MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebaran Covid-19 di klaster perkantoran kembali bertambah. Setelah kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), penyebaran Covid-19 mulai merambah gedung DPRD Kota Medan. Seorang pegawai di Sekretariatan DPRD Kota Medan, dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil swab.
Diketahui, pegawai tersebut merupakan seorang ASN bernama Lili Carolina Batubara yang saat ini menjabat sebagai Kassubag Risalah dan Persidangan. Selain itu, ada satu pegawai lainnya berinisial HS, masih menunggu hasil swab yang sampai kemarin belum keluar.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Medan, Hj Alida ketika dikonfirmasi terkait hal itu membenarkannya. Dijelaskannya, Kasubbag Risalah dan Persidangan, Lili Carolina sebelumnya telah memiliki riwayat perjalanan ke Kota Bandung. “Beberapa pekan yang lalu, Lili sempat ke Bandung untuk menghadiri wisuda dua anaknya yang lulus IPDN,” jelas Alida, Senin (10/8).
Lebih lanjut, Kabag Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Kota Medan itu juga mengatakan, usai dari Bandung, Lili mengalami demam tinggi. “Awalnya dikira hanya demam biasa, rupanya tidak. Akhirnya diperiksa, diswab dan hasilnya positif,” bebernya.
Alida menyebutkan, kondisi Lili saat ini dalam keadaan baik. Menurutnya, Covid-19 bukanlah aib yang harus ditutupi, jadi tidak perlu malu ketika sudah terjangkit Covid-19. “Saya bilang sama beliau, banyak berdoa. Mudah-mudahan sembuh,” sebutnya.
Selain Lili, masih ada lagi seorang Kasubbag lainnya di Sekretariat DPRD Medan yang sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Kota Medan. “Kalau yang satu lagi saya kurang tahu. Tapi yang saya dengar belum keluar hasil swab-nya,” jelasnya.
Alida menyebutkan, meskipun sudah ada pegawai ataupun ASN yang dinyatakan Covid-19, namun aktivitas di gedung DPRD Medan masih berjalan seperti biasa. Tetapi kedepannya, ia berencana untuk mengurangi aktivitas ASN dan PHL yang ada pada gedung DPRD Medan yang terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis No.1 Medan tersebut. “Jam kerja rencananya mau dibuat shift, mengindari kerumuman. Nanti akan dibuat aturannya. Hari ini seluruh ruangan sudah disemprot disinfektan. Kita belum bisa memastikan akan menutup atau menghentikan seluruh operasional di gedung DPRD Medan ini atau tidak,” pungkasnya.
Kejatisu Tak Lockdown
Sementara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) tetap melakukan aktivitas seperti biasa, meski tiga pegawai dan dua jaksa terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada wartawan, Senin (10/8) siang.
“Masih normal, tak ada istilahnya kita isolasi atau lockdown. Tetap berjalan seperti biasa,” ucapnya kepada Sumut Pos.
Sementara, disinggung Kejatisu menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 untuk perkantoran, Sumanggar bersikukuh lockdown tidak bisa diterapkan di Kejatisu. “Tetaplah nggak bisa kami lockdown atau WFH (work form home) di kejaksaan ini. Karna sifat kita kan pelayanan,” katanya.
Menurutnya, untuk menetapkan status lockdown ataupun WFH, harus rekomendasi gugus tugas ataupun Jaksa Agung. “Iyalah,” tandas Sumanggar.
Sebelumnya, Kejatisu bertindak cepat setelah sejumlah pegawainya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Kajatisu Amir Yanto, telah memerintahkan personelnya yang dinyatakan positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Kajatisu menegaskan, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid19, pihaknya mengandeng Gugus Tugas Pemprovsu melakukan rapid test baik terhadap jaksa, pegawai serta honorer.
Disebutkannya, dari hasil pemeriksaan rapid test sejumlah personelnya ada yang reaktif, sedangkan hasil tes swab sebagian dinyatakan positif. “Kalau jumlah yang positif, lebih dari satu orang. Dimana yang dinyatakan positif langsung diperintahkan untuk melaksanakan isolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit,” ucapnya, Minggu (9/8).
Selain itu, disampaikannya, pihaknya juga telah melaksanakan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan kerja, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19. Begitu juga bagi seluruh jaksa, pegawai dan honorer serta tamu wajib menaati protokol kesehatan. (man/map)
Grafis perolehan hibah diterima UMSU dari Kemendikbud
MEDAN sumutpos.co- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses meraih hibah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kemudian, UMSU menduduki urutan 24 di tingkat nasional dan urutan 4 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Hal itu, diungkapkan oleh Rektor UMSU Dr Agussani MAP kepada watawan di Medan, Senin (10/8). Ia menjelaskan UMSU ada 43 proposal PKM yang berhasil lolos dibiayai Kemendikbud untuk berkompetisi di Pekan Ilmiah Nasional Tahun 2020. Jumlah ini, terbanyak di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut. Lanjut, Agussani mengatakan, bangga dengan berbagai capaian prestasi yang diraih mahasiswa, meski dalam situasi pandemi Covid-19. Hal ini membuktikan semangat untuk menjadi yang terbaik yang ditunjukkan oleh mahasiswa masih terjaga dengan baik.
“Berbagai prestasi yang diraih mahasiswa sangat membanggakan. Kita bersyukur dengan prestasi yang diraih mahasiswa karena prestasi itu menjadi jawaban atas kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada UMSU,” tutur Agusani. Menurutnya, prestasi yang diraih sekarang merupakan bentuk pencapaian dari perjuangan dan komitmen dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa. Ia menjelaskan prestasi mahasiswa juga tidak terlepas dari komitmen dan kerja keras seluruh pimpinan fakultas dan prodi atas dasar rasa kebersamaan dan juga dedikasi pada universitas. “Bangun terus kebersamaan dan raih terus prestasi,” kata Agusani. Saat ini, Agussani mengungkapkan UMSU sedang konsen dalam peningkatan kualitas dan fasilitas dengan mengikuti perkembangan-perkembangan secara internasional.”UMSU terus berupaya dengan sungguh-sungguh dan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita menjadi universitas berkelas internasional,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Student Research And Creative Center, Fatimah Sari SPd MPd mengatakan, ajang PKM bertujuan tidak hanya mengasah kemampuan menulis proposal saja, tetapi merupakan proses dalam pembelajaran sebagai mahasiswa,.
“PKM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memgasah kemampuan menjadi pemimpin yang memiliki kemandirian serta menjadi pribadi kreatif dan inovatif. Selain itu PKM juga mengasah keberanian dan semangat berkomperisi serta kemampuan kerja sama, dan tanggung jawab,” jelasnya. Lebih lanjut, untuk bisa memenangkan hibah, setiap proposal yang disusun harus memenuhi kriteria penilian yang disusun pihak kementerian dan kebudayaan. Proposal PKM yang dikirimkan harus benar-benar komperitif dan tidak ada batasan topik. Dia berharap, pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2020, proposal yang didanai Kemendikbud bisa meraih hasil maksimal.”UMSU brrharap proposal yang didanai bisa mendapat penghargaan terbaik di ajang Pimnas,” pungkasnya.(gus/azw)
JUBIR: Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan.
JUBIR: Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasien sembuh Covid-19 di Sumatera Utara terus bertambah. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Pada Senin (11/9) sore, tercatat ada 27 orang penambahan kasus sembuh dan totalnya kini menjadi 2.097 orang.
Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan mengatakan, penambahan 27 pasien sembuh tersebut tersebar pada empat kabupaten dan kota. Antara lain Medan 21 orang, Deliserdang 1 orang.
Langkat 1 orang, dan Batubara 4 orang. “Adapun pasien sembuh sekarang berjumlah 2.097 orang, untuk suspek berjumlah 564 orang, terkonfirmasi positif berjumlah 4.948 orang (meningkat 129 orang), dan meninggal bertambah 1 orang atau kini berjumlah 226 orang,” katanya menjawab Sumut Pos.
Dia mengungkapkan, untuk penambahan kasus positif sebanyak 129 orang, tersebar di Medan 72 orang, Pematangsiantar 7 orang, Binjai 1 orang, Tebingtinggi 1 orang, Deliserdang 14 orang, Karo dan Asahan 1 orang, Serdangbedagai 5 orang, Batubara 2 orang, dan di luar Sumut 2 orang.
Sedangkan pasien meninggal bertambah 1 orang asal Kota Binjai.
Tegur
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumut, Nawal Lubis mengajak anggota PKK untuk saling mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Termasuk menegur masyarakat yang tidak memakai masker, agar Covid-19 tidak semakin menyebar.
“Pembagian masker sudah sering kita lakukan. Kota Medan juga saya yakin membagikan masker juga. Namun yang utama saya minta pada masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Saya minta juga masyarakat terkhusus anggota PKK yang melihat masyarakat tidak memakai masker agar menegur dan saling mengingatkan,” ucapnya saat memberikan arahan pada acara Sosialisasi dan Pencanangan Gerakan Masker Sumut di Kantor Camat Medan Selayang, kemarin. Hadir Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, Camat Medan Selayang Sutan Lubis serta ketua TP PKK Kecamatan Petisah, Helvetia, Sunggal dan lainnya.
Menurut Nawal, pemerintah pusat telah mempercayakan PKK dalam upaya membantu kinerja pemerintah provinsi dan daerah dalam penuntasan pandemi Covid-19. Atas dasar itu, ia meminta seluruh anggota untuk aktif di masyarakat, saling mengingatkan untuk tetap menggunakan masker dalam kegiatan di luar rumah.
“Ibu tegur saja kalau ada yang tidak memakai masker dan mengingatkan mereka. Anggota PKK ini kan hampir semuanya ibu-ibu. Kalau ibu-ibu kan cerewet. Tidak apa-apa kalau ibu-ibu cerewet untuk menegur yang tidak menggunakan masker,” katanya.
Camat Medan Selayang Sutan Lubis menyampaikan, hingga saat ini Medan Selayang masih berstatus zona merah. Data terakhir menyebutkan, sebanyak 118 orang warga dirawat di rumah sakit dan yang telah sembuh 88 orang. “Di awal virus ini menyebar, Kecamatan Medan Selayang tertinggi di Kota Medan, mudah-mudahan ini terus berkurang,” harapnya.
Disampaikannya adapun upaya yang telah dilakukan pihak kecamatan dibantu Koramil dan Polsek telah melakukan penyemprotan desinfektan sekitar 100 rumah setiap hari. Kemudian pemberian sembako serta sosialaisasi pada masyarakat untuk tidak mendatangi tempat keramaian. “Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita dapat menghentikan penyebaran virus korona ini,” katanya. (prn)
WEBINAR: Webinar di acara puncak Dies Natalis ke-14 Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Sabtu (8/8). Antara lain diikuti pihak dekanat, panitia, panelis, dan narasumber.
MEDAN sumutpos.co-Kondisi pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat panitia melaksanakan sejumlah kegiatan dalam rangka memeringati sekaligus memeriahkan Dies Natalis ke-14 Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU). Adapun tema yang diambil tahun ini yakni; ‘Our Contribution.’ Dekan Fakultas Farmasi USU, Prof Dr Masfia mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT bahwa Fakultas Farmasi USU masih bisa melaksanakan sejumlah kegiatan dalam rangka memeringati hari lahir fakultas yang berdiri sejak 2006, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang dihadapi saat ini. “Dies natalis kali ini merupakan tonggak sejarah yang menunjukkan kiprah Fakultas Farmasi di USU, baik di kancah nasional dan internasional. Kepada segenap civitas akademika USU, Fakultas Farmasi, panitia, dan alumni saya mengucapkan terimakasih karena telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan demi kegiatan dalam dies natalis ini,” katanya.
Dalam prosesnya, kata dia, Fakultas Farmasi USU mengalami perjalanan cukup panjang. Yakni bermula masih menjadi salah satu jurusan di Fakultas MIPA, sejak 1969 silam. Fakultas Farmasi juga sebagai unit pelaksana akademik ke-11 dari 15 fakultas yang ada di USU. Bahkan sekarang ini diakui dia, mengalami perkembangan pesat baik dari sisi sarana prasarana, kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, sampai kerjasama-kerjasama yang dibina baik dalam dan luar negeri berkat dukungan civitas akademika USU serta alumninya sendiri. “Fakultas Farmasi USU akan terus meningkatkan kiprahnya di masa mendatang, baik di kancah nasional maupun tingkat global. Bahkan dalam masa pandemi ini, sesuai anjuran pemerintah kami tetap melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya. Ketua Ikatan Alumni Farmasi USU, Agustama mengimbau kepada segenap alumni se Indonesia di manapun berada, agar tetap mematuhi protokoler pencegahan Covid-19 dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab. Baik di berbagai fasilitas kesehatan, rumah sakit-rumah sakit untuk tetap memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Saya mengucapkan terimakasih kepada civitas akademika dan panitia yang telah bekerja sehingga pelaksanaan dies natalis ke-14 ini dapat berjalan sesuai tahapan yang kita rencanakan bersama. Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa kita masih dapat melihat, mendengar dan mengikuti acara dies natalis secara online,” katanya. Ketua Panitia, Embun Suci Nasution menyebut tema dies natalis tahun ini yakni; our contribution. Tema dimaksud mengandung makna segenap civitas akademika Fakultas Farmasi USU, alumni dan mahasiswa mempunyai komitmen bersama untuk memberikan kontribusi terbaik terhadap almamater dengan terus mengembangkan kualitas diri serta memberikan prestasi baik pada skala nasional atau internasional. “Tema ini akan menjadi jiwa dari segenap kegiatan yang diselenggarakan pada Dies Natalis ke-14 Fakultas Farmasi USU. Pada Dies Natalis tahun ini, keseluruhan kegiatannya dilaksanakan secara online dikarenakan pandemi Covid-19, akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk merayakan ulang tahun Fakultas Farmasi yang kami cintai ini,” tuturnya kepada Sumut Pos di Medan, Senin (10/8). Ia menerangkan, rangkaian kegiatan dies natalis 2020 ini dibagi dalam tiga kategori kegiatan utama, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Peran Apoteker dalam menghadapi Pandemik Covid-19”. Dalam kegiatan ini, apoteker membagikan brosur kepada masyarakat terkait pengunaan obat kortikosteroid dan edukasi penggunaan obat di masa pandemi Covid-19 pada 26 Juli-26 Agustus 2020. Lalu Pharmacy Dies Natalis Competition 2020 yang merupakan lomba kemahasiswaan yang berskala nasional dengan tema BISA; Be Inspiring, Smart and Active during the Pandemic meliputi 3 lomba yakni lomba poster nasional yang diikuti 29 tim peserta, lomba gagasan ide kreatif yang diikuti 16 tim peserta dan lomba video nasional yang diikuti o18 tim peserta baik dari USU dan luar USU. Lomba ini berlangsung sampai 8 Agustus kemarin. “Selanjutnya kegiatan webinar pada 8 Agustus 2020 sekaligus puncak acara dengan narasumber Ibu apt. Butet Benny Manurung, SSi MKes dengan judul Penyediaan dan Ketersediaan Obat yang Berkualitas Tinggi dan Terjamin pada Masa Pandemi Covid-19 dan Bapak apt. Ermansyah Siregar SSi dengan judul Upaya dan Pelayanan Apotek di tengah Pandemi Covid-19,” terang Embun. Dies Natalis ini terselenggara atas dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, yakni Rektor USU Prof Runtung Sitepu dan segenap jajarannya, civitas akademika, seluruh panitia, mahasiswa farmasi USU, alumni Fakultas Farmasi USU, para mitra kerja/media partner, para sponsor dan pihak lain yang tidak mengikat.(prn/azw)
RAPAT: Rapat antara PT Aguafarm Nusantara bersama Dinas Kesehatan Sergai, baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Aqua Farm Nusantara menerima hasil lengkap tes konfirmasi Program Tes Covid-19 sukarela kedua yang dilaksanakan pada 29-30 Juli 2020. Test Covid yang melibatkan 2.200 karyawan dan masyarakat sekitar lokasi fasilitas produksi perusahaan di Lubuk Naga. Hasil lengkap diterima saat pihak perusahaan menghadiri rapat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serdangbedagai, kemarin.
“Kami prihatin atas rekan karyawan dengan hasil tes positif pada tes Polymerase Chain Reaction (PCR) konfirmasi kedua. Jumlah kasus terkonfirmasi merupakan sebagian kecil dari 2.200 karyawan dan masyarakat di sekitar fasilitas perusahaan, yang telah mengikuti program tes cepat. Perusahaan terus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Serdang Bedagai untuk prosedur perawatan sesuai dengan Protokol Covid -19 Kementerian Kesehatan,” kata Kasan Mulyono, Corporate & Communications Affairs Senior Manager RSI, dalam rilisnya yang diterima Sumut Pos, kemarin.
Perusahaan, kata dia, sejauh ini merasa tenang karena selama menjalani karantina 10 hari sambil menunggu hasil, tidak ada karyawan yang menunjukkan gejala Covid-19. “Dengan demikian mereka sejauh ini asimtomatik (Orang Tanpa Gejala – OTG),” lanjutnya.
Perusahaan terus memberikan dukungan yang diperlukan oleh karyawan dan keluarga mereka dan menghubungi mereka setiap hari. “Kami menyampaikan harapan terbaik kami dan doa kami agar para karyawan tersebut bisa terus tetap sehat. PT Aqua Farm Nusantara telah mengaktifkan upaya penelusuran kontak sejak pekan lalu dan bekerja dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam pelaksanaannya,” katanya.
PT Aqua Farm Nusantara sepenuhnya memenuhi Protokol Covid-19 Kementerian Kesehatan dan memusatkan perhatian pada mempertahankan standar ini di tempat kerja, dan memastikan penerapan penuh 100% dengan penuh keterbukaan.
“Kami akan melanjutkan operasi perusahaan dengan mengikuti Protokol Keselamatan Covid-19 secara penuh, untuk melindungi keselamatan karyawan dan melindungi lapangan pekerjaan mereka dengan menghasilkan Tiliapia mutu tinggi untuk para pelanggan. Kami juga terus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi dalam upaya pencegahan serta keselamatan Covid-19 pada masyarakat sekitar,”tegas Kasan Mulyono.
Adaptasi Kebiasaan Baru
Pada Februari 2020, PT Aquafarm Nusantara juga telah secara sukarela mengaktifkan Rencana Penanganan Risiko Covid-19 korporasi untuk memastikan keselamatan karyawan, masyarakat sekitar dan keberlangsungan pasokan produk bagi pelanggan. Ini merupakan cara terbaik untuk mendukung perlindungan mata pencaharian ribuan karyawan perusahaan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru.
PT Aqua Farm Nusantara secara terus menerus memperbarui Rencana Penanganan Risiko Covid-19 di saat Indonesia melakukan adaptasi terhadap ‘ Adaptasi Kebiasaan Baru pandemi Covid-19 dan melakukan program sukarela tes cepat Covid-19 bagi 2050 karyawan di Sumatera Utara.
PT Aqua Farm Nusantara bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai telah melakukan program tes cepat pada 29-30 Juli 2200 karyawan dan masyarakat sekitar fasilitas pabrik di Lubuk Naga Perusahaan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Serdang Bedagai untuk mengikuti Protokol Keselamatan Covid-19 Kementerian Kesehatan. (rel)
APEL: Apel gabungan Patroli Cipta Kondisi Malam Hari Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jalan AH Nasution/Jalan Tritura Medan, Minggu (9/8/2020).
MEDAN,SUMUTPOS.CO.Brimob Polda Sumatera Utara (Poldasu) bersama Polrestabes Medan gelar patroli malam di sejumlah wilayah Kota Medan, Minggu (9/8/2020) dinihari. Hal ini dimaksud guna mengantisipasi geng motor serta masyarakat Kota Medan yang tidak menggunakan masker.
Sebelum pelaksanaan patroli malam, terlebih dahulu personel melaksanakan apel gabungan Patroli Cipta Kondisi Malam Hari Antisipasi Gangguan Kamtibmas. Kegiatan ini dipimpin Kabagops Polrestabes Medan AKBP Alimuddin Sinurat SH, di Jalan AH Nasution/Jalan Tritura Medan.
Selanjutnya, personel menuju Polsek Percut Seituan dan melaksanakan patroli gabungan di seputaran wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan, yang dipimpin Iptu H Manurung. Yang kemudian, giat patroli malam ini dilakukan oleh personel gabungan Brimob dan personel Polsek Percut Seituan.
Dengan sasaran patroli dimulai dari SPBU Jalan H Anif, Perumahan Cemara Asri, Jalan Bersama Mandala Jalan Krakatau dan Jalan Prof HM Yamin serta menuju kembali ke Mako Brimob Poldasu, dengan melintasi Jalan Gatot Subroto, Jalan Gajah Mada dan Jalan Wahid Hasyim.
Dansat Brimob Poldasu Kombes Pol Abu Bakar Tertusi melalui Danton 1 Kompi 4 Batalyon C Pelopor Ipda Agus Wahyudi mengatakan, bahwa kegiatan patroli malam ini dilakukan guna menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Khususnya, di wilayah Hukum Polrestabes Medan.
Di sela-sela kegiatan patroli ini, personel juga memberikan imbauan kepada warga, gerai toko dan minimarket yang buka 24 jam, terkait penyebaran Covid-19.”Kepada mereka diminta tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh pemerintah pusat,” katanya. (mag-1/ila)
DIABADIKAN: NS dan TS diabadikan bersama tim medis Puskesmas Rantau Laban dan Bahbinkamtibmas dan Lurah Lalang usai dinyatakan sembuh dari Covid-19.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Dua orang warga Jalan Bukit Jamu Lingungan II, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, N Simanjuntak (61) dan anak perempuannya T boru Simanjuntaj (21) menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19, dinyatakan sembuh.
Bapak dan anak itu dinyatakan sembuh setelah dilakukan swab PCR lanjutan menunjukkan negatif Covid-19. Dimana sebelumnya, pada 29 Juli lalu, keduanya dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri.
Sembuhnya kedua pasien Covid-19 tersebut,
“Mereka dinyatakan sembuh dan sehat dari Covid-19. Ini membuat bapak dan anak ini menjadi bahagia, dimana selama 14 hari tidak boleh keluar rumah dan kini dinyatakan sehat”ujar dr Fitri dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Rantau Laban Kota Tebingtinggi yang menangani bapak dan anaknya itu, Senin (10/8).
Sementara itu, Lurah Lalang, Hadi Supeno mengatakan, kesembuhan dua warganya berkat kerja keras tim kesehatan dari Puskesmas Rantau Laban.
“Kami merasa bahagia dan bangga kepada tim medis yang menangani mereka selama 14 hari. Karena tanpa kerja keras tim medis, keberhasilan ini menjadi kebanggaan kita. Begitu juga dengan dua orang yang menjalani isolasi mandiri juga diucapkan terima kasih karena mentaati protokol kesehatan,” papar Hadi Supeno.
Hadi Supeno pun berharap kepada masyarakat sekitar, agar tidak menjauhi bapak dan anaknya tersebut.
“Kepada keluarga yang sembuh dari Covid-19 harus mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19, yaitu memakai masker, rajin mencuci tangan dan selalu menjaga physical distancing, begitu juga dengan warga lainnya,”pinta Supeno.
Sementara itu, bapak dan anak perempuannya yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 mengaku bahagia. Keduanya pun sempat berbincang-bincang dengan dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lalang. (ian/han)
BERABU: Tanaman cabai milik petani terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung.solideo/sumut pos.
BERABU: Tanaman cabai milik petani terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung.solideo/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – ERUPSI Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyebabkan ratusan hektar berbagai jenis tanaman warga, dipastikan gagal panen. Kondisi terparah terjadi di Kecamatam Naman Teran, Merdeka, dan Berastagi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak terhadap pasokan kebutuhan dan pangan di Kota Medan dan sekitarnya, sehingga menyebabkan harga-harga mengalami kenaikan.
“Salah satu yang dikhawatirkan adalah adanya potensi gejolak harga pangan, mengingat salah satu sumber bahan pangan masyarakat Kota Medan berasal dari Kabupaten Karo,” kata Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Bejamin kepada wartawan di Medan, Senin (10/8).
Gunawan menjelaskan, saat ini kebutuhan pokok masyarakat di Kota Medan sejauh ini masih terpantau stabil. Namun, hasil pantauan harga di sejumlah pasar tradisional sejak akhir pekan kemarin belum menunjukan adanya tren kenaikan harga. “Semuanya masih terpantau stabil dan terlihat dalam batas fluktuasi harga yang normal. Sebagai contoh bawang merah dari wilayah Kabupaten Karo masih dikisaran Rp14 ribu di tingkat pedagang besar,” ungkapnya.
Gunawan merincikan, bawang merah di tingkat pengecer masih di kisaran Rp25 ribuan. Karena bawang merah Samosir di kisaran Rp20 ribuan dan bawang merah dari jawa sekitar Rp19 ribuan per Kg. Tomat masih di kisaran Rp7 ribuan per Kg di tingkat pedagang pengecer.
“Cabai merah masih dikisaran Rp27 hingga Rp30 ribuan per Kg di tingkat pengecer. Meskipun ada perbedaan harga di tingkat distributor antara cabai merah gunung yang sekitar Rp23 ribuan dengan cabai merah jawa yang sekitar Rp17 ribuan per kg,” ungkap Gunawan.
Kemudian, ada beberapa komoditas lainnya juga masih terpantau stabil. Jadi belum ada yang dikuatirkan dari sisi perkembangan harga kebutuhan masyarakat sejauh ini akibat erupsi Sinabung. “Hanya saja yang menjadi fokus kekhawatiran kita adalah kondisi tanaman petani yang terkena imbas dari erupsi tersebut,” sebut Dosen UINSU itu.
Gunawan berharap, ada evaluasi cepat dari dinas terkait wilayah yang terkena imbas dari erupsi tersebut. Jika datanya bisa langsung disampaikan, maka akan langsung terpetakan mana-mana saja tanaman yang terdampak erupsi Sinabung sebelumnya. “Sehingga tindakan kebijakan bisa diambil lebih cepat, baik dalam hal penyelematan tanaman petani atau dalam hal pengendalian harga kebutuhan pangan masyarakat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, beberapa hari belakangan ini. Gunung Sinabung menunjuk aktivitas erupsi pertama kali terjadi, Sabtu (8/8) dini hari, sekitar Pukul 01.00 WIB dan Sore hari, sekitar Pukul 17.?18 WIB. Terakhir, kemarin siang, sekitar pukul 10.16 WIB. (gus)
ERUPSI: Abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung menghiasi langit Kabupaten Karo, Senin (10/8). Letusan Gunung Sinabung kemarin dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 5 km.
ERUPSI: Abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung menghiasi langit Kabupaten Karo, Senin (10/8). Letusan Gunung Sinabung kemarin dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 5 km.
KARO, SUMUTPOS.CO – Dalam sebulan belakangan ini, setidaknya sudah tiga kali Gunung Sinabung kembali ‘mengamuk’. Erupsi terakhir pada Senin (10/8) siang, sekira pukul 10.16 WIB, terbilang lebih dahsyat. Abu vulkanik yang disemburkan menyebabkan puluhan desa di 3 kecamatan, termasuk Kota Wisata Berastagi mendadak gelap sekira 3 jam lamanya.
Siang bak berubah malam. Ini terjadi karena sinar matahari tak mampu menembus tebalnya debu vulkanik. Dampak yang lebih parah, ratusan hektar berbagai jenis tanaman warga juga dipastikan gagal panen. Kondisi terparah terjadi di Kecamatam Naman Teran, Merdeka, dan Berastagi.
Peristiwa ini, sontak menghentikan aktivitas warga. Meski demikian, hingga tadi malam, belum ada laporan korban jiwa akibat bencana ini.
Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra menjelaskan, letusan Gunung Sinabung kali ini dengan tinggi kolom abu teramati ± 5000 meter (5 km) di atas puncak ± 7.460 meter dari atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Timur dan Tenggara.
Armen mengatakan, saat ini Gunung Sinabung status level III (siaga) dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, lokasi radius 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, radius sektoral 5 Km untuk sektor Selatan-Timur, dan 4 Km untuk sektor Timur-Utara.
Pada kesempatan itu, dia mengimbau seluruh masyarakat tetap memakai masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Langkah itu demi menjaga kesehatan dampak dari abu vulkanik. Dia juga berharap kerja sama semua pihak agar menjamin ketersediaan air, baik untuk keperluan membersihkan debu dari atap rumah-rumah warga agar tidak sampai roboh dan juga untuk menjamin kebutuhan air bersih warga.
Kepada masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai berhulu Gunung Sinabung, diimbau tetap waspada terhadap bahaya lahar dingin. Sementara itu, Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Nadianto S Sos selaku Komandan Satgas Tanggap Darurat Bencana Sinabung juga mengimbau masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di zona merah, pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 Km untuk sektor Selatan-Timur, dan 4 Km untuk sektor Timur-Utara. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, Dandim mengaku sudah mengerahkan anggotanya untuk menjaga pintu-pintu masuk.
Dia juga meminta pengungsi yang sudah direlokasi tidak kembali ke desa asalnya. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari debu vulkanik. “Masyarakat yang berada dan bermukim di de8kat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” tandasnya.
Sementara itu Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengatakan, berdasarkan laporan sementara Tiga Kecamatan yang dihujani abu vulkanik cukup tebal yaitu Naman Teran, Berastagi dan Merdeka. “Hal yang sudah kita laksanakan penyiapan armada pemadam kebakaran dari Damkar Kabupaten Karo yang kita siagakan di Kecamatan Simpang Empat untuk, guna untuk membersihkan abu vulkanik yang menutupi jalan,” ujarnya.
Saat ini Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kapolres Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriono Sik dan Dandim 0205 /TK, Letkol Kav Yuli Eko Nadianto SSos, BPBD dan Kakan Satpol PP Karo berada di Pos Pemantauan Sinabung untuk mengambil langkah–langkah penanganan sesegera mungkin. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan PMI untuk membantu penyiraman,” tandas Terkelin.
Kapolres Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriyono SH SIK juga mengimbau warga untuk tidak memasuki zona merah terutama di kawasan wisata Danau Lau Kawar. “Masyarakat yang sudah direlokasi agar tinggal di daerah relokasi yang sudah ditentukan, dan tetap pakai masker supaya tidak terhirup abu vulkanik karena berbahaya bagi kesehatan tubuh, terlebih saat ini pandemi covid sedang melanda,” ujar Kapolres.
Selaku Tim Satgas Siaga Bencana Kabupaten Karo, Kapolres meminta masyarakat tetap waspada, tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi dalam radius radial 3 Km dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 5 Km untuk sektor Selatan-Timur dan 4 Km sektor Timur-Utara.
Kapolres mengatakan, di beberapa tempat lokasi seperti kecamatan Naman Teran, kecamatan Berastagi sedang berlangsung pembersihan abu vulkanik dan memfasilitasi sarana air bersih serta yang terpenting adalah waspada terhadap bahaya lahar.
Sementara itu, wilayah Ibu Kota Kabupaten Karo, Kabanjahe terpantau aman dari paparan abu vulkanik. Aktivitas baik perkantoran serta perdagangan tetap berjalan normal. Walau erupsi terjadi dapat teramati dari Kota Kabanjahe. “Semoga saja abu vulkanik tidak sampai melanda wilayah Kabanjahe. Supaya kita tidak repot menyirami abu vulkanik melanda saat ini,” ungkap Zul dan Dinan warga Kabanjahe.
Sementara pantauan Sumut Pos, permukiman dan jalan-jalan di warga Kota Berastagi tampak diselimuti abu. Untuk mengurangi dampak abu, puluhan mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk melakukan penyiraman.
Tak Pengaruhi Cuaca di Medan
Sub Bidang Pelayananan Jasa Meteorologi BBMKG Wilayah 1 Medan, Defri Mandoza kepada Sumut Pos mengatakan, dari pantauan BMKG, erupsi Gunung Sinabung tidak berdampak apapun terhadap cuaca di Kota Medan dan sekitarnya. Meski begitu, dia mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrim hingga 13 Agustus 2020 mendatang.
“Wilayah Sumut memasuki cuaca ekstrim. Cuaca panas, namun tidak menutup kemungkinan hujan lebat terjadi disertai petir, yang disertai genangan-genangan air di daerah perkotaan, seperti Medan, banjir rob di wilayah pesisir pantai dan tanah longsor di wilayah pegunungan,” katanya.
Dia juga menyebutkan, saat ini Gunung Sinabung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara. “Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik,” katanya.
Selain itu, tambah Defri, warga juga sebaiknya mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. “Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” imbaunya.
2 Jam Tebingtinggi Diselimuti Vulkanik
Abu vulkanik Gunung Sinabung juga sempat menyelimuti Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. Masyarakat Kota Lemang itu sempat terkejut, karena tiba tiba teriknya matahari berganti menjadi awan hitam di atas Kota Tebingtinggi. Aroma belerangpun terasa menyengat, mata pedih dan nafas sedikit sesak.
Abu vulkanik mulai berjatuhan menghujani Kota Tebingtinggi hampir selama 2 jam, mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Kaca-kaca mobil yang parkir tertutup abu.
Alfin (45), warga Jalan Suprapto Tebingtinggi menuturkan, dirinya merasa khawatir ketika menuju ke Bank Mandiri di Jalan Sutomo, karena abu vulkanik sangat menggangu warga dalam berkendara, apalagi yang tidak menggunakan masker dan penutup wajah seperti helm, mata terasa pedih. Lain halnya dengan Najli Purba (49), warga Jalan Soekarno Hatta Tebingtinggi, menuturkan, abu vulkanik yang turun di Kota Tebingtinggi sangat parah, aroma bau belerang yang terbawa angin sangat terasa dan menggangu pernapasan. “Abu vulkanik ini, lihat sepeda motorku sudah penuh abu. Lihat langit sebelah barat terlihat hitam tapi bukan mendung,” bilang Najli.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia mengimbau kepada seluruh masyarakat Tebingtinggi untuk berdiam diri di rumah, semua pintu dan jendela tutup rapat agar abu vulkanik tidak masuk kedalam rumah. Sedangkan kepada warga yang sedang beraktivitas diluar rumah untuk menggunakan masker, gunakan tutup wajah seperti helm karena abu vulkanik yang masuk ke mata akan menyebabkan iritasi. “Kami mewakili Pemko Tebingtinggi meminta kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker dan perbanyak minum air putih,” imbau dr Nanang. (deo/mag-1/ian)
PENJELASAN: Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono, saat menjelaskan kepada wartawan di Medan, Senin (10/8/2020).
MEDAN,SUMUTPOS.CO-Dinas Pariwisata Kota Medan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawal dan menerapkan Peraturan Wali Kota Medan (Perwal) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), yang wajib diikuti seluruh pelaku usaha bergerak di dunia pariwisata di Kota Medan.
Hal diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Medan, Agus Suriyono kepada wartawan di Medan, Senin (10/8/2020). Ia mengatakan, Satgas ini, melakukan pengawasan segala bentuk kegiatan kepariwisataan oleh pihak hotel di Kota Medan saat kondisi Pandemi Covid-19 ini.
“Kita baru mulai per tengah Juli adaptasi kebiasaan baru. Kita evaluasi, untuk mengawasi itu kita membentuk Satgas untuk mengawasi para pelaku usaha. Termasuk, ada pertemuan, di hotel-hotel kita harus melakukan supervisi dulu,” ungkap Agus.
Agus menjelaskan, sesuai yang diatur di dalam Perwal tersebut, sudah jelas bagaimana pelaku usaha wajib menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona ini.
“Surat mengatur (Perwal) seluruh kegiatan-kegiatan pelaku industri pariwisata. Termasuk, tata cara menyambut tamu-tamu yang datang ke hotel. Sudah kita lakukan pertemuan, penegasan Perwal 27 Tahun 2020 kepada seluruh asosiasi kita sampaikan,” jelas Agus.
Selain itu, Agus mengatakan, pihaknya, siap melakukan supervisi terhadap pelaku usaha yang akan menggelar kegiatan di hotelnya. Baik itu pertemuan-pertemuan dengan menghadiri orang dengan jumlah besar. “Semua dijalani harus sesuai dengan Perwal. Dari kapitas gedung pertemuan, dipastikan kapasitas orang harus 70 persen dari keseluruhan kapasitas gedungnya,” ungkap Agus.
Agus mengakui masih ada tempat-tempat berkumpulnya orang seperti cafe di Kota Medan, belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan dengan mengatur jarak duduk antar pengunjung satu dengan pengujung lainnya dengan jarak satu meter sesuai dengan Perwal itu.
“Ini tugas kita melakukan sosialisasi dan edukasi. Karena, pandangan masyarakat berbeda-beda. Ada yang gak percaya Covid-19. Tapi, korban sudah banyak. Tapi, tetap kita lakukan sosialisasi. Perwal ini, tidak ada sanksinya. Sanksinya, wajib mengikuti Perwal ini,” pungkasnya.(gus/ila)