayah Sumatera Utara. Upaya kolaboratif bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus kami dorong sebagai bagian dari komponen bangsa Indonesia yang terus bergerak maju menghadapi masa pandemi” pungkas Ridwan .

***

Dinsos Binjai Imbau Masyarakat Tidak Percayai Calo BLT

Plt Kadinsos Binjai, Rudi Iskandar Baros

BINJAI,SUMUTPOS.CO- Masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat berharap bantuan dari pemerintah. Kondisi ini pun dimanfaatkan oknum-oknuk yang tak bertanggungjawab dengan mengaku-ngaku bisa membantu masyarakat untuk mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menanggapi adanya calo BLT, Plt Kadis Sosial Kota Binjai Rudi Iskandar Baros mengimbau masyarakat untuk tidak percaya terhadap oknum-oknum yang mengaku bisa membantu dalam pengurusan pencairan BLT.

“Setiap masyarakat yang layak tetapi tidak dapat BLT, kami sarankan datang langsung ke kantor Dinsos, Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat. Jangan percaya dengan oknum yang mengaku bisa mengurus BLT,” kata Rudi, Selasa (1/9).

Rudi menambahkan, setiap masyarakat yang ingin mengurus BLT, datang ke Dinsos dengan membwa Kartu Keluarga (KK) dan surat tidak mampu (miskin) dari kelurahan.

“Warga yang datang pasti diproses. Petugas kami siap melayani dan data akan dimasukkan ke daftar tunggu penerima. Karena BLT merupakan bantuan dari pemerintah pusat,” kata dia.

Rudi juga menegaskan, terkait persoalan ini pihaknya akan memantau kegiatan dari oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. “Jika kita dapati dan memungkinkan untuk membuat laporan, pasti akan kami laporkan,” ujar dia. “Jadi saya tegaskan lagi, pengurusan BLT tidak akan bisa tanpa melalui Dinsos. Jangan percaya oknum, terlebih lagi meminta uang,” pungkasnya. (ted/han)

ASN Dinkes Batubara Positif Covid-19

BATUBARA, SUMUTPOS.CO-Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara, ST (33) terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Batubara, drg. Wahid Khuyairi MM saat ditemui Sumut Pos di ruang kerajanya, Selasa (1/8) siang.

Wahid Khuyairi yang juga sebagai Jubir Covid-19 Batubara mengungkapkan, ST yang masih anak buahnya di Dinkes terkonfirmasi positif Covid-19 diketahui saat mengalami gejala pada Senin (24/8). Dan saat dilakukan Swab tes pada Selasa (25/8), ST dinyatakan positif. “Pada hari itu juga ST diminta untuk isolasi mandiri selama 14 hari,”katanya.

Untuk menghentikan penyebarannya, lanjut Wahid, pihaknya melalui Puskesmas Indrapura melakukan tracing di kediaman ST. Begitu juga dengan para pegawai Dinkes dilakukan pemeriksaan rapid tes.  

“Kantor juga dilakukan penyemprotan disinfektan. Dan para pegawai dianjurkan mematuhi protokol kesehatan dan tidak menggunakan alat-alat kantor secara bergantian,”terang Wahid.

Wahib menambahkan, pihaknya juga meminta ASN yang terlibat kontak langsung dengan ST untuk melaksanakan isolasi mandiri, dan berkoordinasi dengan sekretaris dinkes.

Masih kata Wahid, dari 59 kasus Covid-19 di Batubara, 46 orang sembuh, 1 orang meninggal, dan 13 orang positif.(mag-14/han)

Panitia MTQ ke-37 Tingkat Sumut Jalani Rapid Tes

RAPID TES: Ratusan panitia pelaksana MTQ tingkat Provsu jalani rapid tes, Selasa (1/9).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 5-11 September di Kota Tebingtinggi, panitia pelaksana hingga petugas kebersihan menjalani rapid tes di Anjungan Sri Mersing, Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (1/9).

Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia, mengatakan seluruh yang termasuk dalam kepanitian pelaksanaan MTQ, tidak terkecuali petugas kebersihan dilakukan rapid tes. “Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,”kata Nanang.

Adapun ratusan orang yang menjalani rapid test tersebut adalah mulai dari tokoh agama, wartawan, paduan suara, paskriba, bagian sound system, petugas kebersihan, OPD, kalifah dan orang orang yang terlibat dalam kegiatan MTQ.

Ditegaskan Nanang, saat pelaksanaan MTQ juga dilakukan pembatasan terhadap jumlah pengunjung. Dan para Kafilah hingga perwakilan yang datang harus menunjukkan surat sehat, dan tetap melakukan rapid tes sebelum memasuki area utama pelaksanaan MTQ.

“Tanpa terkecuali, semuanya harus rapid tes, bahkan tamu yang akan masuk juga akan di cek suhu tubuhnya menggunakan thermogun, dan diwajibkan memakai masker hingga menjaga jarak,”tegas Nanang.

Nanang juga mengatakan, pihaknya akan melarang masuk ke area pelaksaanaan MTQ, apabila hasil tes dinyatakan reaktif. Dan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah sembari menunggu hasil Swab PCR.

“Protokol Kesehatan Covid-19 pada kegiatan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara ini kita lakukan secara tegas. Apabila kita kompak dan mematuhui protokol kesehatan, kita sudah memerangi penyebaran pandemi Covid-19,”pungkasnya. (ian/han)

Warga Dibacok Kawanan Penadah Curanmor

TERBARING: Warga korban pembacokan di Medan Labuhan, Riduan Hutasoit (32) dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Medika, Medan Selasa (1/9). Korban mengalami sejumlah luka di kepala dan tengan.
TERBARING: Warga korban pembacokan di Medan Labuhan, Riduan Hutasoit (32) dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Medika, Medan Selasa (1/9). Korban mengalami sejumlah luka di kepala dan tengan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Riduan Hutasoit (32) menjadi korban pembacokan sekelompok pemuda di Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Akibat pembacokan itu, warga Seimati Kecamatan Medan Labuhan ini dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Medika, Selasa (1/9).

TERBARING: Warga korban pembacokan di Medan Labuhan, Riduan Hutasoit (32) dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Medika, Medan Selasa (1/9). Korban mengalami sejumlah luka di kepala dan tengan.
TERBARING: Warga korban pembacokan di Medan Labuhan, Riduan Hutasoit (32) dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Medika, Medan Selasa (1/9). Korban mengalami sejumlah luka di kepala dan tengan.

Ceritanya, korban awalnya mememani temannya Rio Simanjuntak ingin mengambil sepeda motor yang telah digadaikan oleh pelaku yang mencuri kendaraan sepeda motor tersebut.

“Malam itu, kami berniat mengambil sepeda motor yang dicuri dan digadaikan di Pekan Labuhan. Ternayata, malam itu kami diserang dan saya langsung dibacok,” kata Riduan Hutasoit di rumah sakit.

Pembacokan itu, katanya, dilakukan seorang pria yang ia duga sebagai bandar sabu. Sebelum peristiwa itu terjadi, temannya Rio Simanjutak kehilangan sepeda motor. Diketahui pelakunya adalah tetangganya, Agus, dan Ramzy.

Mereka pun menangkap kedua maling sepeda motor itu, setelah diintrogasi sepeda motor yang dicuri digadai di Pekan Labuhan. Malam itu juga, mereka menyerahkan kedua maling itu ke Mapolsek Medan Labuhan.

“Dua maling itu sudah diamankan di polsek, malam itu kami mau ambil sepeda motor, rupanya kami diserang. Saya pun kena bacok malam itu,” pungkas Riduan Hutasoit.

Harapan pria ini, pelaku yang diketahuinya adalah bandar sabu agar segera ditangkap. Sebab, kedua pelaku yang mencuri sepeda motor tersebut telah diamankan polisi.

“Saya mau pelaku yang bacok saya segera ditangkap. Karena dia adalah penadah sepeda motor yang mencuri sepeda motor teman saya,” ungkap Riduan.

Terpisah, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, kasus pencurian sepeda motor sudah mereka tangani. Hanya saja, kasus pembacokan itu belum dilaporkan oleh korban

“Sampai saat ini, belum ada korban atau keluarganya yang buat laporan. Kalau ada yang melapor, akan segera kita tindaklanjuti. Makanya, kita minta segera melapor, bukan kita tidak menindaklanjuti kasus itu,” tegas Edy Safari. (fac/azw)

Warnet di Jamin Ginting Diserang OTK

BUKTI LAPORAN: Secarik kertas laporan korban di Polrestabes Medan tentang penyerangan di warnet Jalan Jamin Ginting.
BUKTI LAPORAN: Secarik kertas laporan korban di Polrestabes Medan tentang penyerangan di warnet Jalan Jamin Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warnet Temu E-Sport Arena Jalan Jamin Ginting Pasar 3 Kelurahan Titirantai Kecamatan Medan diserang empat orang tak dikenal (OTK), Selasa (1/9), sekira pukul 01.20 WIB. Penjaga warnet, Nickolaus Gia Perdana Tarigan (32) mengalami putus jari jempol dan sabetan senjata tajam di jari manis akibat penyerangan tersebut. Korban kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara TK II Medan.

 BUKTI LAPORAN: Secarik kertas laporan korban di Polrestabes Medan tentang penyerangan di warnet Jalan Jamin Ginting.
BUKTI LAPORAN: Secarik kertas laporan korban di Polrestabes Medan tentang penyerangan di warnet Jalan Jamin Ginting.

Menurut penuturan korban, Nickholaus, penyerangan diduga dipicu cekcok antara korban dengan pengunjung warnetnya.

“Kemarin sore, sempat antara pengunjung warnet cekcok, yang saya kenal adalah Manahan Sitanggang dan Poltak, mereka bersaudara dan sempat saya usir keluar warnet untuk menghindari penyerangan dan kerusakan di usaha warnet dan ayam penyet saya,” kata warga Jalan Karet Raya Perumnas Simalingkar, Keluarga Mangga Kecamatan Medan Tuntungan ini.

Tanpa sengaja, ada mendarat pukulan dengan menggunakan centong nasi ke bagian punggung belakang Manahan.

“Sempat juga si Manahan itu keberatan dengan saya. Saya sudah minta maaf juga sama dia, karena saya sempat tidak mengenalinya yang saat itu mengenakan jaket dan topi. Namun, si Poltak sempat mengancam, gak bisa lagi kau jualan disini Gia. Saya melakukan hal itu untuk menjaga dan mengamankan usaha saya agar tidak hancur dan rusak akibat bentrokan kedua kelompok tersebut,” terang Nichkolaus.

Sejam berselang saat Manahan dan Poltak meninggalkan lokasi, korban melihat Poltak bersama rekannya berlalu lalang di depan usahanya. “Satu jam kemudian mereka datang, saya lihat si Poltak itu bolak-balik lewat di depan warnet saya. Mungkin dia menggambar situasi dan hal itu sempat saya sampaikan kepada adik saya,” tuturnya.

Tidak berapa lama kemudian masuk empat orang tak dikenal masuk lalu menyerang warnet sembari membawa sebilah parang. Melihat insiden tersebut, pengunjung yang sedang asyik bermain warnet kaget sembari berlari ke belakang.

Tanpa basa-basi, tiga di antaranya mengejar Nichkolaus sambil mengayunkan parang tersebut ke bagian kepala hingga tubuhnya. Sambil membela diri, korban memegang kursi pengunjung warnet dan menangkis serangan pelaku.

Melihat hal itu, beberapa pengunjung terdiam saat menyaksikan penyerangan tersebut dan pengunjung lainnya berlari menyelamatkan diri. Merasa cukup menyerang korban, para pelaku pun keluar dan meninggalkan lokasi.

“Jari jempol tangan sebelah kanan saya putus dan bagian tangan sebelah kiri jari manis mendapat 7 jahitan akibat bacokan senjata tajam itu,” terang korban.

Tak berapa lama, keluarga korban pun tiba di lokasi dan membawa korban ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani perawatan medis, korban didampingi keluarganya membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan dengan Nomor : STTLP/2177/K/IX/YAN: 2.5/2020/SPKT RESTABES MEDAN. Sementara, polisi mendalami motif penyerangan ini.(mag-1/azw)

Bocah ‘si Manusia Silver’ Tewas Digilas Truk

EVAKUASI: Polisi mengevakuasi jasad korban yang tewas ditabrak truk di Jalan Amal Medan Sunggal, Senin (31/8) malam.
EVAKUASI: Polisi mengevakuasi jasad korban yang tewas ditabrak truk di Jalan Amal Medan Sunggal, Senin (31/8) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang bocah yang mencari nafkah menjadi ‘Manusia Silver’ tewas mengenaskan digilas truk di Jalan Amal, Medan Sunggal, Senin (31/8) malam sekira pukul 22.30 WIB. Bocah yang diketahui berusia 10 tahun tersebut tewas lantaran tubuhnya remuk. Sedangkan sopir truk berplat BH 8404 WI langsung kabur dan saat ini sedang diburon.

EVAKUASI: Polisi mengevakuasi jasad korban yang tewas ditabrak truk di Jalan Amal Medan Sunggal, Senin (31/8) malam.
EVAKUASI: Polisi mengevakuasi jasad korban yang tewas ditabrak truk di Jalan Amal Medan Sunggal, Senin (31/8) malam.

Informasi diperoleh Selasa (1/9), bocah malang itu bernama Jonathan Sigalingging (10) warga Km 10,5 Jalan Parsaoran Nauli Desa Muliorejo, Sunggal, Deliserdang. Ibu korban yang berada tak jauh dari lokasi kejadian langsung histeris menangis.

Kanit Lantas Polsek Medan Sunggal Iptu Idem Sitepu mengatakan, berdasarkan keterangan saksi kecelakaan bermula saat truk datang dari arah Pinang Baris menuju Ringroad. Di saat bersamaan, korban yang kebetulan dengan temannya bernama Wando sedang berjalan kaki dari arah berlawanan dan diduga hendak menyeberang.

Melihat truk tersebut dengan kecepatan tinggi, korban kemudian mencoba menghentikan laju truk tersebut. Akibatnya, korban pun ditabrak oleh truk itu. “Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat ditabrak truk tersebut,” ungkap Idem kepada wartawan.

Pascakejadian, lanjut Idem, sopir truk langsung melarikan diri. Sedangkan truk diamankan sebagai barang bukti. “Untuk korban sudah dibawa ke rumah duka, dan sempat dibawa juga ke Rumah Sakit Bina Kasih,” ujarnya.

Idem mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap identitas dan keberadaan sang sopir. “Kasus ini masih kami selidiki lebih lanjut,” pungkasnya. (ris/azw)

Positif Covid-19 di Karo Tembus 116 Kasus

TAK PATUH: Warga maupun pedagang di Pajak Kabanjahe tidak mematuhi protokol kesehatan, salah satunya tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
 

KARO, SUMUTPOS.CO-Jumlah positif virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Karo terus bertambah, dan telah mencapai 116 kasus. Ironisnya, kondisi ini berbanding terbalik dengan upaya penanganan dan pencegahan yang dilakukan Pemkab Karo.

 Bagaimana tidak, pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Karo hanya terlihat sibuk dan ‘panik’ saat Bumi Turang masih berstatus zona hijau. Namun saat berstatus zona merah, pemerintah malah bersikap santai dan abai.

  Sampai hari ini belum ada langkah riil apa pun  yang dilakukan pemerintah maupun tim gugus tugas. Seolah tutup mata dan tak mau tau, pemerintah hanya asik dengan imbauan-imbauan belaka.

 Satgas Penertiban Protokol Kesehatan yang telah dibentuk pun tak kelihatan kinerjanya. Padahal dana yang dianggarkan untuk penanganan Covid-19 ini berjumlah puluhan miliar. Ketidakpedulian Pemkab Karo ini yang memicu terus bertambahnya korban.

 Pantauan kru koran ini, khususnya di Kota Kabanjahe dan Berastagi, warga maupun pengunjung tetap beraktivitas seolah seperti biasa, seolah tak ada pandemi. Di tempat keramaian seperti pasar dan pusat kota, dari jibunan warga hanya beberapa orang saja yang memakaiu masker.

 Selain tidak memakai masker dan menjaga jarak. Bahkan, tempat-tempat cuci tangan juga perlahan hilang, baik di tempat umum, perkantoran, toko dan rumah makan. Penyemprotan disinfektan juga sudah mulai jarang dilakukan Pemkab Karo.

 “Gawat kita ini. Pemkab Karo hanya sibuk di awal-awal saja. Padahal waktu itu belum ada warga yang positif dan Kabupaten Karo masih zona hijau. Sekarang sudah ratusan yang positif, pemerintah malah berdiam diri,” kesal Sembiring, salah seorang warga Kabanjahe.

 Ironisnya lagi, meski sudah menerima turunan Pergub No. 34 Tahun 2020 tentang sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan. Namun Pemkab Karo belum juga menjalankan Pergub tersebut. “Pergub tentang pendisiplinan dan sanksi protokol kesehatan ini sudah berlaku. Namun belum diterapkan di Kabupaten Karo,” kata Makmur Barus (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo).

 Kenapa belum diterapkan di Karo yang notabene sudah zona merah? Ditanya demikian, Makmur berdalih penerapan itu harus dilengkapi oleh Peraturan Daerah (Perda). “Tidak boleh hanya Peraturan Bupati saja, harus ada Perdanya. Memang begitu aturannya. Jadi DPRD Karo juga harus kita dorong lagi untuk Perda ini. Sanksi ini juga harus disesuaikan denga kondisi Karo” ungkapnya.

 Dikatakan Makmur, sampai saat ini pihaknya selaku Gugus Tugas terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Namun nyatanya, himbauan dan sosialisasi yang mereka lakukan tak membuahkan hasil. Buktinya, masyarakat tetap tak peduli dan mengindahkan protokol kesehatan.

 “Penertiban sudah menjadi tanggungj awab masing-masing SKPD. Misalnya objek wisata menjadi tanggungjawab  Dinas Pariwisata, pajak yang Dinas Pasar,” dalihnya. 

Data ynag dihimpun dari Dinas Kominfo Karo, hingga Selasa (1/9) malam, jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Karo telah mencapai 116 kasus. Dari jumlah tersebut, 35 orang  dinyatakan sembuh, dan sembilan 9 orang meninggal dunia. (deo/han)