26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 4124

Lapas Binjai Diusul Raih Predikat WBK dan WBBM

IKUTI: Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian (dua dari kiri) bersama KPLP, Rinaldo Tarigan mengikuti kegiatan penguatan pemenuhan data dukung dan rekomendasi perbaikan TPI melalui zoom meeting.

BINJAI, SUMUTPOS-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Binjai, salah satu dari 19 satuan kerja lainnya yang ada di Sumatera Utara diusulkan Tim Penilai Nasional untuk meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

 Ini diketahui dari kegiatan penguatan pemenuhan data dukung dan rekomendasi perbaikan TPI menuju WBK, baru-baru ini. Kegiatan diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut, Sutrisno bersama Tim Sekretariat ZI.

 Pada kesempatan ini, Tim Sekretariat ZI Kanwil Kemenkumham Sumut juga mengundang Staf Ahli Bidang Sosial Menteri Hukum dan HAM, Mien Usihen untuk memberikan penguatan. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural dan tim pokja wbk/wbbm pada masing-masing satuan kerja.

 Mengawali arahannya, Sutrisno didampingi Kepala Divisi Administrasi Betni Humiras Purba dan Kepala Divisi Imigrasi Silvester Sili Laba menyampaikan, kepada seluruh Tim Pokja Pembanguan Zona Integritas WBK/WBBM untuk tetap semangat dan menyatukan tekad dalam mempersiapkan pembangunan Zona Integritas menuju satker Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Saya tegaskan agar memperhatikan sarana layanan publik. Salah satunya tidak ada lagi pungutan biaya parkir, WBK tidak ada itu. Namun tetap diatur parkirnya,” tegas Sutrisno.

 Sementara, Mien Usihen mengingatkan agar Tim Pokja Pembanguan Zona Integritas WBK/WBBM untuk segera memenuhi data dukung yang terbaru, apabila masih ada kekurangan dengan memanfaatkan waktu yang ada. Juga menjelaskan terkait pemahaman ZI, kemudian memberikan arahan terkait upload atau pemenuhan kembali data dukung di ERB agar data dukung yang di upload sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Terkait dengan persiapan penilaian agar menonjolkan area perubahan yang dilakukan, dan dilakukannya publikasi terkait dengan inovasi-inovasi yang ada melalui media sosial.

“Ini ada tenggang waktu yaitu tanggal 21 Juli 2020 kemarin sampai 31 Juli 2020, untuk memenuhi data dukung yang terbaru. Maka dari itu segera lengkapi dan perbaharui semua data dukung dan dokumen yang masih kurang, dan perhatikan juga data dukung yang diupload sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan jangan lupa publikasikan kepada masyarakat, agar tau inovasi yang telah di buat dengan memanfaatkan media sosial yang ada,”pungkasnya. (ted/han)

UMKM Bangkit Pandemi, Elpiji Tepat Distribusi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi yang melanda dunia saat ini, telah mengguncang semua lini kehidupan terutama perekonomian. Kondisi tersebut, berdampak bagi para pelaku bisnis dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia tentunya.

Berdasarkan data yang di keluarkan Lipi di akun resminya Lipi.go.id, Berbagai dampak pendemi terhadap UMKM diantaranya penurunan penjualan yang dialami UMKM hingga 94,69 % dimana sebagian besar dialami pengusaha offline hingga 47,44 % , penurunan omset penjualan sebesar 75 % serta prediksi usaha yang tutup setelah November 2020 yakni 72,02 %.

Guna mengantisipasinya Pertamina mengeluarkan Program Kemitraan Pinky Movement yaitu Program pemberian permodalan pinjaman kredit bergulir super lunak berikut pembinaannya kepada para UMKM serta mendorong UMKM menggunakn elpiji non subsidi Bright Gas : permodalan nilai pinjam maksimun Rp 200 juta, masa pengembalian pinjaman maksimal 36 bulan dengan jasa administrasi 3 % saldo menurun pertahun.

Bagi pelaku UMKM yang berminat mengikuti program kemitraan pink, dapat menghubungi melalui telpon Pertamina 135 maupun mengakses situs www.pertamina.com/id/program-kemitraan dan email: pcc@pertamina.com.

Pemilik rumah makan Ikan Bakar 17, Johari, merupakan salah satu pelaku UMKM yang mengikuti Program Kemitraan Pinky Movement. Ia mengungkapkan program ini sangat membantu, terutama dalam situasi pandemi.

“Saya merasa bersyukur dengan adanya Program Kemitraan Pinky Movement ini. Selain memberi pinjaman dengan kredit sangat ringan, Pertamina juga memberikan program tukar tabung Bright Gas. Sehingga meringankan beban saya terutama saat situasi sekarang dan saya dapat terus melanjutkan pakai elpiji non subsidi,” kata Johari.

General Manager Pertamina MOR I, Gema Iriandus Pahalawan, mengatakan Demi mendukung UMKM bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi, PT Pertamina menghadirkan Program Kemitraan Pinky Movement.

“Program Kemitraan Pinky Movement memberikan permodalan bergulir super ringan yang sangat dibutuhkan UMKM untuk bangkit kembali. Disamping itu, juga menjalankan pembinaan dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM binaannya,” ‎sebut Gema.‎

Dalam program Program Kemitraa Pinky Movement, Gema mengatakan pihaknya mendorong UMKM untuk dapat menggunakan elpiji non subsidi melalui program konversi elpiji 3 kg ke Bright Gas.”Program konversi dilakukan karena UMKM yang handal tidak bergantung pada barang-barang bersubsidi,” tutur Gema.(gus)

Ops Patuh Toba 2020, Pelanggar Tertinggi Tak Gunakan Helm

RAZIA: Personel Polisi menghentikan pengendara motor dalam razia Ops Patuh Toba 2020 di Jalan Djamin Ginting, kemarin.

MEDAN , SUMUTPOS.CO-Di hari ke-13 Ops Patuh Toba 2020, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditlantas Poldasu) menangani pelanggaran lalu lintas (Gar Lantas) sebanyak 1.804 Perkara. Dari hari pertama hingga kemarin, pelanggaran paling tinggi adalah pengendara tak menggunakan helm.

 Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, Gar Lantas yang ditangani pihak Ditlantas Poldasu pada Selasa (4/8/2020) malam, yakni penilangan sebanyak 491 Perkara dan teguran sebanyak 1.313 Perkara. Total Gar Lantas 1.804 Perkara.

 “Jenis pelanggaran yang tertinggi masih pengendara yang tidak menggunakan helm SNI. Untuk di hari ke-13 ini, jumlahnya sebanyak 199 perkara,” ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (5/8/2020).

 Kemudian, lanjutnya, di urutan kedua Gar Lantas, yakni melawan arus sebanyak 79 perkara. Di urutan berikutnya, kendaraan bermuatan lebih 28 perkara, pengendara di bawah umur 14 perkara, menggunakan telepon seluler (Hp) saat berkendara 2 perkara, dan lain-lain 169 perkara. “Sepanjang Ops Patuh Toba 2020, sejak hari pertama, tidak menggunakan helm SNI, adalah Gar Lantas yang tertinggi,” ungkapnya.

Nainggolan berharap, agar masyarakat dapat mematuhi peraturan lalu lintas, meski pihak kepolisian tidak sedang melakukan operasi lalu lintas. “Demi kebaikan bersama, tidaklah susah menerapkan aturan itu untuk keselamatan diri sendiri serta orang lain, terutama penggunaan masker, agar dapat diminimalisir penularan Covid-19,” harapnya.

 Dikatakannya, untuk kasus Kecelakaan Lalu lintas (Lakalantas), pihaknya merangkum sebanyak 13 kasus, dengan korban meninggal dunia 5 orang, korban luka berat 5 orang, korban luka ringan 15 orang, serta kerugian materiil sebesar Rp28.900.000.

 Sementara itu, kata Nainggolan, untuk kegiatan preventif, Ditlantas Poldasu melakukan pengaturan sebanyak 550 kegiatan, penjagaan 184 kegiatan, pengawalan 20 kegiatan dan patroli 295 kegiatan. (mag-1/ila)

Peserta dan Juri MTQ Harus Bebas Covid-19

SAMPAIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memaparkan masalah protokol kesehatan pelaksanaan MTQ.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi ke-37 di Kota Tebingtinggi pada September mendatang, akan mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat. Salah satunya, peserta dan juri harus mengikuti tes kesehatan terbebas dari Covid-19.

Hal itu disampaikan Wali Lota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, mengingat pelaksanaan MTQ akan digelar dalam waktu dekat.

Umar Zunaidi mengatakan, Pemko Tebingtinggi sebagai tuan rumah telah melaporkan kesiapan penyelenggaraan MTQ tingkat Provsu kepada Gubsu Edy Rahmayadi dengan ketentuan perketat pengaturan-pengaturan protokol kesehatan selama penyelenggaraan.

“Acara direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 11 September 2020 di Tebingtinggi dan kegiatan  akan di buka langsung oleh bapak Gubernur Sumatera Utara,”kata Umar Zunaidi.

Disebutkannya, pelaksanaan MTQ tingkat Sumut tersebut akan diikuti oleh 39 kafilah yang ada di Sumatera Utara, terdiri dari 33 Kabupaten/Kota dan 6 kafilah khusus tambahan. Sebagai penyelenggara, mimbar venue acara sudah dipersiapkan secara matang dengan memenuhi standar protokol kesehatan.

“Mari kita sukseskan kegiatan ini, karena giliran kita untuk tuan rumah mendapat kesempatan bisa satu kali dalam kurun 40 tahun, meski dalam kondisi pandemi kegiatan akan kita laksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ujar Wali Kota, Umar Zunaidi Hasibuan kepada wartawan, di rumah Dinas Jalan Sutomo, Rabu (5/8).

Dijelaskan Umar Zunaidi, para peserta yang ikut MTQ di Tebingtinggi harus sudah menjalani test kesehatan sesuai protokol kesehatan yang dibuktikan dengan surat keterangan bebas Covid-19 dari dinas terkait yang ada di daerah masing-masing. Demikian juga diberlakukan kepada dewan juri, dan nantinya itu menjadi tugas panitia.

Menyikapi kondisi pandemi saat ini, Umar Zunaidi mengajak masyarakat untuk tidak diam. Artianya, ekonomi juga harus digerakkan, namun harus dengan protokol kesehatan yang cukup disiplin.

“Bagaimanapun kita harus berjalan beriringan sembari mengantisipasi Covid-19, dan jangan pernaj lalai mengikuti protokol kesehatan,” bilang Umar. Umar berpesan agar masyarakat selalu memakai masker saat keluar rumah, selalu jaga jarak dan selalu cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. (ian/han)

Satlantas Karo Tindak 621 Pengendara

SEMATKAN : Kapolres TebingtinggI AKBP James P Hutagaol menyematkan tanda pita kepada personel tanda dimulainya ops patuh toba.
SEMATKAN : Kapolres TebingtinggI AKBP James P Hutagaol menyematkan tanda pita kepada personel tanda dimulainya ops patuh toba.
SEMATKAN : Kapolres TebingtinggI AKBP James P Hutagaol menyematkan tanda pita kepada personel tanda dimulainya ops patuh toba.
SEMATKAN : Kapolres TebingtinggI AKBP James P Hutagaol menyematkan tanda pita kepada personel tanda dimulainya ops patuh toba. (dokumen)

KARO, SUMUTPOS.CO-Hingga hari terakhir Operasi Patuh Toba 2020 yang digelar Satlantas Polres Karo, sebanyak 621 pengendara melakukan pelanggaran saat berlalu lintas. Jumlah ini meliputi 244 kasus dengan sanksi tilang, dan sisanya 377 kasus mendapat sanksi teguran.

Kasat Lantas Polres Karo, Iptu Agus Ita Lestari Ginting SiK Msi mengatakan, pelanggaran-pelanggaran ini didominasi pengendara roda dua. Dan pelanggarannya pun beraneka ragam, seperti tidak memiliki SIM, melawan arus, menggunakan handphone saat berkendara, tidak memakai helm/SNI dan lain sebagainya.

  Karena masih minimnya kesadaran warga inilah, ke depannya Sat Lantas Polres akan terus melakukan penindakan. “Ini hari terakhir Operasi Patuh Toba 2020. Tapi ke depan kita akan terus melakukan penindakan. Karena kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas masih sangat rendah,” tegas Kasatlantas Polres Karo Iptu Agus Ita Lestari Ginting SiK.Msi saat ditemui di ruang kerjanya.

  Dikatakan Iptu Agus, kesadaran pengendara, khususnya warga Kabupaten Karo harus terus digugah. Karena pelanggaran tersebut sangat berdampak pada kecelakaan lalu lintas. “Kita ingin Kabupaten Karo tertib lalu lintas karena masih banyak pelanggaran. Dampaknya pelanggaran ini sebagian besar dan berujung pada kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

 Mirisnya lagi, sesuai data yang dihimpun pihaknya, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas ini didominasi pengendara yang masih berusia produktif, yakni di kisaran 16 sampai 25 tahun. Karena itu, Iptu Agus berharap ke depannya masyarakat Karo harus lebih sadar akan pentingnya  tertib berlalu lintas.

 Apalagi selama 5 bulan bertugas di Polres Karo, 50 persen pengendara sepeda motor meninggal dunia. “Hampir 50 persen pengendara roda dua yang tak memakai helm, tewas di tempat saat kecelakaan lalu lintas,”tegasnya. “Jika kita tidak peduli akan hal seperti itu nanti anak kita atau saudara kita yang masih muda akan bubar cita-citanya karena jadi korban laka lantas di jalan,” ujar dia.

 Untuk itu dia juga meminta pers ikut mensosialisasikan pentingnya tertib berlaku lintas ini.  Ditegaskan Iptu Agus, selain melakukan penindakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Operasi Patuh Toba dan penindakan yang digelar ke depan sekaligus juga untuk mendisiplinkan warga untuk mentaati protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. (deo/han)

Tiga Startup Indonesia Terpilih Ikuti Google for Startups Accelerator

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tiga startup lokal, yang masing-masing berupaya untuk mengatasi tantangan besar, telah terpilih untuk mengikuti Google for Startups Accelerator: Southeast Asia tahun ini. Mereka akan bergabung dengan 12 startup lain yang lolos seleksi di antara 600 lebih pendaftar dari seluruh kawasan tersebut.

Ketiganya yakni, Hacktiv8, Kata.ai, dan Riliv.

Hacktiv8 adalah startup yang membantu melatih developer pemula, mendukung mereka dalam mencari pekerjaan, dan menyediakan pinjaman pendidikan jenis baru yang lebih adil. 

Sedangkan Kata.ai telah mengembangkan platform AI percakapan yang memungkinkan berlangsungnya percakapan yang terasa alami antara bisnis dan pelanggan.

Adapun Riliv telah membuat aplikasi konseling dan meditasi online untuk membantu orang terkait dengan kesehatan mental mereka.

Selama beberapa bulan ke depan, startup ini akan menerima bimbingan mengenai tantangan teknis maupun bisnis yang mungkin mereka hadapi. “Kami juga akan menghubungkan mereka dengan tim-tim dari Google serta industri teknologi secara lebih luas, dan mengadakan workshop yang berfokus pada desain produk, layanan pelanggan, dan pengembangan kepemimpinan bagi para pendiri. Program pelatihan intensif akan dimulai pada 7 September 2020,” kata perwakilan Google Indonesia, dalam rilisnya yang diterima Sumut Pos, hari ini. (rel)

Amonium Nitrat Diduga Penyebab Ledakan di Lebanon, Apa itu?

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan dalam gudang pelabuhan diduga menjadi sumber ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) pukul 18.00 waktu setempat. Demikian dikatakan Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab.

“Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat selama 6 tahun di sebuah gudang tanpa mengambil tindakan pencegahan,yang membahayakan keselamatan warga negara,” ujar Hassan.

Apa itu amonium nitrat sampai-sampai bisa menghasilkan ledakan yang begitu besar? Mengutip dari laman Live Science, amonium nitrat memiliki rumus kimia NH4-NO3 atau kerap disederhanakan menjadi N2H4O3. Senyawa kimia ini adalah padatan kristal putih dan sangat larut dalam air.

Amonium nitrat utamanya kerap digunakan untuk meningkatkan kandungan netrogen pada pupuk pertanian. Pasalnya senyawa ini relatif stabil dalam sebagian besar kondisi dan murah untuk diproduksi. Karenanya menjadi bahan kimia alternatif populer ketimbang sumber nitrogen lain yang harganya mahal.

Pun begitu amonium nitrat menyimpan bahaya mematikan. Jika bersentuh dengan api atau sumber penyulut lain bisa meledak hebat.

Daya ledak terjadi ketika amonium nitrat padat terurai dengan sangat cepat menjadi dua gas, nitrogen oksida dan uap air.

Karenanya senyawa kimia ini kerap komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil.(*)

Ledakan Bairut: Puluhan Meninggal Dunia, Ribuan Luka-luka Termasuk Satu Perempuan WNI

LEBANON, SUMUTPOS.CO – Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari, mengatakan pihaknya mengantisipasi kesulitan pasokan makanan dalam beberapa hari mendatang setelah ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut, pada Selasa (04/08), menyebabkan paling tidak 78 orang meninggal dan lebih dari 4.000 lainnya luka-luka.

“Yang paling utama adalah dampak ekonomi karena untuk beberapa hari ke depan [pasokan] pasti terganggu,” kata Hajriyanto kepada wartawan BBC Indonesia, Callistasia Wijaya, melalui telepon pada Rabu (05/08).

Untuk itu, ia mengatakan pihaknya mengimbau para WNI, terutama mereka yang tinggal di Beirut, untuk memperhatikan stok makanan.

Ia menambahkan pihak KBRI akan memberikan bantuan bagi mereka yang kesulitan mengakses pasokan makanan.

“Kita selama pandemi Covid-19 memang sudah memberi bantuan secara periodik. Kami akan segera, dengan memperhatikan jadwal dan waktu, memberi bantuan yang disesuaikan dengan perkembangan baru ini,” ujarnya.

Selain fokus pada dampak ekonomi, Hajriyanto mengatakan pemerintah Lebanon tengah mengantisipasi kemungkinan dampak kimiawi dari ledakan amonium nitrat itu.

Menurut keterangannya, gudang yang meledak itu adalah tempat penyimpanan bahan-bahan amonium nitrat yang digunakan untuk keperluan industri.

“Bahan itu harus dijaga ketat. Tidak tahu bagaimana ada info, terkena api. Sampai hari ini belum ada informasi bahwa itu adalah tindakan terorisme, tapi kecelakaan,” kata Hajriyanto.

Saat kejadian ledakan, Hajriyanto menceritakan, ia dan staf di KBRI- yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari lokasi kejadian- merasa seperti sedang terjadi gempa bumi dan ledakan yang sangat dekat.

“Gorden-gorden itu jatuh,” ujarnya.

Berbagai laporan menyebutkan ledakan itu terdengar sampai ke Nicosia sejauh 240 kilometer di Siprus. Guncangannya, menurut catatan sejumlah pakar seismologi, setara dengan gempa magnitudo 3,3.

Tersimpan di gudang 2.750 ton amonium nitrat

Para pejabat menuding adanya bahan peledak yang disimpan di gudang selama enam tahun.

Kepala Keamanan Umum, Abbas Ibrahim, mengatakan “bahan berdaya ledak tinggi” hasil sitaan beberapa tahun sebelumnya disimpan dalam gudang tersebut.

Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan adanya 2.750 ton amonium nitrat – bahan untuk pupuk dan peledak – disimpan di gudang “tidak dapat diterima.”

“Saya tidak akan diam sampai kita menemukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, sehingga kita dapat meminta pertanggung jawaban dan menerapkan hukuman paling berat,” kata perdana menteri dalam akun Twitter resminya.

“Tidak dapat diterima ada 2.750 amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun, tanpa adanya langkah pengamanan sehingga membahayakan keselamatan warga.”(*)

UMSU Terbanyak Raih Hibah dari Kemendikbud

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil meraih hibah terbanyak Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Tahun 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

UMSU berhasil meloloskan sebanyak tujuh proposal dalam KBMI dan menjadi yang terbanyak untuk perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut, disusul Unimed (4) dan UMA (2) proposal. Untuk tingkat nasional ada sebanyak enam perguruan tinggi yang sama dengan UMSU meloloskan tujuh proposal yakni, Institut Teknologi 10 November, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga Universitas Hasanuddin dan Universitas Mercubuana.

Rektor UMSU, Dr Agussani MAP mengaku, bersyukur mahasiswa UMSU mampu meraih prestasi luar biasa karena persaingan untuk meraih hibah KBMI dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sangat ketat. Kemudian, dilakukan seleksi dengan persaingan berat juga.

“Ajang KBMI sendiri merupakan kegiatan bergengsi yang diikuti seluruh universitas di Indonesia,” ungkap Rektor didampingi WR 3, Dr Rudianto MSi dan Ketua Pusat Kewirausahaan, Inovasi dan Inkubator Bisnis (Puskibi), Dewi Andriani SE MM kepada di Medan, Selasa (4/8).

Rasa syukur itu juga tidak terlepas dari berbagai prestasi mahasiswa UMSU yang diraih, meski dalam suasana pandemi Covid-19. Sebelumnya Unit Debat Society sukses meraih juara nasional di ajang kompetisi debat daring Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

“Hal ini menunjukkan mahasiswa UMSU mampu tetap bersaing dalam situasi bagaimanapun. Dengan kata lain, pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan untuk bisa meraih prestasi,” sebutnya.

Dijelaskan rektor, prestasi yang diraih mahasiswa ini menunjukkan upaya yang dilakukan melalui program pendidikan dan pelatihan berjalan baik. UMSU sendiri berkomitmen untuk mendukung kegiatan kompetisi, baik di bidang akademik maupun bakat dan peminatan.

Rektor berharap kepada mahasiswa peraih hibah KBMI untuk terus mengasah kemampuan dan aktif mengikuti kegiatan pelatihan dalam rangka mengembangkan inovasi dan terobosan membangun bisnis dan kewirausahaan.

“Mahasiswa juga perlu mengembangkan usaha mandiri sehingga apa yang dihasilkan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Puskibi, Dewi Andriani SE MM mengatakan, Program KBMI adalah wadah bagi mahasiswa mempraktekan ilmu dan keterampilan berwirausaha melalui pemberian modal bisnis dan pendampingan.

“Program ini bersinergi dengan program-program kewirausahaan yang telah ada seperti: Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaaan (PKMK), Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT), Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan program kewirausahaan lainnya,” jelasnya.

KBMI sendiri dimaksudkan untuk pengembangan usaha bagi mahasiswa melalui pemberian fasilitas berupa modal usaha dari Kemendikbud dan pendampingan dari perguruan tinggi. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya kreatif dan inovatif dalam membuka peluang bisnis yang nantinya berguna setelah menyelesaikan studi.

“Program KBMI ini menitikberatkan pada orientasi proses usaha dan hasil usaha (profit). Kategori program KBMI yaitu pengembangan bisnis bagi mahasiswa yang sudah memiliki bisnis dan ingin mengembangkannya,” pungkasnya.(gus/azw)

Akhyar Dukung Pemprovsu Lakukan Pendisiplinan Atasi Covid 19

RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) rapat bersama pimpinan daerah di Rumah Dinas Gubsu, Selasa (4/8)

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring menghadiri Rapat Evaluasi Penerapan Tatanan Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman No 41 Kecamatan Medan Polonia, Selasa (4/8).
Rapat yang dipimpin langsung Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, juga dihadiri Wali Kota Binjai Muhammad Idaham dan Wakil Bupati Deliserdang Yusuf Siregar, perwakilan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Medan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara.
Dalam arahannya Gubsu, menyatakan status tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat Virus Corona di Provinsi Sumut berakhir pada 29 Mei lalu dan saat ini telah memasuki masa transisi new normal (normal baru). Dengan masuknya masa transisi new normal ini, masyarakat dapat menjalani kehidupan sesuai dengan aturan yang telah diatur dalam pedoman adaptasi kebiasaan baru di masa Covid-19 ini.

“Semuanya tertuang didalam buku ini dan menjadi pedoman untuk 33 kabupaten/kota se Sumut, masing-masing berbeda ketentuannya. Ada daerah yang masuk zona merah, zona hijau, zona orange, dan zona kuning, pedoman ini sudah dilakukan sosialisasi dan edukasi terhadap 33 kab/kota se Sumatera Utara. Penegakan protokol kesehatan dengan ketat, pengawasan dan penerapan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya (harus ada Peraturan Daerah (Perda), sanksi pidana, denda/kurungan),” kata Gubsu.
Maka dari itu, Gubsu menegaskan akan melakukan pendisiplinan kepada masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan seperti masyarakat harus memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak antara satu sama lain serta mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.
“Kita harus melakukan pendisiplinan kepada masyarakat, bukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetapi mendisiplinkan masyarakat untuk menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. Untuk itu kita fasilitasi di tempat keramaian yaitu tempat cuci tangan, jadi kita lakukan pendisiplinan dan semua harus disiplin,” jelasnya.
Usai menghadiri rapat tersebut, Arjuna mengatakan Pemko Medan siap bersama Pemprovsu untuk melakukan pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat seperti penggunaan masker saat beraktivitas diluar rumah menerapkan jaga jarak serta memperhatikan kebersihan diri misalnya mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.
“Masih minimnya kesadaran masyarakat Kota Medan akan pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Maka dari itu, Pemko Medan siap untuk terus melakukan pendisiplinan protokol kesehatan agar penyebaran wabah Covid-19 dapat diminimalisir,” pungkas Arjuna.(map/azw)