26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 4125

Nias Paling Sulit Belajar Gunakan Daring

BELAJAR DARI RUMAH: Abel A, seorang siswi sekolah dasar, sedang belajar daring dari rumah di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Juli mendatang. Pembelajaran tatap muka hanya dibolehkan di daerah zona hijau.
BELAJAR DARI RUMAH: Abel A, seorang siswi sekolah dasar, sedang belajar daring dari rumah di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Juli mendatang. Pembelajaran tatap muka hanya dibolehkan di daerah zona hijau.
BELAJAR DARI RUMAH: Abel A, seorang siswi sekolah dasar, sedang belajar daring dari rumah di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Juli mendatang. Pembelajaran tatap muka hanya dibolehkan di daerah zona hijau.
Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) mengatakan, belajar dari rumah melalui jaringan online (daring) merupakan satu-satunya bagi siswa yang melaksanakan pendidikan. Baik siswa yang naik kelas dan siswa baru tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumut untuk tahun ajaran 2020/2021.

Hal itu dikatakan Kabid SMA Disdik Sumut, Ihsan Lubis, yang diwakili Staf Bidang Kurikulum SMA Disdik Sumut, Maripa Manulang kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (4/8).

Namun, kata Maripa, hal ini tidak menutup kemungkinan dengan banyaknya kendala tang dihadapu. “Untuk kendala saat ini yang dikeluhkan masyarakat adalah dalam hal memenuhi jaringan internet, sementara di masa Covid-19, pendapatan orangtua siswà mulai berkurang, bahkan ada yang menganggur (putus pendapatan) sama sekali,” ujarnya.

Memang, lanjutnya, untuk proses belajar daring seperti saat ini, merupakan sistim belajar yang maksimal buat anak-anak usia sekolah, yang masih rentan terhadap penularan Covid-19. “Sehingga, dengan sistim belajar daring, penularan virus ini lebih bisa diminimalisir,” ucapnya.

Sedangkan, tambah Maripa, solusi bagi anak yang tidak ada jaringan. Terutama anak-anak yang berdomisili di Nias adalah dengan cara, si anak harus datang ke kota agar mendapatkan jaringan internet untuk belajar secara daring. Pihaknya selalu memberikan dukungan atau motivasi bagi anak-anak agar tetap semangat untuk belajar. “Ini adalah kendala yang paling sulit, sebab kita juga belum dapat memecahkan permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, kendala ini juga sama dengan waktu pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Tetapi, jenjang SMA/ SMK ini kebanyakan di kota, kecuali tingkat SD dan SMP yang kebanyakan di desa.
“Jika memang ada keinginan dan niat belajar, saya rasa tidak adà masalah bagi anak-anak untuk datang ke kota buat belajar daring. Memang pasti melelahkan, tapi mau bagaimana lagi, ini demi peraturan untuk memutuskan penularan Covid-19,” imbuhnya.

Ia mengùngkapkan, belum bisa memastikan sampai kapan peraturan daring ini berlangsung, sebab ini adalah wewenang dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provsu dan Pusat, serta wewenang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

“Kita hanya bisa berikan solusi untuk anak-anak belajar daring, dengan adanya bantuan dana pulsa dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bantuan ini sama dengan dana BOS sebelumnya di awal tahun 2020 lalu. Dan itu juga sesuai peraturan dari pusat,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Gerindra Resmi Usung Bobby-Aulia

Bobby Nasution bersama Aulia Rahman dalam satu kesempatan, belum lama ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Wali Kota yang bakal mendampingi Bobby Afif Nasution di Pilkada Medan 2020 akhirnya mengerucut ke satu nama. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut, anggota DPRD Kota Medan Aulia Rahman menjadi kandidat terkuat mendampingi Bobby.
“Saat ini Aulia Rahman menjadi kandidat terkuat menjadi (calon) Wakil Wali Kota yang bersanding dengan PDIP,” kata Dasco melalui pesan suara, Selasa (4/8).
Sebelumnya, ada dua kader Gerindra yang disebut-sebut menjadi kandidat pendamping Bobby. Selain Aulia, sosok lainnya adalah Ihwan Ritonga. “Saudara Ihwan Ritonga sudah dipercaya untuk jadi ketua DPC Kota Medan,” jelasnya.
Dasco mengatakan, Gerindra bersama PDI Perjuangan dan beberapa partai lain saat ini masih membahas calon Wakil Wali Kota Medan yang akan berpasangan dengan Bobby Nasution. Namun Dasco menyebut, pencalonan Pilkada Medan akan segera final dalam waktu dekat. “Perkembangan lebih lanjut bagaimana dan finalisasinya bagaimana, akan segera kami sampaikan dalam pekan depan,” ujar Wakil Ketua DPR RI ini.
Menyikapi ini, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumut, Robert Lumbantobing mengatakan, pihaknya sedari awal memang mendorong kadernya untuk menjadi pendamping Bobby Nasution. “Oh iya. Artinya, kita mendorong kader juta sebagai wakil itu. Kalau kita, kita dorong Aulia Rahman. Cuma masih partai lainkan dinamis diskusinya, kita berharap dipilih dari Gerindra, Aulia Rahman,” ujarnya ketika dikonfirmasi.
Bobby Nasution – Aulia Rahman, kata dia, masih menunggu keputusan resmi dari DPP. “Inikan harus banyak juga partai pengusung Bobby seperti Golkar, Nasdem, kita gak tahu apakah mereka mengusung kadernya. Saya kira Bobby yang akan menjadi penentu,” jelasnya. “(Kami) mendorong jadi wakil beliau, tentu kita sebagai partai. Sebagai pemegang kursi terbanyak ke dua, sama dengan PDIP, wakil kita menjadi prioritas, kader dari kita,” imbuhnya.
Dengan ketentuan yang berlaku, lanjut Robert, Aulia Rahman harus mengajukan pengunduran diri dari jabatan Anggota DPRD Kota Medan ketika mendaftar ke KPU sebagai calon Wakil Wali Kota Medan. “Siapapun yang didorong untuk itu siap, tunduk patuh akan perintah partai,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan, Ihwan Ritonga mengaku, sampai saat ini dirinya belum menerima surat resmi dari DPP Partai Gerindra, sehingga dirinya belum dapat memastikan apakah partainya akan mengusung Bobby atau tidak. Namun begitu, ia tidak menyangkal kalau sinyal-sinyal dukungan itu memang ada. “Info-infonya memang begitu (dukung Bobby), tapi kita kan di DPC belum terima surat resmi dari DPP, kita kan masih menunggu di DPC,” jawab Ihwan kepada Sumut Pos, Selasa (4/8).
Ihwan juga tidak menampik bila Gerindra menginginkan kadernya menjadi calon Wakil Wali Kota Medan mendampingi Bobby. Menurutnya, ada tiga nama yang sudah mereka usulkan ke DPP. “Itu biarlah jadi kewenangan DPP, nanti kan juga akan diumumkan siapa yang akan diusung, yang jadi wakil dan seterusnya,” sebutnya.
Sementara, Aulia Rahman yang dimintai tanggapannya, enggan menjawab tegas. “Oh kalau itu tanya sama Ketua DPC sajalah, tanya sama Ihwan. Nggak saya lah yang jawab itu,” jawab putra tokoh masyarakat Medan Utara, H Razali Doyong itu singkat lewat sambungan telepon.

PDIP Juga Inginkan Wakil
Terpisah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Robi Barus mengisyaratkan kalau partainya juga menginginkan kadernya mendampingi Bobby di Pilkada Medan. Menurutnya, bukan hanya Gerindra yang berhak mengusulkan nama-nama kader yang akan menjadi pendamping Bobby, PDIP juga punya hak dan peluang yang sama.
“Ya silakan saja kalau Gerindra usulkan nama kadernya jadi wakil Bobby, itu hak Gerindra. Tapi PDIP juga tegas, kami juga sudah usulkan tiga nama untuk dijadikan sebagai wakil Bobby. Kalau Gerindra merasa berhak karena punya 10 kursi di DPRD Medan, PDIP juga punya 10 kursi dan kami lah partai pemenang Pemilu 2019,” tegasnya.
Karenanya, Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu berharap, DPP berkenan mengusung kader PDIP menjadi wakil Bobby. “Tapi itukan keinginan kita. Di sisi lain, kami juga memahami bila keputusan ada di tangan DPP. Kami serahkan sepenuhnya kepada DPP, itu hak DPP. Nantinya, kami di DPC siap menjalankan dan memenangkan siapapun yang akan dipilih dan diputuskan DPP,” tutupnya. (bbs/map)

24 DPC PAN Asahan Deklarasikan Fauzan Jadi Ketua DPW Sumut

DPC PAN Kecamatan foto bersama usai membacakan surat dukungan Fauzan pada acara deklarasi di Cafe Barbar Kisaran, Selasa (4/8).
DPC PAN Kecamatan foto bersama usai membacakan surat dukungan Fauzan pada acara deklarasi di Cafe Barbar Kisaran, Selasa (4/8).
DPC PAN Kecamatan foto bersama usai membacakan surat dukungan Fauzan pada acara deklarasi di Cafe Barbar Kisaran, Selasa (4/8).
DPC PAN Kecamatan foto bersama usai membacakan surat dukungan Fauzan pada acara deklarasi di Cafe Barbar Kisaran, Selasa (4/8).

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Kecamatan se-Asahan memberi dukungan kepada Ahmad Fauzan Daulay untuk maju pada Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PAN Sumut yang akan digelar di pertengahan Agustus 2020.

Dukungan itu diberikan dengan cara menggelar deklarasi di cafe Barbar jalan Diponegoro Kisaran, Selasa (4/8). Penasehat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Asahan, Syahril Fili mewakili DPC mengatakan, siap untuk mendukung Ahmad Fauzan Daulay pada Muswil DPW PAN Sumut. “Kita sepakat untuk memberikan dukungan kepada Ahmad Fauzan pada Muswil nanti,” ujar Syahril Pilly didampingi 24 DPC lainnya.

Sebanyak 24 DPC PAN di Kecamatan se- Asahan berharap kepada Ahmad Fauzan agar memperhatikan DPC bahkan tingkat ranting. “Saat ini DPC ada, tapi dianggap tidak ada, begitu juga sebaliknya, maka dengan kita dukung Fauzan menjadi ketua DPW PAN Sumut pada Muswil nanti, kita berharap akan ada perubahan,” ujarnya.

Terkait dengan ada DPD PAN Asahan yang membawa nama DPC Kecamatan untuk mendukung Yahdi Khair itu sah-sah aja. “Saat ini 24 DPC masih solid mendukung Fauzan terlihat dari deklarasi yang digelar,” ungkap Wakil Ketua DPD PAN Asahan, Anda Rambe.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan adanya DPD membawa nama DPC untuk mendukung Yahdi Khair, tidak adanya bukti seperti surat pernyataan dari DPC untuk mendukung Yahdi Khair. “Kalau DPC kita sudah jelas mendukung Fauzan terbukti dari surat pernyataan yang dibuat oleh 24 DPC yang ada di Asahan dan ditambah lagi deklarasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Anda Rambe mengatakan, sosok yang tepat untuk untuk mengembalikan kejayaan PAN di Sumut seperti tahun 2009 adalah Ahmad Fauzan Daulay.

“Fauzan itu masih muda, energik, mudah bergaul dan sederhana, kalau bertemu dengannya dan tak perlu formal-formal, apa adanya saja, mau ditelpon siang, pagi, malam pasti selalu aktif,” ujar Anda Rambe.

Anda Rambe juga menyebutkan, komunikasi dengan Fauzan dengan kader-kader di daerah sangat baik, Ahmad Fauzan Daulay Juga menjabat sebagai Ketua Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumut, dan juga anggota Majelis LPCR PWM Sumut serta mantan Wakil Bendahara PWPM sumut.

“Kedekatan Fauzan dengan Muhammadiyah juga tak diragukan lagi, karena dia juga kader tulen Muhammadiyah,” tegas Anda Rambe.

Kegiatan itupun berlangsung dengan membacakan surat pernyataan dukungan untuk Ahmad Fauzan Daulay, kegiatan juga berlangsung dengan sesi tanya jawab antara DPC dengan pengurus DPD yakni Anda Rambe dan Syahril Pilly (rel).

Waduh! Mantan Kakanwil Kemenagsu Diperiksa Kejatisu

KETERANGAN: Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, saat memberikan keterangan, Selasa (4/8/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenagsu), Iwan Zulhami, diperiksa tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Dia diperiksa terkait dugaan pungutan liar (pungli) sekolah madrasah.

 “Benar, semalam (Senin) mantan Kepala Kanwil Kemenag Sumut H Iwan Zulhami diperiksa oleh penyidik,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian, Selasa (4/8/2020) sore.

 Menurut Sumanggar, pemeriksaan Iwan Zulhami terkait pungli di Kantor Kemenagsu. “Diperiksa masih sebagai saksi,” ujar Sumanggar.

 Selain Iwan, kata dia, ada dua orang staf Kantor Kemenagsu yang juga turut diperiksa. Ketiganya diperiksa, saat ini hanya sebagai saksi saja.

 Ia menambahkan, kasus dugaan pungli tersebut, sudah naik ke tahap penyidikan dan sudah melakukan gelar perkara dan status perkara. Hanya saja, belum ada penetapan tersangka. “Kasus ini sudah naik tahap, sudah jadi penyidikan,” katanya.

Terungkapnya kasus itu, lanjutnya, berdasarkan adanya laporan dari masyarakat terkait adanya pungli selama Iwan Zulhami menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Sumut. (man/ila)

Istri Selundupkan Sabu ke Sel untuk Suami

MEDAN-Seorang wanita, NF warga Jalan Sekata Linkungan VI Kelurahan Karangberombak Kecamatan Medan Barat berurusan dengan Polsek Medan Barat. Perempuan berusia 53 tahun ini menyelundupkan sabu-sabu ke sel tahanan kantor polisi untuk diberikan kepada suaminya, Wili Manurung. Akibatnya, ibu rumah tangga (IRT) itu mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi menjelaskan, NF diamankan pada Kamis (30/7) siang lalu. Semula, NF datang ke Mapolsek Medan Barat sekitar pukul 11.20 WIB untuk membesuk suaminya bernama Willi Manurung, yang ditahan dalam kasus tindak pidana uang palsu.
“Tersangka NF datang ke kantor (Mapolsek Medan Barat) karena ingin bertemu dengan suaminya. Kemudian, petugas piket memeriksa barang bawaan tersangka yang hendak diantarkan kepada suaminya. Akan tetapi, saat memeriksa satu kotak sabun mandi merk GIV yang dibawanya ternyata tersangka langsung merampasnya dan kabur keluar kantor,” jelas Afdhal, Selasa (4/8).

Melihat tersangka kabur, sambung Afdhal, petugas curiga sehingga mengejarnya. Pengejaran pun tak sia-sia dan berhasil mengamankan NF di dekat Kantor Camat Medan Barat, yang berada tak jauh dari Mapolsek Medan Barat. Namun, saat diamankan ternyata tersangka telah membuang kotak sabun yang dirampasnya itu.
“Petugas lalu meminta tersangka untuk mengambil kotak sabun yang dibuangnya. Setelah diperiksa, tidak ditemukan sabu-sabu di dalamnya. Namun, karena petugas curiga maka sabun mandi yang ada di dalam kotak itu dihancurkan dan ditemukanlah satu bungkus kecil sabu,” terangnya.
Kepada petugas saat diinterogasi, tersangka mengakui narkoba itu miliknya yang dibeli seharga Rp100.000 dari seorang pria berinisial I yang saat ini sedang diburon. “Sabu itu diseludupkan tersangka atas permintaan suaminya karena tersangka patuh sebagai seorang istri. Namun demikian, semestinya tersangka tidak menuruti kemauan suaminya apalagi urusannya itu terkait penyeludupan narkoba yang jelas-jelas melanggar hukum,” kata Afdhal.
Ia menambahkan, dari tersangka disita barang bukti beberapa kotak dan sabun mandi yang salah satunya berisi 1 bungkus plastik kecil diduga kuat sabu. Selain itu, 2 unit handphone sebagai alat komunikasi tersangka dengan suaminya untuk menyeludupkan narkoba tersebut. “Kasusnya masih kita dalami lebih lanjut mengungkap dan menangkap jaringan pengedar narkobanya,” pungkasnya. (ris/azw)

Jadi Juara Dunia, Angelo Leo Catatkan Sejarah

PUKUL: Petinju Amerika Serikat Angelo Leo (kiri) mendaratkan pukulan ke arah Tramaine Williams dalam pertarungan perebutan juara dunia kelas bulu junior WBO, Senin (3/8).

Mayweather Promotori Sang Petinju

PUKUL: Petinju Amerika Serikat Angelo Leo (kiri) mendaratkan pukulan ke arah Tramaine Williams dalam pertarungan perebutan juara dunia kelas bulu junior WBO, Senin (3/8).

CONNECTICUT, SUMUTPOS.CO-Petinju Amerika Serikat, Angelo Leo membuat sejarah. Senin (3/8), saat tampil dalam event perdana Showtime Championship setelah vakum akibat pandemi virus corona, petinju 26 tahun tersebut merebut gelar juara dunia kelas bulu junior versi WBO.

Titel itu Leo dapatkan setelah mengalahkan Tramaine Williams dengan kemenangan angka mutlak.

Dan 3 juri memberinya kemenangan mencolok dengan angka 117-111, 118-110, dan 118-110 dalam pertarungan di Mohegan Sun Casino, Uncasville, Connecticut tersebut.

“Rasanya luar biasa. Bahkan masih seperti tidak nyata,” ungkap Leo, seperti dilansir CBS Sports.

Kemenangan itu membuat petinju yang dipromotori Floyd Mayweather tersebut, sampai saat ini belum pernah tersentuh kekalahan. Total rekor Leo adalah 20 kali menang, 9 kali KO.

“Kunci kemenanganku kali ini, bagaimana seluruh tubuhku bekerja dengan sangat baik. Sejak awal, aku datang ke acara ini dengan tujuan membawa pulang gelar juara dunia. Dan itu yang benar-benar aku lakukan,” tuturnya.

Duel itu nyaris batal. Sebab, calon lawan asli Leo, yakni Stephen Fulton Jr terpapar virus corona, hanya 3 hari sebelum event. Williams, yang sejatinya tampil di partai tambahan, akhirnya dinaikkan statusnya dengan bertarung di laga utama. Bagi dia, itu adalah kekalahan pertamanya sepanjang karir. Petinju 27 tahun tersebut kini punya rekor 19 kali menang (6 KO) dan sekali kalah. (jpc/saz)

Perobek Alquran Dihukum 3 Tahun Penjara

SIDANG: Doni Irawan Malay, terdakwa perobek Alquran saat menjalani sidang dakwaan

MEDAN- Doni Irawan Malay (44) warga Sambirejo Timur Kecamatan Percut Seituan dihukum selama 3 tahun penjara. Terdakwa terbukti bersalah melakukan penistaan agama dengan merobek Alquran, dalam sidang di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (4/8).
Dalam amar putusan yang dibacakan hakim ketua T Oyong, sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) Nur Ainun, yang terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156a huruf a KUHPidana.
“Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Doni Irawan Malay dengan pidana selama 3 tahun penjara,” tegasnya.
Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan bahwa terdakwa telah melakukan penistaan agama dengan merobek dan menebarkan Alquran.” “Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan,” kata Oyong.
Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU Nur Ainun, yang sebelumnya menuntut terdakwa Doni Irawan Malay dengan hukuman 4 tahun penjara.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Doni maupun Penuntut Umum Nur Ainun menyatakan terima.
Mengutip dakwaan JPU Nur Ainun, perbuatan Doni bermula pada 13 Februari 2020, sekira pukul 06.20, di sekitar jalan umum lokasi Masjid Raya Al-Mashum Jalan SM Raja Kelurahan Mesjid Kecamatan Medan Kota.
Terdakwa datang ke lokasi Masjid Raya Al-Mashum di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Mesjid Kecamatan Medan Kota. Setelah itu terdakwa masuk ke dalam masjid dan terdakwa langsung mengambil 1 buah kitab suci Agama Islam yaitu Alquran dari dalam rak tempat penyimpan kitab suci Alquran tanpa seizin dari Ketua BKM.
Terdakwa lalu memasukkan 1 buah kitab suci Alquran tersebut ke dalam celananya. Kemudian dari dalam masjid terdakwa masuk ke dalam tempat pengambilan air wudhu laki-laki.
Selanjutnya terdakwa langsung melepaskan sampul kitab suci Alquran tersebut dan membuang sampul kitab suci Alquran tersebut ke dalam tong sampah. Kemudian lembaran-lembaran isi kitab suci Alquran tersebut, terdakwa di sobek-sobek.
Terdakwa kemudian ke luar dari dalam tempat pengambilan air wudhu tersebut, sambil membawa isi kitab suci Alquran yang sudah di sobek menuju jalan umum di Jalan Sisingamangaraja depan Hotel Sri Intan Kelurahan Mesjid Kecamatan Medan Kota.
Setelah selesai membuang lembaran-lembaran bertuliskan isi kitab suci Alquran tersebut, lalu terdakwa melarikan diri ke samping Hotel Sri Intan di Jalan Sinabung Kelurahan Mesjid Kecamatan Medan Kota.
Tidak lama berselang, beberapa warga yang berada di sekitar lokasi pembuangan lembaran Alquran, mengetahui perbuatan terdakwa langsung mengejar dan menemukan terdakwa. (man/azw)

Video Pabetor Subandi Viral Mengaji, Wagubsu Undang ke Rumah Dinas

Wubsu saat ngobrol dengan parbetor, Subandi di rumah dinas, Selasa (4/8/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah merasa tergugah dengan seorang penarik becak bermotor (parbetor) bernama Subandi saat melihat  rekaman video yang diunggah di sosial media, di mana Subandi mengisi waktu luang menunggu penumpang dengan mengaji (membaca Yasin dan Takhtim) di kawasan persimpangan Jalan Mongonsidi Medan.

Pria yang akrab disapa Ijeck ini lantas mengundang Subandi ke kediamannya sebagai bentuk rasa empati dan bersyukur.

“Awalnya saya ditunjukkan video beliau (Subandi) sedang mengaji. Makanya saya undang bapak untuk datang kemari. Ingin tahu bagaimana cerita keseharian bapak,” ujar dia didampingi Kabag Umum pada Biro Umum dan Perlengkapan Setdaprovsu, Dedi Jamalinsyah Harahap di Rumah Dinas Wagubsu, Jalan Tengku Daud Medan, Senin (3/8/2020).

 Dari cerita warga Jalan Starban, Kecamatan Medan Polonia berusia 70 tahun itu, Ijeck mengaku bahwa Subandi tidak mengetahui kenapa dijemput dan diajak bertemu dirinya rumah dinas. Bahkan dirinya tidak memberitahukan sebelumnya maksud dan tujuan mengundang pria memiliki lima anak dan 14 cucu tersebut.

 Lebih membuat Ijeck terkesan melihat sosok Subandi adalah mengetahui bahwa parbetor itu juga rajin mengikuti pengajian bersama rekannya di beberapa masjid di Kota Medan. Mengetahui itu, dirinya langsung merespons dengan menyampaikan niat untuk berkunjung ke rumah ibadah dimaksud untuk melihat kegiatan di sana.

“Nanti saya akan berkunjung ke sana, saya mau lihat. Semoga semua sehat dan diberi rezeki oleh Allah SWT,” kata Ijeck yang saat itu juga didampingi anak sulungnya Musa Arjianshah (Arji).

 Ijeck mengaku tergugah dengan kisah Subandi yang kesehariannya menarik becak dengan penghasilan rata-rata Rp50.000 per hari. Baginya usia tua dan kondisi ekonomi yang pas-pasan, menjadi satu refleksi diri, di mana seorang hamba Allah tetap menyempatkan diri beribadah mengaji di sela aktivitas mencari nafkah.

 “Ini menjadi pelajaran untuk kita, karena beliau dan yang lainnya yang hidupnya mungkin tidak seberuntung kita, masih menunjukkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Bagaimana dengan kita yang hidup berkecukupan, harusnya lebih banyak bersyukur dan beribadah. Agama apapun itu, jangan lupa mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita,” ungkap suami Sri Ayu Mihari itu.

  Usai bercengkrama, Wagub pun mengantarkan kepulangan Subandi hingga ke halaman rumah dinas. Baginya, menjadi insan yang takwa tidak harus menunggu waktu. Tetapi setiap saat, seorang hamba harus menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. “Nanti saya datang ke sana ya pak, kita atur waktunya,” ujarnya seraya memberikan bantuan kepada Subandi.

 Subandi sendiri terharu dan tidak menyangka pimpinan pemerintahan di Sumut langsung mengundangnya untuk hadir. Ia yang tinggal berdua bersama istri, bahkan tidak pernah membayangkan dan bermimpi bisa bertemu Wagub Musa Rajekshah. Termasuk pada Pilgub 2018 lalu, ia lupa nama pasangan Eramas yang tertera di tenda becaknya. “Ya inilah (yang saya pilih), bapak ini,” kata dia.

 Diakuinya dalam keseharian, terkadang ia melakukan kerja sampingan dengan menjaga parkir. Selama 10 tahun menarik becak ia lakukan, empat tahun pertama masih becak dayung. Karena sudah dilarang, maka ia beranikan menyicil betor agar tetap bisa mencari nafkah. Sedangkan untuk pengajian, dirinya mengaku sudah 6 tahun mengikuti dengan rutin dari beberapa masjid, di antaranya Masjid Takwa Starban dan Masjid Al-Jihad Jalan Abdullah Lubis.

 “Saya senang sekali bisa bertemu bapak ini (Wagubsu). Mimpi pun saya tidak. Karena kemarin itu becak saya sempat jim (rusak). Jadi ada orang yang datang terus dibawa ke bengkel, saya tidak tahu siapa. Ini sekarang sudah bagus, sudah bisa narik. Terima kasih kepada bapak Wagub, semoga sehat dan murah rezeki,” ujarnya mendoakan. (prn/ila)

Polisi Gerebek Judi Ikan di Marelan

GEREBEK: Polisi saat menggerebek judi ikan di Marelan, Senin (3/4) malam,

BELAWAN – Petugas Polsek Medan Labuhan menggerebek lokasi judi ketangkasan tembak ikan di salah satu rumah milik Yus Indra (43) Jalan Jala IX, Gang Kambing, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Senin (3/4) malam.
Penggerebekan itu dilakukan berdasarkan laporan yang diterima Bhabinkamtibmas dari masyarakat dan pengurus Mesjid Al Ridho. Informasi itu ditindaklanjuti dengan mengkerahkan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan.
Kedatangan polisi disambut warga sekitar, secara bersama-sama penggerebakan judi tembak ikan langsung diamankan dan dikeluarkan dari rumah tersebut.
Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, pihaknya menggerebek lokasi judi itu bersama masyarakat, mesin judi ketangkasan tembak ikan sudah diamankan di Mapolsek Medan Labuhan.
“Kita sangat berterima kasih dengan masyaràkat yang turut membantu mengonfirmasikan judi tersebut, selain itu turut mendukung polisi mengamankan mesin judi itu,” pungkasnya. (fac/azw)

Tak Ada Laga McGregor Lawan Pacquiao

TARUNG: Conor McGregor (kiri) memukul Floyd Mayweather Jr pada pertarungan tinju di T-Mobile Arena, Las Vegas, Agustus 2017.
TARUNG: Conor McGregor (kiri) memukul Floyd Mayweather Jr pada pertarungan tinju di T-Mobile Arena, Las Vegas, Agustus 2017.

FLORIDA, SUMUTPOS.CO-Presiden UFC, Dana White menegaskan, Conor McGregor telah pensiun. White juga memastikan mantan juara dunia kelas bulu dan ringan itu, tidak akan bertarung lagi sampai akhir tahun ini.

White mengatakan, McGregor adalah superstar besar di MMA. Tapi, petarung asal Republik Irlandia itu, sudah mengumumkan dia sudah kehilangan gairah pada olahraga ini. McGregor ingin istirahat. Di sisi lain, walaupun White telah menegaskan berulang kali McGregor sudah pensiun, tapi media dan fans tidak terlalu percaya. Mereka berspekulasi, McGregor akan kembali.

“Dia pensiun, Conor McGregor sudah memastikan itu. Dia pensiun. Saya tidak punya rencana untuk dia. Kalender UFC hanya sampai 7 November dan di sana tidak ada jadwal untuk McGregor,” ungkap White, seperti dilansir BJPENN.

“Tahun ini dia pensiun. Dia tidak bertarung hingga akhir tahun ini. Saya tidak mengatakan dia tidak akan bertarung pada 2021. Tapi saya beritahu kamu, kami tidak punya rencana untuk memberi McGregor pertarungan. Dia sudah pensiun,” imbuh White.

White juga menuding, media sudah dimanipulasi oleh McGregor. White juga mengkritik reporter yang terus menanyakan soal kemungkinan dia berduel melawan legenda asal Filipina Manny Pacquiao, dalam konferensi pers akhir-akhir ini.

“Orang-orang ini terus bertanya tentang Conor McGregor yang pensiun. Kalian (media) terus bertanya tentang dia, tapi dia sudah pensiun. Dia pensiun,” tegas White.

“Dia pensiun. Dia menulis satu tweet dan berkata, ‘Aku menerima’ dan itu tepat setelah Khamzat Chimaev memanggilnya keluar. Saya tidak terfokus pada siapa lawan dia berikutnya. Sebab, Conor McGregor sudah pensiun. Apakah kita semua percaya dia akan tetap pensiun? Saya pikir sebagian besar dari kita tidak percaya,” imbuhnya.

Meskipun White sudah memastikan McGregor pensiun dari UFC, dia tidak akan bisa menghentikan spekulasi fans dan media yang beranggapan McGregor akan kembali ke oktagon. (jpc/saz)