26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 4110

271 PNS Humbahas Terima SK

DIAMBIL SUMPAH: Suasana kebahagian para PNS usai diambil sumpah dan menerima SK dari Wabup Saut Parlindungan Simamora yang digelar di Kantor Bupati Humbahas.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO-Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pelayan masyarakat yang harus mamupu memberikan pelayanan secara profesional dan berkualitas.  Untuk itu, PNS harus membekali diri dengan pengetahuan dan penguasaan  tugas dan fungsinya. Kemudian, PNS juga habus bisa sebagai agen perekat dan pemersatu bangsa dengan cara menjaga kerukunan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan, Saut Parlindungan Simamora saat pengambilan sumpah/janji dan penyerahan SK PNS di lingkungan Pemkab Humbang Hasundutan, Senin (10/8), di lapangan Kantor Bupati Humbang Hasundutan Bukit Inspirasi Doloksanggul.

Pengambilan sumpah /janji itu dihadiri Sekda Drs Tonny Sihombing dan pimpinan OPD dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Wakil Bupati meminta kepada PNS yang diambil sumpah supaya memiliki kemampuan berpikir konseptual berdasarkan  visi-misi Pemkab Humbahas dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan untuk membangun Humbang Hasundutan.

Sebab, banyak PNS tidak optimal dalam pelaksanaan tugasnya bahkan lupa dengan sumpah/janji yang diucapkan sebelumnya. Sehingga dalam pelaksanaan tugas, yang bersangkutan pasif dan hanya bersifat “wait and see” atau sifatnya menunggu perintah.

Terpisah, Kepala BKD Pemkab Humbahas Domu Lumbangaol SPd mengatakan,  PNS yang diambil sumpah/janji sebanyak 271 orang dari formasi umum dan formasi Bidan Pegawai Tidak Tetap Kementerian Kesehatan di lingkungan Pemkab Humbahas. (des/han)

Gojek Dukung Jutaan UMKM ‘Naik Kelas’

Inisiatif #MelajuBersamaGojek

BERSAMA: (ki-ka) Pedagang UMKM Batik dari Cirebon – Malik, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkop & UKM – Arif Rahman Hakim, Direktur Smesco – Leo Theosabrata, Co-CEO Gojek – Andre Soelistyo, VP of Merchant Marketing Gojek – Diera Yosefina Hartono, dan Merchant Selly – Lona Ikawati foto bersama saat acara diskusi peluncuran inisiatif #MelajuBersamaGojek yang digelar di Gedung Smesco, Jakarta Selatan pada Senin (10/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Menyambut peringatan hari Nasional UMKM Indonesia pada 12 Agustus 2020, Gojek, super app terdepan di Asia Tenggara meluncurkan inisiatif #MelajuBersamaGojek sebagai solusi inklusif dan komprehensif (hulu ke hilir) bagi UMKM untuk go-digital pada Senin (10/8).

Inisiatif #MelajuBersamaGojek merupakan keseluruhan upaya dan teknologi dalam ekosistem Gojek yang membantu UMKM lebih mudah menerapkan digitalisasi pada setiap langkah operasional bisnis sehari-hari, mulai dari pemasaran, pemesanan (pemrosesan order), pembayaran, pengiriman, hingga administrasi. Ragam solusi tersebut dapat langsung digunakan oleh semua tipe UMKM, dari yang berskala mikro hingga besar.

Selain menyediakan solusi yang komprehensif untuk UMKM seperti layanan pengiriman GoSend dan GoBox, Gojek juga bekerja sama dengan berbagai pihak lainnya termasuk mitra pembayaran seperti QRIS dan Link Aja, dan penyedia logistik Pos Indonesia, Paxel, dan JNE.

Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo mengatakan, saat ini adalah masa-masa sulit bagi jutaan UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. “Sejak awal berdiri, mendorong pertumbuhan UMKM adalah DNA Gojek, dan di periode penuh tantangan ini kami terus berupaya mengembangkan solusi yang lengkap, inklusif, dan mudah diterapkan yang membantu UMKM mempertahankan bisnis sekaligus mengembangkan skala usahanya,” katanya.

“Kami menerapkan prinsip gotong royong dalam membantu UMKM, yakni bekerja sama dengan banyak pihak khususnya pemerintah dan institusi lainnya yang memiliki misi serupa untuk mendorong UMKM naik kelas. Lewat inisiatif inklusif dari hulu ke hilir pada #MelajuBersamaGojek, harapannya kami bisa mempercepat transformasi UMKM dari bisnis tradisional menjadi usaha digital sehingga UMKM dapat terus berkontribusi positif untuk ekonomi Indonesia.”

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, dalam hal ini diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkop & UKM, Arif Rahman Hakim, mengatakan dengan bergabung di dalam platform digital, pelaku UMKM diharapkan mampu cepat beradaptasi.

“Pada saat ini baru 13% atau setara dengan 8 juta pelaku UMKM yang sudah terhubung dengan dunia digital. Melalui peluncuran #MelajuBersamaGojek, saya berharap digitalisasi UMKM akan terus saya dorong mencapai 10 juta UMKM go digital sampai akhir tahun ini sebagaimana ditargetkan pemerintah, semakin banyak solusi-solusi komprehensif yang akan diberikan bagi kemajuan UMKM Indonesia ke depan. Saya mengajak pelaku UMKM yang belum bergabung secara online dapat memanfaatkan berbagai keunggulan teknologi platform digital. Untuk yang sudah berada di dalam sistem online untuk terus melaju, tidak lupa disertai peningkatan kualitas produk/ jasa layanan, dan kapasitas produksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga skala usaha dapat terus meningkat,” katanya.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Pengawasan Pajak, Nufransa Wira Sakti, menanggapi inisiatif Gojek.

” Saya berharap inovasi dan solusi unggul yang diberikan oleh berbagai platform digital termasuk Gojek membantu UMKM dalam mengadopsi teknologi dan bertransformasi usahanya, dapat secara konsisten dilakukan. Selain itu, kondisi saat ini mengingatkan kita pentingnya mendorong pelaku UMKM di berbagai sektor menjadi formal, sehingga bagi pengambil kebijakan mudah menentukan strategi penyelamatan dan insentif secara akurat, tepat, dan cepat. Gerakan #MelajuBersamaGojek dan UMKM Indonesia ini saya harapkan hadir menjadi penyempurna seluruh dukungan berbagai inisiatif dan strategi Pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan semangat gotong royong lintas sektor.”

Inisiatif #MelajuBersamaGojek ini ditandai dengan diluncurkannya situs web www.melajubersamagojek.com yang dapat diakses oleh seluruh pelaku UMKM nusantara. Dalam situs web tersebut, para pelaku UMKM bisa mendapatkan solusi ekosistem Gojek yang paling tepat sesuai dengan bisnis mereka dipandu oleh rangkaian angket sederhana.

Berbagai ragam solusi inklusif dari hulu ke hilir yang dihadirkan ekosistem Gojek untuk para pelaku UMKM termasuk, Selly yaitu aplikasi keyboard dan dashboard yang memudahkan UMKM melayani pelanggan, MidTrans Payment Link yaitu solusi pembayaran paling lengkap untuk usaha online, GoBiz: aplikasi lengkap untuk manajemen usaha pelaku UMKM (pesan-antar, pengaturan promosi, pembayaran), Moka merupakan aplikasi kasir online dan alat pembayaran nontunai, GoSend & GoBox adalah layanan logistik dan pengiriman cepat, di dalam dan antar-kota, GoPay merupakan e-wallet dan e-money nomor satu di Indonesia, ada juga GoFood yaitu aplikasi pesan antar makanan terbesar di Asia Tenggara, dan GoShop adalah layanan belanja online dengan mudah.

Selain solusi teknologi, dukungan Gojek kepada UMKM turut diberikan melalui sederet program pelatihan dan peningkatan kapasitas seperti Gojek Wirausaha, Go-Nusantara, Komunitas Laris Manis GoSend, dan Komunitas Partner GoFood (KompaG).

Inisiatif #MelajuBersamaGojek juga diperkuat dengan semangat gotong royong melalui kolaborasi erat antara Gojek dan berbagai program dan instansi pemerintah, di antaranya adalah turut berpartisipasi aktif mengkampanyekan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), memperluas akses pelaku pasar tradisional melalui inisiatif Pasar Mitra Tani, serta menjalin kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) untuk penyaluran pinjaman bunga ringan untuk UMKM.

Andre menjelaskan bahwa dalam empat bulan terakhir, terdapat 120.000 UMKM baru yang bergabung ke dalam ekosistem Gojek dan mempertahankan bisnisnya di tengah situasi pandemi. Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menemukan 94% dari UMKM yang beralih go digital dan bergabung ke dalam ekosistem Gojek di tengah pandemi adalah usaha mikro, dan hampir setengahnya (43%) adalah pengusaha pemula.

“Sangatlah penting bagi UMKM konvensional untuk bertransformasi menjadi usaha digital agar mereka bisa beradaptasi sesuai perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak menggunakan platform digital untuk memenuhi segala kebutuhan,” jelas Andre.

Selanjutnya Andre menekankan bahwa mendukung UMKM merupakan komitmen jangka panjang perusahaan karya anak bangsa tersebut. Gojek sendiri telah membantu jutaan mitra usaha, yang mana 95% merupakan UMKM, untuk mengembangkan usahanya secara daring melalui berbagai layanan seperti GoFood, GoShop, GoPay, GoBox dan GoSend dengan menghubungkan mereka kepada lebih dari 170 juta pengguna yang telah mengunduh aplikasi Gojek.

Upaya Gojek dalam mendukung UMKM turut membantu ketahanan perekonomian Indonesia. Riset LD FEB UI mengungkapkan bahwa Gojek berkontribusi sebesar Rp 104,6 Triliun ke ekonomi Indonesia di tahun 2019. Menggunakan metode perhitungan PDB, nilai produksi di ekosistem Gojek setara dengan 1% PDB nasional di tahun 2019.

Kehadiran Gojek juga membantu tumbuhnya UMKM yang berada di luar ekosistem. Riset LD FEB UI mengungkapkan bahwa mayoritas (86%) UMKM di luar ekosistem Gojek seperti bengkel dan pedagang pasar mengalami peningkatan volume transaksi setelah ada Gojek di kotanya. Tidak hanya itu, sebagian dari mereka (33%) juga dapat membuka cabang usaha baru karena kehadiran Gojek. (rel/ram)

Perkuat Keandalan Listrik di Kota Medan, Gardu Induk 150 kV Selayang Sumut Beroperasi

JELASKAN: Manajer Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP) Jaringan Sumatera 1, Eko Sukmawanto (kiri) didampingi Assiten Manager Komunikasi dan CSR UIP Sumbagut, Effiaty Polapa, menjelaskan tentang GI Selayang, Senin (10/8).
JELASKAN: Manajer Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP) Jaringan Sumatera 1, Eko Sukmawanto (kiri) didampingi Assiten Manager Komunikasi dan CSR UIP Sumbagut, Effiaty Polapa, menjelaskan tentang GI Selayang, Senin (10/8).
JELASKAN: Manajer Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP) Jaringan Sumatera 1, Eko Sukmawanto (kiri) didampingi Assiten Manager Komunikasi dan CSR UIP Sumbagut, Effiaty Polapa, menjelaskan tentang GI Selayang, Senin (10/8).
JELASKAN: Manajer Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP) Jaringan Sumatera 1, Eko Sukmawanto (kiri) didampingi Assiten Manager Komunikasi dan CSR UIP Sumbagut, Effiaty Polapa, menjelaskan tentang GI Selayang, Senin (10/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero)  UIP Sumatera Bagian Utara telah rampung membangun Gardu Induk 150 kV Selayang yang terdiri atas 4 Bay Line, 1 Bay Couple, 1 Bay Trafo 60  MVA dan SUTT 150 kV Selayang – Incomer Double Phi , 4 CCT (4 KMS) di Desa Durin Jangak Kecamatan Pancurbatu.

Manajer Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP) Jaringan Sumatera 1, Eko Sukmawanto didampingi Assiten Manager Komunikasi dan CSR UIP Sumbagut, Effiaty Polapa menjelaskan, dengan beroperasinya gardu induk (GI) dengan kapasitas 60 MVA ini  memberi dampak yang positif. Misalnya menurunkan losses (kerugian), meningkatkan penjualan PLN dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Sumut dan Kota Medan.

“Unit Pelaksana Proyek Jaringan Sumatera 1 dalam mengerjakan proyek ini bersinergi dengan PT PLN (Persero) Pusmanpro selaku konsultan supervisi dan PT. Sapta Guna Utama (SGU) selaku pelaksana proyek,” ujar Eko Sukmawanto pada wartawan saat peninjauan ke lokasi, Senin (10/8).

Keberadaan GI sangat bagus karena memotong dari GI Namorambe ke Payageli, yang kemudian tersambung di GI Selayang. “Jadi, kita sambung di sini akan meningkatkan keandalan untuk daerah Pancurbatu, Selayang, Tuntungan dan sekitarnya. Karena selama ini listrik di kawasan tersebut disuplay melalui GI Namorambe. “GI Namoramber terlalu jauh untuk mensuplay di kawasan Pancurbatu, Selayang, Tuntungan dan sekitarnya sehingga kerugiannya cukup tinggi. Dengan keberadaan GI Selayang ini secara otomatis mengurangi kerugian,” papar Eko lagi.

Sedangkan proyek tersebut, lanjut Eko, menelan anggaran sekitar Rp111 miliar, di mana untuk pembangunan tower dan gardu Rp99 miliar dan untuk trafonya sekitar Rp12 miliar. “GI ini berdiri di atas lahan sekitar 4 hektre, lahannya kita beli dari masyarakat yang sudah kita bebaskan dan sudah dibayar lunas,” kata Eko lagi.

Sebelumnya, General Manager, Octavianus Padudung bersama jajarannya menyaksikan langsung pemberian tegangan pada Gardu Induk Selayang pada Kamis (30/7) lalu. (ila/ram)

Warga Sarirejo Menolak Wajib Bayar Tanah yang Telah Dimenangkan di MA

ASPIRASI: Formas Sarirejo menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Keuangan Negara (GKN) Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (10/8).
ASPIRASI: Formas Sarirejo menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Keuangan Negara (GKN) Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (10/8).
ASPIRASI: Formas Sarirejo  menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Keuangan Negara (GKN) Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (10/8).
ASPIRASI: Formas Sarirejo menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Keuangan Negara (GKN) Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (10/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Masyarakat (Formas) Sarirejo tak terima atas kabar bahwa untuk memiliki tanah yang telah puluhan tahun mereka tempati, mesti diganti rugi alias dibayar ke negara. Mereka menolak kebijakan tersebut.

Sekitar ribuan massa tersebut menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Keuangan Negara (GKN) Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (11/8). Pantauan Sumut Pos di sepanjang jalan tersebut sekitar pukul 12.30 WIB, massa aksi telah berkumpul di sana bahkan hingga ke arah kantor Gubernur Sumut.

Dalam aksinya, massa turut membawa bendera dan poster-poster tuntutan. Aksi unjuk rasa ini untuk menuntut pelepasan hak tanah Sarirejo kepada masyarakat. “Kenapa BUMN menyuruh kami membayar tanah yang sudah kami miliki dengan catatan harus dicicil?” tanya salah seorang peserta aksi.

Warga tegas dia menolak membayar tanah karena sudah ditempati sejak 72 tahun lalu. Sebab, mereka khawatir ketika tidak mampu membayar, maka tanah akan diambil kembali. “Apa maksudnya bisa dicicil? Kalau begitu peraturannya sama dengan peraturan mencicil sepeda motor, kalau tiga bulan kami tidak bayar akan ditarik lagi,” katanya.

Ketua Formas Sarirejo, Pahala Napitupulu yang memimpin aksi itu juga menyatakan bahwa mereka menolak jika harus membayar atas ganti rugi tanah seluas 258,9 hektare tersebut. Apalagi lahan tersebut diakuinya telah dimenangkan Formas Sarirejo atas sengketa dengan pihak TNI AU dengan beberapa putusan pengadilan.

Menurutnya, kebijakan pemerintah memaksa masyarakat Sarirejo membayar ganti rugi tanah itu sangat tidak adil. Pahala pun mendesak pihak Kanwil Pajak Sumut melepaskan tanah Sarirejo dikeluarkan dari daftar barang milik negara karena tanah itu telah dimenangkan masyarakat dalam perkara. “Kita tidak boleh membayar tanah itu sebagai BMN (Barang Milik Negara). Tidak ada dasar hukumnya,” tegas dia.

Massa sendiri datang dengan mengendarai beberapa unit mobil pikap, odong-odong, dan sepeda motor. Dampak dari aksi itu, arus lalulintas di Jalan Diponegoro dan Jalan Kartini Medan tidak bisa dilintasi karena massa memblokade.

Sejumlah kendaraan yang menerobos jalan itu, dipaksa putar balik oleh petugas. Pun demikian, demonstrasi tersebut berlangsung tertib dan damai. Aparat kepolisian melakukan penjagaan secara ketat. Sembari menunggu perwakilan GKN menerima aspirasi mereka, secara bergiliran massa berorasi, berjoget-joget, dan bernyanyi. Usai aksi dari depan gedung GKN, massa melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Sumut dan Kantor BPN Sumut, Jalan Brigjend Katamso Medan.

Informasi yang diperoleh di Kantor BPN Sumut, sebanyak 16 orang yang mewakili 9 lingkungan Kelurahan Sarirejo, Medan Polonia masuk ke kantor itu. Aksi protes tersebut juga dipicu, setelah masyarakat menyimak surat KSPRI No. B 36/ KSP/DII/06/2020 pada 24 Juli 2020. Diketahui bahwa, surat tersebut hal pemberitahuan progres penanganan konflik agraria di Sumut berdasarkan surat Kementrian ATR/BPN yang ditandatangani oleh Deputi II.

Dalam surat tersebut Formas menyimpulkan bahwa, TNI AU Soewondo mendapat lokasi pengganti antara lain lokasi PTPN – II sesuai kriteria TNI AU. Eks pangkalan akan dibangun oleh Kementrian BUMN. Masih dalam isi surat itu, masyarakat dapat tetap menguasai tanah yang ditempati dengan hak setelah membayar aset BMN yang nilainya ditentukan dengan appraisal dengan memertimbangkan potongan dan dapat dicicil. (prn/ila)

Satpol PP Kembali Razia Masker, Sudah 1.700 Lebih KTP Ditahan

KEMBALIKAN KTP: Petugas Satpol PP mengembalikan KTP para pelanggar Perwal ‘wajib masker’, kepada pemiliknya di Gelanggang Remaja Medan, Jumat (8/5).
KEMBALIKAN KTP: Petugas Satpol PP mengembalikan KTP para pelanggar Perwal ‘wajib masker’, kepada pemiliknya di Gelanggang Remaja Medan, Jumat (8/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Razia Masker kembali dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan pada Senin (10/8) kemarin. Kali ini, Satpol PP Kota Medan melakukan razia masker di inti kota, yakni di kawasan Lapangan Merdeka Kota Medan. Dari awal razia hingga saat ini, terhitung sudah 1.700 lebih Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga Medan yang ditahan akibat tidak mengenakan maskern

“Hari ini (kemarin) kita lakukan razia masker di inti kota, di Lapangan Merdeka Medan. Razia dari pagi sampai siang, menjelang Salat Zuhur,” ucap Kepala Satpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan kepada Sumut Pos, Senin (10/8).

Dijelaskan Sofyan, dari hasil razia kemarin, terjaring sebanyak 15 lembar KTP masyarakat yang tidak menggunakan masker. Dari jumlah itu disimpulkan, bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker telah semakin baik.

“Hari ini (kemarin,Red) terjaring 15 KTP, jumlah itu jauh sekali menurun kalau dibandingkan razia-razia yang kita lakukan dulu. Ini jelas sekali menunjukan kalau kesadaran masyarakat dalam memakai masker sudah semakin baik,” jelasnya.

Sejak awal Satpol PP melakukan razia masker, yakni sejak adanya Perwal No.11/2020 dan ditambah adanya Perwal No.27/2020, jumlah KTP yang ditahan telah melebihi 1.700 KTP.

“Total KTP yang selama ini sudah kita lakukan penahanan ada sebanyak 1.712 lembar. Kita harapkan agar masyarakat Kota Medan semakin meningkatkan kesadarannya dalam memakai masker, begitu juga untuk masyarakat sekitar Kota Medan yang sering melakukan perjalanan dan beraktivitas di Kota Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Medan dinilai tidak punya upaya baru dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan, khususnya pada wilayah perkantoran yang saat ini menjadi klaster-klaster penyebaran baru Covid-19 yang mampu menambah angka penyebaran secara signifikan di Kota Medan.

Ditanya mengenai langkah-langkah apa yang akan diterapkan oleh GTPP Covid-19 Medan terhadap klaster-klaten baru di wilayah perkantoran, gugus tugas tak memberikan solusi yang baru. “Ya akan kita semprot, seperti biasa lah,” jawab Sekretaris GTPP Covid-19 Medan, Arjuna Sembiring kepada Sumut Pos, Senin (10/8).

Dikatakan Arjuna yang merupakan Kepala Badan Penanggulangan Kencan Daerah (BPBD) Kota Medan itu, sampai saat ini, pihaknya terus melakukan penyemprotan-penyemprotan di wilayah perkantoran, baik perkantoran yang merupakan kantor kerja Pemko Medan ataupun tidak.

“Kita semprot kalau ada permintaan. Untuk Kejatisu, itu dikerjakan oleh gugus tugas Provinsi, setahu saya begitu, karena mereka Forkopimda nya Sumut. Waktu itu kita ada semprot beberapa Forkopimda Kota Medan. Begitupun kalau diminta untuk menyemprot kantor-kantor yang bukan Forkopimda kita tapi ada di Kota Medan, kita siap,” jawabnya.

Selain itu, kata Arjuna, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi Perwal AKB di Kota Medan. Salah satunya, Pemko Medan masih melakukan razia-razia masker baik di kawasan perbatasan maupun di inti Kota Medan.

“Satpol PP masih terus melakukan razia masker, hari ini pun mereka terus melakukan razia. Intinya, setiap OPD terkait masih terus melakukan tugasnya masing-masing, semua masih berjalan dengan tugasnya,” bebernya.

Soal kantor-kantor yang disebut sebagai klaster baru, Arjuna mengatakan tidak ada kewajiban untuk menuntupnya. Namun, menutup kantor adalah hak masing-masing pihak kantor bila dirasa hal itu penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 sesuai Perwal No.27/2020.”Kalau mau ditutup, ya bagus-bagus saja. Tapi kalau tidak ditutup juga tidak ada paksaan, selama kantor yang dibuka tetap menjaga protokol kesehatannya,” ujarnya.

Seperti diketahui, dari sejumlah OPD yang ada di jajaran Pemko Medan yang telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, hanya Dinas PKPPR (Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang) yang telah menutup kantornya saat terjadi penularan di kantornya.

Menanggapi hal ini, anggota Pansus Covid-19 Kota Medan, M Rizki Nugraha menilai bahwa apa yang dilakukan gugus tugas hanya sebuah tindakan normatif, tidak ada peningkatan tindakan untuk kasus-kasi baru tang ditemukan pada klaster-klaster yang baru.

“Kita melihatnya mereka berjalan saja. Ya pokoknya kerja saja, tapi tidak ada solusi ataupun peningkatan upaya. Disaat semua sudah semakin parah penularannya, mereka masih bekerja dengan biasa-biasa saja. Itu yang kita sayangkan,” ucap Rizki kepada Sumut Pos, Senin (7/8).

Upaya penyemprotan dan lain sebagainya, kata Rizki, tidak lah cukup. Sebab semua hal itu tidak terbukti efektif dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Sebaliknya, masyarakat yang terus diminta pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Sosialisasi tidak berjalan, kita sudah bilang kalau gugus tugas harus melibatkan tokoh masyarakat ataupun tokoh-tokoh agama dalam memberikan sosialisasi. Lalu kita juga minta supaya mereka bisa memberikan solusi-solusi baru dari para ahli, itu makanya kita berkali-kali minta gugus tugas untuk melibatkan para ahli di bidangnya masing-masing untuk memberikan upaya pencegahan maksimal dalam hal ini,” pungkasnya. (map/ila)

Pemprovsu Minta ASN Netral di Pilkada 2020

Ahmad Rasyid.
Ahmad Rasyid.
Ahmad Rasyid.
Ahmad Rasyid.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendesak Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap netral jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hal ini dilakukan demi menciptakan Pilkada yang demokratis sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Di Sumut sendiri ada 23 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak 9 Desember 2020. Melalui Surat Edaran (SE) Pemprov Sumut meminta kepada seluruh ASN untuk tidak ikut terlibat politik jelang Pilkada.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memiliki tugas pengawasan, monitoring dan pembinaan kepada kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada. Dalam rangka pembinaan, kita sudah mengeluarkan Surat Edaran agar ASN tidak terlibat secara politik di Pilkada,” tegas Kabag Penataan dan Pendapatan Daerah Biro Otda dan Kerja Sama Setdaprov Sumut Ahmad Rasyid Ritonga usai menghadiri webinar Netralitas dan Kewaspadaan Politisasi ASN dalan Pilkada di lantai 6 Kantor Gubernur Sumut, Senin (10/8).

Selain itu, Pemprovsu juga mengeluarkan Surat Edaran agar pemimpin daerah tidak memanfaatkan bantuan sosial untuk kampanye.

Pemerintah sendiri memiliki sanksi tegas terkait netralitas ASN di Pilkada. Berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, hukuman bagi pelanggar netralitas ASN dimulai dari teguran tertulis hingga pemecatan tidak hormat.

“Terkait sanksi kita berpedoman pada PP Nomor 53 terkait Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Secara berjenjang akan kita lihat pelanggaran yang dilakukan, melihat tingkat kesalahannya. Sanksinya dari teguran tertulis hingga pemberhentian tidak hormat. Jadi, ASN tidak boleh main-main,” kata Rasyid.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan sampai saat ini masih ada ASN yang terlibat politik jelang Pilkada. Begitu juga dengan kepala daerah, menurutnya masih ada yang memanfaatkan ASN untuk membantunya memenangkan Pilkada.

Penyebab terjadinya pelanggaran netralitas menurut hasil survei Bidang Pengkajian dan Pengembangan Sistem, KASN tahun 2018 yang terbesar adalah motif mendapatkan jabatan, materi dan proyek (43,45%), sedangkan penyebab lainnya seperti adanya hubungan kekeluargaan (15,4%), tidak paham regulasi (12,1%) dan intervensi 7,7%. Selain itu juga karena kurangnya integritas ASN (5,5%), tidak netral dianggap lumrah (4,9%) dan sanksi lemah (2,7%).

“Itu masih ada saja sampai saat ini, berbondong-bondong menjadi tim sukses dan bila menang berharap mendapat jabatan. Ini jangan terjadi lagi. Jangan sampai ASN terlibat jadi tim sukses karena itu membuat Pilkada tidak demokratis dan tidak adil,” kata Tjahjo Kumolo, saat memberikan arahan pada webinar yang dihadiri provinsi se-Indonesia dan beberapa pemerintah kabupaten/kota.

Berdasarkan penjelasan salah satu sumber webinar, Komisioner KASN Bidang Nilai Dasar Kode Etik Kode Prilaku dan Netralitas Arie Budhiman, hingga Juli 2020, ada 456 laporan terkait netralitas ASN dan 344 yang terbukti melanggar. Hanya saja baru 189 kasus yang sudah ditindaklanjuti.

Menurut Arie, angka tersebut masih kecil walau ada peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Yang sudah ditindaklanjuti itu 54,9%. Itu sebenarnya masih kurang walau bila dibandingkan dengan tahun lalu cukup signifikan (tahun lalu baru mencapai 38%). Top 5 jabatan ASN yang melanggar itu jabatan pimpinan tinggi (27,6%), fungsional (25,4%), administrator (14,3%), pelaksana (12,7%), camat/lurah (9%). Jadi, ini perlu kita waspadai bersama,” terang Arie.

Kepala Bawaslu RI Abhan berharap lembaga-lembaga negara dan masyarakat semakin ketat mengawasi tindak-tanduk kepala daerah dan ASN menjelang Pilkada, agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan. Menurutnya Pilkada yang demokratis akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan pemerintahan yang lebih baik lagi.

“Bila sejak Pilkada ASN sudah terlibat, maka pemenang memiliki utang budi atau apapun itu yang perlu diberikan kepada ASN, entah itu jabatan, proyek, materi dan lainnya. Ini akan membuat pemerintahan tidak sehat. Ini akan menghambat pemerintah yang profesional. ASN siapapun kepala daerahnya harus tetap menjunjung tinggi profesionalitas,” tegas Abhan. (prn/ila)

Crown Group Lirik Proyek Hunian Terbaru di Indonesia

Dinilai Pasar Potensial

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pertama dalam sejarah perusahaan, Indonesia didaulat menjadi lokasi pertama bagi Crown Group memperkenalkan proyek hunian terbarunya bahkan mendahului Sydney dan Melbourne.

 Menurut Direktur Pemasaran & Penjualan Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo, secara historis semenjak medio 90-an, masyarakat Indonesia lebih mengenal Kota Melbourne dibandingkan Kota Sydney.

“Belum lagi jumlah siswa Indonesia yang melanjutkan studinya di Melbourne. Saya kira wajar apabila kami memperkenalkan proyek Melbourne di Indonesia terlebih dahulu dibandingkan Sydney,” katanya melalui keterangan tertulis kepada Sumut Pos, Senin (11/8).

“Bahkan saya punya keyakinan jika penjualan proyek hunian pada tahun 2020 ini, Indonesia akan melebihi Sydney,” sambung alumnus University of Sydney ini.

 Melbourne yang notabene ibukota negara bagian Victoria merupakan kota dengan pertumbuhan jiwa tercepat di Australia semenjak 2011 dengan rata-rata pertumbuhan penduduk mencapai 2,55% per tahun.

Sementara dalam 12 bulan terakhir, pertumbuhan di kota terbesar kedua di Australia tersebut mencapai 2,65% dan penduduk Melbourne diperkirakan akan mencapai 5 juta jiwa pada 2030.

“Yang perlu diketahui adalah pertumbuhan penduduk di Kota Melbourne dipengaruhi oleh arus migrasi yang cukup deras baik dari internasional maupun domestik. Tidak mengherankan, karena Melbourne juga menjadi World’s Most Liveable Cities selama 2 tahun terakhir oleh Economist Intelligence Unit (EIU) Global Liveability Index,” tutup Tyas.

 Sales Manager Crown Group Indonesia, Reiza Arief, menambahkan bahwa daya tarik lain yang dimiliki Melbourne karena telah dikenal sebagai kota pendidikan di Australia. Kota dimana institusi pendidikan terbaik di negara Kanguru berada. “Melbourne University, RMIT, Monash, Swinburne, Deakin adalah beberapa institusi pendidikan terbaik di Australia. Dan satu hal yang juga menarik dari Melbourne adalah, living cost yang lebih rendah dibandingkan Sydney,” katanya.

 Aksesnya, imbuh dia, semua ini mengakibatkan booming industri properti di kota itu namun dengan harga per meter persegi yang lebih rendah dibandingkan Sydney sebagai kota terbesar di Australia. “Oleh sebab itulah kenapa Melbourne lebih populer bagi masyarakat Indonesia terutama mereka yang merupakan first time buyers/investors,” tutup pria jebolan Monash University yang sudah berkecimpung di dunia properti Australia selama lebih dari satu dasawarsa.

 Sementara menurut Principal & Partner SGS Economic Planning, Terry Rawnsley, pada 2018-2019 kontribusi Melbourne terhadap pertumbuhan ekonomi Australia mencapai 39,8%, yang merupakan kontribusi terbesar dari seluruh wilayah Australia. Sementara GDP Melbourne pada periode yang sama mencapai Rp3,690 triliun.

“Meskipun terjadi penutupan sektor manufaktur, kami mencermati bahwa pertumbuhan GDP Melbourne selama empat tahun terakhir adalah yang terkuat dalam kurun waktu 15-20 tahun. Ini semua karena terjadi perubahan ekonomi yang substansial dari industri manufaktur ke jasa keuangan, profesional, konstruksi dan layanan kesehatan yang saat ini menjadi kontribusi terbesar perekonomian Melbourne. Dengan kondisi ini Melbourne jelas menempel ketat Sydney sebagai lokomotif ekonomi Australia,” urainya.

 Proyek perdana Crown Group di Melbourne ini merupakan hunian vertikal karya Koichi Takada yang terinspirasi dari bentuk lipatan pita yang menginterpretasikan kawasan Southbank sebagai distrik seni terkenal di Melbourne. Hunian vertikal yang berdiri di 175 Sturt Street, Southbank ini terdiri dari dua menara akan menampilkan 144 unit apartemen mewah yang terdiri dari studio, 1, 2 dan 3 kamar tidur.

Lokasi strategis ini berada tepat di depan penghentian trem dan hanya berjarak 5 menit dari Australian Centre of Contemporary Art dan 15 menit dari Crown Casino yang merupakan entertainment complex terbesar di Melbourne. Untuk informasi yang lebih lanjut, silahkan kunjungi www.crowngroup.com.au/melbourne. (rel/prn)

Gayantara Nasdem DPW Sumut Kunjungi Bang Anas yang Terserang Stroke

KUNJUNGI SENIMAN : Gayantara Nasdem DPW Sumut saat mengunjungi seniman/musisi senior tradisi di Sumatera Utara, Nasrulsyah pada Sabtu, 8 Agustus . Pada kesempatan ini Gayantara memberikan penghargaan dan juga donasi.
KUNJUNGI SENIMAN : Gayantara Nasdem DPW Sumut saat mengunjungi seniman/musisi senior tradisi di Sumatera Utara, Nasrulsyah pada Sabtu, 8 Agustus . Pada kesempatan ini Gayantara memberikan penghargaan dan juga donasi.
KUNJUNGI SENIMAN : Gayantara Nasdem DPW Sumut saat mengunjungi seniman/musisi senior tradisi di Sumatera Utara, Nasrulsyah pada  Sabtu, 8 Agustus . Pada kesempatan ini Gayantara memberikan penghargaan dan juga donasi.
KUNJUNGI SENIMAN : Gayantara Nasdem DPW Sumut saat mengunjungi seniman/musisi senior tradisi di Sumatera Utara, Nasrulsyah pada Sabtu, 8 Agustus . Pada kesempatan ini Gayantara memberikan penghargaan dan juga donasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian terhadap seniman yang telah menghasilkan karya karya yang telah dinikmati banyak orang, pengurus dan anggota Gayantara (Liga Budaya Nusantara ) Nasdem DPW Sumut yang merupakan salah satu sayap dari partai Nasdem mengunjungi seniman /musisi senior tradisi di Sumatera Utara, Nasrulsyah pada Sabtu (8/8) kemarin di kediamannya di Jalan Beringin Bogak Dusun 1 Serdang Bedagai.

Nasrulsyah atau yang akrab di panggil bang Anas merupakan anak dari M. Nasir pencipta lagu-lagu Melayu yang sangat populer di zamannya dan tetap digemari sampai saat ini. Beberapa alat musik yang dikuasai bang Anas seperti, accordion, biola, saxophon, guitar, dan piano.

Namun, saat ini bang Anas mulai terkena penyakit stroke dan sudah mulai sulit berbicara dan jari-jari pun mulai kaku untuk memainkan musik, sehingga ia tidak dapat lagi menghasilkan karya-karya.

Hadir dalam kegiatan kunjungan ini Ketua Gayantara Nasdem DPW Sumut Budi F Putra, SE, MAP didampingi Ketua pelaksana kegiatan Chairika Nasution, S.AP, MAP. Turut hadir Ir. Tengku Reizan Ivansyah (Wakil Ketua )Tengku Indrawansyah, S.sos (Bendahara) dan beberapa anggota Gayantara.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Gayantara Nasdem DPW Sumut. Selain bersilaturahmi, pada kesempatan ini, Gayantara memberi semangat dan penghargaan juga memberi bingkisan dan donasi kepada bang Anas,” ujar Ketua Gayantara Nasdem DPW Sumut Budi F Putra, SE, MAP.

Dikatakan Budi, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap para seniman. ‘’Jangan dilihat dari apa yang kami berikan. Tetapi lihatlah niat, kepedulian kami dan keikhlasannya. Saya berharap agar pihak pemerintah maupun pihak-pihak lain dapat lebih memperhatikan seniman-seniman yang selama ini sudah berkarya. Seperti bang Anas ini, keadaannya sungguh memprihatinkan. Terlebih lagi dalam situasi terdampak pandemi Covid 19 saat ini,’’ ujar Budi.

Budi mengatakan, kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin setiap bulan. ‘’Dalam kegiatan Gayantara Peduli, kami akan bersilaturahim kepada para seniman-seniman khususnya,” pungkas Budi.

Ketua Pelaksan, Chairika Nasution, S.AP, MAP berharap, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, mereka semua khususnya kawula muda bisa lebih memahami sejarah musisi Melayu yang sampai sekarang masih populer kita dengar. “Sekaligus kita mengajak para kawula muda untuk tidak menghilangkan tradisi-tradisi budaya Melayu,’’ harap Chairika. (sih/rel)

Semarakkan HUT RI,Lapas Binjai Gelar Pekan Olaraga

SEMARAKKAN: Kalapas Kelas IIA Binjai, Maju Amintas Siburian membuka lomba untuk menyemarakkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, yang diawali pertandingan bola voli.

BINJAI, SUMUTPOS.CO-Menyemarakkan peringatan HUT ke-75 kemerdekaan RI, Lapas Kelas IIA Binjai menggelar pekan olahraga dan seni.

“Acara ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun,” kata Kalapas Kelas IIA Binjai Maju Amintas Siburian, Senin (10/8).

 Dia menambahkan, kegiatan ini digelar juga sebagai ajang silaturahim antara wargabinaan dan petugas Lapas Binjai. Sebab, kegiatan tersebut disemarakkan oleh wargabinaan dan petugas.

 Adapun lomba yang digelar yakni, voli, tenis meja, catur, tarik tambang dan aneka lima menarik mainnya. Pembukaan yang dilakukan Maju didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Binjai, Rinaldo Tarigan ditandai dengan pemukulan bola voli.

 “Pekan Olahraga dan Seni berlangsung sampai dengan tanggal 16 Agustus 2020,” pungkasnya. (ted/han)

Menembus Batas

Wolves v Sevilla (Live SCTV, pkl 02:00 WIB)

ANDALAN: Raul Jiminez bakal menjadi andalan Wolverhampton Wanderers saat melawan Sevilla di babak delapan besar Liga Europa.

BERLIN, SUMUTPOS.CO – Untuk pertama kalinya dalam 48 tahun terakhir, Wolverhampton Wanderers mampu lolos ke babak perempatfinal Liga Europa. Namun mereka tidak akan berhenti. Wolves berambisi untuk menembus batas dan lolos ke semifinal.

Wolverhampton memang tampil mengejutkan pada Liga Europa musim ini. Tidak ada yang menyangka tim asal Inggris tersebut mampu lolos ke babak delapan besar, setelah mengalahkan Olympiakos Piraeus di babak 16 besar.

Pelatih Wolves Nuno Espirito Santo mengaku gembira dengan keberhasilan timnya menembus babak delapan besar. Namun dia berharap agar sepak terjang mereka tidak berhenti di babak ini. Wolves sangat berambisi lolos ke semifinal.

“Ini jalan yang panjang dan hari ini kami membuatnya sepadan. Sepak bola memberi kami momen-momen indah dan buruk, tetapi sangat menyenangkan berkompetisi. Inilah yang disukai para pemain kami, mereka suka bermain sepak bola,” kata Nuno Espirito Santo di laman tim.

Tapi langkah Wolves tidak akan mudah. Mereka harus menghadapi tim spesialis Liga Europa, Sevilla di Stadion MSV-Arena, Jerman, Rabu (12/8) dini hari WIB. Ini merupakan pertama kalinya kedua tim bertemu sepanjang sejarah.

Sevilla bukan tim sembarangan. Tim asal Spanyol itu melaju ke babak delapan besar usai mengalahkan AS Roma di babak 16 besar. Selain itu, tim berjuluk Los Nervionenses ini juga sedang dalam tren bagus. Mereka tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Pelatih Sevilla Julen Lopetegui memuji penampilan pemainnya saat melawan AS Roma. Dia berharap timnya bisa mempertahankan perfoma tersebut.

“Kita lihat saja nanti. Yang paling penting saat ini adalah tetap tenang dan berusaha memulihkan kondisi jelang laga berikutnya. Yang jelas, kami pantas lolos,” ujar Lopetegui.

Sevilla diprediksi bisa menurunkan tim terbaik. Gelandang Nemanja Gudelj merupakan satu-satunya pemain yang diperkirakan tidak bisa memperkuat tim. Pasalnya, Gudelj dikonfirmasi positif Coronavirus pekan lalu.

 Sementara itu, di kubu Wolves, keberhasilan menyingkirkan Olympiakos harus dibayar mahal. Wing back Jonny Otto cedera dalam laga tersebut dan tidak bisa berpartisipasi di perempat final. Bek muda Ruben Vinagre diprediksi akan diturunkan menggantikan peran Jonny.

“Hasil scan mengkonfirmasi rekaman klinis atas cedera pada ligamen anterior yang membutuhkan perbaikan bedah. Semua ini sudah ditangani dan seluruh tim berharap Jonny akan baik-baik saja untuk proses pemulihan cederanya itu,” kata dokter Wolves, Matt Perry. (bbs/dek)