32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 4074

Poltekbang Medan Wisuda 129 Perwira Transportasi Udara

Para taruna-taruni Poltekbang Medan usai menjalani wisuda.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak ‎129 perwira transportasi Diploma III mengikuti wisuda, yang digelar oleh Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan dan berlangsung di Lapangan Dirgantara Poltekbang Medan, Senin (31/9). Pelantikan taruna-taruni tersebut, dengan menerapkan protokol kesehatan.

‎Wisuda ini, diikuti dari taruna-taruni lulusan Program Diploma III Teknik Listrik Bandar Udara (TLB) angkatan XI dan XII. Kemudian, Program Diploma III Teknik Navigasi Udara (TNU) Angkatan XIII, XIV dan Angkatan XV dan Program Diploma III Pemanduan Lalu Lintas Udara (PLLU) Angkatan XVI.

Dalam pelantikan taruna-taruni yang siap mengabdi kepada negara dihadiri langsung ‎ oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Ir. Sugihardjo, M. Si. Sementara orang tua para taruna hanya bisa menyaksikan proses pelantikan melalui kanal youtube Poltekbang Medan.

Kepala BPSDM Perhubungan, Ir. Sugihardjo M. Si, dalam sambutannya, berpesan kepada taruna-turani yang dilantik untuk mampu menjadi generasi dengan pribadi yang berani, unggul, profesional dan berakhlak.

“Memiliki kompetensi yang luas dalam memahami permasalahan kerja di bidang transportasi udara khususnya bidang Pemanduan Lalu Lintas Udara, Teknik Listrik Bandara dan Teknik Telekomunikasi & Navigasi Udara. Memiliki sikap profesional dan mental yang tangguh dengan berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang Pancasilais, sehingga mampu berkontribusi bagi bangsa Indonesia yang maju,” jelas Sugihardjo.

Sugiharjo menjelaskan tantangan yang dihadapi saat ini lebih berat dibandingkan dengan 5 hingga10 tahun yang lalu. Karena pekerjaan di bidang transportasi ini banyak berkaitan dengan layanan masyarakat.

“Saat ini sudah memasuki era revolusi 4.0 menggantikan era industri 3.0. Untuk menghadapi era 4.0 ini kita harus memperkuat literasi lama dengan literasi baru yaitu data Literation, Technology Literation dan Human Literation,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Poltekbang Medan, M Andra Adityawarman, S.T. M.T dalam laporan pendidikannya menyebutkan ke 129 taruna-taruni telah menempuh masa pendidikan selama tiga tahun sejak 11 September 2017 hingga 1 Mei 2020.

Dengan menghasilkan tiga taruna taruni yang memiliki nilai terbaik. Ketiganya adalah Evaline Theresia Sihotang dari Prodi D.III Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara dengan IPK 3.53, kemudian Recka Rotua Siagian dari Prodi D.III Teknik Listrik Bandar Udara dengan IPK 3.52 dan terakhir Moga Alpindo Ginting dari Prodi D.III Pemanduan Lalu Lintas Udara dengan IPK 3.45.

Rasa haru datang ketika salah satu taruni menyanyikan lagu Anaku Narborju yang artinnya pesan dari orang tua kepada anaknya untuk menjadi anak yang baik dan saling tolong menolong.

Politeknik Penerbangan merupakan lembaga pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perhubungan yang menghasilkan lulusan-lulusan yang mumpuni yang akan bekerja di transposrtasi udara.(gus)

PJBG PGN – Pupuk Kujang Bernilai Strategis

untuk Ketahanan Pangan Nasional & Integrasi Infrastruktur Gas Sumatera – Jawa

TANDA TANGAN: Direktur Utama Pupuk Kujang, Maryadi saat menandatangani kerja sama dengan PGN. Penandatanganan ini dilakukan secara virtual, Senin (31/8/2020).


JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Sebagai komitmen dalam melaksanakan implementasi Keputusan Menteri ESDM nomor 89K/ 2020 dan meningkatkan ketahanan energi nasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero), menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pupuk Kujang sebagai bagian dari Holding PT Pupuk Indonesia (Persero), (31/08/2020).

Penandatanganan PJBG tersebut dilakukan secara virtual yang diwakili oleh Direktur Komersial PGN Faris Azis dan Maryadi selaku Direktur Utama Pupuk Kujang.
Penandatanganan ini juga disaksikan secara virtual oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Plt. Dirjen Migas KESDM Ego Syahrial, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama PGN Suko Hartono, dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Ahmad Bakir Pasaman.
Faris mengungkapkan bahwa PJBG antara PGN dan Pupuk Kujang menyepakati alokasi gas ke Pupuk Kujang Cikampek sebesar 12 BBTUD untuk tahun 2020, dan 25 BBTUD untuk tahun 2021, dengan harga gas USD 6,0/ MMBTU. Estimasi pengaliran gas dimulai Triwulan IV 2020, setelah Turn Arround Maintenance Plant Pupuk Kujang, s.d Triwulan IV 2021. 
“Dengan adanya tambahan alokasi penyaluran gas oleh PGN kepada Pupuk Kujang dengan harga gas USD 6,0/MMBTU, tentu kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan gas yang menghadirkan efisiensi biaya produksi Pupuk Kujang, sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pupuk dalam mendukung perekonomian nasional,” jelas Faris
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan Pertamina group berkomitmen penuh terhadap ketahanan energi dan pemanfaatannya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional termasuk ketahanan pangan yang menjadi tujuan utama dalam penandatanganan perjanjian jual beli antara PGN Grup dengan Pupuk Indonesia Grup.
“Menghidupkan kembali geliat produksi pupuk dalam negeri dengan ketersediaan gas bumi yang berkelanjutan akan menopang produktivitas pertanian untuk ketahanan pangan nasional,” ungkap Nicke.
Direktur Utama PGN Suko Hartono juga mengungkapkan bahwa alokasi gas ke Pupuk Kujang menjadi milestone bagi upaya percepatan ketahanan energi nasional melalui integrasi infrastruktur gas bumi Sumatra – Jawa yang sangat dinantikan. PGN akan mengerjakan infrastruktur pipa yang akan menghubungkan pipa transmisi South Sumatera West Java (SSWJ) PGN ke pipa transmisi West Java Area (WJA) milik PT Pertagas di wilayah Jawa Bagian Barat. 
“Integrasi pipa akan dilakukan dari Lapangan Gas Sumbagtengsel pada jaringan pipa SSJW I- Bojonegara-Cikande – Bitung, yang kemudian dihubungkan dengan interkoneksi pipa SKG Bitung pada Pipa WJA,” ungkap Suko. 
Integrasi ini akan dapat meningkatkan kapasitas penyaluran gas dari Sumatera ke Jawa Barat sebesar 100 MMSCFD. Hal ini tentunya cukup menjanjikan bagi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi di wilayah Jawa Bagian Barat dimana saat ini menjadi wilayah terbesar konsumen gas bumi nasional.
“Saat ini, kami sedang dalam tahap persiapan dalam pembangunan proyek interkoneksi. Direncanakan tahapan konstruksi sudah dapat dilakukan pada Triwulan IV 2020, dan infrastruktur terintegrasi ditargetkan dapat beroperasi pada Triwulan I 2021,” jelas Suko.
Infrastruktur interkoneksi ini berpotensi menyalurkan pasokan gas ke Pupuk Kujang Cikampek sebesar 25 BBTUD dan Refinary Unit Balongan sampai dengan 10 BBTUD. Potensi efisiensi pemanfaatan energi dan bahan baku yang didapatkan dan multiplier effect bagi perekonomian nasional merupakan tujuan utama dari kerjasama ini.
“Ke depan, integrasi jaringan pipa Sumatra-Jawa juga ditargetkan dapat terhubung secara holistik dengan infrastruktur non pipa LNG. Maka dari itu, terkoneksinya jaringan pipa Sumatera-Jawa dan infrastruktur LNG menjadi aspek penting bagi PGN dalam memberikan jaminan dan ketersediaan suplai gas dalam jangka panjang, karena pemanfaatan infrastruktur pipa gas maupun non pipa dalam bentuk LNG bisa semakin optimal,” jelas Suko.
Selain itu, integrasi infrastruktur dapat mendorong efisiensi biaya investasi dan operasi, serta memperluas penyaluran gas ke wilayah-wilayah baru secara berkelanjutan. Pemenuhan gas di Jawa Barat, khususnya PKC, tentu akan lebih terjamin, efektif dan efisien.
“Integrasi ini juga akan memperkuat kehandalan portofolio pasokan gas, dimana sub-holding gas dapat menjangkau lebih banyak sumber gas dari pemasok yang tersebar baik di sekitar pipa pengangkutan maupun yang jauh dari sumber,” imbuh Suko.
Lebih lanjut Suko menjelaskan bahwa sinergi sub holding gas grup dan holding migas diperlukan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi portofolio bisnis gas maupun pemanfaatan disektor hilir. Integrasi infrastruktur ini dapat memicu terjadinya integrasi market pada ruas pipa pengangkutan subholding gas, terutama di wilayah Jawa Barat, sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan gas domestik serta optimalisasi kapasitas infrastruktur. Pada akhirnya akan menciptakan pengelolaan pipa pengangkutan yang efektif dengan tarif pengangkutan yang efisien. 
“Sekali lagi kerjasama ini bernilai strategis dan merupakan bagian dari solusi dan komitmen PGN mendukung perkuatan peran subholding gas dalam keluarga besar holding migas untuk menyediakan energi yang handal dan berkelanjutan serta berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan daya saing dan pertumbuhan perekonomian nasional,” tutup Suko. (rel/ram)

Generasi Milenial yang Mampu Memenangkan Tantangan Berat

PENGHARGAAN: Rektor UMN Al-Washliyah Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti (kanan) menyerahkan penghargaan kepada wisudawati terbaik di Auditorium Udin Sjamsuddin-Djalaluddin Lubis Kampus UMN Al-Washliyah, Sabtu (29/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti mewisuda 824 sarjana dan magister Angkatan ke-XLVI di Gedung Auditorium Udin Sjamsuddin-Djalaluddin Lubis Kampus Syeikh Muhammad Yunus UMN Al-Washliyah di Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (29/8).

PENGHARGAAN: Rektor UMN Al-Washliyah Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti (kanan) menyerahkan penghargaan kepada wisudawati terbaik di Auditorium Udin Sjamsuddin-Djalaluddin Lubis Kampus UMN Al-Washliyah, Sabtu (29/8).

AUDITORIUM lokasi wisuda ini diresmikan sehari sebelum acara wisuda yakni Jumat (28/8) oleh Ketua Umum PB Aljam’iyatul Washliyah Dr H Yusnar Yusuf Rangkuti MS didampingi Rektor UMN Al-Washliyah Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti dam undangan lainnya. Gedung ini dibangun dengan biaya Rp9,1 milliar. Di atas auditorium ini akan dibangun bangunan empat lantai lagi.

Wisuda tanpa dihadiri orangtua maupun keluarga wisudawan. Acara dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan terutama menjaga jarak antar wisudawan/wisudawati, pemeriksaan suhu tubuh, memakai masker dan sarung tangan dengan waktu prosesi relatif singkat. Peserta wisuda dibagi dalam tiga sesi pukul 07.30, 11.00 dan 14.00.

Wisuda dibuka Ketua Senat UMN Al-Washliyah Prof Hj Sri Sulistyawati SH MSi PhD dan tidak ada sambutan. Begitu diwisuda rektor dan menerima ijazah dari dekan, wisudawan dan wisudawati pun langsung meninggalkan lokasi acara.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto MA, MPd MSc PhD dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung pun menyampaikan sambutan secara daring.

Rektor UMN Al-Washliyah Dr KRT Hardi Mulyono K Surbakti mngingatkan kepada para wisudawan bahwa sebagai generasi mileneal abad 21 dapat menghadapi dan memenangkan tantangan berat dengan persaingan kerja semakin sulit.

“Era revolusi industri 4.0 tenaga manusia secara signifikan tergantikan dengan mesin otomatis berbasis kontrol digital. Era ini akan bertumpu pada teknologi robotik, internet bahkan kecerdasan buatan,” kata rektor.

Hardi Mulyono K Surbakti berkeyakinan bahwa UMN Al-Washliyah yang memiliki akreditasi B saat ini akan dapat meraih akreditasi institusi A. Tahun 2020, lanjut rektor, UMN Al-Washliyah dipercaya untuk menjalankan program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam lingkup studi Matematika, Bahasa Inggeris, Guru Sekolah Dasar, Bahasa Indonesia dan PPKn sesuai SK Mendikbud RI No.101/m/2020 tanggal 28 Januari 2020. Tahun ini juga UMN Al-Washliyah diberi kepercayaan oleh Mendikbud untuk membuka program studi magister Pendidikan Bahasa Inggeris dan Ilmu Hukum.

Rektor mengingatkan para wisudawan sebagai alumni diharapkan dapat mengharumkan nama baik almamater di tengah masyarakat, menjalin tali silaturrahim dengan UMN dan utamanya memberikan masukan yang konstruktif, ide kreatif dan inovatif untuk perbaikan kampus ini ke depan.

Auditorium Baru

Saat peresmian Auditorium Udin Sjamsuddin-Djalaluddin Lubis Kampus Syeikh Muhammad Yunus UMN Al-Washliyah di Jalan Gedung Arca Medan, Jumat (28/8), rektor menceritakan sejarah panjang membangun gedung tersebut. Termasuk soal pengalihan status kepemilikan, proses perizinan dan pemilihan nama tokoh yang ditabalkan pada auditorium tersebut.

Udin Sjamsuddin dan Djalaluddin Lubis, menurut rektor, adalah dua tokoh penting Al-Washliyah di Indonesia yang pernah menjadi ketua umum dan sekretaris PB Aljam’iyatul Washliyah. Demikian pula dengan ketokohan Hj Rohana Yusuf yang pada hari bersamaan namanya dijadikan nama musholla juga di Kampus Syeikh Muhammad Yunus UMN Al-Washliyah di Jalan Gedung Arca Medan.

Peresmian auditorium dan musholla tersebut dilakukan Ketua PB Aljam’iyatul Washliyah Dr Yusnar Yusuf Rangkuti dan disaksikan Sekretaris PB Aljam’iyatul Washliyah KH Masyhuril Khamis, Ketua PW Al Washliyah Dedi Iskandar Batubara yang juga Anggota DPD RI asal Sumut, Rektor UMN Al Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono K Surbakti, tiga Wakil Rektor UMN Al-Washliyah Dr H Firmansyah, Dr H Ridwanto dan Dr Anwar Sadat.

Rektor menegaskan akan tetap menjalankan amanah baik dari PB Aljam’iyatul Washliyah maupun PW Aljam’iyatul Washliyah Sumut untuk memanfaatkan gedung ini untuk kepentingan Al-Washliyah dan terus membangun UMN sebagai kampus terdepan.

Ia mempersilahkan kepada PB Aljam’iyatul Washliyah jika ingin memanfaatkan gedung ini sebagai kantor dan dapat digunakan oleh organisasi Al-Washliyah dalam menggelar berbagai acara. (dmp)

Pelatihan Berwirausaha Herbal Foot Salt

IKH: Pengabdian Kepada Masyarakat oleh dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia.
IKH: Pengabdian Kepada Masyarakat oleh dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PENGGUNAAN garam herbal saat ini cendrung diminati masyarakat untuk mengobati penyakit salah satunya penyakit pada kaki seperti kaki bau, telapak kaki pecah-pecah, pegal-pegal pada kaki, infeksi jamur pada kaki, maupun membantu mengobati insomnia.

IKH: Pengabdian Kepada Masyarakat oleh dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia.
IKH: Pengabdian Kepada Masyarakat oleh dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia.

Sediaan garam dengan perpaduan bahan alam dan minyak atsiri yang digunakan untuk merendam kaki dan menggunakan air hangat merupakan salah satu cara pengobatan teknik hidroterapi. Pembuatan garam herbal sangat mudah dengan bahan yang mudah diperoleh serta peralatan sederhana dapat memproduksi garam herbal sehingga dapat membuka lapangan kerja dengan berwirausaha.

Berwirausaha dapat dilakukan semua orang. Tidak memandang usia mulai dari generasi milenial hingga ibu-ibu rumah tangga. Inovasi, kreativitas dan teknologi merupakan kunci keberhasilan menciptakan produk yang mampu bersaing di era revolusi industri 4.0.

Semua ini dilatih dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh tim pengabdian dosen apt. Siti Fatimah Hanum S.Si., M.Kes, Melia Sari S.S., M.S dan mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia (FFK IKH).

Tim memberikan motivasi, pelatihan dan keterampilan kepada remaja dan ibu-ibu rumah tangga cara berwirausaha membuat herbal foot salt dengan variasi aromatherapy essensial oil dan pengemasan produk. Diberikan juga pelatihan dan keterampilan cara pemasaran sistem digital.

Pelatihan ini diadakan di Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang di aula kantor kepala desa setempat, Kamis (27/8). Kegiatan ini mendapat dukungan dari seluruh civitas akademik IKH dan seluruh aparat desa serta masyarakat di Desa Bandar Klippa.

Tim mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan pengabdian. Mereka berharap kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan IKH dapat menjadi inspirasi dalam berwirausaha. (dmp)

‘’Pandemi Covid 19 Tidak Menghalangi Semangat Dosen dan Mahasiswa’’

HIPERTENSI: Para dosen dan mahasiswa IKH melakukan PKM penyuluhan, pemeriksaan dan pengendalian hipertensi pada masyarakat Desa Bandar Klippa.
HIPERTENSI: Para dosen dan mahasiswa IKH melakukan PKM penyuluhan, pemeriksaan dan pengendalian hipertensi pada masyarakat Desa Bandar Klippa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid 19 tidak menghalangi semangat dan antusias dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia (IKH) untuk melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

HIPERTENSI: Para dosen dan mahasiswa IKH melakukan PKM penyuluhan, pemeriksaan dan pengendalian hipertensi pada masyarakat Desa Bandar Klippa.
HIPERTENSI: Para dosen dan mahasiswa IKH melakukan PKM penyuluhan, pemeriksaan dan pengendalian hipertensi pada masyarakat Desa Bandar Klippa.

Kegiatan PKM pada Agustus 2020 ini dilaksanakan oleh dosen-dosen IKH yang diketuai oleh apt. Vivi Eulis Diana SSi., M.EM dan anggota Chemayanti Surbakti SFarm., MSi., Apt dan Pricella Ginting SFarm., MSi., Apt. PKM dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dibawah naungan Fakultas Farmasi dan Kesehatan (FFK) serta dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Kesehatan Helvetia (IKH).

IKH merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di bidang kesehatan yang cukup terkenal di Medan. Pelaksanaan PKM yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Farmasi IKH di Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan. Berlokasi di Aula Desa Bandar Klippa dimana kepala desa setempat adalah Suripno, S.H, MH.

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan PKM yang bertema: Penyuluhan, Pemeriksaan dan Pengendalian Hipertensi pada Masyarakat Desa Bandar Klippa di Kecamatan Percut Seituan. Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan tentang tanda dan gejala penyakit hipertensi. Kemudian pengendaliannya bagi setiap masyarakat yang memiliki resiko untuk terjadinya hipertensi dan bagi penderita hipertensi di desa tersebut.

Dalam penyuluhan disampaikan bahwa hipertensi dapat disebabkan berbagai faktor. Diantaranya umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, genetik (faktor resiko yang tidak dapat diubah/dikontrol), kebiasaan merokok, konsumsi garam, konsumsi lemak jenuh, penggunaan jelantah, kebiasaan konsumsi minum-minuman beralkohol, obe sitas, kurang aktivitas fisik, stres, penggunaan estrogen.(dmp)

Semangat Laksanakan PKM di Tengah Pandemi Covid-19

PKM 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer di Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan oleh dosen, mahasiswa dan alumni IKH.
PKM 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer di Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan oleh dosen, mahasiswa dan alumni IKH.
PKM 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer di Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan oleh dosen, mahasiswa dan alumni IKH.
PKM 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer di Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan oleh dosen, mahasiswa dan alumni IKH.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Kesehatan Helvetia (IKH) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta mempunyai visi menjadi institut kesehatan berbasis riset yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional dan international. IKH memiliki dua fakultas yakni FFK dan FKM. Salah satu program studi S1 yakni Farmasi berada dibawah naungan Fakultas Farmasi dan Kesehatan (FFK).

Walau sedang mengalami pandemi Covid-19 dengan aktivitas terbatas, tak menjadi penhambat bagi Program Studi S1 Farmasi IKH melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dikerjakan mahasiswa dan alumni IKH dengan semangat dan sangat antusias.

Kegiatan PKM tahun 2020 ini dilaksanakan oleh dosen-dosen IKH. Sebagai ketua pelaksana adalah apt. Adek Chan, S.Si.,M.Si dengan anggota apt. Hanafis Sastra Winata, S.Farm.,M.Si dan apt. Vivi Eulis Diana, S.Si.,MEM. Kegiatan PKM tersebut terkoordinasi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IKH.

PKM Program Studi S1 Farmasi IKH dilaksanakan di Aula Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kepala desa di daerah ini adalah Suripno, S.H.,M.H. Masyarakat pun sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Masyarakat banyak yang menyampaikan beberapa pertanyaan terkait kegiatan PKM dari awal sampai selesai acara kegiatan. IKH sepenuhnya mendukung kegiatan PKM tahun 2020.

Tema yang diangkat adalah: ‘Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer dari Daun Sirih di Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan’. Bentuk dukungan yang telah diberikan terhadap pelaksanaan kegiatan berupa pemberian fasilitas sarana dan prasarana. Hasil kegiatan PKM memberikan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat disekitar Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan. (dmp)

Warga Jalan Garu 6 Keluhkan Banjir Tiap Hujan Turun, Dinas PU Diminta Gerak Cepat Rampungkan Masalah

RESES: Dedy Aksyari Nasution saat menggelar reses di Jalan Garu 6, Gang Seriti, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (29/8).
RESES: Dedy Aksyari Nasution saat menggelar reses di Jalan Garu 6, Gang Seriti, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (29/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi banjir yang cukup parah ternyata telah lama dialami oleh warga di Jalan Garu 6, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas. Hal itu terungkap dari keluhan warga kepada Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Dedy Aksyari Nasution, saat menggelar Reses 3 Masa Sidang 3 Tahun 2020 di Jalan Garu 6, Gang Seriti, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (29/8) lalu.

RESES:  Dedy Aksyari Nasution saat menggelar reses di Jalan Garu 6, Gang Seriti, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (29/8).
RESES: Dedy Aksyari Nasution saat menggelar reses di Jalan Garu 6, Gang Seriti, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (29/8).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala UPT 4 Dinas PU Medan Kota, Abidin, Lurah Harjosari 1 Sahara Harahap serta para Kepala Lingkungan 7, 8, 9, dan 10 itu, Dedy menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan informasi dan aspirasi tentang keluhan-keluhan yang dialami masyarakat setempat.

Dedy pun menjelaskan, dia telah melakukan kunjungan ke tengah masyarakat, sebelum menggelar reses. Tak berbeda dengan hasil kunjungan, masyarakat pun mengaku miris dengan kondisi banjir yang mencapai setinggi paha orang dewasa bahkan lebih, dan terjadi hampir setiap kali hujan deras turun, khusunya di wilayah Lingkungan 8, 9, dan 10.

“Di sini kalau sudah banjir, paling tidak tingginya selutut, rumah kami ditinggikan semeter pun masih banjir, dan di Jalan Cendrawasih biasanya sepaha. Proyek nasional di Jalan Sisingamangaraja itu membuat kami di sini semakin banjir. Harusnya dari Jalan Sisingamangaraja tolong dibuat parit menuju ke kanal. Karena sebenarnya, yang membuat banjir itu bukan hujannya, tapi kiriman air dari Jalan Sisingamangaraja dan Bajak,” ungkap Saut, warga sekitar.

Saat ini, lanjut Saut, setiap kali hujan turun, air masih mengalir, mulai dari SPBU Jalan Sisingamangaraja ke Jalan Garu 6. Tak cuma itu, air dari Jalan Garu 8 juga masih mengalir lagi ke Jalan Garu 6, akhirnya kondisi Jalan Garu 6 menjadi tempat berkumpulnya air kiriman dari berbagai tempat.

“Justru di saat hujan sudah reda, air datang ke wilayah kami ini, masuk ke rumah, ke kamar, bahkan ada beberapa rumah yang terendam sampai setinggi pintu. Seharusnya air dialirkan ke sungai ataupun kanal. Sebab selain karena itu, pembangunan property di kawasan ini juga membuat drainase semakin sempit dan dangkal, resapan juga berkurang,” imbuh Saut.

Menjawab hal itu, Dedy mengaku, telah berkali-kali membicarakan hal itu ke Dinas PU Kota Medan. Dia pun mengaku, telah meminta Dinas PU Kota Medan untuk secepatnya mencari solusi masalah banjir yang telah bertahun-tahun dialami warga Jalan Garu 6 tersebut.

“Daerah ini banjir karena posisinya agak rendah atau melembah, sehingga bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, daerah ini menjadi genangan air, itu sudah dibicarakan dengan Dinas PU. Lalu, pembangunan beberapa property di daerah ini juga menjadi satu aspek mengecilnya saluran-saluran air. Saya akan terus mendesak Dinas PU supaya ini bisa segera diselesaikan,” jawabnya.

Menjawab hal itu, Kepala UPT 4 Dinas PU Medan Kota, Abidan mengakui hal tersebut. Menurutnya, satu yang menjadi penyebab adalah air yang datang dari Jalan Bajak atau kawasan sebrang Jalan Garu 6. Selain itu, saat ini resapan air semakin sedikit, karena terus bertambahnya bangunan.

“Dari Jalan Bajak 3, 4, dan 5 itu, airnya semua menyeberang kembali. Pembangunan perumahan juga membuat terjadinya pengecilan dan pendangkalan drainase,” jelas Abidan.

Solusinya, lanjut Abidan, rencananya Dinas PU Kota Medan akan mengalirkan air dari Jalan Sisingamangaraja ke kanal. Selain itu, pihaknya juga akan menyalurkan sebagian air lainnya ke Sungai Denai.

“Jadi masalahnya kan ada 2. Pertama air dari Jalan Bajak, itu akan dialirkan ke kanal dan itu butuh pengorekan tanah sampai 4 meter. Lalu, air yang dari sini akan disalurkan ke Sungai Denai, secara tidak langsung itu akan membuat tikungan tajam supaya air yang datang bisa langsung dialirkan dengan cepat,” paparnya.

Untuk itu, Dedy mendorong agar Dinas PU Kota Medan bisa segera merealisasikannya, setidaknya bisa terjadi di tahun depan, saat anggaran Dinas PU Kota Medan telah kembali normal. Dia tidak ingin solusi yang ditawarkan hanya sekadar teori di atas kertas, dan membuat warga Jala Garu 6, khususnya di Lingkungan 8, 9, dan 10 masih mengalami hal sama di tahun depan.

Tak cuma di Jalan Garu 6, di hari yang sama, Dedy juga melakukan reses di Jalan Rawa Cangkuk 4, Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Kecamatan Medan Denai. Di sana dia menampung keluhan masyarakat terkait permintaan pelebaran dan pendalaman drainase, serta persoalan sampah yang tidak diangkut secara rutin. Akibatnya, sampah-sampah seringkali menumpuk di kawasan tersebut.

“Hal ini juga akan saya sampaikan kepada masing-masing OPD, baik Dinas PU maupun Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Kami mau masalah ini selesai sesegara mungkin,” pungkas Dedy.

Pantauan Sumut Pos, pelaksanaan reses digelar dengan mengikuti protokol kesehatan. Setiap masyarakat yang datang diminta untuk mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. (map/saz)

Jalin Kerja Sama Keamanan dengan TLDM, TNI AL Gelar Patkor di Selat Malaka

BELAWAN, SUMUTPOS.Co – Menjalin kerja sama keamanan di perairan Selat Malaka, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) melaksanakan Patroli Terkoordinasi (Patkor) 149/20 di perairan Selat Malaka.

Pelaksanaan Patroli Terkoordinasi Malaysia Indonesia (Patkor-Malindo) ini, telah rutin dilaksanakan 4 kali dalam setahun, bertujuan untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Selat Malaka, yang menjadi jalur perdagangan international yang memiliki lalu lintas terpadat.

Panglima Koarmada 1, Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid, Minggu (30/8), mengatakan, TNI AL di bawah kesatuan dari Koarmada 1, terus membangun dan memelihara stabilitas di kawasan dengan melaksanakan peran diplomasi dengan 5 negara tetangga, untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan, serta mempererat hubungan dengan negara-negara tetangga.

Selat Malaka merupakan satu choke points dari 9 choke points di dunia, yang merupakan jalur pelayaran perdagangan international yang memiliki lalu lintas terpadat. Karena itu, kerja sama patroli koordinasi antara unsur TNI AL dengan TLDM diharapkan dapat menciptakan keamanan di Selat Malaka.

“Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi, yakni menjamin keamanan perairan Selat Malaka,” jelas Rasyid.

Selain itu, TNI AL terus berkomitmen menjaga dan memberikan jaminan rasa aman kepada armada kapal yang melintas di Selat Malaka dari berbagai macam kerawanan dan tindakan merugikan, seperti penyelundupan, pelanggaran hukum dengan kekerasan, dan penyelundupan komoditi narkoba yang masih marak terjadi.

“Permasalahan ini harus dihadapi bersama, dengan melakukan kerja sama negara tetangga. Karena pelanggaran dan permasalahan stabilitas ini selalu melibatkan dan berdampak langsung terhadap negara-negara tetangga” tutur Rasyid.

Satu peran diplomasi TNI AL, lanjut Rasyid, diwujudkan dalam latihan bersama dengan negara sahabat, unsur Koarmada I dari KRI Sutanto-377 melaksanakan Passing Exercise (Passex) dengan unsur TLDM KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135 di Selat Malaka.

“Patkor Malindo 149/20 dengan melaksanakan latihan yang meliputi flaghoist exercise, flash exercise, maneuver exercise, dan ditutup dengan sail pass untuk saling memberi penghormatan antara KRI Sutanto-377 dan KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135, yang kemudian langsung menuju sektor masing-masing di perairan Indonesia dan Malaysia, untuk melanjutkan patroli terkoordinasi,” pungkas Rasyid. (fac/saz)

PGN Suplai Gas 54 BBTUD ke PT Pupuk Iskandar Muda

Melalui PT Pertagas Niaga

Dirut PT Pertamina Niaga, Linda Sunarti menunjukkan surat perjanjian kerja sama dengan PT Pupuk Iskandar Muda.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), melalui PT Pertagas Niaga melakukan novasi dan amandemen Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Penandatanganan ini dilakukan secara virtual oleh Direktur Utama PT Pertagas Niaga Linda Sunarti dan Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda, (31/08/2020).

Turut menyaksikan dalam penandatanganan ini Menteri ESDM Arifin Tasrif, Plt. Dirjen Migas KESDM Ego Syahrial, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Utama PGN Suko Hartono dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengungkapkan, berdasarkan amandemen PJBG ini, kebutuhan PIM akan dipasok dari sumber gas Medco dengan volume 54 BBTUD dengan kontrak suplai selama 13 tahun yang dapat mulai dialirkan Juni 2020 hingga Mei 2033. Adapun pengaliran gas Medco ke PIM dilakukan melalui mekanisme operasi yang terintegrasi PGN Grup untuk menjamin kestabilan suplai demand di Sumatera Bagian Utara dengan melibatkan berbagai sumber gas seperti PHE, LNG dan demand lainnya selain PIM yaitu industry dan PLN.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa Pertamina Grup akan terus menjadi bagian dari solusi terintegrasi bagi bangsa dan memenuhi ekpektasi stakeholder untuk menghadirkan layanan energi yang realible, affordable, accessable, acceptable dan sustain.

Seperti yang kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu, operasional dan proses produksi PIM sering terkendala dengan pasokan gas yang mengakibatkan terganggu bahkan berhentinya proses produksi. Sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Aceh, kesepakatan hari ini menjadi salah satu stimulus bagi PIM maupun masyarakat Aceh dimana sebagai salah satu daerah penghasil migas dapat merasakan manfaat langsung dari kontribusi sumber daya alam bagi perkembangan ekonomi wilayah. Hal ini sejalan dengan semangat pemanfaatan energi baik gas bumi untuk menjadi pendorong pertumbuhan titik-titik baru perekonomian masyarakat.

Faris berharap, alokasi gas yang disepakati dapat menjamin ketahanan pasokan gas di PIM, agar dapat beroperasi dengan optimal. Apalagi pada tahun 2020 ini, PIM akan menyelesaikan target alokasi pendistribusian pupuk urea sekitar 300 ribu ton dan ammonia sekitar 180 ribu ton, untuk memenuhi kebutuhan pupuk di enam wilayah cakupan distribusi PIM, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Utara, Riau, Kepualauan Riau, dan Jambi.

“PJBG ini juga sebagai tindak lanjut dari implementasi Kepmen ESDM 89.K/2020 yang mengatur penurunan harga gas bumi di sektor industri tertentu. Pupuk Iskandar Muda masuk ke dalam tujuh sektor yang mendapatkan penurunan harga gas menjadi USD 6,61 per MMBTU,” tambah Faris.

Menurut Faris, alokasi gas bumi memberikan andil yang cukup berpengaruh terhadap produktivitas industri pupuk, mengingat gas bumi merupakan salah satu bahan baku utama produksi pupuk.

“Kami terus mengupayakan memberikan layanan yang terbaik untuk menjaga kehandalan pasokan gas secara berkelanjutan, sehingga operasi dan produksi PIM dapat sustain dan menberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya,” imbuh Faris.

Dengan suplai gas yang terjamin dan harga yang terjangkau, diharapkan dapat mendukung komitmen PIM untuk menjadi perusahaan pupuk dan petrokimia yang kompetitif dab menghidupkan kembali geliat industri di Aceh, khususnya industri pupuk, serta mendorong penurunan harga produk yang pada akhirnya akan meningkatkan daya siang industri pupuk domestik.

“Semoga kerjasama ini dapat memberikan dampak yang riil terhadap pengembangan maupun diversifikasi produk PIM yang telah dicanangkan,” imbuh Faris.

PGN senantiasa berkontribusi terhadap kemajuan industri dalam memenuhi efisiensi kebutuhan gas untuk mendorong pertumbuhan industri, termasuk industri sektor pupuk. Multiplier effect dari kebijakan ini akan menghasilkan produk pupuk bermutu yang berdaya saing, sekaligus dapat berkontribusi dalam menunjang ketahanan pangan nasional.

“Kerjasama dengan PIM dalam jangka waktu yang cukup panjang, juga ditargetkan dapat mewujudkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan ketahanan penyedian energi dan pangan di seluruh wilayah di Indonesia,” tutup Faris. (rel/ram)

Utang Hotel di Medan Mencapai Rp18 M

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, untuk menagih pajak dari sejumlah hotel di Kota Medan, khususnya tunggakan-tunggakan pajak hotel dan restoran yang telah menunggak lama dalam jumlah besar.

Ilustrasi
Ilustrasi

Kepala BPPRD, Suherman mengatakan, dari data yang ada, setidaknya terdapat utang mencapai Rp18 miliar, yang merupakan pajak hotel dan restoran dari sejumlah hotel di Kota Medan.

“Data yang ada, pajak hotel dan restoran yang masih tertunggak ada sekitar Rp18 miliar. Dengan pemanggilan 6 hotel penunggak pajak, kami sudah berhasil menagih Rp1,1 miliar dari 2 hotel yang kooperatif membayar tunggakan kewajibannya,” ungkap Suherman, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Suherman bersama Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi KPK Wilayah 1 Maruli Tua, Kasidatun Kejari Medan M Ilham, serta Kabid Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) BPPRD Kota Medan Ahmad Untung Lubis, menerima pengelola hotel yang dipanggil dalam rangka penagihan tunggakan pajak.

“Dan ada 4 hotel lain yang berjanji membayarnya sesuai jadwal yang disepakati. Total yang dijanjikan itu ada berkisar Rp4 miliar lebih yang bakal dibayarkan oleh pihak pengelola hotel,” imbuh Suherman.

Lebih lanjut Suherman menegaskan, sebaiknya wajib pajak yang menunggak segera melakukan pembayaran. Sebab jika masih berlarut-larut, maka KPK dan Kejari Medan akan turun tangan langsung untuk menanganinya. Menurutnya, tunggakan pajak sejumlah hotel ini berentang waktu, dengan jumlah bervariasi. “Ada yang setahun, bahkan ada juga yang 3 tahun menunggak,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Korsupgah Korupsi KPK Wilayah 1, Maruli Tua menekankan, kerja sama ini untuk membantu Pemko Medan menyelamatkan aset dan tagihan piutang pajak.

Dia mengatakan, KPK bersama Kejari Medan berfokus untuk mendorong penunggak pajak yang nilainya signifikan untuk memenuhi kewajiban, apalagi pihaknya juga sudah mendapatkan surat kuasa dari Plt Wali Kota Medan.

“Ini kolaborasi BPPRD, KPK, dan Kejari. Sejumlah wajib pajak sudah dipanggil, sebab sesungguhnya mereka sudah menerima pajak yang dititipkan masyarakat untuk disetor ke kas daerah. Sesungguhnya itu bukan pajak, tapi utang. Seharusnya titipan masyarakat itu tidak dicampur mereka dengan uang operasional, sehingga sebenarnya tidak ada alasan mereka untuk menunggak pembayarannya, karena itu memang bukan uang mereka,” urainya.

Selama ini, lanjut Maruli, uang dari masyarakat untuk disetor ke kas daerah itu dicampur dengan uang operasional hotel dan restoran. Jadi, ketika harus disetor setiap tanggal 10 bulan berikutnya, pajak yang telah dibayarkan oleh pengunjung justru telah terpakai oleh pengelola. Itu pula yang menyebabkan keterlambatan penyetoran ke kas daerah.

“KPK ingin mendorong dan mengakselerasi Pemko Medan serta kejaksaan untuk menagih piutang pajak yang sudah dititipkan masyarakat ke pihak hotel, restoran, dan tempat hiburan. Kalau masih membandel, akan ada upaya penegakan hukum, dan ini tidak main-main,” tegasnya.

Dia juga menekankan, pencegahan korupsi di sektor pendapatan Pemko Medan harus berhasil, sebab setiap hari dimonitor Kejaksaan dan KPK.

“BPPRD harus serius benahi kelembagaan, termasuk memastikan tidak ada oknum yang main-main, karena menyalahgunakan kewenangan terkait pajak retribusi,” ujar Maruli.

Kepada Sumut Pos, Kasidatun Kejari Medan, M Ilham menambahkan, kegiatan ini merupakan upaya optimalisasi penyelamatan pendapatan daerah yang mulai tersendat.

“Kejari Medan sebagai pengacara negara, kami mengoptimalisasikan pembayaran pajak yang tertunggak. Dan dengan fungsi kami, kami memediasikan hotel-hotel yang pembayaran pajaknya tersendat, dengan cara memanggil mereka. Alhamdulillah, cukup signifikan yang sudah terbayarkan” katanya.

Sedangkan Kabid PBB dan BPHTB, Ahmad Untung Lubis menekankan, selain pajak restoran dan hotel, masyarakat yang menunggak PBB juga diminta memenuhi kewajibannya.

“Tidak berbeda dengan pajak hotel dan restoran, kami juga menekankan agar para wajib pajak PBB dapat membayarkan kewajibannya secara tepat waktu, agar tagihan tidak menumpuk, dan itu akan sangat membantu diri sendiri,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang diterima Sumut Pos dari BPPRD Kota Medan, setidaknya ada 7 hotel yang telah menunggak pajak hotel dan restorannya dalam jumlah cukup besar.

Adapun ketujuh hotel itu, yakni:

  1. Hotel Novotel Soechi, dengan utang Rp1.000.684.499. Namun setelah ditagih BPPRD Kota Medan , pengelola telah melunasinya.
  2. Hotel Cambridge, Rp110.082.001, juga telah melunasinya.
  3. Hotel Grand Aston. Diberikan kesempatan mencicil 2 kali. Cicilan pertama akan dibayarkan pada 31 Agustus, sebesar Rp685.158.123, dan sisanya dibayarkan pada 30 September, dengan jumlah yang sama.
  4. Hotel Radison. Diberikan kesempatan mencicil 2 kali. Cicilan pertama aka dibayarkan pada 31 Agustus sebesar Rp475.654.733. Dan sisanya dibayarkan pada 30 September, dengan jumlah yang sama.
  5. Garuda Plaza Hotel. Pihak pengelola berjanji akan membayar tunggakan sebesar Rp433.979.964 pada 14 September.
  6. Hotel Grand Antares. Dengan tunggakan pajak Rp136.079.554, dan berjanji akan membayarnya pada 31 Agustus.
  7. Hotel Madani. Tunggakan sekitar Rp2,1 miliar, namun belum menentukan kapan akan dibayar. Pengelola baru akan datang ke Kantor BPPRD Kota Medan pada 31 Agustus, untuk membuat janji bayar. (map/saz)